[FREELANCE] Complicated Love (Oneshot)

Complicated Love

clip_image002

Author : Anke Putri

Cast: -Kim Taeyeon

-Oh Sehun

-Kim Jaejoong

Other Cast: -Tiffany Hwang

-Park Chanyeol

-ETC

Author Note: Please give feedback for author.. thanks.. i will create best ff again soon..

Poster by: Ravenclaw Design I acaciabrainley.wordpress.com

Mata Sehun saat ini tidak bisa lepas dari sepasang kekasih yang terlihat sangat mesra di hadapannya. Senyum kebahagiaan mereka tidak luput dari pandangan Sehun, sang namja pun merangkul yeoja yang ada di sampingnya dengan erat, yeoja itu hanya diam dan membiarkan namja itu memeluknya. Sementara itu, kedua orang tua Sehun, Tuan Oh dan Nyonya Oh juga tersenyum melihat keduanya yang begitu mesra, “Jaejoong… jadi ini yeoja yang akan menjadi istrimu ?”tanya Nyonya Oh.

Mata Sehun mengerjap beberapa kali begitu Nyonya Oh menanyakkan hal tersebut kepada Jaejoong, yang tak lain adalah kakak kandungnya. Sehun memandang yeoja yang ada di samping Jaejoong, yang saat itu juga menatapnya dengan pandangan tidak percaya, yeoja itu hanya bisa menundukkan kepalanya di tatap oleh Sehun seperti itu, ia merasa ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, “Ne eomma… dia Kim Taeyeon, gadis yang sering aku ceritakkan kepada eomma. Dia cantik bukan ?”tanya Jaejoong.

“Ne..dia benar-benar cantik. Duduklah..”Taeyeon dan Jaejoong pun duduk berhadapan dengan Sehun yang terus menatap tajam ke arah keduanya.

“Aku sudah mendengar banyak tentangmu Kim Taeyeon. Aku percaya penilaian anakku terhadapmu benar adanya..”sahut Tuan Oh sambil tersenyum.

“Ne.. gamsahamnida.”ujar Taeyeon dengan suara lembut.

Brak…

Sehun yang tidak tahan dengan pemandangan di hadapannya pun berdiri sambil menggebrak meja yang ada di hadapannya, semua orang menatapnya dengan aneh, kecuali Taeyeon yang terus menundukkan kepalanya, seperti tahu kenapa Sehun berbuat seperti ini, “Ada apa denganmu Oh Sehun.. duduklah !”bentak Tuan Oh.

“Aku lelah.. aku ingin tidur saja…”dengan kesal Sehun berjalan menuju ke lantai atas dengan setengah berlari.

“Maafkan putra bungsuku Taeyeon-ah.. dia memang namja yang dingin. Dia adik Jaejoong, tapi aslinya dia namja yang manis dan penurut. Entah apa yang terjadi kepadanya hingga menjadi seperti ini. Baiklah.. mari kita lanjutkan pembicaraan kita..”

Sampai di kamarnya, Sehun langsung membanting semua yang ada di hadapannya dengan kesal, lalu tatapannya pun tertuju pada bingkai foto yang ada di sampng tempat tidurnya, kemudian ia mengambil bingkai foto itu dan menatap gambar yang ada di foto itu, menampakkan Sehun dan seorang yeoja tersenyum bahagia sambil memakan gulali, “Kim Taeyeon… apa yang kau lakukan ? Janjimu… kau berbohong.”dengan kesal Sehun membanting foto itu hingga pecah berkeping-keping, mata Sehun pun memerah dan berkaca-kaca, tangannya terkepal kuat, “Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi Kim Taeyeon.”

Setelah berbicara cukup lama dengan keluarga Jaejoong, Taeyeon pun izin pulang, “Aku yang akan mengantarmu.”saat Jaejong akan berdiri, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, “Jamkkaman,ne ? Yeobeosseyo ? Ne.. ah..benarkah ? Baik aku akan datang segera.”setelah mematikkan ponselnya, Jaejoong menatap Taeyeon dengan sedih.

Taeyeon yang mengetahui permasalahan Jaejoong pun tersenyum, “Gwaenchana..aku akan pulang sendiri dengan taksi.”

“Aku yang akan mengantarkannya.”sahut Sehun yang tiba-tiba datang entah kapan.

Tuan Oh pun terlihat marah, “Kau bersikap tidak sopan tadi.. segera minta maaf kepada calon kakak iparmu !”

Sehun pun membungkukkan badannya, “Mianhamnida noona..”ujar Sehun sambil menekankan kata noona, “Aku telah membuat kesan yang buruk di hari pertama kita bertemu. Sekali lagi maafkan aku.”

Taeyeon pun menganggukkan kepalanya, “Ne..gwaenchana.”

“Untuk menebus kesalahanku dan agar kita bisa lebih mengenal lagi. Bisakah aku mengantarmu pulang ?”tawar Sehun.

Taeyeon ingin menolak, namun Jaejoong mendahuluinya untuk berbicara, “Gwaenchana..antarkan dia. Ini sudah malam, aku cemas dengan keadaannya.”

“Baik..kajja !”Sehun menarik tangan Taeyeon keluar dari rumah, tekanan tangan Sehun terhadap Taeyeon begitu keras hingga membuat Taeyeon meringis kesakitan, namun Taeyeon mencoba untuk menahannya.

Sampai di depan rumah, Sehun menatap Taeyeon dengan tajam, “Apa yang kau lakukan ? Kenapa kau melakukan hal ini terhadapku ha ?”tanya Sehun dengan geram

“Sehun.. aku akan menjelaskannya, tolong dengarkan ak…”saat Taeyeon akan memegang tangan Sehun, Sehun menepisnya dengan kasar.

“Jelaskan nanti.. masuklah ke dalam mobil !”Taeyeon langsung masuk ke dalam mobil Sehun dengan cepat, sebelum kemarahan Sehun bertambah.

Di dalam mobil, Taeyeon meremas ujung gaunnya dengan tangan berkeringat, sesekali ia menatap Sehun yang terus menatap ke depan dengan ketakutan, lalu ia memalingkan wajahnya begitu Sehun menangkap basah dirinya yang tengah menatap Sehun. Hanya helaan kasar Sehun yang terdengar begitu keras, “Aku tidak menyangka kau akan seperti ini.”ujar Sehun.

Taeyeon memalingkan wajahnya ke Sehun dengan sedih, “Sehun-ah.. aku belum menceritakkan yang sebenarnya kepadamu. Jadi kau jangan terlalu salah paham seperti ini.”balas Taeyeon yang tidak terima.

“Ne…arraseo. Tapi kau seperti seorang gadis murahan yang mendekati hyungku… kau tahu bukan dia orang yang tampan dan kaya. Sedangkan aku, aku belum melakukkan apapun hingga membuatku nampak lebih kaya dibanding dengan hyungku bukan ?”

Wajah Taeyeon pun memerah karena marah dengan ucapan Sehun yang menurutnya sangat keterlaluan, “Sehun-ah.. hentikkan ucapanmu.. kau sungguh keterlaluan.”geram Taeyeon.

“Keterlaluan eoh ?”mata Sehun pun menyipit, lalu ia menambah kecepatan mobilnya menuju ke suatu tempat.

Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah villa yang berada di pantai. Taeyeon sangat mengenal tempat ini, bahkan ia dan Sehun sering pergi ke sini, “Kenapa kau mengajakku ke sini ?”tanya Taeyeon.

Sehun pun menggandeng tangan Taeyeon, lalu mengajaknya pergi, bukan ke villa itu, tapi di tepi pantai, “Sehun…”

Sehun menghentikkan langkahnya, lalu memeluk Taeyeon dengan erat, “Kupikir.. kau bisa menjelaskannya sekarang. Maaf jika aku menjadi orang egois..”ungkap Sehun, Taeyeon pun tersenyum mendengar ucapan Sehun itu. Lalu ia melepas pelukan Sehun dan tersenyum manis ke arah Sehun.

“Arraseo.. aku akan menjelaskannya.”Taeyeon pun duduk, diikuti Sehun yang duduk di sampingnya, “Kemarin… perusahaan appa terancam bangkrut dan kami… tanpa kuketahui appa memiliki banyak hutang kepada perusahaan Jaejoong Oppa. Banyak sekali hingga appa tidak bisa mengembalikkannya meskipun perusahaannya kini sudah bisa kembali berdiri. Lalu…”mata Taeyeon pun memerah seperti ingin menangis.

