Rain; Taeyeon Ver. (Oneshot)

rain-santiiang

Rain; Taeyeon Ver.

SantiiAng Storyline
Satrring by Kim Taeyeon x Byun Baekhyun
AU, Sad,
PG-16

Poster by ALKINDI

A/N: Hai! Aku author baru di sini. Dan ini adalah FF debut saya. Semoga kalian suka yaa~

Looking outside, seeing all of these street of grey
I’m feeling so lonely, opening the window
As the rain drops fall, all I did was think of you
All my feelings they’re flowing through my heart for so long

Apa tuhan sedang mengutukku sekarang? Aku bosan terus berada di sini. Hujan semakin lebat tiap menitnya. Aku kesepian. Sungguh kesepian. Kenapa dunia ini begitu sunyi. Saluran televisi yang terus aku putar, sama sekali tidak membuatku tersenyum. Film komedi kesukaanku, sama sekali tidak menggugah keinginanku untuk menggunakan kotak suaraku. Aku terlalu malas untuk tertawa, sekedar untuk berkata satu hurufpun aku enggan.

Cahaya kilatan petir dan suara gemuruh Guntur seakan menertawakanku sekarang. Mereka saling bersahutan, apalagi dengan si hujan dan si angin. Apa mereka telah merencanakan semua ini? Apa mereka senang ketika melihat seorang gadis memeluk lututnya di tengah-tengah hujan lebat. Ya walau aku berada di dalam sebuah ruangan bukan di luar sana.

Kenapa, selalu di saat hujan. Semua memori akan dirinya mengelilingi otakku. Aku lebih senang memikirkan kemungkinan-kemungkinan horror yang akan aku dapati ketika turun hujan –kau pasti tahu maksudku. Apa sel-sel dalam otakku hanya berfungsi untuk mengingatnya? Ku tekankan, selalu mengingatnya?

Ku ulurkan sedikit tanganku untuk menyentuh hujan itu. Dingin, terasa dingin. Aku rasa dinginnya sedingin hatiku. Bahkan aku pikir hatiku sudah beku sekarang, tidak sehangat ketika dia masih berada di sisiku.

“Masukkan tanganmu ke dalam, kau tak inginkan mobil ini kebasahan, kan?” Aku tidak peduli dengan perkataannya, toh jika basah akan kembali kering.

“Kim Taeyeon, apa kau mendengarkanku?” Shim Changmin menarik tangaku dengan perlahan, “Ini di jalan tol, nona. Kau ingin mobil yang akan menyiap mobil kita menabrak tanganmu?”

Tabrak saja, aku tidak peduli.

“Carilah pria lain, atau perlu aku bantu carikan. Kau tahu kan? Temanku banyak. Kau ingin yang seperti apa? Pengusaha muda kaya? Dokter? Pegawai Negeri? Atau mungkin seorang tentara,” Changmin dengan bangganya menyebutkan profesi teman-temanya. Dagunya sedikit terangkat ke atas.

“Terus saja sombongkan temanmu itu.” Aku memutarkan bola mataku dan kembali menatap ke luar jendela.

“Ah, atau kau mau yang sejenis Byun Baekhyun?” Mataku sedikit membulat ketika Changmin menyebutkan nama itu.

“Kau diam saja.” Aku dapat merasakan, kalau Changmin tersenyum meremehkan.

“Apa aku bilang, pria macam dia itu. Tidak baik untukmu. Berhentilah beharap padanya. Dia sudah menemukan gadis lain, yang lebih rendah darimu.”

“Jadi maksudmu, aku wanita rendahan hah?!”

“Bukan itu maksudku. Ayolah, Tae. Ketika seorang pria meninggalkan kekasihnya karena godaan wanita lain. Secara tidak langsung ia menurunkan derajatnya. Penghianat cocok dengan penggoda bukan.”

