Fated To With You (Chapter 1)

fated t

Nia M Storyline

Main Cast: Taeyeon ­– Gdragon (Kwon Jiyong) || Genre: Romance,Drama, Comedy || Lenght :multichapter ||Author : Yeon Ji Min

note : typo bertebaran dimana-mana !!!

Disebuah tempat dengan tanaman hijau yang mengelilingi sekitarnya, muncul seorang gadis berambut hitam lebat dan juga kulit halus nan bersih. Tubuh bagus dengan balutan dress putih pendek dan seksi. Gadis itu mulai berjalan perlahan lahan hingga menemukan mata air yang tampak begitu bening menyegarkan. Tanpa ragu ia mulai mencelupkan sebagian rambutnya kedalam mata air tersebut dan menambahkan shampo hingga sedikit bebusa. Lalu kedua tangan gadis tadi membasuh rambut indahnya dengan air didepannya dengan santai dan terlihat begitu menikmati aroma shampoo yang ia gunakan. Perlahan ia meraih rambutnya yang basah dan mencium harumnya rambut yang baru saja ia cuci sambil tersenyum manis. Hingga raut wajahnya tiba-tiba berubah kecut dan suara teriakan pun terdengar.

“bau apa-apaan ini ?” ucap gadis dengan nada ketus.

“CUTTTTT!!!!” teriak sutradra dari seberang. Ya memang, mereka sedang melakukan shooting iklan shampo produksi Jangin Grup. Semua alat langsung berhenti bekerja karna masing-masing staff langsung mematikannya.

“unni, kau kenapa ?” manager sang model iklan langsung menghampiri modelnya sambil menenteng kursi untuk duduk gadis tadi yang tak lain adalah model untuk iklan. Sang sutradara pun ikut mendekati model dan memohon untuk melakukan adegan lagi.

“Nona Hyeri-ssi, jika kau membutuhkan sesuatu kami akan melayanimu.” Ucap sutradara penuh keasabaran pada model yang ia panggil tadi, Hyeri.

“bagaimana bisa kalian menggunakan shampoo seperti ini ? rambutku ini terpilih sebagai rambut terbaik selama 4 tahun berturut-turut, kalian mau bertanggung jawab jika rambut ndahku rusak setelah memakai shampoo busuk ini.” oceh Hyeri panjang lebar  yang membuat semua orang jengah menatap bahkan mendengarkannya.

“tapi tolong lakukan satu adegan lagi. Hanya satuu..satuu..yaa ?” pinta sutradara penuh harap. Semua orang langsung memandang kearah Hyeri dengan tatapan memohon.

“baiklah. Satu kali lagi. Pakai shampoo milikku yang dari Findlandia dengan ekstrak pohon Birch.” Balas model seksi, Hyeri, lalu berbalik kebelakang bersiap untuk melakukan adegan lagi. Semua staff juag ikut bersiap.

“Tunggu.” Terdengar suara yang begitu gagah dan elegan yang seketikamenghentikan aktivitas semua rang dan langsung menoleh ke arah sumber suara. Tampak laki-laki dengan setelan jas biru tua yang elegan berjalan menuju lokasi syuting. ia mencopot jam tangan mewahnya dan langsung memberikan kepada orang disamping kirinya. Lalu melepas kaca mata hitam dan memberikannya pada orang disamping kanannya.Ia menuju kearah Hyeri dan meminta Hyeri untuk menyingkir.

“siapa sih dia !” gerutu Hyeri kesal dengan perkataan lelaki didepannya itu.

Lelaki bersetelan jas biru tua tadi hanya membalas ocehan Hyeri dengan tawa terbahak-bahak cukup keras, membuat beberapa orang heran dengan tingkah anehnya. Tanpa menghiraukan siapapun, lelaki tadi mulai melepas jas mewahnya dan melipat lengan baju sampai siku dan memperlihatkan tangannya yang begitu gagah. Ia mencelupkan rambut belah tengahnya kedalam mata air seperti yang dilakukan Hyeri tadi, hal itu pun tak disia-siakan oleh sutradara dan staff untuk merekamnya. Setelah beberapa saat, lelaki tadi mengeluarkan kepalanya dari dalam air dan mengibas-ngibaskan rambut basahnya.  Tak lupa ia menambahkan shampoo hingga berbusa dan kembali membasuh dengan mata air didepannya.

