Twinkle [Chap14]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, Social-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, Lee Taemin
Support Cast : Other

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

|Chapter8|Chapter9|Chapter10|Chapter11|Chapter12|Chapter13|

[Rival]

Begitu sampai dirumah Baekhyun baru menyempatkan diri untuk mengecek smartphonenya dan begitu terkejutnya dia karna pesan yang masuk dari gadis bernama Soojung memenuhi inboxnya

‘Kau sedang apa?’

‘Kenapa kau tidak membalas pesanku?’

‘Sepertinya kau sedang sangat sibuk hari ni’

‘Maaf aku mengganggumu aku hanya ingin berteman denganmu’

Dan lainnya, Baekhyun merasa menjadi tidak enak karna mencampakan gadis itu awalnya ia berfikir jika tidak masalah telat membalas pesan dari Soojung tapi melihat pesan yang begitu banyak menyadarkannya bahwa gadis itu benar-benar ingin berteman dengannya

To : Soojung
Maaf aku tidak membawa Handphoneku tadi

Tampa menunggu waktu lama gadis itu sudah membalas pasan dari Baekhyun

From : Soojung
Tidak apa, aku saja yang sudah berfikiran buruk

To : Soojung
Tidak masalah
Aku begitu antusias untuk berkencan hari ini sampai melupakannya
Kekekeke

From : Soojung
Berkencan?

Soojung yang awalnya menatapi layar handphone sambil tersenyum karna Baekhyun yang akhirnya merespon, mendadak senyuman itu hilang seketika saat membaca pesan yang ia baca tadi

From : Baekhyun
Eum

To : Baekhyun
Kau sudah memiliki kekasih?

From : Baekhyun
Tentu saja, kau tidak tahu?
ku kira orang-orang sudah mengetahuinya

“Ah benar juga tidak mungkin Namja setampan dia belum memiliki Yeoja, tapi itu tidak penting untukku” Yeoja itu sama sekali tidak menghiraukan status Baekhyun saat ini yang sudah milik orang lain karna ia merasa dapat merebut Baekhyun dari gadis itu dengan mudah.

Keesokannya, Soojung mulai mendekati Baekhyun secara halus, bagaimanpun juga Soojung akan membuat dirinya semakin dekat dengan Baekhyun namun ia merencanakannya sebaik mungkin karna ia tahu jika dia berlebihan malah akan membuat Baekhyun mencampakannya

Soojung sengaja berdiri di halaman tempat Baekhyun biasa lewat, “Aku akan berdiam diri disini pasti dia akan bertanya kenapa aku tidak pulang dan setelah itu buatlah sebuah alasan sehingga ia akan memberimu tumpangan.” Pria yang ditunggu-tunggupun akhirnya menampakan diri, namun tidak sesuai yang ia bayangkan Baekhyun melewatinya tampa melirik Soojung sama sekali, “Mwo dia lewat begitu saja? Aish jinjja jangan katakan ini. apa aku harus lebih agresif?

Berbalik dari pendirian awal untuk tidak agresif, dengan menahan gengsi yang tinggi Soojung berlari kecil dan mendekati Baekhyun, “Baekhyun a~ apa aku boleh pulang bersamamu?”

Baekhyun menoleh kesamping tetap sambil melangkahkan kakinya, “Pulang bersama?”

“Eum maksudku, apa kau tidak keberatan jika mengantarku pulang? Aku sudah berusaha menghubungi supirku tapi dia tidak mengangkatnya”

“Baiklah”

Betapa bahagianya Soojung mendengar jawaban dari Baekhyun, tampa ba-bi-bu lagi mereka menuju parkiran tempat mobil Baekhyun berada

“Dimana rumahmu?”

“Eoh?” Soojung yang dari tadi hanya tersenyum-senyum sendiri langsung tersadar dari kebodohannya, “Ah itu- sebenarnya aku ingin mampir dulu untuk membeli kado untuk Eommaku karna besok adalah hari ulangtahunnya, apa boleh?”

“Eum tentu saja, kemana kau ingin membelinya?”

“Aku ingin ke butik langganan Eomma pasti ia akan suka, tempatnya tidak jauh dari sini”

Ternyata dia sangat ramah dan mundah untuk di dekati, Baekhyun a~ apa kau selalu bersifat ramah seperti ini pada setiap wanita? Ani, tidak! pasti ia hanya ramah pada wanita tertentu. Dengan sifatmu yang seperti ini akan sangat mudah untuk aku dapatkan– Soojung kembali tersenyum-senyum bodoh sedangkan Baekhyun tetap fokus dengan jalanan di depannya, tak berselang lama Soojung mulai mengarahkan jalan menuju butik yang akan mereka tuju.

