[FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 3)

un

Unpredictable Nerd Chapter 3

Author : amaamemade

Main Cast : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO

Other Cast : Tiffany SNSD, Xi Luhan, Kai EXO,  Kyungsoo EXO, Chanyeol EXO

Genre : Romance

Lenght : Chapter

Rating : PG-17

Preview: Chapter 1, Chapter 2

fanfiction ini buatan author sendiri, tidak plagiat .. tidak copas .. this real fanfiction buatan author seperti fanfiction author yang lain,

Jika tidak percaya, ikuti kelanjutan fanfiction ini yaaaaa.. ^^

-Fanfiction ini akan ada banyak flashback nya-

 

 

“Taeng !!!” pekikan suara Tiffany membuat Taeyeon yang baru saja melewati gerbang kampus, menghela nafas pelan.

 

“Jangan bilang, Kau memintaku untuk melanjutkan kisah lama ku” ucap Taeyeon tanpa memperdulikan Tiffany yang saat ini masih menghirup udara dalam-dalam gegara berlari dari tempat parkir menghampiri Taeyeon

 

Yang ditanya hanya menunjukan cengiran manisnya “Kau tau saja” cicit Tiffany yang membuat Taeyeon siap meledak “Yang benar saja Fan, bahkan Aku belum sepenuhnya memasuki area kampus dan Kau sudah menagih cerita? Kau tidak ingat ini masih pagi, jika Aku tau kisahku itu membawa dampak seperti ini, lebih baik Aku tidak menceritakannya”

 

“Dan membiarkanku mengatakan pada C bahwa Kau menyukainya ?” Ohhh.. seorang Tiffany benar-benar menguji kesabaran Taeyeon

 

“Yaaa.. Katakan saja, Aku tidak peduli !” acuh Taeyeon dan setelahnya meninggalkan Tiffany yang saat ini memandang Taeyeon tak percaya

 

`Dia pikir Aku film apa, atau dvd yang dengan gampangnya memutar cerita ? atau radio yang bisa didengar kapan saja. radio saja butuh listrik sebagai bahan pangannya, apalagi Aku ? Apa tidak cukup kemarin Aku bercerita hingga matahari tenggelam ? dan membuat aku pulang telat dengan dihadiahi wajah menyebalkannya si batu es itu, Yaa walau itu sudah biasa tapi tetap saja, Aku yang seharusnya bisa pulang lebih awal tapi… Ahhhhhhh,,,, Terserahlah, Mau dia menceritakan pada C bila Aku suka pada—` ucapan Taeyeon dalam hati itu langsung terhenti ketika dirinya sadar

 

Taeyeon segera berbalik untuk mencari dimana sosok Tiffany tadi, Tidak mungkin kan Tiffany benar-benar akan mengatakan itu semua pada Sehun, Ayolah, tadi Taeyeon hanya kesal saja gegara dipagi hari sudah ditagih kisah masa lalu nya itu.

 

“Ommona, TIFFANY !!!!” pekik Taeyeon tanpa memperdulikan beberapa mahasiswa yang kini menatapnya aneh

 

Bukan waktunya bagi Taeyeon untuk memperdulikan mereka yang menatapnya aneh bahkan sekarang cibiran mengenai penampilannya pun terdengar, yang hanya dia pikirkan adalah bagaimana bisa Tiffany sudah berbincang akrab dengan Luhan?

 

Oke, itu memang Luhan tapi Hey….. Luhan itu salah satu teman Sehun dan bisa saja Tiffany sudah mengatakan yang tidak-tidak pada lelaki bermata rusa itu.

 

Sedangkan Tiffany yang mendengar pekikan Taeyeon segera mengalihkan pandagannya ke arah sahabatnya yang saat ini sudah mengambil langkah cepat untuk menghampirinya,

 

“Apa yang Kau lakukan?” cicit Taeyeon setelah disamping Tiffany dan itu membuat Tiffany yang merasakan aura negative dari Taeyeon hanya menarik simpul senyumannya

 

“Annyeong Taeyeon” sapa suara ramah itu.

 

Damn !!!

 

Setelah selama ini berjuang agar tidak bertatap muka dengan salah satu mahasiswa terpopuler itu, akhirnya hari ini dirinya tidak bisa menghindar lagi.

 

“Mmmm.. Annyeong Luhan, lama tidak bertemu” ucap Taeyeon dengan gugup nya karena saat ini sudah banyak mahasiswa yang melirik penuh minat pada mereka bertiga

 

“Hahahah, Kau lucu sekali. Lama tidak bertemu? Bukankah—-” merasa ucapan Luhan akan memojokan dirinya, akhirnya dengan tidak sopannya Taeyeon memotong ucapan Luhan

 

“Aku dan Tiffnay harus pergi dulu, permisi” ucap Taeyeon cepat, secepat dirinya menarik tangan Tiffany

 

Luhan yang merasa tindakan Taeyeon sebagai bentuk penghindaran pun hanya menghela nafas, sedangkan para mahasiswa langsung bergossip ria dengan menjadikan Taeyeon sebagai tokoh utama mereka.

 

(: Unpredictable Nerd J

 

“Bagaimana seorang Nerd sepertinya mengenal salah satu mahasiswa terpopuler dikampus ini?”

 

“Mungkin itu hanya kebetulan”

 

“Bagaimana bisa disebut kebetulan jika seorang Luhan yang menyapa nya terlebih dahulu?”

 

“Heyy… Ku dengar mereka pernah bersekolah ditempat yang sama sebelumnya”

 

“Benarkah? Nerd yang sungguh beruntung, bukan hanya pernah satu sekolah dengan Luhan tapi Luhan pun mengenalnya”

 

“Kalian tidak sadar, tadi Nerd itu terlihat membentak Tiffany, Heuh.. jika Aku jadi Tiffany, Aku akan segera menghindarinya. Untuk apa berteman dengan seseorang yang sudah berbeda, terlihat tidak tau diri pula”

 

Perkataan sinis itu terdengar jelas ketika Taeyeon melewati koridor kampus dengan tangan yang masih menarik tangan Tiffany sedangkan Tiffany yang merasa para mahasiswa itu berlebihan pun menatap mereka dengan tatapan “Kalian tidak tau apa-apa, maka diamlah atau aku yang akan membuat mulut kalian diam secara paksa” Jelas saja hal itu membuat beberapa mahasiswa langsung memilih mengalihkan tatapannya dan segera bungkam.

 

Tiffany punya pengaruh yang cukup tinggi, selain wajahnya yang mempesona dan kekayaan dibelakangnya membuat orang-orang cukup segan dengan dirinya, jika saja Tiffany memilih berteman dengan orang-orang yang sama ber-highclass sepertinya pasti pengaruhnya lebih tinggi lagi, tapi berteman bahkan bersahabat dengan Taeyeon lebih dari itu menurutnya.

 

Lagipula tidak ada yang salah dengan seorang Kim Taeyeon, orang tuanya pembisnis sukses dan dia juga salah satu mahasiswa berprestasi, tapi yaa.. hanya saja penampilan yang dianggap nerd itu, membuat Taeyeon dipandang berbeda.

 

(: Unpredictable Nerd J

 

“Apa yang sebenarnya Kau lakukan tadi? Kau benar-benar akan memberitahu C bahwa Aku menyukainya melalui Luhan? Itu sama sekali tidak lucu fan !” geram Taeyeon yang saat ini sudah berada didalam kelas yang masih tampak kosong karena mata kuliah pertama baru akan dimulai sekitar seperempat jam kemudian

 

“Aku tidak—”

 

“Dan.. Ahhhh.. Bagaimana ini? Kepalaku serasa mau pecah. Setelah sekian lama Aku menghindari kontak mata dengan mereka tapi hari ini, bukan hanya kontak mata tapi Aku berbicara dengan salah satu dari mereka” sela Taeyeon dengan wajah gusar nya bebanding terbalik dengan sebelumnya

 

“Hey.. Hey.. Hey… Jangan risau seperti itu, Kau belum mendengar penjelasanku dan dengan seenaknya menghakimiku? It Is not you, Taeng” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon seketika itupula menunggu penjelasan Tiffany

 

“Saat Kau pergi tadi, Aku hendak menyusulmu namun kakiku tersandung sesuatu, beruntung Luhan yang kebetulan dibelakangku segera menarik tangan kananku dan Yaa. Aku tidak jadi jatuh namun langsung terkejut saat pekikkan suaramu masuk kedalam gendang telingaku” penjelasan Tiffany itu membuat Taeyeon malu seketika

 

“Ommo… Mian, Fanny.. Aku tidak Tau, Ku pikir” ucapan Taeyeon terhenti karena dirinya menarik nafas dalam-dalam “Sudahlah, tak perlu membahasnya lagi, cukup maafkan Aku saja Yaaa…” lanjut Taeyeon dengan wajah penuh harap

 

“Tidak segampang itu” tolak Tiffany yang membuat Taeyeon memutar matanya kesal

 

“Yaa.. Aku tau apa yang Kau mau”

 

(: Unpredictable Nerd J

 

“Kim Taeyeon ! Kau sudah berjanji untuk melawan mereka yang membully mu” ucap Tiffany yang saat ini berada dihalaman kampus, seperti kemarin ditempat duduk yang sama pula. Dan seperti biasa, beberapa mahasiswa yang melihat Taeyeon langsung mencibirnya terlebih karena dirinya yang disapa Luhan tadi pagi.

