ficlet12 FuckerLove

fuckerlove
before

Prolog Ficlet1 Ficlet2 Ficlet3 Ficlet4 Ficlet5 Ficlet6 Ficlet7 Ficlet8

Ficlet9 Ficlet10

Ficlet11

FuckerLove

SONGPEARL’S Present

Cast :

Kim Taeyeon

Park Chanyeol

Genre : Bussines Life , drama

Length : Ficlet

Other : [seiring chapter pasti bisa ditemukan] Oh Sehun  , Han Yoora , Kwon Yuri , Lee Dongwook, Yuju hwang/stephara , Tiffany hwang

note : biasakan baca note author!

before

“kalian berdua tetap disini sampai aku menyuruh kalian keluar,mengerti” ucap Chanyeol dengan nada tinggi dan terlihat dari ucapannya barusan bahwa ia dalam keadaan geram dan marah

“hey, tapi dia juga ingin bertemu dengan Taeyeon, what’s wrong with you” Yuri mengeluarkan kata protesnya pada Chanyeol, didalam pikirannya berputar memikirkan ada apa dengan kakaknya ini

Dengan alih menjawab, chanyeol pun berbalik kearah Taeyeon lalu mendesah perlahan “Kau maupun Yuri, tetaplah disini, aku sudah memberikan berkasnya dan tugas kalian sekarang adalah menganalisanya” ucap chanyeol dengan nada yang berbanding dengan yang tadi,suaranya melembut dan matanya kini tengah menatap taeyeon dengan tatapan sendu

‘kau tidak boleh bertemu dengannya tae’

Dengan eyesmilenya,wanita bernama tiffany hwang itu tengah memanyunkan bibirnya dihadapan Chanyeol, ia terus mengerucutkan bibirnya karena lelaki yang tengah duduk dihadapannya tidak sekalipun menggubris pertanyaan-pertanyaan yang gadis itu tanyakan. Chanyeol yang mendiami tiffany sedari tadi pun mengerutkan keningnya setelah mendengar pertanyaan terakhir yang ia celotehkan, pertanyaan itu sungguh membuat emosi chanyeol pun naik, tangannya pun bergerak menghentakan meja pemisah jarak antar kedua insan tersebut dan sedetik kemudian cukup membuat pemilik eyesmile tersebut setengah kaget dengan apa yang dilakukan oleh chanyeol barusan.

~

 

“kau itu punya tamu tapi kenapa kau tak boleh menemuinya dan kenapa kau juga mengikuti perkataanya?huh” Yuri mendengus kesal sembari memberikan selembar map pada Taeyeon lalu bergerak untuk membuka map salinan yang sudah ia baca sedikit itu

“kau bertanya apa huh, kau tidak dengar kata karyawan tadi? Nona tiffany ingin menemui CEO dan aku tapi karna CEO ingin menemuinya sendiri maka apa aku juga harus ikut?” ucap taeyeon seraya melirik kearah yuri yang tengah sibuk membaca berkas tersebut

“sudahlah,lupakan saja” ucap yuri pasrah

 

“baik pak, saya akan mewakili anda di rapat nanti” ujar seorang pria seraya menggerakan tangannya menutup telepon ruangannya

“kau akan mewakili CEO di rapat dengan client,sehun?”

“bukankah itu tugasku sebagai wakil?ayolah jangan bertanya yang sudah pasti seperti ini” ucap pria yang dipanggil sehun itu

“kalau begitu aku akan menanyakan hal yang tidak pasti” pria disebelah sehun itu pun mulai mengumam dan dapat dipastikan bahwa sehun tengah mengerutkan keningnya menunggu apa yang ingin diucapkan sahabatnya itu. “apa kau masih tidak merasa menyesal?”

Kening itu pun perlahan-lahan kembali sepeti biasa dan menampilkan wajah sehun yang datar

“kau tau aku sedang membicarakan apa sehun, jangan membuatku merasa seolah sedang berbicara dengan angin”

“jangan membicarakan hal yang tidak penting dongwook, aku sibuk” ucap sehun seraya membereskan meja kerjanya yang berantakan lalu berniat keluar dari ruangan yang menyesakan hatinya itu

“apa stephara tidak penting?” ucapan terakhir pria tersebut pun sukses membuat langkah kaki sehun tertahan.  “kau bilang padaku bahwa kau mencintainya, tapi kenapa kau tak datang padanya dan katakan padanya jika kau menyesal dengan perbuatanmu itu?

Playing taeyang-eyes,nose,lips

Mianhae mianhae hajima

Naega chorahaejijanha

Ppalgan yeppeun ipsullo

Eoseo nareul jugigo ga

Naneun gwaenchanha

Majimageuro nareul barabwajwo

Amureochi anheun deut useojwo

 

“kau berbicara seolah aku menghamili dia, apa kata-katamu itu tidak bisa diatur ulang?”