Setelah lama mendapatkan pakaian yang akan di beli mereka kembali masuk kedalam mobil Baekhyun untuk pulang, tidak ada suara yang keluar setelah Soojung mengucapkan trimakasih untuk Baekhyun sampai suatu suara yang membuat pipi gadis itu menjadi merah padam, ya suara yang berasal dari perut gadis itu dan berhasil membuat Baekhyun terkekeh kecil

“Kau belum makan?”

Soojung hanya menggeleng dengan polosnya berharap Baekhyun akan mengajaknya makan terlebih dahulu, Baekhyun melirik sebentar pada arlojinya, seharusnya sekarang ia sedang mengurus pekerjaannya atau setidaknya waktu seperti ini dapat ia gunakan untuk menjemput Taeyeon entah mengapa sekarang ia merasa tidak enak karna menghabiskan waktu dengan gadis lain tapi tidak mungkin ia tega pada gadis di sampingnya. akhirnya Baekhyunpun memutuskan untuk mampir dan makan bersama

Hari sudah mulai sore bertanda waktunya Taeyeon untuk pulang dari Bank tempat ia bekerja, Taeyeon berpamitan dengan beberapa rekan kerjanya yang masih sibuk membereskan barang-barang mereka kemudian Taeyeon berjalan menuju keluar dan mendorong pintu kaca yang lumayan besar itu kemudian beranjak keluar tapi saat ia baru menapakkan beberapa langkah kakinya keluar dari tempat ia bekerja, lagi-lagi Taeyeon mendapati Namja yang akhir-akhir ini selalu menunggunya tepat di dekat pintu itu

“Yak, kenapa kau selalu menungguku?”

Yoongi melepaskan Handset yang dia gunakan untuk mendengar lagu sambil menunggu Taeyeon tadi, ia menghadap gadis itu dan tersenyum manis

“Nuna temani aku jalan hari ini, aku bosan” Yoongi meletakan tangannya pada kedua pundak Taeyeon sambil membuat mimik seimut mungkin

“Tidak bisa aku harus segera pulang”

“Kumohon Nuna” Yoongi menarik tangan Taeyeon agar gadis itu tidak pergi, “Nuna~” iapun sekarang menunjukan Aegyeo terbaiknya agar Taeyoen mengiyakan permintaanya, Taeyeon tekekeh garing melihat kelakukan Namja yang berada di depannya ini dan akhirnya menyetujui permintaan Yoongi karna desakan yang terus menerus

Mereka berjalan kaki menelusuri sepanjang jalan tampa tujuan karna sesungguhnya Yoongi juga tidak tahu kemana mereka harus pergi, “Berapa umurmu nuna?” dan Yoongipun memulai pembicaraan mereka

“20, kau sendiri?”

“Aku? Heumm kita berbeda 2 tahun, tahun ini aku akan lulus”

“Apa kau tidak kesepian hanya tinggal sendiri?”

“Tidak, aku malah merasa nyaman tinggal sendiri seperti ini”

“Aneh” Taeyeon lagi-lagi terkekeh karna Namja disampingnya itu, mereka terus saling berbicara hal yang tidak penting apapun itu yang penting Yoongi dapat berbicara dengan Taeyeon

~Twinkle~

“Oppa kenapa Baekhyun Oppa belum juga pulang?” Seolhyun menghampiri Taemin yang sedang duduk menonton televisi di ruang tengah sambil menikmati cemilannya

“Entahlah, mungkin ada tugas tambahan dari dosennya” Jawab Taemin dan kemudian menawari Snack itu pada adiknya

“Apa mungkin Baekhyun Oppa sedang bersama Taeyeon Eonni?” tanya Seolhyun yang kemudian memasukan Snack tadi kedalam mulutnya, Taemin yang mendengar itu hanya dapat terdiam

“Yak sebaiknya kau mandi dan tidur sana”

“Oppa kau bercanda?! Sekarang baru hampir jam 6 dan kau suruh aku tidur?”

