Apology (Chapter 1)

12930809_863788643731703_828111526_n

Nia M Storyline

Main Cast: Taeyeon ­– Gdragon (Kwon Jiyong) || Genre: Romance,Hurt||Lenght :multichapter ||Author : Yeon Ji Min

note : jangan baper !!!

Prolog

You always waited for me. At the same place as always but gone I was gone, sorry

Kau selalu menungguku. Di tempat yang sama seperti biasa tapi aku sudah pergi, maaf

Don’t trust me like a fool. I said I’d protect your forever, but it was all a lie, lie

Jangan percaya padaku seperti orang bodoh. Aku bilang aku akan melindungimu selamanya,tapi itu semua bohong, bohong

You always knew that I’m a selfish kind of guy.I guess I felt burdened. By you when you were just asking for the slightest of attention. Until the very last moment We only think of me

Kau selalu mengetahui bahwa Aku seorang pria egois. Ku kira aku merasa terbebani. Olehmu saat kau hanya meminta sedikit perhatian. Sampai saat-saat terakhir kita hanya memikirkan diriku.

Sorry sorry. I’m sorry I couldn’t protect you. I hope you’ll be well. Sorry sorry I hope you forget me as well. Although it hurts

Maaf maaf. Maaf ku tak bisa melindungimu ku harap kau akan baik-baik saja. Maaf maaf. ku berharap kau juga melupakanku.Meskipun itu sakit

That promise we made to be together forever no longer exists I’m sorry I couldn’t keep it

Janji yang kita buat untuk bersama selamanya tak ada lagi.Maaf aku tak bisa menjaganya

As if I’m a sinner I just run away and yet again, you yell at me to go away

Seolah-olah aku seorang pendosa, aku lari.Dan lagi, kau berteriak padaku untuk pergi.

Introducing cast

Kim Taeyeon, fotografer berbakat. Gadis yang biasa disapa Taengoo itu merupakan fotografer muda asal korea sekaligus kekasih dari pewaris J1 Grup. Hidup sendirian di Korea karna seluruh keluarganya tinggal di  Jepang.

Kwon Jiyong, lelaki tampan dambaan setiap kaum hawa. Pewaris J1 Grup. Hidup mewah dan serba ada.

Start Reading….
Luxx Club

Deringan ponsel kembali terdengar. Namun suara musik club lebih keras hingga menenggelamkan suara dering ponsel. Di sudut club tampak beberapa lelaki sedang tertawa terbahak-bahak, entahlah apa penyebabnya. Diantara mereka terlihat lelaki dengan tato di lehernya sedang meneguk beberapa wine didepannya.
“Jiyong hyung berhentilah minum dan kemarilah.” Pekik Seungri, lelaki berambut pirang yang sedang berjoget diantara gadis-gadis cantik dan seksi, yang pasti mereka kaya. Luxx club memang terkenal dengan image mewah dan juga menjadi tempat berkumpulnya anak muda dengan kantong tebal.
“Aku sedang lelah.” Tolak Jiyong pelan.
“Baiklah.” Balas Seungri sambil tersenyum kecil. Meski ucapan Jiyong tadi cukup pelan, Seungri masih bisa mendengarnya. Itulah bakat unik yang dimilikinya.
Jiyong kembali meraih gelas berisi wine dan meneguknya. Tiba-tiba Soohee datang dan duduk disampingnya. Jiyong tampak jengah dan terusik dengan kedatangan gadis seksi berbalut dress hitam disampingnya. Jiyong hanya diam seakan ia sedang sendirian. Soohee meraih bahu Jiyong dan memeluknya.
“Aku tak tertarik.” Ucap Jiyong dingin. Soohee segera melepaskan pelukannya dan menatap Jiyong dengan kesal. Setelahnya ia pergi meninggalkan Jiyong yang baru saja menolaknya.
Tak lama setelahnya Jiyong juga pergi.
“Seungri aku balik duluan” Pamit Jiyong disela-sela tarian Seungri.
“Waeyo ? Seunghyun hyung belum datang, Youngbae dan Daesung hyung juga belum. Kenapa buru-buru ?” Balas Seungri yang sudah ada didepan Jiyong.
“Aku akan mengabari mereka. Aku pulang dulu.” Jiyong segera bergegas pergi meninggalkan Seungri yang masih bingung. Didepan pintu, Jiyong berpapasan dengan Seunghyun dan Daesung yang baru saja akan masuk.
“Hei !!” Sapa Seunghyun sambil tersenyum lebar.
“Aku tak bisa ikut. Aku pulang duluan.” Balas Jiyong singkat lalu berjalan pergi.
Seunghyun dan Daesung hanya bertatapan bingung karna Jiyong yang tak memberika penjelasan. Keduanyapun masuk dan duduk dengan Seungri yang sudah menunggu.
“Ada apa dengan Jiyong hyung ?” ucap Seungri sambil meneguk wine digenggamannya.
“Entahlah. Kurasa masalahnya dengan Taengoo nya.” Balas Seunghyun santai.
“Taeyeon nunna ? Kenapa dengannya ?” Ujar Seungri bersemangat. Seunghyun dan Daesung hanya menatapnya kesal.
“Itu masalah mereka. Kenapa tanya pada kita ?” Gerutu Daesung pelan yang dibalas desahan kesal dari Seungri.