 

“Memang ini semua gegara siapa? Kalau saja tadi pagi Kau tidak menagih cerita dan membuatku emosi, pasti gosip mengenai Aku dan Luhan saling mengenal tidak akan muncul” ucap Taeyeon membuat Tiffany mendecakan lidahnya kesal

 

“Disini yang salah itu Kau, jelas-jelas Kau yang salah presepsi dan sekarang menyalahkanku? Heuhhh.. lawan mereka atau Aku tidak akan memaafkanmu” ancaman Tiffany itu rupanya tidak mempan bagi Taeyeon

 

“Baiklah, tapi jangan harap Aku akan melanjutkan kisahku itu” ucap Taeyeon dengan menaik turunkan alisnya dan hal itu membuat Tiffany menatap geram Taeyeon

 

“Yak !! Untuk apa menatap Taeyeon seperti itu ? kalian pikir Kalian lebih baik dari Taeyeon, enyalah dari sekitar Taeyeon jika kalian merasa terganggu dan tutup mulut kalian jika yang keluar hanya ejekan tak bermoral seperti itu” geraman Tiffany dia lampiaskan pada beberapa mahasiswa disekitarnya dan hal itu membuat Taeyeon mengeleng-gelengkan kepalanya

 

“Apa? Jika Kau tidak ingin melawan mereka maka Aku yang akan melawannya” jelas Tiffany pada Taeyeon karena melihat raut wajah Taeyeon yang tampak enggan

 

“Kau benar-benar” ucap Taeyeon yang melihat beberapa mahasiswa menuruti ucapan Tiffany

 

“Jangan pedulikan mereka, cepat cerita atau Aku benar-benar akan menghampiri C dan mengatakan bahwa seorang Kim Taeyeon mencintainya” ucapan Tiffany itu membuat Taeyeon membulatkan matanya

 

“Sekarang Kau yang terpojok, Kim Taeng” ucap Tiffany dengan senyum simpulnya

 

“Kau benar-benar menyebalkan” decak Taeyeon yang dibalas cengiran lebar oleh Tiffany yang saat ini sudah mulai membuka snack yang dia beli dikantin tadi

 

“Show time”

 

Flashback ON

 

Sepertinya nasib baik sedang berpihak pada Taeyeon karena entah mengapa ketiga monster yang seharusnya sudah menemani keseharian Taeyeon, tapi sampai jam pelajaran berakhir mereka tidak terlihat sama sekali.

 

Apa mereka izin? Atau sakit? Tapi apapun alasannya, hari ini Taeyeon dapat bernafas lega, terlihat dari wajahnya yang tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu nampak kelelahan dan tertekan.

Namun, baru saja Taeyeon bersyukur, tiba-tiba sebuah pesan masuk membuatnya langsung menghela nafas kasar

 

`Hai Nerd, Perpustakaan sekarang`

 

Seharusnya Taeyeon sudah bisa memprediksi hal ini, mereka pasti sangat menyayangkan apabila tidak membully Taeyeon bahkan hanya untuk sehari di sekolah.

 

Sebenarnya Taeyeon bisa saja tidak menghiraukan pesan itu namun Taeyeon sangat sadar bahwa dirinya tidak bisa menghindar karena tidak hari ini pasti esok pun akan ada balasan untuk Taeyeon jika tidak menuruti pesan itu.

 

………………

 

“Akhirnya Kau datang juga” ucap suara dingin yang sudah akrab Taeyeon dengar ketika dirinya membuka pintu kokoh perpustakaan elite itu.

 

“Jika dia tidak datang pasti dia tau apa yang akan terjadi” ucap Mitsu pada Haerin

 

Yang menjadi objek pembicaraan hanya menundukkan kepala seraya kedua tangan meremas kedua sisi tangan tas ransel nya.

 

“Jangan ketakutan seperti itu, honey” ucap Sora yang sudah berada disamping Taeyeon seraya mengelus kepangan rambut Taeyeon sebelah kanan, ini bukan rasa simpatik, Taeyeon tau itu. Terbukti dengan seperkian detik kemudian, tangan mulus sora menarik kepangan rambut Taeyeon secara brutal dan tentu saja rasa pening langsung Taeyeon rasakan

 

“Ahh” ringis Taeyeon dibalas kekehan puas dari Haerin dan Mitsu

 

“Apa aku menyakitimu?” tanya Sora dengan suara lembut namun tarikannya pada kepangan Taeyeon dia kencangkan hingga Taeyeon hampir terjatuh dibuatnya

 

“Sa–kit” ucap Tayeon terdengar miris ditambah air matanya sudah hampir tumpah, tangan kananya nya pun dia gunakan untuk menahan kebrutalan Sora

 

“Kau diantar pulang oleh Sehun, kan? apa Kau yang merayu Sehun untuk mengantarmu? Oh.. dan Kau memberitahu dia mengenai tindakan kami?” ucap Haerin tanpa memperdulikan rintihan Taeyeon sedangkan Sora sudah melepaskan kepangan rambut Taeyeon

 

“Ak-ku” ucap Taeyeon terbata mencoba menjelaskan, entah pergi kemana keberaniannya kemarin.

 

“Kau harusnya tau batasanmu, Kim Taeyeon” dan ucapan Haerin ini diakhiri dengan tamparan luar biasa keras pada pipi kiri Taeyeon, sungguh miris. Baru saja kemarin Taeyeon mendapatkan dua tamparan di kedua sisi pipinya dan pagi hari tadi Taeyeon berusaha samarkan dengan baby cream, dan tidak sampai 12 jam pipi kirinya sudah menerima tamparan lagi? Lebih keras pula? Beruntung pinggangnya sudah membaik karena tadi malam Taeyeon sudah mengoleskan salep, dan kakinya yang sudah dibuat berlari kemarin sudah cukup membaik.

 

Taeyeon meringis dan air mata yang sedari tadi dia tahan tumpah begitu saja,

 

“Ka-lian s-sallah ppahamm” ucap Taeyeon terendam tangisannya

 

“Benarkah?” tanya Haerin dengan raut dibuat-buat terkejut,

 

“Lalu apa yang kami lakukan di perpustakaan ini selama jam mata pelajaran berlangsung, heuh?” ucapan Sora itu terdengar ambigu oleh Taeyeon yang saat ini sesegukan

 

“Cih, jangan berpura-pura tidak tahu, Kau tidak berpikir mengapa kita tidak menghampirimu seperti biasanya? Kita terkurung diruangan ini untuk membersihkan rak buku yang tak sedikit jumlahnya dan tentunya Kau harus membayar atas apa yang kita alami hari ini” sinis Mitsu dan hal itu membuat Taeyeon berfikir, saat istirahat tadi Taeyeon memang memutuskan istirahat dikelas lagi bukan di perpustakaan jadi pantas saja jika Taeyeon tidak tahu. Dan apabila diperhatikan lebih jelas, penampilan ketiga monster itu tidak seperti biasanya, mereka tampak sedikit lelah namun tidak terlihat saat mereka membully Taeyeon ini, mungkin energi mereka yang terkuras menjadi full seketika apabila membully Taeyeon.

 

“Kau benar-benar berani berulah semenjak Sehun menerima pernyataan pura-pura mu, apa dengan Sehun yang menerimamu Kau berani mengadukan apa yang kita lakukan? Dan kita berakhir diruang berdebu ini” bentak Sora kesal karena merasa waktunya hari ini terbuang sia-sia dengan membersihkan setiap rak diperpustakaan yang tidak kecil ini.

 

“Aku tidak pernah mengadu” pekik Taeyeon akhirnya

 

“Cukup! Aku sudah lelah dan ingin segera pulang, jadi lebih baik kita selesaikan ini” ucap Haerin yang membuat Sora dan Mitsu tersenyum sinis

 

………………

 

Seperti kemarin, hujan menyambut Taeyeon saat dirinya keluar dari sekolah elite itu, mantel hitam panjang menutupi hasil seberapa brutal tiga monster itu menyiksa Taeyeon. Bahkan mereka tidak sedikit pun merasa enggan karena menjadikan perpustakaan sebagai latar pembullyannya.

 

Taeyeon benar-benar merasa sudah tidak sanggup untuk menjalani ini semua, dia pikir dia akan bisa bertahan sampai kelulusan namun, pernyataan cinta itu membuat semua menjadi semakin rudet, tangis nya pun pecah untuk kali ini, tidak menghiraukan apabila ada yang melihatnya , di halte sepi dan seru nya suara hujan, mendukung Taeyeon menumpahkan beban dihatinya. Padahal semenjak dirinya di bully, Taeyeon selalu berusaha menahan tangisannya, bahkan saat diruang kesehatan kemarin dia masih dapat mengontrol tagisnya. Tapi tidak kali ini.

 

Sapuan halus terasa di pipi kiri Taeyeon yang seharusnya membuat dirinya meringis namun tidak terdengar ringisan sama sekali,  membuat seseorang yang berada di hadapan Taeyeon tahu, bahwa gadis itu sudah terlampau sakit. Sementara Taeyeon yang mulanya terkejut dengan seseorang dihadapannya untuk beberapa detik kemudian mengeraskan garis wajahnya.

 

“Jangan berpura-pura perduli” lirih Taeyeon namun tegas setelah menolak sentuhan tangan Sehun membuat Sehun cukup terkejut namun hanya seperkian detik.

 

“Naiklah,” satu kata terlampau datar itu membuat Taeyeon mengalihkan pandagannya ke arah mobil yang kemarin dia tumpaki.

 

“Anni” tolak tegas Taeyeon seraya menundukan kepalanya lagi, seperti tadi saat Sehun belum berada dihadapannya

 

“Jangan membantahku” ucapan tak kalah tegas itu membuat Taeyeon meremang dan berakibat terasanya perih di beberapa titik tubuh Taeyeon

 

“Sudahlah” ucapan itu dibarengi dengan tangan Sehun yang menarik sepelan mungkin tangan kanan Taeyeon, mungkin dirinya takut bahwa sentuhan sedikitpun dapat membuat luka di tubuh Taeyeon

 

“Lepas! Kubilang jangan pura-pura perduli padaku” bentak Taeyeon melepas tangan Sehun, entah dari mana dirinya dapat kekuatan seperti itu, padahal kemarin jangankan membentak Sehun berbicara dengan Sehun pun membuatnya gugup tidak terelakan.

