Skellington – Goodbye

SCARLETTKID PRESENTS

skellington_epilog

Foreword

Part 01 | Part 02 | Part 03 | Part 04 | Part 05 | Part 06 | Part 07 | Part 08 | Part 09 | Part 10 | Part 11Part 12 | Part 13 | Part 14 | Part 15 | Part 16 | Part 17 | Part 18 | Part 19 | Part 20 | Part 21 | Part 22 | Part 23 | Part 24 | Part 25

– Skellingon Part 25 sekarang bisa diakses tanpa menggunakan password –

Poster by Gitahwa

Questions & Answers

All about Skellington

Annyeonghaseyo, Scarlettkid di sini. Aku telah memilih dan akan menjawab 10 pertanyaan kalian yang berasal dari kolom komentar atau dari personal message saat menanyakan password. Di akhir sesi pertanyaan ini, ada fanfic tentang apa yang terjadi setelah pertemuan Taeyeon dan Kai di akhir part 25. ENJOY!

Q:        Darimana Author Scarlettkid memperoleh ide untuk Skellington?

A:         Well, ini pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pembaca. Aku akan berusaha menjelaskannya secara singkat. Yang menjadi dasarku untuk membuat makhluk bernama Skellington adalah film Astroboy. Jadi dicerita itu seorang ilmuwan ingin menghidupkan anaknya dengan potongan rambut yang tersisa di topinya. I think it’s amazing dan aku ingin membuat cerita dengan karakter seperti itu.

Q:        Mengapa Author Scarlettkid memutuskan untuk membuat cerita Science-Fiction?

A:         Aku terinspirasi dari dua film favoritku. Yang pertama adalah Avatar. Yang kedua adalah The 5th Wave yang baru-baru ini hadir di bioskop. Persamaan kedua film ini adalah unsur Science-Fiction yang menarik serta unsur Romance sebagai pelengkap yang membuat ceritanya tidak membosankan. And again, I thought I want to write something like that.

Q:        Apa tantangan terbesar dalam membuat Skellington?

A:         Aku selalu berpikir untuk membuat seri ini menjadi sebuah serial yang panjang tapi tanpa mengurangi kualitas ceritanya. Lalu aku juga khawatir kalau pembaca akan merasa bosan. Aku pernah coba memberi sisipan berupa komedi tapi sepertinya tidak berhasil, haha. Oh ya aku juga kesulitan setiap membuat flashback. Terkadang aku menulis rangkaian waktunya di sebuah kertas agar aku bisa menceritakannya dengan baik.

Q:        Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat Skellington?

A:         Aku membuat part 1 pada tanggal 23 Mei 2015. Lalu aku membuat part terakhir pada tanggal 4 Juli 2015. Aku tidak menulis tiap hari tapi untuk setiap part aku membutuhkan waktu kira-kira 5 jam. Paling lama memakan waktu 3 hari. Aku menulis setiap aku mempunyai waktu luang. Tapi karena pada akhir Juni aku sedang dalam masa liburan, aku jadi menulis tiap malam sebelum tidur!

Q:        Apa pelajaran yang didapat selama menulis Skellington?

A:         Banyak banget, tidak terhitung. Kalau dari sisi Author, aku jadi mengerti bahwa jika mempunyai sebuah ide, aku harus menulisnya langsung atau mencatatnya sebelum ide itu hilang. Kalau untuk sisi cerita, aku belajar berbagai gaya bahasa dan belajar merangkainya agar tersusun sebuah kalimat yang dimengerti pembaca.

Q:        Apa hal yang Author Scarlettkid sesali saat menulis Skellington?

A:         Aku bingung mau jawab apa. Oh ya, di part 24 ada adegan Baekhyun dan Taeyeon yang bermesraan di hotel. Well, aku menyesal karena tidak bisa menceritakannya dengan bagus. Aku selalu takut untuk menulis adegan seperti itu karena takut mencemari pikiran para pembaca. Tapi karena saat itu situasinya sedang pas, aku berusaha untuk menulisnya. Aku juga menyesal karena tidak maksimal dalam memberi kesan ‘sedih’ dalam ff ini. Memangnya ada pembaca yang menangis saat membaca ff Skellington?

Q:        Apa prinsip yang selalu dipegang Author Scarlettkid saat menulis Skellington?