“Biarkan mereka hancur bersama.” Ku anggukkan kepalaku. “Sudah hampir belasan kali kau mengucapkan itu–“

“–dan selalu kau meremehkan perkataanku. Aku itu peduli padamu Tae. Aku tidak mau kau bersedih seperti itu.” Aku, hanya mengangguk. Setelah kalimat itu, aku tidak mendengar seorang Changmin kembali mengoceh. Mungkin ia bosan beradu argumen denganku.

I go back to times when you were with me
Fall into the memories
I see you perfectly appearing in the rain

“Kemarin malam ada yang mengirimku satu buket bunga mawar.” Mataku memicing ketika melihat Baekhyun berkata sambil mengunyah mie ramen yang kita beli tadi. “Bunga mawarnya indah. Tapi aku masih heran, kenapa ada yang mengirimku bunga. Akukan pria.”

Baekhyun masih fokus dengan mienya. Meniupnya dengan pelan dan melahapnya dengan cepat.

“Kau punya penggemar, mungkin.” Aku menaikkan pundakku tidak peduli. Sudah sering ia mendapatkan sebuket bunga, kemeja, makanan, sepatu, dan bahkan jam tangan keluaran terbaru. Chanyeol berkata padaku, kalau Baekhyun memiliki penggemar. Seorang anak atasannya. Bae Irene. Awalnya aku tidak percaya. Tapi setelah aku melihat sendiri bagaimana gadis yang bernama Irene itu menatap Baekhyun. Aku percaya.

“Kau tidak cemburu?” Baekhyun menaruh mienya dan menatapku dengan serius.

“Untuk apa aku cemburu? Jika kau mencintaiku kau tidak akan tertarik dengan dirinya dan barang yang ia berikan Byun Baekhyun.” Aku menaikkan sebelah alisku dan tersenyum padanya. Lalu Baekhyun mengangguk.

“Kau benar juga. Pegang janjiku hari ini, oke?” Baekhyun menggenggam tanganku dan mengusapnya secara perlahan, “Aku tidak akan meninggalkanmu. Kau segalanya bagiku. Seberapa banyaknya barang dan perhatian yang ia coba beri padaku. Aku tidak akan tergoda. Karena hanya kaulah yang selalu ada di hatiku.”

Aku mengangguk perlahan dan tersenyum malu. Baekhyun memang pintar merayu wanita. Dan rayuannya selalu membuat diriku lemah di depannya. Selalu bisa membuat diriku melupakan semua kesalahan yang ia perbuat dan selalu memberi kesempatan bagi dirinya.

Lima minggu setelah kejadian itu, Baekhyun mulai berubah. Biasanya ia akan pulang ke apartmentku walaupun hanya untuk merebah di kursi dan pulang ke rumahnya. Sesibuk apapun.

Tapi kini? Ia tidak melakukan itu semua. Semua firasatku menjadi kenyataan. Ia mulai melirik gadis itu. Boleh aku akui, gadis itu memang lebih cantik, tinggi, dan menggoda. Tubuhnya bagaikan biola. Senyumannya seperti pisau yang akan meninggalkan bekas disetiap orang yang menyentuhnya.

“Maafkan aku, aku tidak bisa ke apartmentmu.” Aku hanya bergumam dan menutup sambungan telephone. Aku menatapi ramen di hadapanku. “Padahal kau berjanji akan makan ramen bersamaku.”

Perlahan kumakan dua porsi ramen itu dengan cepat. Aku tidak peduli seberapa panas ramen ini. Aku kesal, sungguh. Sampai kapan aku harus tersenyum palsu di depannya. Menerima setiap kalimat-kalimat bualnya. Mengiyakan setiap kata-kata menjijikannya. Pura-pura bahwa aku tidak mengetahui sekarang ia akan pergi ke bioskop. Dengan gadis itu. Mana mungkin dengan Chanyeol.

Kemarin, aku berancana membeli dua tiket film romantis. Aku sangat antusias apalagi pemeran utamanya adalah idolaku sendiri. Tapi, saat aku masuk. Aku melihat Chanyeol di sana bersama Baekhyun. Ia melihatku tapi Baekhyun tidak. Tadinya, aku akan menghampiri mereka. Tapi, aku undurkan niatku karena Irene ada di sana. Akhirnya aku memilih pergi dan menangis sekencang-kencangnya di taman.

