Twinkle [Chap13]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, Social-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun, lee Taemin
Support Cast : Other

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

|Chapter8|Chapter9|Chapter10|Chapter11|Chapter12

[One Year Later]

Sinar matahari dipagi yang cerah ini masuk melalui jedela kamar Taeyeon, Yeoja itu masih setia terlelap dalam mimpi indah sampai suara alaram yang membangunkannya dari mimpi indahnya itu. Taeyeonpun segera bangun dari tidurnya karna dia bukan tipe gadis yang suka menunda-nunda untuk bangun dari ranjangnya, dengan sigap ia mempersiapkan diri untuk bekerja seperti hari-hari biasa, Taeyeon mengambil kemeja putih dan rok span hitamnya tak lupa iapun merias diri agar penampilannya lebih menarik.

Ia melirik jam yang melekat sempurna dipergelangannya “Sebentar lagi dia akan sampai” Taeyeonpun mengambil blazer berwarna biru dongker yang tergantung di pintu lemarinya dengan lambang khas ‘Byunhan’ yang tertera pada dada bagian kiri, ya tempat Taeyeon bekerja adalah ‘Byunhan Financial Group’ perusahaan perbankan yang didirikan keluarga Byun. Ayah Baekhyun memberikan kesempatan untuk Taeyeon menepati posisi Teller yang setiap harinya melanyani nasabah. Tidak lupa Taeyeonpun menempatkan nametag “Kim Taeyeon” pada dada bagian kanan

“Pagi Appa” Taeyeon menyapa Appanya yang sedang menyerup kopi hangatnya di meja makan, kemudian Taeyeonpun mengambil tempat disamping Appanya

“Pagi putriku” Balas Appanya

Taeyeon menyempatkan sarapan pagi sebelum Baekhyun datang menjemputnya, ia mengoleskan selai coklat pada roti yang sudah tersedia di meja makan dan meminum segelas susu untuk mengganjal perutnya.

Teet.. Teet..

“Ah, Appa Baekhyun sudah sampai kalau begitu aku pamit dulu, annyeong Appa” Taeyeon segera keluar dari rumahnya begitu mendengar tanda dari Baekhyun dan masuk kedalam mobil hitam itu

Tidak seperti biasanya hari ini Baekhyun bersikap manis dengan memakaikan sabuk pengaman untuk Taeyeon, bahkan Baekhyunpun mengusap serpihan roti di sela-sela bibir Yeojachingunya itu

“Ya, ada apa denganmu?” Taeyeon menatap Baekhyun bingung

“Aku hanya ingin bersikap lebih manis dengan Yeojaku” Baekhyun mulai menjalankan mobilnya dan fokus pada jalanan di depannya, Baekhyun sesekali melirik Taeyeon yang hanya duduk manis disampingnya dia sedikit gelisa karna ia menunggu Taeyeon untuk menanyakan alasan mengapa dia terlihat bahagia hari ini, tapi sepertinya gadis itu tidak peka dengan hal itu

“Ehem..” Baekhyun akhirnya menimbulkan suara sehingga Taeyeon menoleh disampingnya dan menampakan wajah dengan senyuman lucunya

“Ada sesuatu yang ingin kau katakan?” akhirnya Taeyeonpun bertanya karna kode yang telah diberikan Baekhyun sudah benar-benar keras

“Semalam Appa memberitahuku, ia akan menempatkanku menjadi kepala cabang disalah satu cabang perusahaanya jadi ini semacam latihan untuk benar-benar mangurus perusahaan Appa nanti setelah aku selesai kuliah”

“Jinjja yo? Chukkae~” Taeyeon memberikan selamat untuk Baekhyun, “Pantas saja kau terlihat bahagia hari ini Tuan Byun”

“Apa kau tidak ikut senang mendengarnya, Nyonya byun?” Baekhyunpun membalas ucapan Taeyeon dengan sedikit menggodanya

“Yak, aku ini Kim- Kim Taeyeon”

“Tapi tidak lama lagi kau akan menyandang marga Byun”

“Mwo? Aku ini masih berumur 20 tahun bagaimana mungkin kau dapat mengatakannya ‘sebentar lagi’ seperti itu”

“Setelah aku menyelesaikan kuliah aku akan segera melamarmu dan  kau akan menjadi sekretaris pribadiku nanti saat aku benar-benar memegang perusahaan Appa, kau hanya perlu menunggunya beberapa tahun lagi itu tidak akan lama”

“Apa kau ingin menikahiku dengan usia yang semuda itu? Biasanya Pria pada umumnya masih ingin menikmati hidup bersenang-senang dengan para wanita, mereka akan menikah diatas umur 30”

“kalau itu aku, aku hanya ingin bersenang-senang denganmu dan anak-anak kita” Baekhyunpun semakin meninggikan imajinasinya sambil tertawa kecil mengejek Taeyeon, dan seperti biasa akan diakhiri dengan teriakan khas seorang Kim Taeyeon

~Twinkle~

Berbeda dengan Bekhyun dan Taeyeon, Taemin dan Naeun saat ini hanya terfokuskan dengan kuliah mereka, dengan jurusan yang sama mereka mengambil Management.

