[FREELANCE] Countdown (Twoshot/END)

PicsArt_06-24-12.22.38

COUNTDOWN

[Shot 2]

by slmnabil

starring Girls’ Generation’s Kim Taeyon x EXO’s Byun Baekhyun

genre Romance-Comedy length Twoshot rating PG-15

Preview: Chapter 1

 

++

Bukankah membawanya ke rumah sakit jiwa adalah pilihan yang lebih cerdas daripada ke rumah tangga?

++

Baekhyun meminta privasi.

Melihat gesturnya menjadi agak kaku, dapat kutangkap kalau dia juga tidak menduganya. Hah, yang kudiktekan padanya dua menit yang lalu pun, dia pasti lupa. Apa lagi dengan janji kapan tahun pada mantan pacar? Mana bisa dia tidak terkejut kalau skenarionya tiba-tiba menjadi seperti ini?

“Taeyeon, aku harus apa sekarang?”

Yah, mau dikata apa lagi? Meski dia adalah cowok yang akan menikah denganku dua jam lagi, tetap saja. Aku tidak pernah bergabung dalam keanggotan Penyelamatan Mantan Pacar yang Dizalimi. Jadi, toh, sepertinya tidak perlu-perlu amat untuk jaga sikap.

“Sori, nih, tapi aku sedang sibuk mengatur hormon toleransiku. So please, make a distance.”

“Toleransi untuk apa?” interupsi suara lain. Setidaknya ada tiga suara wanita yang dipadukan jadi satu.

Bodoh. Kepalang bodoh. Aku masih tidak percaya kenapa bersedia mengikuti alur semacam ini. Sudah satu jam aku bersama wanita-wanita ini, namun tak kutemukan satupun hal yang kira-kira bakal membuat lelaki tertarik. Dari perspektif wanita.

Agatha, dia cantik, sih, sebenarnya. Tapi aku tak begitu mengerti kenapa pria menyukai wanita yang lebih tua. Apakah mereka tidak merasa seperti punya kakak perempuan? Apalagi dia… suka sekali mengatur. Aku penasaran berapa lama mereka berkencan.

Keadaan yang berbeda untuk Dakota, Baekhyun bilang dia punya gangguan perilaku. Tak heran, sih, dia menyuruhku jauh-jauh darinya. Emosinya bisa naik dan turun tiba-tiba, mirip rollercoaster dalam versi manusia. Apalagi mulutnya, bisa kukatakan dia punya bakat untuk ikut kontes hina-hinaan. Aku penasaran kenapa Baekhyun kuat berkencan dengannya.

Lalu, Hayeong. Tidak banyak yang ingin kukatakan soal perempuan ini. Dia hanya… terlalu manis. Percayalah, kalian tidak akan kuat berbincang dengannya lebih dari tiga sahutan. Well, kejam tidak kalau kubilang sikapnya seperti dibuat-buat? Aku bahkan beranggapan kalau Baekhyun kencan dengan anak sekolah dasar.

Dan, yah, katakanlah aku sudah cukup sabar menghadapi manusia-manusia pengacau pernikahanku ini. Jadi jangan salahkan kalau sekarang aku ingin mewujudkan skenario pengantin yang berubah jadi manusia serigala.

“Baekhyun, berapa lama hukuman penjara yang akan kudapat jika menyebabkan luka fisik pada seseorang?” tanyaku.

Dia agak gamang sejemang, tapi akhirnya menjawab juga.

“Yah, tergantung lukanya. Kalau tidak parah paling-”

“Pembukaanmu terlalu panjang, kalau ingin tahu.”

Jelas aku tak sabaran, karena sekarang arah fokusku hanya satu. Menjambak rambut manusia-manusia ini satu-satu.

“Karena kita sedang berada dalam mobil, tidak akan ada saksi bukan? Hah, aku sudah cukup sabar menghadapi kalian. Tapi, apa? Toleransi untuk apa?! Bersiaplah dicabik-cabik oleh werewolf hari ini.”

“Wah, tidak sopan sekali. Aku lebih tua darimu, tahu!” teriak Agatha.

“Baekhyun. Bukankah membawanya ke rumah sakit jiwa adalah pilihan yang lebih cerdas daripada ke rumah tangga?” Dakota tampak tak mau kalah.

“Akan kulaporkan kau pada polisi!” susul Hayeong.

Hah! Kau bahkan tak punya saksi!”

++

Ada. Mereka punya saksi. Bukankah cukup gegabah memilih Baekhyun untuk mengatakan aku telah menyerang mereka? Tapi tetap saja, itu agak mengkhawatirkan seolah rasanya ginjalku naik sampai kerongkongan.

Aku tidak bisa membaca, tidak bisa menyelami, tidak bisa menebak, dan bahkan mengerti saja tidak akan jalan pikiran Baekhyun—sebenarnya tidak pernah bisa karena dia terlalu abstrak. Sudah cukup edan meninggalkan pernikahan hanya untuk janji mantan pacar. Tapi, lihatlah yang kudapatkan sekarang; Terancam dijebloskan ke penjara oleh pacarku sendiri.

Ironi.

“Jadi apakah Anda melihat wanita ini melakukan penyerangan fisik kepada mereka bertiga?”

Wah, itu kalimat yang tak kusangka akan kudengar selama hidupku. Petugas ini benar-benar handal membuatku seakan jadi tersangka.