Sehun langsung memeluk Taeyeon begitu menyadari kekasihnya tersebut ingin menangis, “Tenanglah… hanya ada kau dan aku disini.”

Tubuh Taeyeon bergetar, “Jaejoong Oppa menginginkanku menjadi istrinya sebagai ganti hutang perusahaan appa. Appa hanya bisa setuju saja.. karena hanya itu yang bisa ia lakukan, dia akan melakukan apapun agar perusahaannya itu tetap berdiri. Toh dia masih memiliki oppaku yang selalu ia banggakan di bandingkan diriku. Aku sebagai putrinya merasa tidak berguna..hiks…”Taeyeon menangis begitu kencang hingga Sehun semakin mempererat pelukannya terhadap Taeyeon.

“Taeyeon-ah..aku akan membantumu keluar dari masalah ini bagaimana pun caranya.”batin Sehun, tanpa Taeyeon ketahui rencana apa yang akan Sehun lakukan.

Hari mulai gelap, Taeyeon dan Sehun memutuskan untuk menginap di villa tersebut, karena villa tersebut sendiri milik keluarga Oh. Malam yang begitu dingin, Taeyeon duduk di depan perapian yang sudah di siapkan oleh Sehun, Taeyeon menatap api perapian itu dengan sedih, tepat saat itu ponselnya berbunyi, Taeyeon langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang telah meneleponnya, “Jaejoong Oppa..”mendengar nama tersebut, Sehun yang baru datang dari dapur untuk membuatkan Taeyeon kopi hangat terlihat geram.

“Angkat telepon darinya.. dia tidak boleh curiga kita sedang bersama.”

“Ne..Yeobeosseyo oppa ?”

“Kau sedang dimana chagi ?”tanya Jaejoong yang terlihat cemas.

“Aku…”

“Kenapa kau belum sampai rumah ? Aku menelepon eomma mu dan dia mengatakkan jika kau belum pulang.”

“Aku sedang berada di rumah temanku.. aku sedang di rumah Tiffany.”jawab Taeyeon dengan ketakutan.

“Jinjja ? Kenapa kau tidak memberitahuku jika akan perg kesana ?”tanya Jaejoong.

“Mianhae..”

“Baiklah.. sekarang kau masih bersama Sehun ?”tanya Jaejoong, Taeyeon menoleh ke arah Sehun yang masih berdiri, Sehun pun mengisyaratkan sesuatu ke Taeyeon dengan menggelengkan kepalanya, “Taeyeon ? Kau masih disana ?”tanya Jaejoong.

“Ne.. aku sedang tidak bersama dengan Sehun. Dia sudah pulang sejak tadi.. mungkin saja ia sedang pergi ke rumah temannya.”jelas Taeyeon.

“Ah arraseo… kau haru segera pulang, ne ? Keluargamu pasti sedang mengkhawatirkanmu.”

“Ne Oppa..”

“Saranghae. Kuharap kau tidak membohongiku.”

“Ne.”setelah menutup telepon dari Jaejoong, tangan Taeyeon pun bergetar. Sehun menggenggam erat tangan Taeyeon, lalu menciumnya.

“Tenang saja.. aku ada disini.”Sehun menatap manik mata Taeyeon dengan lembut, Taeyeon membalasnya dengan tatapan yang sama. Entah kenapa tatapan Sehun berhasil membuat jantungnya berdegup dengan sangat kencang, dan pikiran gelisah yang menjalarinya menguap begitu saja entah kemana. Sehun membelai lembut rambut panjang Taeyeon dan tersenyum memandangi wajah cantik kekasihnya itu, “Aku sangat mencintaimu.”ungkap Sehun.

Taeyeon pun tersenyum malu-malu, “Ak..aku juga mencintaimu.”

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon hingga bibir mereka bersentuhan, Sehun mulai melumat bibir softpink Taeyeon, lalu menekan tubuh Taeyeon sehingga ciuman mereka semakin dekat. Taeyeon pun tanpa ragu membalas ciuman Sehun, Sehun pun melepas ciuman mereka, “Taeyeon-ah..maukah kau menjadi milikku seutuhnya ?”pertanyaan Sehun yang dipahami maksudnya oleh Taeyeon itu pun ditanggapi Taeyeon dengan anggukkan kecil, lalu Sehun mulai membuka blazer Taeyeon dan membuangnya ke sembarang tempat, lalu Sehun menggendong tubuh Taeyeon ala bridal menuju ke kamar di villa itu.

Ckrek..

*NC SKIP*

Esoknya, terdengar kicauan burung laut yang terdengar sangat indah. Burung-burung itu menyambut pagi yang sangat hangat dengan indah. Sepasang kekasih pun nampak tak beranjak dari ranjang dengan posisi yang saling berpelukkan, dengan selimut yang menutupi tubuh tanpa busana mereka. Taeyeon yang tengah tertidur nyenyak pun mulai menggerakkan tubuhnya begitu merasakkan dinginnya ac yang menerpa tubuhya, matanya pun mulai bergerak dan akhirnya terbuka sedikit-demi sedikit. Begitu matanya terbuka dengan sempurna, ia sedikit terkejut melihat Sehun yang masih tidur di hadapannya. Namun rasa terkejutnya itu berganti dengan senyuman manis, begitu menyadari apa yang mereka lakukan semalam. Lalu Taeyeon pun menyentuh wajah putih pucat Sehun dengan lembut hingga berhasil membuat Sehun gusar lalu terbangun, Taeyeon tersenyum hangat ke arah Taeyeon, Sehun pun membalasnya, lalu mempererat pelukannya ke Taeyeon, “Sayang.. aku ingin terus seperti ini.”rengek Sehun dengan manjanya.

“Sehun-ah.. ini sudah cukup siang. Jangan bermanja-manja seperti ini.. aku takut semua orang mencari kita.”

“Baiklah…”Sehun melepas pelukannya dari Taeyeon, lalu ia meraih celana boxernya yang berada tak jauh darinya, kemudian memakainya di balik selimut. Setelah itu ia keluar dari selimut dengan telanjang dada, “Jamkamman..”Sehun mengambil gaun Taeyeon yang berada di meja rias, entah kenapa gaun itu bisa sampai disana, “Pakailah.. aku akan mengantarmu pulang dengan segera.”Sehun melemparkan gaun itu ke Taeyeon.

“Ne..”Taeyeon tersenyum penuh arti, Sehun pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Taeyeon menghela nafas pelan, pandangan matanya pun tertuju ke luar pantai melalui jendela yang sengaja dibiarkan terbuka kordennya oleh Sehun, karena Sehun pikir tidak akan ada orang yang akan datang ke pantai, namun saat ini ia seperti melihat seseorang berdiri di bibir pantai depan tangan bersedekap memandangi villa milik Sehun, Taeyeon menjadi cemas dengan apa yang akan orang itu lakukan, Taeyeon curiga melihat gelagat aneh orang itu yang diyakini Taeyeon seorang namja, “Siapa dia ?”batin Taeyeon, tanpa pikir panjang, Taeyeon langsung memakai bajunya kembali sebelum Sehun keluar dari kamar mandi.

Sementara itu dibibir pantai, nampak seorang namja memandangi villa dihadapannya dengan senyum penuh kemenangan, lalu ia meraih ponselnya dari dalam saku bajunya untuk menelepon seseorang, “Tuan.. kau akan memberiku bayaran berapa untuk informasi kali ini ?”tanya pria itu.

“Sudah ?”tanya Sehun.

“Ne..”Taeyeon nampak senang.

Sehun mengecup pelan bibir Taeyeon, “Kajja kuantar pulang.”

“Ne..”

Tapi sebelum Sehun pergi, Taeyeon menahan tangannya, “Sehun..kupikir.. sebaiknya aku naik taksi saja. Perasaanku tidak enak…”

Sehun menangkup pipi Taeyeon dengan gemas, “Apa yang kau takutkan ?”tanya Sehun.

Taeyeon menggigit bibirnya, “Hanya saja perasaanku mengatakkan.. akan ada sesuatu yang terjadi. Sebaiknya aku naik taksi saja,ne ?”usul Taeyeon.