***

Jiyong berjalan dengan langkah gontai. Rintikan air hujan yang mengenai matanya membuyarkannya dari lamunan. Jiyong baru sadar jika sejak tadi hujan. Dengan segera ia menuju mobilnya.

***

Jiyong berjalan menuju apartemennya yang berada di lantai 7 nomor 18. Jiyong menghentikan langkahnya didepan apartemen nomor 10. Dari kejauhan ia bisa melihat seseorang didepan apartemennya, yang tak lain yaitu Taeyeon. Jiyong segera berlari menghampiri gadis yang sedang berjongkok didepan pintu apartemennya.
“Ohh akhirnya kau pulang. Kau tak apa ? Aku sangat khawatir padamu.” Ucap Taeyeon lega. Taeyeon segera berdiri ketika melihat Jiyong sudah ada dihadapannya.
“Kenapa kau berjongkok disana ?” Balas Jiyong yang tak kalah terkejut dengan keberadaan Taeyeon.
“Kukira terjadi sesuatu padamu.” Balas Taeyeon lembut lalu memeluk pria didepannya yang tak lain adalah kekasihnya, Kwon Jiyong.
“Sesuatu ?” Jiyong mengelus punggung Taeyeon untuk menenangkannya.
“Heem. Aku mendengar salah satu penghuni apartemen disini kecelakaan. Aku sangat khawatir padamu jadi aku langsung kesini.” jelas Taeyeon panjang lebar.
“Kenapa tak menghubungiku dulu ?” ujar Jiyong sambil mengeratkan dekapannya.
“Aku sudah menghubungimu puluhan kali. Tapi kau tak menjawabnya.” bantah Taeyeon.
“Benarkah ?” Jiyong melepaskan pelukannya dan merogoh ponsel disaku jaketnya.
“Ah mian. Aku tak mendengarnya tadi.” ucap Jiyong merasa bersalah setelah melihat catatan panggilan dilayar ponselnya. 30 panggilan tak terjawab. Jiyong baru menyadari tubuh Taeyeon basah saat ia mengusap kepala Taeyeon.
“Kenapa hujan-hujan ?” tutur Jiyong penuh keheranan. Taeyeon tersenyum manis kearahnya.
“Ahh dasar.” gerutu Jiyong lalu bersiap membuka pintu apartemen dengan password rahasia. Ia menoleh kearah Taeyeon yang mengalihkan pandangannya agar tak melihat password yang Jiyong pencet.
“Lihat ini. Kau bisa masuk kedalam kapan saja. Aku mengijinkanmu. Jangan menunggu dan berjongkok diluar lagi. Jangan pernah.” Jiyong menarik tangan Taeyeon mendekat.
“Hooh.” Taeyeon hanya memandangi wajah Jiyong dengan polos. Jari-jari Jiyong memencet tombol password 8889
“Jelas ?” Jiyong menengok Taeyeon yang sedang menatap serius kelayar password.
“8889. Ada apa dibalik 8889 ?” ucap Taeyeon sambil melebarkan senyum diwajah lugunya.
“Ahh masuk saja.” Jiyong langsung menarik tangan Taeyeon untuk masuk kedalam apartemennya. Taeyeon hanya menurut saja dengan perlakuan Jiyong meski mulutnya tetap memaksa Jiyong untuk menjawab pertanyaannya.
“Wae ? Kenapa tak jawab ? Ada apa dibalik angka 8889 ?” desak Taeyeon sambil mengikuti dibelakang Jiyong yang berjalan menuju kamarnya.

