[FREELANCE] Moonlight (Chapter 10)

moonlight

[Freelance] Moonlight Chapter 10

Author: Alicya V Haiyeon

Rating: PG-16

Lenght: Multichapter

Genre: School Life, Romance, Family

Main Cast: Kim Taeyeon

Xi Luhan

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a Plagiator.

Author Note:

Jika ada kesalahan, mohon komentarnya. Karna komentar anda semua yang bisa menentukan

FF ini dilanjut atau berhenti di tengah jalan. Typo dimana-mana. Thankyou.

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8, Chapter 9

 

***

“KIM TAEYEON-SSI”

Jangan heran jika Taeyeon mendengus kesal saat mendengar namanya di sebut dengan sangat lantangnya oleh seseorang dengan badan yang seolah ingin menyaingi tingginya tiang listrik di jalanan itu. Oh ayolah, taeyeon hanya ingin pulang kerumahnya dengan selamat tanpa adanya gangguan, baik dari bungsoo yang selalu mencari gara-gara dengannya akhir-akhirnya dan tentu juga dengan pria bernama lengkap Park Chanyeol itu.

Taeyeon memegang kedua tali ranselnya dengan erat dan mencoba melalui lapangan basket outdoor itu tanpa memperdulikan Chanyeol yang masih saja betah memanggil namanya. Demi apapun taeyeon berani bertaruh jika pria itu tengah berlari mengejar taeyeon yang berusaha berjalan cepat menjauhinya. Jika kalian pikir Chanyeol menyukai taeyeon, kalian salah. Karna taeyeon sangat tahu bahwa pria yang belakangan ini selalu menganggunya itu sangat berisik dan tak suka yeojja pendiam sepertinya. Dan kalimat yang selalu keluar dari mulut Chanyeol membuat taeyeon tersenyum miris mengejek dirinya di dalam hati “Luhan bilang kau itu suka berdebat dengannya, tapi apa ini? Kau sangat pendiam” dan berakhir dengan taeyeon yang mendengus kesal kemudian pergi meninggalkan Chanyeol.

Ini hari terakhir mereka bersekolah, karna selama seminggu penuh kemarin mereka melaksanakan ujian kelulusan untuk masuk universitas. Singkat bukan? Memang. Taeyeon bahkan rasanya tak rela mengakhiri masa sekolahnya, walaupun tak ada kenangan yang bagus dengan sahabat sahabatnya layaknya orang pada umumnya, tapi taeyeon sangat menyukai kenangannya selama beberapa bulan belakangan dengan Luhan. Ah Luhan lagi! Apa ada hari dimana ia tak mengingat pria itu? Ia sudah menghindari Luhan selama 2 minggu penuh semenjak pertemuan terakhirnya dengan Luhan ditaman waktu itu, yah… kejadian dimana berhasil membuat jantung taeyeon ingin keluar dan berakhir dengan taeyeon yang melarikan diri dari Luhan setelah kejadian itu. Tentu saja, taeyeon tau jika Luhan berusaha mencari selama 2 minggu ini, mungkin untuk menjelaskan alasannya kenapa melakukan hal itu pada taeyeon, tapi percayalah, sejauh apa Luhan berusaha mencari taeyeon, sepintar itu juga taeyeon berhasil bersembunyi menyembunyikan dirinya. 2 minggu bukanlah waktu yang singkat dan mudah baginya untuk menjauhi Luhan.

Dan sekarang, sesuatu berbau penyesalan mulai menghantui taeyeon, harusnya ia menikmati waktunya selama 2 minggu belakangan dengan Luhan sebelum 3 hari lagi ia akan pergi kembali ke China bersama oppanya. Yah, sesuai dengan apa yang ia pernah katakan dulu, ia akan segera kembali ke China setelah sekolah selesai. Dan seperti yang kalian lihat. Ujian sudah selesai dan tak ada alasan untuk taeyeon untuk tinggal berlama lama di Seoul. Ah China? Apa harus ia kembali ke China? Ia merindukan temannya, lay dan juga tuan Zang, tentu. Hanya mereka berdua yang dekat dengan taeyeon selama ia di China, dan sudah lama ia tak bertemu dengan mereka sekalipun lay sering sekali menelponnya.

Mengenai penyesalan taeyeon, ah taeyeon rasa ia sepenuhnya percaya pada kalimat “penyesalan selalu datang belakang” saat ini juga. Harusnya ia mengahabiskan waktunya selama ini dengan menikmati hari harinya dengan Luhan, bukan malah membuat pria itu merasa telah ia campakkan begitu saja. Taeyeon tau apa yang Luhan rasakan, tentu saja. Ia tak bodoh dalam menebak ekspresi Luhan. Ia selalu bisa menatap wajah uring uringan, kesal, dan ah bolehkah taeyeon menyebut bahwa Luhan sedih karna sikapnya? Bukankah taeyeon sangat egois? Bagaimana bisa ia tetap memperhatikan Luhan dari kaca satu arah perpustakaan yang tersambung dengan sunyinya lapangan basket indoor. Jangan tanyakan denah sekolah itu pada taeyeon dan sejak kapan taeyeon tak mengunjungi toilet lagi untuk menghabiskan jam istirahatnya? Ah taeyeon bahkan sudah 2 minggu tak mengahabiskan hari hari akhir sekolahnya untuk ke toilet lagi. Alasannya? Tentu saja, ia malas jika bungsoo lagi lagi menguncinya di dalam sana. Dan tempat yang taeyeon temui dan tak banyak orang yang peduli padanya karna disini penuh dengan orang kutubuku. Dan beruntungnya taeyeon karna disudut perpustakaan tersambung dengan kaca satu arahnya yang membuatnya bisa melihat ke dalam lapangan basket indoor itu. Luhan selama 2 minggu ini selalu kesini dan duduk diam di tengah tengah lapangan sana. Taeyeon bahkan tersenyum kecut saat menatap ekspresi wajah Luhan.

Taeyeon bahkan masih ingat tepat 2 minggu setelah ia meninggalkan Luhan begitu saja di taman setelah ia mencium taeyeon waktu itu, yah sehari setelahnya di sekolah…

*Flashback*

Bagaimana bisa taeyeon sebodoh ini? Ia bahkan belum sepenuhnya pulih dari sakit perutnya yang berakhir dengan tidur beberapa hari di rumah sakit itu, tapi sekarang apa? Taeyeon bahkan sudah kembali tidur di ruang kesehatan di sekolahnya karna demam. Yah ia memang bodoh karna sudah memberikan jaket Luhan tadi malam di musim gugur yang sangat dingin dan berlarian pulang kerumah bak drama queen di layar drama yang sangat berlebihan itu. Harusnya taeyeon tak mengembalikannya semalam hingga ia tak perlu di sapa oleh angin dingin karna hanya menggunakan kaus oblong berwarna hitam lengan pendek itu. Sial.

Matanya menelisik setiap sudut di ruangan itu, tentu saja dengan badan yang terbaring lemah di atas ranjang karna tak mungkin taeyeon memaksakan dirinya untuk ikut pelajaran. Ia tak yakin akan ada yang mengantranya ke ruang kesehatan jika ia pingsan di kelas, bukankah lebih baik jika ia pergi langsung ke sini?

Setiap kamar di ruangan ini berbatasan dengan tirai putih sebagai pembatas, dan taeyeon akan sangat tidak nyaman jika saja penjaga ruangan ini tak menutup tirai pembatas ranjangnya dengan ranjang lainnya karna taeyeon saat ini sedang tak berminat menghadapi apapun yang berbau kebencian padanya selaku anak haram. Yah belum ada yang tau jika taeyeon bukanlah anak haram di sekolah ini, bahkan Nana yang entah kemana pun tak berminat membocorkan hal yang tak ada untungnya untuknya itu.

Taeyeon baru saja akan menutup matanya, namun gagal saat pintu utama di sudut sana terbuka dan terdengar derap langkah pelan berjalan memasuki ruangan ini. Mata taeyeon membuat sempurna saat penjaga ruangan itu menyebutkan nama seseorang yang baru saja memasuki ruangan.

