I HOPE (Oneshot)

hhh

I HOPE

Main Cast: Taeyeon ­– Song Min Ho/ Mino || Genre: Sad || Length: Ficlet – Songfic || Rating: PG 13||

Author : Selvy

*Ff ini ditulis berdasarkan salah satu lagu favorit author.

 

. . . . . . . . . . . . . . .

 

Kepalaku menengadah memandang langit biru yang terlihat cerah dan bahagia. Bibirku tertarik kesamping menunjukkan senyuman penuh arti dengan kaki yang mengambil langkah besar menuruni mobil yang kukendarai.

Gedung yang cukup besar itu terlihat ramai dengan hiasan bunga ataupun tanda selamat dari orang- orang yang ikut berbahagia atas hari besar ini. Aku gugup, pasti karena aku akan bertemu dengan wanita yang selama ini mengisi hatiku. Kim Taeyeon.

Aku berjalan memasuki gedung melewati karpet merah yang sudah dibentang rapih. Ditanganku terdapat bunga yang akan kuberikan kepada “Ratu” untuk hari ini. Dentingan piano seolah mengantarkanku berjalan melewati para undangan yang mulai ramai.

Jantungku terpompa lebih cepat saat ini, aku bingung harus bagaimana pada situasi yang baru pertama kali terjadi padaku. Dan aku harap ini adalah pertama dan terakhir dalam hidupku.

Flashback

“Beb malam ini Yoona ulang tahun dan kita diundang ke party di rumahnya. Jemput aku jam tujuh oke?” Mino menjauhkan ponsel dari telinganya. Matanya yang masih setengah terpejam memperhatikan layar melihat nama siapa yang tertulis di sana. Dan seperti yang diduganya, dia adalah orang yang selama empat tahun ini selalu mengganggu tidur malam, pagi, ataupun siangnya.

Tangan lebarnya menggeser ponsel itu ke ujung kasur tak mengubris gadis yang terus mengoceh disana. Bagaimana tidak ini masih sangat pagi dan telinganya sudah berdesis karena suara melengking gadis itu.

Baru saja ia mulai terlelap dan dibuai oleh alam mimpi namun seseorang sudah mengetuk pintunya. Awalnya Mino mengira itu adalah Ahjumma Lee tapi ternyata ketukan itu semakin keras membuat ia terpaksa menutup telinganya dengan bantal.

“Mino-ya kau tidak mendengarku? Buka pintunya palli” Taeyeon dengan nada kesal sekaligus manja membuat Mino mengeluarkan nafas kasar. Ia dengan malas bangun dari tidurnya walaupun penampilan yang dimilikinya saat ini sangat berantakan.

Taeyeon tersenyum saat pintu terbuka, ia segera menarik pinggang Mino kedalam dekapannya. “I Miss You” Ungkapnya hampir berbisik namun masih jelas di telinga Mino. Kedua tangan lelaki itu diletakkan di pundak Taeyeon dan mendorongnya pelan.

“Ya! Kenapa kau terus mengganggu tidurku?” Mino mengacak rambutnya dengan putus asa.

Taeyeon cemberut, “Aku mengganggumu?”

“Ne” Ucapnya mantap.

Taeyeon mendorong dada Mino kasar dengan wajah kesal lalu menutup pintu yang membuat suara cukup keras. Mino semakin mengacak rambutnya, “Tuhan mengapa cobaanmu begitu berat?”

Karena hal ini sudah sangat sangat dan sangat sering terjadi, maka dari itu reaksi mino biasa saja dan memilih melanjutkan tidurnya. Semalam ia harus begadang menyelesaikan skripsinya, sudah dua bulan ini dia sibuk mengerus kuliahnya itu dan Taeyeon tak pernah bisa mengerti. Yah mungkin karena gadis itu masih sangat muda darinya, tapi Mino sudah tidak bisa mentolerir lagi.