Sehun pun menganggukkan kepalanya, “Baiklah.. ayo kuantar untuk mencari taksi.”

************

Sampai di rumah, apa yang Taeyeon rasakkan ternyata benar adanya. Di rumahnya terlihat ada Jaejoong yang datang, ia tengah berbicara dengan Tuan Kim di ruang tamu dengan serius. Melihat Taeyeon datang, Jaejoong langsung menghampiri Taeyeon dan menggandeng tangannya, “Kami akan segera mencari gaun pengantin dengan segera.”ucap Jaejoong dengan bahagia.

“Ne ?”Taeyeon yang tidak paham pun menatap Jaejoong dengan kebingungan.

“Chagi… kajja kita pergi mencari gaun pernikahan sekarang ? Besok kita akan langsung melakukan pernikahan.”ungkap Jaejoong sambil mempererat pelukannya terhadap Taeyeon, Taeyeon ingin memprotesnya, tetapi ada ayahnya yang saat ini memandanganya dengan wajah harap kepadanya hingga membuat ia tidak bisa mengatakkan apapun. Kata-kata yang menumpuk di mulutnya terasa sulit untuk di keluarkan, sangat sulit sekali.

“Sayang, kenapa kau baru pulang ?”tanya Tuan Kim dengan lembut.

“Ak..aku ..”

“Kemarin dia menginap di rumah temannya, ia sudah menghubungiku, namun aku lupa menyampaikkannya kepada anda.”jawab Jaejoong mendahului Taeyeon.

“Ah..begitu ? Baiklah.. sebaiknya kau mandi dulu nak. Dan bersiap-siap pergi bersama calon suamimu.”hati Taeyeon begitu tertohok mendengar ayahnya menyebut calon suami untuk Jaejoong.

“Ne..”setelah Taeyeon pergi, Jaejoong pun duduk kembali di sofa untuk mengbrol dengan Tuan Kim.

Di kamarnya, Taeyeon tak habis pikir kenapa harus di adakan mendadak seperti ini. Padahal jika dipikir, pernikahan bukanlah sesuatu yang sederhana yang bisa dilakukan kapan saja tanpa perencanaaan. Taeyeon berpikir cukup lama hingga ia memilih untuk menghubungi seseorang setelah mandi. Taeyeon menghubungi Sehun, namun namja itu tidak mengangkat teleponnya sama sekali, “Kemana dia..”cemas Taeyeon. Taeyeon terus menghubungi Sehun hingga terdengar suara ketukan dari luar kamarnya.

“Sayang… ini eomma. Kau sudah siap ? Jaejoong sudah menunggumu cukup lama.”

“Ne eomma..”Taeyeon segera beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil baju dari dalam lemarinya, “Sehun.. kemana kau.”

Setelah siap, Taeyeon segera menemui kembali Jaejoong, “Oppa.. kajja.”

“Ne.. abeoji, aku pergi dulu.”pamit Jaejoong, Tuan Kim pun mengangguk.

Taeyeon dan Jaejoong pun pergi menuju ke desainer yang sudah dipilih oleh Jaejoong. Selama fitting, Taeyeon terus diam, berbeda dengan Jaejoong yang banyak berbicara mengenai gaun pengantin yang akan Taeyeon kenakan, “Taeyeon-ah.. ini bagus untukmu !”seru Jaejoong begitu melihat Taeyeon mengenakkan sebuah gaun yang sangat indah dengan renda-renda dan mutiara yang ditata apik di setiap inci gaun tersebut.

“Ne.”jawab Taeyeon sambil memaksakkan diri untuk tersenyum.

“Baiklah..kami pilih ini. Besok harus sudah siap ne ?”pesan Jaejoong, desainer itu pun mengangguk, “Kau juga harus sudah menyiapkan tuxxedoku yang sudah kupesan kemarin.”

“Ne Tuan..”

Setelah fitting baju, Jaejoong mengajak Taeyeon untuk pergi ke suatu tempat, entah pergi kemana. Jaejoong sama sekali tidak mengatakkan tujuan mereka, namun yang pasti Jaejoong tidak mengajaknya ke perkotaan. Melainkan di daerah pinggir kota yang terasa asing bagi Taeyeon, “Kita akan kemana ?”tanya Taeyeon kepada Jaejoong.

“Kau akan tahu nanti.”jawab Jaejoong sambil menunjukkan senyumannya yang menurut Taeyeon aneh.

Lama berjalan, akhirnya sampailah mereka di tempat yang kumuh. Disana nampak beberapa gudang yang tidak digunakkan lagi dan gudang tersebut nampak hampir roboh sebagian. Taeyeon menjadi semakin takut, ketika beberapa orang keluar dari dalam gudang, penampian mereka sangat mengerikkan. Jaejoong pun keluar dari dalam mobil, Taeyeon ikut keluar bersama dengannya, “Bagaimana dengan keparat itu ?”tanya Jaejoong.

“Dia sudah aman..”jawab salah satu dari mereka.

“Aku.. maksudku kami. Kami bisa menemuinya ?”tanya Jaejoong, mereka pun mengangguk. Lalu Jaejoong meraih tangan Taeyeon dan menariknya masuk ke dalam salah satu gudang. Taeyeon merasa ingin muntah begitu melihat isi gudang itu, penuh dengan sarang laba-laba dan beberapa benda berkarat yang dibiarkan begitu saja berceceran di dalam gudang itu. Jaejoong terus menarik Taeyeon hingga masuk lebih dalam ke gudang itu, hingga mata Taeyeon membulat begitu melihat seseorang yang begitu ia kenal duduk dengan posisi terikat. Keadaannya sungguh mengkhawatirkan dengan beberapa luka pukul di sekujur tubuhnya, wajahnya pun lebam dan mengeluarkan banyak darah, “S..se..”Taeyeon menutup mulutnya, air matanya pun mulai berlinang keluar begitu saja.

Jaejoong menatap Taeyeon dengan sinis, “Kalian pikir, aku tidak tahu kalian bermain di belakangku ?”tanya Jaejoong hingga membuat Taeyeon cukup terkejut mendengarnya, “Aku diam bukan karena aku tidak tahu.. aku sudah mengetahui hubungan kalian sejak lama. Sejak aku dan Taeyeon menjalin hubungan, atau bisa dikatakan seminggu yang lalu. Aku ingin memastikkan calon istriku tidak berkhianat kepadaku.. namun apa ? Dia mempermainkanku.”Jaejoong menatap Taeyeon dengan tajam. Sorot mata Jaejoong berbeda dengan Jaejoong yang ia kenal sebelumnya. Jaejoong yang biasa ia temui memiliki tatapan mata yang hangat sedangkan Jaejoong yang ada di hadapannya saat ini berbeda 180 derajat dari sebelumnya. Jaejoong kini nampak seperti seorang iblis bagi Taeyeon, iblis kejam yang kapan saja bisa membunuhnya.

“Op..”

“Ssst..”Jaejoong menaruh telunjuknya tepat di depan mulut Taeyeon, “Jangan mengatakkan apapun dulu chagi…”Jaejoong mengambil kayu yang berada tak jauh darinya, lalu ia berjalan menuju ke arah Sehun yang sudah tidak berdaya.

Taeyeon cemas dengan apa yang akan Jaejoong lakukan kepada Sehun, hingga Jaejoong mulai mengangkat kayu tersebut, “Andwae !!”

Buk..

Pukulan yang cukup keras berhasil bersarang di tubuh Sehun, “Arrggh !!”erang Sehun.

Air mata Taeyeon semakin deras mengucur dari ujung matanya, “Oppa..andwae..”

“Kemarin adalah ujung dari kemarahanku… ujung dari kekesalanku terhadap kalian. Aku sengaja tidak menceritakan hubunganku dan Taeyeon kepadamu..karena aku ingin membuat kejutan yang bagus, namun…. ternyata kalian sudah terlebih dahulu membuatku marah. Kalian ingat karena apa ? Baik.. akan kuceritakkan awal bagaimana aku bisa tahu kalian berhubungan.”

Flashback..

Setelah makan malang dengan Jaejoong, Taeyeon terlihat gelisah sambil memandangi ponselnya, “Ada apa ?”tanya Jaejoong cemas.

Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Anieya Oppa…hanya saja ada temanku yang datang ke rumah dan saat ini sedang menungguku.”jawab Taeyeon sambil tersenyum.

