[FREELANCE] Protect You (Chapter 3)

picsart_05-25-07-03-19_thumb

Title : Protect You

Length : Chaptered

Author : Chrysalis

Cast : – Kim Taeyeon SNSD

– Byun Baekhyun EXO

Supporting Cast: – Minatozaki Sana Twice

– Lee Mi Joo Lovelyz

Genre : – Romance

– School Life

– Mystery

– Fantasy

Rating : Teenager

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi SM Entertainment !!

Note Author : Terimakasih untuk ATSIT yang mau nge-post FF ini, Makasih juga untuk semuanya yang udah mau baca FF abal ku ini ^^ Jangan lupa comment yaa. Aku butuh sekali saran dan kritik dari kalian agar FF ku menjadi semakin baik. Sekali lagi.. Jeongmal Kamshamnida Chingu-ya J

Haii, Aku kembali lagi membawakan chapter ke 3. Apa kalian sudah menunggu dengan lama? Maafkan aku karna meng-update cerita ini sangat lambat >< Aku harap kalian memakluminya ^^

Preview: Chapter 1, Chapter 2

 

Happy Reading

Preview Chapter 2

Tak mengucapkan apapun lagi Taeyeon langsung pergi meninggalkan Yuri penuh dengan sejuta pertanyaan. Gadis itu berteriak dan menyuruh Taeyeon untuk kembali, Namun bak tuli Taeyeon mengabaikannya. Ia terus berlari tanpa minat untuk menoleh kebelakang walau ia tau Sana dan Mijoo mengejarnya. Taeyeon tak peduli, Ia harus mencari terdakwa selanjutnya. Si pria yang selalu menyelamatkannya dari seseorang didalam mimpi. Pria mungil berwajah bocah yang selalu terngiang – terngiang dikepalanya.

Taeyeon harus bertemu dengannya, Harus!

Chapter 3

Dan hal itu telah membawanya memasuki lorong kelas 10. Namun sayang sekali lorong itu tampak lenggang, Hanya terdapat beberapa murid saja yang masih betal tinggal dan Taeyeon berharap pria itu salah satunya. Dengan wajah serius Taeyeon mulai meneliti setiap murid dikelas dari sepuluh A sampai I. Namun nihil, Dia tak menemukannya sampai suara kedua sahabatnya terdengar.

“Taeyeon, Apa yang kau.. hh.. lakukan?” Tanya Sana masih terengah – engah. Ia lelah terus mengejar Taeyeon tadi.

“Kalian’kan tak percaya. Lebih baik pergi,” Ucapan Taeyeon bak ledakan dikepala Mijoo.

“Tak percaya? Apa maksudmu kami tak mempercayaimu?” Tak dapat dipungkiri, Mijoo merasa sakit hati. Sudah cukup dia dibentak oleh Taeyeon, Ia tak sudi dikatakan seperti ini. Mijoo merasa heran, Jika ia tak mempercayai Kim Taeyeon mungkin sejak awal mereka tak akan pernah berteman.

“Mimpi itu. Kalian tak percaya’kan!?” Sana dan Mijoo saling bertatapan, Melemparkan raut keterkejutan Taeyeon karna gadis ini kembali membentak mereka. Tetapi untung saja Sana bisa menahannya, Ia pun menghela nafas panjang.

“Dengar Taeyeon, Kami bukannya tak bermaksud tak percaya. Kau mungkin kelelahan sehingga berhalusinasi-“

“Aku tak berhalusinasi!” Potong Taeyeon cepat, Amarah mulai terpancar dari wajahnya. Tangannya sudah terkepal, Jikasaja ini bukan lorong kelas sepuluh, Taeyeon mungkin sudah meledak karna ini benar – benar menyiksa dirinya.

“Lalu, Jika itu nyata. Apa yang kau lakukan? Menemui Yuri dan meninggalkannya begitu saja? Dan sekarang kau pergi ke kelas sepuluh lalu mencari seseorang. Siapa itu?”

