Featuring Love (Chapter 1)

featuring love.jpg

Nia M Storyline

Main Cast : Taeyeon -G Dragon(Kwon Jiyong) || Genre : Romance, Music || Lenght : multichapter || Author : Yeon Ji Min

Note : FF Gtae baru !! Jangan lupa klik bintang/suka + comment ya.. hargai kerja author^^

Typo bertebaran dimana-mana…

 

YG X SM Ent collaboration. Berita terhangat, YG Ent dan SM Ent baru saja mengumumkan akan bekerja sama dalam suatu project. Tentu saja berita ini langsung disambut meriah karna project ini sudah lama dinantikan. Meski belum diketahui siapa saja yang ikut berpatisipasi dalam kolaborasi ini, tapi kedua pihak telah membocorkan jika akan ada 3 unit pasangan dalam kerja sama ini.

***

Pukul 14.00 KST, YG Ent Building.

Semua artis baik idol grup ataupun solois YG ent sudah berkumpul. Tampak Bigbang, iKON, Winner, Leehi, Zion T, Epik High dll sudah duduk bersiap mendengarkan penuturan Yang Hyun Suk selaku CEO YG Ent.

“Selamat siang semua. Kalian tentu sudah tau apa yang akan ku katakan bukan ?” Yang Hyun Suk tersenyum. Berbeda dengan senyum di bibirnya, tatapan tajam dan serius begitu terpancar di kedua bola matanya. Seketika itu pula semua orang diam.

“Pihak SM Ent sudah mengirim daftar artis yang akan turut menyemarakkan kolaborasi ini. Mereka mengirim 6 artis mereka. Dan kita harus memilih 3 diantaranya untuk berpasangan dengan kita. Kalian siap jika ku tunjuk ?” jelas Yang Hyun Suk keras. Semua artis yang ada di sanapun menjawab dengan serentak.

“Ne.” meski terdengar sedikit ragu.

“Baik. Mereka mengirim Taeyeon SNSD, Wendy RV, Krystal fx, Chanyeol Exo, Yesung Suju, dan Jonghyun SHINe. Dalam project ini ada 3 unit. Unit Rapper-Vocal, Rapper-Rapper, dan Vocal-Vocal. Dan aku sudah menentukan pasangan yang paling tepat.”

“Untuk unit Rapper-Rapper, Bobby X Chanyeol.” mendengar itu, Bobby langsung menyahut setuju. Yang hyun suk tersenyum bangga pada anak asuhnya itu.

“Unit Vocal-Vocal, Taehyun X Wendy.” Seperti yang dilakukan Bobby tadi, Taehyun menerima tugas tersebut dengan senyum di wajahnya. Seperti yang digosipkan beberapa waktu lalu, Taehyun memang menjalin kisah asmara dengan member Red Velvet, Wendy.

“Unit terakhir yaitu Rapper-Vocal, G-Dragon X Taeyeon.” Jiyong menunjukkan reaksi yang jauh berbeda dari reaksi Bobby dan Taehyun tadi. Jiyong dengan keras menolak perkataan Yang hyun suk.

“Kenapa aku ? Ada yang lain. Mino saja.” Jiyong dengan enteng langsung menunjuk Mino yang tepat duduk di depannya.

“Karna kau G-Dragon. Lakukan tugasmu sebagai Gdragon bukan sebagi Kwon Jiyong. Kau tau.” gertakan Yang hyun suk berhasil. Jiyong akhirnya menerima tugas tersebut meski dengan berat hati.

“Waktunya 3 bulan. Ku harap kalian bisa ku banggakan.” tambah Yang hyun suk.

***

Pukul 17.00 KST, SM Building

Taeyeon tengah berkumpul dengan member SNSD di ruang latihan. Manager mereka datang dan langsung menghampirinya.

“Kau akan berduet dengan G-Dragon. Siapkan dirimu dan bersikap baiklah padanya. Perlu kau ingat dia itu G-Dragon. Dia G-Dragon. G-Dragon dan G-Dragon.” Taeyeon tampak jengah mendengar ucapan managernya itu. Ia membalas perkataan sang manager hanya dengan anggukan kepala. Dan sang mangerpun tampak puas dengan tanggapan Taeyeon lalu berjalan keluar ruangan.

“Lihatlah beruntungnya kau Taeng. Dia selalu menolak ajakanku untuk berkolaborasi. Aku sungguh iri padamu.” celetuk Tiffany sambil berpura-pura menampilkan ekspresi sedih di wajahnya. Yuri, Sunny, Yonna, Tiffany dan yang lainnya tertawa ringan. Dan itu semakin membuat Taeyeon kesal sekaligus heran dengan sikap teman-temannya itu.

