[FREELANCE] Over Protective (Chapter 1)

kyu

OVER CONTROL STORIES

Present by R’Kyutae

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Cho Youngmi

Length : Parts

Genre : Family-ship, Romance

Rate : M-Language

Desclaimer : Adaptasi dari trilogi novel FIFTY SHADES OF GREY karya E.L James.

WARNING : FF ini mengandung unsur Mature

Preview : Prolog

::::::

 

Chapters 1

 

 

Hari baru dimulai, sang surya dengan bangga bersinar diatas langit kota Seoul, memandang angkuh kepada para manusia yang berlalu lalang dibawah sana, tak terkecuali seorang pria bersurai hitam yang baru saja menuruni tangga penthouse miliknya. Pria itu sudah rapi dengan Hem berwarna navy dan celana jins putih serta sepatu converse hitam. Dua kancing kemeja atasnya sengaja terbuka, tak akan ada yang menyangka kalau usianya sudah menginjak akhir dua puluhan.

 

“Tuan Cho” sapa seorang pelayan saat dia sampai di anak tangga terakhir lantai satu.

 

Pria itu tersenyum samar, “Soeun, tolong buatkan semua masakkan Eropa kesukaan Taeyeon termasuk tiram diatas es batu dengan lemon dan asparagus”

 

Soeun memandang tuannya dengan terkejut sekaligus tak percaya, “Apa Nyonya Kim benar-benar kembali? Akan tinggal disini?”

 

Kyuhyun terdiam lalu menggeleng, “Mungkin tidak. Aku akan mengajaknya berkunjung untuk makan siang” lalu pandangan Kyuhyun mengedar, “Dimana Junho?” tanyanya.

 

Soeun menunjuk pintu kecil dibawah tangga, “Masih dikantornya dengan Sungjong-ssi dan beberapa petugas keamanan baru”

 

Kyuhyun menaikan alisnya, oh tentu saja, setelah menghubungi Taeyeon dia langsung meminta Junho untuk menambah staff keamanan untuk mengawasi wanita dan putri tercintanya, Youngmi.

 

“Hn. Aku akan keluar, tidak perlu meminta Junho menghentikan briefingnya, pastikan mereka siap bekerja saat aku kembali. Aku pergi” pamitnya.

 

“Maaf, tuan”

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya didepan pintu utama penthouse dan kembali menghadap Soeun.

 

“Apakah anda keberatan jika saya membuat ice cream rasberry untuk nona Youngmi? Atau es loli mungkin?” tanya Soeun.

 

Kyuhyun tersenyum kecil, anak-anak pasti suka es dan hal-hal manis kan? Tapi dia tidak tahu mana yang benar-benar disukai putrinya, “Buatkan keduanya” katanya pada Soeun.

 

Soeun mengangguk mengerti lalu Kyuhyun kembali berjalan dan menghilang dibalik pintu penthouse-nya.

 

Jalanan di kota Seoul tidak begitu padat seperti biasanya. Kyuhyun menyentuh layar iPod-nya yang sudah terpasang dengan speaker-phone mobil, mencari-cari di daftar lagu hingga terdengar suara Jencarlos Canela yang mengalun merdu menyuarakan bait-bait indah lagu Mi Corazon Insiste. Fikirannya melayang setiap kali mendengar lagu ini. Setiap liriknya sangat menyentuh dan dapat mewakili perasaannya terhadap Taeyeon. Tiba-tiba penyesalan itu kembali hinggap dibenaknya.

 

Lima tahun lalu seharusnya dia tidak melepaskan Taeyeon dari genggaman tangannya. Lima tahun lalu saat wanita itu dengan suara bergetar memberitahu tentang kehamilannya seharusnya Kyuhyun memeluknya, menenangkannya dan melindunginya sepenuh hati, bukan malah membentak seperti orang gila, marah-marah dan nyaris menampar wajah wanita itu. Seharusnya dia tetap bersama Taeyeon malam itu, berdiskusi dan mempercepat pernikahan mereka, bukannya kabur ke bar murahan dan minum-minum dengan mantan dominannya. Masa lalunya, Victoria Song.

