[FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 2)

Noona, ily2

Title : Noona, I Love You (Chapter 2)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Kim Taeyeon (SNSD) | Byun Baekhyun (EXO) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kim Heechul (SJ) | Tiffany Hwang (SNSD)

Genre : Romance, Angst,Little bit comedy.

Rating : PG-15

Lenght : Chaptered

Happy Reading!

 

Preview: Chapter 1

 

Noona, I Love You – Say that again!

 

 

 

Sementara itu, Taeyeon menutup pintu ruang seni dan kembali ke dalam.Yeoja itu menghampiri Sehun dan Kai.

 

“Kau tahu ‘kan… Temanmu itu. Dia datang lagi… Dia menatapku seperti ini.”Taeyeon memperagakan, “Ada apa dengannya?” Tanya Taeyeon.

 

Sehun dan Kai bertukar tatapan.Mereka tidak bisa menjawab Taeyeon.

 

“Wae?Kenapa kalian selalu saja tidak bisa menjawab pertanyaanku tentangnya?Apa yang kalian sembunyikan dariku?”Taeyeon menyelidiki.

 

“Aniya, Noona. Tidak ada yang kami sembunyikan.” Elak Kai.

 

“Lalu kenapa kalian tidak bisa menjawab pertanyaanku?Cepat jawab!”

 

“Dia…” Sehun ragu-ragu.

 

Kai menyenggol Sehun, “Apa kau akan memberitahunya?” Bisik Kai.

 

“Molla.Dia terus mendesak kita.”Balas Sehun.

 

“Apa ini?Kalian berbisik lagi? Yak! Ada apa dengan kalian?” Geram Taeyeon.

 

“Noona… Kalau kau penasaran tanya saja padanya.” Taeyeon mempoutkan bibirnya karena jawaban Kai ini.

 

“Yak!Aku tidak mengenalnya, maka dari itu aku bertanya pada kalian.” Tutur Taeyeon.

 

“Maka dari itu, kenalan saja dengannya!”Suruh Sehun sambil tersenyum.

 

 

 

Noona, I Love You – Say that again!

 

 

 

“Taeyeon-ah, apakah lebih baik untuk menambahkan lagu duet?”

 

“Siapa yang mau menyanyikannya?” Tanya Taeyeon.

 

“Kau.”Balas Heechul yang merupakan penanggung jawab acara.

 

“Dengan siapa?Aku tidak mau duet denganmu, Oppa.”

 

“Yak! Kau ini! Lagipula aku tidak berniat untuk bernyanyi diatas panggung itu.Carilah pasangan!”

 

“Oppa, aku tidak punya siapapun untuk dijadikan teman duet. Kai dan Sehun akan menari. Lalu Tiffany tidak mau tampil dan aku juga tidak mau duet denganmu.Kemudian siapa yang harus menjadi pasangan duetku?” Tutur Taeyeon.

 

“Kan sudah aku bilang untuk mencari pasangan.Kau harus membawanya padaku secepatnya.Arraseo?”Heechul mengacak-acak rambut Taeyeon, “Aku pergi.”Heechul pamit.

 

“Ah, ada apa dengannya? Kenapa melakukan ini padaku?” Gerutu Taeyeon.

 

 

 

Noona, I Love You – Say that again!

 

 

 

Taeyeon duduk di ruang seni Kyunghee.Ini sudah malam dan dia hanya sendiri disini.Dia hanya ditemani oleh benda-benda mati yang ada didalam ruangan ini.

 

Taeyeon mendengarkan satu per satu lagu yang direkomendasikan oleh Heechul untuk duetnya.Dia mencoba menyanyikannya satu per satu sambil melihat lirik lagunya.

 

“Ini akan percuma saja jika aku tidak menemukan pasangan duet.Acaranya tinggal seminggu lagi, aku harus bagaimana?”Gumamnya sambil memijat dahinya.

 

Tiba-tiba suara hentakan kaki terdengar ditelinganya.Dia langsung mematikan lampu dari saklar yang ada didekatnya dan mengumpat dibalik alat musik.Dia tidak tahu siapa yang datang.

