I’m in Love With You – Part V

PicsArt_06-17-08.41.10.jpg

Part I || Part II || Part III || Part IV || Part V

Cast : Kim Taeyeon, G-Dragon (Kwon Jiyong)

author : Jessgracelle

note: Hello!~ Long time no see yaa 😀 Saya sempet-sempetin update di hari ulang tahunnya GD. Anyone miss me? :v Ah sudahlah, happy reading lah yaa~

~~~

Part IV

“Aku menyukaimu.”ulang Jiyong dengan lembut.

“Lalu?”

“Kau masih menyukai Baekhyun?”

“Tidak, aku tertarik denganmu.”ujar Taeyeon jujur. Tapi ia tidak berani menatap mata Jiyong.

“Kalau begitu, ayo kita pacaran.”ajak Jiyong. Mengapa mereka begitu frontal?

“Kau masih menyukai Kiko?”

“Tidak. Apa kau ragu?”

“Aniya—“

“Ya sudah, ayo kita pacaran.”ujar Jiyong

Part V

“….” Taeyeon ragu menjawabnya tapi ia menjawab. “Ya, ayo kita pacaran.”

Dengan jawaban Taeyeon, Jiyong tersenyum puas.

“Baiklah. Hari ini, tanggal 28 bulan Juni 2015.”Kata Jiyong dengan senyumnya itu.

“Tapi aku ingin menanyakan satu hal. Apa benar kau memiliki banyak mantan kekasih?”tanya Taeyeon dan mereka kembali berbincang sambil melahap pesanannya.

“Aniya, sejauh ini hanya 2 orang.”

“ Maksudmu sejauh ini apa? Nanti aku akan menjadi yang ketiga begitu? Dan, siapa satu lagi? Apa ia seorang idol? Tapi kau kan seorang playboy. Mana mungkin hanya dua?”

Jiyong terkekeh sebentar, “Tidak akan ada yang ketiga. Kau benar-benar berpikir aku seorang playboy? Heol~ aku sudah bicarakan itu padamu tadi. Orang-orang menganggapku playboy karena aku berteman dengan banyak orang termasuk wanita.”jawab Jiyong.

“Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Siapa wanita yang pertama menjadi kekasihmu?”

“Kau tidak akan mengetahui orangnya. Dia bukan idol. Dia teman sekolahku dulu.” Taeyeon hanya membuka mulutnya dan berkata “Oh~” saja.

“Ah ya, bagaimana Jessica bisa—“

“Kau pasti penasaran akan hal itu kan? Mengapa kau tidak tanyakan dari hari-hari sebelumnya?”potong Taeyeon.

“Aku takut kau—“

“Kau takut aku tersinggung?”kekeh Taeyeon.

“Jessica, ia tetaplah member kami. Tidak ada yang bisa menggantikan salah satu pun dari member kami. Waktu itu, aku, Tiffany, Sunny, Yuri, Yoona, dan Jessica saling berdebat. Dari tahu sebelumnya, Jessica memang sudah ingin berhenti dari girlgroup dan memilih untuk melanjutkan hidupnya dengan bebas. Ya mungkin kau mengerti apa maksudku kan?”

“Bebas? Seperti berpacaran, menikah, dan memiliki keluarga?”tanya Jiyong.

“Ya, seperti itu. Hyoyeon mengenalkan Tyler Kwon pada Jessica. Dan setelah lama memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, mereka memilih untuk melanjutkannya yaitu bertunangan. Saat 2014, aku meminta Jessica untuk tetap bersama kami sampai comeback kami untuk album ke-empat. Jessica menyetujuinya. Dan ia juga ingin jika setelah bertunangan, ia bersekolah design kembali dan menjadi designer. Kami semua mendukungnya. Tapi pada bulan September 2014 yang lalu, Tyler sangat ingin cepat-cepat bertunangan dengan Jessica. Saat itu Jessica pulang dari apartementnya menuju ke dorm kami…”

~flashback~

September 2014

Ketika semua member kecuali Seohyun, Sooyoung, dan Hyoyeon yang mempunyai acara sendiri berkumpul di ruang tengah, saling bercanda dan terlihat seperti mengobrol obrolan yang asik tiba-tiba mereka menjadi diam dan sunyi ketika Jessica datang dengan menangis.

“Waeyo unnie?”tanya Yoona pada Jessica.

“Kau kenapa? Duduk disini.”kata Yuri dan membawa Jessica duduk diantara Yuri dan Yoona.

“A-aku.. ti-tidak tahu harus bagaimana..”isak Jessica.

“Ada apa?”tanya Taeyeon.

“Tyler ingin mempercepat tunangan kami.”ujar Jessica yang masih menangis.

“Itu hal yang bagus, bukan?”kata Tiffany.

“Ta-tapi, aku akan meninggalkan grup ini.”ucap Jessica.

“Hey, bukankah kau akan menunggu sampai konser kita di Tokyo Dome?”tanya Sunny.

“Ingatlah, itu kan cita-cita kita semua.”kata Taeyeon.

“Tapi aku punya impian lain.”ucap Jessica membuat semuanya saling menatap.

“Aku ingin mempunyai sebuah keluarga. Aku rasa, ini sudah waktunya. Dan aku juga ingin fokus dalam bisnisku.”lanjutnya.

“Kami semua juga ingin berkeluarga. Kau tidak bisa egois seperti ini. Ini impian kita semua saat kita debut kan?”kata Taeyeon dengan sedikit membentak.

“Aku bilang aku punya impian berbeda!”teriak Jessica.

“Kau mengkhianati kami sekarang?”Ujar Sunny.

“Lalu apa yang waktu debut kau bilang ‘SNSD adalah prioritas utamaku?’ apa itu?!”Tiffany pun mulai berdebat.

“Umurku sudah bertambah. Dan sekarang, itu bukanlah prioritas utamaku!”ujar Jessica.

“Jessica benar, umur kita sudah bertambah. Ini usia yang tepat untuk memikirkan masa depan kita.”ujar Yuri.

“Aku berpikiran sama dengan Yuri unnie. Sebenarnya berat untuk melepas Jessica unnie dari grup. Tapi bagaimana lagi? Inilah tujuan hidupnya yang ia impikan. Kita tidak bisa melarangnya.”kata Yoona.

“Baiklah, kau sangat egois. Kalau begitu, GET OUT OF HERE!”teriak Tiffany.

“Cepatlah berhadapan dengan Youngmin sajangnim sekarang.”ujar Sunny.

“Sica-yah, aku benar-benar tidak menyangka kau akan seperti ini. Aku kira, kita semua ada di perahu yang sama untuk sampai di tujuan yang sama. Tapi ternyata, kita berbeda. Persahabatan selama 10 tahun lebih? Aku pikir itu selesai, atau mungkin anggap tidak pernah terjadi? Aku sangat kecewa padamu. Bagaimanapun pilihanmu, aku sangat berterimakasih untuk kebersamaan kita.”kata Taeyeon lalu pergi ke kamarnya.

“Baiklah, aku akan keluar dari sini!”

~flashback off~

Taeyeon menceritakan itu semua pada Jiyong.

“Hey, bukankah kalian sama-sama egois?”kekeh Jiyong.

“Kau benar. Aku sangat lelah waktu itu, jadi aku berbicara tanpa kupikir terlebih dahulu. Aku sangat menyesal tentang kejadian itu.”

“Apa kalian berperang 3 vs 3?”kekeh Jiyong lagi.