“Jinjja ? Apakah aku mengganggu waktu bertemu mu dengan temanmu itu ?”

Taeyeon tersenyum, “Tidak sama sekali Oppa.. tenang saja.”

Jaejoong akhirnya bisa bernafas lega, lalu ia menghidupkan lagu dari tapenya, untuk mengurangi rasa canggung di antara mereka, “Taeyeon-ah..”panggil Jaejoong.

“Ne ?”Taeyeon mengalihkan pandangannya dari ponselnya ke Jaejoong.

“Apakah kau benar-benar tidak memiliki kekasih ?”tanya Jaejoong ke Taeyeon.

Taeyeon nampak bingung harus menjawab apa, ia terdiam cukup lama hingga mulai membuka mulutnya, “Tentu saja belum.”jawab Taeyeon, ia tidak ingin membuat marah Jaejoong karena ia dan Jaejoong sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih karena tuntuttan bisnis. Taeyeon takut jika mengatakkan hal yang sebenarnya kepada Jaejoong, Jaejoong akan marah kepadanya dan menuntut perusahaan ayahnya karena kebohongannya. Karena ayahnya juga sudah terlanjur mengatakkan jika Taeyeon sedang tidak memiliki kekasih tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya, ia tidak ingin membuat ayahnya kecewa.

Jaejoong menghela nafas lega, “Ah untungnya belum..aku lega sekali. Aku sudah mengagumi sejak lama… lega rasanya akhirnya bisa dekat denganmu.”ungkap Jaejoong.

Taeyeon menatap lurus kembali ke ponselnya, “Oppa..bisakah kau mempercepat laju mobilmu ? Aku kasihan dengan temanku yang sudah menunggu selama 4 jam.”pinta Taeyeon yang terlihat sangat gelisah.

Jaejoong menganggukkan kepalanya, “Arraseo..”Jaejoong pun mempercepat laju mobilnya.

Tak lama kemudian, sampailah mereka di rumah mewah milik keluarga Kim, “Gomawo Oppa.”ucap Taeyeon.

“Perlu kuantar sampai rumah ?”tawar Jaejoong.

“Ah..tidak perlu Oppa..Oppa bisa langsung pulang saja, Oppa pasti sudah sangat lelah.”tolak Taeyeon dengan cepat, sambil memasang kembali sabuk pengaman milik Jaejoong yang sempat Jaejoong lepas tadi. Jaejoong merasa terkesan dengan apa yang Taeyeon lakukan kepadanya, lalu Jaejoong langsung mencium pipi Taeyeon dengan cepat. Taeyeon pun terkejut dengan apa yang Jaejoong lakukan, lalu ia menjauh dari Jaejoong, “Oppa.. sampai bertemu besok.”

“Ne…annyeong !”Jaejoong melambaikkan tangannya ke Taeyeon yang akan turun dari mobil, begitu Taeyeon turun, Jaejoong langsung melajukkan mobilnya pergi meninggalkan Taeyeon.

Begitu Jaejoong pergi, Taeyeon menghela nafas lega, “Taeyeon-ah.. lama sekali. Baru darimana saja kau..”Taeyeon tidak ingin menyakiti namja yang saat ini dihadapannya, karena ia sangat mencintai namja itu dan tidak ingin kehilangannya. Dengan cepat Taeyeon memeluknya dengan erat.

“Sehun..saranghae.”ucap Taeyeon.

“Nado..”Sehun membalas pelukan Taeyeon dengan erat.

Jaejoong yang akan mengambil ponselnya di samping joknya merasakkan ada sesuatu benda yang terjatuh di dekat ponselnya, lalu Jaejoong melihat lebih dekat benda apa itu, “Mwo ? Inikan anting yang kuberikkan kepada Taeyeon tadi.. kenapa bisa jatuh ? Aku akan mengembalikkannya, berhubung belum jauh dari rumahnya.”Jaejoong pun memutar balik mobilnya kembali ke rumah Taeyeon.

Taeyeon dan Sehun saat ini saling beratatapan, “Aku merindukanmu..”ucap Taeyeon.

“Aku juga…kenapa kau lama sekali datangnya tadi ?”tanya Sehun cemas.

“Gwaenchana..”jawab Taeyeon, “Jangan dibahas lagi..”Taeyeon memajukkan bibirnya, Sehun yang gemas langsung mencium bibir Taeyeon.

Jaejoong yang kebetulan sudah sampai di depan rumah Taeyeon merasa sangat terkejut melihat Taeyeon dan seseorang yang begitu sangat ia kenal saling berciuman dengan mesra di depan rumah. Jaejoong menjadi sangat geram dibuatnya, lalu Jaejoong menerima telepon dari ibunya, “Ne eomma ? Sehun ? Dia sudah tiba dari Swiss ? Begitukah ? Aku sudah melihatnya sekarang. Kupikir dia semakin tampan..”ucap Jaejoong dengan pandangan bergejolak mengarah ke sepasang yeoja dan namja yang ada di hadapannya saat ini.

Flashback off..

Jaejoong menggeram kesal, “Aku paling tidak suka dikhianati dan dibohongi seperti ini.”Jaejoong melempar kayu yang ia pegang ke sembarang tempat, “Meskipun itu adikku sendiri…”

Sehun menatap perih ke arah Jaejoong yang menjadi beringas, “Hyung.. aku..”

Plak..

Jaejoong menampar Sehun dengan cukup keras, “Tadi malam adalah puncak kemarahanku. Dengan mata kepalaku kalian membohongiku, aku sengaja berbohong tidak bisa mengantar Taeyeon untuk membuktikkan sekali lagi apa yang kurasa dan ternyata…kalian bercumbu di depanku dan…”Jaejoong menghela nafas, “Kalian berhubungan layaknya suami istri dengan santainya di villa keluarga Oh…sangat memalukkan.”

Taeyeon terduduk lemas dihadapan Sehun, Sehun merasa kasihan melihat kekasihnya yang terlihat sangat terpukul di hadapannya. Jaejoong duduk di hadapan Taeyeon, lalu menangkup wajahnya, “Bagaimana ? Apakah hal itu tidak memalukkan bagimu ?”tanya Jaejoong, Taeyeon hanya bisa terdiam menatap Jaejoong. Dengan kasar Jaejoong menepis wajah Taeyeon hingga Taeyeon terjatuh dengan keras di lantai. Sehun membelalakkan matanya melihat kejadian di hadapannya, ia paling benci ada seseorang yang dengan beraninya menyakiti yeoja yang ia cintai, ingin sekali ia melawan Jaejoong. Namun apa daya, tubuhnya saat ini tidak mendukungnya untuk bergerak sedikit pun.

“Oppa…lepaskan Sehun.. jebal ?”pinta Taeyeon.

Jaejoong tersenyum, “Baik…aku bisa melepaskannya dan tidak mengganggunya lagi.. namun ada syarat yang harus kalian lakukan.”

“Mwo ?”

“Akhiri hubungan kalian.”

“Anieya…!”tegas Sehun.

Taeyeon pun langsung menimpali, “Baik… kami akan akhiri hubungan kami, tapi lepaskan Sehun.”

Jaejoong tersenyum, “Keputusan yang baik. Baiklah akan kulepas Sehun. Dan kau…”Jaejoong menunjuk Sehun yang tengah menahan emosinya, “Mulai sekarang kau dan Taeyeon tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jangan ganggu dia karena mulai besok dia akan menjadi istriku…”

“Mwo ?”Sehun membulatkan matanya dan menatap Taeyeon dengan tatapan tidak mengerti, Taeyeon hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Aku dan Taeyeon akan menikah besok.”

*************************

Setelah sampai di rumah, Taeyeon langsung masuk ke dalam kamarnya. Tuan Kim dan Nyonya Kim pun bingung melihat sikap putri mereka yang aneh, biasanya Taeyeon akan menyapa mereka saat memasuki rumah. Namun kali ini sikap Taeyeon sangat berbeda, ia menjadi dingin dan pemurung. Begitu sampai di kamar, Taeyeon langsung menangis sejadi-jadinya, tembok pertahanannya seakan hancur begitu saja. Ingatannya kembali tertuju pada apa yang telah terjadi tadi. Sangat berat baginya untuk berpisah dengan namja yang sudah hampir 4 tahun bersamanya, ia masih sangat mencintainya, namun demi keselamatannya, Taeyeon rela melepas namja itu begitu saja, “Hiks.. Sehun-ah…”Taeyeon memukul dadanya yang terasa sesak. Keadaan Sehun yang begitu mengkhawatirkan membuat ia harus melakukan hal ini.