“sempatkan waktumu untuk merenung dengan dosamu hun, kau telah mempermainkan hati seorang wanita yang tulus mencintaimu dengan taruhan bodoh, hanya itu yang bisa kusarankan padamu sebagai sahabat bukan rekan kerjamu.

“terakhir kali kita membicarakannya,dia muncul dihadapanku. Jadi jangan lagi membicarakan apapun lagi tentang dia, aku benci harus bertemu lagi dengannya” Sehun pun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar sebelum Dongwook berbicara lagi, namun sepertinya sehun tidak sedang beruntung, sebelum sempat menutup pintu ruangan tersebut, dongwook mengeluarkan suaranya lagi.

“kau tau? Caramu menghindarinya itu seperti perempuan hun”

“kau berkata seperti itu karna kau tidak tau seberapa besar rasa maluku untuk bertemu lagi dengan hara, kalaupun aku datang padanya mungkin saat itu juga akan menambah rasa bencinya terhadapku, itu sebabnya aku benci jika ia membenciku lebih dari sebelumnya dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyesal dengan apa yang telah kulakukan dulu” ucap sehun dengan suara seraknya lalu segera pergi dari ruangan itu.

 

 

Setelah sukses melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya, Sehun pun menyeret kakinya menuju pariran mobil untuk pergi ke tempat rapat yang sudah disiapkan sebelumnya, pikirannya masih bergelayut pada pembicaraannya dengan dongwook tadi.

Senyum miris pun terbentuk di bibir sehun. Setelah sampai pada mobilnya, Sehun tidak langsung masuk begitu saja dalam mobilnya, ia hanya bersandar pada mobilnya tetap dengan senyum mirisnya, matanya menangkap seorang gadis yang sedang bersandar di kap mobil mewahnya, sudah semenit berlalu akan tetapi mata Sehun tetap menatap pada wanita itu, ia kenal wajah itu walaupun wajah itu ditutupi kacamatanya. Wanita yang sedari tadi menjadi objek penglihatan sehun pun mengeluarkan handphone yang ada didalam tasnya lalu mendekatkan handphone itu pada telinganya, ternyata dia sedang menelpon seseorang

“terakhir kali kita membicarakannya,dia muncul dihadapanku. Jadi jangan lagi membicarakan apapun lagi tentang dia, aku benci harus bertemu lagi dengannya”

 

Drrt drrt

Mata sehun pun teralih pada handphonenya yang berdering disaku celananya, “untuk apa dia menghubungiku lagi”

 

 

 

“baiklah, ini pertanyaan terakhirku dan jawablah sebagai seorang chanyeol yang kukenal” ucap seorang wanita dengan nada datar,pandangan wanita tersebut pun beralih pada sekeliling lobby perusahaan sebelum siap untuk menanyakan pertanyaan terakhirnya “katakan, dimana aku bisa bertemu dengan kedua sahabat lamaku”

Brakk

Chanyeol menghentakan tangannya di atas meja pembatas antara dirinya dan Tiffany

“kali ini apa lagi rencanamu,huh”

“apa aku tidak boleh bertemu dengan kedua sahabatku?lagipula kau tidak bisa melarangku untuk bertemu dengan mereka”

“mereka tidak mengingatmu sama sekali, jadi jangan pernah muncul lagi dihadapan mereka, kau mengerti!”

“Tidak, jika kau melarangku untuk bertemu dengan mereka hanya karena kau takut sebuah rahasia besar terungkap? Huh, Aku bukan orang yang tidak menepati janji jadi lupakan semua tatapan burukmu padaku”

“kau menepati janjimu? Lalu malam itu, malam sebelum kecelakaan Tae dan Yuri, kenapa kau berniat memberi tau mereka” mata chanyeol pun semakin menatap tajam kearah tiffany yang notabenya adalah lawan bicaranya saat ini

“karena aku tidak akan pernah mau kehilangan sahabatku” ucap tiffany dengan setengah berteriak,untung saja lobby khusus tamu itu hanya ada mereka berdua kalau saja ada para karyawan,author tidak tau lagi apa yang akan ditulis..  “tapi karena kau gagal dengan rencanamu, aku tidak jadi memberitahu mereka. Aku hanya tidak ingin mereka terluka karenamu” ucap tiffany  dengan nada yang lebih rendah sekarang, lalu tangannya bergerak mengambil handphonenya yang sedari tadi berdering

“ya tunggu saja disana”

“apa itu yuju? Apa dia datang untuk melihat Sehunnya?” ujar Chanyeol yang kini menarik ulas senyum lirihnya

