Twinkle [Chap17]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, Social-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Lee Taemin
Support Cast : Other

|Chap1|Chap2|Chap3|Chap4|Chap5|Chap6|Chap7|Chap8|Chap9|Chap10|Chap11|
|Chap12|Chap13|Chap14|Chap15|Chap16|

[Stranger]

Taemin duduk terdiam di kursi kemudi mobilnya menunggu Naeun, seperti biasanya Taemin selalu menjemput Yeojachingu-nya itu namun hari ini dia lebih memilih untuk menunggu di depan kediaman Son tampa masuk ke dalam rumah megah itu untuk sekedar menyapa Tn. Son dan Ny. Son, entah mengapa semenjak ia tahu kebenaran ini dia menjadi malas untuk masuk. Pintu penumpang terbuka dan spontan Taemin menoleh dengan wajah datarnya.

Chagiya kenapa kau tidak ingin masuk dulu?” tanya Naeun sembari memasang seatbelt

“Tidak apa aku hanya sedang tidak ingin.”

Naeun memperhatikan wajah Namjachingu-nya, ia terlihat lebih murung, “Apa kau sedang tidak enak badan?” gadis itu meletakan telapak tangannya pada kening Taemin, karna terkejut Taemin menepis tangan Naeun dan sedikit bergerak menjauh. Air muka Naeun berubah karna tindakan Taemin tadi.

“Mi- mian, tapi aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir.”

“Eum.” Naeun tersenyum memaksa.

Taeyeon melangkahkan kakinya keluar melewati pintu kaca Bank tempat ia bekerja, “Taeng-ah!” Taeyeon menoleh mencari sumber suara dan ia menemukan seorang pria sedang melambai kearahnya dari jarak yang tidak jauh, dengan cepat Taeyeon menghampiri pemilik suara.

“Baekie, tumben kau kemari?” Taeyeon sangat senang melihat Baekhyun yang jarang bahkan sangat jarang mengunjungi Taeyeon saat jam makan siang seperti ini.

“Hari ini aku ingin makan siang bersamamu.”

“Tapi bagaimana dengan kuliahmu?”

“Dosenku hari ini tidak masuk jadi aku bisa pulang cepat.”

Taeyeon memicingkan mata menelusuri adakah kebohongan dari Namjachingu-nya itu, “Kajja!” Baekhyun manarik tangan Taeyeon menuju kedai terdekat untuk makan siang bersama.

“Eum, besok ulangtahu Eomma kau, tidak lupa ‘kan ?” ucap Baekhyun sambil menyendoki nasi ke mangkuknya.

“Tentu saja, tidak mungkin aku melupakannya,” Taeyeon mencapit sayur dengan sumpitnya dan menyodorkan ke Baekhyun tapi Namja itu memiringkan wajahnya menolak.

“Aku tidak suka itu,” rengeknya seperti anak kecil.

“Kau harus banyak makan sayur, Aa!” Baekhyun membuka mulutnya pasrah.

“Besok malam-”

“Telan dulu makanan di mulutmu.” Taeyeon terkekeh kecil melihat Baekhyun yang mengunyah makanannya sedikit kesal dengan wajah imut menurutnya.

“Besok malam kami akan merayakan ulangtahun Eomma di rumah, kau harus datang.”

Nee nee.. nanti apa kau bisa menemaniku membeli hadiah untuk Eomma?”

“Tentu,” Baekhyun tersenyum sambil menyungah makannyanya, aigoo Namja itu benar-benar sangat lucu seperti anak kecil.

“Lalu pekerjaanmu?” tanya Taeyeon hati-hati.

“Aku bisa mengerjakannya sehabis menemanimu, lagipula akhir-akhir ini pekerjaanku sudah tidak sebanyak dulu.”

