All Of A Sudden (Chapter 1)

 

3a.jpg

by : Nia M (Yeon Ji Min)

Main Cast: Taeyeon ­– G- Dragon(Kwon Jiyong) || Genre: Romance,comedy || Lenght : multichapter||Author : Yeon Ji Min

Note: saya author baru disini dan ini ff yang ku publish disini. Fanfic ini 100% asli buatan saya.Happy Reading ! Don’t be silent reader ^^

***

Love which come late always side by side with the great happines

Cinta yang datang terlambat selalu didampingi oleh kebahagiaan yang besar

***

 

Seoul, 1 Mei 2016

Pintu berderik pelan. Jiyong memasuki kamarnya dengan keadaan kacau. Ponselnya berbunyi, satu pesan masuk

from : Kiko-ku

Aku sudah lelah. Mari berhenti menghubungi satu sama lain dan menjauh.

Jiyong menatap ponsel penuh kekesalan. Ia tak mengerti dengan sikap Kiko yang meminta berpisah darinya. Memang sudah biasa jika keduanya bertengkar karna berbagai hal, tapi semuanya akan kembali setelah beberapa hari berlalu. Dan berbeda dari yang lalu-lalu, hubungan keduanya kini sudah benar-benar berakhir. Jiyong hanya menatap sekelilingnya hampa.

“Maaf. Aku yang salah” Jiyong membalas pesan Kiko. Tak lama kemudian ,balasan dari Kiko muncul.

Semuanya berakhir. Aku baik-baik saja. Tenanglah. Aku berharap,aku bisa melupakanmu. Kau juga, kau bisa melupakanku. Malam ini terasa menyedihkan bukan ?

Pesan dari Kiko membuat Jiyong meneteskan air matanya. Ia begitu merasa bersalah karena kejadian malam ini. Ia kembali mengirimkan pesan pada Kiko.

Maaf untuk pertengkaran malam ini.

Jiyong berjalan kearah tempat tidurnya. Ia membaringkan tubuhnya sambil menunggu pesan dari Kiko. Tapi tak ada satupun pesan masuk hingga akhirnya iapun tertidur.

***

Pagi cerah di ibu kota Korea Selatan. Taeyeon berjalan sendirian memasuki sebuah butik pakaian ternama. Butik khusus menyediakan pakaian yang akan digunakan untuk beberapa acara fashion. Lebih tepatnya, butik ini hanya khusus untuk para selebriti yang akan mengikuti ajang ataupun menghadiri event tertentu. Baru beberapa langkah masuk, ponselnya berdering. Tiffany menelponnya untuk mengabari jika ia tak jadi menyusul kebutik karna ia harus pergi segera. Taeyeon tersenyum mendengar penjelasan Tiffany. Ia tak keberatan untuk datang sendirian. Taeyeon berkeliling mencari pakaian yang cocok untuk ia pakai ke acara Asian Fashion Week 2016. Ini pertama kalinya Taeyeon mendapat undangan ke acara tetsebut, karna biasanya hanya Tiffany yang mendapatkan undangannya.

“Taeyeon-ssi.” panggil seorang gadis dari belakang. Taeyeon menoleh dan mendapati seseorang tersenyum kepadanya. Mau tak mau ia juga membalas senyuman itu meski dengan terpaksa.

“Anyeong.”sapa Taeyeon canggung. “Bukankah kau itu Kiko Mizuhara ? G dragon?” Taeyeon menunjuk Kiko yang sudah berdiri didepannya.

“Kurasa semua orang Korea mengenalku karna hubunganku dengan Jiyong.” sindir Kiko.

“Aah bukan begitu maksudku. Tapi bagaimana bisa kau mengenalku?”tanya Taeyeon merasa tidak enak .

“bukankah kau dulu pernah diberitakan berkencan dengan Jiyong ?” jawab Kiko sedikit kaku.

“Jangan salah paham. Itu jebakan. Aku juga tak dekat dengannya.”jelas Taeyeon santai. “Aku tau. Jiyong sudah menjelaskan semuanya padaku.” Taeyeon seakan menyadari sesuatu. Wajahnya berubah menjadi merah padam. Tiba-tiba saja ia terlihat begitu panik. “Semuanya ? Kenapa dia tak meminta maaf padaku?” dengus Taeyeon kesal.

