[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 11)

D-L-T-Diamond(1)

Dark Light To Diamond

Author : deeHAYEON
Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : School-life, Friendship, Romance
Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo
Other Cast : Seohyun, Hyukjae, Saehyun, Suzy, Luhan, find.
Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!
Sorry for typo(s)…

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8,
Chapter 9, Chapter 10

——–

“Itu cocok denganmu” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Dia mengambil tas belajaan Taeyeon lalu kembali berjalan.

Taeyeon masih diam ditempat. Ia penasaran dengan jepitan yang diberikan Kyuhyun, jadi ia menarik jepitan itu dari rambutnya.

Penguin?
——–

Chapter 11

Seohyun duduk di sebuah bangku di trotoar jalan yang jarang dilewati kendaraan, di sebelahnya ada Luhan yang sedang serius mengerjakan tugas. Suasana taman kota siang itu tak terlalu ramai, hanya ada beberapa kedai makanan dan pengunjung pusat perbelanjaan. Hari ini Seohyun seperti biasa memberikan pelajaran tambahan pada Luhan, namun bedanya mereka belajar tidak dirumah keluarga Kim melainkan diluar rumah karena Luhan tahu Seohyun belum mau bertemu dengan noonanya. Rasa sakit itu masih ada dan mungkin menghindar adalah pilihan terbaik untuk sekarang, Seohyun butuh waktu untuk bisa merelakan Kyuhyun.
‘Demi kebahagiaan oppa, aku harus bisa merelakannya bersama dengan yeoja yang dicintainya walau itu bukan aku…’ Seohyun membuat tekad dalam hati. Semoga usahanya ini tidak sia-sia.
Seohyun beralih memperhatikan Luhan yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Melihat kesungguhan namja itu membuat Seohyun ingin melakukan sesuatu.
“Kalau kau bisa megerjakan tiga soal itu dengan benar, aku akan membelikanmu ice cream” kata Seohyun.
Luhan menoleh padanya dengan wajah berbinar, “Benarkah?”
Seohyun mengangguk, “Tentu saja”
“Oke!” sahut Luhan sambil kembali mengerjakan soalnya dengan semangat.
Seohyun terkekeh, “Kerjakan soalnya dengan teliti. Jangan terburu-buru”
Setelah beberapa menit, “Selesai!” sahut Luhan seraya menyerahkan buku tugasnya pada Seohyun. Seohyun langsung memeriksanya dan Luhan memperhatikan dengan seksama.
“Umm…” ia mengetuk-ngetukkan jari di dagu, membuat Luhan makin penasaran.
“Bagaimana, noona?” tanya Luhan tak sabar, “Benar semua kan?”
Seohyun menoleh padanya sambil tersenyum rahasia, “Menurutmu?”
Luhan mengembangkan senyum lebarnya, lalu berseru, “Ice cream! Ice cream! Ice cream!”
Seohyun tertawa, “Oke, oke. Kau dapat ice cream-nya. Tunggu sebentar”
Seohyun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kedai ice cream disebrang jalan. Seohyun masih tersenyum mengingat Luhan yang begitu semangat ingin mendapatkan ice cream, namun senyuman itu tiba-tiba menguap saat matanya menangkap dua orang yang sangat dikenalnya sedang berjalan kearahnya. Dua orang itu tampak bicara dengan akrab dan senyuman tak lepas dari bibir keduanya.
“Kenapa aku selalu begini?” gumam Seohyun sambil memegang dadanya. Ia memilih berbalik ke tempat duduknya bersama Luhan dan berdiri dihadapan Luhan.
“Mana ice cream-nya, noona?” tanya Luhan.
Seohyun tak menjawab malah membereskan buku-bukunya secara asal kedalam tas, “Ayo kita pergi dari sini!” ajaknya pada Luhan, tapi Luhan malah diam memperhatikannya dan menyadari ada yang tidak beres dengannya.
“Ada apa?” tanya Luhan.
“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin kita pergi dari sini. Kajja!” desak Seohyun sambil menarik tangan Luhan agar berdiri. Ia berusaha menghalangi pandangan Luhan dari pemandangan di belakangnya, tapi ternyata justru gagal saat Luhan akhirnya berdiri. Seohyun lupa bahwa Luhan lebih tinggi darinya sehingga namja itu dapat melihat dengan jelas sesuatu yang ia tutupi sejak tadi.
Luhan memandang Seohyun, “Itu?” tanyanya tajam.
“Bu-bukan. Sudahlah, pokoknya kita harus pergi” kata Seohyun bersikeras. Ia berusaha menarik tangan Luhan lagi tapi namja itu bertahan ditempatnya.
Seohyun terperanjat saat Luhan sudah meloloskan diri dari genggaman tangannya dan justru menghampiri dua orang itu. Cho Kyuhyun dan Kim Taeyeon.
“Luhan!” Seohyun berteriak sambil mengejar Luhan untuk mencegahnya berbuat sesuatu yang bodoh. Tapi terlambat.
“Hai, noona” sapa Luhan sambil menyeringai.
Taeyeon mengalihkan pandangan dari Kyuhyun dan langsung dikejutkan dengan kehadiran Luhan.
“L-Luhan?” balasnya. Seohyun muncul dibelakang Luhan dengan wajah tertunduk.
“Bukankah aku sudah memperingatkanmu, noona?” tanya Luhan dengan nada suara berbahaya.
“Luhan-a, a-aku…” Taeyeon berusaha menjelaskan tapi Luhan langsung memotong.
“Cho Kyuhyun-ssi, senang bertemu denganmu” kata Luhan seraya mengangguk singkat pada Kyuhyun, “Tapi aku melarangmu bertemu dengan noonaku lagi”
“Luhan!” tegur Seohyun dan Taeyeon bersamaan, namun Seohyun menegurnya dengan marah sedangkan Taeyeon menegur dengan suara putus asa.
“Apa?” sahut Kyuhyun, terperangah. Ia bahkan tak mengenal Luhan.
“Aku Kim Luhan, dongsaeng dari Kim Taeyeon dan aku melarangmu bertemu dengan noonaku lagi” tegas Luhan.
Kyuhyun mendengus meremehkan. Anak kecil sedang mengancamnya? Ia merasa terhina sekali diancam oleh anak yang tiga tahun lebih muda darinya, “Apa maksudmu?”
“Berhenti menyakiti Joohyun noona” kata Luhan lagi.
“Kim Luhan!” desis Seohyun dibalik punggung Luhan.
“Joohyun?” ulang Kyuhyun, “Apa hubungannya dengan Joohyun? Hey, bocah, aku tidak mengenalmu. Kau tiba-tiba datang begitu saja melarangku untuk bertemu dengan Taeyeon dan sekarang kau menyangkut pautkannya dengan Joohyun. Apa maksudmu huh?”
Luhan memandangnya tajam dan Kyuhyun membalas tak kalah tajam. Mereka perang pandang selama 3 detik sebelum Luhan berteriak, “Sejak kecil hanya Joohyun noona yang ada dihidupmu, hanya Joohyun noona yang memperhatikanmu dan kau sekarang tidak menganggapnya?!”
“Kau tahu apa soal aku dan Joohyun?!” Kyuhyun balas berteriak.
“Yang aku tahu DIA SANGAT MENCINTAIMU!”
“LUHAN, BERHENTI!” Seohyun berteriak sekuat tenaga dan…PLAK! menampar Luhan setelah menarik namja itu menghadapnya.
Luhan terpaku sambil memegang pipi kirinya. Seohyun menamparnya sekuat tenaga dan jelas meninggalkan sakit bukan hanya di pipinya, tapi juga di hatinya. Tapi Seohyun merasa harus melakukan ini, ia tidak bisa membiarkan Luhan bicara sesukanya. Taeyeon dan Kyuhyun terkejut dengan gerakan Seohyun yang tiba-tiba.
“Aku menceritakan semua masalahku padamu bukan untuk kau selesaikan!” seru Seohyun marah pada Luhan, “Kau tahu maksudku? Jangan sok menjadi pembelaku dan bertingkah seolah kau tahu segalanya! Hanya aku yang bisa merasakan hatiku, Luhan-a”
Luhan tak menjawab. Ia memikirkan semuanya baik-baik dengan pikiran terbuka.
Sekalipun Seohyun pernah menangis dihadapannya dan bercerita bahwa dia sakit hati melihat Kyuhyun dan Taeyeon bersama tapi Seohyun tidak mau mengganggu hubungan mereka. Seohyun sudah cukup senang melihat Kyuhyun bisa merasakan cinta yang sempat ia miliki hanya untuk kedua orangtuanya yang sekarang sudah sibuk dengan pekerjaan. Seohyun tidak mau merusak kebahagiaan itu. Tapi Luhan malah bersikap seolah dia paling tahu dan paling benar.
“Jangan ganggu mereka lagi” kata Seohyun tajam dan memandang mata Luhan sungguh-sungguh. Lalu ia pergi dari hadapan Taeyeon, Kyuhyun dan Luhan.
***
“Noona” panggil Luhan yang tiba-tiba menyembulkan kepala dari balik pintu kamar Taeyeon.
“Astaga, Luhan-a. Kau mengagetkanku” sahut Taeyeon, nyaris melonjak dalam selimutnya. Sekarang sudah pukul 12 malam. Ia baru saja akan tidur ketika pintu kamarnya terbuka dan Luhan muncul dibaliknya.