“meski rambutmu begitu basah. Meski cahanya begitu panas. Jangan terkejut !” ucap lelaki tadi dengan senyum indah yang menghiasi wajah laki nya.

“anggap saja rumah sendiri, alami dan tanpa ragu..” kedua tangan kekarnya langsung merobek kemeja putih yang ia pakai hingga tampak perut atletisnya. Bahkan hyeri menghitung berapa banyak kotak di perut lelaki gagah tadi. Semua wanita disana tak satupun yang mengalihkan pandangannya dari tubuh itu.

“hasil karya pengrajin 3 generasi, dari rambut yang rusak, dengan tekad untuk mengalirkannya hingga ke akar rambut anda harus menyeluruh.. benar-benar menyeluruh !!!!” ucap lelaki penuh semangat. Tangan kanannya meraih botol shampoo dan mengarahkannya kekamera.

“terakhir, rasa puas dari menggunakan shampoo ini. anda akan meledak menjadi tertawa terbahak-bahak.” Setelah mengucapkan kalimat tersebut, terdengar suara tawa yang begitu keras dari mulut lelaki tadi. “hehhhaahhahhahahahha….hehhahhahahhahahh..”

“Kata-kata yang keluar tanpa disadari…Aahhhhhhgg..aku merasa segar.”

“CUUTTTTTTT !!!!sempurna !” ucap sang sutradara sambal tersenyum puas.

“tidak kusangka.. begitu sempurna…” puji sutradara yang masih takjub dengan adegan tadi.

“apa !!!??” pekik Hyeri tak percaya.

“tapi siapa kau ?” ujar sutradara heran.

“aku ?” balas lelaki dengan suara gagahnya.

“presdir.. permisi..presdir presdirr.. ada masalah besar !” suara teriakan dari laki-laki yang baru saja datang dan menghampiri lelaki tadi.

“aku Kwon Jiyong, presdir dari Jangin Chemihal.” Tutur lelaki yang tak lain adalah Jiyong, pewaris Jangin Chemical. Semua yang ada menatapnya dengan mulut menganga saking terkejutnya.

“mohon perhatiannya.ini bukan sekedar shampoo. Dengan mempertaruhkan nama Jangin Chemical. Shampoo ini produk nomor satu yang telah diproduksi selama 3 generasi. Jadi aku tak mau model pengganti untuk iklan ini.” jelas Jiyong panjang lebar.

“sekertaris Tak ? siapkan biaya pinalti.” Ucap Jiyong tanpa ragu. Mendengar itu Hyeri sedikit terkejut dan langsung berjalan mendekat kearah Jiyong dengan hati-hati.

“ah tidak tidak presdir, aku bisa melakukan sepert yang dikatakan sutradara. Atau sambal makan malam kita bisa membahas kontrak denganku ?” bisik Hyeri seraya memandang Jiyong dengan tatapan menggoda.

“aku tidak butuh model sepertimu. Pergilah .” balas Jiyong yang juga berbisik didekat kepala Hyeri. Setelah itu ia berjalan pergi menjauhi lokasi yang diikuti oleh Sekertaris Tak dibelakangnya.

“sudah berapa kali presdir melakukan ini ?” omel Sekertaris Tak dari belakang. Jiyong berhenti dan menoleh kearah Sekertaris Tak yang sudah berdiri disampingnya.

“kau tadi bilang masalah besar. Masalah besar apa ?” ucap Jiyong serius.

“ah iya, ada masalah besar presdir. Ketua Hwang dipanggil para tetua.” Balas Sekertaris Tak tergesa-gesa.

***

Pertemuan Darurat Keluarga Kwon di Jeonju

“ada gadis yang dikencani Jiyong selama 6 tahun. Anda semua tahu bahwa Jiyong tanpa rasa tanggung jawab dan kepercayaan, hanyalah jasad kosong. Mohon percaya padanya. Aku akan memastikan dia menikah tahun ini.” jelas Ketua Hwang panjang lebar. Jiyong yang merupakan satu-satunya penerus generasi keluarga Kwon diharuskan untuk segera menikah agar keluarga Kwon segera mendapatkan penerus.