 

“Apa mungkin penjaga kampus?Aku tidak pernah ketahuan sebelumnya.Bagaimana ini?” Cemas Taeyeon.

 

Pintu ruang seni terbuka.Taeyeon menutup mulutnya dengan kedua tangannya, takut mulutnya mengeluarkan suara walaupun sedikit.Jantung berdebar begitu kencang.

 

Taeyeon melihat penerangan mendekat ke arah piano.Taeyeon melihat namja itu menaruh penerangannya dilantai dan duduk dikursi yang biasa diduduki oleh pianis.

 

Ini terlalu gelap.Aku tidak bisa melihatnya. –Batin Taeyeon.

 

Namja itu mulai memainkan piano dan bernyanyi.Taeyeon membulatkan matanya saat mendengar suara ini.

 

Apa dia… Baekhyun? –Batin Taeyeon.

 

Taeyeon secara intens mendengarkan suara namja itu.

 

Aku tidak mungkin salah.Dia datang lagi. –Batin Taeyeon.

 

 

 

Flashback On.

 

 

 

Taeyeon terus bersenandung untuk menghilangkan rasa sepi dan takutnya karena berjalan seorang diri dikoridor kampus yang gelap untuk menuju ruang seni. Dia akan latihan disana seorang diri, mencari ketenangan sekaligus mengasah kemampuannya.

 

Tiba-tiba terdengar suara keras, “Omo!Apa itu?”Taeyeon menengok kanan-kiri dengan takut.

 

Tak berapa lama, terdengar suara kucing.

 

“Ah, ini membuatku gila.Seharusnya kau tidak perlu mengagetkanku!”Taeyeon menatap kucing itu seolah bicara dengannya.

 

Dia melanjutkan perjalanannya.Tak sampai 5 menit, dia telah sampai di ruang seni. Dia kaget karena melihat lampu ruang seni menyala dan juga terdengar suara didalam sana.

 

Taeyeon melangkah kecil sambil terus waspada. Dari pintu kaca itu, Taeyeon melihat seorang namja didalam sana. Dia sedang bernyanyi sambil memainkan piano.

 

“Bukankah dia teman Sehun dan Kai?Untuk apa dia ada disini?” Gumam Taeyeon.

 

Dia penasaran dengan suara namja itu alias Baekhyun yang tidak iaketahui namanya itu. Taeyeon membuka pintu sedikit untuk mendengar lebih jelas suara Baekhyun.

 

Wah, dia bagus juga. –Batin Taeyeon.

 

Sementara itu, Baekhyun berhenti bernyanyi karena ponselnya berdering.Baekhyun mengangkat telepon dari Kai itu.

 

“Wae?”Baekhyun bicara.

 

“Hyung, kau dimana?” Tanya Kai.

 

“Berlatih.”

 

“Kau kesana lagi?Hyung, kalau kau ingin, aku bisa memasukanmu ke dalam klub seni.”

 

“Tidak usah, aku akan berlatih saat malam seperti ini.Aku hanya senang melakukan ini, kau tidak perlu memasukanku ke dalam klub seni walaupun aku juga menginginkannya.Jangan khawatirkan aku, Kai-ya.” Tutur Baekhyun.

 

Taeyeon mendengar itu.Dia ingin masuk klub seni?Kenapa dia tidak masuk saja?Suaranya bagus. –Batin Taeyeon.

 

Baekhyun memutuskan sambungan teleponnya dengan Kai usai Kai memberitahunya untuk cepat pulang karena sudah larut.

 

“Kau Dongsaeng yang baik, Kai-ya.Jika tidak ada kau dan Sehun mungkin aku tidak bisa merasakan perhatian.” Gumam Baekhyun.

 

“5 tahun lalu… Aku tidak tahu bagaimana aku harus berterima kasih pada kalian.Aku benci rumahku yang penuh kebencian dan makian.Aku pergi untuk menenangkan diriku.Aku sungguh tidak peduli lagi, karena aku sudah bahagia disini.Aku merasa lebih baik sejak aku pindah ke sini.”Baekhyun terus saja menggumam.

