[FREELANCE] Protect You (Chapter 2)

PicsArt_05-25-07.03.19

Title : Protect You [Chapter 2]

Length : Chaptered

Author : Chrysalis

Cast : – Kim Taeyeon SNSD

– Byun Baekhyun EXO

Supporting Cast: – Minatozaki Sana Twice

– Lee Mi Joo Lovelyz

Genre : – Romance

– School Life

– Mystery

– Fantasy

Rating : Teenager

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi SM Entertainment !!

Note Author : Terimakasih untuk ATSIT yang mau nge-post FF ini, Makasih juga untuk semuanya yang udah mau baca FF abal ku ini ^^ Jangan lupa comment yaa. Aku butuh sekali saran dan kritik dari kalian agar FF ku menjadi semakin baik. Sekali lagi.. Jeongmal Kamshamnida Chingu-ya J

Sesuai permintaan kalian, Aku udah lanjutkan cerita ini secepatnya, Maaf bagi yang sudah menunggu lama. Bagi aku ini cepat lohh /Lambat kalii ><

Dan untuk para silent riders, Dimohon kesadarannya yaa. Kalian yang sudah membaca cerita ini aku berterimakasih, Ditambah dengan komentar aku sangat berterimakasih. So, Please. Hargai karyaiku inii. Terimakasih J

Oke, Terlalu banyak basa – basi, Langsung sajaa~

Happy Reading

Preview: Chapter 1

1

Preview Chapter 1

“Sudah aman.” Taeyeon tak dapat menyembunyikan raut kelegaannya. Gadis itu langsung meregangkan seluruh tubuhnya yang sempat kaku sampai punggungnya menyentuh pintu dengan keras. Sang pria hanya tersenyum kecil melihat reaksi Taeyeon.

“Memangnya apa yang terjadi diluar sana? Siapa yang mendobrak pintu?”

“Kau yakin?” Taeyeon menengguk salivanya paksa, Walau akhirnya ia mengangguk.

“Sebuah monster. Monster mematikan.”

Chapter 2

“KIM TAEYEON!!”

Gadis itu tersentak lantas membuka matanya yang terpejam. Tubuhnya yang semula lemas langsung tegang begitu saja melihat sosok Mijoo dan Sana dihadapannya yang sedang tersenyum jahil. Taeyeon menguap pelan, Rasa kantuk masih menguasai setengah dirinya.

Dan, Tunggu.

Kim Taeyeon langsung terdiam, Matanya melebar seiring menatap keadaan kelas yang ramai dengan teman – teman gadisnya. Taeyeon menutup mulutnya refleks. Ia tak menyangka bahwa kejadian menyeramkan yang menimpanya hanyalah sebuah mimpi buruk belaka, Bukanlah sebuah kenyataan pahit yang harus diterima. Menyadari hal tersebut Taeyeon tak dapat menyembunyikan kelegaannya, Gadis mungil ini langsung berteriak senang dan menjadikannya pusat perhatian dikelas.

“Yak! Kau baik – baik saja?” Sana menatap aneh Kim Taeyeon yang masih sibuk tersenyum.

Nan Gwenchana!” Mijoo dan Sana saling pandang. Mereka baru pertama kalinya melihat Kim Taeyeon segirang ini sebelumnya.

Taeyeon sendiri merasa acuh tak acuh soal pandangan aneh teman – teman kearahnya. Ia terlalu senang mengetahui ini semua mimpi walaupun sebenarnya terasa sangat nyata. Bahkan Taeyeon masih bisa merasakan bungkaman sang pria yang melindunginya dari sosok monter mematikan.

Dan ada sedikit rasa penasaran terbesit dalam hatinya. Perlu’kah ia mencari tau siapa pria itu dan sosok monster? Entahlah, Dirinya sendiri merasa ragu. Tubuhnya pun menolak keras. Tetapi sayangnya hati nurani Taeyeon tak pernah berbohong.