Setelah kuliah selesai Taemin mengajak Naeun untuk berjalan-jalan di suatu mall, mereka melihat-lihat toko yang mereka lewati sepanjang langkah kaki mereka melaju seperti sepasang kekasih pada umumnya, berkencan sambil manautkan tangan mereka. Naeun berhenti pada suatu tempat yang menjual banyak aksesoris yang lucu-lucu seperti gadis lainnya Naeun juga senang melihat barang-barang seperti itu.

Taemin melihat kesisi lain selama Yeojachingunya asik memilih item yang akan ia beli, padangannya tertuju pada kedua anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran sedangkan ibu mereka sedang memilih baju untuk kedua anaknya itu.

Gadis yang lebih kecil tertawa dengan riangnya saat sang kakak berusaha untuk meraih adiknya itu, Naeun melirik Taemin yang hanya melamun Naeunpun mengikuti arah padangan Taemin. gadis kecil itu tiba-tiba terjatuh saat kehilangan keseimbangannya Naeun dengan spontan berlari kearah anak itu dan membantunya berdiri, sedangkan kakak laki-lakinya hanya berdiri terdiam di belakang memandangi adiknya yang menangis, ibu merekapun mendekat dan segera memarahi anak laki-lakinya.

“Maaf bibi, jangan memarahinya lagi itu bukan kesalahannya, lihat kau hanya membuatnya semakin merasa bersalah” Taemin yang tidak tega melihat anak itu yang terlihat seperti ingin menangispun ikut angkat bicara

“Mianhae, eomma terlalu terbawa emosi” ibu merekapun mengelus lembut rambut anaknya begitu tersadar kesalahnnya, iapun mengajak kedua anaknya pergi tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada Taemin dan Naeun.

“Eonni gomawo” ucap gadis kecil itu kemudian melambaikan tangan sebelum pergi meninggalkan mereka berdua, Naeunpun membalas dengan lambaian kecil dan senyumannya yang sangat tulus

“Taemin a~ kau baik-baik saja” Naeun terkejut saat melihat Taemin yang merasa tidak enak dengan kepalanya terlihat dengan ia yang memijat kecil pada pelipisnya dengan mata yang terpejam seperti menahan sakit

“Gwenchana” Taemin menghela nafasnya berat dan tersenyum pada Naeun agar dia tidak khawatir, Naeunpun mengajak Taemin makan untuk beristirahat sejenak

“Taemin a~ jika ada sesuatu ceritakan padaku, jangan menutup-nutupinya kau ingin aku tidak tenang karna penasaran, eoh?”

Taemin diam sejenak sambil membalas tatapan intens dari Naeun yang duduk di depannya, “Entah mengapa terkadang aku bisa tiba-tiba merasa sakit dikepalaku”

“Apakah itu sering terjadi?” Naeun mulai menunjukan kekahwatirannya

“Ani, hanya saja jika aku melakukan hal yang sepertinya pernah terjadi sebelumnya, kepalaku mendadak sakit saat aku berusaha mengingat-ingat sesuatu namun belum pasti apa itu”

Naeun terdiam saat mendengar penjelasan dari Taemin, ‘Apa tidak lama lagi Taemin akan menyadari semua ini dengan sendirinya? Bagaimana ini’ Naeun tersadar dari lamunannya saat makanan yang mereka pesan tiba

“Taemin a~ sebaiknya kau jangan memaksakan diri untuk mengingatnya, semua pasti akan kembali dengan sendirinya” Naeun berusaha tersenyum untuk menutupi ketakutannya kemudian ia mulai menyantap makanannya walaupun ketakutan masih berkeliaran dalam benaknya itu.