“Xi Luhan-ssi? Apa yang kau lakukan disini?” terdengar suara penjaga yang berambut panjang di sanggul rapi dengan baju putihnya, taeyeon melihat dengan jelas jika yeojja itu tadi duduk di belakang meja penjaga di samping pintu saja.

“ah seongsamnim, aku demam”

“jinjja? Kau tak sedang bercanda dengan ku kan? Kau tau, song seongsamnim bilang jangan percaya padamu”

“ah song seongsamnim itu benar-benar, jinjja aku demam!” Luhan menggerutu singkat dalam hatinya. Bagaimana bisa pria itu memberitahu semua guru jika ia anak yang sering cari masalah dengannya? Apa jangan mempercayainya? Alangkah bodohnya song seongsamnim, karna jika Luhan ingin berbohong untuk melarikan diri dari kelasnya ia tak akan ke ruangan kesehatan, bahkan mencium aromanya saja membuat Luhan merasa tengah di rumah sakit.

“mannae, demammu sangat tinggi, kajja berbaringlah! Aku akan memberikan obat untukmu”

Luhan hanya menuruti semua perintah penjaga yang berusia 30 tahun itu, membaringkan dirinya di atas ranjang, dan dalam sekejap, yeojja itu memeriksa suhu badannya yang diatas 40 derjat dan mengukur tekanan darahnya. Baiklah, Luhan tak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh perawat itu, yang jelas ia sudah bertemu dengan kasur dan ia bisa memejamkan matanya sekarang juga.

“ah apa sekarang musim demam? Kim Sooyeon juga demam dan ia di rawat di sebelah mu”

Luhan kembali membuka matanya dan menatap tirai yang terututup tepat disebalahnya, “kim sooyeon? Nuguya?”

“kau tak kenal?”

Luhan hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan pria itu, dan tanpa ia sadari. Taeyeon yang berada di sebelah tirainya menghela nafas lega saat perawat itu salah menyebutkan namanya.

“kenapa kau bisa sakit?”

“aku membuang jaketku semalam”

“apa kau gila? Ah song seongsamnim bilang kalau kau memang gila, aku lupa!”

“astaga apa image-ku benar benar sudah buruk di depan guru itu? yeoja itu membuang jaketnya, aku juga harus melakukannya”

“yeoja itu? Siapa? Apa kau baru saja ditolak eoh?”

“sepertinya begitu, angap saja begitu!” jawab Luhan ketus dan mulai memejamkan matanya rapat tanpa peduli apa yang dilakukan perawat itu, toh ia tak akan melakukan hal yang tak manusiawi pada siswa yang tengah sakit kan?

*Flasback Off*

“Kim Taeyeon-ssi”

Taeyeon tersentak kaget dari lamunannya, mengalihkan tatapannya menatap sekitar dan bodohnya ia, senyuman manis yang tecetak di wajah Chanyeol membuat taeyeon mendengus kesal di detik berikutnya. Ini gila! Bagaimana bisa ia merenung sambil berjalan? Bukankah ia harusnya menghindari Chanyeol?

“mwo?”

Chanyeol tertawa lebar dan tersenyum simpul sesaat sesudahnya “wah, kau benar-benar dingin taeyeon-ssi”

“apa mau mu?” sungut taeyeon

Chanyeol menggerutkan dahinya, baiklah. Ini hari terakhir sekolah sebelum seminggu lagi hari kelulusan mereka, apa taeyeon tak mau bermain main menikmati hari terakhirnya menjadi siswa? Bahkan Chanyeol dari tadi berkeliling sekolah dengan teman satu Clubnya sebelum mereka memutuskan untuk bermain basket, tadinya.

“yah jangan pura-pura lupa, atau kau mau videomu itu aku publish di web se…”

“arraseo, oenje? Hari minggu bukan? Masih 2 hari lagi, chanyeol-ssi”

“aku kira kau lupa dengan perjanjian kita” chanyeol tersenyum manis dan hendak mengusap pelan rambut taeyeon sebelum sebuah suara berhasil menyapa gendang telinganya.

“Chanyeol menikung Luhan?” “dia benar-benar yeojja murahan!” “akhh haruskah aku semakin membencinya di hari terakhir kita sekolah?” “ahhh chanyeol-oppa andwe” “dasar jal*ang” dan kalimat makian lainnya yang membuat Chanyeol tersenyum canggung menatap taeyeon yang masih saja betah dengan wajah flatnya itu. Chanyeol bahkan yakin 100% jika taeyeon juga mendengarnya, tapi kenapa ia bersikap biasa saja?

“taeyeon-ssi?”

“wae tto?”

Chanyeol menggeleng canggung “aniya, sudah selesai. Kau boleh pulang, mian”

Taeyeon tak bodoh tentu saja, ia tau maksud kalimat maaf di akhir kata Chanyeol, pria itu meminta maaf padanya karna kalimat kalimat itu bukan? Ah taeyeon mendengarnya tentu! Apa lagi yang bisa ia perbuat? Toh tak ada untungnya baginya membela diri karna memang keliahatannya ia seperti yeojja murahan yang mau saja jatuh ke dalam ancaman Chanyeol dan berakhir dengan dirinya yang selalu saja di ajak bicara oleh Chanyeol. Taeyeon mulai melangkahkan kakinya menjauhi Chanyeol, keluar dari gerbang sekolah dan menghilang di balik jalanan sana.

Chanyeol menghela nafas lega dan berbalik menuju lapangan outdoor, tempatnya sebelum ia berlarian mengejar taeyeon. Dan Chanyeol baru saja menyadari kebodohannya saat ia menatap ke 5 teman satu Club dengannya tengah menatapnya penuh selidik dan satu tatapan mematikan dari salah satu orang yang baru Chanyeol sadari duduk di pinggir lapangan sana menunggunya selesai bermain. Chanyeol dan teman satu Clubnya baru saja akan memulai permainan sebelum mata Chanyeol menangkap tubuh mungil taeyeon yang berlalu di pinggir lapangan, dan bodohnya Chanyeol langsung menayapa yeojja itu dan menghentikan permainan sepihak tanpa menyadari bahwa Luhan, pria yang menatapnya dengan tajam tengah duduk diam di sudut lapangan yang sejuk itu, tentu saja ia tak ikut bermain karna teriknya matahari dan selesai ujian berakhir Luhan terlihat tengah dalam mood yang tidak baik karna song seongsamnim bilang kalau Luhan mencontek di ujian akhir tadi padahal tidak.

“astaga Chanyeol, ini gila!”

Chanyeol terus terusan merutuki dirinya sendiri saat Luhan berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Chanyeol dan teman satu Clubnya yang tengah menatap ngeri ke arah Luhan. Ayolah! Lihat lah tatapan yang seakan bisa mencabut nyawa Chanyeol saat ini juga!

“ah Luhan-ah! Kau mau ikut bermain dengan kami?” tawar Chanyeol ringan seakan akan tidak ada yang terjadi, padahal jauh di dalam hatinya Chanyeol berdebar takut menatap ekspresi dingin Luhan yang menatapnya sengit.

“sejak kapan?” tanya Luhan dingin

“m-wo mwonde?” ayolah Chanyeol tak bodoh tetu saja Luhan menanyakan sejak kapan ia dekat dengan taeyeon? Astaga, Chanyeol berharap jika tubuh tingginya itu bisa menyusut kecil dan menghilang dari hadapan Luhan.

Luhan mendengus kesal, jujur saja. Ia sangat kaget saat dengan lantangnya dan bersemangatnya Chanyeol berlari menghampiri taeyeon disudut lapangan sana dan sangat jelas dimata Luhan, taeyeon yang sama sekali tak berusaha menjauhi Chanyeol dan berbicara dengannya, sementara Luhan? Untuk melihat yeojja itu 2 minggu belakangan ini saja sangat susah, bahkan Luhan sudah menunggu dan menanyai pada yeojja di depan toilet apakah ada bilik toilet di dalam sana yang berisi, dan selalu berakhir dengan gelengan dari yeojja yang ia tanya dan juga tatapan canggungnya karna Luhan bertanya seolah olah ia ingin masuk ke dalam sana. Dan apa? Chanyeol bahkan dengan mudahnya berhasil berbicara dengannya? Apa ini tidak keterlaluan? Luhan tau ia salah karna malam itu sudah bertidak mungkin saja kurang ajar menurut taeyeon, tapi kenapa…

“sudahlah, aku mau pulang! Teruskan saja permainan kalian!”

