[FREELANCE] Fate From Another Planet (Chapter 2)

poster-shndylfha-fate-from-another-planet

Title : Fate From Another Planet

Author : shindyulfha

Length : Multichapter

Rating : PG 15

Genre : Star life, Romance, Fantasy, Sad

Cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Bang Minah, Kim Soohyun, Jun Jihyun, etc.

Poster : ICAQUEART (maaf posternya baru di pakai)

Author Note :Just fanfiction, inspiration from drama You Who Came from the Star. So, the story is a little bit same but has different too. Just read and give some critic. Have fun!

OST : My Destiny – Lyn

WARNING!!! AGE MANIPULATION AND JUST FICTION

Preview: Introduction, Chapter 1

-FFAP-

Sehun membulatkan matanya sambil menatap ahjumma itu, “Yee?!!” Ujar Sehun sedikit kaget mendengar penuturan wanita paruh baya itu.

“Aku kasihan terhadapnya, dan sekarang hanya kau yang berada di sini. Rumahku cukup jauh dari sini. Apa kau tak mengenalnya? Dia Kim Taeyeon… Diva yang sedang mengalami masalah sejak setahun yang lalu.” Sebenarnya Sehun tidak mementingkan apakah gadis itu diva atau bukan. Sehun kembali menatap ke arah Taeyeon yang sudah tertidur, dari baju yang Taeyeon kenakan ia mengingat bahwa yeoja itu adalah yeoja yang Ia temui di rumah sakit tadi. Sehun merasa selalu mendengar nama Kim Taeyeon, kemudian Ia mengingat bahwa yeoja ini adalah yeoja yang selalu Baekhyun ceritakan padanya.

Jujur saja, sedikit hati Sehun ingin membawa pulang Taeyeon tetapi dilain sisi Ia sangat tidak menyukai jika ada orang lain yang menginjak rumahnya kecuali satu-satunya sahabatnya yang masih bertahan di bumi. “Aku mohon padamu, Taeyeon-ssi sedang mengalami masa-masa sulit. Tidak mungkin aku membiarkannya di sini sampai pagi dengan baju se-minim itu.” Sehun menghela nafasnya mendengar penuturan ahjumma itu. “Aku rasa Ia membawa mobil. Itu.” Ucap ahjumma itu lagi kemudian Sehun menatap ke arah mobil yang ditunjuk oleh sang ahjumma. Tidak ada pilihan lain, Sehun akan membawa Taeyeon ke rumahnya.

Sehun membuka jaket hangat miliknya, kemudian Ia menggunakan jaket itu untuk menutupi tubuh Taeyeon yang sedikit ter-ekspos. Ia lalu memapah yeoja itu ke mobilnya, Sehun dapat mencium dengan jelas bau alkohol pada Taeyeon. Untung saja kunci mobil Taeyeon terletak dalam tasnya sehingga tidak menyulitkan Sehun untuk mencarinya. “Kamsahamnida anak muda.” Teriak Ahjumma itu ketika Sehun sudah memasukkan Taeyeon ke dalam mobil, Sehun hanya tersenyum dan membungkukkan badannya.

Tidak sampai semenit, Sehun sudah tiba di depan rumahnya. Kembali, ia memapah Taeyeon masuk ke rumahnya dan menidurkan yeoja itu di sofa.

Sehun memperhatikan yeoja itu, kemudian Ia mengambil sebuah selimut hangat yang cukup tebal berwarna coklat susu dari dalam kamarnya. Sehun menutupi badan Taeyeon dengan selimut itu, baru saja Ia ingin pergi meninggalkan Taeyeon tiba-tiba Sehun mendengar yeoja itu bergurau “Naega.. Kim Taeyeon… bagaimanapun kalian pasti mengenalku..” Sehun memperhatikan wajah Taeyeon, Ia bisa melihat raut kerapuhan. Sehun menarik nafasnya kemudian berlalu dari Taeyeon.

Sekali lagi, Sehun baru saja ingin menyiapkan ramyunnya, tiba-tiba terdengar bunyi bel dari depan pintu rumahnya. Ia heran, jam segini ada orang yang datang. Tetapi, hanya ada satu orang yang selalu datang ke rumahnya, dengan santai Sehun pergi membuka pintunya.

“Oh, Sehun. Annyeong.” Ujar suara berat namja itu sambil menampilkan deretan giginya, sangat jelas namja itu baru saja pulang bekerja kelihatan dari setelan jas lengkap yang masih Ia kenakan sambil menenteng kantung plastik putih berisi daging ayam dan bir.

“Kau ada masalah? Masuklah.” Sehun sudah tahu betul alasan sahabatnya itu datang apalagi kalau membawa daging ayam dan bir itu berarti namja yang bekerja sebagai banker itu sedang memiliki masalah.

