Twinkle [Chap15]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, Social-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Lee Taemin
Support Cast : Other

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

|Chapter8|Chapter9|Chapter10|Chapter11|Chapter12|Chapter13|Chapter14|

[Comeback]

“Baekhyun!” Soojung mendekati Baekhyun yang baru saja melangkahkan kakinya keluar kelas, Baekhyun hanya memandangi Soojung dengan tatapan ‘Ada apa?’

“Kenapa kemarin tidak membalas pesanku?”

“Maaf aku sibuk kemarin”

Soojung melangkahkan kakinya seirama dengan langkah kaki Baekhyun, ia memandangi wajah Baekhyun dan menyadari ada sesuatu yang berbeda tapi ia berfikir pria di sampingnya hanya sedang kelelahan, “Oh ya, Baekhyun ku dengar kau menjadi kepala cabang di perusahaan Ayahmu”

“Eum”

“Baekhyun a~ apa boleh aku main kerumahmu hari ini?” Baekhyun akhirnya menoleh pada gadis itu, “Aku ingin tahu bagaimana cara kau bekerja, aku juga ingin belajar dari situ. Aku janji tidak akan menyusahkanmu”

Setelah lama berfikir Baekhyunpun mengiyakan permintaan Soojung. setibanya di kediaman Byun, Baekhyun menyuruh Soojung untuk menunggu di bawah selama ia mandi. Soojung tidak akan betah jika hanya duduk manis, ia sibuk melihat-lihat foto keluarga yang terdapat di ruang tengah

“Eonni siapa?”

Soojung membalikan badanya dan mendapati gadis yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya, ‘dia pasti adik Baekhyun, Omo gadis ini begitu lucu seperti kakaknya

“Ah perkenalkan aku Soojung, teman Baekhyun”

“Eoh- aku adik Baekyun Oppa, Seolhyun imnida” Seolhyun membalas uluran tangan Soojung sambil memperlihatkan senyuman manisnya. “Eonni sendirian saja, dimana Oppa?”

“Dia sedang mandi”

“Heum.. Eonni bagaimana jika kita membuat makanan dulu aku lapar, lagipula Oppa itu mandinya sagat lama” Soojung tertawa kecil melihat tingkah adiknya Baekhyun yang begitu lucu dan ramah, Seolhyun mudah akrab dengan orang baru bahkan ia tidak sungkan untuk menarik tangan Soojung ke dapur

“Kenapa kau masak sendiri, apa biasa tidak ada yang memasak?” ujar Soojung hati-hati

“Biasanya Bibi Jung yang masak, keluarga kami memiliki waktu makan yang teratur tapi aku tidak bisa menunggu sampai waktu makan malam bersama” rengek Seolhyun sembari meletakan bahan-bahan yang ia ambil dari lemari es, merekapun memulai masak bersama

“Apa setiap hari kau selalu masak sendiri?”

“Eum, Baekhyun Oppa sibuk dengan pekerjaannya, Taemin Oppa sibuk dengan kekasihnya jadi aku hanya menghabiskan waktu sendiri di rumah atau pergi bersama temanku”

“Apa Baekhyun dan kekasihnya jarang bersama?”

“Biasa mereka akan keluar bersama di akhir pekan. Ada apa Eonni? apa kau.. menyukai Oppaku?” Seolhyun mendekati Soojung sambil menggodanya

“Tidak kami hanya berteman” jawabnya malu-malu. “Kalau kau mau aku bisa menemanimu saat kau bosan”

“Sungguh Eonni?”

“Tentu saja” jawab Soojung memperlihatkan senyumannya. “Sepertinya ini sudah matang” Soojung mengangkat daging yang ia panggang tadi dan menyajikannya di meja makan

Baekhyun menuruni anak tangga dan langsung menuju dapur saat indra penciumannya menangkap bau yang lezat, ia menghampiri Soojung dan Seolhyun yang sedang mengambil nasi ke mangkuk mereka

“Oppa kau tiba diwaktu yang tepat, ini nasi untukmu” Seolhyun menyodorkan semangkuk penuh nasi yang awalnya untuk dirinya sendiri kepada kakaknya lalu ia mengambil mangkuk baru

“Seolhyun sudah berapa kali Oppa katakan, langsung ganti seragammu begitu sampai rumah”

“Ne nee Oppa sehabis makan aku akan langsung menggantinya”

Taeyeon mendorong pintu kaca dan melangkahkan kakinya, ia mengedarkan pandangannya tapi dia tidak menemukan keberadaan Yoongi, sepintas ada rasa lega di dalam hatinya jadi dia tidak perlu susah-susah menolak jika Namja itu mengajaknya ke suatu tempat lagi. Taeyeon melangkahkan kakinya sambil merangkai kata-kata apa yang nantinya akan ia lontarkan pada Baekhyun

Taeyeon memasuki gerbang besar kediaman Byun, hatinya berdebar-debar karna gugup memikirkan reaksi apa yang akan ditunjukan Baekhyun. Sebelum sampai pada pintu utama Taeyeon berjumpa dengan Bibi Hwang yang sedang mengurus rumput-rumpur liar di halaman itu, Bibi Hwang menyapanya dengan sangat ramah bahkan dia mengantarkan Taeyeon masuk sampai kedalam rumah karna Bibi Hwang tahu betul siapa Taeyeon

“Sepertinya Tuan muda sedang di kamarnya. apa ingin sayang panggilkan, nona?”