Ia berkata ‘Ya

~*~*~

Taeyeon melangkahkan kakinya pelan menelusuri lorong yang sudah mulai sepi. Bel pulang sudah berbunyi sedari lima belas menit yang lalu namun ia belum ada niatan untuk kembali ke rumah. Ada perasaan aneh menggelitik hatinya ketika mendengar kabar bahwa ada sosok murid baru di kelas sebelas I, Kalian tau? Ini persis seperti mimpi yang ia alami. Dan satu kata yang terus terngiang dikepalanya, Monster.

“Apa aku akan benar – benar pergi ke kelas sebelas I?” Taeyeon menggumam tanpa sadar. Langkahnya mulai melamban sampai akhirnya terhenti. Matanya memicing melihat seseorang sedang mengunci pintu kelas sebelas I, Jelas itu adalah Kwon Yuri. Sang ketua kelas yang sudah bergegas untuk pulang.

“Haish, Apa yang kulakukan?” Taeyeon menggerutu lantas mempoutkan bibirnya lucu. Ia berbalik dan dengan perasaan kecewa mulai meninggalkan lorong kelas sebelas. Dirinya sendiri juga bingung kenapa ia begitu penasaran terhadap murid baru tersebut, Padahal ini semua hanya karna sebuah mimpi. Yap, Mimpi yang terasa sangat nyata bagi Kim Taeyeon.

Tak terasa kakinya sudah menuntunnya berjalan di lorong kelas 10. Lorong tersebut masih tampak ramai, Masih cukup banyak murid yang berbincang diluar, Atau hanya sekedar membersihkan loker dan mengerjakan tugas dikelas. Tanpa sadar Taeyeon tersenyum. Dimimpinya ia bertemu dengan seorang pria tampan yang ia yakini sebagai seorang adik kelas. Akan’kah Taeyeon dapat menemuinya di sini?

Dengan semangat Taeyeon berjalan agak lambat di sisi tembok, Matanya berubah tajam berusaha mencari sosok yang mungkin saja sedang berbaur bersama beberapa murid disana. Tetapi ketika Taeyeon sudah sampai tepat dikelas sepuluh A ia menghela nafas panjang. Sembilan kelas sudah Taeyeon telusuri tetapi apa yang dirinya dapatkan? Ia tak menemukan apapun. Taeyeon tak menemukan pria itu. Huh, Betapa kesalnya Taeyeon saat ini.

“Kim Taeyeon.”

Tiba – tiba saja mata Taeyeon melebar cepat, Ia refleks berbalik namun hanya mampu mengkerutkan kening karna tak menemukan siapapun dibelakangnya. Rasa terkejut itu masih tersimpan pada wajah cantiknya, Ditambah degupan jantungnya yang keras membuat Taeyeon seperti berada dalam dunianya sendiri. Dan ketika matanya menangkap sosok familiar diantara beberapa murid, Mulut Taeyeon menganga kecil. Dunia terasa lambat, Terlebih disaat keduanya berkontak mata. Alunan nada romantis tersetel dalam pikirannya, Menambah konsep drama percintaan. Namun baru saja ia akan berbicara sosok itu menghilang bak ditelan angin. Kim Taeyeon mengerjap, Dunia kembali berjalan seperti biasa dan nada itu sudah berakhir. Tubuhnya kaku dan rasa tak percaya menyelubungi hatinya.

Kemana dia? Kemana? Kenapa menghilang?

Dan sampai pulang pun Taeyeon masih belum bisa menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi.

~*~*~

Sana dan Mijoo sama sekali tak bisa menyembunyikan rasa kebingungan mereka ketika menemukan Kim Taeyeon datang dengan wajah yang cukup kacau disekolah hari ini. Bahkan selama pelajaran pertama Taeyeon sama sekali tak memperhatikan Choi Sonsaengnim yang sedang menjelaskan. Ternyata tak hanya Sana dan Mijoo, SuHo sang ketua kelas pun menyadarinya.

“Kim Taeyeon-ah.”

Saat istirahat berlangsung tanpa babibu lagi kedua sahabat dekatnya itu menghampiri dan mempertanyakan keadaan Taeyeon sebelum semua teman – temannya yang lain datang. Bahkan Mijoo sempat berpikir untuk mengusir semua teman sekelasnya agar mereka dapat waktu untuk berbicara berdua.