Sementara Sehun, ia pulang ke rumah dengan keadaan luka yang sudah di perban. Setelah kejadian tadi, Jaejoong mengantarnya ke rumah sakit, ia tidak ingin melihat kedua orang tuanya tahu mengenai hal ini. Sehun terus memasang wajah datar hingga kedua orang tuanya datang menghampirinya, “Ada apa denganmu sayang ?”tanya Nyonya Oh sambil mencoba menyentuh wajah Sehun yang masih lebam.

“Dia tadi bertengkar dengan temannya… untung aku melihatnya dan langsung menolongnya.”jawab Jaejoong dengan bangganya.

Nyonya Oh pun menghela nafas lega, “Untungnya. Bagaimana dengan Taeyeon ?”

“Besok kami akan menikah eomma…kami akan melangsungkan pernikahan di hotel yang sudah kutunjuk.”

“Ah..itu bagus sayang.”Nyonya Oh membelai pelan puncak kepala Jaejoong.

Sehun memandang sebentar ke arah Jaejoong yang rengah tersenyum bahagia dengan perasaan amarah yang berkecamuk, “Dasar iblis. Aku akan membalas semua yang telah kau lakukan…”batin Sehun di dalam hati.

Tanpa menyapa semua orang yang ada disitu, Sehun langsung beranjak ke kamarnya dengan amarahnya, namun tidak ada orang yang menyadari kemarahan Sehun, kecuali Jaejoong yang menatapnya dengan senyuman yang mengerikkan.

Sampai di kamar, Sehun langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Taeyeon. Dan beruntungnya yeoja itu segera mengangkat panggilan darinya, “Taeyeon-ah ?”suara Sehun nampak serak, ia tidak ingin nampak menyedihkan di hadapan Taeyeon.

Taeyeon yang masih menangis pun menjawabnya dengan suara tersengal-sengal, “Seh..sehun hiks…apa kau baik baik saja ?”tanya Taeyeon.

Mendengar suara Taeyeon yang tengah menangis membuat tembok pertahanan Sehun hancur, air matanya mulai mengalir keluar, dengan cepat Sehun menghapus air matanya itu, “Ne.. aku baik-baik saja.”jawab Sehun.

“Sehun.. maafkan aku, aku tidak ingin kau terluka.”ungkap Taeyeon.

“Gwaenchana.. aku seharusnya berterima kasih kepadamu.”

“Sehun.. aku mencintaimu.”ujar Taeyeon.

“Aku juga…sangat mencintaimu.”ucap Sehun dengan mata memerah.

“Sehun… akankah kita akan benar-benar berpisah seperti ini ?”tanya Taeyeon.

Sehun menundukkan kepalanya sejenak, tangannya terkepal dengan kuat begitu bayangan wajah Jaejoong terbayang di pikirannya, “Tentu saja.. akan kupastikkan itu.”

“Sehun.. aku takut.”ujar Taeyeon dengan bibir bergetar.

Ingin sekali saat ini Sehun memeluk yeoja itu dengan sangat erat, namun hal itu sulit untuk ia lakukan karena suasana sangat tidak mendukung. Cukup sudah dulu ia dan Taeyeon dipisahkan selama 3 tahun karena dirinya harus melanjutkan kuliahnya di Swiss atas permintaan Jaejoong, karena Jaejoong beralasan ingin Sehun mendapat pendidikkan yang lebih baik disana dan sekarang setelah bertemu kembali, ia dan Taeyeon akan terancam berpisah kembali, kali ini ia mungkin sangat sulit bertemu dengan Taeyeon meskipun Taeyeon nantinya akan tinggal di rumahnya, karena Taeyeon akan menjadi istri dari kakaknya sendiri dan kakaknya sudah memberikkan peringatan kepadanya untuk tidak mendekati istrinya, ia takut Jaejoong akan melakukan sesuatu kepada Taeyeon jika ia tetap memaksa untuk bertemu dengan Taeyeon nantinya, “Taeyeon-ah.. tenanglah. Aku akan memikirkan sesuatu agar kita bisa tetap bersama.”

“Jinjja ?”

“Ne..aku akan segera memikirkannya.”

“Baiklah..”setelah Sehun menutup sambungan teleponnya, Sehun langsung berdiri menuju ke laptopnya yang berada di meja kamarnya, lalu ia terlihat sibuk mencari sesuatu di laptopnya. Begitu sudah ia temukan, Sehun langsung mengambil ponselnya unuk menghubungi seseorang, “Chanyeol-ssi.. kau bisa membantuku ?”

Malam pun tiba, saat semua orang sedang makan malam, Sehun diam-diam pergi ke meja kerja Tuan Oh. Sebenarnya tadi ia sudah dibujuk untuk makan malam bersama, namun ia menolak dengan alasan tidak enak badan, namun itu hanyalah sebuah alasan, sebenanya ia berniat untuk mencuri semua uang Tuan Oh yang berada di brankasnya untuk sesuatu hal. Begitu sampai di depan ruang kerja Tuan Oh, Sehun langsung masuk ke dalam dengan menggunakan kunci yang sudah ia ambil tadi. Sehun masuk ke ruangan yang cukup mewah itu dengan sangat berhati-hati, lalu ia menghampiri brankas yang ada di lemari tersebut. Begitu menemukkan brankasnya, ia langsung mengambil bedak yang sudah ia bawa tadi, lalu meniupnya ke arah tombol password brankas itu hingga terlihat angka mana yang sering Tuan Oh tekan. Sehun pun mencoba menekkan angka yang ia yakini password brankas itu, dan benar saja, ternyata itulah password tersebut. Yang tak lain adalah tanggal lahir kakaknya, yang merupakkan putra kebanggaan bagi Tuan Oh. Di dalam brankas itu terdapat beberapa surat penting, dan uang yang terlihat sangat banyak, dengan cepat Sehun mengambil uang-uang itu dan beberapa batang emas ke dalam tas yang sudah ia bawa. Setelah itu ia menutup kembali brankas tersebut, saat akan keluar, mata Sehun terpaku pada amplop cokelat yang mencurigakkan, lalu Sehun mengambil amplop itu dan membacanya. Sehun tersenyum begitu melihat data dari amplop itu yang tak lain adalah data pengeluaran yang Jaejoong keluarkan untuk perusahaan, bisa dikatakkan hal ini bisa menjadi bukti korupsi yang dilakukan oleh Jaejoong, beruntung Tuan Oh belum membuka surat itu, “Tunggu tanggal mainnya…”batin Sehun, lalu pergi dari ruang kerja itu.

Taeyeon yang masih mengurung diri di kamarnya pun terkejut mendengar suara ketukkan dari jendelanya, lalu dengan ketakutan ia melihat ke jendela balkonnya, “Chan..Chanyeol !”

“Ssst..”namja jangkung bernama Chanyeol yang tak lain adalah sahabat Sehun meletakkan telunjuknya di depan bibirnya, bermaksud agar Taeyeon tidak terlalu banyak bersuara, “Cepat rapikkan barang-barangmu… Sehun sudah menunggu di depan.”

“Mwo ?”Taeyeon membulatkan matanya. Bagaimana ia tidak terkejut, setelah Chanyeol tiba-tiba berada di balkon kamarnya, lalu Sehun mengajaknya untuk pergi.

“Ppali…aku tidak bisa menunggu lama lagi.”

“Ne…”Taeyeon langsung mengambil tas besarnya dari dalam lemari, lalu memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas itu, tak lupa ia membawa barang-barang yang penting juga ke dalam tas yang lebih kecil.

Setelah siap, Chanyeol langsung meraih tas Taeyeon yang begitu berat, lalu melemparnya ke bawah, “Yak apa…”Taeyeon terdiam begitu melihat siapa yang berada di bawah, “Sehun..”

Sehun yang merasa kesakitan menahan tas Taeyeon pun hanya tersenyum manis ke arah Taeyeon, lalu ia membawa tas itu keluar menuju mobilnya yang Taeyeon perkirakan terparkir di depan pintu gerbang belakang yang jarang terkunci, “Kajja turun.”

