[FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 1)

Noona, ily1

Title : Noona, I Love You (Chapter 1)

Author : Sellafeb (@sellafeb/fcbk:Sella Febrianti)

Cast : Kim Taeyeon (SNSD) | Byun Baekhyun (EXO) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kim Heechul (SJ) | Tiffany Hwang (SNSD)

Genre : Little bit comedy,Angst,Romance.

Rating : PG-15

Lenght : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni karya saya selaku Author. Don’t copy without permission.

Happy Reading!

 

Kenapa? Memang ada apa dengan namja yang lebih muda? Aku rasa mereka cute. –Kim Taeyeon.

 

Aku menyukaimu, Noona. Tak bisakah kau membuka sedikit ruang dihatimu untukku? –Byun Baekhyun.

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

“KAU MENYUKAI TAEYEON NOONA?”

 

“Yak, Oh Sehun! Reaksimu terlalu berlebihan, kau tahu?” Cibir Kai dengan melipat kedua tangannya didepan dada dengan cool-nya.

 

“Yak! Itu tidak berlebihan. Itu benar-benar mengagetkanku,” Balas Sehun, “Yak, Hyung! Neo micheosseo?” Lanjutnya sambil menatap Baekhyun.

 

“Wae? Apa salah menyukainya?” Tanya Baekhyun.

 

“Aniya. Tapi…”

 

“Wae? Dia sudah punya namjachingu?”

 

“Bukan itu. Tapi…”

 

“Wae? Cepat katakan!” Geram Baekhyun.

 

“Aku rasa kau bukan tipenya.”

 

Kai tertawa mendengar itu.

 

“Yak! Kenapa kau malah tertawa, Kai-ya?” Geram Baekhyun.

 

“Mian, Hyung. Tapi… Aku juga berfikir seperti itu. Taeyeon Noona  akan memilih namja yang lebih tinggi dan lebih tampan darimu. Dan juga… Taeyeon Noona bukanlah yeoja yang mudah ditaklukan.”  Tutur Kai.

 

“Yak! Kau tahu dari mana? Kau tidaklah sedekat itu dengannya sampai-sampai mengetahui bagaimana tipenya.” Baekhyun melipat kedua tangannya didepan dada dengan angkuhnya.

 

“Aku memang tidak dekat dengannya. Tapi setidaknya aku tahu banyak tentangnya. Ketimbang kau yang hanya menyukainya tanpa tahu bagaimana dia sebenarnya.” Cibir Kai.

 

“Yak, Kim Kai! Semakin lama kau semakin menyebalkan, kau tahu?” Geram Baekhyun.

 

“Tapi yang Kai katakan semuanya benar, Hyung. Kau tidaklah tahu bagaimana Taeyeon Noona sebenarnya.” Tutur Sehun membela Kai.

 

“Yak! Apa kalian tidak bisa sedikit saja mendukungku? Aish, jinjja!” Gerutu Baekhyun.

 

“Hyung, cari yeoja lain! Taeyeon Noona tidak akan menerima cintamu.”

 

 

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

Baekhyun membuka pintu kamarnya dan masuk perlahan. Namja itu langsung menidurkan tubuhnya dikasurnya dengan kasar. Dia terlihat begitu frustasi.

 

“Mereka berdua itu memang benar-benar keterlaluan. Bukankah sebagai Dongsaeng seharusnya mendukung Hyung mereka? Dasar menyebalkan!” Gerutu Baekhyun.

 

Baekhyun bangkit dari tidurnya. Dia menatap bingkai diatas meja kecil dihadapannya. Bingkai yang dihiasi wajah yeoja cantik nan menawan, siapa lagi kalau bukan Kim Taeyeon.

 

“Noona, apa aku benar-benar bukan tipemu? Aku menyukaimu, Noona. Tak bisakah kau membuka sedikit ruang dihatimu untukku?” Baekhyun menatap lusuh wajah cantik Taeyeon yang ada dibingkai itu.

 

“Aku penasaran seperti apa namja yang kau sukai.”

 

 

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

“Taeyeon-ah, kau tahu ‘kan bahwa kau sangat terkenal dikalangan Hoobae? Bagaimana jika ada yang menyukaimu?”

 

“Berhenti bicara seperti itu, Oppa! Kau terus menanyakan hal itu, apa kau tidak lelah?” Geram Taeyeon.

 

“Yak! Sebagai Oppa yang baik aku hanya bertanya. Kenapa kau jadi marah padaku?” Gerutu Heechul, yang merupakan sahabat Taeyeon.