“3 tahun lalu kau mengatakan Jiyong akan menikah saat mencapai usia 30 tahun. Apa menurutmu kami akan mempercayainyalagi ?” balas salah satu tetua dengan nada ketus. . Ketua Hwang yang selaku nenek Jiyong hanya bisa terdiam.

“jika itu benar kau harus menandatangani kntrak bahwa Jiyng akan menikah dalam 100 hari.” Tambah tetua yang ada di hadapan Ketua Hwang.

“apa itu benar-benar dilakukan ?” bela tetua yang ada disamping Ketua Hwang.

“kau tidak bisa memberi kami jaminan? Ini saat yang kritis,garis keturunan kita akan berakhir. Apa masalahmu ketua Hwang ?” ujar pemimpin tetua yang duduk didepan. Jiyng datang menyelamatkan neneknya dari serangan para tetua.

“annyeong. Aku Kwon Jiyong, cucu generasi ke-21 dan putra tunggal generasi ke-9 Keluarga Kwon dari Jeonju. Aku memberi salam kepada para tetua disini.” Jiyong lalu membungkukkan badannya yang dibalas anggukan kepala oleh para tetua.

“Aku Kwon Jiyong bekerja di perusahaan yang dibangun dengan pengorbanan masa muda nenek. Aku menjadikan Jangin Chemical menjadi perusahaan  nomor satu untuk keperluan sehari-hari. Bahkan sekarang, perusahaan menjadi terkenal diseluruh dunia. Aku membuat sahamnya naik 5 kali lipat lebih dari 5 kali. Berkat ini para tetua disini tidak perlu merasa khawatir tentang dana pensiunan. Aku merasa ini sepadan. Kapal pesiar dan rumah-rumah yang kuberikan baru-baru ini, apa kalian mengelolanya dengan baik ?” ucap Jiyong bangga, sedangkan para tetua hanya menunduk setelah mendengar penuturan Jiyong.

“wanita yang kucintai akhirnya datang kekorea. Demi kehormatanku bukan kehormatan nenekku, musim gugur ini aku pasti akan menikah. Hehhaahahhahah..hhahhahahha…” tambah Jiyong penuh percaya diri. Para tetua bahkan nenek Hwang terkejut dengan kalimat yang baru saja mereka degar. Jiyong mulai menandatangani kontrak yang berada disamping ketua Hwang. Sebelum itu Jiyong menoleh kerah neneknya, “aku tadi kerenkan ?” ucapan Jiyng sukses membuat neneknya ternganga.

***

Kantor tempat Taeyeon bekerja.

Seorang wanita berlarian dengan membawa dua paket kopi ditangannya.Ia berlari tunggang langgang menuju lift. Belum terlambat, pintu lift belum tertutup sepenuhnya. Tinggal beberapa senti lagi pintu tertutup rapat, dengan segera ia menjulurkan kakinya untuk mengganjal pintu, dan berhasil. Ia segera masuk kedalam lift yang hampir penuh. Ia tersenyum kaku pada orang didalam lift yang mengabaikan keberadaannya. Siapa lagi kalau bukan Kim Taeyeon, si gadis post it.

Taeyeon berusaha membenahi kacamatanya yang turun ke hidung, tapi itu cukup rumit karna kedua tangannya memegangi kotak coffe. Ia mencoba mendongakkan kepalanya dengan harapan kacamatanya akan kembali keposisi semula, tapi hasilnya nihil. Tiba-tiba saja tangan asing mengulurkan untuk membenahi kacamatanya, Taeyeon menolh dan mendapati Pengacara Min yang tersenyum padanya.

“berikan padaku.” Pengacara Min membantu Taeyeon membawakan paket coffe.

Tiinggg…pintu lift terbuka. Taeyeon dan Pengacara Min keluar bersama mengngat posisi mereka yang berada didepan.

