[FREELANCE] Over Protective (Chapter 3)

OVER CONTROL STORIES

OC

Present by R’KyuTae

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Cho Youngmi

Length : Parts

Genre : Family-ship, Romance

Rate : M-Language

Desclaimer : Terinspirasi dari trilogi novel FIFTY SHADES OF GREY karya E.L James.

WARNING : FF ini mengandung unsur Mature

Preview : Prolog, Chapter 1, Chapter 2,

::::::

Chapter 3

 

 

 

Taeyeon mengalungkan lengannya kelengan kekar Kyuhyun, gaun berwarna pastel itu membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas, surai madunya ia sampirkan kesamping kiri memamerkan sedikit leher jenjangnya dan anting berlian pemberian Kyuhyun. Wanita cantik itu langsung mendapat pelukan hangat dari Hyunjoong dan Minho, begitu juga dari sahabat yang sudah lama tidak ia lihat-Ahn Sohee saat ia dan Kyuhyun sampai di meja besar tempat kerabat dekat sang mempelai tunangan berkumpul. Taeyeon memilih tempat duduk agak sudut dari keluarga Cho yang lain dan diikuti Kyuhyun yang masih setia di sampingnya. Sohee langsung menyiapkan amunisinya untuk menanyakan berbagai macam hal pada Taeyeon, mulai dari Youngmi, pekerjaannya di Paris hingga masalah pribadinya dengan Kyuhyun yang membuat Taeyeon tak nyaman saat membicarakan masa lalu mereka.

 

“Oh.. masa bodoh dengan apa yang pernah terjadi diantara kalian, yang terpenting sekarang kau sudah kembali dan akan menetap di Korea untuk selamanya. Benar kan?” ujar Sohee. Taeyeon tersenyum manis dan mengangguk, sebelah tangan Kyuhyun memeluknya posesif dan satu tangannya yang bebas bergerak memanggil seorang waitters lalu mengambil satu gelas berkaki panjang berisi champagne.

 

“Kau mau?” tanya Kyuhyun.

 

Alkohol. Taeyeon ingin menolak. Meminum alkohol membuatnya berani bertindak gila, tapi ini hari spesial sahabatnya, dia tidak mungkin tidak ikut dalam kebahagiaan keluarga Cho, akhirnya ia mengangguk dan Kyuhyun mengambil satu gelas lagi champagne untuknya.

 

“Hyunjoong oppa dan Ahra eonni sepertinya akan menambah momongan lagi” Sohee memulai gosipnya membuat Ahra mendengus kesal.

 

“Hyunjoong yang berencana, aku tidak. Aku baru kembali kedunia penerbitan tiga tahun yang lalu dan dia ingin mengurungku kembali dalam sangkar emasnya” gerutu Ahra, Taeyeon tertawa pelan mendengarnya.

 

“Aku tidak punya pilihan, sayang. Membuatmu hamil adalah satu-satunya cara untuk membuatmu diam di rumah” ujar Hyunjoong sambil kembali memeluk mesra istrinya, Kyuhyun terkekeh dan mencium lembut bahu kanan Taeyeon yang terbuka.

 

“Kau harus berusaha keras, hyung. Kau tahu Ahra noona adalah wanita yang sulit di taklukan” Kyuhyun mengerling nakal pada Hyunjoong membuat Taeyeon dan yang lainnya tertawa.

 

“Ck. Hyunjoong oppa, kau baru saja merenggut hak seorang wanita mandiri” Sohee ikut menggerutu, Taeyeon menaikkan sebelah alisnya sementara Ahra mengangguk setuju.

 

“Kau tidak bisa mencari alasan seperti itu hanya untuk membatasi pergerakan istrimu” tambah Ahra, Taeyeon mengangguk setuju.

 

“Aku setuju, seorang wanita tidak bisa hanya mengandalkan suaminya saja dalam hal materi. Kalau seorang wanita masih mampu berkarir kenapa dia harus berhenti” ujar Taeyeon sekaligus melirik pria di sampingnya, Kyuhyun memandang wanita itu tak setuju.

 

“Ck, kalian berdua. Lihat saja Ahn Sohee, sesaat setelah kau dan Minho menikah kalian pasti akan memiliki seorang anak dan adik bungsuku itu akan membuatmu berhenti dan melupakan design pakaianmu” Hyunjoong mendengus kesal, Sohee hanya memutar bola matanya.

 

“Aku dan Minho sepakat menunda memiliki anak sampai aku siap”

 

Baik Kyuhyun maupun Taeyeon sama-sama diam mematung.

 

“Kau tidak akan bisa mencegahnya, Sohee” kali ini suara berat Kyuhyun yang membalas, pria itu mengecup puncak kepala Taeyeon lembut dan mengeratkan pelukannya.

 

“Aku dan Taeyeon memiliki Youngmi tanpa di rencanakan, bahkan sampai detik ini kami belum terikat komitmen pernikahan, tapi karena aku mencintai mereka kami tetap bersama sampai sekarang” ujar Kyuhyun, Taeyeon mengangguk pada Hyunjoong, Minho, Ahra dan Sohee yang menatap lekat padanya.

 

“Ya, itu diluar rencanaku dan Kyuhyun. Kami sepakat memiliki anak setahun setelah menikah karena saat itu aku baru lulus dan masih mau menikmati waktuku berdua saja dengannya, tapi kau lihat apa yang terjadi pada kami sekarang kan? Aku beruntung setidaknya anak itu yang membawaku kembali pada Kyuhyun” Kyuhyun tersenyum tipis mendengar penuturan wanita yang dicintainya. Dan mereka saling melempar senyuman penuh arti membuat semua orang yang berada di meja tersebut ikut merasakan cinta diantara keduanya.

