[FREELANCE] Our Love (Chapter 3)

ourlovecover

OUR LOVE (Chapter 3)

Author : Fancyme1409

Rating : T

Length : chaptered

Genre : School Life, Romance

Main Cast : Taeyeon GG, Baekhyun EXO

Support Cast : you can find by youself

Disclaimer : This plot pure by mine. All the cast belong to God and their parents. And please don’t be a plagiator or ghostie readers, sorry for the messy typo

Preview : Intro, Chapter 1, Chapter 2

-Our Love –

Sepertinya akan menjadi kebiasaan bagi seorang Taeyeon duduk di bangku taman sekolah sambil mendengarkan lagu dengan tenang tiap kali jam istarahat dan sepertinya akan jadi kebiasaan juga bahwa selalu ada yang mengganggu disaat itu.

“Taeyeon ssi?” panggil seseorang membuyarkan fokus Taeyeon pada lagu yang sedang dia dengar.

“Oh? kau rupanya! Duduklah Luhan. Dan tolong kau jangan panggil aku dengan partikel ssi lagi, aku merasa kurang nyaman”

“Siap! Dengar lagu apa? Kayaknya menikmati sekali.”

“Kau mau dengar?” Taeyeon melepaskan earphone kirinya dan dipasangkan ditelinga kanan Luhan

“Gimana lagunya?”

“Lagu Cina?” tanya Luhan tak percaya

Taeyeon mengangguk, “kau tahu?”

“Tentu saja. Aku juga sering dengar kalau sedang bosan.”

“Woah.. kau benar-benar tahu!” puji taeyeon diikuti senyuman manis luhan

“Taeyeon ssi, eh maksudnya Taeyeon ah” panggil Luhan lagi

“Wae?”

“Nanti sore aku ada latihan, kau mau menemaniku makan malam setelah latihan?”

“Heh?”

“Itu.. Xiumin ada urusan keluarga, jadi aku tak tau harus mengajak siapa lagi selain kau Tae. Gimana? kau tidak mau ya?” tanya Luhan

“Boleh deh, dari pada makan dirumah, jadi jam berapa aku harus pergi?”

“Kau bisa menemuiku dilapangan soccer jam setengah delepan malam, bagaimana?”

Deal!”


***

Taeyeon menatap pantulan dirinya dicermin kamarnya saat ini. Dia sudah siap untuk pergi bersama Luhan. Taeyeon mengambil tas selempang warna ungunya dan dimasukkannya ponsel juga dompet kedalam tas kecil itu. Setelah siap Taeyeon pun akhirnya pergi ke Sekolah menggunakan taksi.

Sesampainya disekolah, Taeyeon langsung turun dari taksi setelah membayar tentu saja. Tiba-tiba ponselnya bergetar membuatnya harus menghentikan langkahnya. Tertera nama Baekhyun saat dia melihat layar ponselnya.

“Kenapa Baek?”

“……”

“Mhhmm.. sayang sekali aku sudah ada rencana lain malam ini”

“……?”

Mianhae, besok eomma dan appa ku pulang, jadi mungkin kami akan malam dirumah”

“……”

“Sebenarnya lusa aku juga tidak bisa”

“……”

“Lain kali saja ya mr.Byun”

“……”

PIP

Taeyeon menatap sekilas ponselnya, ‘Sorry Baek, tapi aku sudah lebih dulu janji dengan Luhan’ batin Taeyeon

Taeyeon menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya. Taeyeon melangkah masuk kedalam gedung sekolah yang tampak sepi malam ini. Anehnya malam ini tim basket tidak latihan, padahal turnamen tinggal menghitung hari. Saat Taeyeon tanyakan pada Sehun, pria itu hanya menjawab, ‘kami disuruh istirahat sama pelatihnya, ya kami ikut ajalah. Lagian capek tahu latihan terus

Terkadang Sehun emang minta dikentutin!

“Wah.. Taeyeon kau menepati janjimu rupanya” puji luhan senang saat melihat Taeyeon menghampirinya

Taeyeon mendekat sambil memamerkan senyuman manis andalannya, “Tentu saja! By the way, kita mau makan dimana?”

“Makanan cina gimana? Aku rindu makan makanan asli daerahku”

“Boleh.. sebenarnya kalau kau bawa aku makan makanan cina aku akan sangat senang karena aku juga sudah lupa kapan terakhir kali aku makan makanan cina”

“Oke! Berarti kita makan makanan cina ya?”