“Benarkah?” Taemin terkejut dan langsung tertawa menyadari kebodohannya, sedangkan Seolhyun hanya dapat menatap Oppanya itu dengan sinis

“Kenapa Oppa menjadi tidak konsen setelah mendengar-” sebelum Seolhyun menyelesaikan kalimatnya Taemin sudah lebih dulu membungkam mulut adiknya dengan Snack yang ada ditanganya dan segera beranjak dari tempatnya sambil tertawa kecil

“Oppaaaaa kau benar-benar” rengek Seolhyun yang masih duduk terdiam di tempatnya tampa sadar satu senyumanpun mekar di wajah cantiknya itu

Yoongi mengehentikan langkahnya tiba-tiba dan membuat Taeyeon menatapnya bingung sebelum Taeyeon bertanya pada Namja itu, matanya ikut menuju tempat dimana Yoongi sedang melihat dengan mata yang menyiratkan kekesalan. ia melihat seorang Yeoja yang sedang bercumbu dengan kekasihnya di dalam gang sempit dan sedikit gelap dan benar saja pemandangan itu berhasil membuat Taeyeon membelalakan matanya tapi tak lama Taeyeon menyadari satu hal seragam Yeoja itu sama dengan seperti seragam Yoongi “Apakah itu mantan Yeojachingunya” tampa berfikir panjang lagi Taeyeon segera menarik tangan Yoongi menjauhi tempat itu

“Astaga anak jaman sekarang, apakah tidak ada tempat lain untuk melakukannya?” Taeyeon terus menarik tangan Yoongi sambil mengoceh seperti seorang ahjumma, Yoongi menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Taeyeon dan dengan spontan Taeyeonpun langsung menghadap belakang dan lagi-lagi Taeyeon melihat Namja itu menampakkan wajah dinginnya sama seperti pertama kali mereka bertemu

“Nuna sampai sini saja, aku pulang dulu” Taeyeon masih memandangi wajah Namja itu dengan tatapan iba, “Trimakasih untuk hari ini” dan sebelum Yoongi membalikan badannya ia memberikan satu senyum halus untuk nuna yang ada di depannya itu, tapi Taeyeon tau dengan pasti senyum itu penuh dengan kesedihan

“Yoongi a~” panggil Taeyeon yang berhasil membuat Namja itu menghentikan langkah kakinya

“Aku hanya ingin memberitahu ingat janjimu, jangan melakukan hal yang hanya akan merusak dirimu seperti waktu itu. Aku tahu itu sangat menyak-”

“Nee nee aku tahu nuna, kau tidak perlu khawatir aku baik-baik saja”

“Pembohong” ucap Taeyeon lirih sambil memandangi kepergian Namja itu, mau tidak mau sekarang Taeyeon harus jalan sedikit jauh untuk mencari halte terdekat

“Baekhyun a~ gomawo untuk hari ini, maaf kau jadi telat pulang seperti ini”

“Tidak apa, lagi pula tidak ada yang menungguku” Soojung hanya tersenyum mendengar jawaban dari Baekhyun, baginya hari ini seperti hari kencan mereka. hanya jalan seperti ini saja sudah membuatnya sangat bahagia terlebih ini adalah kemajuan pesat untuk Soojung

Taeyeon berdiri menunggu Bis untuk pulang, ia masih memikirkan Yoongi dan sedikit takut jika Namja itu berbuat aneh-aneh tapi pikirannya buyar setelah melihat sesuatu yang tak asing baginya “Bukankah itu mobil Baekhyun” tanyanya pada diri sendiri, Tidak mungkin sekarang dia pasti sedang mengurus pekerjaannya. Mobil itu perlahan mendekat dan melewati Taeyeon walau tidak dalam jarak dekat Taeyeon dapat melihat orang yang ada di dalam mobil itu

“Itu benar dia, tapi siapa Yeoja yang disebelahnya?”

Taeyeon tersadar dari lamunannya setelah Bis yang ia tunggu datang, mungkin itu adalah partner kerjanya, ya Taeyeon mereka pasti sedang membicarakan pekerjaan- Taeyeon berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Taeyeon duduk di 3 bangku terbelakang, ia terus melihat keluar dari kaca jendela Bis itu

“Tapi mereka terlihat seumuran, gadis itu juga sangat cantik”

“Maaf nona boleh aku duduk disini” Taeyeon terkejut saat mendengar suara wanita paruh baya yang berdiri disampingnya

“Ah tentu” dan sekarang ia malah menunjukan senyum aneh, Taeyeon kembali melihat keluar jendela sambil sedikit menyembunyikan wajahnya ia takut jika orang yang di sampingnya menganggapnya aneh karna dia yang bicara sendiri dan tersenyum aneh seperti tadi

Kau bodoh, kim Taeyeon” gerutunya dalam hati

Begitu sampai dirumah, tampa berlama-lama lagi Taeyeon bersiap untuk mandi karna ia ingin semua pikiran buruknya dapat hilang setelah ia berendam setelah itu ia makan malam bersama Ayahnya dan kembali ke kamarnya

“Apa aku akan menggaggunya jika menelepone sekarang? Dia pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya”

Baekhyun segera masuk kekamarnya dan mulai mengerjakan pekerjaan mengecek dokumen nasabah dan laporan keuangan yang sempat terbengkalai tadi, ia tidak ingin pekerjaannya telat sedikitpun karna ia ingin terlihat profesional di depan Ayahnya.