 

“Ini sudah petang” ucap Sehun mencoba bersikap lebih lembut namun tidak dengan suara yang dihasilkan, masih tetap datar.

 

“Apa perdulimu? Bahkan Kau juga yang secara tidak langsung membuatku seperti ini kan?”ucap Taeyeon menghakimi Sehun, dirinya tau bahwa dari kata-kata tiga monster tadi pasti ada seseorang yang melaporkan mereka kepada ketua kedisipilan sekolah, dan sejauh ini yang sudah melihat Taeyeon terluka adalah Sehun, dan Sehun mempunyai pengaruh yang cukup besar untuk melaporkan itu. walau Taeyeon tidak pernah mengadukan sekecil apapun tindakan tiga monster itu. Tapi tidak menutup kemungkinan seorang Oh Sehun itu tau tanpa mendengar terlebih dahulu aduan dari dirinya. Apalagi ucapan Haerin tempo hari masih tersimpan baik dimemorinya, ucapan yang membuatnya sempat berpikir bahwa bisa saja Sehun ingin mempermalukan dirinya.

 

“Makdsudmu?” tanya Sehun dengan tatapan terlampau datar, Taeyeon mengusap kasar bekas tangisannya dan bersiap berucap dengan sebelumnya menarik nafas panjang karena isakan yang susah ditahannya

 

“Sudah, tidak usah berpura-pura lagi, kau yang mengadukan tindakan merekakepadaku kan? aku tidak tau dan tidak mau tau Kau mengetahui siapa mereka dari mana. Yang tidak aku pikirkan adalah bila Kau ingin membully ku juga mengapa kau tidak langsung membully seperti mereka bukannya menerima penyataan cinta itu dan membuatku semakin tersiksa dengan kau mengadukan mereka dibelakangku, kau pikir aku mainan bodoh apa?” teriak Taeyeon dan itu membuat Sehun mengerti sesuatu.

 

“Aku sedang mencoba bertahan hingga kelulusan nanti tapi dengan tindakanmu yang mengadukan mereka membuat pertahanan yang sudah kubuat berbulan-bulan lalu terasa percuma” ucap Taeyeon terdengar pilu, bahkan air mata yang sempat berhenti mengalir lagi

 

“Berhenti” ucap Taeyeon ketika tangan Sehun hendak menghapus air mata Taeyeon. “Walau akhirnya seperti ini tapi aku harus berterima kasih kepadamu, terimakasih karena kemarin kau terlihat perduli padaku bahkan sampai mengantarku pulang. Tapi mulai sekarang, jangan perdulikan Aku, atau lebih tepatnya jangan pura-pura perduli padaku. Karena Aku jauh lebih muak pada orang yang berpura-pura baik padaku ketimbang ketiga monster itu. sekali lagi, terimakasih Sehun-ssi” ucap Taeyeon diakhiri bungkukan singkat dan setelahnya berlalu menerobos hujan dengan air mata yang tidak bisa ditahan lagi

 

Flashback OFF

 

“Hey.. katamu kemarin ketiga monster itu tidak akan membully mu lagi” protes Tiffany tiba-tiba membuat Taeyeon terkejut padahal Taeyeon baru saja ingin menyeruput lemontea nya

 

“Isshh.. mereka memang tidak membully ku sampai aku lulus” bela Taeyeon

 

“Tapi–” ucap Tiffany ini dipotong segera oleh Taeyeon

 

“Kau mau tau jawabannya sekarang dan membuat Aku tidak akan pernah melanjutkan ceritaku atau menunggu jawabanku dengan mendengarkan ceritaku yang lain?” tanya Taeyeon membuat Tiffany menghela nafas kalah dan Taeyeon bisa menyeruput lemontea nya

 

“Harusnya Kau beterimakasih padanya karena monster-monster itu dihukum.. mmm.. tapi dengan pengaduan itu, bukannya ketiga monster itu jera malah semakin menjadi.. Huftt.. aku jadi binggung sendiri harus berterimakasih pada C atau mendukungmu yang membentaknya” ucap Tiffany tiba-tiba mengalihkan pembicaraan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya terlihat sangat terhanyut akan cerita sahabatnya itu

 

“Tapi benarkah itu C ? maksudku benarkah dia yang mengadukan ketiga monster itu?” pertanyaan itu membuat Taeyeon terdiam sesaat

 

Flashback ON

 

Saat ini Taeyeon sedang menantikan detik keberapa ketiga monster itu membuka pintu kelasnya dan bersiap membully dirinya, yaa… lagi-lagi Taeyeon harus berhadapan pada jam istirahat.. jelas dirinya harus melewati jam istirahat karena ini sekolah, bahkan tempat kerja pun ada waktunya istirahat kan?

 

Taeyeon menghela nafas pelan, bukan karena ketiga monster itu sudah datang melainkan dirinya yang teringat dengan kemarahannya pada Sehun kemarin. Apa dia terlihat keterlaluan? Tapi yang Sehun lakukan jauh lebih keterlaluan menurutnya.

 

Srekkk.. pintu kelas pun terbuka dan itu membuat Taeyon bersiap diri akan bully an macam apa yang akan dia terima, namun setelah melihat siapa orang yang membuka pintu kelas, dirinya langsung menghela nafas lagi

 

Sebenarnya kapanketiga monster itu datang karena Taeyeon ingin segera memakan bekal makan siangnya.. Oh.. orang mana yang menunggu dibully? Yaa,, saat ini kecuali Taeyeon. Mungkin sebagian orang, itu tindakan yang bodoh nan lucu namun bagi Taeyeon, cepatlah aksi pembullyan itu terjadi hingga setelahnya Taeyeon bisa memakan bekal makan siangnya, belajar dari pengalaman Taeyeon tidak ingin di bully saat dirinya sedang memakan bekalnya karena itu membuat bekal yang tidak bersalah harus mengalami akibatnya juga..

 

Yaa.. ini tekesan bodoh namun sesungguhnya Taeyeon tidak ingin bekal buatan Lee Ahjumma yang sungguh enak itu terbuang sia-sia seperti tempo hari. Ohh.. memikirkan betapa enaknya bekal itu membuat Taeyeon menatap penuh minat pada tempat persegi panjang dihadapannya

 

“Makanlah, Aku yakin mereka tidak akan datang” ucap seseorang yang tadi membuka pintu kelas Taeyeon, yang merupakan salah satu teman sekelas Taeyeon pula.

 

“Sebenarnya Aku merasa jengah juga terhadap tindakan mereka yang membully tidak kenal situasi, jadi kemarin pagi aku mendatangi ketua kedisiplinan untuk–” ucapan Namja itu tidak terdengar sampai akhir oleh Taeyeon karena entah mengapa pikiran dan hatinya langsung tertuju pada satu nama

 

Sehun.

 

“Yaakk… Kau mau kemana?” teriak namja itu karena melihat Taeyeon terburu-buru pergi “Harusnya Aku tidak perlu membantunya.. dasar Nerd yang tidak tau berterimakasih” ucap Namja berkacamata itu merasa kesal karena Taeyeon pergi tanpa mengucapkan terimakasih padanya yang sudah meluangkan waktu untuk perduli pada Taeyeon.

 

Aku ingat wajah itu, tempo hari dia melihatku di bully oleh ketiga monster itu namun Aku tidak pernah berfikir bila Namja itu akan mengadu,” ucap Taeyeon dalam hati, masih sibuk berlari mencari seseorang hingga tidak menyadari ada yang tertabrak karena dirinya yang tidak fokus.

 

“Oh.. Mian” ucap Taeyeon seraya membungkukan kepalanya sekilas

 

“Yakkk!! Apa Kau bilang? Setelah bajuku kotor permintaan maafmu itu tidak ada artinya” ucap Namja itu kesal karena milkshake digengamannya tumpah mengenai baju seragamnya

 

“Aku sungguh–” ucapan Taeyeon terhenti ketika menyadari siapa yang ditabraknya.. dan Namja yang ditabrak pun segera mengalihkan pandagannya ke arah Taeyeon saat dirinya tidak mendegar kelanjutan ucapan Taeyeon

 

NERD !” pekik Kai yang membuat seseorang yang baru Taeyeon sadari berada disamping namja itu segera memukul kepala Kai

 

“Kecilkan suaramu itu, beruntung koridor ini sepi jadi tidak membuat teriakanmu menjadi tontonan” seruan itu dibalas tatapan tajam dari Kai

 

“Cih.. apa perduliku?” ucap Kai seraya mengusap-usap kepalanya kesal

 

“Mmm.. Jadi apa yang membuatmu terburu-buru?” ucap Luhan tanpa menghiraukan Kai dan itu membuat Taeyeon yang sempat memandang diam kedua Namja dihadapannya segera tersadar

 

“Ittu.. mm.. Anni.. Aku benar-benar tidak sengaja, sekali lagi maafkan Aku Jongin-ssi” ucap Taeyeon dan membungkukan lagi kepalanya singkat tanpa berniat menjawab ucapan Luhan

 

“Sudah ku bilang permintaan maafmu itu tidak berguna, ganti bajuku sekarang” ucapan Kai itu membuat Taeyeon melotot seketika

 

“Ehhhh.. ??” cicit Taeyeon tertahan

 

“Sudahlah, tidak usah perdulikan Kai, biar dia nanti Aku pinjamkan bajuku” ucap Luhan yang seketika itu pula membuat Kai menatapnya kesal

 

“Benarkah?” tanya Taeyeon ragu yang dibalas anggukan bersahabat dari Luhan

 

“Terimakasih Luhan-ssi” ucap Taeyeon tampak girang, tidak menyangka ada orang sebaik Luhan disekolah ini, ingat Taeyeon tidak suka bergosip jadi pantas apabila dia tidak tahu bahwa salah satu namjat terpopuler disekolahnya mempunyai sifat yang baik.

