[FREELANCE] Our Love (Chapter 2)

ourlovecover(1)

OUR LOVE (Chapter 2)

Author : Fancyme1409

Rating : T

Length : chaptered

Genre : School Life, Romance

Main Cast : Taeyeon GG, Baekhyun EXO

Support Cast : you can find by youself

Disclaimer : This plot pure by mine. All the cast belong to God and their parents. And please don’t be a plagiator or ghostie readers, sorry for the messy typo

Preview : Intro, Chapter 1

-Our Love –

Taeyeon mengaduk-aduk minumannya dengan malas. Saat ini dia sedang menunggu kehadiran Tiffany yang katanya sih mau beli jus, tapi sampai sekarang belum kunjung tiba. Taeyeon juga masih kepikiran dengan kalimat Baekhyun semalam. Sampai seorang laki-laki jakung menyadari kehadirannya dan menghampirinya.

“Melamun aja neng.” Tegur lelaki itu.

“Chanyeol? Ngapain disini?”

“Nunggu Baek, dia masih sibuk sama urusan basket. Emang dasar tuh anak, muka aja kaya banci tapi kalau udah urusan basket. Beh! Mukanya pasti ngalahin muka-muka EXO di MV Monster! Nyeremin sih tapi tetep ganteng.” Ucap Chanyeol berlebihan

“Ha? Segitu banget sih!”

“Emang bener! Oh iya, ada titipan surat nih dari anak kelas 3, aku lupa namanya siapa. Yang pasti he’s your secret admirer,” goda Chanyeol

“Aish! Buang aja lah, hari ini lokerku udah penuh dengan surat-surat gak jelas.”

“Yee~ si Tae mah. Itu kan resiko jadi anak baru, cantik lagi.”

Taeyeon terkekeh, “Apaan sih Chan!”

“Ya udah, aku nyusulin Baek dulu ya, jangan jutek-jutek. Cukup Baek aja yang jutek.”

Taeyeon terkekeh lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti. ‘Baekhyun sama sekali gak jutek. Kenapa mereka mengira dia dingin sih? Aku sama sekali gak pernah melihat sisi buruknya’ batin Taeyeon

Lapangan Sepak Bola SM High School

“Luhan!!” teriak Xiumin sambil berlari-lari kearah Luhan

Luhan yang tadi sedang asyik dengan minumannya menoleh, “Xiumin? ada apa?” tanya Luhan kebingungan

“Kris dan gengnya menantangmu menendang bola jarak jauh,” lapor Xiumin

Mwo? Kris? Berani sekali mereka melawan aku. Sepertinya mereka belom kenal siapa aku”

Gomawo infonya Xiu ge” lanjut luhan pada Xiumin.

Ne. lebih baik kau cepat ketempat mereka” suruh Xiumin

Setelah mendapat kabar dari Xiumin bahwa Kris menantangnya, luhan langsung pergi kelapangan tempat Kris menantangnya. Dan benar saja, disana kris dan para anak buahnya sudah siap menantang Luhan.

“Hohoho lihat itu Luhan!”kata Kris ke gengnya dengan nada mengejek andalannya

“Kau yang namanya Kris? Dan yang menantangku?” tanya Luhan dingin

“Tepat sekali. Kenapa? Kau takut?”

Mwo? Takut? Denganmu? Tak akan pernah!”

“Baiklah. Kita mulai, biar aku yang duluan,” ucap kris angkuh

Sesuai dengan yang dikatakan kris, luhan membiarkan kris yang menendang bola lebih dulu. Permainan ini simpel, hanya bermodal satu bola futsal untuk masing-masing orang. Permainan ini dilakukan ditengah lapangan, dimana satu persatu pesertanya menendang sejauh mungkin bola tersebut. Peserta yang menendang paling jauh adalah pemenangnya.

“Woah tendangan yang hebat!!” sorak Tao saat bola Kris melambung tinggi dan jauh.

Gomawo Tao ssi, giliran kau Lu!” kata kris sombong

“Luhan ah Fighting!!!” teriak xiumin menyemangati luhan

Tak mau kalah dengan Kris. Luhan sudah siap untuk menendang dengan kencang, statusnya sebagai kapten futsal membuat luhan merasa dirinya harus menang supaya tidak memalukan nama club futsal. Setelah siap, luhan menendang kuat bola dibawahnya dan bola itu melambung jauh sampai suara teriakan seseorang membuat Luhan menelan ludahnya sendiri.