“Taeyeon-ah, kenapa kau menangis?” Aku terdiam, yang aku harapkan Baekhyun yang datang.

“Taehyeon? Aku tahu itu kau. Angkat kepalamu.” Orang itu mengguncang pudakku perlahan. Ia terdiam, dan sedetik kemudian ia memelukku, hangat.

“Sudah kukatakan bukan? Kurangi pemakaian parfum. Kau terlalu meyengat.” Aku mendorongnya dan menjauh.

“Sudah bagus aku peduli padamu. Aigoo uri Taeyeon. Kau begitu menyedihkan.”

“Dasar kau! Shim Changmin! Jika ingin meledekku. Tak usah kau datang kemari.” Aku menenggelamkan kepalaku sambil memeluk lutut. Angin malam mulai menusuk-nusuki kulitku.

“Sudah jangan menangis. Semakin deras air itu keluar. Semakin dirinya tampak dan berputar terus di kepalamu. Aku tahu kau menangisi si Baekhyun.” Air muka Changmin berubah ketika ia menyebutkan nama Baekhyun. Sejak pertama kali aku dekat dengan Baekhyun ia tidak menyukainya. Sampai sekarang aku tidak tahu alasan ia membencinya.

Falling deeper in to the night
A never ending promise
That you sent with a goodbye

“Tas atau jam tangan?” aku menghimpit ponselku menggukan bahu dan pipi. Tanganku mengimbang-imbang.

“Jam tangan,” Suara orang di sebrang akhirnya terdengar setelah hampir satu menit aku menunggu ia untuk menyuarakan pendapatnya.

“Oke, Tag Heur atau Patek Philippe?” Sekarang di hapadanku terpampang beberapa jenis jam tangan dengan merek terkenal. Aku tersenyum membayangkan reaksi Baekhyun nanti.

“Aku lebih suka IWC. Tampilannya sederhana tapi tetap elegan. Aku pikir itu cocok untuk pekerja kantoran. Terutama bagi Baekhyun.” Aku mengangguk sepakat dengan usulan Sooyoung. Dia memang dapat aku andalkan.

Aku tidak peduli sebarapa mahal jam tangan ini, yang terpenting adalah Baekhyun menyukai hadiah ini. Besok adalah hari ulang tahunnya dan bertepatan dengan hari jadi kami. Sudah tidak terasa aku denganya sudah menjalin hubungan selama empat tahun. Banyak sekali masalah yang menerjang hubungan kami. Aku tidak pernah mengeluh dengan semua masalah itu, kerena. Baekhyun dan aku bisa menyelesaikan masalah itu berdua. Selama kami berpacaran tidak ada kata rahasia. Segela hal akan aku ceritakan, begitupun dirinya. Aku sangat bahagia. Sayangnya, sekarang aku tidak sebahagia dulu.

“Lagi-lagi Baek, kau pergi denganya.” Aku menghembuskan napas berat. Dunia itu begitu sempit apa? Dan Baekhyun tidak sibuk apa? Di pagi hari ia berkeliaran di mall? Dan ia memilihkan sebuah baju untuk Irene.

“Dulu, itu aku.” Aku bergumam dan segera pergi dari sana. Bisa-bisa air mataku keluar lebih deras jika aku diam dan melihat mereka bermesraan seperti itu. Ku raih ponselku dan mengirim pesan untuk Baekhyun. Serasi sekali kalian. Aku senang melihatnya.

Aku memandangi jam tangan di hadapanku. Meratapinya dengan penuh kekecewaan. “Sungguh, kau sendiri yang memintaku memegang janjimu. Tapi kau juga yang melepasnya.”