“baunya harum sekali.” Ucap Pengacar Min sambil  tersenyum pada Taeyeon.

“ahh benar sekali. Ambil saja.” Balas Taeyeon lalu menyodorkan satu cup coffe pada Pengacara Min.

“terimakasih banyak, Kim Taeyeon. Ngomong-ngomong,kenapa kau slalu mengerjakan hal seperti ini ? Kau bukan pekerja part time.” Pengacara Min membuka obrolan.

“sebenarnya aku juga akan keluar. Terimakasih.” Jawab Taeyeon pelan.

“baiklah, selamat bekerja.” Ucap Pengacara Min lalu berjalan berbelok arah dengan Taeyeon.

“tak apa aku bisa minum kopi instan.” Ucap Taeyeon setelah kepergian Pengacara Min. senyuman manis menghiasi wajahnya yang berseri karna perlakuan Pengacara Min padanya.

***

“Americano buatan chef joo dan roti bagel” Taeyeon masuk kedalam kantornya dan mulai membagikan kopi pesanan rekan-rekannya. Taeyeon beralih dari meja ke meja yang lain untuk sekedar memberikan pesanan masing-masing rekan kerjanya dengan senyum mengembang diwajahnya meski tak ada satupun ucapan terimakasih yang keluar dari semua orang.

“2 green cappuccino, choco cream box.” Ucap Taeyeon seraya menyodorkan  dua cup coffe.

Selalu ada orang seperti ini disekitar. Padahal bukan pekerja paruh waktu tapi harus mengerjakan semuanya. sudah sibuk dengan pekerjaannya sendiri tapi tidak bisa menolak. Meski mereka tidak berterima kasih, dia tetap mendengarkan setiap permintaan orang.

 

“Kim Taeyeon bisa kau fotokopi ini ?” Taeyon menoleh ke sumber suara yang menyerukan panggilan untuknya.

“Kim Taeyeon, sudah kau bersihkan mejanya ?”

“aku butuh Salinan. Bisakah kau belikan aku kopi.”

“Kim Taeyeon, gantikan aku kepengadilan.”

“taeyeon, kau tidak menyirami tanamanku ?”

“Taeyeon, fotokopi ini juga.” Mendengar semua orang memanggil namanya, membuat Taeyeon mulai jengah.

“Americano dua !!”

“kim taeyeon , ini jadwal hari ini.” seoraang wanita menghampiri Taeyeon sambal menempelkan kertas post it dibahu taeyeon. “ne.” Taeyeon menganggukkan kepalanya.

***

Taeyeon POV

Benar, aku Kim Taeyeon. Nama yang umum dan biasa kan ?seperti wajahku..jika kau lihat post ini,mirip denganku. Meski dibutuhkan semua orang, tidak ada yang menganggapnya berharga. Karna nyaman dan mudah dibuang.

Taeyeon pov end.

Taeyeon berjalan sambl menenteng tumpukan sampah dikedua tangannya. Baik sampah kertas sampai sampah bungkus makanan.

“Taeyeon tolong buang ini.”

“ini juga.”

“ini juga Taeyeon ssi.”

“ini sekalian karna kau sejalan.” Wanita bertubuh gendut menjatuhkan bungkus makanan keatas tumpukan sampah lainnya yang dibawa Taeyeon tanpa memperdulikan kuah bekas makanan yang menumpahi tangan Taeyeon.

Selesai membuang tumpukan sampah dari tangannya, Taeyeon beralih membersihkangannya yang terkena kuah tadi. Yoona menghampiri Taeyeon kesal.

“hey hey hey. Dasar orang-orang tak berguna.” Gerutu yoona pada rekan-rekan Taeyeon yang berlalu lalang didepan keduanya.

“unni, bukankah sudah kubilang berhenti melakukan hal seperti ini. tiap kali kau melakukan ini aku juga merasa marah.” Yoona beralih pada Taeyeon yang berdiri didepannya.

“aku harus melakukannya jika mereka memintaku.” Jelas Taeyeon.

