[FREELANCE] Out Of Zone (Chapter 2)

req-shindy-out-of-zone-by-laykim(1)

Main Cast : Kim Taeyeon, Song Joongki

Other Cast : Find it.

Length : Chaptered

Poster By : Laykim Artposter (makasih banyaaak eonni)

Summary : 100% mine, just use some property from Descendant of The Sun drama, also pure from my self. Sengaja buat pairing langka, cause I love Taeyeon with everyone^^ enjoy, kritik dan saran ditunggu yaaaa.

WARNING!!! HANYA CERITA FIKSI.

Preview: Chapter 1

 

OoZ

Wednesday, 03rd June 2015

Song Joong Ki as Yoo Si Jin, nama yang tertera di naskah drama dan terletak tepat di depan namja yang memiliki naskah itu. Ya, saat ini Joongki sudah berada di Greece untuk proses syuting drama terbarunya. Seperti janji Joongki minggu lalu, lelaki yang berperan sebagai seorang kapten pasukan khusus itu mengantar Taeyeon ke bandara pada hari minggu dan melanjutkan perjalanannya sendiri ke Greece pada hari senin. Sudah 3 hari Joongki tidak menghubungi Taeyeon, selain jadwalnya yang sibuk, ia juga takut mengganggu Taeyeon yang sedang syuting music video untuk album solonya. Joongki tidak bisa bohong pada dirinya sendiri, ia sangat merindukan Taeyeon. Meskipun saat wamil dulu ia sangat jarang menghubungi Taeyeon tetapi entah mengapa saat ini ia merasa ada hal yang mengganggu pikirannya dan yang bisa ia pikirkan hanyalah Taeyeon, lebih anehnya lagi harusnya saat ini ia tidak perlu memikirkan orang lain karena Song Hye Kyo, wanita incaran Joongki saat ini sedang syuting bersamanya.

Joongki memanfaatkan waktu istirahatnya untuk mencoba menghubungi Taeyeon, tetapi baru saja Joongki menyalakan data selulernya, tiba-tiba serangan chat line menyerbunya

: Hi

: Hi

: Anyeong

: Anyeong……….

: Yak

: Yak!

: Yak!!

: Yak!!!

: Yak! Joongki-ssi, aku tahu kau pasti sedang sibuk, tapi apakah kau tak merindukanku?

: Eyy, aku tahu kau sedang bersama your wife to be Song Hye Kyo sunbae, tapi bukan berarti kau mengacuhkanku kan?

: Yak!!!!!!!!

: Yak!!!!!!! Joongki-ssi can you notice me juseyo???

: Baiklah, kalau begitu hubungan kita berakhir sekarang! Jangan pernah merindukanku lagi, oke?

: ………………………………..

: Kapan kau akan membacanya?-_-

: Hm, Oppa aku hanya bercanda hehe, kau mengenalku,kan? Mana mungkin aku mengganggu mu, aigoo childish Kim Taeyeon!

: Kau fokuslah dulu pada syutingmu, kalau sudah selesai jangan lupa menghubungiku.

: Aku free hari ini, cuaca tidak mendukung, jadi syuting akan dilanjutkan besok hehehe

: Oh iya, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatanmu, dan hal yang paling penting adalah jangan melupakan misimu agar bisa merebut hati seorang Song Hye Kyo. Fightaeeeeng!! Saranghamkijoong~~

Joongki refleks tertawa membaca pesan dari Taeyeon, display name Taeyeon di line Joongki adalah emoticon love berwarna pink yang diganti sendiri oleh Taeyeon, begitu juga pada line Taeyeon, display name Joongki adalah emoticon love berwarna merah. Segera setelah membaca serbuan pesan Taeyeon tersebut, Joongki langsung melakukan panggilan video kepada Taeyeon.

“Hai, Song” Ucap Taeyeon dari seberang sana. Joongki dapat melihat dengan jelas saat ini Taeyeon mengenakan baju hangat dan menggenggam secangkir minuman hangat, sangat jelas juga wanita berkulit putih susu itu menaruh ponsel di meja depannya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Joongki sedikit khawatir melihat raut wajah Taeyeon yang sangat tidak ceria, tidak seperti biasanya.

Taeyeon hanya mengangguk, “ Syutingmu sudah selesai?”

Joongki hanya mengangguk, “Jika matahari sudah terbenam baru dilanjutkan lagi, kapan syutingmu selesai?”

“Besok, tinggal pengambilan scene terakhir. Setelah itu aku tak ada kegiatan lagi. Oh iya Jiwoong oppa menitip salam untukmu.” Taeyeon memang ditemani oleh Jiwoong, kakak laki-lakinya untuk syuting.

Sempat terjadi keheningan antara Taeyeon dan Joongki, mereka terbenam dalam pikiran masing-masing. Terlebih Joongki yang mengalihkan pandangan dari layar ponselnya, jujur saja Ia merasa sangat khawatir melihat kondisi Taeyeon yang sangat pucat, mungkin cuaca dingin di sana tidak bersahabat dengan Taeyeon.

“Yak Song Joongki, kau terlihat tampan mengenakan seragam itu. Aigoo, hanya saja hmm kau… harus menghitamkan kulitmu sedikit agar terlihat jelas seperti tentara” Canda Taeyeon dari seberang yang merasa suasana mulai sedikit awkward.

clip_image004

Joongki menyunggingkan senyum lebarnya melihat senyum di bibir pucat Taeyeon, itu membuat hatinya sedikit tenang. “Hahaha, kau kira memakai seragam ini enak huh? Oh iya, apa kau sangat merindukanku? Serangan chatmu membuatku mual nyonya Kim. Sewaktu wamil dulu kau bahkan tak pernah menghubungiku di 100 hari pertama. Ada apa denganmu?” Balas Joongki menggoda Taeyeon yang sekarang sudah melepas cangkirnya dan menggenggam ponselnya.

clip_image006

      

Taeyeon berdecak “Ck, Aku hanya mengkhawatirkanmu bodoh, suasana saat ini berbeda dari yang dulu.” Joongki terdiam mencoba membaca raut wajah Taeyeon yang memalingkan wajahnya setelah mengucapkan kalimat itu. “Maksudku… waktu kau wamil kan tetap di Korea.. sekarang.. sekarang kita berbeda negara pabo. Jadi wajar saja aku mengkhawatirkanmu.” Lanjut Taeyeon sembari menatap Joongki kembali. Joongki hanya tersenyum sambil mengangguk. “Oh iya, bagaimana dengan Song Hye Kyo?” Taeyeon mengingat sesuatu dan mengecilkan suaranya saat mengucapkan nama lawan main Joongki itu.

“Apanya yang bagaimana? Biasa saja.” Ucap Joongki seadanya. “Oh ya Taeyeon, setelah syutingmu selesai apa kau akan langsung kembali ke Korea?” yang ditanya menggeleng.

“Tidak, aku menunggu Jiwoong oppa menyelesaikan tugasnya disini, Jiwoong oppa memiliki bisnis membuka cafe dengan temannya dan mungkin akan selesai minggu depan, karena Lee Soo Man memberiku waktu untuk beristirahat selama seminggu, jadi aku memilih menemani Jiwoong oppa di sini.” Joongki mengangguk mendengar penuturan Taeyeon, tiba-tiba terlintas sebuah ide di otaknya.

“Kalau begitu… daripada kau tak ada kerjaan di sana, mengapa tak mengunjungiku di sini?” Ucap Joongki dengan seringaian menghiasi wajahnya.

Berbeda dengan Joongki, Taeyeon refleks membelalakkan matanya mendengar penuturan lelaki itu, “MWO??! Neo miccheosseo? Kau tahu berapa jam perjalanan dari New Zealand ke Yunani? Kau tahu kan kalau itu berarti aku harus menyebrang benua? Itu memakan waktu kurang lebih 24 jam paboya!” Taeyeon menggertakkan giginya.