Taeyeon mengambil Handphonenya dan mencoba menghubungi Baekhyun, “Tidak diangkat, ah pasti dia sedang sibuk sebaiknya aku menunggu sebentar lagi.” Taeyeonpun berbaring di tempat tidurnya yang empuk tapi ada rasa gelisa di dalam hatinya sehingga membuatnya tidak nyaman jika hanya berbaring seperti ini. Taeyeon mengambil kotak musik pemberian dari Taemin iapun memutar kunci pemutar berbentuk ‘S’ di samping kotak musik tersebut dan mendengarkan alunan musik yang dengan halus menembus gendang telinganya, mendengar nada itu selalu dapat membuatnya merasa nyaman.

Tok.. tok.. tok..

Taemin yang sedang berbaring beranjak dari tempatnya begitu mendengar suara ketukan pintu dan menaruh Handphone yang digunakannya tadi untuk chat dengan Naeun ke atas nakas di samping tempat tidurnya

“Oh, Seolhyun ada apa?”

“Eumm begini Oppa aku ingin-” Jawab Seolhyun sedikit gugup

“Hemm?”

“Aku ingin mengajak Oppa nonton aku baru saja membeli DVD baru” Taemin tertawa kecil dengan tingkah adiknya yang selalu saja membeli piringan putih itu. entah itu drama atau movie

“Baiklah, sebentar” Taemin kembali masuk kedalam kamarnya untuk mengabari Naeun agar gadisnya itu tidak khawatir jika dia akan membalas chatnya lama, terdengar berlebihan memang namun Taemin ingin lebih menjaga perasaan Naeun semenjak ia memutuskan untuk melupakan Taeyeon waktu mereka sedikit berdebat dulu.

Mereka menuju ruang tamu untuk menonton film, Seolhyun sibuk menyetel film yang akan mereka tonton sedangkan Taemin sibuk mencari Snack, lalu mereka duduk berdampingan di sofa

“Tumben kau mengajak nonton malam-malam seperti ini”

“Biasanya Baekhyun Oppa akan menemaniku tapi kau tahu sendirikan Oppa dia sedang sibuk akhir-akhir ini” Jawab Seolhyun sambil menekan tombol ‘Play’ pada remot di tangannya, sepanjang film mereka hanya fokus menonton walau terkadang Seolhyun sempat mencuri-curi pandang, “Ya tuhan bolehkah dia menjadi milikku?

Oppa bagaimana aku bisa menghilangkan prasaan ini kalau setiap hari kita harus bertemu

“Uhuk” Seolhyun terkejut sampai membelalakan matanya saat Taemin terbatuk kecil ia takut kalau Taemin tahu dia melirik-lirik kakaknya itu sedari tadi

“Kenapa wajahmu seperti itu?” Taemin tertawa kecil melihat reaksi Seolhyun yang tidak biasa itu lalu menegak air untuk membasahi kerongkongannya yang kering

“Tidak apa Oppa”

Waktu sudah menunjukan hampir jam 11 malam, Taeyeonpun mencoba kembali menghungi Baekhyun berkali-kali namun tidak diangkat juga “Apa dia masih kerja sampai jam segini?” namun di sisi lain Baekhyun tidak menyadari handphonenya yang terus bergetar di atas tempat tidur. Baekhyun yang berkali-kali menguappun akhirnya tidak tahan dengan rasa kantuknya dan tampa sadar ia tertidur di meja kerja

From : Taeyeon
Baek a- kau masih sibuk?

“Kenapa dia tidak menelephoneku balik?” Taeyeon mulai cemas karna ini pertama kalinya Baekhyun tidak kembali menelephonenya padahal sudah lewat tengah malam Taeyeon terus menunggu hingga hampir jam 2 pagi

“Apa dia sudah tidur? Ah padahal aku ingin sekali menanyakan tentang perempuan itu” Taeyeonpun akhirnya menyerah dan memutuskan untuk tidur

To : Baekhyun
Goodnite, jaga kesehatanmu J

~Twinkle~

“Taeyeon a~ kau tidak berangkat?” tanya Appa sembari membaca koran yang sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi

“Aku menunggu Baekhyun, Appa”

“Kalau kau terus menunggunya bisa-bisa kau telat”