“Kau mencariku?”

Ketiganya refleks menoleh, Menatap sang terdakwa yang secara tak langsung telah ikut serta dalam dialog mereka. Sana dan Mijoo saling menyentak sedangkan Kim Taeyeon, Jangan tanyakan reaksi gadis itu karna ia langsung terdiam seribu bahasa dengan mata membulat lucu. Jantungnya mendadak berdegup tak karuan ketika melihat pria mungil itu tersenyum manis kearahnya. Oh ya Tuhan, Taeyeon tak dapat menahan diri untuk mengalihkan pandangannya.

“K-kami pergi.” Sana mengambil keputusan, Dengan cepat ia menggaet tangan Mijoo dan memaksa gadis itu untuk ikut bersamanya. Meninggalkan kedua insan itu yang masih saling urung berbicara. Melihat Taeyeon masih mengalihkan pandangannya membuat sang pria terkekeh pelan. Dan perbuatannya itu telah menarik perhatian Taeyeon.

“Kau mencariku’kan?” Tebak pria itu sekali lagi. Karna sudah ketangkap basah yah, Mau bagaimana lagi? Taeyeon rasa jujur adalah cara terbaik.

“Baiklah, Kau pasti bingung ya?” Dengan lemah Taeyeon kembali mengangguk.

Sang pria tersenyum lalu mengulurkan tangannya,

“Perkenalkan namaku Byun Baekhyun. Panggil saja Baekhyun.” Taeyeon membalas uluran tangan tersebut dengan ragu entah kenapa.

“Kau sudah tau namaku’kan,” Baekhyun menggumam pelan lantas berdeham, Taeyeon tersentak kecil. Ia lupa melepaskan genggaman tangannya. Maka dari itu wajar suasana canggung langsung menyelubungi dengan cepat.

“Hmm.. Bisa bicara sebentar? Aku ingin-“

“Kau hanya perlu menunggu.” Potong Baekhyun lembut.

Taeyeon menyerngitkan dahinya bingung. Ia tak mengerti, Dan semakin tak mengerti ketika Baekhyun meninggalkannya setelah berbisik lirih ditelinganya.

“Bersabarlah dan tunggu sebentar lagi. Kau akan mengetahui semuanya, Dan jaga dirimu baik – baik..”

~*~*~

Kim Taeyeon masih merenungi apa yang tengah terjadi dalam dirinya. Ia begitu fokus dalam pemikirannya sehingga tak sadar bahwa bel pulang sudah berbunyi lebih dari satu jam yang lalu. Gadis ini masih setia dikelas, Sendirian. Tadi sebelumnya Mijoo dan Sana berniat tinggal namun dengan tegas ia menolak. Ini tak akan berhasil jika kedua sahabatnya itu berada didekatnya.

“Apa yang aku harus lakukan?” Gerutu Taeyeon sebal. Ia tampak seperti orang linglung sekarang.

Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Taeyeon, Ia juga tak tau kenapa hal itu bisa terjadi namun Taeyeon menginginkannya. Kim Taeyeon ingin tertidur dan bermimpi, Bahkan jika bisa ia akan menginap disekolah sampai pagi. Tangannya mengepal kuat, Ia ingin mengakhirinya. Semua ini.

Terlebih ketika menemukan sebuah luka lecet dilututnya semakin membuat Taeyeon yakin bahwa semua itu bersumber pada mimpinya. Mimpi yang terasa nyata dan menyeramkan bagi Taeyeon. Dan apa yang dikatakan Baekhyun padanya? Menunggu? Cih, Taeyeon bisa gila jika menunggu ini semua berakhir tanpa melakukan apapun. Ia harus menggertak tetapi..

Bagaimana caranya?

