EDM [1/2]

image

Romance, AU

Kim Taeyeon, Kim Jong In

Tiffany Hwang, Bae Joo Hyun, Jessica Jung

Poster by rosaliaocha


Alunan musik bergenre EDM bergema di seluruh ruangan. Banyak orang yang bergerak-gerak di lantai dansa, menikmati musik yang diputar. Cahaya yang redup dihiasi berbagi lampu warna-warni menghiasi ruangan itu. Suasana bertambah meriah ketika DJ mengeraskan musik.

Sementara seorang gadis hanya berdiri menyender pada tiang sambil melipat kedua tangannya di dada. Hiruk piruk ini terasa membosankan untuknya. Dia tidak pernah ingin memasuki tempat seperti ini kalau saja teman-temannya tidak memaksa. Ia menegaskan bahwa ini yang pertama sekaligus terakhir kalinya dirinya memasuki tempat semacam ini.

Dia adalah Kim Taeyeon, seorang gadis berumur sembilan belas tahun yang tidak menyukai hal-hal seperti pesta, musik EDM, dan semua yang berhubungan dengan itu.

“Tidak bergabung bersama teman-temanmu?” suara asing tertangkap oleh telinga Taeyeon. Dia melirik lelaki yang kini sedang berdiri disebelahnya sambil memegang segelas wine.

“Aku tidak mau,” jawabnya acuh. Lelaki itu mengeluarkan smirk-nya. Dan meneguk sedikit wine dari gelas itu.

“Musiknya sangat enak, mau aku temani?”

Taeyeon mulai merasa kesal dengan pria asing itu. Ia menatapnya sekilas dengan mata yang tajam. “Aku tidak menikmati musik semacam ini dan aku tidak perlu kau temani!” tegasnya kemudian berjalan menjauhi lelaki itu.

Lelaki asing itu menghabiskan wine digelasnya. Taeyeon selalu membuat dirinya merasa tertarik. Segala sesuatu yang dilakukannya selalu menarik dimana lelaki itu. Dan dia telah memperhatikan gadis bernama Kim Taeyeon itu sejak jauh hari. Bukan hanya karena fisiknya, lelaki itu juga sangat menyukai sifat Taeyeon yang sedikit acuh dan angkuh namun tetap bersikap baik kepada orang-orang disekitarnya.

Kim Jong In adalah nama lelaki itu. Tapi nama panggilannya adalah Kai. Orang-orang mengenalnya sebagai seorang DJ. Setelah menyimpan gelas yang dibawanya, Kai berjalan keluar ruangan menyusul Taeyeon. Dilihatnya gadis bersurai coklat panjang itu sedang berdiri sambil menyandarkan punggungnya pada sebuah mobil. Gadis ini sepertinya suka bersandar, pikir Kai.

“Ya!” panggil Kai sambil berlari menuju Taeyeon. “Kenapa kau tidak bergabung dengan orang lain jika kau tak ingin bergabung bersama temanmu?” tanyanya.

Taeyeon menghela nafas panjang. “Bergabung dengan siapa? Apa dengan sekumpulan gadis yang sedang duduk sambil membicarakan keburukan temannya atau dengan sekelompok orang yang sedang menikmati minuman beralkohol atau mungkin dengan orang-orang yang sedang melakukan gerakan seperti cacing kepanasan ditengah ruangan?” ucap Taeyeon kesal.

“Uhm….” Kai tidak menjawab. Dia sendiri bingung harus menjawab apa.

“Dengar ya, aku tidak mau bergabung dengan mereka. Kau adalah orang asing, tidak usah betingkah seperti kau mengenalku! Urus saja dirimu dan jangan pernah menggangguku lagi, arraseo?”

“Kim Taeyeon-ssi, kau memang sulit didekati. Aku belum pernah diacuhkan seperti ini oleh seseorang. Apa kau tidak tahu siapa aku?” Kai menaikkan satu alisnya sambil bergerak mendekat pada Taeyeon.

“Ck, kenapa aku bertemu dengan orang sombong seperti dirimu? Sepertinya kau tidak terkenal sehingga aku tidak mengenalmu. Dan juga tidak ada untungnya bagiku mengenal seseorang sepertimu. Oh ya, kau mengetahui namaku apa karena itu kau bersikap seolah kau mengenalku?”

“Ah, tentu saja kau tidak akan mengenalku, kau kan tidak suka musik EDM dan pesta. Dasar gadis lugu! Tentu saja aku tahu namamu karena selama ini aku memperhatikanmu!”