 

“Ishhh… Nerd yang merepotkan” sinis Kai yang membuat Taeyeon terdiam seketika

 

“Cepat berikan baju gantimu, ku tunggu Kau diruang loker” ucap Kai dan setelahnya segera pergi meninggalkan Taeyeon dan Luhan yang nampak tidak enak hati pada Taeyeon

 

“Kai memang begitu, jangan ambil hati semua omongannya, sebenarnya dia orang yang baik kok” ucap Luhan yang lagi-lagi bersahabat membuat Taeyeon tersenyum simpul memaklumi

 

“Kalau begitu Aku permisi” ucap Luhan tersenyum

 

“Mmm.. Luhan-ssi” ucapan Taeyeon membuat Luhan yang telah menjauh beberapa langkah dari Taeyeon segera berbalik

 

“Yaa??” tanya Luhan penasaran

 

“Kau taudia dimana?” pertanyaan Taeyeon yang ambigu itu membuat Luhan binggung namun sesaat kemudian senyuman muncul diwajahnya

 

“Kau mencari anak nakal itu?” walau sempat ragu pertanyaan itu membuat Taeyeon gugup seketika, pasalnya Luhan tau siapa yang Taeyeon maksud tanpa mengucapkan nama yang dicarinya

 

“Hahahah.. tak apa, sepertinya dia berada ditempat favorite nya karena tadi dia tidak ada di caffetarian” ucap Luhan membuat Taeyeon mengerutkan keningnya binggung

 

“Tempat favorite?” gumam Taeyeon yang membuat senyum diwajah Luhan tambah merekah

 

“Atap sekolah” balas Luhan membuat Taeyeon tersenyum canggung

 

“Kalau begitu, Aku pamit dulu. Sekali lagi terimakasih Luhan-sii” ucap Taeyeon yang dibalas anggukan oleh Luhan namun baru beberapa langkan Taeyeon pergi, dirinya mendengar Luhan berucap kembali

 

“Heuhh.. anak nakal itu pasti melupakan jam makan siangnya, padahal dia mempunyai penyakit maag” ucap Luhan telampau keras bila bermaksud untuk bergumam, senyuman simpul terlihat diwajah Luhan karena menyadari Taeyeon yang mulanya pergi, berbalik menatap punggung Luhan binggung.

 

 

Srakkk !!!

 

Decitan pintu atap sekolah berbunyi ketika Taeyeon dengan perlahan membuka pintu itu, sungguh Taeyeon baru kali ini ke atap sekolah karena tempat favorite nya perpustakaan. Angin sejuk langsung menyambut kedatanganya, membuat dirinya sedikit lupa maksud kedatangannya, untuk sesaat Taeyeon memejamkan matanya namun tidak sampai beberapa detik karena pandagannya langsung terbuka dan diedarkan ke segala arah hingga menemukan seorang Namja yang sedang tertidur dengan posisi berbaring dan tangan kanan menjadi bantalnya

 

Dengan ragu, Taeyeon mendekati Namja itu. setelah sampai, dirinya malah terpaku melihat wajah tampan itu tidak tergangu dengan sinar matahari, malah seakan menantang sinar matahari untuk mengenai wajahnya

 

Sungguh perasaan bersalah sekarang hinggap dihati Taeyeon, harusnya kemarin dia tidak langsung menuduhSehun, harusnya dia bisa mengontrol dirinya, harusnya dia lebih bisa berfikir bahwa yang mengadukan ketiga monster itu bisa saja orang lain.

 

Terlalu banyak kata harusnya dan itu membuat Taeyeon menghela nafas pelan

 

“Maaf.. Aku benar-benar minta maaf, seharusnya Aku tidak bersikap seperti kemarin padamu. Aku sungguh sangat menyesal” ucap Taeyeon lirih tanpa memperdulikan Sehun yang masih memejamkan matanya

 

“Aku rasa tindakanku kemarin pasti sulit Kau maafkan, apalagi tuduhanku itu sangat tidak berdasar” ucap Taeyeon terlihat sedih dari raut wajahnya

 

“Mmm.. Ini makanlah, kata Luhan-ssi, Kau belum makan siang. Ini tidak beracun kok, bahkan makanan ini sangat enak karena Lee Ahjumma seorang koki yang handal” ucap Taeyeon seraya tersenyum disela kalimatnya. Yaa, pada akhirnya bekalnya dia berikan pada Sehun karena ucapan Luhan tadi.

 

“Jangan membuat maag mu kambuh, dan jangan berfikir tindakanku ini sebagai sogokan agar Kau memaafkanku, makanan ini Aku taruh sini yaa..” ucap Taeyeon seraya meletakan bekal yang dia bawa di samping kepala Sehun, sepertinya percuma saja berbicara pada Sehun saat ini. Mungkin Sehun benar-benar berada dialam mimpi dan tidak mendengar ucapan Taeyeon barang sedikit pun.

 

“Sekali lagi Aku minta maaf” ucap Taeyeon menghela nafas pelan, menyerah karena tidak ada tanggapan barang sekecil pun dari Sehun.

 

Hap.. tangan kanan Taeyeon tiba-tiba ditarik saat dirinya sudah dua langkah menjauh dari Sehun, dan seketika Taeyeon menegang saat dirinya melihat Sehun sudah bangun dan duduk dari posisi tidurnya.

 

Hening terasa sesaat sampai Taeyeon berucap “Maaf menganggu tidurmu. Aku akan segera pergi!” gugup Taeyeon seraya membungkukan kepalanya sekilas, bersiap pergi dan dirinya tidak memikirkan untuk meminta maaf sekarang karena entah mengapa melihat tatapan tajam Sehun yang menghujami matanya membuat pasokan oksigen disekitarnya terasa terkuras

 

Hap.. lagi-lagi tangan kanan Taeyeon ditahan oleh Sehun, dan kali ini efeknya benar-benar diluar dugaan. Taeyeon jatuh dipangkuan Sehun ??

 

“Mmm.. Itu.. Aku.. Maaf.. Kemarin.. Bekal.. ” sungguh perkataan Taeyeon itu tidak teratur apalagi dengan posisi seperti itu membuatnya bergerak gelisah dipangkuan Sehun

 

“Maafkan Aku” ucap Taeyeon pada akhirnya seraya memejamkan matanya, namun tidak ada tanggapan dari seseorang yang saat ini memangkunya

 

Perlahan Taeyeon membuka matanya dan matanya membulat seketika, ohh.. wajah tampan yang tadi dia lihat terkena sinar matahari, kini berada tidak jauh dari wajahnya

 

Perlahan wajah tampan itu mendekati wajahnya, gugup itu yang Taeyeon rasakan. bahkan untuk menjauh pun Taeyeon merasa sulit.

 

“Apa ya-ng Kau la-ku-kan?” bata Taeyeon namun tidak dihiraukan oleh Sehun yang semakin mendekatkan wajahnya, entah mengapa Taeyeon pun menutup kedua matanya.

 

 

 

“Suapi Aku”

 

Bisikan itu membuat Taeyeon membuka matanya tekejut, SUAPI? apa yang kau fikirkan Taeyeon babo? teriak Taeyeon dalam hati, dan seketika itu semburat merah muncul dikedua pipi Taeyeon.

 

“Mwo? Itu .. apa berarti Kau memaafkanku?” ucap Taeyeon lirih seraya membenarkan letak kaca matanya yang sedikit turun. Seperti biasa, tidak ada balasan dan itu membuat Taeyeon menatap wajah Sehun

 

Senyuman.. Yaa, walau Sehun tidak membalas kalimat Taeyeon namun dengan senyuman walau hanya tipis, Taeyeon tau bahwa Sehun memaafkannya.

 

Dan jam istirahat yang tersisa 5 menit itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Taeyeon

 

Flashback OFF

 

“Yaaaakkkkk!!!” pekikan itu membuat Taeyeon menutup kedua telinganya sesaat

 

“Ayolah, apa Kau tidak malu dengan dress dan higheels yang kau gunakan? penampilanmu tidak sesuai dengan kelakuanmu” ucap Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya

 

I don`t care” ucap Tiffany yang dibalas Taeyeon dengan memasukan makanan ke mulutnya

 

“Aku tidak menyangka mantan pacarmu itu sangat perhatian dan manis sekali” ucap Tiffany seraya tersenyum jenaka yang dibalas anggukan acuh oleh Taeyeon

 

“Dan Kau benar-benar membuat kesalahan dengan menuduh dia. Heuh, dan yang membuatku kesal adalah Namja yang menjadi teman sekelasmu itu, seenaknya dia mengadu dan membuatmu tambah di siksa oleh monster-monster itu.” ucap Tiffany menggebu

 

“Dia itu berniat menolongku jadi yaa.. walaupun jadinya sebaliknya”

 

“Sudahlah, intinya Kau yang salah pada Sehun” ucap Tiffany membuat Taeyeon melemparnya dengan tatapan tajam

 

“Upp.. sorry” ucap Tiffany tersenyum bersalah

 

“Jangan sebut namanya, beruntung halaman ini cukup sepi, kalau tidak? Jangan harap Aku akan bercerita lagi” ucap Taeyeon mendesah kesal

 

“Arra.. jadi apa Kau tidak merindukannya? Maksudku, biasanya Kau selalu mencuri pandang pada C tapi akhir-akhir ini, Kau tidak makan dikantin”

 

“Itu semua karena siapa?”

 

“Ohhh.. jadi Kau benar-benar kesal karena Aku membuatmu tidak makan dikantin dan tidak bisa mengamati C ? Heuhh.. Aku cukup merasa bersalah” ucap Tiffany berpura-pura menyesal

 

“Aish.. berbicara denganmu membuatku kesal saja” ucap Taeyeon membuat Tiffany terkekeh

 

“Lalu Kau mau berbicara dengan siapa? buku-buku mu itu?” ejek Tiffany membuat Taeyeon mencubit pipi Tiffany kesal

 

“Yaa.. Sakit. Taeyeon bodoh!” dan pekikan itu malah membuat Taeyeon semakin menjadi. Dan gelak tawa pun terdengar setelahnya

 

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat tingkah mereka, lebih tepatnya tawa Taeyeon.

