[FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 3)

clip_image002

[Freelance] Kiss The Snow Chapter 3

Author: D.I

Rating: PG-15

Lenght: Chaptered Story

Genre: Romance

Main Cast:
Kim Taeyeon

Byun Baekhyun

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a Plagiator.

Chpt 1 | Chpt 2

*****

“Jadi kau seorang fotografer? ” Tanya Song Jihyo , mata Jihyo tidak terlepas dari Baekhyun semenjak ia melihatnya menginjakkan kaki di rooftop.

Sehun terkekeh puas melihat Song Jihyo yang biasanya selalu mengganggunya sekarang beralih –mencari korban baru – dari dirinya. Melihat hal itu Taeyeon mengangkat tangannya dan melakukan hi-five bersama Sehun yang kini terkekeh melihat Jihyo bersikap ganjen pada Baekhyun.

“ Aku mau jadi modelmu, gratis~” Jihyo menatap Baekhyun penuh harap. Sedangkan Baekhyun tertawa kaku menatap Taeyeon dan Sehun seakan meminta pertolongan.

“ Mungkin lain kali, Jihyo-ssi”

“ Panggil aku noona, Jihyo noona” Jihyo mengalungkan tangannya pada lengan Baekhyun.

“ I..Iya noona, haha” Baekhyun mencari-cari alasan hingga akhirnya ia melihat botol minuman di sebelah Taeyeon.

“ ah aku haus noona, permisi” Baekhyun melepaskan tangan jihyo sebelum ia membalasnya ucapannya. Baekhyun kini duduk di samping Taeyeon –di samping Taeyeon yang duduk di kursi roda lebih tepatnya – dan menghembuskan nafas lega. Melihat Baekhyun berpindah tempat duduk, jihyo kembali menegak sojunya.

“ Kau tidak tahu bagaimana ganasnya tante girang itu jika nanti tingkat mabuknya sudah tinggi hyung” bisik Sehun pada Baekhyun membuatnya bergidik menatap Jihyo.

Hari ini semua penghuni gedung apartemen berkumpul di gazebo yang berada di rooftop. Cuaca malam hari ini tidak sedingin hari-hari sebelumnya, maka dari itu semua penghuni sepakat malam ini merayakan pesta penyambutan Baekhyun sebagai penghuni baru.

Sebenarnya terhitung sudah seminggu lebih Baekhyun tinggal di sini, ia juga sudah mengenal semua penghuni meskipun hanya sekedar bertegur sapa, tapi Ki Bum penghuni kamar nomor 06 memaksa mengadakan pesta penyambutan, dan penghuni lain tidak keberatan dengan hal itu meskipun tidak semua penghuni Stanza ikut merayakannya .

Akhirnya malam ini beberapa orang penghuni apartemen ini berkumpul di rooftop Stanza, yang menurut Taeyeon alasan utama mereka berkumpul adalah untuk pesta soju bukan untuk menyambut kedatangan Baekhyun. Tapi selama mereka tidak melupakan k-bbq. Taeyeon tidak peduli, selama Taeyeon bisa makan daging gratis.

“ Sehun, AAAA” Taeyeon membuka mulutnya lebar memberi isyarat pada Sehun untuk menyuapinya. Kenyataan Taeyeon tidak bisa duduk bersila di gazebo membuatnya harus tetap berada di kursi roda, karena menurut orang-orang Taeyeon hanya akan menghabiskan tempat jika ia duduk dengan kaki terlentang.

Apa boleh buat, Taeyeon tidak akan bisa melawan kecerewetan Ki Bum.

“ Bibi Kim tolong racikkan Taeyeon noona” ujar Sehun santai sebelum Taeyeon memukul kepalanya.

“aku menyuruhmu bodoh”

“argh! Sama saja! Kau sudah minta tolong , tetap saja memukulku noona” Sehun mengusap kepalanya.

Suho yang juga berada di situ menghentikan bibi Kim dan dengan mulut yang masih mengunyah daging ia membungkuskan sebuah daging, kimchi dan bean paste pada sebuah selada untuk Taeyeon. Suho berdiri dengan kedua lututnya dan menjulurkan tangannya pada Taeyeon.

Melihat suho, mata Taeyeon melebar senang menatap makanan di tangan suho. Tanpa menunggu lagi Taeyeon memajukan tubuhnya dan memakannya dari suapan suho.

“ Thaacsnks Obpah” kata Taeyeon dengan mulut penuh.

“ Menjijikkan“ gumam Sehun yang akhirnya menghasilkan sebuah pukulan keras di punggungnya.

Baekhyun yang melihat itu hanya tertawa, setelah ia menyuapi dirinya sendiri dengan daging, Baekhyun mengusap punggung Sehun melihatnya kesakitan. Baekhyun tidak memungkiri ia menikmati ‘pesta’ kecil-kecilan ini, sepertinya ia tidak memilih tempat tinggal yang salah.