“Kudengar dia orang yang dingin.” Sooyoung menghentikan tawanya dan menatap serius Taeyeon. Dan itu membuat semuanya ikut terdiam. Taeyeon pun tampak tertarik dengan ucapan Sooyoung.

“Benarkah ?” Ucap Taeyeon yang mulai khawatir.

“Ah tidak. Dia orang yang hangat pada orang lain. Termasuk aku.” ucap Tiffany penuh keyakinan. Taeyeon langsung mengalihkan pandangannya ke arah Tiffany dengan tatapan penasaran sekaligus kekhawatiran.

“Kalian membuatku cemas.” gumam Taeyeon kesal.

“Bukankah dulu kau pernah dekat dengannya ?” sela Yuri yang langsung mendapat tatapan serius dari semua member.

“Foto itu. Foto saat dia merangkulmu. Kau ingat itu ?” Yuru menjelaskan maksyd daru perkataannya tadi.

“Hei itu hanya berfoto dan itu karna Heecul oppa yang menyuruhku. Lagipula aku sekalipun belum pernah bicara dengannya.” bela Taeyeon pada dirinya sendiri.

“Jangan khawatir. Dia bukanlah orang yang jahat ataupun dingin. Karna aku cukup mengenal Jiyong oppa.” Tiffany tersenyum membanggakan dirinya yang berteman dekat dengan Jiyong.

“Untuk apa aku harus cemas ? Aku kan Kim Taeyeon.” ucap Taeyeon percaya diri.Senyuman manisnya kembali mengembang di kedua sudut bibirnya. Semua member menatap Taeyeon penuh keraguan. Deringan ponsel Taeyeon menggentikan pembicaraan mereka. Taeyeon melihat nomor tak dikenal yang tertera dilayar ponsel. Dan tanpa pikir panjang ia langsung mengangkat panggilan tersebut.

“Yoboseo ?” ucap Taeyeon ogah-ogahan.

“GDragon.” terdengar suara pria samar-samar. Taeyeon membelalakkan matanya saat mendengar jawaban dari balik telepon.

“Nugu ? G-Dragon-ssi? Kwon Jiyong-ssi ?” ucap Taeyeon cukup keras saking terkejutnya. Semua member SNSD langsung menoleh ke arahnya. Mereka juga cukup terkejut saat mendengar Taeyeon menyebut nama Jiyong. Taeyeon menjauhkan ponselnya dari telinganya, raut wajahnya berubah. Entah apa yang membuatnya begitu panik dan tegang. Bahkan tenggorokannya terasa tercekat. Yonna mengisyaratkan untuk segera bicara pada Jiyong, tentu saja ia juga menyuruh Taeyeon untuk me-loud speaker agar semuanya bisa mendengar. Semua member mengangguk menyetujui ide Yonna. Tiffany heran dengan teman-temannya yang begitu penasaran dengan Jiyong. Taeyeon menuruti permintaan Yonna meski sedikit ragu.

“Benar, aku Jiyong. Kau sudah tau jika aku akan berkolaborasi denganmu?”

“Aku sudah tau.”

“Untuk itu, apa kita bisa bertemu malam ini ? Semakin cepat selesai akan lebih baik bagiku.” ucap Jiyong datar.

“Itu juga akan baik bagiku. Dimana kita bertemu ?” balasTaeyeon ketus. Ia sedikit kesal dengan perkataan Jiyong.

“Datanglah ke gedung YG pukul 19.00 KST di Bigbang room.”

“Baiklah. Sampai jumpa.” Taeyeon cepat-cepat mengakhiri panggilan.

***

“Dia buru-buru sekali.” komentar Yuri pada yang lainnya.

“Tunggu dulu. Apa dia tadi menyuruhku ? Apa ini ! Kenapa dia yang menentukan yang semuanya? Dan kenapa aku menerimanya ? Aku akan gila.” ucap Taeyeon histeris. Semuanya bingung melihat sikap Taeyeon.

“Lihatlah tingkahmu ini. Sangat berbeda dengan yang kulihat tadi saat kau bicara dengannya.” ejek Sunny yang langsung menjadi bahan tertawaan yang lainnya.

“Apa ada yang mau menemaniku ?” pinta Taeyeon penuh harap. Tak ada satupun yang menyahut ajakan Taeyeon.

“Benar tidak ada ?” Taeyeon masih mencoba membujuk rekan-rekannya itu.

“Apa yang datang hanya Jiyong oppa ? Member yang lain apa juga akan ikut ?” Tiffany buka suara.

“Aku tak tau.” ucap Taeyeon putus asa.

“Aku akan menemanimu.” pekik Seohyun keras. Semua terkejut dengan kedatangan Seohyun yang tiba-tiba. Seohyun langsung berlari memeluk Taeyeon.

“Aku merindukan kalian.” Seohyun beralih memeluk semua rekan-rekannya yang tengah duduk berkumpul bersama.