“Kenapa ia harus meminta maaf. Dia hanya merangkulmu saja. Dan itupun karena dijebak.” mendengar itu, Taeyeon menghela nafas lega. Setidaknya ia tahu jika Jiyong tak ingat dengan kejadian malam itu. Taeyeon terfokus pada pikirannya sendiri hingga lupa dengan Kiko yang ada bersamanya.

“Ada apa ?” perkataan Kiko membuat Taeyeon terlonjak kaget. Taeyeon hanya tersenyum pada Kiko.

“Btw, aku baru pertama kali melihatmu disini. Apa yang kau beli ?” tanya Kiko santai.

“Aku membeli pakaian untuk acara Asian Fashion Week 2016.” jawab Taeyeon singkat.

“Aku juga mendengar kabar itu. Tapi kenapa kau diundang, tahun-tahun sebelumnya kau tak ikut.” Kiko tersenyum tipis.

“Aku sendiri tak tau kenapa aku diundang.” Taeyeon menjawab ketus. Kiko yang melihat reaksi Taeyeon hanya tertawa kecil. Menurut Kiko, tingkah Taeyeon kekanakan mirip dengan anak kecil.

“Baiklah. Sampai jumpa 3 minggu lagi disana.” Kiko berjalan keluar. Taeyeon menggerutu kesal mengingat perkataan Kiko tadi . Ia pun berjalan menuju ruang kerja Nyonya Ahn, pemilik sekaligus designer butik itu. Kedatangan Taeyeon disambut hangat dengan senyum hangat Nyonya Ahn.

“Apa sudah memilih baju ?” Nyonya Ahn memperhatikan Taeyeon yang datang dengan tangan kosong.

“Aku bingung memilihnya. Apa ada baju yang cocok untukku ?” ujar Taeyeon lirih. Nyonya Ahn lalu menyodorkan beberapa baju di tangannya.

“Apa aku harus mencoba semuanya ?” Taeyeon memperhatikan banyaknya gaun yang harus ia coba. Ia hanya patuh menuruti saran Nyonya Ahn. Ia pun masuk kedalam ruang ganti. 5 minute later..

Taeyeon keluar dengan dress putih pendek. Ia tampak menyukai gaun itu. “Cantik sekali bukan ? Kau seperti dewi.” puji Nyonya Ahn pada Taeyeon yg tersipu.

“Warna gaun tak cocok denganmu.” komentar seorang laki-laki yang duduk disofa tepat dihadapannya. Taeyeon hampir terlonjak kaget saat melihat keberadaan Jiyong disana.

“Benarkah Nyonya Ahn ?” Taeyeon bingung. Nyonya Ahn tak memberikan jawabannya.

“Tanyakan padanya saja. Dia akan menilai penampilanmu. Penilaian seorang pria terhadap seorang gadis.” Taeyeon dan Jiyong saling pandang tapi lalu membuang muka.

“Baiklah. Aku akan mencoba yang lainnya.” Taeyeon hanya pasrah. Ia benar-benar tak paham dengan urusan modeling atau semacamnya. Taeyeon mulai bernyanyi didalam ruang ganti tanpa menyadari jika ia sedang tidak berada di rumahnya sendiri. Dari luar ruangan, Nyonya Ahn dan Jiyong dapat mendengar suara Taeyeon yang sedang bernyanyi ringan. Nyonya Anh geli melihat sikap Jiyong yang sedang menahan tawa. Tiba-tiba saja Taeyeon keluar. Ia sudah berganti dengan dress hitam panjang yang sangat cocok dengan tubuhnya. Jiyong sempat terpana dengan penampilan Taeyeon. Tapi detik berikutnya ia kembali mengomentari kekurangan dari penampilan Taeyeon.

“Kau punya dada yang tidak terlalu menonjol. Jangan pakai pakaian seperti itu. Itu akan memperlihatkan titik kelemahanmu.” ucap Jiyong santai. Nyonya Ahn menahan tawa melihat keduanya. “Dasar otak mesum.” gerutu Taeyeon kesal dengan komentar pedas yang keluar dari mulut Jiyong. Ia pun kembali kedalam ruanh ganti. Didalam ruangan Taeyeon berteriak kesal. Nyonya Ahn dan Jiyong kembali dibuat bingung dengan tingkah Taeyeon yang tak menyadari jika mereka bisa mendengar setiap perkataan yang Taeyeon ucapkan. Taeyeon keluar dengan langkah gontai. Ia sudah lelah mencoba beberapa pakaian. Jiyong terdiam melihat penampilan Taeyeon. Nyonya Ahn memuji betapa cantiknya Taeyeon. Jiyong juga ikut terpana dengan penampilan Taeyeon yang berbalut dress merah tua yang sangat cocok dgn tubuhnya.