 

Kyuhyun tahu saat itu dirinya ketakutan setengah mati sampai kehilangan akal sehatnya, tak bisa mengontrol mulut dan emosinya hingga keesokan harinya ia melihat Taeyeon pergi dari apartemen dengan kondisi marah besar dan menyumpah kasar. Tapi jelas kalau ketakutannya tak sebesar ketakutan Taeyeon. Wanita itu membawa kesakit hatian dan janin yang dikandungnya sendirian.

 

“Arrgh.. Kau brengsek Cho!” erang Kyuhyun sambil meninju stirnya. Dia ingat saat itu Taeyeon baru lulus dari fakultas sastra bahasa dan sedang senang mengembangkan karirnya, bahkan Taeyeon pernah berkata kalau dirinya tidak ingin memiliki seorang anak dalam waktu dekat dan Kyuhyun setuju, tapi semuanya berjalan diluar kendali. Taeyeon pasti takut dan kebingungan saat itu.

 

Kyuhyun menghela nafasnya berat. Apa yang sudah dia lakukan? Secara tidak langsung dia sudah menyakiti dua orang yang seharusnya ia lindungi.

 

“Kim Taeyeon, Cho Youngmi. Maafkan aku” bisiknya.

 

.

 

Youngmi menarik lengan ibunya dengan tak sabaran, Taeyeon hanya bisa menggeleng. Wanita itu mengikuti langkah putrinya. Memperhatikan Youngmi yang sejak tadi tak berhenti mendongakan kepala dan berjinjit mencari-cari seseorang. Cho Kyuhyun. Ya, pasti gadis kecil itu sedang mencari ayahnya. Taeyeon menyentuh dada kirinya. Rasa sakit itu datang lagi, mungkin seharusnya dia tidak membalas e-mail Kyuhyun tadi malam, tapi dia salah kalau berbuat begitu.

 

Hal yang dilakukan Kyuhyun lima tahun lalu semata-mata karena dia mengakui dirinya adalah sebuah alat tanpa jiwa, tidak memiliki perasaan, namun memiliki keinginan untuk berubah. Ayah Kyuhyun mati bunuh diri didepan matanya sendiri saat usianya sepuluh tahun, tepat satu tahun setelah pengadilan mengetuk palu dan menyatakan Cho Hyunsik dan Seo Jisuk resmi bercerai. Sejak saat itu Kyuhyun enggan berkomitmen dengan siapapun, penderitaan ayahnya sebelum meninggal membentuk Kyuhyun menjadi pria yang tertutup dan dingin. Hingga diulang tahunnya yang ke enam belas, Kyuhyun bertemu Victoria yang mengajarinya gaya hidup menjijikan itu, bagaimana bisa Victoria menanamkan gaya hidup menyimpang pada Kyuhyun yang masih remaja, terlebih Jisuk-ibu Kyuhyun- adalah dokter pribadi dan rekan bisnisnya. Setiap kali mengingat nama itu rasanya Taeyeon ingin membunuh Victoria dengan tangannya sendiri.

 

Taeyeon memejamkan matanya, ia melihat Youngmi yang masih berdiri gelisah menatap pintu ruang tunggu kelas satu tempat mereka menunggu orang yang akan menjemput. Sekarang Taeyeon akan mencoba memperbaiki hidupnya dengan Kyuhyun, ia sudah melupakan sakit hatinya sejak lama. Kyuhyun juga pasti terluka karena pria itu tidak bisa bertemu putrinya yang dulu ia tolak mentah-mentah. Bagaimanapun pria itu adalah ayah dari putrinya dan Taeyeon tak berhak menghalangi pertemuan mereka.

 

“Eomma. Kenapa appa belum sampai juga?” tanya Youngmi dengan mata yang sudah berkaca-kaca hampir menangis. Gadis itu berbicara bahasa Prancis karena belum begitu bisa bahasa Korea, hanya saja sejak awal Taeyeon sudah memperkenalkan nama ibu dan ayah dengan hanguk, sehingga sampai sekarang Youngmi terbiasa memanggil orangtuanya dengan eomma dan appa.