~Twinkle~

“Selamat siang, ada yang bisa dibantu?” Taeyeon mengucapkan kalimat yang biasa diucapakan untuk menyapa customer begitupula dengan yang saat ini sedang ia lakukan. Taeyeon berhadapan dengan seorang Namja berseragam sekolah yang menjadi nasabah selanjutnya yang ia layani, tidak lupa dengan senyum ramahnya walaupun Namja itu hanya menampakan wajah datar sambil menyerahkan sebuah cek

Taeyeon terkejut saat melihat jumlah yang akan Namja itu ambil, ia hampir mengambil seluruh tabungannya dan jumalahnya lumayan banyak untuk ukuran seorang pelajar namun Taeyeon harus tetap bersifat profesional, iapun menyerahkan uang pada Namja itu dan berbasa basi seperti Teller pada umumnya namun sekali lagi Namja itu tidak merespon dan Taeyeon hanya dapat berdengus kesal dalam hati. bagaimana tidak pasti sangat menjengkelkan saat kita menyapa dengan baik tapi respon orang itu hanya datar.

Semenjak Baekhyun disibukan dengan posisi barunya sebagai kepala cabang perusahaan, mereka menjadi jarang ada waktu lenggang bersama walaupun setiap paginya Baekhyun masih tetap menjemput Taeyeon namun Taeyeon harus pulang kerja sendiri setelah itu, begitu pula hari ini Taeyeon harus berjalan kaki menuju Halte Bus, setiap hari yang ia lihat hanya orang-orang yang berlalu lalang di jalan yang sama dan tak jarang ia juga melihat sepasang kekasih yang mengumbar-umbar kemesraan mereka membuat Taeyeon semakin merindukan kekasihnya itu.

Dengan setia Taeyeon menunggu Bus yang akan ia naiki, tiba-tiba pandangannya tertuju pada Namja yang baru keluar dari sebuah bar yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Namja itu terlihat sedang mabuk berat ‘Bukankah dia-’ Taeyeon mengingat Namja itu, orang yang bersifat begitu dingin padanya tadi siang

Taeyeon segera menghampirinya saat Namja itu hampir terlibat perkelahian dengan Pria yang jauh lebih tua darinya hanya karna Namja itu menabrak pria tersebut

“YAK! Jangan memukulnya!!” Taeyeon berdiri didepan Namja itu berniat melindunginya dari Pria yang hampir saja mendaratkan satu pukulan untuknya, Taeyeon membuka matanya dan melihat name tag Namja itu ‘Min Yoongi’ yang tepat berada depan matanya, itu karna Taeyeon hanya setinggi dada Namja itu

“Hei nona kau siapanya?”

“Maafkan adikku dia sedang tidak dalam kondisi sadar” Taeyeon berbalik dengan sigap iapun langsung membungkuk meminta maaf sebagai ‘Nuna’ dari Namja yang bernama Yoongi itu.

“Kau seharusnya dapat mendidik adikmu dengan baik. Lihat, tidak baik seorang pelajar mabuk-mabukan seperti itu” Pria itu melirik Yoongi yang masih memejamkan matanya dengan badan yang olang-oleng.

“Ne, joesonghamnida”

Pria itupun meninggalkan mereka, Taeyeon memandangi Yoongi dan menghela nafasnya dengan malas iapun merangkulkan lengan Yoongi dipundaknya untuk membantunya berjalan dengan benar

“Dimana rumahmu?”

“Molla”

“Mwo?, Jinjja” Lagi-lagi Taeyeon mendengus karna Yoongi hanya tersenyum-senyum bodoh, Taeyeonpun memutuskan untuk mendudukan Yoongi pada bangku taman yang ia lewati, Taeyeon memperhatikan Yoongi sambil berfikir apa yang harus ia lakukan sekarang

“Huh. Apa aku kurang tampan?” Yoongi kembali bergurau ria, “Apa aku kurang kaya?” Yoongi menatap Taeyeon dengan tajam dan itu membuat Taeyeon membulatkan matanya karna terkejut

“Jawab aku!! Wae-?!” Taeyeonpun mulai melirik kesekitar karna takut orang-orang akan berfikir aneh-aneh, iapun mengisyaratkan Yoongi untuk mengecilkan volume suaranya tapi Namja itu malah menangis, “Kenapa dia tega melakukannya?” Taeyeon yang iba melihatnya mulai menepuk-nepuk lembut punggung Yoongi

Taeyeon akhirnya menemukan apa yang harus ia lakukan, Taeyeon menarik lengan Yoongi mendekati tempat sampah taman itu sedangkan Yoongi hanya mengikuti tampa daya karna pengaruh alkohol yang tinggi