Setelah jam makan siang mereka habis, Taeyeon kembali ke tempat ia bekerja sedangkan Baekhyun kembali kerumahnya. Seperti biasanya Baekhyun dapat menebak kalau Soojung untuk kesekian kalinya mengunjungi kediamannya itu lama kelamaan ia merasa terusik karna kehadiran gadis itu. Baekhyun melewati ruang tengah tampa menoleh tempat di mana gadis itu duduk manis.

“Baekhyun-ah,” Baekhyun menghentikan langkahnya walaupun tidak menoleh ke arah gadis itu. “Apa kau mau menemaniku sampai Seolhyun pulang?” ucap Soojung hati-hati.

“Maaf, masih ada yang harus aku urus.”

Baekhyun berlalu meninggalkan Soojung yang sedang berdecak sebal di tempatnya, ‘Kau benar-benar menghindariku, eoh?’ Soojung bergumam dalam hati sambil mengulas senyuman devil miliknya.

Hari meranjak sore, Baekhyun bangun dari tidur siangnya setelah alarm berbunyi menyuruhnya untuk bangun menjemput Taeyeon, saat Baekhyun bergegas untuk pergi ia melihat Soojung masih berada di ruang tengah tapi kali ini ditemani Seolhyun.

Oppa kau mau kemana?”

“Mencari hadiah untuk ulangtahun Eomma.” Baekhyun mendekat ke arah Seolhyun dan mengulaskan senyuman hangat, dari sanalah Soojung tahu jika Baekhyun sangat menyayangi adiknya ini.

“kami ikut Oppa!” Baekhyun terdiam sejenak sambil berfikir, tapi sebelum ia memberi jawaban Seolhyun sudah merengek berkali-kali sembil menarik-narik lengannya membuat Baekhyun pasrah dan membiarkan mereka ikut.

Seolhyun mengambil tempat di samping Baekhyun sedangkan Soojung duduk di belakang, ia sedikit kesal seharusnya Seolhyun membiarkan dirinya untuk duduk di samping Baekhyun tapi tidak mungkin ia meminta langsung seperti itu.

Oppa kita mau kemana?”

“Aku ingin menjemput Taeyeon dulu.”

Soojung membelalakang matanya terkejut, ia tidak mengira jika Yeojachingu dari pria incarannya itu akan ikut bersama mereka ber-3. Baekhyun memarkirkan mobilnya tepat di depan Bank tempat Taeyeon bekerja.

“Seolhyun-ah kau mau duduk di sini atau di belakang?”

“Aku akan pindah ke belakang.” Jawab Seolhyun.

Baekhyun dan Seolhyun membuka pintu mobil itu bersamaan, Seolhyun pindah kesamping Soojung sedangkan Baekhyun masuk ke Bank itu untuk menghampiri Taeyeon. Soojung yang melihat dari balik kaca sedikit menyatuhkan alisnya.

Bank ini adalah anak cabang dari perusahaan Appa, jadi kalaupun Oppa masuk dan langsung menarik Taeyeon Eonni tidak akan ada yang berani menghentikannya.” Ucap Seolhyun diiringi tawa kecil.

“Maaf Bank sebentar lagi tutup-,” ucap Taeyeon sambil merapihkan peralatannya tampa menoleh kearah depan melihat siapa lawan bicaranya.

“Ne aku tahu nona kim.”

Taeyeon memutar bola matanya malas sambil tersenyum geli saat mengetahui siapa pemilik suara yang sangat ia kenal itu, “Kau kenapa tidak menunggu di depan saja?”

“Memangnya tidak boleh aku masuk ke cabang perusahaan Appa-ku sendiri dan menjemput calon istriku secara langsung?” ucap Baekhyun dengan wajah mengejek.

“Ya aku tahu, tuan muda.” Baekhyun tertawa mendengar jawaban dari gadis pemilik hatinya itu. Taeyeon telah selesai dengan urusannya lalu berpamitan dengan rekan-rekan kerja yang sedari tadi hanya menonton drama dua sejoli itu, kemudian mengandeng tangan Baekhyun untuk keluar bersama.