“Ada apa?” tanya Taeyeon tanpa basa-basi.
Tapi Luhan tak menjawab, malah masuk kedalam kamar dan menutup pintu di belakangnya. Taeyeon mengernyit dan terkejut melihat Luhan yang langsung menyusup ke dalam selimut, menempati sisi lain tempat tidurnya.
“Yaa! Ada apa?” tanya Taeyeon lagi. Ia menggeser tubuhnya agar Luhan mendapat tempat berbaring lebih luas, lalu memandang adiknya itu. Luhan berbaring menghadapnya tapi ia memejamkan mata, membuat Taeyeon makin bingung.
“Aku mau tidur disini malam ini” kata Luhan singkat.
Taeyeon menghela napas, ia membiarkan Luhan berbuat sesukanya. Lagipula ini memang kebiasaan Luhan sejak kecil. Jika ada yang ingin disampaikannya pada Taeyeon tapi segan, maka dia akan berpura-pura ingin tidur di kamar noonanya. Taeyeon mengedikkan bahu dan membetulkan selimut diatas tubuh adik satu-satunya itu.
“Jaljayo” ujar Taeyeon kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Luhan, berpura-pura tertidur.
Selama sepuluh menit Taeyeon tetap terjaga, bertaruh bahwa Luhan belum benar-benar tidur dan pasti sebentar lagi dia akan mengatakan sesuatu. Dan ternyata dugaannya benar.
“Noona, sudah tidur?” tanya Luhan pelan. Tak ada jawaban, tapi sebenarnya Taeyeon mendengar, “Maafkan aku soal tadi siang. Maafkan aku soal semuanya” lanjut Luhan.
Taeyeon tak tahan lagi berpura-pura tertidur dan mengacuhkan adiknya yang terdengar sangat menyesal, akhirnya ia menoleh, “Aku tidak marah padamu, Lu. Aku hanya kesal”
Luhan memandang noonanya sungguh-sungguh. Ada rasa bersalah di mata rusanya, “Maaf noona” kata Luhan sekali lagi.
“Aku kesal karena kau bertingkah seolah kau tahu segalanya. Beruntung Seohyun menamparmu. Sakit tidak?” tanya Taeyeon sedikit mengejek, tak bisa menutupi kekesalannya pada kelabilan dan kegegabahan Luhan.
“Lebih sakit dari sekedar sakit” ujar Luhan, terdengar miris.
Taeyeon terdiam sejenak. Sepertinya Luhan benar-benar terpukul karena tamparan itu, dan sebenarnya Taeyeon sendiri tak menyangka Seohyun bisa melakukan itu pada adiknya, “Aku yakin Seohyun sebenarnya menghargai perlakuanmu kepadanya. Siapa yang tidak suka kalau ada orang yang tulus membelanya? Tapi, tadi kau bertindak terlalu ceroboh dan terbawa emosi”
“Aku tahu, noona. Dan aku merasa tidak berguna” ujar Luhan lirih.
“Hey” tegur Taeyeon, “Sudah kubilang Seohyun sebenarnya menghargaimu. Tapi caramu salah”
Luhan mengangguk dengan putus asa, “Aku tahu”
Taeyeon menepuk-nepuk pundak Luhan dan memberikan senyuman semangat, “Jangan putus asa seperti itu, Lu! Ini bukan Luhan yang aku kenal”
Luhan memaksa senyumnya pada Taeyeon. Selama beberapa saat mereka terdiam. Luhan sepertinya masih tenggelam dalam penyesalan dan Taeyeon tak mau menginterupsi, hanya memandang dongsaeng-nya dengan tatapan kosong.
“Noona” ujar Luhan tiba-tiba, “Apa aku sudah menyakiti Joohyun noona?”
Taeyeon mengalihkan pandangan ke langit-langit kamar, “Jika dilihat dari tindakannya yang menamparmu, sepertinya kau memang sudah kelewat batas” jawabnya.
“Lalu apa aku juga menyakitimu?” tanya Luhan sambil menatap noonanya sendu, “Apa larangan dariku agar kau tidak dekat-dekat Kyuhyun sudah menyakitimu?”
Taeyeon berpikir sejenak, “Sedikit” jawabnya kemudian. Taeyeon tidak tahu bagaimana perasaannya pada Kyuhyun, tapi ia masih ingat seberapa sakit hatinya saat ia akan memutuskan untuk meninggalkan Kyuhyun demi Luhan. Bahkan ia tidak jadi melakukannya karena ia tahu ia akan jauh lebih sakit kalau itu benar-benar terjadi.
Luhan menghela napas seraya mengusap wajahnya, “Jadi aku sudah menyakiti dua dari tiga orang wanita yang paling penting bagiku di dunia ini…”
Tiga orang yang dimaksud Luhan itu adalah Nyonya Kim-eommanya sendiri, Taeyeon-noona satu-satunya, dan Seohyun-yeoja yang berhasil membuatnya kagum. Beberapa saat mereka terdiam lagi. Taeyeon berpikir kalau dirinya berada di posisi Luhan, dan Kyuhyun berada di posisi Seohyun, apa ia sanggup menghadapi Kyuhyun yang sudah kecewa padanya? Pasti Luhan kekurangan satu kepercayaan dirinya untuk membuat Seohyun bahagia. Tapi jika memang kebahagiaan Seohyun ada ditangan Kyuhyun, apa Taeyeon sanggup melepas Kyuhyun?
“Kau benar-benar mencintainya ya?” tanya Luhan tiba-tiba.
“Eoh?” sahut Taeyeon tersadar dari lamunannya, “Siapa?”
“Cho Kyuhyun” jawab Luhan, “Benar kan?”
Taeyeon tertegun. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan macam ini. Ia sendiri masih tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Seharusnya ia membenci Kyuhyun karena mereka sudah berselisih bahkan saat pertama bertemu. Dan Taeyeon jelas membenci wajah angkuh Cho Kyuhyun yang selalu menganggapnya seperti serangga menjijikan. Tapi kenapa akhir-akhir ini perasaan itu seolah kalah dan menghilang? Taeyeon tidak ingin jauh dari Kyuhyun. Ia selalu senang berada didekat namja itu sekalipun hatinya berdebar karenanya. Ia tidak bisa berhenti memandangnya dari jauh. Ia selalu ingin melihatnya tersenyum. Dan cara pandang Kyuhyun pun kini sudah berubah, menjadi lebih lembut dan menghargai. ‘Ahh…cukup! Sepertinya aku memang jatuh cinta padanya’ batin Taeyeon sambil tak sadar mengacak-acak rambutnya frustasi, tidak sadar juga bahwa Luhan menatapnya dan menunggu jawabannya.
“Hey, kenapa kau?” tanya Luhan heran melihat noonanya seperti orang gila yang bingung tak punya tujuan.
“Aku tidak suka padanya. Aku tidak mencintainya” gumam Taeyeon diluar kesadaran.
“Kalau tidak suka padanya, tidak cinta padanya kenapa mukamu memerah seperti itu?” tanya Luhan polos.
Taeyeon membelalak, “Apa?”
Demi Tuhan lampu dikamarnya mati dan yang menyala hanya lampu tidur diatas nakas, cahayanya sedikit remang, tapi mengapa Luhan bisa melihatnya? Apa wajahnya yang matang ini benar-benar jelas?
Luhan terkekeh melihat noona-nya yang sekarang memasang wajah paling bodoh, “Kau tidak mencintainya tapi kau sakit saat aku melarangmu untuk menemuinya?” tambah Luhan lagi dengan suara mengejek.
“Aku tidak cinta padanya!” balas Taeyeon bersikeras. Ia bisa mengakui dalam hati, tapi tidak kepada orang lain, termasuk dongsaengnya. Atau mungkin, belum.
Luhan tertawa. Ia menarik selimut hingga menutupi kepala Taeyeon, “Tidur sana. Hilangkan muka kepiting rebus itu dulu sebelum menyangkal kata-kataku. Ingat, besok malam kau harus pergi dengan Kyuhyun ke acara pesta sekolahmu”
“Sialan kau!” umpat Taeyeon dibalik selimutnya.
***
“Taeyeon-a…!!”
Taeyeon mengernyit dalam tidurnya dan menggeliat tak nyaman dibalik selimut. Matanya masih terpejam rapat dan rasa kantuk masih menguasainya. Ini mimpi atau apa? Siapa yang memanggilnya pagi-pagi begini? Tunggu. Ia mengenal suara ini. Taeyeon mengintip dari balik kelopak matanya.
“Suzy…” keluh Taeyeon dengan suara bantal khas bangun tidur. Suzy berdiri di ujung tempat tidur sambil tersenyum.
“Ireonaaa, Taeyeon-aaaa!!” seru Suzy sambil menarik-narik selimut yang masih menggulung tubuh sahabatnya.
Tapi Taeyeon malah memutar tubuhnya menghadap Luhan yang masih terlelap dan mempertahankan selimutnya, “Tidak mau!” sahut Taeyeon.
“Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk malam ini!” seru Suzy masih tak menyerah, “Cepatlah!”
Taeyeon melirik jam weker diatas nakas lalu memandang Suzy tak percaya, “Demi Tuhan, Suzy-a. Ini masih jam sembilan pagi”
“Tapi kita perlu banyak persiapan!” balas Suzy lagi. Kini ia menarik-narik pergelangan kaki Taeyeon dibalik selimut membuat Taeyeon mendesah kesal.
“Oke, oke. Aku bangun” ujar Taeyeon akhirnya. Ia terduduk diatas ranjang dengan malas, lalu memandang Suzy lengkap dengan muka dan suara bantalnya, “Memang mau persiapan apa?”
Suzy menyeringai girang sambil berkacak pinggang, “Kita mulai dengan kau mengirim pesan pada Kyuhyun”