“ Aku dengar dari Sehun, satu minggu lagi gipsmu akan di lepas?” tanya suho kembali pada posisi duduknya semula.

“ Wah seminggu lagi?” Baekhyun menatap Taeyeon.

Taeyeon mengangguk-anggukkan kepalanya, Taeyeon menelan makanan yang ada di mulutnya sebelum ia menjawab suho.

“ Gipsnya di lepas, tapi aku tidak langsung bisa berjalan normal. Sebenarnya satu minggu yang lalu Gipsnya sudah bisa di lepas tapi masih bengkak, karena kalian tau aku ceroboh dokter menyarankan tetap menggunakan sampai bengkaknya sedikit mengempes dan siap di coba untuk berjalan”

“ Lama sekali” celetuk Sehun. Namun kali ini Taeyeon setuju dan mengangguk mendengarnya.

“aku sudah tidak tahan, bosan di kursi roda ini, ingin berjalan-jalan di jeju lagi. Aku tidak tahu ternyata kakiku separah itu hingga penyembuhannya sedikit lebih lama” Taeyeon dengan sedih menatap kakinya.

“ Waa” dalam sekejap Taeyeon sumringah ketika Baekhyun tiba-tiba menyuapinya dengan daging. Baekhyun tersenyum melihat perubahan wajah Taeyeon hanya karena ia menyuapinya daging.

“ omveong-omwcswong tevdsntang jaevlan-jal—“

“ Telan dulu makanan dalam mulutmu Taeyeon” ujar paman kim kembali menegak soju. Taeyeon pun segera menelan makanannya dan melanjutkan perkatannya yang tertunda.

“ Ngomong-omong tentang jalan-jalan, bagaimana dengan projectmu Baekhyun-ah?”

“ aku? “ Baekhyun menghentikan kegiatan makannya.

“ Project apa hyung?” sela Sehun.

“ Oh project Jeju tourism dari pemerintah setempat”

“ Woah dari pemerintah setempat? Aku baru tau kau cukup terkenal hyung” Baekhyun hanya tertawa medengar ucapan Sehun.

“ Sebenarnya aku berasal dari Jepang “

“ Kau tidak seperti orang Jepang “ Kata Ki Bum menatapnya aneh.

“ Aku tinggal di Jepang sejak kecil, tapi aku keturunan asli Korea, Kakek dan nenekku orang Busan, jadi aku tidak kesulitan untuk berkomunikasi.”

“Jepang? Taeyeonie juga kuliah di Jepang satu tahun yang lalu. Kalian pernah bertemu?”

“ Tidak pernah, dan lagi Baekhyun pernah bilang padaku satu tahun yang lalu ia juga baru saja lulus dan kembali dari US ke Jepang. Jadi kesempatan kami bertemu sangat sedikit” jawab Taeyeon santai.

“ Taeyeon pernah mengatakan dia tinggal di Hokkaido sedangkan aku berada di Tokyo” Taeyeon mengangguk setuju.

“ Lanjutkan ceritamu yang tadi hyung”

“Ah.. Saat itu ada tawaran tour and travel jepang untuk memperkenalkan pulau jeju. Sebelum ini aku sudah pernah kesini tapi hanya untuk menyelesaikan tugasku di project tour and travel” Baekhyun menatap semua orang yang terlihat tertarik dengan ceritanya. Kecuali paman kim dan Song Jihyo yang masih asik dengan sojunya

“ Tapi itu satu setengah bulan yang lalu, entah bagaimana salah seorang yang mengaku puas dengan hasil fotoku datang mengajakku dalam project dan akhirnya aku ada di project Jeju tourism ini“ Lanjutnya.

“ Berapa lama? “ Tanya bibi kim.

“ Mereka memberikanku waktu 4 bulan untuk menjelajahi pulau Jeju”

“ Seminggu lebih ini kau sudah pergi ke mana saja?” Kali ini Taeyeon terdengar sangat antusias.

“ aku baru ke air terjun Cheonjiyeon dan beberapa tempat, itupun aku masih belum begitu puas dengan hasilnya”

“ Kau sudah seminggu di sini dan baru datang ke Cheonjiyeon ? lain kali kau harus mengajakku akan kuantar ke tempat-tempat menarik di Jeju” Taeyeon menatap Baekhyun dan menaik turunkan alisnya.

“ Berjalan saja belum bisa” Celetuk Ki Bum yang kini sedang ber hi-5 ria dengan Sehun.

“ Taeyeon!” Baekhyun memanggil Taeyeon ketika melihat Taeyeon keluar dari la patite rose. Mendengar seseorang memanggil namanya, Taeyeon mengarahkan kepalanya pada sumber suara.