 

“Tuhan benar-benar menakdirkan kalian untuk bersama. Cepatlah meresmikan hubungan kalian, kasihan Youngmi. Saat ini dia pasti belum sadar kalau kedua orangtuanya belum menikah, tapi semakin dia beranjak dewasa dia akan semakin menyadarinya” ujar Ahra.

 

Taeyeon memandang gelas champagne-nya lurus-lurus. Kyuhyun memandang wanita itu sendu, ia tahu apa yang di pikirkan wanitanya.

 

“Kami baru kembali, eonni. Kami sedang memulainya dari awal, iya kan sayang?” gumam Taeyeon, Kyuhyun terdiam sebentar lalu mengangguk.

 

“Kau benar, Taeyeon-a. Semua hubungan butuh proses, begitu juga dengan memiliki anak, jadi hyung berhentilah mendesakku dan Sohee untuk mempunyai anak secepatnya setelah menikah. Aku juga harus fokus pada pekerjaanku” giliran Minho yang berkata pada Hyunjoong membuat sedikit ketegangan tadi meluntur seketika.

 

“Bagaimanapun, selamat untuk kalian berdua. Hyung, uri Minho sekarang sudah besar” Kyuhyun mengacak rambut rapi adiknya membuat Minho menepis kasar tangannya.

 

“Hyung, berhentilah! Jangan lakukan itu lagi terlebih di depan calon istriku, aku bukan anak kecil” dan gelak tawa kembali memenuhi seisi meja besar tempat mereka berkumpul.

 

“Anak-anak!” Jisuk menginterupsi membuat semua orang di meja itu menatapnya, Kyuhyun melihat Youngmi berjalan dibelakang wanita paruh baya itu diapit sepupu kembarnya, Minhwan dan Minhyuk yang lima tahun lebih tua darinya.

 

“Selamat Minho-jussi, Sohee-jumma!” sahut sikembar langsung menyerbu paman dan bibi mereka bersamaan, lalu memeluk Kyuhyun dan Taeyeon sebentar, Youngmi hanya mematung memperhatikan seorang pria yang berparas mirip ayahnya dan seorang wanita bersurai cokelat disebelah pria itu. Ia ingin mengucapkan selamat, tapi dia malu. Minhwan dan Minhyuk baru saja mengajarinya berbicara bahasa Korea saat mereka bermain bersama tadi, dia hanya takut salah ucap. Sadar akan sikap diam Youngmi, Kyuhyun mendekat dan menggendongnya.

 

“Kenapa sayang? Kau sakit? Atau lapar?” tanya Kyuhyun, Hyunjoong dan Minho tak percaya melihat sikap hangat saudara mereka, Youngmi menggeleng lalu membisikkan sesuatu yang membuat Kyuhyun tersenyum.

 

“Itu sudah benar, katakan saja” ujar Kyuhyun, ia menurunkan Youngmi dari gendongannya dan gadis itu mendekati Minho dan Sohee, membungkuk sebentar untuk menunjukkan sopan santunnya.

 

“Selamat ahjumma, ahjussi” ia terdiam lagi, terlihat sedang berpikir. Kyuhyun mensejajarkan tubuhnya dengan putrinya dan Youngmi berbisik lagi, sekali lagi Kyuhyun mengangguk mengiyakan, “Sohee ahjumma, terimakasih untuk gaunnya. Ini…umm..indah sekali”

 

Minho dan Sohee tersenyum bersamaan mendengar aksen lucu keponakan kecil mereka, Sohee meraup Youngmi dalam gendongannya.

 

“Astaga, kau menggemaskan sekali, Youngmi-ya. Kau suka gaunnya? Ahjumma bisa buatkan lagi kalau kau mau” ujar Sohee, kedua irish gadis kecil itu berbinar.

 

“Benarkah?” Taeyeon tersenyum geli melihat tingkah putrinya.

 

“Jangan memanjakannya Sohee-ya, nanti kebiasaan” ujar Taeyeon.

 

Sohee menggeleng, “Dia keponakanku, Tae, terlebih dia putrimu. Ah… benar-benar menggemaskan” Sohee tidak berhenti menciumi pipi gembil Youngmi membuat gadis itu tertawa geli.

 

“Kyuhyun ahjussi” panggil Minhwan.

 

“Ada apa, Hwan-a?” tanya Kyuhyun, sulung dari sikembar Cho itu memandang ayahnya dan Hyunjoong mengangguk.

 

“Besok hari sabtu aku dan Minhyuk libur, ahjussi. Appa akan mengajak kami jalan-jalan ke gunung Hallasan. Youngmi belum pernah melihat gunung itu dan dia bilang ingin ikut, boleh tidak ahjussi?” tanya Minhwan, Kyuhyun memandang Taeyeon meminta pendapat.

 

“Sabtu ini aku ada meeting dengan teamku, Kyu. Aku tidak bisa menemani Youngmi”

 

Kyuhyun menghela napas, “Aku juga tidak bisa meninggalkan pekerjaanku”

 

Kyuhyun memberikan tatapan minta maaf pada putrinya, “Mungkin lain kali, sayang” Youngmi mengerucutkan bibirnya. Putri kecilnya merajuk, akan susah dibujuk kalau sudah seperti ini.

 

“Kyu, aku dan Hyunjoong akan ikut. Tidak perlu khawatir, kau bisa mempercayakan Youngmi pada kami” Ahra menengahi.