Toh ia kuliah untuk masa depan mereka berdua juga nantinya. Jadi kalaupun Taeyeon saat ini marah biarkan saja, gadis itu juga akan luluh hanya dengan memberikannya setangkai bunga mawar kesukaannya.

Lelaki itu merenggangkan tubuhnya dengan erangan lega setelah puas tertidur di kasur empuknya. Matanya langsung tertuju pada jam yang membuatnya sedikit tersentak, “Omo! Aku terlambat” Ucapnya kemudian buru- buru memakai sendal dan langsung menyambar handuk diteruskan dengan mandi yang super singkat.

Mino buru- buru mengikat tali sepatunya, “Tuan muda, Nona Kim menyiapkan sarapan untuk anda” Ucap ahjumma Lee yang hanya dibalas dengan anggukan oleh orang yang diajak bicara. Mino terlalu malas untuk berurusan dengan Taeyeon pagi ini, ia takut jika dosen pemarah berkumis tebal itu murka nantinya.

 

. . . . . . . . . . . . . . .

 

Hembusan nafas kasar terdengar dari lelaki yang baru saja membuka pintu pelan. Badannya yang lemas ia hempaskan ke sofa dan mulai memejamkan mata. Tangan kanannya merogoh sakut celana dan ia perlahan membuka mata.

25 panggilan tidak terjawab

15 pesan yang belum dibaca

Mino memijat kepalanya kesal, jadi begini rasanya berpacaran dengan gadis yang lebih muda? Sangat merepotkan dan manja. Jam tangannya baru menunjukkan pukul 07.00 dan gadis itu masih saja menggaggunya. Padahal kepalanya masih pusing sehabis “minum” bersama temannya setelah tugas yang ia kerjakan berbulan- bulan mendapat coretan dan rasanya ia ingin bunuh diri saja.

Dengan hembusan nafas kasar ia menghempaskan badan begitu saja ke sofa berwarna coklat di ruang utama. Perasaan tenang menghamprinya saat hawa dingin AC mulai menyentuh tiap celah tubuhnya yang terasa panas.

“Tuan muda?” Mino membuka matanya malas menatap ahjumma yang membawa segelas air untuknya.

“Minum ini Tuan agar kepala anda tidak terlalu pusing” Mino mengangkat tangannya tanda tidak minat untuk menyentuh benda itu. “Tadi sore Nona Kim datang mencari anda.”

“Sudahlah ahjumma saya sedang malas untuk membahas apapun saat ini” Nada tegas dari Mino membuat ahjumma itu menutup mulut rapat- rapat dan berjalan menjauh. Sebenarnya ia ingin menceritakan bahwa gadis yang tadi sore mengetuk pintu dengan putus asa itu terlihat sangat memprihatinkan. Matanya sembab, pipinya penuh dengan maskara yang dibawa oleh air matanya, dan ditambah dengan rambut acak- acakan. Tapi Tuannya terlalu tidak perduli, ah yah memang pemuda itu selalu seperti itu bukan? Ia tidak pernah perduli.

 

. . . . . . . . . . . . . . .

 

Mino mengucek matanya yang bengkak karena ramen semalam. Ia melihat tubuhnya yang masih terbaring di luar kamar dengan pakaian acak- acakan dan bau menyengat. Ah ini karena semalam ia terlalu lelah dan akhirnya tertidur di tempat itu.

“Hah ? jam sembilan?” Mino melesat ke kamar mandi kemudian berpakaian secepat mungkin. Ia harus ke kampus untuk suatu urusan. Ini pertama kalinya ia kesiangan seperti ini, biasanya Taeyeon selalu memaksanya bangun dan itu selalu membuatnya jengkel.

Tapi kemana gadis itu? Ah mungkin ia sedikit sibuk hari ini, itulah yang difikirkan Mino.

Prittt prittt ….