“Aku hanya menyarankanmu, miss perfect. Daripada kau bosan di situ, lebih baik kau ke sini selama beberapa hari, menemaniku. Lagi pula, ada Onew di sini. Kau tak akan bosan pastinya. Lee PD dan Baek PD bahkan menanyakanku kenapa aku tak membawamu kesini. Bahkan, Kim Eunsook writer-nim sangat ingin bertemu denganmu.” Jawab Joongki santai masih dengan senyuman yang sama, Ia makin mendekatkan ponsel ke wajahnya, “Jadi, kalau kau berubah fikiran, datanglah ke sini, aku akan meminta managerku untuk menjemputmu di bandara. Okay?”

Taeyeon terdiam mencerna penuturan lelaki yang sekarang berada di Yunani itu, “Aku akan menanyakan pendapat Jiwoong oppa dulu.” Ujar Taeyeon singkat.

Setelah pembicaraan itu, Taeyeon dan Joongki menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk bercerita pengalaman syuting mereka satu sama lain, bahkan Jiwoong sempat menyapa Joongki sebentar sebelum berlalu bertemu dengan temannya.

-OoZ-

Saturday, 06th June 2015

“Taeyeon-ssi! Disini!” Teriak seorang lelaki dengan suara bassnya saat melihat yeoja mungil yang keluar dari gate kedatangan dengan gaya casualnya dan rambutnya yang dibiarkan terurai, membuat orang yang melihatnya tersadar bahwa gadis yang memiliki baby face itu ternyata sudah berumur 25 tahun.

clip_image008

Yeoja yang dipanggil itu sedang merapikan rambutnya langsung menoleh dan melambaikan tangannya sambil tersenyum dan segera menghampiri lelaki yang memanggilnya.

Omo, manager oppa, maaf sudah merepotkanmu untuk menjemputku.” Ya, saat ini Taeyeon berada di Athens International Airport, Kim Jiwoong mengizinkan Taeyeon untuk menemui Joongki di Yunani, dan Ia akan kembali Ke Korea sendiri karena ternyata Jiwoong memilih untuk menetap sebentar di New Zealand karena urusan bisnisnya.

Aigoo gwenchanayo Taeyeon-ssi, aku malahan senang bisa melihat wajahmu beberapa hari ini.” Goda Park Manager sambil mengambil koper yang didorong oleh Taeyeon, Park Manager merupakan manager Joongki dari awal dia debut, Taeyeon sangat mengenal Park manager, Ia adalah seseorang dengan kepribadian yang sangat baik dan sangat peduli. “Kajja, seluruh orang di tempat syuting sudah menunggumu, Sepertinya kau sangat special Taeyeon-ssi.” Taeyeon hanya tertawa mendengar godaan Park manager, akhirnya selama kurang lebih satu jam mereka tiba di lokasi tujuan.

Saat tiba di lokasi tujuan, Joongki dan Song Hye Kyo dan beberapa aktor lain sedang melakukan syuting mereka, untuk itu Taeyeon hanya menyapa sutradara dan beberapa kru film yang ada di dekatnya. “Aigoo, ige nuguya?” Ujar Kim Eunsook writer-nim melihat Taeyeon yang baru saja ingin menyapanya.

“Annyeonghaseo writer-nim.” Sapa Taeyeon sambil membungkukkan dirinya, “maaf telah mengganggu proses syutingmu.”

Ani, aniya. Kami juga sudah ingin beristirahat. Baek PD, Lee PD. Lihatlah siapa yang datang!” Teriak Kim writer-nim yang membuat seluruh pasang mata memperhatikannya.

“Cut!” Teriak Baek PD sebelum balik merespon panggilan Kim writer-nim. Song Joongki dan Hye Kyo yang mendengar perintah dari Baek PD sontak ikut balik melihat ke arah penulis drama itu.

Taeyeon sedikit risih dan merasa tidak enak melihat saat ini seluruh perhatian tertuju padanya, “A..A.. Annyeonghaseyo.” Sapa Taeyeon kepada seluruh staff dan para aktor berkali-kali sambil membungkukkan badannya. Ada seseorang yang tersenyum dari kejauhan melihat kedatangan yeoja itu.

“Jadi kau benar-benar datang Taeyeon-ssi? Aku kira Joongki hanya mempermainkanku kemarin.” Senyuman lebar dari Lee PD yang sekarang ikut berdiri di samping Kim writer-nim bersama Baek PD.

Ye PD-nim, ah aku merasa sangat tidak enak. Sepertinya aku mengganggu proses syuting kalian, Jweseonghamnida, Jweseonghamnida.” Jawab Taeyeon dan sekali lagi membungkukkan dirinya kepada semua staff dan para aktor.

Aniya, kami baru saja menyelesaikan syuting untuk scene terakhir hari ini. Kau datang diwaktu yang tepat, Taeyeon-ssi. Malam ini kita akan mengadakan mini party sekedar menghilangkan kepenatan.” Jelas Baek PD, terlihat Joongki, Onew dan beberapa aktor lain mulai mendekat.

Oh Jinjja? Kalau begitu karena aku datang ke lokasi syuting kalian dengan tangan kosong, untuk acara malam ini aku yang akan menanggung makanan dan minumannya.” Senyum Taeyeon mencoba menutupi rasa tidak enaknya, PD dan para kru bersorak kegirangan mendengar akan mendapat traktiran dadakan dari Kim Taeyeon.

Taeyeon mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang menjadi alasannya untuk datang jauh-jauh ke Yunani, siapa lagi kalau bukan Song Joongki. Dari jarak yang cukup dekat dari tempatnya berpijak, Taeyeon bisa melihat Joongki, akhirnya Ia meminta izin kepada para producer dan dengan senyum lebar menghampiri lelaki itu.

clip_image010

“Oppa” Ujar Taeyeon tepat di hadapan Joongki, lelaki itu langsung memeluk Taeyeon. Taeyeon sedikit heran dengan perlakuan Joongki, bukan karena apa hanya saja saat ini ada Song Hye Kyo tak jauh di belakang Joongki, Taeyeon hanya tersenyum dan sepersekian detik kemudian Taeyeon mengisyaratkan Joongki untuk melepas pelukannya.

“Bagaimana perjalananmu, miss perfect?” Tanya Joongki sambil tersenyum menatap dengan tatapan yang sulit diartikan ke arah Taeyeon.

clip_image012

Aigoo, lihat wajahmu ini. Apa Yunani bersifat tidak baik padamu huh? Aigoo aigoo.” Respon Taeyeon tak mengindahkan pertanyaan Joongki dan mengusap bagian pipi Joongki yang kotor.

Joongki tersenyum sambil menampakkan deretan gigi-gigi putihnya dan tetap menatap Taeyeon. Joongki mengambil tas selempang yang di bawah oleh Taeyeon dan menarik tangan Taeyeon untuk menunjukkan kamarnya, baru beberapa langkah berjalan, Taeyeon melepaskan genggaman tangan Joongki dan berlari kecil kepada kedua orang yang berada tak jauh di hadapannya.

“Onew-yaaa” Panggil Taeyeon sembari melambaikan tangannya ke arah Onew, salah satu member SHINee yang juga bermain didrama yang sama dengan Joongki.

Lelaki yang dipanggil hanya tersenyum lebar khas dirinya sambil melambaikan tangannya, begitu pula yeoja yang berdiri disampingnya tersenyum melihat tingkah Taeyeon.

clip_image014

Annyeong nuna, aku kira Joongki hyung berbohong bahwa kau akan datang.” Ucap Onew saat Taeyeon sudah berdiri di hadapannya, dan Joongki menyusul tepat di belakang Taeyeon.