 

Baekhyun tinggal bersama Sehun dan Kai di Seoul.Dia pindah ke Seoul karena perpecahan dikeluarganya.

 

“Latar belakang keluarganya tidak jauh beda denganku. Aku tahu pasti bagaimana perasaannya.Pasti berat untuknya.”Taeyeon menundukan kepalanya.

 

Baekhyun menatap piano didepannya.

 

“Walaupun aku merindukan kalian, tapi aku tidak mampu melihat kalian lagi.Aku selalu mengingat hal-hal pahit itu setiap melihat kalian, maka dari itu aku memilih untuk pergi. Aku anak yang malang bukan? Byun Baekhyun yang malang.”Gumam Baekhyun lagi.

 

Namanya Byun Baekhyun? –Batin Taeyeon.

 

 

 

Flashback Off.

 

 

 

Taeyeon berdiri dan menyalakan saklar lampu.Baekhyun kaget, dia menoleh ke arah saklar.Dan melihat Taeyeon disana membuatnya semakin kaget.

 

Taeyeon Noona? Sejak kapan dia ada disana? –Batin Baekhyun.

 

“Suaramu bagus.”Taeyeon tersenyum sambil menatap Baekhyun.

 

Baekhyun masih kaget dengan hal ini.Sedangkan Taeyeon berjalan mendekatinya.

 

“Kenapa kau membawa penerangan?” Tanya Taeyeon.

 

Baekhyun membisu.Dia malah terus menatap Taeyeon.Taeyeon melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Baekhyun.

 

“Sadarlah!”Taeyeon terus melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Baekhyun.

 

Baekhyun tersadar dan kembali menatap Taeyeon.

 

“Ada apa denganmu? Kau menatapku lagi… Seperti waktu itu.” Ujar Taeyeon.

 

“Ne?” Gagap Baekhyun.

 

“Sudahlah. Lupakan saja! Penerangan itu… Kenapa kau membawanya?”Taeyeon melirik penerangan itu.

 

“Aku takut ketahuan penjaga kampus.”Balas Baekhyun.

 

“Kau pernah ketahuan?” Kaget Taeyeon.

 

Baekhyun mengangguk, “3 hari yang lalu.”Balas Baekhyun.

 

Itu berarti saat aku melihatnya waktu itu.Dia ketahuan setelah aku pergi? –Batin Taeyeon.

 

“Sebenarnya bukan ketahuan, tapi hampir.”Baekhyun menjelaskan.

 

“Apa karena dia menyalakan lampu?”Gumam Taeyeon pelan.

 

“Dari mana kau tahu aku menyalakan lampu saat itu?”Heran Baekhyun.

 

Taeyeon bingung harus menjawab apa. Dia hanya menatap Baekhyun.

 

“Kau… Melihatku?”

 

Taeyeon menatap Baekhyun, kemudian mengangguk.

 

“Aku juga dengar pembicaraanmu dengan Kai ditelepon, dan juga…” Taeyeon ragu mengatakannya.

 

Baekhyun menatap Taeyeon, “Kau juga mendengar itu?Kisahku?” Tanya Baekhyun.

 

Taeyeon menghela napasnya pelan.

 

“Eum.Mianhae.”Taeyeon menundukan kepalanya.

 

“Sebenarnya… Latar belakang keluarga kita tidak jauh berbeda. Aku juga mengalami hal yang sama sepertimu. Appa-ku… Dia berselingkuh dan meninggalkan kami.Kau tidak pernah melihatku berkencan ‘kan?Orang terdekatku bilang bahwa itu trauma karena masa lalu pahit itu.Aku benar-benar bodoh karena tidak bisa melawannya.”Taeyeon hampir menangis.

 

Baekhyun bangkit dari kursinya dan menatap Taeyeon. Baekhyun menuntun Taeyeon untuk duduk dikursi yang sebelumnya ia duduki. Dia juga melepaskan mantelnya dan memakaikannya pada tubuh mungil Taeyeon.