“ untuk apa yuju bertemu lagi dengan teman bastardmu itu, dia hanya datang untuk menjemputku” ucap tiffany seraya bangun dari tempat duduk yang didudukinya sedari tadi “lagipula mereka tak akan pernah bersatu kembali, jika bertemu kembali tidak akan terjadi apapun, apalagi seperti cerita cinderella. Jadi terimakasih atas waktunya Tuan, saya pergi duluan” setelah mengatakan kata terakhirnya, Tiffany berjalan keluar dari lobby perusahaan. Kata-kata berusan sebernarnya sangat tidak ingin ia ucapkan tadi. Ucapannya tadi seperti kisah dirinya bersama…

“kisah mereka sama seperti kita bukan? Perbedaanya hanya terletak pada penggantinya, kita sama-sama sudah mempunyai pengganti, benar bukan?”

“aku berharap yuju mendapatkan orang yang lebih baik dari temanmu itu, sifat kalian memang sama-sama brengsek, kau sadar kan? Apa aku juga harus mendoakan Tae agar hatinya nanti tidak akan terluka sama sepertiku?” Tiffany pun melangkahkan kakinya keluar dari lobby itu setelah beberapa saat lalu berhenti karena kata yang diucapkan Chanyeol barusan. Tiffany meninggalkan Chanyeol yang kini tengah memperbaiki raut wajahnya yang tadi ia tampilkan pada Tiffany, ia hanya ingin terlihat kuat dihadapannya, selama ini Chanyeol mengira bahwa Taeyeon dan Tiffany tidak pernah terluka dengan perbuatannya, baru saat ini ia mengetahui bahwa sebenarnya mereka berdua terluka, dan saat ini Taenya sedang tidak mengingatnya, tidak mengingat kelakuan buruknya.

Setelah berlama-lama dengan Pikirannya, chanyeol langsung teringat bahwa ia tadi menyuruh sehun untuk pergi ke rapat untuk menggantikannya, tanpa berlama-lama lagi ia mengangkat handphonenya dan menelfon wakilnya itu atau apa bisa disebut sepupunya?

“apa kau masih di kantor?”

“Mengapa ada Hara disini dan kenapa ta..”

“itu berarti kau ada diparkiran bukan?tunggu aku disana, kita akan ke rapat bersama”

 

 

“Hey,ini sudah lewat setengah jam untuk pulang” ujar yuri saat melihat jam dihandphonenya

“kau sudah ingin pulang?baiklah pulang duluan saja” ucap Taeyeon yang masih fokus mencocokan data saham perusahaan

“Chanyeol sedang ada rapat, lalu aku kan masih menginap di apartementmu” yuri terlihat mendengus kesal,apa taeyeon itu pelupa

“ah ya, aku baru ingat jika kau menginap di apartementku. Baiklah ayo pulang” setelah mengatakan kata barusan, Taeyeon pun merapikan berkas-berkasnya lalu berjalan menyusul Yuri yang sudah duluan berjalan ke parkiran

setelah menuruni antai demi lantai memakai lift, Taeyeon dan Yuri pun sampai ke lantai dasar, tangan Yuri pun bergerak mencari kunci mobil Taeyeon yang dititipkannya tadi, matanya fokus mencari kunci mobil yang ada didalam tasnya tanpa melihat jalan sehingga menabrak seorang wanita yang baru saja keluar dari lift disamping Taeyeon dan Yuri

“ah maaf” ucap yuri seraya membungkuk meminta maaf

“tidak masalah, apa kau bisa menunjukan padaku pintu keluarnya?sepertinya aku tidak bisa menemukanya” ucap wanita yang ditabrak yuri tadi

“kami akan keluar juga jadi kau bisa mengikuti kami” yuri pun tesenyum lalu menyenggol taeyeon yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan wanita yang ditabrak yuri tadi

“aku sepertinya pernah melihatmu” ucap Taeyeon yang sedari tadi diam

“ah, aku belum memperkenalkan diri yah, namaku Tiffany. Stephanie Hwang” ucap wanita itu lalu menampilkan eyesmilenya “lalu kau adalah Taeyeon dan Yuri? Aku benar kan?”

“kau tamu yang ingin bertemu CEO dan Taeyeon bukan?” ucap yuri lalu tersenyum seraya mengambil langkah berjalan duluan kearah parkiran lalu disusul tiffany dan taeyeon yang berjalan dibelakannya

“jadi kenapa kau tidak menemuiku tadi?”

“kupikir CEO sudah cukup untuk menemui anda” Taeyeon pun tersenyum setelah dari tadi dirinya hanya memasang wajah datarnya

“sayang sekali, karena aku juga ingin bertemu denganmu dan Yuri, dan kurasa kalian sama-sama bekerja di perusahaan yang sama jadi aku tidak perlu menemui kalian di tempat yang berbeda” sekali lagi tiffany tetap mempertahankan eyesmilenya tanpa berniat mengurangi senyum itu sama sekali.