Choi Joon Hyuk nama namja itu, ia sudah mengenal Sehun saat ia berumur 6 tahun. Waktu itu Joonhyuk hampir saja tertabrak truk saat sedang bermain di jalan raya dan untungnya Sehun dengan sigap menyelamatkannya. Dari situlah Joonhyuk menjalin persahabatan dengan Sehun yang Ia anggap kakaknya, tetapi setelah beberapa tahun bersahabat dengan Sehun, Joonhyuk baru tahu jati diri alien itu. Awalnya Joonhyuk tidak mempercayai hal itu, tetapi setelah Sehun menceritakan semua akhirnya Joonhyuk mempercayai Sehun. Sampai saat ini hanya Joonhyuk satu-satunya yang bisa dibilang keluarga Sehun di bumi, Sehun memang memiliki banyak rekan tapi tak satupun dari mereka yang mengetahui jati diri Sehun sebenarnya.

“Kau tahu pertengahan bulan depan aku akan melangsungkan pernikahan, tetapi akhir-akhir ini aku jarang bertemu dengan Jihyun dikarenakan kesib-” Joonhyuk berhenti berbicara ketika melihat seorang yeoja sedang tidur di atas sofa. Sehun mengikuti arah pandang Joonhyuk, beberapa detik kemudian Joonhyuk sudah menatap Sehun meminta penjelasan.

“Ahjumma penjual kue beras di depan kompleks yang memintaku untuk membawanya, Ia mabuk.” Joonhyuk mengangguk mengerti sedangkan Sehun masih menampakkan wajah datarnya.

Joonhyuk berjalan ke arah meja lalu mengeluarkan daging ayam dan birnya. Ia duduk di sisi sofa yang lain dan Sehun mengikutinya. Sekali lagi Joonhyuk menatap ke arah yeoja asing yang tertidur pulas. Joonhyuk menyipitkan matanya mencoba memfokuskan penglihatannya kepada yeoja berponi itu lalu membulatkan kedua bola matanya ketika menyadari siapa yeoja itu. “Kim Taeyeon? Benar, dia Kim Taeyeon.” Ucap Joonhyuk refleks berdiri dan mendekat ke arah yeoja yang Ia pastikan adalah Taeyeon.

Sehun mengkerutkan dahinya, “Kau mengenalnya?” Ucap Sehun sembari membuka penutup birnya. Joonhyuk mengangguk dengan antusiasnya.

“Kau tak mengenalnya? Ah, benar kau tak mungkin mengenalnya. Kim Taeyeon, seluruh dunia mengenalnya. Dia diva Korea dan berteman baik dengan Jihyun.” Sehun meneguk birnya lalu mengangguk.

“Aku tahu kalau dia diva yang sedang bermasalah itu kan? Ahjumma tadi yang mengatakannya, dan juga salah satu pasienku di rumah sakit selalu bercerita tentangnya. Tapi aku baru tahu kalau dia sahabat calon istrimu.”

“Mereka satu profesi. Taeyeon orang yang baik, benar-benar baik kalau kau mengenalnya.” Joonhyuk kembali duduk di samping Sehun dan ikut meneguk birnya. “Ketika masalah yang membawanya kedalam kehancuran itu terjadi, Ia datang kepadaku dan Jihyun. Taeyeon menangis dan meminta kami untuk mempercayainya. Sampai sekarang aku juga tidak percaya kalau Taeyeon mencelakakan sahabatnya sendiri, untuk itu kau juga harus percaya bahwa Ia tidak mungkin melakukan hal itu.” Joonhyuk menatap Sehun yang hanya dibalas wajah datar Sehun. Sehun kemudian menatap ke arah Taeyeon yang sangat tertidur pulas, ada rasa penasaran ingin mengetahui tentang yeoja itu tetapi sekeras mungkin Sehun memperingatkan dirinya untuk tidak ikut campur dalam urusan manusia kecuali urusan Joonhyuk.

“Oh ya, lalu apa alasan kedatanganmu kali ini?” Ujar Sehun kembali ke topik utama.

“Aigoo, Apa aku sebegitu buruknya untukmu, Oh uisa-nim? Apa hanya ketika aku membutuhkan sesuatu saja baru aku bisa datang ke sini?” Sehun hanya tertawa sembari memainkan kaleng bir di hadapannya merespon apa yang dikatakan sahabatnya itu. “Aku hanya merasa kesepian saja, Jihyun masih sangat sibuk dengan syuting dramanya, sedangkan sebentar lagi pernikahan kami akan tiba.” Lanjut Joonhyuk lagi sambil menyenderkan tubuhnya di sofa.

“Bukankah dramanya sudah akan selesai? Jihyun hanya mencari uang sebelum pernikahan kalian, bersabarlah.” Hibur Sehun sambil meneguk birnya lagi, “Oh ya, berbicara tentang Jihyun, mumpung aku mengingatnya, apa kau bisa membawaku ke lokasi syutingnya besok?” Sehun memang tahu bahwa pemeran utama drama You Who Came From the Star adalah calon istri Joonhyuk, hanya saja terkadang Ia lupa meminta Joonhyuk mengantarnya bertemu dengan Jihyun, sebenarnya Sehun ingin bertemu dengan penulis drama itu, dan mungkin Jihyun bisa membantunya.

“Ah, kau masih ingin bertemu penulisnya? Hmm besok sore ku rasa Jihyun akan syuting dekat rumah sakitmu, aku akan mengantarmu besok.” Respon Joonhyuk yang dibalas anggukan oleh Sehun.

