[FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 2)

asdfghjkl(1)

[Freelance] Kiss The Snow Chapter 2

Author: D.I

Rating: PG-15

Lenght: Chaptered Story

Genre: Romance

Main Cast:
Kim Taeyeon

Byun Baekhyun

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a Plagiator.

Preview: Chapter 1

 

*****

 

 

“ Ap- apa yang kau lakukan? “ ucapnya dengan mata yang melebar.

Taeyeon melihat tetangganya itu menepuk-nepuk punggung di hadapannya dan memutar kepala menatap taeyeon.

“ Naiklah, aku bantu kau turun “

“ Ah, tidak usah “ Kagetnya

“ Kau tidak mau terkena hipotermia di udara yang sedingin ini kan? “

“ Tidak usah repot-rep-“

“ Kau yakin? Aku tidak merasa repot, lagi pula aku memaksa. Ayo “ Ia melihat baekhyun tersenyum dan membalikkan kembali badannya.

Bukan karena tidak punya malu, berkenalan saja belum tapi sudah menyusahkan tetangga barunya itu, Apa boleh buat udara dingin yang baru saja berhembus menerpa tubuh taeyeon memaksanya menerima bantuan lelaki yang masih termasuk dalam golongan orang asing baginya ini.

“ Dingin sekali, ayo aku tidak akan menculikmu tenang saja “ ucap baekhyun itu sebelum ahirnya merasakan tangan Taeyeon melingkar di leher baekhyun.

“ Terimakasih “ kata taeyeon ketika baekhyun mulai berjalan menuruni anak tangga.

“ Tidak masalah, ini hanya hal kecil kita tetangga kan sekarang? Oh aku Byun Baekhyun, panggil saja Baekhyun “

“ Taeyeon, Kim Taeyeon senang berkenalan denganmu “

“ Aku juga “

Taeyeon mengigit bibir bawahnya, ini terasa canggung baginya. Ia berharap untuk segera sampai di lantai paling bawah. Detik berikutnya mereka telah sampai di lantai dasar,

“di situ, dudukkan aku di bawah anak tangga” , baekhyun hanya mengangguk menurunkan taeyeon perlahan di anak tangga. baekhyun segera naik untuk mengambil kursi roda milik taeyeon dan mendudukkan taeyeon di atas kursi roda  kembali.

“ Sekali lagi terimakasih, Baekhyun-ssi “

“ Sudahlah haha, berangkat kerja? “

Taeyeon menganggukkan kepalanya “ aku berkerja di toko roti di persimpangan jalan” ia menunjuk sebuah tiang papan plang.

Baekhyun mengikuti arah tangan taeyeon menunjuk sebuah plang dengan nama ‘La Patite Rose’ Pastry & Cookie . Pandangan baekhyun langsung tertarik pada sebuah toko bercat pink pastel di bawahnya dengan nuansa vintage yang biasa temukan di jalanan kota paris, meskipun bangunan itu terlihat terlalu mencolok jika di bandingkan dengan bangunan yang berada di samping kanan dan kirinya. Terdapat sebuah dinding partisi kaca yang memamerkan jejeran kue pastry dengan lampu khas berwarna orange memberi kesan hangat. membuat orang-orang berlalu lalang tertarik memasukinya di tengah udara yang sangat dingin ini.

“ Ah… toko pastry”

Taeyeon kembali menganggukkan kepalanya menatap baekhyun meskipun baekhyun tidak melihatnya karena masih memusatkan padangannya pada toko La Patite Rose.

“Baiklah, sepertinya aku harus cepat ke sana” ucapnya ketika melihat tiffany di balik kaca besar sedang menata beberapa pastry.

“ Sekali lagi terimakasih baekhyun-ssi” taeyeon membungkukkan kepalanya dan menjalankan kursi rodanya meninggalkan baekhyun yang menatap punggung kursi roda taeyeon setelah ia membalas membungkukkan badannya.