“Ya!”

Luhan mengajak Taeyeon makan direstoran cina terdekat dengan sekolah mereka. Taeyeon dan Luhan makan dengan sesekali bercanda tawa. Luhan juga terkadang memberikan lelucon mematikan yang membuat taeyeon tertawa terpingkal-pingkal. Taeyeon juga sesekali memberikan cerita lucu tentang dirinya.

Sampai mereka sadar mereka sudah terlalu banyak makan dan bercanda sedari tadi, jadi mereka memutuskan pulang. Luhan menemani Taeyeon pulang kerumahnya. Mereka jalan kaki, tadi Luhan mau menawari Taeyeon pulang dengan taxi atau setidaknya bus tapi Taeyeon menolak dan alhasil mereka berjalan beriringan menuju rumah Taeyeon.

“Taeyeon ah, gomawo sudah menemaniku makan malam”

Cheonmayo

“Oh ya! Apa aku boleh tanya sesuatu?”

Mwondae?”

“Sebenarnya kau itu siapanya Baekhyun? Apa mungkin kau yeoja chingunya?”

Pertanyaan Luhan membuat Taeyeon terdiam sejenak memikirkan jawaban yang tepat. Pasalnya hubungannya dan Baekhyun tidak jelas, masih bergantung manis tanpa jawaban pasti. Mereka sama-sama saling menyayangi dan tentunya mencintai, tapi tak pernah ada kata berpacaran dalam hubungan mereka. Dan lagi pula Taeyeon baru akan menjadi pacar Baekhyun setelah turnamen selesai. Itu pun kalau tim SM menang.

Derita pasangan HTS (Hubungan Tanpa Status)

“Tae? Kau masih disini kan?” Luhan melambaikan tangannya kekiri dan kekanan didepan wajah Taeyeon

“Ha? Bukan! Aku bukan yeoja chingunya” jawab Taeyeon pada akhirnya

“Jinjja?”

“Hmm” gumam taeyeon membenarkan

“Kalau begitu, ada kesempatan untuk ku”

Secepat angin lalu Taeyeon menoleh menatap Luhan tak percaya, “Maksudmu?”

Sekarang ini perbincangan mereka berubah jadi sangat serius, Taeyeon bisa merasakan tanganya dipegang Luhan, dan Luhan menatapnya dalam.

“Aku menyukaimu.”

Taeyeon kaget, dia bingung harus bagaimana! Dia tak menyangka kalimat itu bisa keluar dari mulut Luhan, refleks dia menarik tangannya yang tadi dipegang luhan. Luhan merasa canggung sekarang. Dia takut setelah dia mengatakan ini Taeyeon akan membencinya.

“Tenang saja, aku tidak menyuruhmu menjadi yeoja chingguku.. aku hanya ingin kau beri aku kesempatan”

“Ehm.. lu ssi, aku akan berikan kau kesempatan .. tapi ..”

“Tapi apa ?”

“Bagaimanapun hasilnya nanti aku harap kau tidak pernah menyesal mengatakan kata-kata tadi”

Luhan tersenyum miris, dia mengerti perkataan Taeyeon. Sangat mengerti malah, “Tak akan Taeng, aku merasa cukup gentle dengan mengakuinya dari pada ku pendam sendiri”

***

Baekhyun memberikan aba-aba pada timnya untuk beristirahat. Namja itu berlari kecil menuju tempat dimana tasnya diletakkan. Dia mengambil jam tangannya untuk melihat jam berapa sekarang.

Jam 12 siang.

“Ah! Berapa lama aku main?” gumamnya

Tangannya meraba-raba barang-barang ditasnya mencari barang yang dicarinya

Aigoo! Dimana air minumku? Perasaan tadi ada ditas”

“Nih” seorang yeoja menyodorkan sebotol air mineral ke arah Baekhyun dengan wajah datarnya

Baekhyun menoleh dan mengambil botol berisi air mineral itu lalu meminumnya dengan rakus, layaknya orang yang sudah tak merasakan segarnya air putih berhari-hari.