Dengan cepat Taeyeon mengambil sesuatu dalam saku blazernya. Sebuah pil, Pil pengantar tidur yang ia dapatkan dari ruang kesehatan. Matanya menatap takut pil berwarna jingga tersebut. Ia merasa ragu dan juga penasaran. Tetapi tanpa bisa dicegah pil itu mulai mempengaruhi seorang Kim Taeyeon. Gadis itu terdiam ketika rasa kantuk mulai menyerang dan kepalanya mendadak pening sampai akhirnya semuanya gelap. Kim Taeyeon berhasil tertidur. Dan ia tak menyadari bahwa sedari tadi Byun Baekhyun menatapnya dari luar jendela, Dia mengumpat keras.

“Dasar bodoh!”

Tak tau kemana, Baekhyun menghilang begitu saja bak ditelan bumi.

~*~*~

Taeyeon mengerjapkan matanya pelan, Ketika cahaya menerpa pengelihatannya kelak gadis ini merintih, Saat kesadaran sudah didapatkan Taeyeon baru menyadari ia berada di UKS. Terbaring tak berdaya dengan Byun Baekhyun disampingnya.

Tunggu.

Sekarang jantung Taeyeon berdegup tak karuan, Byun Baekhyun menemaninya? Ya Tuhan. Melihat betapa dalam tatapan Baekhyun terhadapnya membuat Taeyeon merasa takut. Dengan ragu ia mengubah posisinya menjadi duduk dan mengalihkan pandangan lalu batinnya menjerit, Baekhyun berhenti menatapku!

“Kenapa keras kepala?” Kepala Taeyeon bak dipukul, Sejak kapan Baekhyun berkata dingin terhadapnya.

“Sudah kubilang kau hanya perlu menunggu dan semuanya baik – baik saja.” Taeyeon bisa melihat dari sudut matanya, Baekhyun mengerang frustasi lalu mengusap wajahnya dengan kasar.

“Tapi saat itu kau bilang, Kau akan memberitahuku semuanya.” Taeyeon memberanikan diri walau akhirnya nyalinya kembali ciut ketika Baekhyun kembali membentaknya.

“Segeralah bangun! Kau tak tau betapa bahayanya disini!”

Baru saja Baekhyun akan menepuk pipi Taeyeon gadis itu memekik keras, Mengurungkan niat Baekhyun dalam seketika. Matanya mengerjap lucu dan hening. Benar – benar hening, Sampai Taeyeon berdeham dengan wajah yang benar – benar merah. Entahlah, Taeyeon sepertinya sudah gila karna berani tersenyum garing pada Baekhyun yang wajahnya datar seperti papan triplek.

“B-baekhyun..” Taeyeon berujar gugup. Matanya yang berbintang – bintang mulai meredup dan perlahan kepalanya tertunduk kebawah.

“Apa?” Taeyeon menggigit bibir bawahnya kesal, Kenapa Baekhyun menjadi seperti ini? Sangat berbeda jauh ketika pria ini menolongnya untuk pertama kalinya saat itu dikelas. Dan sebenarnya kenapa-

“Apa Kim Taeyeon? Dan kuharap kau tak menunduk.” Tanpa ragu Baekhyun mencengkram dagu milik si gadis dan memaksa untuk mendongak, Matanya bertemu dengan mata Taeyeon yang mengerjap tak percaya. Gadis itu terlihat lugu sekali dimatanya sekarang, Terlebih pipinya yang merona tanpa sebab itu. Ah, Kenapa Baekhyun mendadak jadi gemas?

“A-aku.. Aku..” Sejujurnya Taeyeon benar – benar mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa mengutarakan perasaannya lebih lanjut. Ia ingin berbicara namun mulut dan hatinya bertolak keras. Sungguh, Taeyeon bukan orang gagap.

“Katakan yang benar.” Baekhyun semakin mencengkram dagu Taeyeon, Gadis itu merintih tertahan.

“B-bagaimana.. Aku-“ Belum sempat Taeyeon menyelesaikan kalimatnya, Mata Baekhyun membulat, Ia telah menyadari kebodohan apa yang telah ia perbuat. Dengan gerakan refleks ia melepaskan cengkramannya dan berdeham canggung. Lupakan dialog ini, Baekhyun merasa malu.