“Aku dan Seohyun akan ikut.” ucap Tiffany seraya tersenyum. Taeyeon kembali ceria setelah mendengar keputusan Tiffany.

***

Pukul 19.00 KST, YG Ent Building

Taeyeon, Tiffany dan Seohyun berjalan memasuki gedung dengan tergesa-gesa. Mereka berjalan menuju ke Bigbang Room. Sampai didepan pintu mereka tak sengaja berpapasan dengan Seunghyun dan Seungri yang juga akan memasuki Bigbang Room. Mereka saling menyapa satu sama lain dengan senyum yang mereka miliki. Sampai di dalam ruangan mereka mendapati Jiyong yang sudah duduk menunggu.

“Annyeong. Aku telat. Mian.” Ucap Taeyeon canggung. Jiyong, Seunghyun dan Seungri kompak menatap Taeyeon bersamaan dengan mulut menganga saking heran dan terkejut mendengar ucapan Taeyeon.

“Bagaimana bisa kau mengatakan kata annyeong dan mian bersamaan.” komentar Jiyong singkat. Taeyeon mendelik kesal mendengar protes yang diungkapkan Jiyong.

“Seohyun-nie, lama tak jumpa.” sapa Seungri hangat. Seohyun tersipu melihat Seungti yang memandanginya seraya tersenyum.

“Mau jalan-jalan bersamaku ?” ajakan Seungri tentu saja langsung diterima Seohyun begitu saja. Keduanya pun pergi bersama.

“Jadi itu alasannya sangat bersemangat menemaniku. Dasar anak kecil.” Taeyeon mendengus kesal. Ia kemudian memandangi Tiffany yang tengah mengobrol dengan Seunghyun.

“Dia juga ? Aku bisa gila.” Taeyeon kembali bergumam. Jiyong mendengar itu.

“Apa kalian berkencan di sini ?” Jiyong ikut mengomentari.

“Jiyong oppa kau mengusir kami ? Baiklah aku akan pergi. Jaga baik-baik gadis itu. Dia sangat ceroboh. Dan antar dia pulang. Sampai jumpa.” setelah mengatakan itu, Tiffany menarik tangan Seunghyun keluar. Taeyeon mencibir tingkah kedua temannya yang begitu kekanakan.

“Fokus saja pada project ini.” tegur Jiyong kembali dingin.

“Jelaskan idemu tentang project ini !” Taeyeon menguji persiapan apa yang sudah Jiyong miliki.

“Aku ingin membawakan lagu yang dapat membuat pendengar merasakan cerita yang ada di lagu tersebut. Aku akan menunjukkan kemampuan bernyanyiku yang sebenarnya. Bukan kemampuan rap ku.” jelas Jiyong penuh keyakinan. Keadaan berbalik, Jiyong belik bertanya mengenai ide Taeyeon.

“Lagu penuh rasa. Harapan, luka dan cinta terasa dalam satu lagu. Dan aku ingin pendengar ikut merasakan alur lagu tersebut.” jawab Taeyeon spontan.

“Sepertinya kau baru saja patah hati.” ejek Jiyong mendengar ide yang Taeyeon berikan.

“Entahlah. Aku tak tau apa aku harus patah hati atau tidak.” balasTaeyeon lesu.

“Apa yang coba kau bicarakan ? Fokus saja pada project ini.” Taeyeon kembali menerima teguran.

“Kau yang memulainya.” gumam Taeyeon pelan.

“Aku sudah menulis beberapa bait lagunya. Kau bisa menambahi beberapa bait lagi.” Jiyong menyodorkan kertas yang dipenuhi dengan not lagu.

“Kapan kau membuatnya ? Tapi ini belum ada liriknya.” Taeyeon menaikkan kedua alisnya.

“Beberapa minggu yang lalu. Aku sudah mengira jika Hyung akan memilihku. Dan ntuk liriknya kau yang buat.” Jiyong ikut menaikkan kedua alisnya ke atas.

“Aku belum pernah mencoba ini sebelumnya. Bagaimana jika hasilnya jelek ?” Taeyeon sedikit cemas.

“Maka dari itu kau harus mencobanya. Kau bilang ingin membawakan lagu dengan rasa cinta, harapan dan luka bersamaan. Jika itu benar-benar dari hatimu kau pasti bisa.”

Taeyeon menatap Jiyong cukup lama. Kata-kata yang keluar dari mulut Jiyong seakan menggugah semangat dari dalam dirinya.

“Jika menurutmu ada yang kurang pas pada lagunya, kitabbisa mengaransemen ulang not nya..” Jiyong menoleh Taeyeon yang tertangkap basah tengah memandanginya. Taeyeon menjadi salah tingkah dibuatnya.

