[FREELANCE] It’s You (Oneshot)

its you3

Title : It’s You

Main Cast : Kim Taeyeon&Shim Changmin

Other Cast : Kim Kibum, Jung Jessica, Lee Donghae, Victoria Song,etc.

Rating : PG 15

Genre : School

Lenght : Oneshoot

Author  : Cuwizt aka C_U

Preview : Prolog

 

 

 

 

Di sinilah ceritanya dimulai…………..

Bagi yang belum membaca prolog nya, aku sarankan untuk membacanya terlebih dahulu agar tidak kebingungan nanti.

Happy reading chingu! J

 

Seorang yeoja bernama Taeyeon berangkat sekolah bersama temannya, Tiffany. “Hah, kenapa kita tidak satu kelas Fanny – aa?” ujar Taeyeon. “Meskipun tidak satu kelas, tapi  setidaknya kita masih bisa berangkat bersama kan?” balas Tiffany.

“Kkeoreom, geunyang……”

“Taeyeon!” panggil salah seorang teman sekelasnya, Jessica. “Sicca!” balas Taeyeon. “Anyeong Fanny – aa” sapa Jessica pada Tiffany. “Nado anyeong” balas Tiffany.

Lalu ada seorang namja yang berjalan melewati mereka bertiga, Tiffany yang mengenalnya langsung meneriaki nama namja itu.

“Changmin – aa!!” teriak Tiffany seraya melambaikan tangannya. Namja yang dipanggil ‘Changmin’ tadi berhenti dan berbalik, lalu berjalan ke arah Tiffany, Jessica dan Taeyeon.

“Anyeong Fanny. Waegeurae?” tanya Changmin to the point. “Apa kamu mau pergi ke kelas? Khajja kita pergi bersama!” ajak Tiffany. “Kalau begitu kita juga harus pergi ke kelas Taeyeon, karena aku belum mengerjakan tugas Matematika ku. Nanti aku pinjam buku catatanmu ne?” tanya Jessica.

“Taeyeon, Jessica! Aku dan Changmin pergi dulu ne! Anyeong!” pamit Tiffany. “Nde, anyeong!” jawab Jessica.

“Taeyeon – aa, khajja!” Jessica segera menggandeng tangan Taeyeon menuju kelas, sedangkan Taeyeon hanya menghela nafas. Tanpa sepengetahuan Tiffany, ternyata Changmin sempat menoleh kebelakan untuk melihat Taeyeon dan Jessica yang sudah berjalan menjauh.

*********it’s you**********

Saat jam istirahat, Jessica mengajak Taeyeon ke kantin. Sebenarnya hari ini Taeyeon malas pergi ke kantin. Tapi karena Jessica yang terus saja memaksanya, akhirnya Taeyeon menerima ajakan Jessica.

Di kantin, Taeyeon sempat melihat Changmin yang tampak begitu dekat dengan Victoria. Terlihat Victoria begitu manja dengan Changmin . Taeyeon meniup poninya lalu berjalan dibelakang Changmin dan Victoria untuk menyusul Jessica yang sedang memesan makanan.

“Ada apa dengan mereka itu? Bermesraan ditempat umum, apa mereka tidak malu? Apa mereka sengaja membuatku….”

“Yakk Kim Taeyeon!! Kenapa pergi ke kantin tidak mengajakku eoh?” ujar namja dengan nametag Kim Kibum. Namja itu duduk disamping Taeyeon dan merangkul pundak Taeyeon.

“Ish, kau ini. Apa yang kau lakukan huh?” ujar Taeyeon kesal seraya menyingkirkan tangan Kibum dari pundaknya. “Ya ya ya!!! Kalian ini, kenapa selalu saja bertengkar huh? Tidak di kelas, tidak di kantin, sama saja.” Kata Jessica yang baru datang dengan senampan makanan.

“Mungkin mereka saling menyukai baby..” ujar namja disamping Kibum dengan nametag Lee Donghae. “Mworagun? Baby?” tanya Jessica. “Ya! Kau itu  sudah punya Choi Sooyoung, kau ingat itu baik – baik! Kenapa memanggilku baby? Dasar namja! Semuanya sama saja!” tambah Jessica membuat Donghae tertawa. Dan mereka berempat pun bercanda tawa bersama, tanpa mengetahui sepasang mata sedang memerhatikan mereka.

*********it’s you**********

“Ya Kim Kibum!! Kembalikan bukuku, palli!” teriak Taeyeon sambil berusaha mengambil bukunya dari tangan Kibum. “Shireoyo! Sudah kubilang aku mau meminjamnya sebentar.” Ucap Kibum. “Ish, kau ini!” gumam Taeyeon.

Taeyeon pun akhirnya menginjak kaki Kibum sehingga membuat Kibum kesakitan dan menjatuhkan buku Taeyeon. Taeyeon tersenyum melihatnya, lalu segera mengambil bukunya di lantai.

“ Kamu mau bermain – main denganku ya Kim Kibum? tapi mian, kamu salah!” kata Taeyeon tepat didepan muka Kibum. lagi, Taeyeon mengakhiri ucapannya dengan senyuman kemenagan.

Taeyeon segera duduk di bangkunya. Ternyata hal itu tidak bisa diterima oleh Kibum begitu saja, Kibum segera menghampiri Taeyeon dan mengganggunya.

“ Ya Kim Kibum! Berhentilah menggangguku!” teriak Taeyeon membuat semua teman sekelasnya tertawa. “Aku tidak mengganggumu. Aku hanya ingin duduk disini saja.” Balas Kibum dengan santai. “Kalian juga, kenapa kalian semua tertawa huh?” tanya Taeyeon pada teman – temannya.

“Aniyo, hanya saja.. melihat kalian bertengkar setiap hari itu lucu sekali.. hhhh” ujar salah satu teman sekelasnya, Ryeowook.  Taeyeon meniup poninya lalu beranjak dan duduk di samping Donghae. Mengabaikan teman – temannya yang masih mentertawainya.