“Aku datang untuk mendukungmu, aku hanya membohongi Joongki oppa kalau aku datang untuknya.” Ujar Taeyeon memelankan suaranya, tetapi masih bisa di dengar oleh Joongki di belakangnya. “Oh! Annyeonghaseo sunbae-nim.” Bungkuk Taeyeon saat melihat yeoja di samping Onew, siapa lagi kalau bukan Song Hye Kyo, wanita yang sangat diidam-idamkan oleh Joongki.

Annyeong Taeyeon-ah, kau tak usah formal seperti itu. Berbicara santai saja.” Jawab Hye Kyo sambil menepuk punggung Taeyeon.

“Ah, ne eonni. Bagaimana bermain drama bersama Joongki oppa? Apa lelaki itu menyusahkanmu? Dia sangat bawel kan? Pasti kau sangat muak melihat caranya ber-akting kan? Aigoo, aku mengetahui itu eonni, maklum saja dia memang seperti itu kalau berhadapan deng-”

“Taeyeon, kau pasti sangat lelah kan? Lebih baik kau beristirahat dulu, miss perfect. Hye Kyo nuna, mohon maklumi dia. Annyeong.” Joongki membekap mulut Taeyeon saat berbicara dengan Hye Kyo dan membawanya menghindar dari Hye Kyo dan Onew. Hye Kyo dan Onew hanya tertawa melihat tingkah Joongki dan Taeyeon seperti ayah yang menyuruh anaknya untuk pulang karena bermain terlalu jauh.

Taeyeon memicingkan matanya selepas Joongki membuka bekapannya, tiba-tiba Taeyeon teringat sesuatu “Ey.. eotte? Eotte?” Senggol Taeyeon kepada Joongki di sampingnya sambil berjalan menuju kamar milik Taeyeon.

Mwoya?” Tanya Joongki tak mengerti

Aish, Hye Kyo eonni. Eotte? Sudah sejauh mana kalian?” smirk Taeyeon yang dibalas gelengan kepala dari Joongki.

“Kau jangan terlalu menampakkannya, biarkan saja waktu yang menjawabnya. Dan kau bagaimana? Apa berita itu benar?” Tanya Joongki balik. Jelas sekali Taeyeon kelihatan kebingungan dengan pertanyaan Joongki barusan.

Joongki dapat melihat dengan jelas raut wajah Taeyeon yang kebingungan, “Aigoo, benar kau pasti di udara saat berita itu beredar. Istirahatlah dulu, sebentar malam baru kita membahasnya.” Belum sempat Taeyeon membuka mulutnya untuk bertanya, Joongki sudah terlebih dulu mendorong Taeyeon masuk kamarnya.

Ne, Jeongmal jweseonghamnida sudah merepotkanmu lagi, oppa.” Taeyeon menggigit kukunya sembari berbicara dengan seseorang yang di panggilnya oppa melalui telfon.

Aigoo, ne kamsahamnida. Jeongmal jeongmal kamsahamnida. Hati-hati di jalan, aku akan menunggumu di sini.” Taeyeon menutup telfonnya setelah mengucapkan kalimat itu.

Saat Taeyeon berbalik ingin kembali ke kamarnya, Ia terlihat kaget. “Ahh oppa! Kau sangat mengagetkanku! Ada apa?” lelaki yang mengagetkannya tak lain adalah Joongki.

“Kau berbicara dengan siapa?” Joongki ternyata mendengar percakapan Taeyeon dengan seorang ‘oppa’ di telfon.

“Tak ada hubungannya denganmu.” Ujar Taeyeon sambil memasukkan ponsel kedalam kantong celananya.

“Ckck, baiklah aku tak akan bertanya lagi. Baek PD dan yang lainnya sudah menunggumu, kau harus membayar catering yang datang.” Ujar Joongki singkat lalu berjalan mendahului Taeyeon.

Taeyeon hanya menggertakkan giginya dan berjalan di belakang Joongki, “Arrayeo, Arratagu Joongki-ssi. Eyy, ck!!” Respon Taeyeon tak kalah cueknya dan mempercepat langkahnya mendahului Joongki. Joongki refleks tersenyum melihat tingkah Taeyeon.

Setelah membayar catering, Taeyeon kembali menunggu seseorang di depan pintu dan membiarkan para staff dan aktor yang lain menikmati makanan yang telah datang.

“Kau menunggu apa, nuna?” Sapa Onew yang baru saja datang sembari memberi Taeyeon sekaleng bir.

“Ah, gomawo. Hanya menunggu seseorang.” Respon Taeyeon dan mengambil bir yang diberikan oleh Onew.

“Seseorang? Siapa lagi yang kau tunggu? Joongki hyung sudah duduk manis di dalam, para PD juga sudah ada. Hye Kyo nuna ada, Ji woon nuna ada, JinGoo hyung ada, Min suk juga ada… aku juga ada. Lalu siapa yang kau tunggu?” Ujar Onew kebingungan, tiba-tiba Ia memikirkan sesuatu, “Ah! Apakah GDragon akan datang?” Onew tersenyum lebar.

Taeyeon yang baru saja ingin meneguk birnya, seketika kaget mendengar penuturan terakhir Onew, “Uhuk.. uhuk.. Nugu? GD? BigBang? Untuk apa dia kesini?”

Ne? Ah.. aniya, aku hanya asal bicara nuna. Baiklah siapapun yang kau tunggu, cepatlah masuk makan sebelum makanannya habis. Oke?” Balas Onew dengan wajah yang gugup dan cepat-cepat berlalu dari hadapan Taeyeon.

Taeyeon masih kebingungan dengan penuturan Onew barusan, bagaimana bisa tiba-tiba nama GD terlintas dipikirannya?

Menunggu sekitar 5 menit semenjak perginya Onew, orang yang ditunggu Taeyeon berjalan mendekati tempat mini party mereka. Tidak ingin ketahuan oleh seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu, Taeyeon perlahan berlari keluar menghampiri orang yang ditunggunya.

Eotte oppa? Kau membelinya?” Ujar Taeyeon sambil mengedarkan pandangannya mencari barang bawaan orang yang dipanggilnya oppa itu.

“Tentu saja, Taeyeon-ssi. Ini, Jweseonghamnida jika kau menunggu lama, di daerah ini tak terlalu banyak menjual kue.” Ujar lelaki bersuara bass itu sambil memberikan Taeyeon sekotak kue yang digenggamnya.

Aigoo, aniyo oppa, ini sudah lebih dari cukup. Jeongmal Jweseonghamnida sudah sangat merepotkanmu. Ayo kita ke dalam, pasti mereka semua sudah mencurigaiku.” Jawab Taeyeon menerima kue itu dan membawanya langsung ke dalam ruangan mini party bersama lelaki itu berjalan di depannya.

Lelaki itu memasuki ruangan lebih dulu dan seluruh pasang mata memandang aneh ke arah lelaki itu. Bukan karena apa, mereka semua tahu bahwa yeoja yang berdiri di belakang lelaki itu tidak asing bagi mereka. “Oh? Manager Park? Apa yang Taeyeon lakukan berdiri di belakangmu?” Ujar Ham PD melihat keanehan itu, Joongki juga merasa ada yang aneh dengan Taeyeon, malahan Joongki bertanya-tanya dalam hatinya, apa hubungan managernya dengan Taeyeon sampai-sampai teman akrabnya itu rela menunggunya.

Ye?A.. a… ani… hmm.. Taeyeon-ssi ku rasa kau harus mengungkapkannya sekarang.” Ujar Manager Park, yang berhasil membuat seluruh pasang mata di hadapannya membelalakkan mata mendengar penuturannya, dan yang tak kalah kagetnya adalah Joongki, Ia sampai berfikiran yang tidak-tidak mendengar perkataan managernya itu.

clip_image016

Akhirnya Taeyeon keluar dari persembunyiannya dengan senyum lebar diwajahnya, membuat seluruh aktor dan staff refleks tersenyum tak terkecuali Joongki.