“Jangan bilang…” gumam Xiumin

Luhan dan Xiumin langsung berlari kearah suara itu. Karena mereka merasa teriakan kencang itu diakibatkan oleh tendangan luhan yang melambung kearah sekolah. Dan benar saja, seorang gadis yang sepertinya menjadi korban itu telah terkapar pingsan.

“Lu dia pingsan!” teriak Xiumin heboh

“Pingsan?” tanya Luhan ikut heboh

“Taeng ah .. Taeng ah .. gwaenchana?” ujar Tiffany dengan sangat panik saat melihat taeyeon pingsan dihadapannya

“Yak! Kalian berdua kan yang buat taeyeon jadi kayak gini? Ayo cepat bantu aku angkat temanku ini ke UKS .. sekarang!!!”

Arraseo tanpa kau beri tau juga aku pasti akan melakukannya”, kata luhan sambil mengangkat Taeyeon ke UKS sekolah diikuti Tifanny dan Xiumin

Lapangan Basket SM High School

“Baekhyun ah.. Baekhyun ah.. Baekhyun ah!!!!!” pekik chanyeol heboh

“YAK!! BYUN BAEKHYUN!!!” pekiknya lagi

“Mwo? Mwondae?” balas baekhyun malas

“Kau ini susah sekali dipanggil!!”

Mian .. tadi aku terlalu sibuk main jadi aku tidak mendengarmu.. ada apa?”

“Taeyeon pingsan begok!!” ucap Chanyeol kesal

“MWO???!!!”

Dengan cepat baekhyun berlari ke UKS. Sepanjang koridor sekolah, murid-murid yang melihat Baekhyun berlarian hanya bisa melongo penasaran dengan kelakuan laki-laki itu.

“Baekhyun?” gumam tiffany saat melihat baekhyun datang dengan keringat diseluruh tubuhnya

“Bagaimana? Bagaimana keadaanya?” tanya baekhyun tak sabaran

“Jangan khawatir! dia baik-baik saja .. tadi kepalanya hanya kena tendangan bola futsal sedikit”

Baekhyun tak tau harus bilang apa, dia mengangguk dan memilih duduk di bangku yang agak jauh dari kasur Taeyeon, dan menunggu yeoja cantik itu bangun. Setelah lama menunggu Tidak lama kemudian pintu UKS terbuka dan muncullah sosok laki-laki berwajah cantik dengan sebotol air dan beberapa roti ditangannya.

“Luhan ssi, kau bawa airnya?” kata Tifanny

Ne” kata Luhan sambil menyerahkan sebotol air dan beberapa roti

“Siapa kau?” tanya Luhan saat melihat Baekhyun

“Ah aku tahu! Byun Baekhyun anak kelas 2-3 pemain basket yang punya banyak fans, benar?” lanjut Luhan sebelum Baekhyun menjawab pertanyaannya

“Kau menggunakan kalimat yang berlebihan.” jawab Baekhyun

“Kenapa kau disini ?” tanya Luhan lagi

“Harusnya aku yang tanya, kenapa kau disini? Bagaimana caramu mengenal Taeyeon? Atau jangan-jangan kau yang menyebabkan Taeyeon pingsan?” tanya Baekhyun tajam

“Ya memang aku yang menendang bolanya tapi kan aku tidak sengaja. Lagi pula apa urusannya denganmu? Sejak kapan kau peduli dengan seorang gadis?” balas Luhan tetap dengan nada khas andalan Luhan yang kalem.

“Sejak kapan saja bukan urusanmu!”

“Bisakah kalian diam?” suara lemah seseorang membuat ketiga manusia yang ada disana langsung beralih padanya

“Bagaimana aku bisa disini?” tanya Taeyeon pada Fany

“Kau pingsan Taeng” jawab Fany masih dengan nada khawatirnya

Taeyeon meringis saat kepalanya terasa sangat sakit. Seperti ditimpa berton-ton karung beras.

“Taeyeon ah gwancanha?” tanya baekhyun

Nan gwancanha” jawab taeyeon lemas

Taeyeon mengalihkan pandangannya kepada sosok namja yang sedang berjalan kearahnya dengan menggaruk leher belakangnya canggung.

