[FREELANCE] Fate From Another Planet (Chapter 1)

poster-shndylfha-fate-from-another-planet

Title : Fate From Another Planet

Author : shindyulfha

Length : Multichapter

Rating : PG 15

Genre : Star life, Romance, Fantasy, Sad

Cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Bang Minah, Kim Soohyun, Jun Jihyun, etc.

Poster : ICAQUEART (maaf posternya baru di pakai)

Author Note :Just fanfiction, inspiration from drama You Who Came from the Star. So, the story is a little bit same but has different too. Just read and give some critic. Have fun!

OST : My Destiny – Lyn

WARNING!!! AGE MANIPULATION AND JUST FICTION

Preview: Introduction

 

-FFAP-

-FFAP-

“Aku rasa drama kalian sedikit berlebihan, tapi ceritanya cukup menarik.” Ujar seorang yeoja mungil sambil membolak-balik naskah drama milik kedua orang yang duduk di samping dan di depannya.

“Kau tahu drama ini tak akan tayang jika bukan aku yang menjadi pemeran utamanya.” Yeoja mungil itu berhenti membolak-balik naskah yang digenggamnya menatap tajam namja yang tepat duduk di depannya. Yeoja yang berada di sampingnya hanya terkekeh mendengar pengakuan suara berat dari namja itu.

Ne, arayo, Kim Soohyun-ssi. Memang harus kau yang jadi pemeran utamanya, karena tidak ada aktor lain yang bisa berperan sebagai alien sepertimu.” Kim Soohyun melemparkan tatapan sinisnya kepada yeoja mungil itu, Kim Taeyeon. Sedangkan yang ditatap hanya terkekeh bersama yeoja bersurai panjang disampingnya, Jun Ji Hyun.

Ya, Taeyeon mengunjungi lokasi syuting Kim Soohyun dan Jun Ji Hyun untuk drama terbaru mereka berjudul, ‘You Who Came From the Star’. Drama yang bercerita tentang seorang alien yang sudah hidup di bumi selama 400 tahun lamanya, dan 3 bulan terakhirnya di bumi ia dipertemukan kembali dengan cinta pertamanya. Kim Soohyun berperan sebagai alien itu dan Jun Ji Hyun berperan sebagai reinkarnasi dari cinta pertama sang alien. Drama ini sudah tayang 18 episode dan jadwalnya drama ini akan selesai pertengahan bulan.

“Tapi drama ini sedikit menyinggung kehidupanku.” Ucap Taeyeon lagi sambil memperlihatkan wajah murungnya. “Sudah hampir satu tahun aku hidup sebagai artis yang tidak memiliki pekerjaan. Sejak kejadian gila itu. Heungh.” Taeyeon menghempaskan badannya ke kursi yang ditempatinya. Soohyun dan Ji Hyun menatap iba kearah Taeyeon, mereka bisa merasakan apa yang sedang dialami Taeyeon saat ini.

Kurang lebih satu tahun yang lalu fans Taeyeon dikagetkan dengan berita tidak meng-enakkan tentang Taeyeon, kabarnya Taeyeon adalah pelaku hingga Jessica Jung -sahabat karibnya di dunia entertaintment- mengalami koma dan hingga sekarang belum sadarkan diri. Menurut berita yang beredar, Jessica mengalami kecelakaan karena sedang mabuk dan sebelum itu ia sempat bertemu dan beradu mulut dengan Taeyeon yang notabennya adalah teman baiknya. Taeyeon mengakui bahwa hari itu ia memang memiliki sedikit percek-cokan dengan Jessica, tetapi beberapa waktu kemudian mereka sudah berbaikan. Tetapi pihak hukum tidak langsung menerima pernyataan Taeyeon dan menjadikan Taeyeon sebagai tersangka sementara, kebenarannya akan diketahui jika Jessica sudah sadar dari komanya. Tapi hingga satu tahun berlalu, Jessica belum sadar dari komanya.

Saat itulah, Taeyeon mengalami kesialannya, agency menyudahi kontrak dengan dirinya ditambah lagi para fans yang langsung menjadi hatersnya. Tetapi untung saja ia masih memiliki orang-orang yang masih percaya padanya. Contoh nyatanya adalah Kim Soohyun dan Jun Ji Hyun.