“Donghae  – yya, kau tahu cara mengerjakan soal nomor 9 ini?” tanya Taeyeon. “Ah, ini? Aku juga sedang memikirkannya.” Jawab Donghae. Namun, sesuai dengan dugaan Taeyeon, Kibum datang dan duduk di sebelahnya. “Ya!!” kata taeyeon dengan keras. “Aish kenapa kamu selalu berteriak – teriak?” ucap Kibum seraya mengusap – usap telinganya.

“Aku tidak akan berteriak jika kau tidak menggangguku!” kata Taeyeon. “Mungkin dia itu menyukaimu Taeyeon.” Timpal Donghae membuat Taeyeon dan Kibum saling bertukar pandang. “Jinjjayo? Benarkah kamu menyukaiku Kibum – aa? Kenapa tidak bilang sejak dulu? Dengan begitu aku akan memberikan tanda tanganku.” Ucap Taeyeon menggoda Kibum.

“Ha? Naega? Menyukaimu? Hhaha, yang benar saja!” tangkas Kibum. “Kalau begitu? Kenapa kau selalu menggangguku jika kau tidak menyukaiku?” tanya Taeyeon.

“Itu karena… Jika melihatmu terdiam saja itu terasa aneh menurutku.” Jawab Kibum.

”Diam?” tanya Taeyeon. “Ah, dia tidak tahu kamu seperti apa dulu Taeyeon – aa. hhhahaa” kata Donghae. Taeyeon berfikir sejenak untuk mencerna kata – kata Donghae. “Ah, ne ne. Kamu benar Donghae – aa. Dia tidak tahu aku seperti apa dulunya.” Sahut Taeyeon. “Memangnya kamu kenapa dulu?” tanya Kibum. “Bimil” jawab Taeyeon dan Donghae bersamaan.

*********it’s you**********

“Perhatian untuk kelas XII – 4. Tadi Jung sonsaengnim bilang, hari ini kita akan mengambil nilai olahraga bersama dengan kelas XII – 2. Kita akan akan bertanding basket.” Kata ketua kelas XII – 4, Krystal. “Dan sekarang kita diberi waktu 15 menit untuk mengganti seragam, setelah itu berkumpul di lapangan basket secepatnya.” Tambah Krystal.

“Aish kenapa harus dengan XII – 2??” gumam Taeyeon. “Wae? Bukankah Tiffany juga ada dikelas itu?” tanya Donghae. “Ah, kenapa juga harus bermain basket! Ditambah Jessica hari ini tidak masuk, aish menyebalkan!” gerutu Taeyeon tanpa menghiraukan perkataan Donghae tadi. “Memang menyebalkan karena kamu pendek. Wekk!!!” ledek Kibum lalu segera pergi menjauh sebelum Taeyeon mencincangnya seperti daging giling. “Yak Kim Kibum!”

*********it’s you**********

Kini Taeyeon terlihat sedang mencari seseorang di lapangan basket. “Kemana dia? Apa dia sengaja tidak ikut pelajaran olahraga? Atau dia tidak masuk?” lirih Taeyeon. Dan BINGO! Setelah lama mencarinya, Taeyeon menemukan orang yang dia cari sedang duduk di sudut lapangan. Tanpa terasa, sudut bibir Taeyeon terangkat ke atas J melihat orang itu.

Kibum yang tanpa sengaja melihat taeyeon menatap namja dari kelas XII – 2, merasa sedikit kesal.

Srekkk tiba – tiba Kibum mengambil sebelah sepatu Taeyeon membuat Taeyeon tersadar dari lamunannya.

“Yak Kim Kibum kembalikan sepatuku!” kata Taeyeon. “Ini? Sepatu ini? Ambil saja kalau bisa. Ayo ambil ini kalau bisa!” ucap Kibum sambil mengangkat sepatu Taeyeon dengan tinggi. Taeyeon kesal dengan Kibum, namun dia sempat melihat ke arah orang yang ia cari tadi. Orang itu sedang menatap Taeyeon dengan tatapan tidak suka.

Taeyeon tersenyum melihatnya dan kini dia beralih ke Kibum. “Kibum, cepat kembalikan sepatuku.” Pinta Taeyeon sambil melompat – lompat untuk mengambil  sepatunya dari tangan Kibum. “Ayo cepat ambil ini kalau kamu bisa.” Kibum terus mengangkat tinggi – tinggi sepatu Taeyeon.

“Ya! Apa kalian setiap hari seperti ini eoh? Hati – hati ne, suatu saat kalian akan saling jatuh cinta jika terus seperti ini.” Canda Tiffany yang sedang mengikat tali sepatunya. “Mwo?” ucap Taeyeon dan Kibum bersamaan. “Hei, anak – anak cepat berkumpul ke tengah lapangan. Sebelah kanan XII – 4 dan sebelah kiri XII – 2.” Ujar Jung sonsaengnim.

Semuanya pun berkumpul sesuai kelas mereka. Taeyeon yang saat itu melihat Kibum sedang memerhatikan perkataan guru. Saat itu juga Taeyeon langsung merampas sepatunya dan segera memakainya. Setelah itu bergabung dengan teman – temannya XII – 4.

Namun, tanpa disangka – sangka Taeyeon berdiri disamping Changmin kelas XII – 2. Changmin melihat Taeyeon dan Taeyeon tersenyum pada Changmin namun Changmin tidak mengindahkannya. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke depan. Taeyeon merasa diabaikan. “ish, menyebalkan!” lirih Taeyeon. Tanpa disadarinya Changmin sedikit terkekeh karena ulahnya Taeyeon.

“Baiklah anak – anak hari ini sonsaengnim akan mengambil nilai olahraga kalian. Sekarang carilah partner kalian masing – masing. Kelas XII – 4 akan melawan XII – 2, disetiap kelas terdiri dari beberapa kelompok. 1 kelompok terdiri dari 2 orang. Apa kalian mengerti? ” jelas Jung sonsaengnim. “Nde, kami mengerti.” Jawab semua murid dengan serempak.