Taeyeon mematung, mencerna baik-baik apa yang dikatakan Suzy lalu akhirnya mendongak dan menatapnya dengan histeris, “APA????”
Ia baru bangun tidur, dikejutkan dengan kedatangan Suzy yang tiba-tiba memaksanya bangun untuk mempersiapkan sesuatu yang dimulai masih sekitar 11 jam lagi dan sekarang Suzy tiba-tiba menyuruhnya mengirim pesan pada Kyuhyun duluan? Apa-apaan ini?
“Kau ucapkan salam, kau tanya kabarnya, dan tujuan akhirnya adalah kau tanya jam berapa dia akan menjemputmu” ujar Suzy sumringah.
“Jangan bilang ini rencanamu dan Hyukjae lagi” selidik Taeyeon, curiga melihat sikap Suzy yang kelewat semangat.
“Tidak!” sahut Suzy membela diri, “Lagipula kalaupun benar ini rencanaku dan Hyukjae oppa, kau suka kan? Kemarin kau pergi dengan Kyuhyun sunbae kan? Kau senang kan?”
“Diam kau!” sahut Taeyeon kesal. Seketika ingatannya kembali kesaat dimana Kyuhyun menggenggam tangannya, Kyuhyun yang merangkul pinggangnya dan mengalihkannya dari seorang pria tinggi. Dan wajahnya langsung memerah mengingat itu semua.
“Apapun yang terjadi padamu kemarin yang aku tahu kau menyukainya karena wajahmu memerah sekarang” goda Suzy, seringaian jahilnya melebar.
‘Sial. Suzy benar-benar menyadarinya’ gerutu Taeyeon dalam hati. Ia diam saja, mengerucutkan bibir tanpa menatap Suzy.
“Jadi, sekarang cepat SMS Kyuhyun. Hanya mengucapkan selamat pagi atau semacamnya. Dan kalau dia merespon baru kita jalan ketahap selanjutnya” sambung Suzy mendesak.
“Tidak mau”
“Pengecut”
“Biar saja. Aku tidak akan mengirim pesan duluan. Kalaupun dia tidak mau menjemputku ya sudah, kita bisa berangkat berdua” balas Taeyeon.
“Tapi aku akan berangkat dengan Hyukjae oppa” kata Suzy dengan nada sedikit minta maaf, dan membuat Taeyeon jatuh dari harapannya yang setinggi langit. Berarti ia terancam berangkat sendirian.
“Makanya kau SMS Kyuhyun” desak Suzy, menyadari kekecewaan di wajah sahabatnya.
“Tidak mau” tapi Taeyeon tetap keras kepala.
“Tenang saja, sudah aku kirim pesannya” ujar satu suara. Bukan Taeyeon maupun Suzy. Melainkan suara namja dari sebelah Taeyeon. Taeyeon menoleh dengan kaget, lupa sama sekali bahwa Luhan tidur dengannya sejak tadi malam. Tunggu….DIA SUDAH KIRIM PESAN APA MAKSUDNYA?
Luhan mengacungkan ponsel Taeyeon yang entah bagaimana sudah ada ditangannya, “Aku sudah SMS Kyuhyun”
“MWO???” jerit Taeyeon seraya merebut kembali ponselnya dari tangan Luhan. Tepat saat itu ponselnya mengeluarkan bunyi ‘beep’ kecil dan terlihat bahwa itu adalah laporan pengiriman ke nomor Kyuhyun. Sontak Taeyeon memukul lengan Luhan yang masih berbaring sekuat tenaga.
“Kau SMS apa???” teriak Taeyeon.
“Lihat saja sendiri” balas Luhan santai.
Taeyeon segera membuka folder pesan terkirim diponselnya dengan kalut. Suzy melesat mendekat dan duduk ekstra dekat dengannya untuk melihat pesan apa yang ditulis Luhan. Dan Taeyeon ternganga membaca pesan itu.
Kyuhyun oppa, selamat pagi dan semoga harimu menyenangkan! ^.^’
Taeyeon langsung melempar ponselnya entah kemana dan beralih menghadap Luhan, membungkuk didepan dongsaengnya itu dan mencengkeram lehernya membabi buta. Kalau ia tidak ingat bahwa Luhan adalah adik satu-satunya yang paling ia sayang, pasti ia sudah benar-benar mencekiknya, “Sialan kau…!!! Sejak kapan aku memanggilnya oppa!!!”
“Ini sempurna” komentar Suzy yang ternyata menangkap ponsel Taeyeon, ia tersenyum seperti orang gila saat membaca kembali pesan buatan Luhan, “Aku yakin Kyuhyun pasti akan tergerak jika seorang Kim Taeyeon memanggilnya oppa”
Taeyeon kembali ke posisi duduknya seperti semula, menetralkan napasnya yang menggebu lalu melirik Suzy dengan tajam sementara Luhan batuk-batuk karena serangan Taeyeon di lehernya tadi.
“Dia tidak akan peduli” ketus Taeyeon.
“Mau taruhan denganku?” balas Suzy yakin, lalu dia menekankan, “Dia peduli tentangmu”
***
Dering tanda pesan masuk berbunyi diponsel Kyuhyun. Kyuhyun yang masih bergelung ditempat tidur melenguh kesal dan justru menarik selimut sampai menutupi kepalanya dan meringkuk di dalamnya. Tapi ia lupa kalau nada pesan di ponselnya cukup panjang dan semakin lama makin keras, sehingga mau tak mau ia meraih ponselnya yang ada diatas nakas, lalu menariknya masuk kedalam selimut.
Awalnya Kyuhyun tidak mau membaca pesan itu dan hanya berniat mematikan deringnya, tapi matanya langsung terbuka 100% saat melihat siapa yang mengirim pesan itu. Dengan gerakan super cepat, ia menyingkap selimutnya sambil terduduk diatas ranjang. Layar ponselnya mengatakan kalau pengirim pesan itu adalah Kim Taeyeon.
Jantungnya berdebar tak karuan. Taeyeon mengirim pesan untuknya. Apa isinya? Haruskah ia membacanya? Terakhir Taeyeon meneleponnya, dia justru ingin Kyuhyun menjauh darinya. Bagaimana kalau hari ini tiba-tiba Taeyeon mengatakan tidak mau pergi dengannya ke pesta nanti malam? Oke, Kyuhyun terlalu berpikiran buruk tentang Taeyeon. Bagaimanapun juga ia harus membaca pesan itu dulu, baru bisa menyimpulkan.
Setelah menarik napas dalam-dalam, Kyuhyun kemudian menekan tombol yang membawanya masuk ke isi pesan Taeyeon. Ia memicingkan mata, mengantisipasi hal terburuk yang akan ia baca. Lalu membaca pesan itu.
From: Kim Taeyeon
Kyuhyun oppa, selamat pagi dan semoga harimu menyenangkan!
^.^
Seketika mata Kyuhyun membelalak tak percaya. Taeyeon memanggilnya oppa? Sejak kapan? Detik berikutnya, ia merasakan dirinya sudah tersenyum tolol didepan ponsel.
***
‘Dia tidak akan membalas. Itu pesan sampah. Kyuhyun tidak akan membalasnya’ pikir Taeyeon berulang-ulang, berusaha meyakinkan dirinya. Ia bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka, tak peduli dengan Luhan dan Suzy yang cekikikan sambil membayangkan balasan yang akan dikirim Kyuhyun.
Dasar Luhan! Kemarin saja dia melarang Taeyeon untuk bertemu dengan Kyuhyun, tapi sekarang dia sudah bergabung dengan kubu Suzy dan mereka bersama-sama menghancurkan awal hari Kim Taeyeon. Mengesalkan.
Taeyeon menggosok gigi sambil bercermin. Sebenarnya mau tidak mau ia juga berharap Kyuhyun membalas pesan itu, tapi mengingat kata ‘oppa’ yang ditambahkan Luhan dalam pesan tersebut, ia yakin Kyuhyun akan jijik melihatnya. Maksudnya, biasanya seorang Kim Taeyeon selalu menjaga image dihadapan Kyuhyun, bertingkah seolah tidak peduli padanya walau sebenarnya Taeyeon selalu memperhatikannya, Taeyeon terkenal ketus pada Kyuhyun tapi sekarang ia memanggil namja itu dengan sebutan oppa. Tentu akan menjadi tanda tanya besar di kepala Kyuhyun.
‘Tapi bagaimana kalau ternyata namja itu suka? Bagaimana kalau dia membalas dan suka dipanggil oppa?’ Taeyeon mengernyit pada bayangannya dicermin. Seharusnya ia memikirkan segala kemungkinan ini. Ini mustahil.
“Taeyeon-a!!!” tiba-tiba Suzy menjerit dari kamar, “Cepat keluar!! Kyuhyun membalas!!”
Taeyeon mematung. Kyuhyun membalas? Tanpa sadar ia mempercepat gerakan sikat giginya dan tanpa mencuci muka langsung kembali kedalam kamar. Ia menemukan wajah Suzy dan Luhan yang sumringah memandangnya. Ia tak bisa menebak apa balasan Kyuhyun, tapi sepertinya ini pertanda baik.
Taeyeon mendekati Suzy dan Luhan dengan wajah tidak-mau-tahu-nya, “Mana? Balas apa?” tanyanya malas.
Suzy menyodorkan ponsel kearahnya sambil berujar, “Baca saja sendiri”
Taeyeon meraih ponselnya dengan ragu. Haruskah ia membaca pesan Kyuhyun? Bagaimana kalau isinya tidak sesuai harapan? Tapi ternyata layar ponselnya sudah berada ditampilan pesan Kyuhyun sehingga ia bisa langsung membacanya.
From: Cho Kyuhyun
Selamat pagi dan semoga harimu menyenangkan juga, Taeyeon-a ๐Ÿ™‚ Terimakasih sudah menemaniku membeli kado kemarin, aku senang bisa bersamamu seharian.
Tidurmu nyenyak?

