I’m in Love With You – Part IV

PicsArt_06-17-09.10.45.jpg

Cast: Kim Taeyeon, Kwon Jiyong (G-Dragon)

Part I | Part II | Part III | Part IV |

Note: Mumpung lagi libur sih, jadi ada waktu buat bikin ff 😀

Buat new readers, saya berharap kalian bisa mengapresiasi ff ini komentar dari part awal ya :D. Buat readers tercintah /? As always, semoga kalian suka part ini. Dan tolong tetap kasih kritik dan saran ya 😀 Supaya ada semangat juga buat lanjutin ff ini kkk~ Dan buat SILENT readers, oke sih kalo kalian mau baca, tapi please give me your opinion. Tolong hargain ya. Buat semuanya maaf kalo banyak typo dan ffnya ngaco 😀 Happy reading!~

            Part III

Taeyeon’s POV:

“aku ingat, Jiyong meminta kita untuk berkumpul bersama lagi bersama member Bigbang lainnya.”ujarku tanpa sadar mereka semua memandangiku dengan tatapan yang aneh. Aku pun sadar apa yang aku katakan.

“ohh~ uri Taeyeon’s new love is Gdragon?”goda Jessica.

“Kalian sudah akrab?”tanya Tiffany.

“Mungkin setelah pesta ulang tahun Taeyang huh?”ledek Yuri.

“Ayo, kita buat jadwal berkumpul dengan Bigbang!”seru Hyoyeon.

“Ayo, kapan??”kata Jessica

“Bagaimana setelah album baru dirilis?”tanyaku, karena aku ingat kalau akhir-akhir ini jadwal Bigbang padat. Tapi aku ingat kalau aku berjanji pada Jiyong untuk berkumpul sebelum comeback.

“Mengapa begitu?”tanya Sooyoung

“Siapa tahu jadwal Bigbang itu.. padat?”

“Heol~ Taeyeon sampai mengetahui padatnya jadwal Bigbang!”goda Hyoyeon

“Aniya, kan aku bilang siapa tahu? Jika begitu, kita pergi hangout bersembilan saja sebeleum comeback.”ujarku

“Call!”ujar Jessica

“Baiklah, mungkin kalian sedang ada jadwal. Aku akan mengabari kalian nanti. Bye! I love you all!~”katanya dan mematikan video call.

`~~~`

Part IV

Kalian pasti sudah mengira setelah video call dengan Jessica selesai, semua member menggodaku dan meledekku. Jika kalian mengira seperti itu, 100 untuk kalian. Kalian benar.

`~~~`

2015, 25th May

Aku menerima tawaran Jiyong, dan sekarang aku sudah berada di apartement setelah pergi ke salon untuk mengganti warna rambutku. Tak lama nomor Jiyong tertera di layar ponselku. Dia menghubungiku.

“Yeobseyo?”

“Eoddiya?”

“Aku.. ada disini. Wae?”

“Disini dimana? Ayo kita bertemu.”

“Ada apa?”

“Aku ingin meminta pendapatmu.”

“Meminta pendapat? Kau bercanda? Apa hanya karna itu kita harus bertemu?”kekehku

“Ah aku serius, ayolah.”

“Baiklah, kau datang saja ke apartementku.”

“Arraseo”

`~~~`

Aku sedang mengambil foto dari rambut baruku ini. Terdengar suara bel dari luar, aku tahu ini Jiyong. Aku segera membukanya dan meninggalkan ponselku di atas sofa.

“Eoh? Kau menuruti saranku? Warna itu bagus untukmu.”katanya langsung masuk tanpa kupersilahkan.

“Ada apa?”kataku setelah menutup pintu dan mengikutinya dari belakang. Ia pun menyimpan beberapa kantong plastik dan duduk di sofa tadi.

“Aku membawakan jjangmyeon, makanan ringan dan beberapa kaleng soda , ayo kita makan siang bersama. Aku belum makan.”katanya dan sialnya dia mengambil ponselku dan entah apa yang dia tertawakan.

“Mwoya?” aku langsung berusaha mengambil ponselku.

“Aku pikir ini foto yang bagus.”katanya menunjukkan foto selcaku tadi. Aku lupa, waktu dia datang aku hanya menyimpan ponselku tanpa kutekan lockscreennya. Bodoh, Taeyeon.

“Aish, jinjja. Kembalikan.”kataku, ia pun tertawa sambil mengembalikan ponselku.

“Baiklah kau mau meminta pendapat apa?”

“Ayo kita berbincang sambil makan. Aku lapar.”ujarnya sambil membuka dua bungkus jjangmyeon.

“Cepat sini duduk.”katanya, aku menurutinya tapi aku tidak memakan jjangmyunku walaupun sudah dibuka olehnya.

“Ada apa?”

“Baiklah, sepertinya kau sedang kesal. Aku akan mempercepat ini. Aku akan mengeluarkan album selanjutnya dari M.A.D.E series. Kau pikir warna rambut apa yang cocok untukku?”

“Hanya itu?”tanyaku dan ia mengangguk. Heol jinjja.

“Bagaimana?”

“Bagaimana dengan lagunya?”

“Pasti enak didengar.”

“Bukan itu maksudku, genrenya.”

“Untuk lagu utama bergenre dance-pop dan trap. Untuk lagu selanjutnya bergenre acoustic rock dan power pop.”

“Aku pikir merah bagaimana?”

“Aku juga memikirkan itu, memberku juga menyarankan itu.”

“Ya sudah, merah saja. Aku pikir kau akan menjadi badass Jiyong.” Dia hanya tertawa kecil aku berbicara begitu.

“Baiklah, sekarang ayo kita makan.”katanya

“Kau kan sudah selesai meminta pendapat.”

“Aku akan makan secepatnya dan pulang.”katanya dan sedikit memasukkan mienya kedalam mangkukku dengan sumpitnya.

“Makan yang banyak, agar kau tidak sekurus itu. Dan oh ya, aku membelikan cemilan itu dan makanlah sampai habis. Supaya kau lebih berlemak.”katanya lalu melahap jjangmyeonnya. Tanpa sadar aku tersenyum mendengar ucapannya.

FB_IMG_1457966904219.jpg

‘Heol~ Its supposed to be a creepy thing, but why am I smiling?’ pikirku.

“Itu pujian karna aku bertubuh ideal, atau kau meledekku?”

“Kau ideal? Dengan tubuh kecilmu?”katanya menertawakanku, aku hanya melihatnya sinis.

`~~~`

2015, 26th May

Aku dalam mobil van sekarang dengan memberku. Saat aku melihat galeriku dan melihat fotoku yang kemarin dipilih Jiyong, aku jadi berpikir untuk mengirim ke akun instagramku.

taeyeon_ss instagram post:

taeyeon-rambut-blonde.jpg

            Setelah sekitar setengah jam aku menguploadnya, ada pesan dari Jiyong masuk.

Kwonjiyongie : Kau mengingat perkataanku kalau foto itu bagus? Lalu kau menguploadnya begitu?

Mengapa ia percaya diri sekali? Tapi itu benar adanya.