“Tapi Seolhyun dan temanku juga ikut, tidak apakan?”

“Tidak apa.” Jawab Taeyeon dengan pasti, mereka keluar dari Bank itu dengan tangan Taeyeon yang berjengger pada lengan Baekhyun, Soojung yang di dalam mobil masih dapat melihat itu dengan jelas ia merasa panas di tambah saat Baekhyun membukakan pintu untuk Taeyeon sambil tersenyum manis, bagi Soojung itu adalah tontonan yang sangat menggelikan bagaimana tidak gadis itu—Taeyeon— benar-benar diperlakukan layaknya seorang putri.

Annyeonghaseyo.” Taeyeon menoleh kearah belakang untuk menyapa kedua orang itu, Seolhyun membalas salamnya dengan sopan sedangkan Soojung membalas salam dengan kikuk, beberapa detik kemudian Taeyeon mengingatnya, Soojung gadis yang pernah menggoda Baekhyun di depan matanya.

“Taeng-ah, dia adalah temanku Soojung.” Ucap Baekhyun saat ia sudah duduk di tempatnya, Taeyeon menoleh ke arah Soojung lagi lalu mengulas senyum kembali, ia berusaha untuk tidak mengingat hal-hal yang sudah berlalu.

Jadi seperti ini rupanya gadis yang sangat Baekhyun cintai itu, dia bahkan tidak pantas untuk disandingkan denganku’ Soojung terus mengamati wajah Taeyeon karna pertemuan sebelumnya dia tidak begitu melihat wajah Taeyeon dengan jelas.

Mereka menuju salah satu shopping center dan berjalan mengitari toko-toko di dalamnya, Taeyeon sedikit kebingungan hadiah seperti apa yang harus ia berikan untuk Eomma-nya dan yang terpenting hadiah itu harus yang Eomma-nya sukai. Soojung menyarankan mereka untuk memasuki toko perhiasahan inilah saatnya untuk menujukkan kepada Taeyeon jika ia lebih berkelas dari dirinya ia sengaja memilih kalung dengan brand-brand ternama lalu menanyakan kepada Baekhyun dengan suara yang sedikit dilebih-lebihkan membuat Taeyeon sedikit terusik.

“Taeng kemarilah bantu kami memilih mana yang akan Eomma sukai.”

Taeyeon yang sedari tadi memang sedikit jauh dari Baekhyun dan Soojung mendekat, lalu melihat kedua kalung di tangan Soojung.

“Aku rasa Eomma akan menyukai yang ini.” Taeyeon menunjuk kalung di tangan kiri Soojung, kalung yang terlihat lebih sederhana dari yang disampingnya.

“Tapi setelah ku pikir-pikir Eomma-mu pasti akan lebih menyukai yang ini,” Soojung sedikit mengangkat tangan kanannya sambil menatap Taeyeon sinis. “Ini terlihat lebih mewah.” Soojung sedikit kesal, awalnya ia sengaja untuk menanyakan kedua kalung itu pada Baekhyun agar mereka bisa berdekat-dekatan tapi Baekhyun malah meminta Taeyeon untuk membantunya.

“Apa ini tidak terlihat berlebihan? Ku rasa pilihan Taeyeon lebih baik.”

Kalau begitu suruh saja gadis itu untuk membelinya!
“Benarkah? Kalau begitu aku akan pilih yang ini,” ucap Soojung dengan halus lalu menyuruh pegawai toko untuk membungkusnya.

Seolhyun memegang rambutnya, karet yang tadinya mengikat rambut indahnya itu tiba-tiba terputus, Taeyeonpun mengambil kunciran rambut di tasnya lalu mengampiri Seolhyun dan mengumpulkan kembali rambut Seolhyun untuk mengikatnya, mereka sama-sama tertawa canggung walau tidak tahu apa yang mereka tertawakan mungkin karna posisi mereka. Soojung yang melihatnya tentu saja tidak akan tinggal diam, ia menyingkirkan tangan Taeyeon membuat pemilik tangan itu sedikit terkejut lalu Soojung menyisir rambut Seolhyun dengan jari-jarinya.