Taeyeon meneguk ludahnya susah payah. Ini pesan cukup standar untuk seorang namja kepada teman yeojanya, tapi kenapa ia merasa wajahnya memanas tak karuan?
“Cepat balas!” seru Suzy. Mau tak mau Taeyeon meliriknya dengan pandangan jangan-mengatur-ku.
“Apa perlu aku yang membalas pesannya lagi? Aku punya kata-kata manis untuk Kyuhyun. Sekalian untuk menebus kesalahanku kemarin” timpal Luhan sambil menyeringai.
Sontak Taeyeon membelalak, “Aku bisa sendiri!” sahutnya. Ia mulai berpura-pura mengetik balasan untuk Kyuhyun padahal latar ponselnya bukan berada di halaman untuk menulis pesan.
“Jangan lupa, tanya dia mau jemput jam berapa” ujar Suzy menambahkan.
“Iya, iya. Cerewet” Taeyeon menarik napas pelan dan memutuskan benar-benar menekan tombol ke menu balas.
“Aku yakin sebenarnya kau belum menulis apapun” kata Luhan seraya melipat tangan didepan dada dan memiringkan kepala kesatu sisi, memang Taeyeon belum mengetik apapun.
“Enak saja. Ini sedang dalam proses, tahu” elak Taeyeon.
“Bilang saja, ‘Aku juga senang seharian denganmu, oppa. Aku bahkan memimpikanmu tadi malam. Lalu nanti malam kau mau jemput jam berapa?” oceh Luhan.
“Aku sangat tidak ingin menulis itu” balas Taeyeon sakartis. Mendengarnya saja ia merasa geli, ishhh…”Dan aku tidak memimpikannya, maaf” tambahnya mengoreksi.
“Tapi aku bisa mendengarmu mengigau nama Kyuhyun berkali-kali” kata Luhan lagi, Taeyeon melotot.
“Benarkah?” tanyanya panik. Apa ia benar-benar memimpikan Kyuhyun? Memang pernah, tapi seingatnya bukan tadi malam.
“Aku hanya berbohong” jawab Luhan menyeringai lebar, “Tapi reaksimu terlihat seperti kau memang pernah memimpikan Kyuhyun”
Taeyeon mengerucutkan bibir sambil menatap dongsaengnya sinis. Luhan dan Suzy tertawa. Huh. Bahagia sekali mereka! Apalagi Suzy sepertinya senang sekali kubunya bertambah. Jangan sampai Suzy, Hyukjae dan Luhan bergabung.
“Sudah belum SMS-nya?” tanya Suzy tak sabar.
“Sedang kuketik” jawab Taeyeon sama tidak sabarnya, kali ini ia tidak berbohong, “Lagipula ini bukan urusanmu”
Taeyeon menyelesaikan pesannya, lalu menekan tombol kirim. Awalnya ragu, tapi akhirnya ia benar-benar mengirimkan pesan itu untuk Kyuhyun.
‘Tidurku nyenyak.
Nanti malam bagaimana? Mau berangkat jam berapa?’