“Oh, Baekhyun-ah” Taeyeon dengan susah payah membalas lambaian Baekhyun. Dan kembali memegang tongkat kruk ( alat bantu berjalan ) baru miliknya.

“ Wah kau benar-benar melepas gipsmu hari ini” Baekhyun mengamati kaki Taeyeon yang masih terbalut oleh sesuatu berwarna biru. Entahlah Baekhyun tidak terlalu mengerti medis. Yang ia tahu mungkin itu adalah pengganti gips. Setidaknya itu lebih baik daripada gips yang terlalu besar untuk ukuran kakinya.

Baekhyun dan Taeyeon sekarang berjalan berdampingan, Baekhyun menyesuaikan langkah kakinya dengan Taeyeon yang masih belum terbiasa dengan kruk miliknya.

“ Iya tadi Tiffany mengantarku ke rumah sakit. Sebenarnya sudah mau sembuh, tapi masih sakit kalau di pakai jalan tanpa kruk”

“Setidaknya ini jauh lebih baik dari pada kursi roda”

“ Tentu saja “ Taeyeon mengangguk tetap fokus pada jalan di hadapannya.

“ Tapi ketiakku sakit pakai kruk ini” Gumam Taeyeon yang masih bisa di dengar oleh Baekhyun. Baekhyun tertawa mendengar pengakuan gadis yang terlalu jujur itu menurutnya.

“ Hah! aku tidak bohong ketiakku sakit pakai ini. Ukuran kruknya sedikit terlalu besar untukku. Sedangkan yang ukuran kecil terlalu kecil juga” kesalnya.

Taeyeon menghentikan langkahnya menatap Baekhyun kesal, Baekhyun berusaha menahan tawanya dan mengangkat kedua tangannya ke udara seperti seorang penjahat yang tertangkap basah. Taeyeon dengan kesal berjalan mendahului Baekhyun.

Sebelum sampai di depan anak tangga Baekhyun mendahului langkah Taeyeon dan berjongkok di depannya, Taeyeon tersenyum memamerkan deretan giginya. Taeyeon segera memposisikan tubuhnya senyaman mungkin di punggung Baekhyun tangan kanannya memegang kruk sedangkan tangan kirinya melingkar di leher Baekhyun.

“ Tidak berat? “ Tanya Taeyeon dari belakang.

“ Tentu saja berat” Taeyeon mengigit bibir bawahnya dan menenggelamkan wajahnya pada pundak Baekhyun.

“ haha aku hanya bercanda”

“ tetap saja aku berat, maaf merepotkanmu terus Baekhyun”

“ Wow, kenapa kau tiba-tiba menjadi serius seperti ini, aku tidak akan mati hanya karena menggendongmu. Lagi pula aku yang mau” kata Baekhyun mencairkan suasana.

‘krung~~~’

Taeyeon berdeham mendengar suara perut lapar Baekhyun.

“ Perutmu bunyi Baekhyun” kekeh Taeyeon.

“ Aku lapar sekali, semoga masih ada ramyun persediaan”

“ Kau belum makan malam?” Baekhyun menggeleng , “ Tidak sempat”

“Tadi ada urusan, makanya malam ini aku sedikit terlambat pulang. “ Lanjutnya.

“ Oh, Pantas” gumam Taeyeon tidak sadar.

“ Kenapa? Kau menungguku? “ Baekhyun menyeringai melirik Taeyeon.

“ A-apa? Hahaha…. tentu saja tidak” Entah mengapa Baekhyun tertawa mendengar jawaban Taeyeon.

“ sampai!”

**

Baekhyun menutup pintu , menggerakkan badannya perlahan menuju sofa dan menghempaskan badannya. Hari ini ia harus beberapa kali mengurus administrasi dan perijinan. Belum lagi dengan hasil foto yang ia ambil masih belum membuatnya puas. Ia harus mengulanginya lagi besok.

Baekhyun hampir saja tertidur di sofa jika saja ia tidak mendengar suara aneh. Sekali, dua kali hingga ketiga kalinya Baekhyun mendengar suara aneh dari arah balkonnya, akhirnya Baekhyun memutuskan untuk mengeceknya. Dengan malas Baekhyun membuka pintu geser balkon apartemennya dan menemukan Taeyeon berada di balkon menyandarkan dirinya pada railing, di tangannya seperti menggenggam beberapa… batu? Entah Baekhyun juga tidak yakin.

“ Taeyeon?”

“ Aku mengganggumu?” tanyanya

Baekhyun menggeleng menyandarkan lengannya pada kusen pintu. Kini Baekhyun yakin yang berada di genggaman tangan Taeyeon adalah batu setelah Taeyeon melemparkan batu-batu yang tersisa pada pot di sebelahnya dan membetulkan posisinya berdirinya menggunakan kruk lagi. Baekhyun tersenyum, ia juga tidak tau mengapa ia selalu tersenyum melihat gadis yang tengah sibuk dengan tongkat kruknya.