“Mhmm, mianhae aku yang menendang bolanya, aku minta maaf aku gak tau kalau bola itu akan kena kepala kau, sumpah aku gak sengaja! Sekali lagi .. mianhae” sesal Luhan

“Tak masalah. Lupakan saja masalah ini ehm Xi Luhan” balas Taeyeon setelah berhasil mengetahui nama pria disampingnya ini dari name tag dibajunya

“Mhmm kalo begitu aku permisi dulu yaa. Oh ya ini roti, air, dan yogurt anggap saja sebagai tanda permintaan maafku”

Ne gomawoyo Luhan ssi” kata taeyeon saat luhan hendak meninggalkannya

***

Sepulang sekolah, Baekhyun berencana pulang bersama dengan Taeyeon. Pria itu menunggu kehadiran Taeyeon digerbang depan. Sambil memain-mainkan kunci motornya. Tiba-tiba beberapa orang gadis datang mendekatinya

Annyeonghaseyo Baekkie oppa” sapa salah satu dari mereka dengan tampak sok imutnya

Baekhyun melirik gadis itu sekilas dengan tatapan tak tertarik lalu kembali fokus pada aktivitas menunggunya.

“Baek? Helloww, aku manggil kali, dibalas kek atau setidaknya senyum gitu. Ini jutek banget sih?!” omel gadis itu

Baekhyun lagi-lagi melirik gadis itu dengan tatapan yang sama, “emang penting ya senyum buatmu?” ucap Baekhyun tajam yang setelah itu berlari kecil kearah belakang gerombolan gadis tadi

“Sial! Most Wanted songong banget sih!” umpat gadis tadi

“Hahaha, ditolak nih ceritanya?” ejek temannya

“Diam!”

“Eh eh, itu Taeyeon bukan sih? Anak baru dari Jeonju, iya kan?” kata temannya yang lain lagi

“Bener! Kampret Baekhyun. Sekali Taeyeon aja di baik-baikin! Untung aja aku cantik, jadi gak perlu tuh ngejar-ngejar Baekhyun kayak biasa dinovel-novel sampe aku ngebully Tae, mendingan juga aku caper ke Nickhun oppa. Yuk capcus girls!”

Disisi lain, Baekhyun sedang berusaha bercengkrama dengan Taeyeon yang sedang ketawa-ketiwi bareng Tiffany.

Good afternoon Kim Agassi” sapa baekhyun

“Heh!! Apa ini? Taeng, apa yang dia lakukan padamu setelah kemaren aku kasih nomor m ?” tanya tiffany sok gslsk

“Eh? Jadi kau yang kasih? nggak ada apa-apa kok.”

“Pulang bareng aku ya Taeng” pinta Baekhyun

“Enak aja! Taeyeon pulang sama aku!” ucap Tiffany

“Berisik Fan! Aku nanyanya Taeyeon bukan kau!” nada bicara Baekhyun mulai lain

“Biasa aja keles ngomongnya gak usah sinis juga!” balas Tiffany tak kalah sewot

Taeyeon terkekeh kecil lalu berkata, “Udah sih kalian ribet amet. Aku bareng Baek aja ya,

“YAK!!!!!! TAENG AH!!!”

“BYUN BAEKHYUUUUUN!!! AWAS KALAU KAU APA APAIN TAENG KU!!!” teriak tifanny

Itabayo fany ssi” ejek baekhyun yang langsung menarik tangan Taeyeon menjauh dari Tiffany

Selama diperjalanan sama sekali tak ada suara dari Taeyeon dan Baekhyun sampai akhirnya Taeyeon memutuskan untuk menanyakan suatu hal pada Baekhyun yang sedari tadi menganggu pikirannya

“Kau punya image dingin ya disekolah itu?”

“Hah? Kata siapa? Aku gak dingin kok. Cuman emang males aja sama orang asing, terus jarang senyum juga, makanya sering dikirain dingin. Padahal mah aku baik.”

“Masa? Kok tadi kamu gitu banget sama anak perempuan yang nyapa kamu. Maksud dia kan baik.”

“Hah? Baik? Denger ya Taeng. Kau ini emang polos atau kelewat baik sih? Itu tuh modus doang buat deketin aku. Udah basi! Males ah sama cabe.”

Taeyeon tak menjawab. Dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. “Cold Baek emang gak pernah ada. Itu hanya julukan anak-anak SM aja. Berarti Baek orang baik kan? Gak papa dong kan kalau aku suka sama dia? Ah! Apaan sih Taeng!” batin gadis itu

“Udah sampe taeng” suara Baekhyun membuyarkan lamunan gak jelas Taeyeon.