“Oh ya Taeyeon, bagaimana menurutmu drama ini? Selain yang kau katakan bahwa ini sedikit berlebihan… bagaimana dengan aktingku?” Tanya Ji Hyun mencoba mencairkan suasana.

Taeyeon mengangguk sambil memperbaiki duduknya, “Seperti yang aku katakan, ceritanya cukup menarik dan sedikit menyinggungku. Kalau soal akting, aku rasa eonni tak perlu diragukan lagi ditambah alienmu ini sangat mendalami perannya.” Kim Soohyun yang lagi-lagi menjadi bahan bully-an Taeyeon hanya menghela nafasnya sedangkan Ji Hyun lagi-lagi hanya bisa terkekeh mendengar ucapan yeoja mungil berusia 24 tahun itu. “Tapi eonni, oppa… aku dengar-dengar cerita drama ini memiliki…… mitos?” Lanjut Taeyeon sedikit ragu mengucapkan kata terakhirnya.

Ne, sewaktu pertama kali menerima naskah drama aku sempat bertanya kepada Ji eun writer-nim dari mana ia mendapat inspirasi membuat drama seperti ini….” Ucap Ji Hyun yang diperhatikan oleh Taeyeon. Soohyun juga ikut memperhatikan meskipun ia sudah tahu ceritanya. Ji Hyun menghela nafasnya kemudian melanjutkan ucapannya sembari memainkan jarinya di atas meja. “Menurut pengakuan Ji eun writer-nim, sewaktu kecil dulu kakeknya pernah bercerita bahwa saat zaman Joseon memang ada seorang alien yang menetap di bumi. Bahkan kakek dari Ji eun eonni adalah salah satu teman alien tersebut ketika berada di bumi, dari situ sang alien menceritakan kedatangannya ke bumi dan mengapa ia bisa menetap, dan seperti inilah ceritanya. Dan kalau dihitung-hitung harusnya alien itu masih ada di bumi kalau memang ia membutuhkan 400 tahun untuk kembali ke planetnya.” Taeyeon terdiam, jujur saja ia sedikit kaget mendengar cerita Ji Hyun.

Soohyun menatap Taeyeon yang terdiam, ia tersenyum. “Awalnya aku tak percaya ketika mendengar cerita itu juga. Bahkan ekspresiku sama sepertimu.” Taeyeon kini menatap ke arah Soohyun, meminta namja itu melanjutkan ucapannya. “Tetapi aku berfikir lagi, mana mungkin Ji eun noona menceritakan hal tidak masuk akal seperti itu kalau memang pada dasarnya sang kakek yang langsung bercerita? Dan lagian jika memang benar alien itu ada, dia pasti tidak akan mengganggu proses kehidupan kita. Karena dia juga hidup layaknya seperti manusia, bekerja dan berganti profesi hingga waktu tiba untuk kembali ke planetnya. Kalau memang ada.” Lanjut Soohyun menekankan tiga kata terakhirnya yang menerima anggukan dari Ji Hyun, sedangkan Taeyeon yang penasaran masih terdiam.

“Lalu… kalau memang ini benar adanya, apakah cerita tentang cinta pertama sang alien juga benar? Atau?” Taeyeon ingin agar rasa penasarannya terjawab.

“Sepertinya begitu, inti dasar drama ini hanya sebagiannya yang nyata. Ji eun eonni memang bilang kalau alien itu tertinggal di bumi karena melindungi seorang gadis dari zaman Joseon dulu. Kalau soal reinkarnasi sang gadis dan apakah alien itu masih ada atau tidak, aku juga tidak tahu.” Ji Hyun mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepalanya.

Lagi-lagi Taeyeon terdiam, “Sudahlah, apa pentingnya mengurusi kebenaran drama ini? Yang jelas kau setia menonton drama ini hingga akhir sudah cukup. Dan oh ya, kapan kau akan pindah ke apartment barumu?” Soohyun yang pandai membaca situasi, kembali mencairkan suasana.

Taeyeon menatap kesal ke arah Soohyun, “Oppa, apa kau amnesia? Siapa yang bilang aku akan pindah apartment? Aku hanya akan membeli rumah minimalis di kawasan Gangnam, tidak terlalu mahal tetapi tetap terlihat elegant. Dan aku akan mencoba mencari pekerjaan baru, aku rasa tidak ada lagi orang yang mengenaliku.” Taeyeon kembali menampakkan raut wajah murungnya.