“ Apa yang kau lakukan?”

“ Aku?” tanya Taeyeon menunjuk dirinya sendiri. Baekhyun mengangguk menahan senyum dan menatap Taeyeon aneh.

“ Iya , kau. Apa yang kau lakukan dengan batumu itu kenapa kau lemparkan kesini”

Taeyeon mengangkat bahunya sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun. “ Kau tidak membalas chatku”

“ Chat? Tunggu sebentar” Baekhyun melirik apartemennya dan melihat ponselnya tergeletak di atas sofa.

“ Tidak usah, aku hanya ingin bertanya sesuatu” Langkah Baekhyun terhenti oleh ucapan Taeyeon saat ia hampir beranjak dari tempatnya.

“ Tanya apa?” Baekhyun kembali pada posisi semula.

“ Ramyun”

“ Ramyun?” Baekhyun mengerutkan keningnya sedangkan Taeyeon mengangguk kan kepalanya.

“ Kau belum makan…. kan? Emm… aku baru saja mau membuat ramyun, Aku masih punya beberapa ramyun jika persediaanmu sudah habis”

“ Jadi kau mengajakku makan malam bersama?” ucap Baekhyun menahan senyum.

“ Mungkin? Hanya jika persediaan ramyunmu habis saj—“

“ Memang habis, aku baru saja mau turun ke mini market sebrang” Sela Baekhyun, Baekhyun sekali lagi melirik ke dalam apartemennya, Baekhyun sedikit berdeham menyadari bahwa dirinya baru saja berbohong pada Taeyeon. ia bahkan sama sekali belum mengecek persediaan makanan di dapurnya. Namun siapa, peduli jika ia bisa makan malam bersama gadis di hadapannya ini.

Baekhyun memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya. “ Jadi? Kau masih berniat mengundangku kan?”

**

“ Di mana?” Baekhyun membuka kulkas Taeyeon mencari beberapa tambahan yang bisa mereka masukkan ke dalam ramyun. Sebelumnya Baekhyun memaksa dialah yang akan memasak ramyun untuk mereka berdua, sedangkan Taeyeon untuk tetap duduk di sofa. Bagaimanapun Baekhyun tau kondisi kaki Taeyeon masih belum terlalu siap jika di paksakan berdiri terlalu lama.

Namun sepertinya Taeyeon tetap harus turun tangan, terbukti setelah 5 menit berkutat di dapur mini milik Taeyeon, Baekhyun sama sekali belum melakukan hal apapun. Perlahan menggunakan kruk, Taeyeon berjalan menuju kulkas Taeyeon dan mengambil beberapa bahan yang ia maksud kan tadi.

“ Tadi…….. tidak ada di situ” gumam Baekhyun tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya. Taeyeon memutar bola matanya.

Ketika Taeyeon akan menuangkan air pada panci, Baekhyun merebut panci itu dari tangan Taeyeon.

“Aku yang memasak, kau duduklah manis di sofa”

“ No, aku lapar”

Taeyeon berusaha mengambil panci itu dari tangan Baekhyun, hingga akhirnya Baekhyun mengangkat tubuh Taeyeon hingga kruk yang sebelumnya menyangga tubuhnya terjatuh di lantai dan mendudukkannya di atas counter table.

“Ya! Byun Baekhyun. Turunkan aku”

“ Ssst berisik”

Baekhyun mengisi panci dengan air, setelah menunggu beberapa lama Baekhyun memasukkan bumbu dan mie instan yang sudah di siapkan oleh Taeyeon . Sedangkan Baekhyun memotong daun bawang, eomuk, dan kue beras. Setelah siap Baekhyun langsung memasukkan semua bahan tadi dan mengaduknya. Tidak lupa dengan telur yang sudah di persiapkan

“ Wow aku tidak tahu jadinya akan sebanyak ini, kau yakin kita bisa menghabiskan semua ini?” kata Baekhyun mencium aroma ramyun di hadapannya dan mengarahkan pandangannya pada Taeyeon yang masih duduk di atas counter.

Taeyeon hanya menjawabnya dengan anggukan berkali-kali. Mata Taeyeon tidak terlepas dari ramyun sambil menggenggam sebuah sendok dan sepasang sumpit di tangannya.

Baekhyun mengaduknya sekali lagi, ia mengambil satu sendok kuah ramyun meniupnya sebelum menyerutupnya.

“ Woah, daebak” katanya sedikit terdengar dramatisir.