“Changmin – aa, kau akan  satu kelompok kan denganku?” tanya Victoria bergelayut manja di lengan Changmin. “Tentu saja.”balas Changmin. Taeyeon yang saat itu masih berdiri disamping Changmin, hanya memutar bola matanya. Taeyeon pun mencari partner nya, Jessica. Tapi dia tidak menemukannya.

“Ah, pabbo! Jessica hari ini tidak masuk.” Ujar Taeyeon.

“Kim Kibum! apa kau sudah menemukan partner ?” teriak sonsaengnim dari depan barisan. “Nde, sudah. Ini!” jawab Kibum seraya memegang sebelah  tangan Taeyeon dan mengangkatnya ke atas. Hal itu membuat Taeyeon membulatkan matanya dan  memandang Kibum . “Wae? Kau tidak punya partner kan? Nado! Jadi kita bisa satu tim. Otte? Apa kamu mau? Tentu saja, karena semua orang disini sudah punya partner nya masing – masing.” Bisik Kibum. Sedangkan Taeyeon hanya menghela nafasnya saja.

Pertandingan dimulai, Victoria dan Changmin melawan Kibum dan Taeyeon. “Ayo ayo ayo….” teriak yang lainnya memberi semangat.

PRITTTT.

Bola sudah dilambungkan oleh sonsaengnim. Dan berhasil dikuasai oleh ChangVic. KiYeon tidak mau kalah, mereka berusaha merebut bolanya namun gagal. Dan shot! Dalam sekali tembakan ChangVic berhasil memasukkan bolanya ke dalam ring.

“Bekerja keraslah Taeyeon. Kau lihat? Gara – gara kamu kita jadi kalah 1 – 0.” Ujar Kibum menyalahkan Taeyeon.

“Naega? Yak! Kau sendiri yang salah, kenapa menyakahkanku eoh?” timpal Taeyeon tidak terima. Changmin melihat perdebatan KiYeon dengan tatapan tidak suka. Mereka pun melanjutkan pertandingannya lagi sampai akhirnya Changmin  memenangkan pertandingan itu dengan skor 7 – 0. ChangVic berhasil mengalahkan KiYeon.

“Ah, semua ini salahmu!” marah Kibum pada Taeyeon. Kibum pun pergi meninggalkan Taeyeon. Sedangkan Taeyeon kini sedang menatap ChangVic. “gomawoyo Changmin – aa, karena kamu kita bisa menang dan mengalahkan tim KiYeon itu. Permainanmu tadi sangat keren!” puji Victoria.