“Kau tetap seorang Kim Taeyeon. Gadis yang memiliki suara emas dan tercatat sudah pernah mengadakan konser di Madison. Penyanyi yang selalu mendapat predikat all-kill di setiap lagu barunya.” Ji Hyun mencoba menyemangati Taeyeon, ia menggenggam tangan yeoja mungil itu, Taeyeon hanya tersenyum tipis.

“Ah, Ji Hyun noona kau melupakan sesuatu. Setiap drama dan film yang dibintangi Taeyeon pasti akan selalu mendapat penghargaan dan rating tertinggi. Bahkan jika uri Taeyeon ikut mengambil peran dalam drama ini, pasti akan meraih penghargaan juga.” Taeyeon masih menampakkan senyumnya sedangkan Soohyun mengelus-elus pucuk kepala yeoja mungil itu sambil tersenyum. Ji Hyun ikut tersenyum lebar, setidaknya ia sedikit lega melihat senyuman Taeyeon.

“Kalian terlalu berlebihan, tapi… Gomawo. Kalian masih mempercayaiku.” Soohyun dan Ji Hyun mengangguk. “Oh ya, eonni. Bagaimana persiapan pernikahanmu?” Ucap Taeyeon mengingat sesuatu memandang Ji Hyun yang masih setia menampakkan senyumnya.

“Sudah sangat mantap, tinggal resepsinya saja. Kau akan datang kan?” Taeyeon hanya mengangguk tanda pasti ia akan datang, “Dan kau harus menyanyi saat pernikahanku nanti. Oke?” Lanjut Ji Hyun membuat raut wajah Taeyeon berubah, Soohyun juga melihat raut wajah itu. “Ini permintaan dari eonni yang sangat menyayangimu, Kim Taeyeon.” Taeyeon terlihat berfikir dan kemudian ia mengangguk sambil tersenyum.

“Oppa, kapan kau akan menyusul menikah? Haha” Tanya Taeyeon yang lebih tepatnya mengganggu Soohyun.

Soohyun yang baru saja meneguk coffee late-nya sedikit terbatuk-batuk membuat dua gadis dihadapannya tertawa lepas. Soohyun menghela nafasnya, “Kau bertanya padaku? Lalu kapan kau siap? Bulan depan juga? Atau kita menikah bersamaan dengan Ji Hyun noona?” Taeyeon yang tertawa langsung terdiam, pipinya sedikit memerah. Sedangkan Ji Hyun hanya berdehem dan sekarang balik Soohyun yang terkekeh.

“Ya.. ya..yak oppa!” Taeyeon kelihatan gugup dan langsung meneguk ice cappucinonya. Soohyun masih terkekeh bahkan Ji Hyun ikut tertawa melihat tingkah Taeyeon yang gugup itu. “Ke.. keundae, aku akan ke rumah sakit dulu menjenguk Baekhyun.. aku belum menjenguknya selama ia dirawat.” Ujar Taeyeon meletakkan gelasnya kemudian berdiri dan hanya menatap Ji Hyun tanpa menatap Soohyun.

“Aku masih break, mau ku antar?” Tawar Soohyun yang mengikuti gerak-gerik Taeyeon yang tetap tidak memandangnya.

Andwe. Aku bisa kesana sendiri.” Respon Taeyeon dengan cepat sambil berlari pergi. Taeyeon lalu teringat sesuatu dan berhenti di ambang pintu, “Oppa, lebih baik kau membantuku saat akan pindah rumah nanti. Dan Ji Hyun eonni, annyeong. Salam untuk calon suamimu.” Taeyeon membalikkan badannya dari kejauhan dan melambaikan tangannya yang dibalas lambaian oleh Ji Hyun.

“Dia masih terlihat seperti anak-anak.” Ujar Ji Hyun melihat kepergian Taeyeon yang kini sudah memasuki mobil sport miliknya. Soohyun mengikuti pandangan Ji Hyun, untuk pernyataan lawan mainnya tentang Taeyeon, Soohyun sangat setuju. Taeyeon memang masih terlihat seperti anak-anak, bahkan dalam keadaan terpuruk pun Ia masih bisa seceria dulu.