“ Coba ini “ Baekhyun mengambil kuah ramyun lagi, meniupnya setelah itu ia berjalan menuju Taeyeon yang masih diam duduk di atas meja counter. Baekhyun berdiri di hadapannya , menyuapi Taeyeon kuah ramyun. Menunggu reaksi Taeyeon Kedua tangan Baekhyun ia letakkan di antara kedua kaki Taeyeon menumpu badannya pada meja counter.

“ Bagaimana? “ Baekhyun menatap Taeyeon.

“ Woahh….. ! Rasanya….. 100% ramyun” Taeyeon memukul kepala Baekhyun menggunakan sendok pelan.

“ Kau berlebihan Mr. Byun “ Taeyeon tertawa melihat reaksi raut wajah datar Baekhyun menanggapi ucapan Taeyeon. Melihat Baekhyun yang masih dengan muka datarnya, Taeyeon mengangkat tangannya ke udara sebelum akhirnya mengusap kepala Baekhyun yang tadi ia pukul.

“ Turunkan aku sekarang”

Baekhyun hendak menurunkan Taeyeon dari counter, namun tiba-tiba sedikit mengangkat kaki kanan, Baekhyun membungkukkan badannya.

“ Lihatlah sepertinya tadi di depan La patite rose tidak sebengkak ini” Ujarnya mengamati kaki Taeyeon yang sedikit bengkak.

“ Hah? Benarkah? “

Taeyeon ikut membungkukkan badannya tertarik untuk mengamati kakinya sendiri.

“ Tidak, dari tadi juga sudah seperti itu Baekhyun” Taeyeon mendongakkan kepalanya menatap Baekhyun masih dengan posisi yang sama.

Tiba-tiba Taeyeon melebarkan matanya menyadari posisinya sangat dekat dengan wajah Baekhyun. Taeyeon dapat melihat dengan jelas wajah Baekhyun, mata Baekhyun yang menyejukkan, hidung , bibirnya yang mungkin hanya berjarak beberapa cm dari miliknya. Bahkan ia bisa mencium parfum Baekhyun yang sudah sangat familiar untuknya beberapa minggu ini, tapi kali ini aroma woody floral musk milik Baekhyun terasa memabukkan baginya. Membuatnya ingin…… memeluknya?

Taeyeon seketika menjauhkan dirinya dari Baekhyun sebelum pikiran pikiran aneh semakin merasuki kepala Taeyeon. Taeyeon menegakkan posisi duduknya, genggaman tangannya pada sendok dan sumpit semakin erat. Jantungnya berdetak seakan ia baru saja berlari mengelilingi lapangan sepakbola 5 putaran.

‘ Berfikir apa tadi aku? Memeluk Baekhyun? Yang benar saja ‘ Pikir Taeyeon sedikit gugup dengan ide pikirannya sendiri.

“ Benarkah? Sepertinya memang sedikit bengkak”

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya saat Baekhyun mengalihkan perhatiannya dari kaki Taeyeon dan menatap matanya. Taeyeon menggigit bibir bawahnya sebelum berdeham mengalihkan padangannya dari tatapan Baekhyun.

“ Turunkan aku Baekhyun, aku lapar” gumamnya pelan. Tidak mungkin ia melompat turun dengan kaki seperti ini bukan?

Dalam hitungan dektik , tangan kanan Baekhyun ia selipkan di kaki Taeyeon sementara tangan kirinya berada di punggung Taeyeon menggendongnya menuju sofa.

‘ Damn it, kau sudah berkali-kali di gendong olehnya. Kau tidak sedang mabuk kan Taeyeon?’

“ Wow Baekhyun, kau tidak perlu menggendongku” ujarnya setelah ia duduk di lantai berusaha mencairkan suasana untuk dirinya sendiri, sementara Baekhyun menyiapkan meja lipat kecil dan di letakkan di hadapan Taeyeon.

Baekhyun mengangkat bahunya berjalan mengambil ramyun dan sebuah mangkuk untuk Taeyeon. “ sepertinya kakimu memang sedikit bengkak” ucapnya sambil meletakkannya di meja dan duduk di hadapan Taeyeon tanpa menyenggol kakinya yang terlentang.

“ Ck, lama-lama aku merasa seperti sebuah karung yang selalu di gendong kemanapun olehmu” Baekhyun tertawa mendengarnya, melihat gadis di hadapannya mulai menyumpitkan ramyun pada mangkuknya tidak peduli jika saat ini Baekhyun menatapnya tidak percaya dengan ucapan Taeyeon.

Baekhyun menggelengkan kepalanya sebelum mengambil tutup panci yang ia gunakan sebagai mangkuk dan menyumpitkan ramyun pada tutup pancinya.

“ Sudah hampir dua minggu aku menggendongmu berkali-kali, tapi aku masih belum mengetahui mengapa kakimu bisa sampai seperti ini” ucapnya di sela-sela kegiatan makan mereka.

“ Ini?” Taeyeon sedikit menggerakkan kakinya. Dan di jawab dengan anggukan singkat dari Baekhyun.