Changmin mendengar perkataan Victoria, tapi pandangannya tertuju pada Taeyeon. Taeyeon langsung mengalihkan pandangannya saat mengetahui Changmin menatapnya dan pergi saat itu juga.

~~~

Kibum merasa kesal karena tidak bisa mengalahkan Changmin, entah kenapa dia tidak suka melihat tatapan Taeyeon kepada Changmin. Ia kesal dan marah pada Changmin. Namun ia justru melampiaskannya pada Taeyeon yang tidak tahu apa – apa. ‘Pabbo!’

*********it’s you**********

“Taeyeon kau mau pergi ke kantin bersama?” tanya Donghae, belum sempat Taeyeon menjawab Kibum sudah menyenggol lengannya dengan sengaja saat berjalan melewatinya. “Yakk neon!” kata Taeyeon. “sudahlah, Taeyeon. Otte? Kau mau pergi?” ulang Donghae. “shireo! Pergi saja dengan Kibum!” jawab Taeyeon kesal lalu masuk ke kelas.

“Taeyeon – aa! Sebenarnya apa hubunganmu dengan mereka?” tanya Jessica saat Taeyeon duduk di bangkunya. “Mereka? Maksutmu?” tanya Taeyeon tidak mengerti. “Donghae dan Kibum. kulihat belakangan ini kalian semakin dekat saja.” Jelas Jessica. “Hahaha, apa kamu sudah gila? Kami? Tentu saja kami hanya berteman Sicca.” Ucap Taeyeon.

“Lagi pula Donghae kan sudah punya Choi Sooyoung teman sekelas Tiffany. Kamu ini ada – ada saja.” Tambah Taeyeon.

“Maka dari itu, kamu sudah tahu jika Donghae sudah punya seseorang. Setidaknya kamu harus menjaga jarak dengannya meskipun kalian hanya berteman. Jika seperti ini terus Choi Sooyoung bisa salah paham denganmu.” Jelas Jessica. “Nde?” tanya Taeyeon.

“Dan juga, kamu tahukan temanku dari kelas XII – 3 Im Yoona, dia menyukai Kim Kibum. tapi kamu juga dekat dengannya. Kamu tidak memikirkan perasaan Yoona eoh?” kata Jessica. “Aku akan membantu Yoona untuk bisa mendapatkan Kim Kibum, karena dia adalah temanku. Mian Taeyeon, aku melakukan ini padamu. Aku hanya tidak mau jika suatu saat nanti orang – orang menganggapmu yang tidak – tidak. ” tambah Jessica.

Setelah mengatakan hal itu Jessica beranjak keluar kelas. Taeyeon menatap kepergian Jessica, “dia temanmu? Lalu aku? Apa aku bukan temanmu?” batin Taeyeon.

Dan setelah itu Donghae bersama Kibum kembali dari kantin.

Donghae sempat melihat Jessica yang pergi meninggalkan Taeyeon. “Mau kemana gadis itu?” tanya Kibum. “Molla, mungkin dia pergi ke kelas XII – 3 menemui temannya Im Yoona.” Jawab Taeyeon.

Kibum langsung diam setelah mendengar nama Im Yoona. Kibum tidak suka jika membahas tentang Yoona didepannya. Karena dia tahu Yoona menyukainya dan dia tidak menyukainya.

“Eiy, ada apa denganmu? Kenapa kau jadi diam setelah aku mengatakan Im Yoona?” goda Taeyeon. “Hwaa? Apa kamu sudah tahu? Yoona saat ini sedang menunggumu untuk mengatakan ‘saranghae Im Yoona’. Kenapa kamu tidak juga mengatakannya?” tambah Taeyeon.

Tanpa berkata apapun, Kibum langsung pergi keluar kelas. “ada apa dengannya?” tanya Taeyeon pura – pura tidak mengerti. “dia tidak suka jika membahas tentang Im Yoona, gadis yang menyukainya itu. Apalagi ini mengenai perasaanya.” Jawab Donghae lalu duduk dibangkunya yang agak jauh dari Taeyeon.

Sedangkan Taeyeon memandang keluar tanpa tahu apa yang akan dilakukannya nanti.

@ kelas XII – 2

Changmin duduk termenung dibangkunya. ‘dia bisa tertawa dengan orang lain, dia juga bisa bercanda dan berbicara dengan orang lain. Tapi kenapa tidak denganku? Kanapa kau selalu mengacuhkan keberadaanku Taeyeon – aa?’ batin Changmin.

Lalu Tiffany datang, duduk di bangku depan Changmin dan menghadap Changmin. “Waegeurae?” tanya Tiffany. “Apa kau sedang memikirkannya?” tambah Tiffany.

Changmin menatap Tiffany, “Aniyo, aku hanya sedang memikirkan tentang kepindahanku ke Busan.” Jawab Changmin.  “Pindah?” tanya Tiffany. “Nde, appaku bilang dia yang akan mengurus semuanya. Dan kebetulan temannya itu menjadi kepala sekolah di Busan High School. Bukankah hal itu akan mempermudah kepindahanku nantinya?” jelas Changmin.

“Kamu benar – benar akan pindah?” tanya Tiffany sekali lagi. Changmin hanya diam tidak menanggapi ucapan Tiffany.

*********it’s you**********

KRING KRING KRING

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, semua murid pun membereskan buku – buku nya dan segera pulang. Tapi Taeyeon masih duduk termenung dikelasnya, setelah cukup lama akhirnya ia  membereskan barang – barang nya setelah itu beranjak menuju halte bus dekat sekolahnya. Taeyeon berjalan pelan dan terus menundukkan kepalanya sampai tiba di halte.

“Baru pulang?” tanya seseorang. Sontak Taeyeon langsung mendongakkan kepalanya. “Changmin…” lirih Taeyeon. “kenapa tidak menjawab?” kata Changmin. “Nde?” tanya Taeyeon. “aku tanya kenapa kamu baru pulang?”  tanya Changmin.

“Ah itu, aku hanya…. aku hanya…..” Taeyeon tidak tahu harus menjawab apa. “Eoh, lupakan! Lalu kamu sendiri?” tanya Taeyeon mengalihkan pertanyaan Changmin. “Aku hanya sedang menunggu bus.” Jawab Changmin. Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya.

Tiba – tiba turun hujan yang sangat deras. Taeyeon dan Changmin duduk bersebelahan namun ada 2 kursi yang menjadi jarak diantara mereka. “Kesukaan mu.” Kata Changmin. “Ye?” tanya Taeyeon.

“Hujan. Bukankah dulu kamu pernah bilang kalau kamu menyukai hujan?” tanya Changmin. “Ah nde. Kamu benar, aku memang menyukai hujan. Karena orang tuaku juga menyukainya,  orang tuaku memiliki banyak kenangan saat hujan terutama saat appaku menyatakan cintanya pada eomma. Karena itulah aku menyukai…”   kata Taeyeon.

“Hujan?” lanjut Changmin yang mendengar penuturan Taeyeon yang menggantung, membuat Taeyeon sedikit tersenyum. “Aku berharap suatu saat nanti aku juga menemukan seseorang seperti appaku, dipertemukan dengan seseorang saat hujan.” Lanjut Taeyeon.

Taeyeon tersenyum melihat 2 orang, yeoja dan namja sedang memakai payung berjalan bersama di tengah hujan yang sangat deras itu. Sedangkan Changmin sedari tadi hanya melihat ke arah Taeyeon saja.

*********it’s you**********

Di sungai Han, Sooyoung sedang menunggu Donghae. Karena mereka ada kencan hari ini di sungai Han. Namun Donghae telat sekitar 15 menit karena hujan. Dan Sooyoung marah pada Donghae karena dia telat, Sooyoung tidak peduli alasan Donghae telat.

“Mianhae, kau tahu tadi hujannya sangat deras kan?” tanya Donghae. “aku tahu.” Jawab Sooyoung singkat. “Apa kau marah?” tanya Donghae. “Menurutmu?” tanya Sooyoung juga. Donghae diam sejenak berpikir untuk cara agar Sooyoung tidak marah dengannya.

“Neon, jika kamu punya janji dengan Taeyeon. Apa kamu juga akan telat seperti ini? ” tanya Sooyoung. “Nde?” tanya Donghae karena tidak mendengar pernyataan yang baru saja Sooyoung lontarkan, ia terlalu fokus memikirkan usaha untuk membuat Sooyoung tidak marah lagi dengannya.