A:         Aku selalu mengingatkan pada diriku bahwa aku harus bisa mengakhiri apa yang aku mulai. Terkadang saat mengerjakan suatu part, aku kehilangan ide dan jadi malas untuk menulis. Tapi berkat prinsip itu aku selalu berusaha untuk melanjutkannya dengan maksimal. Kehabisan ide itu seperti mimpi buruk bagi seorang author pemula seperetiku, haha. Oh ya, dukungan pembaca di kolom komentar juga selalu menyemangatiku. I owe all my readers a big hug.

Q:        Kenapa Author Scarlettkid jarang menjawab komentar pembaca?

A:         Alasan terbesarnya sih karena aku bingung mau jawab apa. Mengingat tidak semua pembaca memberikan komentar. Tapi jika kupikirkan lagi, mau memberi komentar atau tidak itu sebenarnya terserah pembaca. Aku sama sekali tidak merasa sedih saat komentar yang masuk jauh lebih sedikit daripada jumlah pembaca yang tercatat di blog stats. Karena aku menulis bukan agar bisa mendapat komentar, tapi aku menulis dan menguploadnya karena aku ingin seseorang membacanya. Tapi jujur, komentar memberi pengaruh yang sangat besar padaku. Karena itu aku selalu berterima kasih di akhir setiap part. Tapi bagaimana pun juga aku setuju dengan pendapat bahwa readers yang baik adalah readers yang menghargai karya seorang author. Benar nggak, sih?

Q:        Ada fakta mengejutkan di balik pembuatan Skellington nggak? Kalau ada, apa itu?

A:         What a unique question, dear. Tentu saja ada. Fakta pertama, cerita Skellington (part 25) sudah selesai kukerjakan 2 hari setelah foreword keluar. Fakta kedua, judul Skellington aku dapat dari karakter Disney favorit Taeyeon, yaitu Jack Skellington. Fakta ketiga, aku sering kehabisan kuota saat mau mempublish suatu part sehingga aku sering menjadwalnya. Dan yang terakhir, jika seluruh softcopy Skellington dijadikan satu, maka itu akan menjadi sebuah novel sepanjang 320 halaman, haha!

Q:        Selanjutnya mau membuat cerita seperti apa?

A:         Banyak yang bertanya seperti ini, haha. Yang pasti aku akan membuat cerita yang benar-benar berbeda dengan Skellington. Aku akan move on dari genre Science-Fiction dan mencoba untuk membuat sesuatu yang benar-benar baru dan unik. Untuk sementara konsepnya sudah ada tapi aku belum menentukan judul serta bagaimana jalan ceritanya. Aku harap kalian mau menunggu serial baruku. Tapi sebelumnya aku akan memuaskan hati kalian dengan beberapa oneshot yang sedang kukerjakan. Just wait and stay tune for the future updates, okay?

So, that’s all I can tell you. Sekarang aku akan mempersembahkan kalian sebuah fanfic yang menjadi epilog untuk serial Skellington. HAPPY READING!

PURE HEART –EPILOGUE OF SKELLINGTON—

MAIN CAST: GG Taeyeon & EXO Kai

GENRE: Romance

RATING: PG-15

            Bisakah kau bayangkan, sudah berapa lama aku menahan diri untuk tidak terus mengingat akan kehangatan yang hanya bisa diberikan oleh tangannya yang besar dan kuat itu? Aku hampir tidak percaya sekarang aku menggenggam tangannya, sekali lagi. Setelah 2 tahun penantian. Setelah 2 tahun yang kuhabiskan tanpa berkencan, tanpa berpelukan, tanpa berciuman dengan laki-laki lain. Selain dirimu.

“Kau mau yang mana, Taeyeon?” tanyanya dengan gugup. “Aku tidak tahu cincin mana yang kau suka. Apa kau suka permata yang besar? Atau yang kecil? Suka yang emas atau yang perak?”

Berbagai pertanyaan aku terima tapi tidak satu pun berhasil masuk ke telingaku. Aku hanya terus menerus memandangi wajahnya yang entah mengapa jauh berbeda dengan yang selama ini muncul di mimpiku.