“Yuri dan Yoona tidak ikut dalam perang ini. Mereka lebih ingin melerai kami. Mereka terus mendukung Jessica pada saat itu, tapi mereka juga tidak pernah marah atas keegoisanku atau Tiffany dan Sunny.”kata Taeyeon sambil menopang dagunya dan melahap ice creamnya lagi.

“Lalu apa hubungan kalian baik-baik saja sekarang?”

“Ya, tentu. Banyak orang berkata, ‘persahabatan selama bertahun-tahun sudah tidak bisa terpisahkan.’ Dan aku mempercayai itu sekarang.”

“Bagaimana bisa kalian berbaikkan?”

~flashback~

Still September 2014.

Jessica menceritakan semuanya pada Yoona dan Yuri sesudah ia membawa sisa barangnya di dorm ke apartement miliknya sendiri.

“Sebenarnya impianku masih tetap sama seperti dulu.”kata Jessica di dalam kamarnya bersama Yuri dan Yoona.

“Lalu mengapa kau berbicara seperti itu kemarin?”tanya Yuri.

“Tyler. Tyler ingin mempercepat tunangan. Dan ia ingin aku keluar dari grup.”

“Mengapa ia seperti itu?”kata Yoona.

“Entahlah, alasannya yang kudapat hanyalah ‘supaya lebih baik’.”

“Heol, pria itu.”

“Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Aku sudah sangat mencintainya. Aku bingung. Mungkin memang benar perkataan Taeyeon, Tiffany dan Sunny. Aku egois dan mengkhianati kalian. Mengapa kalian masih mendukungku?”ujar Jessica.

“Tentu aku mendukungmu. Bukankah persahabatan kita sudah menjadi saudara? Aku tahu, kau mempunyai tujuan yang baik. Apa yang kau lakukan ini tidak bisa dibilang egois dan kau mengkhianati kami. Ini hidupmu, dan inilah yang akan menjadi tujuan hidupmu. Kami semua tidak bisa memaksakannya.”ujar Yuri.

“We always support you unnie.”ujar Yoona dan langsung memeluk kedua unnienya itu.

~flashback off~

“Yuri mengatakan itu semua padaku. Tiffany masih emosi dengan apa yang Yuri ceritakan. Tapi perlahan-lahan, ia pun mulai menyadarinya. Dan aku juga menyadari itu. Aku juga tidak bisa egois seperti itu pada apa yang Jessica ingini. Ia juga bermaksud baik dan bukan karna dialah pada awalnya. Jujur, aku pada saat itu merasa kesal pada Tyler Kwon.”kata Taeyeon sesudah menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.

“Benar kan apa kata laguku? They say love is blind.”kekeh Jiyong sambil menyanyikan lirik dari lagu ‘That xx’nya itu.

“Kedua kalinya seorang G-Dragon bernyanyi di depanku omonaa~”kata Taeyeon mengeluarkan aegyonya.

“Jadi begini aegyo-mu? Jika kau mengeluarkan aegyo-mu padaku, aku akan bernyanyi di depanmu kapanpun itu.”kekeh Jiyong. Dan Taeyeon hanya mengelak.

“Oh ya, bagaimana dengan membermu yang lain mengenai hal ini?”tanya Jiyong sambil mengunyah makanannya.

“Mereka tahu setelah perdebatan malam itu. Tapi mereka tidak ingin memper-panas keadaan. Jadi mereka menyatakan pikiran mereka dalam diam.”ujar Taeyeon.

“Pada saat Jessica berkata seperti itu di akun weibonya, apa yang kau pikirkan?”tanya Jiyong. Pada saat Jessica pergi ke SM untuk mengundurkan diri, ia memang berbicara bahwa kamilah yang mengeluarkannya dari grup. Aku pun menjadi sangat kesal pada saat itu.

“Ya, kau tahu. Banyak orang mencaciku karena aku bukanlah seorang leader yang baik. Aku sadar akan hal itu. Dan saat Jessica berbicara seperti itu, kami masih belum berbaikkan.”

“Kau bukan leader yang baik aku setuju hal itu. Karena kau selalu lupa schedule.”ledek Jiyong.

“Fine, that’s right.”kata Taeyeon langsung melahap ice creamnya.

“Kau jangan marah seperti itu. Lanjutkan ceritamu, bagaimana bisa kau berbaikkan dengan Jessica?”kata Jiyong.

“Well, setelah aku merenungkan yang Yuri katakan, aku mengajak Tiffany dan Sunny ke apartement Jessica untuk meminta maaf. Aku mengajak mereka, karena kamilah yang berdebat dengannya waktu itu.”

~flashback~

2014, 30th September

“Untuk apa kalian datang kemari?”Tanya Jessica dingin. Mereka sudah diterima masuk ke apartement Jessica dan sekarang tengah berbincang di ruang tengah.

“Aku sudah mendengarnya dari Yuri.”kata Taeyeon, dan Jessica sedikit menaikkan alisnya heran.

“Kamilah yang egois. Aku tahu kau sangat mencintainya. Dan i=sekarang, inilah tujuan hidupmu. Kau tidak bisa berada di grup ini terus menerus, begitu juga kami. Semua orang pasti ingin berkeluarga. Maafkan aku.”ujar Taeyeon.

“Taeng-ah.”kata Jessica.

“Aku juga minta maaf. Aku tahu aku egois. Walaupun ini bukanlah impianmu sebenarnya, tapi inilah tujuan hidupmu Sica-yah. Aku akan mendukungku.”ujar Tiffany.

“Aku juga sangat meminta maaf. Dan, pengunduran dirimu darri grup ditahan oleh Sooman ahjussi kan? Ia menunggu keputusan dari semua member bukan? Kami semua sudah menyetujuinya.”ucap Sunny.

“Jinjjayo? Gomawo~”ujar Jessica langsung memeluk mereka bertiga.

“Kau harus ke gedung SM sekarang.”ujar Taeyeon tersenyum.

“Kau benar! Gomawo yeorobun”ujar Jessica

~flashback off~

Taeyeon menceritakan itu semua pada Jiyong.

“Tapi, apa kau lihat foto Jessica saat keluar dari gedung SM pada saat itu?”tanya Jiyong.

“Wae?”

“Dia terlihat sedih bukan?”

“Ya, mungkin karna ia tidak akan berada di SM lagi setelah itu jadi ia bersedih.”kekeh Taeyeon.

“Konyol sekali, semua orang menganggapnya jadi benar bahwa kalian sudah mengeluarkannya dari grup.”kata Jiyong.

“Ah sudahlah, mereka tidak tahu apa yang terjadi. Mereka hanya bisa berkomentar.”kata Taeyeon.

“Yah! Kau menyindirku?”kata Jiyong.

“kkk~ tapi, mengapa kau mengikuti berita tentang ini?”tanya Taeyeon.

“Kau jangan salah mengira bahwa aku seorang fanboy ya. Aku hanya mengikuti berita yang ada.”ujar Jiyong.

“Sepertinya ini sudah terlalu malam. Aku masih ada schedule besok.”ujar Taeyeon sesudah melihat jam di layar ponselnya.

“Baiklah, aku akan megantarmu.”

“Tentu saja kau harus”kekeh Taeyeon.

“eum, bagaimana dengan hubungan kita?”

“Bukankah kita sudah berpacaran?”

“Bagaimana dengan member yang lain?”

“Apa tidak apa jika aku memberi tahu mereka? Karena aku sudah menyimpan janji, bahwa tidak ada rahasia diantara kami.”ujar Taeyeon.

“Its okay for me, aku juga akan memberi tahu memberku. Dan, juga Dara?”tanya Jiyong.

“Dara unnie? Okay. Aku yang akan berbicara padanya.”ujar Taeyeon.

“Kita berdua saja.”ujar Jiyong.