“’aku bukan pembantu. Aku bukan pekerja paruh waktu.’ Kenapa kau tdak menjawab seperti itu unni ?apakah kau Kim Jung Eun dari Lovers in paris ? suah kubilang tolak mereka, kau tidak mau melakukannya.”balas Yoona penuh kekesalan.

“kenapa tak boleh ? aku tak bisa menolak mereka.” Ucap Taeyeon apa adanya.

“itu penyakit. Penyakit karna kau terlalu baik. Menyebalkan.” Balas Yoona yang mulai jengkel.

“bukannya aku baik hati. Jika aku mengatakan tidak, bayangkan betapa malunya mereka. Aku merasa tak enak.” Jelas Taeyeon.

“berlatihlah berkata tidak. Tidak tidak tdak tidak tidak tidaaaakk. Semua awalnya akan sulit tapi berikutnya akan mudah.” Ujar Yoona memberikan sarannya.

“Taeyeon-ssi ?” panggil seseorang dari belakang.

“Ya, pengacara Yon.” Balas Taeyeon lalu berbalik mendekat kearah Pengacara Yon.

“ini kirim ke pengadilan.” Pengacara Yon menyodorkan map berwarna coklat kehadapan Taeyeon.

“dan juga, boleh aku minta bantuan ?” ucap Pengacara Yon penuh harap.

“bantuan ?” Taeyeon tampak bingung.

“tidakkk.” Bisik Yoona dari belakang.

“aku tidak bisa hari ini.” jawab Taeyeon lancar. Yoona tersenyum puas dengan jawaban yang baru saja Taeyeon keluarkan.

“baiklah. Aku mengerti. Itu mungkinkan ?” balas Pengacara Yon dengan raut wajah kecewa, tentu saja itu hanya tipu daya untuk mempengaruhi Taeyeon.

Ah, aku harus bertahan. Semuanya akan baik-baik saja untuk beberapa waktu berlalu. 1 detik..2 detik…3.

Tidak. Seperti yang diduga, aku tidak bisa.(ucap Taeyeon dalam hati.)

“tentu. Aku bisa membantu. Ada apa ?” ujar Taeyeon seraya tersenyum. Yoona mendengus kesal dengan keputusan Taeyeon.

“hanya keperluan pribadi. Putriku yang di Kanada memintaku mengirim ini padanya.” Pengacara Yon tersenyum puas. Ia lalu memberikan post it yang berisi keperluan putrinya.

“cherry pink…cherry…” Taeyen mengeja beberapa kata yang tertera di kertas pemberian pengacara Yon.

***

“huhuahahahhaha..hehhahahahha…” Jiyong, Sekertaris Tak dan Ketua Hwang keluar dari ruang pertemuan. Sepert biasanya, Jiyong tertawa lebar sambal menggandeng tangan neneknya.

“Yong, tadi barusan apa yang kau katakana dipertemuan ?kenapa kau berani mengatakannya ? bagamana kau akan mengatur kelanjutannya ?” ucap Ketua Hwang menyerbu Jiyong dengan pertanyaan.

“Nenek, Jessica akan kembali ke Korea untuk selamanya. Welcome to Korea.” Jelas Jiyong seraya tersenyum lebar lalu dilanjutkan dengan tawa khasnya.

“selamaya ?” ucap Ketua Hwang tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya. Bahkan mulutnya sampai terbuka saat mendengar perkataan Jiyong.

“selamanya !” sahut Jiyong bersemangat.

“lalu dia kan berhenti main balet ?”

“dia akan berhenti !” ucap Jiyong bersemangat.

“aigoo !bocah ini ! berita bagus seperti ini kenapa baru kau katakana ?” Ketua Hwang memukul bahu Jiyong saking bahagianya.

“karna aku bahagia.” Dan suara tawa kembali terdengar, bahkan Ketua Hwang dan Sekertaris Tak juga ikut tertawa lebar.

“kalau saja, kalau dia tidak menerima tawaran anda, apa yang akan anda lakukan ?” pertanyaan yang baru saja terdengar langsung merubah suasana. Dan tentu saja, Sekertaris Tak langsung mendapat tatapan membunuh dari dua orang didepannya. Ketua Hwang langsung memukul bahu Sekertaris Tak yang disusul leh Jiyong.