Taeyeon berdecak melihat Baekhyun yang meminum air itu dengan cepat seperti orang yang sangat kehausan, “Aish! Pelan-pelan! Begok! Kenapa sih suka main ditengah panas terik matahari? Kau bisa pingsan! kalau tadi gak ada aku mungkin kau sudah pingsan karena dehidrasi!” Taeyeon mulai mengomeli Baekhyun lagi

Sudah beberapa hari terakhir, Taeyeon jadi semakin dekat dengan Baekhyun. Jadwal latihan basket Baekhyun yang padat sama sekali tidak berpengaruh pada hubungan tanpa status yang mereka jalani. Baekhyun yang bukan tipe mandiri selalu diomeli Taeyeon karena kebiasaan-kebiasaan buruknya.

Mian, aku kalau stress emang sukanya cari keringat”

“Tapi gak sampai kayak gitu juga kali!”

“Iya.. iya.. gak lagi sayang”

Taeyeon memukul kepala Baekhyun kencang, “sayang sayang! Pacar bukan manggilnya sayang, lebay tahu gak!”

“Biarin! Eh itu kode ya? Sabar ya sayang, turnamen bentar lagi kok!” ucap Baekhyun sambil menoel dagu Taeyeon

Taeyeon menggeram kesal tapi tetap saja tak menyembunyikan semburat merah dikedua pipinya.

“Cie blushing!” goda Baekhyun lagi

“Berisik! Tadi katanya stress? Stress kenapa emang?”

“Gak bisa jalan sama kamuu”

“IH! Gombal aja mulu! Sampai beribu gombalan tetep aja gak mempan!”

“Hah? Gak mempan tapi pipinya udah kayak editan pipi Ga Young di EXO Next Door.”

“Apaan sih Baek!! gak jelas!”

“Emang. Eh sini selca dulu sama abang Baek” kata Baekhyun sambil mengarahkan kamera ponselnya dihadapan mereka

“Idih! Narsis banget sih! Ogah ah!” tolak Taeyeon cepat

“Yee~ kapan lagi foto sama cogan, ayo sini lihat kameranya! Pegel nih tangan”

Taeyeon mencibir kesal, lalu memasang senyum manisnya menghadap kekamera yang sudah dari tadi disiapkan Baekhyun.

Cekrek!

***

Taeyeon berjalan melewati koridor sekolah dengan ponsel ditangannya. Gadis itu sedang asyik dengan salah satu aplikasi buatan korea yang ada diponselnya.

Line!

Baek : picture recived

Baek : Itu foto tadi, mungkin kamu mau pakai jadi wallpaper atau mau kamu pajang dirumah

Tae : kirain ada apa. ternyata ngirim foto

Tae : picture recived

Tae : aku jadiin wallpaper, puas?

Baek : banget. Dimana? Kelas bentar lagi masuk loh

Tae : mau ke perpus ketemu Fany. Ada yang mau dia bilang katanya

Tae : kamu kok gak masuk?

Baek : latihan lagi entar, udah ijin juga sama pihak sekolah

Tae : panas-panas gini?

Baek : turnamen udah dekat sayang

Tae : sayang lagi -_- ya udah lah, hati-hati latihannya.

Baek : OKE!

Taeyeon menutup aplikasi LINE nya dan fokus kembali pada jalannya. Sesampainya di perpustakaan, ia bisa melihat tiffany sedang duduk dipojokan sambil membaca buku fashion andalannya

“Hei!”, panggil taeyeon

“Taeng?! Akhirnya kau datang juga”

Sorry ya lama, ada urusan bentar tadi”

“Ya gak papa deh. Aku juga cuman mau bilang kalau aku udah jadian sama Nickhun”

Taeyeon membalakkan matanya tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, “Hah? Seriusan?!!” Tiffany mengangguk

“Woah selamat! Gak sia-sia selama ini kau deketin dia terus, akhirnya dia sadar juga kalau kamu serius”

“Makasih. Aku juga gak nyangka tadi dia nembak aku”

“Eh terus-terus gimana? Cerita dong dia nembaknya kaya gimana,” pinta Taeyeon

Tiffany tersenyum malu sambil berdeham tanda dia akan memulai bercerita. Tiffany menceritakan bagaimana dirinya bisa dekat dan sekarang pacaran dengan nickhun. Sesekali taeyeon tertawa mendengar kisah cinta unik mereka. Karena memang pada awalnya Tiffany yang duluan menyukai Nickhun.