“Oh, whatever. Ayo kita pulang.”

`~~~`

2015, 30th June

Taeyeon dan member lain sedang berkumpul di dance practice room SM. Taeyeon mengingat bahwa ia tidak akan melanggar janjinya untuk tidak menyinmpan rahasia antar member.

“Yeorobun..”ucap Taeyeon.

“Wae??”tanya Tiffany.

“Aku ingin memberitahu sesuatu.”

“Apa itu?”tanya Sunny juga.

“Tentang.. hal yang aku bicarakan di grup waktu itu..”

“Lalu?”

“Aku.. berpacaran dengan.. G-dragon sunbaenim.”ujar Taeyeon dengan mengecilkan suaranya di akhir. “MWO?!” “Jinjjayo?!” “Eottokae?” begitulah respon mereka.

`~~~`

Jiyong memikirkan cara untuk berbicara pada Dara dan membernya. Ya, tentang hubungannya dengan Taeyeon.

Kwonjiyongie: Taeyeon-ah. Apa besok tanggal 1 Juli, kau bisa ikut denganku?

Jiyong mengirimkan pesan lewat Kakaonya pada Taeyeon. Tapi, ia tahu. Taeyeon sedang ada jadwal sekarang. Jadi mungkin, ia tidak sempat membalas pesan Jiyong.

Tapi, tak lama ada pesan Taeyeon masuk.

Kimtaeng: Eoddiya?

Kwonjiyongie: Aku akan menjemputmu pukul 7 malam. Otte?

Kimtaeng: Baiklah, tapi kemana?

Kwonjiyongie: Rahasia.

`~~~`

Jiyong menjemput Taeyeon ke apartementnya. Ia membawa paper bag lumayan besar.

“Igeo”ujar Jiyong memberikan paper bag itu.

“Mwoya?”tanya Taeyeon mengambil paper bag itu.

“Pakai itu.”

“Kita akan kemana?”tanya Taeyeon.

“Kau akan tahu nanti.”

Taeyeon memakai apa yang ada dalam paper bag itu.

4dbf8e2bc6720698499381d064011990.jpg

Itu sebuah minidress.

“Otte?”tanya Taeyeon.

“Sudah aku kira ini akan cocok jika kau yang pakai.”

“Sebenarnya kita akan kemana?”tanya Taeyeon bingung.

“Kau akan tahu nanti.”ujar Jiyong membawa Taeyeon ke parkiran lalu langsung menuju tempat yang ia akan datangi.

`~~~`

“Untuk apa kita ke hotel mewah ini?”tanya Taeyeon saat mereka masih di dalam mobil menuju parkiran VIP.

“Sebenarnya, hari ini ada jamuan YG family. Aku ingin mengenalkan kau pada mereka semua.”

“Heol Jiyong-ah!”

“Wae?”

“Kita belum—“

“Belum apa? Kita sudah menjadi sepasang kekasih sekarang.”

“Jiyong. Aku tidak mau.”

“Mwoya? Kau tidak menganggapku? Sebagai kekasihmu?”ujar Jiyong memberhentikan mobilnya yang sudah terparkir.

“Tapi, Ji. Kita baru memulainya dua hari yang lalu.”

“Apa salahnya?”

“Aku tidak setuju ini.”ujar Taeyeon memalingkan wajahnya. Ia belum siap bertemu artis YG, ataupun Yang Hyun Suk sekalipun.

“Wae? Apa yang salah?”tanya Jiyong agak kesal.

“Aku belum siap Jiyong-ah.”

“Apa yang membuatmu seperti itu?”

“Kita baru saja memulainya. Kau sudah mengenalkanku pada mereka semua. Bagaimana.. bagaimana kalau misalnya hubungan kita tidak bertahan lama?”lirih Taeyeon.

“Kau berharap seperti itu?”

“Aku tidak berharap, tapi bagaimana kalau itu terjadi?”

“Aku pastikan hal itu tidak akan terjadi.”kata Jiyong dingin. Taeyeon berpikir bahwa Jiyong sudah sangat kesal padanya sekarang. Hanya pertengkaran kecil. Mereka membisu.

“A-arraseo.”ujar Taeyeon pada akhirnya.

`~~~`

Mereka langsung menuju ballroom VIP. Disana sudah banyak artis dari YG, juga sebagian staff penting mereka. Taeyeon memegang erat tangan Jiyong. Ia sangat gugup. Ia merasa tidak pantas bergabung dengan mereka semua. Saat mereka baru masuk ballroom tersebut, seseorang sudah memanggil nama Taeyeon. Membuatnya semakin gugup.

“Oh? Taeyeon-ah?”suara seseorang dari depan merek. Taeyeon yang menunduk langsung mengadahkan kepalanya. Ternyata itu Dara, ia bersama Chaerin disana.

“U-unnie”

“Kau.. bersama Jiyong?”tanyanya sambil memegangi gelas berisi wine. Taeyeon hanya mengangguk, Jiyong yang masih memagang tangan Taeyeon tersenyum dengan senyum andalannya itu.

“Kalian.. berpegangan tangan?”tanya Dara lagi dan Chaerin tersenyum geli melihat adegan di hadapannya itu. Taeyeon yang gugup, Dara yang shock, dan Jiyong yang tersenyum bodoh dengan senang.

“Arraseo. Beritahu aku. Kalian.. berkencan?”tanya Dara dengan rasa penasarannya.

“Apa kau bercanda? Kau masih menanyakan hal itu? Tentu saja mereka pasti berpacaran, Jiyong membawa seseorang dari agensi lain, apalagi itu seorang wanita. Jika hanya berteman mana mungkin ia membawanya ke YG private party?”kata Chaerin terkekeh.

“Aku memberimu nilai 100!”ujar Jiyong menunjuk Chaerin dengan jarinya.

“Ya! Jinjjayo?! Bagaimana bisa kalian—“ujar Dara dan Chaerin langsung menutup mulutnya.

“Shh, ayo kita nikmati pestanya. Jangan dulu mengomel. Taeyeon-ah selamat menikmati pesta kami.”ujar Chaerin pada Dara dan membawa Dara jauh dari Jiyong dan Taeyeon.

“Apa Dara unnie akan memarahimu?”tanya Taeyeon.

“Aniya, ia hanya kaget.”kekeh Jiyong.

“Taeyeon-ssi?”ujar seseorang. ‘Oh! Siapa lagi itu?”pikir Taeyeon.

“Hyung!”

“Oh, annyeonghaseyo”ujar Taeyeon agak membungkukkan badannya memberi hormat.

“Kau tidak perlu seformal itu Taeyeon-ah. Ada apa kau kesini?”tanya Tablo.

“Oh, aku—“

“Dia kekasihku hyung.”

“Jinjjayo? Wah, Taeyeon-ah kau terlalu baik untuknya.”ledek Tablo. Taeyeon hanya tersenyum kecil.

“Aish, kau jahat hyung.”

“Baiklah, selamat untuk kalian berdua. Kajja, kita ke meja jamuan.”ujar Tablo.

Mereka pun pergi bersama ke meja jamuan makan malam YG family.

“Jiyong-ah”ujar Yang Hyun Suk melambaikan tangannya ke arah Jiyong. Jiyong menggenggam tangan Taeyeon dan membawanya. Lalu Jiyong duduk di sebelah Yang Hyun Suk, dan Taeyeon di sebelah Jiyong. Tak lama Dara pun duduk di sebelah Taeyeon diikuti Chaerin.