Wajah Taeyeon berubah menjadi merah padam. Memang semua orang yang tidak suka pesta dan musik EDM adalah orang yang lugu? Jika saja Taeyeon tidak bisa mengontrol emosinya, mungkin sebuah tinjuan sudah mendarat dipipi Kai. Lalu pengakuan Kai itu membuat Taeyeon semakin kesal karena tanpa dia sadari seseorang telah memperhatikan dirinya.

“Terserah apa katamu!” Taeyeon membuka pintu mobil kemudian memasukinya. Mengabaikan Kai yang berkicau diluar sana.

“Lihatlah nanti, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku!” teriak Kai. Taeyeon hanya mencibir perkataan Kai. Sungguh Kai bukanlah tipe laki-laki idaman Taeyeon. Lagipula Taeyeon tidak boleh jatuh cinta pada seseorang karena suatu alasan.

Kai meninggalkan mobil yang didiami Taeyeon dan masuk kembali ke dalam ruangan pesta. Dia hendak mencari teman-teman Taeyeon. Tidak terlalu sulit untuk menemukan mereka karena mereka memiliki gambar unicorn pada sepatu kanannya. Bahkan Kai memperhatikan Taeyeon dan temannya sampai se-detail itu.

Tak butuh waktu lama untuk dapat menemukan mereka. Mata tajam Kai menangkap tiga orang gadis dengan gambar unicorrn disepatu mereka sedang duduk dipojok ruangan.”Permisi, bukankah kalian teman dari Kim Taeyeon?” tanya Kai sambil tersenyum manis.

“Benar, ada apa?” tanya Joohyun, salah satu dari mereka.

“Tunggu, apakah kau Kai?” ucap seorang gadis yang memiliki eye smile.

“Iya, aku Kai. Omong-omong Taeyeon menunggu kalian di mobil. Segeralah pulang atau suruh saja dia pulang duluan, dia tidak menikmati pesta ini. Jadi kurasa menunggu kalian berpesta sangat membuang-buang waktu berharganya,” ujar Kai.

“Perkataanmu ada benarnya juga, aku jadi merasa jahat pada Taeyeon,” balas Tiffany dengan wajah menyesalnya.

“Kajja, kita pulang saja!” ucap Jessica, satu-satunya gadis berambut pirang disana.

“Kalau begitu kita akan segera pulang, terimakasih Kai-ssi.” Joohyun tersenyum.

Ketiga gadis itu pergi meninggalkan pesta dan berjalan menuju tempat dimana mereka memarkirkan mobil. Ketika mereka sampai disana. Terlihat Taeyeon yang sedang tertidur dikursi kemudi. Dia pasti merasa sangat bosan sampai tertidur seperti itu. Tiffany berniat membuka pintu mobil, namun itu dikunci.

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Tiffany kepada dua temannya.

“Membangunkannya tentu saja,” jawab Jessica. Tanpa menunggu pendapat dari Tiffany dan Joohyun, gadis berambut pirang itu mengetuk kaca mobil sedikit keras. Dia memang yang paling kejam diantara mereka.

Sayangnya Taeyeon bukan orang yang mudah dibangunkan. Jessica mengulangi cara itu berkali-kali, namun hasilnya tetap saja sama.

“Bagaimana kita bisa pulang jika dia tertidur di dalam mobil dan pintunya terkunci,” keluh Joohyun.

“Sudahlah, lebih baik kita masuk ke dalam lagi sambil menunggu dia bangun,” saran Tiffany. Kedua temannya itu mengangguk setuju.

*
Kring Kring Kring!

Perlahan Taeyeon membuka matanya, merasa terganggu dengan suara nyaring yang berasal dari ponselnya sendiri. Tubuhnya terasa pegal, tentu saja karena dia tertidur dalam keadaan duduk. Ia menggeliat. Lalu sedetik kemudian menyadari sesuatu. Matahari telah terbit, itu artinya Taeyeon menghabiskan malam disana.

“Omo!” paniknya. Taeyeon segera melihat ponselnya. Pukul 6.34 pagi. Kemana Joohyun, Tiffany, dan Jessica?
Ada pesan masuk yang diterima delapan jam yang lalu. Taeyeon segera membukanya. Pesan itu dari Joohyun.

‘Mianhae membuatmu menunggu sampai tertidur begitu. Kami sudah berusaha membangunkanmu, tapi tidak berhasil. Jadi kami meninggalkanmu disana karena hari sudah larut. Sungguh maafkan kami!’