“Kau tak boleh sakit.” Jiyong melilitkan handuk besar ditubuh Taeyeon dan melilitkan handuk kecil dikepala Taeyeon untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Taeyeon tersenyum manis mendapati perlakuan Jiyong padanya.
“Aahh dasar. Keringkan sendiri ! Akan ku ambilkan pakaian ganti.” ucap Jiyong saat menyadari Taeyeon yang memandanginya tanpa henti. Ia memutuskan untuk beralih ke lemari pakaian yang ada disebelahnya.
***
“Kau sudah makan ?” Jiyong duduk disamping Taeyeon yang berada didepan tv.
“Aku lupa kapan terakhir aku makan.” balas Taeyeon enteng.
“Yaaaaa !! Kim Taeyeon !!” bentak Jiyong cukup keras hingga membuat Taeyeon terkesiap.
“Kau ini. Jaga dirimu. Kesehatan itu penting.” omel Jiyong.
“Apa kau tau ? Semua ini karna kau. Aku selalu mengkhawatirkan dirimu melebihi aku memperdulikan diriku sendiri.” tutur Taeyeon penuh kelembutan. Ucapan yang baru saja keluar daru mulut Taeyeon membuat Jiyong diam seketika.
“Mian.” balas Jiyong merasa bersalah dengan ucapannya. Tanpa aba-aba Taeyeon langsung mendekap tubuh Jiyong kedalam pelukan hangatnya.
“Gomawo. Kau sudah bersamaku. Kau yang satu-satunya disisiku. Hanya kau,Jiyong, yang kupunya di sini. Terimakasih mau menemaniku disini, di korea.” ucap Taeyeon setengah berbisik. Jiyong masih terdiam dipelukan Taeyeon. Kata-kata yang baru saja ia dengar begitu mengena dihatinya. Tak tau apa yang harus  ia lakukan, Jiyong tetap diam membeku. Taeyeon melepaskan pelukannya dan menatap Jiyong dengan senyum manisnya.
“Saranghae..” tutur Taeyeon pelan. Suara yang terdengar begitu tulus hingga membuat rasa bersalah Jiyong bertambah. Jiyong hanya bisa diam memandang Taeyeon dalam. Meski ia tau benar tatapan Taeyeon yang mengharapkan kata ‘saranghae’ darinya, ia memilih diam dan perlahan mengusap kepala Taeyeon.
“Saranghae..” ucap Taeyeon untuk kedua kalinya. Kedua tangannya menepuk bahu Jiyong bersamaan berharap Jiyong mengatakan hal yang sama.
“Saranghae….Saranghae…Saranghae..” tutur Taeyeon bertubi-tubi. Ia tak memperdulikan harga dirinya yang terang-terangan berkata seperti itu. Matanya mulai berkaca-kaca. Tanpa ia sadari tetesan air mata mulai menjatuhi kedua pipinya.
Jiyong mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon. Ia meraih tengkuk Taeyeon pelan. Dan..
Chuuup..
Jiyong sukses mendaratkan bibirnya di bibir pink berry milik Taeyeon. Sepertihalnya Jiyong, Taeyeon memejamkan kedua kelopak matanya untuk menikmati setiap lumatan dibibirnya, meski pada awalnya ia sedikit terkejut dengan aksi Jiyong. Setelah beberapa saat Jiyong melepaskan ciumannya untuk sekedar menghirup oksigen kedadanya.
“Taetae ku gadis super.” celetuk Jiyong yang langsung disambut tawa oleh Taeyeon.