 

“Sabar ya, sayang. Appamu pasti akan datang” Taeyeon menarik gadis kecil itu dan mendudukan di pangkuannya.

 

“Apa eomma pikir tidak apa-apa kalau aku bicara menggunakan bahasa Prancis pada appa?”

 

Taeyeon menaikan alisnya lalu mengangguk, “Tapi kau harus belajar bahasa Korea sedikit demi sedikit, ya? Kau bisa minta appa mengajarimu nanti”

 

Youngmi mengangguk. Taeyeon memeluknya erat, usia Youngmi mungkin baru empat tahun, tapi dia sudah cerewet seperti anak tujuh tahun dan rasa ingin tahunya terlampau besar, itu yang membuatnya bisa menguasai bahasa Korea dan bahasa Inggris walau tidak lancar.

 

“Taeyeon-a”

 

Taeyeon menoleh saat suara berat yang ia rindukan menyapa indera pendengarannya. Cho Kyuhyun berdiri disana, di dekat pintu ruang tunggu. Tampak menarik diantara orang-orang dengan hem dan celana jins. Taeyeon yakin pria itu tak banyak berubah. Masih sama seperti terakhir kali Taeyeon melihatnya, hanya garis wajahnya saja yang sedikit lebih tegas membuatnya terlihat lebih dewasa.

 

“Appa!” Youngmi melompat turun dari pangkuan Taeyeon dan menerjang Kyuhyun, jelas pria itu terkejut melihat reaksi Youngmi. Ia belum terbiasa dengan anak kecil walau itu anaknya sendiri, dengan canggung Kyuhyun memeluk Youngmi.

 

Taeyeon beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri dua orang yang tengah berpelukan itu,  “Lama tidak bertemu, Kyuhyun-a. Apa kabar?”

 

Kyuhyun mengangkat Youngmi kedalam gendongannya, menciumi pipi gembil gadis itu terus-menerus, ia bisa melakukan apa yang telah diimpikannya selama lima tahun ini, “Kau membuatku mati sekalipun aku hidup selama kau menghilang bersama putri kita”

 

Taeyeon tersenyum getir, “Sekarang aku disini, apa yang akan kau lakukan?” Taeyeon menggigit bibir bawahnya tanpa sadar.

 

“Berhenti menggigiti bibirmu, Tae. Aku lebih senang kalau bibir itu berada dalam tawanan mulutku”

 

Taeyeon spontan melepaskan gigitannya, matanya berotasi mendengar ucapan frontal pria itu. Apa dia lupa ini ditempat umum, bahkan Youngmi ada dalam gendongannya.

 

“Aku tahu apa yang ingin aku lakukan, tapi aku tidak akan melakukannya sebelum kau yang meminta” ujar Kyuhyun menyeringai.

 

“Kyu!” Taeyeon terbelalak.

 

Humor diwajah Kyuhyun perlahan menghilang, pria itu memandang sendu Taeyeon dan Youngmi, “Kalau kau tak keberatan, aku ingin kau berkunjung ke rumah untuk makan siang. Soeun sudah menyiapkan semua makanan kesukaanmu termasuk ice cream dan ice loli untuk Youngmi”

 

Youngmi melayangkan tinjunya ke udara saat mendengar ayahnya menyebut ice favoritnya. Dasar anak-anak.

 

“Ya, ada yang ingin aku bicarakan juga denganmu” ujar Taeyeon membuat Kyuhyun menaikan alisnya.

 

“Tentang?”

 

Taeyeon diam, dan lagi-lagi menggigit bibir bawahnya, Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Youngmi atau dia bisa saja menerkam Taeyeon sekarang juga.

 

“Kim…” geramnya, sontak wanita bersurai madu itu mendongak dan paham apa yang dimaksud Kyuhyun lalu tersenyum minta maaf.

 

“Ini tentang Youngmi. Dia akan mulai sekolah tahun depan, berhubung aku sudah lama meninggalkan Korea, jadi aku meminta Ahra-eonni merekomendasikan tempat yang bagus untuk Youngmi sekolah. Aku harus mendiskusikan ini denganmu”

 

Kyuhyun mengerutkan dahi, “Kenapa aku?”

