[FREELANCE] Countdown (Twoshot)

PicsArt_06-24-12.22.38

COUNTDOWN

[Shot 1]

by slmnabil

starring Girls’ Generation’s Kim Taeyon x EXO’s Byun Baekhyun

genre Romance-Comedy length Twoshot rating PG-15

++

Jadi ceritanya Baekhyun meminta tiga jam penundaan adegan krusial di altar,

… untuk menyelesaikan janji kepada tiga mantan pacarnya. Harus kusebut apa, lelaki yang turun dari altar sebelum mengucap ikrar?

Sinting? Percayalah, Byun Baekhyun lebih dari itu.

++

Bagaimana ya mengatakannya? Kalau disebut sudah memprediksi, rasanya terlalu kejam. Tapi jika alur ceritanya tiba-tiba menyentuh klimaks tanpa ada aba-aba, itu namanya eksploitasi hak buatku.

Hari ini—akhirnya—aku menikah, dengan Baekhyun. Hitung mundur selama dua tahun nyatanya dikacaukan ritmenya begitu saja kala seorang gadis—satu antrian maksudku—datang dan jadi tim sorak untuk menyalak, “Keberatan,” yang menghancurkan keseluruhan ikrar kami.

“Kami mantan pacarnya. Baekhyun pernah menjanjikan beberapa hal pada kami ketika putus. Dia bilang sebelum menikah nanti janji itu akan ditepati. Hari ini kami datang, untuk menagih penawaran sukarelanya.”

Sial. Sial. Sial. Aku hampir ingin melempar mereka dengan sarang madu agar disengati oleh lebah. Tapi lihatlah cowok di hadapanku, nyengir kuda sampai matanya hanya menyisakan garis horizontal.

“Beri aku tiga jam,” kata Baekhyun.

Aku diam—menunggu lebih tepatnya.

“Akan kuselesaikan janjiku pada mereka, lalu aku akan kembali padamu.”

Kubalas mendelik sebal. “Kamu pernah lihat pengantin berubah jadi werewolf di atas altar?”

Darling, that’s worth to see. But, after three hours okay?” Dia menciumku di kening. “I’ll be back.” Dan kemudian turun dari altar.

Aku tahu sejak dulu kalau tabiat Byun Baekhyun yang kepalang rendah hati bisa menyeret masalah suatu hari nanti. Tapi aku tidak bisa mengerti kenapa dia sampai mau meninggalkan acara sekrusial ini hanya untuk tiga mantan pacarnya?

Apakah dia masih menyimpan perasaan pada mereka? Katanya para lelaki tidak sepenuhnya lupa pada mantan pacar mereka. Apakah dia menomor empatkan aku padahal harusnya dipertamakan? Katanya pikiran seseorang kadang bisa berubah lebih ekstrem daripada manusia yang tatkala di puncak emosi bertransformasi jadi werewolf—aku agak senang membicarakan spesies non-rasional ini belakangan.

Terserahlah, aku tidak mau membiarkan lipatan-lipatan otakku malah mengurai jadi babut. Yang jelas, seedan apapun Baekhyun aku sama sekali tidak punya niat untuk membiarkannya pergi tanpa pengawasan.

Dengan menaikkan sedikit gaunku yang mungkin jika diseret bisa sekalian jadi penyapu ternit—aku menyesal karena memilih ini, percayalah—kukejar Baekhyun dengan langkah lebar-lebar. Seketika seluruh hadirin mulai angkat pantat dari kursi mereka, menatap siaran langsung adegan telenovela dadakan pagi ini. Aku tidak bisa mengindahkan hal lain termasuk teriakan marah orang tuaku di bangku depan sana. Tujuanku pasti, cowok edan itu.

“Berikan aku jaminan!” teriakku kala akhirnya mampu menyamai langkah Baekhyun—dan paket tiga mantan pacar di belakangnya.

“Nih, hatiku simpan dulu.”

Dia memeragakan gestur mengambil hati (di posisi yang sebenarnya, secara harfiah dan bukannya di jantung, aku tidak bercanda) dan melemparkannya padaku.

“Aku menerimanya. Tapi sori ini bukan sesuatu yang kuhargai, jadi—” Kuambil langkah sampai berhadapan dengannya. “—ambil kembali dan kuberi bonus pengembalian.”

Dia tersenyum. “Kamu?”

“Persis.”

++

“Nah, Nona-nona jadi kita mulai dari janji milik siapa?”

Klausa penanda kegilaan hari ini dimulai. Kami mengendarai mobil dengan kapasitas empat orang, yang dengan terpaksa harus menambah kelebihan satu. Mereka bilang—kecuali Baekhyun tentu saja—itu aku. Tapi, hei, lihat siapa yang duduk di samping kursi kemudi dan siapa yang duduk bertiga. Sudah jelas aku termasuk lakon utama, yang terkhianati.

“Aku dulu!”

