Mysterious Kim Taeyeon (Chapter 2)

darkerree

Title
MYSTERIOUS KIM TAEYEON
Author
DeliaAnisa
Genre
Fantasy, mystery, romance, and friendship
Length
Multichapter
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon and Byun Baekhyun
Other Cast
Im Yoona, Kim Jongin, Jessica Jung, Park Chanyeol, kris Wufan, Xi Luhan, and other
Disclaimer
Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesamaan dan tentunya itu tanpa ada unsur kesengajaan.

Summary: “mungkin ini adalah takdir agar aku bisa memahamimu, seperti reinkarnasiku, lee tae baek. Aku sadar, aku harus menjadi lee tae baek.”

Taeyeon berlari mencari baekhyun, seperti ada tarikan yang entah itu apa yang mengharuskan dirinya agar ia slalu bersama dengan baekhyun. Ia tak menemukan baekhyun, ia sedikit sedih karena pria tadi bukanlah baekhyun –itu berarti taeyeon tak menyadari keberadaan baekhyun tadi. Dia merasa ingin menangis lagi ketika ia mengingat raut wajah sang raja –lee tae baek. Lalu ia berhenti berjalan saat sepasang mata tiba-tiba saja muncul dihadapannya.
Mata taeyeon membulat begitu sempurna. Ia tak akan pernah melupakan orang ini. seorang teman yang tak lama ia temui. Seorang teman bermata panda, seorang teman bertubuh kekar, seorang teman sang pengendali waktu. Itu huang zi tao. Teman.. tidak, tapi sahabat terbaiknya kini dihadapannya dengan memandang dirinya dalam tatapan yang sulit di artikan.

Sebelum melangkah mendekat kearah dimana taeyeon berdiri, tao tersenyum lembut terlebih dulu –matanya berkaca-kaca. Taeyeon pun balas tersenyum memperlihatkan begitu ia merindukan sahabatnya itu. Iapun berusaha menahan tangisnya demi menyambut sahabatnya, tao. Tao melangkah dengan ritme yang terbilang sangat pelan, ia berusaha untuk meyakinkan diirnya sendiri jika dihadapannya sekarang adalah taeyeon, sahabatnya yang selama 500 tahun ia cari.

“apakah ini benar kau kim taeyeon? Benarkah kau sahabatku?” tao mendekati taeyeon dengan pandangan yang masih tidak percaya, lalu ia mengguncang bahu taeyeon berkali-kali membuat rambut taeyeon ikut bergerak. Taeyeon tersenyum sangat lebar memperlihatkan barisan giginya yang rapi dan mengangguk pasti sebagai jawabannya. Tao tersenyum penuh arti, membiarkan matanya terfokus pada kedua mata cantik taeyeon. Ia terus menatap manic mata taeyeon –memperdalamnya. Namun itu tak berlangsung lama, Matanya berkedip ketika menemukan kilatan warna merah dimata taeyeon –hanya sekilas. Mata tao berubah, ia memicingkan matanya dan lebih menatap mata taeyeon intens. Kening taeyeon saling bertautan menyadari perubahan dari mata tao yang seakan berubah menyelidik dirinya.

Tao menemukan kembali kilatan berwarna merah dimata taeyeon, ada yang berubah dari taeyeon. Pikirnya.

“wae gerae?” taeyeon memiringkan kepalanya, menatap bingung sahabatnya yang sedari tadi menatapnya signifikan.

Tao melepas kedua tangannya dari bahu taeyeon, membiarkan tangannya terlentang bebas diudara. Dan kembali menatap taeyeon dengan pandangan yang masih belum berubah.

“aku menemukan kilatan cahaya berwarna merah dimatamu.” Jawab tao dan membuat taeyeon tertunduk lemah.