Kimtaeng : Kau terlalu percaya diri..

Ia membalas pesanku dengan mengirimkanku foto.

images (52)

Kwonjiyongie : Aku pun menuruti saranmu.

Lagi-lagi aku tersenyum karenanya.

2015, 28th May

Aku sedang berkumpul dengan memberku dan juga Jessica di dorm. Menonton film di ruang tengah dengan tumpukan cemilan ringan dan beberapa botol minuman soda di tengah kami. Aku sedang mengemil sambil memainkan ponselku. Film yang ditonton mereka adalah film yang sudah kutonton. Makanya, aku tidak ikut menonton.

Tak lama ada pesan Kakao masuk ke ponselku.

Kwonjiyongie : Kau ada waktu kosong?

Mau apa dia?

Kimtaeng : Ada apa?

Kwonjiyongie : Kita ke dolce vita hari ini bagaimana? Karena besok aku akan pergi ke China.

Kimtaeng : Kita bertemu dimana?

Kwonjiyongie : kau dimana?

Kimtaeng : Di dorm SNSD.

Kwonjiyongie : Aku akan menjemputmu sekarang.

Jigeum? Heol~ pria ini.

Kimtaeng : Kau tunggu diluar, jangan masuk. Nanti memberku curiga. Kabari aku kalau kau sudah di depan.

Sialnya, pesanku yang terakhir hanya bertanda “read” tanpa balasan. Aku langsung pergi ke kamarku. Untungnya aku masih menyimpan beberapa pakaian di sini. Aku sudah jarang menginap di dorm. Saat aku memilih pakaian, Tiffany ada di belkangku.

“Mau kemana?”tanyanya

“Aku ada janji.”

“Dengan?”

“rahasia.”

“aish, jinjja. Nuguya?”

“Kau akan melihatnya sendiri.”

“Jangan bilang kau pergi dengan Baekhyun? Kau mau kembali menjadi babysitternya?”

“Aniya. Tidak. Bukan dia.”

“Heechul oppa? Jungsu oppa? Nugu?”

“Bukan. Sekarang kau pilihkan aku pakaian dulu.”

“Apa kau mengikuti Blind Date?”

“Heol, tidak Fany-ah.”

“Kalau bukan, kau akan pergi kencan dengan orang yang kau kenal.”

“Bukan. Aku hanya akan pergi hangout.”

“Ya sudah, hanya pergi hangout pilih saja pakaian yang ada. Kau juga meninggalkan pakaian-pakaian yang casual kan di sini.” Kata Tiffany menunjuk lemariku.

“Tapi.. bukan hangout biasa.”

“Kau tidak mau jujur padaku. Siapa orang itu?”sinisnya.

Aku menghela nafas, haruskah aku memberi tahu aku akan pergi dengan siapa? “Arraseo, aku pergi dengan..”

“Dengan?”ia mengulangi perkataanku tak sabaran.

“Gdragon.”kataku pelan tapi masih bisa terdengar olehnya.

“Heol! Jinjjayo?!”teriaknya. aku langsung menutup mulutnya.

“Ssstt. Nanti mereka mendengarnya.”kataku

“Kalian akan bertemu dimana?”

“dia menjemputku kesini.”

“Kalau begitu, yang lain akan tahu.”

“Eottokhae?”kataku

“Kau harus keluar lebih dahulu sebelum ia datang.”

“Pintar!”ujarku lalu memilih pakaian yang tidak terlalu casual dan tidak terlalu berlebihan. Aku memakai jaket denim jeans dan memakai celana panjang jeans hitam. Simple kan?

Tapi tak lama Sunny memanggilku.

“Taeyeon-ah. Ada seseorang mencarimu.”teriaknya.

Aku dan Tiffany saling bertatapan.

“Ada Jiyong oppa disini”teriak Yuri. Aku membuka mulutku lebar-lebar. Mengapa ia kesini begitu cepat dari yang aku perkirakan? Aku dan Tiffany saling bertatapan lagi.

“Omo, eottokhae? Mereka tahu.”ujarku

“Bilang saja, bahwa kau ada perlu dengan Jiyong oppa.”Ujar Tiffany dan mendorongku keluar kamar.

“Oh! Itu Taeyeon!”Kata Sooyoung, mereka seperti sudah mengobrol dengan Jiyong, karena mereka berkumpul bersama Jiyong.

“Aku akan pergi ke Dolce Vita lain waktu.”Ujar Jessica melirik padaku, dan aku tertegun heran. Jiyong memberi tahu kita akan kemana?

“Eoh?”

FB_IMG_1457946736847.jpg

“Selamat bersenang-senang unnie. Aku mengerti kau butuh refreshing.”kata Seohyun. Dan Jiyong hanya tersenyum dengan smirknya.

“Kita akan berkumpul bersama Bigbang lain waktu. Kami janji.”ujar Jessica. Sebenarnya mereka membicarakan apa tadi?

“Arraseo, kalau begitu aku pergi dulu.”ujar Jiyong tersenyum dan pergi keluar lebih dulu dan menungguku di mobil.

“Aku pergi.”ujarku

“Taeyeon unnie pergi kencan dengan Gdragon omonaaa~”kata Yoona menggodaku, tapi aku menundukkan kepalaku dan cepat-cepat pergi keluar.

`~~~`

Aku pun masuk ke dalam mobil Jiyong. Untungnya, ia tidak memakai mobilnya yang sudah dikenal semua orang itu. Aku menghembuskan nafasku kasar. Ia sudah tahu apa yang kupikirkan. Ia hanya terkikik melihatku.

Jiyong’s POV :

Aku tertawa kecil melihat wanita menggemaskan ini masuk ke dalam mobilku dengan ekspresinya yang terlihat sangat kesal. Tapi mengapa ia sedang kesal seperti itu ia tetap terlihat imut? Aku pun mulai menjalankan mobilku.

“Kenapa kau tertawa?!”ujarnya mendengus kesal.

“haha, ada apa dengan ekspresimu?”

“Kau.. apa yang kau katakan pada memberku?!”

“Aku hanya bilang, bahwa kau butuh refreshing karena itu aku membawamu ke Dolce Vita.”

“Aku sudah bilang kau jangan masuk.”ucapnya dengan penekanan disetiap katanya.

“Aku ingin menyapa membermu apa aku salah?”kekehku.

“Aish jinjja. Ini semua karnamu Jiyong. Mereka meledekku.”katanya, dan membuatku kaget karena ia memanggilku tanpa embel-embel apapun.

“Jiyong? Aku lebih tua setahun darimu.”ujarku tidak terima.

“Tidak, kita hanya berbeda 6 bulan saja.”bantahnya. Benar-benar teliti gadis ini.

“Tetap saja aku lebih tua darimu.”

“Biar saja.”ujarnya mempoutkan bibirnya dan menatap lurus kedepan. Aku memperhatikannya dengan tersenyum-senyum kecil. Mungkin Taeyeon merasa dirinya diperhatikan dan mulai merasa risih.