-FFAP-

Taeyeon membuka kedua matanya dan mencoba membiasakan cahaya yang masuk kedalam kedua kelopaknya. Ia baru menyadari ini bukan tempat tinggalnya, ditambah lagi Ia tertidur di sebuah sofa. Pikiran yang tidak-tidak menghampiri Taeyeon, apakah Ia diculik? Kemudian Taeyeon mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, Taeyeon mengingat sekilas apa yang sudah dilakukannya. Taeyeon mengacak-acak rambutnya ketika mengingat bahwa semalam Ia mabuk dan mungkin saja seseorang ingin menyekapnya. Taeyeon kemudian secara perlahan mendudukkan dirinya sembari mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Taeyeon berfikir, kalau memang Ia diculik mengapa Ia berada di rumah yang lumayan besar dan bukannya di gudang kosong?

Melihat suasana rumah yang sangat sepi itu, Taeyeon berdiri dan pelan-pelan ingin kabur dari rumah itu, “Kau sudah bangun?” Langkah Taeyeon terhenti mendengar suara lelaki di belakangnya, Taeyeon menggigit bibirnya dan menahan kepalanya untuk tidak berbalik, jujur saja Ia sedikit ketakutan. “Si..si..siapa kau?” Ujar Taeyeon tanpa membalikkan badannya.

“Setidaknya kalau kau ingin pulang, makanlah dulu sup itu, sangat cocok untuk orang mabuk.” Taeyeon sedikit lama mencerna ucapan lelaki itu, Ia melihat ke arah meja dan dilihatnya semangkuk sup disitu. Dengan berani Taeyeon membalikkan dirinya dan akhirnya menatap lelaki itu. Lelaki yang sudah berpakaian rapih dengan muka datarnya, Taeyeon merasa pernah bertemu lelaki itu. “Siapa kau?” ulang Taeyeon lagi.

Sehun menengok jam di tangannya. “Makanlah, kunci mobilmu ada di meja. Aku harus buru-buru ke rumah sakit sekarang. Kau bisa pulang setelahnya, taruh saja kunci rumah di bawah keset depan.” Sehun segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah dan menuju ke tempatnya bekerja. Taeyeon masih terdiam di tempatnya, Ia masih melihat gerak-gerik Sehun hingga hilang dibalik pintu. Siapa sebenarnya pria itu? Taeyeon masih heran.

Setelah Taeyeon menghabiskan sup pemberian lelaki yang tak dikenalnya itu, Ia menyempatkan diri berkeliling melihat rumah itu. Ia mencoba-coba mengingat siapa sebenarnya lelaki tinggi itu, tetapi tetap saja Taeyeon tak mengingatnya. Tiba-tiba smartphone milik Taeyeon berbunyi dan tertera nomor baru.

“Yoboseo?”

Yeoboseo? Taeyeon-ssi? Kapan kau akan memindahkan barang-barangmu? Soalnya sudah ada seseorang yang akan menyewa apartmentmu.”

“Ah begitukah? Baiklah, aku akan memindahkan barang-barangku besok. Jweseonghamnida karena sedikit terlambat, aku memiliki kegiatan hari ini. Sekali lagi Jweseonghamnida.”

Aniya, nikmatilah waktumu Taeyeon-ssi. Aku mengira kau tak jadi pindah.” Suara paruh baya lelaki itu yang diketahui adalah pemilik apartment tempat Taeyeon.

“Ye, Jeongmal kamsahamnida Tuan Shim. Aku tak akan melupakan kebaikanmu. Aku akan mentraktirmu minum lain kali.” Terdengar tawaan Tuan Shim dari ujung sana.

Taeyeon pun mengakhiri panggilannya dengan Tuan Shim dan memilih untuk keluar dari rumah yang tak dikenalinya itu. Baru sampai di ambang pintu, seseorang kembali menelfon Taeyeon, kali ini tertera nama Baekhyun di layar ponsel Taeyeon.

“Wae?” Angkat Taeyeon sembari mengunci pintu rumah yang di tempatinya tidur semalam itu.

Kau dimana? Apakah kau akan menemuinya hari ini?” Ujar Baekhyun dari seberang sana.

“Aku.. Aku di apartmentku. Tentu saja, aku akan mandi dulu lalu ke sana.” Respon Taeyeon sedikit berbohong dan menaruh kunci sesuai yang diminta oleh pemiliknya lalu berjalan ke mobilnya.

Baiklah, hubungi aku kalau kau sudah sampai di rumah sakit, aku akan menunggumu di depan.”

“Hm, baiklah. Sejam lagi.” Taeyeon mulai mengendarai mobilnya keluar dari perumahan yang tak asing baginya, tetapi Ia terlalu fokus berbicara dengan Baekhyun.

-FFAP-

Sehun baru saja tiba di rumah sakit dan langsung memeriksa beberapa pasiennya termasuk Baekhyun, Ia memasuki ruangan Baekhyun dengan suster yang mendampinginya.

“Good morning Tuan Byun, bagaimana kabarmu hari ini?” Jalan Sehun sembari membuka-buka lembaran hasil pemeriksaan Baekhyun sebelumnya.