Satu gelas wine dan suara dentuman music club menemaniku sekarang. Aku sudah tidak peduli dengan perjanjianku dengan Baekhyun tentang tidak boleh menyentuh minuman yang berbau alkohol, seperti itulah bunyi kalau aku tidak lupa. Untuk apa aku menjalani perjanjian jika yang membuatnya juga suka melanggar perjanjiannya.

Wine itu sudah habis dalam satu tegukkan, aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Ini sensasi yang sudah lama tidak aku dapatkan. Dengan beberapa gelas wine akan membuatku sejenak melupakan masalah. Walau sejenak saja.
Tanpa aku sadara ada seorang pria datang dan duduk di sampingku. “Boleh aku minum denganmu?”

Aku hanya mengangguk dan kembali pada acaraku. “Sepertinya kau sedang dilanda masalah, kau ingin satu gelas tambahan?” Ia tersenyum dan mengacungkan tangannya ke arah bartender. “Aku ingin satu gelas wine dan vodka.” Lanjutnya.

Dia tersenyum dan matanya terpaku kepadaku. Aku meliriknya dengan tatapan tajam. “Kenapa kau melihatku seperti itu Tuan?” Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, wine ini mulai bereaksi sepertinya. Kursi yang kududuki seperti bergoyang-goyang.

Ia tidak menjawab, ia terus saja memperhatikanku. Lama-lama aku risih dibuatnya. Ku angkat pantatku dengan berat dan mencoba mencari keseimbangan sebelum melangkah pergi. Namun, pria itu memegang tanganku. “Kau mabuk Nona, ayo aku antar pulang.”

“Tidak terimakasih, aku bisa pulang sendiri, aku tidak mabuk, dan aku tidak mengenalmu. Maaf, tolong lepaskan tanganmu.” Aku tersenyum dengan susah payah. Pria itu kembali tersenyum dan melepaskan tanganku. Sebelum kaki kananku sukses terangkat dan melangkah semuanya berputar-putar dengan cepat dan yang aku ingat hanya pria itu memegang bahuku dan semuanya menjadi hitam legam. Aku tertidur.
.
.
.
“Ah, untung kau ada di sana Kai.” Aku mendengar samar-samar suara Changmin. Aku kerjapkan mata perlahan, kepalaku masih pusing, semuanya masih berputar-putar.

“Dia sudah bangun.” Suara pria itu, terdengar lagi.

“Syukurlah. Kim Taeyeon. Apa yang kau lakukan di sana?”

Aku memegangi kepalaku dan mencoba bangkit, “Kepalaku sakit Changmin. Bisa kau bertanya lain waktu. Aku ingin tidur lagi.”

“Itu karena kekasihnya.” Suara itu muncul kembali. Kenapa dia tahu? Siapa dia?

“Kan sudah ku bilang, tinggalkan pria aneh itu. Aku tidak suka dengannya Taeyeon dan lihatlah sekarang dirimu. Kau tidak kuat minum tapi malah pergi ke sana. Untung Kai sedang berada di sana. dan Kai tahu siapa dirimu.” Kenapa sih Changmin harus mengoceh di saat seperti ini.

“Aku hanya butuh ketenangan Changmin. Sudahlah. Jam berapa ini? Aku harus mengucapkan selamat ulang tahun pada Baekhyun.” Aku tersentak, dengan kepala yang masih berputar-putar tangaku meraba-raba meja dan mencari ponselku. “Mana tasku?”

“Sekarang jam sepuluh pagi. Kau tidak perlu mengucapkan semua itu, aku lihat tadi pagi ia sedang berjalan-jalan di taman bersama Irene.” Lagi-lagi aku tersentak.

“Hah?! Kemarin dia bersama Irene, sekarang juga?”

“Dia menitipkan surat padaku Taeyeon.” Seorang pria yang bernama Kai itu menyerahkan sepucuk surat padaku. Aku menukar pandang antara melihat dia dan surat.

Taeyeon-ah
Nanti malam aku tunggu di taman seperti biasa oke? Dan jangan lupa memakai jaket. Karena malam ini akan dingin sekali.
Baekhyun

“Kampungan sekali dia, seharusnya dia menghubungimu. Dia kira dia sedang hidup di zaman apa?” Kai terkekeh dengan kalimat yang Changmin lontarkan.