“apa maksudmu kalau saja ? kenapa kau mengatakan hal negative saat aku menyiapkan acara sekali seumur hidup ?!” bentak Jiyong yang kesal dengan pertanyaan Sekertaris pribadinya itu.

“maaf Presdir.” Balas Sekertaris Tak gugup sambal membenahi kacamatanya yang perlahan turun.

“apa anda yakin, anda tak perlu saya temani ?” ujar Sekertais Tak merubah pembicaraan.

“aku akan memilih cincin kekasihku dengan hati-hati.” Balas Jiyong mantap.

“Sekertaris Tak, kau tetap disini dan siapkan hal-hal yang kusuruh, jangan ada kesalahan. Harus cermat !” Tambahnya.

“cermat !” seru Sekertaris Tak bersemangat.

“nenek aku pergi dulu.”

“bye bye !!!” ucap Jiyong bersama Ketua Hwang.

***

Tampak seorang gadis berjalan disekitar mall sambal memperhatikan kertas yang ia pegang. Taeyeon ?tentu saja. Ia berkeliling untuk mencari keperluan yang Pengacara Yon titipkan. Langkahnya berhenti di depan etalase perhisan, Taeyeon menatap cincin mewah yang terpajang dibagian paling depan untuk beberapa saat. Tiba-tiba saja, pelayan mengambil cincin itu dan mungkin sudah ada pembeli yang akan membelinya. Taeyeon menatap kepergian cincin seraya tersenyum manis.

“pasti bahagia sekali.” Gumam Taeyeon pelan lalu kembali berjalan untuk mencari barang yang dipesan Pengacara Yon.

***

“bagaimana dengan ini ?” pelayan toko menyodorkan cincin kehadapan Jiyong. Tepat sekali, cincin yang sama dengan pilihan Taeyeon tadi.

“ini cincin lamaran yang terbaik disini.” Imbuh pelayan yang satunya.

“kurang bagus. Ini sulit. Untuk mempermudahnya, adakah yang lebih anggun dan elegan?” perkataan Jiyong tampaknya mulai membuat pelayan jengah.

“tapi anda sudah melihat semua produk di toko kami.” Balas pelayang dengan senyum terpaksa. Jiyong pun mulai berbalik.

“jika anda bisa menjelaskan seperti apa kekasih anda akan lebih mudah bagi kami untuk merekomendasikan.” Panggil pelayan yang menghentkn langkah Jiyong.

“dia..puisiku..bukan puisi yang kau baca dan dengar tapi puisi diatas pentas dengan seluruh tubuhnya. Memberikan sinar kenyamanan, dunia damai dan indah. Dan juga, sangat menenangkan. Seperti hari-hari anak kecil, dengan kedua tangannya memelukku seperti pelukan ibu. Dia menulis puisi untukku. Dia wanita seistimewa itu.” Tutur Jiyong sambal membayangkan Jessica yang tengah menari balet dihadapannya.

***

Didalam pesawat

Tampak seorang lelaki tampan lihai memainkan pensilnya hingga membentuk gambar wajah seorang gadis dengan rambut panjang sedikit bergelombang.

“ah,manis sekali.” Puji seorang wanita dari bangku belakang lelaki tadi.

“dia adikku. Bagaimana pendapatmu ?dia cantikkan ?” balas Kim Seok Jin, lelaki itu bernama Kim Seok Jin.

“dia sangat cantik. Dia juga menjaga kakaknya dengan sangat baik.” Tuai wanita tadi yang masih memandang lukisan indah ditangan Seok Jin.

“aku harap juga begitu. Aku kehilangannya saat aku masih kecil jadi aku lupa bagaimana wajahnya. Jadi kubayangkan dia seperti ini dan kugambarkan disini.” Jelas Seok Jin dengan tampang muram.

“ah, itu terlalu ketara dan terlalu murahan.” Ucap seorang wanita muda yang tengah asik menonton film dari netbooknya. Seokjin reflek  menoleh kesumber suara bersama dengan wanita yang masih berdiri didekatnya tadi.