“Baik akan kucoba.” ucap Taeyeon terbata-bata. Jiyong mengamati Taeyeon keheranan dengan sikapnya.

“Besok datanglah ke apartemenku saja. Di sana lebih lengkap peralatan yang kuta butuhkan.”

“Apa kau gila ? Yang benar saja.” pekik Taeyeon spontan.

“Jauhkan pikiran jelekmu itu. Taeyang dan Seunghyun juga ada disana. Kau juga bisa mengajak siapa saja terserah.” Jiyong menepis pikiran buruk yang muncul di benak Taeyeon. Tiba-tiba saja Taeyeon berteriak yang membuat Jiyong tersontak kaget.

“Ada apa denganmu ?” Jiyong dikejutkan dengan teriakan Taeyeon yang tiba-tiba.

“Aku akan ke apartemenmu pukul 9 pagi.” Ucap Taeyeon sambil tersenyum.

“Kenapa tiba-tiba berubah ? Apa kau sangat ingin bertemu dengan seseorang? Yang pasti bukan Seunghyun hyung. Apa Youngbae? Kau menyukainya ? Lupakan saja, dia sudah punya pacar.” Jiyong kembali dibuat heran dengan tingkah unik Taeyeon.

“Itu rahasia.” Taeyeon tersenyum penuh arti dan itu semakin membuat Jiyong penasaran.

“Ayo pulang.” Jiyong melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 22.00.

“Antar aku pulang.” ucap Taeyeon santai. Ia lalu berdiri dan berjalan keluar ruangan tanpa menatap wajah Jiyong yang terkejut karena sikapnya.

“Benar-benar kejutan.” gerutu Jiyong setelah kepergian Taeyeon dari ruangan.

***

“Di sini rupanya apartemenmu. Cepat turun.” Jiyong menghentikan mobilnya di gedung mewah yang menjulang tinggi. Taeyeon mengangguk lalu turun dari mobil.

“Pelajari lagunya dengan benar.” ucap Jiyong serius. Taeyeon kembali menganggukan kepalanya.

“Awalnya kupikir kau orang yang dingin.” ucap Taeyeon singkat.

“Apa ?” jawab Jiyong cepat. Ia tak mengerti dengan arah pembicaraan Taeyeon.

“Kupikir kau orang yang dingin seperti yang mereka katakan. Tapi sekarang kupikir kau orang yang hangat.” Taeyeon tersenyum lebar.

“Aku bisa merubah suhu tubuhku dengan cepat. Beberapa jam yang lalu dingin dan sekarang hangat.” balas Jiyong santai. Taeyeon tertawa kecil mendengar jawaban Jiyong. Untuk pertama kalinya ia mendengar candaan Jiyong.

“Sampai jumpa besok.” Taeyeon melambaikan tangannya. Jiyong pun melajukan mobik mewahnya pergi.

“dia pikir aku ini temannya apa.” gumam Jiyong saat melirik Taeyeon yang masih melambaikan tangan padanya seraya tersenyum.

***

Taeyeon membuka pintu apartemennya sambil tersenyum. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen mewah miliknya. Senyum di wajahnya memudar dan langkahnya terhenti. Ia tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya saat melihat semua member SNSD (kecuali Seohyun dan Tiffany) sudah berkumpul di depan tv menunggu kehadirannya.

“Kenapa kalian semua disini ? Tak biasanya.” Taeyeon berjalan mendekati teman-temannya.

“Oh,kau sudah pulang.” balas Yuri. Semuanya menoleh dan tersenyum padanya. Tapi itu malah membuat Taeyeon sedikit takut dengan tingkah teman-temannya.

“Dimana Seohyun dan Tiffany ?” Sunny menyadari Taeyeon datang seorang diri.

“Berkencan. Tiffany pergi dengan Seunghyun oppa. Dan Seohyun pergi dengan Seungri.” Taeyeon merebahkan tubuhnya disofa yang tepat berada didekat tv dimana teman-temannya berkumpul.

“Mereka meninggalkanmu sendirian ?” ucap Hyeyeon penasaran.

“Tidak. Aku bersama Jiyong.” jawab Taeyeon yang langsung memancing rasa penasaran teman-temannya.

“Apa yang terjadi?” tutur Sooyoung bersemangat. Begitu pula yang lainnya juga bersemangat mendengarkan cerita Taeyeon.

“Tak ada. Aku baik-baik saja.” jawaban Taeyeon membuat semuanya mendengus kesal.

“Awalnya dia sedikit dingin. Tapi dia menjadi sangat hangat.” tambah Taeyeon singkat.

“Kau besok kembali kesana ?” Yoona buka suara. Pertanyaan yang sama seperti apa yang akan dikatakan yang lainnya.