Taeyeon tersenyum memandang hasil tulisannya sendiri. Paling tidak ini lebih kasual dari pesan abal-abal buatan Luhan tadi. Ia masih memandang puas SMS-nya saat tiba-tiba ponselnya sudah berbunyi lagi. Terkejut, tentu saja. Apa Kyuhyun membalas secepat ini?
Luhan tertawa, “See? bahkan Kyuhyun semangat sekali membalas SMS-mu”
Taeyeon tak bereaksi pada pernyataan Luhan. Ia terlalu sibuk memperhatikan pesan masuk baru di ponselnya yang ternyata benar dari Kyuhyun. Entah kenapa ia senang sekali.
From: Cho Kyuhyun
Tunggu aku… Aku akan menjemputmu pukul 7 malam.

Taeyeon tak bisa menyembunyikan senyumnya lagi, itu diluar kesadaran. Dan sekarang ia berharap agar malam cepat datang.
***
Kyuhyun merapikan kemeja yang dikenakannya sambil bercermin. Ia tersenyum puas karena ternyata setelan yang dipilihnya ini sangat pas untuknya. Sebuah kemeja hitam dipadukan dengan jeans, dan jas biru tua sebagai pelengkap, terkesan formal dan kasual secara bersamaan, Kyuhyun suka dengan penampilannya.
Kyuhyun mengambil jam tangan yang akan ia pakai seraya melirik kearah jam disudut kamar. Sudah pukul 6 lewat 23 menit dan sebentar lagi ia akan menjemput Taeyeon. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu yeoja itu lagi, membayangkan Taeyeon memakai gaun cantik dan tersenyum padanya sudah membuat Kyuhyun menahan napas. Ia harus segera berangkat.
Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Lee Hyukjae memanggil…
“Ya, Hyuk?” sapanya sambil sedikit membungkuk di depan cermin untuk memberikan sentuhan acak pada rambut cokelatnya sebelum benar-benar berangkat.
“Kyu, kau dimana?” tanya Hyukjae diseberang telepon. Suaranya terdengar terburu-buru dan sedikit panik.
“Di rumah. Kenapa?” jawab Kyuhyun, “Kau sendiri dimana?”
“Kesini sekarang”
“Kemana?”
“Rumah sakit. Seo ahjumma masuk UGD, mereka butuh biaya administrasi. Dan kau tahu Kyuhyun-a, uangku tidak sebanyak uangmu” jelas Hyukjae terburu-buru, “Cepat kesini sekarang”
Tubuh Kyuhyun langsung menegang. Kegiatannya di depan cermin sudah terlupakan sepenuhnya, ia panik, “Seo ahjumma masuk rumah sakit? Kenapa?”
“Paru-parunya kambuh lagi, kau tahu Seo ahjumma sudah mengidap penyakit paru-paru sejak lama. Jadi jangan banyak tanya, cepat kesini!” sahut Hyukjae, lalu menutup teleponnya.
Kyuhyun tidak bisa berpikir jernih lagi sejak Hyukjae mengatakan Seo ahjumma atau ibu Seohyun masuk rumah sakit. Ia mengenal Seohyun sejak kecil dan ibunya sudah ia anggap seperti keluarga sendiri. Ibu Seohyun bekerja sebagai pedagang camilan di kedai pinggir jalan yang penghasilannya bahkan kadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-seharinya dengan Seohyun. Ayah Seohyun yang seorang pemabuk dan penjudi nyaris tidak pernah pulang sejak Seohyun duduk di bangku Junior High School. Dengan semua alasan itu, Kyuhyun tahu jelas bagaimana keadaan finansial keluarga Seo. Ia tahu mereka tidak akan bisa membayar biaya administrasi rumah sakit yang tidak sedikit tanpa bantuannya.
Kyuhyun langsung menyambar barang-barang penting yang ia ingat; kunci mobil, ponsel, dompet, dan mantelnya. Setelah itu ia setengah berlari menuruni tangga dan keluar rumah dimana mobilnya berada.
‘Ahjumma, Joohyun-a, tunggu aku…’
***
Suzy sudah siap dengan penampilannya malam ini, gaun pastel putih sepaha yang memiliki satu bahu dan rambutnya ditata keatas dengan sejumlah hiasan berwarna silver yang membuatnya cantik bak bidadari. Suzy duduk di tepi ranjang Taeyeon sementara Taeyeon masih mengurusi penampilannya di depan meja rias. Suzy menggenggam ponselnya dan melihat kalau sekarang sudah pukul 6 lewat 50 menit. Sebentar lagi Kyuhyun dan Hyukjae akan menjemputnya dan Taeyeon. Ia tersenyum membayangkan Hyukjae yang pasti akan terlihat sangat tampan. Tepat saat itu Hyukjae meneleponnya.
“Yeoboseyo, oppa” jawab Suzy antusias.
“Suzy-a…” tapi suara Hyukjae tak seperti yang diharapkan. Hyukjae terdengar tak bersemangat.
Suzy mengernyit khawatir, “Oppa, wae?” tanyanya.
“Maafkan aku. Kau berangkat duluan saja dengan Taeyeon ke tempat pestanya” kata Hyukjae lagi, suaranya penuh penyesalan dan permintaan maaf.
“Apa? Tapi…kenapa?” tanya Suzy tanpa bisa menyembunyikan kekecewaannya. Taeyeon yang menyadari perubahan nada suara sahabatnya segera menoleh.
“Aku dan Kyuhyun harus menyelesaikan urusan dulu. Penting. Tapi pasti kami menyusul kalian kesana”
Suzy mendengus marah. Entahlah, mungkin ia tak pantas merasa seperti ini, tapi ia tak bisa terima dengan keputusan Hyukjae yang seenaknya. Jika memang Kyuhyun dan Hyukjae punya urusan, kenapa tidak membatalkan pergi bersama sejak kemarin atau sejak tadi siang, ini terlalu mendadak, dan Suzy benar-benar marah sekarang.
“Ya sudah, tidak apa-apa. Kebetulan tadi Chanyeol menawarkan diri untuk mengantarku. Jadi aku berangkat dengan dia saja” balas Suzy dingin. Dan langsung memutus teleponnya.
Bodoh. Suzy memang bukan siapa-siapa untuk Hyukjae, tapi ia kesal kalau Hyukjae memperlakukannya seperti ini. Taeyeon sudah duduk menghadap padanya, dan bertanya ada apa, tapi Suzy tak menanggapi karena masih terbawa emosi. Ia kembali menyalakan ponselnya dan mencari kontak seseorang.
“Chanyeol-a?”
***
“Hyung”
Yunho menoleh pada Chanyeol yang berbisik disampingnya. Saat ini Yunho dan beberapa anak Light kelas 11 dan 12 sedang berkumpul di sebuah coffee shop. Mereka memang sering berkumpul seperti ini diakhir pekan, hanya untuk bersenang-senang.
“Apa?” balas Yunho.
“Kau mau mengantar Taeyeon ke acara anniversary Dark tidak?” tanya Chanyeol, lebih tepatnya menawarkan, ia masih berbisik agar tidak diperhatikan oleh anak Light yang lain.
“Taeyeon mana?”
“Kim Taeyeon, tentu saja. Memang Taeyeon mana lagi?”
Yunho diam sejenak, “Kenapa tiba-tiba menawarkanku?”
“Tadi Suzy meneleponku. Dia bilang dia dan Taeyeon tidak ada yang mengantar, jadi dia memintaku mengantarnya dan Taeyeon. Tapi aku tahu, pasti kau tidak mau melewatkan kesempatan ini kan? Makanya aku menawarkanmu” ujar Chanyeol.
Yunho menyesap kopinya sambil berpikir. Mengantar Taeyeon… ini memang kesempatan bagus, terlebih Saehyun sedang sibuk bersenang-senang dengan grup-nya, jadi yeoja itu tidak akan tahu ia pergi kemana. Tapi tidak bisa. Bagaimanapun juga Yunho akan merasa bersalah kalau ia telah mengingkari janjinya pada Saehyun… tapi ini kesempatan bagus. Sial! Ia bingung.
‘Lakukan semaumu dan kejar cintamu sebelum akhirnya kau menikah dengan Saehyun. Kau berhak merasakan jatuh cinta walau hanya sedikit saja. Aku janji akan melindungimu’
Perkataan ibunya kala itu tiba-tiba terngiang di kepala Yunho. Haruskah ia…??
“Hyung, kajja!” ajak Chanyeol yang langsung membuyarkan perang batin Yunho, “Kasihan Suzy dan Taeyeon kalau mereka harus berangkat sendirian, acaranya dimulai 30 menit lagi”
***
Kyuhyun menerima tanda pembayaran dari kasir rumah sakit lalu kembali ke ruang UGD dimana ibu Seohyun dirawat, ia mendekati Seohyun dan Nyonya Seo. Nyonya Seo masih terbaring lemah diranjang dengan wajah pucat. Seohyun duduk disisi ibunya sambil menggenggam tangan ibunya erat.
Kyuhyun tersenyum pada mereka, “Joohyun-a, ibumu sudah bisa dipindahkan ke kamar rawat inap malam ini”

Nyonya Seo tersenyum lemah, “Kyuhyun-ssi…aku tidak tahu bagaimana harus… Uhuk~uhuk..”