“ Emm…..” Taeyeon menghentikan kegiatan makannya berfikir sejenak.

“ Ah… tidak usah di jawab jika tidak mau”

“ Bukan seperti itu, aku sendiri bingung”

“ Maksudmu? “

“ Intinya saat itu hujan lebat, dan aku terjatuh dari tangga. Tidak ada yang serius” Taeyeon kembali melanjutkan makannya.

“ Jatuh dari tangga? Tangga di Stanza? “ katanya tidak percaya.

“ Tidak “

“ Lalu? “

“ Di Taman, aku tidak tahu aku terjatuh dengan gaya seperti apa sampai membuat kakiku seperti ini” Taeyeon tersenyum memamerkan deretan gigi putih nya pada Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa mengendus tersenyum menggelengkan kepalanya mendengarnya. “ Kau harus lebih berhati-hati lain kali”

“ Kau terdengar seperti ibuku” ucapnya dengan mulut penuh ramyun.

“ haha Benarkah? Ngomong-ngomong di mana keluargamu?”

“ Seoul, aku pindah ke sini sendiri sedangkan semua keluargaku di Seoul. Aku sangat mencintai pulau Jeju, jadi ketika tiffany mengajakku membuka la patite rose di sini. Tanpa berfikir dua kali aku langsung mengiyakannya”

Baekhyun hanya mengamati Taeyeon yang sedang antusias menceritakan tantang dirinya. Hanya melihat dan mendengarnya bercerita seperti ini, Baekhyun merasa sangat ini adalah hal yang paling menarik selama seharian ini.

“ Dan ketika eomma tau keadaan kakiku, hampir saja eomma memaksaku pulang ke Seoul” Lanjutnya.

“ Hey, aku sudah bercerita banyak, sekarang giliranmu”

“ Giliranku?”

Taeyeon menyeruput kuah ramyun di mangkuknya sebelum menganggukkan kepalanya cepat.

“ Ceritakan apapun tentang dirimu”

“ Tidak ada hal menarik yang bisa ku ceritakan”

“ Sok misterius hah? I see”

“ Aku serius, tidak ada hal yang menarik yang bisa aku ceritakan” Baekhyun mengangkat tangan kanannya membentuk huruf v dengan kedua jarinya. Taeyeon hanya memutar kedua bola matanya “ Tidak adil “ Katanya pelan

Baekhyun berfikir keras mencari topik untuk memecah keheningan, Baekhyun mengedarkan pandangannya pada setiap sudut ruangan hingga matanya menangkap suatu hal yang membuat keningnya berkerut.

Di sudut ruangan terdapat meja kecil di samping sofa yang sekarang di jadikan sandaran oleh Taeyeon. Baekhyun dapat melihat 3 buah foto lengkap dengan figura manis yang membantunya berdiri tegak. Namun yang menjadi perhatian Baekhyun adalah foto pria yang terlihat sangat santai merangkul bahu Taeyeon, dan yang paling membuat Baekhyun penasaran adalah pria itu mencium pipi kanan Taeyeon.

“ Itu, kekasihmu?”

“ kekasih?” Baekhyun menggerakkan sedikit dagunya ke arah foto yang ia maksud.

“ Luhan? Tampan kan? Tunggu dulu, kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu terus” gerutunya mengendus ke arah Baekhyun.

“ Kalau sudah selesai makannya, bereskan semua ini. Ah! Jangan lupa cuci piring dan pancinya juga” Taeyeon berusaha berdiri meraih kruknya berniat meninggalkan Baekhyun berjalan ke kamar tidurnya. sedangkan Baekhyun menatap Taeyeon tidak percaya.

“ Woah, lihatlah. Bukankah dia gadis yang beberapa saat yang lalu memaksa untuk membuatkanku mie ramyun” katanya.

“ Mr. Baekhyun tadi aku memaksamu karena kau terlalu lama membuatnya, aku sudah lapar. Sekarang bersihkan itu ok?” Taeyeon mengedipkan matanya dan menutup pintu kamarnya.

“ Sungguh tidak bisa di percaya” kata-kata Baekhyun masih bisa terdengar dari kamar Taeyeon. Taeyeon tertawa merebahkan dirinya di tempat tidur.

“ Jangan lupa tutup pintu apartemenku dengan benar oke?! “ Teriaknya dari dalam kamar.

“ Ne, Gongjunim” balasnya dengan nada mengejek. Taeyeon tersenyum puas saat ia berhasil mengerjai Baekhyun. “ Siapa suruh jadi sok misterius” kekeh Taeyeon.

“ Goodnight!” Teriaknya sekali lagi sebelum benar-benar terlelap.

Sementara Baekhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum mendengar teriakkan Taeyeon.