“Wah, saya sangat senang. Taeyeon-ssi bisa ikut dalam jamuan kami. Terimakasih atas kedatangannya.”ujar Yang Hyun Suk. Taeyeon benar-benar gugup untuk berhadapan dengannya.

“Ne, saya juga. Tapi, sayalah yang seharusnya berterimakasih.”ujar Taeyeon membungkukkan badannya sebentar untuk hormat.

“Oh, ada Taeyeon disini?”kejut Daesung.

“Dengan Jiyong hyung?”ujar Seungri.

“Wah, kalian.. bagaimana bisa?”tanya Taeyang dan Seunghyun hanya tersenyum geli melihat mereka. Mereka berempat duduk bersamaan sebelah Tablo. Disana pun ada AKMU dan artis YG lainnya.

“Arraseo, karena kalian semua ada disini. Aku akan memberitahukan kepada kalian, bahwa aku dan Taeyeon berpacaran.”Kata Jiyong mengangkat genggaman tangannya dengan tangan Taeyeon dan menggoyangkannya.

“Ah, Heol!~”

“Jinjjayo?!”

“Aku tidak pernah terpikir sampai sana!”

“Aku tidak mengira ini semua.”

“Aku pikir selera Jiyong adalah model wanita Jepang.”

Itulah komentar orang yang ada disekitar mereka. Dan komentar yang terakhir, membuat Taeyeon langsung menundukkan kepalanya. Dara terus memperhatikan Taeyeon dengan khawatir.

“Ya! Kenapa kau tidak cerita padaku?”bisik Dara. Dan Taeyeon hanya menolehkan kepalanya lalu menunduk kembali.

“Jawab aku.”

“mianhae unnie.”ujar Taeyeon lesu.

Dara menghembuskan nafasnya kasar, “Besok temui aku di apartement.” Dan Taeyeon hanya mengangguk lalu mengadahkan kepalanya lagi dan tersenyum. Ya, fake smile.

Di tengah makan malam dan percakapan mereka, ada sebuah obrolan yang membuat Taeyeon sesak.

“Jiyong-ah, lagu If You. Sangatlah bagus!”ujar Tablo, Album ‘D’ baru dirilis hari ini. Taeyeon sangat sibuk dan belum sempat mendengarkan lagunya atau melihat music videonya.

“Tapi, itu seperti ceritamu ya hyung. Liriknya.”kekeh Seungri dan Daesung langsung memukul lengannya.

“Ah mwoya”lirih Seungri kesakitan. Yang lain hanya tertawa. Taeyeon tidak berani bertanya, karena mungkin nanti mereka akan berpendapat bahwa ‘seorang kekasih G-Dragon belum mendengarkan lagu kekasihnya.’ Itu sangat tidak lucu.

“Bukankah lagunya tentang seseorang yang ingin kembali berpacaran dengan mantan kekasihnya dan ia menyesal? Lalu bagaimana dengan Taeyeon?”kata Teddy memojokkan posisi Jiyong. Taeyeon sedikit tersedak. Dara dan Jiyong langsung memberinya minum, tapi Taeyeon mengambil yang diberikan Dara. Jiyong langsung mengerti Taeyeon kenapa.

“Yah! Hyung. Itu hanya kebetulan. Aku tidak menulis lirik itu tentang diriku sendiri. Aku sudah melupakan semuanya.”ujar Jiyong sedikit kesal.

“Kau terlihat sangat khawatir oppa. Apa kau takut Taeyeon meninggalkanmu?”kekeh Chaerin dan langsung mendapat death glare dari Jiyong.

`~~~`

Jiyong akan mengantar Taeyeon pulang ke apartement. Mereka pergi ke basement bersama Dara, Chaerin, dan member Bigbang lainnya. Saat di lift, Jiyong melepaskan jaket yang dipakainya dan memakaikannya untuk menutupi tubuh Taeyeon. Ia memakai minidress tadi dengan lengan terbuka, dan Jiyong pikir ia pasti kedinginan. Orang-orang disekitar mereka pun langsung terbatuk-batuk melihat mereka. Ya mungkin batuk yang tidak sungguhan /?.

Tapi, Dara terus memperhatikan mereka dengan khawatir. Sesampainya di basement, Jiyong berpamitan pada mereka untuk mengantar Taeyeon. Jiyong dan Taeyeon sudah ada di mobil milik Jiyong. Dara juga ikut ke mobil Chaerin.

“Hyung, kau akan pulang ke dorm kan?”tanya Seungri sebelum masuk ke mobil milik Seunghyun. Dan hanya dijawab anggukan oleh Jiyong.

“Chaerin-ah, tunggu sebentar.”ujar Dara keluar dari mobil Chaerin dan menuju mobil Jiyong. Ia mengetuk kaca mobil pelan, mengisyaratkan untuk menurunkan kacanya. Jiyong pun menurunkan kaca pintu mobil.

“Wae?”tanya Jiyong.

“Kalian berdua besok ke apartementku. Arra?”ujar Dara.

“Arraseo eommonim.”kekeh Jiyong. Ia meledek Dara memanggilnya seperti itu karena Dara seperti seorang ibu mertua yang selalu melindungi Taeyeon.

“Ya! Jangan bercanda. Untuk ini aku serius, antarkan Taeyeon dengan selamat. Kau jangan apa-apakan dia. Jangan kau macam-macam dengannya.”kata Dara dengan wajah serius.

“Baiklah noona. Santai saja.”

“Arraseo, aku akan pulang.”ujar Dara melambaikan tangannya lalu segera masuk lagi ke mobil Chaerin.

“Kau habis menasehatinya?”kekeh Chaerin dan dibalas anggukan Dara.

`~~~`

Saat di perjalanan, Taeyeon jadi pendiam. Seperti pertama bertemu, layaknya orang yang tidak saling mengenal.

“Apa ada yang menganggumu?”tanya Jiyong sesekali melirik ke sebelahnya, yaitu Taeyeon.

“Aniya.”jawab Taeyeon pendek.

“Oh ya, aku ingin memberimu ini.”ujar Jiyong mengambil album ’D’ dari dashboard mobilnya.

“Hmm”kata Taeyeon menerimanya.

“Katakan padaku pendapatmu mengenai lagunya, arraseo?”

“arra.”jawab Taeyeon dingin.

“Ada yang ingin kau katakan?”tanya Jiyong, ia sangat penasaran. Apa ia berbuat salah tadi, atau apa yang mengganggu pikirannya?

“Gomawo..”

“Untuk apa?” Jiyong sudah berekspetasi bahwa Taeyeon berterimakasih atas hari ini atau atas hubungannya dengan Jiyong, atau apalah itu.

“Untuk albumnya.”

“A-ah, geurae.”Ia sedikit kecewa.

`~~~`

Sesampainya di apartement Taeyeon. Jiyong ikut masuk ke dalam apartementnya. Saat Taeyeon memberikan jaket Jiyong, Jiyong menarik tangan Taeyeon untuk berdiri lebih dekat dengannya.

“Mwoya?”kata Taeyeon gugup.

“Ada apa denganmu?”

“Aniya.”

“Kau berbohong.”

“Aku tidak.”

“Ya, kau berbohong.”

“AKU TIDAK BERBOHONG.”Taeyeon sedikit membentaknya dan melepas kasar genggaman Taeyeon.

“Waeyo?”kaget Jiyong.

“Aku tidak apa-apa.”

“Kau.. Apa kau marah karna yang Seungri katakan tadi?”

“Untuk apa aku marah? Mungkin memang lagu ini untuk Kiko. Aku tidak masalah.”ujar Taeyeon menunjukkan album itu pada Jiyong. Jiyong tersenyum lalu memeluk Taeyeon. Ya, mungkin ini pelukan pertama mereka.