“Eomma! Sudah kubilang jangan banyak bicara dulu. Keadaanmu belum stabil” tegur Seohyun.

“Ya, sebaiknya ahjumma istirahat saja. Dokter akan memeriksamu lagi” Kyuhyun berujar lembut.

Tadi Hyukjae bercerita padanya bahwa ibu Seohyun dilarikan ke rumah sakit karena batuk-batuk darah. Nyonya Seo memang mengalami gangguan paru-paru sejak tiga tahun lalu, dan sekarang semakin parah karena ia kurang istirahat.

Nyonya Seo tersenyum terimakasih pada Kyuhyun. Dan Kyuhyun balas tersenyum. Dengan senyuman itu saja Nyonya Seo sudah bisa membayar semua hutang finansial keluarga Seo padanya. Kyuhyun senang melihat senyuman seorang ibu, terlebih karena ia sudah jarang mendapatkan hal itu dari ibu kandungnya sendiri.

“Oppa, terimakasih banyak” ujar Seohyun pelan.

Kyuhyun terkekeh seraya mengacak rambut yeoja itu, “Tak perlu berterimakasih padaku. Ini memang tanggung jawabku”

Seohyun tersenyum tipis. Kyuhyun beralih pada Hyukjae yang berada disofa hitam di depan ranjang. Hyukjae tampak sibuk dengan ponselnya dan ia berkali-kali menghela napas kesal setelah mencoba menghubungi seseorang.

“Aish…” keluh Hyukjae untuk kesekian kalinya. Ia menekan-nekan layar ponselnya dengan kesal.

“Ada apa, Hyuk?” tanya Kyuhyun seraya menghampirinya.

Hyukjae menengadahkan kepala di sofa, “Suzy tidak mau mengangkat teleponku. Tadi dia bilang mau berangkat dengan Chanyeol. Kenapa harus anak Light itu lagi?? Padahal dia bisa naik taksi dengan Taeyeon. Aku lebih rela mengeluarkan banyak uang untuk membayar taksi daripada harus merelakan Suzy dekat dengan si Chanyeol itu. Tapi sekarang…” Hyukjae mengacak-acak rambutnya frustasi.

Seketika Kyuhyun teringat sesuatu. Apa??? Sial! Ia menepuk keningnya dengan keras. Demi langit dan bumi, bagaimana ia bisa lupa dengan janjinya menjemput Taeyeon? Ini sudah lebih dari seperempat jam dari jam yang telah ia janjikan, dan ia bahkan tak mengabari Taeyeon sama sekali.

Kyuhyun segera mengeluarkan ponsel di dalam saku jasnya lalu mencari kontak Taeyeon. Jangan sampai Taeyeon bertingkah seperti Suzy yang tidak mau mengangkat telepon dari Hyukjae. Nada sambung pertama…

“Yeoboseyo” akhirnya Taeyeon menjawab di nada sambung kedua.

Kyuhyun bernapas lega, “Taeyeon-a, mianhae” ujarnya.

“Tidak apa-apa” balas Taeyeon.

“Ibu Joohyun sakit, dan aku harus menjenguknya sebentar. Maaf aku tidak mengabarimu”

Taeyeon terdiam sejenak. Tapi lalu ia bertanya pelan, “Joohyun…?”

Kyuhyun dapat mendengar suara Taeyeon yang begitu lemas setelah ia mengemukakan alasannya. Hyukjae memandang Kyuhyun sambil memutar bola matanya. Kyuhyun dan ketidak pekaannya.

“Ne” jawab Kyuhyun, “Tapi aku akan segera menyusulmu. Kau sekarang…”

Kyuhyun berhenti bicara saat mendengar sayup-sayup seseorang bertanya pada Taeyeon ‘Tempat pestanya dimana, Tae?’ dan ia sangat mengenal suara itu.

“…Ikuti mobil Chanyeol saja. Dia tahu tempatnya…” Taeyeon menjawab orang itu sambil menjauhkan sedikit ponselnya. Lalu kembali menyahut, “Kyuhyun-a?”

Kyuhyun menipiskan bibirnya, sedikit marah. Taeyeon pergi dengan orang itu tanpa sepengetahuannya. Entah mengapa ia merasa sudah dikhianati.

“Kau dengan siapa?” tanya Kyuhyun dingin.

“Dengan Yunho sunbae” jawab Taeyeon tenang.

Kyuhyun membuka mulutnya, nyaris memaki-maki kehadiran leader Light itu didekat Taeyeon, tapi beruntung ia bisa menahannya. Ia ingin memukul sesuatu sekarang.

“Cho Kyuhyun?” panggil Taeyeon lagi.

“Ah~ Baiklah, hati-hati” ujar Kyuhyun, “Sampai bertemu di pesta”

Kyuhyun langsung memutuskan sambungan telepon sebelum ia benar-benar meledak. Ia ingin marah, tapi marah pada siapa?

“Kenapa?” tanya Hyukjae yang menyadari adanya emosi di wajah Kyuhyun.

“Yunho”

Hyukjae langsung mengangguk-angguk mengerti, masalahnya tak jauh berbeda dengan yang ia alami dengan Suzy.

“Kyuhyun oppa, Hyukjae oppa” panggil Seohyun tiba-tiba, “Kalian bisa pergi sekarang. Acara anniversary Dark akan segera dimulai”

Kyuhyun dan Hyukjae menoleh pada Seohyun, “Tidak, tidak, aku harus disini sampai ahjumma…”

“Kyuhyun-ssi” Nyonya Seo memotong, “Aku sudah banyak merepotkanmu dan Hyukjae-ssi. Kalian terlalu baik padaku. Sekarang jika kalian memiliki urusan masing-masing, pergilah”

“Benar oppa, pergilah” ujar Seohyun setuju.

Kyuhyun menatapnya, “Kau sendiri? Kau tidak akan pergi ke acara Dark?”

Seohyun menggeleng pelan, “Aku hanya harus disini menjaga eomma” jawabnya, “Sekarang pergilah, oppa”

“Jadi sekarang kau berani mengusirku?” tanya Kyuhyun dengan nada kesal, tapi bercanda. Sungguh Kyuhyun tidak nyaman jika harus meninggalkan Seohyun berdua saja dengan ibunya. Kyuhyun khawatir ada hal buruk yang Seohyun tidak bisa tangani sendiri.

“B-bukan begitu, oppa” ujar Seohyun gelagapan, takut Kyuhyun salah paham. Ia mengalihkan pandangan dari namja itu, “Aku tahu seberapa penting moment ini untukmu. Kalau kau mengkhawatirkanku, maka aku janji akan baik-baik saja sendiri disini. Tapi kalau kau meninggalkan dia sekarang, belum tentu dia masih bisa menerimamu nanti”

Kyuhyun tertegun. Seohyun benar. Kalau ia kehilangan Taeyeon malam ini…tak ada malam-malam lain untuk mengejar cintanya lagi.

“Ayo oppa, pergilah” desak Seohyun. Ia memandang Kyuhyun dan Hyukjae dengan senyum meyakinkan lalu tiba-tiba berdiri, “Perlu benar-benar ku usir ya…”

Seohyun menghampiri kedua namja itu dan langsung menarik tangan mereka menuju pintu keluar ruang UGD.

“Yaa…Seohyun-a!” sahut Hyukjae terkejut sedangkan Nyonya Seo terkekeh melihat tindakan anak perempuannya pada kedua namja itu.

“Ahjumma, kami permisi” pamit Kyuhyun selagi sempat. Nyonya Seo hanya mengangguk dan tersenyum.

Setelah berhasil mengeluarkan Kyuhyun dan Hyukjae dari ruang UGD, Seohyun menatap keduanya, “Sana pergi” usirnya.

Hyukjae memandang geli Seohyun lalu menepuk pelan pundaknya, ia memilih pergi mendahului Kyuhyun sementara Kyuhyun masih diam ditempat.