“Oh iya! Dari kemarin aku pengen nanya sama kau tapi gak jadi terus”

Taeyeon mengernyit, “Tanya apaan?”

“Dari kemarin kau terlihat lebih dekat dengan baekhyun, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian begitu dekat? Kau tahu kalian jadi trending topic anak-anak karena Baekhyun jadi berubah, dia jadi sering senyum. Ada apa sebenarnya?” tanya tiffany mengubah topik

“Oh? Itu…”

Taeyeon menceritakan semua yang dialaminya hari hari terakhir, termasuk masalah Luhan, tiffany beberapa kali menganga mendengar cerita Taeyeon

MWO? Bagaimana bisa dua namja sekaligus menyukaimu? Woah.. daebak

“Menurutmu siapa yang harus kupilih?”

“Kenapa kau tanya aku? Itu tergantung dirimu sendiri, saat bersama siapa kau merasa nyaman dan aman lalu kepada siapa jantungmu berdegup lebih cepat dari biasanya itulah pilihanmu yang benar!”

Saat bersama siapa kau merasa nyaman dan aman? Kepada siapa jantungmu berdegup lebih cepat dari biasanya?

***

“Kami pulang,” teriak eomma taeyeon dari lantai bawah rumah mereka.

Taeyeon langsung berlari kebawah untuk melepas rindu dengan kedua orang yang disayanginya itu, dia langsung memeluk eommanya dengan erat. Rasanya sudah lama sejak terakhir kali Taeyeon memeluk bunda yang melahirkannya itu.

“Sehun mana?” Tanya appa Taeyeon

“Sehun? Entahlah! Mungkin nonton dikamarnya,” jawab Taeyeon

“Panggil dia kebawah, kita makan malam dulu. Eomma bawakan makanan kesukaan kalian”

Ne!”

Taeyeon mengangguk lalu bergegas menyuruh Sehun turun. Tak lupa gadis itu membantu eommanya di dapur untuk menyiapkan meja makan. Tak lama setelah itu, appa Taeyeon juga Sehun datang dan siap menyantap makanan yang sudah disiapkan.

Sambil makan terkadang empat anggota keluarga ini membicarakan perbincangan ringan.

Eomma, aku berhasil masuk tim basket SM High School, dan aku aku akan ada pertandingan minggu depan” kata sehun bangga

“Serius? Wow hebat juga kau”, puji eomma membuat Sehun tersipu

Hening.

Suasana tiba-tiba saja menjadi diam. Tak ada yang bicara, yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu yang beradu. Sampai dehaman appa Taeyeon membuat semua mata ditempat itu tertuju padanya

“Taeyeon ah” panggil appa

“Waeyo appa?”

“Kau tahu, perusahan appa ada teringkat kontrak dengan perusahan Lion Group jadi.. eomma dan appa kira 18 tahun adalah umur yang pas untuk kamu bertunangan”

“Maksud appa?”

“Kami, appa dan eommamu akan menjodohkanmu dengan pewaris Lion Group

“Hah?” celetuk Taeyeon

Taeyeon menghentikan aktivitas mengunyahnya lalu menelannya secara paksa dan menatap mata ayahnya dengan tatapan tak percaya. Sehun juga ikut terpanjat, laki-laki itu mengadahkan kepalanya dan melirik ekspresi kakak perempuannya yang duduk disebelahnya.

Ekspresi kecewa. Itulah yang tergambar diwajah Taeyeon

“Kalian serius? Disaat aku SMA?” tanya Taeyeon lirih

Eomma Taeyeon menatap mata putrinya dengan tatapan berharap. Dia sama sekali tak berani bicara takut-takut malah memperburuk suasana

“Itu keputusan kami sayang,” tegas appanya.

Taeyeon menelan ludahnya dengan susah payah. Selera makannya seolah hilang dengan kabar buruk itu. Dia meletakkan sendok dan garpunya dengan tenang. Kedua matanya mengeluarkan setetes demi setetes air membasahi kedua pipi mulusnya. Dia mengangkat kepalanya menatap kedua orang tuanya sekali lagi lalu tersenyum miris

“Aku selesai makan. Terima kasih atas makanannya.” Ucap Taeyeon sebelum melangkahkan kakinya pergi kekamarnya

Suasana dapur tiba-tiba saja menjadi mencengkam karena tingkah Taeyeon tadi.