“Ini romantis.” Balasku, aku tersenyum melihatnya dan dengan cepat aku segera bangkit dari tempat tidur, melupakan rasa pusing yang masih bersarang di kepalaku.

“Romantis apanya Tae? Kau tersenyum? Ayolah. Dia sekarang sedang berjalan dengan wanita lain. Dan aku! Saudaramu yang paling cinta padamu, melihat dengan mata kepalaku sendiri Tae! Sadarlah dari sihir yang ia buat. Ia hanya akan datang padamu saat dia sedih saja!” Changmin terengah-engah. Aku dapat melihat aura kebencian di wajahnya.

“Tenanglah Hyung, Taeyeon pasti tahu apa yang harus dia lakukan.” Aku terharu dengan perkataan Kai. Walaupun aku baru mengenal dia di club dan itupun kami tidak saling membagi kisah. Tapi aku sedikit yakin dia pria yang baik.
“Kai benar.” Changmin memutar bola matanya perlahan dan menatap kami secara bergantian.

“Terserah kalian, aku bertaruh. Sebentar lagi Baekhyun akan meninggalkanmu Tae.” Ia bergumam tapi aku masih bisa mendengarnya.
.
.
.
Untuk sekarang aku memandang jam itu dengan penuh kebahagian. Sesekali aku memeluk dan mencium jam itu. Aku sangat semangat untuk bertemu dengan Baekhyun. Jarang sekali aku melihatnya akhir-akhir ini. Kau tahu sendiri kan?

Aku sengaja memilih berjalan kaki karena jarak apartmentku dengan taman sangat dekat. Aku menuruti pesan Baekhyun. Tapi aku tidak memakai jaket yang tebal. Ia salah besar. Malam ini tidak dingin. Langkah kakiku langsung terhenti saat aku melihat Baekhyun dan Irene di sana.

“Aku harus segera pergi Byun,”

“Jangan, aku mohon. Aku akan menjelaskan semuanya padanya.” Baekhyun memegang tangan Irene dengan erat. Tatapan Baekhyun begitu dalam dan penuh cinta. Sungguh, seperti ada ribuan pedang yang menusuk-nusuki hatiku. Hatiku dengan cepat diselubungi oleh es. Begitu dingin dan dengan cepat dingin itu menjalar ke seluruh tubuhku. “Kau benar Baek, malam ini akan menjadi sangat dingin. Harusnya aku ke sini memakai selimut paling tebal bukan jaket. Hahaha.”

Aku tertawa lumayan keras, sehingga Baekhyun dan Irene berhenti sejenak  dari kegiatan mereka. Aku pikir air mataku akan turun, tapi nyatanya tidak. Irene dan Baekhyun memberikan ekspresi yang sama: kaget. Irene memandang Baekhyun ketakutan. Kau tenang saja Bae Irene. Aku bukan nenek sihir.

“Tae-Taeyeon. Sejak kapan kau berada di sana?” Suaranya bergetar. Air mukanya menunjukkan rasa penyesalan. Ah dusta kau Byun Baekhyun!

“Kenapa kalian berhenti. Ayolah aku ingin melihat adegan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ayo lanjutkan Byun Baekhyun.” Sebisa mungkin aku mengontrol amarahku dan tersenyum tulus. Sangat tulus padanya.

“Tidak Tae,” Baekhyun menundukkan kepala. Sekarang giliranku yang mendekatinya. Kuraih kedua tangannya dan meletakkan jam tangan special dariku dengan perlahan.

“Selamat ulang tahun Byun Baekhyun.” Ku lirik Irene dengan tajam dan kembali beralih menatap Baekhyun, “maaf aku tidak bisa memberi hadiah yang besar untukmu. Seperti dia.”

Aku bisa merasakan tangan Baekhyun bergetar dan dengan cepat ia menarikku ke dalam pelukannya.