“Tidak perlu repot bibi, aku akan menghampirinya sendiri”

“Baiklah nona Taeyeon, sayang permisi dulu”

Susana rumah Baekhyun masih sama seperti terakhir Taeyeon berkunjung. begitu sepi karna semua penghuni rumah itu seperti memiliki dunianya sendiri, lihatlah bahkan lantai pertama rumah ini seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Taeyeon menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat dimana kamar Baekhyun berada, begitu sampai pada ambang pintu Taeyeon menghembuskan nafasnya sekali lagi untuk menenangkan pikiran

Kau mengerti?

Eum

Taeyeon menyatukan alisnya saat mendengar suara samar-samar dari balik pintu, niat awalnya yang ingin mengetuk pintu terlebih dahulu ia lupakan karna rasa penasaran Taeyeon memberanikan diri untuk membuka pintu itu perlahan. Matanya terbelalak saat melihat seorang gadis berdiri di samping Baekhyun sambil sedikit membungkuk untuk mensejajarkan pandangannya dengan Baekhyun yang sedang duduk pada kursi kerjanya, Taeyeon dapat melihat wajah gadis itu dari samping saat ia memandangi wajah Baekhyun
Perempuan yang di samping Baekhyun malam itu
Soojung terhenti dari tawa kecilnya saat melihat ada orang di ambang pintu itu dari ekor matanya dan dia yakin sekali jika orang itu adalah kekasih Baekhyun, senyuman menyunggingpun mekar di wajahnya. Dengan perlahan Soojung menegakan badannya dan beralih ke belakang Baekhyun lalu jari-jari jenjangnya dengan lihai memberikan pijatan-pijatan kecil pada pundak Namja itu, awalnya Baekhyun sedikit terhentak karna terkejut

“Kau pasti lelah” ucapnya. “Apa aku sudah pantas untuk menjadi seorang sekretaris?” Soojung berbisik tepat di samping telinga Baekhyun namun masih dengan volume biasa sehingga Taeyeon yang berada di ambang pintu itu dapat mendengarnya dengan jelas

“Eum, kau pintar tubuhmu juga proporsional itu akan sangat memudahkanmu-”

“Dan juga?”

Baekhyun menatap Soojung bingung, namun dari raut wajah gadis itu ia tahu apa maksudnya. “Ya dan kau juga sangat cantik” jawabnya lalu kembali fokus pada pekerjaan yang ada di depan matanya

Mata Taeyeon memanas, hatinya benar-benar sakit melihat pemandangan di depannya tampa sadar air matanya turun membasahi pipinya. Taeyeon menutup pintu itu cukup keras, spontan Baekhyun langsung menoleh ke arah pintu dan beranjak dari tempatnya melewati Soojung yang sedang tersenyum kemenangan untuk mengecek siapa orang yang membanting pintunya, Baekhyun membuka pintu kamarnya dan ia melihat seorang gadis yang berlari kecil menjauhi tempat itu ia begitu mengenali gadis itu walau hanya dari punggungnya saja

“Taeyeon!” Baekhyun mengejar gadis itu dan berhasil meraih pergelangan tangannya tapi Taeyeon menarik tangannya kasar hingga terlepas dari genggaman Baekhyun dan berlari secepat mungkin meninggalkan kediaman Byun, Baekhyun terdiam sejenak mencerna apa yang sedang terjadi

Argh kau salah paham Taeyeon’ Baekhyun berlari menyusul Taeyeon namun saat sudah berada di luar ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Yeojachingunya, “Cepat sekali ia menghilang” Baekhyun berbalik arah secepat mungkin ia menuju parkiran mobilnya sambil merogoh kantung celana untuk mengambil kunci mobil

Srekk..

Taeyeon terkejut saat tubuhnya terasa seperti tertarik, sedetik kemudian ia menyadari tangan Yoongilah yang menariknya tadi tampa basa-basi lagi Yoongi menyuruh Taeyeon untuk naik ke motor sportnya. Dengan kecepatan tinggi merekapun meninggalkan tempat itu. Taeyeon menyandarkan kepalanya pada punggung Yoongi ia terisak sambil meremas kedua sisi baju Yoongi

Begitukah cara kau membalas dendam Baekhyun?

Apa selama ini dia selalu menemanimu bekerja?