Taeyeon menepuk dahinya sendiri, merutuki kesalahannya ketiduran di dalam mobil. Untung saja hari ini libur. Taeyeon bisa sedikit beristirahat dan pergi ke salon kecantikan untuk menghilangkan pegal ditubuhnya.

Tuk tuk tuk!

Seseorang mengetuk kaca mobil. Taeyeon langsung menoleh dan mendapati seorang pria sedang membungkuk dan melihat kearahnya. Kai. Gadis itu membuang muka dan berusaha untuk tidak mempedulikan kehadiran Kai.

“Buka! Aku membawakanmu ini,” ucapnya sambil menunjukkan segelas kopi dengan asap putih mengepul diatasnya.

Taeyeon memandangi Kai dengan ragu. Kenapa lelaki itu masih ada disekitar sini? Mungkin rumahnya memang berada di lingkungan ini, pikir Taeyeon. Kopi adalah salah satu minuman favorite-nya. Tapi gengsi Taeyeon cukup tinggi, dan dia tidak mau mendapatkan apapun dari lelaki itu.

“Pergi! Aku tidak mau! Kau lupa ya semalam aku bilang jangan menggangguku lagi!” ketus Taeyeon.

“Kau bilang apa? Aku tidak bisa mendengarmu dengan jelas,” bohong Kai. Dia mengatakan itu agar Taeyeon membuka kaca mobilnya, jadi ia bisa memandangi wajah cantik Taeyeon tanpa terhalang oleh apapun.

“Kubilang jangan mengangguku lagi!” tegasnya setelah kaca terbuka.

“Aku tidak mengganggumu, tidakkah kau lihat kantung mataku ini? Semalam aku tidak pulang karena takut terjadi sesuatu padamu. Kau seharusnya berterimakasih!” kesal Kai. Lelaki itu memang mudah kesal bahkan ketika berhadapan dengan gadis pujaannya pun dia seperti itu.

“Aku tidak memintamu untuk melakukan itu, untuk apa aku berterimakasih? Berhentilah bersikap seolah-olah kau peduli padaku!” Taeyeon dengan gengsinya yang tinggi tetap tidak mau kalah dari Kai.

Kai menghela nafasnya. “Aish, kenapa aku bisa menyukai gadis sepertimu?” keluhnya.

“Memangnya aku kenapa, eoh?” Taeyeon mendumal.

“Kau sangat cantik, tidak suka pesta, tidak suka musik, jarang membaca buku tapi selalu dapat nilai bagus, tidak suka menggosip, dan kau adalah sahabat yang hangat.” Kai menunjukkan senyumannya.

“Wow…, bagaimana bisa kau tahu semua itu? Tapi kau perlu tahu aku hanya tidak suka musik EDM, hiphop, rock, yah pokonya semua jenis musik yang membuat kepalaku pusing,” jelas Taeyeon.

“Sudahlah tidak perlu membahas tentang dirimu. Ini, cepat minum sebelum dingin, aku tahu kau adalah gadis penyuka kopi.” Kai menyodorkan gelas kopi yang sejak tadi dipegangnya.
Taeyeon menggembungkan pipinya. Dari tadi aroma kopi itu memang sudah menggoda Taeyeon. Namun dia masih tetap berusaha mempertahankan harga dirinya.

“Tidak, sesuka apapun aku pada kopi, aku tidak akan pernah menerimanya darimu! Minggir, aku harus segera pulang!”

Taeyeon menutup kembali kaca mobilnya. Sementara Kai berdiri tegak dan sedikit menjauh dari mobil itu. “Baiklah! Sampai jumpa lagi, hati-hati!” ucapnya sambil melambaikan tangan.

*

Esok harinya, keempat sahabat itu berkumpul di sebuah kafe yang letaknya tak jauh dari sekolah. Ini merupakan rutinitas mereka, berkumpul setelah jam sekolah berakhir. Tidak setiap hari mereka berkumpul, hanya beberapa hari dalam seminggu karena masing-masing dari mereka mempunyai kesibukannya sendiri.

Pembicaraan hari ini mengenai pesta yang mereka datangi dua hari yang lalu. Taeyeon menyatakan kekesalannya karena mereka telah tega meninggalkan Taeyeon disana. Tetapi dia tidak bercerita tentang lelaki asing yang tiba-tiba muncul saat itu. Lagipula Taeyeon tidak bertemu dengannya lagi.

“Harusnya ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak lagi mengajak Taeyeon ke sebuah pesta,” ucap Jessica dengan nada dinginnya.

“Baguslah jika kalian berpikir begitu.”