“ Goodnight Taeyeon” Gumamnya dan melanjutkan pekerjaan mencuci piringnya.

“ Oh kau datang sendiri lagi hari ini?”

“ Harusnya? Biasanya juga seperti ini kan? “ Taeyeon mengangkat kedua alisnya menjawab pertanyaan Tiffany.

“ Biasanya seperti ini, tetapi tidak sampai Byun Baekhyun menjadi tetanggamu”

“ Ada apa dengannya “ Taeyeon berusaha terdengar acuh tak acuh. Melambaikan tangannya pada Wendy ketika gadis muda itu menyapanya.

Tiffany memutar bola matanya mendengar jawaban Taeyeon “ Dia hampir setiap hari ke sini, Bahkan semenjak hari pertama kalian saling berkenalan?” Tiffany mengetuk-ketuk dagunya menggunakan penjepit roti mengingat-ingat kejadian beberapa minggu lalu.

Taeyeon terdiam sejenak, memiringkan kepalanya berfikir. Kalau di pikir memang benar kata Tiffany, Baekhyun hampir tidak pernah absen datang ke La Patite Rose sekedar untuk membantunya, sarapan atau membungkus beberapa pasrty jika tidak sempat sarapan di sini.

“ Kalian bertengkar? “

“ Bertengkar? Kau pikir aku dan Baekhyun anak TK? ”

“ Kalau kau? Mirip “ Tiffany meringis saat Taeyeon melempar gumpalan tissue ke kepalanya.

“ Ha ha ha , kau hanya lebih tinggi dariku 5cm tipa-chan”

“ Tetap saja kau lebih pendek “ Tiffany mengibaskan rambutnya kembali menata Croissant di etalase.

Taeyeon mengambil salah satu Pastry Phyllo dari nampan yang Irene sodorkan padanya, membelah Phyllo itu menjadi dua dan menium aroma Creamy Mushroom Phyllo triangle sebelum mencicipinya.

Irene menatap Taeyeon was-was berharap pastry kreasi buatannya kali ini layak untuk di sajikan di etalase. Sekali gigitan, dua kali, tiga kali hingga pastry itu lenyap dari kedua tangannya. Taeyeon membulatkan kedua matanya tersenyum pada Irene.

“ Ini enak sekali Irene, kau boleh meletakkannya di etalase. Dan jika penjualannya bagus akan kita jadikan menu tetap di La Patite Rose” Irene tersenyum mendengar ucapan Taeyeon. Ini adalah kreasi pertamanya yang di puji Taeyeon.

“ Setuju, ini sangat enak Irene” Ujar tiffany mengambil satu potong Creamy Mushroom Phyllo Triangle dari nampan dan memakannya. Irene segera berjalan menuju Wendy yang sedari tadi mengamati mereka dan mulai menata isi nampan di etalase.

“ Ngomong-ngomong tentang Baekhyun, aku juga tidak melihatnya 5 hari ini” Ucap Taeyeon memecah keheningan.

“ Baekhyun? “ Tiffany memasukkan potongan terahir Pastry buatan Irene ke mulutnya. Menepuk-nepuk kedua tangannya menghilangkan remah-remah yang tersisa di tangannya.

“ Kamarnya kosong 5 hari ini”

“ Kangen?“ Tiffany menaik-naikkan alisnya.

“ Please Tipa-Chan , aku hanya khawatir? Dia seorang diri di Jeju”

“ Kau mengatakan itu seakan kau tidak sebatang kara di Jeju”

“ Aku serius Tiffany”

“ Kau sudah men-chat? Telfon?” Taeyeon memutar kepalanya menoleh pada tiffany sepertinya ia baru saja mengingat kegunaan handphone. Tiffany memutar bola matanya.

“ Hello~ sekarang sudah jaman modern Taeng, kau kuno sekali” Lanjutnya.

15 menit kemudian Taeyeon menggenggam ponsel menatap layar ponsel miliknya. Ia masih belum melakukan apapun dengan smartphone yang ia beri nama ginger. Tiffany melewati Taeyeon menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala heran dengan apa yang di lakukan Taeyeon.

“ Tipa-Chan, Tapi bagaimana kalau Baekhyun sedang marah padaku?” katanya dengan suara pelan.

“ Astaga ini masih tentang Byun itu?” Tiffany melipat kedua tangannya di depan.

“ tapi terahir kali aku bertemu dengannya , aku mengerjainya”

“ Mengerjainya apa?” Salah satu alisnya terangkat mendengar Taeyeon.

“ Aku menyuruhnya membereskan meja makan, mencuci piring “

“ Oh God, terdengar tidak masuk akal”

Tiffany merebut ponsel Taeyeon , memencet tombol password ponsel Taeyeon. Jangan bertanya bagaimana bisa tiffany mengetahui password handphone Taeyeon.