“aku berubah tao.” Ucap taeyeon lirih, nyaris sebuah bisikan lembut ditelinga tao. Tao menaruh kerutan didahinya dan menelan ludahnya sendiri. Tao tidak berniat untuk membuka mulut ketika melihat taeyeon yang hendak mengatakan kembali sesuatu. Ia menajamkan indra pendengarannya, siap mendengar curahan sahabatnya.
“sekarang aku menjadi seorang iblis.”
“ gumiho.”
“atau semacamnya, aku pun tidak tau apa yang terjadi padaku sekarang. “

Tao sedikit menahan napasnya ketika ucapan taeyeon tidak sesuai dengan jalan pikirannya. Ia kira taeyeon akan menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi pada taeyeon sebenarnya hingga ia bisa berubah menjadi seperti ini. kenapa ia berubah? Siapa yang sudah merubahnya? Dan pertanyaan yang sedang dipikirkan tao sekarangpun lenyap seketika dikarenakan jawaban taeyeon tidak sama dengan apa yang ia inginkan sekarang. Tapi tak apa, ia tak akan memaksa untuk taeyeon agar menjelaskan semua itu, yang terpenting saat ini adalah ia bisa kembali bertemu dengan taeyeon sekarang. Yeahh ia seharusnya tak terlalu memperdulikan dengan perubahan taeyeon, dia juga tak peduli apa yang tadi taeyeon katakan. Iblis? Gumiho? Ohh taeyeon kau lupa, tenang saja bukankah tao adalah pengendali waktu?

Tao tersenyum lega setelah ia menyadari kekuatannya sendiri, untuk sekarang ia lebih memilih untuk terdiam memperhatikan tingkah laku dari taeyeon. Ia tersenyum geli ketika taeyeon tengah berjongkok dan memainkan tanah dengan kesal dan sedih. Menit berikutnya wajah tao berubah menjadi penuh haru, ia mengingat betapa besar perjuangannya ketika ia mencari seorang kim taeyeon. Ia rela dicambuk pamannya –ayah taeyeon- agar ia bisa memasuki bumi setelah ia mendengar obrolan ayah dan pamannya tentang taeyeon yang masuk kebumi. Tao dicambuk sampai ia berhenti mengatakan ‘aku ingin kesana mencari taeyeon’. Ayah taeyeon menyuruh tao untuk berhenti merengek seperti anak kecil dan menjelaskan jika bumi sangatlah berbahaya. Tao menggeleng sangat keras.

“bagaimana dengan keadaan anakmu nanti? Apakau merelakkan anakmu ketakutan sendirian disana?”

Dan dengan kata itu, demikian pula ayah taeyeon berhenti mencambuk tao dan akhirnya ayah taeyeon mempercayai tao dan menyuruh tao agar membawa taeyeon kembali dengan selamat. Tao pun dikirim kebumi dan mulai mencari taeyeon sendirian.

Selama bertahun-tahun ia tak menemukkan taeyeon, selama bertahun-tahun juga ia tinggal dihutan. Ia sudah bertekad kuat jika dirinya akan slalu menunggu taeyeon meskipun ia harus menunggu selama beribu-ribu tahun, ia tetap tak akan kembali ketempat asalnya sebelum ia bertemu dengan taeyeon.

Dan pada waktu ini ia masih belum mempercayainya, ketika ia kembali melihat wajah dan senyum taeyeon. Ia mengira ini adalah sebuah mimpinya yang slalu ia alami setiap hari. Tapi ia benar-benar tidak berharap bahwa ini semua mimpi, ia tak ingin ini hanya mimpi.

“tao.” Hingga sebuah suara membuyarkan atas lamunannya dalam beberapa menit lamanya, suara itu kembali terdengar lembut ditelinganya. Ia mulai mantap mengatakan ‘ini bukan mimpi’.

“hmm” gumamnya setelah itu ia melihat taeyeon berdiri dan tersenyum manis didepannya.

“kenapa aku bisa melupakan kekuatanmu yahh. Bukankah kau pengendali waktu?” tao tersenyum meremehkan. Taeyeon kenapa sekarang kau sangat lambat?

“jadi?” tao mencondongkan wajahnya kedepan taeyeon bermaksud menggoda hingga membuat jarak keduanya terpaut 5cm.

“ayo kita kembali dengan waktumu.” Ucap taeyeon menangkupkan kedua tangannya dan mengerjap seraya tersenyum manis didepan wajah tao. Detik berikutnya tao merubah posisinya kembali tegap setelah ada dentuman keras dijantungnya. Apa itu?