“Aa~” Taeyeon menyuruh Yoongi untuk membuka mulutnya dan Yoongi menurutinya, Taeyeon memasukan jarinya agar Yoongi memuntahkan minuman itu. Taeyeon berhasil membuat Yoongi mengeluarkan Alkohol yang telah ia minum iapun menepuk-nepuk tengkuk Yoongi setidaknya ini akan membuatnya lebih baik

“Kau tunggu disana aku akan segera kembali” Taeyeon menyuruh Yoongi untuk duduk di bangku tadi, tak lama Taeyeon kembali dengan teh hangat yang telah di belinya

“Minum ini” Yoongi meminum beberapa tegak teh yang diberikan Taeyeon, “Sudah merasa lebih baik?” Yoongi hanya mengangguk untuk memberi jawaban

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Taeyeon tau sebenarnya ia tidak layak mengurusi urusan orang tapi bagaimanapun juga Taeyeon sudah terlajur penasaran

“Yeojaku direbut orang lain, Nuna kau tahu rasanya? ini benar-benar menyakitkan, aku tidak mengerti apa yang kurang dari diriku”

Taeyeon terkejut, bukan karna curhatan dari Namja disampingnya itu melainkan karna ia tidak menyakan Namja yang terlihat begitu dingin tadi sekarang berubah ia terlihat bergitu rapuh dan dari tatapan yang diberikan Yoongi terlihat bahwa ia sebenarnya adalah orang yang hangat

“Aku mengerti perasaanmu, tapi bukan begini caranya kau hanya semakin merusak dirimu sendiri, wanita tidak hanya satu di dunia ini jadi kau hanya perlu bangkit dan mencari yang lebih baik lagi, arra?” Taeyeon mengacak rambut Yoongi ia memperlakukannya benar-benar seperti seorang adik bahkan seperti anak kecil

“Sekarang pulanglah kalau tidak hari akan semakin larut” Taeyeon beranjak dari tempatnya tapi tiba-tiba ia berhenti tepat pada langkah yang ketiga, ia membalikan badannya dan mengangkat telapak tangannya, “Dan berjanjilah jangan melakukan hal yang hanya akan merusak dirimu seperti tadi”

Yoongi hanya dapat memandangi punggung Taeyeon yang perlahan menghilang dari pandangannya.

“Aku pulang” Taeyeon melepaskan sepatunya dan meletakan pada rak sepatu yang tepat berada di samping pintu rumahnya

“Kenapa kau terlambat pulang?” Appa bertanya pada Taeyeon dengan lembut sambil menata santapan mereka untuk makan malam, setelah lulus Taeyeon memang meminta Appa untuk tidak bekerja lagi karna Taeyeon ingin Appanya tidak kelelahan lagi setiap harinya sehingga Appa dapat beristirahat dan itulah alasan mengapa Taeyeon hanya fokus bekerja dan tidak melanjutkan untuk kuliah

“Tadi ada sedikit kendala tapi Appa tidak perlu khawatir” Taeyeon mendekat pada Appanya, “Hemm~ masakan Appa selalu membuat aku tidak sabar untuk mencicipinya”

“Kalau begitu kau harus cepat mandi dan kembali atau tidak Appa akan mengahabiskan semua makanan ini”

“Aku tidak akan membiarkannya, Appa” Taeyeon melirik Appa dengan pandangan evilnya namun tetap dengan senyuman manis seorang Kim Taeyeon, tampa basa-basi Taeyeonpun menyiapkan dirinya untuk makan malam bersama Appanya

~Twinkle~

Taeyeon merebahkan tubuhnya pada ranjang yang sangat nyaman itu sambil mengecek Handphonenya, ia berharap akan ada pesan dari kekasihnya, Baekhyun. tapi hasil yang ia dapatkan nihil. Taeyeonpun memutuskan untuk menghubungi Baekhyun tapi panggilan itu tidak kunjung diangkat.

8.05PM, Taeyeon terus memandangi layar Handphonenya biasa pada waktu seperti ini ia akan menghabiskan waktu untuk bicara panjang lebar dengan Baekhyun untuk waktu yang lama walau hanya sekedar membicarakan hal sepele sampai ia terlelap tapi sekarang ia hanya dapat merindukan masa-masa itu dan hal yang dapat ia lakukan sekarang hanya membalas chat dari Sunny dan Jessica setidaknya itu akan mengalihkan sedikit rasa rindunya pada Baekhyun

Taeyeon merasa Handphonenya bergetar, iapun membuka matanya tampa ia sadari ia sudah terlelap dalam tidur sejak tadi.