-FFAP-

Byun Baekhyun, nama pasien yang terduduk di kasur empuk ruangan VIP yang Ia tempati itu sambil bermain game di Ipadnya. Buat namja sepertinya, keluar masuk rumah sakit sudah menjadi hal yang biasa baginya tetapi se-biasa-biasanya ia tetap saja bosan melewati hari-hari di rumah sakit.

“Byun Baekhyun-ssi. Kau memanggilku?” Ucap suara berat seorang namja berpakaian putih dan sekarang telah berdiri di hadapan Baekhyun. Baekhyun menghentikan aktivitasnya dan menampakkan deretan giginya kepada namja muda yang ternyata adalah dokter pribadinya.

“Ah, Oh uisa-nim! Duduklah.” Baekhyun mempersilahkan dokter bermarga Oh itu duduk di kursi samping kasurnya. “Uisa-nim, Apa kau sedang sibuk?” Lanjut Baekhyun. Oh Sehun, nama lengkap dokter itu hanya menggeleng. Baekhyun mengerucutkan bibirnya, “Sudah dua tahun kau menjadi dokter yang menanganiku, tapi wajahmu sungguh tidak menunjukkan ketuaan. Haruskah aku memanggilmu hyung? Ah ani, kau seorang dokter. Aku tetap harus memanggilmu uisa-nim.” Sehun sedikit terkekeh mendengar celotehan pasiennya itu.

“Dan sejak awal kau menjadi pasienku, aku sudah mengatakan bahwa kau tidak perlu terlalu formal kepadaku. Jangan mempermasalahkan itu. Aku tidak sibuk, kau ingin apa?” Ujar Sehun.

Baekhyun merebahkan badannya di kasur, “Baiklah, aku akan mencoba memanggilmu… Sehun. Kau tahu aku bosan di sini.” Baekhyun memejamkan matanya, Sehun melihat ke arah Baekhyun dengan ekspresi datarnya. “Oh ya, Sehun. Apa kau ingat yeoja yang selalu aku ceritakan kepadamu sejak awal aku menjadi pasienmu?” Sepersekian detik kemudian Baekhyun sudah kembali ke posisinya semula dan membuat Sehun sedikit kaget dengan tingkah namja itu.

Sehun hanya mengangguk sebagai responnya. Bagi Sehun, Baekhyun yang menjadi pasiennya dua tahun yang lalu memiliki sifat periang dan masih sangat kekanak-kanakan. Baekhyun adalah seorang pria berusia 24 tahun yang sangat polos. Tidak hanya itu, dibalik kepolosannya, Baekhyun juga selalu bercerita tentang kecintaannya kepada seorang diva Korea Selatan yang bernama Kim Taeyeon. Sehun sebenarnya tidak berniat tahu tentang cerita Baekhyun itu, tetapi selama ini Sehun sudah menganggap Baekhyun sebagai temannya di bumi walaupun pasiennya itu tidak tahu asal usulnya.

“Dua tahun lalu aku sempat heran waktu kau mengatakan tidak mengenalnya. Mana ada orang di Korea Selatan yang tidak mengenalnya? Tapi, apa betul waktu itu kau tidak mengenal Taeyeon?” Baekhyun bertanya seperti sedang mengintimidasi Sehun.

“Yah….aku tidak mengenalnya, tapi berkatmu sekarang aku tahu siapa Kim Taeyeon itu.” Singkat Sehun, ia sama sekali tidak tertarik dengan pembahasan ini.

Daebak! Apa ini rahasiamu di usia muda bisa menjadi seorang dokter? Pantas saja kau tak tahu tentang perkembangan negaramu sendiri.” Baekhyun tertawa, Sehun ikut tertawa tetapi sedikit dipaksakan. “Aku yakin kau akan langsung terpaku jika melihat Taeyeon, selama ini kalian belum pernah bertemu kan? Dia memang selalu menjengukku ketika aku sudah kembali kerumah. Tapi entah kenapa, tadi ia mengirimkanku pesan bahwa ia akan kesini.”

Jujur saja sampai sekarang Sehun tidak tahu apa alasan Baekhyun memanggilnya, “Lalu?” Respon Sehun dengan wajah datarnya.