Cewek dengan wajah sangat-Korea-sekali yang kalau kulihat-lihat usianya baru dua puluh lima. Ia memakai jepit bunga di rambutnya dan terusan selutut warna merah muda. Sangat manis—terlalu manis.

“Baekhyun pernah berjanji akan mengajariku naik sepeda,” katanya.

Aku melirik cowok di sampingku, mengejek. “Sungguh pemikiran yang sangat dewasa. Padahal kamu bisa mengajarinya mengendarai alap-alap, yang lebih kekinian.”

Baekhyun cuma balas tersenyum. “Oke, Hayeong. Mari kita bersepeda.” Dia menancap gas lebih cepat.

Take your time, Sir. Ini menyenangkan melihat para mantan pacar bisa rukun,” kataku.

“Sudah tidak zaman ya jambak-jambakan dan adu mulut. Sama sekali tidak elegan,” sahut seseorang dengan riasan glamor.

Baekhyun mengirim isyarat. Dia-lebih-tua-jadi-jangan-dilawan. Jadilah, aku mengalah.

“Kamu pasti tidak punya hubungan yang baik dengan mantan pacarnya pacarmu. Pengetahuanmu dangkal sekali, for your information,” interupsi nona yang lain.

Lagi-lagi Baekhyun mengirim isyarat. Dia-punya-gangguan-pengendalian-emosi-mengalah-lagi-saja. Dan kali ini kuturuti dia.

Yang selanjutnya lebih parah. “Mungkin dia tidak punya pacar selain Baekhyun. Dan karena cowok kita ini terlalu baik dia iya-iya saja diajak menikah.”

Sebelum Baekhyun sempat mencegah, kudahului dia. “Oke, aku tidak bisa tahan untuk yang ini. Dan asal kalian tahu saja, aku putus lima kali dari cowok edan ini dan dia yang terus-terusan minta kembali.”

“Wah, pasti kamu gemar selingkuh ya?”

“Wow, Nona-nona cukup. Mulai sekarang aku menempel stiker pada Taeyeon oke? Jangan diajak bicara, jangan disentuh, jangan diejek. Hanya boleh dikagumi. Dimengerti?”

Aku tidak mengerti kenapa Baekhyun mesti sekali ambil interupsi semacam itu. Tidak ada jawaban. Menurut kami, itu berarti iya.

“Ayo turun, Kim Hayeong. Kita sudah sampai.”

Akhirnya, ini benar-benar dimulai.

Kami jadi pusat perhatian, tentu saja. Sepanjang jalan menuju tempat peminjaman sepeda semua mata tertuju pada kami—padaku—yang tampak sinting karena pakai gaun pernikahan ke Sungai Han seperti ini. Padahal yang edan itu yang pakai tuxedo, serius.

Aku selalu punya anggapan kalau gadis yang terlalu manis lama-lama bisa membuat muak. Baekhyun tampak oke-oke saja, namun kami bertiga—wah aku benci saat mengatakan kami—sama sekali tidak senang. Jadi daripada aku harus kesal-kesalan dan berpayah-payah memaksakan naik sepeda, aku lebih memilih untuk membiarkan mereka berdua.

“Pemandangan yang tidak bagus-bagus amat untuk dipotret,” kataku ketika Baekhyun melintasi tempat duduk kami.

“Taeyeon kita sibuk sekali ya, mengurus gaun, rasa malu, dan pengantinnya,” kata si glamor—yang setelah mengaut beberapa informasi namanya Agatha.

“Satu kartu kuning untukmu, Ag. Hanya boleh dikagumi, ingat?” sela Baekhyun.

Hebat, dia masih mampu menangkap pembicaraan kami.

Oh, dasar gila. Sekarang Hayeong buat acara jatuh dari sepeda? Alurnya berjalan seperti ini; Ceweknya menangis, cowoknya meniup luka, aku pura-pura jadi topeng monyet yang minta koin. Sempurna kalau saja aku tidak ingat sedang pakai gaun pengantin.

“Akhirnya, janji pertama berakhir. Ayo, Nona-nona kembali ke mobil,” instruksi si tertua.

Aku tidak percaya kalau sekarang aku berdiri hampir mengikuti langkah mereka. Hayeong terjatuh, itukah akhirnya? Aku menoleh untuk melihat Baekhyun. Dan nyatanya benar, mereka memang sedang menuju ke mari.

“Kamu tampak kacau, Darling. Tapi masih pantas untuk dikagumi, kok. Ayo.”

++

Kami kembali ke Mobil Kelebihan Muatan. Khusus di bagianku, gaun yang kukenakan sempat membuat kewalahan. Bahkan sampai terjepit pintu.

Aku cuma bilang pada Baekhyun kalau ini bukan salahku.

“Salahkan dirimu yang buat janji konyol segala!” Itu tambahan yang seharusnya cukup dramatis kalau ditambah air mata dan bonusnya yang datang dari hidung.

“Baiklah, siapa selanjutnya?” tanya Baekhyun.