Taeyeon turun dari motor besar Baekhyun dan melepas helmnya lalu menyerahkan pada Baekhyun, “gomawo baekhyun ah

Never mind

“Kalau gitu aku masuk duluan.. annyeong!” kata taeyeon sambil melambaikan tangan kearah baekhyun dengan senyuman mautnya.

Baekhyun juga sempat terhipnotis dengan senyuman taeyeon, tapi semuanya langsung hilang saat baekhyun melihat sosok namja menunggu taeyeon di depan pintu, entah siapa namja itu, tapi baekhyun yakin pernah melihatnya, tapi siapa ?

Oh! Kim Sehun.. dia adalah anak basket baru kemarin

Kenapa? kenapa dia ada dirumah taeyeon? apa dia namja chingu taeyeon? atau mungkin tunangannya Taeyeon? Ya kan dikalangan orang kaya seperti taeyeon dan anak sekolahan SM High School bertunangan adalah hal biasa bagi mereka.

Pertanyaan seperti itu terus terngiang -ngiang di otak baekhyun. Dengan banyaknya pertanyaan yang merasuki otaknya, baekhyun meninggalkan tempat itu.

Sedangkan Taeyeon, gadis itu tak henti-hentinya tersenyum mengingat-ingat perlakuan Baekhyun kepadanya

Noona, pantas saja kau menolak pulang bersamaku. Siapa dia? Pacarmu?” tanya Sehun tajam saat melihat taeyeon pulang diantar seorang namja.

“Bukan. Hanya teman” jawab Taeyeon

Sehun menatap mata Taeyeon dalam, berusaha mencari kebohongan dimata itu, “Bener?”

“Yak! Kau tak percaya dengan noona mu sendiri heh?”

Arraseo, temenin aku pilih sepatu nanti malam. Aku benci penolakan!”

Sehun berbalik dan masuk kedalam rumah tanpa menunggu jawaban sang kakak

“Adik durhaka! Untung kau ganteng jadi aku tak perlu malu punya adik sepertimu”

“AKU MENDENGARMU NOONA! TERIMA KASIH PUJIANNYA” teriak Sehun dari dalam rumah

“TERIMA KASIH BOKONG MU!” balas Taeyeon kencang

“Aku tarik kata-kataku” gumam gadis itu sambil menghela napasnya lelah.

***

Baekhyun POV

Siang itu aku benar-benar bingung. Aku masih penasaran apa hubungan Sehun dengan Taeyeon? Heh! Aku semakin benci rasanya dengan pria tinggi itu. Ditambah lagi Sehun berhasil masuk tim inti!

Karena aku sangat resah di kamar, aku memutuskan jalan dengan chanyeol, chanyeol bilang sepatu nya yang lama rusak, jadi dia mau beli yang baru. Makanya aku temani, tapi bukannya dapat ketenangan keluar rumah, aku malah melihat taeyeon dan sehun sedang tertawa bersama di dalam toko sepatu dan mereka tampak sangat bahagia dengan tawa lepas mereka

“Baek ah? neon gwancanha? apa kau sakit? kenapa wajah mu seperti itu?” Tanya chanyeol khawatir

“Aku baik-baik saja, kita cari di tempat lain saja. Ayo!”

“Mwo? Tapi yang disini bagus-bagus”

“YAK!!” Teriak baekhyun kencang

Arraseo.. kajja” Chanyeol akhirnya mengalah.

Sebenarnya chanyeol melihat apa yang baekhyun lihat tapi dia berpura-pura tidak melihatnya saja dan memilih mengikuti kata-kata baekhyun. Dia tak ingin menambah kekesalah Baekhyun. Lagi pula Chanyeol yakin tak ada apa-apa antara Sehun maupun Taeyeon.

SM High School, taman sekolah

Pagi ini Baekhyun aneh sekali, tidak seperti biasanya. Taeyeon bisa merasakan itu. ketika Baekhyun mengantarnya tadi pagi, baekhyun bertingkah sama seperti dengan yeoja lainnya terhadap taeyeon.. dingin.

Tidak biasanya baekhyun seperti itu.

Taeyeon mendesah malas, ia memilih menyendiri di taman sekolah sambil mendengar lagu dengan earphonenya dan bersandar di bangku taman dan menutup mata menghayati lagu yang ia dengar.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Suara namja yang sangat halus datang menggangu ketenangan taeyeon, dengan segera taeyeon membuka mata dan melihat kearah namja itu, “Luhan?”