 

Taeyeon menatap Baekhyun yang sedang tersenyum padanya.

 

“Kita diposisi yang sama. Aku tahu persis bagaimana perasaan itu.Aku disini, kau bisa cerita padaku.Aku siap mendengarkannya.”Tutur Baekhyun lembut.

 

Taeyeon tersenyum pada Baekhyun.Tiba-tiba dia berdiri dan mendekatkan dirinya pada Baekhyun.Baekhyun yang kaget langsung menjauhkan wajahnya dari Taeyeon.

 

“Aku baru ingat tentang misi dari Heechul Oppa.Bersediakah kau menjadi pasangan duetku?”Taeyeon antusias.

 

“Ne?” Kaget Baekhyun.

 

“Heechul Oppa memintaku mencari pasangan duet.Dan aku rasa kau adalah pilihan terbaik.” Tutur Taeyeon.

 

“Aku?Kenapa aku?”Heran Baekhyun.

 

“Suaramu bagus.Dan aku rasa kita bisa menciptakan harmoni yang indah diatas panggung.” Tutur Taeyeon, “Lagipula kau ‘kan ingin masuk klub seni, inilah caranya.” Sambungnya.

 

“Ah, kau benar.Kau mendengar itu dari pembicaraan teleponku dengan Kai ‘kan?Sudah aku duga.”

 

“Lalu bagaimana?Kau mau ‘kan?”

 

 

 

Noona, I Love You – Say that again!

 

 

 

Baekhyun masuk ke dalam rumah, Kai dan Sehun bingung saat melihat Baekhyun senyum-senyum sendiri.

 

“Ada apa dengannya?”Heran Kai.

 

Sehun menggidikan bahunya seolah mengatakan ‘tidak tahu’.

 

Baekhyun berjalan terus menuju kamarnya tanpa menyapa dua Dongsaeng-nya itu.Kai dan Sehun semakin bingung dengan ekspresi Baekhyun itu.

 

“Apa dia demam?Sepertinya hawa dingin membuatnya gila.”Sehun menghela napasnya, lalu kembali menonton televisi.

 

Kai menatap bingung pintu kamar Baekhyun yang tertutup itu.Apa-apaan dengan ekspresinya itu? –Batin Kai.

 

Sedangkan Baekhyun yang sedang dikamarnya terus tersenyum sendiri.Dia berdiri didepan meja yang menjadi tempat berdirinya bingkai foto Taeyeon.Baekhyun tersenyum saat melihat bingkai foto itu.

 

“Noona, aku harap ini bukan mimpi.”Baekhyun menatap dalam bingkai foto itu.

 

“Aku hampir mati saat kau menatapku.Jujur saja aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya.Kau satu-satunya yeoja yang bisa membuatku seperti ini.Kau satu-satunya, Noona.”Tutur Baekhyun sambil tersenyum.

 

Baekhyun mengeluarkan ponselnya, dia mulai mengetik sesuatu disana.Kemudian mengirimkannya pada seseorang yang entah ada dimana itu.

 

Noona, apa kau sudah sampai dirumah?

 

Baekhyun mengirim pesan itu pada Taeyeon.Baekhyun terus tersenyum.

 

Tiba-tiba saja Taeyeon meneleponnya.Baekhyun kaget sekaligus senang karena ini.Akhirnya Baekhyun mengangkat telepon itu.

 

“Aku sudah sampai dirumah.Bagaimana denganmu?” Taeyeon bicara dari seberang sana.

 

“Aku juga sudah sampai dirumah.”Balas Baekhyun.

 

“Apa kau tidak kedinginan sepanjang perjalanan?Mantelmu ada padaku.”

 

“Tidak sama sekali.”Baekhyun tersenyum.

 

Aku tidak mau kau kedinginan, Noona. –Batin Baekhyun.

 

“Begitu kah?Terima kasih untuk mantelnya. Aku akanmembawanya besok. Kau harus jawab besok saat kita bertemu, arra?” Tutur Taeyeon.