“Taeyeon-ah, kemarin kau bertemu dengan Kai bukan?” tanya Tiffany setelah menyeruput tehnya.

“Siapa itu Kai?”

“Kau tidak tahu? Kai adalah seorang DJ. Saat itu dia yang meminta kami untuk segera pulang karena kau sudah bosan menunggu, ah dia memang lelaki yang baik. Aku sangat menyukainya. Hampir saja aku berteriak ketika dia berbicara denganku,” cerocos Tiffany dengan wajah sumeringah. Sementara Taeyeon memutar kedua bola matanya, karena berpikir orang yang sedang dibicarakan Tiffany adalah lelaki asing yang menyebalkan itu.

“Apa kulitnya agak gelap dan memakai jaket kulit?” tanya Taeyeon memastikan.

“Benar sekali, tidakkah dia terlihat eksotis?”

“Ternyata memang dia. Ya! Tiffany Hwang, sadarlah! Bukankah tipe idealmu itu seperti Jung Il Woo dan Kim Sang Bum? Kenapa kau menyukai lelaki menyebalkan itu, eoh?”

“Bukankah Kim Bum itu tipe idealmu Taeyeon-ah?”

“Iya, tapi kau bilang kau juga suka padanya.”

“Hentikan pembicaraan kalian, okay? Apa aku dan Jessica adalah penonton adu mulut kalian?” ucap Joohyun.

“Baiklah, Taeyeon-ah jika kau mendapatkan informasi tentang Kai cepat beritahu aku, arra?” pinta Tiffany.
Taeyeon yang hendak meminum kopinya itu tiba-tiba membatalkannya.

“Imformasi apa? Aku tidak mau bertemu lagi dengannya daan juga mencari informasi tentangnya!”

“Cukup!!” Jessica angkat bicara, membuat Tiffany dan Taeyeon terdiam seketika.

Tiba-tiba ponsel Taeyeon berdering. Gadis itu meliriknya, membaca nama pemanggil yang tertera dilayar ponselnya. Taeyeon menghela nafasnya. Pasti anak itu berbuat ulah lagi, batinnya. Dengan malas Taeyeon mengangkat teleponnya.

“Cepat seret adikmu dari sini! Dia benar-benar sudah kelewatan!” teriak seseorang disebrang sana. Taeyeon sampai harus menjauhkan ponsel itu dari telinganya.

“Mianhae ahjumma, aku akan segera kesana.” Taeyeon mengakhiri panggilan tersebut. Ia bergegas memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu menyelempangkan tas itu.

“Aku harus pergi sekarang, sampai bertemu besok!” pamit Taeyeon yang langsung berlari menuju pintu keluar.

“Aigoo…, lihat tingkahnya, siapa yang akan membayar kopi ini?” Tiffany menatap nanar cangkir kopi milik Taeyeon. Sudah berkali-kali Taeyeon meninggalkan mereka tanpa menyimpan uang untuk membayar kopinya. Joohyun dan Jessica sudah pernah membayarnya. Sekarang giliran Tiffany.

*

Taeyeon memasuki sebuah warnet−lebih tepatnya tempat bermain game online−yang biasa dijadikan tempat nongkrong adiknya. Keadaannya memang sedikit kacau dan berisik. Taeyeon mengelilingkan pandangannya, mencari seorang lelaki berumur lima belas tahun yang dijuluki ‘si pembuat onar’. Begitu ia menemukan orang yang dicari, tanpa menunggu lama segera saja ia menghampirinya.

“Kim Taekhyun! Ikut aku!” Taeyeon menarik tangan saudara laki-lakinya itu, ia hendak membawanya pulang dan berniat memarahinya ketika sudah sampai.

“Taekhyun-ah!” panggil seseorang, membuat langkah Taekhyun dan Taeyeon berhenti. Keduanya menoleh kearah sumber suara.

“Bagaimana bisa kau mengenal gadis ini?” tanyanya. Taeyeon hanya menggeram mengetahui orang itu adalah Kai.

“Cepat ikut aku Taekhyun!” perintah Taeyeon tanpa mempedulikan Kai yang belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diajukannya.

Begitu melewati seorang ahjumma pemilk tempat itu, Taeyeon langsung membungkuk dan meminta maaf. Untungnya ahjumma itu baik, yah walaupun agak kasar. Buktinya dia tetap menerima Taekhyun disana meskipun anak itu sudah berkali-kali membuat keributan.