**

Entah apa yang membuat baekhyun memutuskan mengikuti taeyeon tanpa sepengetahuannya. Baekhyun berjalan perlahan kira-kira berjarak 10 langkah di belakang kursi roda taeyeon. Dan ketika tiba-tiba taeyeon berhenti , baekhyun perlahan juga menghentikan langkahnya mengamati gerak gerik taeyeon.

Baekhyun tersenyum melihat gadis di depannya sedang berusaha melepaskan salah satu rodanya yang tersangkut di lubang kecil. Kira-kira 20 detik baekhyun berdiri tepat di belakang kursi roda taeyeon. Namun sepertinya gadis itu benar-benar belum menyadari keberadaannya sebelum ahirnya baekhyun memutuskan membantunya dengan sedikit mengangkat kursi roda taeyeon dan mendorongnya.

“ Baekhyun-ssi? “ taeyeon kaget melihat orang yang membantunya – lagi – adalah baekhyun.

“ Sepertinya aku lapar, la petite rose sudah buka? “ baekhyun melirik jamnya tangannya sebelum kembali memfokuskan pandangannya ke jalan sambil mendorong kursi roda taeyeon menyebrangi jalan saat lampu merah menyala.

Jam menunjukkan pukul 21.00 KST sudah waktunya ‘La Patite Rose’ tutup. Sama seperti hari sebelum-sebelumnya penjualan pastry di tokonya memang tidak pernah mengecewakan, La Patite Rose sudah menjadi toko pastry yang sangat terkenal di Jeju. Terbukti hampir semua pastrynya terjual habis setiap hari dan hanya menyisakan beberapa potong untuk untuk setiap jenis kue.

Taeyeon dan tiffany masih enggan melangkahkan kakinya beranjak dari posisi mereka. Tiffany mendudukkan dirinya di depan sebuah mini grand piano yang berada di sudut ruangan sedangkan taeyeon memposisikan dirinya di dekat salah satu meja pengunjung tidak jauh dari grand piano milik tiffany. Mungkin menemukan sebuah grand piano di toko pastry terlihat aneh, tapi itu salah satu ide tiffany. Tiffany akan memainkan beberapa insrumen musik untuk beberapa pengunjung yang datang di sela waktu senggangnya dan menyalurkan hobinya. Taeyeon masih ingat raut wajah tiffany senang saat Taeyeon menyetujui idenya. Mengapa tidak? Taeyeon selalu menikmati instrumen musik yang di mainkan tiffany.

“ Eonnie, aku dan wendy hari ini harus pulang lebih cepat. Dapur sudah aku bersihkan. Maaf tidak bisa membantu membereskan yang lainnya” ucap irene, salah satu karyawan yang berkerja di la petite rose membuyarkan pikirannya.

Taeyeon tersenyum menatap dua karyawannya yang sudah siap dengan pakaian hangatnya.

“ Tidak apa-apa, tiffany dan aku bisa menanganinya. Pulanglah “ Irene dan Wendy membungkukkan badannya dan berjalan menuju pintu keluar

“ hati-hati” ucap tiffany .

Irene dan wendy melambaikan tangannya dari balik dinding kaca, tiffany membalas melambaikan tangannya dengan semangat sedangkan taeyeon hanya tersenyum menatap keduanya.

“ Hah anak-anak itu” tiffany merubah posisi duduknya menghadap pada taeyeon, namun pandangannya masih menatap punggung kedua karyawannya yang semakin menjauh.

Taeyeon menyerutup teh yang sedari tadi di pegangnya sebelum ahirnya mengikuti arah pandangan tiffany.

“ Oh iya, tadi pagi. Siapa orang itu?” Ucap tiffany memecahkan keheningan.

“ Tadi pagi? Siapa?”

“ Orang yang mengantar dan mengobrol denganmu pagi ini”

“ Ah, baekhyun-ssi? “

“ Baekhyun-ssi? “

Taeyeon mengangguk menyerutup tehnya lagi sebelum menjawab pertanyaan tiffany.