 

“Tadi pagi Aku mencoba menyapanya tapi dia terlihat enggan melihatku” ucap Luhan yang hanya dibalas acuh oleh sahabatnya itu.

 

“Anak nakal itu benar-benar” gumam Luhan yang dibalas jitakan oleh D.O

 

“Kau pikir hanya dia yang nakal?” ucap D.O membuat Kai dan Chanyeol tertawa melihat wajah beregut Luhan

 

“Jangan tertawa, kalian juga nakal bahkan Kau lebih nakal dari kita, Kai” ucap Luhan dan itu membuat Kai mendengus kesal

 

Dan mereka berempat pun tertawa tanpa tau bahwa Sehun masih menatap Taeyeon dari jendela kelasnya. Merasa ada yang memperhatikan dari jauh, Taeyeon pun mendongkakan kepalanya dan tepat saat dirinya melihat Sehun dijendela, Sehun telah mengalihkan tatapannya dari Taeyeon.

 

Heuh! Sepertinya sulit seperti dulu

 

 

(: Unpredictable Nerd J

Night In Apartement.

 

Seperti biasa, hening terasa walau kedua insan ini sedang berhadapan menyantap hidangan makan malam. Hanya suara sendok, garpu dan piring yang sesekali beradu. Setidaknya beberapa benda mati itu membuat suasana tidak terlalu sepi.

 

“Ekmmmmm” dehem Taeyeon mencoba mencari perhatian pada Namja dihadapannya namun seperti tau jawabannya hanya sia-sia akhirnya Taeyeon berucap kembali

 

“Eomma meminta kita berkunjung”

 

“——————”

Tidak ada jawaban dari sang Namja membuat Taeyeon menghembuskan nafasnya pelan, selalu saja seperti ini

 

“Bis—” ucapan Taeyeon terpotong ketika Namja dihadapannya berucap dingin “Kau tau apa yang disebut Table Manner?

 

Dan ucapan itu cukup membuat Taeyeon bungkam, merutuki sikapnya yang bisa-bisanya lupa bahwa sang suami tidak suka diganggu apabila sedang menyantap hidangan.

 

(: Unpredictable Nerd J

 

Bisa-bisanya dia membiarkan gadis centil itu bergelayut manja dilengannya, dasar manusia es menyebalkan! ucap Taeyeon dalam hati menggerutu seraya menggenggam erat garpu spagheti nya

 

“Terlihat menyebalkan, bukan?”

 

“Bukan hanya menyebalkan tapi sangat menyebalkan” ucap Taeyeon pelan namun dengan nada yang terlihat kesal sekali

 

“Of Course, Apa yang harus kita lakukan pada Yeoja itu? Apa perlu kita menghampiri dia dan menampar wajahnya?”

 

“Itu terlalu kasar, lebih baik—-” ucapan Taeyeon terhenti ketika sadar akan sesuatu, “Ommo!” pekik Taeyeon tertahan, pasalnya dirinya baru sadar bahwa sedari tadi bukan alam bawah sadarnya yang sedang berbicara dengannya namun sahabatnya yang entah sejak kapan berdiri merunduk dibelakangnya

 

“Kau benar-benar, bahkan ketika cemburu pun masih dapat berfikir baik” ucap Tiffany seraya mengambil tempat disebelah Taeyeon tanpa memperdulikan wajah Taeyeon yang masuk shock akan kehadiran sahabatnya itu

 

“Jika Aku diposisimu, sudah Aku giling Yeoja centil itu” ucap Tiffany yang saat ini masih memperhatikan Yeoja berambut pirang sepundak itu.

 

“Kau mengagetkanku” ucap Taeyeon mengabaikan ucapan Tiffany

 

“Salah sendiri terlalu memperhatikan pujaan hatimu itu” ucap Tiffany seraya tersenyum menggoda pada Taeyeon yang membuat Taeyeon memberengutkan wajahnya

 

“Akan aku ingatkan. Ini Kantin tempat ramai, Fann. Dan bila ada yang mendegar apa yang Kau katakan sudah pasti Aku akan memberimu pelajaran” ucap Taeyeon dengan wajah mengancam yang membuat Tiffany terkekeh

 

So scary !!!!” ucap Tiffany dengan raut pura-pura takutnya yang membuat Taeyeon mendecakkan lidahnya kesal

 

“Tidak lucu, lagipula siapa yang tadi Kau sebut cemburu?” ucap Taeyeon dan setelahnya berusaha memfokuskan diri pada salah satu olahan noodle dihadapannya

 

“Heuh, percuma berbica denganmu. Ehhh.. Ommo, Taeng. Yeoja itu sekarang mengecup pipi Sehun” tidak sampai sedetik setelah Tiffany berucap Taeyeon segera mendongkakan kepalanya dan menatap jauh ke depan, pada seseorang yang Tiffany maksud. Namun Taeyeon benar-benar tertipu karena Yeoja disamping Sehun malah terlihat sedang asik berbicara dengan Chanyeol.

 

“Sikapmu itu yang membuatku yakin bahwa saat ini seorang Kim Taeyeon sedang cemburu” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon jengah dan setelahnya beranjak pergi meninggalkan makananya yang baru beberapa suap ditelannya

………………

 

“Ishh.. Taeng mengapa Kau pergi tiba-tiba, bukannya kau sudah tidak mengamati Sehun beberapa hari terakhir? Pastinya Kau merindukan lelaki itu kan? Ayo kembali, padahal Aku sudah menekan perasaan ingin tahuku pada kelanjutan kisah lama mu, jadi jangan sia-siakan. Kalau tau begini lebih baik Aku mengajakmu makan di halaman kampus dan mendegarkan ceritamu daripa—-” ucapan Tiffany ini terpotong ketika Taeyeon yang sedari tadi berjalan didepannya, membalikkan badannya

 

“Stop, berhenti menyembut namanya” ucap Taeyeon membuat Tiffany menepuk keningnya tanda mengingat sesuatu

 

Sorry, I am forget about it” cicit Tiffany yang membuat Taeyeon menghembuskan nafasnya kasar.

 

“Sudahlah, lagipula untuk apa Aku cemburu, memangnya aku memiliki status kepemilikan atas dirinya?” ucap Taeyeon ragu diakhir kalimatnya

 

“Kau tidak bisa berbohong, terserah padamu mau mengakui atau tidak bahwa dirimu cemburu. Yang lebih membuatku penasaran adalah siapa yeoja centil itu?” tanya Tiffany diakhir kalimatnya

 

I don`t care” ucap Taeyeon berbeda dengan hatinya

 

“Temannya kah? atau kekasih ? jangan-jangan tunagannya?”

 

“Anni!!!” pekik Taeyeon tidak terima saat Tiffany mengutarakan pendapat terakhirnya

 

“Isshh, Kau bilang tidak cemburu tapi apa itu?” ucap Tiffany membuat Taeyeon terdiam sesaat

 

“Tingkah yeoja itu menunjukan bahwa dia cukup dekat dengan C, bila yeoja itu benar-benar kekasih C, apa yang akan kau lakukan Taeng?” ucap Tiffany lagi yang membuat Taeyeon geleng-geleng kepala

 

“Biarkan saja” acuh Taeyeon yang membuat Tiffany gemas dan menjitak kepala Taeyeon

 

“Aishh.. apa yang kau lakukan?” ringis Taeyeon seraya mengusap kepalanya

 

“Membuatmu sadar, kau mau mengalah sebelum berperang, heuh? Walaupun yeoja centil itu terlihat lebih muda dari mu tapi tenang saja, aku akan membantumu” ucap Tiffany yakin memberikan support pada Taeyeon

 

“Yeoja centil itu adiknya Kim Jongin”

 

“Mwo??” pekik Tiffany yang membuat Taeyeon memejamkan matanya sesaat

 

“Ishh.. beruntung pekikanmu itu tidak membuat para mahasiswa itu mengerubuni kita” ucap Taeyeon seraya menatap beberapa mahasiswa disekelilingnya namun yang ditatap kebanyakan malah memandang sinis pada Taeyeon

 

Are you seriosly?” tanya Tiffany tanpa menghiraukan ucapan Taeyeon

 

“Kau fikir ada gunanya aku berbohong seperti itu?” tanya Taeyeon yang membuat Tiffany mengangguk-anggukan kepalanya tanpa berniat bertanya mengapa Taeyeon bisa tau bahwa yeoja tadi adik Kai karena pastinya hal itu diketahui karena Taeyeon mantan Sehun jadi tidak heran bila Taeyeon mengetahui adik Kai

 

“Tapi mengapa anak itu ada di kampus ini?” tanya Tiffany yang dibalas gelengan kepala dari Taeyeon

 

“Molla, tapi yang aku tau, adik Kim Jongin itu menyukai Sehun” ucap Taeyeon spontan dengan nada kesal yang membuat Tiffany tersenyum penuh arti

 

“Yaa.. sangat terlihat, apalagi yeoja itu berani bergelayut manja didepan umum pada Sehun” ucap Tiffany seraya menahan ketawa ketika melihat raut wajah Taeyeon yang berubah

 

“Memang apa bagusnya bergelayut manja? Aku bahkan pernah berpelukan dengannya” ucapan Taeyeon itu membuat Tiffany tersenyum cerah, berhasil menarik satu rahasia lagi dari sahabatnya.

 

“Uppss…” ucap Taeyeon dan setelahnya menutup mulutnya, merutuki kebodohannya yang bisa-bisanya terpancing oleh ucapan Tiffany

 

“Jadi, apa yang membuat kalian berpelukan?” tanya Tiffany dengan aura mendesak ingin dijawab

 

Flashback ON

 

Suara alarm terdengar angkuh membuat seorang Yeoja yang berada disamping tempat alarm itu terusik dan dengan kebiasaanya segera mematikan alarm itu dengan tangan kananya, masih berbaring dan menutup matanya.