 

“Arraseo. Aku akan jawab. Apa kau sudah mengantuk?”Baekhyun bertanya setelah mendengar Taeyeon menguap.

 

“Aniya, aku hanya lelah.”Balas Taeyeon.

 

“Tidurlah!Semoga kau terjaga semalaman.”Ucap Baekhyun lembut.

 

“Baiklah.Kau juga.Jangan lupa mimpikan aku!” Canda Taeyeon.

 

“Baiklah, aku harap aku memimpikanmu malam ini.”Balas Baekhyun tak berhenti tersenyum.

 

“Baiklah.Sampai ketemu besok, Baekhyun-ah.”Taeyeon memutuskan sambungan teleponnya.

 

Baekhyun tersenyum dan tertawa setelah itu.Kemudian Baekhyun tiba-tiba berteriak kegirangan.Kai dan Sehun yang sedang diruang tamu kaget karena teriakan Baekhyun itu.

 

“Apa dia benar-benar gila?”Heran Sehun sambil menatap pintu kamar Baekhyun.

 

 

 

Noona, I Love You – Say that again!

 

 

 

“One two three four, one two, one two.”Kai menghitung ketukan untuk tarian duetnya dengan Sehun.

 

“Aku rasa bagian ini harus lebih sexy, Sehun-ah.”Kai memeragakan tariannya, “Bagaimana menurutmu?” Tanya Kai.

 

Sehun mengangguk, “Aku rasa kau benar.Ayo lakukan seperti yang kau katakan.”Sehun menyetujui saran Kai.

 

Sehun dan Kai kembali berlatih usai berdiskusi.Tarian yang luar biasa dari keduanya adalah kombinasi yang sempurna.

 

Sementara itu, ditempat lain. Taeyeon berjalan sambil menenteng mantel milik Baekhyun.Dari belakang Baekhyun terlihat sedang berjalan juga.Baekhyun dengan mudahnya menyadari keberadaan Taeyeon yang tepat didepannya.Dia hanya tersenyum dan terus mengikuti Taeyeon dari belakang.

 

Taeyeon sampai diruang seni.Taeyeon menyapa semua rekan-rekannya.Kai menyadari sesuatu yang aneh.Kai menatap mantel yang ada ditangan Taeyeon.

 

“Bukankah itu mantel milik Baekhyun Hyung?”Gumamnya pelan.

 

Sehun menatap Kai sejenak, kemudian beralih menatap Taeyeon yang tak jauh darinya.Sehun pun kaget dengan hal itu.

 

“Kau benar.”Sehun membenarkan pertanyaan Kai.

 

“Tapi tidak mungkin.Mungkin hanya mirip saja.”Kai menggelengkan kepalanya tak percaya.

 

Taeyeon menempelkan ponselnya ditelinganya.

 

“Eodiya? Kemarilah! Aku akan mengenalkanmu pada semua yang ada disini.”

 

“Eum, cepatlah!”Taeyeon menutup sambungan teleponnya itu sambil tersenyum.

 

“Aku sudah menemukan pasangan duetku, Oppa.”Taeyeon memberitahu Heechul sambil tersenyum.

 

“Jinjja?Wah, baguslah kalau begitu.”

 

Kai dan Sehun berjalan mendekati Taeyeon dan Heechul.

 

“Tapi siapa?”Tanya Heechul penasaran.

 

Kai dan Sehun juga menunggu jawaban Taeyeon.

 

“Sebentar lagi juga kalian akan mengetahuinya.”Taeyeon melipat kedua tangannya didepan dada dengan bangganya.

 

“Aku tidak salah pilih.Tenang saja.”Lanjutnya.

 

Pintu ruang seni terbuka perlahan.Seorang namja yang ditunggu-tunggu telah datang.

 

“Itu dia. Baekhyun-ah, kemarilah!”

 

Kai dan Sehun kaget dengan kehadiran Baekhyun.Mereka berdua bertukar tatapan, kemudian menatap intens Baekhyun yang berdiri disamping Taeyeon.

 

“Hyung, apa yang terjadi?”Kai bicara sekecil mungkin.