***
“Yaa ! Kim Taeyeon, kau tak pulang ?” ujar Jiyong sambil menarik kerah belakang baju taeyeon yang berjalan memasuki kamar Jiyong.
“Aniyo. Aku akan menemanimu untuk malam ini.” balas Taeyeon sambil melemparkan senyuman manisnya.
“Menemaniku ? Malam ini ???” ucap Jiyong terbata-bata.
“Jangan berpikiran yang aneh. Aku hanya tidur.  T I D U R.” potong Taeyeon cepat, ia paham benar dengan apaa yang Jiyong pikirkan. Namun bukan itu maksudnya.
“Aaaa ya.” hanya kata itu yang mampu Jiyong keluarkan. Taeyeon membuka pintu kamar dan segera masuk kedalamnya. Ia menatap kearah Jiyong yang tetap berdiri ditempatnya dan tak segera masuk.
“Kau tak masuk ?” suara Taeyeon mengembalikan Jiyong pada kesadarannya.
“Mari.” Jiyong pun melangkah kakinya masuk. Tak lupa ia juga menutup pintunya kembali.
***
Dua insan manusia sudah berbaring diatas ranjang dengan selimut yang hampir menutupi setengah badannya. Jiyong memperhatikan Taeyeon yang sejak tadi bukannya tidur tapi malah memandanginya terus menerus.
“Waeyo ?” ujar Jiyong pelan.
“Yong-ii oppa, Jiyongii opa.” panggil Taeyeon penuh kelembutan.
“Hmm. Aku akan mendengarkanmu.” balas Jiyong seraya mengusap pelan pipi Taeyeon.
“Aku punya banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Aku juga punya banyak pertanyaan untukmu. Tapi aku tak tau harus mulai dari mana.” balas Taeyeon sedikit ragu. Ia lalu menggenggam tangan Jiyong dengan kehangatan yang ia miliki.
“Aku akan tetap mendengarkanmu. Katakanlah.” tutur Jiyong pelan yang terdengar seperti bisikan.
“Kita..selama ini, kitaa..”
Tiing Tong..Ting Toong
Bunyi bel menghentikan pembicaraan keduanya. Taeyeon memandang Jiyong penuh selidik. Siapa yang datang jam segini. Manik matanya melirik jarum jam yang sudah menunjuk pukul 22.30 KST. Jiyong menaikkan satu alisnya pertanda ia juga tak tau siapa tamunya. Tak lama setelah itu, Jiyong turun keluar dari kamar dan berjalan menuju pintu apartemennya. Dan..
Crekkk.. Bunyi pertanda pintu terbuka. Jiyong menatap seseorang didepannya dengan malas. Sosok laki-laki dan wanita yang hampir setiap malam mengganggu tidurnya. Siapa lagi jika bukan Jinwoo dengan Chaerin. Memangnya ada orang lain yang akan mengetuk pintu apartemen Jiyong ditengah malam keculai Jinwoo dan Chaerin. Meski sekedar berkunjung, berpesta atau menginap.
“Hyuungg bantu aku. Chaerin nonna kembali menyusahkanku.” ucap Jinwoo dengan nafas terengah-engah dengan Chaerin yang berada dalam bopongannya. Sudah bisa ditebak bukan ? Minum, ya seperti biasanya mereka mabuk.
“Masuklah.” Jiyong membuka pintunya lebih lebar agar muat bagi Jinwwo dan Chaerin.
Jinwoo langsung menjatuhkan tubuh Chaerin di sofa panjang.