“Kau lebih terlihat cantik seperti ini.”

Gomawo Eonni

“Permisi, silahkan melakukan pembayaran di kasir kami” ucap seorang karyawan sambil menunjuk tempat kasir dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpuan agar lebih sopan. Setelah melakukan pembayaran mereka melanjutkan jalan kembali, Taeyeon menuju sebuah toko yang mecuri perhatiannya, ia mengambil sebuah dompet dengan motif bunga-bunga berwarna ungu soft, tapi terlihat nyaman di pandang.

“Kau akan memberikan itu sebagai hadiah untuk Eomma Baekhyun?” ucap Soojung tak percaya.

“Kau memang mengetahui selera Eomma dengan baik.” Sekarang Soojung di buat lebih tidak percaya dengan ucapan Baekhyun, ia tertawa garing karna merasa Eomma Baekhyun tidak mungkin akan menyukai hadiah murahan itu.

~Twinkle~

Kediaman Byun malam ini terisi penuh oleh tamu undangan Birthday party Ny. Byun, setelah sesi tiup lilin dan pemberian ucapan ulang tahun untuk Ny. Byun para tamu dapat menikmati hidangan yang sudah tersedia.

Mata Taemin terus mengamati Taeyeon yang sedang bercanda ria dengan Baekhyun di antara Seolhyun dan Soojung, Naeun yang berada di samping Taemin menyadari kemana pandangan Taemin tertuju, ia mengajak Taemin untuk bergabung dengan mereka tapi Taemin menolak.

“Ah aku mau mengambil sesuatu di kamarku sebentar” ucap Seolhyun.

“Biar aku temani.” ujar Soojung menawarkan diri, kemudian mereka beranjak dan hanya meninggalkan Taeyeon bersama Baekhyun tak lama berselang Jessica dan Sunnypun menghampiri Taeyeon.

“Maaf kami telat, kalau saja Sica tidak menyusahkan aku pasti sudah datang dari tadi.”

“Hey, kau yang menyusahkan kalau kita tidak menunggu Sehun kita sudah bisa pergi dari tadi.”

“Sehun pulang lagi karna kau yang tidak kunjung selesai merias diri!”

Baekhyun dan Taeyeon tertawa melihat kedua orang yang sedang bertengkar itu karna sesungguhnya mereka tidak sungguh-sungguh saling menyalakan. Soojung dan Seolhyun kini sedang berada di dalam kamar Seolhyun untuk mengambil Handphone-nya.

“Seolhyun-ah,” panggil Soojung saat Seolhyun mengajaknya keluar.

“Ada apa Eonni?”

“Aku rasa Baekhyun tidak menyukaiku bahkan dia mulai menjaga jarak di antara kami.” Soojung membuat mimik sesedih mungkin di depan Seolhyun.

“Itu pasti karna Oppa ingin menjaga perasaan Taeyeon Eonni.” Soojung berdecak sebal dalam hati karna bukan itulah jawaban yang ia inginkan dari bibir Seolhyun.

“Eumm.. kau lebih menyukaiku atau Taeyeon Eonni?”

Seolhyun terdiam sejenak, dirinya memang tidak begitu menyukai Taeyeon lagi setelah mengetahui jika Taeyeon dan Taemin pernah menjalani suatu hubungan tapi ia sudah berusaha melupakan masalah itu. Soojung memperhatikan wajah Seolhyun pekat dan dia merasakan ada sesuatu yang mengganjil dari ekspresi Seolhyun.

Soojung dan Seolhyun memutuskan untuk turun kebawah kembali ke dalam pesta yang cukup ramai itu, mata Soojung menangkap sesuatu, ia melihat Taeyeon sedang berjalan ke arah toilet iapun memutuskan untuk menghampiri Taeyeon.