 

“Ah, pasti kalian kaget ya?Aku bertemu dengannya saat dia berlatih disini beberapa hari yang lalu.Lalu aku pikir ini adalah ide yang bagus untuk mengajaknya berduet.Bagaimana menurut kalian?” Tutur Taeyeon.

 

Kai dan Sehun kembali bertukar tatapan, kemudian menatap Baekhyun yang sedang tersenyum dengan bangganya.

 

“Ah, ekspresi kalian benar-benar menyebalkan.”Cibir Taeyeon saat melihat ekspresi Kai dan Sehun.

 

“Oppa, aku menyarankan Baekhyun untuk masuk ke dalam klub seni.Aku yakin dia sangatlah berbakat dalam hal bernyanyi.Jujur saja, aku sangat menyukai suaranya.”Taeyeon tersenyum.

 

Baekhyun hanya bisa tersenyum saat Taeyeon mengatakan itu.Saking malunya, pipinya jadi memerah.

 

“Aku setuju saja. Karena aku yakin kau akan memilih yang terbaik. Untuk masalah klub seni…” Heechul tidak yakin mengatakannya.

 

“Aku akan bernyanyi agar kau percaya bahwa aku pantas masuk ke klub seni.”Baekhyun dengan percaya dirinya menawarkan diri untuk bernyanyi.

 

Taeyeon tersenyum karena kepercayaan diri Baekhyun.Dan Heechul mengangguk setuju.

 

Baekhyun berjalan ke arah piano.Mulai duduk disana dan memainkan irama yang sangat lembut.Sebelum bernyanyi dia tersenyum pada Taeyeon yang sedang tersenyum padanya.

 

Oh every time I see you
geudae nuneul bol ttaemyeon
jakku gaseumi tto seolleyeowa
nae unmyeongijyo
sesang kkeutirado
jikyeojugo sipeun dan han saram
(Chen, Punch – Everytime)
Usai sudah penampilan singkat Baekhyun.Saat menyanyikan lagu itu, sesekali Baekhyun melirik Taeyeon. Seolah menyanyikan lagu itu untuk Noona yang ia sukai itu.

 

Semua penghuni ruang seni memberi tepuk tangan yang meriah.Heechul tersenyum dan mengakui kemampuan bernyanyi Baekhyun.

 

“Kau bernyanyi lebih baik dari perkiraanku.Tidak ada alasan untuk menolakmu masuk ke klub seni ataupun berduet dengan Taeyeon.Selamat datang di klub seni, Baekhyun-ssi.”Heechul menepuk bahu Baekhyun pelan.

 

Taeyeon tersenyum cerah, kemudian menghampiri Baekhyun.

 

Mereka ber-high five, “Kerja bagus!Seperti yang diharapkan, our Byun Baekhyun adalah yang terbaik.”Pujinya pada Baekhyun.

 

“Gomawo, Noona.” Baekhyun membalas Taeyeon dengan bahasa informal.

 

Taeyeon tersenyum, “Aku merasa senang kau bicara informal padaku.Tetaplah seperti ini, Baekhyun-ah.”

 

Kai dan Sehun bertukar tatapan.

 

“Apa mereka benar-benar dekat sampai menggunakan bahasa informal?Heol, Baekhyun Hyung sangat cepat dalam melangkah.”Kai heran dengan keadaan ini.

 

“Mereka pasti benar-benar dekat.Kau tahu?Bahkan sampai sekarang aku masih ragu untuk bicara informal dengan Taeyeon Noona. Tapi… Wah, Baekhyun Hyung benar-benar luar biasa.”Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

Sedangkan Baekhyun masih menikmati kebersamaannya dengan Taeyeon.Tertawa bersama, bicara panjang lebar, dan berlatih untuk acara mereka.Disela-sela latihan mereka, tiba-tiba Heechul menghampiri mereka.

 

“Baekhyun-ah, aku rasa mulai sekarang aku akan memanggil seperti ini.” Ucap Heechul.

 

“Baiklah, Hyung. Aku harap kita bisa menjadi lebih dekat.”Balas Baekhyun sambil tersenyum.