 

“Ya, aku tidak keberatan. Lagipula sikembar akan senang kalau adik sepupu mereka bisa ikut” tambah Hyunjoong. Kyuhyun masih diam dan memandang putrinya yang sudah memberikan tatapan memohon padanya.

 

“Ayolah hyung, hitung-hitung kau memiliki waktu berduaan dengan Taeyeon lebih lama” Taeyeon sontak memberikan deathglare terbaiknya pada Minho dan Minho langsung diam ditempat.

 

“Baiklah” ujar Kyuhyun akhirnya, ia tidak bisa melihat putrinya menangis dan Youngmi hampir melakukannya tadi.

 

“Nah, biarkan wanita tua ini yang bicara sekarang” kali ini giliran Jisuk yang bersuara, “Minho-ya, Sohee-ya, ini waktunya pesta dansa. Kalian pasangan yang bertunangan melangkahlah kelantai dansa terlebih dahulu”

 

Minho meletakkan gelas champagne-nya begitu juga dengan Sohee, mereka berdua melangkah kelantai dansa dan mulai menari diiringi irama lagu, beberapa pasangan diantara tamu undangan ikut bergabung tak terkecuali Hyunjoong dan Ahra.

 

Jisuk tersenyum memperhatikan Kyuhyun yang tengah merangkul Taeyeon dengan Youngmi berada dalam pangkuannya, Kyuhyun terlihat bahagia dan lepas. Beban yang Jisuk berikan padanya sejak kecil sepertinya sudah terangkat setengahnya dengan kehadiran Taeyeon dan Youngmi. Ia ingin melihat putranya selalu bahagia.

 

“Kyu?” Kyuhyun menoleh pada ibunya sementara Youngmi masih duduk nyaman dipangkuannya sambil bercanda dengan Taeyeon.

 

“Ada apa eomma?” tanya Kyuhyun sopan, wanita paruh baya itu memandang cucu perempuannya.

 

“Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian? Berhentilah tinggal bersama tanpa sebuah ikatan pernikahan, kasihan Youngmi”

 

Kyuhyun kembali diam, Taeyeon ikut menoleh kearah Jisuk dan Kyuhyun bergantian, “Eomma, aku mohon bersabarlah. Ini bukan tahap yang mudah untukku, aku butuh mereka saat ini tapi aku  juga butuh waktu untuk hal yang lain. Kau mengerti apa maksudku”

 

Taeyeon menunduk mendengar penuturan Kyuhyun, ia memandang cincin yang diberikan Kyuhyun padanya sebelum mereka pergi ke pesta tadi dan memutar-mutar cincin itu seperti sebuah jimat permohonan.

 

“Taeyeon-a, kau tidak keberatan dengan keputusan putraku?” tanya Jisuk hati-hati.

 

Taeyeon tersenyum lemah dan menggeleng, “Tidak, eomma”

 

Youngmi menguap pelan, Kyuhyun melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, “Eomma, Youngmi sudah mengantuk. Aku rasa aku harus meninggalkan pesta lebih awal, aku minta maaf”

 

Jisuk tersenyum maklum, ia memandang cucu perempuannya yang kini mulai terlelap dalam pangkuan Kyuhyun, ia mendekat dan mengusap pelan surai hitam gadis itu dan mengecup pipinya, “Sering-seringlah berkunjung bersama Youngmi. Rumah besar ini selalu terbuka untuk kalian, sikembar juga pasti senang kalau adik sepupu mereka sering berkunjung”

 

Kyuhyun tersenyum, pria itu bangkit sambil menggendong putrinya diikuti Taeyeon.

 

“Kami pasti akan berkunjung besok. Aku dan Kyuhyun akan mengantar Youngmi kesini, Hyunjoong oppa mengajaknya menginap dan berlibur ke gunung Hallasan bersama sikembar” ujar Taeyeon, Jisuk mengangguk ramah padanya.

 

“Baiklah, sampai jumpa besok pagi sayang” ucap Jisuk. Kyuhyun dan Taeyeon berpamitan pada sang ibu dan meninggalkan pelataran pesta setelah pamit dengan keluarga yang lain.

 

Junho sudah berdiri didepan SUV hitam milik Kyuhyun saat mereka keluar dari pintu rumah keluarga besar Cho. Pria tinggi itu membukakan pintu untuk mereka, Kyuhyun melangkah masuk terlebih dahulu karena membawa Youngmi dalam gendongannya, ia mengatur posisi Youngmi sedemikian rupa agar putrinya itu bisa tidur dengan nyenyak dan tidak terganggu, setelah selesai ia membiarkan Taeyeon masuk kedalam mobil dan duduk disisi lain kursi penumpang.

 

.

 

Jam menunjukkan pukul sebelas malam saat SUV mewah milik Kyuhyun memasuki basement gedung Nara’s Apartement. Pria tampan itu turun dari mobil dan menggendong putri kecilnya yang terlelap dan membukakan pintu Taeyeon. Taeyeon menerima uluran tangan Kyuhyun dan tangan itu kembali memeluk tubuhnya saat mereka berjalan beriringan menuju elevator, Junho berjalan mendahului mereka sementara Sungjong dan tiga orang pengawal lain mengikut dibelakang. Taeyeon mengalihkan pandangannya kearah lain dan terkejut saat melihat mobil Audi R8-nya disiram cat berwarna hitam.

 

“Sayang?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Taeyeon, ia mengikuti arah pandang tunangannya dan seketika tubuhnya menegang, wajahnya mengeras melihat apa yang terjadi.