“Aku takut..”Taeyeon menatap ke bawah dengan ketakutan. Tanpa pikir panjang, Chanyeol langsung menggendong Taeyeon dan langsung meloncat kebawah, “Omo !”seru Taeyeon ketakutan, setelah di bawah Chanyeol langsung membawa lari Taeyeon menuju ke gerbang belakang.

Sampai di gerbang belakang, Chanyeol langsung menurunkan Taeyeon, “Yak ! Apa yang kau lakukan ?”kesal Taeyeon.

Sehun pun menghampiri Taeyeon dan menariknya masuk ke dalam mobil, “Sudah tidak ada waktu lagi. Kajja !”Chanyeol pun duduk di kursi kemudi, ia langsung melajukkan mobil dengan cepat.

“Apa yang akan kau rencanakan ?”tanya Taeyeon kepada Sehun yang sejak tadi diam.

“Aku akan mengajakmu untuk tinggal bersama.. aku tidak mau kau menikah dengan orang psycho seperti Hyungku.”ujar Sehun sambil memeluk Taeyeon.

Taeyeon pun terdiam, ia tidak bisa berkata-kata apa lagi setelah ini. Mulutnya terasa terkunci, “Aku mengerti.”ucap Taeyeon akhirnya.

Mobil yang mereka tumpangi pun terus melaju hingga pagi hari dan sampailah mereka ke sebuah desa terpencil yang berada di Busan. Tempat itu begitu sepi, “Tempat apa ini ?”tanya Taeyeon sambil memandangi rumah tua di hadapannya.

“Ini rumah nenek Chanyeol yang sudah lama tidak terpakai. Aku membelinya untuk kita berdua dan coba lihat…”Sehun memutar tubuh Taeyeon ke utara, Taeyeon begitu takjub dengan pemandangan di hadapannya. Pantai dan deburan ombak yang indah serta siar mentari yang menyilaukkan mata terpampang di hadapannya.

Chanyeol pun berdehem mencoba untuk menyadarkan mereka, “Aku harus kembali… ini alamat persewaan mobil di sekitar sini.”Chanyeol melempar kartu nama ke Sehun.

“Gomawo Chanyeol..”

“Baik..aku pergi.”sebelum Chanyeol pergi, Sehun meraih bahunya seperti ingin mengatakkan sesuatu, “Aku tahu apa yang harus aku lakukan setelah sampai di Seoul. Jangan cemas.”Sehun pun tersenyum mendengarnya.

Setelah Chanyeol pergi, Sehun dan Taeyeon langsung mengangkat barang mereka ke dalam rumah itu, “Kau sudah mempersiapkannya ?”tanya Taeyeon begitu melihat isi rumah itu yang sudah rapi.

“Benar.. aku sudah menyuruh orang yang bertugas menjaga rumah ini untuk segera membersihkan rumah ini sebelum aku datang.”jawab Sehun enteng, “Kamarmu ada disana.. bersamaku.”

“Mwo ?”Taeyeon membulatkan matanya.

Sehun meraih tangan Taeyeon, lalu menggenggamnya dengan erat, “Mari kita menikah.”

Taeyeon pun terkejut mendengarnya, ia sangat bahagia sekaligus terharu dengan pernyataan Sehun, “Sehun…”

“Wil you marry me ?”tanya Sehun, tanpa ragu Taeyeon langsung menganggukkan kepalanya. Sehun langsung memeluk Taeyeon dengan erat, ia bahagia akhirnya bisa menikah dengan gadis yang sangat ia cintai.

10 bulan kemudian….

Udara dingin Busan terlihat sangat jelas, musim dingin telah tiba dan salju pun mulai turun. Sebagian orang memilih untuk berdiam diri di rumah sembari duduk di depan perapian untuk menghangatkan diri mereka. Hal itu dilakukan tak terkecuali oleh Sehun, malam ini ia terlihat sibuk mengerjakkan pekerjaan kantornya. Sehun telah berhasil di terima di sebuah perusahaan kecil yang ada di Busan berkat ijazahnya yang ber almameter Harvard sebagai lulusan terbaik. Bisa saja Sehun mendapatkan perusahaan yang lebih besar, namun ia cemas jika bekerja di perusahaan yang lebih besar, ia akan mudah ditemukkan oleh keluarganya. Selama ini Sehun sangat menjaga dirinya dan juga istrinya untuk tetap bisa hidup tanpa campur tangan orang tua mereka, dan perjuangan mereka tidak sia-sia, karena akhirnya selama 10 bulan mereka berhasil menghilangkan jejak dari keluarganya, terutama Jaejoong.

“Yeobeo…”terdengar suara lembut yang memanggil Sehun. Sehun pun tersenyum mendengar suara istrinya itu, lalu ia menolehkan kepalanya ke arah seorang yeoja bertubuh mungil dengan perut yang membesar. Taeyeon, ia telah mengandung janin hasil buah cintanya dengan Sehun, usia kandungannya pun sudah hampir menginjak 9 bulan.

Sehun berjalan ke arah Taeyeon yang terlihat sulit untuk berjalan, lalu meraih cangkir yang Taeyeon bawakkan, “Gomawo..”

Taeyeon pun menyipitkan matanya sambil tersenyum, “Jangan terlalu lelah.”

Sehun mengecup pipi Taeyeon, lalu kecupannya beralih ke perut Taeyeon, “Sayang… jangan membuat eommamu kesulitan, ne ?”pesan Sehun kepada calon buah hatinya yang masih ada di dalam perut istrinya.

“Sehun… musim dingin sudah tiba. Tidak terasa kita sudah melewati hampir 4 musim disini.”ungkap Taeyeon.

“Ne…kita tetap bisa hidup bahagia kan meski tidak hidup dalam kemewahan ?”

Taeyeon pun menganggukkan kepalanya, “Ne…kau benar.”

Sehun memeluk erat Taeyeon, lalu mencium pipinya, “Aku menyayangimu.”

“Aku juga.”

Esoknya, Sehun datang ke kantor dengan mantel yang cukup tebal. Setelah pulang dari kantor ia berencana untuk membeli peralatan bayi untuk calon buah hatinya, karena selama ini Taeyeon melarangnya untuk membeli peralatan bayi jika usia kandungannya belum 9 bulan. Namun sekarang tidak akan menjadi masalah karena usia kandungan Taeyeon sudah menginjak 9 bulan. Saat sampai di kantornya, Sehun melihat ada beberapa orang keluar dari perusahaannya, penampilan mereka sangat mencurigakkan. Setelah mereka pergi, Sehun langsung masuk ke perusahaan untuk menanyakkan tentang orang-orang itu, “Hoyeon-ssi.. siapa mereka ?”tanya Sehun.

Hoyeon, asisten di perusahaan itu pun memandang Sehun dengan cemas, “Mereka dari perusahaan besar di Seoul, mereka dari Oh Company.”mendengar nama perusahaan itu membuat jantung Sehun berpacu lebih keras.

“Apa yang mereka lakukan disini ?”tanya Sehun.

Hoyeon menggelengkan kepalanya, “Saya tidak tahu.. namun tadi mereka menanyakkan tentang dirimu.”

“Dan kau…”Sehun semakin cemas dengan apa yang akan Hoyeon katakan.

“Maafkan aku..aku memberikkan alamatmu kepada mereka.”

“Mwo ?”tanpa berpikir panjang, Sehun langsung berlari keluar perusahan untuk menuju ke rumahnya. Saat ini yang ia khawatirkan adalah Taeyeon, ia takut orang-orang itu akan datang ke rumahnya untuk mengambil Taeyeon darinya. Sehun berlari sangat kencang, beruntung jarak rumahnya tidak jauh dari kantornya.

Taeyeon membuka pintu rumahnya begitu terdengar bunyi ketukkan yang cukup keras dari luar, “Kenapa dia sudah kembali ?”batin Taeyeon sambil memutar kenop pintunya, “Sehun ka…”Taeyeon terperanjat begitu melihat siapa yang datang, “K…kau ?”