 

“Baiklah, lanjutkan latihan kalian!”Baekhyun dan Taeyeon mengangguk.

 

Heechul meninggalkan mereka dan duduk dibangku yang tak jauh dari mereka.Heechul menatap mereka dari kejauhan.Kemudian tersenyum.

 

Aku senang kau bisa tertawa dan tersenyum dengan bebas seperti ini, Taeyeon-ah.Aku bahagia karena kehadiran Baekhyun sepertinya membuatmu bahagia.Aku harap Baekhyun bisa terus membuatmu tersenyum. –Batin Heechul.

 

Setelah kurang lebih 1 jam, latihan selesai. Para penghuni ruang seni berhamburan keluar dari sana.

 

“Ini.Gomawo.”Taeyeon memberikan mantelnya pada Baekhyun.

 

“Kau bisa terus memakainya, ini musim dingin.” Balas Baekhyun.

 

“Aniya, aku juga punya mantel.”Taeyeon memberikan mantel itu pada Baekhyun.

 

“Baiklah.”Baekhyun menerima mantel itu.

 

“Kau mau pulang?” Tanya Baekhyun.

 

Taeyeon mengangguk.

 

“Kalau begitu aku antar.”Tutur Baekhyun.

 

“Apakah itu tidak merepotkanmu?” Tanya Taeyeon.

 

“Gwenchana.Kajja!”Balas Baekhyun.

 

“Baiklah.”Taeyeon bangkit dari bangkunya.

 

“Sehun-ah, Kai-ya, kami pulang duluan. Berlatihlah dengan giat! Annyeong.”Pamit Taeyeon sambil melambaikan tangannya pada kedua dongsaeng-nya itu.

 

“Hati-hati dijalan.”Balas Sehun.

 

Baekhyun dengan angkuhnya juga melambaikan tangannya pada Kai dan Sehun sambil tersenyum.Kai dan Sehun hanya tertawa melihat itu.

 

“Dia pasti benar-benar bahagia.”Kai tersenyum melihat punggung Baekhyun yang sudah menjauh.

 

 

 

Noona, I Love You – Say that again!

 

 

 

“Fany-ya, apakah Taeyeon sudah berubah?”Ujar Heechul tanpa menatap Tiffany, melainkan menatap orang-orang yang lalu lalang didepannya.

 

Tiffany menatap Heechul, “Apa maksudmu?”Herannya.

 

“Apa dia sudah membuka hatinya untuk seseorang?”Heechul kini menatap Tiffany.

 

Tiffany kelihatan bingung, “Membuka hatinya?”Herannya, “Taengoo sudah punya kekasih?”Tiffany heboh.

 

“Aniya.Hanya saja dia sedang dekat dengan seseorang.Sangat jarang melihatnya tersenyum dan tertawa sebebas itu.Aku rasa dia bahagia sekarang.”

 

Sementara itu, Taeyeon dan Baekhyun sudah keluar dari gedung kampus mereka.Tiba-tiba saja hujan datang tanpa sepengetahuan mereka.Mereka sama-sama kaget.Baekhyun yang tengah menenteng mantel, langsung berinisiatif memayungi Taeyeon dan dirinya sendiri dengan mantel miliknya.

 

Mereka berteduh dipinggir gedung fakultas hukum Kyunghee University.Baekhyun memakaikan mantel ditubuh mungil Taeyeon.Taeyeon menatapnya, tapi Baekhyun hanya tersenyum.

 

“Aku punya mantel, Baekhyun-ah.” Taeyeon mencari mantelnya di tas miliknya.

 

Tidak ketemu.

 

“Seharusnya ada disini.Kenapa tidak ada?”Heran Taeyeon.

 

“Sudahlah.Pakai punyaku saja.” Ujar Baekhyun.

 

Taeyeon menatap Baekhyun yang terus mengeluarkan uap dari mulutnya, dia kedinginan, “Gwenchana?” Tanya Taeyeon.