“lebih dari itu, aku tahu bahwa kita tak akan mengenali ketika kita bertemu kembali.” Seokjin tak terlalu memperdulikan perkataan wanita muda karna ia melihat kedua telinga wanita tadi terpasang headphone dan matanya focus memandang layar netbooknya. Seokjin pun melanjutkan ucapannya.

“Bagaimana ini ?” balas wanita tadi ikut merasa sedih mendengar cerita Seokjin. Sedangkan wanita muda itu ikut menoleh kearah Seokjin.

“aku sangat sedih. Saat aku kelas satu, aku berpisah dengan adikku. Aku dibawa kepanti asuhan dan adikku diadopsi ke Amerika. Meski aku mencarinya setiap aku datang ke korea. Itu tidak mudah.” Tutur Seokjin dengan ekspresi yang begitu mengena.

“sudah basi. Siapa yang mau percaya cerita seperti itu? Jika aku, aku tidak akan mempercayainya.” Sahut wanita muda tadi yang kembali membuat Seokjin menoleh kesamping dimana wanita muda itu duduk.

Perkataan wanita muda itupun sukses membuat wanita yang didekat Seokjin pergi, ya seperti percaya dengan apa yang wanita muda itu katakan.

“ya itu benar. Benar seperti itu. Kenapa ini sangat menyenangkan ?” Tambah wanita muda itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

Seokjin menopang dagunya dan memperhatikan wanita muda yang tengah asik menonton film.

“permisi.” Seokjin buka suara. Tapi wanita muda yang duduk di seberangnya sama sekali tak merespon.

“Tikus !!” teriak Seokjin yang sukses membuat wanita muda mengangkat kedua kakinya.

“astaga..kau mendengar semuanya. jujur saja, jika kau menyukaiku. Jangan bersikap sok manis.” Ucap Seokjin kesal. Wanita itu segera mengalihkan pandangannya karna merasa jengah dengan perkataan Seokjin barusan.

“apa kau marah karna aku tak menggodamu ? bagaimana ya ? kau sama sekali bukan tipeku.” Balas wanita muda itu sambal tersenyum tipis.

“bagaimana tipemu ?” giliran Seokjin yang mengumbar senyum tipis di bibir  indahnya.( #author mesum.)

“dari ujung kepala ke ujung kaki 180 derajat kebalikan darimu.” Balas singkat wanita muda itu lalu kembali memasangkan headphone di kedua telinganya.

Seokjin tersenyum kecut mendengar perkataan wanita muda itu yang tak lain adalah Jessica, kekasih Jiyong.

***

“Tuan putri, silakan datang di Rumah Permen Ajaib.” Sambut tiga pelayan toko,gadis berkostum peri didalam toko yang Taeyeon masuki.

“Tuan Putri, jika anda butuh bantuan hubungi kami kapan saja.” Tambah pelayan toko sambil tersenyum ramah pada Taeyeon.

“tap aku bukan tuan putri..” ucap Taeyeon diiringi dengan senyum kaku. Ia lalu berlalu dan mulai mengambil satu-persatu jenis permen yang ada di note dari Pengacara Kang.

“woah..” Taeyen tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya ketika melihat puluhan bahkan ratusan jenis permen yang ada disekitarnya.

“tuan putri, itu adalah permen cinta yang akan membantu anda menemukan cinta.” Ucap pelayan sambal menyodorkan permen berbentuk love dengan warna pink pada salah satu pengunjung.

“Oppa memberi ini saat dia menyatakan cinta padaku, dan itu sangat manis. Kemudia tanpa sadar aku menjawab iya.” Balas pengunjung itu malu-malu lalu tertawa kecil bersama dengan pelayan tadi.

Taeyeon menoleh dan ikut tersenyum mendengar percakapan itu.

***

“ini tolong dihitung.” Taeyeon segera menaruh keranjang belanja yang dipenuhi permen ke meja kasir.

“tuan putri, kau membeli banyak sekali.” Ucap pelayan takjub melihat bawaan Taeyeon.