Taeyeon berfikir sejenak tak berselang lama ia pamit dengan Ayahnya untuk bekerja, namun Taeyeon masih ingin menunggu Baekhyun iapun memutuskan untuk menunggu di depan rumahnya sambil terus mencoba menghubungi Baekhyun. Taeyeon melirik arlojinya 20 menit lagi jam masuk kalau dia tidak berangkat sekarang ia akan telat akhirnya Taeyeonpun memutuskan untuk pergi menggunakan Bus

Baekhyun memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Taeyeon dengan tergesa-gesa Baekhyun memasuki rumah Taeyeon, Baekhyun menyapa Ayah Taeyeon terlebih dahulu sebelum ia bertanya pertanyaan yang sudah ia tahu jawabannya. Dia telat hampir 10 menit untuk menjemput Taeyeon. Baekhyun kembali masuk kedalam mobilnya dan mencari Handphonenya untuk meminta maaf karna semalam dia tidak mengabari kekasihnya itu dan sekarang dia telat untuk menjemput, namun Baekhyun baru teringat tadi pagi dia telat bangun dan handphonenya tertinggal karna buru-buru datang untuk menjemput Taeyeon.

Di tempat kerja Taeyeon tampak berbeda tidak seperti biasanya ia tampak lusu, bukan karna tidak ada kabar dari Baekhyun tapi pikiran tentang perempuan yang bersama Baekhyun semalam terus mengganggu pikirannya ia tidak ingin berpikiran buruk tapi situasi seperti mendukung pikiran buruknya itu

“Nuna” Taeyeon mendongakan kepalanya karna sedari tadi ia hanya mengurus buku tabungan customernya tampa melihat orang itu, “Kau kenapa?” dan siapa lagi pemilik suara itu jika bukan Min Yoongi

Taeyeon tidak merespon pertanyaan Yoongi ia mengembalikan lagi buku tabungan itu dan mengucapkan kata formal seperti yang biasa Teller lain ucapkan sembari memberikan senyuman namun senyumannya kali ini berbeda dan Yoongi sangat menyadari itu tapi mau bagaimana lagi ia harus menyingkir dari tempat itu sembelum Taeyeon menegurnya karna masih banyak orang yang mengantri di belakang

Seperti biasa Namja itu akan menunggu Taeyeon pulang di depan pintu bank, Yoongi sendiri tidak tahu kenapa dia senang menunggu Yeoja itu apa dia mulai menyukainya. dia sendiri belum bisa memastikan

“Nuna” Yoongi menyapa Taeyeon yang akhirnya menampakan diri, “Ayo makan, aku lapar sekali” tampa rasa canggung sama sekali Yoongi menarik tangan Taeyeon menuju tempat makan terdekat

“Kenapa kau murung saja dari tadi?”

“Aku tidak apa-apa, ayo makan” Taeyeonpun melahap makanan yang ada di depannya

Setelah makan Yoongi mengajak Taeyeon untuk main ke apartementnya entah mengapa lagi-lagi Taeyeon mengiyakan permintaan Namja itu mungkin karna ia sedang merasa kesepian sehingga ia menerima ajakannya. Sepanjang perjalanan Taeyeon hanya sibuk mengecek pesan atau paling tidak panggilan tak terjawab dari Baekhyun namun tidak satupun notifikasi yang ia dapat

“Nuna kau duduk dulu disini aku ganti baju sebentar” Taeyeon duduk manis di sofa sambil memandangi setiap sudut apartement Yoongi, tempat itu tidak begitu besar hanya terdapat 1 kamar tidur, ruang tengah, dapur dan tentunya kamar mandi namun tempat itu begitu nyaman untuk di tinggali seorang diri dengan interior yang simple tapi terkesan elegant. Apartement itu juga memiliki jendela kaca besar yang langsung menghadap pemandangan kota

“Nuna kau mau minum apa?” Taeyeon menoleh ke sumber suara melihat Yoongi yang sudah mengganti pakaiannya dengan t-shirt putih dan celana selutut sedang menggubris lemari es di dapur ‘Sejak kapan dia keluar dari kamarnya?

“Eoh- apa saja”

Yoongi menghampiri Taeyeon dengan dua gelas jus jeruk di tangannya dan duduk di samping gadis itu, “Kalau kau mau ganti pakaian kau bisa pakai bajuku” ucap Yoongi sembari memberikan minuman pada Taeyeon

“Tidak usa” jawabnya singkat

“Kenapa hanya di lihat? tenang aku tidak merencanakan hal yang buruk” Taeyeon hanya memberi senyuman sebelum ia menegak minuman di tangannya

“Nuna kenapa kau hari ini terlihat sangat lesu?”