“Yang lain kemana ? Tak kesini ?” ujar Jinwoo menanyakan keberadaan Seungri, Mino, Seung bersaudara dan lainnya, yang biasanya akan menjadi satu di dalam apartemen mewah Jiyong.
“Kenapa membawanya kemari ?”
Ucap Jiyong tanpa menggubris pertanyaan Jinwoo, karna  Jinwoo pasti sudah  tau jawabannyaa,  ke club seperti biasanya.
“Memangnya aku harus membawanya kemana ?” balas Jinwoo dengan senyum tipis di wajahnya.

Apartemennya sendiri.” jawab Jiyong ketus.
“Apa aku harus terbang ke Gangnam ?!” giliran Jinwoo membalas ucapan  Jiyong dengan ketus.
“Bisa saja apartemennya dara, bom, youngbae, minji, seunghyun..banyak kan.  Kenapa harus ke apartemenku ?!” balas Jiyong dengan nada frustasi.
“Heol, kau kenapa hyung ?! Kau sakit ? Bicaramu aneh sekali.” Jinwoo pun beralih pada sofa panjang satunya dan duduk diatasnya.
“Sudah tak asing jika Chaerin menginap disini.” tambahnya tanpa memperdulikan tatapan membunuh dari Jiyong.
“Tetap saja Chaerin itu wanita. ” Jiyong menghela nafas berat. Jinwoo terkekeh pelan mendengar kalimat yang baru saja hyungnya katakan.
” Hyung kau mabuk ya ?! Bukannya sudah biasa jika ada wanita di apartemenmu. Kau sendiri yang membawanya. Aku bahkan tak bisa menghitung berapa banyak wanita yang sudah berkunjung kesini. Kiko, Nana, Sica, Suzy ? Tak terhitung berapa  banyak model dari perusahaanmu yang kemari .” oceh Jinwoo panjang lebar sambil menatap Jiyong yang tengah menahan kekesalannya untuk tak memukul kepala hobae-nya itu.
“Hssshh.” dengus Jiyong kesal karna memang benar apa yang dikatakan Jinwoo tentang dirinya. Tapi bukan itu yang ada dikepalanya. Untuk saat ini ia berharap semoga Taeyeon tak akan mendengar obrolan ini.
***
“Lama sekali. Siapa yang datang ya.” gumam Taeyeon sendirian. Rasa penasaran menuntunnya untuk turun dari ranjang. Ia pun menyusul Jiyong yang tak kunjung kembali kekamar.

Sudah tak asing jika Chaerin menginap disini.

Langkah Taeyeon berhenti setelah kalimat yang baru saja ia dengar.

Tetap saja Chaerin itu wanita.

Taeyeon menghela nafas lega dengan jawaban Jiyong. Ia akan menghampiri sumber suara. Dan dapat ia lihat dengan jelas, Jinwoo dan Chaerin bersama Jiyong. Entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga tak menyadari kehadiran Taeyeon yang hanya berjarak beberapa langkah darinya.

Hyung kau mabuk ya ?! Bukannya sudah biasa jika ada wanita di apartemenmu. Kau sendiri yang membawanya. Aku bahkan tak bisa menghitung berapa banyak wanita yang sudah berkunjung kesini. Kiko, Nana, Sica, Suzy ? Tak terhitung berapa  banyak model dari perusahaanmu yang kemari

Perkataan Jinwoo seakan menghujam hati Taeyeon dengan benda tajam.

Semua itu tak benar. Jiyong-ah, katakan itu tak benar. Katakan pada Jinwoo untuk tidak mengoceh saat mabuk. – batin Taeyeon.

Hsshhh.
Sesaat setelah itu, jawaban yang keluar dari mulut Jiyong kembali menghujam hati Taeyeon.  Terasa seperti hujan pecahan kaca hingga melukai hatinya.