Taeyeon tidak lupa, bahwa hari ini dirinya harus pergi ke sekolah, namun rasa nyenyak itu masih enggan meninggalkan dirinya yang membuat Taeyeon mempererat pelukannya pada boneka panda disamping kirinya.

Namun nada dering telfon yang tiba-tiba terdengar membuatnya mendengus kesal masih dengan mata terpejam, apa tidak ada yang bisa membiarkanku bolos hari ini? batinnya kesal

 

“Yeobosseo?” sapa Taeyeon langsung setelah menemukan ponsel disamping alarm nya, masih dengan mata tertutup

 

Wake up, please ! damn, miss you so much, girl” balasan dari seseorang diseberang sana membuat Taeyeon segera membuka matanya dan bangkit terduduk dengan raut wajah kentara bahagia

 

“Oppa !!!!!” pekik Taeyeon girang

 

Berhenti bermanja-manja dikasurmu, segera bersiap ke sekolah!” nada lembut namun tegas itu membuat Taeyeon menghela nafas panjang

 

“Arra, kau dimana sekarang? ku pikir Kau melupakanku” ucap Taeyeon seraya mencari kacamatanya yang biasanya selalu di samping jam weker nya,

 

Always in your heart, girl” balasan Namja diseberang sana membuat Taeyeon memberengut kesal masih sibuk mencari kacamata nya

 

“It Is not funny, boy” balas Taeyeon singkat

 

Jika kau mencari sesuatu disamping jam wekker mu, kau tau harus menemui siapa?” ucapan itu diakhiri dengan sambungan telfon yang terputus, membuat Taeyeon mengeryitkan keningnya binggung.

 

Tidak sopan, setelah lama menghilang dan apa ini? menutup telfon secara sepihak, tapi apa maksudnya tadi? Ommo.. Ommoo.. batin Taeyeon dan setelahnya berteriak

 

“Oppa !!!!!!!!! Kau dirumah?” teriak Taeyeon dan setelahnya segera keluar dari kamar, dengan langkah yang terbilang terburu-buru padahal dirinya tidak memakai kacamata, tidak merasa takut apabila terburu-buru dapat membuatnya terjatuh, yang dia pikirkan saat ini hanya harus membuktikan bahwa kini Oppa tersayangnya itutidak berada jauh dari jangkauannya.

 

Setelah menuruni anak tangga dengan cukup hati-hati, walau terlihat samar akhirnya Taeyeon menemukan sosok Namja yang dia rindukan berdiri di ruang tamu, membelakangi dirinya dan tanpa pikir panjang Taeyeon segera berlari dan

Bugh…

 

“Bogoshippo” ucap Taeyeon dengan pelukan erat, mencoba mencuri aroma dari tubuh Namja yang berada dipelukannya ini, rasa nya berbeda namun itu tidak membuat Taeyeon melepaskan bahkan hanya mengendurkan pelukannya, tapi rasa nyaman masih sama bahkan terkesan lebih dari sebelumnya.

 

“Aku benar-benar merindukanmu” ucap Taeyeon saat Namja dipelukannya membalikkan badannya namun tidak membuat Taeyeon melepaskan pelukannya begitu saja, malah dengan posisi saling berhadapan membuat Taeyeon lebih leluasa memeluk Namja dihadapannya ini

 

“Sudah bosan kah Kau di Swiss sehingga muncul tiba-tiba dihadapanku?” tanya Taeyeon dengan nada kesal namun terkesan menyindir, dengan kepala yang masih menelusup jauh kedalam mantel yang Namja dihadapannya kenakan.

 

“Kau terlihat lebih tinggi dari yang terakhir ku ingat” ucap Taeyeon seraya mendongkakan kepalanya melihat Namja dihadapannya tanpa melepas pelukannya

 

“Wajah tampanmu jadi tidak begitu jelas, kembalikan kacamataku !” ucap Taeyeon kesal karena pandagannya masih terlihat buram efek baru bangun tidur dan tidak menggunakan kacamata nya.

 

“Mengapa Kau diam saja? bukankah tadi Kau yang mengatakan Kau sangat merindukan ku, heuh?” ucap Taeyeon seraya menangkup wajah Namja dihadapannya dengan kedua tangannya, mencoba mengamati setiap inci wajah Namja dihadapannya.

 

Namun pandagannya entah mengapa terhenti pada sepasang mata tajam yang terasa begitu menusuk.

 

Sejak kapan Oppa memiliki sepasang mata tajam seperti ini? batin Taeyeon merasa ada yang salah, tapi tatapan itu seolah tidak asing bagi Taeyeon, tatapan tajam penuh intiminadasi.

 

Merasa perbedaan itu akhirnya Taeyeon memilih melepaskan kedua tangannya dari wajah dihadapannya dan bersiap mengambil jarak, namun belum sampai Taeyeon melangkah mundur, tarikan pada tangan Taeyeon membuat Taeyeon kembali memeluk Namja dihadapannya,

 

“Siapa yang Kau rindukan, heuh?”

 

Deg.

 

Suara itu, Yaa.. Taeyeon sangat hafal itu suara siapa, suara yang akhir-akhir ini tidak asing baginya,

 

“Oh Sehun” lihir Taeyeon tidak menyangka bahwa kejadian memalukan ini terjadi pada dirinya dan Sehun, dan entah mengapa Taeyeon merasa bahwa Sehun sedang tersenyum simpul disebelah telinganya

 

“Merindukanku, heuh?” tanya Sehun memastikan dengan pelukan yang semakin dia pererat sedangkan Taeyeon yang masih binggung akan kesalahpahaman ini merasa lemas seketika, beruntuk Sehun sedang memeluknya sehingga dirinya bertopang,

 

Apa tadi Taeyeon berfikir dirinya beruntung? Oh… Abaikan saja itu.

 

“Wah.. Wah.. Wahh !!! ada apa ini?” tanya seseorang yang baru saja keluar dari arah dapur, membuat Sehun dan Taeyeon segera melepas pelukannya

 

“Oppa?” ucap Taeyeon ragu, memastikan bahwa dirinya tidak salah orang lagi

 

Yes, Girl” dan balasan itu membuat Taeyeon lega, namun setelahnya “Dimana kacamataku?” tanya Taeyeon kesal, gegara kecamata itu membuat dirinya salah orang, tapi apa yang membuat Sehun dirumahnya?

 

“Jauh-jauh, Aku kemari dan Kau hanya menanyakan kacamatamu? tidak ada sambutan atau pelukan hangat untukku?” tanya Namja itu merajuk membuat Taeyeon mengigit bibir dalamnya, merasa binggung

 

“Apa karena Namja disebelahmu itu?” tanya Namja berwajah tampan dewasa itu seraya melangkah mendekati Taeyeon

 

“Itu..Ituu..  bukan begitu” bata Taeyeon merasa gugup sendiri

 

“Padahal Aku ingin mengejutkanmu didapur tadi, tapi apa yang Aku lihat? Kau berpelukan dengan seorang Namja bahkan di depanku?”

 

“Oppa” cicit Taeyeon masih terlampau gugup

 

“Peluk aku kalau begitu!” perintah Namja yang sudah berada dihadapan Taeyeon itu, membuat Taeyeon melirik sekilas pada Namja disampingnya

 

“Oppa—” ucapan Taeyeon terpotong ketika Namja yang dia sebut Oppa itu menariknya dalam pelukannya

 

Miss you so much, girl” ucap Namja itu seraya mempererat pelukannya membuat Sehun menatapnya tajam

 

“Nado” ucap Taeyeon pada akhirnya seraya membalas pelukan Namja itu

 

“Siapa dia? Mengapa saat Aku memelukmu, tatapannya tajam seperti itu? apa dia akan membunuhku?” tanya Namja itu pada Taeyeon, yang membuat Taeyeon menegang seketika

 

“Perkenalkan, Aku Oh Sehun, kekasih dari yeoja yang sedang kau peluk erat itu” ucap Sehun seraya mengulurkan tangannya masih dengan tatapan tajam penuh intimidasi yang dibalas kekehan sesaat dari Namja yang saat ini memeluk Taeyeon, sedangkan Taeyeon langsung shock seketika ? Bukankah tadi Sehun mengatakan dirinya sebagai kekasih Taeyeon? benarkah ? dan Apa barusan Namja es itu mengatakan lebih dari tiga kata dalam satu ucapan?