“Dasar bodoh, Bagaimana bisa aku berbicara sedangkan tanganmu terus mencengkram daguku! Dasar!” Gerutu Taeyeon kesal lalu menggerakkan rahangnya tak nyaman, Akibat sentuhan Baekhyun tadi.

“Maafkan aku, Tadi-AKH!”

Keduanya sama – sama terkejut, Namun disini Taeyeonlah yang paling terkejut dan heboh. Jantungnya mencelos ketika melihat betapa pucatnya wajah Baekhyun sekarang, Matanya terpejam kuat dan tangannya mengepal entah kenapa, Membuat Kim Taeyeon panik namun tak mampu berbuat apapun karna ia sendiri merasa bingung.

“M-maafkan aku Kim.”

Taeyeon tak tau apa yang terjadi sampai semuanya berubah gelap ketika mata Baekhyun berkilat biru dengan cepat, Menyisakan rasa sakit pada indra pengelihatannya.

~*~*~

“Byun Baekhyun!”

Mata Taeyeon terbuka cepat, Tubuhnya tersentak bersamaan dengan rasa pening yang terasa. Mulutnya merintih sesaat lalu setelah berakhir Taeyeon menyadari bahwa ia telah terbangun dari mimpinya. Ia masih dikelas, Dan arlojinya sudah menunjukan waktu malam. Jantung Taeyeon mendadak mencelos, Entah karna khawatir atau takut. Keduanya terlalu mendominan. Tetapi Taeyeon rasa ia harus segera pulang sekarang, Ada pirasat buruk mendiami hatinya.

Sambil menggaet tasnya Taeyeon melangkah keluar kelas, Menelusuri lorong sekolah yang sepi nan gelap. Mulutnya memprotes, Kenapa penjaga sekolahnya tak menyalakan lampunya. Taeyeon terpaksa harus menggunakan flashlight dari ponsel miliknya yang bahkan baterainya tinggal sedikit.

Dengan langkah pelan karna tak ingin menimbulkan keributan Taeyeon mulai memikirkan Byun Baekhyun. Wajah pria itu yang pucat membuatnya sangat khawatir, Terlebih melihatnya memekik seperti orang kesakitan membuat hati Taeyeon semakin tak tega. Namun yang ia bingungkan, Kenapa Baekhyun membangunkan ia dari tidurnya. Ini pasti ada yang tidak beres, Dan benar saja.

Taeyeon bisa rasakan lututnya langsung melemas ketika sekelebat bayangan hitam melintas dihadapannya, Membuat ponselnya mati seketika. Jantungnya mulai memompa ketika suara langkah terdengar tepat dibelakangannya. Mata Taeyeon terpejam kuat, Merasakan nafas dingin disekitar tengkuknya. Ia ingin menangis sekarang juga.

“S-seseorang tolong aku.” Gumamnya pelan layaknya sebuah serangan awal.

Taeyeon refleks menoleh ketika mendengar sesuatu yang jatuh dibelakangannya. Dua orang yang saling bergulat dilantai dan salah satunya adalah Baekhyun. Mata Taeyeon membulat cepat dan ia bisa rasakan rasa panas menjalari wajahnya. Baekhyun menyelamatkannya lagi.

“CEPAT LARI KIM TAEYEON!!”

Bak disambar petir, Tubuhnya berjengit dan otaknya segera memproses ucapan Baekhyun. Tanpa babibu lagi gadis ini berbalik dan berlari sekencang mungkin keluar dari wilayah sekolah. Menghubungi Mijoo secepatnya karna ia tak berani untuk pulang sendirian walaupun itu menggunakan bus. Untung saja Tuhan sedang berbaik hati kepadanya, Rupanya Mijoo sedang berada tak jauh dari sekolah sehingga ia bisa datang ke halte dengan cepat.

“Taeyeon.”