“Sudah cukup Baekhyun. Ayo kita akhir semuanya, kau terlihat lebih cocok bersanding dengannya dibanding diriku.” Bisikku tepat di telinganya. Ia melepas pelukkannya dan menatapku penuh pertanyaan.

“Aku tidak mau Taeyeon.” Baekhyun menggeleng-gelenggkan kepalanya.

Lagi-lagi aku hanya tersenyum. “Jangan kecewakan dia seperti kau mengecewakanku, oke?”

“Kita datang di waktu yang tepat Kai.” Changmin tersenyum ke arahku. Dan menarikku menjauh dari Baekhyun.

“Jangan pernah egois Baekhyun. Pilihlah satu, yang paling prioritas bagimu.” Kai menatap Baekhyun dengan tajam. Tatapannya sama percis seperti Changmin.

“Aku memilihmu Taeyeon.” Baekhyun mencoba mendekatiku tapi Changmin menghalanginya, begitupun Kai.

“Tapi aku tidak memilihmu.” Jawabku dingin. Ia tersentak, dan Irene hanya berdiam diri di belakang. Aku tidak tahu bagaimana perasaannya sekarang, senang atau sedih. Kerena ekspresi wajahnya sulit untukku tebak.

The sound of the rain, it’s keeping my company
It acts as your care for me
My heart it longs for you, it drowns in memories

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik, selalu baik.”

“Bolehkan aku bermain ke apartmentmu?”

“Maafkan aku, aku tidak tinggal lagi di sana. Baek.”

“Kenapa? Sekarang kau tinggal di mana?”

“Berhentilah kau mencoba kembali dan peduli padaku Baek.”

“Aku sudah tidak bersama Irene lagi. Aku lebih memilihmu Tae.”

“Jika aku boleh egois, aku juga ingin bersamamu. Tapi, aku tidak bisa.”

“Aku mohon, beri aku kesempatan Tae.”

“Sudah terlalu banyak kesempatan yang aku berikan dan kau tidak pernah sadar akan itu semua. Aku selama ini diam, berharap kau sadar. Tapi nyatanya tidak.”

“Tae..”

“Aku tidak mau terjebak di lubang yang sama dan menggali lebih dalam. Atau menggali kembali lubang yang telah aku timbun, Baek.”

“Tapi.”

“Berhentilah. Semua sudah terlambat.”

End.

Okee akhirnya ff ini selesai juga hehehe. Kalau banyak yang comment aku bakal post yang Baekhyun ver. Nyaa^^

budayakan meninggalkan jejak di setiap cerita yang kalian baca yaa^^

Advertisements

68 comments on “Rain; Taeyeon Ver. (Oneshot)

  1. Bolehkah aq minta utk dibuat sequel, aq pngen taetae dpt pengganti baekhyun dan buat si baekhyun bner2 nyesel udh selingkuh dibelakang taetae. Hahha please makes taetae revenge on baekhyun…

    • Soal sequel udah aku pikirin, sebagai spolier nih wkwk aku buat sequelnya chapter wkwkwk. Akan aku usahakan. Terimakasih sudah menyempatkan membaca. ^^

  2. OMG dikira bakalan happy ending. masih kurang jelas ada hubungan apa antara baekhyun sama irene. butuh yang baekhyun version ini mah hahahaha ditunggu yah 🙂

  3. Baekhyun jahat banget ih, kesel gua, pilihan yg bagus taeng, kamu perlu hidup bahagia dg pria yg mencintaimu dg tulus

    • Asiikk asiik bisa diambil nih comment nya buat quote /plak /abaikan. Ada alasan di balik ini semua kok wkwk. Terimakasih sudah mau mampir membaca^^

  4. susah di utarakan gimana perasaan baca ff ini sakit sakit banget,. tega nya baekhyun ngekaluiin itu,. ditunggu yg baekhyun versionnya ya,. entah aku ga terlalu suka sad ending nyesek sendiri klo bacanya,. jgn sedih” lagi atuh ya..