“Itu lebih baik dari yang sebelumnya.” Jiyong tetap bersikukuh tak ingin memuji kecantikan Taeyeon. Jiyong mengacungkan satu jempolnya pada Taeyeon tanpa ekspresi. Taeyeon mengacuhkannya dan menghampiri Nyonya Ahn.

“Nyonya Ahn, apa pesanan Tiffany sudah siap ? Dia memintaku untuk membawa sekalian.” Taeyeom tampak antusius.

“Tentu saja. Ganti dulu pakaianmu, akan kusiapkan milik Tiffany.” Taeyeon segera memasuki ruang ganti untuk kesekian kalinya.

***

Taeyeon keluar dari ruang kerja Nyonya Ahn. Matanya tertuju pada sepatu yang terpajang di atas kaca. Ia segera mendekat untuk melihatnya. Hanya saja saat ia akan mengambilnya, Jiyong terlebih dahulu menyentuh sepatu itu. Keduanya berebut sepasang sepatu hitam itu hingga akhirnya Taeyeon mengalah karena sudah lelah.

“Sepatu ini akan kupakai untuk acara penting. Jadi kau tidak akan bisa merebutnya.” Jiyong memperlihatkan sehelai kertas undangan pada Taeyeon.

“Asian Fashion Week 2016. Aku juga dapat undangan itu.” ucapTaeyeon ketus.

“Benarkah ? ?”Jiyong tak percaya.Taeyeon menganggukan kepalanya.

“Tapi kenapa kau diundang ? Tamu yang diundang adalah tamu tetap. Dan tahun-tahun sebelumnya kau tidak diundang bukan ?” Taeyeon mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Jiyong yang terdengar seperti merendahkannya. Ia semakin kesal saat menyadari jika ucapan Jiyong sama dengan apa yang tadi Kiko katakan padanya.

“Yaaa! Kenapa kalian menanyakannya padaku. Tanyakan sendiri pada penyelenggaranya. Aku heran dengan kalian yang bisa menjadi sepasang kekasih.” Jiyong diam memikirkan sesuatu.

“Bagaimana dua orang dengan sifat yang sama bisa menjadi pasangan kekasih. Aku benar-benar muak dengan kalian berdua.” Taeyeon menghela nafas. Ia kembali melanjutkan ocehannya. Ia sama sekali tak memperhatikan perubahan pada raut wajah Jiyong. “Kalian semua sama-sama bertanya kenapa aku diundang. Aku sendiri juga tak tau.” Taeyeon menghentikan ucapannya saat menyadari Jiyong menghiraukan perkatannya.

“Kau bertemu dengan Kiko ? Kapan dan dimana ?” Jiyong menyela.

“Dia datang menyapaku disini sebelum aku masuk keruangan Nyonya Ahn.”

“Kenapa dia menyapamu ?” nada bicara Jiyong terdengar serius.

“Ia mengenalku karna gosip itu. Dan aku mengenalnya karna dia pacarmu.”

“Apa yang kalian bicarakan ?” Jiyong melipat kedua tangannya. Terlihat seperti menginterogasi Taeyeon.

“Dia mengatakan jika ia mengenalku karna gosip murahan itu. Dia mengatakan jika ia tak salah paham padaku karna kau sudah menjelaskan semuanya. Lalu dia bertanya kenapa aku diundang diacara Asian fanshion Week 2016. Setelah itu dia pergi dan melambaikan tangannya padaku. Apa sudah jelas Mr.Jiyong ?”

“hmm.”Jiyong berbalik. Ia berjalan pergi meningalkan Taeyeon.

“Kau mengatakan semuanya ? Omong kosong macam apa itu ? Dia sendiri tak ingat apa yang dia lakukan padaku. Laki-laki brengsekk.” Taeyeon berjalan mendahului Jiyong sambil mengutuki Jiyong. Tentu saja Jiyong bisa mendengar semua yang dikatakan Taeyeon. Jiyong mengerutkan dahinya karna bingung, ia tidak tau apa yang sudah ia lakukan pada Taeyeon.