“Tentu. Tapi bukan ke gedung YG, tapi ke apartemannya.” Taeyeon masih menanggapi pertanyaan teman-temannya meski matanya terpejam karna kantuk menyerangnya. Yoona dan yang lainnya bersorak setelah mendengar dengan jelas apa yang Taeyeon ucapkan.

“Apa kau tau alamat apartemennya ?” selidik Yuri curiga karna Taeyeon adalah tipe orang yang ceroboh dan tak pikir panjang.

“Oh iya.” Taeyeon membelalakkan matanya. Ia tersadar setelah mendengar penuturan Yuri. Ia bangkit dari tidurnya dan duduk di bersama teman-temannya.

“Telpon saja dia.” seru Sunny yang langsung disetujui yang lainnya. Taeyeon meraih ponselnya ragu. Melihat itu Sooyong langsung merebutnya dan memanggil nomor Jiyong. Tak lupa ia juga memencet tombol loudspeaker. Setelah itu ia kembali menyerahkan ponsel pada Taeyeon. Panggilan diterima..

“Ada apa ?”

“Aku tak tau dimana alamat apartemenmu. Aku tadi lupa bertanya padamu.”

“Jangan pikirkan. Aku akan menjemputmu besok.”

“Benarkah ? Kau menjemputku ?”

“Pukul berapa ?”

“Pukul 9 pagi saja.”

“Baik. Sekarang tidurlah. Tapi jangan lupa pelajari lagunya sebelum itu. Jalja.”

Taeyeon menghela nafas bebas setelah beberapa saat yang lalu ia tak biaa bernafas dengan leluasa. Taeyeon mengamati satu persatu tatapan yang diberikan teman-temannya.

“Kemajuan yang begitu cepat.” komentar Sunny sambil tersenyum.

“Terserah apa yang kalian bicarakan. Aku mau tidur dikamar.” Taeyeon tak menaggapi komentar temannya itu lalu berjalan pergi menuju kamarnya. Tanpa sadar, senyum kembali mengembang dikedua sudut bibirnya.

***

Pukul 09.00 KST

“Aku sudah di luar.” Jiyong mengakhiri pembicaraannya dengan Taeyeon di telpon. Tak lama setelah itu Taeyeon datang menghampirinya.

“Selamat pagi.” sapa Taeyeon dengan senyum khasnya.

“Cepat masuk.” seru Jiyong. Taeyeon mendecak kesal dengan sikap Jiyong yang bahkan tak membukakan pintu untuknya.

“Kau harusnya berterima kasih padaku.” ucap Jiyong yang seakan mampu membaca apa yajg ada dipikiran Taeyeon.

“Untuk apa ?” balas Taeyeon cuek.

“Jemputan gratis dipagi ku yang padat.” Jiyong memperhatikan Taeyeon yang sibuk menata gaya rambutnya.

“Aku tak menyuruhmu, kau sendiri yang mengatakannya.” jawaban Taeyeon mekbuat Jiyong tak berkelit.

“Kau berdandan karna ada Taeyang ?” tebak Jiyong percaya diri. Taeyeon melirik sekilas oada Jiyong.”Tidak. Aku tak dandan. Lihat ini !” Taeyeon menunjukkan wajahnya mendekat kehadapan Jiyong yang sedang menyetir.

“Singkirkan wajahmu.” Seru Jiyong karna pandangannya terganggu dengan rambut Taeyeon yang berterbangan tertiup angin.

“Aku tak berdandan. Sungguh.” Taeyeon masih bersikukuh di hadapan Jiyong. Ia bahkan semakin mendekatkan wajahnya agar Jiyong dapat melihat dengan jelas jika ia benar-benar tak berdandan. Sssstttt… Tiba-tiba Jiyong menghentikan mobilnya di tepi jalan. Tubuh Taeyeon terhentak kaget. Otomatis Taeyeon terdorong kedepan, kearah Jiyong. Jarak yang begitu dekat membuat Taeyeon canggung. Ia menatap mata pekat Jiyong yang sedari tadi tak berkedip. Detak jantungnya bekerja dua kali lipat lebih cepat. Taeyeon dapat merasakan pipinya yang memanas hingga merah merona. Jiyong ikut terhanyut dengan suasana. Ia menatap intens wajah Taeyeon yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan keduanya mampu merasakan hembusan nafas satu sama lain. Taeyeon memejamkan katanya ketika melihat Jiyong semakin mendekatkan wajahnya. Tiga detik setelahnya Taeyeon kembali membuka matanya. Ia menangkap sosok Jiyong yang tengah memandanginya begitu dekat. Suasana berubah canggung saat keduanya berdiam diri ditempat dan tak mengucapkan sepatah katapun. Keduanya sama-sama menjauhkan diri dan menjaga jarak. Taeyeon mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil yang terbuka. Sedangkan Jiyong memilih melanjutkan menyetir dan memfokuskan pandangannya kedepan. Dan suasana canggung dan kaku bertahan hingga keduanya sampai didepan gedung pencakar langir yang begitu mewah, gedung apartemen Jiyong.