Dengan cueknya, Luhan melangkah meninggalkan Chanyeol dan beberapa teman se Club Chanyeol yang tengah menatapnya dengan tatapan seolah olah Luhan baru saja berhasil membunuh satu orang. Dan Luhan berusaha sepenuh hatinya untuk tidak berfikiran negatif terhadapan Chanyeol, dan Luhan tau, pasti chanyeol ada perlu yang sangat penting dengan taeyeon tadi. Hingga sepanjang perjalanan menuju rumahnya di lalui Luhan dengan berfikir kritis. Yah 20 menit berlalu dengan Luhan yang sudah tertelungkup dengan lelahnya di atas kasur empuk di kamarnya. Rumahnya sangat sepi, dan mungkin saja oemmanya tengah pergi bekerja dan bibi tengah melaukan pekerjaan di belakang sana, memasak, mencuci atau apapun Luhan tak mau peduli untuk saat ini.

Pikirannya berkelana, memikirkan kembali kejadian malam itu, malam yang sangat berarti bagi Luhan, karna ia bisa merasakan manisnya kehidupan dan malam yang membuat tembok pembatasnya dengan taeyeon semakin tinggi seakan tak akan pernah hancur lagi. Ah apa sefatal itu kesalahannya? Ia hanya ingin taeyeon tau bahwa ia mencintainya. Terdengar sangat melow dan terkesan berlebihan bukan? Yah Luhan menyadari bahwa hatinya telah jatuh kepada yeojja yang 2 minggu ini Luhan ketahui menjauihinya. Luhan tau itu.

*flashback*

“aniya, igeo! Khamsamida Luh….”

Belum sempat taeyeon melanjutkan kalimatnya, Luhan segera menarik jaket itu, tidak tidak. Tidak hanya jaket putih punya nya saja yang ia tarik. Taeyeon yang memegang jaket itu juga ikut ia tarik, merapatkan jarak antara mereka. Luhan bahkan bisa melihat raut wajah kaget tergambar di wajah taeyeon saat wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Bahkan taeyeon bisa mencium bau mint yang keluar dari mulut Luhan.

“apa yang ka….”

Lagi, taeyeon terbelalak kaget saat dengan cepatnya luhan meraih tengkuk taeyeon dan mendaratkan bibirnya tepat di depan bibir taeyeon. Taeyeon bahkan melihat dengan mata kepalanya sendiri saat mata Luhan perlahan memejam. Menyisakan taeyeon yang masih terkejut dengan situasi yang ada. Luhan menciumnya?

Jantung taeyeon berdegup cepat sangat cepat. Bahkan ia bisa merasakan kupu kupu yang melayang mengelilingi isi perutnya saat ini. Tak jauh berbeda dari taeyeon, Luhan bahkan merasakan hal sama.

Jeda beberapa detik, sebelum akhirnya Luhan mulai menggerakkan bibirnya. Mulai membuka bibirnya dan megecap dengan sangat pelan bibir taeyeon, sarat akan perasaan pada bibir atas dan bawah taeyeon bergantian. Hingga akhirnya taeyeon menyerah dan mulai dengan perlahan menutup matannya.

Tak ada balasan dari taeyeon, tak ada penolakan juga dari taeyeon. Apa ini berarti Luhan boleh menciumnya? Tanpa memikirkan hal yang akan membuatnya lebih kecewa laginya, Luhan memilih melanjutkan ciumananya. Tangannya memegang erat tengkuk taeyeon dan tangan yang ia gunakan untuk menarik jaket taeyeon tadi ia sampirkan pada pinggang yeojja itu, pinggang yang terasa sangat kurus itu, mendekap erat pinggang kurus itu, berharap yang punya tidak akan menarik nya menjauh dan melepaskan dekapan Luhan. Bibirnya masih tetap pada tugas awalnya, membelai lembut bibir tipis pucat yang entah kenapa terasa manis dan dingin membuat sensi yang entah kenapa terasa akan menjadi candu bagi Luhan. Bolehkah?

Oh tenang saja, Luhan masih melakukan ciuman dengan taraf kewajaran dan tak merusak kepolosan anak sekolah menengah atas, karna ia hanya melumat dengan pelan kedua bibir itu dengan lembut dan bergantian, yah tanpa balasan dari taeyeon.

Hingga akhirnya Luhan sadar, ia dan taeyeon tak bisa melanjutkannya. Mereka memerlukan udara untuk kembali mengisi paru parunya, dan Luhan tak ingin egois. Perlahan, ia mulai melepas ciumannya dan sedikit menjaga jarak dengan wajah taeyeon, hanya beberapa senti karna saat ini pun, terpaan nafas yang keluar dari mulut masing masing masih menyapa wajah mereka.

Dengan perlahan, Luhan memindahkan tangannya menuju pipi taeyeon, membelai lembut pipi itu dan perlahan membuka matanya. Hal pertama yang di tangkap retinya adalah, taeyeon yang masih memejamkan matanya dan mengatur nafasnya yang terlihat putus putus itu. Pipinya yang pucat berubah warna sedikit merah merona membuat Luhan tersenyum singkat.

“izinkah aku menghentikan waktu saat ini juga”

Baru saja Luhan menyuarakan isi hatinya di dalam hati, Taeyeon langsung membuka matanya dan melepaskan tangan Luhan dari pipi dan pinggangnya, menatap Luhan dengan tatapan kosong. Melempar jaket putih yang masih ia genggam dan mengangkat anjingnya, berlari meninggalkan Luhan yang masih saja diam dan beku di tempat.

“Astaga Xi Luhan, apa yang baru saja kau lakukan? Taeyeon akan semakin membencimu!!! Pabboya!!!!”

*flashback off*

Apa ini terlalu cepat? Luhan bahkan sempat berfikir ulang tentang perasaannya pada taeyeon. Ia juga tak tau kenapa, tapi hatinya benar benar sakit saat taeyeon menolaknya. Yah bukankah itu berarti penolakan? Apa taeyeon tak memiliki perasaan yang sama kepadanya? Ah Bodoh! Bagaimana bisa taeyeon menyukai pria bodoh sepertinya! Dan hal yang paling di takuti Luhan akan segera terjadi, masa sekolahnya sudah berakhir. Dan hari terakhir ia akan bertemu taeyeon tentu saja saat hari kelulusannya. Dan bodohnya Luhan, ia bahkan menanyakan pada guru konseling kemana taeyeon akan melanjutkan sekolahnya dan berakhir dengan kalimat “aku tak bisa membocorkan informasi pribadi siswa Xi Luhan”

Pikiran Luhan kembali berkelana, mengunjungi waktu dimana Chanyeol menyapa dan berbicara dengan taeyeon tadi. “apa yang dilakukan chanyeol?”

***

Taeyeon terus menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan ekspresi yang sangat sulit di tebak, antara malas dan ingin bercampur aduk tepat di raut wajahnya yang sudah ia poles dengan bedak tipis dan sedikit paduan lipbalm-nya. Sungguh, taeyeon sangat jarang memperhatikan tampilannya selama ini, jika ingin keluar ia akan keluar begitu saja tanpa memperhatikan makeup baju atauapapun yang melekat pada dirinya. Tapi entah kenapa pagi ini ia ingin sedikit tampil lebih baik untuk perpisahannya. Yah perpisahan taeyeon dengan kota Seoul. Ah bukan bukan, bukan dengan kotanya, melainkan dengan satu orang yang sudah lama tinggal di kota ini.