Taeyeon menghapus bulir-bulir air matanya dan mendongakan kepala saat ia merasakan motor yang ia tumpangi berhenti di sebuah taman, Yoongi turun dari motornya lalu membantu Taeyeon untuk turun dengan memegangi kedua tangan Taeyeon. Mereka melangkahkan kakinya bersama memasuki taman yang memiliki banyak permainan yang biasa anak kecil mainkan, keduanya masing-masing duduk pada penunggang spring yang bersebelahan

“Kau kenapa bisa tahu aku ada disana?” tanya Taeyeon dengan suara serak seperti pada umumnya orang yang habis menangis

Yoongi terdiam sejenak, ia menggoyakan tubuhnya kedepan-belakang seperti anak kecil yang sedang menunggang kuda. “Aku mengikutimu” jawabnya santai

Taeyeon mendengar jawaban itu tapi ia tidak memberi respon apapun saat ini moodnya benar-benar buruk, Taeyeon merasakan Handphonenya terus bergetar tapi ia tidak bergeming sama sekali. Beberapa saat kemudian air matanya turun kembali

“Dia bilang aku berubah, padahal dia yang berubah karna gadis itu. Hiks.. sekarang aku ragu apa benar kemarin dia tidak membawa Handphonenya atau memang sedang asik bersama gadis itu”

Yoongi hanya dapat menepuk-nepuk pundak gadis di sampingnya, sejujurnya ia tidak bisa melihat gadis itu menangis seperti ini di depannya tapi ia juga bingung kalimat apa yang harus ia lontarkan karna dia bukan orang yang pintar untuk menghibur orang yang sedang bersedih

“Hiks.. ternyata rasanya lebih menyakitkan dari yang ku kira”

Yoongi beranjak dari tempatnya dan berdiri di depan Taeyeon, ia menyentuh kedua pundak gadis itu dengan tatapan sayu. “Aku mengerti perasaanmu, pria tidak hanya satu di dunia ini jadi kau hanya perlu bangkit dan mencari yang lebih baik lagi, arra?” Yoongi melontarkan kalimat panjang yang pernah Taeyeon lontarkan pada dirinya saat ia sedang dalam kondisi yang sama seperti Taeyeon saat ini

“Yak!! Itu kalimatku!”

Yoongi terkekeh kecil mendengar lengkingan gadis di depannya

“Ta-tapi aku tidak bisa” tangisan Taeyeon semakin menjadi, “Bagiku hanya dia yang terbaik”

Deg.. kalimat itu bagaikan pisau yang menancap di jantung Yoongi, ‘apa aku benar-benar menyukai nuna ini?’ Yoongi menghempaskan nafasnya dengan berat, ia meraih kedua sisi pipi Taeyeon dengan tangannya hingga wajah Taeyeon berhadapan dengan wajahnya

“Sekarang dengarkan aku. Yang harus kau lakukan saat ini hanyalah bertemu dengannya lalu bicarakan dengan baik-baik sehingga semua jelas, kau- kau tidak boleh berpisah dengannya hanya karna suatu kesalahpahaman” Yoongi melepaskan telapak tangannya dari wajah Taeyeon walaupun sebenarnya ia sangat berat untuk mengucapkan kalimat terakhir tadi

“Aku harus pulang sekarang, maaf nuna aku meninggalkanmu disini eomma sudah menungguku di rumah” alibinya, Yoongi berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan Taeyeon yang terlihat masih terkejut dengan perbuatannya tadi

Yoongi menghentikan langkahnya dan mengangkat satu tangannya ke atas namun tampa membalikan posisi tubuhnya “Nuna berjanjilah kau tidak akan menangis konyol seperti ini lagi.” Ia sengaja tidak memperlihatkan wajahnya yang sedang sedih pada Taeyeon

“Ne- Nee!”

“Dan satu lagi. Namja itu benar-benar tidak membawa handphonenya, kemarin saat ia menghubungimu aku yang menjawabnya- ah, nanti kau juga akan tahu sendiri nuna” kalimat trakhirnya sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu

Aku mengerti betapa sakitnya saat orang ketiga muncul dalam kehidupan sepasang kekasih, aku harap kau tidak berakhir sepertiku. Ini lebih baik, aku tidak ingin orang yang ku sayang mengalami sakit seperti yang aku rasakan

~Twinkle~

Incheon Airport

Seorang gadis dengan postur tubuh tinggi dan ramping berjalan dengan santai sambil menarik koper di belakangnya, senyuman indah mekar sempurna di wajah cantik gadis itu, ia tampak bahagia karna bisa kembali menginjakkan kaki di korea. Gadis itu memelankan langkah kakinya saat merasa sesuatu bergetar dari saku celana

“Eoh, eomma wae? .. eum ne ne eomma, aku bahkan baru ingin mencari taxi ..” gadis itu tertawa kecil di selang obrolannya dengan orang di balik panggilan itu

Take care of your health, aku akan merindukanmu

“Eomma aku hanya berlibur 1bulan disini”

Setelah menyudahi panggilannya, gadis itu melanjutkan perjalanannya menuju kota seoul dengan taxi. Gadis itu menikmati sepanjang pemandangan yang ia lewati dari balik kaca mobil taxi itu, rasanya dia benar-benar merindukan keindahan kota korea

Eumm, apa sebaiknya aku mengabari Taeyeon dan Sunny?” gadis bernama Jessica itu bergumam dalam hati sambil memandangi layar iphonenya. “Sebaiknya aku menjadikan ini kejutan” ia tertawa dalam hati membayangkan pertemuannya dengan kedua sahabatnya itu.