Chukkae Descendant of The Sun team. Aku sungguh tak tahu harus memberikan apa terhadap kalian, meskipun ini baru awal syuting kalian, tetapi aku harus tetap memberi kalian ucapan selamat dan doa, kan? Aigoo, apakah ini terlalu murahan? Aku tak tahu caranya memberi kejutan yang baik.” Jelas Taeyeon yang pipinya mulai memerah dan tertunduk malu.

“Hahaha Taeyeon-ssi, kau berhasil membuat kami kebingungan huh? Aku bahkan sampai mengira kau dan manager Park memiliki rahasia besar yang akan kau beritahukan kepada kami.” Ujar Kim writer-nim mewakili pertanyaan seluruh staff dan aktor yang ada di situ. “Kemarilah, kau tak harus repot seperti itu, traktiranmu malam ini sudah lebih dari cukup.” Lanjut Kim writer-nim lagi.

Suasana menjadi hangat dengan kejutan kecil dari Taeyeon, saat ini Taeyeon sudah duduk di samping Joongki dan baru saja menyelesaikan makan malamnya. Untuk malam ini, para staff dan aktor akan beristirahat dari syuting mereka. “Joongki-ssi, Hye Kyo-ssi, Jiwon-ssi dan Jin Goo-ssi, besok pagi kita akan menyeberang pulau untuk syuting beberapa scene. Aku, Lee PD dan Yoo PD yang akan menemanimu kesana, untuk yang tinggal akan tetap syuting scene yang lain bersama Baek PD dan Park PD. Jadi istirahatlah yang cukup malam ini.” Jelas Ham PD sembari membaca lembaran jadwal syuting yang Ia genggam. Nama yang di panggil mengiyakan secara bersamaan. Taeyeon hanya diam saja, karena Ia tahu diri kalau dia hanya tamu di sini.

“Taeyeon-ssi, apa kau ingin ikut ke pulau besok pagi?” Tawar Yoo PD kepada Taeyeon.

Ne? Aku? A.. Kalau itu tidak membebani kalian, bolehkah?” Ujar Taeyeon sedikit risih mendapat sorotan lagi.

“Tentu saja tidak, Taeyeon-ssi. Yang ada mungkin Joongki tak mau pergi jika kau tak ikut.” Respon Yoo PD. Ucapan Yoo PD barusan berhasil membuat semua orang tertawa, Joongki dan Taeyeon juga saling tatap dan tertawa.

“Tapi, bukankah acara malam ini terasa hampa? Bagaimana kalau Taeyeon-ssi menyanyi untuk kita.” Ide Kim writer-nim membuat Taeyeon sedikit kaget.

“Benar, bernyanyilah untuk kami, Taeyeon-ssi. Aku pernah merekomendasikanmu untuk mengisi soundtrack di drama ini, tapi ternyata kau juga sibuk untuk album solomu.” Lanjut Baek PD yang direspon anggukan para staff dan aktor.

Ne, hiburlah kami malam ini, Taeyeon-ssi. Setidaknya biarkan kami secara eksklusif mendengar suara indahmu itu.” Ujar salah satu staff dan membuat Taeyeon mau tidak mau menerima permintaan mereka.

“Baiklah, aku akan bernyanyi untuk kalian. Tapi jangan menertawakan jika suaraku sedikit false, oke?” Taeyeon pun bangkit berdiri, dan dari samping Joongki memberikan botol untuk digunakan sebagai microfontnya.

Taeyeon menutup matanya, dan mulai bernyanyi salah satu lagu yang pernah Ia nyanyikan untuk sebuah film berjudul Mr.Go. Seluruh pasang mata mendengarkan dan menghayati dengan seksama suara Taeyeon, tak terkecuali Joongki yang sangat-sangat menyukai suara Taeyeon.

(nb : kalau mau dapat feelnya, baca lirik lagunya sambil dengerin mr. removed bye yaa. Lebih ngena sih menurut aku, ini linknya : https://www.youtube.com/watch?v=pSQDGzCwG8o)

clip_image018

Keut.” Senyum Taeyeon mengakhiri nyanyiannya dan disambut tepuk tangan meriah dari para staff dan aktor yang berada di situ, bahkan ada beberapa orang yang matanya berkaca-kaca mendengar suara Taeyeon.

Setelah acara mini party, Taeyeon mengajak Joongki untuk mencari udara segar di luar, Joongki membawa Taeyeon untuk duduk di depan medicube –salah satu properti syuting DOTS-

Whoa, aku suka tempat ini. Jinjja my style.” Taeyeon tersenyum lebar sembari menghirup udara Yunani.

Joongki membuka kedua penutup kaleng bir yang Ia bawa, “Kejutanmu cukup mengagumkan, Kim Taeyeon” Senyum Joongki sembari memberikan satu bir tersebut kepada Taeyeon.

Taeyeon hanya tertawa pelan, “So cheesy, right? Aku tak tahu harus memberi kalian apa, setidaknya aku harus membawa sesuatu kan?” Ujar Taeyeon dan mengambil bir dari tangan Joongki.

“Tidak juga, kau sudah membayar catering tadi sudah lebih dari cukup.” Respon Joongki yang hanya dibalas anggukan dari Taeyeon, “Lalu kapan kau akan kembali ke Seoul?” Lanjut Joongki.

Taeyeon meneguk birnya dan kemudian terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Joongki, “Uhuk.. uhuk.. mwoya? Aku baru saja sampai dan kau sudah mengusirku huh? Kalau aku tahu, lebih baik aku tak usah datang kesini.”

Joongki hanya tertawa pelan sembari menatap Taeyeon dari samping, “Aniya, kau tidak mungkin menemaniku disini sampai akhir bulan kan? Kau juga harus mempersiapkan debut solomu, miss perfect.

Taeyeon mengangguk dan meletakkan kaleng bir yang Ia genggam di depannya, Taeyeon balik menatap Joongki dan mengisyaratkan lelaki itu untuk memanjangkan kakinya ke depan, Joongki yang tidak mengerti hanya mengikuti kode dari Taeyeon. Setelah Joongki memanjangkan kakinya, Taeyeon langsung menidurkan badannya dan menaruh kepalanya di paha Joongki. Joongki hanya tersenyum, Ia tahu alasan Taeyeon menyuruhnya melakukan hal itu.

“Aku akan pulang tanggal 10 pagi, aku harus mengunjungi eomma dan appa di Jeonju, lalu kembali rekaman untuk lagu-lagu lainnya.” Jelas Taeyeon sambil menatap ke langit malam dan memainkan jari jemarinya di udara kosong.

Joongki mengangguk, “Mmm, sampaikan salamku pada orang tuamu, lain kali aku akan ikut mengunjunginya denganmu. Kalau begitu aku akan mengantarmu ke bandara nanti.”

Gwenchana, kau tak usah mengantarku. Kau harus syuting, Song Joongki. Biar managermu saja yang mengantarku.” Jawab Taeyeon yang menatap Joongki dari bawah.

Joongki tertawa lagi, “Kau tahu, aku kira tadi kau akan mengungkapkan sesuatu dengan managerku, aku kira kalian jatuh cinta satu sama lain.” Taeyeon tertawa lepas mendengar penuturan Joongki, Joongki memperhatikan wajah yeoja yang tidur di pangkuannya saat ini, ‘kyeopta’ ujar Joongki dalam hati.

Suasana seketika hening untuk beberapa waktu, Taeyeon memainkan tangannya kembali ke udara, saat ini gadis itu menuliskan namanya dan Joongki di udara. Joongki hanya memperhatikannya, “Siapa namamu di drama ini?” Tanya Taeyeon memecah keheningan.

“Yoo Si Jin” Jawab Joongki singkat, kemudian Ia memperhatikan Taeyeon menulis nama itu di udara lagi, membuat Joongki tersenyum.

“Kau tak istirahat? Besok akan jadi hari yang panjang, bukan? Kau harus syuting di pulau sampai petang dan kembali syuting di sini.” Ujar Taeyeon dan menatap Joongki lagi dari bawah.