“ Dia penghuni baru di kamar nomor 09 di Stanza , aku juga baru mengenalnya pagi ini”

“ Kau? Baru mengenalnya pagi ini? Tapi kalian tidak seperti baru berkenalan pagi ini,  kalian terlihat sudah akrab. Bahkan aku menyuruhnya membantu merapikan beberapa pastry, ku kira dia temanmu” Tiffany menatap taeyeon dengan kedua alisnya yang naik sedikit merasa tidak enak sudah membuat orang asing membantunya.

Taeyeon meletakkan gelas pada meja di hadapannya. Mengangkat bahunya menjawab pertanyaan tiffany.

“ Dia orang yang menyenangkan, sepertinya dia tidak keberatan” Singkatnya menatap tiffany menghembuskan nafasnya lega.

“ Oh tetap saja, berarti dia tetangga barumu kan? lain kali ajak dia ke sini lagi aku akan memberikan beberapa pastry gratis untuknya” Ucap Tiffany yang beranjak dari kursinya bersiap-siap untuk menutup toko.

Taeyeon memutar bola matanya, begitulah tiffany dan sifat ‘bossy’ nya jika dalam keadaan panik.Taeyeon menghembuskan nafasnya mengingat kejadian tadi pagi.

Pagi ini pada ahirnya Baekhyun datang ke La Patite Rose dengan alasan perutnya lapar dan ingin sarapan beberapa pastry di tokonya. Saat baekhyun baru menginjakkan kakinya di La Patite Rose, di saat itu juga tiba-tiba tiffany datang di hadapan Baekhyun membawa nampan berisi pastry.

“ oh! Hello? kau bisa membantuku? Tolong tata ini di etalase itu“ itulah yang di katakan tiffany yang tanpa dosa dengan panik langsung meninggakan baekhyun dengan alis terangkat menatap roti-roti di hadapannya sedangkan taeyeon hanya bisa menahan malu karena kembali merepotkan tetangga barunya itu.

Baekhyun ahirnya mau tidak mau membantunya seperti yang biasa Sehun lakukan di La Patite Rose, selama itu juga baekhyun dan taeyeon berbicara banyak hal salah satunya adalah tentang pekerjaan baekhyun sebagai photografer yang sedang melakukan project di Jeju. Sebagai rasa terimakasih taeyeon memberikan beberapa potong pastry untuk baekhyun secara gratis.

Taeyeon menggelengkan kepalanya menggerakkan kursi rodanya menuju salah satu sisi dinding kaca untuk membalik papan ‘open’ menjadi ‘closed’. Biasanya memutar papan itu terasa sangat sepele. Setidaknya sebelum ia terjebak pada kursi roda seperti sekarang ini. Ia harus sedikit mengangkat badannya dan menahannya dengan tangan kanan pada kursi rodanya ,sedangkan tangan kirinya yang tidak terlalu panjang ini ia paksakan untuk meraih dan membaliknya.

Ia mengigit bibir bawahnya berusaha mencapai papan tersebut.

“ Hah! Tipa-chan, sudah berapa kali aku bilang pindahkan papan ini” taeyeon kesal menghempaskan tubuhnya kembali ke kursi roda.

“ Papan apa yang kau maksud?!” suara teriakan tiffany dari arah dapur.

“Papan bodoh ini” ucapnya kesal, ia meraih sebuah gagang untuk kembali mencobanya. Sebelum ia membantu tiffany menyimpan beberapa pastry yang tersisa di tempat penyimpanan. Setidaknya ia harus membalik papan itu agar tidak ada orang yang salah paham mengira toko ini masih buka.

Saat ia megulurkan gagang yang ia pegang, pandangannya teralihkan pada seorang pria berdiri tidak jauh dari la petite rose yang sedang terkekeh melihatnya dari balik kaca.

“Oh baekhyun-ssi? Waaa!!”

 

 

“ Berhenti menertawakanku baekhyun-ssi” ujarnya dengan nada ketus.