“Boleh aku duduk disini?” Luhan menunjuk sisa bangku di sebelah taeyeon. Taeyeon mengangguk lalu pria itu duduk disebelah Taeyeon.

“Tumben sendiri? gak sama tifanny?”

“Gak, lagi pengen sendiri aja. Lagian tiffanynya juga lagi sibuk ngekorin nickhun” Luhan mengangguk paham.

“Lu, dari nama mu kayaknya kau bukan orang korea ?”

Ne aku ikut orang tuaku disini, mereka ada urusan bisnis gitu. Aku dari China sebenarnya” kini giliran Taeyeon yang mengangguk paham

Disaat taeyeon dan luhan sedang asik berbincang-bincang, Chanyeol datang menghampiri Taeyeon dengan keringat bercucuran diwajahnya.

“Taeyeon ssi?”

“Oh Chanyeol? Kenapa?”

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya Chanyeol

“Ya. Tentu saja. Luhan bentar ya”

Luhan mengangguk tanda mengijinkan. Taeyeon pun berjalan kearah Chanyeol yang memang agak jauh dari Luhan

“Ada apa?”

“Sebenarnya kemarin aku dan baekhyun tak sengaja melihat kau dan sehun sedah bersama di toko sepatu, aku tak tau sejauh mana hubunganmu dengan baekhyun, tapi yang pasti sekarang baekhyun bersikap berbeda semenjak kemarin malam melihat mu dengan sehun, sepertinya dia agak cemburu” kata chanyeol to the point.

“Hah? Pantas saja seharian ini dia cuekin aku.. itu toh alasannya..arraseo aku akan menemui baekhyun, dimana dia sekarang?”

“Mhmm.. dia main basket tanpa henti dilapangan”

“Mwo?”

Lapangan Basket SM High School

“Baekhyun berhenti dong!” kata suho

“Diam Ohus!”

“Yah malah dikatain! Cewek didunia ini banyak kali, ngapain kau sampe kayak gini? Kalau emang dia pacarnya Sehun ya udah nyari yang laen napa? Fans mu banyak tuh nungguin!”

“Mendingan kau pergi. Kau gak tahu apa-apa!”

“Tapi Baek”

“PERGII!!” teriak baekhyun pada suho

Suho menghela napasnya pasrah, “Serah deh! Ngikut aja lah dari pada dikeluarin dari tim”

Suho pun pergi meninggalkan Baekhyun sendirian dilapangan, dan setelah berteriak pada Suho dan setelah melihat Suho menjauh, Baekhyun berbaring dilapangan basket itu dan menghela napasnya sangat lelah.

Baekhyun melirik ke langit dengan napas masih terengah-engah, jika sedang dalam masalah, Baekhyun memang akan melakukan hal seperti ini. Dia akan panas-panasan ditengah matahari, tapi anehnya, selama apa pun dia berjemur, ya badannya bakal putih mulu. Udah takdir kali ya

Tak lama kemudian dia bisa merasakan bayangan seseorang menggangu terangnya matahari yang ia lihat sekarang, sontak baekhyun langsung duduk untuk melihat siapa orang yang sudah berani menggangu pemandangannya

“Kau gila? main basket di tengah panasnya matahari, kau mau mati? Kalau mau mati cari hal yang ekstrim dong. Masa mati karena kecapekan main basket. Yang ada malah diketawain orang bukannya dikasihani!” omel orang itu

“Ini air minum sama kain, minumlah dulu dan lap keringat mu yang seember itu” lanjutnya lagi sambil menyodorkan barang-barang yang dibawanya

Baekhyun merasa sangat senang yeoja itu datang menghampirinya dan menghawatirkannya seperti itu, tapi disisi lain dia masih marah dengan apa yang dia lihat kemarin.

Gomawo” ucap baekhyun datar.

Taeyeon menghela napasnya lagi. Baekhyun benar-benar marah. Seperti tidak peduli dengan kulitnya yang bisa berubah hitam kalau lama-lama berada disitu, Taeyeon malah duduk disamping Baekhyun dan memandangi namja itu lekat-lekat.

“Aku tau aku ganteng, biasa saja lihatnya” kata baekhyun tetap dengan suara yang dingin

“Idih! Pede banget sih”

Hening. Sama sekali tak ada suara.

“Kau marah padaku?” Taeyeon berucap

“Gak”

“Jangan bohong!”

“Aku tidak bohong!”