Joongki hanya menggeleng dan ikut merebahkan tubuhnya ke belakang dengan tangannya menjadi bantal untuk kepalanya tanpa mengganggu posisi Taeyeon. Jika dilihat dari atas, saat ini mereka sedang berbaring dengan posisi huruf L, Joongki secara vertikal dan Taeyeon secara horizontal. “Setidaknya kita harus menikmati waktu ini, Kim Taeyeon. Setelah ini kau akan kembali sibuk dengan debut solomu, dan aku akan melanjutkan syutingku di Korea, apalagi kau tahu sendiri drama ini syuting sebelum tayang, jadi aku harus fokus. Kita akan sangat jarang bertemu, mungkin aku hanya akan curi-curi waktu untuk menghubungimu nanti. Seandainya bisa, aku yang akan menemanimu syuting di New Zealand, tapi aku tidak tahu kalau jadwal kita akan bertabrakan seperti ini.” Ujar Joongki panjang lebar sambil menatap langit malam di atasnya.

Taeyeon terdiam mencerna setiap kalimat yang Joongki ucapkan, “Aigoo, mwoya… kenapa kau jadi mellow seperti ini, huh? Kita harus professional, tuan Song. Bukankah kau sendiri yang katakan bahwa kita hanya harus menjalani jadwal ini dan setelah itu kita akan pergi berlibur kemana pun aku mau, kan? Lagipula… apa kau tidak bisa hidup tanpaku, huh? Ku rasa kau tak ingin jauh-jauh dariku, ckck.” Respon Taeyeon mencoba mengimbangi mood Joongki saat ini. Taeyeon memahami betul, jika Joongki sudah memulai sikap mellow nya, lelaki itu akan terbawa perasaannya dan akan terus memikirkannya. Sama halnya saat Joongki akan masuk wamil, Ia sampai menangis karena harus berpisah dengan Taeyeon. Taeyeon sendiri tak mengerti mengapa Joongki bisa seperti itu, tetapi setelah mempelajari sifat Joongki, Ia mengerti bahwa lelaki itu trauma akan sesuatu di masa lalunya yang membuat Joongki takut untuk kehilangan seseorang yang sudah memasuki kehidupannya.

Joongki hanya tersenyum mendengar respon Taeyeon dan suasana kembali hening. Lagi-lagi Taeyeon mampu membaca suasana ini, “Hmm.. Bagaimana dengan Hye Kyo eonni? Apakah berjalan lancar?” Tanya Taeyeon mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Yah.. seperti itulah, aku hanya merasa.. sepertinya rasa penasaranku terhadap Hye Kyo nuna sudah menghilang, seperti.. aku tidak tertarik lagi padanya, mungkin?”

Refleks Taeyeon membelalakkan matanya kemudian bangkit duduk dan memukul perut sahabatnya itu, “Yak! Mwoya??! Apa kau sudah gila? Kau baru seminggu bersamanya dan mengatakan hal itu? Bagaimana.. bagaimana bisa? Dari awal aku mengenalmu, kau selalu bercerita dan bagaimana kau sangat menyukai Hye Kyo eonni, jika aku menelfonmu saat wamil juga pasti kau akan membahasnya, bahkan telingaku sampai kepanasan mendengar cerita fantasimu apabila kau benar-benar menjalin hubungan dengan Hye Kyo eonni. Dan sekarang apa katamu? Kau hanya penasaran? Sudah hampir 5 tahun aku mendengar celotehmu tentang dia dan kau katakan—Heol! Neo jinjja… Kau benar-benar sesuatu, Song Joongki.” Cerewet Taeyeon yang sekarang sudah duduk menghadap Joongki yang tidak mengubah posisinya, lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya sembari memperlihatkan deretan gigi-giginya. “Mwoya.. Ini tidak benar, ani.. Kau tak boleh menyerah secepat ini. Mungkin kau belum mengenalnya.. benar, kau harus tetap mendekatinya, kau harus mendekatinya lalu… BAM!!! Catch her heart.” Lanjut Taeyeon sambil melayangkan tangannya di udara dan seperti menangkap sesuatu.

Joongki lagi lagi dan lagi tersenyum melihat tingkah Taeyeon yang terlalu bersemangat, “Baiklah, aku akan tetap mendekatinya.” Ujar Joongki dan ikut membangunkan badannya duduk berhadapan dengan Taeyeon, tiba-tiba Ia teringat sesuatu, “Dan.. oh iya, ada hal yang harus kau ketahui, miss perfect.” Lanjut Joongki dan mengambil ponselnya dari saku celananya. Taeyeon menatap Joongki dengan tatapan ‘apa itu’. Joongki tidak langsung merespon Taeyeon, Ia mencari sesuatu di ponselnya dan kemudian memberikan itu kepada Taeyeon.

Taeyeon mengambil ponsel Joongki dan dengan malas mulai melihat sesuatu yang ingin Joongki perlihatkan kepadanya, lebih tepatnya Taeyeon membaca apa yang tertera di ponsel Joongki. Taeyeon refleks membelalakkan matanya setelah membaca beberapa kalimat.

G-Dragon and Taeyeon rumored to be in a relationship?

Big Bang‘s leader G-Dragon and SNSD‘s leader Taeyeon are having rumors that these two are in a relationship together and ‘getting closer’, as a netizens said on one of his/her posts. Is this true?

A post on Pann brought into light the rumors after the original post which was posted on DC Gallery before.

The rumor was that the leader of the biggest boy band and the leader of the most popular girl group is dating secretly after they have been introduced by a mutual friend. This adds to the suspicion of netizens as Big Bang‘s G-Dragon has recently broken up with Korean-Japanese model Mizuhara Kiko. Until now, there’s no official statement from both agencies yet.

If the rumours are true, it would indeed be a marriage of music, fashion and style. GD and Taeyeon, the front members of their respective bands share similar interests like food, fashion and an active interest in social media.

Setelah membaca berita itu, Taeyeon menatap Joongki tanpa ada pergerakan sedikitpun, seolah-olah meminta Joongki untuk menjelaskan apa yang baru saja Ia baca. Joongki hanya mengangkat bahunya tanda bahwa Ia sama sekali tidak tahu apa-apa.

Ani.. ige.. GD? Wae… eotte.. aniyo.. maksudku… apa.. ini…… AH jinjja!!! Ige mwoya, oppa?” Kesal Taeyeon meminta penjelasan ke Joongki sambil memperlihatkan layar ponsel itu kepadanya.

“Aku tak tahu, Kim Taeyeon. Kemarin aku juga kaget saat Onew memperlihatkan itu padaku. Ternyata agensi mencoba menghubungimu melalui Onew, mereka kira kau sudah tiba di sini. Kau tak bisa dihubungi sama sekali, jadi Onew memberitahu mereka bahwa Ia akan memberitahumu saat sudah tiba, dan tadi Onew yang memintaku untuk menyampaikan hal ini padamu. Lagian apa kau tak membuka internet hari ini, hm?” Jelas Joongki.

Taeyeon menurunkan ponsel Joongki, badannya mulai melemas, “Ani, aku tak sempat membeli kartu perdana tadi. Aku masih memakai kartu perdana daerah New Zealand, mana bisa jaringannya sampai sini. Ah, jinjja.” Taeyeon mengacak-acak rambutnya kemudian menatap kosong ke arah Joongki, Joongki hanya memperhatikan Taeyeon, “Kau tahu manager Ming kan? Dia bersahabat dengan salah satu manager Bigbang, saat itu manager Bigbang mengajak semua member SNSD untuk datang di acara ulang tahunnya, karena waktu itu hanya aku, Tiffany dan Yuri tidak memiliki jadwal apapun, makanya kami menyetujui ajakan manager Ming. Saat di sana ternyata seluruh member Bigbang juga hadir, Tiffany dan Yuri yang memang sudah akrab dengan member Bigbang kemudian memperkenalkanku dengan mereka. Kemudian kami mulai bercerita tentang idol-idol muda yang sudah memulai debutnya, dan saat itu aku memang duduk berhadapan dengan GD, tapi aku tak tahu kalau akan menjadi masalah seperti ini.” Jelas Taeyeon yang kemudian memusatkan pandangannya ke Joongki.