 

“Kau bukan Oppa-ku! Oppa-ku lebih tampan darimu.” Taeyeon menjulurkan lidahnya pada Heechul.

 

“Aish, dasar menyebalkan!” Gerutu Heechul.

 

Sementara itu, 3 orang namja memasuki cafe yang sedang dikunjungi oleh Taeyeon dan Heechul. 3 namja itu adalah Baekhyun, Kai, dan Sehun.

 

Taeyeon melihat mereka, “Sehun-ah!” Seru Taeyeon sambil melambai-lambaikan tangannya pada Sehun.

 

“Eoh, Noona?” Sehun menghampiri Taeyeon.

 

“Lihat itu, Hyung! Kau kalah dari Sehun. Apa mungkin karena Sehun lebih tinggi dan lebih tampan darimu?” Ledek Kai dikalimat terakhirnya.

 

“Yak! Aku akui Sehun lebih tinggi dariku, tapi masalah tampan, itu tidak benar.” Elak Baekhyun.

 

“Itu ‘kan menurutmu.” Balas Kai yang langsung berjalan ke meja cafe yang kosong.

 

Baekhyun mendecak kesal, lalu melihat keakraban Taeyeon dan Sehun. Bahkan Taeyeon menepuk-nepuk lengan Sehun dengan lembutnya. Hatinya terbakar saat itu juga.

 

Apa kau sedang memanas-manasiku, Oh Sehun? Awas saja kau! Kau benar-benar Dongsaeng paling buruk. –Batin Baekhyun.

 

 

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

“Sehun-ah, apa yang kau bicarakan dengan Taeyeon Noona?” Baekhyun penasaran.

 

“Wae? Kenapa kau harus tahu?” Ketus Sehun.

 

“Yak! Jadilah dongsaeng yang penurut untuk kali ini saja, Sehun-ah! Tolong katakan padaku!”

 

Sehun menghela napasnya, “Tidak terlalu penting.”

 

 

 

Flashback On.

 

 

 

“Apa pekerjaanmu lancar? Bagaimana dengan kuliahmu?” Tanya Taeyeon.

 

“Semuanya berjalan lancar, Noona. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Sehun menjawab dengan senyumannya yang manis.

 

“Geurae? Baguslah kalau begitu. Kerja bagus!” Taeyeon menepuk-nepuk lengan Sehun lembut.

 

Sehun sedikit melirik Baekhyun yang bahkan tidak bisa ia lihat batang hidungnya. Ia pikir pasti sekarang mata Baekhyun sedang kepanasan melihatnya dengan Taeyeon.

 

“Noona, apa kau sudah punya namjachingu?” Tanya Sehun.

 

“Wae? Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?” Kaget Taeyeon.

 

“Dia anti namja, Sehun-ah.” Cibir Heechul.

 

“Oppa!” Taeyeon mempoutkan bibirnya, “Aniya, bukan begitu. Aku hanya belum memikirkannya.”

 

“Bagaimana tipemu? Apa kau menyukai namja yang lebih muda?”

 

“Yak, Oh Sehun! Apa kau menyukai Taeyeon?” Kaget Heechul.

 

“Aniya, aniya, bukan begitu, Hyung.” Bantah Sehun.

 

“Lalu?” Tanya Taeyeon.

 

“Noona, kau juga mengira bahwa aku menyukaimu?” Panik Sehun.

 

“Kalau iya bagaimana?” Taeyeon menggoda Sehun.

 

“Noona!” Gerutu Sehun.

 

“Aniya, aniya. Wae? Memang ada apa dengan namja yang lebih muda? Aku rasa mereka cute.” Tutur Taeyeon.

 

“Jadi kau menyukai namja yang lebih muda?” Sehun mulai bersemangat.

 

“Tidak juga.”

 

 

 

Flashback Off.

 

 

 

“Yak! Aku sudah cukup senang dia mengatakan bahwa namja yang lebih muda itu cute. Tapi kenapa dia bilang ‘tidak juga’?”

 

“Mana aku tahu? Aku ‘kan hanya menceritakan hal yang kau tanyakan.”

 

 

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

“Fany-ya?”

 

“Wae?” Tiffany masih sibuk mengoleskan cairan berwarna pink dikukunya.

 

“Bisakah kau dengarkan aku?”

 

“Geurae, aku sedang mendengarkanmu.” Tapi wanita berusia 27 tahun itu masih saja sibuk dengan kukunya.

 

“Yak! Kau benar-benar tidak mau dengarkan aku dulu?” Taeyeon mulai geram.

 

Tiffany langsung menaruh alat-alatnya dan menatap Taeyeon malas, “Wae? Bicaralah!”