“Kau bohong! Chanyeol bilang padaku kalau kau cemburu aku jalan sama Sehun”

Secepat kilat Baekhyun langsung melirik tajam Taeyeon. Tanpa perasaan takut Taeyeon membalas tatapan tajam Baekhyun tapi dengan tatapan lembut. Mereka bertatapan cukup lama sampai Baekhyun mengalihkan pandangannya, tidak kuat menatap manik mata Taeyeon terlalu lama.

“Chanyeol sialan!”, geram Baekhyun

“Chanyeol melakukan hal yang benar kok” Taeyeon berkata manis sambil mengambil kain dari tangan Baekhyun dan dilapkannya dengan setulus hati ke wajah Baekhyun yang berkeringat

“Kalau Chanyeol tidak bilang padaku, aku bakalan berhadapan dengan Baekhyun yang dingin yang berbeda dengan baekhyun yang aku kenal”

Baekhyun terdiam seribu bahasa. Kata-kata taeyeon dan perlakuan taeyeon tadi terhadapnya sangatlah menyentuh hatinya, sangat ingin baekhyun menghentikan waktu dan membiarkan taeyeon mengelap wajahnya yang basah seperti tadi.

“Aku minta maaf. Akan aku jelaskan semuanya malam nanti”

Baekhyun benar-benar seperti orang bisu sekarang ini. Tak tahu harus mengeluarkan kata apa.

“Jangan lama-lama lagi disini. 5 menit lagi masuk, aku duluan ya, sampai jumpa dikelas” ucap Taeyeon lembut.

Baekhyun lagi-lagi hanya bisa diam membiarkan Taeyeon pergi meninggalkannya. Baekhyun menatap punggung Taeyeon yang menjauh dari pengelihatannya dengan tatapan sendu

‘Aku harap penjelasanmu nanti malam menguntungkanku’

***

Taeyeon mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja belajarnya. Dia ingin sekali menemui Baekhyun dan menceritakan semuanya pada pria itu bahwa Sehun hanyalah adiknya jadi dia tak perlu cemburu sedikit pun.

“Aish! Kenapa sulit sekali menghubungi seorang pria lebih dulu!” omel Taeyeon pada dirinya sendiri

Tok Tok Tok~

Taeyeon menoleh, melirik kearah pintu kamarnya yang diketuk seseorang. Taeyeon berjalan menuju pintu itu dan membukanya.

“Sehun? Kau mau kemana malam-malam?”

“Aku mau pergi latihan, sebentar lagi turnamen. Oh ya, aku mungkin pulang malam jadi jangan lupa makan!” ucap pria itu

Taeyeon mencibir, “sebenarnya yang adik kau atau aku sih? Kenapa kau lebih cerewet?”

“Terserah! Aku pergi dulu. Annyeong!”

Seakan teringat dengan sesuatu, tiba-tiba Taeyeon memekik, “Tunggu!”

Sehun menoleh, “wae?”

“Kau latihan, berarti ada Baekhyun kan?” tanya Taeyeon antusias

“Baekhyun sunbae? Tentu saja. Dia kan ketuanya, kenapa?”

“Tunggu aku! Aku ikut! Sebentar aku ganti baju dulu!”

Sehun mengernyit. Noonanya langsung menutup pintu kamarnya tanpa mendengarkan jawaban Sehun. Sehun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti dengan sifat noonanya yang aneh itu.

“Untung dia cantik, jadi tidak memalukan untuk ku anggap noona

“AKU MENDENGARMU SEHUN! TRIMA KASIH PUJIANNYA! SARANGHAE” pekik Taeyeon dari dalam kamarnya

SARANGHAE BOKONGKU!”

Sehun terpanjat, “dejavu” gumam pria itu.

***

Suho, Chanyeol, juga Baekhyun sedang asyik dengan perbincangan mereka soal game. Namun sayang, aktivitas mereka terhenti karena mendengar nama Sehun dan Taeyeon disebut-sebut.