“Taeyeon a~ mianhae, aku baru selesai  mencek dokumen pekerjaanku” Taeyeon melirik jam dinding kamarnya, -11.17- ‘Sampai semalam ini, apa pekerjaannya sangat banyak?’ batinnya

“Ne, Gwenchana”

“Suaramu seperti baru bangun tidur, apa aku menganggu tidurmu?”

Kenapa dia bertanya seperti orang asing?

“Ani” Taeyeon menjawab singkat bukan karna ia masih belum benar-benar tersadar, tapi Taeyeon sedikit kesal dengan Baekhyun yang mulai cuek padanya

“Taeyeon a~ apa kau marah karna tadi aku tidak mengangkat telfonmu?”

“Huft~” Taeyeon menghela nafasnya pelan, “Baekhyun a~ apa kau begitu sibuk sampai tidak ada waktu untukku? Apa tidak bisa kita jalan bersama seperti dulu?”

“Mianhae Taeng a~ akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sendiri, tapi-”

“Ne aku tahu, maaf aku tidak bisa mengerti posisimu, aku tahu aku terlalu manja seperti anak kecil mungkin kau berfikir aku egois tapi aku merindukan waktu kita bersama-sama” Taeyeon tidak dapat lagi menyembunyikan apa yang ada dibenaknya selama ini iapun memutuskan untuk jujur pada kekasihnya itu

“Taeng a~” Baekhyun terdiam sejenak begitu mengetahui apa yang dirasakan Taeyeon selama ini, ‘Apa aku sudah terlalu maniak bekerja?’ Baekhyun bertanya pada dirinya sendiri, “Taeng a~ aku janji akan lebih meluangkan waktu untukmu, akhir pekan ini apa kau ingin keluar?”

“Benarkah? Apa kau bisa?”

“Eum, Tentu saja” Taeyeon mulai berbinar terdengar dari nada bicaranya, tampa disadar Baekhyun yang ada dibalik telephone itu tersenyum

“Bagaimana kalau kita pergi ke Doksugung teman-teman kerjakku sering membicarakannya akhir-akhir ini, apa kau mau?”

“Baiklah, kemanapun asal denganmu aku pasti menyukainya”

“Aish jangan berbohong, kalau begitu aku tidur dulu annyeong~” Sebelum Baekhyun membalas ucapannya Taeyeon sudah terlebih dahulu memutuskan panggilan karna dia tidak ingin Baekhyun tahu kalau ia sedang sangat senang saat ini bahkan begitu – sangat – senang, Taeyeon tidak mau Baekhyun menggapnya aneh karna itu

~Twinkle~

Taeyeon keluar dari bank tempat ia bekerja, Taeyeon berjalan menelusuri jalanan yang hampir tiap hari ia lalui. Hari ini ia terlihat begitu ceria senyumannya tidak hilang dari wajah cantiknya itu bagaimana tidak ia masih membayangkan berkencan dengan kekasihnya, Baekhyun. Walaupun ini bukan yang pertama kalinya tapi ia begitu senang karna sekian lama akhirnya mereka dapat  menghabiskan waktu bersama dan hari itu akan datang lusa

Taeyeon menghentikan langkahnya di halte tempat ia menunggu bus, ‘Ehem’ Taeyeon memalingkan wajahnya untuk mencari sumber suara itu karna di tempat itu hanya ada dia seorang diri

“Nuna kenapa kau sangat tidak peka” bisikan itu tepat berdengang pada telinga kanan Taeyeon, Yeoja itupun mebelalakan matanya dan membalikan badan

“Neo! Sejak kapan kau berada di belakangku” Taeyeon terkejut saat mengetahui siapa pemilik suara berat yang terdengar halus itu, ya dia adalah Min Yoongi Namja yang kemarin telah di tolongnya

“Aku menunggumu tepat disamping pintu itu” Yoongi menunjuk tempat dimana Taeyeon bekerja yang memang tak begitu jauh dari halte tempat dimana mereka berdua berdiri, “Tapi kau melewatiku begitu saja bahkan kau tidak sadar aku mengikutimu sampai sini” Yoongipun memasang wajah datarnya

“Untuk apa kau mengikutiku?” Taeyeon tak mau kalah menunjukan ekspresi datarnya

“Agar kau menyadari kehadiranku, Nuna” Yoongi melembutkan ucapannya dan tidak lupa untuk menekan kata ‘Nuna’

“Sekarang aku sudah menyadarinya, lalu?”