“Memangnya apa yang sudah aku lakukan ?” teriakan Jiyong menghentikan langkah Taeyeon. Ia berbalik ke belakang dan menatap kearah Jiyong.

“Aku tak akan mengatakannya padamu.” Taeyeon kembali berjalan.

***

“Dasar.” gumam Taeyeon yg sudah berada didalam mobilnya. Ingatan itu kembali berputar di otaknya.

–flashback–

Gangnam, 7 April 20136

Acara perayaan 7th universary brand pembuat MV ternama di Korea. Taeyeon dan Jiyong ikut hadir merayakan pesta itu. Terlihat beberapa leader dari sebuah idol yang pernah bekerja sama dengan brand ini juga diundang. Para CEO dari beberapa Entertaiment juga turut merayakan. Malam sudah semakin larut. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 KST. Jiyong tak sengaja bertemu Taeyeon yang sedang duduk sendirian . ia pun memutuskan untuk duduk bersebelahan dengan Taeyeon. Salah satu tamu pergi menghampiri Jiyong untuk meminta berfoto. Taeyeon tersenyum melihat tingkah gadis yg sedang histeris karena berada didekat Jiyong. Menyadari itu, Jiyong memandang kearah Taeyeon seakan menyuruhnya untuk berhenti menertawakannya. Taeyeon malah semakin keras tertawa.

” kau mau berfoto dengan Taeyeon-ssi?” tanya Jiyong menghindar dari gadis itu. Taeyeon diam dalam sekejap.

“Tidak. Kau dan Taeyeon unni saja yg berfoto. Akan ku potret.” mendengar perkataan gadis itu, Jiyong dan Taeyeon hanya diam mematung.

“Ayolah. Foto ini tak akan ku sebarkan. Janji” rayu gadis sambil memasang ekspresi memohon di depan keduanya. Tak tega, Jiyongpun kembali berdiri untuk bersiap. Ia pun menyuruh Taeyeon untuj segera bangkit dati tempat duduknya.

“Apa kalian tidak berteman ? Jaraknya kalian cukup jauh, mendekatlah. Berposelah seakan kalian ini adalah teman yang akrab.” Jiyong dan Taeyeon merasa kesal dengan permintaan gadis. Tapi keduanya tetap menuruti perkataan gafis itu,agar keduanya bisa segera terbebas dari gadis itu.

“1..2..3 ..selesai. Terima kasih” ucap sang gadis lalu pergi seraya melambaikan kedua tangannya. Jiyong menengok kearah Taeyeon yang sedang melotot kearahnya. Tatapan misterius terpancar dari kedua bola mata indahnya.

“Mwo ?” Jiyong menyadari benar arti tatapan itu.

“Kenapa kau tadi merangkulku ?” Taeyeon menghentak-hentakkan pelan kedua kakikanya.

“Agar semuanya cepat selesai.” Taeyeon kesal mendengar alasan itu tapi ia memilih diam. Dan keadaan menjadi sangat hening dan canggung saat keduana tak ada yang mengeluarkan sepatah kata apapun. Hingga deringan dari ponsel Taeyeon berbunyi. Nama manager tertera di layar ponsel. Taeyeon memilih pergi menjauh dari Jiyong untuk mengankat panggilan dari managernya. 30 minute later…..

Taeyeon berjalan cepat. Sangat terlihat jika ia sedang terburu-buru. Ia menatap sekitar nya mencari seseorang. Ia bahkan melepaskan kedua highheelsnya. Tatanan rambutnyapun mulai berantakan. Ia tak sengaja bertemu Leetuk yang juga menjadi tamu disana.

“Taeyeon-ssi. Apa yang terjadi padamu ?” Leetuk sedikit kaget melihat penampilan Taeyeon.

“Ceritanya panjang. Oh ya,apa kau melihat Gd ?” Taeyeon mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena berlari.

“disana. Tapi sepertinya dia sedang minum” Taeyeon langsung menuju ruangan dimana Leetuk tunjuk. Taeyeon tidak terlalu mendengar akhir perkataan Leetuk. Ia langsung berlari sambil menenteng kedua highheels ditangannya.