 

“Tuan, sepertinya ada yang menyusup kedalam penthouse anda” Junho berspekulasi, Kyuhyun memandang tajam pria itu.

 

“Apa itu dia?” tanyanya dingin, Junho menggeleng pelan.

 

“Soeun-ssi bilang satu-satunya orang yang berkunjung ke penthouse hari ini adalah Nyonya Song”

 

Baik Taeyeon maupun Kyuhyun mematung ditempat, mau apalagi wanita itu? Bukankah Kyuhyun sudah jelas-jelas menyuruhnya untuk tidak mengganggu kehidupannya lagi.

 

“Apa mungkin itu dia?” tanya Kyuhyun, Junho menggeleng lagi.

 

“Saya belum bisa memastikannya, Tuan”

 

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Taeyeon dan Youngmi.

 

“Jadi kemungkinan yang melakukan ini ada dua orang?” tanya Taeyeon, wanita itu memandang cemas kearah putrinya.

 

“Wanita pedofil itu pasti sudah bertemu Youngmi tadi siang” gumam Kyuhyun lalu mengangguk seperti sebuah intruksi untuk para bodyguard-nya.

 

“Sisir garasi, temukan apapun yang bisa membuktikan siapa pelakunya!” sahut Junho kepada bodyguard yang lain.

 

“Sungjong, kita harus pastikan penthouse aman dan tidak ada yang menyusup kedalam. Tuan Cho dan Nyonya Kim tolong tetap disini” ujar Junho sopan, tapi Kyuhyun menggeleng. Ia menyerahkan Youngmi kepada Taeyeon, wanita cantik itu langsung menggendong putrinya berharap Youngmi tetap terlelap sampai keadaan membaik.

 

“Sayang, kau tunggu disini” ujar Kyuhyun lembut, “Kalian kemarilah!” dua orang pengawal yang diperintahkan Junho tadi langsung mendekat.

 

“Jaga Taeyeon dan Youngmi. Perintahkan bodyguard lain untuk menyisir garasi, aku akan ikut Junho kedalam”

 

“Junho, kita pakai lift teknisi” sahut Kyuhyun sudah akan melangkah, tapi Junho menahan.

 

“Anda bisa menunggu disini, tuan”

 

Kyuhyun berdecak, “Aku yakin itu dia, kalau itu benar-benar dia aku harus bicara dengannya, jangan menghalangiku melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan” geramnya.

 

Taeyeon begitu cemas dan memandang bingung tunangannya, “Yang kau maksud itu Victoria Song? Untuk apa dia melakukan ini?”

 

Kyuhyun menoleh dan matanya langsung melembut, “Bukan, sayang. Tentu bukan dia, terakhir yang kudengar Victoria sudah memiliki submisive baru, tidak mungkin dia repot-repot melakukan ini untuk menggangguku kecuali kalau dia ingin melingkuidasi bisnis kecantikannya”

 

“Lalu siapa?” Taeyeon kembali bertanya, Kyuhyun memutar mata dan mengacak surai hitamnya.

 

“Ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat, sayang. Aku akan segera kembali, tetap disini bersama Sungjong dan jaga Youngmi. Mengerti?”

 

Taeyeon memandang semakin cemas, ia tidak bisa merasa aman karena keamannya adalah bersama Kyuhyun.

 

“Aku mohon temani aku, Kyu, aku takut” ia membujuk Kyuhyun agar tetap tinggal bersamanya tapi pria itu tak menggubrisnya dan malah mengecup bibirnya, setelah itu Kyuhyun pergi bersama Junho dan satu pengawal mereka untuk memeriksa penthouse.

.

Dua puluh menit Taeyeon menunggu di basement dan Kyuhyun, Junho dan salah satu bodyguard baru itu belum juga kembali. Taeyeon meredam kekhawatirannya dengan memeluk Youngmi yang berada dalam gendongannya sejak tadi. Gadis itu terlelap, Taeyeon bersyukur karena putrinya tak perlu merasa ketakutan karena kejadian ini. Taeyeon memandang pintu elevator yang belum juga terbuka. Ya Tuhan. Apa yang terjadi? Siapa yang berani menyusup ke apartement tunangannya dengan seenaknya. Victoria? Dia adalah wanita terhormat -atau setidaknya itulah kata banyak orang-dia tidak mungkin melakukan hal serendah ini. Siapa? Apa salah satu mantan submisive Kyuhyun? Tapi siapa? Taeyeon menggeleng pelan, kepalanya sakit memikirkan semua ini, kalau memang ini adalah ulah mantan sub Kyuhyun tapi bahkan ia tidak tahu daftar orang yang pernah menjalani hubungan dengan tunangannya, dia hanya ingin Kyuhyun kembali dan berada disini bersamanya dan Youngmi.

 

“Apa masih belum ada berita dari Junho?” tanya Taeyeon pada tiga bodyguard yang menjaganya, mereka menggeleng.

 

“Belum, Nyonya. Tolong tunggulah sebentar, kalau kondisi sudah aman, kami pasti akan membawa anda dan Nona muda masuk kedalam penthouse” ujar Sungjong, dua pengawal lainnya hanya terdiam dengan mata yang begitu bersiaga.

 

Taeyeon menghela nafas, “Aku ingin masuk”

 

Sekali lagi Sungjong menggeleng, “Tidak Nyonya, saya hanya menjalankan perintah Tuan Cho, anda tidak bisa masuk sebelum semuanya aman”

 

Taeyeon mentap tajam pada bodyguardnya, “Aku hanya ingin memastikan tunanganku baik-baik saja”

 

“Tuan akan baik-baik saja” ujar Sungjong dan tepat saat itu pintu elevator terbuka, Kyuhyun muncul sendirian tanpa Junho dibelakangnya.