‘Kau cemburu.”

“Aku tidak.”

“Ya, kau cemburu.”

“AKU TIDAK CEMBURU.”bentak Taeyeon lagi. Jiyong terkekeh, mungkin ini sifat Taeyeon saat berbohong atau mungkin saat ia cemburu atau marah sekalipun.

“Hehe~ Mianhae Taeyeon-ah. Kau mungkin salah paham. Kau marah padaku kan?”

“Untuk apa aku marah?! Aku tidak pernah mengatakan itu.”

“Kau tidak mengatakannya, tapi kau memperlihatkannya.”

“Lepaskan.”ujar Taeyeon mendorong Jiyong, tapi tentu saja Jiyong tidak melepaskannya.

“Aku sudah tidak ada apa-apa dengan Kiko. Kami sekarang hanya berteman biasa. Yang Seungri katakan, kau tahu kan dia orangnya seperti apa? Ia selalu saja mengucapkan hal yang ia inginkan tanpa dipikir terlebih dahulu. Lagu itu aku menulis liriknya tidak ada sangkutannya dengan hubunganku dengan Kiko atau mungkin mantan kekasihku yang lain. Kau percaya padaku kan?”jelas Jiyong. Taeyeon terdiam.

“Benarkah itu?”

“Kau percaya padaku atau tidak?”ujar Jiyong melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada Taeyeon. Lalu Taeyeon juga tersenyum senang.

tumblr_mo4466Wygn1rudz2no1_500

“Jadi benar, kau cemburu.”ledek Jiyong dengan senyum puasnya.

“AKU TIDAK CEMBURU.”

`~~~`

Pagi harinya, Taeyeon menelepon Jiyong.

“Jiyong-ah, kau harus pergi duluan ke tempat Dara unnie. Aku punya urusan mendadak.”

“Apa itu?”

“Aku ada schedule. Comeback grupku kan tinggal menghitung hari.”

“Kalau begitu, kita pergi bersama saja nanti.”

“Aniya, kau duluan saja. Mungkin aku akan lama sekali jika kau menungguku.”

“Tidak apa-apa Taeyeon-ah.”

“Tidak, kau harus pergi sekarang. Mungkin Dara unnie sudah menunggu. Siapa tahu itu sangat penting.”

“Baiklah, aku akan menghubungimu nanti. Annyeong.”

`~~~`

“Oh, kau sudah datang?”ujar Dara membukakan pintu apartementnya.

“Seperti yang kau lihat.” Mereka berjalan ke ruang tengah.

“Taeyeon eoddiseo?”

“Dia ada schedule. Dia akan menyusul nanti.” Kata Jiyong mengehmpaskan tubuhnya di sofa.

“Aku sudah datanng sekarang apa yang ingin kau katakan?”tanya Jiyong, lalu Dara duduk di sofa kosong sebelah Jiyong.

“Kau serius untuk mengencani Taeyeon?”

“Apa aku terlihat tidak serius?”

“Ani, aku mengenalmu. Kau tipe orang yang gampang bosan. Bagaimana jika kalian berhubungan tidak lama? Hanya karna alasan tidak masuk akal seperti itu?”

“Aku pastikan itu tidak terjadi.”

“Baiklah, bagaimana dengan sifatmu yang lain?”

“Sifat apa?”

“Sifatmu yang putus nyambung dalam sebuah hubungan..”

“Aku tidak akan seperti itu lagi.”

“Kita lihat saja akhirnya nanti.”

“Aku akan tetap menyambungkannya walaupun akan putus-nyambung.”

“heol Jiyong-ah. Kau memang berencana seperti itu?”

“Ani, ini hanya semisalnya saja.” Lalu Dara terkekeh kecil.

“Taeyeon.. dia tipe orang yang cemburuan. Dan kau Jiyong, kau tipe orang yang mempublikasikan hubungan pertemananmu dengan sahabat-sahabatmu. Ya, kalau mereka semua laki-laki itu tidak masalah, tapi kan sebagian dari mereka adalah wanita.”

“Kau memintaku untuk tidak berteman lagi?”

“Bukan itu Jiyong-ah. Aku hanya berpikir, jika kau tidak terlalu mengumbar hubungan pertemananmu dengan sahabat wanitamu Taeyeon tidak akan mudah cemburuan.”

“Arraseo, aku bisa meng-handle itu. Aku akan kenalkan Taeyeon dengan teman-temanku.”

“Aku tidak tahu tentang yang satu ini, jika Taeyeon benar-benar menyukaimu dia akan menerimamu apa adanya. Kau seseorang yang memiliki image bad boy. Kau juga sering mabuk-mabukkan, merokok, dan pergi ke club. Yang aku minta, kurangilah gaya hidupmu yang seperti itu.”

“Image bad boy, ya itu benar. Tapi sifatku benar-benar seseorang yang baik kan?”

“Aku tahu itu, dan ingat. Aku memintamu mengurangi keseringan gaya hidupmu yang seperti itu, bukan meminta menghilangkan gaya hidupmu yang seperti itu. Tetapi itu kembali kepadamu semuanya. Itu terserah padamu.”

“Arraseo, eommonim.”kekeh Jiyong.

“Taeyeon tidak bisa mabuk. Kalau ia mabuk hanya minum soju pun, kesadarannya berkurang banyak.”kata Dara dan jiyong hanya mengangguk.

“Jadi jangan sekalipun kau mengajaknya untuk ikut pergi ke club.” Dara memperingatinya.

“Arraseo eommonim.”

“Aku meminta hal terakhir ini.”

“Apa itu?”

“Jangan kau sakiti Taeyeon. Aku tidak ingin melihatnya bersedih lagi. Terakhir kali aku melihatnya sedih seperti itu tahun yang lalu. Semua bebannya menjadi leader. Dan juga banyak orang yang menghakiminya. Karena Jessica keluar dari grup dan karena hubungannya juga dengan Baekhyun. Padahal itu bukan kesalahannya. Ia selalu mengurung diri di kamar, dan jarang pulang ke dorm SNSD. Ia lebih sering menginap di apartementnya sendiri.”

“Aku tahu tentang itu.”

“Taeyeon membicarakannya padamu?”

“Ya, semuanya.”

“Tidak biasanya ia terbuka pada orang lain seperti itu.”

“Aku bukan orang lain aku kekasihnya.”kekeh Jiyong.

“Kau, benar-benar serius dengan Taeyeon kan?”

“Aku benar-benar serius eommonim. Kau sudah menanyakan hal itu tadi.”

“Hanya saja, aku masih khawatir tentang itu.”

“Kau sudah mengenalku lama. Kau masih khawatir?”

“Karena itulah, jika kalian berpisah. Aku bingung, kau juga kuanggap sebagai adik dan Taeyeon juga kuanggap sebagai adik.”

“Akan kuingat semuanya.”ujar Jiyong.

“Kau akan menunggu sampai Taeyeon datang kesini?”tanya Dara bangkit dari duduknya.

“Tentu saja, aku belum bertemu dengannya hari ini.”

“Ya sudah, aku akan ke kamarku dulu.”

Tapi tak lama Jiyong mendapat telepon. Itu dari Seungri.

“Hyung!”

“Wae?”

“Yang sajangnim memintamu menemuinya.”

“Ada apa?”

“Entahlah, cepat.”

“Aku sedang menunggu Taeyeon.”

“Tapi ini penting juga.”

“Baiklah. Aku akan kesana.”kata Jiyong menutup teleponnya.