“Kemudikan dengan fokus, kau ingin membunuhku?” aku tersenyum dengan perkataannya.

“Makanya, jangan bertindak imut di depanku. Jika tidak aku tidak bisa berhenti melihatmu.”godaku. tapi itu tulus dari hatiku. Serius.

Taeyeon’s POV:

“Makanya, jangan bertindak imut di depanku. Jika tidak aku tidak bisa berhenti melihatmu.”katanya. Sial, apa dia mencoba menggodaku lagi?

“Kau sedang mencoba melawak?”tanyaku sinis. Tapi jika ia hanya bercanda mengatakan itu, aku merasa sedikit kecewa. Oh apa yang aku pikirkan?! Ia hanya tertawa kecil lagi.

`~~~`

  •  Dolce Vita, Pocheon, Gyeonggi-do   –

Aku tiba di villa mewah milik seorang G-Dragon ini. Aku tidak begitu excited karena aku sudah pernah kesini. Tapi aku hanya berakting seolah-olah aku baru pertama kali kesini.

“Whoa! Tempat ini indah!”

“Pemiliknya lebih indah untuk dilihat”bisik Jiyong tepat di telingaku.

“ah.. jinjja!”

“Okay, kau mau kemana?”

“Menurutmu? Kaulah pemanduku hari ini.”

“Kau ingin spa?”

“Tidak.”jawabku cepat.

“Kau mau renang?”

“Tidak.”

“Lalu apa?” tanyanya lagi, tapi aku terdiam.

“Kau mau aku hubungi Dara supaya ia kesini?”

“Baiklah, tidak buruk.”ujarku. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Dara.

“Oh, noona.”

“Kau bisa ke Villaku?’

“Ya, Dolce Vita”

“Ne, ada Taeyeon disini.”

“Arraseo, gomawo” katanya mengakhiri telepon.

“Otte?”

“Dia akan kesini, aku tahu kau risih jika hanya berdua denganku kan?”

“Ternyata kau peka.”kataku lalu berjalan terlebih dahulu darinya. Aku pergi ke taman dekat kolam renang. Aku akan berenang di villa khusus tamu, jika di villa umum kalian pasti mengerti. Ada banyak fans disana.

Aku duduk disalah satu bangku taman disana. Jiyong mengikutiku dan duduk disebelahku.

“Ah, akhirnya aku bisa santai.”ujarku. Dia terkekeh mendengarku.

“Bersantailah Kim Taeyeon ahjumma.”ledeknya.

“heol, aku hanya lebih muda darimu satu tahun.”

“Enam bulan.”koreksinya. Ia menuruti ucapanku.

“Ah iya, terserahlah. Yang pasti kau juga akan menjadi seorang ahjussi.”ledekku balik.

“Ah baiklah. Orang cantik bebas berkata apa.”kekehnya dengan senyum khasnya itu. Hey, senyumnya sangat imut. Aku menatap senyumnya dengan tanpa sadar aku tersenyum.

“Hey, apa aku terlalu mempesona huh?”katanya, membuat raut wajahku berubah seketika.

“Ah jinjja. Setidaknya kau yang tertarik padaku.”ujarku. Oh serius, aku tidak sadar mengucapkan hal itu. Eottokhae? Ataukah aku harus menanyakan tentang hal ini?

“Mwoya.. Aku tertarik padamu? Sejak kapan?”kekehnya. Aku sungguh tidak terima disudutkan seperti ini. Ini rasanya seperti akulah yang terlalu percaya diri. Aku membungkukkan tubuhku dan menolehkan kepalaku untuk menatapnya lebih dekat.

“Aku mendengar pembicaraanmu dengan Dara unnie.”

Jiyong’s POV:

“Aku mendengar pembicaraanmu dengan Dara unnie.”

Jujur, aku kaget mendengar ini. Mengapa ia jujur sekali. Dan.. kapan ia mendengar pembicaraanku dengan Dara?

“Sepertinya kau tidak bisa menjawabku Jiyong. Apa itu benar?”tanyanya lagi. Mengapa ia seserius ini? Apa dia ingin mengungkapkan perasaannya? Atau ia ingin mencoba berkencan denganku?

“Untuk apa kau bertanya seperti ini?”tanyaku, dan ia kembali menyandarkan tubuhnya pada bangku taman ini.

“Aniya. Aku hanya ingin memastikan, apa itu benar atau tidak.”katanya dengan pandangan lurus.

“Arra, kapan kau mendengarnya?”

“Pagi hari.. pagi dimana malamnya aku diantar pulang oleh seorang G-Dragon.”ungkapnya.

“Kapan kau datang? Kau mendengar pembicaraan kami dari awal?”

“Tidak.. aku hanya mendengar beberapa.”

“Lalu, sekarang kau sudah mengetahuinya. Apa yang akan kau lakukan?”

“Memberimu pertanyaan, apa yang akan kau lakukan jika aku sudah mengetahui ini?” Dia pintar memainkan perkataan.

“Aku? Aku ingin mengenalmu lebih jauh.”

“Bagaimana denganmu?”

“Entahlah. Sejujurnya, aku berpikir you’ll never notice me. Dan setelah aku mendengar pembicaraan itu. Aku sangat terkejut, bagaimana mungkin seorang G-Dragon tertarik padaku? Sungguh, hanya kau yang selalu masuk dalam pikiranku akhir-akhir ini. Aku sangat frustasi.”

Mengapa ia jujur sekali? Dan mengapa aku tersenyum mendengar penjelasannya?

“Aku juga manusia. Dan mengapa aku tidak bisa tertarik pada seorang Kim Taeyeon?” kataku menengok ke arahnya dan menatapnya dalam. Ia tersenyum mendengar perkataanku ini dan mendekatkan wajahnya padaku.

“Mengapa kau selalu masuk dalam pikiranku?”katanya dan lagi-lagi aku tersenyum.

“Bagaimana sekarang? Do you wanna try to date me?”tanyaku to the point. Ia menjauhkan wajahnya.

“Apa kau tipe orang yang tidak mau tahu perasaan orang lain? Kau belum mengetahui apa yang aku rasakan.”

“Karena aku yakin, kau juga tertarik padaku.”kataku percaya diri.

“Heol, too much confident.”

“Okay, beritahu aku perasaanmu.”

“Molla.”

“Ya sudah, kalau seperti itu kau hanya perlu menjawab pertanyaanku ‘kau ingin mencoba berkencan denganku’ dengan jawaban ya atau tidak.”

No one POV:

“Geundae..”ujar Taeyeon menggantung.

“Geundae mwo? Its okay for you?”tanya Jiyong tak sabaran.

“Aku baik-baik saja. Aku sudah tidak berkencan dengan siapapun. Termasuk ‘anak’ itu.”

“oh, ‘anak’ itu? Kau berkencan dengan yang lebih muda huh?”ledek Jiyong.

“Kiko juga lebih muda darimu. Kau berkencan dengan yang lebih muda juga.”

I’m totally free now.”

“Kau serius? Kenapa? Bukankah dia wanita yang sempurna? Ah kau bodoh.”ujar Taeyeon.