“Aish, kemarin kau beigtu peduli padaku kenapa sekarang kau sangat dingin” Yoongipun kalah beradu dingin/? Dengan Yeoja di depannya dan sekarang ia hanya menatapnya dengan memelas

“Yak sebaiknya sekarang kau pulang apa kau ingin membuat orang tuamu kahwatir?”

“Aku tidak tinggal dengan mereka, aku tinggal sendiri di apartementku ah apa Nuna ingin bermain kesana?”

“Tidak- bisku sudah datang” bis itupun berhenti tepat di depannya begitu pintu bis itu terbuka Taeyeon segera memasukinya, “Sampai jumpa” Taeyeon membalikan tubuhnya sebentar dan mengucapkan salam perpisahan untuk Yoongi yang hanya terdiam menatapinya

“Sampai jumpa?” Yoongi bergumam kecil saat bis itu benar-benar telah meninggalkannya seorang diri.

Taeyeon merebahkan dirinya di atas ranjang yang bermotif kupu-kupu berwarna biru itu kemudian secara perlahanTaeyeon memejamkan matanya sambil berfikir hal apa yang akan ia lakukan bersama Baekhyun akhir pekan ini, sekarang adalah musim semi Taeyeon membayangkan pakaian apa yang akan ia pakai nanti, tiba-tiba ia terkekeh

“Ini aneh kenapa aku seperti pasangan baru yang akan melakukan kencan pertamanya” Taeyeon memengangi dadanya yang sedang berdebar seperti orang yang baru saja jatuh cinta.

Baekhyun menghentikan kegiatannya di meja kerja yang berada di dalam kamarnya itu, iapun membukan handphonenya dan melakukan searching tentang jalanan Deoksugung dan cuaca untuk lusa setelah itu ia menelephone kekasih pujaan hatinya

Taeyeon terhenti dari kekehan kecilnya saat merasakan getaran karna panggilan masuk di handphonenya, “Taeng a~ kau sedang apa?” Taeyeon tersenyum ketika mendengar suara itu

“Hanya berbaring, kau sendiri?- tumben kau tidak kerja”

“Aku baru saja menyelesaikannya, ah ya aku tadi mengecek cuaca untuk lusa sepertinya cucanya akan bagus”

Taeyeon kembali terkekeh, “Baek a~ kau tidak perlu sampai seperti itu”

“Wae? Aku tidak sabar untuk berjalan bersama denganmu”

“Jinjja yo? Bukankah kau lebih suka mengurus pekerjaanmu dari padaku?”

“Taeng a~ jangan memulai-”

~Twinkle~

“Hei kenapa kau terus memperhatikan namja itu?”

“Apa kau tertarik padanya”

“Dari pada kau hanya memperhatikannya terus menerus setiap hari seperti orang bodoh, lebih baik kau langsung saja menghampirinnya”

“Dia pasti tidak akan menolak paras cantikmu, Soojung a~”

Baekhyun sedang menikmati makan siangnya bersama teman-teman persekumpulannya di kantin kampus tempat ia kuliah, tiba-tiba seorang gadis yang terbilang cantik dengan tinggi dan tubuh yang seperti seorang model menghampiri mereka dengan nampan ditanggannya

“Boleh aku bergabung?” tanya gadis itu

“Eum tentu saja”

Gadis itu berdiri di samping teman Baekhyun yang duduk tepat di depan Baekhyun. menyadari gelagaknya dengan inisiatif sendiri pria itu bergeser untuk memberinya tempat duduk walaupun membuat teman disampingnya terkejut, gadis itupun duduk memandangi Baekhyun dengan malu-malu sedangkan Namja yang ia pandangi itu hanya berfokus pada makanannya, menyadari gerak gerik gadis itu teman-teman Baekhyunpun saling memberi kode untuk memberi waktu untuk mereka berdua

“Aku sudah selesai”

“Baekhyun aku harus ke toilet sekarang”

“Aku juga”

“Yak! Kenapa kalian meninggalkanku” tampa mendengar ocehan seorang Baekhyun ketiga temannyapun segera pergi dan sekarang hanya tinggal mereka berdua di meja itu, gadis itu merasa beruntung Baekhyun memiliki teman yang pengertian

Mereka makan dalam diam, gadis itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini sampai akhirnya sebelum Baekhyun meninggalkan meja itu karna sudah selesai makan gadis itupun akhirnya angkat bicara

“Baekhyun a~ apa boleh aku meminta nomor telephonemu”

‘Arrgh ini sungguh memalukan, Soojung a~ dimana harga dirimu? tidak pernah dalam sejarahku meminta seperti ini kalau bukan karnamu Byun Baekhyun!’

“Heum, untuk apa?”