 

“Junho bereaksi berlebihan. Aku sudah dapat sidik jarinya di gagang pintu kamar utama dan kamar bermain, kita akan segera menemukan pelakunya” sahut Kyuhyun, ia kembali menggendong Youngmi saat menyadari mata Taeyeon yang berkaca-kaca. Ia merengkuh wanita itu dan mengecup kedua matanya.

 

“Tidak sanyang. Semuanya baik-baik saja” bisik Kyuhyun menenangkan, Taeyeon menatapnya dengan melas.

 

“Biarkan Youngmi tidur dengan kita malam ini”

 

Kyuhyun mengangguk, “Ya, aku juga mengkhawatirkannya” pria itu membawa Taeyeon dan Youngmi kedalam elevator dan menekan beberapa sandi sebelum mereka dibawa naik kelantai teratas gedung apartement mewah itu.

 

Kyuhyun membaringkan Youngmi ditengah ranjang kingsize miliknya, dasi dan jasnya sudah ia lepas sejak tadi, kini hanya kemeja putih dengan kedua lengan digulung sampai siku dan dua kancing atasnya yang terbuka, walau begitu dia tetap mempesona. Taeyeon baru masuk kedalam kamar itu dan mengendap-endap untuk memeluk tunangannya dari belakang, berhasil, namun reaksi Kyuhyun sama sekali tak disangkanya. Pria itu menegang.

 

“Taeyeon”

 

Taeyeon tersenyum geli sambil melepas pelukannya, “Kau pikir siapa?” wanita itu berjalan ke meja rias dan melepas kalung dan antingnya.

 

“Aku pikir…”

 

“Mantan submisive-mu yang kau duga menyusup ke apartement ini, dan kau juga berpikir kalau dia menyusup ke kamar utama dengan tiba-tiba memelukmu” cela Taeyeon dengan senyum getirnya.

 

Kyuhyun menatap punggung mungil wanita yang tengah membelakanginya itu, lalu mendekat, “Kebiasaan memotong ucapanku, Miss Kim” bisiknya tepat ditelinga kanan Taeyeon.

 

“Kau menganggapku bodoh”

 

“Kau memang wanitaku” Kyuhyun menurunkan resleting gaun pastel tunangannya hingga terlihatlah punggung putih wanita itu. Taeyeon memejamkan mata, menikmati setiap kecupan yang Kyuhyun berikan, pria itu mengecup pundaknya yang terbuka, lalu pangkal lehernya hingga sepanjang garis tulang belakang. Kecupan selembut bulu itu berhasil membuat dirinya melayang dan gairah menyebar keseluruh bagian tubuh, Taeyeon memekik saat Kyuhyun menggigit kecil kulit lehernya, membuat ruam merah disana.

 

“Aku benar-benar ingin membuatmu melangkah keluar dari gaun ini” bisik Kyuhyun.

 

Taeyeon mengangguk, “Lakukan saja”

 

Wanita itu membiarkan Kyuhyun menarik turun gaunnya perlahan hingga gaun indah itu jatuh menggulung dilantai dan Taeyeon melangkah keluar dari lingkaran gaunnya dibantu Kyuhyun.

 

“Kau cantik” ujar Kyuhyun, dan kembali menenggelamkan wajah dileher jenjang Taeyeon, menciumi kulit lehernya, dan Taeyeon hanya mampu memejamkan mata menikmati sentuhan pria itu. Kyuhyun menyusupkan tangan kepunggung Taeyeon dan akan membuka kaitan bra-nya saat wanita itu teringat akan sesuatu.

 

“Tidak Kyu. Youngmi disini” tolak Taeyeon. Kyuhyun berdecak kesal dan dengan terpaksa menghentikan aksinya. Benar juga, kalau Taeyeon menjerit terlalu keras itu bisa bahaya.

 

“Hn” Kyuhyun melepas kungkungannya pada Taeyeon dan membiarkan wanita itu mengambil salah satu kaosnya yang kebesaran lalu memakainya, wanita itu tampak sangat cantik walau hanya mengenakan kaos kebesaran berwarna putih dan tanpa celana. Setelah membersihkan riasan diwajahnya, Taeyeon naik ketempat tidur untuk mengganti pakaian Youngmi sementara Kyuhyun memutuskan untuk mengganti kemejanya dengan piyama tidur.

 

“Sayang, aku harus menelepon sebentar. Segeralah tidur, aku akan kembali” ujar Kyuhyun.

 

Taeyeon mengangguk setuju, dan membiarkan pria itu keluar dari kamar mereka sementara ia berbaring disisi sebelah kiri Youngmi, mencoba terlelap.

 

.

 

Kyuhyun mengambil botol wine miliknya dan menuangkan segelas Dry White kedalam gelas krystal yang sudah terisi tiga kubik es batu. Pria itu menggumam menanggapi lawan bicaranya di telepon dan sesekali menegak minumannya.

 

“Hyung, aku ingin Yoona bertemu denganmu” ujarnya.

 

“Yoona? Im Yoona mantan submisive-mu sebelum Taeyeon?”

