EDM [2B] END

img_20160514_182052.jpg

Romance, AU, Friendship

Kim Taeyeon, Kim Jong In

Tiffany Hwang, Bae Joo Hyun, Jessica Jung, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Poster by rosaliaaocha

“Eommonim, aku datang lagi!” suara berat Kai memenuhi ruangan. Jelas saja kedatangannya langsung disambut hangat oleh penghuni rumah yang kebetulan sedang berkumpul di ruang keluarga. Namun orang yang dia cari tidak ada di ruangan itu.

“Dimana Taeyeon?” tanya Kai sambil mengelilingkan pandangannya.

“Dia ada dikamarnya, pasti tertidur. Kalian ada janji?” jawab Nyonya Kim.

“Ne,” ucap Kai sambil mengusap tengkuknya.

“Kalau begitu pergi saja ke kamarnya dan bangunkan dia. Kami sudah lelah berusaha membangunkannya,” ujar Tuan Kim tanpa mengalihkan matanya yang sedang menonton televisi.

Kai mengangguk patuh. Ia kemudian berjalan menuju kamar Taeyeon. Tanpa ragu dia mengetuk pintu kamarnya dan tak mendapat tanggapan apapun. Gadis itu benar-benar tidur rupanya. Kai teringat kejadian saat teman-temannya membangunkan Taeyeon ketika gadis itu tertidur di dalam mobil saat berada di pesta. Taeyeon sangat sulit dibangunkan.

Tanpa pikir panjang lelaki itu memasuki kamar Taeyeon yang tidak terkunci. Dan Kai melihat gadisnya terbaring diatas kasur. Kai duduk dipinggiran kasur itu. Ia melakukan segala cara untuk membuat Taeyeon bangun, seperti membuat suara yang berisik nan aneh, menggoyangkan tubuhnya, menggelitik perutnya, sampai-sampai mencubit hidung Tayeon selama beberapa detik saking gemasnya karena gadis itu tak kunjung bangun.

“Aish, kenapa gadis cantik ini sangat susah bangun?” gerutu Kai.

Lelaki bertubuh kekar itu mengangkat Taeyeon lalu membawanya ke dalam kamar mandi yang ada di kamar. Kala itu mata Taeyeon terbuka. Gadis itu menatap Kai, kemudian mengedipkan matanya berkali-kali seakan memastikan bahwa sekarang ia sedang berada dipangkuan Kai dalam alam mimpi.

“Kenapa kau menatapku seperti itu, putri tidur?” tanya Kai sambil perlahan menurunkan Taeyeon.

“Apa yang kau lakukan disini?” Taeyeon yang masih belum sadar sepenuhnya malah balik menanyai Kai.

“Aku akan memandikanmu,” ujar Kai dengan wajah yang menggoda, perkataannya itu jelas merupakan ancaman bagi Taeyeon. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan badannya.

“K-kau akan memandikanku?” tanya Taeyeon terbata-bata. “Lakukanlah kalau begitu!” Kini ia malah menantang Kai dengan mendekati lelaki itu sambil memasang wajah tak kalah menggoda dari Kai.

Namun Kai malah merubah raut wajahnya menjadi datar. Ia meletakkan jari telunjuknya pada kening Taeyeon lalu menoyor kepala gadis itu. “Ya! Apa sekarang kau sedang menggodaku? Cepat mandi kita sudah terlambat dua puluh menit!” ucap Kai kemudian melangkah keluar dari ruangan itu.

Sementara Taeyeon hanya melongo menyadari bahwa dia sedang tidak bermimpi. Astaga, seharusnya dia tidak perlu melakukan hal itu tadi.

Beberapa menit kemudian Taeyeon keluar dari kamarnya dan segera menghampiri Kai yang sedang bercanda bersama keluarga Taeyeon.

“Ayo kita pergi.”

Kai mengalihkan pandangannya pada gadis yang kini berdiri dihadapannya. Taeyeon bak bidadari di bumi. Dengan pakaiannya yang serba putih dan make up natural yang membuatnya semakin bersinar. Kai merasa beruntung dapat memiliki Taeyeon.

“Wah, aku benar-benar pacaran dengan bidadari,” ucap Kai Tanpa sadar. Membuat pipi gadis itu bersemu merah.