Tidak, jangan berpikir seperti itu Kim Taeyeon. Anggap saja kau tak dengar apapun. Karna, kau percaya padanya. Ya, aku percaya padamu Jiyong-ah.- batin Taeyeon berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Tak tau apa yang harus ia lakukan, Taeyeon hanya diam mematung.
***
Jinwoo membelalakkan matanya ketika menyadari  keberadaan Taeyeon. Ia langsung membungkam mulut Jiyong saat hyungnya itu akan memulai omelannya.
“Ya Kim Jinwoo ! Lepaskan !” Ronta Jiyong yang tak mengerti apa yang sedang Jinwoo perbuat.
“Whoaa, Taeyeon nonna kau juga disini ?” Jinwoo tersenyum kaku pada Taeyeon.

Deg

Jiyong menoleh kebelakang dan mendapati Taeyeon yang sudah berjalan mendekat.
“Kau sudah lama disana ?” tanya Jiyong to the point. Taeyeon meliriknya sesaat lalu kearah Jinwoo yang memasang wajah tegang.
“Tidak. Aku baru datang dan Jinwoo memanggilku.” jawab Taeyeon lancar. Namun matanya sama sekali tak berani untuk menatap wajah Jiyong maupun Jinwoo.
“Benarkah ? Apa nonna mendengar sesuatu.. emmt yang kami bicarakan ?” selidik Jinwoo yang ikut khawatir lebih tepatnya takut. Ya bisa ditebak apa yang akan terjadi jika Taeyeon mendengar semua yang ia katakan, tentu Jiyong akan membunuhnya dengan sikap. Aneh bukan ? Ya, sifat Jiyong yang tersembunyi. Sifat dingin dan kejam dengan ucapannya.

“Tidak. Aku tak mendengar apapun. Sungguh, aku tak mendengar apapun.” elak Taeyeon.

Ya, aku mendengarnya. Aku mendengar semuanya.

Jiyong dan Jinwoo menatap  Taeyeon penuh selidik. Namun orang yang dipandangi hanya bisa menundukkan kepalanya.

Pembohong. Kau mengatakan hal yang berlainan dengan hatimu. Aku tau, kau mendengar semuanya. Kim Taeyeon, kau tak bisa berbohong dihadapanku.ucap Jiyong dalam hati.
“Kau masuklah kekamar. Aku akan segera menyusulmu.” pinta Jiyong datar.
“Ah, ne.” Taeyeon langsung berbalik pergi meninggalkan keduanya. Baik Jiyong, maupun Jinwoo, dua orang ini menatap Taeyeon penuh penyesalan.
“Hubungan macam apa ini.” gumam Jinwoo pelan.
“Ada apa.” Jiyong menoleh kearah Jinwoo setelah mendengar gumaman tak jelas.
“Tidak ada.” sela Jinwoo cepat. Untuk kali ini dia selamat, ucapannya tak terdengar oleh Jiyong.
“Bawa Chaerin ke apartemen Seunghyun hyung saja.” ucapan Jiyong lebih terdengar seperti perintah.
“Baik, tapi tunggu sampai dia bangun.” balas Jinwoo sedikit kesal dan dibalas dengan anggukan kepala Jiyong.
***
Kau sudah lama di sana ?

Apa nonnq mendengar sesuatu..emmt yang kami bicarakan ?

Sudah tak asing jika Chaerin menginap disini.

Hyung kau mabuk ya ?! Bukannya sudah biasa jika ada wanita di apartemenmu. Kau sendiri yang membawanya. Aku bahkan tak bisa menghitung berapa banyak wanita yang sudah berkunjung kesini. Kiko, Nana, Sica, Suzy ? Tak terhitung berapa  banyak model dari perusahaanmu yang kemari

Semua kata-kata itu masih saja terngiang di kepala Taeyeon yang dibuat gusar. Diliriknya jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 00.00 KST. Taeyeon mencoba untuk tidur tetapi tetap saja tak bisa. Karna hati dan pikirannya berlawanan. Pikirannya menyuruhnya untuk tidur dan mengabaikan Jiyong yang tak kunjung datang. Tapi hatinya mengatakan lain. Jangan tidur, tahan sebentar lagi. Kau harus menunggunya kembali.
***
Setelah kepergian Jinwoo dan Chaerin, Jiyong memilih untuk tak segera kembali ke kamar. Sudah sekitar 15 menit Jiyong hanya duduk melamun di sofa.