Sesampainya di dalam mobil, anak laki-laki bernama Kim Taekhyun itu harus menerima ocehan yang menurutnya menyebalkan. Kalau saja wanita yang mengomelinya itu bukan noona-nya mungkin Taekhyun sudah menutup mulutnya sekarang juga.

“Dan yang terakhir, kau jangan dekat-dekat dengan lelaki tadi itu, arraseo?” Taeyeon mengakhiri ceramahnya.

“Arraseo, arraseo!”

*

Taeyeon tidak bisa menghilangkan rasa bosannya malam ini. Biasanya dia pergi memasak ke dapur atau sekedar membaca novel untuk mengusir rasa bosannya. Namun kali ini dia tidak ingin memasak ataupun membaca novel. Jadilah gadis itu mengambil ponselnya, lalu membuka chat room dengan ketiga sahabatnya sambil berbaring dikasur.

Tae: Selamat Malam!

BaeJoo: Taeng sedang bosan

Jess: Pergilah memasak!

Tae: Tidak mau!

Jess: Aku tidur, bye.

BaeJoo: dahhh putri tidur

Tae: Joohyun-aahh tolong akuu

BaeJoo: Aku akan menolongmu semampuku ^_^

Fany: Fany here! Taeng sedang bosan ya?

Tae: Darimana saja kau?

Fany: Aku habis menyelidiki sns Kai kekekeke

BaeJoo: apa yang kau dapat?

Fany: Dia banyak berfoto dengan wanita 😦

Tae: menyedihkan

BaeJoo: Aku tidak heran, mengingat dia adalah seorang DJ

Fany: kabar baiknya dia belum memiliki pacar ^_^

Tae: lagipula siapa yang mau menjadi pacarnya-_-

Fany: Aku mau! Aku mau!

Tae: Apa yang kau suka darinya? Dia itu menyebalkan!

BaeJoo: Aku mewakili Tiffany, singkatnya Kai adalah lelaki sempurna!

Fany: Terimakasih Hyun ^_^

Tae: Tidak ada yang sempurna di dunia ini

Fany: Lalu aku harus mendeskripsikan Kai bagaimana lagi jika tidak ada yang sempurna? Itu adalah satu-satunya kata yang cocok.

Tae: ckckck kau berlebihan sekali

Fany: Ah, aku mencintai Kai ❤

BaeJoo: Aku menyukai Kai ❤

Fany: Tidak akan kubiarkan kau merebut Kai ku Joohyun-ah

BaeJoo: arraseo, Kai milikmu seorang!

Tae: Aku mencintai Kim Bum ❤

Fany: Taeng-ah bagaimana kau bisa bertemu dengan Kai malam itu? Aku iri huhuhu

Tae: Aku tak ingin membahasnya, dia menyebalkan suruh dia menjauh dariku! Hush hush!

Fany: Beraninya kau mengusir dia

Fany: Taeng jika kau bertemu dengannya lagi, tolong minta nomor teleponnya atau apapun itu

Tae: Lebih baik aku mengurung diri dirumah agar tidak bertemu dengannya!

Tae: Joohyun kau masih hidup?

BaeJoo: yeah, sejauh ini aku masih hidup

Fany: *me ngirim gambar kai* lihatlah dia sangat tampan<3

Tae: aku ingin muntah! Sudah ah, aku off!

Taeyeon mematikan ponselnya. Kenapa orang-orang disekitarnya menyukai Kai? Dan kenapa lelaki itu muncul di kehidupannya? Taeyeon merutuki hal itu. Bukannya mengusir rasa bosan, sekarang dia malah tambah bosan dan kesal.

*

Sudah kesekian kalinya Taeyeon melihat jam dinding. Rencananya hari ini Joohyun akan menjemputnya, lalu mereka akan bertemu dengan Jessica dan Tiffany, lalu pergi ke spa. Taeyeon sudah siap sejak sepuluh menit yang lalu, tetapi Joohyun belum juga datang.

Dia hanya seorang diri di rumah, dan sejak malam ia benar-benar kebosanan. Taekhyun sudah pergi ke tempat game online bersama temannya.

Bel rumah berbunyi.

Dengan girang Taeyeon menyelempangkan tasnya, kemudian berjalan terburu-buru untuk membuka pintu.

“Aku menunggumu lama sekali,” ucap Taeyeon sembari membuka pintu.

Sialnya, baju yang dia pakai tersangkut pada tanaman yang ada di dekat pintu. Taeyeon menundukkan kepalanya dan berusaha melepaskan bajunya dari tanaman itu.

“Kau menungguku?”

Mata Taeyeon membelak.