“Oh? Bukannya itu Sehun dan Taeyeon? Mereka datang berdua?” tanya Chanyeol tak percaya

“Woah! Pasti Taeyeon menemani Sehun latihan. Aish! Aku benar-benar iri pada mereka” celetuk Suho

Chanyeol melirik Baekhyun yang sedang mengepalkan tangannya menandakan pria itu mencoba menahan amarahnya. Chanyeol juga mengalihkan pandangannya ke Suho lalu memukul kepala pria itu

“Ah wae?!” protes Suho

“Kau gila?! Memangnya mereka benar pacaran? Jangan sok tahu!” omel Chanyeol membuat Suho mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi bentuk v

“Oh! Dia kemari!” Suho berteriak antusias sambil menunjuk kearah Sehun yang mendekat. Tentu saja dengan Taeyeon dibelakangnya

Anyeonghaseyo Sunbaenimdeul” sapa Sehun sopan

“Ah Sehun! Kau datang bersama Taeyeon?” tanya Chanyeol

“Iya. Noona memaksa ikut jadi aku bawa saja”

Chanyeol dan Suho mengernyit lalu saling menatap satu sama lain, “Noona?” tanya keduanya

“Ah! Aku belum beritahu ya, Kim Taeyeon itu kakak perempuan ku. Kita saudara” jelas Sehun membuat Chanyeol dan Suho terbahak, juga membuat Baekhyun menaikkan kepalanya

“Saudara?! Jadi kalian saudara?! WOW!” ucap Suho

Baekhyun melirik Taeyeon yang sedari tadi sudah menahan tawanya, Baekhyun mendesah kasar lalu berdiri dari posisi duduknya.

“Ikut aku Taeng.” suruh Baekhyun dengan nada khas datarnya.

Seketika Chanyeol dan Suho berhenti tertawa, mereka merasa Baekhyun akan bicara serius dengan Kakak Sehun itu. Disisi lain Sehun lagi-lagi mengernyit tak mengerti

“Sejak kapan noona dekat sama Baek Sunbae?”

“Kau tidak tahu?” tanya Suho

Ne, selama ini Noona jarang keluar rumah. Memang sih aku melihat dia di antar jemput anak SM, tapi aku gak tahu kalau itu Baek sunbae

‘Apa yang akan dilakukan Baek sunbae?’ batin Sehun khawatir

Disisi lain, tepat setelah Baekhyun menarik Taeyeon dengan paksa, Taeyeon terus meringis kesakitan karena perlakuan Baekhyun yang terbilang kasar padanya.

“Sebenarnya kita mau kemana sih? Sakit tahu!”

“Diam! Dan ikut aja deh”

Taeyeon mencibir kesal dan mengucapkan beberapa sumpah serapah untuk lelaki yang sedang menarik paksa dirinya itu. Sama sekali tak setuju dengan perlakuan pria ini. Tak lama kemudian, mereka sampai pada tempat yang Baekhyun maksud.

“Taman belakang?” tanya gadis itu

“Jelaskan!” Pinta Baekhyun tajam

“Yak! Kau benar-benar keterlaluan! Kalau tahu cuman ketaman belakang tak perlu kan sampai menarik tanganku? Sakit tahu!”

“Yak maaf, sekarang jelaskan apa yang seharusnya kau jelaskan!” nada bicara Baekhyun mulai melembut walau masih terdengar tajam

“Okay! Sehun itu memang adik aku. Kami saudara, kami lahir dari ibu yang sama dan kami punya ayah yang sama. Kemarin, Sehun minta ditemanin ke toko sepatu buat beli sepatu baru yang mau dia pakai untuk turnamen basket. Just that! Aku hanya nemenin dia karena dia adik aku! Kami emang gak terlalu akrab karena Sehun punya ego yang tinggi, sama sepertimu!” ucap Taeyeon pada akhirnya

“Kau tak bohong kan?”

“Untuk apa? Supaya kau mati ditengah terik matahari? Heh! Sadarlah Baek! Kalau kau memang cemburu bilang!”

Dug!

Baekhyun terdiam. Pernyataan terakhir Taeyeon seolah menyindirnya. Baekhyun mengangkat sudut bibirnya membuat sebuah senyuman miring. Perkataannya tadi seperti kode keras untuk Baekhyun.

“Jadi aku terlalu kekanakan karena mudah cemburu, iya kan? Padahal kau bukan pacarku.”

“Bodoh!” umpat Taeyeon

Taeyeon berlari kecil untuk memeluk pria dihadapannya. Baekhyun sendiri cukup kaget dengan perlakuan Taeyeon yang terkesan tiba-tiba

“Tae?”

“Diamlah sebentar. Sehun tak pernah mau aku peluk, jadi biarkan aku memelukmu sebentar,” jawab Taeyeon tak nyambung

Baekhyun terkekeh kecil, jawaban gadis ini yang terdengar sangat tidak masuk akal membuat Baekhyun berkesimpulan bahwa dia salting.