“Seolhyun-ah, aku ingin ke toilet sebentar kau duluan saja oke.”

Soojung berdiri tepat di samping pintu toilet menunggu Taeyeon untuk keluar dari sana, tak lama dari itu yang di tunggu ‘pun keluar, Taeyeon sedikit terkejut ketika melihat sosok Soojung tengah menunggu di sana. Taeyeon mengulas senyum sebelum melewati Soojung karna ia mengira Soojung sedang mengantri untuk masuk toilet.

“Ehem,” Taeyeon berhenti ketika mendengar deheman Soojung yang seperti memanggilnya, dan kembali menoleh ke arah Soojung.

“Maaf karna sempat membuatmu salah paham tempo hari.” Ucap Soojung dengan nada yang sedikit di buat-buat.

“Ne, tidak apa, saat itu aku yang salah karna sudah cemburu berlebihan.”

“Sudah berapa lama kau dan Baekhyun bersama?” Soojung melipat tangannya di depan dada, Taeyeon hanya dapat menatap gadis di depannya dengan tatapan aneh.

“2 tahun, wae?

“Heum … cukup lama, chingu aku harap kau bisa lebih lama mempertahankan hubungan kalian, aku harap.” Soojung mengucapkannya dengan nada sarkastis membuat Taeyeon tidak nyaman mendengarkan ucapan itu, dari pada menganggap ucapan itu sebagai harapan Taeyeon lebih mendengarnya bagaikan ancaman.

“Soojung!” Soojung dan Taeyeon menoleh bersamaan saat mendengan suara Jessica, gadis itupun mendekat ke arah mereka. “Apa yang sedang kau lakukan di sini, uh?” ucapnya dengan nada sedikit tidak suka.

“Jessica Eonni,” Soojung memanggilnya dengan nada sedikit cemas, “Aku hanya tidak sengaja bertemu dengan Taeyeon dan berbincang sedikit.”

“Aku peringatkan jangan berulah lagi, apa lagi kalau sampai kau berani menggangu teman baikku, aku tidak akan segan mengirim mu kembali ke California.” Ucap Jessica sedikit mengancam.

Eonni?” Taeyeon tidak mengerti situasi ini, “Kalian saling mengenal?”

“Ah, Taenggu-ya dia ini adalah sepupu ku, walau kami seumuran tapi di urutan keluarga aku lebih tinggi darinya, itu sebabnya dia memanggilku Eonni. Dia ini suka berulah, kalau dia macam-macam denganmu beritahu aku saja.” Ucap Jessica panjang lebar.

Mereka kembali ke dalam pesta di malam itu, semua terlihat lebih baik bahkan sekarang Eomma dari si kembar tidak lagi bersikap dingin pada Taeyeon anak perempuannya itu tapi hanya satu yang berbeda, Taemin. dia lebih memilih mengasingkan diri dari tempat di mana seharusnya ia berkumpul ia juga lebih banyak diam di bandingkan sebelumnya karnanya Naeun jadi sedikit takut dengan perubahan Taemin itu.

Seolhyun mendekati tempat yang menyediakan buah-buahan tiba-tiba saja ia merasa sakit di area perutnya membuatnya meringis sambil memegangi perutnya itu, Taemin yang berada di dekatnya melihat gelagak adiknya itu ia ingin bersikap acuh tapi entah mengapa sepertinya ia tidak bisa menjadi sejahat itu, bagaimanapun juga Seolhyun sudah menjadi adik tirinya.

“Kau tidak apa-apa?” Taemin menyentuh pundak Seolhyun dengan lembut.

“Eum, sepertinya aku ingin mengeluarkan sesuatu.” Seolhyun menyengir kuda, ia segera beranjak dari tempatnya sebelum ia malu di depan kakak tirinya itu.

~Twinkle~

“Soojung-ah apa kau benar-benar yakin dengan rencana ini?”