“Taeyeon? Ada apa?” tanyanya lagi, berhasil membuatku sadar. Dia melambaikan tangannya yang satu lagi di hadapan wajahku. “Um… Kau tidak sakit, kan?”

Tentu saja tidak, jawabku dalam hati. Aku hanya tidak tahu berapa lama aku bisa menahan diri. Sejak kemunculannya di tempat penitipan, dia tidak berhenti mengejutkanku. Dia muncul dengan membawa buket bunga mawar serta sekotak kue dari toko fleur de lies. Lalu dia menciumku, di bibir dan di jari manis tangan kiriku.

“Taeyeon? Apa kau tidak suka dengan gaun yang kupilihkan?”

Gawat, pikirku. Dia tidak boleh tahu bahwa aku sebenarnya sangat gugup sekarang. Jantungku sudah memaksa keluar. Perjalanan kami dimulai dengan Kai mengantarku ke sebuah boutique yang menjual gaun-gaun yang sangat indah sekaligus mahal. Mengingat tujuan kami, dia menyarankanku untuk mengganti pakaian perawatku menjadi flower dress yang berwarna senada dengan mobilnya.

Tujuan kami yang sebenarnya adalah toko perhiasan. Aku tidak percaya hari ini tiba juga. Di hari kami bertemu lagi setelah 2 tahun berlalu, dia langsung mengajakku untuk membeli cincin. Aku benar-benar merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Sebenarnya aku tidak tahu ini akan terjadi juga. Bukannya aku tidak mengharapkan ini, tapi setelah lamanya waktu berlalu… Intinya aku belum menyiapkan diri.

“Taeyeon? Kau sedang memikirkan apa?” tanya Kai. Wajahnya menjadi sangat dekat dari wajahku.

“Um… Itu… Aku…” sekarang aku sedang berada di situasi bernama terjepit. Tidak mungkin aku menceritakan banyak hal padanya. Bisa-bisa minatnya untuk membeli cincin menghilang.

“Aku tahu!” seru Kai lalu mataku membulat seakan bertanya apa yang baru saja dia dapatkan di kepalanya. “Kau sedang mencemaskan Ahyeon, kan? Jangan khawatir, aku sudah menghubungi kakakku untuk menjemputnya. Jadi… Kau tidak perlu khawatir lagi. Kau cukup nikmati waktumu bersamaku.”

Seketika wajahku berubah menjadi semerah tomat. Sejak kapan dia jadi pandai berbicara? Dia bahkan berubah menjadi jauh lebih polos dari terakhir kami bertemu. Aku jadi curiga. Jangan-jangan di Busan… Dia bergaul dengan banyak cewek cantik… Lalu dia pulang setelah berhasil mendapatkan pangkat professional sebagai penggoda wanita? Tidak! Tidak, tidak, tidak! Kenapa aku bisa berpikir seperti ini?

“Seosangnim!” seru Kai memanggil salah satu petugas yang sedang menjaga perhiasan. “Cincin yang bagus yang mana, ya?”

Sang penjual yang berusia sekitar 40 tahun mengamati satu per satu cincin yang terpajang di dalam kotak kaca. Lalu dia menunjuk sebuah cincin dengan permata berbentuk bujur sangkar yang sangat kecil. “Cincin dengan model seperti ini banyak diminati oleh para pembeli.”

Bibir Kai terangkat ke atas. “Hmm… Kupikir banyak perempuan suka dengan cincin yang dihiasi permata besar…”

DEG. Apa yang baru saja kau katakan, Kai? Darimana kau mendapat pemikiran seperti itu? Tidak salah lagi. Kai pasti sudah bergaul dengan perempuan cantik yang mungkin saja berprofesi sebagai model dan menjadi akrab dengannya! Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa tahu sejauh ini mengenai apa yang disukai perempuan?

Seharusnya aku sudah curiga sejak awal. Saat kami membeli gaun untukku di boutique, dengan santainya dia memilih flower dress berwarna merah untukku. Dengan alasan bahwa perempuan akan terlihat lebih menawan jika memakai sesuatu yang berwarna merah! Ya Tuhan, kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal? Bahwa dia memilih karena mungkin saja setiap malam dia pergi ke klub atau semacamnya dan menjadi tertarik dengan perempuan yang berbaju merah? Dasar Taeyeon bodoh…!