Taeyeon mendengus kesal tatkala mendapatkan sebuah pesan dari ponselnya, dari nomor yang sama sekali tak tersimpan di dalam kontak ponselnya. Tanpa perlu menebak lagi, tentu saja taeyeon sudah tau siapa yang mengiriminya pesan, yah seseorang yang berhasil mengancamnya dan membuat taeyeon berdiri di depan cermin di kamarnya ini, cermin yang bahkan jarang ia lihat sekedar menata tampilannya.

aku akan sampai di depan rumah mu 10 menit lagi taeyeon-ssi

-Park Chanyeol-

Jangan kaget, ia yang mengiirmi taeyeon pesan adalah park Chanyeol. Park chanyeol yang tingginya melebihi tinggi taeyeon, ia dan taeyeon ibaratkan jempol dan telunjuk di jarinya, sangat jauh berbeda. Jika kalian berfikir taeyeon akan kencan dengan Chanyeol di hari terakhirnya kalian benar, karna pada faktanya taeyeon memang pergi berkencan dengan Chanyeol.

Dan kenapa dengan bodohnya taeyeon mau mengikuti ancaman konyol chanyeol? Ah berawal dari seminggu yang lalu, di hari selasa. Taeyeon yang hendak bersembunyi dari Luhan tidak bisa masuk ke perpustakaan tempatnya bersembunyi karna ada rapat penting di dalam sana, entah apa. taeyeon tak peduli. Membuat taeyeon harus mencari tempat bersembunyi lainnya dan satu satunya tempat kosong yang berhasil taeyeon temui adalah ruang musik. Ah terdengar seperti cerita di drama romance murahan bukan? Ah benar karna pada akhirnya taeyeon masuk ke ruangan kendap suara itu, memainkan music di ponselnya dan ikut mengikuti suara di ponselnya itu dengan suaranya. Dengan kata lain, taeyeon bernyanyi.

Usai menyanyikan lagu taeyeon menangkap suara tepuk tangan yang bersembunyi tepat di sebelah lemari. Taeyeon langsung membeku seketika saat ketahuan tengah bernyanyi, oh ayolah. Taeyeon bukan tipikal yeojja yang suka memamerkan suaranya, ia tau suara bagus, karna Lay sering bilang bahwa suaranya bagus dan selalu berhasil membuat bulu remangnya berdiri tapi hanya lay lah satu satunya orang yang pernah mendengar taeyeon bernyanyi.

Dan dengan senyum bodohnya, pria tiang listrik itu keluar dari balik sana membuat taeyeon tertegun. Ia yang terlalu bodoh tak menyadari keberadaan pria itu atau memang pria itu bisa bersembunyi dengan aman di balik lemari padahal tubuhnya yang tak bisa dibilang kecil itu.

“woah suaramu sangat bagus, aku merekamnya dan akan kuperlihatkan pada Luhan! Kurasa lagu yang baru saja kau nyanyikan untuk Xi Luhan, hmmmm kalau aku tidak salah itu lagu lama judulnya diffrent? Matcho? Wah refnya benar benar membuatku merinding, suaramu sangat bagus dan hei… liriknya sungguh menyentuh” Chanyeol mengangkat ponselnya dan memperlihatkan sekilas video yang berhasil ia rekam. Taeyeon yang tengah terduduk di lantai memegang ponselnya dan bernyanyi

Chanyeol hendak meninggalkan taeyeon sebelum taeyeon akhirnya angkat suara “andwe!”

“waeyeo? Kurasa Luhan akan suka”

“apa mau mu?” tanya taeyeon dingin, ia hafal dengan gerak gerik Chanyeol karna sikap Chanyeol yang tak jauh berbeda dengan Lay, yang akan mengancamnya secara tak jelas agar keinginannya terkabul.

“kau sangat pintar ternyata, ikutlah dengan ku, yah kau tau, kencan!”

“kalau aku tidak mau?”

Chanyeol tersenyum menang “tentu saja videomu ini akan sampai di web sekolah dan kau tau, semua orang pasti akan memperhatikanmu, tidak hanya Luhan, satu sekolahan, otte? Call?”

Taeyeon menghela nafas pasrah. Bukannya ia tak mau, hanya saja itu akan semakin mempersulit keadannya dengan Luhan, ini tak semudah kelihatannya. Kalian yang tak tau tentu saja akan dengan senang hati mendesak taeyeon dan bilang kalau taeyeon gadis bodoh yang sangat melow, tapi ayolah! Taeyeon hanya tak ingin terlalu dekat dengan Luhan dan membuat pria itu semakin memencinya kelak, taeyeon mohon jangan biarkan ia menyebutkan alasan nya lagi.

“kenapa kau menjauhinya? Kau tau, dia orang yang jarang bergaul, hanya dengan ku dan teman satu Club saja ditambah soojung, hanya kami yang berteman dengannya. Mungkin ini terdengar berlebihan menurutmu tapi Luhan, dia tak pernah tertarik dengan yeojja sejauh ini, atau mengajak siapapun berteman dengannya! Dan aku sangat terkejut saat tau bahwa Luhan sampai badmood berhari-hari karna kau tak mau berteman dengannya dulu dan berubah 180 derajat saat kau mau menerimanya jadi temannya, percayalah padaku, ia hanyalah pria yang sangat menyebalkan yang bodoh yang kurasa baru menyadari bahwa ia suka padamu tidak sebagai teman saat ia bertemu dengan mu, ayolah taeyeon kau pasti tau maksudku, pria dan wanita. Ia mencintaimu, ah sibodoh itu sangat sulit mengatakannya, dan aku tak tau apa yang terjadi pada kalian tapi Luhan kembali berubah menjadi pria yang jauh lebih menyebalkan saat kau menjauhinya, apa salahnya?”

Taeyeon tertegun, kepalanya tertunduk dalam menatap lantai kayu yang mengkilat.

“aku tau kau tak akan memberitahuku alasannya, tapi aku mohon, coba kau singkirkan sedikit egomu itu. Ahh jangan lupa datang untuk kencan, Atau videomu ini akan masuk ke web sekolah? Otte otte?”

Taeyeon meringis kecil saat otaknya kembali berputar layaknya kaset rusak akhir akhir ini. Otaknya sering memutar kejadian yang sudah terjadi dan yah, itu membuat taeyeon semakin sering melamun saat otaknya tengah memutar ulang kejadian. Taeyeon mendelikkan kasar matanya, menatap dirinya dengan kesal “bodoh, kau fikir aku tidak tau huh? Park Chanyeol-ssi”

Gumam taeyeon kesal dan berlalu meninggalkan kamarnya dengan nuansa warna yang jauh dari kata feminim dan menuruni tangga ke lantai dasar. Matanya menatap sekilas pria yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya itu tengah menatap taeyeon bingung.

Kibum tersentak kaget saat taeyeon baru saja turun dari lantai 2 rumahnya dengan pakaian rapi. Yah walaupun bukan memakai pakaian yang bisa dibilang ‘waw’ karna hanya menggunakan sweter biasa dan baju kaus yang bersembunyi dibaliknya tapi tetap saja Kibum tak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat kakinya baru saja melangkah mamasuki rumahnya, ia baru saja akan berangkat ke kantornya.

“eoh taeyeonie? Neo eodiga?”

Taeyeon hanya tersenyum singkat, menghampiri pria yang mulai berusia 30 tahun itu. Menatap lekat wajah lelah pria itu dan tersenyum manis di detik berikutnya. “aku akan pergi keluar, sebentar”

“eodiga? Perlu oppa antar?” kibum menatap singkat jam tangan yang berada tangan kirinya yang menunjukkan angka 8 dan kembali menatap cemas taeyeon, tidak. “kau tak akan melarikan diri dari oppa karna besok kita akan pulang ke china bukan?”

Pulang? Taeyeon terus mengulangi kata itu dalam hatinya, pulang? “arraseo, hanya sebentar tak akan lama”

“pergi kemana? Mau oppa antar? Kaj..”

“andwe! Oppa pergilah ke kantor , jam 9 tepat aku sudah berada di rumah”

Hari minggu dan pria itu akan pergi ke kantor? Seberapa sibuk seorang Kim Kibum?