Yeobo, kenapa kau tidak memperlakukan aku seperti Kai memperlakukan Taeyeon?”

“Kita ini sudah tua, lagi pula saat masih muda aku juga tak kalah romantis dari Kai.”

Nyonya Kim membuang muka, lalu mengeluarkan sumpah serapah dari mulutnya.

Yeobo, kau terlihat seperti bidadari bagiku,” ucap Tuan Kim menggoda istrinya.

Kai dan Taeyeon hanya tertawa melihat sepasang suami istri itu. “Eomma, appa, kita akan pergi sekarang,” ucap Taeyeon.

*

Dari tadi mata Kai hanya tertuju pada Taeyeon. Padahal makanan yang mereka pesan sudah datang beberapa menit yang lalu. Tapi, tampaknya tak ada yang lebih menarik dari Taeyeon di mata Kai.

“Kenapa kau melihatku terus? Cepat makan makananmu!” Titah Taeyeon, namun diabaikan oleh Kai.

“Taeyeon-ah, bukankah aku sudah bilang, aku tidak akan pernah puas melihatku.”

“Iya aku tahu, tapi makananmu sudah dingin, cepat makanlah.”

“Kita hanya bertemu beberapa jam saja dalam seminggu, dan itu tidak cukup bagiku,” ucap Kai tanpa melepas pandangannya. Sementara kening gadis itu berkerut. “Jadi, aku ingin menikah denganmu agar aku dapat melihatmu selama yang aku mau dan aku bisa memiliki juga melindungimu sepenuhnya,” lanjut Kai.

Taeyeon berusaha mengatur detak jantungnya saat ini. Terasa seperti ada yang menggelitik perut Taeyeon dan membuat pipinya bersemu merah.

“Tapi, kita baru satu nunggu pacaran,” ucap Taeyeon.

“Kudengar pacaran setelah menikah lebih menyenangkan.”

Taeyeon kalah telak. Ia tak tahu lagi harus berkata apa.

“Apa kau mau menikah denganku?” Tanya Kai wajahnya menjadi lebih serius sekarang.

Taeyeon mengangguk sambil tersenyum. Membuat lelaki dihadapannya pun tersenyum bahagia.

“Sekarang berhentilah menatapku, karena nanti kau bisa menatapku selama yang kau mau. Makananmu sudah semakin dingin tuh,” ucap Taeyeon.

Kai mengangguk patuh dan mulai memakan makanannya. Mereka saling melempar senyum sambil menikmati hidangan yang mereka pesan.

“Taeyeon-ah.”

Merasa namanya dipanggil, Taeyeon segera menoleh kepada sumber suara. Matanya membelak kala melihat Tiffany berdiri disana. Gadis bermarga Hwang itu langsung berlari keluar dengan wajah kecewa dan sepertinya sambil menangis.

“Ada apa? Bukankah itu Tiffany?” Tanya Kai yang tidak mengerti dengan keadaan saat ini.

“Kai aku harus menyelesaikan urusanku dulu. Kau tunggu disini, dan jangan coba-coba mengikutiku.”

“Iya tapi memangnya ada apa?”

“Ini masalah perempuan, aku akan menyelesaikannya.” Taeyeon lantas pergi mengejar Tiffany.

Ia melihat Tiffany memasuki sebuah mobil. Taeyeon segera berlari menuju mobil itu dan dengan lancang memasukinya tanpa izin dari Tiffany.

“Kenapa kau kesini?”

“Fany-ya, aku benar-benar minta maaf.”

“Aku tak habis pikir, kukira kau sangat tidak menyukai Kai tapi ternyata aku salah.” Tiffany buang muka, matanya semakin berair.

“Rasanya sakit sekali dikhianati oleh sahabat sendiri,” lanjut gadis itu.

“Tapi, dikhianati diri sendiri juga tak kalah sakit,” ucap Taeyeon lemah.

Tiffany menoleh pada Taeyeon. Menunggu penjelasan dari perkataannya barusan.