“Aku rasa kau tidak perlu melakukan hal sejauh ini”

“Hey, bukankah cinta butuh pengorbanan? Sudah lakukan saja rencana ini, dan ingat jangan ada kesalahan sama sekali”’

 

Baekhyun berjalan dengan santainya melewati pinggiran lapangan outdoo,r dari jarak yang cukup dekat Soojung sengaja mengekorinya sambil melirik-lirik beranda lantai dua yang sudah berada temannya yang memegangi pot bunga berukuran sedang dengan wajah tegang—sejujurnya ia tidak mau melakukan ini.

Baekhyun hampir mendekati titik lurus secara vertical dari tempat yang akan di jatuhi pot bunga itu, gadis yang berada di ataspun melepaskan pot bunga dari tangannya saat Soojung memberikan kode dan langsung bersembunyi agar tidak ada yang melihatnya. Dengan sigap Soojung berlari mendorong tubuh Baekhyun hingga Namja itu tersungkur. Soojung memegangi kepalanya dan merejapkan mata kuat.

Pranggg!!

Baekhyun menoleh kebelakang penasaran apa yang terjadi di belakangnya tepat saat Pot bunga yang terbuat dari tanah liat menghantam pundak gadis yang berada di belakangnya, Soojung seketika terjatuh tak sadarkan diri, orang-orang di sekitarpun langsung ricuh melihat tontonan itu.

Mata Baekhyun membulat sempurna, Shock! Ia bernar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat, kejadian itu berlalu terlalu cepat. Ia pun menghampiri Soojung yang terkujur lemah.

“Soojung-ah,” Baekhyun terus memanggil nama gadis itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Soojung karna tidak ada respon Baekhyun memutuskan menggendongnya melewati kerumunan orang menuju unit kesehatan.

Baekhyun duduk terdiam di samping Soojung yang sudah di periksa oleh perawat yang bertugas di ruangan itu, ia menggigit bibir bawahnya sambil menghentak-hentakan kaki tidak bisa diam, ia khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu.

“Kau tidak perlu cemas ia hanya pingsan karna terkejut, untungnya benda itu tidak menghantam kepalanya.”

Baekhyun hanya menoleh ke arah perawat itu sambil membungkukkan kepalanya kaku, cukup lama Baekhyun menunggu sampai Soojung terbangun dari pingsannya.

“Kau sudah sadar?! Apa kau baik-baik saja?” Baekhyun bangun dari duduknya dan sedikit membungkukkan badannya agar lebih dekat dengan Soojung, gadis itu tersenyum melihat Baekhyun yang khawatir seperti itu.

“Aku baik-baik saja selama kau tidak terluka.”

“Kau ini bicara apa? Seharusnya kau tidak perlu mendorongku, akan lebih baik jika aku yang kena.” Baekhyun tidak ingin ia berhutang budi dengan gadis itu, tapi karna ucapannya Soojung menjadi merasa bahwa dirinya menjadi berarti untuk Namja itu. Soojung berniat untuk bangun tapi pundaknya benar-benar terasa nyeri membuat dia meringis, Baekhyun segera mencari perawat tapi orang yang di cari sedang tidak ada di tempat. Mau tidak mau Baekhyun yang membantu Soojung untuk duduk.

“Apa sangat sakit?”

Soojung mengangguk, “Sakit sekali.” Ucapnya sambil memegangi pundak kanannya.

“Bisa kau obati aku?” ucap Soojung dengan malu-malu, Baekhyun hanya dapat pasrah menerimannya karna bagaimanapun gadis itu sudah menolongnya dan dia harus bertanggung jawab.

Soojung menarik lengan bajunya agar dapat melihat lukanya tapi gagal, bagian leher baju  itu tidak cukup lebar untuk memperlihatkannya.

“Bantu aku untuk membukannya.”

Mwo?! Lebih baik kita menunggu perawat kembali.” Baekhyun kelabakan menjawabnya bagaimana mungkin ia mengobati dengan cara seperti itu.