Itu bukan suara Joohyun. Sejak kapan suaranya berubah menjadi seperti lelaki begitu.

Sudut mata Taeyeon melirik sepasang sepatu blyang dipakai seseorang di depan rumahnya. Pandangannya semakin keatas, orang itu memakai celana jeans. Semakin keatas, dilihatnya tangan orang itu sedang mengepal setangkai bunga mawar yang terbungkus plastik bening. Dan Taeyeon memiringkan kepalanya begitu melihat wajah orang itu.

“Nih, untukmu!” ucapnya sambil memaksa tangan Taeyeon untuk menerima bunga itu. Sementara Taeyeon hanya menatapnya jengkel.

Kai melewati Taeyeon dan memasuki kawasan ruang tamu rumah keluarga Kim. Lelaki itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.

“Lihatlah, kau bagaikan bidadari dalam foto itu,” ucapnya mengagumi pajangan foto Taeyeon yang menggantung di dinding. “Dan kau adalah bidadari yang akan menemaniku di dunia ini,” imbuhnya kemudian, membuat Taeyeon mual dan ingin memuntahkan isi perutnya pada wajah lelaki itu.

“Siapa yang menyuruhmu masuk, tidak sopan!”

“Tadi kau bilang kau menungguku, tapi setelah aku datang mempersilahkan aku masuk pun tidak, tuan rumah yang buruk!”

“Apa? Aku tidak bilang bahwa aku sedang menunggumu.”

“Lalu tadi itu apa?”

“Kupikir Joohyun yang datang, lagipula untuk apa kau datang kesini?”

“Tentu saja untuk melihat bidadariku.”

Tunggu, Joohyun mungkin saja akan datang beberapa menit lagi. Dia tidak boleh melihat Kai ada disana. Taeyeon harus segera membuat lelaki itu angkat kaki dari rumahnya.

Taeyeon berjalan mendekati Kai yang masih asyik melihat foto. Gadis itu membalikkan tubuh Kai sehingga sekarang keduanya saling berhadapan. Ia mengembalikan bunga itu kepada pemilik sebelumnya. Kai menatap Taeyeon tanpa mengedip sekalipun. Yah, lelaki itu tidak mungkin melewatkan kesempatan ini.

“Sudah puas melihatku?” tanya Taeyeon sambil melipat kedua lengannya di dada. “Kalau sudah segeralah pergi dari sini dan jangan pernah kembali!”

Kai tersenyum. Dia benar-benar belum mengedipkan matanya sampai saat ini. Jemarinya bergerak menyelipkan surai milik Taeyeon ke belakang telinganya.
“Mana mungkin…, mana mungkin aku akan merasa puas melihat bidadariku, sampai mati pun aku ingin terus melihatmu, menatapmu seperti ini.”

Taeyeon menundukkan kepalanya, merasa pipinya lebih hangat. Lidahnya tiba-tiba kelu untuk mengeluarkan kalimat makian pada Kai. Dan jangan lupakan jantungnya yang berubah menjadi abnormal.

Titt tiitt tiittt!

Suara klakson dari mobil Joohyun diluar sana membuat diri Taeyeon kembali. Joohyun tidak boleh melihat Kai! Tidak sama sekali!

“Dengar! Aku akan pergi dengan Joohyun, kau tunggu disini sampai kami menghilang dari depan rumah ini. Setelah itu segera keluar dan jangan lupa untuk mengunci pintunya. Ingat itu!” Taeyeon bergegas mengambil kunci cadangan lalu menyimpannya di dalam tas.

“Kuncinya menggantung di pintu. Jangan mencoba untuk merampok rumah ini atau kau akan mati!” ucapnya lagi sebelum keluar rumah.

“Arraseo!” seru Kai.

*

Taeyeon dibuat jengah lantaran dirinya dan Joohyun harus menyusul Tiffany dan Jessica yang sedang berada di depan rumah Kai. Sebelum pergi ke spa Tiffany terlebih dahulu ingin melihat Kai. Gadis itu sudah tergila-gila pada Kai sepertinya.

Sudah cukup lama Tiffany dan Jessica berdiri disana, berharap Kai segera keluar dari rumahnya. Taeyeon merasa seperti orang bodoh, menunggu seseorang yang sudah pasti tidak ada disana. Tapi dia tidak mungkin bilang kalau Kai baru saja dari rumahnya. Ketiga temannya itu pasti heboh, terutama Tiffany.

“Ayolah kita pergi! Apa kita ini fangirlnya?” ucap Taeyeon.