 

Taeyeon memutar bola matanya tak suka, “Karena dia anakmu, Brengsek!”

 

Kyuhyun dan Youngmi membelalakan mata bersamaan.

 

“Eomma, kau berkata kasar! Give me 10 dollars!” gadis itu menjulurkan tangan kecilnya pada Taeyeon membuat Kyuhyun tertawa lepas.

 

“Ayolah, baby girl. Kau berpikir eomma yang salah?” rajuk Taeyeon.

 

Kyuhyun mengecup pipi Youngmi, “Baby, kita bisa menagih hadiah itu pada eomma-mu nanti. Sekarang kita pulang dan makan ice loli”

 

Kyuhyun mengambil alih troli berisi koper-koper Taeyeon sementara Youngmi sudah bergelayut nyaman dalam gendongan ibunya. Mereka berjalan kearah pintu keluar dan meninggalkan bandara Internasional Incheon.

 

.

 

Youngmi masih mengoceh dengan semangat menggunakan bahasa Korea dan Prancis yang bercampur aduk. Kyuhyun tersenyum mendengar putrinya kesulitan mengucapkan beberapa kata Korea, ia tahu gadis kecil itu sedang berusaha keras berbicara bahasa Korea dengannya walau pembendaharaan katanya kurang, beruntung Kyuhyun menguasai bahasa Prancis sehingga bisa menyesuaikan. Kyuhyun pikir lebih baik kalau mereka berkomunikasi dengan bahasa Prancis, tapi Youngmi menolak, alasannya ia ingin membiasakan diri dengan bahasa kelahiran orangtuanya, semua keluarga ibu dan ayahnya orang Korea jadi tak ada alasan ia tidak bisa bahasa Korea. Untuk anak berusia empat tahun, menguasai tiga bahasa itu rasanya mustahil, tapi itu tak mengherankan jika dia tumbuh dan dibesarkan oleh Taeyeon yang merupakan seorang editor dan bisa menguasai enam bahasa dengan fasih, terlebih Youngmi adalah putri kandung Cho Kyuhyun yang merupakan pembisnis kaya yang dituntut harus menguasai berbagai bahasa asing untuk menghadapi klien dari berbagai negara.

 

“Taeyeon-a, aku punya preposisi untukmu” ujar Kyuhyun saat melihat Youngmi sudah tertidur dipangkuan Taeyeon karena kelelahan.

 

“Hn?” Taeyeon memandang bertanya kearah Kyuhyun yang masih fokus mengemudi.

 

“Aku ingin kembali. Aku bersumpah aku sudah memutuskan semua hubunganku dengan Victoria tepat setelah kau pergi, dan aku menyayangi anak kita. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal”

 

Taeyeon menghela nafasnya, dan memandang Kyuhyun yang kini memandangnya juga, “Jadi apa yang kau tawarkan untukku, Kyuhyun-a? Kau tidak memintaku menjadi submisive-mu kan?”

 

Tubuh Kyuhyun menegang, wajahnya menjadi kaku dan irisnya menggelap, “Tidak!” geramnya.

 

Taeyeon memeluk Youngmi berusaha mati-matian untuk tidak mengeluarkan satu patah kata pun dari mulutnya.

 

“Aku ingin kita menjalani hubungan normal. Aku ingin menikahimu dan menjadi ayah dari anakmu. Well, aku memang ayahnya, tapi yang kumaksud adalah menjadi ayah dalam arti sebenarnya”

 

Taeyeon terdiam. Kyuhyun juga sudah menghentikan mobilnya di basement Nara’s Apartement.

 

“Aku…”

Kyuhyun menatap Taeyeon lekat. Wanita itu menghela nafas berkali-kali, “Aku akan mencobanya, hanya saja kau harus berjanji untuk tidak memaksaku melampaui batas kerasku saat kita berhubungan sex”

 

Kyuhyun menegang lagi, batas keras? Bahkan ia berniat tidak akan kembali ke kebiasaan menyimpang itu, “Aku sudah meninggalkan gaya hidup itu, Taeyeon-a” ujar Kyuhyun.