***

Jiyong mengantar Taeyeon ke apartemennya, seelah itu ia pergi untuk membeli makanan. Taeyeon berjalan masuk kedalam apartemen Jiyong penuh semangat. Seunghyun yang tengah duduk di depan tv terkejut dengan kehadiran Taeyeon.

“Annyeong.” sapa Taeyeon dengan membungkukkan badannya pada Seunghyun.

“Kau kesini ?” balas Seunghyun yang tak menduga kedatangan Taeyeon. “Kau sendiri ?” tambah Seunghyun sambil melirik arah pintu mengharapkan kedatangan Tiffany.

“Hmm.” Taeyeon memandangi setiap penjuru apartemen Jiyong.

“Mencari seseorang ? Jiyong ?” Seunghyun merasakan gelagat aneh Taeyeon.

“Ah Tidak.” bantah Taeyeon cepat. Seunghyun heran dengan jawaban Taeyeon.

“Jiyong sedang beli makanan. Dia tadi yang menjemputku kesini.” jelas Taeyeon.

“Kedengarannya kalian cukup dekat. Apa sudah terjadi sesuatu ?” Seunghyun tersenyum penuh arti pada Taeyeon. Mata Taeyeon terbelalak mendengar ucapan Seunghyun.

“Aah tidak juga.” bantah Taeyeon sekali lagi.

“Lalu apa yang tadi kau cari ?” desak Seunghyun. Taeyeon menutup rapat bibirnya.

“Apa dia ada di sini ? Dimana ?” Taeyeon mengembangkan senyum manisnya. Seunghyun menganggukkan kepalanya meski tak mengerti siapa yang maksud Taeyeon.

“Benarkah ?” Taeyeon menaruh tas kecilnya di atas meja. Ia langsung berjalan menulusuri apartemen Jiyong. Seunghyun hanya duduk sambil memperhatikan tingkah Taeyeon. Jiyong datang menghampiri Seunghyun sambil menenteng kantung plastik yang dipenuhi dengan makanan.

“Dia tak ada. Dimana ?” Taeyeon kembali menghampiri Seunghyun. Ia menatap Jiyong ragu.

“Siapa yang kau maksud ?” ucap Seunghyun yang masih kebingungan.

“Youngbae.” sela Jiyong yang baru saja masuk dan mendengar obrolan keduanya. Taeyeon memandang Jiyong lurus.

“Aah tidak.” bantah Taeyeon kembali.

“Kau mencari Taeyang ? Dia masih tidur.” balas Seunghyun singkat.

“Aah aku melupakan sesuatu. Jam segini pasti dia masih tidur.” ucap Taeyeon kembali bersemangat. Ia memandangi Jiyong yang sedang memasukkan beberapa makanan di kulkas.

“Dimana kamar Jiyong ?” bisik Taeyeon pada Seunghyun sepelan mungkin hingga Jiyong tak mampu mendengarnya.

“Di atas.”

Taeyeon tersenyum puas. Ia lalu berjalan pergi saat melihat Jiyong yang berjalan mendekat .

“Sayang kau dimana ? Kau masih tidur ?” pekik Taeyeon cukup keras. Ia berjalan menaiki tangga dengan penuh semangat.

“Tidak apanya. Sangat terlihat.” komentar Jiyong saat mendengar pekikan Taeyeon.

“Dia sangat menyukai Youngbae.” celetuk Seunghyun sambil tersenyum.

“Aku sudah mengatakan padanya jika Youngbae sudah punya pacar. Ternyata ia keras kepala. Tapi kemana dia ?” desak Jiyong penuh kecurigaan.

“Kekamarmu.” balas Seunghyun santai.

“Apa !” Jiyong terkejut mendengar jawaban Seunghyun.

“Dia tadi tanya padaku dimana kamarmu.” jelas Seunghyun santai. Jiyong mendekik kesal. Tak lama setelah itu terlihat Taeyeon berjalan menuruni tangga.

“Apa yang kau lakukan di…” ucapan Jiyong terhenti saat melihat kedatangan Taeyeon bersama Gaho.

“Apa ?!!!!?” Jiyong dan Seunghyun sama-sama tercengang dengan mulut menganga. Bukannya Youngbae, Taeyeon ternyata sedari tadi mencari keberadaan Gaho, anjing superstar milik Jiyong.

“Apanya yang apa ? Dia masih tertidur. Lucu sekali.” Taeyeon menghampiri keduanya.

“Kau mencari Gaho ?” ucap Jiyong tak percaya.