Pasien yang didatangi itu langsung mematikan ponselnya dan tersenyum kepada dokternya. “As always, Oh uisa-nim.”

Sehun mendekati Baekhyun dan mulai memeriksa detak jantung pasien itu, “Apa kau ingin keluar untuk sementara waktu atau ingin disini lebih lama?” Tanya Sehun lagi.

“Sementara saja? Aigoo, percuma keluar jika pada akhirnya akan kembali ke kamar ini. Biar saja aku di sini sampai kau bosan melihatku.” Ujar Baekhyun sambil menyandarkan badannya ke bantal di belakangnya. Sehun hanya tersenyum dan mencatat hasil pemeriksaan Baekhyun yang baru di lembaran yang Ia genggam.

“Oh ya, Sehun apa kau-” Baekhyun menghentikan perkataannya melihat suster yang masih ada di belakang Sehun. Sehun menyadari hal itu lalu menyuruh suster tersebut untuk keluar dan memberikan berkas yang Ia pegang kepada suster tersebut.

“Ada apa?” Kata Sehun dan duduk di kursi samping tempat tidur Baekhyun.

“Apa.. apa yang kau lakukan dengan Taeyeon semalam? Aku bukan menuduhmu melakukan apa-apa, aku.. hanya ingin mengetahuinya.” Ya, ternyata Baekhyun melihat di sns ada seseorang yang meng upload foto Sehun saat memapah Taeyeon ke mobilnya.

Sehun hanya memasang muka datarnya sambil mengangguk mengerti arah pembicaraan Baekhyun, “Semalam gadis itu mabuk di toko pinggir jalan dekat rumahku, saat aku singgah membeli kue beras, ahjumma pemilik toko itu memintaku untuk membawanya pulang, aku tak mengetahui rumahnya jadi aku terpaksa membawanya ke rumah. Apa alasanku diterima, Tuan Byun?” Sehun mengakhiri kalimatnya dengan senyuman untuk meyakinkan pasiennya itu.

“Ah.. jadi.. kau tidak berbuat macam-macam terhadapnya kan? Ani, ani.. aku bukan menuduhmu, hanya saja kau.. kau tetaplah lelaki normal pada umumnya, kau pasti-”

“Tenang saja, aku tak melakukan apa-apa. Aku sama sekali tidak tertarik padanya.” Sanggah Sehun sebelum Baekhyun menyelesaikan perkataannya.

“Baiklah aku lega sekarang, bagaimana? Dia cantik kan?” Ujar Baekhyun menampakkan deretan gigi putihnya.

“Yah.. mwo… seperti yang kau katakan” Senyum Sehun sedikit terpaksa.

“Oh ya, kalau begitu tunggulah, Taeyeon akan datang. Aku akan memperkenalkan kalian secara official.

Ne? Ku rasa tidak hari ini, Baekhyun­-ssi. Aku harus memeriksa beberapa pasien dan melakukan operasi siang ini, soalnya hari ini aku akan pulang lebih awal, ada janji bersama temanku.” Untung saja Sehun memiliki alasan untuk menghindar dari Baekhyun, entah mengapa Sehun sama sekali tidak tertarik dengan niat Baekhyun untuk mengenalkannya kepada yeoja bernama Kim Taeyeon itu.

“Ah, jinjja? Kalau begitu kapan-kapan saja.” Terdengar kekecewaan dalam nada bicara Baekhyun. Sehun hanya mengangguk dan pamit untuk keluar dari ruangan Baekhyun .

Lengkap dengan seragam pasiennya, Baekhyun sudah menunggu Taeyeon di depan pintu rumah sakit. Beberapa saat yang lalu Taeyeon menelfon namja itu bahwa sebentar lagi Ia akan tiba. Dan kurang lebih 5 menit menunggu, Baekhyun dapat melihat dengan jelas, yeoja mungil itu berjalan ke arahnya.

“Kau telat 7 menit, Taeyeon-ssi” Canda Baekhyun sewaktu Taeyeon baru saja tiba di hadapannya, Taeyeon hanya tertawa dan menggandeng tangan Baekhyun sambil berjalan memasuki rumah sakit menuju ke tujuan mereka.

Taeyeon menghela nafasnya sambil membuka pintu kamar VIP yang tertulis nama “Jessica Jung” di depannya. Ya, Taeyeon dan Baekhyun memang ingin mengunjungi Jessica yang sampai hari ini masih koma. Karena satu rumah sakit dengan Jessica, oleh karena itu Baekhyun menawarkan diri untuk menemani Taeyeon mengunjungi sahabatnya itu.

“Jessica, Annyeong.” Ujar Taeyeon menatap Jessica yang masih ‘tertidur pulas’ lengkap dengan bantuan Oksigen di hidungnya dan beberapa alat medis lain yang dipasang di sekujur tubuhnya. Sekali lagi Taeyeon menghela nafasnya sembari berjalan mengganti bunga yang sudah layu di samping tempat tidur Jessica dengan bunga mawar putih yang di bawahnya, sedangkan Baekhyun memilih duduk di hadapan Jessica sambil menatap gadis itu. Setelah mengganti bunga yang baru, Taeyeon ikut duduk di samping Taeyeon dan menggenggam tangan Jessica.