***

Disinalah taeyeon saat ini. Duduk diam di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat dimana Chanyeol dan yeojja bernama Soojung itu tengah terduduk diam di depannya. Ice americano yang ia anggurkan dari tadi pun sama sekali tak membuatnya berminat hanya sekedar menyeruput dan melegakan tenggorokannya saat ini. Bagaimana bisa taeyeon mengikuti kata Chanyeol? Dan sekarang kalimat itu terus bermain di dalam otaknya saat melihat Chanyeol yang sibuk tertawa dan berbicara dengan Soojung dengan hangatnya, seolah olah taeyeon disini hanyalah manekin cafe ini.

“unnie, katakan sesuatu eoh” soojung menatap taeyeon seolah sadar bahwa yeojja itu tengah bosan setengah mati dengan mata yang fokus menatap jendela kaca yang tepat berada di sebelahnya, menatap jalanan dimana orang berlalu lalang melewati cafe ini.

“dia memang pendiam soojung-ah, jangan ganggu dia”

Taeyeon mendelikkan bola matanya kesal menatap Chanyeol, membuat pria itu bergindik ngeri “yah kau cemburu dengan soojung? Jangan kira bahwa kau benar-benar berfikir bahwa kita akan kencan berdua taeyeon-ssi”

“aku tau akan berakhir seperti ini”

“kau tau?” Chanyeol membelalakan matanya kaget, ah pria bodoh yang ia paksa satunya lagi bahkan tak tau sama sekali dengan renacana busuknya. Doubel date. Gila bukan? Chanyeol tau itu terkesan norak, tapi chanyeol hanya ingin mengajak teman terdekat nya untuk menghabiskan hari ini dengan bersenang senang, dan salah satu teman terdekatnya itu sedang tak mood untuk bisa dikatakan dalam mood yang baik untuk bersenang senang dengannya. Maka dari itu, Chanyeol berfikir untuk mengajak sumber mood temannya itu ke acara mereka dan yah, bodohnya park chanyeol, Taeyeon datang dengan mudahnya tak seperti perkiraannya yang akan mendapat penolakan dari taeyeon hanya karna ia mengancam dengan video itu, dan well… sekarang temannya itu yang semula Chanyeol kira akan sangat mudah memaksanya untuk ikut pun berbanding terbalik dengan perkiraannya. Karna sudah hampir satu jam pria itu belum juga menunjukkan dirinya di cafe ini.

“kau tau?” chanyeol kembali bertanya saat tak mendapatkan jawaban dari taeyeon. Taeyeon tau bahwa mereka akan melakukan double date? Dengan pria itu? Dan kenapa taeyeon tak menolaknya? Bahkan ini jauh berbeda dengan permintaan awal Chanyeol yang hanya bilang kata kencan “kenapa kau tak keberatan dengan ide konyolku?”

Yah taeyeon tau, tentu. Taeyeon tak sebodoh itu. Tidak mungkin Chanyeol mengajaknya kencan. Ini hanya alasan Chanyeol agar taeyeon mau menemui temannya itu. Taeyeonlah yang seharusnya beruntung disini, yeojja itu bisa menghabiskan hari terakhirnya di seoul dengan Luhan tanpa perlu mengajak namja itu karna Chanyeol sudah merencanakannya. Taeyeon hanya perlu mengikuti arus chanyeol maka hari ini akan berjalan sesuai dengan kemauan Chanyeol. Kenapa taeyeon tak menolak jika sejak awal ia tau? Ayolah, taeyeon hanya ingin mengganti seminggu terakhir hari penyesalahan di sekolah karna sudah menjauhi Luhan, bukankah harusnya ia menikmati harinya dengan Luhan sebelum akhirnya semuanya akan berakhir? Taeyeon akan per…

“Yah taeyeon-ssi, kau melamun lagi eoh!” sapa Chanyeol dan lagi lagi membuat otak taeyeon yang hobi berkelana itu kembali ke raganya.

“neo gwenchana? Kau terlihat seperti…” soojung berbisik ke telinga Chanyeol “dia terlihat aneh oppa”

“kau tau semuanya? Lalu kenapa kau memilih untuk datang? Aku tau kau menghindari Lu…”

Kring Kring

Pintu cafe terbuka dan masuklah seseorang dengan wajah kusutnya, rambut yang berantakan dan jaket hitam yang ia gunakan tidak tepasang dengan semestinya dan memperlihatkan kaus putih polos di dalam sana, celana jins da sepatu kets putih ditambah dengan topi hitam melengkapi tampilan namja itu.

“aku akan membunuhmu saat ini juga Park Chanyeol!” Luhan yang baru saja memasuki cafe langsung berjalan gontai menghampiri Chanyeol dan soojung yang tengah terduduk manis menatap Luhan seolah olah ia sama sekali tak melakukan hal yang salah. Ini gila! Chanyeol memaksa oemmanya untuk membangunkan di pagi hari di hari minggu dimana hari ini merupakan hari tdur bagi Xi Luhan, dan hell… Luhan masih malas untuk bertemu Chanyeol sejak hari terakhir itu.

“kau memaksa oemmaku membangunkanku!!! Oemma bahkan hampir menyiramiku!” Luhan langsung saja berteriak kesal di depan Chanyeol tanpa peduli tatapan memperingatkan dari soojung yang menatap seorang yeojja yang dari tadi diam kaku di depan mereka. Luhan berdiri tepat di sebelah dimana taeyeon tengah duduk, dan Luhan sama sekali tak menyadarinya. Benar benar bodoh! Umpat chanyeol dalam hati.

“duduklah dulu”

“mwo? Sudah kubilang aku tak berminat dengan kencan buta, kenapa kau tak ajak guru song? Dia pria tua lapuk yang sudah terlalu lama melanajang, jangan kau! atau kau saja yang kencan dengan soojung dan yeoj…”

Ingin rasanya Luhan kembali kerumahnya, menatap dirinya apa ia sudah sepenuhnya bangun dari tidurnya atau belum, dan kembali menata tampilannya yang seperti seorang yang tengah melayat dengan pakain hitam saat matanya menangkap manik mata taeyeon. Yeoja yang berhasil memporak porandakan semua sumpah serapah yang akan ia tujukan untuk Chanyeol. Dengan pelan Luhan mengambil tempat duduk tepat disebelah taeyeon tanpa sekalipun mengalihkan tatapannya dari taeyeon.

“taeyeon-ah” gumamnya lirih, entahlah. Luhan sedikit bingung dengan perasaannya sekarang. Taeyeon? Yeojja yang menatapnya dengan tatapan datarnya ini taeyeon bukan? Haruskah Luhan berbahagia karna akhirnya ia bisa bertatap muka dengan taeyeon? Namun sialnya di detik berikutnya Luhan meringis saat tatapan datar yang sedikit dingin itu masih mengarah padanya.

“kajja! Karna kau sudah datang, maka sudah saatnya kita menikmati kencan kita!!!” chanyeol yang sadar ada aura yang kurang mengenakkan didepannya, membuat Chanyeol mau tak mau harus segera menghangatkan kembali sebelum semua kembali seperti semula, dingin dan tak tersentuh untuk selamanya lagi.

***

Luhan terus saja menggumamkan kalimat makiannya yang ia tujukan untuk Chanyeol saat ini. Percayalah Luhan berjanji akan mentraktir Chanyeol makan selama satu minggu penuh dan membelikan minyak bensi mimo –mobil kesayangan chanyeol itu-, namun semua kandas saat dengan tampang polosnya Chanyeol berucap “kita akan kencan di bioskop” membuat Luhan langsung saja menarik semua janjinya. Tak masalah jika itu tempat yang ramai, Luhan bisa saja mengendap ngendap masuk ke dalam setelah movie diputar dan keluar sebelum kerumunan orang keluar untuk menghindari traumanya, yah trauma Luhan tak separah seperti di drama melow yang akan membuatnya langsung pingsan di tempat atau apa, hanya saja ia terlalu malas berkeringat untuk saat ini. Ia hanya akan berkeringan dingin dan dalam waktu 30 menit Luhan masih bisa menahan traumanya itu, namun lebih dari itu, baru Luhan akan kehilangan konsentrasinya dan yah pusing lalu pingsan. Itu pernah terjadi beberapa kali, hanya pusing tidak sampai pingsan. Jika ia pingsan Luhan tak akan berani memperlihatkan wajahnya di hadapan orang banyak sangat memalukan!