“Kim Taeyeon.” Taeyeon tak menggubrisnya dan ketika Sana menggebrak meja barulah gadis itu tersadar dari lamunannya.

“Kau kenapa? Apa kau baik – baik saja?” Dua pertanyaan langsung terlontar dari bibir Mijoo.

“Aku baik – baik saja.” Kim Taeyeon mendongak dan menatap kedua sahabatnya itu dengan senyuman.

“Kau berbohong. Kita sudah bersahabat sedari kelas 10, Kenapa kau tak mengaku saja!?” Seru Sana kesal dan tanpa ragu menatap tajam Taeyeon dihadapannya. Mijoo disampingnya langsung mengelus punggung Sana untuk tenang sedangkan Taeyeon sendiri langsung menggigit bibir bawahnya kencang. Ia ketahuan.

“Ayo ceritakan Kim.” Tekan Mijoo.

“Baiklah, Tapi nanti setelah istirahat kedua berlangsung.”

Tak ada waktu untuk menghindar, Dua jitakkan sekaligus langsung mendarat mulus didahi Kim Taeyeon. Mijoo dan Sana langsung tertawa jahat sedang Taeyeon hanya mampu meringis. Rasanya sakit loh,

~*~*~

Persetan dengan kedua temannya. Taeyeon terpaksa harus segera menceritakan kejadian yang ia alami semalam. Ketika Taeyeon sedang memakan bekal bersama teman – temannya yang lain, Tiba – tiba saja Sana dan Mijoo datang mericuh dari kantin. Tanpa sebab keduanya menarik Taeyeon pergi dan membawanya ke taman belakang sekolah yang notabene sepi. Dalam hati Taeyeon menggerutu, Dasar orang tak sabar.

“Sekarang ceritakan. Kami tak bisa mendengarkanmu saat istirahat kedua karna kami sudah ada janji dengan adik kelas.” Jelas Mijoo tanpa disuruh. Taeyeon sendiri hanya tersenyum kecil namun sedikit remeh,

“Kencan lagi?” Tebaknya begitu melihat rona merah dipipi Sana.

“Sudah, Ceritakan saja!” Tuntut Mijoo lama – lama kesal.

Geure-yo! Dengarkan baik – baik!”

Back to yesterday at 07.54 PM KST.

Kim Taeyeon melangkah keluar dengan santai dari kamar mandi. Tubuhnya hanya terbaluti handuk dan rambutnya basah meninggalkan jejak air yang banyak di lantai. Mungkin bagi para gadis remaja putri yang melihatnya ini adalah hal yang biasa terjadi. Rasa malas, Pelaku utama. Itupun terjadi pada Taeyeon.

Keterlambatan pulang membuat tubuh Taeyeon malas bergerak entah kenapa. Saat datang ia langsung melempar tas dan sepatunya asal lalu berbaring disofa sambil memikirkan kejadian disekolah tadi. Matanya begitu lurus menatap langit – langit kamar, Tak lupa dahinya yang berkerut karna berpikir keras. Ayolah, Taeyeon adalah siswi yang pandai. Tapi kenapa ia merasa bodoh sekarang?

“Kenapa mimpi itu terasa begitu nyata?” Gumamnya sangat pelan. Matanya mulai memicing.

“Dan kenapa pria itu benar – benar ada? Menatapku pula, namun setelahnya? Ia menghilang. Aneh dan tak masuk akal.”

“Yah, Tak masuk akal.”

Tubuh Taeyeon langsung jatuh setelah sebuah bisikkan lirih memasuki indra pendengarannya. Gadis itu mendongak, Menatap takut daerah sekitarnya. Jantung Taeyeon seketika berpacu ketika melihat seluet seseorang dilantai atas. Tanpa babibu lagi ia berteriak, Menyuruh seseorang itu untuk tetap diam. Namun bukannya diam, Seluetnya menghilang begitu saja. Bak ditelan bumi.