    • Jangan sakit ih aku sedih nanti /lah. Untuk Baek ver. Masih dalam tahap pengerjaan^^. Akan saya usahan agar akhir ceritanya happy ending wkwkw. terimakasih sudah mau mampir membaca^^

    • Bukan ogeb dia kurang pintar /sama aja ya wkwkw. Terimakasih 😘😘😘. Okeee jangan lupa mampir lagi di karya aku yg selanjutnya yaaa wkwk. Anw terimakasih sudah mau mampir membaca^^

  5. Feel nya kerasa banget, ikut kesel juga ama sikap baekhyun ke taeyeon….
    Ditunggu ff lainnya ya thor….

    Fighting

    • Aduh kasian irene jangan gitu wkwkwk. Terimakasih banyakk.

      Jangan lupa mampir lagi di karyaku selanjutnya yaaa. Anw terimakasih sudah mau mampir membaca^^

  6. Ihh.. Baek bener2 ngeselin. Kenapa dia gitu ke Taeng eon.
    Haahh~ sedih banget
    Apakah ini akan ad Baek ver nya kak?
    Kalo ada ditunggu ya kak 🙂

    • Ada alasannya, nnti bakal dijelasin di Baek Ver dan untuk Baek Ver masih dalam tahap pengerjaan. Terimakasih mau menunggu^^ Anw terimakasih sudah mau mampir membaca^^

  7. Sedih ceritanya thor!
    Kenapa Taeyeon gak mau ngasih kesempatan lagi ke Baekhyun padahal kan Baekhyun udah milih Taeyeon daripada Irene?
    Ditunggu ff yg selanjutnya ya!

  8. nyesek…
    butuh Baek ver. nya. kan aneh si Baekhyun belakangan barengan mele sama irene tiba-tiba dia milih Taeyeon. pasti ada sesuatu…

    ditunggu baek versionya ya…

    • Si Baek di guna guna sama Irene /gak /dijontorin irene ke jurang /gak.
      Untuk Baek Ver. Masih dalam tahap pengerjaan yaaa. Terimakah mau menunggu. Anw terimakasih juga sudah mau mampir membaca^^

  9. Wua…
    Bagus banget sikap yang diambil teyeon.
    Dia dah ngambil sikap dengan tidak mau berhubungan ama mantan yang udah berhianat ama dia.
    Bagus bagus bagus….

  10. kasian taeyeon unnie disakiti sm baekhyun. emang kaya gitu kok cewek liat yang cantik sedikit langsung berpaling.

    semoga ff ini bisa dibuatkan sequel…. fighting thor

    • Cowok sih ya matanya itu langsung tajam kalo liat cewek mulus 😪😪😥😥 /lah jadi curhat/

      Untuk sequel aku usahain ada tapi setelah Baek Ver yaaa. Anw terimakasih sudah mau menyempatkan membaca karyakuu^^

    • Asik asik di tunggu yaaa. Baek Ver dalam tahap pengerjaan^^ fighting juga ya aku bakal buat kamu nangis kejer di baek ver /gak /ampun.

      Anw terimakasih sudah mau mampir membaca^^

  11. Sakit hati banget jadi Taeyeon.
    Mana Baekhyun gak peka lagi..
    Tapi Taeyeon pinter disini, dia bisa ambil keputusan tepat
    bagus thor
    next Baek ver thor

  12. Haiii, Oggy! Akhirnya nabil bisa mampir yha walaupun curi-curi wifi hihi. Ini ceritanya kentel banget sama romance romance gitu yhaaaa. Dari segi bahasanya pas banget sama tema mellow-mellownya hoho, soale setelah nabil baca ini cukup lumayan agak puitis wkwk xd jadi emosinya juga tersampaikan 🙂 plot nya juga good, perpindahannya rapi hehe :))