“Joohyun-a…” ujar Kyuhyun.

Seohyun menghela napas lelah, “Oppa, pergilah. Aku tahu malam ini penting bagimu. Aku tidak ingin menjadi beban untukmu…”

Kyuhyun menatap yeoja itu dalam diam. Ia bingung dengan sikap Seohyun sekarang ini. Jika benar yang dikatakan Luhan kemarin bahwa Seohyun sangat mencintainya, dan juga yang dikatakan Hyukjae tentang Seohyun yang mencintainya sejak kecil, lalu kenapa yeoja itu bisa setenang ini menyuruhnya pergi untuk Taeyeon? Kyuhyun memang tidak seperti Hyukjae yang sangat mengerti wanita, tapi ia tahu bahwa melepas orang yang dicintai itu sangatlah sakit. Apa wanita bisa menahan sakit sebesar ini?

“Aku tidak pernah menganggapmu beban”

Seohyun sudah menduga Kyuhyun akan menjawabnya seperti ini, “Aku percaya. Tapi kau harus segera pergi, oppa. Taeyeon menunggumu” balasnya bersikeras.

Tapi Kyuhyun malah tertegun melihat pancaran mata yang berbeda dari Seohyun sekarang dibanding dengan Seohyun biasanya. Dan di detik itulah Kyuhyun sadar yeoja itu mempunyai perasaan yang sangat dalam padanya. Ia begitu bodoh karena baru menyadarinya sekarang. Seohyun melepasnya dengan tulus agar ia bisa bersama yeoja yang dicintainya. Kyuhyun tak tahan lagi. Ia menarik tubuh Seohyun kedalam pelukannya.

“Seo Joohyun” bisik Kyuhyun sambil memeluknya erat, “Terimakasih atas semua hal yang aku yakini hanya kau yang bisa memberikannya untukku”

Tubuh Seohyun bergetar dalam pelukannya. Ia benar-benar sedang berusaha melupakan perasaannya pada Kyuhyun dan bertindak sebagai sahabat seperti sebelumnya, tapi kalau Kyuhyun memeluknya seperti ini ia takut niatnya akan menguap begitu saja. Seohyun berontak dalam pelukan Kyuhyun, minta dilepaskan.

“Oppa pergilah” balas Seohyun sangat pelan.

Seohyun mendorong Kyuhyun sekuat tenaga, hingga akhirnya pelukan mereka terlepas. Lalu Seohyun berbalik membelakanginya, “Pergilah…jangan buat aku berubah pikiran”

Kyuhyun memandang sendu punggung yeoja itu, “Terimakasih” ujarnya sebelum berbalik dan melangkah mengikuti Hyukjae yang sudah jauh di depannya.

“Aku mencintaimu” lirih Seohyun tiba-tiba, membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya, “Dan yang aku inginkan adalah melihatmu bahagia. Jadi, berbahagialah dengan dia, dan kau akan membuatku bahagia”

Setetes air mata turun di pipi yeoja itu sebelum pintu ruang UGD kembali tertutup.

To be continue……

DLTD Family, Thank’s To:

v a.r.m.y [first comment! aq slalu menghargainya, gomawo :* ]. Amanda. meidaarinadia88. devi rosiana. deasyandrianie. hyera. Ulfaaachan~. myeonie’s. Bubble Taengoo TaeNy [komentar km adalah komentar terpanjang di ff ini. km pasti bekerja keras bwt nulis itu, rasanya sebanding dgn kerja keras author yg berusaha menulis cerita menarik. jeongmal gomapta. tambah terus komentarnya ya! :*]. Euis amaliandi. Indah BSW. lindawulandari. alma. diahtyas. laras. erikaseyeon. cookiete. caca09. tessyachan. DreamLand. coolofme. afriliayunisa. Mia. Fitriani. barcelonista. My Boo, TaeTae. sintadw91. vinyeol. Rinrin. gitarq. TaengSONE. Mkim26. TAf. via agnesia. sindy. taen9o. megakimtaehyung

Check Uname Kalian Readers!

Maaf kalau masih ada yg belum ketulis. Alasannya ada 2, mungkin readers koment-nya pas aku udah kirim ff ini ke author ATSIT buat di post sampai aku gabisa tambah lagi nama di thank’s to, dan yg kedua mungkin memang karena kecerobohan aku yang ga teliti mendaftar uname yg koment.

Alasan pertama bisa ditanggulangi(?) dengan readers koment dan baca ff lebih awal, maksimal sebelum seminggu setelah ff di post. Untuk alasan kedua hanya aku dan Allah yang tahu ๐Ÿ™‚

Oh ya sedikit bocoran untuk next chapter bakal ada kejutan dari Kyuhyun. Tapi aku ga mau nebak, para readers bakal benar2 terkejut atau ga. Yang jelas bakal ada sesuatu yang akan dilakukan Kyuhyun ๐Ÿ˜€

Terimakasih partisipasinya.

See You In Chapter Twelve :*

Advertisements

39 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 11)

  1. daebak,,,
    jadi sedih ama perasaan seohyun, melapas memang menyakitkan,,,
    luhan akhirnya mendukung kyutae,,
    gk sabar buat kejutan kyu di chap selanjutnya,,
    fightaeng!!!!
    maksih ud dsebut di thank to ^^

  2. Bener bener nungguin ff inii akhirnya di post jugaa.. semoga cepet di post chap selanjutnya thorr semangatt!!

  3. soehyun hati mu tulus bgt,. luhan akhirnya sadar juga lagi jahat bgt sama noonanya sendiri,. disini ga banyak moment kyutae tapi syukur deh kejadian disini syukur” ga bikin kyuhyun galau ya sama perasaannya ke taeyeon,. pairingnya kasih kyutae ya tapi yunho juga munculin kasih udh lama ga nongol juga,. ga sabar nunggu kejutannya mudah” hal yg baik ya ditunggu bgt update nextnya semangat,dan updatesoon

  4. Kecewa sich rasanya klo kgak jd dijemput kyak taetae n suzy, so yeah jgn marah ye kyuvil kan slah lu jg keles…

  5. Makin seru, makin bagus. Suka,suka
    Daebakkkkkkkkk
    bagus bnget
    Next ya, semngat.
    Update soon
    fighting, fighting

  6. wah wahhh daebakkkk. deg deg banget waktu luhan marahin taeyeon sm kyuhyun.dan seriously, aku kaget banget wakti seohyun nampar luhan. gilakkkk aku gak bisa bayangin gmn ekspresi ny luhan wktu ditampar gitu. pasti dia juga shock banget dah. dannn lucu juga baca sms nya luhan ke kyu. penasaran juga gmn reaksi nya kyu pas nnti ktmu sm taeyeon di pesta nya. ahhh banyak banget deh yg aku kira2. next deh thorr. aku akan jd pembaca setia yg selalu mendukung mu kok :*:*:*:* next and hwaiting author nim ^^

  7. Emang ya cinta itu buta seakan sekelilingnya aja ga keliatan ga perduli lebih milih yg ada didepan mata๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ trus maunya bikin orang yg kita suka bahagia rela sakit hati๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ tapi kelamaan liat dia dengan yg lain cemburu๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ bgtulah kyutae, kyu oppa jangan goyah pantang menyerah pokoknyaa dapetin sitaeng unie. Seohyun unie ikhlasin aja yaa liat luhan udah berjuang maksimal loh dia aja lebih baik obat sakit hati wkwkwkw suzy sama hyukjae jadian aja deh gemes๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ junho oppa doaku baik baik aja deh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

  8. omg makin kesini moment kyutae makin sweet aja,,luhan jailnya bikin gemes,and finally dia ngerestuin si taeng ma kyu jadian #senengnyaaa…
    emm kejutan apa ni eon,mungkinkah kisseu hahaha
    atau apaaa???penasarannnn so please update soon yah,ditunggu,dinanti dan diharapkan so fighting and keep writing yakk
    see u in the next chap
    #kibarbenderakyute

  9. Hampir mikir luhan lebih ngebela seohyun dripadar taeyeon.
    Aaahh,knpa mereka gak jd brngkt bareng sih,tp gak apalah. Kan masih ada dipesta. Pliisss bikin moment dipesta taeyeon sama kyuhyun.
    Fighting unnieee^^
    Nxt chp ditunggu^^

  10. Makin keren nih cerita ya.
    Sneng bgt luhan udah baikan sma taeyeon,,dan seohyun jgn sedih karena ga bsa sma kyuhyun.
    Tambahin moment KYUTAE ya dong thour hehe
    next jgn lama2,,dan bwt authour tetap semangat bwt FF ya.