Taeyeon masih berdiam diri di samping mobil Baekhyun yang sudah terparkir sempurna di depan rumah, Taeyeon memainkan buku-buku jemarinya untuk mengurangi rasa gugup. Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan dari dalampun akhirnya bergerak untuk membukankan pintunya dari dalam membuat Taeyeon sedikit melangkahkan kakinya kebelakang saat pintu mobil itu hampir menyentuh tubuhnya

“Kau tidak mau masuk?”

Dengan ragu-ragu akhirnya Taeyeonpun masuk dan duduk di samping kursi kemudi

“Kau masih marah?”

Taeyeon menggelengkan kepalanya

“Aku sudah menjelaskan semuanya di Telephone semalam, kenapa kau masih tidak percaya?- Aku dan gadis itu tidak memiliki hubungan apapun”

“Ne aku percaya padamu, hanya saja” Taeyeon menundukan kepalanya, “Aku hanya merasa tidak layak menjadi pendampingmu- jika dibandingkan dia lebih terpelajar aku rasa dia lebih cocok menjadi sekretarismu kelak. aku tidak cantik, tubuhku jauh dari kata proporsional”

“Kau cemburu karna aku memujinya kemarin?” Baekhyun mencoba menggoda gadis yang ia perhatikan dari ekor matanya sedari tadi

“Tidak, aku sadar dia berkali-kali lebih sempurna dibandingkan diriku”

“Ya, dia memang lebih baik- tapi aku tidak tertarik dengannya sedikitpun” mendengar ucapan barusan, Taeyeon langsung memandangi wajah Namjachingunya yang sedang fokus menyetir itu. “Aku tidak memerlukan gadis dengan latar pendidikan yang baik untuk menjadi sekretarisku, aku hanya butuh orang yang dapat mengurusku dengan baik”

“Yak! Kau mencari sekretaris atau baby sitter?!”

“Keduanya” jawabnya enteng. “Lagi pula aku lebih menyukai gadis pendek dan lucu”

“Aku anggap itu suatu pujian” Taeyeon mempoutkan bibirnya sehingga gadis itu terlihat semakin gwiyeo.

~Twinkle~

“Kau yakin tidak inginku jemput?” Taemin bertanya kepada orang di balik panggilannya, saat ini ia sedang menyetir dengan satu tangan memegang stir kemudi dan satunya lagi memegang Handphonenya

Tidak usah Taemin, aku akan pulang bersama Eomma

“Baiklah, kabari aku jika kau sudah sampai aegiya”

“Nee”

Naeun memutuskan panggilannya dengan Taemin, ia terus saja memandangi layar handphonenya yang menampakan foto ia bersama Namjachingunya itu yang ia gunakan sebagai wallpaper. Ia merasa sangat bahagia karna Taemin yang semakin hari semakin peduli dengannya, ia tidak tahu dengan pasti apa saat ini Taemin seperti itu karna memang status mereka atau prasaan Taemin perlahan sudah benar-benar menerimanya.

Taemin memarkirkan mobilnya di depan sebuah Cafe, ia memesan secangkir cheesecake latte dan duduk di tempat dekat jendela. Saat ini ia masih terfikir dengan identitas aslinya, bagaimana bisa orang-orang di sekitar dia tidak ada yang memberitahunya sama sekali

Kring.. lonceng kecil di atas pintu cafe itu berbunyi menandakan pelanggan baru yang datang, gadis dengan baju Crop top berwarna misty green beserta hot pants yang baru saja melangkahkan kakinya masuk sekarang berdiri tepat di depan tempat untuk pemesanan, jari jenjangnya mengetuk-ngetuk dagu kecil miliknya sendiri ia sedang melihat-lihat daftar menu yang tertera di depan matanya

Chocolate Macchiato please

Setelah pesanannya jadi, gadis itu membawa minuman itu lalu mencari tempat namun pandangannya menemukan sosok yang tidak asing baginya dan segera saja gadis itu mendekat

“Taemin!” panggil gadis itu dengan nada cerianya tampa aba-aba gadis itupun duduk di depan Taemin sedangkan Namja itu hanya dapat menatapnya bingung

“Kau siapa?”

“Omo, belum genap 4 tahun aku meninggalkan korea dan kau sudah melupakanku? Ini aku Jessica” ucapnya antusias, Taemin mengerutkan keningnya. “Bagaimana kabarmu?” lanjut gadis itu

“Ba-baik” jawabnya sedikit ragu karna baginya gadis yang ada didepannya ini hanyalah orang asing tapi setelah ia pikir-pikir mungkin gadis ini ada hubungan dengan masa lalunya

“Ah ya, apa kau tahu tempat nunamu bekerja? Aku hanya tahu nama banknya tapi tidak tahu dengan pasti tempat bank itu. Aku ingin membuatnya terkejut” ujar Jessica di iringi dengan tawa khasnya

“Nuna?”