“Noona! Beritahu Taeyeon, aku harus pergi ke YG. Aku akan menjemputnya nanti. Arraeo?”kata Jiyong sedikit berteriak agar terdengar oleh Dara yang ada dikamarnya.

“Ne!”

`~~~`

“Unnie! Dara unnie”teriak taeyeon saat masuk apartement Dara. Ya, seperti biasanya ia masuk dengan sendirinya karena ia tahu password apartement Dara.

“Oh Taeyeon-ah!”

“Jiyong eoddiseo?”

“Woo~ Kau sudah memanggil nama aslinya. Kenapa tidak ditambah dengan embel-embel ‘oppa’?”ledek Dara, Taeyeon hanya cemberut. Dara mempersilahkan Taeyeon duduk di sofa ruang tengah itu.

“Kemana Jiyong?”ulang Taeyeon.

“Dia ada perlu tadi, entahlah ia ditelepon seseorang tadi.

“Oh, begitu. Wae? Ada apa kau memanggilku?”

“Kau benar-benar serius dengan Jiyong?’

“Mungkin.”

“Kau menyukainya?“

“Aku.. sedikit tertarik.”

“Lalu untuk apa kau berpacaran dengannya?!”ujar Dara.

“Ya, aku akan mencoba ini.”

“Kau pikir berpacaran itu apa? Makanan yang bisa kau coba huh?”

“Ani, aku tidak berpikir sekejam itu. Aku berpikir jikalau aku memiliki seorang kekasih sekarang, ada yang bisa melindungiku. Dan, mengapa tidak aku mencoba hubungan ini dengannya? Jika Tuhan menghendaki kami, siapa tahu kita akan sampai menikah nantinya?”kekeh Taeyeon.

“Heol~ uri Taeyeon sudah dewasa. Jiyong bukanlah polisi untuk melindungi Presiden yang bisa melindungi selama 24 jam.”Canda Dara.

“Ah, kau tidak mengerti maksudku unnie.”

“Ya, ya aku mengerti. Apa kau bertambah dewasa setelah memiliki hubungan dengan seorang ‘bocah’?”kekeh Dara.

“Unnie, jangan seperti itu. Dia tidak terlalu bertingkah seperti itu.”bela Taeyeon.

“Jika dia tidak bertingkah seperti itu, kemana saja dia saat kau menangis meminta maaf kepada fans?”kata Dara. Ya, unnie Taeyeon yang satu ini sangat tidak mau jika melihat Taeyeon menangis. Ia tidak akan bisa memaafkan orang yang sudah membuat taeyeon menangis.

“Dia.. dia hanya bingung apa yang harus ia lakukan. Sudahlah unnie, lupakan itu. Aku tidak ingin membahasnya. Awas saja jika kau nanti berpacaran dengan orang yang lebih muda darimu.”sindir Taeyeon. Ia tahu, Dara sedang menaruh perhatian pada hoobaenya.

“Aish jinjja. Sudahlah. Aku hanya menanyakan hal itu. Aku sudah menasehati Jiyong. Aku lelah untuk menasehati kalian.”kekeh Dara.

“Apa yang kau katakan padanya?”

“Kau tanyakan saja padanya.”

“Aish, apa kau memarahinya sampai ia pergi?”

“Apa aku terlihat sejahat itu?” kata Dara dan membuat taeyeon terkekeh.

“Kau akan menunggunya disini atau kau ingin aku mengantarmu?”

“Aku akan menunggunya.”

“Heol~ pasangan baru selalu ingin berdua.”kekeh Dara dan Taeyeon hanya mencibirnya dengan wajah yang berubah menjadi merah. Semerah kepiting rebus.

`~~~`

Taeyeon sudah ada di mobil Jiyong.

“Kau akan pulang kemana?”tanya Jiyong.

“Dorm SNSD.”kata Taeyeon.

“Arraseo nona. Jangan lupa beri tip yang banyak.”kekeh Jiyong seolah-olah supir taksi.

“Kau cocok.”kekeh Taeyeon.

“Cocok apa?”

“Menjadi supir taksi.”lalu tawa Taeyeon membludak.

“Heol~ apa ada supir taksi sepertiku? Ganteng?”kekeh Jiyong.

“Ah jinjja.”

“Tapi tidak apa kau meledekku asal kau tertawa bahagia seperti itu.”kekeh Jiyong, pipi Taeyeon pun langsung memerah.

“Oh ya, kau tadi kemana dari apartement Dara unnie? Kau bilang mau menungguku.”

“Mian, tadi Yang Hyun Suk memanggilku.”

“Benarkah? Kau membuat masalah?”

“Ani, dia bertanya jika sewaktu-waktu siapapun mengetahui kita berpacaran apakah kita siap atau tidak.”

“Aku siap.”jawab Taeyeon mantap.

“Apa kau tidak ragu? Tidak ingin diserang netizen lagi?”kekeh Jiyong.

“Ya! Apa maksudmu ‘lagi’? Aku tidak takut, karena kau akan melindungiku kan?”kekeh Taeyeon.

“Aku tidak akan.”

“Aish jinjja. Kita putus saja dari sekarang.”

“Andwae.”kekeh Jiyong.

“Lalu apa lagi yang kalian bicarakan?”

“Ia memberiku saran bagaimana kalau hubunganku dengan Kiko dikabarkan putus saja.”

“’Putus saja’? Berarti kalian belum putus?”

“Ash jinjja. Kau tidak mengerti maksudku.”

“Kau menjawab apa?”

“Aku? Aku bilang tidak.”

“Wae? Kau masih menyukainya?!”

“Ckck. Mengapa kau juga tidak memberitakan kabar putusmu?”

“Jadi kau menungguku terlebih dahulu?”

“Molla. Kita lihat saja nanti.”

“Lalu apa yang Dara unnie katakan?’

“Itu rahasia.”kata Jiyong sedikit berbisik.

“Ah jinjja.”ujar Taeyeon cemberut. Tapi Jiyong memang tidak bisa megatakan hal itu padanya.

`~~~`

2015, 4th July.

“Yeobseyo? Jiyong-ah.”ujar Taeyeon, ia menelepon Jiyong.

“Ada apa?”

“Aku akan pergi ke Jepang hari ini.”

“Jepang?”

“Ne, ada schedule untuk konser Smtown”

“Jigeum eoddiya?”

“Aku sudah berada di mobil van. Menuju Incheon.”

“Mengapa kau baru bilang sekarang? Aku kan bisa menemuimu dulu.”

“Geez. Kita sudah bertemu kemarin malam.”

“Mengapa kau tidak mengabariku kemarin?”

“Aku lupa.”

“Oh ya, kau kan pelupa.”kekeh Jiyong.

“Aish jinjja.”

“Kalau begitu, hati-hati. Hubungi aku kalau kau sudah sampai.”

“Arraseo.”

“Oh Taeyeon-ah.”

“Mwo?”

“Aku ingin menitipkan sesuatu.”

“Apa itu?”

“Salamku pada Kiko.”Kekeh Jiyong. Entah kenapa, Jiyong suka sekali menggoda Taeyeon. Karena Taeyeon yang cemburuan.

“Kwon Jiyong.”Jiyong terkekeh mendengar nama lengkapnya dipanggil. Jika nama lengkapnya sudah dipanggil seperti ini, berarti Taeyeon sedang kesal atau marah padanya.

“Mwo?”kekeh Jiyong.

“You’re death.”kata Taeyeon menutup teleponnya. Taeyeon tahu itu hanya bercanda tapi entah kenapa ia merasa kesal.