“Benarkah? Mungkin aku hanya kurang tidur”

“Eum, bagimana kita bermain video game” ajaknya

“Baiklah” Yoongipun mengambil stick game dan memulai game yang akan mereka mainkan, perlahan Taeyeon mulai terbawa suasana bahkan dia sekarang nampak fokus dengan game itu tak jarang juga gadis itu melepaskan tawa saat ia berhasil mengalahkan Yoongi namun tetap saja gadis itu kalah di babak terakhirnya

“Hahaha Nuna kau payah sekali”

“Yak! Itu hanya keberuntunganmu kau tidak lihat aku bahkan berkali-kali bisa mengejar skormu” celotehnya yang membuat Yoongi tersenyum meremehkan

“Baiklah kita ulang lagi, kalau kali ini aku menang kau harus mentraktirku makan malam”

“Kau ini baru berapa lama tadi makan sekarang mau makan lagi”

Merekapun memulai pertempuran game lagi, kali ini tentunya mereka lebih serius karna taruhan makan malam tadi. “Tunggu aku ingin ke toilet” Taeyeon menekan tombol pause dan beranjak dari tempatnya menuju toilet yang terletak di dekat dapur. Sambil menunggu, Yoongi menyandarkan tubuhnya pada sofa di belakangnya tiba-tiba dia merasakan sesuatu bergetar. Yoongi mengambil handphone Taeyeon yang tak jauh dari jangkauan tangannya tampa rasa tidak enak sama sekali Yoongi mengangkat panggilan itu

Taeng a~ mianhae semalam aku tidak mengabarimu aku ketiduran dan tadi pagi aku telat, aku ingin menghubungimu tapi aku lupa membawa Handphoneku” penjelasan panjang lebar dari sebrang sana yang pastinya adalah Baekhyun. Yoongi hanya diam mendengar suara Baekhyun dan sedang berpikir ‘Ini penyebab dia lusuh seharian?’- batinnya

Taeng a~ apa kau marah? Maaf aku bena-

“Eoh” hanya satu suara yang keluar dari bibir tipis Yoongi dan berhasil membuat Baekhyun terdiam sejenak

Kau siapa? Dimana Taeyeon?

“Aku? Min Yoongi”

Kau- jawab sekarang dimana Taeyeon?!

“Di kamar mandi apartementku” jawabnya datar, sebelum Baekhyun melemparkan pertanyaan lagi Yoongi sudah terlebih dahulu memutuskan panggilan karna melihat Taeyeon keluar dari arah dapur tentu saja dia tidak ingin Baekhyun merusak kesenangannya malam ini

“Kenapa kau memegang Handphoneku?”

“Apa tidak boleh? Aku hanya melihat modelnya saja”

“Cih kau ini” jawabnya tampa rasa curiga sama sekali, merekapun melanjutkan permainan yang sempat tertunda tadi dan sekali lagi Yoongi menang dan Taeyeon mau tidak mau harus mentraktir Namja itu makan malam.

~Twinkle~

Taemin sedang sibuk bermain game dihandphonenya tiba-tiba sesuatu terlintas dalam benaknya ‘Apa lebih baik aku kerja sambilan seperti Hyung jadi aku tidak akan bosan, lagi pula Naeun juga mulai sibuk dengan urusannya sendiri’ Taemin terus berfikir pekerjaan apa yang akan ia ambil, walaupun dia bisa saja bekerja di anak cabang perusahaan Ayahnya seperti Baekhyun atau perusahan Ibunya tapi entah mengapa ia tidak berminat bekerja dengan orangtua sendiri

“Ah, aku baru ingat- aku sama sekali belum melihat riwayat pindidikanku”

Taemin mengakhiri kesibukannya dengan game dan beranjak dari tempatnya ia mengecek seluruh lemari buku di kamarnya berharap dapat menemukan raport atau buku angkatan tahunan, setidaknya ia dapat mengingat masa sekolahnya dulu namun ia tidak menemukannya sama sekali

“Dimana Eomma menyimpannya?”

Taemin keluar dari kamarnya dan menuju satu ruangan, ya ruangan itu adalah tempat dimana surat-surat penting keluarga dan berkas-berkas pekerjaan Ayah dan Ibunya tersusun rapih. Taemin menemukan riwayat pendidikan Baekhyun dan Seolhyun tapi ia tidak menemukan miliknya ia terus mengecek surat-surat yang menurutnya berhubungan sampai ia melihat akta keluarga lama mereka

“Aneh kenapa hanya tertera dua anak? Dan ini bukan nama Eomma”

Taemin beralih pada buku angkatan sekolah menengah Baekhyun, ia tidak melihat ada yang mengganjal sampai matanya menemukan sesuatu- fotonya dengan nama yang tertera di bawahnya ‘Lee?’ gumamnya dalam hati, ‘Apa aku bukan saudara kandung Baekhyun Hyung dan Seolhyun?