“Taeyeon? Ada apa denganmu?” tanya Kai dan aku ragu apakah aku barusan mendengar nada kecewa dari cara bicaranya. “Padahal biasanya… Huft.”

Padahal biasanya apa, Kai? Tanyaku dalam hati. Apakah perempuan yang selalu kau temui biasanya… Menerjangmu dengan ganas dan membuat hatimu ingin segera menaklukkannya? Aku tidak percaya ini. Hancur sudah impianku. Aku jadi benar-benar tidak mengerti untuk apa dia mengajakku kemari.

“Seosangnim, jamkanmanyo. Sepertinya calon istriku masih sulit untuk bicara,” ujar Kai sambil tersenyum.

“Nikmati saja waktu kalian,” balas sang petugas lalu kami segera menjauhkan diri darinya dan berdiri di luar. Kami saling memandang untuk waktu yang sangat lama. Baiklah, jelas Kai berubah menjadi manusia yang tidak peka. Dia bahkan sama sekali tidak bisa menebak apa yang kupikirkan tapi bisa menebak apa yang dipikirkan perempuan lain. Perempuan lain!

Aku mencoba untuk melihatnya secara keseluruhan, dari ujung rambut hingga ujung sepatunya. Aku tak percaya ini tapi dia jelas bertambah tampan. Siapa yang selama ini mengajarinya cara untuk berpakaian sangat rapi? Bukan berarti selama ini Kai selalu payah dalam berpenampilan. Tapi sekarang dia memakai tuxedo. Dia mengenakan tuxedo berwarna hitam di hadapanku!

“Um, Taeyeon… Bagaimana aku harus memulai ini?” tanya Kai tiba-tiba lalu dia mengalihkan pandangannya. “Kita… Sudah tidak bertemu untuk waktu yang sangat lama. Rasanya aku gugup dan… Merasa bersalah.”

Oh, benarkah? Gumamku dalam hati. Apa sekarang kau benar-benar merasa gugup? Sepertinya kau yang berusaha membuatku gugup, Kai. Tapi seketika aku merasa bingung. Apa maksudnya dengan… “Merasa bersalah?” tanyaku lalu Kai mengangguk.

“Yang memulai semua ini kan… Aku. Aku yang membuat peraturan seperti dilarang menghubungiku jika tidak ada yang penting. Atau dilarang membalas e-mail yang masuk. Mungkin ini aneh tapi setiap kali aku mendapat e-mail darimu… Aku selalu tidak sengaja menekan reply,” jelasnya panjang lebar dengan pipi memerah. “Aku hanya berusaha untuk tidak mengingkari janji. Sebenarnya aku benar-benar ingin menghubungimu. Rasanya seperti mau mati saja…”

Apa yang masuk ke telingaku adalah sebuah pidato panjang yang konyol. Aku tidak ingin mengakuinya tapi aku juga selalu tidak sengaja menekan reply begitu selesai membaca e-mail dari Kai. Sulit dipercaya apa yang kami lakukan masih sama persis meski terpisah jarak. Aku tidak ingin kalah darinya. Akan kutunjukkan padanya bahwa aku juga sudah berubah. “Yang penting sekarang kau ada di sini—“

“Saat e-mail darimu tentang kau yang mulai bekerja di tempat penitipan… Aku langsung mengepalkan tanganku dan berteriak, YES!” lanjut Kai berhasil memotong perkataanku. “Dan aku langsung merasa bahwa aku tidak boleh kalah. Aku tidak boleh terus berlarut dalam kesedihan. Jadi aku juga akhirnya mencari pekerjaan baru.”

“Pekerjaan baru?” tanyaku lalu Kai mengangguk. Jadi itu sebabnya. Dia pasti bekerja di tempat yang sering didatangi perempuan. “Apa itu?”

Kai meletakkan tangan di depan mulutnya. “Agak memalukan sih… Jangan tertawa, ya?” tanyanya lalu aku mengangguk. “Percaya atau tidak, aku bekerja sebagai tutor di pet park. Dan pekerjaanku benar-benar menyenangkan.”

“Hah?” tanyaku tak percaya. Bukan karena aku tidak percaya dia bekerja di tempat seperti itu. Tapi aku tak percaya karena ini baru pertama kalinya aku mendengar ada pekerjaan semacam itu. “Tutor?”