“Tapi ini sakit sekali.” Soojung meminta dengan diiringi ringisan yang terdengar sangat menyakitkan membuat Baekhyun tidak bisa menolaknnya, terpaksa iapun membantu Soojung untuk membuka bajunya, Baekhyun menyipitkan matanya dan sialnya Soojung tidak memakai tank top sebagai dalaman sehingga bra hitam yang di kenakan gadis itu terpampang jelas.

Taeyeon maafkan aku

Soojung menurunkan tali bra-nya ke samping, ia tersenyum kecil karna dapat menampilkan tubuh indahnya pada Namja itu. Baekhyun berusaha menahan dirinya agar tidak salah fokus bagaimana juga dirinya adalah laki-laki sejati yang menyukai hal semacam itu juga namun ia tidak ingin mengkhianati Taeyeon—gadis pujaan hatinya—pundak kanan Soojung terlihat sedikit membengkak dengan warna ungu kehijauan iapun mengambil krim untuk meredakannya, Baekhyun menyodorkan krim itu pada Soojung lalu membalikan badan.

“Baekhyun-ah apa kau berusaha menjauhiku?”

“Aku hanya memberikan batas di antara kita agar tidak ada yang melewati batas sebagai teman.” Jawab Baekhyun masih sambil membelakanginya.

“Kalau begitu jangan jauhi aku lagi, sekarang aku tidak bisa melakukan apapun dengan tangan kananku tampa teman sepertimu.”

Hati Baekhyun mencelos  saat mendengar ucapan yang terdengar menyedihkan dari bibir gadis di belakangnya itu.

“Sudah.” Baekhyun membalikan badannya mendekat kembali untuk memakaikan baju Soojung kembali. Soojung dengan sengaja meletakan krim tadi ke atas nakas membuat dirinya harus membungkuk dan akibatnya Baekhyun dengan jelas dapat melihat dada gadis itu yang terlihat seperti akan menyembul dari tempatnya.

Pikiran apa ini, sadarlah! sadarlah …,’ Baekhyun menutup matanya spontan dan berusaha membuang pikiran aneh yang hampir melintas di pikirannya. Baekhyun kembali membantu Soojung memakai pakaiannya.

“Kenapa kau gugup seperti  itu?” Soojung berusaha menggoda Baekhyun.

“Tidak.” Jawabnya singkat dan setenang mungkin.

“Apa kau menyukainya?” Soojung mulai mendekati tubuh Baekhyun tak lama ia menjauh lagi lalu tertawa meledek, “Sepertinya kau tidak bisa menahannya.” Ucap Soojung cekikikan sambil menatap bagian bawah Baekhyun yang ‘sedikit’ menonjol.

Sial!

Baekhyun segera meninggalkan tempat itu karna sudah merasa benar-benar dipermalukan, ia merutuki dirinya sendiri yang tidak dapat menahan diri.

~Twinkle~

Taemin dan Naeun berada dalam satu mobil, malam ini keluarga mereka mengadakan perjamuan makan malam bersama.

“Taemin-ah, apa aku melakukan kesalahan kenapa kau terus mendiamiku?”

Taemin menoleh kearah Naeun, ia menatap lekat gadis polos itu sambil terus mengemudikan mobilnya selang beberapa detik ia mengulaskan sebuah senyuman lalu kembali menatap ke depan.

“Kenapa kau tidak pernah memakai kalung yang pernah ku berikan?”

Naeun mengedipkan matanya berkali-kali dengan mimik gugup, apa yang harus ia katakan karna memang sesungguhnya benda itu tidak pernah ada. pasangan kalung itu tidak pernah di berikan padanya. Apa ia harus berbohong untuk kesekian kalinya lagi?

“Ah itu, bukan kah aku sudah pernah bilang kalau barang itu sangat berharga jadi aku ingin menyimpannya dengan baik.” Naeun berusaha menjawab dengan tidak menimbulkan kecurigaan.