“ada perlu apa kau ingin menemui kami?” ucap Yuri yang sudah sampai duluan ke parkiran mobil

“apa kita akan bertemu lagi?” ucap tiffany saat setelah sampai kearah yuri berdiri

Yuri dan Taeyeon pun sama-sama menaikan sebelah alisnya, bibirnya masih terkatup hanya untuk mengucapkan sepatah kata. Setelah semenit mereka berdiam diri, Taeyeon pun membuka suara

“baiklah, besok jam makan siang kantor kita bertemu di greencafe”

Tiffany pun mengangguk lalu berjalan meninggalkan Taeyeon dan Yuri menuju tempat Yuju menunggunya. Bisa dilihat dari tatapan Yuju pada tiffany, tiffany yakin bahwa saat ini yuju ingin mengatakan padanya jika ia membencinya karena membuatnya bertemu lagi dengan sehun. Ya, Sehun kini tengah menatap yuju dari samping mobilnya. Sehun tidak sendirian, ada Chanyeol disana yang tengah menatap Mobil Yuri dan Taeyeon yang sudah melesat duluan. Tanpa berpikir panjang pun, Tiffany langsung berjalan cepat kearah mobil dan menaikinya bersama yuju, ia takut sehun akan mengejar yuju dan membuatnya sakit lagi.

Untitled-1 copy.jpgvv

~

AN

Hello para readers tercintaa..

long time not see your comment..

kurang moment chantae?tenang aja 😀 ada saatnya kok, sekarang aku masih fokus ke troublenya..

dan kali ini alasan aku telat post kali ini adalah karena galau sama paket -, wipi rusak 😀

last, untuk para sider, Ayo dong para siders jangan cuma baca aja 🙂 beri aku semangat dong sama kata-kata dari mulut manis kalian 😀

go go semangat juga yang lagi mos sama kek author ini :

I hope readers can catch my IDEA write of This FuckerLove

aa

Advertisements

39 comments on “ficlet12 FuckerLove

  1. Ahhh akhirnya ada lanjutannya juga,udah lama nunggunya ^_^
    aku masih agak bingu sama ceritanya thor -_-…semoga dichap selanjutnya diceritain sejelasjelasnya thor FIGHTING

  2. Wahhhh…..
    Daebakkk…
    semakin penasran sama kelanjutan ceritanyaa
    next chapter ditunggu
    Fighting

  3. Agak bingung nih thor ama alurnyaa, oh iya ada apa dengan mereka semua? Semoga dijelaskan dengan author. Jangan lama lama ya thor updatenya. Fighting!!

  4. ini entah kritik atau saran atau curhat/?
    aku ngerasa feelnya ilang, ceritanya udah mulai ga jelas berbelit belit dan terlalu banyak penokohan,sebenernya konfliknya ga gimana banget, tapi terlalu banyak misteri dan gaada clue salah satu alesan kenapa reader bisa ngantuk bacanya.
    reader sulit buat nangkep feel karna ceritanya yang punya konsep ringan, tapi ditulis pake konflik yang kek “gw baca, tapi ge ga ngerti maksud bacaan gw”
    mungkin maksud author pen bikin ffnya keliatan keren, wow, hebat karna alur menuju konfliknya banyak, tapi justu itu kek jadi boomerang karna sebaliknya. bukannya menikmati malah bikin reader jenuh.
    maybe its just me, tapi itu yang aku rasain, replay if you want, or repair your story.
    keep on writing. fighting!!

    • hello readers tercinta, trimakasih karena sudah singgah. tetap baca FL yah.
      repair?yeah aku lagi rencanain untuk revisi cerita ini 🙂 . thankyou

      pearl`

  5. Tiffany mantan chanyeol. Taeyeon yuri sahabat tiffany dan tau semua rahasia yg ada, apa yuju juga tau ? Bagaimana dengan sehun yang selaku mantan yuju atau stephara itu ? Apa sehun hanya kenal hara ? Dan apa sehun aslinya temen deket chanyeol ? Makin bingung sebenarnya apa yang disembunyikan. Next chapter thor fighting ^^

  6. kisahnya rumit deh serius.. jadi chanyeol dan taeyeon itu dulu hubungannya apa? trus sehun yg katanya hamilin adeknya tiffany sekarang dipanggil yuju atau gimana? trus kenapa taeyeon sama yuri gatau kalo mereka bersahabat apa mereka mengalami amnesia atau cuci otak gitu?/? trus tiffany ada apa sama chanyeol? lah bingung.. banyak banget pertanyaan yg ada di otakku.. jdi tolong di cepetin ya publishnya thor.. penasaran akut ini hehehe.. fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s