Merasa terpanggil Taeyeon menoleh, Mijoo berada dihadapannya. Merentangkan tangannya menyambut pelukan hangat sang sahabat. Dan Mijoo hanya mampu mengusap lembut punggung Taeyeon ketika mengetahui gadis itu menangis dipundaknya.

“A-aku takut..”

“Aku akan menginap. Kau tenang saja.”

Taeyeon mengangguk dengan samar. Lalu ia bisa rasakan tangan Mijoo yang merangkul pundaknya erat ketika pelukannya terlepas. Dengan keadaan yang hening karna tak ada dialog, Mereka pun menunggu kedatangan Bus.

Tanpa menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan, Kilatan merah.

~*~*~

Mijoo tersenyum kecil sambil menatap Kim Taeyeon yang sekarang tengah tertidur pulas diranjang empuk miliknya. Senyumannya semakin lebar ketika ia membetulkan tata selimut yang menutupi tubuh sahabatnya itu, Perasaannya hangat entah kenapa. Mungkin Mijoo terlalu senang karna Taeyeon sudah tak marah padanya dan ia pun dapat menjadi sahabat yang baik karna berhasil membuat Taeyeon tenang. Walau begitu Mijoo pun merasa kasihan karna ia tau bahwa kondisi sedang memburuk sekarang, Ia terserang demam kecil. Mungkin dengan kompresan dingin dapat mengurangi suhunya.

Dengan cepat Mijoo turun kelantai satu untuk menyiapkan wadah, Sapu tangan dan air dingin. Setelah siap gadis ini segera pergi melangkah ke kamar Taeyeon jikasaja ia tak tersandung dan mengacaukan semuanya. Mijoo meringis kecil ketika lututnya bertabrakan keras dengan lantai yang dingin. Dan sialnya ketika Mijoo berusaha bangkit ia terpleset akibat air dingin yang tumpah dari wadahnya ketika ia jatuh tadi. Sekarang dapur Taeyeon sangat berantakan dan itu karna dirinya.

Tetapi baru saja Mijoo akan beranjak untuk segera membersihkan kekacauan yang ia buat, Seseorang menyengkat kakinya dengan keras membuat tubuhnya kembali menyentuh keras permukaan lantai. Mijoo berteriak kesakitan, Namun rasa takut itu sudah merambat cepat sampai ke ubun – ubun ketika matanya menangkap sosok berjubah hitam dihadapannya. Matanya berkilat merah terang, Memutuskan kesadaran Mijoo begitu saja. Si gadis pingsan dan sosok itu menghilang.

Namun ia kembali muncul, Tepat dihadapan pintu kamar Kim Taeyeon.

~*~*~

Taeyeon tak habis pikir kenapa ia bisa berada di sekolah sekarang, Hatinya terus memprotes kenapa ia terus bermimpi dengan latar belakang sekolah. Lengkap dengan seragam pula dan Baekhyun disampingnya, Lagi. Gadis itu terdiam beberapa saat menanti seseorang untuk berbicara namun pria itu tak peka. Ia malah menatap Taeyeon sambil tersenyum kecil.

“Baekhyun..” Taeyeon berjalan menuju kantin, Baekhyun mengikutinya dari belakang. Gadis itu menyerngitkan dahinya bingung ketika para murid menembus tubuhnya begitu saja. Apa Taeyeon tak terlihat sekarang? Oh ya ampun, Taeyeon baru ingat ia berada di alam mimpi sekarang.

“Ada apa?”

Ketika mereka berdua duduk disalah satu meja, Baru Baekhyun balas menyahut. Pria itu kembali tersenyum kecil lalu tangannya mengelus lembut punggung Taeyeon. Berusaha membuat gadis itu merasa nyaman ketika berada didekatnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Gerakan tangan Baekhyun langsung terhenti ketika mata Taeyeon bertumpu sepenuhnya padanya. Helaan nafas itu tak terelakan, Baekhyun mulai mengalihkan pandangannya.