“Hmm.” Taeyeon ikut duduk di samping Seunghyun bersama Gaho yang sudah berada di pangkuannya. Jiyong mendengus kesal. Seunghyun tersenyum melihat kekonyolan Taeyeon bersama Gaho.

“Biarkan dia tidur.” Jiyong mengelus kepala Gaho sambil menatap Taeyeon datar.

“Biarkan dia tidur di pangkuanku.” Taeyeon balas menatap lurus Jiyong.

“Lihatlah dia. Dia tampak seperti merawat anaknya.” Seunghyun tertawa kecil.

“Terserah kau saja.” Jiyong mendengus kesal lalu berjalan menuju dapur.

***

“Kau sudah pelajari lagunya ?”

“Tentu saja.” jawab Taeyeon penuh percaya diri.

“Kau sudah siapkan liriknya ?”

“Tentu saja.” jawab Taeyeon sedikit ragu.

“Benarkah ?” Jiyong menatap tak percaya

“Tentu saja belum.” Taeyeon tersenyum tipis.

“Seharusnya aku tak bertanya padamu.” Jiyong menghela nafas kesal.

“Aku punya ide. Bagaimana jika lagu ini berisi tentang kehidupan orang-orang seperti kita.” ucap Taeyeon penuh semangat. Jiyong meminta penjelasan yang lebih mendetail.

“Lagu yang menceritakan bagaimana para idol menjalani kehidupan sehari-harinya. Tentang bagaimana perjuangan, suka duka dan juga kebanggaan kita. Perjuangan kita ketika menjadi trainee, perasaan saat memulai debut dan yang lainnya. Bagaimana menurutmu ?”

“Boleh juga. Tapi apa not yang ini cocok dengan lagunya ? Jika tidak, aku bisa segera membuat yang baru.”

“Tidak perlu diganti. Menurutku ini sudah bagus.” sela Taeyeon cepat. Jiyong mengangguk pelan.

“Jiyong-ii, Dara sudah datang. Dia ingin bicara denganmu.” teriak Seunghyun dari balik pintu. Jiyong melirik sekilas kearah Taeyeon lalu menengok Seunghyun.

“Dara nonna ? Dia kesini ?” Jiyong tampak terkejut.

“Tentu saja.” jawab Seunghyun dari balik pintu.

“Kemarilah dan ajak dia.”

***

“Annyeong.” Taeyeon membungkukkan badannya pada kedatangan Dara.

“Annyeong.” balas Dara ramah. Dara ikut duduk bersama Jiyong, Taeyeon dan Seunghyun.

“Kenapa tak bilang jika mau datang. Aku bisa saja menjemputmu.” Jiyong membuka obrolan.

“Kau terlalu sibuk.” gurau Dara sambil tertawa kecil. Taeyeon dan Seunghyun hanya diam sambil memperhatikan kedekatan keduanya.

“Tidak juga.” Jiyong juga ikut tertawa. Ponsel Taeyeon berdering, panggilan dari Tiffany. Taeyeon memilih pergi menjauh untuk mengangkat telpon.

“Dia cukup cantik.” ucap Dara saat Taeyeon pergi.

“Apa yang kau bicarakan ?” balas Jiyong.

“Tentu saja. Dia cantik. Sangat cantik.” ucap Seunghyun sambil tersenyum pada Jiyong.

“Berhentilah. Dia bukanlah tipeku.” sela Jiyong cepat. Ia tahu benar apa yang sedang Seunghyun bicarakan.

“Lalu siapa tipemu ?”

“Seperti Dara nonna.” balas Jiyong sambil menatap Dara. Setelah itu Jiyong tertawa bersama Seunghyun dan juga Dara.

“Apa bedanya aku dan Taeyeon ?” goda Dara menanggapi candaan Jiyong.

“Nonna sangatlah dewasa dan dia gadis yang naif.” ucap Jiyong santai. “Maaf aku harus balik duluan. Terjadi sesuatu.” Taeyeon datang mengagetkan ketiganya dan membungkuk pamit.

“Biar ku antar.” Jiyong bangkit dari kursinya.

“Tidak perlu. Terima kasih.” Taeyeon segera berjalan menjauh. Jiyong menyusulnya dari belakang.

“Biar ku antar.” Jiyong menghadang langkah Taeyeon. Keduanya sudah berada di depan gedung apartemen Jiyong.

“Tidak perlu. Aku sedang buru-buru.” Taeyeon kembali menolak.

“Memangnya kau mau kemana ?” Jiyong tetap menahan langkah Taeyeon.

“Aku buru-buru.” mata Taeyeon berkaca-kaca. Tiba-tiba saja Taeyeon berjongkok menangis cukup keras. Jiyong bingung dengan keadaan.