Sehun berlari dengan sekuat tenaganya hingga ia sampai di rumahnya. Suasana rumahnya begitu sepi, namun pintu depannya terbuka dengan lebar, “Taeyeon !”seru Sehun sambil berlari masuk ke dalam rumahnya. Keadaan rumahnya begitu berantakkan dan beberapa guci rumahnya pecah, rahang Sehun pun terkatup keras begitu menyadari apa yang telah terjadi, “Aku tidak akan membiarkanmu hidup Oh Jaejoong..”geram Sehun.

Sementara itu, sesampainya di Seoul, Jaejoong langsung membawa Taeyeon ke rumah keluarga Taeyeon. Sampai di sana, Taeyeon langsung mendapatkan tamparan yang keras dari Tuan Kim, “Apa yang kau lakukan ?! Kau telah mempermalukkan appa.. dan sekarang ?”Tuan Kim memandangi perut Taeyeon yang membesar, “Kau hamil dengan bajingan itu ?”saat Tuan Kim akan kembali menampar Taeyeon, Nyonya Kim menahannya.

“Ini karena kau.. jika kau tidak memaksa Taeyeon, Taeyeon tidak akan melakukan hal ini !!”geram Nyonya Kim, lalu Nyonya Kim menghampiri putrinya dan membimbingnya masuk ke dalam kamarnya.

Setelah mereka pergi, Tuan Kim terduduk dengan lemah, “Apa yang terjadi ?”Tuan Kim memijat pelipisnya.

Jaejoong pun duduk di sampingnya, “Aku berhasil menemukkan bajingan itu di Busan… ternyata mereka sudah menikah dan Taeyeon tengah mengandung bayi darinya.”

“Ini benar-benar sangat memalukkan.”keluh Tuan Kim.

Taeyeon menangis dengan sekencang-kencangnya di pelukan Nyonya Kim, Nyonya Kim pun tidak berhenti untuk menenangkan putrinya, “Sayang… maafkan eomma karena selama ini egois.”

“Eomma… aku sangat mencintai Sehun.”

“Eomma tahu sayang.. tapi appamu benar-benar takut dengan Jaejoong hingga ia tidak bisa melaukukan apa-apa lagi…”

“Hiks eomma…”Taeyeon pun menangis dengan cukup keras, meluapkan segala emosinya yang sejak tadi ia tahan. Saat tengah memeluk Nyonya Kim, tiba-tiba saja perut Taeyeon terasa sakit, “Eomma…arrghh pe…rutku sssa..kit…”

Nyonya Kim yang cemas pun langsung memanggil Tuan Kim, “Yeobo…!!!! Yeobeo !!”Jaejoong dan Tuan Kim pun datang dengan panik, “Taeyeon..sepertinya ia akan melahirkan..”

Tuan Kim, Nyonya Kim dan Jaejoong nampak menunggu Taeyeon dengan cemas di depan ruang operasi. Taeyeon terpaksa di operasi, karena selain usia kandungannya belum cukup, ternyata bayi yang dikandung oleh Taeyeon juga kembar. Kabar itu cukup membahagiakkan bagi keluarga Taeyeon, kecuali Jaejoong yang nampak tidak senang dengan kehamilan Taeyeon. Cukup lama menunggu, akhirnya dokter yang menangani Taeyeon keluar, “Bagaimana keadaan putri dan cucu saya ?”tanya Nyonya Kim.

Dokter itu pun tersenyum, “Keadaan keduanya baik-baik saja.. dan selamat atas kelahiran cucu kembar anda. Cucu anda berjenis kelamin laki-laki dan mereka sangat tampan.”ungkap dokter itu.

“Jinjja ? Gomawo…”Nyonya Kim pun menangis bahagia dengan kabar yang ia dapat. Tuan Kim terus terdiam, sebenarnya ia sangat bahagia dengan kabar ini, karena mereka adalah cucu pertama Tuan Kim. Namun ia tidak bisa menunjukkan rasa bahagianya, karena disini masih ada Jaejoong yang nampak tidak menyukai kabar ini, “Boleh kami menemuinya ?”

“Tentu.. namun nanti setelah mereka selesai ditangani lebih lanjut oleh perawat kami.”

“Baik. Terima kasih dokter.”setelah dokter itu pergi, Nyonya Kim langsung memeluk suaminya, “Yeobeo.. kau dengar ? Cucu kita sudah lahir.. hiks.. aku merasa bahagia sekali.”

Setelah lama menunggu , dua orang suster keluar dari ruang operasi dengan masing-masing mengendong seorang bayi yang lucu. Nyonya Kim langsung menghampiri mereka dan menggendong salah satu cucunya, “Omo… mereka tampan sekali !”seru Nyonya Kim bahagia, “Kau tidak mau menggendong cucumu yang satu lagi ?”tanya Nyonya Kim sambil menunjuk cucunya yang masih berada di gendongan suter.

Tuan Kim sedikit ragu. Jaejoong yang lelah melihat itu semua memilih untuk pergi, setelah Jaejoong pergi, Tuan Kim langsung menggendong cucunya dengan bahagia, “Benar… dia sangat tampan. Wajahnya seperti bajingan itu…”

Nyonya Kim pun menyahut, “Jangan menyebut dia seperti itu. Bagaimana pun juga dia ayah dari cucu kita. Meskipun kau membenci dia, tapi hanya dia yang bisa membahagiakkan putri kita, bukan Jaejoong.”Tuan Kim pun terdiam setelah istrinya mengatakkan seperti itu.

Dari ruang operasi, Taeyeon yang terlihat masih lemas dibawa oleh beberapa suster menuju ke ruang rawat. Taeyeon tersenyum tipis melihat kedua orang tuanya yang bahagia menggendong putranya, “Sehun… aku ingin bertemu denganmu. Lihat putra kita.. mereka sangat tampan.”batin Taeyeon, tak terasa air matanya pun meleleh keluar mengingat perjuangan Sehun yang berusaha agar ia bahagia.

Sudah 2 hari di rumah sakit, Taeyeon dan kedua putranya masih belum diperbolehkan untuk pulang karena kemarin Taeyeon sempat drop, namun sekarang sudah membaik. Namun untuk mengantisipasi kejadian yang tidak di inginkan, dokter menyarankan agar Taeyeon tetap di rumah sakit hingga benar-benar sembuh, “Sayang.. kau belum memberi nama kedua putramu.”ujar Nyonya Kim mengingatkan Taeyeon.

“Hanya Sehun yang boleh memberikkan nama kepada mereka.”ujar Taeyeon sambil memandangi kedua putranya yang tertidur di ranjang inkubator mereka.

Nyonya Kim menggenggam erat tangan Taeyeon, “Maafkan eomma sayang.. eomma tidak bisa membantu banyak untuk hal ini.”

“Gwaenchana eomma..”

Cklek..

Pintu ruang rawat Taeyeon pun terbuka, nampak Jaejoong datang dengan membawa buah-buahan yang cukup banyak, lalu ia berjalan menghampiri Taeyeon. Taeyeon hanya bisa menampakkan wajah datarnya, sampai sekarang ia masih membenci namja itu karena sudah memisahkan dirinya dan suaminya, “Taeyeon.. apa sudah lebih baik ?”tanya Jaejoong, namun Taeyeon tidak menjawab sama sekali, “Aku membawakanmu buah-buahan.”Taeyeon langsung tidur membelakangi Jaejoong, ia sudah lelah melihat perlakuannya yang membuatnya muak.

“Jaejoong… sebaiknya kau duduk saja. Taeyeon masih sedikit tidak enak badan.”

“Ne eommeonim.”Jaejoong pun berjalan menghampiri bayi kembar Taeyeon yang tidur terlelap, “Pangeran kecil kita sedang tidur… mereka seperti malaikat.”ungkap Jaejoong.

“Jangan dekati mereka. Bisa saja kau memisahkan aku dengan mereka… aku membencimu !”seru Taeyeon dengan emosi yang meluap-luap, Jaejoong pun terdiam di tempatnya.

“Aku tidak akan memisahkanmu dengan mereka. Aku malah akan menyatukanmu dengan mereka, bersama dengan ayah baru mereka, yaitu aku.”ujar Jaejoong dengan percaya dirinya.

“Mwo.. ? Ayah mereka tetap Sehun… Oh Sehun bukan kau !!”