`~~~`

Jiyong melihat foto-foto Taeyeon saat di bandara hari ini. wajahnya terlihat sangat kesal.

images (4) (1).jpg

“Tidak bisakah kau menyembunyikan wajah kesalmu itu Taeyeon? Kau tidak pintar berbohong bahkan di depan media pun.”kekeh Jiyong, Ia ingat dengan kejadian saat ia mengantar Taeyeon pulang dari private party YG. Taeyeon tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya bahkan di depan Jiyong sendiri.

`~~~`

Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di Jepang untuk Smtown, Taeyeon pun pulang dan Jiyong langsung mengajaknya untuk bertemu. Mereka bertemu di apartement Taeyeon sendiri.

“Kau masih marah?”kekeh Jiyong.

“Untuk apa?”

“Aku hanya bercanda.”kekeh Jiyong lagi. Taeyeon hanya mem-poutkan bibirnya.

“Kau akan comeback besok kan?”

“Hu’uh”

“Pertama comeback stage dimana?”

“Music Bank, tanggal 10.”ujar Taeyeon sambil mengemil chocopie yang Jiyong bawa.

“Ah~ Aku akan datang.”

“Kau bersedia?”

“Mengapa tidak?”

“Aku pikir kau sedang sibuk.”

“Ya, sesudah pergi mengunjungi kalian aku akan perg ke Thailand. Untuk MADE tour.”

Taeyeon membuang nafasnya kasar. Akhir-akhir ini mereka memang jarang bertemu.

“Sabarlah, kita juga akan bertemu lagi nanti.”kata Jiyong sambil mengusap kepala Taeyeon layaknya anak kecil.

“Oh ya bagaimana dengan lagu di album ‘D’? Kau sudah mendengarkannya?”lanjut Jiyong.

“Pastinya sudah. Lagu ‘If You’ sepertinya kau sangat menghayatinya ya?”sindir Taeyeon.

“Ah, harus berapa kali aku menjelaskannya? Aku sudah melupakan Kiko.”

“Apa aku berbicara bahwa itu lagu untuk Kiko?”

“Kau tidak mengatakan itu. Tapi kau bermaksud kesana.”kata Jiyong mencubit pipi Taeyeon dan Taeyeon hanya mendengus.

“Lagunya sangat bagus. Aku suka. Juga, easy listening.”komentar Taeyeon.

“Baguslah jika kau suka.”kekeh Jiyong.

“Oh ya, datanglah ke showcase kami tanggal 7.”kata Taeyeon

“Akan kuusahakan. Dimana?”

“Banyan Tree Club.”

“Arraseo. Oh ya, aku menonton running man special guestnya kalian kemarin. Kau.. benar-benar seperti manusia kertas.”Kekeh Jiyong.

“Kemarin? Tapi kan itu ditayangkan tanggal 5.”

“Aku menontonnya di youtube.”kekeh Jiyong lagi.

“Biarpun terlambat, tapi kau tidak melewatkannya. Itu bagus.”lirih Taeyeon.

“Walaupun kau sedang di Jepang, aku masih tetap bisa melihatmu.”

“Bagaimana bisa, kau kan super sibuk. Bukankah begitu Mr. Kwon?”

“Ah, kau berlebihan. Kau kesal karna schedule kita sama-sama penuh?”kekeh Jiyong.

“Oh ya, Jiyong-ah. Karna showcasenya pukul 8 malam, dan mv dari lagunya dirilis pukul 12 malam bagaimana jika kita nonton bersama?”

“Tentu saja, mengapa tidak?”

“Di apartementku ya?”pinta Taeyeon. Ia sudah menyiapkan banyak cemilan disana.

“Baiklah, aku tidak sabar bagaimana rasanya menonton mvnya dengan kekasihku sendiri yang tak lain adalah pembawa lagu itu sendiri.”kekeh Jiyong, dan Taeyeon hanya tersenyum malu.

`~~~`

2015, 7th July

-Banyan Tree Club-

Screenshot_2015-07-07-19-09-01 (2).png

Para member Bigbang dan Dara datang untuk melihat showcase SNSD. Mereka sudah tiba di backstage, tetapi SNSD sedang menampilkan lagu bagian dari mini album mereka yaitu ‘Check’. Mereka pun –Bigbang & Dara- hanya bisa melihat dari layar TV di backstage. Tapi disana bukanlah hanya mereka artis yang datang. Disana ada beberapa member artis dari SM disana. Jiyong melihat 2 member Exo disana. Mereka adalah Chanyeol dan Baekhyun. Oh, Baekhyun? Ya, dia ada disana. Seperti yang dikatakan sebelumnya, hubungan Baekhyun dan Taeyeon menjadi seperti hoobae dan sunbae biasa. Jiyong dan yang lainnya pun saling menyapa satu sama lain. Lalu Dara dan member Bigbang pergi ke tempat paling ujung untuk melihat penampilan SNSD dari TV di backstage yang kosong. Sekarang SNSD sedang mengadakan sedikit game, Taeyeon membuat semacam minuman. Saat ia mengocok minumannya, minuman itu tumpah dan membuat semua orang tertawa atas aksi dan respon kaget lucunya itu.

Screenshot_2015-07-08-06-41-28 (2).png

“Heol~ lihatlah kekasihmu itu.”kekeh Seungri.

“Dia benar-benar seperti manusia kertas haha.”kekeh Dara juga.

“Tapi dia tetaplah imut.”ujar Jiyong dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Setelah itu, SNSD ke backstage untuk ganti kostum karena akan menampilkan lagu utama mereka, yaitu ‘Party’. Setelah para member SNSD menyapa para artis lain mereka mendatangi Bigbang dan Dara.

“Oh, kalian datang?”kata Tiffany.

“Dara unnie juga?”ujar Yuri.

“Tentu, kami disini untuk mendukung kalian!”seru Dara.

“So Nyeo Shi Dae, cepatlah.”ujar stylish mereka.

“Ah arraseo unnie!”teriak Yoona.

“Kami, tidak bisa lama-lama disini. Tapi nanti kami pasti akan berkumpul bersama kalian disini.”Sesal Tiffany dengan raut wajah sedihnya.

“Ne, maafkan kami. Kami tinggal dulu.”kata Sunny.

“Selamat menikmati acaranya.”ujar Sooyoung dengan riang.

“Arraseo gwenchana.”kata Taeyang dan yang lainnya mengiyakannya juga.

“So Nyeo Shi Dae Hwaiting!!”seru Dara mengepalkan kedua tangannya.

“Fighting!!”Teriak Seungri. Dia terlalu overact. Saat Taeyeon akan melangkahkan kakinya menyusul para member SNSD lainnya yang akan ke ruang dressing room, tangannya ditarik seseorang yang tak lain adalah Jiyong.

“Taeyeon-ah Hwaiting!”seru Jiyong dan Taeyeon mengangguk dengan tersenyum lalu menyusul member lain.

“Woo~ Hyung! Mengapa kau hanya memberi semangat pada Taeyeon huh?”ledek Daesung.

Jiyong hanya tersenyum.

“Dan kau Seunghyun hyung. Kau tidak memberi semangat pada Stephanie-mu itu?”ledek Seungri.

“Aku tidak seperti Jiyong yang telat menyemangati kekasihnya. Aku sudah menyemangatinya sejak tadi pagi.”kata Seunghyun dengan tersenyum menyombongkan dirinya.

“Kau kalah Jiyong.”ledek Dara.

SNSD pun sudah berganti kostum dari kostum biru kotak menjadi kostum berwarna putih. Mereka melambaikan tangannya pada Dara dan member Bigbang sebentar sebelum naik ke atas panggung.