Joongki mengangguk mendengar penuturan Taeyeon, “Masalah? Kenapa itu jadi masalah untukmu hm? Sama seperti dating rumor kita beredar dulu, kau bisa langsung mengklarifikasinya kan?”

Kali ini Taeyeon yang mengangguk, “Ini berbeda oppa. Kita berdua memang pada dasarnya sudah akrab dan sudah mengira-ngira bahwa akan keluar rumor tentang kita berdua. Tapi ini? Aku bahkan tidak akrab dengannya, apalagi dia… seorang G-Dragon, pasti akan banyak fansnya yang tak menyukaiku. Aku juga tidak tahu bagaimana sifatnya, bagaimana kalau Ia tersinggung dengan berita ini? Lagian kenapa bisa rumor gila seperti ini beredar?” Joongki mengerti arah pembicaraan Taeyeon, gadis itu hanya merasa tidak enak terhadap GD. Apalagi GD dan Taeyeon memang tidak dekat, mereka hanya bertemu sekali secara private.

“Kalau begitu, besok kau harus menghubungi agensimu, agar mereka bisa mengeluarkan pernyataan resmi untuk ini.” Dengan mantap Taeyeon menganggukkan kepalanya sambil tersenyum simpul menatap Joongki. Joongki mengambil sekaleng bir yang Taeyeon letakkan di sampingnya, dan memberikannya kepada gadis itu.

Taeyeon dan Joongki menghabiskan malam bercerita tentang banyak hal, termasuk hal yang tidak penting sama sekali. Taeyeon juga meminta Joongki menceritakan alur cerita dramanya dan berjanji tidak akan membocorkannya kepada siapapun. Tidak mau kalah dengan Taeyeon, Joongki juga meminta Taeyeon untuk menyanyikan lagu debut solonya.

Wednesday, 10th June 2015

Taeyeon melangkahkan kakinya keluar dari kamar yang selama 4 malam Ia tempati di Yunani, hari ini Taeyeon akan kembali ke Korea seperti yang sudah Ia jadwalkan sebelumnya. Mengenai kasus dating rumornya dengan GD, Taeyeon sudah berbicara kepada agensi dan menceritakan penyebab rumor itu beredar.

Selama berada di Yunani, Taeyeon pergi menemani Joongki syuting di salah satu pulau yang tidak jauh dari lokasi utama. Di sana Joongki syuting salah satu episode awal dan episode terakhirnya. Selain itu, Taeyeon juga mengambil alih tugas stylist Joongki untuk memperbaiki make up dan rambut Joongki selama syuting berlangsung.

Koper Taeyeon sudah di bawa duluan oleh manager Joongki yang akan mengantarnya ke bandara. Sebelum benar-benar pergi dari lokasi syuting sahabatnya itu, Ia pamit kepada seluruh PD dan staff drama Descendant of The Sun. Setelah itu Taeyeon menghampiri Joongki yang ternyata sedang prepare untuk memulai syutingnya bersama seseorang.

clip_image020

Taeyeon tersenyum dari jauh memperhatikan Joongki yang sedang sibuk membaca naskahnya bersama JinGoo, salah satu pemeran utama drama itu. “Annyeong, apa aku mengganggu kalian?” Sapa Taeyeon ketika sudah tiba di depan kedua namja itu.

“Oh, Taeyeon-ssi, kau akan berangkat sekarang?” Sapa lelaki yang mengenakan baju putih, mengalihkan pandangannya kepada Taeyeon.

Ne, oppa. Pesawatku akan lepas landas jam 10 pagi. Mianhae sudah mengganggu kalian, aku hanya ingin pamitan.” Ucap Taeyeon manis, membuat JinGoo tak berhenti tersenyum melihatnya.

“Manager hyung yang akan mengantarmu kan? Jangan lupa mengabariku kalau sudah tiba di Korea, oke?” Kali ini Joongki yang mengeluarkan suara.

Taeyeon hanya mengangguk, “Baiklah, lanjutkan syuting kalian, aku akan menunggu manager oppa di sana. Annyeonghaseo” Ujar Taeyeon dan membungkukkan badannya ke arah JinGoo yang masih mengukir senyuman di bibirnya.

“Oppa, na ganta (aku pergi)” Ucap Taeyeon tersenyum kepada Joongki dan berlalu dari hadapan mereka berdua.

Sesudah Taeyeon pergi, Joongki langsung berlari lewat jalan lain tak lupa Ia mengambil sweaternya membuat JinGoo tertawa. JinGoo mengetahui maksud kelakuan Joongki.

Taeyeon berjalan menuju tempat parkir, Ia dapat melihat dengan jelas sudah ada seseorang yang menunggunya di sana. Taeyeon meyakini itu adalah Park manager yang akan mengantarnya ke bandara, tetap semakin Taeyeon mendekat ke arahnya, Ia semakin yakin bahwa namja yang berdiri di depan mobil bukanlah Park manager.

“Oh? Joongki oppa?” Taeyeon sedikit heran melihat namja yang barusan disapanya tadi kini sudah berdiri di depannya, dengan wajah polosnya.

clip_image022

Taeyeon berjalan menghampiri Joongki dengan tatapan penuh tanya, sayangnya pria yang ditatap hanya menampakkan senyuman mematikan yang juga memperlihatkan deretan gigi-gigi putihnya.

Ppalli, aku harus kembali syuting.” Ujar Joongki saat Taeyeon baru saja tiba di hadapannya. Joongki membukakan pintu untuk Taeyeon. Taeyeon masih terdiam diposisinya jika Joongki tak mendorongnya masuk ke dalam mobil.

Mwoya? Sudah aku katakan kau tak perlu mengantarku, pabo” Ucap Taeyeon saat Joongki masuk dan mulai mengemudikan mobilnya.

“Tapi aku ingin mengantarmu, pabo.” Respon Joongki yang menyamai nada bicara Taeyeon. Taeyeon hanya terkekeh pelan dan menyandarkan dirinya ke jok mobil.

“Lain kali kau harus lebih berhati-hati jika bertemu dengan idol namja.” Joongki membuka pembicaraan sambil tetap fokus kepada jalanan di depannya.

Mwoya, aku sudah terbiasa dengan rumor-rumor seperti ini. Kehhh, kau tak usah mengkhawatirkanku, Tuan Song. Fokus saja pada misimu untuk mendapatkan hati Hye Kyo eonni, kau sudah sejauh ini dan jika kau masih gagal… Aku tak tahu harus berkata apa lagi, oppa.” Kali ini Joongki yang terkekeh mendengar ucapan mengintimidasi Taeyeon. “Kemarin saat kau sedang syuting, aku sempat bercerita dengan Hye Kyo eonni, dia katakan kalau kau cukup menarik sebagai seorang namja. Aku rasa kau ada peluang, oppa.” Komentar Taeyeon lagi yang membuat Joongki hanya menggelengkan kepalanya.

“Diamlah, minum dan makanlah ini, Manager Park mengatakan kau belum sarapan.” Ujar Joongki yang masih fokus ke jalanan di depannya sembari memberikan kantong plastik berisi cappuccino kemasan kaleng dan roti sandwich kesukaan Taeyeon. Taeyeon mengambilnya dan mengikuti keinginan Joongki untuk diam dan memakan rotinya.

“Buka mulutmu” Taeyeon mengarahkan roti sandwichnya ke mulut Joongki yang membuat Joongki sedikit tidak fokus, Joongki menggelengkan kepalanya tanda Ia tak mau, “Ppalli, makanlah sedikit.” Karena didesak, akhirnya Joongki membuka mulutnya dan memakan roti itu.