“Sica-ya, kau tahu kalau bukan aku penyebabnya kan?” Taeyeon terdiam sejenak sambil menatap wajah Jessica dan melanjutkan kalimatnya, “Ppalli… Cepatlah sadar, huh? Apa kau tak kasihan terhadapku yang setiap hari tidak bisa tidur dengan tenang, hmm? Kita sama-sama tahu kalau hari itu.. kita sudah berbaikan.” Taeyeon menggenggam tangan Jessica erat, sedikit lagi buliran airmata akan mengalir membasahi pipi mulus Taeyeon, Ia menyenderkan dahinya di genggaman tangannya dan Jessica, Baekhyun hanya terdiam dan tunduk, Ia tahu betul bagaimana perasaan Taeyeon saat ini. Saat Taeyeon dikeluarkan dari SM Ent, Baekhyun sampai bertengkar hebat dengan ayahnya sampai memohon untuk tidak menghentikan kontraknya dengan Taeyeon, tetapi ayah Baekhyun bersikeras tidak ingin melanjutkan kontraknya dengan Taeyeon, akhirnya pada hari itu Baekhyun tidak pernah lagi bicara dengan ayahnya, meskipun masih tinggal serumah, Baekhyun tidak pernah mau menggubris ayahnya itu.

Lama terjadi keheningan hingga akhirnya Baekhyun memilih untuk mengeluarkan suaranya, “Kemanhae, Taeyeon-ah. Jessica pasti sedang berusaha melawan rasa sakitnya, kita hanya perlu menunggu dan mendoakannya. Aku yakin sebentar lagi Ia akan sadar, mungkin bukan sekarang tapi nanti, tunggulah sedikit lebih lama lagi. Ini hanya masalah waktu.” Taeyeon tidak merubah posisinya, Baekhyun dapat melihat dengan jelas airmata Taeyeon yang membanjiri pipinya juga isakan Taeyeon yang semakin menjadi mendengar perkataan Baekhyun.

Saat pertama Jessica dinyatakan koma, Taeyeon tidak mau mengunjungi Jessica di rumah sakit, tetapi berkat nasihat dari Baekhyun, Soohyun, Jihyun dan beberapa temannya yang lain, akhir-akhir ini (setidaknya seminggu sekali) Taeyeon datang untuk mengunjungi Jessica.

Lama mendengar isakan Taeyeon, Baekhyun memilih untuk meninggalkan Taeyeon menikmati waktunya berdua dengan Jessica. Baekhyun mengeluarkan sapu tangan berwarna biru muda dari kantong bajunya dan meletakkannya di kursi yang Ia duduki, sebelum benar-benar keluar dari ruangan Jessica, Baekhyun menepuk punggung Taeyeon sebagai isyarat bahwa Ia akan keluar.

Jam menunjukkan pukul 4 sore waktu Seoul, sesuai janjinya dengan Joonhyuk, hari ini Sehun akan mengunjungi lokasi syuting drama Man From another Star. Sehun sudah menunggu Joonhyuk tepat di depan sebuah restoran tempat lokasi syuting tersebut akan berlangsung. Kurang lebih 30 menit menunggu, akhirnya Joonhyuk menampakkan batang hidungnya, tak lama setelah itu Joonhyuk membawa Sehun bertemu dengan calon istrinya.

“Jihyun-ah, disini.” Joonhyuk melambaikan tangannya melihat Jihyun yang sedang membaca naskah dramanya.

Jihyun berbalik melihat kedatangan orang yang sangat dicintainya itu, refleks terlukis senyuman di wajah Jihyun. Jihyun melambaikan tangannya dan mengisyaratkan sang kekasih untuk datang mendekatinya, “Oh kau datang?” Ujar Jihyun saat Joonhyuk dan Sehun sudah tiba di hadapannya. Jihyun melihat ke samping Joonhyuk, “Annyeong uisa-nim.” Sapa Jinhyun yang memang sudah beberapa kali bertemu dengan Sehun. “Kau mau langsung bertemu dengan Park writer-nim?” Tanya Jihyun kepada Sehun. Sehun hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.

Jihyun mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok yang ingin ditemui Sehun, “Oh itu, kemarilah biar ku antar” Ucap Jihyun saat melihat Park writer-nim sedang berbicara dengan Kim Soohyun.

Setelah bertemu dengan Park Ji Eun writer-nim, Jihyun membiarkan Sehun menyampaikan keinginannya dengan sang penulis. Jihyun memang mengetahui alasan Sehun ingin bertemu dengan penulisnya tetapi Ia tidak tahu bahwa Sehun adalah alien yang sudah lama menetap di bumi, Joonhyuk berbohong pada Jihyun bahwa Sehun sangat mengidolakan Park Ji Eun dan ingin bertemu dia secara pribadi.

Sambil menunggu Sehun, Jihyun mengajak sang kekasih untuk sekedar minum-minum di restoran tempatnya syuting ditemani oleh Soohyun juga.

“Jadi sudah sampai mana persiapan pernikahan kalian?” Ujar Soohyun yang duduk tepat di hadapan sepasang kekasih itu.