“Aku akan menyusul noona” ucap Sehun lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya

Sehun mengetuk pintu kamar Taeyeon yang dicat putih dengan tenang

Noona! Buka pintunya dong. Gak seru ah masa pake acara mewek sih! Bukain dong!” teriak Sehun

Krek~

Noona” gumam Sehun

Taeyeon menatap adiknya tajam, “wae? Kau mau masuk atau tidak?”

Sehun berdeham lalu masuk kekamar kakaknya dengan tenang. Namja itu memperhatikan kamar kakak kesayangannya itu. Sangat rapi, berbeda jauh dengan kamarnya yang tidak ada wujudnya lagi.

“Cepat katakan apa yang ingin kau bilang. Aku ngantuk dan mau cepat tidur”

Sehun menatap noonanya lekat-lekat lalu menjitak dahinya kencang, “ARGH!” pekik gadis itu kencang

“Beraninya kau?!”

“Jangan nangis makanya! Kau tak ingat apa yang pernah aku bilang heh?! Jangan pernah menangis dihadapanku!”

Taeyeon menunduk. Terakhir kali Taeyeon putus dengan mantan pacarnya, dia menangis dan alhasil Sehun mengomelinya panjang lebar dan merutuki mantan Taeyeon dengan berbagai macam sumpah serapah.

Mianhae, aku hanya tidak suka dijodohkan seperti itu”

“Coba saja dulu. Aku tahu kau ada apa-apa dengan Baek Sunbae, tapi kau bisa menemui calon tunanganmu dulu, kalau sudah bertemu kau tinggal bilang kalau kau tak bisa menerima perjodohan ini dan meminta padanya untuk membantumu membatalkannya, gampang kan?”

“Bilangnya sih gampang! Kalau calonnya malah suka sama aku gimana?!”

Lagi-lagi Taeyeon dijitak, “YAK! Kurang ajar ya kau! Aku noona mu begok!” omel Taeyeon

“Sorry, abis kau noona tapi tingkahnya kayak teman perempuan dikelas ku.”

“Heh! Tapi, boleh juga nasihatmu”

“Iya dong, Sehun! Oh iya noona!”

Mwo?”

“Hari ini aku tidur denganmu ya?”

Taeyeon terpanjat lalu menatap Sehun horror. Kalau Sehun sudah meminta tidur bersama maka yang terjadi adalah mereka akan bermain game bersama sampai larut malam atau menonton film bersama sampai subuh menjelang, bersama snack-snack disekitar mereka dan setelah mereka kelelahan mereka akan membiarkan semuanya berantakan lalu tidur dengan keadaan sangat berantakan. Dan pasti keesokan paginya yang akan membereskannya adalah Taeyeon.

***

Baekhyun baru saja tiba dirumah setelah latihan basket tadi. Dia dibuat saat terkejut melihat kedua orang tuanya sedang berbincang-bincang di ruang tamu dan anehnya mereka bicara sambil menyebut-nyebut namanya. Lantas Baekhyun dan menyindir mereka, “ada apa ini nama ku disebut-sebut?”

“Ah kebetulan anaknya udah pulang! Besok kamu datangkan ke acara teman appa ya?”

Ah masalah itu!

Dari beberapa hari yang lalu memang dia sudah diancam untuk menghandiri pesta perayaan ulang tahun perusahaan teman appanya itu, padahal tak ada kaitan sama sekali dengannya, “datang, kalau sudah diancam mau bagaimana lagi” ucap Baekhyun

“Bagus. Kalau begitu persiapkan saja dirimu untuk bertemu calon tunanganmu”

Baekhyun membeku. apa katanya tadi? Tunangan?

“Tunangan? Tidak! Aku tidak mau!”

“Terserah kamu saja baek, tapi eomma sangat yakin dengan yeoja itu.. dia cantik, baik, pintar. Kita lihat saja besok mungkin kamu bisa berubah pikiran setelah melihat yeoja itu” eommanya angkat bicara

“Terserah! Aku marah!”

Setelah mendengar kabar buruk itu baekhyun benar-benar marah! Dia membanting kuat-kuat pintu kamarnya kemudian berbaring gak jelas di tempat tidurnya, eomma dan appa baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar hantaman kuat dari pintu kamar Baekhyun.