“Kau itu ada di pihak mana? Kenapa kau ingin tahu sekali? Aku tidak menanyaimu hal mengapa kau putus dengan Baekhyun.”Kata Jiyong.

“Jika kau ingin bertanya, tanyakan saja. Mengapa kau sungkan sekali.”kekeh Taeyeon. Tak lama dari jauh terlihat Dara berjalan ke arah mereka.

“Baiklah bagaimana sekarang?”tanya Jiyong.

“Arra, aku terima ajakanmu tadi. Tapi jangan biarkan siapapun mengetahui ini.”Ujar Taeyeon dengan suara yang kecil tapi masih terdengar Jiyong.

“Itu bukan ajakan, itu pertanyaan.”

“Ah sudahlah diam, Dara unnie sudah disini.”kata Taeyeon, dan Jiyong tersenyum penuh arti melihat ke arah Taeyeon.

“Hey ! Annyeong ! “ sapa Dara

“Annyeong unnie.”Kata Taeyeon langsung mengahmpiri dan memeluk Dara.

“Wae? Apa Jiyong melukaimu? Sampai dia memintaku kesini?”

“Aniya.. unnie, apa kau mau menemaniku berenang?”tanya Taeyeon, dan refleks Jiyong menghampirinya.

“Kau menolak ajakkanku tapi kau mengajak Dara? Aku tidak percaya ini.”kata Jiyong, Taeyeon dan Dara menertawainya

“Pilihan yang bagus Taeng. Tapi, aku tidak membawa pakaian lagi.”ujar Dara.

“Aku juga tidak.”kekeh Taeyeon.

“Aku rasa Dami noona memiliki beberapa pakaian disini.”kata Jiyong dan langsung membawa mereka ke kamar Dami.

`~~~`

Disana ada Dami. Dara sudah mengenal dekat Dami, tapi tidak untuk Taeyeon.

“Oh So Nyeo Shi Dae Kim Taeyeon? Whoa”

“Annyeonghaseyo Dami-ssi.”kata Taeyeon tapi Jiyong dan Dara menertawainya.

“ah tidak perlu se-formal itu Taeyeon-ah. Panggil aku ‘Dami unnie’”

“Ah arraseo, Dami unnie.”

“Baiklah kalian butuh pakaian renang?”tanya Dami, tapi tak lama ponsel Taeyeon berbunyi.

“Oh, ne.”

“Jigeum? Arraseo.”

“Ne, aku akan kesana.”kata Taeyeon menutup teleponnya.

“Ada apa?”tanya Jiyong.

“Aku merasa tidak enak. Mianhae. Aku ada schedule.”ujar Taeyeon dengan raut wajah menyesal.

“Ah its okay Taeng. Kita bisa kesini lain kali.”ujar Dara.

“Dara-ah, aku ada perlu denganmu. Jiyong-ah, kau antar Taeyeon ne.”ujar Dami. Dan sebenarnya Dami mengerti dari tingkah Jiyong yang terlihat fall in love itu.

“Jika kau tida mengatakannya juga aku akan melakukannya. Kajja.”Ujar Jiyong keluar dari ruangan terlebih dahulu.

“Arraseo, maafkan aku. Kita biasa berbincang mungkin lain kali?”ujar Taeyeon pada Dami

“Baiklah, cepat. Kau harus pergi.”ujar Dami

“Arraseo, aku pergi dulu.”ujar Taeyeon melambaikan tangannya pada Dara dan Dami sambil melangkah keluar ruangan.

`~~~`

Di dalam perjalanan, Jiyong dan Taeyeon banyak berbincang. Mereka sudah sangat dekat kali ini.

“Ah jinjja. Mengapa kau tidak memberitahuku bahwa kau ada schedule?”

“Aku pun tidak tahu, ini mendadak.”ujar Taeyeon membela diiri.

“Baiklah kapan kita bertemu lagi babe?”

“Babe? Heol, kita belum mempunyai hubungan apapun.”kata Taeyeon tidak percaya.

“Kita sudah berkencan sekarang.”

“Ini baru percobaan. Ingat, percobaan.”kata Taeyeon menekankan.

Jiyong hanya mendengus.

“Anggap saja kita mengikuti kencan buta.”tambah Taeyeon.

“Arraseo, arraseo. Kapan kita bertemu lagi?”tanya Jiyong tak sabaran.

“Aku akan mengabarimu. Dan, hey bukankah kau punya jadwal penuh bulan depan?”

“Aku akan tetap mencari waktu untuk bertemu denganmu.”kata Jiyong dengan senyumannya itu.

“Heol, kau sedang berbicara kata-kata manis Jiyong-ssi?”kata Taeyeon dengan formal. Dan Jiyong hanya terkekeh.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di gedung SM.

“Cepatlah pergi, mereka akan terkejut dan menjadi bahan rumor jika melihat YG’s golden boy berada di gedung SM yang tak lain agensi rivalnya.”kata Taeyeon membuat Jiyong terkekeh.

“Arraseo, SM’s golden girl. See you later. Aku akan menghubungimu”ujar Jiyong, dan Taeyeon hanya mengangguk tersenyum kemudian turun dari mobil Jiyong lalu pergi ke gedung SM.

`~~~`

2015, 29th May.

Taeyeon sekarang berada di dorm SNSD bersama Sunny dan Tiffany. Karena hanya tinggal merekalah yang tinggal disana. Tapi semua member lain pun sering berkunjung untuk berkumpul bersama lagi. Ia sedang berada di kamarnya dengan pintu yang terkunci, seperti biasanya. Ia mulai berpikir, kenapa ia menerima tawaran Jiyong? Apa mungkin ia sudah mulai menyukai Jiyong? Tapi Jiyong pria yang baik pikirnya. Entah muncul ide darimana, Taeyeon mengirim Jiyong pesan lewat kakaonya.

Kimtaeng : Eoddiya?

“Ia tidak membalas pesanku dengan cepat. Dimana dia? Apa yang sedang ia lakukan? Dengan siapa? Pfft. “ pikir Taeyeon.

“Taeyeon-ah” itu suara Tiffany dari luar kamar Taeyeon.

“Ada apa ?” jawab Taeyeon.

“Kau sudah siap? Manager oppa sudah menunggu.”kata Tiffany, dan Taeyeon membulatkan matanya dan membuka mulutnya seperti terkejut. Ya, karena ia lupa hari ini punya jadwal ke SM.

“Te-tentu, kau duluan saja. Aku ada perlu.”ujar Taeyeon.

“Kau akan naik apa?”tanya Tiffany.

“Aku akan naik.. mobil Dara unnie.”ucap Taeyeon

“Oh, baiklah kalau begitu, aku akan duluan. Bye.”

“Ne, hati-hati.”

Taeyeon pun langsung mencoba menghubungi Dara, tapi sayangnya ponsel Dara tidak aktif. Taeyeon pun mencoba menghubungi Heechul, tapi ia ingat bahwa Super Junior juga memiliki schedule yang penuh karena mereka juga akan comeback. Ia pu tidak ingin mengganggunya dan akhirnya ia menghubungi kakaknya.