 

Taeyeon memandang tak percaya. Pria itu bisa melakukannya? “Kau tidak memiliki sub setelah aku pergi?”

 

Kyuhyun menggeleng.

 

“Tapi… kenapa?”

 

“Kau pikir kenapa? Aku menghabiskan lima tahun hidupku untuk mengkhawatirkanmu dan putri kita. Aku berusaha mencarimu dan melindungimu secara diam-diam. Aku tak bisa memikirkan hal lain selain kalian”

 

Taeyeon menghela nafas, dia tersenyum lalu mencondongkan tubuhnya untuk mencium pipi pria yang dicintainya itu, “Kau mencintai anak ini. Sudah kuduga, Kyu, kau bisa menjadi seorang ayah”

 

Kyuhyun memandang Taeyeon dan Youngmi bergantian, “Aku bahkan belum mencobanya, Tae. Aku sudah menyakiti banyak wanita dengan tanganku, bagaimana kau pikir aku bisa menjaga Youngmi? Jika dia tahu, apa anak ini akan mengampuniku dan memaafkanku?” tanyanya frustasi, Taeyeon tersenyum tulus.

 

“Kyuhyun-a, seorang anak lahir untuk mencintai kedua orangtuanya, kau tak akan bisa menyangkal hal itu. Youngmi merindukanmu bahkan sejak ia pertama kali melihat fotomu, dia sering memeluk fotomu dalam tidurnya dan memimpikanmu. Bagaimana kau berpikir anak ini akan membencimu?”

 

Wanita itu menghela nafas sejenak dan melanjutkan, “Ya, kau benar. Dia bisa saja kecewa padamu saat dia tahu kebenaran tentang dirimu. Tapi kita bisa sembunyikan itu darinya, kau bisa menjadi ayah yang sempurna, Kyu. Dan jangan sekali-kali berfikir kalau aku akan membiarkanmu menjadi ayah yang jahat, aku hanya akan membiarkanmu menjadi ayah yang baik”

 

Kyuhyun mendekat dan mengecup puncak kepala wanita itu, “Ya, aku butuh bantuan kalian” terangnya, Taeyeon tersenyum sekali lagi.

 

Kyhyun memanjat keluar dari mobil sportnya lalu berputar dan membukakan pintu untuk Taeyeon dan Youngmi. Ia mengambil alih Youngmi kedalam gendongannya lalu menepuk pelan pipi gembil anaknya agar terbangun. Youngmi menguap dan matanya memandang sayu kearah kedua orangtuanya. Taeyeon membiarkan Sungjong dan beberapa pekerja baru mengeluarkan koper-kopernya dari bagasi tapi ia memandang ragu pria yang kini memeluk pinggangnya dengan posesif.

 

“Jadi?” tanyanya sambil menunjuk koper-koper besarnya yang dipindahkan dan dibawa masuk kedalam gedung apartemen.

 

“Kau akan tinggal denganku” jawab Kyuhyun, Taeyeon terbelalak.

 

“Aku sudah membeli sebuah rumah, Kyuhyun!” sahutnya, Kyuhyun menoleh.

 

“Cek rekeningmu. Aku sudah membatalkannya. Lagipula kau dan Youngmi akan lebih aman disini. Kalau ingin rumah, kita bisa membelinya nanti. Rumah yang kau beli itu terlalu sempit untuk kalian” Kyuhyun melenggang masuk kedalam gedung dan Taeyeon membuntutinya.

 

“Tapi, lingkungan apartemen tidak bagus untuk perkembangan sosial anak kita” bantah Taeyeon lagi.

 

Kyuhyun memutar mata, “Junho!” pria tinggi itu mendekat.