Tiffany mencari kontak Baekhyun dan mengetikkan sesuatu di ponsel Taeyeon.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

“ Berisik”

Taeyeon berusaha mengambil handphone nya dari tangan tiffany. Meskipun Tiffany dan Taeyeon hanya memiliki selisih tinggi 5cm, tapi hari ini tiffany menggunakan killer higheels sedangkan dirinya menggunakan flatshoes membuatnya tidak bisa berkutik.

“ Send!” Ia mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.

Segera Taeyeon mengecek pesan yang tiffany kirim pada Baekhyun.

11.30 – Baekhyun, kau sudah 5 tidak pulang ke Stanza, kau baik-baik saja?

Menghembuskan nafasnya kasar setelah membacanya.

“ Apa yang kau lakukan??!”

“ Melakukan sesuatu yang sejak beberapa menit yang lalu ingin kau lakukan”

Mau bagaimana lagi, pesan itu sudah terkirim.

“ Apakah ini tidak terlalu berlebihan? Maksudku– ”

“ Tentu saja berlebihan , dia pria dewasa tidak pulang 5 hari mungkin saja dia pulang ke Jepang untuk mengurus sesuatu? Dan lagi bukankah dia orang sibuk?”

“ Lalu kenapa kau mempermalukanku di hadapannya ?!?!?!” Kata Taeyeon merengek.

“ Karena kau menghawatirkannya bodoh, jadi kenapa tidak? ”

“ Aku tidak menghawatirkannya!!” balasnya.

“ You do girl~” tiffany beranjak dari tempatnya ketika melihat salah seorang pengunjung menuju kasir.

Benarkah?

TBC

a/n : masih inget ga ya sama jalan ceritanya haha *kalo ngga baca ulang yg sebelomnya* /??

Sorry banget baru post chapter ini skrng krn kmrn deadline bener” bikin gila dan ngga sempet post. Sebagai gantinya, next chap setelah ff ini d posting aku bakalan langusng kirim chapter 4 nya ke admin haha plus ini udh nepatin janji kan lebih panjang nih dr sebelum”nya.

Jangan lupa comment nya ya ^^ comment kalian yang bikin aku semangat lanjutin ff ini hahaha

Owkayyy see u next chapter~ oh bagi yang menjalankan, selamat berpuasa ^^

Advertisements

39 comments on “[FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 3)

  1. Serasa mereka kaya diam diam suka…
    Kaya saling melengkapi aja…
    Si baek yg sedikit kocak dan taeng yang sungguh2 kocak…
    Senyum2 aja pas bacanya…😄

    Tapi siapa Luhan yang ada di foto di apartement tae…
    Kekasihnya atau apa ?

    E ciee…
    Si tae kelihatannya udah mulai kangen ni ditinggal baek selama 5 hari….
    Hahaha…

    Next thor…

    ~FIGHTING~

  2. Aahh,mereka udah mulai dket yaa.
    Kemana tu baekhyun 5 hari gak muncul?
    Siapa luhan? Kakak taeyeon?
    Next chp ditunggu^^

  3. Akhirnya setelah berabad abad(?) author update juga
    Ditungggu next chap ya thor
    Fighting
    Jangan lama” update nya thor!

  4. ahh baekyeon gemesin banget yaampun. mereka cocok banget asli hahaha luhan? apa luhan pacar taeyeon atau siapa? jadi kemana baekhyun selama 5 hari ini? kenapa baekyeon gak cepet cepet jadian hahaha pasti bakal seru. next chap ditunggu 🙂

  5. Makin sweet >< kangen banget dehh baca ff baekyeon,chap ini udh update jdi ngilangin rasa rindu baekyeon wkwk,tp malah bikin penasaran nihh,udh gitu apa mungkin baekhyun cemburu yaa smpe" g ketemu taeyeon 5 hari wkwk,duhh penasaran ,di tunggu next chap nyaa,jgn lama" yaa wkwk,keep writing & imagine!!Fighting!

  6. Baek banget si baekkie ama taetae…
    Kira2 luhan siapanya taetae yahhh, berharap luhan tdk hnya akan berada di foto tp tokohnya ada dlm konfliknya nanti…

  7. wkwkw cute couple
    huft jadi ikut lapar gegara baca scene bakyeon makan ramyun
    oke next chap thornim
    hwaiting 😀

  8. Aku sukaaa bgt ff Nya,, so sweet ,Jalan ceritanya Bagus ,bikin senyum2 sendiri kalo baca,,maaf ya Thor baru bisa komen di chapt ini.. Semoga next Nya makin seru lagi ya,fighting! ^^

  9. Pingback: [FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. cie yg kangen sama bebeb baekhyun wkwkw
    parah si taeyeon masa udah disuruh masak di suruh nyuci piring jiga udah gtu ditinggal bobo wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s