Tao segera mengambil tangan taeyeon dan menggenggamnya kuat. tao menatap taeyeon sekilat mengisyaratkan agar taeyeon memejamkan matanya, setelah tao memalingkan kembali wajahnya memandang kearah lurus kedepan ia baru menyadari sesuatu. Kalung abadi taeyeon tidak ada? Dengan cepat tao mulai menatap taeyeon kembali –mencoba memastikan, dan memandang leher taeyeon yang memang tak ada kalung abadi yang seharusnya dipakai taeyeon untuk selamanya.

Taeyeon masih memejamkan matanya, namun sekali lagi tao memegang kedua pundaknya secara tiba-tiba membuat taeyeon terkesiap harus membuka matanya dan kembali dibuat bingung oleh sahabatnya ini.

“dimana kalung abadimu taeyeon?” Tanya tao cemas, ia ketakutan setengah mati dan terus mengguncang bahu taeyeon. Mata taeyeon langsung tertuju pada lehernya. Dan tidak ada. Taeyeon memberanikan diri menatap tao yang kini menatapnya dengan pandangan yang amat mematikan seperti akan memakannya hidup-hidup.

“dimana kalung itu taeyeon.” Kali ini suaranya meninggi.

“aku tidak tau.” Taeyeon tertunduk pasrah dan terus menggigit bibir bawahnya.

“dan kau tau bukan apa artinya itu?”

“aku tau.. aku tau.. aku tidak bisa kembali kelangit. Aku tau.” Tangis taeyeon akhirnya pecah dan membuat musim panas kembali hujan karenanya –taeyeon adalah pengendali hujan.

Tao merasa bersalah karena ucapannya terlalu kasar pada taeyeon, ia tidak seharusnya membuat taeyeon menjadi ketakutan seperti ini. ia pun menghela nafas beratnya dan kembali menggenggam tangan taeyeon lebih lembut.

“kita harus mencobanya.”
.
.
.
“pesta api unggun tidak dilakukan, menyebalkan!”

“iyya, menyesalkan sekali. Padahal itu menyenangkan sekali.”

“dan ohh, aku juga menyesal karena hampir seminggu ini aku berlatih keras bermain gitar sampai jari-jariku hampir terputus demi menunjukkan bakatku pada teman-teman baruku dan seniorku saat api unggun. Sialan!!”

“ini semua karena bocah itu.”

Baekhyun menyembunyikan kepalanya dibalik bantal, ia berpura-pura terpejam dan berpura-pura juga tidak mendengar apapun. Semua orang didalam tenda terus menyalahkan baekhyun.

Ia tak peduli dari beberapa deretan cemoohan yang kerap kali ia dengar, yang ia selalu pikirkan adalah kim taeyeon. Bahkan seorang kim taeyeon kini mengganggu tidurnya, matanya tetap terjaga dikala bayangan taeyeon memutar pada pikirannya.

Kim taeyeon
Kim taeyeon
Kim taeyeon

Nama itu seakan penyebab rasa kegelisahannya.
.
.
.
Tidak ada genggaman hangat ditangannya, matanya langsung terbuka lebar.

Tidak ada sosok tao lagi disampingnya. Kepalanya berputar kesana-kemari mencari tao. Tao menghilang.

Seharusnya ia tidak menghilangkan kalung abadi tersebut, dan konsekuensinya adalah ia tak akan bisa kembali lagi kelangit sana. Dan lagi-lagi ia hanya bisa merutuki kebodohan dan kecerobohannya.
Rasa sedih dan kesal menyatu dan kembali membuat dirinya marah pada dirinya sendiri.

Dan akhirnya amarah itu kembali menunjukkan keganasannya, berubah kembali menjadi sesosok iblis yang menyeramkan.
.
.
.
Sinar matahari sudah mulai bergerak menunjukkan sinarnya. Pagi ini saatnya dimulai kegiatan yang pastinya akan melelahkan. Hiking.
Semua hoobae berbaris dengan rapi mengikuti intruksi dari senior mereka.

Baekhyun menguap berkali-kali, lingkaran hitam terlihat dibawah matanya. Dan ia tidak terlihat semangat ketika seniornya mengajak para hoobaenya untuk mengatakan semangat bersama-sama. Dan lagi, chanyeol menepuk kepala baekhyun kesal.