“Cari tahu rumah yang akan dijual disekitar perumahan Hyunjoong atau ibu atau dimanapun. Aku ingin ada enam kamar tidur, ruang teater, dua ruang kantor, ruang bermain indoor dan outdoor, halaman luas dan kolam renang. Jika sudah dapat beritahu aku dan Nyonya Cho. Aku akan membelinya jika Taeyeon menyetujuinya”

 

Taeyeon menaikkan alis, pria ini benar-benar suka seenaknya sendiri. Nyonya Cho? Mereka bahkan belum menikah, dan pria itu sudah mengganti marganya dengan seenaknya. Lagipula kenapa sifat mercurial Cho Kyuhyun masih ada sampai sekarang. Benar-benar, bagaimana dia bisa mengimbanginya?

 

“Kyuhyun-a! Kita hanya tinggal bertiga untuk apa rumah dengan ruangan sebanyak itu”

 

Kyuhyun memutar matanya lagi dan memandang Taeyeon, “Aku berencana memberikan Youngmi adik. Satu atau dua lagi, mungkin, dan jangan berfikir aku akan menjadikannya anak tunggal” dan dengan itu pria itu pergi mendahuluinya.

 

“Yaa!” Taeyeon berdecak kesal tapi mengikuti langkah Kyuhyun dan beberapa pengawal pribadinya.

 

.

 

Youngmi menyender setelah menghabiskan mangkuk ice cream rasberry-nya yang kedua. Perutnya yang mungil sedikit membuncit dan matanya sayu karena mengantuk.

 

“Appa. I want to sleep” gadis itu berbicara bahasa inggris dengan logat Prancis yang aneh, Kyuhyun tersenyum tipis.

 

“C’mon baby. Kita pergi ke kamarmu?” ujarnya, Youngmi mengangguk.

 

“Kyu, biar aku saja” Taeyeon meletakkan cangkang tiram yang baru dimakannya, Kyuhyun menolak.

 

“Kau sudah menemaninya tidur selama empat tahun sementara aku belum pernah. Biar aku yang melakukannya sekarang, kau habiskan asparagusmu dan istirahat. Aku akan menyusulmu ke kamar, nanti” ujarnya, lalu ia menaiki tangga kelantai dua. Bersama Youngmi dalam pelukannya.

 

Taeyeon menggigit asparagus yang dilumuri saus eropa kesukaannya sambil memandang pria itu dari belakang, sesekali ia mendengar tawa rendah Kyuhyun saat Youngmi salah mengucapkan sesuatu dalam bahasa Korea. Hatinya menghangat, benar kan? Pria mercurial-nya itu layak untuk dicintai, bukan hanya olehnya dan Youngmi bahkan oleh keluarga Cho, dia berhak dicintai oleh semua orang. Apa yang Kyuhyun lakukan dulu sama sekali berbeda dengan hatinya. Taeyeon kembali mengambil satu tiram diatas kubikan es batu dan menyiramnya dengan lemon lalu meluncurkan tiram itu kedalam mulutnya. Ia memandang foto Cho Hyunshik yang tergantung diruang tengah.

 

“Aku pasti akan membantu putra anda, Hyunshik-ssi. Masa lalu anda tidak akan terulang padanya. Jadi, aku mohon restui kami, bantulah kami” ujarnya sebelum naik kelantai atas menyusul Kyuhyun dan Youngmi.

 

 

 

 

 

 

To be continue…

 

Advertisements

67 comments on “[FREELANCE] Over Protective (Chapter 1)

  1. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. suka sama karakter kyuhyun disini yaa walaupun terlalu over protektifnya
    ditunggu next next chapternya thor

  3. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Huuuhhh,terharu parraaahhh.
    Semoga mereka jd keluarga bahagia yaa. Jgn ada lg yg ganggu kehidupan mereka..
    Next chp ditunggu^^

  5. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. chap pertama dan prolognya aja udah bikin penasaran
    apakah kyuhyun bisa berubah??
    keren deh pokoknya jd inget si Mr. Grey kkk~

  8. Pingback: [FREELANCE] Over Protective (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Ya ampungak nyangka taeyeon bisa memaafkan semua kesalahn kyuhyun dimasa lalu..kirain dia bakalan mempersulit kyuhyun ketemu youngmi tapi ternyata tdk..
    Semoga aja kyuhyun bisa berubah dan menjadi ayah yg baik dan pastinya bisa menjadi keluaga yg bahagia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s