Setiba di bandara, Taeyeon pamit lagi kepada Joongki dan memeluk lelaki itu. “Jangan lupa menghubungiku kalau sudah tiba, oke?” Ujar Joongki yang direspon anggukan pasti dari Taeyeon. Kali ini Joongki yang memeluk Taeyeon cukup lama, “Mianhae, aku tak bisa pulang bersamamu.” Ucap Joongki yang masih memeluk Taeyeon.

Taeyeon tersenyum simpul lalu melepas pelukan Joongki, “Aniya, kita harus professional oppa. Kau harus menyelesaikan syuting dan misimu, aku akan mempersiapkan albumku. Setelah itu sesuai janjimu, kita akan berlibur kemanapun.” Joongki mengangguk sembari tersenyum dan menyuruh Taeyeon untuk segera check in. Setelah Taeyeon memasuki ruang tunggu, Joongki masih menunggu di luar memastikan pesawat Taeyeon telah berangkat lalu kembali ke lokasi syutingnya.

OoZ

Thursday, 08th October 2015

Sudah kurang lebih 4 bulan Taeyeon menyelesaikan segala sesuatu untuk debut solonya, setelah kembali dari Yunani, Taeyeon dan Joongki tidak pernah lagi bertemu. Hanya saja mereka tetap saling berhubungan melalui chat atau telfon, itu semua dikarenakan jadwal padat Joongki yang mengharuskannya syuting di daerah Gyeonggi setelah menyelesaikan syutingnya di Yunani. Selain itu, persiapan Taeyeon untuk album ini sangat menyita waktunya.

Hari ini Taeyeon akan memulai debut solonya sebagai penyanyi Kim Taeyeon di acara musik M! Countdown. Taeyeon sudah memberitahu Joongki lewat chat line bahwa akan debut hari ini, tetapi Taeyeon mengerti saat Joongki mengatakan bahwa jadwalnya juga sangat padat hari ini.

Taeyeon sangat gugup saat pertama kali muncul di panggung, suasana ini berbeda ketika Ia comeback bersama membernya, SNSD. Kali ini Taeyeon sendirian, berdiri di hadapan ratusan fans yang memadati studia MNet. Taeyeon menghela nafasnya dan mulai melantunkan lagunya yang berjudul I.

clip_image024

Taeyeon menyelesaikan aksi panggung pertamanya dengan perasaan lega, sekarang Taeyeon menuju kembali ke backstage. Di backstage Taeyeon saling menyapa dengan hoobae-hoobaenya yang tampil dalam acara musik hari ini sebelum masuk kembali ke dalam ruangan yang tertulis ‘Kim Taeyeon’ di depannya.

“Ahh, eonni!!! aku sudah menyelesaikan tampilan pertamaku.” Teriak Taeyeon gembira memasuki ruangannya dan langsung memeluk stylist eonni yang sangat dekat dengannya dan juga merupakan stylist SNSD. Seo Soo Kyung –nama stylistnya- menerima pelukan Taeyeon dengan senyum yang dipaksakan.

“Taeyeon-ah, sebenarnya aku dilarang memberitahumu, tapi ku rasa kau harus mengetahui ini.” Ucap Soo Kyung sembari melepas pelukan Taeyeon. Seluruh manager yang ada dalam ruangan itu, menatap ke arah Taeyeon dan Jiyoung.

Senyum di wajah Taeyeon kini hilang, melihat wajah khawatir stylistnya membuat Taeyeon merasa ada hal buruk yang terjadi. “Ji Woong barusan menelfonku… appa mu dilarikan ke rumah sakit.. Tapi Ji woong katakan itu tidak parah, oleh karena itu kau tak perlu khawatir, oke? Kau harus tetap-” belum sempat Soo Kyung menyelesaikan ucapannya, Taeyeon sudah lebih dulu pergi dari hadapannya.

Taeyeon mengambil tasnya dan berjalan ke arah salah satu manager oppa yang mengendarai mobil. “Berikan aku kunci mobilnya.” Ujar Taeyeon dengan suara lemahnya, sambil menjulurkan tangan meminta kunci mobil. Manager Taeyeon hanya terdiam, bingung harus memberikan Taeyeon kuncinya atau tidak.

Taeyeon menghela nafasnya, “Ppalli, BERIKAN AKU KUNCINYA!!!” Taeyeon berteriak yang membuat managernya langsung memberikan kunci mobil tersebut.

Taeyeon mengambil kunci itu dan berlari keluar dari gedung MNET, Ia mengabaikan teriakan stylist dan para manager yang memanggilnya, Ia juga mengabaikan semua orang yang Ia lewati sepanjang koridor yang menatap penuh tanya ke arahnya.

Airmata Taeyeon tak dapat terbendung lagi saat Ia sudah memasuki mobilnya, “Kau harus kuat, Kim Taeyeon.” Ujar Taeyeon pada diri sendiri lalu menyeka airmatanya dan mulai menjalankan mobilnya menuju Jeonju, kota asal Taeyeon.

Taeyeon sangat menyayangi ayahnya, Ia jauh lebih dekat dengan ayahnya dibandingkan ibunya. Untuk itu Taeyeon sangat sensitif jika terjadi hal yang tidak-tidak pada ayahnya.

Baru beberapa menit dalam perjalanan, Taeyeon mendapat panggilan dari oppanya. Taeyeon mengangkat telfon itu dan berkemudi dengan satu tangan, Taeyeon tidak langsung bicara melainkan menunggu oppanya untuk berbicara lebih dulu.

Eodiga? Aku sudah katakan pada managermu kalau penyakit appa tidak serius, Kim Taeyeon.” Ujar oppa Taeyeon dari seberang sana dengan suara tegasnya.

“Aku akan ke sana, tunggu aku di rumah sakit. Kirimkan aku letak ruangan appa.” Taeyeon tidak mengindahkan perkataan oppanya.

Kau baru saja comeback, Taeyeon. Apa yang agensimu akan katakan kalau kau melari-”

“Aku akan tetap tampil besok, Kim Ji Woong. Aku hanya ingin memastikan perkataanmu apakah benar penyakit appa tidak serius, kalau benar aku akan langsung kembali ke Seoul.” Ucap Taeyeon memotong omelan Ji Woong.

Terdengar helaan nafas Ji Woong dari seberang telfon, “Baiklah, setidaknya kau harus membawa seseorang untuk menemanimu. Ah.. Ajaklah Joongki, dia sudah di Seoul kan? Ajaklah dia untuk menemanimu.”

Taeyeon mematikan sepihak telfon Ji Woong dan kembali fokus pada kemudinya. Taeyeon memikirkan saran oppanya untuk mengajak Joongki, tetapi Taeyeon tahu kalau Joongki pasti sibuk. Taeyeon melihat waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tak ada salahnya Ia menelfon Joongki.

Saat ini Joongki sedang dalam perjalanan untuk pergi makan malam bersama para cast dan staff drama barunya. Joongki tidak sendiri, di sampingnya kini duduk yeoja yang menjadi lawan mainnya di drama tersebut sekaligus yeoja yang sedang Ia incar, Song Hye Kyo. Joongki sengaja mengajak Hye Kyo untuk pergi bersama ke restoran untuk lebih mendekatkan diri lagi dengan wanita itu.

“Ahh benar, bukankah hari ini Taeyeon-ssi memulai debutnya?” Ujar Hye Kyo membuka percakapan.

Joongki yang masih fokus pada jalanan di depannya hanya mengangguk sambil tersenyum, “Ne noona.”

“Harusnya kau pergi untuk mendukungnya, kalian sudah lama tidak bertemu kan?” Tanya Hye Kyo lagi sambil menatap ke arah luar jendela.