“Dwasseo, sekarang aku ingin pulang.” Sooyoung benar – benar merasa kesal dan marah dengan Donghae. Ia beranjak dan pulang sendiri, ia menolak tawaran namjachingu nya yang berulang kali mengajaknya pulang bersama.

FLASHBACK

Saat jam istirahat, Sooyoung dan teman – temannya sedang asyik bercanda tawa di kantin. Karena Sooyoung masih merasa lapar, ia pun memesan makanan lagi.  saat ia sedang menunggu pesanannya. Samar – samar ia mendengar ada yang membicarakan Donghae.

“Yoona – aa, mianhae. Karena sampai saat ini aku belum juga berhasil mendekatkan kamu dengan Kibum.” ujar Jessica. “Gwenchanna, mungkin memang dia tidak menyukaiku.” Balas Yoona.

“Aniyo, sebenarnya di kelas dia sangat dekat dengan Kim Taeyeon. Aku sudah pernah menceritakannya bukan padamu waktu itu? Dia selalu saja mengganggu Taeyeon, dan yang membuat ku kesal adalah.. setiap Kibum mengganggunya, Taeyeon pasti akan berlari pada Donghae. Dan Donghae dengan santainya membantunya. Kau tahu kan Donghae itu sudah punya yeojachingu.” Tutur Jessica.

“aku benar – benar kesal pada Kim Taeyeon, seolah – olah dia itu tuan putri. Kau tahu? Menurutku dia itu maruk sekali, kabar yang kudengar dulu dia dekat dengan Changmin saat di kelas X-1. Dan sekarang, dia mencoba menggoda Kibum dan mendekati Donghae. Ish, dasar gadis menyebalkan!” tambah Jessica. Yoona hanya diam mendengar penuturan temannya ini.

Dia memang cemburu dan sedikit kesal dengan Taeyeon karena dia bisa dekat dengan Kibum, sedangkan dirinya? Tapi ia tidak punya hak untuk marah dengan Taeyeon, jika pun ia melakukan hal itu. Sudah jelas Kibum tidak akan pernah mau melihatnya.

Sooyoung yang mendengar hal itu merasa kesal, tangannya mengepal kuat – kuat. Ia pun menelfon Donghae dan mengajaknya bertemu di sungai Han sepulang sekolah.

FLASHBACK OFF

Setelah dari sungai Han, Donghae memutuskan untuk ke rumah Kibum daripada pulang. Karena suasana hatinya sedang buruk saat ini.

“Kau kenapa?” tanya Kibum. “Bisa kau ambilkan aku minum?” tanya Donghae. “ck, kau ini.” Komentar Kibum lalu beranjak mengambilkan Donghae minuman.

Dan saat Kibum mengambil minuman ke belakang. Ponsel donghae berdering, dan terlihat dari layarnya siapa penelfon itu. Choi Sooyoung.

“Yeobseo Soo, apa kau sampai dirumah dengan baik?” tanya Donghae berusaha bersikap baik pada Sooyoung. “Kau dimana? Apa kau sudah pulang?” tanya Sooyoung dibalik telfon.

“Ah, igo.. aku sedang berada dirumah Kibum. waeyo?” tanya Donghae. Sooyoung diseberang sana merasa geram mendengar nama Kibum. “Apa Kim Taeyeon juga disana?” tanya nya lagi.

“Ne? Ani, Taeyeon tidak disini. Kenapa kamu tiba – tiba menyebut Taeyeon?” balas Donghae. “Jinjja? Kau tidak berbohong?” tanya Sooyoung dengan nada mendesak.

“Cukup Choi Sooyoung! Sebenarnya ada apa denganmu huh? Kau marah padaku karena aku telat? Baiklah aku terima hal itu karena aku memang salah. Tapi kenapa sekarang kamu membawa – bawa nama Taeyeon? Apa salahnya? Apa hubungannya dengan kita?” kekesalan Donghae sudah memuncak.

“Apa kau sedang memarahiku demi membela Taeyeon?” tanya Sooyoung. “Sooyoung – aa….”

“Geurae, kurasa tidak ada lagi yang perlu dibahas. Hubungan kita, aku…. dan kamu… sudah berakhir. Tidak ada lagi ikatan diantara kita, jadi kedepannya.. kau bisa membela Taeyeon semaumu. Kau puas!”

Setelah menumpaskan kemarahannya pada Donghae, Sooyoung segera menutup telfonnya. “Aish!” kesal dan marah itulah yang dirasakan Donghae.

Sedangkan Kibum yang tidak sengaja mendengar hal itu, ia berdiri di balik tembok dengan segelas air ditangannya. Ia sempat mendengar Sooyoung menyalahkan Taeyeon. Kibum merasa kasihan dengan Taeyeon, jika hal ini tersebar. Maka Taeyeon akan di anggap sebagai orang ketiga diantara hubungan SooHae.

Kibum memikirkan cara agar hal itu tidak benar – benar terjadi. Dan tiba – tiba ia mendapat sebuah ide, setelah dipikir ide itu cukup bagus. Ia pun menghampiri Donghae dan memberikan air itu. “Ini minum mu.” Kata Kibum.

*********it’s you**********

Keesokan harinya,Taeyeon dan Tiffany berangkat bersama. Saat di depan gerbang, Tiffany menahan lengan Taeyeon membuat Taeyeon bingung. “Wae? Kelas kita kan masih jauh.” Kata Taeyeon. “Ada yang ingin ku katakan padamu, dan kurasa ini sangat penting.” Ujar Tiffany dengan wajah serius. “Ya ya ya! Ada apa denganmu eoh? Kelihatannya ini sangat serius sekali, memang apa yang ingin kamu katakan?” tanya Taeyeon.

“Ini mengenai Changmin.” Jawab Tiffany dan raut wajah Taeyeon langsung berubah datar.

“Memang ada apa dengannya?” tanya Taeyeon datar. “Dia.. bagaimana kalau dia pindah sekolah? Apa yang akan terjadi padamu?” tanya Tiffany. “Dia mau pindah sekolah? Itu urusannya, mau pindah atau tidak. Dan aku? Tentu saja itu tidak masalah untukku. Memangnya kenapa? ” tanya Taeyeon. “Benarkah tidak apa – apa jika dia pindah?” tanya Tiffany memastikan. Dengan ragu – ragu Taeyeon menganggukkan kepalanya.

“Sudahlah khajja! Aku belum mengerjakan tugasku.” Bohong Taeyeon. Iapun berjalan mendahului Tiffany. “Ish, memang sulit sekali menyatukan kalian berdua itu! Sama – sama keras kepala.” Kata Tiffany.

‘Benarkah dia akan pindah? Kenapa kemarin di halte dia tidak mengatakannya padaku?’ batin Taeyeon, ia pun melanjutkan langkahnya.

Setibanya Taeyeon dan Tiffany di depan kelas XII – 2, terlihat Sooyoung hendak masuk kelas. Taeyeon yang mengetahui hal itu berniat menyapa Sooyoung, “Anyeong Sooyoung – aa!”

Namun tidak digubris oleh Sooyoung. Taeyeon melihat ke arah Tiffany dan Tiffany hanya mengangkat kedua bahunya lalu masuk kelas. Tepat setelah Tiffany masuk, Changmin keluar dan berhenti di depan Taeyeon. “Chukkae Taeyeon – aa!” kata Changmin sebelum meninggalkan Taeyeon. Taeyeon tidak mengerti maksut Changmin, dia pun segera pergi ke kelasnya.

Namun saat dia berjalan di koridor. Semua mata tertuju padanya, membuatnya merasa tidak nyaman. Diapun segera menuju kelasnya. Dan saat di pintu kelas, dia sudah dihadang oleh Jessica.

“Bukankah aku sudah memperingatkannya padamu? Sekarang Donghae dan Sooyoung bertengkar, kurasa Sooyoung benar – benar salah paham dan cemburu padamu. Keurigu, chukkae! Kau juga sudah berhasil mematahkan hati Yoona.” Kata Jessica.

“Bertengkar? Dan apa kamu bilang? Mematahkan hati Yoona?” Taeyeon tidak mengerti. “Nde, jika kamu ingin tahu, pergi dan lihat sendiri di papan pengumuman!” ujar Jessica yang terkesan dingin. Tanpa menunggu lama lagi, Taeyeon segera berlari menuju papan pengumuman.

Dia melihat banyak orang disana. Taeyeon penasaran dna segera membaca tulisan di kertas yang tertempel di papan itu.

“Aku tahu, kamu kesal denganku karena aku selalu mengganggumu. Aku tahu aku salah, maka dari itu aku minta maaf. Dan aku ingin mengatakan kalau aku  mencintaimu Kim Taeyeon!”