 

“Perkenalkan, Aku Kim Taejoon, Kakak dari yeoja yang kau sebut kekasihmu dan yang saat ini berada dipelukan eratku” ucapan Taejoon itu membuat Sehun terdiam sesaat tampak terkejut namun segera dia tutupi setelah Taejoon menerima uluran tangan Sehun

 

“Senang bertemu denganmu, kekasih adikku

 

Flashback Off

 

Damn ! itu kisah yang sangat menggelikan tapi manis sekali” ucap Tiffany dan setelahnya terkekeh yang membuat Taeyeon ikut tersenyum geli, pasalnya kenangan itu sangat tersimpan apik dalam memorinya

 

“Dan setelah kejadian itu, aku bersikeras untuk menjalankan berbagai macam terapi agar minutes ku berkurang dan kejadian memalukan seperti itu tidak terulang lagi, dan satu tahun yang singkat membuatku mendapatkan hasil yang cukup memuaskan karena minutes ku berkurang banyak” ucap Taaeyeon terkekeh sela ucapanya, membuat Tiffany mengeleng-gelengkan kepalanya

 

“Aku baru tau Kau mempunyai kakak”

 

“Yaa, Aku memang tidak pernah bercerita tentangnya dan itu bukan berarti aku tidak menyayanginya, Joon Oppa kakak satu-satunya yang amat baik, dia selalu ada untukku, sayangnya dia memilih melanjutkan pendidikan S2 nya di swiss sehingga waktu nya denganku jadi berkurang, andai Joon Oppa tidak pergi ke swiss mungkin aksi tiga monster itu tidak akan berlangsung lama, Yaa.. bisa dikatakan Aku yang selalu menutup diri hanya mempunyai sandaran satu, yaitu Joon Oppa, kedua orangtua ku sangat sibuk waktu itu sehingga  bisa dikatakan aku kekurangan kasih sayang, namun asalkan ada Joon Oppa, itu lebih dari cukup”

“Tapi aku tidak ingin menjadi penghambat untuk kesuksesannya jadi aku tidak menahannya saat Joon Oppa memutuskan pergi. Kau tau? Perginya Joon Oppa hampir bersamaan dengan bullyan pertama yang aku terima, saat itu aku ingin sekali mengadu padanya namun aku tidak ingin membuat Joon Oppa segera mengambil penerbangan pulang untuk bertemu denganku. Yaa, itu semua membuatku belajar untuk mandiri walau sangat sulit diawal tapi akhirnya aku terbiasa, walau kebanyakan saat di bully hanya pertahaanan diri yang aku lakukan bukan perlawanan”

“Dan karena pertahanan diri itu membawaku pada seorang C” ucap Taeyeon mengakhiri  cerita panjang lebar nya

 

“Kau benar-benar hebat bisa melewati itu semua” ucap Tiffany seraya mengengam tangan Taeyeon memberikan ketenangan, pasalnya banyak orang di luar sana yang tidak kuat akibat tindakan bullying “Apa setelah kakakmu kembali, membuat pembullyan mu itu berakhir?” tanya Tiffany kemudian

 

“Anni, kakakku hanya menjengukku sesaat dan setelahnya kembali lagi ke Swiss, beruntung saat itu kakakku selalu memaksa mengantar dan menjemputku hingga tidak ada waktu bagi tiga monster membully ku, bahkan sesekali Sehun pun mengajakku istirahat bersama tentunya tidak didepan umum melaikan di atap sekolah dengan teman-temanya, jadi aku cukup kenal dengan Chanyeon, D.O, Kai apalagi Luhan yang sangat murah senyum itu” ucap Taeyeon dibalas anggukan oleh Tiffany

 

“Apa kakakmu itu–” ucapan Tiffany langsung dipotong oleh Taeyeon “Saat ini dia sudah memiliki seorang istri yang sedang mengandung” ucap Taeyeon yang mengerti arah pertanyaan Tiffany dan hal itu membuat Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal

 

“Jadi kapan terakhinya Kau dibully?” tanya Tiffany merubah haluan

 

“Jika Aku katakan sekarang, maka ceritanya tidak akan berlanjut, Kau mau itu?” tanya Taeyeon yang langsung dibalas gelengan keras dari Tiffany, untuk apa tau hasil akhir secepat itu ketika dirinya yakin bila didalam cerita Taeyeon pasti ada sesuatu yang menarik lagi dan lagi

 

“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi C saat kakakmu berkata Kau itu adiknya” ucap Tiffany tiba-tiba mengalihkan pembicaraan lagi yang dibalas dengusan singkat dari Taeyeon namun tetap Taeyeon balas

 

“Aku tidak terlalu tau tapi dari ucapan kakaku sepertinya ekspresi yang C tunjukan masih tetap sama datar nya” balas Taeyeon yang membuat Tiffany mengeleng-gelengkan kepalanya

 

“Tapi utnuk apa C berada dirumahmu?”

 

“Aku pun terkejut saat dirnya tiba-tiba berada di ruang tamu rumahku, dia berkata ingin mengajaku pergi sekolah bersama, dan saat itu Nam Ahjumma yang membukakan pintu jadi Joon Oppa tidak tau kedatangannya, Eomma dan Appa juga tidak ada dirumah jadi tidak tau” ucapan Taeyeon itu membuat Tiffany mengangguk-anggukan kepalanya, merasa Taeyeon lebih terbuka saat ini

 

“Jika mengingakat hal itu, rasanya ingin memutar waktu, harusnya aku menurut ketika Joon Oppa menyuruhku bergegas siap kesekolah jadi saat aku turun, aku sudah dalam keadaan rapih bukan baju tidur panda dan wajah habis bangun tidur yang aku tunjukan saat dia datang” ucap Taeyeon diakhiri dengan dengusan kesal yang dibalas senyuman geli oleh Tiffany

 

“Tapi, harusnya C memberiku pesan jika ingin menj—” ucapan Taeyeon terhenti ketika tersadar akan sesuatu “Apa yang Aku katakan tadi?” dan pertanyaan itu langsung membuat Tiffany tertawa

 

“Heiii.. behenti tertawa, itu tidak lucu!” ucap Taeyeon kesal yang membuat Tiffany tidak bisa mengontrol tawanya

 

“Merasa malu?” tanya Tiffany disela-sela tawanya yang membuat Taeyeon meringis merasa bodoh karena lagi-lagi terpancing oleh Tiffany

 

“Sudahlah” ucap Taeyeon kesal hendak beriri dari duduknya

 

“Yaa.. Yaa.. jangan marah” ucap Tiffany menahan tangan Taeyeon membuat Taeyeon kembali duduk dengan kesal, pandagannya dia edarkan ke sekeliling halaman kampus

Yaa.. lagi-lagi halaman kampus menjadi latar tempat Taeyeon menceritakan kisah masa lalu nya.

 

“Ishhh.. berhenti, Fann” ucap Taeyeon kesal karena Tiffany belum menghentikan tawanya, bahkan saat ini sudut mata Tiffany sudah berair

 

“Benar-benar tidak lucu” ucap Taeyeon dengan delikan mata kesal

 

“Kau tidak sadar? Yang membuatku tertawa itu tingkahmu yang selalu mengelak menyukai C, entah gengsi mu yang tinggi atau perasaanmu yang kurang peka” ucapan Tiffany itu membuat Taeyeon berfikir sesaat

 

“Yaa.. mungkin perasaan itu muncul bahkan sebelum aku menyadarinya, Kau benar, Aku memang menyukai Namja esitu bahkan Aku mencintainya” aku Taeyeon pada akhirnya yang membuat Tiffany tersenyum menang

 

(: Unpredictable Nerd J

 

`Taeng babo, harusnya Kau lebih teliti untuk mengumpulkan tugasmu, bukannya tertukar serperti ini` ucap Taeyeon dalam hati merutuki sikap toledor nya. Jika saja dirinya bisa lebih terliti pasti sore ini dirinya bisa langsung pulang ke apartemennya bukannya harus kembali ke kampus dan berlari terburu-buru ke ruang dosen untuk menukar tugas mingguannya.

 

Sejak kapan tugas Dosen Yoon menjadi tugas Dosen Im?

 

Taeyeon kembali menyalahkan diri sendiri dan saat ini keningnya dia tepuki dengan tangan kanannya sebagai pelampiasan atas kekesalannya.

 

Brukk

 

“Aissshhhh.” ringis Taeyeon ketika tidak sengaja menabrak seseorang didepannya, berutung dirinya dan orang yang ditabraknya tidak sampai terjatuh mengingat seseorang yang ditambraknya itu membawa kotak besar

 

“Jeosonghamnida” ucap Taeyeon membungkuk sekilas, dan setelahnya membulatkan kedua matanya ketika sosok yang ditabraknya itu menurunkan sedikit kotak yang dibawanya sehingga rupa dibalik kotak itu terlihat.

 

“Haii, lama tak berjumpa”

 

Deg

 

Oh… apalagi ini, setelah kemarin bertemu dengan Luhan dan saat ini Taeyeon harus berhadapan pula dengan D.O ? sepertinya minggu ini Taeyeon memang ditakdirkan untuk bertemu dengan orang-orang dimasa lalunya, atau mungkin masa kini juga

 

“Kyungsoo-ssi” cicit Taeyeon dengan gerakan membenarkan kacamatanya, merutuki kebodohannya mengapa harus menabrak seseorang terlebih itu D.O, jika dipikir kalau saja dirinya tidak toledor memberikan tugas pasti dirinya tidak akan terburu-buru ke ruang dosen dan menabrak D.O. Yaa.. lagi-lagi dia menyalahkan dirinya.

 

“Aku yang Kau tabrak, mengapa Kau yang melamun?” ucapan D.O itu membuat Taeyeon memfokuskan dirinya kembali pada D.O

 

“Aku tidak sengaja, Aku sedang terburu-buru” ucap Taeyeon mencoba menjelaskan yang hanya dibalas tatapan menilai dari D.O

 

“Kau akan menemui Dosen Yoon?” tanya D.O saat melihat makalah ditangan Taeyeon yang membuat Taeyeon berfikir apakah harus menjawab atau dia abaikan, walau di lorong itu tidak ada mahasiswa lain namun tetap saja Taeyeon merasa canggung berbicara dengan salah satu Namja Populer itu.

 

“Anni, lebih tepatnya Aku akan menemui Dosen Im” balas Taeyeon akhirnya

 

“Ohh.. Mau bersama?” ucapan D.O itu membuat Taeyeon mengangguk sekilas, namun setelahnya

 

“MWO???”