“sadarlah, ini bukan waktunya kau tidur!” pekik chanyeol dengan sorot mata yang tajam. Chanyeol masih memikirkan kejadian kemarin –saat baekhyun memeluk dirinya. ohh itu menjijikan sekali –pikirnya.
Baekhyun sedikit tersentak saat tangan seniornya memukul kepalanya, itu tak sakit hanya saja ia sangat terkejut. Ia tertunduk setelah menatap kakak tirinya, Jessica yang sejak tadi menatap dirinya dengan tatapan dingin dan menyeriangi puas kearahnya. Dalam hati baekhyun menangis, mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan dirinya.

Tentang Jessica, ia tau alasan kenapa Jessica tidak menyukai dirinya. sejak ibunya memperkenalkan dirinya pada Jessica, sejak saat itu juga Jessica mulai mengikrarkan jika ia membenci baekhyun. alasannya karena Jessica adalah majikan ibunya yang bekerja dirumahnya. Tentu saja ia marah, kenapa ayahnya lebih memilih pembantunya menggantikan posisi ibunya yang meninggal setahun lalu? apakah selera ayahnya buruk?

Jessica menolak mentah-mentah akan apa yang diinginkan ayahnya yang tiba-tiba. Tapi dengan berbagai ancaman seperti ia tak akan bisa memakai mobilnya, dan barang-barang mewahnya akan disita oleh ayahnya selama Jessica menyetujuinya. Dan setelah 2 minggu bungkam, Jessica terpaksa menerimanya.

Dan selama 2 tahun baekhyun masuk kedalam keluarga barunya, selama itu juga Jessica masih belum menerima kehadirannya.

“ikutilah petunjuk berwarna merah, dan terus pastikan barang bekal kalian aman. Karena perjalanan kalian terbilang sangat jauh, jadi hati-hatilah dan semangat!!” Semua kompak mengangguk setelah mendengar intruksi dari senior mereka yang tampan, xiu luhan.
Mereka mulai menyampirkan tas besar mereka dipundak masing-masing. Jongin dengan percaya diri memimpin perjalanan, dan baekhyun sengaja berjalan paling lambat diantara semuanya.

Perjalanan panjang dimulai, tak ada senyum dan tak ada pula raut kegembiraan diwajah mereka. Tentu saja ini bukanlah camping anak-anak. Ini sangat memberatkan.

Ada yang aneh dengan baekhyun, dia paling belakang dan dia ia teringat kembali sosok taeyeon. Perlahan ia mengarahkan dirinya kearah kiri sementara yang lainnya kekanan. Baekhyun mulai berjalan, ia masih ingat jalan arah gua.
Sosok taeyeon selalu berhasil mengetuk hatinya, entahlah, ia merasa khawatir pada keberadaan taeyeon yang mendorong hatinya agar terus mencarinya.

Ia melangkah dengan ringan, suasana dihutan begitu sangat sejuk ia sedikit menghirup udara sebentar dengan memberhentikan langkahnya sejenak.

Ada suara yang menakutkan menusuk telinganya.
Erangan dan teriakan..

Aktifitas tenang baekhyun harus terhenti, ia mengadahkan kepalanya keatas –karena sumber suaranya terdengar disana.

Ia berjalan dengan pelan, takut kembali mendera. Yang ia takutkan sekarang bukanlah taeyeon, melainkan ia takut jika ada binatang buas menerkamnya.

Ia benar-benar dikelilingi pohon besar membuat ia tak yakin jika ia akan aman.

Ia berbalik kebelakang, sambil terus mengangkat kepalanya menatap pohon.

Dan sesuatu yang ia lihat benar-benar membuat matanya melebar sempurna, mulutnya terbuka tanpa ia sadari.

Apakah itu kim taeyeon?

Jantungnya berdetak tak beraturan, saat dilihatnya seorang gadis memanjat pohon dan memakan burung-burung didahan dengan mentah.
Baekhyun mencoba mengusap-usap kedua matanya, meyakinkan apa yang dilihatnya itu memang salah.

Tapi ini terlalu nyata.