“I LOVE YOU KIM TAEYEON!”

 

“Kim Kibum”

Taeyeon membulatkan matanya setelah membaca isi kertas itu. “Otteyo? Kau memaafkanku?” tanya Kibum. “Taeyeon, would you be my girlfriend?” tambah Kibum seraya berlutut dan menyodorkan sebuket bunga kearah Taeyeon.

“huhuhu” terdengar teriakan dari teman – temannya disana. “lelucon apa yang sedang kau buat Kim Kibum?” tanya Taeyeon.

“Lelucon? Ini bukan lelucon Kim Taeyeon, aku benar – benar mencintaimu.” Jawab Kibum. “apa kamu tidak memikirkan perasaan Yoona? Kamu tahu dan semua orang tahu kalau Yoona itu tulus mencintaimu. Tapi kenapa kamu malah melakukan hal bodoh seperti ini huh?” tanya Taeyeon.

“Kenapa kamu selalu saja membahas Yoona, Yoona, dan Yoona?!  Kamu juga tahu kalau aku tidak menyukainya. Dan kupikir dengan melakukan hal ini dia akan berhenti ,menyukaiku.” Jelas Kibum. “kamu benar – benar tidak punya perasaan Kibum!” ucap Taeyeon lalu pergi. “Aish!” gusar Kibum mengacak – acak rambutnya.

Taeyeonberlari cepat mencari keberadaan Changmin, entah kenapa ia ingin menjelaskan hal ini pada Changmin agar dia tidak salah paham.

Taeyeon pun menemukan Changmin setelah ia berlari kesana kemari mencarinya.Changmin tampak berdiri memandang pemandangan dari atap sekolah. Taeyeon berjalan perlahan menghampiri Changmin. Changmin yang merasakan kehadiran Taeyeon melihatnya dan tersenyum.

“Aku mau menjelaskan sesuatu. Dan aku harap setelah ini kamu tidak berpikiran yang bukan – bukan tentangku.” Kata Taeyeon.

“Tapi sebelumnya, aku ingin bertanya padamu. Apa maksut ucapanmu tadi ‘Chukkae’!?” tanya Taeyeon.

“Aku mempunyai 2 alasan untuk itu. Pertama, chukkae sudah membuat Sooyoung bertengkar dengan Donghae. Kedua, chukkae atas hubunganmu dengan Kim Kibum!” jawab Changmin.

“Apa yang kamu katakan huh? Aku tidak pernah melakukan hal itu, membuat Sooyoung dan Donghae putus? Apa aku gila? Dan Kibum, aku tidak ada hubungan sama sekali dengannya.” Jelas Taeyeon. “tapi semua bukti mengarah padamu Kim Taeyeon!” tegas Changmin. “jadi kamu lebih mempercayai bukti itu dari pada aku?” tanya Taeyeon.

“Geurae, bukankah penegak hukum akan menyelesaikan masalahnya dengan  mempercayai bukti – bukti yang ada? Memang nya kenapa jika aku lebih mempercayai bukti – bukti itu dari pada kamu? Memangnya kamu ini siapa sehingga aku harus mempercayai mu huh?” bentak Changmin.

Taeyeon berusaha menahan tangisnya. “Geurae, aku memang bukan siapa – siapa. Kamu juga berhak tidak percaya padaku. Karena aku memang tidak penting bagimu.” Kata Taeyeon. “Tidak seperti Victoria, orang yang lebih penting dariku. Kembali saja kamu pada Victoria.” Tambah Taeyeon.

“Cukup Taeyeon! Kenapa kamu membawa – bawa nama Victoria juga?” kata Changmin. “wae? Kenapa kamu marah? Kamu takut aku mengatakan yang tidak –tidak tentang Victoria, Victoria begini Victoria begitu.. Victoria……..”

“CUKUP TAEYEON!!!!” teriak Changmin dan hampir saja menampar Taeyeon.

Taeyeon membulatkan matanya melihat tindakan Changmin tersebut. Mata Taeyeon sudah berkaca – kaca. “Wae? Apa kau mau menamparku huh? Ini, silahkan tampar aku sepuasmu Shim Changmin. ” kata Taeyeon. Changmin yang sudah tidak bisa berbuat apa – apa lagi, langsung pergi meninggalkan Taeyeon.

Airmata Taeyeon mengalir  diikuti tubuhnya yang ambruk begitu saja di atap itu setelah kepergian Changmin. Ia terduduk dan menangis. ‘Kenapa kau tidak mempercayaiku Changmin – aa? Bagaimana perasaanmu yang sesungguhnhya padaku?’ batin Taeyeon. ‘apa benar kau lebih memilih Victoria dari pada aku?’ tambahnya. Taeyeon pun menangis sejadi – jadinya disana,sendirian. Namun, tanpa Taeyeon ketahui. Ternyata Changmin masih berdiri dibalik tembok. ‘mianhae Taeyeon, aku tidak bermaksut seperti itu.’ Lirih Changmin.

Sedangkan Tiffany, sahabat Taeyeon itu kini sedang memikirkan cara untuk menyatukan ChangTae. Dia terlalu fokus dengan project nya untuk menyatukan ChangTae, sehingga dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar kelas sana. Juga tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya Taeyeon.

*********it’s you**********

Pulang sekolah Tiffany dan Taeyeon berjalan bersama. Taeyeon hanya diam saja. Tiffany merasa ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya ini. “Taeyeon – aa!” panggil Tiffany. “Hem” Taeyeon hanya berdehem. “Besok Changmin akan pindah ke Busan.” Ucap Tiffany.

Taeyeon menghentikan langkahnya, “Pindah atau tidak itu bukan urusanku Fanny – aa.” Kata Taeyeon lalu melanjutkan langkahnya.

“Ish, mereka berdua benar – benar keras kepala, selalu saja membuat satu sama lain cemburu, tidak pernah bisa saling bertegur sapa juga tidak bisa mengatakan perasaan kalian yang sesungguhnya.” Gerutu Tiffany membuat Taeyeon sedikit tersenyum mendengarnya.

Memang benar kata Tiffany, Changmin selalu membuat Taeyeon merasa cemburu dengan Victoria, dan ia membuat Changmin cemburu dengan Kibum. itu pendapat Taeyeon. Dan Taeyeon maupun Changmin enggan bertegur sapa jika banyak orang di sekelilingnya. Dalam sedihnya Taeyeon tersenyum mengingat kenangan bersama Changmin dulu.

*********it’s you**********

Malam harinya, Taeyeon mendapat telfon dari Kibum. awalnya Taeyeon malas menerimanya, namun karena Kibum sudah melakukannya sampai 50 kali. Akhirnya dia pun mengangkat telfon dari Kibum.

“…………….”

“Yeobseo Kim Taeyeon. Mianhae, aku tidak tahu harus berbuat apa untuk melindungimu. Aku…benar – benar  menyesal,mianhae.” Jelas Kibum.

“…………………”

“Kau marah padaku? Dengar Kim Taeyeon, ucapanku tadi memang benar. Aku tidak berbohong. Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku. Karena aku tahu di hatimu sudah ada seseorang.”

“……….” Taeyeon tetap bungkam sampai saat ini.

“Lupakan semua yang kukatakan hari ini, aku hanya ingin meminta maaf padamu. Aku sungguh – sungguh! Dan kuharap kau tidak marah lagi denganku dan masih mau berteman denganku seperti dulu. Kim Taeyeon?”

“Aku sudah melupakannya, kau tenang saja.”

*********it’s you**********

Keesokan harinya, Taeyeon melewati kelas XII – 2 dan tidak menemukan Changmin disana. Taeyeon merasa sedih dan dengan langkah gontai menuju kelasnya.

Hari kedua, Taeyeon menengok kembali ke kekas XII – 2 dan lagi – lagi dia tidak menemukan Changmin. Sampai hari ketiga Taeyeon menengok lagi juga tetap tidak menemukan Changmin disana. Taeyeon berpikir mungkin Changmin benar – benar pindah sekolah.

“Baiklah Kim Taeyeon. Mungkin takdirmu dan takdirnya berbeda. Dan mungkin saja Tuhan punya rencana lain untukmu yang lebih baik lagi setelah ini. Fighting!!” kata Taeyeon dan berusaha menyemangati dirinya sendiri, setelah 3 hari terpuruk memikirkan sesuatu yang tidak jelas.