Kai mengangguk. “Pet park adalah tempat hewan peliharaan seperti anjing dan kucing datang setiap sore didampingi majikan mereka dan bermain di tempat itu. Pekerjaanku adalah mendidik hewan yang datang dan mengajaknya bermain. Juga memberikan saran untuk para majikan jika mereka mengalami kesulitan dalam mengurus hewan peliharaan mereka,” jelas Kai panjang lebar. “Kau tahu sendiri kan, aku suka anjing? Jadi aku menjadi tutor untuk anjing.”

“Seperti apa majikan mereka?” tanyaku lagi. Pasti yang datang perempuan-perempuan cantik. Mereka pasti sengaja datang ke pet park untuk bertemu dengan tutor yang berparas tampan.

“Hmm… Ada kakek-nenek, atau kakak adik yang masih duduk di bangku SMP. Tapi aku paling sering melayani anak-anak yang di bawah umur 5 tahun. Entah mengapa mereka suka sekali dekat denganku. Mungkin karena tutor lain memiliki bekas luka cakar di lengan mereka, sedangkan aku tidak? Haha,” jawabnya sambil tersenyum.

Ya Tuhan. Aku salah. Aku tidak percaya ini tapi aku baru saja cemburu pada anak-anak yang bahkan masih belum menginjak bangku SD. Kim Taeyeon benar-benar bodoh! “Kau benar-benar… Tidak memiliki bekas cakar?”

Kai menggeleng cepat. “Latihanku sebagai stuntman cukup membantuku untuk menghindari serangan yang mendadak dari para hewan. Lagipula jika aku kembali dengan banyak luka, kau pasti tidak akan menerimaku lagi, kan?”

“Hah?” gumamku lalu Kai tertawa keras. “Ya Tuhan, jangan menggodaku.”

“Habis, kau lucu sekali. Sepertinya kau merasa cemburu, ya? Kau cemburu dengan anjing-anjing yang aku layani?” lanjutnya membuatku melongo. Kai segera mendaratkan tangannya di kepalaku. “Tenang saja, bagiku kau tetap yang nomor satu.”

Kali ini aku lah yang mengalihkan pandangan. Sejak kapan aku menjadi perempuan yang tidak berguna di depan laki-laki? Ini pasti karena selama 2 tahun ini aku jarang melakukan kontak dengan laki-laki, kecuali dengan anak-anak yang ada di tempat penitipan atau dengan para orang tua yang datang menjemput mereka.

“Apa kau pulang… Hanya untuk berkata seperti itu padaku?” tanyaku dengan nada kesal.

“Um… Ceritanya panjang,” jawab Kai. “Jadi 3 bulan yang lalu kau mengirimiku e-mail bahwa sebentar lagi Taemin akan menikah, bukan? Sebenarnya aku sudah tahu sejak beberapa minggu sebelumnya. Aku pikir kau mengirimkannya untukku karena kau sudah tidak sabar untuk segera menikah denganku.”

Mataku terbelalak. “Apa?”

Kai tertawa. “Eits, bukan itu saja. Jadi aku membaca e-mail itu di kelilingi anak-anak yang datang berkonsultasi padaku tentang anjing mereka. Lalu mereka mengejekku karena aku belum juga menikah. Percaya atau tidak, setelah itu mereka mengajariku bagaimana cara melamar perempuan yang baik, lalu selera perempuan itu seperti apa dan sebagainya.”

Kai kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto anak-anak yang telah membantunya. Semuanya anak laki-laki yang berusia sekitar 5 tahun atau lebih. Mereka berfoto bersama anjing mereka yang tentu saja jantan –oke, sebenarnya ini tidak penting. “Mereka lucu sekali…” hanya itu yang keluar dari mulutku.

“Aku tahu,” sahut Kai. “Mereka berkata bahwa perempuan di zaman sekarang akan langsung meleleh jika pasangannya sering memuji dan menggodanya. Aku tidak tahu mereka belajar seperti itu dari mana! Apalagi mereka bersikeras menyuruhku memakai tuxedo, yang membuatku benar-benar malu.”