“A-apa itu..” Cicit Taeyeon ketakutan sekaligus tak percaya. Ia perlahan bangkit dan memberanikan diri melangkah kelantai atas setelah membawa persiapan; Sebuah raket.

Sesampainya diatas Taeyeon baru menyadari bahwa ada jejak kaki baru disana. Jelas ia terkejut, Dan mulai mencari keseluruh ruangan si pemilik jejak kaki tersebut walaupun dengan jantung yang terus berdegup kencang. Tetapi dipikirannya keselamatannya lebih utama. Bagaimana jika ia tertidur seseorang itu datang dan membunuhnya?

Tiba – tiba saja langkah Kim Taeyeon terhenti. Dahinya menyerngit kecil menemukan senggeok kertas kecil dihadapannya. Kertas lusuh dan juga kotor. Untung saja tulisannya belum benar – benar menghilang.

“C-cahaya.. Bi..biru.” Ucapnya terbata membaca setiap huruf menjadi sebuah kata.

“Cahaya biru? Maksudnya?”

Setelah siap terjun kealam mimpi pun Taeyeon masih belum bisa menjawabnya dan berpikir dengan jernih. Ia bergerak tak nyaman diranjang membuat tempat itu semakin terlihat seperti sebuah kapal pecah. Berantakan sekali. Tetapi Taeyeon tak peduli.

“Yang hanya dapat kusimpulkan adalah. Semuanya aneh setelah mimpi itu datang.”

Back to school at 10.16 AM KST.

Sana dan Mijoo tak henti – hentinya menatap satu sama lain. Kerutan dahi mereka terlihat jelas, Dan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya. Urat disekitar pelipis mulai kelihatan, Tanda mereka sedang berpikir keras. Taeyeon yang mendapat reaksi tersebut hanya mampu menghela nafas panjang. Sudah ia duga, Kedua gadis itu pasti tak percaya.

“Mungkin kau sebenarnya hanya bermimpi?” Sana mencoba melalui jalur berpikir positif. Namun dengan datar Taeyeon menggeleng keras. Mijoo berdecak,

“Kau kelelahan, Itu pasti hanya halusinasi.” Lagi, Taeyeon menggeleng.

“Bagaimana jika-“

“Itu nyata!!”

Sana dan Mijoo berjengit bersamaan, Menatap tak percaya kearah Kim Taeyeon yang sudah terengah – engah akibat meluapkan emosinya. Mereka tak sangka Taeyeon akan murka dan membentak mereka begitu saja. Padahal tipikal seorang Taeyeon bukanlah seperti ini.

“Kami tak bermaksud, Kami mencoba..”

Sana tak pernah melanjutkan ucapannya karna si gadis mungil sudah pergi meninggalkan keduanya menyisakan hawa suram yang mendalam. Tak dapat dipungkiri ada rasa kecewa yang terbentuk ketika melihat punggung itu menghilang dibalik belokkan. Terlebih Mijoo, Entahlah, Ia merasa membawa Taeyeon datang ke sini adalah keputusan yang salah. Mereka sepertinya telah membuat seorang Kim Taeyeon marah.

~*~*~

Pipi itu menggembung lucu dan bibirnya mengkerucut imut, Tubuhnya bersandar pada dinding gudang yang kusam dan lembab, Menyisakan rasa dingin tersendiri yang menyentuh bagian kulit luarnya yang terbuka. Dia Kim Taeyeon. Setelah berlari dengan penuh kekesalan meninggalkan Mijoo dan Sana, Bukannya kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan makan, Kakinya justru membawanya ke gudang sekolah. Tempat dimana para murid melampiaskan semuanya yang terpendam, Termasuk sekarang, Taeyeon merasa kesal karna kedua sahabat dekatnya tidak mempercayainya sama sekali. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Aneh.

Krek.. Krek..

Tiba – tiba sebuah suara menelusup masuk ke indra pendengaran Taeyeon, Gadis itu menoleh dengan cepat lantas bangkit. Sebuah bola tennis kusam mendadak menggelinding kearahnya dari tumpukkan barang tua. Dengan sedikit takut Taeyeon mengambil bola tersebut dan membaca sebuah kata disana.