“Sudah mantap, tinggal hari H nya saja. Pastikan kau harus datang” Respon Joonhyuk sesudah meminum Ice Americanonya. Soohyun hanya mengangguk sembari ikut meneguk Ice Americano miliknya. “Lalu kapan kau akan menyusul?” Lanjut Joonhyuk yang membuat Soohyun tersedak dan sedikit terbatuk-batuk. Jihyun hanya tertawa.

“Aku menyesal menanyakan hal itu, hyung. Kemarin juga Tae-” Saat Soohyun berbicara, tak sengaja Ia memandang keluar dan melihat seorang yeoja mungil keluar dari mobilnya. “Ah, gadisku sudah datang.” Senyum Soohyun puas melihat Taeyeon yang sekarang berjalan masuk ke dalam restoran. Jihyun dan Joonhyuk melihat ke arah yang Soohyun lihat, sepasang kekasih itu memang mengetahui kalau Kim Soohyun sangat menyukai Taeyeon, makanya Ia sering mengatakan kalau Taeyeon adalah gadisnya.

Selain dekat dari rumah sakit tempat Jessica dirawat, alasan yang membuat Taeyeon datang ke lokasi syuting Soohyun dan Jihyun adalah ingin memberitahu Soohyun bahwa besok Ia sudah akan pindah ke tempat barunya. “Oh, Joonhyuk oppa, Annyeonghaseo. Lama tak berjumpa denganmu.” Sapa Taeyeon saat melihat lelaki yang duduk di samping Jihyun, kemudian Ia duduk di samping Soohyun dan ‘merampas’ Ice Americano milik Soohyun.

Joonhyuk hanya tersenyum, baru saja Ia ingin berbicara, Soohyun sudah lebih dulu bicara, “Jadi kau akan pindah besok? Bukan minggu depan?”

Taeyeon mengangguk, “Mmm, soalnya sudah ada penghuni baru yang akan menempati tempatku. Apa oppa bisa membantuku besok? Aniya, kau pasti sangat sibuk.”

“Besok aku akan membantumu, syuting besok hanya malam hari.” Balas Soohyun dan mengammbil kembali minumannya dari genggaman Taeyeon.

Jihyun memperhatikan ada yang aneh dari Taeyeon, “Ada apa denganmu, Kim Taeyeon?” Ujar Jihyun yang membuat Joonhyuk dan Soohyun refleks balik memperhatikan Taeyeon, objek yang dilihat hanya terdiam sambil menatap penuh tanya ke arah Jihyun yang duduk tepat di depannya. “Matamu, kau habis menangis kan?” Lanjut Jihyun dengan ciri khasnya.

“Ah, aniya.. igo.. hmm… Aku baru saja menjenguk Jessica.” Ucap Taeyeon tertunduk, setelah mengucapkan kalimat itu, suasana menjadi hening.

Melihat suasana yang sedikit tidak meng-enakkan itu, Jihyun teringat kepada satu hal lagi, “Ah benar! Kau semalam kemana Kim Taeyeon? Kau menjadi pencarian nomor satu di Naver saat ini, dan siapa namja itu? Sepertinya aku-”

“Sehun, itu Oh Sehun.” Sekarang pandangan beralih ke lelaki yang duduk di samping Jihyun, “Sehun membawa Taeyeon pulang ke rumahnya semalam.” Jelas Joonhyuk.

“Sehun? Ah jadi namja itu Sehun? Apa dia temanmu, oppa?” Ujar Taeyeon yang memang sangat penasaran dengan identitas ‘penyelamat’nya itu.

Joonhyuk mengangguk, “Hmm, dia teman kecilku. Semalam aku ke rumahnya dan mendapatimu di sana. Kau tenang saja, dia bukan orang yang jahat. Lagian siapa yang menyuruhmu mabuk-mabukan huh?” Respon Joonhyuk yang seolah-olah memarahi Taeyeon.

“Ck, aku bukan gadis kecil lagi,oppa.” Taeyeon tertawa pelan, “Lagian mana aku tahu kalau masih ada orang yang penasaran dengan kehidupanku, Ck.” Lanjut Taeyeon sambil mengambil kembali Ice Americano milik Soohyun.

Yak! Taeyeon-ssi, apa kau tak bisa membeli minuman sendiri huh? Dan mengapa kau bisa tak mengenal lelaki yang membawamu pulang? Harusnya kau menelfonku saja, paboya.” Omel Soohyun yang mendapat death glare dari Taeyeon.

“Aku juga kaget saat bangun berada di rumah yang tak ku kenal, Ck.” Ujar Taeyeon cuek.

“Kau pasti mabuk berat, Kim Taeyeon, ckckck.” Jihyun menatap Taeyeon dengan tatapan seorang ibu yang mengomeli anaknya. Taeyeon hanya mengucapkan ‘mianhaeyo’ tanpa mengeluarkan suaranya.

Setelah itu, Joonhyuk kembali mengganggu Soohyun dengan Taeyeon. Joonhyuk bahkan tidak merasa bahwa sudah ada seseorang yang menghampirinya.

“Oh? Urusanmu sudah selesai?” Ujar Joonhyuk saat Sehun sudah berdiri tepat di samping tempat duduk Taeyeon. Tidak hanya Taeyeon, Soohyun dan Jihyun juga menatap ke arah lelaki tinggi itu.