  11. Daebak thor
    Ceritanya makin keren, seru dan juga bikin penasaran untuk setiap kelanjutannya thornim
    Next chapter ditunggu thornim… ๐Ÿ™‚
    Fighting.. ๐Ÿ˜‰

  12. Hahahah luhan lucu waktu bls sms kyuhyun,si yunho uda punya pacar tp masih ngejar2 taeyeon ntr taeyeon kena batunya lagi,ayo kyu kehar cintamu!!!!

  13. Uhhh sedih ngeliat Seohyun ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข. Cieee yg sms an sma Kyuhyun malu2 gtuuu ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š. Haha aku tunggu next chapter ya thor. Fighting!!! ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

  14. Ya…. Udh gx jdi first comment lgi…. Huaaaa sedih…
    Tapi gx pa2 lah yg penting meninggalkan jejak…he…he…
    Gila ya, ni ff makin hari mamin greget binggo deh… Kpn nih kyutae bersatu???

  15. tae gengsinya tinggi banget ya hihii, sedih juga sama seo, susah buat lepasin orang yang kita cintaii, ya intinya kapan kyutae bersatu nihh?? cpet update ya thor penasaran bangett, fightinggg

  16. akhh, kyuhyun kayanya udh cinta mati banget sama taeyeon dan taeyeon terlalu polos dan masih belum mengakui perasaannya sendiri… disini keliataan banget kalo mereka mengalami cinta buta.. melakukan apa saja agar orang yg ia cintai bahagia walau terkadang menyakitkan.. seohyun tabah dan benar” melepaskan, jdi merasa kasian banget.. tapi semoga seohyun menemukan kebahagiaannya jugaa..

    aku tunggu kelanjutan ceritanya.. fighting!!

  17. Ngepasun orang yg dicintai emang g semudah yg kita kira.
    Namun melihat dia bahagia kita jg akan merasakan kebahagiaanx.

  18. waaaa seneng bgtt udah update lg >.<

    akhirnya luhan sadar jg,
    dipikir-pikir punya ade ky luhan seru yaaa, ngegemesinn haha
    kocak bgt adegan tae-luhan-suzy kkk~
    dann sempet agak kesel sama seohyun,
    tp ternyata seo punya hati yg besar bangett.. great!!
    jd berharap seo bisa jadi sama luhan..

    makasii jg buat rini yg selalu mengapresiasikan setiap commenters..
    I honestly love this story, n selalu nunggu kelanjutannya..
    Makanya aku selalu berkomen ria hhaha
    Pokonyaa semangatt terus yaa saengie!! Hwaitingg!!

    btw, kejutan kyu d next chapter apa yaa?
    kiss kah? nembak tae kah? atauuu.. aahh *penasarann* hahaha

  19. Luhan๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ di sini ku sayang luhan dia sebenarnya gentleman bela seohyun di depan kyu tapi kena tampar seohyun pasti rasanya pedih banget๐Ÿ˜ญ ku senang taeng-luhan udh baikan dan nampaknya luhan dukung hubungan taeng-kyu๐Ÿ˜๐Ÿ˜ seharusnya sebagai adik luhan harus dukung kakak nya dari awal sebelum di tampar tapi di sini tuh main perasaan dek rin seriusan aku tau gimana perasaan luhan ke seo yg org di cintainya yg di sakiti cowok lain tuh rasanya sakit dan luhan patut marah tpi demi membela seo luhan gk bisa kayak gitu kan larang” taeng suka sama kyu, itu hati dan perasaan loh gk bisa di larang” kan tapi syukurlah di sini luhan di beri pencerahan๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ di sini ku ngakak pas adegan sms”an luhan kamu memang jahil yaakkk meskipun udh di tampar tetap aja jahil๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… di sini aku suka peran seo yg relain perasaan nya demi kebahagiaan org yg di cintai dan itu mulia banget dekk kenapa sii luhan-seohyun gk bersatu aja sebelum perasaan sakit akan di tolak dan di kecewakan menyelubungi perasaan mereka masing” tpi kesakitan itu akan di balas sama tuhan dengan hal yang baik tanpa kita tahu kapan dtng#lahgayamu ๐Ÿ˜… yunho๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ini kesempatan emas oppa tpi kyu kasian dia kalah start sama yunho๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… gk papa kyu kamu sama aku aee *ehh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ taeng juga greget disini tuh yg gk peka taeng dekk dia tuh gk tau apa yah kyu cemburu๐Ÿ˜‚ sudahlah dua orang yang gak peka bersatu dunia runtuh dekk gk kebayang gimana mereka nnti๐Ÿ˜… kapansii kyu-taeng nya bersatu udh di relain noh sama seohyun dekk aku jdii greget sama kamu ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† pasangan suzy-eunhyuk juga kiyutt suzy ngambek sama hyuk dan itu ngakak, maunya di sini tuh si eunhyuk di ajak main perasaan juga dia tuh gak tau yahh suzy tuh butuh kepastian๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ dahlahdahlah sepasang sahabat yang perasaan nya sama sama menggantung dan mereka bersatu rasanya itu nyess di gantungin mulu dekk ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… ulululu greget banget amaa cast di ff kamu dekk ku bawa pulang juga mereka semua๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… dan di thanks to nya maaf hanya comentlah yg bisa ku beri untuk karya kerenmu ini dekk ak aja belum tentu bisa buat karya semenarik sepertimu ini kamu pantas kok dpt komentar panjang akan karya mu ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜ aku suka karya mu dan bakal selalu mendukung๐Ÿ˜ semangat terus yaakkkk!!! Always support you dekkk ๐Ÿ’๐Ÿ’ semangat !!!!! ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ maaf lagi klo koment aku di sini makin panjang dek rin aku memang suka koment panjang” klo ceritanya bagus๐Ÿ’๐Ÿ’

  20. Wkwkwkwk si luhan lucu banget pas ngirim sms ke ke Kyuhyun, bayangin tampang sok polosnya itu……
    Tp kasihan juga seohyun nya, ya semiga luhan bisa dptin hatinya seohyun…..
    Ditunggu lanjutannya ya thor…..

    Fighting

  21. Pertamanya sih agak kesel sma luhan krn tingkahnya gitu sma kk nya ,tp setelah liat dia nyesel dan malu akhirnya minta maaf sma kknya, dan setelah hubungan taeyeon kyuhyun mulai di restuin luhan,ehh malah ad aja hambatan yg ngalangin mereka,duhhh jdi penasaran nihh,bisa g ya kyuhyun ngambil kepercayaan taeyeon lg ??di tunggu nih thor,chap 12 nyaa ,secepatnya di publish ya wkwk,g sabar krn bikin penasaran nih,keep writing & imagine! FIGHTING!

  22. akhirnya luhan sadar sma kelakuannya
    kenapa eommanya seo saki sih kan kyu jadi gak bisa jemput tae
    penasaran sama kejutan kyu di chap selanjutnya
    next chap cepet update ya eo
    fighting

  23. Aaa aaa … akhirnya seohyun berbesar hati merelakan kyuhyun ..
    pls peka ma luhan seob .. hihhi
    wahh taeng berangkat ma yunho .. jgn smpe deh si saehyun tau
    next ditunggu !! Suka bngt liat kyu cemburu hahahkss

  24. fiuh ternyata si seohyun itu baik ya, kirain dia bakal berusaha misahin taeng sama kyu :”
    yeyy taeng sama luhan udah baikan yuhuu seneng deh liat mereka akur lagi ^^. dan isi pesan luhan ke kyu sumpah ngakak banget wkwk
    next yaa fightaeng ^^

  25. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 12) | All The Stories Is Taeyeon's

  26. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 13) | All The Stories Is Taeyeon's

  27. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14) | All The Stories Is Taeyeon's

  28. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  29. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  30. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s