Baekhyun membungkan mulutnya mengingat kejadian tadi. Setelah taeyeon menyadari sosoknya, ia tidak menduga taeyeon sekaget itu hingga kehilangan keseimbangannya. Untung saja gadis ini kembali terjatuh di kursi rodanya dan tidak terjadi hal-hal aneh. Bisa baekhyun bayangkan ia akan sangat merasa bersalah jika taeyeon terjatuh karena kaget melihatnya.

“ Lagi pula kau sendiri mengagetkanku, tiba-tiba ada di sebrang jalan, tertawa-tawa sendirian di tengah jalan, – terlihat seperti orang gila -“ kesal taeyeon mengecilkan suaranya memastikan baekhyun tidak akan mendengar kata-kata terahir dari ucapkan.

“ Maafkan aku mengagetkanmu tadi”

Taeyeon menatap baekhyun yang sedang mendorong kursi rodanya menuju apartemen mereka. Kaget tiba-tiba baekhyun terlihat serius dengan ucapannya. – Baekhyun tidak benar-benar merasa bersalah kan? – batin taeyeon terkekeh.

“Sekarang kau yang tertawa tidak jelas” baekhyun menaikkan salah satu alisnya membalas tatapan taeyeon.

“ Kau tidak perlu minta maaf padaku, lagi pula aku yang tadi ceroboh “ Taeyeon kembali menatap pada jalan di depannya. Baekhyun membalasnya dengan senyuman.

Baekhyun menarik pedal pada kursi roda taeyeon dan membungkuk sebelum ahirnya taeyeon berada di punggung baekhyun perlahan menaiki tangga. Baekhyun memaksanya untuk ‘mengantarnya’ pulang.

‘ Kita sama-sama menuju tempat yang sama, bahkan kita berada di lantai yang sama’ itulah yang tadi baekhyun katakan padanya.

“ Terimakasih banyak baekhyun-ssi. Apa kau sadar? kau membantuku sangat banyak hari ini. Padahal kau baru mengenalku”

“ Apa salahnya jika aku baru mengenalmu?”

“ Stranger, baru pertama kali bertemu. Bisa saja aku merampok atau melakukan hal-hal kejam lainnya” Taeyeon bisa merasakan tubuh baekhyun bergetar terkekeh mendengar ucapannya.

“ Kau mengancamku?”

“ Bisa saja” taeyeon mengangkat bahunya.

“ Untuk ukuran gadis sepertimu yang terperangkap pada gips besar pada kedua kakinya dan membuatmu tidak bisa berjalan. Harusnya kau yang takut padaku karena bisa saja aku merampokmu setelah sampai di apartemenmu” baekhyun sengaja memperlambat langkahnya dan sedikit merubah gaya berbicaranya mengerjai tetangga barunya ini.

Taeyeon memukul bahu baekhyun membuat baekhyun menghentikan langkahnya dan tertawa mengetahui taeyeon takut pada ucapannya.

“ hahaha aku hanya bercanda taeyeon, kau tidak benar-benar mempercayai ucapankukan? ” ucapnya menahan tawa saat taeyeon kembali memukul bahunya pelan. Baekhyun menatap pada sisi kiri badannya berharap bisa melihat raut wajah taeyeon. Yang tentu saja tidak di biarkan oleh taeyeon. Taeyeon memalingkan mukanya agar baekhyun tidak bisa melihat mukanya yang merah padam karena malu.

“ Sudah cepat naik baekhyun-ssi” ucapnya cepat dan ahirnya baekhyun kembali menggerakkan kakinya menaiki tangga.

“ Ahh jangan panggil aku baekhyun-ssi, baekhyun-ssi. Panggil aku baekhyun-ah, atau baek atau apapun sesukamu. Baekhyun-ssi terdengar sangat kaku”

“ Hmm, oke “ Taeyeon menjawabnya santai.

“ Dan kenapa aku banyak membantumu hari ini? Hmm….” baekhyun berfikir sejenak mencari kata-kata yang pas untuk di ucapkan.

“  Kesan yang baik? “ Lanjutnya.

“Mwo? Kesan? Image maksudmu?” taeyeon tertawa mendengarnya.