“Kai, aku baru bertemu dengannya di pesta waktu itu. Aku memang tidak menyukainya karena sikapnya yang menyebalkan. Namun pada saat aku terbangun, aku melihatnya dengan segelas kopi. Aku berpikir wah, dia baik juga. Tapi aku masih tidak menyukainya saat itu.” Taeyeon berhenti sejenak.

“Lalu, kapan kau mulai menyukainya?”

“Dia selalu memberiku sesuatu setiap harinya. Kupikir saat itulah aku mulai menyukai Kai. Ingat satu box coklat yang aku bawa saat kita berkumpul? Itu adalah salah satu pemberian Kai.”

“Bagaimana dengan kue-kue dan makanan yang kau bawa, apa itu juga darinya?”

Taeyeon mengangguk lemah. “Aku merasa jahat padamu, jadi aku tak pernah memakan atau memakai apapun yang dia berikan. Sampai akhirnya dia menyalakan cintanya padaku, aku bahkan tidak meresponnya sama sekali. Keesokan harinya dia datang lagi, dia bertanya kenapa aku tidak menyukainya.”

“Kubilang karena dia adalah seorang DJ dan aku sangat tidak menyukainya.  Aku takut kau akan membenciku karena itu aku bersikap seolah-olah aku membenci Kai. Setelah itu aku dan Kai seperti orang asing. Aku berpikir bahwa tidak seharusnya aku melakukan itu karena aku juga menyukainya. Lalu kita bertemu di suatu malam, aku tak bisa menahannya lagi, jadi aku mengarahkan perasaanku padanya,” lanjut Taeyeon panjang lebar.

“Jadi seperti itu,” ucap Tiffany, sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. “Kai sudah berjuang, dia pantas mendapatkanmu,” lanjutnya.

“Aku sungguh minta maaf Fany-ah.”

“Sudahlah, lagi pula jika kau menolaknya belum tentu aku bisa menjadi kekasihku Kai.”

“Kita, tetap bersahabatkan? Aku tidak mau kehilanganmu.” Mata Taeyeon mulai berair.

“Tentu saja! Kita akan menjadi sahabat selamanya.” Tiffany tersenyum simpul. “Hapus air matamu, dan sebaiknya kau segera masuk lagi, Kai pasti menunggu mu.”

Taeyeon mengangguk, lalu keluar dari mobil Tiffany untuk menemui Kai.

*

Di hari yang membahagiakan ini, semua keluarga, kerabat, dan teman-teman dari kedua insan itu berkumpul. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Kim Jong In dan Kim Taeyeon. Mereka telah mengucapkan janji suci beberapa menit yang lalu.

“Wah, Taeyeon-ah kau sangat cantik memakai gaun ini,” ucap Tiffany.

“Kau memang yang terbaik dalam merancang gaun,” ucap Taeyeon sambil melontarkan senyumnya.

Gaun yang dipakai Taeyeon saat ini adalah gaun yang dirancang oleh Tiffany sendiri sebagai hadiah untuk pernikahan Taeyeon. Gadis itu sudah melupakan perasaannya pada Kai, malah ia sangat antusias mendengar kabar bahwa Kai dan Taeyeon akan menikah.

“Selamat Taeyeon! Aku tidak pernah berpikir bahwa kau yang akan pertama menikah diantara kita,” ucap Joohyun sambil memeluk Taeyeon.

“Terimakasih Joohyun, aku juga tidak menyangka.”

“Semoga kalian akan bernama selamanya,” ucap Jessica.

“Terimakasih Sica.”

Sudut mata Taeyeon menangkap seorang lelaki yang wajahnya terasa familiar, namun Taeyeon sendiri pun belum pernah bertemu dengannya. Otaknya mencoba mengingat-ngingat siapa gerangan orang itu. Lalu satu nama muncul dibenaknya. Byun Baekhyun.

“Baekhyun!” Panggil Taeyeon. Lelaki itu menoleh dan tersenyum. Ia mendekat pada Taeyeon.

“Lama tak berjumpa, Taeyeon-ah.”

“Kemana saja kau Baekhyun?”

“Aku dan keluargaku berpindah-pindah tempat tinggal, sekarang kami sedang tinggal di Hawaii. Jika kau dan Kai mau berbulan madu disana, hubungi saja aku.” Baekhyun tertawa.