“Beberapa menit lagi, aku mohon!” pinta Tiffany dengan wajah memelasnya. Membuat Taeyeon merasa iba. “Baiklah, lima menit lagi setelah itu kita langsung ke spa,” balas Taeyeon.

Lima menit berlalu, masih belum ada tanda-tanda Kai akan muncul. Taeyeon jadi bertanya-tanya apakah lelaki itu masih berada dirumahnya atau dia menuruti perkataannya untuk segera keluar. Taeyeon bersumpah akan menghabisi lelaki itu jika ia mengobrak-abrik rumahnya.

“Waktu kalian habis!” Taeyeon membuka pintu mobil Joohyun, hendak memasukinya.

Dengan setengah hati, ketiga temannya itu mengikuti Taeyeon masuk ke dalam mobil. Mereka langsung pergi menuju tempat spa.

*

“Aku pulang!” ucap Taeyeon ketika memasuki rumahnya. Ketika dia datang pintu rumahnya sudah dalam keadaan tidak terkunci. Mungkin orangtuanya sudah datang. Atau Taekhyun tadi pagi membawa kunci cadangan juga.

Hidungnya mencium aroma sedap dari dapur. Tidak salah lagi jika orangtuanya sudah datang. Setelah menyimpan tasnya di kamar, Taeyeon mengikuti aroma itu hingga mencapai dapur.

“Eomma sudah pulang? Aku kira kalian akan datang seminggu lagi,” ujarnya.

“Sudah, duduk dan makanlah!” perintah eomma-nya. Taeyeon menurut dan duduk di dekat appa-nya.

“Kenapa dia ketus begitu?” tanya Taeyeon pada appa-nya.

“Itu karena kau tidak mengenalkan namjachingu-mu padanya, dia merasa sakit hati,” jawab lelaki paruh baya yang sedang menikmati tehnya itu.

“Namjachingu apa?”

“Lelaki yang kau suruh untuk menjaga rumah.”

Taeyeon memutar kedua bola matanya. Jadi Kai tidak menuruti perkataannya untuk segera keluar dari rumah setelah ia pergi. Dan yang lebih menyebalkannya lagi, dia bertemu dengan kedua orangtuanya.

“Dia bukan pacarku, eomma dan appa tenang saja aku akan mengenalkan pacarku jika nanti aku punya pacar.”

Ting Tong…

Ketiga orang yang sedang berada di ruangan itu saling menatap. Taekhyun sudah berada dalam kamarnya. Dan rumah mereka selalu sepi pengunjung, terlebih saat malam hari seperti ini.

“Eommonim, ini aku!” samar-samar terdengar suara itu. Tanpa membuang waktu lagi Nyonya Kim berlari meninggalkan masakannya untuk membuka pintu.

Disana berdiri seorang lelaki gagah dengan sekeranjang buah-buahan. Nyonya Kim menyambut Kai dan menyuruh lelaki itu masuk dan ikut makan bersama mereka. Tentu saja Kai tidak akan menolak kesempatan seperti ini. Sementara Taeyeon hanya bisa berdecak dan mendumal dalam hati.

“Terimakasih sudah membawakan buah-buahan ini, kau memang lelaki yang baik,” ucap Nyonya Kim sambil tersenyum lebar.

“Ah, ini bukan apa-apa eommonim.” Lelaki itu tertawa.

“Mencari muka!” celetuk Taeyeon membuat Nyonya Kim menatapnya tajam karena sudah berkata tidak sopan.

“Ayo duduk, sebentar lagi makanannya siap,” ucap wanita paruh baya itu pada Kai.

Taeyeon menatap lelaki itu tajam. Jika dia diperlakukan seperti ini oleh eommanya, dia akan semakin tidak tahu diri dan akan terus mengganggu Taeyeon. Tuan Kim meninggalkan meja makan untuk memanggil Taekhyun di kamarnya.

“Kau tidak akan bisa mendekatiku sampai kapanpun!” Suara Taeyeon dibuat sekecil mungkin, namun penuh penekanan.

“Yeah, karena itu aku melakukan strategi ini agar bisa mendekatimu.” Kai berbisik.

Taeyeon semakin muak dengan kelakuan Kai. Mengapa laki-laki ini begitu keras kepala untuk mendekatinya padahal diluar sana banyak sekali perempuan yang menyukainya? Dan darimana Kai tahu tentang Taeyeon?

“Tumben sekali kau tidak pergi ke klub malam hari ini,” ucap Taeyeon sengaja membesarkan volume suaranya agar terdengar oleh semua orang.