“Oppa”

“Ada apa?”

“Kau bisa mengantarku ke gedung SM?”

“Sekarang?”

“Ya”

“Maaf, aku tidak bisa. Aku sedang ada urusan. Mianhae Taeyeon-ah.”

“Oh, ne. Gwenchana. Aku akan meminta bantuan yang lain, annyeong.”

Taeyeon berpikir jika ia meminta membernya menjemputnya ke dorm, ia akan merasa tidak enak. Taeyeon seorang leader, tapi mengapa ia lupa akan schedulenya? Dan menyuruh Tiffany pergi duluan? “aku harus naik taksi.”ucap Taeyeon dan ia pun segera bersiap-siap.

Ia pun pergi ke SM dengan naik taksi. Tentunya memakai masker, kacamata hitam, dan topi. Tapi tentunya, supir taksi itu tahu jika orang yang berpakaian tertutup seperti ini pasti seorang idol. Ia pun selalu mengamati Taeyeon dari cermin di depan. Dan akhirnya ia mengira bahwa itu Taeyeon.

“Kau.. kau Taeyeon dari Girls’ Generation?”tanya supir itu.

“Ne? Ah..”

“Aku benar kan?”tanyanya sambil tetap menyetir.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”tanya Taeyeon takut-takut. Dan bodohnya kenapa ia mengiyakan perkataan si supir.

“Tenang saja, aku akan melayanimu dengan baik. Tapi bolehkah aku meminta tanda tanganmu nanti? Dan jika kau butuh taksi lagi, denganku saja. Pasti aman.”ujar supir taksi itu.

“Baiklah.”ujar Taeyeon.

“Tapi.. mengapa idol besar sepertimu naik taksi?”

“Mobilku ada di apartementku, dan aku lupa bahwa hari ini ada jadwal. Lalu aku menyuruh member lain untuk kumpul terlebih dahulu di SM.”

“Oh, begitu? Aku seorang sone. Aku berumur sama denganmu.”ujar supir itu.

“Benarkah?”kata Taeyeon dan supir itu mengangguk. Setelah beberapa menit mereka sampai di SM. Taeyeon menepati janjinya untuk memberi tanda tangannya. Supir itu berkata : ”Terima kasih, jika kau butuh taksi lagi tolong hubungi aku. Catat saja nomor taksi dibelakang.”ujarnya

“Oh baiklah, terimakasih. Aku akan menghubungimu nanti.”ujar Taeyeon membayar taksi dan turun dari mobil. Tentunya, jika Taeyeon menghubungi taksi itu ia tidak akan menghubunginya dengan nomor pribadinya.

`~~~`

Hari sudah hampir sore, Taeyeon dan member lainnya berkumpul di cafetaria SM. Mereka berbicara banyak hal disana. Taeyeon yang sedang melahap burgernya ingat bahwa pesannya masih belum dibalas Jiyong.

“Aku memikirkan untuk mengubah warna rambutku.”ujar Sooyoung.

“Lalu kenapa?”tanya Yuri.

“Aku bingung memilih warnanya.”kata Sooyoung

“Pink!”ujar Tiffany.

“Hey, aku akan mencoba warna itu. Aku terima idemu Fany-ah!”kata Sooyoung.

“Awas saja, nanti rambutmu akan ia makan”kata Sunny.

“Ya, dia akan menganggapnya sebagai permen kapas.”tambah Yuri dan semuanya tertawa.

“But wait. Shikshin kita adalah Sooyoung, mungkin ia sendiri yang akan memakannya.”tambah Hyoyeon dan semua tertawa. Tak lama di ponsel Taeyeon berbunyi, saat Taeyeon melihat nama ‘Jiyong’ tertera di layar ponselnya, ia segera berdiri dan menjauh dari member lainnya. Sedangkan member lain pun langsung mengira dan menggoda Taeyeon bahwa itu telepon dari Jiyong. Setelah cukup jauh dari membernya ia tersenyum dan menjawab telepon itu.

“Yeobseyo?”

“Hey, Taeyeon-ah.”

“Mwoya.. Kau baru menghubungiku sekarang?”

“Apa kau merindukanku? Bahkan kita belum menjadi sepasang kekasih.”

“Bahkan kau pun tidak menunjukkan penyesalanmu pada kekasih percobaanmu ini?”

“Hehe, mian. Kau sedang apa?”

“Aku sedang break dari scheduleku, aku berkumpul dengan memberku di cafetaria. Dan.. oh ya. Seharusnya aku yang menanyakan itu. Kau sedang apa? Apa yang membuatmu lupa atau mengabaikan pesanku?”

“Bukannya aku sudah memberitahumu kemarin bahwa hari ini aku akan pergi ke China?”

“Aku melupakan hal itu. Tapi setidaknya, kau mungkin bisa membalas pesanku sebentar kan?”

“Aku baru saja memegang ponselku lagi. Daritadi aku sibuk latihan dan beristirahat.”

“Oh begitu, beristirahatlah dengan cukup.”

“Mungkin seharusnya aku yang berkata seperti itu. Beristirahatlah yang banyak.”

Taeyeon tersenyum mendengarnya.

“Aku sedang sibuk, mana mungkin aku bisa banyak beristirahat?

“Pokoknya, kau harus tetap beristirahat dengan cukup.”

“Baiklah rambut udang!”

“Mengapa rambut udang?”

“Karena warna rambutmu merah. Kkk~”

“Heol~, tetapi udang ada juga yang berwarna agak orange. Mengapa kau tidak berpikir tomat atau kepiting.”

“Apa kita benar-benar berdebat karna hal ini?”kekeh Taeyeon.

“Kau yang memulainya. Eum, ceritakan kegiatanmu hari ini.”

“Kau sungguh ingin tahu? Ini sangat memalukan.”

“Jinjjayo? Apa itu?”

“Aku melupakan scheduleku hari ini dan menyuruh member lain pergi duluan ke SM. Lalu orang-orang terdekatku tidak bisa mengantarku ke SM. Aku pun dengan terpaksa naik taksi, dan—“ kata Taeyeon terpotong.

“Eh? Benarkah? Kau naik taksi? Mengapa kau tidak menghubungiku? Aku akan meminta Dami noona mengantarmu.”

“Mengapa kau memotong perkataanku? Bukankah kau sulit dihubungi?”sindir Taeyeon.

“Lagipula, aku merasa tidak enak dengan Dami noona. Pertemuan pertama, aku tidak banyak berbicara dengannya. Apalagi pertemuan kedua aku menyusahinya.”

“Oh ya, kau benar. Lanjutkan.”

“Tch, kau masih ingin mendengarkanku? Kau jangan memotong perkataanku lagi ya. Di dalam taksi, supir taksi itu mengenaliku. Dan ia pun—“

“Heol~ penyamaranmu tidak berfungsi?”

“Mungkin seperti itu, oh ya kau memotong perkataanku lagi.”

“Eh mian, lanjutkan.”