    Cumaaa, sayang, nih (mulai deh sok pinter) (tapi biar kita maju bersama yha) nabil nemuin banyak kesalahan redaksional.
    1. Typo, cukup bertebaran dimana-mana. Meski kita sering baca ning di ff mah suka minta dimaklumin kalau ada typo, kita mah mending jangan dibudayakan yuuk biar menambah kenyamanan pembaca waktu bacanya hehe
    2. Kapitalisasi. Contohnya kaya di kata tuhan yang setau nabil mah T nya besar, jadi: Tuhan. Terus kata sapaan kaya Nona, Tuan, dan nama orang dalam percakapan itu huruf kapital dan didahului oleh koma. Contohnya “Tinggalkan dia, Nona.”
    3. Terus tanda bacanya, Gy. Kaya misalnya yang ini : Kenapa dunia ini begitu sunyi. Nah kalau menurut nabil lebih asik kalau pake tanda tanya aja. Iya ga sih? Hehe.
    4. Hurufpun, seharusnya pun nya dipisah karena ‘pun’ juga memiliki arti yang sama dengan juga.
    5. Ku ulurkan, ku tekankan, yang semacam ini seharusnya disatukan. Kuulurkan, kutekankan, dll.
    6. … horror yang akan aku dapati ketika turun hujan –kau pasti tahu maksudku.

    Nah si tanda (-) ini seharusnya dua dan tidak terpisah dari kata sebelum dan setelahnya. Jadi : hujan–kau (mun di word mah engke jadinya strip panjang lah hehe)

    7. Dan beberapa kata di sini misal : horror kaya yang di atas, lebih baik oggy milih mau dijadiin kata asing atau indonesia. Kalau horror seharusnya di italic karena tidak ada dalam kbbi. Lebih asik pake istilah indonesia aja dengan satu huruf r.

    Aduuuh oggy maafin nabil yhaaa, semoga ngga tersinggung. Nabil juga kadang sebal sendiri kalau masih nemu banyak yang salah-salah huhu, tapi biar selain kece plotnya alangkah baiknya kita memerhatikan kaidah-kaidah penulisan juga yaa (apasih) Dan nabil nunggu yang baekhyun ver. nya yhaaa. Semoga semakin bagus naskahnya ❤ ❤ keep writing yaaa babeee ❤

    • Wahhh, aku tercengang but thank you so much nabillll. Gapapa aku seneng dikritik ko.. jadi aku tahu mana yang salahh.. terimakasih mau menunguuu 😘😘😘❤❤❤

  13. Daebak thor!!^^
    Wlau ada beberapa penulisan kata yg typo dan bikin agak kurang paham ceritanya.. Tapi akhirnya paham kok thor!:3

    Serasa pengen nangis baca ff ini.. Ngerasain apa yg Taeyeon rasain:”
    Akhirnya baekhyun nyesal kan?-, Bagus lah klo nyesal.. Taeyeon juga udah hilang kepercayaan?’-‘
    Ini ada sequelnya gak thor?:g

    Dtnggu banget thor yg Baekhyun Ver. sama Sequelnya.. Fighting!!^^

  14. Huffftt bacanya bikin nyesek dan mewek nih thor :’) wkwkw di tunggu baekhyun vers + berharapa ada SEQUEL nya wkwkkw ,keep writing & imagine ! Fighting!!

  15. Pingback: Rain; Baekhyun Ver. (Oneshot) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. wah baek main hati, kasian taeng udah sabar dia melihat baek ama irene selalu bersama, akhirnya taeng gx bisa membendung itu semua,akhirnya kata putus lah yg taeng ucapkan

  17. Pingback: Change Your Ticket (Introducing Cast) | All The Stories Is Taeyeon's

  18. wah bagus banget author ceritanyaa.. tapi aku heran deh. Irene itu wajahnya kek mirip Taeyeon, loh. apa baek berasa liat taeyeon? irene juga mungil kan, wkwkwk. Keep fighting yaa author:)

  19. Sumpah angst banget
    pingin nangis bacanya
    dasar baek si cabe kurang ajar mau ngajak balikan tae seenak jidatnya untung ada kai dan changmin
    huhuhu di tunggu ff yang lain thornim^^
    hwaiting 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s