“ini cherry pink sebagai hadiah pembelian. Ini permen cinta yang terkenal.” Pelayan itupun memberi Taeyeon permen berbentuk love dengan warna pink sama seperti yang tadi pelayan toko berikan pada wanita tadi.

“terima kasih.” Ucap Taeyeon dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.

***

 

To be continued

Chap 1 ini isinya Cuma pengenalan dulu ya, kalo di dramanya ini Cuma sampe episode 1 bagian tengahnya doang. Awalnya sih mau aku selesain chap 1 ampe episode 1 selesai, tapi nggak jadi karna cukup panjang..jadi aku bagi jadi dua chap deh dalam 1 episode…

Mian mianhaeee…

Untuk lanjutan episode 1 nya ada di chap 2 yang akan di post entah kapan …hahhahahh *becanda #garinggg

Oke bye…. Jangan lupa tinggalin kometar, yang pastinya bakalan gua baca satu-persatu.

Kalian tau, seorang author tuh seneng kalo ff nya banyak yang ngerespon, apalagi kalojadi top post, pasti senengya gak ketulungan..*pengalaman sih

Kalo baca komentar2 di All of a sudden sampe ngakak karna kocak2 yg ninggalin komentar…

Okeeehhh, kalian bosan mendengar curhatan saya ?! I know.

Don’t be silent reader !!!keep vote and comment to support and appreciative author.

Thank’s u ^^

Advertisements

33 comments on “Fated To With You (Chapter 1)

  1. Duhhhh si taetae mah terlalu baik hati ato terlalu oon sih, jd ksel deh uri taetae diperlakukan kyak pembantu gitu…
    Gak sbar dgn pertemuan prtma tae and ji…

  2. Moment gtae, gtaenya d tunggu ya
    Ini drama ap ya, lupa judul nya. Kalau nggak salah jang nara yg main, betul nggak ya ??
    Update soon ya. Fighting

  3. Itu kenapa si jiyong jd ketawa mulu gitu ya.. Wkwkk.. tae ya ampuuuun, dia terlalu baik sih bener kata yoona itu penyakit huhuu jd cape sendiri bacanya.. Aku sih belum liat dramanya thor, tp dr prolognya kemarin sih kayanya seru, apalagi gtae.. Ahaaha.. Ditunggu chap selanjutnya.. Fighting!! ^^

  4. Ciattt😂😂😂 1 ep aja dijadiin 2 ep nah sampai berapa tuh authornim ga ga candaa😂😂😂 selama sigtae momentnya ditambahin bah aku mah relaaa ehehej

  5. Akhirnya di post!!!! Hmm blm ada momment gtae nya yah haha. Ceritanya bakalan seru nih kayaknya. Bikin gasabar bacanya lahhhhh. Ditunggu chap selanjutnya…. Fighting^^

  6. Wajah taeyeon cocok jd pemerannya, polos dan baik hati,, keren thor semangat😊
    Tp ngebayangin mukanya gd ketawa ngakak itu ngga banget bukan dia banget aigooo hahaha
    Ditunggu next chapnya thornim hwaighting

  7. q uda nonton dramanya,,,
    dan ff nya jga bagus, berbeda baca ama nonton,,,
    keren,,
    dtggu chap slnjutnya, fightaeng,,!!

  8. Keren thor bikin penasaran sama kelanjutannya😁
    Tapi benerin typo nya oke? Kayak kata sambil jadi sambal. Trus awal kalimat dan nama org masih pake huruf kecil. Diperbaiki thor. Mian sok tau. 😄tapi tetep keren kok hehehe
    Lanjuuuuuut

  9. taeyeon antara kelewat baik atau oon gak tau juga deh yaaa. heran ada ya emang nya orang sebaik itu? haha next deh thor. ditunggu

  10. Hahhaa bikin penasaran.. Enggak bisa ngebayangin jiyong punya sifat kyak g2 , pasti bacannya bikin ngakak trus hehehe… Di tunggu kisah selanjutnnya

  11. Taeyeon benar-benar penurut, ckckck….
    Jiyong lucu banget jadi bintang iklan shampo sendiri.
    Tertawanya itu lho…. 😀 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s