‘Aish jinjja Namja ini, hey apa kau tidak tahu pria di luar sana banyak yang mengejar-ngejar hanya untuk mengetahui nomor telephoneku?’

“Aku hanya ingin bisa berteman baik denganmu, bolehkan?” gadis itu tersenyum dengan indahnya

“Oh, baiklah” Baekhyun meminta Handphone gadis itu dan menekan nomornya sendiri kemudian menyimpannya, iapun mem-misscall kembali nomornya sendiri untuk menyimpan kembali nomor gadis itu

“Siapa namamu”

‘Omo! Dia benar-benar keterlaluan’

“Kau tidak tahu? Baekhyun a~ kita ini satu kelas bagaimana bisa-” gadis itu menghela nafasnya “Jung Soo Jung” iapun mengeja namanya secara perlahan

“Benarkah? Maaf begitu banyak orang di kelas itu” Baekhyun hanya tertawa dengan bodohnya, namun entah mengapa Soojung malah semakin menyukai itu

Yoongi kembali menunggu Taeyeon tepat disamping pintu kaca bank tempat gadis itu bekerja, ia tidak peduli dengan tatapan orang yang lewat bahkan satpam yang menegurnya sekalipun. Yoongi melirik jam tangannya tak lama dari itu dengan spontan ia menoleh saat mengetahui Taeyeon yang keluar dari tempat itu dan lagi-lagi Taeyeon tidak menyadari keberadaan Yoongi membuat Yoongi menarik tangannya agar Taeyeon menoleh kearahnya

“Yak Nuna bagaimana kau bisa mengabaikan Namja setampanku?”

Taeyeon menampakan wajah bingung yang sedikit geli mendengar ucapan Namja yang hanya dianggap ‘Bocah’ olehnya

“Untuk apa kau disini?”

“Kemarin Nuna mengatakan ‘Sampai Jumpa’ maka aku kemari untuk berjuma denganmu lagi”

“Anak ini, lepaskan tanganku aku ingin pulang” Yoongipun melepaskan tangan Taeyeon walaupun sebenarnya ia tidak ingin, Namja itu mengikuti setiap langkah kemana Taeyeon melangkah membuat Taeyeon sedikit kesal olehnya namun Taeyeon tetap berusaha untuk tidak menghiraukannya

~Twinkle~

Taeyeon beranjak dari tidur setelah deringan alarm sukses menyadarkannya, senyum cerahpun tidak luput dari gadis itu bagaimana tidak hari yang ia nantikan akhirnya datang. Setelah membersihkan diri Taeyeon mengenakan pakaian tipis yang dipadukan dengan blue jeans karna saat ini adalah musim semi tak lupa ia juga mempoles make up tipis ke wajahnya

“Huft~” Taeyeon menghela nafas ringan sambil tersenyum didepan cerminnya, “Taeyeon a~ Apa yang akan kau lakukan bersamanya nanti? Berpegangan tangan sepanjang jalan? Bercerita hingga lelah untuk bicara? Woah, hatiku berdebar hanya memikirkan hal itu”

Taeyeon menuruni anak tangga dengan sedikit lari dan lompatan kecil, “Boo Appa!” Taeyeon menghampiri Ayahnya yang sedang membaca koran diruang tengah dari samping

“Aigoo, kau masih saja seperti gadis kecil Appa”

“No Appa, aku sudah dewasa sekarang”

“Nee arra arra, kau ingin keluar bersama Baekhyun?”

“Eum, sebentar lagi ia akan tiba”

Taeyeon beranjak ke dapur dan menyeduhkan kopi untuk Appanya, kemudian ia duduk bersama sambil berbincang-bincang ringan, tak lama Baekhyunpun sampai untuk menjemput Taeyeon setelah berpamitan merekapun memulai perjalanan mereka dengan menggunakan mobil Baekhyun

Setelah sampai mereka mempir ke restoran terdekat untuk sarapan terlebih dahulu kemudian selesai sarapan mereka tidak langsung kembali jalan tapi lebih memilih duduk santai sambil melihat-lihat pemandangan sekitar

“Taeng a~ bagaimana pekerjaanmu?”

“Baik-baik saja itu tidak berat sehingga aku bisa menikmatinya”

Baekhyun hanya menggangguk tersenyum mendengar jawaban dari gadisnya, “Ah ya, akhir-akhir ini ada Namja yang sering menungguku setiap jam pulang kerja” kali ini Baekhyun memberikan ekspresi bingung sambil menaikan sebelah alisnya

“Namja?”