 

Taeyeon membuka pintu. Matanya langsung menangkap keberadaan Jiyong yanh duduk disofa. “Ini darurat. Apa yang harus kita lakukan ? Gadis yangg tadi meminta foto adalah salah satu paparazi korea. Beritanya sudah menjadi trending topic. Bagaimana ini?” Taeyeon melihat botol wine yang ada digenggaman Jiyong.

“Berapa botol yang sudah kau minum ?Jiyong-ssi kau sudah mabuk ?” Taeyeon panik. Ia bingung apa yang harus ia perbuat. Ia menghela nafas berat dan ikut duduk disamping Jiyong. Ia menyandarkan kepalanya di sofa kerana cukup lelah. Jiyong yang sudah mabuk tiba-tiba saja mengambil ponsel Taeyeon, ia mulai mengeja setiap headline berita yang terdapat di layar ponsel. ‘Kwon Jiyong-Kim Taeyeon menjalin hubungan asmara’. ‘Gdragon-Taeyeon sepasang kekasih’.’Gdragon-Taeyeon berkencan’. Mendengar ocehan Jiyong, Taeyeon mengangkat kepalanya keposisi normal. Ia menatap Jiyong dengan putus asa. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu menyentuh kepalanya. Jiyong tengah mencoba merapikan rambutnya yg berantakan.

“kenapa rambutmu berantakan sekali ?” Jiyong menunjukkan perhatiannya. Taeyeon hanya diam terpaku mendapati perlakuan Jiyong padanya.

” sudah rapi.”Jiyong memberikan senyuman hangatnya. Taeyeon panik saat melihat Jiyong semakin mendekat padanya. Taeyeon terpaku saat Jiiyong mengecup bibirnya singkat. Jiyong tersenyum saat melihat reaksi kaget Taeyeon setelah mendapat kecupan dari bibirnya. “itu karna kau pacarku.”Jiyong mengelus kepala Taeyeon pelan.

“Jiyong-ssi sadarlah. Aku ini bukanlah ..” ucapan Taeyeon terhenti saat tangan Jiyong meraih tengkuk lehernya pelan. Ia kembali dibuat terkejut, Jiyong kembali mencium bibirnya. Ciuman yang jauh berbeda dari sebelumnya. Taeyeon mencoba merotnta untuk melepaskan diri, tapi Jiyong menahannya.Taeyeon dapat merasakan hembusan nafas Jiyong yang berada sangat dekat dengannya. Taeyeon perlahan mulai memejamkan matanya seperti yang dilakukan Jiyong. Ia perlahan juga membuka bibirnya dan menikmati ciuman itu. Taeyeon menikmati setiap lumatan dibibirnya. Ciuman antara Jiyong fan Taeyeon semakin dalam. Keduanya tenggelam bersama keadaan hingga tak menyadari kehadiran Seungri yang sudah berdiri didepan pintu menyaksikan adegan didepannya. Seungri mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk mengambil gambar. Blitzzz..satu foto tersimpan didalam ponsel Seungri yang tersenyum puas. Kilatan cahaya yg muncul dari ponsel Seungri menyadarkan Taeyeon. Ia membuka matanya dan mendorong Jiyong untuk menjauh. Dan hasilnya Jiyong malah rtidur dipangkuannya.

“Aku kesini untuk mengabari Jiyong hyung tentang berita itu. Tapi setelah kulihat,itu bukankah sebuah gosip.” Seungri melebarkan senyuman dikedua sudut bibirnya. Taeyeon memindahkan kepala Jiyong dari pangkuannya lalu mengajak Seungri untuk bicara diluar.

 

“Kau dan Jiyong hyung pacaran ?” Seungri menginterogasi.

“aniyo.” Bantah Taeyeon yang akhirnya menceritakan semua kejadian malam itu kepada Seungri, dari awal hingga akhir.

“sangat rumit.”komentar Seungri setelah mendengar cerita Taeyeon.

“Apa dia selalu melakukan hal-hal konyol saat dia mabuk?” Taeyeon kembali menhentak-hentakkan kakinya kelantai. Seungri tersenyum melihat tingkah konyol Taeyeon.

“dia biasanya akan mengumpat dan mengoceh terus menerus.” jelas Seungri sambil memeragakan bibir Jiyong dengan menggunakan jari tangannya. Taeyeon mengangguk pelan.