Brak…

Terdengar bunyi pintu di dobrak, Taeyeon terlihat sangat terkejut karena yang datang adalah polisi bersama dengan ayahnya, “Apa yang terjadi ?”rasa terkejut Taeyeon pun berubah menjadi bahagia begitu melihat kedatangan Sehun bersama dengan Tuan dan Nyonya Oh yang terlihat marah.

“Oh Jaejoong.. anda harus ikut kami ke kantor polisi untuk penyelidikkan kasus korupsi yang sudah anda lakukan !”tegas salah satu polisi.

“Aku tidak melakukan hal itu…”

Plakk….

Tuan Oh menampar putra sulungnya itu dengan cukup keras, “Selama ini aku mempercayakkan semuanya kepadamu.. namun ternyata kau malah berbohong kepadaku.”geram Tuan Oh.

“Apa buktinya ?”tanya Jaejoong menantang.

Sehun pun menunjukkan surat yang ia temukkan 10 bulan lalu di ruang kerja ayahnya, “Ini…”Jaejoong pun tergagap melihatnya, “Sepertinya surat ini tersersat di ruang kerja ayah.”

“Yak..aku tidak melakukan hal itu ! Jangan tangkap aku atau aku bunuh salah satu dari mereka !”Jaejoong mengambil salah satu bayi Taeyeon.

“Andwae !!”seru Taeyeon histeris.

“Jangan sakiti putraku !”geram Sehun, sambil menghampiri Jaejoong.

“Jangan mendekat… aku tidak main-main dengan hal ini..”

“Jebal..andwae..hiks..”Taeyeon pun menangis.

Sehun menatap Jaejoong sebentar, sebelum akhirnya dengan cepat ia meraih bayinya, “Tangkap segera dia.”polisi dengan sigap langsung meraih kedua tangan Jaejoong dan memborgolnya, “Kau tidak bia berbuat apa-apa lagi.”

“Bawa segera dia ! Aku muak melihatnya.”geram Tuan Oh.

“Appa.. aku putra kebangganmu kenapa kau tega melakukan ini ?”

“Mulai sekarang kau bukan putraku. Cepat bawa dia !”perintah Tuan Oh.

Setelah Jaejoong dibawa pergi, Sehun langsung menghampiri Taeyeon dan memeluknya dengan erat, “Aku merindukanmu.”ungkap Sehun.

“Omo.. tampannya cucu kita..!”seru Nyonya Oh sambil menggendong cucunya yang berada di ranjang bayi.

“Benar.. dia sangat tampan.”puji Tuan Oh. Taeyeon dan Sehun merasa terharu melihat kedua orang tua Sehun yang bahagia melihat cucunya. Tuan Kim pun datang menghampiri Taeyeon dengan wajah sedih, “Maafkan appa sayang… hanya karena hutang, appa mempertaruhkan kebahagiaanmu. Appa benar-benar menyesal..”

Taeyeon pun tersenyum mendengarnya, “Gwaenchana appa.. yang terpenting sekarang appa bahagia dengan kedua cucu appa.”

“Ne.. sekali lagi maafkan appa.”Tuan Kim pun mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang.

“Terima kasih atas kerjasamanya appa.. karena anda, kami bisa menemukkan Jaejoong.”sahut Sehun.

Taeyeon pun tidak bisa menyembunyikkan rasa terkejutnya, “Jadi… apa yang memberitahukkan keberadaan Jaejoong Oppa .?”

“Ne.. sudah kemarin aku menghubunginya untuk melakukan kerja sama ini, dan ternyata ia menyetujuinya. Gomawo appa..”

“Gomawo appa..”timpal Taeyeon.

Lalu Tuan Oh pun juga menghampiri putranya, “Maafkan aku juga Sehun… aku terlalu mempercayakkan semuanya kepada Hyungmu. Setelah ini appa akan mempercayakkan urusan perusahaan kepadamu, jaga kepercayaan appa, ne ?”

Sehun pun tersenyum, “Pasti appa.”

“Bagaimana dengan nama mereka.. kalian belum menentukkan nama untuk cucu kami bukan ?”sahut Nyonya Kim.

“Jinjja ? Taeyeon belum memberikkan nama untuk mereka ?”tanya Nyonya Oh tidak percaya.

“Ne.. Taeyeon mencoba untuk menunggu Sehun. Bagaimana Taeyeon ?”tanya Nyonya Kim.

Taeyeon pun tersenyum, “Bagaimana kalau nama mereka.. masing-masing diberikkan oleh appa kita ?”usul Taeyeon.

“Aku setuju !”semua orang pun setuju.

Tuan Kim dan Tuan Oh nampak memikirkan sesuatu, hingga akhirnya mereka menemukkan nama yang tepat, “Aku memberikkan nama cucuku yang ini…”Tuan Kim membelai pelan puncak kepala bayi yang digendong oleh Sehun, “Oh Taehun..”

“Aku mengusulkan nama Oh Taemin untuk cucuku yang satunya. Bagaimana ?”tanya Tuan Oh mengakhiri.

Taeyeon dan Sehun berpandangan, sebelum menjawab, “Kami setuju.”

“Aku ingin menggendong mereka !!”seru Tuan Kim sambil meraih Taehun yang ada di gendongan Sehun.

“Aku juga !!”seru Tuan Oh sambil mengambil Taemin dari gendongan istrinya.

Mereka nampak sangat bahagia sekali, bisa menggendong cucu mereka, “Taeyeon .. apa perlu kita membuat lagi ?”tanya Sehun.

Taeyeon langsung mencubit Sehun, “Yak.. kau enak. Sementara aku, aku tersiksa dengan semua ini.”geram Taeyeon.

“Arraseo.. arraseo !”Sehun langsung mengacak-acak rambut Sehun.

Taeyeon memandangi orang-orang yang ada di ruangan itu dengan senyum bahagia, ia tidak pernah merasa bahagia seperti ini sebelumnya dan inilah puncak kebahagiaannya. Melihat kedua orang tuanya bahagia karena kehadiran cucu mereka, dan yang terutama adalah, kini ia dan Sehun bisa kembali bersama tanpa penolakkan sediki pun.

END

Advertisements

33 comments on “[FREELANCE] Complicated Love (Oneshot)

  1. kyaaaaaa seyeon huntae taengxsehun ya ampunnn seneng bangetttt …. aku sukaaa ff nyaaa walau agak2 nyesek ceritanya tapi happy ending akhirnyaa horeee… ya ampunnn… buat lagi jeballll ff cast mereka my otp hardship juseyooooo… sangat dinantikan fff taeyeonxsehun ♡♡♡♡♡

  2. bagus. pertama sih dibuat sebel. bikin emosi itu Jaejong, seneng liat Sehun dia enggak sia-dia sekolah jauh. Dia mempunyai pemikiran yang cerdas.

  3. Wah daebak thor, sumpah Jaejoong disini ngeselin banget. Tapi untung lah Sehun Taeyeon bisa balik ama keluarganya happy ending lagi. Keren thor..

  4. jaejoong psycho nih jadi kesel sama dia. yaampun untung sehun gak pernah nyerah sama hubungannya sama taeyeon. hahaha ahh pengen sequel ceritain marriage life dari seyeon + taemin sama taehun. hihi next ff ditunggu 🙂

  5. Kebahagian yang sejati didapat dengan perjuangan.
    Dengan begitu kita bs menghargai segala proses yang telah dilewati saat bahagia digenggaman.

  6. happy ending,,,
    wlopun bnyak bngad rintangan yg hrs mreka hadapi,,
    tp kahirnya mreka bisa bersatu,,
    dtggu karya2 yg lain, fightaeng!!!

  7. Daebak thor!!^^
    Sumpah nangis pas baca bagian awal:”
    Tapi pas bagian akhir senyum senyum melihat mereka bahagia^^
    Sehun memang tidak terduga:g Salut sama dia..
    Dtnggu banget karya ff lainnya thor!! Fighting!!^^

  8. Akhirnya happy ending ^^ agak” nyesek pas baca bagian pertama wkwk,tp akhirnya sehun sma taeyeon di tunggu next project nya ,keep writing & imagine! Fighting!

  9. huhuhu T_T
    terharu bacanya sumpah so sweet banget seandainya itu aku dan sehun
    kyaaaaaaaa khayal mode on 😀
    akhirnya happy ending gak nyangka sehun manly banget
    di tunggu ff yang lain hwaiting ¡¡¡♥

  10. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s