“Yak! Kau ini seperti orang amnesia. ‘Tae-yeon’ aku sedang membicarakan Taeyeon, nunamu” Taemin semakin di buat bingung dengan ucapan Jessica, tak berselang lama Jessica menyunggingkan senyumannya

“Eumm.. apa sekarang kau tidak suka memanggil Taeyeon sebagai Nunamu? Padahal dulu kau suka sekali memanggilnya Yeonna! Yeonna! Taeyeon Nuna” ujarnya dengan nada yang sedikit mengejek “Ah, jika dipikir memang kau tidak perlu memanggilnya Nuna karna bagaimanapun juga kalian ini kembar jadi kalian seumuran”

“Kau ingin aku mengatarmu?” Taemin berusaha menyimpan semua tanda tanya di kepalanya, sejujurnya ia penasaran tapi sebaiknya ia mencari tahu sendiri nanti dari pada harus memikirkannya dan berakhir dengan sakit kepala

Bingo! Itu yang dari tadiku tunggu”

Soojung memperhatikan Baekhyun yang sedang bersiap-siap untuk pulang dari tempat duduknya, saat Namja itu beranjak dari tempatnya dengan cepat Soojung menghalangi Namja itu saat melewati tempatnya dengan berdiri menghadapnya

“Baekhyun a~ bagaimana kau dengan Yeojachingumu?” ujarnya dengan hati-hati

“Hanya pertengkarang kecil tapi sekarang semua sudah baik-baik saja”

“Eum, aku jadi tidak enak hati. mianhae”

“Kau tidak perlu minta maaf lagi pula semua bukan kesalahanmu”

Soojung tersenyum manis di depan Baekhyun namun tak lama Baekhyun kembali melangkahkan kakinya melewati gadis itu

“Ah Baekhyun a~ apa hari ini kau sibuk? Aku-”

“Maaf Soojung aku sibuk hari ini” Baekhyun memotong ucapannya tampa berbalik menghadap gadis itu lalu berjalan keluar meninggalkan kelasnya

“Aish!” Soojung membuang mukanya lalu menatap pintu kelas dengan tatapan tajam, ‘Kau menolakku hanya karna gadis pendek itu?!

Sekarang Jessica dan Taemin sedang duduk dalam satu mobil, Jessica sedang sibuk dengan iphonenya sedangkan Taemin menyetir, setelah lama mencuri-curi pandang Taemin dapat merasakan jika gadis ini tidak asing baginya memang ia tidak ingat siapa gadis itu tapi ia merasa jika omongan gadis tadi di cafe dapat ia percaya

Gadis itu cantik’ sekarang Taemin tersadar jika suara gadis yang melintas dalam benaknya beberapa hari lalu adalah suara milik Jessica. Lagi-lagi memori saat upacara penerimaan murid baru terlintas kembali, berbeda dari sebelumnya yang ia hanya dapat mendengar suara-suara itu sekarang semua tergambar jelas dalam pikirannya

Seragam yang ia kenakan, wajah-wajah orang di sampingnya –Taeyeon, Jessica dan satu gadis lagi yang belum ia ketahui- dan sosok Naeun yang sedang memberikan kata sambutan

Kritt…

Jessica terkejut saat dirinya hampir saja terpental kedepan karna Taemin yang tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya, ia menatap kesamping dan mendapati wajah pucat Taemin yang memegangi kepalanya

“Taemin ya! Kau kenapa?! Yak! Jangan buat aku takut”

Taemin membuang napasnya kasar sekarang ia sudah dapat mengontrol diri, “Tidak apa, aku hanya merasa sedikit pusing”

“Kau ingin aku yang menggantikanmu menyetir?”

Taemin menggelengkan kepalanya, “Aku baik-baik saja. Jam pulang Nuna masih lama kau mau aku antar kemana dulu?”

“Eum.. kalau begitu kita kerumah Sunny dulu saja”

“Baiklah, kau tunjukan arah jalannya”

“Tapi aku juga tidak tahu rumah barunya”

Karna tidak tahu arah tujuan akhirnya mereka memutuskan untuk berkeliling kota sambil menunggu jam pulang Taeyeon, gadis bernama Jessica Jung itu sangat senang bisa melihat pemandangan tempat tinggalnya semasa dia kecil sampai remaja dulu.