 

Kyuhyun mengangguk, “Dia menyusup ke apartementku saat aku, Taeyeon dan Youngmi menghadiri pesta pertunangan Minho dan Sohee, dan memang saat itu hanya ada dua pengawal yang mengawasi apartement. Sebenarnya dua bulan sebelum kedatangan Taeyeon ke Korea wanita itu muncul tiba-tiba di apartement-ku dan dengan seenaknya memotong urat nadinya di depan Soeun”

 

Kyuhyun meletakkan gelas wine-nya dan memijit pelan keningnya yang sedikit pening. Ia sama sekali tak menduga kalau Yoona akan kembali, dan dengan sidik jari yang ditemukan di kamar utama dan kamar bermain cukup membuatnya bisa menyelidiki siapa pelakunya. Junho baru saja memberi tahu kalau Yoona-lah yang melakukannya, Kyuhyun terkejut dan ia harus mengambil tindakan cepat.

 

“Apa dia punya riwayat depresi?” suara diseberang sana menyadarkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, ia berjalan keruang kerja dan membuka satu laci berisi data-data mantan submisive-nya lalu mengeluarkan map cream bertuliskan ‘Im Yoona’. Ia membaca informasi didalam sana.

 

“Tidak, dia tak punya riwayat depresi atau gangguan jiwa apapun” jawab Kyuhyun.

 

“Kau menyelidiki alasan kenapa dia lari dari suaminya?” Donghae kembali bertanya, Kyuhyun menyandar ke kursi kerjanya.

 

“Tidak” ia menghela nafas, “Dengar, aku tahu mungkin wanita ini memiliki gangguan jiwa atau semacamnya semenjak berhubungan denganku, itu sebabnya aku ingin dia bertemu denganmu, hyung. Aku menduga itu hanya stress atau obsesi. Sewaktu dia menjadi sub-ku dia menginginkan hal yang lebih tapi aku menolaknya, itu kenapa dia pergi dan lima bulan kemudian menikah dengan laki-laki asal Jerman. Tapi dia kembali lagi sekarang, tepat setelah Taeyeon kembali ke Korea. Aku takut dia mengancam keselamat Taeyeon dan putriku” ujar Kyuhyun.

 

“Jadi kau ingin aku melakukan apa?” Kyuhyun menegak minumannya lagi saat pertanyaan itu terlontar dari sahabat sekaligus psikiaternya.

 

“Aku ingin kau menjadi psikiater yang menanganinya. Yoona masih begitu muda, aku tak bisa membiarkan masa depannya berantakan. Bagaimanapun juga semua ini kesalahanku, kau bisa membantuku kan?” tanya Kyuhyun, Donghae menghela nafas dan mengiyakan.

 

“Pastikan setelah kau menemukan dia kau langsung membawanya kepadaku agar aku bisa menanganinya segera, dan jangan lupa hubungi orangtuanya. Kau paham?”

 

Kyuhyun mengangguk, “Terimakasih, hyung”

 

Donghae terkekeh, “Apapun untukmu” setelah itu sambungan telepon terputus.

 

Kyuhyun masih memandangi map berisi data-data Yoona. Kenapa? Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa suami Yoona begitu bodoh membiarkan istrinya berkeliaran diluar sana dan bahkan meneror dirinya. Ck! Kyuhyun meraih iPhone-nya kembali dan menekan beberapa tombol untuk terhubung dengan seseorang.

 

.

 

Wanita bersurai madu itu mengeratkan pelukannya pada putri kecilnya. Hawa dingin tidak biasa menerpa tubuhnya dan Youngmi. Gadis kecil itu menggeliat tak nyaman dalam pelukannya karena kedinginan. Tak kuat menahan dingin, Taeyeon membuka kelopak matanya, menampilkan sepasang manik hitam yang mengerjap pelan dalam kegelapan. Ia memandang kearah kaki ranjang, entah hanya bayangan atau halusinasinya saja, seorang wanita berdiri disana. Taeyeon mengerjapkan matanya lagi dan wanita itu masih disana, berdiri mengamatinya dan Youngmi dalam kegelapan.

 

“Eonni, apa yang kau miliki tidak aku miliki? Kenapa master sangat mencintaimu dan bukan aku?”

 

Taeyeon masih dengan posisi berbaringnya  mengernyit tak mengerti dengan suara lirih wanita itu, ini halusinasinya, tapi kenapa siluet wanita itu tampak begitu nyata. Siapa? Mantan submisive Kyuhyun kah? Tapi kenapa dia bisa berada disini? Taeyeon melepaskan pelukannya pada Youngmi dan sedikit bangkit untuk meraih tombol lampu disamping tempat tidur, lampu diatas nakas menyala dan saat Taeyeon kembali berbalik wanita itu sudah tidak ada ditempatnya, ia mengedarkan pandangan keseluruh penjuru kamar dan wanita itu benar-benar tidak ada. Taeyeon menaikkan bahu tak mau ambil pusing, jam menunjukkan pukul dua pagi, sudah pasti dia berhalusinasi. Ia memandang sisi lain tempat tidur disebelah Youngmi, Kyuhyun tidak disana. Tunangannya itu masih belum kembali dari acara meneleponnya. Taeyeon berdecak, pria itu ada meeting besok pagi dan harus pergi ke Gwangju untuk mengontrol cabang perusahaan disana, bagaimana dia bisa belum tidur kalau dia harus menerbangkan Helicopternya pagi-pagi sekali? Taeyeon menaikkan selimut sampai leher Youngmi agar gadis kecil itu tidak kedinginan, lalu kedua kaki jenjangnya melangkah meninggalkan kamar mencari keberadaan Kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak ada di mini bar, tidak di dapur, dan tidak juga di kantor pribadinya. Wanita itu mendengus kesal saat tak bisa menemukan tunangannya dimana-mana, bahkan tidak di ruang bermain. ‘Ruang bermain’ pintunya tidak terkunci saat ia memutar handle-nya, jadi ia memutuskan masuk kedalam. Masih sama, tali, cambuk, borgol, flogger, vibrator dan mainan sex lainnya masih berada disana. Taeyeon melangkah semakin masuk mengamati setiap sudut ruangan itu sampai dirinya berhenti di depan tongkat-tongkat dan rotan yang menjulang tinggi, tangannya meraba salah satu tongkat itu, begitu dingin dan sedikit membuatnya bergidik ngeri. Kyuhyun memang tidak pernah menggunakan rotan ataupun tongkat seingatnya karena itu adalah batas kerasnya, begitu juga dengan vibrator. Ia mengamati cambuk kulit berwarna cokelat yang pernah Kyuhyun gunakan kepadanya. Mengingat semua itu membuat wajahnya memerah. Wanita itu cepat-cepat meninggalkan tongkat dan cambuk kemudian beralih ke rak kayu berisi borgol dan berbagai macam sex toys. Kyuhyun masih menyimpan semuanya, bahkan beberapa masih terlihat baru dan tersegel dikotaknya.