Klakson mobil sudah sejak tadi terdengar di sekitar Mino. Lelaki itu menggerutu kasar melihat mobil derek yang sedang mengurusi mobil merah yang parkir sembarangan. Oh sial ia sudah telat ditambah lagi dengan orang yang berbuat onar itu.

“Ahjusshi permisi, ingin membeli bunga ini?” Lelaki itu mendengus kasar, hampir saja ia mengeluarkan sumpah serapa kepada anak itu.

“Tidak”

“Pacar ahjusshi mungkin akan menyukainya”

“Aku tidak punya pacar puas?” Mino menutup kaca mobilnya. Moodnya sedang buruk walaupun untuk mengurus hal sekecil itu. Taeyeon memang suka pada bunga, ia selalu merengek untuk dibelikan setangkai bunga. Tapi saat ini bukan waktu yang tepat, Mino berjanji akan membelikan bahkan jika itu segudang bunga jika kuliahnya sudah selesai.

Flashback End

 

. . . . . . . . . . . . . . .

 

Gadis manis itu berjalan pelan dengan kedua tangan dikaitkan pada Tuan Kim dengan setelan Jas hitam. Gaun pengantin yang ia kenankan terlihat cantik dan anggun, sekaligus mewah dengan nuansa abu-abu metalik serta hiasan mutiara di bagian torsonya.

Senyumnya merekah bak kelopak bunga mawar yang ditaburkan di karpet merah yang ia pijaki. Orang yang menjadi pusat senyumannya mengulurkan tangan yang langsung di raih dengan lembut olehnya. Mereka tersenyum bahagia sambil sesekali saling menatap kagum.

“Taeyeon-ah kau gadis tercantik yang pernah kutemui” Bisik sang namja yang mendapat pukulan pelan dari tangan kiri Taeyeon karena tangan kakannya memegangi bunga mawar merah favoritnya.

Mino tak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang. Mengingat hatinya yang tersayat melihat pujaan hati menjadi milik orang lain. Harusnya dia yang berdiri di samping Taeyeon. Menggegam tangan dan mengecup bibirnya, tapi semua sudah terlambat. Yah semua karena kesalahannya sendiri.

“Aku ingin putus”

“Jangan bercanda Taeyeon-ah. Aku akan segera wisuda, semua waktuku milikmu setelahnya”

“Aku dijodohkan Mino”

“Tolak. Kau bisa menolaknya”

“Tapi aku tidak mau”

“Apa maksudmu? Kau mencintaiku bukan?”

“Yah aku sangat mencintaimu. Tapi apa gunanya kita saling mencintai jika aku tidak bahagia bersamamu. Aku tidak penah mencintainya tapi dia memiliki waktu untukku, dia memiliki cinta untukku, dan dia selalu ada untukku. Kufikir itu lebih penting, aku bahagia bersamanya”

I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
‘Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man
Do all the things I should have done
When I was your man

*END

Advertisements

19 comments on “I HOPE (Oneshot)

  1. Tuh makanya klo sdh ada yg perhatian sm lo jgn disia-siain dong, ditinggal kan lo jdinya, poor mino…

  2. dan pertanyaannya adalah siapa lelaki yg dijodohkan dg uri taengoo 😂😂😂

    ah Mino sih , ditinggal kawin kan 😂😂😂

  3. aku pikir mino yang nikah ama Taeng eonnie ternyata orang lain. poor mino. dan siapa yang nikah ama Taeyeon Eonniku?

  4. kasian bgd si mino, wlopun sad ending buat mino tp tetp happy neding buat taeyeon..
    dtggu karya2 slnjutny, fightaeng!!

  5. Pairing pertama mino tae
    Mino nya kasian 😂😂
    Don’t worry oppa, i’ll beside you, i’m here. Wkwk
    Good, good.
    Next ya utk karya2nya. Fighting

  6. makanya klo udah punya pacar jangan di sia2in , kan klo udah kaya gitu penyesalan lah yg menghapirimu

  7. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s