Aku memang lelaki pengecut bukan ? Kau sudah tau semua tabiatku, tapi kenapa kau masih bertahan ? Kau menungguku lagi dan lagi. Aku mencoba tenang didepanmu. Ya, semakin aku pikirkan semakin aku menyadarinya.
***
Creekkk…
Pintu kamar terbuka, Jiyong masuk kedalamnya. Kedua manik matanya langsung menatap Taeyeon yang sudah terlelap.

“Jalja.” bisik Jiyong didekat telinga Taeyeon. Dan dua insan tersebut sudah kembali keposisi semula. Tapi kini keduanya berbaring saling membelakangi dengan satu selimut yang menutup hampir setengah badan.
***
“Taetae kau sudah tidur ?” ucap Jiyong pelan.
“Kau tau, siapa aku ini bukan ? Pengecut, egois, pembohong. Itulah aku. Jika kau membenciku  kau bisa marah padaku, lakukan sesukamu. Hukum aku sampai kau puas, dan setelah itu aku bisa melepaskanmu tanpa rasa bersalah.” Jiyong menghentikan ucapannya untuk sekedar menghirup udara dengan bebas.
“Ini pengakuanku, dengarkanlah. Kim Taeyeon, kau gadis yang begitu baik. Kau polos dan juga naive. Satu hal yang harus kau tau, kau tak bisa berbohong dihadapanku. Mungkin kau tak menyadarinya, tapi aku merasakannya. Aku tau apa yang tadi ingin kau katakan, karna aku sudah bisa menduganya. Kau pasti akan berkata jika hubungan kita sedikit berbeda. Awalnya kupikir kita akan berjalan seperti orang lain. Tapi setelah menjalaninya, kita benar-benar jauh berbeda dari mereka. Perhatian, ucapan sayang  atau yang lainnya, aku tak pernah melakukannya. Saat kau hanya meminta sedikit perhatian dariku, aku merasa bersalah padamu. Maaf, karna hingga saat ini aku tidak bisa memenuhi tuntutanmu itu. Aku bodoh bukan ? Menyianyiakan gadis sepertimu. Maaf, tapi bisakah kita berhenti sampai disini ? Aku takut akan memberimu luka untuk waktu yang lebih panjang.”
Jiyong mendekat dan mendekap tubuh Taeyeon dari belakang. Diciumnya harum khas Taeyeon.
“Saranghae..Kim Taeyeon.” bisik Jiyong didekat telinga Taeyeon.

*To Be Continued*

Huaa.. Ada yang nggak ngeh sama chapter ini ?
Update nya lama ? Ya maklumlah harus kejar ff g lainnya😊 mulai dari All Of A Sudden, Who You, Featuring love, Oh my baby, Breathe, Hurt 😊😊 banyak kan ? Dan itu semua gtae ff 😆😆
Ada yang bingung ? Bagian apa ? Tanya aja lewat komentar😆
Kalo ada yg mau tanya apapun yg nggak ada sangkut pautnya sama ff ini pasti juga gua jawab dah 😊😊

Okee update Chap 2 nya masih mikir2 nih..kalo yg vomment nya dikit mah kgak bakalan lanjut deh 😛😛 jadi yg rajin vomment ^^ kekekeke 😂😂 dont be silent reader
Byee 🙌🙌 see you again at next chapter

ini juga aku post di akun wattpadku @niamr95,

kalo mau berkunjung ya silakan^^ kekeke ini promosi

wattpad : @niamr95

ig : @niamr95

Yeon Ji Min

 

Advertisements

56 comments on “Apology (Chapter 1)

  1. Pingback: GTAE CHAT ROOM | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Menyedihkan sekali… baper 😦
    Jiyong- Taeyeon ayo pertahankan hubungan kalian.
    Kasihan melihat mereka.
    Taeyeon pasti tidak tidur & diam-diam mendengarkan Jiyong. Ya, ‘kan? Benar, tidak?
    Next Author 🙂 Fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s