~Twinkle~

Baekhyun memarkirkan mobilnya pada halaman kediaman keluarganya, dengan pakaian cassualnyapun Baekhyun tetap tampak menawan. ia melangkahkan kaki memasuki rumah megahnya itu

“Oppa!” pekik seorang gadis yang tengah duduk di sofa ruang tengah, Baekhyun menghentikan langkah kakinya dan menolehkan wajahnya menatap adik manjanya itu. “Kau tidak bersama Soojung Eonni?” mendengar nama itu Baekhyunpun melangkah mendekat dan duduk di samping adiknya

“Kau tumben sudah pulang”

“Oppaaa~ jangan mengalihkan pembicaraan”

“Kenapa kau menanyakan dia?” Baekhyun terkekeh kecil

“Aku ingin bermain bersama Soojung Eonni dia sangat baik, aku bosan Oppa ajak Soojung Eonni kesini” Seolhyun menggoyang-goyangkan lengan kakaknya, “Aku janji tidak akan berkeliaran lagi tapi Soojung Eonni harus menemaniku main”

“Seolhyun, jangan seperti anak kecil Soojung juga punya kesibukan sendiri”

“Tapi Soojung Eonni sendiri yang menawarkan diri untuk menemaniku”

“Kau ini, baru sehari kenal dengannya sudah lengket sekali. Kalau kau mau aku akan meminta Taeyeon menemanimu”

“Tidak, Taeyeon Eonni kan sibuk kerja sama seperti Oppa!”

Baekhyun tertawa sambil mengacak-acak rambut adiknya lalu berlalu pergi, sedangkan Seolhyun hanya dapat berdecak kesal di tempatnya.

Taemin menghentikan mobilnya di sebrang bank tempat Taeyeon bekerja, “Itu tempat Taeyeon bekerja, sebentar lagi jam pulang kerjanya” Taemin menunjuk bank tempat Taeyeon bekerja dari dalam mobilnya

“Aah~” Jessica membuka mulutnya kecil sambil mengangguk-anggukan kepala, “Baiklah aku turun disini saja, bye-bye~ Taeminie” Jessica melambai kecil pada Taemin lalu keluar dari mobil itu

Nuna, apa benar kau kembaranku?” Taemin bergumam dalam hati sambil melihat Jessica yang sedang menyebrang jalan menuju bank dari balik kaca mobilnya, “Jadi Baekhyun hyung dan Seolhyun mereka hanya saudara tiriku? Kenapa Eomma membohongiku?

Taemin membulatkan matanya saat sesuatu terlintas dalam pikirannya, “Ya, kau dan Taeyeon pernah memiliki suatu hubungan tapi kalian telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini” kata-kata Naeun saat itu masih teringat jelas di pikiran Taemin

“Lalu apa yang sebenarnya terjadi padaku dan gadis itu?”

Taeyeon keluar dari bank tempat ia bekerja, namun tidak langsung melangkah pergi ia melirik-lirik ke arah sekitar mencari seseorang “Dia tidak menungguku lagi”. Bahu Taeyeon mendadak menegang saat seseorang menepuknya sangat keras dari belakang

“Kau mencari siapa?” Taeyeon mengenali suara ini, iapun membalikan tubuhnya perlahan matanya membulat sempurna diiringi senyuman yang melebar

“Sica-a!!” dengan cepat Taeyeonpun memeluk tubuh ramping gadis itu, “Sejak kapan kau kembali, Kenapa tidak memberitahuku dulu eoh?”

Jessica tertawa saat tubuhnya melenggak lenggok karna guncangan dari pelukan Taeyeon, “Lepaskan aku dulu Taenggu a~ orang-orang menatap kita aneh” Taeyeonpun melepaskan pelukannya. “Aku ingin memberimu kejutan” ia kembali tertawa kecil

“Aku sangat terkejut” Taeyeon menatapnya dengan tatapan evil yang diiringi senyuman khas Taeyeon

“Ayo kita kerumah Sunny lalu pergi makan, aku lapar”

“Apa Sunny juga belum tahu?” Jessica hanya menggeleng untuk memberi jawaban atas pertanyaan itu lalu Jessica menarik tangan Taeyeon mencari kendaraan menuju rumah Sunny dan tentunya Taeyeonlah yang lebih mengerti rute perjalanan mereka. Sesampainya di tempat Sunny tinggal reaksi gadis itupun tak jauh dengan reaksi Taeyeon tadi saat melihat Jessica
Merekapun mencari tempat makan terdekat karna Jessica yang selalu mengeluh lapar pada kedua temannya ini, ya gadis ini memang sangat berisik jika sedang lapar.

“Sica a~ ceritakan padaku kehidupanmu di sana” Sunny bertanya sambil mengaduk Bibimbapnya

“Seperti kehidupan pada umumnya, aktifitasku tidak berbeda jauh hanya kebudayaannya saja yang berbeda, ah ya dan juga makanannya dan yang pasti aku benar-benar merindukan makanan korea”

“Sica a~ yang ada dikepalamu hanya makanan saja” celetuk Taeyeon

“Eumm tidak juga” balasnya sambil menutupi mulutnya agar makanannya tidak terjatuh saat ia tertawa, “aku sekarang sedang menekuni bidang Designer, nanti aku akan memberikan pada kalian contoh baju yang ku buat”

“Woah Sica kau keren sekali”

“Ah ya, Taeng tadi aku bertemu dengan Taemin” ucap Jessica sambil tetap melahap makanannya, Taeyeon langsung menatap Jessica lekat karna penasaran dengan ucapan yang akan keluar dari bibir gadis itu selanjutnya. “Tapi sikapnya aneh sekali tadi, ia seperti orang linglung”

Taeyeon menaruh sendok makannya, “Sica a! Apa saja yang tadi kalian bicarakan?”