“Mari kuantar.” Jiyong menuntun Taeyeon menuju mobilnya. Ia yakin telah terjadi sesuatu pada Taeyeon. Suasana didalam mobil begitu hening. Jiyong melirik sekilas Taeyeon. Ia dapat melihat kesedihan diwajah Taeyeon.

***

Suasana hening menyelimuti keduanya yang berada didalam mobil. Sesekali Jiyong menoleh dan mendapati Taeyeon yang tengah melamun.

“apa terjadi sesuatu ?” ucap Jiyong menyadarkan Taeyeon dari lamunannya.

“hmm.” Taeyeon mengalihkan pandangannya keluar mencegah Jiyong melihat air mata yang tiba-tiba mengalir di wajahnya.

“hal buruk terjadi ?”

“hmm.” Balas Taeyeon pelan beusaha agar isakannya tak terdengar oleh lelaki yang ada disampingya itu. Jiyong diam dan tak bertanya apapun lagi pada Taeyeon.

***

“Terima kasih.” Taeyeon membungkukkan badannya lalu segera masuk kedalam gedung apartemennya. Jiyong tampak sedikit cemas dengan keadaan Taeyeon melihat bagaimana tingkah Taeyeon barusan. Ponsel di sakunya bergetar, satu pesan dari Tiffany.

Tiffany Hwang

Jiyongii oppa, apa Taeyeon unni masih bersamamu ?

Jiyong

Aku baru saja mengantarnya pulang. Dia sudah ada diapartemennya. Wae ? dia tampak tak begitu baik.

Terjadi hal buruk.

Hal buruk ? kenapa ?

Aku tak bisa mengatakannya padamu. Itu privasi.

Ya Tiffany hwang !! katakan saja !

Lain kali akan kuceitakan.

Aku harus segera ke apartemennya. Dia sangat kacau.

Aku masih didepan gedung apartemennya.

Baguslah ! oppa temani dia sebentar saja,

Tunggu aku disana.

Oke.

***

Jiyong berdiri didean pintu apartemen menunggu Taeyeon membukakan intu untuknya. Tangannya kembali memncet bel untuk kesekian kalinya. Rasa cemas menyelimuti diri Jiyong yang sedari tadi tak berhenti mondar-mandir menunggu Taeyeon. Jiyong mencoba membuka intu, dan terbuka. Ia tamak memikirkan sesuatu, pintu apartemen Taeyeon yang sedari tadi tak tekunci

“aneh. Kenapa ia tak mengunci pintunya ?”

***

-To Be Continued-

Author comeback !!! FF baru !!!! Gtae ff !!! *author heboh bener ^^

Aku ngepost 3 ff sekaligus ! All Of A Sudden Chapter 2, Oh My Boy Chapter 1 dan Featuring Love Chapter 1 !!! baca semuanya ^^

Btw,

follow akun wattpad ku@niamr95 disana aku juga update gtae ff

follow juga akun ig @niamr95  #numpang promo hahahha.. ^^

Jangan lupa comment & klik bintangnya !! Don’t be silent reader ^^ terima kritik dan saran nya.

Bye bye !!! see u in chap 2 ^^

– Chapter 2 No Spoiler-

Advertisements

48 comments on “Featuring Love (Chapter 1)

  1. Lanjutanya thoŕ
    Ini butuh lanjutannya, ini seru ceritanya
    Ga sabar nunggu lanjutannya,jangan lama2 ya thor 😘
    Fighting 😊😊😊😊😁😁

  2. ada apa dengan Taengoo?
    penasaran..
    paling suka pas Taeyeon ke apartemen GD, kirain benar2 nyari Taeyang pke ‘sayang’ segala, ternyata Gahooo..
    dtunggu ya next chapnya, FIGHTING!!!

  3. apa yg terjadi ama taeyeon…
    penasaran…
    keren 3 ff sekaligu…
    dan lebih spesialnya #GTAE semua…
    daebak….

  4. apa yang terjadi? kenapa taeyeon tiba tiba sedih? dia gak ngelakuin hal aneh kan? okay next chapter ditunggu 🙂

  5. Ya ampun si taetae Kak rain bneran ngefans ama taeyang ehhh ternyata ngefans nya ama si gaho, hahhahhh taetae ucul bgt sihhh

  6. Wahh Taeyeon knapa ya ??? Bikin penasaran bgt sih thorr. Kira2 knpa Taeyeon nangis ya jdi penasaran tingkat tinggi thor. Akuntunggu next chapter ya thor 😘😘😘😘

  7. Pingback: GTAE CHAT ROOM | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: Featuring Love (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Sudah menduga kalau itu gaho… haha Jiyong sudah dibuat kesal mengira Taeyeon menyukai Taeyang 😀
    Taeyeon kenapa itu?
    Jiyong… tolong dia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s