“Setelah ia mengenaliku, ia meminta tanda tanganku untuk balasanku karena ia telah melayaniku dengan baik dan tidak sampai bocor ke fans atau mungkin sasaeng. Dan kau tahu apa lucunya? Ia memin—“

“Dia memanfaatkanmu Taeyeon-ah.”

“YA KWON JIYONG!” beruntungnya Taeyeon. Disana hanya ada member SNSD,beberapa staff, dan pelayan. Tetapi mereka semua langsung melihat ke arah Taeyeon.

“Hehe. Mian. Apa orang-orang disekitarmu melihat padamu karna kau menyebutkan namaku?”

“Oh ya, kau benar. Aku keceplosan. Lanjutannya, ia memintaku untuk menjadi penumpangnya lagi.”

“Konyol sekali.”

“Sudahlah. Aku sudah tidak mood berbicara denganmu.”

“Taeyeon-ah mian.”

“Oh ya, aku ingat. Bagaimana kalau Dara unnie menanyaiku tentang mengapa aku bisa berada di Dolce Vita berdua denganmu?”

“Katakan saja bahwa kau tidak sengaja bertemu denganku disana.”

“Alasan yang cukup simple. Tapi agar ia lebih percaya, mungkin aku akan menambahkan bahwa Tiffany mengajakku bertemu disana tapi Tiffany tidak jadi datang karena ada urusan. Bagaimana?”

“Kau cukup pintar membuat alasan. Apa kau sering seperti ini?”

“YA!”

“Hehehe, baiklah. Kau akan berbuat apa sekarang?”

“Mungkin aku akan melanjutkan pekerjaanku hari ini. Kita sudah berbicara terlalu lama.”

“Tapi aku masih merindukanmu.”

“Shut up Ji.”

“Baiklah, aku juga akan lanjut latihan. Kau juga harus banyak beristirahat setelah ini.”

“Arraseo, kau juga.”

“Baiklah aku akan menutup teleponnya.”

`~~~`

Saat Taeyeon sedang di studio dengan member lainnya, member yang lain pun langsung menggoda Taeyeon.

“Uri Taeyeon benar-benar jatuh hati pada seorang G-Dragon huh?”ledek Hyoyeon.

“Apa maksudnya?”tanya Taeyeon.

“Kau tidak sadar? Saat kau menyebutkan namanya, itu sangat jelas.”kata Sunny.

“Itu terdengar?”

“Sangat jelas.”ujar Yoona.

“Berhati-hatilah Taeng.”kata Tiffany.

“Jadi itu benar Kwon Jiyong yang kita kenal? Yang menghubungimu tadi?”tanya Yuri.

“Woo~~ Sudah sejauh mana hubungan kalian?”goda Sooyoung.

“Diamlah, aku kan hanya—“

“Taeyeon masih mengelaknya..”ujar Sunny.

“Bukankah kita sudah berjanji agar tidak menyimpan rahasia apapun itu diantara kita?”kata Seohyun.

“Ah kau benar.”kata Sooyoung.

“Aku benar-benar tidak ada hub—“kata Taeyeon terpotong lagi dengan deringan telepon dari ponselnya.

“Kau terselamatkan dengan telepon itu Taeng.”ujar Hyoyeon. Taeyeon tersenyum dan pergi menjauh lagi dari mereka untuk menerima telepon Dara.

“Yeobseyo unnie? Wae?”

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Ada apa kau meneleponku tadi? Maaf ponselku tidak kuaktifkan tadi.”

“Tidak apa, aku hanya ingin meminta antar tadi.”

“Antar kemana?”

“Ke SM. Ceritanya panjang..”

“Ceritakan..”

“Aku pergi ke SM menggunakan taksi.”

“Taksi? Jinjjayo?”

Lalu Taeyeon pun menjelaskan apa yag hari ini terjadi seperti penjelasannya kepada Jiyong.

“Ah, mianhae Taeyeon-ah.”

“Gwenchana.”

“Ani, bagaimana jika supir taksi itu membawamu pergi ke tempat lain? Kau harus hati-hati.” “Aku tahu itu unnie.”

“Taeyeon-ah. Ada yang ingin aku tanyakan. Kau datanglah ke apartementku.”

“Oh unnie. Mianhae. Akhir-akhir ini aku sangat-sangat sibuk.”

“Ya sudah.”

“Kau bicarakan sekarang saja.”

“Eum baiklah. Aku ingin bertanya. Mengapa kau bisa ada di villa seorang G-Dragon?”

Taeyeon tersenyum, ia sudah menyangka hal ini.

“Tiffany dan Jiyong adalah teman baik kan? Tiffany mengajakku pergi kesana. Tapi kami tidak pergi bersama. Dia bersama Seunghyun oppa. Dan aku pergi dari dorm. Tapi akulah yang sampai duluan disana, aku bertemu Jiyong disana. Tiffany menghubungiku satu jam setelah aku sampai disana. Ia tidak bisa datang karena ada schedule, maka itulah aku tidak jadi main disana denganmu unnie. Kau ingat kan? Aku ditelepon Tiffany karena ada schedule mendadak? Karna itulah aku bisa disana.”Jelas Taeyeon.

“Oh begitu. But, something weird here.”

“Wae?”

“Kau memanggil Jiyong bukan dengan ‘G-Dragon ssi, G-Dragon oppa, atau Jiyong oppa’ tapi, kau memanggilnya Jiyong?”

“Apa karna ia sering mengantarmu pulang jadi kau sudah dekat dengannya?”kekeh Dara. Ya, Taeyeon melupakan satu hal itu.

“Ah? y-ya mungkin begitu.”

“Kau sedang dimana?”

“Di studio.”

“Ya sudah, aku pasti mengganggumu. Aku akan tutup teleponnya. Annyeong.”

`~~~`

2015, 3rd June

Taeyeon sedang menelepon Jiyong di dalam kamarnya, mereka sudah berbincang-bincang selama kurang lebih 20 menit.

“Kau akan datang kan comeback stage Bigbang besok?”tanya Jiyong.

“Aku tidak janji. Aku juga besok ada schedule untuk SMTown Jepang.”

“Ah, jinjja.”

“Datang atau tidaknya aku tidak berpengaruh kan?”

“Sangat berpengaruh.” 2 kata ini membuat Taeyeon tersenyum.

“…”

“Mengapa kau diam?”

“Tidak apa-apa.”

“Oh ya, setelah dari Mnet besok aku juga akan pergi ke China.”

“China lagi?”

“Ya. Tapi ini untuk Made Tour di Beijing, kemarin kan di Guangzhou.”

“Ah, baiklah.”

“Kau harus banyak beristirahat.”

“Siap, kapten!”

“Heol.. apa itu”

Mereka pun lanjut berbincang-bincang, setelah itu.

`~~~`

2015, 4th June

Semua member berkumpul di dorm. Taeyeon membawa kopernya keluar dari kamar. Semua member yang sedang menonton televisi sambil mengemil memperhatikannya dengan tatapan aneh. Sama dengan Taeyeon, dia menatap membernya aneh.

“Kalian belum bersiap-siap?”tanya Taeyeon.