“Memangnya ada apa Taeng kenapa kau terlihat ketakutan?” Jessica merejap-rejapkan matanya bingung

“Tadi siang aku tidak sengaja bertemu dengannya tapi saat aku menyapa dia seperti tidak mengenaliku”

“Ah aku juga pernah, saat berpapasan dengannya di mall Taemin hanya melewatiku begitu saja” timpal Sunny

Mereka berduapun menghentikan aktifitas makan mereka saat melihat raut wajah Taeyeon yang berubah, sepertinya ada hal penting yang ingin gadis itu katakan

“Sebenarnya Taemin hilang ingatan karna kecelakaan hampir 3 tahun yang lalu” Jessica dan Sunny sama-sama terkejut mendengar ucapan Taeyeon, “Maaf aku tidak memberitahu kalian mengenai masalah ini, karna aku sendiri merasa tidak percaya menerima kenyataan kalau aku dan dia yang tumbuh bersama sejak kami kecil sekrang seperti menjadi orang asing”

“Taeyeon a~ kenapa tidak kau katakan saja yang sebenarnya?” tanya Jessica

“Itu tidak mungkin, Eomma sudah mengatur ini semua-”

“Maksudmu Eommamu yang membuat Taemin kecelakaan hingga amnesia?” dengan cepat Sunny memotong kalimat Taeyeon

“Bukan itu, Eommaku sangat menyayanginya jadi tidak mungkin Eomma menyakiti Taemin. kau tahu bukan Eommaku ingin menikah lagi dengan ayah Baekhyun” Jessica dan Sunny menggangguk berbarengan, “Taemin sangat tidak menyetujuinya, jadi eomma menggunakan kesempatan ini membuat seolah keluarganya yang sekarang adalah keluarga kadung Taemin”

“Itu artinya dia juga lupa kalau kalian pernah berpacaran?” tanya Sunny dan Taeyeon menjawabnya dengan anggukan

“Mwo?! Apa lagi yang ku lewatkan selama di San Francisco? Taeng a~ ceritakan bagaimana kalian bisa sampai berhubungan seperti itu”

“Dulu aku menerimanya karna tidak ingin menyakiti perasaan Taemin tapi aku tahu keputusanku saat itu adalah kesalahan besar aku benar-benar menyesalinya, sampai akhirnya Eomma mengetahui semuanya dan menyuruhku menyudahi hubungan ini dan pada hari dimana aku memutuskannya setelah itu Taemin mengalami kecelakaan itu”

“Omo!” Jessica menutup mulut dengan kedua telapak tangannya, “Apa maksudmu dia mencoba untuk bunuh diri?”

Taeyeon menggeleng, “Aku juga tidak tahu mengenai itu, tapi sekarang aku sudah mengubur kenangan itu dalam-dalam dan membuka lemabaran baru bersama Baekhyun”

“Eommamu tega sekali, jika aku menjadi Taemin aku pasti akan sangat kecewa jika mengetahui kebenaran yang sesungguhnya”

“Aku tidak habis pikir, ibu kandungmu akan menjadi ibu mertuamu sendiri nanti”

“Setidaknya sisi baiknya adalah sekarang hubunganku dan Eommaku sudah membaik, Taemin juga melupakan rasa sakitnya dan sekarang dia sangat bahagia dengan Naeun. ayo makan lagi sebelum Sica mengoceh karna kelaparan” Taeyeon tertawa kaku

~Twinkle~

Soojung memarkirkan mobilnya di jalanan dekat sekolah Baekhyun dulu, ia membuka jendela mobilnya dan mengamati orang-orang yang keluar dari gerbang sekolah hingga akhirnya ia menyipitkan matanya untuk memastikan pandangannya tidak salah. Akhirnya ia menemukan orang yang ia incar

“Seolhyun-a!!”

Gadis yang merasa di panggil itupun menoleh kesumber suara, ia tersenyum saat melihat sosok Soojung yang menyembulkan kepalanya keluar jendela mobil iapun menghampiri mobil merah itu

“Eonni ada apa kau ke sekolahku?”

“Aku ingin menjemputmu, ayo masuk”

Seolhyun mengitar lewat depan mobil Soojung lalu masuk dan duduk di sampingnya

“Kau hari ini tidak jalan?” Seolhyun menggeleng mendengar pertanyaan dari Soojung, kemudian Soojungpun mulai mengendarai mobilnya

“Eonni kenapa kemarin kau tidak main kerumah?”

“Ah itu, Oppamu sedang sibuk jadi aku tidak ingin mengganggunya”

“Oppa memang selalu seperti itu ‘Maaf aku sibuk’ ‘Seolhyun a~ mainlah dengan Taemin aku tidak bisa meladenimu’ dan lainnya” Seolhyun memperagakan cara Baekhyun bicara, “Tapi Eonni kan bisa bermain denganku, Eonni sendiri yang mengatakannya waktu itu”

Soojung tertawa kecil, “Kenapa kau tidak meminta pada pacar Oppamu saja?”