“Ini aneh” Taemin menutup buku itu dan meletakannya kembali. Iapun keluar dan kembali ke kamarnya merebahkan diri sambil berpikir ‘Lee Taemin’ Taemin terus mengucapkan nama itu berkali-kali dalam hati

‘Chonun Lee Taemin imnida’ Taemin mulai mengingat saat ia memperkenalkan diri di awal memasuki tahun pertamanya di sekolah tingkat akhir, samar-samar ia mengingat aktifitasnya di sekolah dan melihat bayangan Naeun yang sedang memberi kata sambutan saat upacara penerimaan murid baru

“Gadis itu cantik”

“Iya, sempurna sekali cantik, pintar, dan kelihatannya baik”

“dan kaya”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Dia anak dari rekan bisnis eomma, aku pernah melihatnya saat mengantar berkas yang tertinggal”

“Arrgghhh” Taemin tidak tahan lagi dengan sakit di kepalanya, satu persatu suara itu bermunculan dalam kepalanya. Taemin menenangkan pikirannya saat mengingat ucapan Naeun untuk tidak memaksakan diri, ia mengambil botol air dan menegaknya untuk lebih memjernihkan pikiran.

Taeyeon dan Yoongi keluar dari sebuah kedai ramyun bersama, wajah Yoongi benar-benar terlihat sangat puas karna Taeyeon benar-benar menepati janjinya untuk mentraktir makan malam

“Yoongi kenapa kau ikut menunggu di sini? Apartementmu kan tidak jauh hanya perlu berjalan kaki” tanya Taeyeon, sekarang mereka berdua sudah berada di halte menunggu Bis

“Aku ingin memastikan kau pulang dengan selamat” jawabnya dengan pandangan lurus kedepan, Taeyeon sudah tidak mood untuk menjawabnya lagi karna sama saja dia akan memulai perdebatan dengan Namja keras kepala itu. sudah berapa kali Namja itu selalu berhasil membuat Taeyeon pasrah dan menuruti kemauannya. Yoongi mengekori Taeyeon yang masuk kedalam Bis yang sudah tiba di depan mereka begitu pula sampai Bis itu berhenti di Halte tujuan

“Sudah sampai jadi berhenti mengikutiku” ucap Taeyeon saat ia sudah menapakan kaki di halte dekat rumahnya

“Aku akan menjaga Nuna sampai kau masuk kedalam rumahmu”

Taeyeon melanjutkan langkah kakinya menelusuri jalanan yang mulai sepi dan beberapa lampu jalanan yang meneranginya, Yoongi melangkah lebih cepat agar sejajar dengan Taeyeon yang sedari tadi berada beberapa langkah di depannya, saat berbelok di tikungan Taeyeon dapat melihat dengan jelas mobil hitam yang sangat familiar baginya dan di samping mobil itu terlihat pria yang sedang bersenderan pada pintu kemudi sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dengan cepat Taeyeon mendorong Yoongi berbalik agar Baekhyun tidak melihatnya, ya pria itu adalah Byun Baekhyun

“Hei kenapa?” Tanya Yoongi kebingungan melihat Taeyeon melirik-lirik ke arang tikungan rumahnya

“Sampai sini saja, sekarang kau cepat pulang” Taeyeon terus mendorong Namja itu, Yoongipun akhirnya mengalah

“Baiklah, sampai jumpa nuna” Yoongi mengusap surai coklat Taeyeon sebelum ia berbalik dan melangkahkan kakinya, namun ia membalikan badannya dan melangkah menuju ketempat semula dengan perlahan saat Taeyeon sudah berbelok di tikungan itu

Baekhyun memalingkan kepalanya menuju gadis yang saat ini sedang berjalan perlahan ke arahnya sambil menundukan kepala, ia segera menegakan dirinya dan menatap gadis itu dingin saat sepasang flat shoes donker itu berhenti tepat beberapa centi dari pantofelnya, “Kau darimana saja?” dan ini pertama kalinya Taeyeon mendengar Baekhyun bertanya dengan nada yang begitu dingin namun beberapa saat ia kembali tersadar bukankah seharusnya ia yang marah karna Baekhyun tidak mengabarinya seharian penuh?

“Kau masih peduli padaku?” Taeyeon meremas kuat pangkal almameter yang masih melekat sempurna di tubuh mungilnya, sebenarnya ia tidak ingin membalas ucapan Baekhyun seperti itu tapi bagaimanapun ia benar-benar kecewa dengan pria itu

“Taeyeon jawab aku!”