“Aku ingin mengenalkanmu dengannya. Apa kau tak penasaran tentangnya? Aku tahu Taeyeon sudah tidak setenar yang dulu dikarenakan kasus yang menimpanya, tapi aku rasa julukan diva masih tetap terikat pada dirinya.” Sehun semakin tidak mengerti jalan pemikiran Baekhyun, tetapi mau bagaimana lagi ia sudah mengetahui sifat namja itu.

Baekhyun terus saja bercerita tentang Taeyeon, membuat Sehun bosan. Seandainya Ia bisa menggunakan kekuatan teleportasinya mungkin sekarang Ia akan menghilang dari hadapan Baekhyun.

Annyeonghaseo.” Baekhyun berhenti berbicara saat seseorang muncul dari balik pintu, awalnya Ia sangat bersemangat tetapi sepersekian detik kemudian raut wajah cerianya sedikit murung mendapati seseorang yang datang adalah Bang Minah, bukan Taeyeon.

Bang Minah dan Baekhyun juga cukup dekat. Bahkan Baekhyun, Minah dan Taeyeon sudah bersahabat sedari SMP. Baekhyun tahu kalau Minah yang juga adalah saingan Taeyeon di dunia entertain menyukai dirinya, tetapi Baekhyun tidak memiliki perasaan apapun padanya karena Ia masih sangat mengagumi Taeyeon.

“Minah kau datang.” Ujar Baekhyun bersikap biasa. Sehun tidak berbalik melihat gadis itu, yang penting intinya itu bukanlah gadis yang selalu Baekhyun ceritakan kepadanya.

Ne, annyeonghaseo uisa-nim. Kita bertemu lagi.” Sekarang Minah sudah berdiri di samping Sehun dan menyapa namja itu. Sehun bangkit berdiri dan tersenyum. Memang Ia sudah beberapa kali bertemu dengan Minah yang selalu mengunjungi Baekhyun di rumah sakit.

“Baekhyun, aku baru ingat ingin memeriksa pasien yang lain. Sekarang sudah ada yang menemanimu.” Sehun menggunakan suasana ini untuk pergi dari ruangan Baekhyun. Awalnya raut wajah Baekhyun sedikit cemberut, tetapi bagaimana pun Ia harus mengerti bahwa Sehun adalah seorang dokter. Ia menganggukkan kepalanya.

Minah duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Sehun sambil mengupas buah apel kesukaan Baekhyun, “Bagaimana keadaanmu?” Ujar Minah sambil memberikan sepotong apel untuk Baekhyun.

Baekhyun menerima apel itu sambil mengangguk, “Aku tidak merasa sakit sama sekali, tapi mungkin tempat ini merindukanku.” Minah terkekeh. “Kau tidak ada jadwal hari ini?” Minah menatap Baekhyun dan menggeleng.

“Hanya ada pemotretan tadi.” Balik Baekhyun yang mengangguk.

“Minah… aku ingin bertanya sesuatu.” Minah hanya mengangguk mengisyaratkan Baekhyun melanjutkan perkataannya, “Apa… apa artis-artis yang lain masih sering bercerita jelek tentang Taeyeon?” Ucap Baekhyun sedikit melemas.

Minah menghentikan aktivitas kupas-mengupasnya, ia menatap Baekhyun sambil menghela nafasnya. Setiap Minah menjenguk Baekhyun, namja itu tidak pernah membahas tentang dirinya, pasti selalu tentang Taeyeon. “Baekhyun… Bisakah kau tidak membicarakannya? Bahkan namanya saja sudah tidak diingat.”

“Minah, Dia temanmu, sahabatmu. Tak seharusnya kau berbicara seperti itu.” Baekhyun meninggikan nada suaranya.

“Aku tak memiliki sahabat yang ingin membunuh sahabatnya seperti-”

“MINAH JAGA UCAPANMU!” Baekhyun berbicara dengan nada keras tepat di hadapan Minah membuat gadis itu kaget.

Wae? Wae? Kenapa dia terus yang kau fikirkan? Apakah dia pernah memandangmu? Ada aku di sini, kenapa kau pergi kepadanya yang bahkan menganggapmu saja tidak! Sadarkan dirimu Byun Baekhyun!” Minah tidak mau kalah dengan Baekhyun, matanya berkaca-kaca. Sempat terjadi keheningan untuk waktu yang sedikit lama.