 

Dengan sedikit paksaan akhirnya Taeyeon menuruti D.O, berjalan bersama ke ruang Dosen Im karena D.O pun punya tujuan yang sama

 

“Kau sepertinya selalu menghidar bila berpapasan atau bertemu dengan Kami” ucap D.O yang membuat Taeyeon melirik ke samping kanan namun pandangan D.O masih tertuju lurus kedepan

 

“Bukan begitu, hanya saja—” ucap Taeyeon menghentikan kalimatnya diakhir

 

“Hanya saja Kau takut ketahuan bahwa–” ucapan D.O segera Taeyeon potong

“Tolong jangan membahasnya, Aku tidak ingin membuat seluruh mahasiswa kampus shock berat” ucap Taeyeon seraya menundukkan kepalanya yang membuat D.O menghela nafas pelan

 

“Bukankah pernikahan itu disepakai oleh kalian?” tanya D.O tetap membahas persoalnya yang Taeyeon hindari

 

“Aku benar-benar tidak ingin membahasnya” ucap Taeyeon merasa ditekan, Taeyeon tau seperti itulah sifat D.O yang lebih terkesan to the point tapi heiii.. Taeyeon bukan seseorang yang suka didesak

 

“Apa salahnya jika semua orang tau bahwa Kim Taeyeon dan Oh Sehun sudah menikah?” pertanyaan D.O itu benar-benar membuat Taeyeon terkejut sampai dirinya menghentikan langkahan kakinya

 

“Apa Kau takut akan dihujat oleh orang-orang? Jika Kau takut, tidak sepantasnya Kau berani mengambil tindakan untuk menerima pernikahan itu” ucap D.O yang saat ini berjarak beberapa langkah didepan Taeyeon, harusnya Taeyeon menolak dengan keras ketika D.O memintanya berjalan bersama, ingin rasanya Taeyeon menghilang tiba-tiba saat ini

 

“Kau tidak bisa menjawab?” tanya D.O yang saat ini sudah berbalik menghadap Taeyeon sedangkan Taeyeon masih terdiam ditempatnya, berusahan mengutarkan pikirannya

 

“Apa diamerasa terganggu?” balasan dari Taeyeon itu membuat D.O mengeryitkan keningnya binggung namun setelahnya mengerti maksud dari pertanyaan Taeyeon itu

 

Dan tanpa mereka sadari di balik pintu sebelah kanan yang bertuliskan Dosen Yoon, ada seseorang yang mendengar percakapan mereka, bukan hanya itu tapi jauh di belakang Taeyeon ada seseorang juga yang mendengar kan percakapan mereka.

 

 

 

 

 

TBC

Yayayyayayayyayya… akhirnya selesai juga, zzzzzzz.. memanfaatkan hari libur untuk menulis….

 

Gimana ceritanya??

 

Suka ? Suka ? Suka ?

 

Terserah readers aja yaaa, yang penting ceritanya dilanjut, ya kan?

 

Dan.. setelah ini, WIL? End akan author kirim, tapi yaaa.. masih dibungkus secara apik, biar fiksi pertama itu berkesan. Heheh..

 

Nah yang nunggu-nunggu MRIMFL? Adakah adakah ?

Sabar dulu yaaa.. WIL? End dulu.. Okkk?

 

Terimakasih untuk kalian yang sudah menunggun fiksi ini dan tidak lupa untuk meninggalkan kesan pesan kalian. ^^

 

Bye…. ^^

 

Advertisements

81 comments on “[FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 3)

  1. akhirnya d update … makin seru apalagi flasback nya itu loch makin sweet …tippani over kepo nya 😀 . next thor

  2. Akhirnya di update 😂 daebak thor!!! Sangat sangat ditunggu next chapternya ya thorrr hehehe 😀 fighting thorrrr!!!

  3. wuah keren, daebak!!!!!
    berkali2 nahan nafas sambil baca sangking serunya…
    agd sgd agd dtggu lnjutannya…
    fightaeng!!!

  4. Wahh keren thor,, kira2 sapa yg ngedenger percakapan taeyeon dan DO??
    Ditunggu thor kelanjutannya….

  5. Omona??? Siapa yg nguping?
    Aah akhirnya ketauan jg kan siapa suami taeng sbnrnyaa..
    Dr awal udh curiga dan kecurigaanku bnr, wkwkwkw
    Penasaran nih next chap ditunggu yeaa…
    Fightiiingg

  6. Woaa jgn2 sehun selama ini bersikap dingin k taeyeon pas mrka lg d apartemen krn taeyeon gamau pernikahan mrk terungkap??
    benar kah?
    jd berarti sehun n taeyeon itu memang benar2 saling cinta aaaaa so sweet. . 😊😊
    Aduh gasabar bgt chapter selanjutnya..
    WIL ditunggu bgt, apalagi MRIMFL hehe
    Aku lg suka bgt pairing HunTae..
    Semangatt terus author!!

  7. Ommo ommo ommo
    Daebakk thor, baru nemu ff ini, jadi langsung baca part 3 dulu..
    Okeh setelah ini aku lanjut baca part 1 sama 2 ya thor #plakk
    Hehe..
    Tenang thor, aku sempetin komen kok, daebak ffnya..
    Fighting ne!!

  8. Makasih buat tiffany yg udh kepoin cerita tae and sehun, kalo bukan karena kekepoan nya, kita gaakan tau gimana cerita dan perasaan taeyeon.
    Makasih juga buat kyungsoo yg udbh to the point.
    Finally author balik lagi setelah lama ku tunggu updatean cerita ini, dan g ngecewain samsekkk

  9. Like it so much ow ow much much like it .. haha panjang ceritanya aku suka banget .. sumpah keren dehh nambah penasaran 😀 semoga updatenya soon hihi gomawo

  10. huwaaa bener kan taeyeon-sehun sebenernya sepasang suami istriii. duh sebenernya sehun itu udah suka juga ya sama taeyeon sejak sma? moment mereka sweet bangetttttt. terus siapa ya yang kira2 denger pembicaraan do-taeyeon??!?!?! jangan2 sehun sama tiffany???? huwee penasaran banget sama cerita iniii. kutunggu banget chapter selanjutnya ya thoooor. WIL sama MRIMFL jugaaaaaa
    fightaengggg

  11. oh…pernikahan itu bukan perjodohan tp atas kesepakatan taeng ama sehun sendiri
    siapa tuh yg mendengar pembicaraan taeng dengan d.o

  12. ff nya keren benget
    ya akn benar kn bahwa taeyeon ama sehun udh nikah
    Greget liat moment taeyeon sehun
    Next ditumggu jgn lama”
    Fighting thorr

  13. Daebak bnget thor!!^^
    Author favorit:3
    Lumayan lama updatenya’-‘

    Nah kan.. Sehun sama Taeyeon itu udah nikah kah :g
    Itu yg diam – diam dengarin percakapan Taeyeon sma D.O itu Sehun sma Luhan kayaknya…
    Karna sbenarnya Luhan itu terlihat pedulinya suka sama Taeyeon, Cuma Taeyeonnya gak peka:’g
    Sehun juga sbenarnya juga suka sma Taayeon, tapi ditutupi sma dinginnya:’g #readerssoktau:3

    Dtnggu bnget chap slanjutnya thor!!^^ Apalagi yg ff MRIMFL sma chap akhir WIL.. Dtnggu thor!!^^ Fighting!! ^^

  14. Daebak! Daebak Daebak!! 😮
    AwaL.a ngira KaLo Taeng Nikah sama salah satu temen.a Sehun eh ternyata malah sama sehun.a sendiri
    Pokok.a harus d Lanjut’n Thor, secepat.a ;), penasaran knpa mereka bisa sampe Nikah.

  15. ini yang krtiga kalinya aku buat komentar, padahl udh terkirim tapi saat di cek kok nggk ada .. akhirnya aku buat lagi deh komenyarnya , takut di kira silent reader

    ffnya makin keren thor…makin penasaran sama kelanjutannya.. daebak!!! benerkan kalo taeyeon nikah sama sehun , tapi kenapa sikap sehun jadi dingin gitu? bukannya di masalalu dia bersikap manis sama taeyeon, kenapa? kenapa? makin penasaran nihhhh , ayooo di kasih flashbacknya biar tau kenapa sehun jadi kaya gitu.. maaf thor rada cerwet
    ditunggu kelanjutannya ya thor!!!! ohiya ff yang lainnya juga ditunggu..
    semangat author

  16. Oo… kalau dipikir2…
    Ini kelihatannya ada kesalah pahaman antara tae ama sehun…
    Tae yg begitu takut dengan sehun hingga tak mau sehun marah atau tak nyaman…
    Dan dilain sisi malah membuat sehun menjadi sedingin es karena tae tidak mau mendeklarasikan hubungan mereka ke publik…
    Bagaimana bisa orang menikah tapi tak pernah saling sapa macam mereka…
    Semoga chapter selanjutnya saya diberi pencerahan….
    Bagus thor…
    Lanjut…
    ~FIGHTING~

  17. kyaaaaaaa tbccc awas lu yaaaa
    akhiienya semua masalah yg tersembunyi terungkap #abaikan -_-
    jangan2 luhan suka sama taeng love triangke deh sama sehun
    huhuhu gak sabar baca next chap sekalian nunggu epep MRIMFL
    Next chap thornim hwaiting !!! ♡♥

  18. jangan sampe yg denger itu si 3 monster itu…
    pokoknya semua FF author bakalan aku baca deh.
    ditunggu ya next chap, MRIMFL, sama WIL..

  19. aaaa momen huntae nya yg masa kini dikit banget ya thor 😦
    walaupun penasaran sama flashback nya taeng, tapi pengen tau lebih jelas kehidupan rumah tangga taeyeon tuh gimana/?
    next ya thor

  20. Daebak
    Ff yang masuk dalam favoritku udah ada lanjuannya..
    Ceritanya makin seru, asyik, dan wow banget thor
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting.. 😉

  21. Kereeeeeeeeeen, sempet lupa sma ceritanya tapi masih tetep daebak deh ceritanya!! Itu yg diakhir siapa sih? Dua orng berarti kan yg denger ucapan taeng? Penasaraaaaaaaaaan banget ><
    Ditunggu yaa next chapnya 😙😘😚

  22. Waaah ganyangka mereka nikah.. kereeen ceritanya gak monoton dan feelnya daoet, lanjut dong thor … ini belum end kan ? Plis lanjutiiin suka banget sama ceritanya, semangat ya author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s