“ Kenapa? Image tampan, baik dan menyenangkan sangat cocok untukku” Kata baekhyun dengan penuh percaya diri.

“Hissssss percaya diri sekali” sindir taeyeon.

“ Haha aku bercanda, karena kau adalah orang yang aku kenal pertama kali di daerah ini, setidaknya aku ingin memberikan kesan tetangga baik haha entahlah hari ini aku merasa ingin menjadi orang baik” santainya setengah bercanda.

Taeyeon mengangguk –anggukkan kepalanya sedikit terkesan dengan sifat easy going pria yang mengendongnya ini. “ Aku tidak keberatan jika harus membantumu setiap hari”  baekhyun kembali memecah keheningan.

“ Tidak keberatan jika harus membantuku setiap hari jika kau bisa mendapatkan pastry gratis setiap hari?” taeyeon memotong ucapan baekhyun.

Baekhyun tidak langusng menjawab ucapan taeyeon, ia tersenyum dan berkata “ begitu juga boleh, sekaligus olahraga gratis” taeyeon mengendus mendengar ucapannya.

“ Kau tidak ada bedanya dengan Sehun, tidak ada yang benar-benar membantuku dengan tulus” taeyeon sedikit merubah nada suaranya membuatnya sedikit terdengar dramatisir.

“ Setidaknya aku tidak akan membuatmu menunggu” balas baekhyun dengan bangga.

“ Pffttt iya baekhyun, aku percaya”

Mereka sudah sampai di lantai 3, taeyeon sedikit bingung ketika baekhyun tidak mendudukkannya di anak tangga untuk kembali turun mengambil kursi rodanya. Baekhyun berjalan hingga ia kini berdiri di depan pintu no 08.

“ cepat buka pintumu” baekhyun membungkukkan badannya agar taeyeon bisa meraih gagang pintu dan membuka pass code miliknya. Merasakan taeyeon tidak menggerakkan tubuhnya, baekhyun memutar kepala menghadap pada gadis yang masih berada di punggungnya itu. Taeyeon menyipitkan mata menatap baekhyun curiga, biasanya orang-orang di gedung ini jika membantunya mereka hanya akan mengantarnya hingga bibir tangga.OH! Dan taeyeon tiba-tiba teringat perkataan baekhyun tadi.

Baekhyun yang melihat raut wajah taeyeon, sepertinya mengerti jalan pikiran taeyeon memutarkan bola matanya dan tertawa tidak percaya.

“Ayolah taeyeon aku hanya bercanda tadi aku tidak akan merampok apartemenmu. I swear, aku hanya tidak mau kau mati membeku di luar. Cepat buka sebelum justru kita berdua yang membeku di luar” baekhyun kembali membungkukkan badannya.

“ hehe..” taeyeon memencet beberapa tombol kode di pintunya hingga ahirnya pintu apartemen taeyeon terbuka. Segera baekhyun masuk dan mendudukkan taeyeon di sofa.

Baekhyun memandang ke setiap sudut apartemen taeyeon. Secara garis besar memang tidak terlalu banyak perbedaan dengan miliknya hanya tentu saja taeyeon menatanya lebih rapi dan terdapat sentuhan-sentuhan manis interior yang tidak mungkin ada di tempat tinggal seorang pria.

“ Kau tidak akan merampokku kan?” taeyeon bercanda saat melihat baekhyun memperhatikan sekeliling apartemennya.

“ Tentu saja tidak” Baekhyun mengendus memutarkan bola matanya. Baekhyun berjalan keluar meninggalkan taeyeon untuk mengambil kursi roda taeyeon di bawah.

Sebelum benar-benar pergi, baekhyun mengganjal pintunya dengan sandal rumah milik taeyeon dan benar-benar hilang dari pandangan taeyeon.

Taeyeon menyandarkan tubuhnya pada sofa dan menghembuskan nafasnya. Menunggu di dalam ruangan memang lebih nyaman di bandingkan ia harus menunggu di luar di tengah udara dingin seperti ini.