***

Keesokan harinya, Taeyeon duduk di tempat duduk yang ada ditepi lapangan basket SM High School dan hanya memandangi Baekhyun sambil melamunkan semua perkataan kedua orangtuanya kemarin malam.

Sedangkan baekhyun? Dia risih melihat gadis itu hanya melamun melihatnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, jadi ia memutuskan untuk menghampirinya.

“Hei!” sapa baekhyun

“Mhm?” gumam Taeyeon

“Kau kenapa? Dari tadi pagi murung mulu? Kau marah sama aku?” tanya Baekhyun dengan tatapan serius

“Gak kok. Gak ada-apa”

Dalam pikiran Taeyeon saat ini adalah ia tak mungkin memberi tahu baekhyun soal perjodohannya, disisi lain Baekhyun juga merasa tidak kuat melihat mata tulus Taeyeon saat menatapnya, ia tidak mampu kalau harus melepas taeyeon begitu saja, belum sempat dia merasakan menjadi namja chinggu taeyeon, dan sekarang ia harus menghadapi kenyataan bahwa dia sudaj dijodohkan oleh orangtuanya. Melawan perkataan kedua orangtua Baekhyun sangatlah sulit. Mereka sangat kolot dengan keputusan mereka, tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya

“Yeon,” tegur baekhyun

“Kenapa?”

“Apa kau mencintaiku?” tanya Baekhyun serius sambil menatap lekat-lekat kedua mata cokelat milik Taeyeon

Hening.

Butuh waktu yang lama bagi Taeyeon untuk menjawab, sampai akhirnya gadis itu mengucapkan kata, “Ya, aku mencintaimu. Sangat.”

Baekhyun tidak kuat lagi! Baekhyun memeluk erat taeyeon sekarang, memeluk sangat erat seperti layaknya mereka akan berpisah untuk selamanya, Taeyeon bingung, sangat bingung. Tapi jujur, taeyeon juga sangat menginginkan pelukan itu dan taeyeon tau ada sesuatu yang disembunyikan baekhyun, sama seperti dirinya yang juga menyembunyikan sesuatu

“Baekhyun, kau kenapa? Kalau ada masalah cerita sama aku, aku pasti akan coba bantu”

“Tidak ada masalah, aku hanya rindu memeluk mu”

“Hah? Kita ada disekolah baek”

“Aku tahu, demi aku biarkan aku memelukmu beberapa saat”

Taeyeon mengangguk didalam dekapan Baekhyun. Ya Tuhan! Sampai kapan dia bisa tahan menyembunyikan hal penting itu dengan pria ini?

Disisi lain. Dikejauhan ada seorang namja yang melihat kejadian itu dari awal, namja yang tadi memegang dua kaleng minuman soda itu kini sudah meremas kedua kaleng itu sampai penyok.

Sakit.

Hanya itu kata yang menggambarkan perasaan Luhan saat ini.

***

Rumah Baekhyun 06.40 PM

“Baek, cepat nak nanti kita terlambat, kau tidak ingin terlambat melihat yeoja calon tunanganmu kan?” teriak eomma baekhyun dari luar kamar namja itu

“Aku malah berharap tidak melihatnya eomma!!” balas Baekhyun

“Tsktsktsk, eomma yakin pasti kamu tidak bisa menolak yeoja ini! Karena dia pilihan eomma sendiri, dia sangat cocok untukmu Baek”

“Lupakan saja! Aku akan segera keluar!”

Setelah Baekhyun keluar kamar, namja itu tampak tampan dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam, dengan kemeja putih didalamnya. Dia tampak menawan.

clip_image002

“Woah.. anak eomma tampan sekali!”

“Dari dulu juga sudah tampan,” ujar Baekhyun sombong

“Ayo kita berangkat, appa mu sudah duluan dimobil”, ajak eomma baekhyun

Didalam mobil Baekhyun terus menghela napasnya malas. Ini benar-benar bukan sesuatu yang diharapkannya. Benar-benar jauh dari ekspetasinya. Laki-laki itu terus melamun, mengenang semua kejadian yang dilewatinya bersama Taeyeon. Tapi, semua lamunannya buyar seketika saat melihat arah jalan yang dilaluinya saat ini.

Eomma”, panggil baekhyun

Mwo?”

“Ini ‘kan jalan cheongdamdong?”