Sehun mengangguk, “Mianhae, aku harus kembali ke rumah sakit sekarang. Barusan terjadi tabrakan beruntun, dan Kang uisa membutuhkanku di ruang operasi. Terimakasih untuk hari ini. Lain kali aku akan mentraktir kalian, aku duluan.” Sapa Sehun terburu-buru dan membungkukkan badan ke arah Joonhyuk, Jihyun, Soohyun dan Taeyeon kemudian berlalu dari hadapan mereka.

“Ah.. jadi dia seorang dokter?” Ujar Taeyeon yang menatap kepergian Sehun. “Aku bahkan belum sempat mengucapkan terimakasih padanya.” Lanjutnya lagi sambil kembali membetulkan duduknya.

“Dia dokter pribadi Baekhyun, kau tahu itu kan?” Respon Joonhyuk.

“Ah benarkah? Molla, aku baru mengetahuinya darimu, oppa.” Jawab Taeyeon yang sedikit kaget bahwa dokter itu adalah dokter Baekhyun.

“Whoaa.. dunia benar-benar sempit.” Soohyun bertepuk tangan seolah-olah itu adalah hal yang luar biasa.

Sehun merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah seharian bergelut dengan beberapa operasi, ‘serbuan’ dari para pasien tabrakan beruntun membuat Sehun bekerja ekstra hari ini. Terkadang Sehun berfikir, kenapa Ia memilih pekerjaan sebagai dokter dan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak membawa dampak apapun dalam kelangsungan kehidupannya. Sehun sudah memiliki rumah yang cukup mewah, mobil pribadi, perabotan rumah yang lengkap dan uang yang cukup untuk kelangsungan hidupnya selama 20 tahun ke depan. Terkadang Ia menganggap hal ini lucu, tetapi Ia tidak pernah menyesal melakukan apapun dalam kehidupannya di bumi selama ini.

Tadi sore juga, Sehun sudah berhasil bertemu dengan penulis drama yang mengangkat cerita dirinya. Sehun beralasan bahwa Ia sangat menyukai drama itu sehingga Ia ingin bertemu langsung dan mengetahui dari mana sang penulis mendapat inspirasi mengenai alur ceritanya itu. Sehun akhirnya mengetahui kalau cerita tentang alien berasal dari kakek sang penulis yang dulu hidup di zaman Joseon, Sehun mengingat kalau kakek sang penulis memang adalah salah satu dari beberapa orang yang mengetahui jati dirinya di zaman itu. Tidak puas sampai situ, Sehun juga bertanya tentang reinkarnasi cinta pertama dari alien tersebut, dan sang penulis mengatakan kalau Ia terinspirasi dari kehidupan malang Taeyeon dan sedikit menambahkan unsur fiktif dalam ceritanya.

Sehun mengambil ponsel dari saku celananya, entah mengapa ketertarikannya pada gadis bernama Kim Taeyeon itu muncul. Ia memang sering mendengar cerita tentang Taeyeon dari pasiennya, Baekhyun. Tetapi sejak tabrakannya dengan Taeyeon di koridor rumah sakit dan saat kemarin malam membawa Taeyeon pulang ke rumahnya, membuat Sehun sedikit ingin mengetahui tentang gadis itu, di tambah lagi sang penulis mengatakan Ia menjadikan kisah Taeyeon sebagai inspirasinya.

Sehun membuka Naver dan benar saja, Taeyeon menjadi pencarian nomor satu saat itu dikarenakan foto paparazzi bersama dirinya. Karena hanya ada berita mengenai Taeyeon dan dirinya di Naver, Sehun membuka google untuk mengetahui article-article apa saja yang sudah tertulis tentang gadis itu. Jari Sehun membuka sebuah article berjudul “Akhir dari seorang diva Korea, Kim Taeyeon.” Belum saja Sehun membaca article itu, Ia tiba-tiba terpaku melihat foto yang terdapat dalam article itu. Sehun menatap foto itu penuh makna, bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah benar foto yang dilihatnya itu.

Foto dari article itu adalah foto awal Taeyeon debut ketika berumur 12 tahun disandingkan dengan salah satu fotonya ketika sudah berumur 23 tahun. Sehun masih terpaku menatap foto umur 12 tahun Taeyeon, mencoba memastikannya Ia melakukan pencarian gambar dengan kata kunci ‘Taeyeon debut’. Sehun refleks terbangun dari rebahannya saat melihat foto-foto hasil penelusuran saat Taeyeon berumur 12 tahun, tangannya sedikit gemetaran melihat wajah polos Taeyeon di foto-foto itu.

“Ki…. Kim Tae.. Yeon..” Sehun bergumam, memori kembali membawanya kepada saat itu, 400 tahun yang lalu saat Ia pertama kali menginjakkan kaki di bumi

“Tuan.. apakah kau tersesat?”

“Tidak tuan, kau tidak perlu mengantarku pulang. Aku tidak ingin pulang”

“Hujan membuat pikiranku menjadi tenang, Tuan. Serasa seluruh rasa sakitku telah pergi bersama hujan yang datang.”