Berikan!

Taeyeon menyerngitkan dahinya tak mengerti, Ia merasa bingung dan matanya mulai memperhatikan semua bagian ruangan memastikan hanya ia seorang yang sedang berada digudang saat ini.

BRAK!

Jantung Taeyeon berdetak keras memukul rusuknya, Refleks gadis itu berbalik menatap meja tua yang mendadak jatuh dibelakangnya. Alarm berbahaya berbunyi nyaring dikepalanya, Memperingatinya untuk segera pergi saat itu juga. Namun belum sempat Taeyeon memikirkan sesuatu sebuah tangan mencekal tangannya kuat dari belakang, Karna tak siap Taeyeon pun jatuh tersungkur meninggalkan luka lecet dilututnya. Gadis itu meringis tertahan, Lukanya mengeluarkan darah.

Pergi sekarang juga Taeyeon.” Tiba – tiba sebuah suara mengaum keras dikepalanya.

Pergi atau dia akan mendapatkanmu!” Suara yang sangat familiar,

PERGI!

“AKU BERUSAHA!” Karna kesal Taeyeon tak sadar sudah balas membentak. Didetik selanjutnya matanya mengerjap, Menyadari bahwa ia sedang tak sendirian disana. Suara langkah seseorang dibelakangnya semakin dekat, Berirama dengan detak jantungnya yang tak karuan. Tanpa gadis itu sadari ia sudah mulai menangis dan memohon bantuan pada Tuhan.

“Jangan menganggunya!”

KRINGG!! KRING!!

Mata Taeyeon mengerjap, Kepalanya terasa pening dan sayup – sayup suara ricuh para murid mulai terdengar. Akhirnya kesadaran Taeyeon terkumpul, Ia langsung membetulkan posisi duduknya menjadi lebih tegak. Tepat setelah ia membuka mata Taeyeon menunjukkan wajah pucat. Bukan’kah ia berada di gudang sekolah? Sekarang Taeyeon tengah terduduk dikelas dengan tenang. Bukan’kah saat itu ia masih berada pada jam istirahat pertama? Sekarang bel pulang sudah berbunyi.

“Ya Tuhaaan.” Taeyeon menggerutu. Ia menggelengkan kepalanya tak percaya dan menggebrak meja dengan keras. Semua mata dikelas menatapnya bingung, Mijoo bahkan terlihat khawatir.

“Kim Taeyeon, Apa yang terjadi?” Tanya SuHo perlahan mendekat. Taeyeon menoleh dan tanpa sadar sudah memberikan tatapan sendu.

“Panggilkan Kwon Yuri untukku?” Awalnya SuHo merasa bingung, Namun melihat Taeyeon menunggu tanpa babibu lagi ia mengangguk. Punggungnya pun menghilang dari balik pintu, Berharap saja Yuri belum pulang karna Taeyeon tak mau SuHo kembali sendirian.

“Untuk apa bertemu dengan Yuri?” Sana memberanikan diri bertanya, Dan Taeyeon tak menggubris. Gadis itu malah sibuk dengan dunianya sendiri.

Kim Taeyeon memejamkan matanya erat. Mengingat betul mimpi apa yang hinggap dikepalanya tadi. Ia tak mengerti, Benar – benar tak mengerti kenapa semua terasa aneh. Jelas setelah menemui Sana dan Mijoo, Taeyeon kembali ke kelas untuk melanjutkan makan bekalnya. Namun apakah setelahnya Taeyeon tertidur? Taeyeon rasa tidak.

“Kalian, Jam berapa aku terlelap?” Tiba – tiba Taeyeon berseru keras.

“Jika tidak salah, 5 menit sebelum pelajaran terakhir.” Bukan Mijoo, Bukan Sana. Jung Jaehyun namanya.

Taeyeon manggut – manggut tanda mengerti. Ia kembali berpikir jikasaja pintu tak terbuka lebar dan masuk sosok SuHo dengan seorang gadis cantik dibelakangnya. Senyuman merekah diwajah Taeyeon, Ia refleks bangkit dan menyambut bungkukkan hormat Kwon Yuri.