“Aku lelah, aku ingin beristirahat” Taeyeon benar-benar tidak suka saat Baekhyun meneriakinya seperti tadi, saat ini yang ia butuhkan adalah menenangkan pikiran, Taeyeon membalikan badannya dan berniat untuk masuk kedalam rumah tapi dengan kasar Baekhyun menarik kedua pundaknya

Woah, kasar sekali dia’ Yoongi yang sedari tadi melihat dari kejauhan hanya dapat bergumam dalam hati walaupun ia tidak dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan

“Aku bertanya padamu kau darimana saja pulang semalam ini? kau tidak tahu aku cemas memikirkanmu”

“Lepaskan, Baekhyun!” Taeyeon menggeser kedua tangan Baekhyun dari pundaknya, “Aku tadi berkunjung kerumah temanku, kau puas? Sekarang aku ingin masuk”

“Teman? Aku tidak yakin jika bocah itu hanya temanmu”

Taeyeon menghentikan tangannya yang sedang membuka gerbang depan rumahnya, matanya membulat sempurna, ‘Bagaimana dia bisa tahu?

“Aku tahu kau marah karna aku tidak mengabarimu seharian, tapi bagitukah caramu melampiaskan kekesalanmu dengan bermain di apartemen pria lain bahkan tidak merespon permintaan maafku, kau berubah Kim Taeyeon” itulah ucapan terakhir Baekhyun sebelum ia memasuki mobilnya dan melaju pergi dari tempat itu

Dengan cepat Taeyeon merogoh tas dan mencari Handphonenya, ia mendapati beda itu dalam kondisi mati total Taeyeonpun segera mengaktifkannya lagi ia sedikit bingung kenapa Handphonenya bisa dalam keadaan mati tapi batrainya belum habis

From : Baekie
Taeng a~ aku tahu kau pasti marah padaku
maaf tadi pagi aku telat bangun
Aku datang menjemputmu tapi kau sudah berangkat lebih dulu
Handphoneku tertinggal sehingga aku tidak bisa mengabarimu

“Taeyeon a~ bagaimana bisa kau berfikir ia sedang bersama gadis itu sampai melupakanmu, tapi kenyataannya ini benar-benar diluar kesengajaan, pabo!” Taeyeon merutuki dirinya sendiri

Di dalam kamar Taeyeon terus berfikir apa ia harus menghubungi Baekhyun atau membalas pesannya tapi ia rasa Baekhyun tidak mungkin memaafkannya semudah itu selain itu pasti Baekhyun sedang sibuk dengan pekerjaannya “Besok Aku akan mengatakannya langsung” itulah keputusan trakhir Taeyeon

Sedangkan Baekhyun terus mengecek Handphonenya berharap Taeyeon akan menghubunginya, dengan situasi seperti ini tidak mungkin ia dapat konsen mengerjakan pekerjaannya. Ia tidak peduli lagi dengan pekerjaan yang terbengkalai ataupun sms dari Soojung yang tidak ia respon dari tadi

“Taeyeon apa kau sudah tidak peduli lagi dengan hubungan ini?”

-To be continue-

Annyeong Readers-nim, aku mau minta maap karna ff ini yang dulunya update setiap minggu jadi tidak beraturan lagi waktu updatenya tapi aku usahain untuk update secepatnya, aku juga mau minta semangat dari para Readers melalui komen kalian hehehe karna komen kalian bikin moodku langsung naik xD. Sekian dari Author- Maap Author ga bisa rangkai kata-kata dengan baik .___.

From luv nyan~nyan^^
MianForTypo(s)

Advertisements

37 comments on “Twinkle [Chap14]

  1. Woowwww ceritanya makin seru,banyakin baekyeon momentnya lagi
    Jgn lama” updatenya ya thor

  2. Musuh terbesar bg yg sdg menjalin hubungan adl kesalahpahaman, hahahh makanya taetae n baekkie hrs sm2 saling percaya jd kgak curigaan mulu…

  3. Knapa hubungan taeyeon ama baekhyun jd kyk gni yah.
    Dengan kehadiran orang lain yg msyk dlam kehidupan mreka.

  4. soojung bikin kesel yaa..
    semoga baekhyun n taeyeon cepat baikan..
    ditunggu lanjutannya thor, semangattㄹㄹ

  5. nggk masalah thor , yang penting masih di uodate
    ingatan taemin mau kembali.. gimana kelanjutannya yaaa.. thor itu min yoongi bts kah? baru sadar kalo iya
    ditunggu kelanjutannya ya thor
    semangat

  6. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s