Kai ikut bergabung bersama mereka. Taeyeon mengenalkan Baekhyun kepada Kai.

“Apa sampai detik ini Taeyeon masih sulit dibangunkan?”

“Ya, dia tidak berubah,” jawab Kai.

“Kalau begitu, putar saja musik EDM di telinganya, dia akan segera terbangun. Aku selalu menggunakan musik EDM di ponsel kakakku untuk membangunkannya saat kami masih kecil,”jelas Baekhyun disusul dengan raut cemberut Taeyeon.

Awal mula Taeyeon tidak menyukai EDM adalah karena Baekhyun yang selalu mengangguk tidurnya dengan memutar musik itu.

“Benarkah, apa karena itu kau membenci musik EDM?” Tanya Kai memastikan. Namun Taeyeon tidak menjawab, malah semakin cemberut.

“Ya! Kenapa kau tiba-tiba datang ke pernikahan setelah sekian lama tidak memberiku kabar? Dan kau malah membuka rahasia itu!”

“Aku memfollow akun SNS Kai dan melihat foto pre-wedding kalian. Tidak mungkin aku tidak datang ke acara pernikahan sahabat kecilku. Suamimu harus tau itu. Ah, dan kebetulan sekali Kai adalah seorang DJ jadi dia pasti banyak memiliki musik EDM di ponselnya.”

“Oh omong-omong, Kai tidak bisakah kau memfollow akun SNSku juga?” Tanya Baekhyun.

Kai tertawa, “Baiklah, akan aku follow nanti.”

“Ayo kita berfoto dulu!” Seru Tiffany.

“Tunggu sebentar lagi, Sehun belum datang,” ucap Kai.

Tak lama kemudian lelaki yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang. “Ya! Ini acara pernikahan sahabatmu, kenapa kau terlambat sekali?” Cerocos Kai.

“Aku berangkat kesini dari Jeju. Salahmu kenapa kau melaksanakan pernikahan hari ini, sudah tahu aku sedang ada bisnis di Jeju.” Sehun malah balik memarahi Kai.

“Hey! Kalian ini apa-apaan? Cepat kita akan segera berfoto!” Ucap Taeyeon.

Ini adalah hari terbaik yang pernah Taeyeon alami dalam hidupnya. Menikah dengan seseorang yang dia cintai. Berkumpul dengan sahabat yang selalu disisinya. Bahkan teman kecilnya, Baekhyun, datang hari ini. Taeyeon berharap kebahagiaannya akan berlanjut sampai ajal menjemputnya nanti.

end.

Advertisements

26 comments on “EDM [2B] END

  1. happy ending…
    ternyata tiffany besar hati unt merima smw ini…
    seneng bgd…
    dtggu karya2 slnjutnya saeng…
    fightaeng!!!

  2. Yahhh udahan aja ffny , kurang panjang nih thor tapi gpp deh aku tetep suka soalnya happy ending .
    Daebakkk
    Ditunggu karya2 yg lain , keep writing and Fighting!!!

  3. udah end aja thor,, hamdalah happy ending, tante patini keren, kebesaran hatinya. udah nikah aja tuh,, mau juga dong nikahin taeng. #digamparpany

  4. cieee nikah wkwkwk ternyata gara-gara baekhyun taeyeon gasuka edm 😅
    oh iya aku komennya langsung di sini aja ya tadi bacanya langsung nyambung soalnya hehe 🙇

  5. Hey author.. maaf baru komen di part trkhir hehee.. aku suka ceritanya, ringan tapi dikemas dg sngaat baik hehee.. sbnrnya aku juga suka couple tae-kai, buat lg dong thor.. hehee
    Ditunggu ff lainnya yaa author..
    Fighting!! ^^

  6. Sneng bgt fanny g mrah ama taeyeon stelah tau hubungan sahabatx itu dengan kai.
    Bahkan dia sangat antusias dengan pernikahan kai ama taeyeon.
    Kebahagiaan bertambanh lengkap denfan kehadiran teman masa kecilx baekhyun dlam acara pernikahanx.

  7. gw kira pany akan marah besar setelah tau hungan kaiyeon, untung pany menerima hubungan kaiyeon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s