Dara menyenggol Jiyong, “Ya! Bukankah Taeyeon sangat cantik?”kata Dara sedikit berbisik pada Jiyong. Tapi respon Jiyong hanya tersenyum dengan senyum bodohnya dan ditambah pipinya yang berubah menjadi merah.

“Jiyong hyung, kau begitu terpesonanya dengan seorang Taeyeon huh?”kata Daesung.

“Sampai-sampai pipimu menjadi merah seperti itu?”ledek Seungri. Dan yang lainnya tertawa, ya kecuali Jiyong. Ia hanya mendengus kesal.

Saat SNSD menampilkan lagu Party, Jiyong dan yang lainnya menikmati lagu tersebut. Bahkan Seungri memperagakan gerak ‘P.A.R.T.Y’ SNSD. Setelah showcase ini selesai, SNSD mendatangi Bigbang dan Dara. SNSD mendapat tepuk tangan dari para staff juga Dara dan Bigbang.

“Yoohoo! P.A.R.T.Y, P.A.R.T.Y”Seungri sambil menyanyikan lagu Party.

“Yah! Kau terlalu excited Seungri-ah.”ujar Yuri.

“Aniya, aku memang langsung menyukai lagu ini!”kata Seungri.

“Hey, ayo kita berfoto!”ajak Tiffany, ia langsung meminta bantuan staff yang ada disana. Seperti biasa, ialah yang paling narsis. Taeyang dan Jiyong langsung agak membungkuk agar tidak menutupi Taeyeon dan Yoona.

“Terimakasih, kalian sudah datang. Dan juga jeongmal gomawoyo~ atas support kalian.”ujar Taeyeon.

“Tidak masalah, bukankah kita harus saling mendukung?”kekeh Dara.

“Ini.. album untuk kalian.”ujar Sunny memberi album ‘Party’ pada member Bigbang perorang dan Dara.

“Apa tidak terlalu berlebihan jika kalian memberi satu orang satu?”kekeh Daesung.

“Aniya, kami masih ada banyak.”dibalas kekehan Yoona juga.

“Aku ingin request.”ujar Jiyong, dan semuanya pun melihat ke arah Jiyong dengan ekspresi yang mengatakan ‘apa itu?’

“Taeyeon-ah, berilah tanda tanganmu yang besar disini.”tambahnya sambil menunjuk cover album. Dan langsung mendapat pukulan pelan dari Taeyeon di lengan Jiyong.

“Kau ini, shut up Kwon Jiyong! Banyak staff disini.”bisik Taeyeon.

“Memangnya kenapa?”tanya Jiyong polos.

“Mereka bisa curiga.”jawab Taeyeon.

“Omona!~ Aku fansmu Taeyeon-ah!~”kata Jiyong cukup terdegar oleh beberapa staff disana. Jiyong langsung memeluk Taeyeon.

“Yah! Jinjja! Lepaskan !”ujar Taeyeon sambil meronta-ronta. Dan mendapat kekehan dari yang lain. Para staff pun melihat kejadian itu hanya tertawa kecil. Lalu Jiyong pun melepas pelukannya.

“Heol~ Jinjja Kwon Jiyong.”kekeh Dara. Tak lama ponsel Jiyong berbunyi, saat yang lain sedang mengobrol. Saat melihat nama yang tertera di ponselnya, Jiyong membulatkan matanya. Taeyeon memperhatikan gerak-gerik aneh Jiyong. “Nugu?”tanya Taeyeon. Tapi Jiyong seperti orang kebingungan.

“Jika itu penting, angkatlah. Kau bisa menjauh dari kami.”ujar Taeyeon. Jiyong mengangguk dan menjauh dari yang lain untuk menjawab telepon dari nama yang tertera di ponselnya tadi, bernama ‘MZH KK’

“Jiyong!”kata si penelepon.

“Ada apa?”tanya Jiyong dingin.

“Aku ingin menemuimu. Kau dimana? Aku sedang di Korea sekarang.”

“Aku tidak ingin.”

“Kau dimana?!”

“Aku sedang berkumpul dengan teman-temanku.”

“Soojoo dan yang lainnya? Mengapa tidak mengajakku?”

“Bukan mereka.”

“Lalu siapa? Para member Bigbang?”

“Ya.”

“Ya sudah, kau dimana? Aku akan menemuimu.”

“Untuk apa?”

“Aku ingin berbicara sesuatu.”

“Apa?”

“Maka itu, ayo kita bertemu.”

“Tidak sekarang.”

“Apa kau sudah memiliki wanita lain?”

“Hm”

“Apa itu artinya iya? Siapa dia? Dara? Atau ada model yang kau kenal lagi?”

“Bukan salah satu dari yang kau pikirkan.”

“Siapa itu? Kau sudah bisa melupakanku? Semudah itu?”

“Kiko, kau ingin bertemu dimana?”kata Jiyong pada akhirnya. Karena ia sudah malas mendengar ocehan Kiko di telepon. Ia takut keceplosan marah dengan meneriakkan namanya. Padahal disana ada Taeyeon, Dara, dan para member SNSD. Jika member Bigbang yang mendengarnya, mereka pasti tidak akan semarah Dara dan Taeyeon jika mendengar ini.

“Seharusnya kau mengatakan itu dari tadi Jiyong. Baiklah, aku menginap di hotel. Kau mau datang ke hotel atau—“ujar Kiko terpotong.

“Kita bertemu di cafe biasa kita bertemu.”

“Baiklah. Sekarang.”kata Kiko, lalu Jiyong menutup teleponnya dan mengehembuskan nafasnya kasar. Lalu kembali ke kumpulan member SNSD, Bigbang dan juga Dara.

“Taeyeon-ah, tidak apa kan jika aku tidak mengantarmu? Ada sesuatu yang tak bisa kutinggalkan.” Kata Jiyong sedikiit berbisik, dan hanya dia dan Taeyeon yang mendengarnya

“Eoddi? Jangan buat aku khawatir Jiyong-ah.”

“Aku tidak akan membuatmu khawatir. Mianhae Taeyeon-ah.”

“Arraseo gwenchana. Memberku masih ada disini. Aku bisa pulang ke dorm dengan mereka. “kata Taeyeon berpura-pura bahwa ia baik-baik saja. Jiyong tahu, bahwa Taeyeon kecewa. Apalagi mengingat mereka sudah merencanakan menonton mv SNSD bersama.

“Pulanglah dengan Dara ke apartementmu. Aku akan kesana nanti. bUkankah kita akan menonton mv bersama?”

“Lupakan hal itu.”lirih Taeyeon.

“Aniya, aku serius. Ayo kita menonton mvnya bersama.”

“Sebelum pukul 12 datanglah.”ujar Taeyeon.

“Tentu saja. Aku akan datang.”janji Jiyong.

“Kau tidak akan bermabuk-mabukkan kan?”kata Taeyeon dengan nada khawatir.

“Tidak akan. Aku berjanji.”kata Jiyong meyakinkan.

“Baiklah. Aku akan pulang bersama Dara unnie.”kata Taeyeon pada akhirnya. Lalu membuat Jiyong tersenyum.

“Dara noona, kau bisa mengantar Taeyeon kan? Aku ada urusan sebentar.”

“Ah, kami juga bisa mengantarnya.”kata Sunny.

“Aku akan pulang ke apartement.”

“Oh, baiklah. Aku saja yang mengantarnya.”kata Dara menerima.

-TBC-

Gimana gimana? please butuh responnya nih :’D Konfliknya baru mulai, gimana tanggapan kalian?

Advertisements

51 comments on “I’m in Love With You – Part V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s