“Mwo? Kau sering pergi ke klub malam?” tanya Nyonya Kim yang mendengar penuturan Taeyeon barusan.

“Iya eommonim, aku bekerja sebagai DJ. Namun untuk malam ini, aku sengaja tidak masuk karena ingin berkunjung kesini.”

“Kim Taeyeon apa kau dengar? Dia meninggalkan pekerjaannya untuk bertemu dengan kita,” ucap Nyonya Kim pada Taeyeon, membuat gadis itu semakin kesal.

Nyonya Kim menaruh makanan yang dia buat pada meja makan. Tuan Kim beserta Taekhyun sudah bergabung disana. Sepertinya mereka lebih senang berbincang dengan Kai sampai-sampai Taeyeon merasa diabaikan. Apalagi Taekhyun yang terus saja membicarakan tentang game online pada Kai.

Setelah makan malam selesai, Kai berpamitan pulang. Nyonya Kim menyuruh Taeyeon untuk mengantar lelaki itu sampai ke depan pintu rumah mereka. Sementara sepasang suami istri itu membereskan kembali meja makan. Dengan malas Taeyeon mengantar Kai sampai ke depan rumahnya.

“Sampai bertemu lagi, bidadariku!”

“Bagaimana yah, aku tidak ingin bertemu lagi denganmu. Dan malam ini adalah terakhir kalinya kita bertemu. Tolong jangan datang dan mengganggu kehidupanku lagi!”

“Mungkin kau adalah orang yang keras kepala, tapi aku lebih keras kepala darimu. Tidak peduli apa yang kau katakan, aku akan tetap mengejarmu.”

Taeyeon hanya membuang muka. Kemudian menutup pintu dengan keras.

*

TBC

Hai aku datang membawa ff baru. Sebelumnya maaf banget karena beberapa minggu ini aku ga posting ff soalnya keyboard laptop aku rusak aaaa!!

Btw, apa ada yang nungguin kelanjutannya Almost is Never Enough? *gakkada* yaudah:( tapi ff ini bakal dilanjutin kok, cuma updatenya lama, mianhae^^

Advertisements

34 comments on “EDM [1/2]

  1. ciahhh baru kali ini seobaby jadi anak club wkwkwk,, ciahhh mommy fany tetep milik taetae kok udah paten itu wkwkw. Elahh itu si kai nekat bangettt. Next

  2. Lucu ih moment nya..
    Kai ayo terus kejar bidadarimu itu..
    Kekeke..
    Next chap ditunggu..
    Fighting

  3. kai pantang menyerah deketin taeng, kayanya taeng mulai luluh tuh ama kata2 kai yg membahana

  4. Aaahh kaiiiiii.
    Cuek banget sih baby taeyeon cuek sma baby kai,huhuhu.
    Untung aja kai bakal tegeo ngejar taeyeon ya gak peduli seberapa keras keoalanya taeyeon. Trs gimna nasib tiffany ya?
    Endingnya hrs couple kai taeyeon^^
    Next ditunggu^^

  5. Heheh si kai muka tembok bgt, pdhl udh ditolak taetae mentah2
    tp gpp kai usaha truss taetae psti nanti bkalan meleleh hatinya….

  6. Seneng banget baca ff nya bawa pairing taeyeon kai,duhh si kai sweet banget,masih ada ga ya gitu haha,penasaran banget nihh next chapternya ,di tunggu ya jgn lama” wk ,keep writing & imagine! FIGHTING!!

  7. Hahaha ty sadis, tp jongin nya jg gk mau Kalah! trus gmana sm tiff kalo tau kai ngejar2 ty..??????
    nextnext

  8. kai romantis bdg, siapa yg gk meleleh klo diperakuin kyak gtu???
    tp ini cuma 2 chap aja ya saeng???
    dtggu deh lnjutannya + lnjutan Almost is Never Enough..
    fightaeng!!!

  9. Bagus thor aku suka meskipun ff KaiYeon jarang .
    Daebakk Kai berusaha bgt ya buat dapetin Taeng .
    Okee ditunggu buat next chap keep writing and Fighting!!!

  10. nextnya ditunggu yaaaa 😅
    tapi emg siapa yang ga kesel sih tiba-tiba ada orang asing dateng trus sksd gitu? wkwk
    tapi kalo dia kai gapapa sih wkwk untung ganteng 😅

  11. kekekeke~~~
    lucu, seneng bacanya
    hwaiting kai tapi aku bayanginnya kok malah kaisoo yahh 😀 efek sering baca ff gs
    next chap.thornim^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s