“Dia juga sibuk kerja” jawab Seolhyun datar

“Baiklah aku akan menemanimu, tapi apa Oppamu tidak keberatan?”

“Tidak akan Eonni, jika aku yang terus merujuknya pasti Oppa akan mengiyakan”

Soojung tersenyum kecil, ini adalah kesempatan baik untuknya jika ia sudah mengambil hati adiknya maka akan semakin memudahkan dia untuk merebut Baekhyun dari Taeyeon.
Di kediaman Byun itu Soojung menemani Seolhyun memasak lagi bahkan kali ini Soojung mengajarkan Seolhyun untuk bermakeup mereka sesekali tertawa bersama saat Seolhyun membuat candaan untuknya

“Soojung Eonni menurutmu warna apa yang cocok untukku?”

“Menurutku yang ini” Soojung mengambil cat kuku berwarna pink pucat di atas meja ruang tengah itu lalu mengoleskannya dengan teliti pada kuku Seolhyun, “lihat warna ini cocok sekali untukmu” Soojungpun meniup-niup kuku tangan Seolhyun.

Baekhyun keluar dari kamarnya berniat untuk mengambil air dingin di dapur namun saat ia menuruni anak tangga pandangannya terfokuskan pada Seolhyun dan Soojung yang sedang berbincang hangat di sofa sembari tertawa lepas sesekali, mereka terlihat sangat akrab

“Eoh, Oppa! lihat kami sedang mencoba beberapa warna cat kuku” pekik Seolhyun dengan riangnya

“Sejak kapan kau suka dengan hal seperti itu” Baekhyun berjalan mendekat

“Aku ini perempuan jadi wajar jika aku menyukai hal seperti ini, Oppa saja yang tidak memperhatikanku”

“Maaf apa suara kami mengganggumu?”

“Tidak, aku hanya turun untuk mengambil air es” jawab Baekhyun

“Sini biar aku yang mengambilkan” Soojung dengan sigap mendekat dan meraih botol yang ada di tangan Baekhyun lalu menuju dapur untuk mengambilkannya air

“Oppa, Soojung Eonni baik sekali jika dia menjadi Yeojachingumu aku pasti akan sangat senang” ucap Seolhyun sembari meniup-niup kukunya lagi

“Ssst! Jaga ucapanmu Seolhyun”

Baekhyun melirik Soojung yang sedang mengambilkannya air, sekarang iapun mulai khawatir apa Soojung berniat untuk mendekatinya melalui Seolhyun? Mulai saat ini sepertinya dia harus menjaga jarak mereka sebelum Soojung benar-benar menyukainya.

-To be continue-

Annyeong^^ Readers-nim aku mau kasih tau bagi kalian yang punya wattpad follow aku ya @Yoon_B nanti aku polbek sama id Line aku : ss_yeon aku mau namba temen hehehe xD soalnya aku agak sedih karna temen-temen aku tuh pada ga suka K-pop :’ jadi sejujurnya aku ngeras lonely aja karna ga ada yang bisa di ajak chat tentang kpop #Huaaaa 😦 mungkin dari kalian ada yang mau tambahin aku jadi friend hehe^^
Oiiya sama aku mau curcol dikit #plakk dari dulu aku cuman biasin uri lovely Taeng lalu aku jadi biasin Luhan tapi karna Luhan out T.T baru-baru ini aku jadi suka BTS dan biasin Suga :* hihihi
tapi maap ya aku bukan orang yang supel jadi agak malu-malu gitu .__.

Aku mau ucapin Bigthanks untuk para Readers, likers dan pastinya Commenters yang selalu kasih dukungan karna itu membangun banget banget buaangett :’)
Sekian dari Author Siiyuuuu~
-MianForTypo(s)-

Advertisements

30 comments on “Twinkle [Chap15]

  1. Update juga
    Baekhyun tetap sama taeyeon ya
    Jgn sampe mereka pisah
    Btw,thor cepat updatr nya ya

  2. Bner bgt tuh baek, udh jaga jarak terus deh jauh2 biar taeng gak slah paham dan nangis lgi…

  3. ak seneng klw update ny cpt lgi… ttpi ak kok pgn konflik ny lebih lgi.. biar lbh greget bca. ny..gpp drch mau gmn ajh ttp ku baca kok… next y jgn lma lma

  4. Soojung cem eek, kgk suka sama lu ih, perusak hubungan orang aja lu..
    Next, biarkanlah baekyeon bersatu, musnahkan soojung, hahaha..

  5. di next thor!!! udh pengen tau kelanjutannya , gimana reaksi taemin setelah itu
    okeee author , nanti di wattpad aku folow ya, tapi di follback ya ( @NadiyaN45 )
    sekarang author lagi demen”ya sama bts??? kok sama ya thor??? apa kita jodoh?#ngawur
    hehehe bercanda thor
    jangan lupa di next ya semangat thor

  6. setelah sekian lama pengen ngomen tp ga bisa2, akhirnya bisa juga. heheheh. lanjut min, ku suka kalo ff baekyeon :))

  7. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s