Aku benar-benar tidak percaya akan semua ini. Tapi aku percaya padanya yang selalu berkata jujur. Jadi aku langsung tertawa keras, sangat keras, dan sangat lama sampai perutku sakit. Kai yang merasa apa yang kulakukan sudah cukup, langsung menutup mulutku. “Hmmmph!”

“Jangan tertawa sekeras itu! Aku jadi malu, kan!” ujarnya dengan nada panik. “Tapi syukurlah. Akhirnya aku bisa melihatmu tertawa. Sejak kujemput, kau belum tertawa sama sekali, kan… Malah sepertinya kau terlihat kesal padaku.”

Aku menggeleng cepat. “Aku minta maaf, Kai. Pertama, karena aku tertawa sangat keras. Kedua, karena aku tidak tertawa sejak tadi. Ketiga, karena aku sudah mencurigaimu. Kau terlihat… Berbeda.”

Kai mengerutkan kening. “Apa karena aku bertambah tinggi?”

“Bukan…” ujarku cepat. “Rasanya kau seperti bukan… Kai. Iya. Mungkin seperti itu.”

Tiba-tiba dengan sangat cepat, Kai menarikku ke dalam pelukannya. “Bodoh! Aku tetap Kai. Yang berbeda hanya apa yang kurasakan dalam hatiku! Dan jantungku… Gawat.”

Aku tahu apa yang dimaksud oleh Kai. Saat ini telingaku menempel di dada Kai dan aku bisa mendengar jantungnya yang berdegup sangat kencang dan cepat. “Aku tidak bisa merasakan isi hatimu,” ucapku lalu tersenyum. “Apa yang ada di hatimu?”

“Kau,” jawab Kai cepat. “Dan sebuah ruangan murni.”

“Ruangan murni?”

Kai meletakkan dagunya di atas kepalaku. “Untuk anak kita.”

Aku langsung mendorong Kai menjauh. “Ya Tuhan, sudah kubilang berhenti menggodaku!”

Kai tertawa seakan dia berhasil melaksanakan rencana yang sudah tersimpan di kepalanya sejak lama lalu berkata, “Kau tidak suka? Kau tidak suka padaku?”

“Tentu saja aku su—“

Kali ini Kai menghentikan ucapanku dengan kecupan yang sangat lembut. Cukup sudah. Aku harus menemui anak-anak yang mengajari Kai dan memintanya untuk jangan sembarangan mencemari pikiran pria polos dengan hal-hal seperti ini. Jika tidak, sebentar lagi aku akan meledak.

“Kalau begitu apalagi yang kau tunggu?” tanya Kai lalu mengulurkan tangannya. “Apa kau siap?”

Aku tersenyum dengan mata berbinar-binar lalu mengenggam tangannya. Selanjutnya kami masuk kembali ke dalam toko perhiasan dan berhasil memilih cincin dengan cepat. Cincin yang kami pilih adalah cincin yang paling berkilau dan bersinar di antara yang lainnya, yang melambangkan hati yang masih murni.

Tidak ada lagi sedih, tidak ada lagi marah, tidak ada lagi benci. Selama 2 tahun ini kami berhasil memperbaiki hati kami dan berhasil menunjukkan diri dengan perubahan. Kai berubah menjadi laki-laki yang sangat bisa diandalkan. Aku berubah menjadi perempuan yang hati-hati dan juga cepat tanggap. Sepertinya kami sudah siap. Tidak, kami memang sudah siap.

Untuk lebih serius dalam hubungan ini.

Benar kan, Kai?

PURE HEART # END

.

.

.

.

.

SKELLINGTON –BEFORE & AFTER—

2 TAHUN BERLALU DAN MASING-MASING DARI KARAKTER INI BERKEMBANG. BAGIAN MANA YANG MENGALAMI PERUBAHAN DARI DIRI MEREKA? READ BELOW!

  • TAEYEON

BEFORE: Seorang perempuan yang bekerja sebagai dekorator dan pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Sering meminta Kai untuk mengantar-jemputnya. Jika sudah dihadapi masalah, dirinya akan seketika berubah menjadi perempuan penakut dan lemah.

AFTER: Seorang perempuan yang bekerja di tempat penitipan anak dan menjadi favorit semua orang, baik anak-anak maupun orang tua. Sifatnya yang perhatian dan sering memperhatikan hal kecil patut diperhitungkan. Sudah sangat siap untuk menjadi seorang ibu!