 

“Apa yang kau lihat?”

 

Taeyeon terperanjat mendengar suara berat yang sangat dikenalinya menggema dibelakangnya, buru-buru ia meletakkan vibrator di tempat semula.

 

“Vibrator?” gumam Kyuhyun pada wanita itu.

 

“Kau masih menyimpan semuanya?”

 

Tiba-tiba Kyuhyun menegang, wajahnya panik, “Sayang, aku tidak sempat memikirkan tempat sialan ini saat aku sibuk memata-mataimu dan Youngmi dari jauh, aku bisa menyingkirkan semuanya kalau kau mau. Tapi kumohon jangan tinggalkan aku”

 

Taeyeon menggeleng pelan, “Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya bertanya”

 

Kyuhyun menghela nafas lega.

 

“Kau merindukannya?” tanya Taeyeon, Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya bingung.

 

“Apa maksudmu?”

 

Taeyeon memiringkan kepala, “BDSM?”

 

Kyuhyun menggeleng cepat, “Tidak, kalau itu bisa membuatmu tetap disampingku” ujarnya, Taeyeon menatap lekat-lekat.

 

“Kau merindukannya?”

 

Kyuhyun tak menjawab. Taeyeon tersenyum kecil dan bisa menyimpulkan.

 

“Kau merindukannya, sayang” ujar wanita itu lembut, “Kau bisa bilang padaku kalau kau ingin melakukannya. Aku tidak apa-apa. Aku mencintaimu”

 

Kyuhyun menggeleng lagi, “Terakhir kali aku membawamu kesini kau menangis kesakitan, lalu kau hamil dan aku marah-marah seperti orang gila. Dan kau pergi”

 

Apa itu tandanya kepercayaan Kyuhyun telah berkurang padanya? Taeyeon tertegun menyadari kemungkinan hal itu. Ia mendekat pada pria itu dan membelai rahang tegasnya.

 

“Itu tidak akan terjadi lagi, percayalah” ujar Taeyeon, tapi Kyuhyun tetap menggeleng.

 

“Aku tidak merindukannya, sayang. Aku akan menyingkirkan semua ini besok pagi. Untukmu”

 

“Jangan, maksudku, jangan semua. Hanya tongkat dan rotan itu saja” Taeyeon bergidik ngeri saat melirik tongkat-tongkat panjang yang terpajang di sudut ruangan, Kyuhyun mengikuti arah pandangnya dan tersenyum.

 

“Baiklah, hanya rotan dan tongkatnya”

 

“Kita kembali ke kamar? Aku ada meeting besok pagi” ujar Kyuhyun, seperti teringat sesuatu Taeyeon menepuk dahinya.

 

“Sial. Aku meninggalkan Youngmi terlalu lama” sahut wanita itu, Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.

 

“Hiks…Eomma! Appa! Huaa…” mendengar suara tangisan itu refleks Kyuhyun berlari keluar dari ruang bermain, Taeyeon menatap punggung pria itu takjub sampai menghilang di ambang pintu. Memikirkan Kyuhyun yang begitu protektif kalau sudah menyangkut dirinya dan Youngmi membuat hatinya menghangat, ia tidak keberatan dengan keprotektif-an Kyuhyun karena itu bisa membuatnya merasa aman dan terlindungi. Dengan satu senyuman di bibirnya Taeyeon melangkah meninggalkan kamar bermain, mengunci pintunya dan membawa kunci ruangan itu bersamanya.

 

Saat ia sampai di kamarnya, Youngmi sudah berada dalam gendongan  Kyuhyun. Gadis kecil itu masih terisak kecil sambil menunjuk kearah kaki ranjang mereka. Taeyeon memandang heran, sementara Kyuhyun membisikan kata-kata menenangkan agar Youngmi berhenti menangis.

 

“Ada apa?” tanya Taeyeon, Kyuhyun menoleh padanya seraya menepuk-nepuk pelan punggung putri kecil mereka.

 

“Youngmi melihat seorang wanita saat ia bangun, awalnya ia mau memintamu menemaninya ke toilet tapi kau tidak ada dan dia pikir dia melihat seorang wanita berdiri disini. Dia hanya ketakutan” ujar Kyuhyun, Taeyeon mengernyit karena kejadian yang dialami putrinya sama dengan yang ia alami sewaktu bangun tadi, ia juga melihat seorang wanita berdiri di tempat yang Youngmi tunjuk. Apa semua itu bukan halusinasinya? Bukan saatnya membahas itu sekarang, apalagi dengan kondisi Youngmi yang masih syok. Ia mencoba mengambil alih Youngmi dari gendongan Kyuhyun agar Kyuhyun bisa beristirahat, tapi gadis kecil itu malah menggeleng dan mengeratkan pelukannya pada ayahnya.