“Sesuatu yang berharga … apa kau tidak suka selalu bersama sesuatu yang menurutmu berharga, apa kau hanya akan menyimpannya tampa menunjukan kepada orang lain apa yang berharga untukmu?”

“Aku- aku hanya tidak ingin hal yang menurutku berharga itu hilang.” Naeun menurunkan volume suaranya bahkan hampir tidak terdengar.

Sunyi… tidak ada lagi pembicaraan antara mereka hingga mereka sampai di tempat yang telah di janjikan orang tua kedua belah pihak. Mereka duduk berhadapan makan dengan diam di tengah-tengah dua keluarga yang tidak henti-hentinya berbagi cerita kehidupan mereka masing-masing.

“Ehem…,” Ny. Byun membuat deheman kecil lalu menyilangkan kedua alat makannya tak lupa ia membersihkan pinggiran-pinggiran bibirnya mengunakan tissue sebelum mengeluarkan suara.

“Bagaimana jika rencana pertunangan anak-anak kita di percepat?”

Baik Naeun ataupun Taemin, mereka berdua sama-sama terkejut dengan ucapan Ny. Byun.

“Aku tidak mau Eomma!” tampa sadar Taemin mengeluarkan kata itu, orang di sekitarnya pun menjadi diam terpaku dengan ucapannya yang frontal itu.

“Ah- ahahaha,” Ny. Byun tertawa garing, “Eomma hanya bercanda kau tidak perlu seperti itu.”

“Aku benar-benar tidak ingin melakukannya, lebih baik kalian batalkan saja rencana kalian.” Taemin beranjak meninggalkan tempatnya.

“Naeun-ah apa kalian bertengkar?” Ny. Son bertanya pada putri semata wayang-nya yang terlihat seperti terpukul dengan ucapan Taemin.

“A- ani, aku akan menyusulnya,” Naeun bangun dari tempatnya lalu mengambil tasnya berniat mengejar Taemin, tapi sebelumnya ia menundukan badannya kepada orangtua Taemin.

“Taemin-ah!” Naeun berhasil menjegat Taemin seleum pria itu masuk kedalam mobilnya, “Kau tidak boleh seperti itu, apa kau tidak memikirkan perasaan orangtuamu dan orangtuaku?”

Taemin menepis tangan mungil Naeun, “Lalu apakah kalian tidak memikirkan perasaanku?!”

“Kau kenapa?! Aku salah apa padamu sampai kau seperti ini? kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.”

“Aku sudah lelah berpura-pura tidak tahu lagi, aku fikir aku bisa terbiasa tapi aku tidak bisa!”

Naeun terdiam di tempat.

-TBC-

Annyeong aku balik dengan chapter ke-17^^

Disini Krystal aka Soojung aku jadiin sepupunya Jessica, karna udah terlanjur aku bikin ceritanya mereka seumuran jadi ga bisa jadiin Krystal sebagai adenya Jessica di sini :’

Maaci buat yang masih mau baca ff ini *-* aku seneng banget karna kalian :* pokoknya big love buat kalian Raeders, komentor dan yang udah like.

-MianForTypo- Babaiinyan~

Advertisements

17 comments on “Twinkle [Chap17]

  1. wah kenapa makin hari makin pikcik aja soojung,,,
    mending sruh balik ke california…
    tp akhirnya taemin ngaku juga,,,
    penasaran ama lanjutannya,,
    fightaeng!!!

  2. Soojung ngeselin banget
    Baekhyun jangan tertarik sama soojung tetap sama taeyeon
    Btw banyakin lagi dong baekyeon momentnya plesae
    Next chapter jangan lama ya thor
    Fighting

  3. pnasaran gmn reaksi taeyeon… klw taeyeon tw semuany mulai dari baekhyun dan taemin…. … lnjutny jgn lma

  4. please walaupun ini tentang taemin taeyeon biarin baekyeon bahagia thor mati aj soojungnya sumpah dongkol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s