  • KAI

BEFORE: Seorang laki-laki yang mengerjakan semuanya. Mulai dari membantu orang tua, menemani Taeyeon, hingga pekerjaan berbahaya yang disebut stuntuman. Hidupnya bagaikan sandiwara yang sudah diatur. Harus ada orang yang menemaninya, jika tidak, dia akan merasa kesepian.

AFTER: Jika sendirian, Kai tidak akan hanya diam tetapi berusaha untuk mendekati seseorang dan berbicara dengannya. Kai berhasil berubah menjadi laki-laki yang dapat diandalkan oleh Taeyeon dan juga masyarakat. Seakan-akan Kai adalah pemeran utama dan masyarakat adalah penontonnya!

  • WHEEIN

BEFORE: Seorang perempuan yang selalu memikirkan dan mengkhawatirkan masa depan dirinya. Selalu berkata secara tegas dan langsung apa yang ada di pikirannya. Jika sedang bersama pacarnya, Gongchan, Wheein sangat mandiri dan jarang bergantung padanya sehingga banyak orang berpikir mereka kakak-adik.

AFTER: Tidak hanya masa depan dirinya, sekarang Wheein menjadi perhatian akan masa depan seseorang. Wheein selalu siap jika dirinya dimintai pendapat dan orang-orang sering menyebutnya sebagai dokter cinta. Dan tentu saja cintanya terhadap Gongchan tidak pernah berubah!

  • GIKWANG

BEFORE: Seorang laki-laki yang mempunyai karisma yang tinggi sebagai dokter, tapi tidak sebagai pacar. Dia jelas punya bakat dan keterampilan, tapi sering tidak percaya diri dalam hal cinta. Solar adalah cinta pertamanya, membuatnya berpikir cinta adalah sesuatu yang luar biasa.

AFTER: Seorang laki-laki yang tidak hanya mencintai Solar, tapi seluruh masyarakat! Gikwang sekarang menduduki kursi direktur perusahaan asuransi yang didirikan ayah Taeyeon dan semua orang mengakui kemampuannya. Lalu bagaimana dengan pekerjaannya sebagai dokter? Lupakan saja!

.

.

LALU APA YANG TERJADI DENGAN PROYEK SKELLINGTON?

            Setelah diberi waktu 10 tahun, Sandara Park dinyatakan gagal dalam proyek Skellington yang selama ini didanai oleh pemerintah. Proyek Skellington segera menutup tirai mereka beberapa minggu setelah apa yang terjadi pada Skellington Baekhyun. Pada akhirnya semua yang pernah terlibat dalam proyek Skellington diharuskan untuk meminum sebuah obat yang membuat mereka tidak bisa berbicara satu kata pun tentang proyek Skellington. Sehingga keberadaan proyek ini tidak pernah diketahui oleh masyarakat.

Tidak terkecuali Taeyeon, Kai, Wheein, dan orang-orang yang pernah mengunjungi dan mengetahui sedikit saja hal tentang Skellington diharuskan untuk minum obat tersebut. Memangnya apa yang akan terjadi jika mereka sedikit saja berbicara tentang proyek itu pada orang lain? Lidah mereka akan kaku dan tidak akan bisa berbicara lagi seumur hidup.

Pemerintah juga melarang siapapun untuk menjalanan proyek yang membutuhkan DNA maupun ingatan seseorang yang sudah meninggal. Sudah selayaknya orang yang meninggal tidak kembali lagi ke dunia tempat mereka hidup dahulu. Yang lalu biarlah berlalu. Yang sekarang harus kita perhatikan adalah apa yang akan kita hadapi selanjutnya. Dan terus mengingat bahwa kita masih punya beberapa hal milik kita yang tersisa.

Kematian bukanlah hal yang bisa dihindari. Pertemuan bukanlah sesuatu yang bisa kau atur. Perpisahan bukanlah akhir dari segala-galanya.

Terima kasih adalah hal terindah yang bisa kau ucapkan. Aku menyayangimu adalah kalimat yang paling ingin kita dengar. Maafkan aku bukanlah kata-kata yang mudah untuk diterima.