“Kau mau kemana?”tanya Tiffany.

“Bukankah hari ini kita akan ke Jepang?”kata Taeyeon.

“Apa kau sedang dalam keadaan sadar Taeyeon? Untuk apa kita ke Jepang?”kata Hyoyeon.

“SMTown Jepang kan?”

“Heol!~ itu bulan depan unnie.”ujar Yoona.

“Eh benarkah?” kata Taeyeon langsung mengecek ponselnya dan melihat schedulenya. Ya, disana tertulis pergi ke Jepang untuk SMTown, tapi disana tertulis tanggal ‘150704’ bukan ‘150604’.

“Makanya, kau urutkan schedulemu dengan rapi sesuai bulan. Dan jangan langsung menulis apa yang sudah dirapatkan terlebih dahulu, kau sesuaikan dengan tanggal dan bulannya Taeng.”kata Sunny. Ya, Taeyeon menuliskan schedulenya di memo, dan tidak diurut sesuai bulan dan tanggal.

“Hehe. Mian.”

“Omona, leader pelupa kita ini.”kata Yuri dan semuanya tertawa.

“Kita ada schedule nanti sore unnie.”kata Seohyun. Taeyeon langsung mengingat Jiyong.

“Oh ya bagaimana—“katanya terpotong.

“Ah ya, aku ingat. Bigbang comeback stage sekarang. Bagaimana kalau kita memberi mereka support?”kata Tiffany.

“Baiklah, ayo.”kata Hyoyeon.

“Mereka akan tampil di M Countdown, kita akan ke Mnet sekarang. Otte?”

“Baiklah, kajja.”kata Sooyoung.

`~~~`

Member Bigbang sedang berkumpul di ruang backstage mereka. Jiyong hanya memainkan ponselnya dengan bosan. Tak lama, mereka semua mendengar suara langkah kaki dan sepertinya itu seorang wanita karena itu suara dari high heels.

“Ah itu pasti Tiffany.”ucap Seunghyun.

‘Tiffany? Bukankah SNSD sedang pergi ke Jepang? Apakah Taeyeon ikut?’pikir Jiyong.

“Ti-Tiffany?”kata Jiyong.

“Wae?”tanya Seunghyun.

“Ani, bukankah SNSD sedang pergi ke Jepang?”

“Darimana informasi itu? Tiffany sendiri yang mengatakan bahwa ia akan datang.” Tak lama pintu ruangan itu terbuka dan 8 orang masuk ke dalam ruangan.

“Taraa~~ So Nyeo Shi Dae here!~”kejut Tiffany. Jiyong langsung mencari Taeyeon. Wanita dengan kacamata hitam dan rambut blonde diikat.

“Sukses untuk comeback kalian!”ujar Sunny.

“Kami membawa buket bunga di depan ruangan.”kata Yuri.

“Kalian yang membawanya?”tanya Taeyang.

“Wha~ Strong girl..”kekeh Seungri.

“Aniya, seseorang yang baik yang membawakannya.”kata Yoona.

“Siapa itu?”tanya Daesung.

“Apa kalian perlu mengetahuinya?”tanya Hyoyeon dengan bercanda.

“Ah baiklah terimakasih kalian sudah datang. Tapi bukankah kalian pergi ke Jepang?”tanya Jiyong. Dan semua member SNSD melihat ke arah Taeyeon.

“Kau pasti diberitahu Taeyeon kan?”kata Sunny.

“Wae?”tanya Jiyong lagi.

“Dia adalah leader kami yang pelupa. Dan ternyata dia salah melihat jadwal. Itulah yang terjadi.”kekeh Yuri.

“Hei, tapi jangan salah. Dia leader terbaik kami.”ucap Tiffany dan semua member SNSD mengiyakan.

“Jadi kalian berdua sudah berhubungan sedekat itu?”tanya Taeyang.

“Taeyeon-ah, apa kau yeojachingu (pacar) Jiyong hyung?”kekeh Daesung.

“Ani, aku bukanlah yeojachingu (pacar) nya.”sela Taeyeon

“Ckck, lalu apa kau ini namjachinguku (teman lelakiku)?”ledek Jiyong dan semuanya tertawa disana.

[yeojachingu: pacar (wanita) / teman wanita.]

[namjachingu: pacar (lelaki) / teman lelaki.]

“Akankah mereka menjadi couple soshibang kedua setelah Seunghyun hyung dan Tiffany noona?”goda Seungri.

“Ah kenapa membawa namaku? Sudahlah, ayo kita foto.”ujar Tiffany dan meminta stylist Bigbang untuk memfoto mereka.

PicsArt_06-01-03.46.58

(abaikan editan jelek ini :v)

“Bigbang, tolong bersiap setelah ini.”Ujar staff dari luar.

“Sepertinya kami harus recording.”kata Taeyang.

“Ah benar. Kami juga akan pulang kan? Baiklah fighting!!”ujar Sunny.

“Good luck boys! Bang! Bang! Bang!”seru Tiffany.

“Hwaiting Bigbang!!”ujar member SNSD lainnya.

Daesung dan Taeyang pergi keluar duluan, diikuti Seungri dibelakangnya. Lalu Seunghyun dan Jiyong terakhir. Mereka melewati member SNSD satu persatu dengan high five. Karena Taeyeon paling dekat dengan pintu keluar, ia yang paling terakhir ber- high five dengan member Bigbang. Saat Jiyong dan Taeyeon ber- high five, Jiyong membisikkan sesuatu. “Aku akan menghubungimu nanti.”

`~~~`

Sesudah pulang dari Mnet, Bigbang langsung bersiap-siap pergi untuk Made Tour di Beijing. Sekarang mereka telah sampai dan Jiyong lupa menghubungi Taeyeon tadi sebelum pergi. Jadi ia menghubungi Taeyeon sekarang.

“Oh, Taeyeon-ah”

“Wae??”

“Aku sedang ada di Beijing maaf tadi—“

“Mwoya? Kenapa kau tidak mengabariku dulu tadi?”

“Iya, maaf aku lupa.”

“Kau sedang sibuk?”

“Kami di perjalanan menuju hotel. Waeyo?”

“Ani, hanya saja aku takut mengganggumu.”

“…” Jiyong hanya tersenyum.

“Kalau begitu, beristirahatlah. Aku juga ada schedule mengurusi comeback grupku nanti.”

“Ah,baiklah. Nanti aku menghubungimu lagi.”

“Ne, annyeong.”