“Taeng”

“Mhm?”

Saranghae” ucap Baekhyun tulus

Taeyeon membeku. dia berusaha melepas pelukannya tapi sayang Baekhyun malah membalas pelukannya menjadi lebih erat.

“Baek” ringis Taeyeon

“Aku serius. Minggu depan turnamen basket dimulai, aku mau saat aku dan teman-teman sampai ke final, menang dan mendapatkan medali emas kau harus berjanji disaat itu kau harus bersedia menjadi yeoja chingguku”

Lagi-lagi Taeyeon terdiam. Untuk mengucapkan sepatah kata saja sangat sulit untuknya, “lepas baek” hanya itu yang bisa ia katakan saat ini

Baekhyun pun melepasnya dengan perasaan tak rela, “kau baru saja menolakku?” tanya Baekhyun datar

“Jangan mengucapkan sesuatu yang tidak pasti! Kalau kau kalah bagaimana?”

Baekhyun terbahak. Itu berarti Taeyeon menerima permintaannya bukan? Malah dia takut gagal.

“Jangan khawatir. Aku akan menang”

“Janji?”

Say you love me first” pinta Baekhyun manja

“Heh! Dasar!”

“Tak mau? Jadi kau menolakku?!”

“Aish! Saranghae Byun Baekhyun”

To Be Continue

A/N

Hai semua! Ini chapter 2 nya udah jadi. Sorry ya kalau cerita aku gak sesuai dengan imajinasi kalian di introducing cast. Hahaha

Cerita ini memang aku buat kayak judulnya jadi lebih ke cintanya BaekYeon bukan si dingin baek. Terus banyak yang bilang nahasa aku kurang baku. Emang iya gak baku wkwkwk. Soalnya aku sering nulis pakai bahasa sehari-hari makanyaa kalau buat ff baku masih banyak kesalahan. Udahlah nilai bahasa Indo jelek lagi. Dimaapin ya, nanti pelan-pelan aku ubah kok J

Sekali lagi makasih udah mau baca ff absurd ku J

don’t be silent readers!!

Advertisements

19 comments on “[FREELANCE] Our Love (Chapter 2)

  1. Daebak thor, meski ada sedikit kendala di bahasanya tapi tetap ok kok thor..
    Sikap baek terhadap yang lain kalau bisa tetap dingin thor, cuma sama tae eonni tetap hangat thor, itu aja saran dari aku thor 🙂
    Next chapter ditunggu thornim.. 😀
    Fighting.. 😉

  2. Next thor..
    Aku ada kritikan nih, cuman dibahasanya aja kok, supaya bahasanya diperbaiki, yg lebih baku..

  3. untuk ceritanya bagus banget. suka suka hahaha cuma masalah penulisan, bahasa nya kurang baku jadi bacanya rada kagok. mohon di bakukan bahasanya hihi akhirnya mereka saling ungkap perasaan satu sama lain. tapi apa gak kecepetan tuh hahaha next chap ditunggu 🙂

  4. Next chapter ditunggu…. Bisa nggak klau chapter dpannya pakai bhs baku..kalau nggak bhs baku jdi aneh klau bacanya…. Tpi ffny bgus kok…. Itu hanya saran aku

  5. Next chapter ditunggu…. Bisa nggak klau chapter dpannya pakai bhs baku..kalau nggak bhs baku jdi aneh klau bacanya…. Tpi ffny bgus kok…. Itu hanya saran aku terima kasih

  6. Wajar sih si baekkie cemburu liat taeng ama sehun, krn sehunnie ganteng bgt, so maybe baekhyun feels insecure…

  7. Bisa ditebak baekhyun cemburu kan sama si sehun hahaha, bagus ceritanya cuman bahasa nya kurang baku author mohon diperbaiki ya d chapter selanjutnya, fighting penasaran sama kelanjutannya

  8. cepet banget baek ngmg cinta,,
    tp malu jg akhirnya krn tau sehun jg adiknya tae,,
    dtggu chap 3 fightaeng!!!

  9. Adaw so sweeeeeeet bgt sih, bahasanya jg friendly jadi enak. Keren authornim, di tunggu chap selanjutnya^^

  10. baek main cemburu aja, tampa cari tau dulu sapa tu sehun
    klo mau jadian, jadian aja, gx usah baek janji kaya gitu, nanti klo kalah gimana

  11. Pingback: [FREELANCE] Our Love (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s