Joongki menatap Hye Kyo sekilas, “Kami bisa bertemu dilain waktu noona, hari ini khusus untukmu.” Hye Kyo terkekeh mendengar ucapan ‘gombal’ Joongki barusan.

Suasana mulai hening dan terselamatkan ketika handphone Joongki bordering, tanda ada panggilan masuk. Joongki hanya menatap layar hpnya kemudian kembali fokus pada kemudinya.

Mwoya, kenapa kau tak mengangkatnya? Mungkin saja itu penting.” Hye Kyo merasa heran.

Aniya noona, bukan apa-apa. Lihatlah, kita sudah sampai.” Ujar Joongki dan memarkirkan mobilnya di depan restoran. Joongki mengambil hpnya yang masih berdering dan keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Hye Kyo sambil tersenyum sangat manis.

Sudah 2 kali Taeyeon menelfon Joongki, tetapi lelaki itu tidak mengangkat telfonnya. Taeyeon sedikit heran, jika Joongki sedang ada schedule Ia tak akan mengaktifkan hpnya. Taeyeon menginjak rem saat traffic light di depannya berwarna merah.

Sekali lagi Taeyeon mencoba ingin menelfon Joongki, baru saja Ia meletakkan hp di telinganya, Taeyeon tak sengaja memandang ke arah seberang jalan tepat di depan sebuah restoran. Taeyeon tidak salah lihat, lelaki yang turun dari mobil Mercedes hitam itu adalah lelaki yang sangat Ia kenal. Song Joongki. Iya, Joongki turun dari mobil dengan sumringah lebar di bibirnya sembari menggenggam handphone yang Ia biarkan berbunyi. Meski samar-samar, Taeyeon tahu betul saat ini Joongki mengabaikan telfonnya. Taeyeon masih terpaku melihat pria itu dengan senangnya mengabaikan telfon Taeyeon dan alasannya adalah…… karena sedang bersama Song Hye Kyo. Begitulah pikiran Taeyeon.

Tatapan Taeyeon terbuyar saat mobil di belakangnya mulai membunyikan klakson. Taeyeon kembali memfokuskan diri dan mulai menjalankan mobilnya kembali menuju Jeonju. Saat ini otak Taeyeon sedang dipenuhi beratus pertanyaan dan asumsi tentang Joongki, sahabatnya itu.

“Kau benar-benar pembohong, Song Joongki” Gumam Taeyeon. Taeyeon tersenyum miris dan mengingat perkataan Joongki beberapa tahun yang lalu.

“Jangan pernah mengendarai mobil jika suasana hatimu sedang buruk, miss perfect. Kau tahu? Aku sangat benci jika harus membawa mobil sendiri, untuk itu aku selalu menyuruhmu untuk menemaniku. Jadi, jika kau membutuhkanku kapan saja dan jam berapapun itu.. aku akan menemanimu. Meskipun itu hanya sekedar untuk mencari udara segar.”

Taeyeon tak mengira airmatanya jatuh begitu saja mengigat kembali ucapan Joongki, saat ini pikiran Taeyeon sudah cukup dikagetkan dengan kabar ayahnya lalu tak sengaja Ia melihat Joongki yang mengabaikan telfonnya. Taeyeon menguatkan dirinya sendiri dan melanjutkan perjalanannya sampai ke Jeonju.

Ji Woong mengajak adiknya keluar dari ruangan appanya. Jam telah menunjukkan hampir pukul 2 pagi, dan Taeyeon belum beristirahat sedikitpun. “Kalau begitu, aku akan mengantarmu kembali ke Seoul.” Ujar Ji Woong menatap Taeyeon yang lebih dulu duduk di kursi tunggu depan ruangan ayahnya.

Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Oppa, aku akan menunggu appa sadar lalu kembali ke Seoul. Oppa pulanglah, kau harus menemani eomma dan Hayeon di rumah.” Awalnya Ji Woong menolak, tetapi Taeyeon tetap keras kepala dan mengancam kakaknya. Akhirnya sesuai permintaan Taeyeon, Ji Woong kembali ke rumahnya dan membiarkan Taeyeon menunggu appanya.

Taeyeon masih duduk di depan ruangan appanya, jujur saja badan Taeyeon tidak bisa diajak kompromi lagi. Gadis itu terlalu lelah. Taeyeon mengambil hpnya dan melihat tak ada satupun chat atau panggilan dari Joongki, yang ada hanyalah chat di grup line SNSD.

Ppany : Guys!!! Uri Taeyeon pergi ke Jeonju tanpa memberitahu kita. Appanya sedang sakit.

ChoiSoo : Mwoya, harusnya kau memberitahu kami. Kau tahu darimana ppany-ah?

Yoong : Bukankah Taeyeon eonni hari ini debut stage?

Hyooo : Apakah appanya sakit parah? Harusnya kita menemaninya

Yulli : Taeyeon pasti dalam perjalanan saat ini, jangan lupa mengabari kami~

Ppany : Tadi Soo Kyung eonni menghubungiku

Yoong : Aku sedang di China, eonni T.T apakah Taeyeon eonni baik-baik saja?

Seobaby : Taeyeon eonni tidak mengangkat telfonku, Himnae eonniyaa^^

Hyooo : Kita tunggu saja kabar dari Taeyeon, apakah tidak ada seseorang yang menemaninya?

Ppany : Aniyeyo, Taeyeon langsung pergi dan terburu-buru.

Yulli : Taeyeon pasti baik-baik saja, yeorobun.. Besok kita bertemu di dorm!!! Aku sangat merindukan kalian.

ChoiSoo : Ne, kita menginap di dorm saja besok. Taeyeon pasti akan kembali besok. Jika tidak, kita yang ke Jeonju. Yoong-ah, jam berapa pesawatmu besok?

Yoong : Aku akan berangkat jam 8 pagi eonni, aku akan langsung tiba di dorm^^

SoonKyu : Ige mwoya? Aku baru menyelesaikan acara radioku. Ada apa dengan Taeyeon?

Seobaby : Eonni bacalah chat kami sebelumnya~~

Taeyeon membaca grup chat SNSD yang berisi 100 lebih pesan tak terbaca, Taeyeon tersenyum. Ia menyadari satu hal, meskipun Taeyeon harus kehilangan Joongki. Ia masih memiliki SNSD, saudara-saudaranya.

Taeyeon pun mengetik sesuatu dan mengirimkannya di grup chat, “Yeodeura annyeong^^ aigoo jeongmal mianhae sudah membuat kalian khawatir, aku sudah tiba di Jeonju 2 jam yang lalu. Appa baik-baik saja, sekarang Ia sedang tidur. Aku akan menunggunya bangun lalu kembali ke Seoul. Mungkin pagi nanti baru aku kembali. Dan Call! Aku akan langsung ke dorm setelah menyelasaikan stageku. Kalian jangan lupa beristirahat, Jaljayooo~~”

Rasa kantuk Taeyeon hilang karena sedang keasyikan chat dengan membernya. Ternyata masih ada beberapa member yang belum istirahat. Seperti Yoona, Hyoyeon dan Yuri. Karena keasyikan, Taeyeon tidak menyadari ada seorang namja yang lewat di depannya, bahkan lelaki itu kembali dan berdiri tepat di depan Taeyeon, “Ki.. Kim Taeyeon?”

Sapaan lelaki itu refleks membuat Taeyeon mengalihkan pandangan dari layar hpnya dan berdiri. “Ji.. Ji.. GDragon-ssi?”

TBC

Note : Hai ini ff keduaku setelah Fate from Another Planet, untuk part 3 FFAP akan aku kirim secepatnya yaa. Maaf kalau ff ini soooo bored atau tidak dapat feel pairingnya(?) Konflik akan muncul di part 3. Taengkyuu yah. Saran dan kritik di tunggu^^ mohon tinggalkan jejak, karena itu sangat berarti hehe.

Advertisements

62 comments on “[FREELANCE] Out Of Zone (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s