~~~~

“Yakk Kim Taeyeon!! Kenapa baru datang? Dari tadi kami menunggumu, palli! Kami mau meminjam buku matematika mu.” Ujar Kibum dan Donghae. Taeyeon tersenyum dan memberikan buku matematika nya.

Yah, hubungan mereka sudah kembali seperti biasa lagi namun tidak dengan hubungan Donghae dan Sooyoung. Donghae terlalu lelah dengan sifat Sooyoung yang selalu menyalahkan orang lain saat dia ada masalah.

Dan Jessica, kini ia lebih sering mendiamkan Taeyeon walau tak jarang pula Taeyeon selalu mengajak bicara Jessica namun tetap tidak dihiraukannya.

*********it’s you**********

Seminggu kemudian, Taeyeon benar – benar sudah bangkit dari keterpurukan. Dia sudah tidak peduli lagi tentang sikap Jessica, pendapat teman – temannya atas putusnya hubungan Donghae dan Sooyoung maupun pernyataan cinta Kibum. dan Changmin………..

KRING KRING KRING

Bel pulang sekolah berbunyi, Taeyeon segera membereskan buku – bukunya dan menghampiri Tiffany di kelasnya. “Sunny – ssi, apa Tiffany ada didalam?” tanya Taeyeon pada Sunny, teman sekelas Tiffany. “Nde.” Jawab Sunny. “Ah, gomapta.” Kata Taeyeon lalu segera masuk ke kelas XII – 2. Namun saat di depan pintu masuk, Taeyeon berhadapan dengan seseorang berperawakan tegap dan tinggi yang ia ketahui hanya dimiliki oleh satu orang saja di kelas ini. Taeyeon membulatkan matanya.