Ia menutup matanya merasakan hangat suhu ruangan merasuk seluruh badannya setelah perjalanan singkat di tengah udara yang membuatnya hampir mengigil. Ia sangat beruntung mendapatkan tetangga baru sebaik baekhyun. Ia tidak keberatan harus kehilangan beberapa potong pastry untuknya.

“kau benar-benar sukses memberikan kesan tetangga yang baik baekhyun” kekeh taeyeon.

 

A/N : hallo! Thanks buat yang kemarin comment wow ngga nyangka , aku kira yg comment di ff abal ini ngga akan sebanyak itu . Berharap chapter selanjutnya dan ini ngga ngecewain kalian yaaa wkwk.

Well masih awal, msh perkenalan. Aku mau jawab pertanyaan-pertanyaan kalian ttng ini itu d chapter sebelumnya tapi nanti ngga seru lagi dong kebongkar gitu :’D jadi sabar aja ya. Oh iya ini kurang panjang ngga sih??? Aku ngerasa sih kurang panjang *loh* tp kalo d panjangin nnti cepet kelar ff nya *Loh /? wkwk* soalnya aku ngga berencana bikin ini sampe puluhan chapter *paling 10an kali

Aku emang udh bikin ff ini sampe chapter 4an, tp itu masih mentahan alias blm d edit” kalo ada typo jd maafkan kan maafkan pula jika telat ngepost karena ga sempet, masih sibuk kuliah.

Banyak ngomong nih author satu -_-v , see you next chapter

Advertisements

41 comments on “[FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 2)

  1. momentnya manis bgd,,
    tau klo taeyeon nggu deket tgga pasti dingin makanya dbawa masuk,,
    gk sbar nggu klnjutannya,
    fightaeng!!

  2. Wowo..
    Baekyeon bertebaran…
    E ciieee…
    Manis amat… ampe semut aja mau ngerubungin..
    Haha…
    Interaksi keduanya bagus banget thor…
    Lucu2 gimana gitu…
    Next chapter…
    Lanjut thor…

    ~FIGHTING~

  3. Waahhh,gak nyangka baekhyun hampir seharian penuh bantuin taeyeon,kdkeke.
    Ciiee yg udah nulai dkt ni,hhmm.
    Si sehun kemana ya?
    Next chp ditunggu^^.

  4. 1 chapter isinya baekyeon moment duhh sukaaa(*^ω^*)
    Iya nih kayaknya kurang panjang heheheehe
    Ditunggu lanjutannyaaa

  5. ahhh full of baekyeon moment seneng seneng hihi masih penasaran kenapa kaki taeyeon bisa di gips dan pake kursi roda. kayanya emang bener kurang panjang deh thor hahaha panjangin lagi ya ya ya. ini gak ngecawain ko malah seneng ngepost ff ini hihi next chap ditunggu 🙂 jangan lama lama yaw 😀

  6. Jaditokonya punya taeny?? Cutee
    Masih penasaran kenapa kaki si tae di gips.. Kasian sih,,
    Tapi kalo kakinya sembuh nanti baek gaakan gendongin lg dong???
    Haha

  7. wuhuu manis nyaa
    panjangin deh thor next chap. banyakin moment BaekYeon hehe
    jangan sad ending ya thor. jebaaal
    disini udah manis banget
    jangan sampe deh sad ending
    next update soon ^^

  8. Ngobatin kangen ff baekyeon dengan baca nih ff wkwk,duhh moga abis ini baekyeon makin deket + nempel trs wk,di tunggu next chap nya,keep writing & imagine! Fighting!!

  9. nice ff author, moment mreka disini sweet banget. bbh asliny emang easy going wkwk. hehe next chapter ditunggu author, perpanjangin lagi yaa. FIGHTING!!

  10. Pingback: [FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. yahh tbc again-_-”
    keren, lucu ceritanya
    cuman kurang greget mungkin belum muncul konflik nya kali yahh
    kekeke~ di tunggu next chap thornim
    hwaiting

  12. Pingback: [FREELANCE] Kiss The Snow (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s