“Kau tau Taeyeon, Kau adalah orang yang beruntung dan sial secara bersamaan.” Tanpa sadar Taeyeon mengulum senyum, Setidaknya Baekhyun mulai bercerita.

“Kau memiliki sebuah kekuatan terpendam, Yang tidak pernah kau tau sebelumnya. Kekuatan itu berasal dari hatimu. Hati yang menentukan semuanya.”

“Permata itu memilih dirimu.”

“Aku tak mengerti.” Taeyeon mulai memprotes. Tanpa sadar ia sudah bangkit dan berdiri tepat dihadapan Baekhyun. Bahunya terlihat bergetar.

“Aku tak mengerti! Apa yang kau maksud Baekhyun? Kekuatan? Permata?” Rasa frustasi itu menyerang titik terbawah Kim Taeyeon. Wajahnya jelas menunjukkan raut kebingungan dan Taeyeon tak sadari bahwa telapak tangan kanannya kini bercahaya. Baekhyun yang melihat reaksi dan cahaya itu hanya mampu tersenyum, Ia pikir membuat Taeyeon tenang terlebih dahulu lebih baik.

“Taeyeon, Tenanglah. Kau duduk disampingku, Sini.” Baekhyun menepuk kursi disampingnya. Namun Taeyeon menolak.

“Kenapa?”

Belum sempat Taeyeon menjawab pertanyaan Baekhyun, Gadis itu tiba – tiba jatuh tersungkur. Baekhyun tersentak dan segera mendekat, Memapah kepala gadis itu dipahanya. Kekhawatirannya memuncak ketika menyadari bahwa Taeyeon sesak nafas sekarang. Dan ketika ia menyentuh leher sang gadis mata Baekhyun berkilat biru. Hawa negatif ini. Baekhyun mengenalnya.

“Ck, Sial!”

Tanpa babibu lagi Baekhyun memejamkan matanya, Menggunakan jalur telepati untuk meminta pertolongan. Jika ini tak segera dilakukan, Cepat atau lambat mereka akan mendapatkan Taeyeon. Dan sebagai pelindungnya, Baekhyun tentu tak akan membiarkan hal ini terjadi.

Kim Taeyeon adalah prioritas utamanya.

Bersambung~

A/N : Bagaimana? Apa kalian menyukai chapter 3 ini? Aku harap kalian dapat mengerti alur cerita yang ku ciptakan dan maaf Baekhyun baru muncul huhu >,<. Dichapter berikutnya para other cast mungkin akan bertambah, Dan aku butuh saran dari kalian. Siapa pria yang cocok untuk dijadikan other cast nantinya, Satu orang saja. Terimakasih, Sampai bertemu di chapter berikutnyaa ^^

Advertisements

44 comments on “[FREELANCE] Protect You (Chapter 3)

  1. Keren seru menarik haha masi belum bisa kebaca apa yang sebenernya terjadi dan itu menjadi penasaran next chapter di tunggu thor ^^ other cast ? buat makhluk yg berjubah itu kah ? ambil dari member exo aja thor ^^ kayanya lebih cocok

    • Belum kebaca ya? Tenang, Di chapter berikutnya Baekhyun akan menjelaskan semuanya koo 🙂
      Okaay, Makasih atas sarannya Chingu, Terimakasih sudah mau baca dan komentar ^^

  2. Daebak thor, makin seru dan keren
    Meski ceritanya makin bikin penesaran tepi ceritanya tetap bagus thor
    Other cast ya, mmm bagaimana kalau Minho Shinee? cuma saran dan pendapat aku aja kok thor
    Next chapter ditunggu thornim
    Fighting 😉

  3. makin bKin penasaran aja jlan ceritanya.. Semangat lanjut ceritanya ya… Ohh iya klo boleh ngasih saran gmana klo cast tambahan nya junsu ajaa ^^

  4. sebenernya masih bingung sama alur ceritanya. masih gak bisa bedain mana dunia nyata sama mimpi. tapi seru seru ceritanya. next chapter ditunggu 🙂

  5. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s