PLAY SONG : OST GFB _ Best Wishes To You (The One)

“Changmin…” lirih Taeyeon. Sedangkan Changmin hanya menatap Taeyeon.

*********it’s you**********

Changmin dan Taeyeon sekarang sedang duduk di halte bus dekat sekolah mereka. “Kenapa kamu bisa disini lagi? Bukankah kamu sudah pindah ke Busan?” tanya Taeyeon mengawali pembicaraan. Changmin tersenyum mendengarnya. “aku tidak pindah, memang uri appa memberiku pilihan. Dan aku memilih untuk tetap disini.” jelas Changmin. “Dan sebenarnya aku pergi ke Busan hanya untuk menengok uri halmeoni selama seminggu. Wae? Apa kau merindukanku?” canda Changmin.

“ANIYA!!” elak Taeyeon dengan cepat.

“Kim Taeyeon!” Changmin tiba – tiba berlutut di hadapan Taeyeon sambil memegang tangan Taeyeon. “Maafkan perbuatanku waktu itu yang hampir menamparmu. Maafkan aku yang tidak percaya padamu. Saat itu aku hanya merasa cemburu pada Kibum. dan selama seminggu ini, setelah kupikirkan semuanya. Kurasa aku harus mengatakannya saat ini juga, padamu.” Ujar Changmin. Taeyeon hanya diam mendengarnya.

“Saranghae Kim Taeyeon.” Kata Changmin dengan tulus. Taeyeon menatap mata Changmin dan dia tidak menemukan kebohongan sama sekali disana. “saranghae Kim Taeyeon, apa kau juga mencintaiku?” tanya Changmin.

“Aku………”

“Aku………”

Jantung Changmin berdegub kencang menunggu jawaban dari Taeyeon.

“Aku………”

Taeyeon berusaha menahan tawanya melihat ekspresi lucu Changmin saat ini. Sebelum menjawab Taeyeon tersenyum, “Nado saranghae Changmin – aa” jawab Taeyeon tersenyum bahagia.

“Jeongmallyo?” tanya Changmin memastikan. Taeyeon mengangguk dan membuat Changmin merasa bahagia. Changmin pun langsung memeluk Taeyeon dan mengangkatnya seraya berputar – putar untuk mengekspresikan perasaannya. Changmin menurunkan Taeyeon dan menatapnya dengan tersenyum. Begitu juga dengan Taeyeon.

TUT TUT TUT

Suara klakson bus mengganggu acara mereka berdua. “ya! Hagsaeng! Kalian ingin naik bus atau tidak?” teriak sang pengemudi bus dari dalam bus. “Ah nde ahjussi.” Jawab Changmin. “Khajja!” Changmin menggandeng tangan Taeyeon dan segera masuk ke dalam bus.

Di  bus, Taeyeon duduk di dekat kaca sedangkan Changmin duduk disebelahnya. Taeyeon tersenyum melihat pemandangan luar yang sedang hujan. Changmin pun menggenggam tangan Taeyeon dengan hangat. Lalu Taeyeon menyandarkan kepalanya di pundak Changmin.

“Apa kamu bahagia?” tanya Changmin. “Nde, sangat bahagia.” Jawab Taeyeon. “Nado, akhirnya setelah sekian lama aku bisa mengungkapkannya padamu, perasaanku yang selama ini kupendam dan tidak ada yang tahu kecuali Tiffany. Neodo!” kata Changmin. Dan mereka pun tersenyum bahagia seraya berpegangan tangan di dalam bus dengan suasana di luar yang tengah hujan.

‘Mianhae Changmin – aa selalu membuatmu cemburu dengan Kibum. itu kulakukan karena aku hanya ingin tahu perasaanmu. Karena aku mencintaimu, karena itu kamu Changmin – aa. Saranghae!’

‘Because It’s You, Shim Changmin’

KKEUTT

PLAY SONG : OST DOTS – K.WILL

#demamkaptenYoo

Kyaaa………akhirnya ff ini selesai juga. Ada yang bingung dengan alurnya? Mian jika aku membuat reader – nim bingung dengan alur FF ini. Apa kalian tahu? FF ini dulunya sudah ku tuangkan di buku, dan aku revisi lagi karena menurutku alurnya terlalu cepat dan sedikit membingungkan, wajar karena dulu menulisnya dalam satu hari. Dari pagi sampai sore lhooo? #gak_ada_yang_tanya_tuh? #plakkk #abaikan

DanEng ing eng… jadilah FF nya ini.

Apa alurnya masih terlalu cepat? Membingungkan? Banyak typo? Kata hubung yang kurang pas? Sekali lagi mianhae. apa kalian mau sequel dari ff ini?? Hhh, kurasa aku selalu menawarkan sequel di setiap ff..ya??

Ah, aku mau bilang kalau aku sedikit kecewa karena FF sequel Too Much komennya menurun. Huhuhu, mungkin ceritanya yang kurang menarik yaaa??? Hehehe, mian.

Dan karena aku sudah berjanji dulu untuk membuat FF Taeyeon dengan Cast namja lain,  aku berusaha menepatinya dan akhirnya jadilah FF ini.

Berikan support kalian ya reader – nim untuk FF ini dengan menuangkan beberapa kalimat pada kolom komen di bawah ini… thanks reader – nim and see you again!!

 

Advertisements

9 comments on “[FREELANCE] It’s You (Oneshot)

  1. walaupun rasannya alurnya kecepetan tapi ttep keren saeng!!!!
    seneng karna bisa happy ending,,,
    yeay,,
    dtggu project selanjutnya, fightaeng!!!!

  2. Sneng bgt taeyeon ama changmin bs jujur tentang perasaan mereka masing2.
    N taeyeon jg g ambil pusing tentang sukap jessica n gosip2 soal dirinya, donghae dan kibum.

  3. Sneng bgt taeyeon ama changmin bs jujur tentang perasaan mereka masing2.
    N taeyeon jg g ambil pusing tentang sukap jessica n gosip2 soal dirinya, donghae dan kibum.
    Krang ada changmin yg akan trus disisi taeyeon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s