“Terimakasih SuHo dan,” Taeyeon menggaet tangan Yuri.

“Ikut aku.” Tanpa menunggu persetujuannya Taeyeon membawa Yuri pergi keluar kelas. Taeyeon sengaja melakukan ini agar semua orang tak tau apa yang tengah terjadi terhadapnya sekalipun itu Sana dan Mijoo. Maaf saja, Taeyeon masih kesal dengan dua gadis itu.

“Sekarang apa?” Mereka berbincang diluar kelas, Didekat loker milik kelas sebelas C.

“Siapa nama murid baru dikelasmu?” Tanya Taeyeon to the point.

“Apa maksudmu?” Yuri baru saja akan kembali protes jika Taeyeon tidak mencengkram pundaknya kuat dan rahangnya mengeras. Gadis itu tampak menyeramkan.

“Katakan saja.” Tekan Taeyeon dingin. Matanya memicing tajam.

“Namanya Do Kyungsoo. Seorang pria pindahan dari Busan, Ada apa Taeyeon?”

Tak mengucapkan apapun lagi Taeyeon langsung pergi meninggalkan Yuri penuh dengan sejuta pertanyaan. Gadis itu berteriak dan menyuruh Taeyeon untuk kembali, Namun bak tuli Taeyeon mengabaikannya. Ia terus berlari tanpa minat untuk menoleh kebelakang walau ia tau Sana dan Mijoo mengejarnya. Taeyeon tak peduli, Ia harus mencari terdakwa selanjutnya. Si pria yang selalu menyelamatkannya dari seseorang didalam mimpi. Pria mungil berwajah bocah yang selalu terngiang – terngiang dikepalanya.

Taeyeon harus bertemu dengannya, Harus!

Bersambung~

A/N : Huuuhh, Aku tak tau harus berbicara apaa tapi apa kalian menyukainya? Aku sudah berusaha membuat cerita ini semenarik dan semembingungkan(?) mungkin >< Dan aku harap kalian menyukainyaa, Sampai bertemu dichapter berikutnyaa!

Advertisements

37 comments on “[FREELANCE] Protect You (Chapter 2)

  1. iya Thor, baekhyun nya kemana sih?
    buat penasaran, kok kayanya ff ini bergenre horor n supranatural sih?

    kayanya si pria mungil berwajah bocah itu baekhyun deh.. tapi udah deh, yg penting author harus bisa post kelanjutan nya dengan cepat ya.. dah penasaran tingkat dewa nih, hahaha 😀

    semangat thor, and update soon yah!!
    👍👍👍👍👍👍

    • Baekhyun akan muncul di chapter berikutnyaa hehe,
      Bukan horror supranatural kok, Lagian engga serem wkwk
      Maaf membuatmu menunggu lama, Doakan semoga chapter berikutnya di lanjut dengan cepat ^^
      Terimakasih sudah mau baca dan komentar 🙂

  2. Iya thor suka sama ff ini penasaran juga, btw maaf ya thor baru komen di chap ini soalnya baru nemu ff ini dan ngebut bacanya jadi baru bisa komen 😀
    Thor baekhyun kok ga muncul sih disini? Next chap cepet publish ya udah penasaran^^

  3. semua serba misteri,,
    siapa sosok baek sebenarnya..
    siapa yg ganggu taeyeon..
    wuah gk sabar buat chap selanjutnnya, fightaeng!!!

  4. kalau murid baru nya ternyata do kyungsoo terus baekhyun kapan keluar? atau jangan jangan baekhyun itu gak nyata? atuh asli ini mah penasaran. next chapter ditunggu 🙂

  5. kirain itu baekhyun, ternyata kyungsoo
    baekhyun kapan muncul thor?
    udah penasaran banget, update soon ya ^^

  6. Semuanya msih rada blm jelas, msih rumit ttg apa yg sbnernya terjadi ama taetae, so i’ll just wait for the next chapter…..

  7. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: [FREELANCE] Protect You (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s