“Tuan.. kau tidak boleh pergi sekarang.”

“Cinta adalah sebuah rasa yang mutlak, Tuan.”

“Terimakasih, Tuan.. aku sangat senang mengenalmu di akhir hidupku. Kau harus bertahan hidup, Tuan. Aku mencintaimu.”

Setiap kalimat yang di ucapkan cinta pertama Sehun 400 tahun yang lalu kembali terngiang dalam otaknya, Ia ingat betul gadis itu. Wajah gadis itu adalah… Kim Taeyeon saat berumur 12 tahun. Sehun baru menyadari, wajah Taeyeon memang tak asing baginya. Saat pertama bertemu dengan Taeyeon di koridor rumah sakit, Sehun merasa sangat mengenal wanita itu, Ia mengira itu karena Baekhyun yang selalu menceritakan Taeyeon dan menunjukkan foto Taeyeon kepadanya, tapi ternyata tidak. Wajah Taeyeon yang tak asing bagi Sehun itu karena Taeyeon adalah… gadis itu.. Makhluk bumi 400 tahun lalu yang membuat Sehun memahami apa itu cinta.

TBC

Haaaaai!!!! Here you go part 2 nya, terimakasih untuk respon kalian yaaah. Terimakasih juga buat saran dan kritiknya, itu sangat berguna hehe. Maaf ya moment SeYeon nya masih dikit hehe, nanti di part 3 di jamin bakal full of SeYeon moment. Maaf kalo masih banyak kesalahan dan pemborosan kata yaaa. Terimakasih dukungan kalian. Kalau commentnya bisa tembus 50, aku bakal post chap 3 secepatnya hehe. TAENGKYUUUU.

Advertisements

50 comments on “[FREELANCE] Fate From Another Planet (Chapter 2)

  1. daebakkkkkkk
    qerennnnn, ceritanya semakin membuat penasarannnn
    next chapter ditunggu
    fighting
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H Lebaran 2016 “Minal Aidin Wal faidzin Mohon Maaf Lahir Batin”

  2. wahhhhh gakkk sabarrr buatt full moment nya seyeon ♡♡♡♡
    nunggu banget moment mereka di ff ini soalnya di dunia nyata lagi mabuk mabuknya moment kasperxtaeyeon duhhh jadi gagal move on kekeke

  3. wohoo! akhrnya update jg nih..
    and akhrnya sehun tau jg jlo taeng uni adalh reinkarnasi first loveny..
    next Thor, chap bsok hrus, cpet jg update nya y Thor..

    and so fightaeng yah nulis ff nya!!

  4. Wohoo, akhirnya ff ini update thor. Wahh ditunggu thor SeYeon full moment di chapter 3. Jessicanya kapan sadar nih?? Kasian taeyeon. Cieee yg ketemu first lovenya. Cieee. Hahaha. Next ya thor. Ditunggu secepatnya. Fighting thor

  5. Kyaaaaaaa
    Bagus,bagus. Suka,suka.
    Daebak
    Iyaaa, momen seyeon nya kurang 😦😂
    Ditunggu nya kelanjutannya
    Fighting

  6. Daebakkk, cpt dipost part selanjutnyaaaa …. Aku baru bisa coment sekarang maaf ya authornim :)))) aku juga baru di ATSIT .. Salam kenal :***

  7. Aaahhh,kerreeeenn.
    Tapi kasian bgt ya taeyeon. Untung aja dia masih punya tmen2 yg care sama dia.
    Pertemuan sehun taeyeon kurang gregeett ni,
    Next chp ditunggu^^

  8. Kereeeenn bgt ,aku suka perannya sehun disini,, maaf baru bisa komen di chapt ini,soalnya baru buka blog ini lagi stlh 2bln sibuk kuliah #curcol #abaikan ,pokoknya semangat trs Thor , semoga chapt selanjutnya makin baik lagi

  9. Woaaah.. baru ngebut baca dr introduce sampe chapter ini hihi
    Kereeen seriusan. Udh jarang baca ff taeng sm member exo, apalagi pair sehun-taeyeon. Ditunggu kelanjutannya, kayaknya mulai chapter selanjutnya Sehun bakal lbh penasaran sm sosok Taeyeon. Hehe
    Fighting buat kelanjutannya

  10. masih nunggu seyeon moment hahaha wah sehun baru nyadar kalo ternyata taeyeon gadis 400 tahunnya. ahh makin penasaran aja sama kelanjutannya. next chap ditunggu ya 🙂

  11. Daebak thor
    Ceritanya bagus dan seru
    Maaf baru bisa kasih komen sekarang thor, tapi aku udah like prolog sama chapter 1 nya kemarin karena maklum kuota ku tinggal dikit 😥
    Next chapter ditunggu thornim 🙂
    Fighting 😉

  12. Arghhhh thor gag sabar nunggu kelanjutannya ama moment huntaenya…..
    Next ditunggu kelanjutannya ya thor….

    Fighting

  13. jadi penasaran sama masa lalunya sehuunn 😕
    wkwk soohyun suka sama taeng
    banyak banget yang suka 😂
    next chapter hwaiting 🙆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s