Baru saja Baekhyun ingin berbicara, tiba-tiba seorang yeoja mungil sudah berdiri di depan pintu sambil menenteng kantongan berwarna putih. “Ta.. Ta… Tae-”

Yak Byun Baekhyun! Mengapa kau sering sekali masuk rumah sakit? Mengapa kau tak bawa rumah sakitnya ke rumahmu saja? Huh? Aish jinjja, kau tahu? Tadi aku sempat bertemu dengan seorang namja yang…. ah sudahlah! Ini buatmu.” Cerocos Taeyeon langsung naik ke atas kasur Baekhyun dan duduk bersilang kaki di hadapan namja itu. Baik Baekhyun maupun Minah heran melihat sikap Taeyeon yang juga melemparkan kantongan putih itu kepada Baekhyun.

“Kim Taeyeon, ada yang salah dengan dirimu?” Tanya Baekhyun masih heran.

Taeyeon tidak mengindahkan perkataan Baekhyun, “Ah, Minah. Ada kau di sini. Aku tak melihatmu.” Minah hanya tersenyum kecut. “Oh ya, Baekhyun. Aku akan pindah akhir minggu ini. Apa kau belum keluar dari rumah sakit?” Taeyeon kembali memusatkan kepada Baekhyun yang ada di depannya.

“Ini pertama kalinya kau menjengukku di rumah sakit dan kau langsung.. ah sudahlah. Pindah? Ke Gangnam? Aku usahakan untuk keluar.”

Taeyeon terkekeh lalu mengangguk, “Tapi biarpun kau belum keluar, aku sudah meminta bantuan Soohyun oppa.” Minah merasa tidak dianggap di situ. Jujur saja, Ia masih merasa khawatir apakah Taeyeon mendengar kata-katanya tadi atau tidak.

-FFAP-

Seorang gadis mungil bersurai panjang dan berponi yang mengenakan mini dress berwarna biru tua lengkap dengan corak bunga putih sedang terduduk di salah satu penjual kue beras pinggir jalan. Suasana sedang sepi, pikirannya tidak bisa dikendalikan lagi. Kedua matanya memancarkan kesedihan yang sangat mendalam. Gadis yang selalu terlihat ceria dan bahagia, yang selalu menampakkan fake smilenya di depan orang banyak tetapi kenyataannya Ia hanyalah seorang gadis yang rapuh bahkan sangat rapuh.

Taeyeon, gadis mungil itu bahkan tidak bisa lagi merasakan dinginnya malam yang tengah merasuki tubuhnya yang hanya mengenakan mini dress. Ia betul-betul bisa merasa perubahan hidupnya satu tahun belakangan ini. Kehidupannya sebagai top star kini berubah menjadi gadis malang yang tidak di’anggap’ oleh siapapun. Taeyeon masih bisa bersabar, masih menunggu masalah yang Ia sendiri tidak tahu ini selesai dan menunggu saat Ia bisa kembali menempati posisinya.

Sekarang, saat Ia duduk di penjual kue beras pun tak ada seorang pun yang ingin mengetahuinya. Taeyeon merasa sudah benar-benar menjadi manusia biasa, Ia memang hanya manusia biasa hanya saja dulu Taeyeon lebih special. Taeyeon bersyukur, setidaknya Ia bisa mengambil hal positif dari kehidupannya yang sekarang. Setidaknya sekarang Taeyeon tak perlu sibuk menghindari banyaknya fans jika sedang berada di jalanan umum, Ia juga bisa melakukan hal apapun tanpa peduli dengan komentar orang lain.

Ahjumma! Sebotol soju lagi juseyo.” Teriak Taeyeon yang masih setengah sadar, di hadapannya Ia sudah menghabiskan 3 botol soju. Taeyeon terlalu rapuh ini hari, Taeyeon mendengar dengan jelas saat Baekhyun dan Minah sempat beradu mulut mengenai dirinya.

Meskipun Taeyeon sudah sedikit menerima hidupnya yang sekarang tetapi tetap saja Ia masih tidak terima jika harus berhenti dari dunia entertainment dikarenakan hal bodoh yang tak Ia ketahui.