 

Baekhyun hanya mengangguk sambil tersenyum.Kemudian menatap air yang turun dari langit.Dia terus mengeluarkan uap dari mulutnya, kemudian menggosok-gosok kedua telapak tangannya agar menjadi lebih hangat.

 

Taeyeon masih menatapnya, “Kau benar-benar tidak apa-apa?”Tanyanya khawatir.

 

“Gwenchana.” Baekhyun tersenyum begitu manis pada Taeyeon.

 

Taeyeon juga membalas senyuman Baekhyun.

 

Kembali pada Heechul dan Tiffany yang juga kehujanan.Mereka berlari ke tempat yang tidak jauh dari Baekhyun dan Taeyeon berteduh.Mereka berdua sibuk membersihkan diri mereka dari air.

 

Tanpa sengaja Tiffany melihat Taeyeon, dia menatap intens namja disamping Taeyeon.

 

“Oppa, apa orang yang kau maksud adalah dia?”Tanya Tiffany sambil terus menatap Baekhyun.

 

Heechul mengangguk, “Ternyata mereka masih disini.Aku kira mereka sudah pulang.”Ucapnya.

 

“Yang dipakai Taeyeon bukanlah mantel miliknya.Apa milik namja itu?” Ujar Tiffany.

 

Heechul kelihatan berfikir.

 

“Ah, aku lihat Taeyeon membawa mantel itu tadi dan memberikannya pada Baekhyun.Aku rasa itu mantel milik Baekhyun yang dipinjam oleh Taeyeon.”Heechul menjelaskan.

 

“Namanya Baekhyun?” Tanya Tiffany.

 

Heechul mengangguk, “Byun Baekhyun.”

 

Tiffany tidak memalingkan pandangannya kemanapun, dia hanya fokus menatap dua sejoli yang tengah tersenyum satu sama lain diseberang sana.

 

Taeyeon-ah, senyuman itulah yang aku rindukan. Benar apa yang dikatakan Heechul Oppa, kau bisa tersenyum dan tertawa sebebas ini. Aku berterima kasih padamu, Baekhyun-ssi.Terima kasih telah membuat Taeyeon mengukir senyuman indah yang kami rindukan itu.Gomawo. –Batin Tiffany

 

 

 

TBC

 

KOMEN JUSEYO~

Advertisements

34 comments on “[FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 2)

  1. Akhirnya update juga
    Thor ceritanya makin seru,banyak baekyeon momentnya
    Next chapnya cepet ya thoe
    Fighting(^-^)9

  2. BAEKYEON U,U DAEBAK EONNIE AKU SUKA AKU SUKA NICE CHAPTER“ψ(`∇´)ψ NEXT NYA DITUNGGU IH PENASARAN

  3. ahh speechless bingung mau comment apa. ini keren banget 😀 alur juga pas, gak monoton. ikut senyum sendiri liat tingkah laku baekyeon. semoga trauma taeyeon bisa ilang karena kehadiran baekhyun 🙂 next chapter ditunggu 🙂

  4. Yaaa,baekhyun sma taeyeon makin deket aja ni.
    Aahh,kata2 tiffany yg terakhir bikin sedih ni,huhuhu.
    Semoga aja dng adanya baekhyun taeng bisa terus2an tersenyum yaa.
    Next chp ditunggu^^

  5. Daebak thor!! ^^
    Momentnya sweet banget ><
    Suka bnget thor sma momentnya!
    Dtnggu chap slajutnya!! Fighting!! ^^

  6. Daebakkk
    Baekhyun jjang cepet banget langkahnya biar deket sama taeyeon
    Duh suka banget moment baekyeonnya
    Ditunggu lanjutannyaa

  7. It was a nice strory. Lanjuttt thorrr! Anyway, i’m sone from 2007 and Exo-L 2013. And i ship this couple. BAEKYEON! 😆

    • Maaf baru koment tpi menurut ku alur ny kecepetan.. ak suka yg baekhyun lg suka taeyeon tpi blm ngombrol sm taeyeon … ekspersi ny kebayang …. cmn gppp lanjt ny jgn lama lama ya

  8. Pingback: [FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 3/END) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s