 

“Aku mau appa. Hiks…Youngmi takut…” isaknya lagi, Kyuhyun hanya tersenyum.

 

“Tidak apa-apa, Tae, biar aku saja” Kyuhyun membawa putrinya ketempat tidur dan membaringkan tubuh mungil itu ditengah ranjang dan ia ikut berbaring disebelahnya.

 

Taeyeon merasakan hembusan angin menerpa tubuhnya. Angin? Wanita itu mendekat kearah pintu kaca besar yang menghubungkan kamarnya dengan balkon. Pintu kaca itu terbuka lebar. Sial! Seingatnya dia sudah mengunci pintu itu sebelum pergi keacara pertunangan Minho dan tidak membukannya lagi setelahnya, Kyuhyun yang melakukannya? Tak mau berpikiran yang tidak-tidak Taeyeon segera menutup pintu kaca tersebut dan melangkah kembali keranjang, ia berbaring disisi lain putrinya. Kyuhyun merengkuh dirinya dan Youngmi kedalam satu pelukan hangat, pria itu membiarkan Taeyeon menggunakan satu lengannya untuk menjadi bantalan dan Youngmi tidur dengan memeluknya erat.

 

To be continue…

Cho-Youngmi-KyuTae-OverProtective-overcontrolstories

 

Visual Cho Youngmi

 

Advertisements

46 comments on “[FREELANCE] Over Protective (Chapter 3)

  1. untung youngmi gx di apa2in wanita itu, klo tidak gx tau deh apa yg akan terjadi
    ko taeng gx curiga waktu pintu balkon terbuka padahal udah jelas2 dia ama youngmi ngeliat wanita itu

  2. dikira cuma victoria, yoona juga pernah jadi sub nya kyu -_- itu siapa yg neror kyutae? yoona? vic? ah kesel kenapa taeyeon gak bilang ke kyuhyun kalo dia liat ada wanita yg neror — keren keren nih ff. next chap ditunggu 🙂

  3. Seneng,deg2an,kesel semua jadi satu pas baca ff ini…tpi lebih banyak senengnya sih soalnya update trus….
    Komawo author….
    Ditunggu next chapternya…hehehe

  4. Imutnya young mi😍😍😍😍😍itu yoona kan yg menghantui apartemen kyuhyun?kyutae sweet sekali😍😍lanjut thor

  5. penasaran banget sama yang neror itu siapa sih. yoona atau siapa? jangan jangan malah seohyun -_-
    aku juga ikutan tegang thoor
    keren thor, youngmi juga lucu banget
    next update soon ^^

  6. Nyeremin banget yoona..
    Cukup yakin kalau tadi emang yoona yg berada di kamar..
    Bukan halusinasi tae…
    Terus si yoona itu siapa..
    Lanjutin thor..
    Makin penasaran..

    Fotonya youngmi gemesin banget 😃
    ~FIGHTING~

  7. Yg jahat itu Yoona?? Trus Taeng knp gk cerita aja ke Kyuhyun kalo dia juga ngeliat. Semoga Taeyeon & Youngmi gk disakitin sama siapapun wanita itu..
    next chap ditunggu ya Thor…

  8. Wah youngmi imut sekali😍😍😍😍wanita yg menjadi halusinasi taeyeon yoona kan???padahal kyutae baru bahagia?lucu sekali liat kyu yg posesif terhadap taeyeon dan youngmi,lanjut thor

  9. kuraaangggg paaanjangg thorr,, tapi keren kyu protektif bgt, cepet nikahing taetae dong jangan digantungin mulu. Nexttt

  10. Aku suka lalala… Itu aku greget sama Taeyeon, kenapa ga cari tau aja sih sama orang itu… Youngmi, yaampun asli imut banget *-*
    Aku sih greget sama ff nya juga sih, semoga aja mantan subnya Kyu ga terlalu macam” jahatnya.. Pokoknya aku tunggu kelanjutannya.. Fighting!!!

  11. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Yoona? Mantan subvisme kyuhyun? Bisa msuk penthouse? Trs mau neror taeyeon lgi,hhmm
    Knpa kyunyun gak buang semua alat2 itu ya? Seriius dia gak ada waktu? Dia bneran udah sembuh kan dari penyakit itu?
    Knpa penghalang buat mereka bnyak ya. Blm si victoria selesai udh main dtng aja si yoona.
    Next chp ditunggu^^

  13. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Yoona? Mantan subvisme kyuhyun?
    kok bisa dia msk ke pentshouse nya kyuhyun?
    awww ruang bermain. jadi inet mr.grey kkkkkk~
    daebaklah! cho youngmi so cuteeee

  16. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Senang banget kalau liat keluarga mereka utuh dan berkumpul kayak gini 😀
    Tapi satu yg masih kurang, kyuhyun dan taeyeon belum menikah..ada benarnya juga kata eomma kyuhyun, setidaknya cepatlah nikah demi youngmi kan..tapi yah mau gimana klau kyu sendiri belum siap..
    Aku kira yg nyusup itu victoria, ternyata bukan..tapsi yoona..semoga aja dia secepatnya bisa diatasi biar gak mencelakai taeyeon apalagi youngmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s