SKELLINGTON

CERITA INI MERUPAKAN MURNI IMAJINASI DARI AUTHOR SCARLETTKID. SEGALA BENTUK KESAMAAN NAMA, TEMPAT, DAN KEJADIAN HANYALAH KEBETULAN BELAKA. SEBAGAI BENTUK APRESIASI, DILARANG MENGAMBIL DAN MENYEBARKAN TANPA SEIZIN AUTHOR.

THE NEXT NEW & FRESH PROJECT: COMING SOON

Silakan cantumkan komentar terakhir kalian di bawah ini!

Advertisements

17 comments on “Skellington – Goodbye

  1. aku memang belum baca dari part 1. tapi aku udah buka ending yang ini aku jadi pengen baca. author aku baca dulu ya.

  2. ya ampun author, ga nyangka bakal ada ending yang kaya gini: )
    keren banget, kereeen banget.
    terima kasih udah nulis ff ini, ditunggu ff lainnya ^^
    fighting !! ^^

  3. keren Thor..
    klo bleh saran..
    buat yg versi mreka pnya ank thor, psti asik..

    terus berkarya ya thor, ditunggu karya mu selanjutnya..

    fighting yah thornim, makasih udh buat crita yg mnarik spt ini!!

    kiss and hug for author!!!
    😘😘😘😘

  4. Woaaaa, udah end ternyata..
    Bingung mau komen apa thor..
    Proyek buat ff yg satu ini kayaknya butuh perjuangan yang lebih, susah banget, aku aja yg cuma baca tentang perjuangan author buat ff ini ngerasa berat dan melelahkan, apalg author yg ngejalanin, walaupun gitu kadang masih ada aja bahkan banyak reader” yg gk menghargai kerja keras author, pdhl cuman ngasih komen aja, tp masih susah, kan klo udah gitu biasanya author langsung down/gk semangat buat ngelanjutin ffnya, apalg sekarang aku liatnya setiap admin post ff, yang koment makin berkurang aja, yang dulunya minim para reader komenya 50-an sekarang anjlok bgt, jd berharap bgt kedepannya, para readers lebih menghargai para author yg udah bekerja keras buat ffnya, dg ninggalin komen, yg menyemangati, jgn malah buat authornya down, jadilah readers yang baik oke!
    Fighting author, ff selanjutnya pengen banget author buatin castnya jungkook-taeyeon or Jimin-taeyeon, plissss ❤

  5. 💖👍👍👍👍👍Trimakasih sudah membuat ff ini ” SKELLINGTON”
    ditunggu karya ff terbarunya
    Fighting

  6. taeng sempat curiga ama kai, klo kai main hati ama wanita lain
    tp akhirnya terpatahkan setelah kai menceritakan yg sejujurnya

  7. Akhirnya taeng n kai bs lanjut jg stlh byk permasalahan yg terjadi dan perpisahan slm 2thn…
    Next ff nya ditunggu sangat…

  8. Yaaah mesti komen ulang gara2 kepencet-_-
    Aaaaaaaaaaaaaw so sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttt
    Taeyeon jelesnya lucu, kai jg lucu😂😂😂😂😂😂
    Sedih bener2 pisah sm fict ini, i swear😂😂😂😂😂
    Keren thorr ada q&a nya😂😂 baru pernah nemu goodbye part yg ada gituannya😂😂
    Puas banget semuanya jelass ga gntungg, baik ceritanya, watak tokohnya smp kisah authornya semua clear😂😂
    Greatttttt sekaliiiiii
    Aku gatau apa bisa move on ke story lain, apa bisa ‘senerima’ ini ke story lain ky aku nerima story ini😂😂 tp kl authornya aja bakal move on aku move on juga deh😂
    Great bgt thorrr ga kecewa sm sekali😂
    Next story ditungguuuuuu bgt💕💕

  9. akhirnya happy ending juga 😀 kalau dipikir pikir disini perjuangan author patut di acungi jempol keren banget ff nya gak mainstream tapi di sukai sama readers. pokonya next project selalu di tunggu 🙂 keep writing and fighting 😀

  10. aku suka bgt quote akhir nya.
    Setuju bgt, Terima Kasih adl kata yg paling indah yg bisa kita ucapkan.

    Terima kasih buat cerita ini yaa author..
    Tetap semangatt dlm menulis^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s