Masalahnya disini bukan masuk ke dalam bioskop atau apa, Luhan dan taeyeon sudah terduduk dengan kaku di bangku bioskop menunggu movie yang akan diputarkan. Sementara Chanyeol dan Soojung berada di tempat lain dengan movie yang berbeda. Yah masalahnya movie yang akan diputar benar benar membuat Luhan ingin membunuh Park Chanyeol! Chanyeol tau bahwa Luhan errr… sedikit takut dengan sesuatu yang berbau horror dan dengan polosnya pria itu membeli 2 buah tiket horor dan 2 buah tiket untuk movie romance. Dan hell, pria itu bertanya kepada taeyeon dengan polosnya “taeyeon-ssi kau memilih movie apa?” dan taeyeon yang Luhan ketahui memiliki selera yang berbeda dengan yeoja lainnya di luar sana itu pun menjawab dengan singkat “horror” membuat Luhan merasa akan mati di detik itu juga.

Tak mungkin jika ia membiarkan Chanyeol nonton dengan taeyeon berdua, dan mau tidak mau, Luhan sudah terduduk di dalam dengan taeyeon yang memegang seember popcorn beserta cola disebelahnya. Dalam hitungan menit, Luhan akan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan taeyeon karna ia takut menonton film horror.

“luhan-ah, neo gwenchana?”

Luhan mendelikkan matanya kaget dan menatap taeyeon dalam diam. Luhan-ah? Apa baru saja taeyeon memanggilnya Luhan-ah? Panggilan itu kembali? Apa taeyeon yang ia kenal sudah kembali? Mendadak semua ketakutan Luhan akan movie yang akan diputar melebur seketika, matanya masih saja terfokus dengan yeoja yang baru saja mengucir rambutnya ini. Cantik. Sungguh sangat cantik. Membuat sesuatu yang bersembunyi di dadanya berdebar berkali kali lipat dan tak mau diam seolah olah di dalam sana tengah di adakan pesta besar.

Baiklah, taeyeon rasa Luhan benar benar dalam keadaan yang tidak baik. Taeyeon bertanya dengan pelan dan pria itu tidak menjawabnya dan menatapnya seolah olah taeyeon baru saja membelikan ia rumah mewah yang tiada tandingannya di dunia ini.

“ulangi sekali… lagi… jebal” tutur Luhan pelan, sangat pelan bahkan nyari seperti sebuah bisikan

“mwo?”

“panggil namaku sekali lagi! Jebal!”

Pabbo Kim Taeyeon. Kau baru saja kembali memberi harapan palsu kepada Xi Luhan! Tidak tidak, ia tak boleh seperti ini kepada Luhan. Tapi bagaimana pun taeyeon juga ingin hari ini berakhir bahagia, hanya untuk hari ini. Biarkan ia memberi harapan kepada Xi Luhan sebelum ia pergi dari sini, sebelum Luhan mengetahui semuanya, biarkan taeyeon untuk kembali egois

“luhan-ah!” ulang taeyeon

Mata Luhan semakin berbinar, dan dengan cepat ia mendekatkan dirinya ke depan taeyeon “dashi!”

“luhan-ah”

“dashi, taeyeon-ah!”

“YAH XI LUHAN!”

“mwoya? Kau baru saja berbicara dengan lembut padaku!” sungut Luhan, ia memanyunkan bibirnya singkat dan menatap taeyeon lekat. Yah matanya tak lepas dari taeyeon semenjak yeojja itu kembali memanggil namanya. Ia merindukan suara itu, panggilan itu, tatapan itu dan semuanya! Ia merindukan Kim Taeyeon-nya. Oh astaga, bolehkan Luhan menyebutnya begitu?

Taeyeon hanya menghela nafas singkat, mencoba memahami tingkat Luhan “neo gwenchana? Traumamu…”

PARK CHANYEOL, AKU MENCINTAIMU!!! Luhan terus bergumam di dalam hatinya. Astaga ia sempat berburuk sangka dengan Chanyeol, dan apa yang Chanyeol perbuat? Ia berhasil membuat taeyeon yang ia kenal kembali, tanpa tatapan dingin itu? “trauma? Gwencahana. Ada kau di sampingku maka aku akan baik baik saja” Luhan menggenggam tangan kanan taeyeon lembut, menautkan jarinya dengan mata yang masih saja betah menatap ke dalam mata taeyeon.

Tangan Luhan yang sedikit basahpun membuat Taeyeon menatap Luhan dalam. Dan kata kata Luhan yang berkata tangannya akan basah jika traumanya kambuh membuat wajah panik tak terelakkan dari wajah taeyeon. “tanganmu basah! Kajja kita keluar saja!”

“andwe!”

“wae?”

“bukankah kau ingin menonton movie? Duduklah, traumaku tidak apa-apa, hanya sedikit takut!” dengan movienya… sambung Luhan dalam hati.

“maafkan aku… jika kau marah karna waktu itu aku mencium m…”

“Luhan-ah, bisakah aku… menikmati kencan ini?” kencan pertama dan terakhir kita sabung taeyeon dalam hatinya. Keputusan taeyeon sudah bulat, izinkan ia mendapatkan kenangan manis terakhir yang akan ia ingat selamanya dari Luhan, biarkan untuk hari ini saja Taeyeon melupakan fakta menyedihkan itu. Taeyeon terus saja berdoa dalam hatinya, memohon agar dirinya di ampuni atas keserakahannya hari ini.

Dengan cepat, lampu di dalam bioskop semua padam, menyisakan layar besar dengan warna abu-abu. Baiklah… ini saatnya movie diputar, dan ini saatnya Luhan kembali mengutuk Chanyeol “akan kubunuh kau karna memilih movie menggerikan ini park Chanyeol!!”

Luhan mengehela nafas beratnya, tanpa ia sadari tangannya menggegam erat tangan taeyeon, entahlah sangat erat. Membuat taeyeon menatap kearah Luhan dengan penerangan seadaranya.

“kau takut film horor?” bisik taeyeon pelan

“ahh ini benar-benar menjatuhkan harga diriku sebagai sanggnamja! Aish jinjja! Keundae, majja! Aku takut menonton film ho…” baru saja movie diputar dengan musik yang membuat jantung Luhan semakin bertalu talu gemetar mengehentikan percakapannya dengan taeyeon. Matanya menatap nanar layar lebar di depan sana film horror terbaru yang akan diputar dengan judul yang langsung membuat bulu remangnya berdiri. The Conjuring 2.

***

“taeyeon unnie, bagaimana movienya?”

Taeyeon dan Luhan yang baru saja keluar dari dalam pun langsung disambut dengan senyum lebar di wajah Soojung dan Chanyeol. Yah mungkin saja wajah mereka seceria itu karna mereka baru saja selesai dengan movie romantisnya, berbeda dengan taeyeon dan lihat, Luhan terlihat sangat pucat dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan taeyeon seolah olah taeyeon tengah membawa seorang anak kecil yang takut kehilangan oemmanya.

“bagus” jawabnya singkat dan menatap Luhan yang masih saja betah mendiamkan dirinya “tidak untuk nya” taeyeon menelikkan matanya menatap Luhan. Masih jelas terekam dalam ingatan taeyeon bagaimana Luhan bergetar dengan menutup matanya, bersembunyi di belakang kepala dan bersandar di bahunya. Membuat taeyeon tak tega dan hanya membiarkan namja itu berbuat semaunya untuk meredakan rasa takutnya, termasuk membiarkan Luhan menggenggam tangannya selama movie di putar.