Sejujurnya, dia tidak bisa ditebak. Kalau dianalogikan sebuah lukisan abstrak, ini seperti harus menemukan bagian mana yang bermotif realis dengan ukuran nano. Alasan di balik kesediaan Baekhyun memenuhi janji saja masih tidak kumengerti. Orang lain mungkin bakal berpura-pura pilon untuk lari dari tanggung jawab. Tapi dia tidak. Poin yang membuatku gila mendadak.

“Oke, aku mau minta maaf dulu pada Taeyeon,” kata Agatha.

Seharusnya sudah kau lakukan sejak awal, Bibi.

“Kumaafkan kalau kamu mau merelakan janji Baekhyun dan membiarkan kami menikah,” kujawab seperti itu.

“Permintaan maaf ditarik.”

Labil. Manusia labil. Padahal dia sudah tiga puluhan. Aku bersumpah, dia menjengkelkan.

“Jangan terkejut, tapi Baekhyun pernah berjanji akan menikahiku.”

Oh, klimaks yang terlalu memaksa. Kalau saja Agatha tahu Baekhyun jarang mencukur bulu ketiak, dia pasti bakal enggan mengatakan itu.

Berhubung aku tidak pernah menjanjikan akan menikahi seseorang sebelumnya, kelanjutan cerita ini jadi agak abu-abu. Yang kedua saja sudah dijanjikan menikah, bagaimana ceritanya yang ketiga?

Aku cukup yakin kalau Baekhyun akan kembali dalam tiga jam. Dalam kondisi apa dia kembali itu yang aku tak yakin, kalau ceritanya seperti ini.

—to be continued.

Advertisements

40 comments on “[FREELANCE] Countdown (Twoshot)

  1. ngakak asli ini cerita kocak abis hahaha bahasanya semi baku jadi lumayan ngerti hahaha kalakuan baekyeon di luar nalar atulah. next nya ditunggu 🙂

  2. hhahaha..😀😀😀
    siauthor ada aja ide buat ff yg bagun nan kocak gini, next ya thor..

    fighting nulisnya, kalo bisa update nya yg cepet thor,, semangat Authornim!!
    💪💪💪

  3. omg jalan ceritanya jarang dan pembahasaannya menarikk
    aku penasaran sama janji-janji dia selanjutnya mau diapain lol
    bagus sih rendah hati, tapi kalo kerendahan gitu mau diapain
    aku tunggu chap selanjutnya thor!!

  4. Njayyyy baekhyun ngakak guaa😂,, Kalo Gua jadi Taeyeon udah ogah ogah an AMA baek , Tu mantan2nya gamiikir apa org Mau nikah juga 😂😂😂 Wkwkwkwk paraaahh Taeyeon tekanan batin

  5. Njayyyy baekhyun ngakak guaa😂,, Kalo Gua jadi Taeyeon udah ogah ogah an AMA baek , Tu mantan2nya gamiikir apa org Mau nikah juga 😂😂😂 Wkwkwkwk paraaahh Taeyeon tekanan batin,, lanjut ya thooorr

  6. Lucu sih rada2 edan mereka semua, tp te2p gua kasian liat taetae masak moment sakral gitu hrus ditunda slm 3jam hny gra2 janji konyolnya si baekhyun. Duh ntar gua cincang jg nih si baekhyun…

  7. Hai nabil yuhuuu aku baca karyamuuu~ ngakak ya sama si BBH, dan untuk Agatha kaya nama seorang penulis /sotoy. Jahat amat lu, kasian ih ai KTY. Kayanya yg ketiga janjinya ikhlasin BBH buat KTY /sotoy lagi. Eh bil kenapa aku suka banget kalo kamu udh ngebahas soal masalah yg beginian. Bawaannya jadi pengen liat beneran /jeup gy. Banyak bacot ya aku /peace. Lanjutannya jangan lama ya Author-nim. Aku penasaran. Keep writing and Ajja! Ajja! Hwaiting!! 👊👊👌👌💞💞💞

  8. omo g bisa bayangin lw mw nikah ada troble gini
    absurd bgt uri baekhyun
    aku suka thor ff ini
    kata2nya kece
    ditunggu kelanjutannya ya thor

  9. “Mulai sekarang aku menempel stiker pada Taeyeon oke? Jangan diajak bicara, jangan disentuh, jangan diejek. Hanya boleh dikagumi. Dimengerti?”

    Suka bgt sm bagian ini 😂😂😂

  10. Pingback: [FREELANCE] Countdown (Twoshot/END) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. aaaaaaaa ini seru, aku kangen baca ff baekyeon di atsit dan ga sengaja nemu ini. Bikin senyum2 sendiri sama tingkah nya baek, dan lucu juga liat taeyeon yg terus2an ngedumel. Muka mereka tuh gampang banget di bayangin nyaa.. omooo I love baekyeon so much.

  12. Ngakak so hard Anjir ahahahahahahah, Baekhyun ama Taeyeon sama sinting, Tuh anak orang dijanjiin kawin gimana dah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s