“Tapi aku baru sana melihat ia mencium seorang gadis yang duduk disampingnya.” perkataan Seungri membuat Taeyeon tercengang. Matanya melotot kearah Seungri yang tertawa puas.

“heii kau tak bisa mempermainkanku.” Taeyeon mulai menyanggah tuduhan jika ia berciuman dengan Jiyong. Seungri lalu menunjukkan foto diponselnya kehadapan Taeyeon.

“aktingmu sangat buruk nonna. Dan kau tak bisa berbohong.” Seungri kembali tersenyum penuh kemenangan.

“baiklah aku mengakui itu. Bisakah kau menghapus foto itu ?” Taeyeon menatap Seungri dengan penuh harap.

“ini sangatlah mahal. Tapi akan ku hapus jika kau mau memberikan nomor ponsel Yuri padaku.” penawaran Seungri membuat Taeyeon semakin frustasi. Tapi ia akhirnya menyetujui penawaran itu. Foto itu dihapus dan Seungri mendapatkan nomor ponsek Yuri.

Flashback End

***

Taeyeon sadar dari lamunannya. Ponselnya kembali berbunyi, panggilan dari Tiffany.

“ada apa ?” Taeyeon panik saat mendengar isakan tangis dari Tiffany.

“dramanya berakhir sangat menyedihkan. Dan aku tak bisa menghentikan air mataku untuk tidak keluar.” Jelas Tiffany dengan suara parau.

“jangan mencoba mengarang cerita. Jelaskan apa yg terjadi !” Taeyeon tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

“dia menelfonku lagi. Dia meminta untuk kembali padaku. Dan itu malah membuatku sedih.” suara tangisan Tiffany mulai mereda.

“sudah kukatakan jangan mengangkatnya. Tapi kau tetap mengangkatnya.”

“aku tak tau jika itu dia. Dia berganti nomor. Ku kira itu panggilan dari orang lain.”

“siapa ?” Taeyeon tak tau siapa yg dibicarakan Tiffany.

“hanya seseorang. Aku pernah dekat dengannya sebelum bersama Nickhun. Dan aku baru saja bertemu dengannya.”

“baiklah. Aku akan apartemenmu sekarang.”

“Tapi aku tak disana. Aku masih pergi diluar.”

“baiklah. Kita bertemu nanti malam saja.” Taeyeon melajukan mobilnya setelah menutup panggilan.

***

Jiyong berjalan menuju keruang latihan. Pikirannya masih melayang mengingat percakapannya dengan Taeyeon tadi.

“Jiyong oppa.” panggil Tiffany saat melihat kedatangan Jiyong. Senyum mengembang di kedua sudut bibirnya. Ia pun segera menghampiri Jiyong dengan penuh semangat.

“kau sudah bertemu Kiko unni ? Dia terlihat sangat ceria hari ini. Apa ada berita gembira dari kalian. Ceritakan padaku !” Tiffany memaaang wajah imut didepan Jiyong. Melihat tingkah gadis didepannya itu Jiyong hanya diam.

“Tak ada berita baik. Dan tak ada yang perlu kuceritakan pada gadis kecil sepertimu.” Jiyong mengetuk dahi Tiffany pelan sambil tersenyum.

“Jiyong-ii, kau sudah datang ?” panggil Seunghyun dari belakang. Jiyong dan Tiffany menebgok kebelakang, dan mendapati Seunghyun yang tersenyum seraya membawa dua minuman ditangannya.

“oh hyung.”sapa Jiyong pada Seunghyun yang sudah berdiri tepat di sampingnya.

“Kau baik-baik saja ? Ceritakan padaku apa yang terjadi!” Seunghyun menatap kearah Jiyong tajam. Tatapan memaksa.

” Yaa..kenapa kalian bertanya padaku. Tanyakan sendiri pada Kiko.” bala Jiyong kesal.

“Aku heran dengan kalian. Bagaimana bisa dua orang dengan kepribadian spserti kalian pernah menjalin hubungan.” Jiyong menyadari ucapannya yang terdengar mirip dengan ucapan Taeyeon tadi pagi.

“pertemuan macam apa ini.” gerutu Jiyong sambil melirik kearah Seunghyun dan Tiffany bergantian. Ia berjalan pergi sambil menggaruk kepalanya yang bahkan tak terasa gatal. Sedangkan Tiffany dan Seunghyun, keduanya diam bahkan setelah punggung Jiyong sudah tak terlihat.