Chanyeol yang tau apa maksud taeyeon pun tertawa terbahak bahak “kau masih takut film horror? Astaga!!! Maafkan aku! Harusnya aku memilih movie romace ke empat tiketnya”

“aku benar benar takut dengan biarawati itu! Astaga jantungku! sudahlah, taeyeon tak suka dengan movie romance” jawab Luhan pasrah “lihat saja kau park chanyeol, kau membuat image-ku rusak di depan taeyeon!” lagi luhan kembali menyumpahi Chanyeol, entah sudah yang keberapa kalinya dalam hati ini! Chanyeol merusak semua angan-angan Luhan tentang drama romantis yang dilakukan kebanyakan pasangan di bioskop. Bukan seperti yang baru saja ia alami!

“waeyeo? Bukankah semua yeojja suka dengan movie dengan gendre romance? Aku suka, bahkan novel dengan gendre itu di sukai semua yeojja, apa unnie seorang pria?” tanya soojung dengan tampang polosnya membuat Chanyeol memukul singkat kepalanya

“yah bukan seperti itu! Selera orang berbeda beda soojung-ah” lerai Luhan “selanjutnya kita akan kemana?”

“kita? Kurasa bukan kita karna aku dan soojung akan mengahabiskan waktu kami berjalan jalan di mall, kau tak suka mall bukan? Selanjutnya carilah tempat yang akan kau suka!” usai berbicara, Chanyeol menarik tangan Soojung dan membawa yeojja itu menjauh tanpa mendengarkan sumpah serapa dari Luhan yang menelantarnya dengan taeyeon di tengah parkiran bioskop yang sepi.

“ehkmm emm taeyeon-ah, kita akan kemana?”

“kau mau kemana?” Taeyeon dengan polosnya malah balik bertanya dengan Luhan, astaga jika terus seperti ini semuanya akan sama saja dan mereka akan menghabiskan waktu memutar kata di parkiran ini hingga sore.

“maafkan aku, karna traumaku yang sedikit menyusahkan ini kita tak bisa pergi ke lotte world atau taman yang ramai lainnya! Ah aku benar benar ingin melakukan kencan manis dan romantis seperti di drama drama itu” yah penyesalan kembali menghantui Luhan, harusnya ia mengikuti terapi untuk menghilangkan traumanya sampai tuntas bukannya setengah setengah seperti ini. “keurigu, mian… aku tak bisa membawa mobil dan tak terlihat keren seperti pria pria di drama dan cerita fiksi kesukaan soojung itu, ahh aku punya mobil hanya saja aku belum sanggup mental dan juga imanku untuk membawanya, memberi nama mobil saja seperti Chanyeol menamai mobilnya aku tak mau! Apalagi mengendarainya”

Taeyeon hanya tersenyum dalam hati saat ia menatap Luhan yang masih sama dengan Luhan yang ia kenal, masih cerewet, penuh senyum dan well… taeyeon rasa ia akan sangat sulit untuk melupakan Luhan.

***

“aku akan melakukannya detik ini juga!”

Pria yang tengah terduduk di dalam sebuah mobil truk kecil itu meniupkan asap rokoknya dengan pelan. Matanya terus saja menatap kedua orang yeojja dan namja itu dengan mata menyipit berusaha mempertajam penglihatannya. Smirk menghiasi wajahnya tatkala seseorang yang ia tunggu ternyata salah satu di antara mereka, yah benar itu mereka!

Dengan kasar ia membuang putung rokoknya dan berniat mengakhiri panggilan dari ponselnya, sebelum sebuah panggilan kembali membuat ponselnya berdering.

“myungsoo-ssi, hentikan! Jangan bunuh taeyeon! Aku membatalkan perintahku!”

Myungsoo tersenyum sinis dan tertawa “sayang sekali Jeung Lie-ssi, kau sudah membayarku dan aku akan melaksanakan tugasku”

Myungsoo tau, pasti Jeung Lie, si penelpon yang merupakan paman Luhan baru saja mendapatkan pencerahan, dari kakak iparnya yang myungsso tau sangat baik hati itu. Dan jeung lie berusahan untuk membatalkan niatnya yang menyuruh myungsoo untuk membunuh taeyeon, yeojja yang dengan senyum tipis di wajahnya tengah memasuki sebuah bus dengan pria yang lagi lagi myungsoo ketahui merupakan anak dari Jeung Yie.

“tidak, jangan lakukan! Kau boleh mengambil uangku tapi jangan bunuh yeojja itu!”

“wae?”

“karna dia tak salah apapun dalam hal ini, kumohon jangan lakukan! Luhan tak akan memanggilku paman jika aku membunuh seseorang yang ia sukai”

“dia belum tau bahwa taeyeon terlibat dalam kecelakaan ayahnya? Ini benar benar menarik”

Bolehkah myungsoo tertawa? Dunia begitu lucu, bagaimana bisa pria itu berubah dalam waktu 3 hari. 3 hari yang lalu pria itu menelponnya dan memintanya untuk segera membunuh taeyeon dan hari ini pria itu membatalkannya?

Seketika, senyum yang baru beberapa detik ia lihat membuat sebuah ide baru muncul di dalam dirinya. Taeyeon tersenyum singkat pada seorang pria? Taeyeon yang ia tau belakangan ini jarang tersenyum itu tengah tersenyum hanya karna seorang pria? Mungkinkah itu Luhan?

“baiklah, aku tak akan membunuhnya” dengan cepat Myungsoo mematikan sambungan ponselnya dan menstarter mobilnya, ia harus segera mengejar bus itu untuk menyusul taeyeon dan pria yang ia yakini bernama Luhan itu. “aku akan menghancurnya anakku dengan cara lain, tidak dengan membunuhnya, tetapi menyiksa perasaannya. Seperti yang dilakukan oemmanya terhadapku! Bagaimana rasanya jika Luhan, mengetahui hal yang sebenarnya? Woah ini benar benar menarik!”

***To Be Continued***

Fiuhhhhh #usapusapmata. Ahh makin kacau nih ffT-T Lama yah kelanjutannya? Hah mian mian, udah berapa buah chap 10 dengan berbagai versi siap aku buat, entah kenapa kesannya terlalu cepat dan ulang lagi ampe 3 kali, dan jrenggg jadilah begini. Lay oppa lagi lagi ga jadi muncul disini!-_- seriusan di next chap Lay beneran ada! Ini serius! Eh gatau deh siapa tau berubah pikiran lagi-_- dan aku gamau buat previewnya lagi, siapa tau ga sama lagi ama next chapnya. Buat ending, aduh aku mohon jangan kecewa sama endingnya entar kek gimana-_-

Hellow yang udah komen ff ini, astaga aku sayang kalian semua:* percayalah bahwa aku beneran baca komen kalian, dari yang paling singkat 4 huruf doang ampe yang panjangnya, ihh aku inget loh nama nama kalian yang komen puanjang buanget itu, ah seriusan itu motivasi tersendiri habis baca komen komennya. Love you^^ #alaynyakumatlagi!

Waduh curcolnya kepanjangan. Next chap ditunggu yah, doain aja, eh btw makasih buat doa UAS-nya, thankyou soo much guys *BOW *KISSKISS *HUG

Advertisements

48 comments on “[FREELANCE] Moonlight (Chapter 10)

  1. wahhhhhhhhhh
    Daebakkkkkkk
    semakin menarikk ceritanyaaaaa
    Menyakiti perasaan itu adlh hal yg paling menyakitkann.
    okk thorrr, next chapter d tunggu..
    fighting

  2. Aaaiiiisstt!!!
    Ayah tiri taeyeon keterlaluan, anak sendiri ingin di hancurin!!! Omo luhan sangat lucu, dan taeyeon sangat pengertian terhadap luhan. Oke lay chapter berikutnya di keluarin ya thor, sesuai janji, beratti next taeyeon bakal berpisah dengat luhan??
    Wah di TUNGGU next chapternya, dan lebih panjang oke

  3. Taeyeon mau ke china,terus keluarga luhan mau bales dendam ke taeyeon,aduh ini ff bikin baper aja wkwk~ ditunggu chapter berikutnya thor fighting!