Taeyeon tertawa, tertawa miris lebih tepatnya. “Nasibmu terlalu malang Kim Taeyeon.” Gadis mungil itu memukul-mukul dadanya. Sang ahjumma pemilik tempat itu merasa sangat kasihan melihat Taeyeon, ahjumma itu tahu kalau gadis yang masih setengah sadar itu adalah Kim Taeyeon, salah satu diva Korea Selatan.

Ahjumma itu menghampiri Taeyeon dan duduk di depannya, Taeyeon melihat ke arah wanita paruh baya yang berada di hadapannya. “Ahjumma… Apa kau mengenalku?” Ucap Taeyeon dengan mata sayupnya sambil menatap ahjumma itu.

Ne, aku mengenalmu Kim Taeyeon. Mengapa kau seperti ini?” Ujar ahjumma itu sambil menggenggam tangan Taeyeon, ahjumma itu adalah salah satu orang yang percaya dengan Taeyeon. Dia sendiri tidak menduga kasus Taeyeon setahun yang lalu, ahjumma itu percaya bahwa Taeyeon tidak mungkin melakukan hal sekeji itu.

Taeyeon tertawa, tertawa miris lagi. Ia kembali meneguk segelas soju, dan kembali menatap ahjumma itu. “Ahjumma mengenalku… Apa ahjumma juga salah satu fansku yang kini menjadi hatersku? Karena kasus bodoh itu? Hahaha” Setelah mengucapkan kalimatnya, Taeyeon merebahkan kepalanya di atas meja. Ia sudah tertidur, sudah lelah.

Sehun baru saja tiba di rumah setelah seharian sudah menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter. Sehun merebahkan badannya di sofa, ia teringat gadis yang ia temui di rumah sakit tadi.

Flashback.

Sehun akhirnya bisa bernafas lega, ia baru saja keluar dari ruangan Baekhyun. Kalau saja ia tidak keluar dari ruangan itu, mungkin ia harus mendengar seluruh celotehan Baekhyun tentang yeoja yang disukainya. Sebenarnya Sehun tidak memiliki pasien yang ditangani untuk saat ini, kemudian Ia mengingat sesuatu.

Sehun masuk keruangan kerjanya dan melepas jas putih kedokteran miliknya. Ia kemudian merapikan sedikit rambutnya dan berjalan keluar.

“Uisa-nim, apa anda akan keluar?”Tanya seorang perawat yang sekarang berdiri di hadapan Sehun. Sehun hanya mengangguk sambil tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju pintu utama rumah sakit. Sebelum akhirnya benar-benar keluar dari pintu rumah sakit, Sehun menghentikan langkahnya di depan sebuah TV besar yang sengaja dipasang di koridor utama rumah sakit.

Di TV itu sedang ditayangkan drama You Who Came From the Star. Sehun yang memang mengikuti perkembangan drama itu memundurkan langkahnya untuk duduk disalah satu bangku. Alasan Sehun mengikuti drama itu bukan karena Ia pecinta drama, melainkan sebagian dari drama itu sama persis dengan kisahnya. Dan baru saja sebenarnya Sehun ingin pergi mencari tahu siapa penulis drama itu, karena menurut berita yang beredar salah satu tempat syuting drama itu ada di dekat rumah sakit tempatnya bekerja. Bisa terhitung jari siapa-siapa saja yang mengetahui jati diri Sehun sebenarnya.

“Yak! Paboya!” Teriak seorang yeoja yang menjadi korban Sehun, ya saat Sehun mundur, Ia tak sengaja menabrak seorang yeoja yang lebih pendek darinya.

Yeoja itu melemparkan tatapan dinginnya ke arah Sehun, bukannya meminta maaf Sehun malah menatap yeoja itu dengan tatapan datar. “Apa kau tak bisa berjalan biasa saja? Huh? Untung saja buah-buahan ini tidak jatuh, dan untung saja aku tidak lecet sedikitpun.” Yeoja itu tetap saja mengoceh di depan Sehun, bahkan sekarang sudah banyak pasang mata yang melihat mereka. “Apa kau tak tahu siapa aku?” Sehun masih tetap pada ekspresinya. Yeoja itu tertawa meremehkan namja di hadapannya. “Aku… Kau betul-betul tak mengetahuiku? Sudah berapa lama kau tinggal di Seoul? Hah?” Yeoja itu memelototkan matanya di depan Sehun.