“Eum, tapi dia masih sekolah namanya Min Yoongi. Setelah aku menolongnya yang hampir dipukuli seorang Pria dia jadi-”

“Mungkin dia menyukaimu”

“Untuk saat ini aku belum yakin untuk itu” Taeyeon menatap Baekhyun kemudian sedikit menggodanya “Apa kau cemburu?”

“Tidak, mana mungkin aku cemburu dengan anak sekolah selain itu aku yakin kau tidak akan berpaling pada anak itu” Taeyeon hanya dapat tersenyum geli mendengarnya

Ding~

Baekhyun melihat layar handphonenya dan membuka pesan tersebut

From : Soo Jung

Annyeong

Tampa membalas pesan Baekhyun kembali memasukan Handphone kedalam saku celananya kemudian ia mengajak Taeyeon untuk meninggalkan tempat itu, Handphonenya kembali bedering namun Baekhyun sama sekali tidak memperdulikannya. Setelah sampai di pintu gerbang Deoksugung Taeyeon mengajak Baekhyun untuk menyewa Hanbok tapi Baekhyun menolaknya dengan mengatakan, “Kau sudah cantik dengan pakaian itu” Taeyeonpun hanya dapat mempoutkan bibirnya dan menarik Baekhyun memasuki kawasan itu

Seperti yang direncanakan Taeyeon dan Baekhyun menautkan telapak tangan mereka sepanjang jalan sambil bercerita apa saja yang dapat mereka ceritakan dan juga berbagi pengetahuan seputar sejarah di tempat itu, hingga memasuki Cheoggyecheon Stream Taeyeon dengan antusias mendekati kolam yang sangat terkenal di tempat itu untuk mencoba keberuntungan. Taeyeon mencoba untuk melempar koin ketengah kolam tersebut namun ia gagal dan Baekhyun hanya dapat tertawa melihat ekspresi lucu gadisnya yang sedang meratapi kegagalannya

“Hey, kenapa kau terlihat sangat kecewa?” tanya Baekhyun sambil menghentikan tawanya

“Aku ingin harapanku bisa terwujud”

“Memangnya apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin bisa terus bersamamu sampai kapanpun”

“Jika itu harapanmu aku bisa membuatnya terwujud”

Setelah menghambiskan waktu bersama seharian penuh, Baekhyun dan Taeyeon memutuskan untuk kembali karna hari yang sudah malam. Hari ini benar-benar menyenangkan bagi kedua sejoli ini bagaimana tidak, ini adalah kencan terlama yang pernah mereka alami dan tentu saja tidak terlupakan.

-To be continue-

Annyeong Readers-nim, maaf Author kelamaan updatenya :’
Karna Author udah lulus dan lagi sibuk-sibuknya nyari kerjaan jadi Author ga bisa fokus buat bikin kelanjutannya T.T Jeongmal Mianhae.

Sekian curcol/? dari Author kekeke
-MianForTypo-
Komen di tunggu hehehe don’t be silent reader

Advertisements

35 comments on “Twinkle [Chap13]

  1. konflik baru muncul,,
    tp rasanya taemin dpt part dikit bgd,,,
    dan baek uda mulai cuek sedikit,,
    updatesoon saeng, fightaeng!!

  2. Sneng bgt bs kencan.
    Krang da cwek baru lg yg msuk dlam kehidupan baekhyun ama taeyeon.
    Mdah2an baek g pernah berpaling dr tae yah.

  3. Entah mengapa aku merasa klo Baekhyun-Taeyeon putus nanti😥 jangan dong thor~ masih pengen liat BaekYeon moment😂
    apalagi klo mereka putus gara-gara Krystal/Yoongi😭 dan jujur gk tau knp, aku gk terlalu suka Krystal disini, penganggu kencan (?) Wkwk
    Fighting thor~

  4. Taemin part ya dkit bgt,,trus ga ada moment taemin & taeyeon.
    Dan si baek mlai cuek ma tae.tpi keren
    next

  5. Baekyeon couple happy bgt dah tp kyaknya bentar lg ada yg bkal gangguin hub mereka, smga hub baekyeon bs strong truss

  6. bakal ada orang ke 3 di hubungan BaekYeon …
    tp keren …. bikin BaekYeon bersatu sampai akhir thor
    ditunggu^^

  7. yah.. taetae couple ngk keluar di part ini.. huhu.. tpi baguss kok.. btw apa nnti min yoongi bkal buat hubungan taebyun jad agak brmslaah gtu?? hihihi.. #readersotoy hhh😄

  8. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s