`~~~`

Bulan ini bulan yang paling sibuk untuk Bigbang dan SNSD. Tanggal 12, 13, 14, 20, 21, 26, dan 28 Bigbang mengadakan Made Tour di Hongkong, Shanghai, Dalian dan Wuhan. Begitu pula SNSD, comebacknya semakin dekat. Dan mereka mempunyai pekerjaan yang menumpuk. Mereka banyak menghabiskan waktu bersama akhir-akhir ini. tetapi dengan pekerjaan juga pastinya. Jiyong dan Taeyeon masih sering berkomunikasi dan bertemu. Tapi tidak sesering bulan kemarin. Akhirnya pada tanggal 28 Juni ini mereka bertemu kembali. Mereka bertemu disebuah cafe. Jiyong sudah menunggu Taeyeon sejak 10 menit yang lalu. Jangan kira di cafe ini hanya mereka saja idol yang ada disini. Ini adalah cafe langganan idol-idol berkencan. Mereka memilih tempat ini karena, tempat ini pelayannya lebih banyak berusia tua. Jadi mereka tidak terlalu menghiraukan urusan idol. Dan juga cafe ini menyediakan beberapa ruang private. Tentu saja, idol-idol yang datang kesini lebih banyak mengambil ruang private.

2015 28th June

Jiyong sedang menunggu sambil memainkan ponselnya. Tak lama, suara ketukan terdengar di ruangan itu.

images (12).jpg

            “Mrs. Kim sudah tiba.”kata si pelayan. Lalu Taeyeon masuk dan duduk langsung di hadapan Jiyong. Sambil meletakkan tasnya, wanita berambut blonde ini tersenyum ke arah Jiyong.

“Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu.”ujar Taeyeon.

“Kita baru berpisah 3 hari.”kata Jiyong dengan senyum bodohnya itu. Dan dibalas kekehan kecil Taeyeon.

“Kau mau pesan apa?”tanya Jiyong.

“Aku hanya ingin dessert. Vanilla ice cream cake please.”Kata Taeyeon.

“Dan?”

“Dan.. air putih.”

“Air putih? Itu saja?”

“…” Taeyeon hanya mengangguk.

“Tidak ingin wine?”

“Tidak untuk sekarang.”

“Aku sedang bermasalah dengan perutku.”lanjut Taeyeon.

“Ah baiklah.”

Jiyong pun memesankan pesanan Taeyeon dan miliknya.

“Baiklah, ayo kita berkenalan lebih dalam”ucap Jiyong.

“Aku dulu? Eum, Mengapa kau dan Kiko.. putus?”

“Baiklah, bisa kubilang dialah yang paling lama menjadi kekasihku. Tapi, kau tahu? She always flirt with another man. Aku sudah malas dengannya. Aku sudah sering melihat dan mendengar itu. Dengan lelaki yang berbeda.”

“Benarkah? Aku pikir ia wanita yang setia. Ia sangat cantik”puji Taeyeon.

“Apa kau pikir dengan hanya berwajah cantik saja cukup?”

Taeyeon menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “Lalu, bagaimana dengan rumor yang mengatakan bahwa kaulah seorang yang playboy?”

“Jika kita berteman dengan seseorang maupun itu seorang lelaki atau wanita, aku pikir itu tidak masalah jika publik melihatnya. Seperti misalnya jika aku dan Dara memiliki baju yang sama mungkin ada dua respon dari orang-orang. Pertama, mereka mengira itu barang couple dan sebagainya lalu menyatakan kita berpacaran. Kedua, mereka akan mengira bahwa itu hanya kebetulan. Lalu—“

“Sepertinya 3 respon netizen. Yang ketiga, adalah orang-orang yang netral. Mereka akan berpikiran kalian hanya teman atau sahabat.”

“Ya itu benar juga. Dan juga mengapa orang berpikiran bahwa seseorang memiliki suatu hubungan yang khusus ya seperti sepasang kekasih, itu dilihat dari kedekatannya di publik? Bagaimana menurutmu?”

“Aku seorang idol. Tentu aku merasakan hal seperti itu. Melihat kedekatanmu dengan Chaerin, Dara unnie, atau yang lainnya aku hanya berpikir ‘mereka hanya berteman.’ Dan ternyata benar kan? Karena jika seorang idol terlalu terbuka tentang hubungannya yang sebenarnya di depan publik, orang itu bodoh. Mana ada idol yang ingin diserang haters hanya karna rumor dating?”

“Kau benar. Orang netral akan beranggapan seperti itu, tetapi berbeda dengan orang yang berpikiran negatif dan positif. Orang yang berpikiran negatif mereka akan menganggap itu sebuah mediaplay, dan orang yang berpikiran positif mereka akan berpikir bahwa idol itu berkencan dan menanggapi rumor-rumor dengan mengiyakannya. Setuju?”

“Aku setuju. Tapi menurutku itu bukan tanggapan positif dan negatif, tapi berbalik ke pemikiran mereka masing-masing. Itu tidak bisa dikatakan negatif dan positif.”

“Ya, jadi intinya. Aku tidak playboy. Itu hanya anggapan netizen.”lanjut Jiyong terkekeh.

“Tapi tetap saja kau seseorang yang memiliki gaya hidup berbeda denganku.”kata Taeyeon dan Jiyong terkekeh lagi.

“Lalu, bagaimana dengan Baekhyun? Atau siapa lagi mantan kekasihmu?”

“my ex boyfriend? Leeteuk oppa, Junsu oppa, dan Baekhyun.”

“Kenapa kau putus dengan mereka? Dan kenapa kau memilih berpacaran dengan orang yang lebih muda?”

“Leeteuk oppa, ia lebih memilih Kang Sora. Junsu oppa, karena kita berpacaran saat aku sebelum debut ia menganggapku masih berpikiran seperti anak kecil, dan terakhir Baekhyun. Hubungan yang flat. Berpacaran dengan orang yang lebih muda dariku membuatku seperti akulah yang lebih sering menasehatinya. Padahal, aku juga butuh masukkan pendapat orang yang menasehatiku. Entahlah. Tapi jangan salah paham, aku masih berhubungan baik dengannya. Sebagai teman.”

“Jadi seperti itu?” kekeh Jiyong, dan pesanan pun datang. Setelah pelayan menempatkan pesanan itu di meja, pelayan itupun permisi untuk meninggalkan tempat.

“Sepertinya dalam hubunganku sebelum-sebelumnya hanya akulah yang menderita.”ujar Taeyeon melahap ice creamnya.

“Aku menyukaimu.”ujar Jiyong membuat Taeyeon tersedak.

images (33) (1).jpg

“Yah! Kau membuatku kaget.”ucap Taeyeon.

“Aku menyukaimu.”ulang Jiyong dengan lembut.

“Lalu?”

“Kau masih menyukai Baekhyun?”

“Tidak, aku tertarik denganmu.”ujar Taeyeon jujur. Tapi ia tidak berani menatap mata Jiyong.

“Kalau begitu, ayo kita pacaran.”ajak Jiyong. Mengapa mereka begitu frontal?

“Kau masih menyukai Kiko?”

“Tidak. Apa kau ragu?”

“Aniya—“

“Ya sudah, ayo kita pacaran.”ujar Jiyong

“….”

TBC

Advertisements

60 comments on “I’m in Love With You – Part IV

  1. Pingback: I’m in Love With You – Part V | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: I’m in Love With You – Part VI | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Terkekeh waktu Yuri teriak Jiyong sudah sampai di dorm SNSD 😀 Nekat banget 😀
    Kenapa harus telepon Dara ke Dolce Vita?
    Romance banget waktu GTAE highfive, uuu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s