“Apa penting buatnya untuk mengenalimu? Bahkan kami saja sudah malas mengenalmu. Cih.” Sehun dan yeoja itu menatap secara bersamaan ke arah tiga orang gadis yang sedang melemparkan tatapan mengejeknya kepada yeoja itu.

Sehun masih terdiam, Ia menunggu reaksi yeoja di sampingnya. Ketika Sehun berbalik, Ia bisa melihat kedua mata yeoja itu menyimpan isyarat yang sulit diartikan. Yeoja itu kini tersenyum, Ia tidak merespon perkataan 3 gadis yang mengejeknya dan pergi dari koridor itu. Sehun menatap kepergian yeoja itu, kemudian Ia kembali memusatkan pandangannya ke arah TV.

Flashback end.

Sehun tidak berhasil menemui penulis naskah drama You Who Came From the Star hari ini, tadi mendadak penyakit Baekhyun kambuh lagi untuk itu Ia kembali memeriksa namja yang sudah 2 tahun menjadi pasiennya.

Setelah sedikit puas mengistirahatkan badannya sejenak, Sehun bangkit berdiri dan mencari makanan di kulkasnya. Tetapi entah mengapa malam ini rasanya Ia ingin memakan ramyun, untuk itu Sehun mengambil jas hangatnya kemudian keluar rumah untuk ke supermarket seberang kompleksnya sambil berjalan kaki.

Jalanan terlihat lumayan sepi. Setelah membeli ramyun, Sehun juga singgah membeli kue beras dekat dengan supermarket yang tadi Ia tempati.

Sehun melihat hanya ada seorang yeoja yang duduk di tempat penjualan kue beras itu, lebih tepatnya duduk sambil menidurkan kepalanya di atas menja bundar itu. Sehun mengambil kesimpulan bahwa yeoja itu pasti sudah mabuk berat. Sampai sekarang, Sehun masih bertanya-tanya mengapa manusia jika memiliki masalah pelampiasannya adalah dengan mabuk-mabukan. “Ahjumma, ddeobbokkie satu porsi juseyo.” Sehun melewati yeoja itu menuju ahjumma yang sekarang tengah menyiapkan pesanan Sehun.

Keundae, anak muda… kau tinggal di daerah sini kan?” Tanya ahjumma itu kepada Sehun sambil memberikan kue beras pesanan namja itu.

Sehun menerima kue beras itu sambil mengangguk, “Ye ahjumma. Waeyo?

Ahjumma itu tidak langsung berbicara tetapi menatap ke arah Taeyeon yang sudah tertidur pulas, Sehun ikut melihat apa yang ditatap ahjumma itu. “Yeoja itu, dia sangat terpuruk. Ia lagi mengalami masa-masa sulitnya. Bisakah kau… membawanya pulang?”

Sehun membulatkan matanya sambil menatap ahjumma itu, “Yee?!!” Ujar Sehun reflex membulatkan matanya mendengar penuturan wanita paruh baya itu.

TBC

HAIIIIII!!!!! Membuat respon kalian di introducing cast membuatku semangat(?) Terimakasih untuk semangat kalian yaaa, dan maaf kalau part 1 nya kepanjangan hehe. Untuk yang tidak terlalu menyukai pairingnya, maaf yaah. Aku sudah membuat cerita ini sejak 2 tahun lalu jadi akan susah jika mengganti pairing. Maaf juga untuk penggunaan kalimat yang tidak nyaman untuk di baca hehe, aku juga masih tergolong penulis baru. Jangan lupa komen kritik dan sarannya yaaaa, jika komennya lumayan banyak akan langsung di lanjutkan part 2 nya. Taengkyuuuuu^^

Advertisements

54 comments on “[FREELANCE] Fate From Another Planet (Chapter 1)

  1. baek kayanya suka banget ama taeng
    tampa di sengaja sehun ama taeng di pertemukan, walau taeng dalam keadaan mabuk

  2. huhuhu sehun tolong muka di kondisikan kayak es batu berjalan aja 😅😅
    kasihan taeng sabar ya beb
    baekhyun suka sama taeng?? 😍😍
    next chap hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s