“kau tau jika Jiyong sudah putus dengan Kiko ?” Seunghyun membuka pembicaraan dengan canggung. Tiffany membelalakkan matanya, tangannya langsung membungkam mulutnya agar tak berteriak. Seunghyun menyunggingkan senyumnya, ia sudah menduga reaksi apa yang akan muncul diwajah Tiffany.

“benarkah ? Tapi Kiko unni sama sekali tak terlihat seperti itu.” gumam Tiffany pelan.

“itu karna Kiko yg memutuskan. Dan sepertinya dia akan memulai hubungan baru dengan laki-laki lain.” balas Seunghyun sambil meminum kopi yang ada ditangan kanannya.

“bagaimana bisa dia melakukan itu pada Jiyong oppa. Dia kejam sekali.” Tiffany menundukkan kepalanya kebawah. Entah apa yang membuatnya tak bisa menatap Seunghyun yanh berdiri disampingnya.

Seunghyun memejamkan matanya perlahan.”benar. Dia begitu jahat seperti yang kau katakan. Ia memilih menghilang bersama orang lain disaat ada seseorang disampingnya yang sangat menyukainya. Benar-benar jahat, iya kan ?” nada bicara Seunghyun mulai berubah. Ucapan Seunhyun membuat Tiffany diam terpaku. Suasana hening saat Tiffany tak memberikan balasan.

“Aku tadi melihatnya menangis. Setelah menangis seharusnya ia tidur agar matanya tak bengkak. Tapi dia masih disini, apa dia menunggu kedatanganku.” Seunghyun tersenyum tipis. Ia lalu menyodorkan satu minumannya dihadapan Tiffany yang masih tertunduk. Tiffany mengangkat kepalanya dan memberanikan diri untuk menatap mata Seunghyun. Tapi ia hanya bungkam.

“Kopi akan mengobatinya. Setelah itu Jiyong mungkin akan menjadi lebih baik. Minumlah.” Seunghyun menepuk bahun Tiffany pelan lalu berjalan pergi.

“gomawo.” ucap Tiffany pelan. Ia masih menatap kepergian Seunghyun.

“Yang kau bicarakan bukanlah mereka. Kau membicarakan tentangku kan ?” ucap Tiffany lirih lalu berbalik pergi.

***

-To Be Continued-

give your opinion..terima kritik dan sarannya . Semakin banyak yg respon sama ff ini, semain cepat chapter 2 di publish..kekeke ^^

-Chapter 2-

“Kau bilang kau baik-baik saja. Tapi kau sangat tidak baik-baik saja.” Jiyong berbisik di dekat Taeyeon. Jiyong mengulurkan tangannya ke hadapan Taeyeon.

“Sepertinya kau membutuhkan tanganku kembali.” gumam Jiyong pelan.

***

“Taeyeon unni, ayo ikut denganku. Duduk di sebelahku saja.” Tiffany menarik tangan Taeyeon hati-hati untuk menyelamatkannya.

“Anyeong.” Taeyeon membungkukkan badannya di depan Kiko lalu berjalan pergi bersama Tiffany. Hanya tinggal Jiyong dan Kiko yang saling bertatapan.

“Secepat itukah kau melupakanku ?” Kiko tersenyum tipis di hadapan Jiyong.

“Ini yang kau mau. Mari berhenti menghubungi satu sama lain.” Jiyong memandangi wajah Kiko intens menunggu untuk melihat reaksi Kiko.

“Aku hampir lupa jika kita sudah berpisah.” Kiko berjalan pergi meninggalkan Jiyong yang terdiam di tempat. Jiyong menghela nafas berat lalu berjalan ke tempat dimana Tiffany dan Taeyeon berada.

***

Advertisements

63 comments on “All Of A Sudden (Chapter 1)

  1. Daebak thor!!^^
    Masih banyak maksud cerita yg belum ketebak juga belum jelas..
    Itu yg bikin Taeyeon sakit hati siapa?
    Dtnggu banget chap slanjutnya thor!! Fighting!!^^

  2. Pingback: All Of A Sudden (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: GTAE CHAT ROOM | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: All Of A Sudden (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Whoa, ternyata kejadiannya seperti itu 🙂 Ya, memang tiba-tiba. 😀
    Jiyong kau sungguh… tapi Taeyeonpun menikmatinya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s