“Memang acaranya memang di jalan cheomdamdong

Baekhyun membalakkan matanya besar-besar ketika mengetahui mobilnya berbelok memasuki pekarangan rumah bernomor 22, ya benar itu rumah TAEYEON!!!

Baekhyun selama ini hanya melihat rumah Taeyeon dari luar gerbang, tapi sekarang setelah masuk, harus baekhyun akui rumah taeyeon memang sangat besaar tapi tak lebih besar dari rumahnya. Dirinya benar-benar tak habis pikir jika nanti Taeyeon melihatnya bersama wanita lain yang akan dijodohkan dengannya.

Habislah riwayat asmaraku!’ batin Baekhyun

“Baek, kamu tak berencana untuk tidak turunkan, cepat turun!”, kata eomma Baekhyun menghancurkan lamunan Baekhyun

“Ha? oh iya” jawab Baekhyun lalu turun dari mobilnya

***

Noona!”, teriak sehun dari luar kamar taeyeon

Mwo?” jawab Taeyeon kesal sambil membuka pintu kamarnya

Taeyeon kaget saat melihat di belakang sehun ada tiga orang yang sangat dikenalnya, eommanya, hairstylist eomma, dan ahjummanya

“Oh? Eomma? Victoria eonni? Ji yeon Ahjumma? Kenapa kalian kemari?”

“Seharusnya eomma yang Tanya taeng, sekarang sudah jam berapa ? KENAPA BELUM GANTI BAJU SAMA SEKALIIII!!!”

Taeyeon menghela napasnya malas sambil memutar kedua bola matanya malas, “mianhae, aku sama sekali tak tertarik dengan acara itu”

“Tae! Tolonglah. Bertemu saja dulu, kau pasti suka”

Eomma!” suara Taeyeon mulai meninggi

Sehun menggeleng lalu mendekat kearah noonanya lalu membisikkan sesuatu ketelinga, “semuanya akan baik-baik saja noona, aku ada dibelakangmu mengawasi”

Taeyeon menatap Sehun dengan tatapan memohon, “Kalian masuklah dan dandani noonaku sampai cantik” ucap Sehun pada akhirnya

Taeyeon menghela napas lagi. Menatap tajam adiknya dan ibunya. Menyebalkan!

***

Ketika Baekhyun memasuki rumah Taeyeon, sudah banyak orang disana dan rata rata adalah rekan kerja appanya.

Baekhyun sangat penasaran, dia melirik kesana kemari sambil mencari sosok Taeyeon. Dan akhirnya yang ia cari ketemu, Taeyeon baru saja turun dari lantai 2 dengan sangat anggun, gaun berwarna krim panjang dengan rambut yang dibiarkan terurai indah dengan dandanan yang sederhana tapi terlihat mewah, Taeyeon bak bidadari yang sangaat cantik, Baekhyun hanya bisa menganga melihat Taeyeon sekarang sambil bimbang seharusnya dia memanggil Taeyeon atau tidak?

To Be Continue

A/N

Ini chap 3 nya guys. Aku bingung mau kasih note apa. Cuman mau bilang thank you yang udah meluangkan waktunya untuk membaca FF aku ini. Kalau alurnya kecepatan buat kalian maap ya, ini ff udah aku rencanain secepat itu alur dari awal. Di tunggu ya Chap 4 nyaa! Sekali lagi Thank You. XOXO :*

Don’t Be Silent Readers yaa J

Advertisements

19 comments on “[FREELANCE] Our Love (Chapter 3)

  1. hua.. ini pasti baekyeon nya dijodohin deh.
    kasian luhan oppa, pasti sakit hati ny, thor buat konfliknya makin berat dong, mnurutku konfliknya ga berasa..

    tapi masih ttp keren kok, next thor..
    update soon yah.. fighting authornim..
    👍👍👍✊✊✊

  2. Semoga taeyeon dijodohinnya sama baek ya ampun tbc mengganggu tolong d post dengan cepat kelanjutannya penasaran gimana reaksi satu sama lain cepat tunangim baekyeonnya hahaha

  3. Itu pasti perjodohan baekhyun sama taeyeon
    Next next chapternya cepat plsss
    Banyakin lagi baekyeon momentnya

  4. jadi mereka dijodohin tapi gak sadar/? suka suka banget sama ceritanya. walaupun alurnya cepet tapi seru. next chapter ditunggu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s