Baekhyun tampak gelisah. Jari-jarinya tak berhenti bergerak-gerak kalau tengah menimbang keputusan. Heran, deh, kenapa dia tidak langsung saja bilang tidak dan membawaku kembali ke altar? Atau jangan-jangan dia berusaha menyingkirkanku, begitu? Itu skenario terburuk; Cinta lama bersemi kembali. Sori, aku bukan salah satu fanatiknya. Jadi kemungkinan yang agak—sangat—buruk kalau tiba-tiba Baekhyun merasakan sesuatu pada mereka lagi.

Well, dia… Jadi, Taeyeon…” Baekhyun tampak sangsi. “Dia memang menjambak mereka bertiga. Karena kesal.”

Oh, halo! Byun Baekhyun aku tidak bisa mendengarmu, di sini terlalu gelap! Kalau saja aku bisa mengutip dialog dari si spons cuci piring berwarna kuning itu tanpa membuatku terlihat bodoh, sudah kulakukan sejak tadi. Sungguh, sebenarnya pikiran macam apa yang tengah ambil bagian dalam kepalanya?

“Dan kenapa Nona ini bisa sampai kesal?”

“Dia kesulitan mengatur hormon toleransinya, probably. Tapi sebagai warga negara, Taeyeon sangat patuh aturan, kok.”

Menjatuhkanku lalu menerbangkannya lagi? Sial. Jangan harap aku mau bicara denganmu lagi.

“Baiklah. Nona Taeyeon, Anda akan kami berikan hukuman penjara untuk beberapa bulan.”

Oh, sialan.

++

Aku merasa bodoh. Duduk sila sambil bersandar di dinding dengan jeruji besi sebagai pintunya.

Menurutku itu cuma tindakan bela diri kok. Mana bisa setelah diinjak-injak seperti itu aku tetap haha-hihi dan ramah terhadap mereka?

Byun Baekhyun pun sama saja. Aku heran kenapa ciptaan itu enggan sekali mengeluarkan klausa pembelaan? Apakah dia akan diserbu dinosaurus atau spesiesnya kalau mengatakan aku tidak salah? Jika tahu seperti ini ceritanya, sudah sejak awal, deh, aku jauh-jauh darinya.

Hah, dalam kondisi seperti ini si gila itu sedang melakukan apa? Mungkin saja dia tengah merayakan reuni akbar mantan-mantan pacarnya. Dasar. Keyakinanku cukup kuat. Aku harus membunuhnya begitu bebas.

Bebas? Ya ampun, aku baru saja masuk hari ini. Ayah dan ibu pasti akan memarahiku habis-habisan karena ini. Halo! Seharusnya statusku berubah dari wanita lajang menjadi bersuami hari ini. Tapi sial sekali, aku malah jadi tersangka.

“Berpikir tentang sesuatu, Miss?” tanya seseorang di samping selku.

Aku melirik samping kananku sejenak. Oh, katakan kalau waktuku telah dicuri secara paksa atau malah aku kena sihir. Karena sangat tidak mungkin kalau si Lubang Hidung Besar ini berada di sel tahanan sebelahku, duduk manis dengan mata yang membentuk garis horizontal. Lebih baik aku tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan aneh, ikuti permainannya Taeyeon.

“Memikirkan caranya balas dendam,” kataku.

Well, Miss. Itu sangatlah beresiko. Balas dendam terhadap siapa?” Dia pura-pura bodoh.

“Pria sinting yang turun dari altar untuk tiga mantan pacarnya.”

“Nah, dia pasti lebih dari sinting. Di mana dia sekarang?”

Sejujurnya aku terhibur, entah karena alasan apa. “Dia ada di hadapanku. Bukankah ide hebat kalau kamu mau membantu?”

“Nah, kebetulan aku tadi bicara dengan lelaki itu. Dia baru saja menghajar petugas polisi untuk menemani wanitanya.”

Wow, benarkah? Aku paham kalau Baekhyun sedikit… tak masuk akal. Tapi sengaja menjebloskan diri ke penjara? Itu hal gila, Man!

“Kebetulan yang terlalu kebetulan.” Aku terkekeh, sepakat kalau marah padanya agak berlebihan. “Jadi, Tuan, bagaimana untuk tiga jamnya? Kita terancam terjebak berbulan-bulan di dalam sini.”

“Yah, kita bisa mengatasi itu. Bagaimana kalau kita panggil pendeta kemari?”

“Oh, wow. Itu solusi yang mudah, tapi untukku lebih baik menunggu hingga jeruji besi ini menghilang.”

Kalau aku mengiyakan, pasti tercatat dalam buku rekor dunia.

“Lalu bagaimana dengan ide meledakkan tempat ini?”

Kalau yang ini pasti akan langsung masuk dalam data publik; dan akhirnya, hitung mundur itu menjadi kedaluwarsa. Mantan tahanan? Well, bukan status yang buruk selama aku tidak sendirian.

—fin.

Advertisements

15 comments on “[FREELANCE] Countdown (Twoshot/END)

  1. ngakak lah kelakuan taeyeon sama baekhyun -_- bener bener di luar nalar hahaha tapi asli ini kocak banget. next ff ditunggu 🙂

  2. pasangan yg aneh dan akhir yg diluar expetasi,. hadehhhhhhh
    itu jadi nikah apa ga ya? taeyeon malah cup cup cup ya hihihihi lucu bgt cerota ff ini bener” beda dari yg lain

  3. Tetep happy ending walau berakhir di jeruji besi bukan di altar. aaaaaa mau yg kyk gini lagi.. kenapa ga buat yg chapter aja sih thoor? aku suka bgt sama penggunaan bahasa nya, enak dibaca beneran deh langsung masuk ke bayangan aku. udah delulu tambah delulu haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s