Taeyeon memakan burung-burung dengan sangat lahap, membuat sela-sela bibirnya penuh dengan cairan amis –darah. Ia duduk diatas pohon sambil terus memakan dengan tidak lazimnya. Suasana mengerikan jelas mengelilingi baekhyun. tapi seketika rasa pedih menjalar pada hatinya, taeyeon tidak mengerikan, namun menyedihkan. Bagaimana cara taeyeon bertingkah seperti ini, membuat ia ingin menangis. Kutukan yang dialami pada taeyeon sungguh membuat ia tidak bisa berdiam diri seperti ini. ia yakin ada sesuatu yang dapat membuat taeyeon kembali kewujud aslinya.

Taeyeon turun dari pohon, dan mengusap darah yang berada dibibirnya dengan telapak tangan kanannya.

Taeyeon tidak menyadari keberadaan baekhyun disana, tatapannya penuh kekosongan. Padahal baekhyun sedari tadi ada dibelakangnya, namun kakinya melangkah dengan kasar.

Baekhyun tergelak, dan mengikutinya dari belakang dengan langkah pelan.

Ia hanya dapat melihat punggung taeyeon dan rambut merah pekatnya dari jarak setengah meter darinya.

‘pelukan’

Baekhyun mengingatnya, ia melangkah dengan ritme yang cepat dan menarik pergelangan tangan taeyeon hingga jatuh kedalam dekapannya.
Dan lihatlah rambut taeyeon yang merah dengan cepat berubah kembali menjadi hitam berkilau, baekhyun hampir terhuyung kebelakang saat taeyeon tidak sadarkan diri. Untung saja baekhyun cekatan dan bisa dengan cepat menahan tubuh taeyeon.
.
.
.
Baekhyun mengubah posisinya dengan menggendong taeyeon.

Ia bermonolog

“aku tak tau apa yang sudah membuatku menjadi seperti ini, aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa melangkah sejauh ini mencarimu?”

“mungkin ini adalah takdir agar aku bisa memahamimu, seperti reinkarnasiku, lee tae baek. Aku sadar, aku harus menjadi lee tae baek”

“Tidak peduli kau bukan sepenuhnya manusia, tidak peduli kau adalah gumiho atau semacamnya.”

“yang terpenting adalah aku harus berada disisimu seperti ini.”
Suara..

Ia kembali mendengar suara.

Terdengar seperti suara kuda yang hendak menghampirinya.

Tepatnya dibelakang ia berdiri membeku disana, ia terdiam setelah suara kuda itu terdengar jelas ditelinganya.

Ia berbalik.

Kenapa? Apa yang terjadi?

Kenapa baekhyun melebarkan penuh matanya?

Kenapa dengan tubuhnya yang seakan tertimpa bebatuan besar?

Kenapa?
Kenapa?
Ada apa?
.
.
.
TBC ^^
Agak lebay yahh endingnya -_-
:v
Budayakan komen setelah baca yah ^^

Advertisements

20 comments on “Mysterious Kim Taeyeon (Chapter 2)

  1. aaaaaaa!! kok jadi making penasaran sih?!..
    authornim hrus cpet update yah!! klo gak bsa mti penasaran saya di sni.. part kli ini sangat sru, kasihan sitaeng gk bsa plang krmhnya, emng klunnya ma siapa sih??
    👍👍👍✊✊✊👏👏👏
    semangat thor lanjutinnya!!
    see you soon dgn part slanjutnya thornim!!
    😉😉😉

  2. ini ko agak pendekan ya perasaan,. itu siapa? tao ilang kemana ko taeyeon ga diajak? apa gara” kalungn taeyeon ga ada jadi kekuarannya tao ga mempan ke taeyeon? ini bukan flashback ka miring semua tulisannya sih,..
    next chapt ditunggu ya

  3. Thor…. next next next thor….
    Ya ampun penasaran.ama kelanjutannya…
    Ditunggu chap 3nya ya thor….

    Fighting

  4. Kereeeenn,, karakter taeyeon disinj aku suka, beda , biasanya cuma cantik imut2 gitu, diisinj bisa jd ngeri gitu wkwkwkwk , makin penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s