  4. aku menghargai gimana pun endingbya cuma ttp berharpa athor ga jahat kan buat misahin mereka,. hidup taeyeon udh kesiksa tolong jhn ditambah dengan misahin luhan sama taeyeon pleaseee,. aku ga rela bgt 😦 ,. udh free hore bisa update lebih cepet dong,. ditunggu bgt next chapternya

  5. jangan sedih ya yixing-ge walaupun dirimu belum muncul sebagai wujud karakter tapi kamu udah muncul divideo call nya taeyeon hehehe dan itu aja udah sukses buat luhan jealous kekeke 😆😆
    OMG moment yang sebelumnya terpotong karna adanya tbc skrg half part adegan itu kyaaa kisuu 💋💋
    #pletak #byuntaee … inget lagi puasaa 😷😷 ㅋㅋㅋ
    ikhh ending chap ini horor banget sehoror film yang mereka tonton… greget banget sama itu ajussi jahatnya diaa 😤😤😤
    huaaaa taeyeon sukses buat hati luhan berporakporanda dan author sukses buat imajinasi dan hatiku berporakporandan huhu #lebay!! why~ singing why whyyyyy😉
    see next chat kissu n hug back 😝😍😍😍

      • Ehhh iyaa looh persis, kok bisa gitu yah? Mungkin dianya males ngetik, jd yah gitu deh😂 maaf banget yah, semoga ga keulang lagi😞😞

      • ya ampun dibales beneran sama authornya 😍
        duh tadinya mau hapus komen ini soalnya takut menyinggung eh udah keburu di repley OMG . aku malah seneng plus takjub bisa ada yg sama kek telepaty or doppelganger gitu kan keren hehe ternyata komenan lebay saya ada peminatnya 😁😁

      • Gausah di hapus, gapapa kokk. Kalo ada yg aneh ato kurang srek komen aja😁 Behh telepaty haha😄 makasih buat komentarnya, seriusan deh ga lebay kok😂😂

  6. Ahhhh makin seru thorrr. Ayah nya Taeyeon kok jahat bgt sihh 😭😭😭. Aku gak tega liat Taeyeon eonni menderita. Aku tunggu next chapter ya thor. Fighting😘😘😘😘😘

  7. wuah kyaknya buat chap depan bakal sedih sedih lagi,,,
    gk sabar bnged buat baca lanjutannya,,,
    fightaeng!!

  8. Aisshhh pengen bgt bunuh myungsoo, dasar orangtua kurang aj*r, plisss musnahkan appanya taeyeon, jangan ada lg yg misahin Luhan sm Taeyeon, klo emang taeyeon mau ke china, luhannya jg harus ke china, plakkkk/?
    #disini siapa yg authornya, haha kok gw ngatur” :v
    next thor, sangat” ditunggu..
    Fighting!

  9. Kalo diliat chapter ini panjang, tapi pas dibaca kok cuma 5 menit ya :”) *lebay
    #efekkeasyikanbacaffini #gakerasa haha 😀 as always, selalu dapet feel nya disetiap
    chapternya. Author daebak lah pokoknya!!! Thorrr tetep semangat ya!! Aku bakalan nunggu
    Kelanjutan ff ini terus kok thor :’). Kalo emang lagi ga sempat buat ni ff gapapa thor,
    Yang penting jangan disudahi (?) ni ff :”( hahahaha maaf ya thorr aku alay bin lebay 😀
    Authorrr semangattt!!!

  10. anjirrr nggak ada seorang ayah yg ingin anak nya menderita kebalikan banget sama ff ini, kasian banget taenggo peluk sini pelukk

  11. Kenapa ayah kandung taeyeon jahat banget disini, tolong bui ayah taeyeon sebelum menyakiti taeyeon ataupun luhan, kesedihan taeyeon sudah melebihi batas, next chapter saya tunggu

  12. Akhirnya dilanjutkan.. stlh lma nunggu…. it ayahnya atau bkn kjam bner…. chap slnjutny jgn lma lma ya…. kan lgi liburan jga… ak sgt menanti ff ni… Klw ff ni udh end.. bikn ff baru lgi ya…

    oke… next

  13. Gaaakk rellaaaaaa.
    Masak taeng mau pergi sih,kan kasian luhan,huhuhu.
    Knpa bapaknya si taeyeon gitu amat yaa.
    Pliiss luhan,jgn marah sama taeyeon yaa.
    Next chp ditunggu

  14. Deng deng deng…
    Kenapa yg scene terakhir bikin deg deg an…
    Hwaaa…
    Mau diapain si tae ama luhan…
    Tega banget ni orang…
    Baru aja si tae ama luhan mau bersatu..
    Eh situ malah ngrusak..
    Isss dendam banget gue..

    Lanjut thor…
    Next soon..

    ~FIGHTING~

  15. ahhh eonni keren .itu ayah kandung bukan sih??
    kok jahat banget keanaknya sendiri.
    ahhh jangan pisahkan LUTAE ku.
    eonni next ditunggu .
    eonni kurang banyak tuh ment lutae yah 😀

  16. Semakin seruuuuuu
    Daebak
    Penasaran banget.
    Kenapa appa tae jahat bgt sih, kasian tae harus hidup sengsara bertahun2 😈😬
    Ya ampun chingu, happy end yaaaaa jeballlll hehe
    coba ad cinta segitiga ya, pasti seru bgt, kkasian luhan sih kalau ad cinta segitiga. Pokok e, semngat untuk karya2 nya.
    Fighting
    Next, update soon

  17. Aaah, makin seru thorr. Haiss appa taeyeon benar benar jahat. Masa dia tega mau menghancurkan kebahagiaan anaknya. Ayo thor laynya dimasukin, biar konfliknya makin gereget, hehe. LuTaenya jangan dipisahinn dong thor #maksa. Hehehe. Pokoknya semangat thor. Keep writing. Update soon ya thor

  18. Duh bapaknya taetae kejam bgt ni kyaknya, terhianati cinta bs ngebuat org berubah jd monster nih…

  19. Next thor lanjut…..
    Ya ampun makin oenasaran ama kelanjutannya….
    Ditunggu chap 1 nya ya thor……

    Fighting

  20. wahhh Daebakk , Luhan merana bgt yah pokony next chap ditunggu
    Keep writing and Fighting!!!!

  21. astagaa ntu babe taeyeon jahat nget yakk,minta ditabok..
    btw kangen sama moment manis lutae yang bikin envy tiap bacanya,skrg bawaannya nyesek tiap baca huhu

    next chap di tunggu eon,fighting and keep writing,cant wait for next chap,chap 11 yeyeye

  22. seneng bgt lutae mulai baekan d chapter ini, aku kangenn sweet moment nya mereka. Dan terima kasihh park chanyeoll!! hehe
    Aduhh ini si myungsoo mau ngapain, sama anak sendiri kok jahat hhuhu
    Semiga luhan ga membenci taeyeon, agak yakin jg sii klo sbnrnya taeyeon n ayah tirinya waktu itu bukan penyebab kematian ayah luhan..
    Ditunggu selalu chapter brktnya thor, semangatt!!

  23. Daebak thor
    Ceritanya makin bagus, tapi sayang Lay oppa yang ditunggu-tunggu belum muncul juga 😦
    Next chapter ditunggu thornim.. 🙂
    Fighting.. 😉

  24. Thor boleh ga sih aku yg aja yg bunuh papanya si taeyeon?!! Merusak alur kebahagiaan taeyeon sama luhan :((( kesel banget lihat si myungsoo.. Dan oh luhan dan taeyeon di sini bener” sweet, walau taeyeon rada gimana sama luhan, tpi yg penting luhan seneng/apa ini… Okey aku tunggu kelanjutannya aja deh… Semangat eonniee!!

  25. itu orang beneran appa kandung taeng gx si, ko kejam ama anaknya sendiri
    klo luhan bener2 sayang ama taeng, pasti nanti luhan gx akan menyalahkan taeng dong

  26. wah ceritanya bikin debaran aja…ayahnya taeyeon kejam amat…luhan pasti kecewa…next chap..fighting!!

  27. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s