 

“Bagaimana jika ada seseorang yang menyukaiku?”

 

“Yak! Berhentilah bersikap seperti ini, Taeyeon-ah! Kau sudah dewasa bukan?”

 

“Yak! Kenapa kau malah memarahiku?” Taeyeon mulai naik darah.

 

“Karena kau tidak pernah mau berubah. Kau selalu saja mengatakan untuk tidak memikirkan namjachingu masa depanmu, kau terlalu sibuk dengan pekerjaan dan image-mu. Berhentilah bersikap seperti itu, Taeyeon-ah! Kau akan sendiri sampai kau mati jika seperti ini terus.” Emosi Tiffany tidak bisa ia tahan lagi.

 

Taeyeon terdiam seketika karena perkataan Tiffany. Dia berfikir bahwa ada benarnya juga perkataan sahabatnya ini. Dan saat itu juga dia mulai teringat dengan ucapan Heechul beberapa hari lalu.

 

 

 

Flashback On.

 

 

 

“Kau… Kau tidak mau punya namjachingu?”

 

“Eoh?”

 

“Taeyeon-ah, apa kau tidak merasa kesepian?” Heechul memasang wajah serius yang jarang ia tunjukan pada Taeyeon.

 

“Aku tidak kesepian sama sekali. Aku punya Oppa sepertimu, sahabat seperti Tiffany, dan dongsaeng seperti Sehun. Bagian mana yang harus aku tangisi? Bagian mana yang terasa sepi? Aku benar-benar tidak mengerti dirimu, Oppa.”

 

“Aniya, bukan begitu. Bukankah ada kalanya aku, Tiffany dan Sehun tidak berada disampingmu? Lalu siapa yang akan menemanimu kala itu? Eobseo, tidak ada satupun juga. Carilah namjachingu!”

 

 

 

Flashback Off.

 

 

 

Taeyeon menundukan kepalanya dan memejamkan matanya yang hampir mengeluarkan air mata. Tiffany panik, dia merasa perkataannya terlalu berlebihan dan menyakiti batin Taeyeon.

 

Tiffany sedikit ragu untuk menggapai Taeyeon. Tangannya berulang kali ingin menepuk bahu sahabatnya itu untuk menyalurkan ketenangan, tapi tangannya gemetar karena merasa bersalah.

 

“Taeyeon-ah? Mianhae.” Akhirnya Tiffany memberanikan diri untuk memeluk Taeyeon.

 

Tangis Taeyeon pecah saat itu juga. Perlahan Taeyeon membalas pelukan hangat sahabatnya itu. Tiffany menepuk-nepuk bahu Taeyeon lembut.

 

“Mianhae. Jeongmal mianhae, Taeyeon-ah.” Tiffany benar-benar merasa bersalah.

 

“Aniya, kau benar. Aku yang salah, Fany-ya. Mianhae.” Lirih Taeyeon.

 

Tiffany melepaskan pelukannya dan memegang lengan Taeyeon erat.

 

“Aku tahu ini berat untukmu, tapi tetaplah kuat seperti Kim Taeyeon yang aku kenal. Jangan pengaruhi pikiranmu dengan kebencianmu pada Appa-mu! Percayalah padaku! Eomma-mu pasti tidak ingin melihat putrinya menjadi pengecut seperti ini. Aku tahu persis bagaimana perasaanmu, tapi… Tidak semua namja bersikap buruk seperti apa yang kau pikirkan. Kau selalu menolak namja yang mendekatimu setelah kejadian itu. Apa kau pikir itu adalah jalan yang terbaik? Apa kau senang dengan apa yang kau lakukan selama ini? Tidak bukan? Jadilah yeoja yang kuat seperti Eomma-mu! Aku yakin dia sangat bangga padamu.” Tutur Tiffany.

 

“Kau memang benar, Fany-ya. Aku menghindari mereka karena hal itu.”

 

 

 

Flashback On.

 

 

 

“Berhentilah mengikuti dan menjadi beban dalam kehidupanku! Pergilah!” Keras seorang pria yang tengah menggandeng seorang yeoja muda berusia sekitar 23 tahun.

 

“Oppa, kenapa kau melakukan ini padaku? Pada istri sah-mu, pada anak-anakmu, pada keluargamu, wae? Apa salahku? Kenapa kau tega mendua saat kau memiliki 3 malaikat kecil disekelilingmu? Wae, Oppa? Katakan padaku!” Racau seorang wanita dengan air mata yang begitu pedih dan menyedihkan.

 

Seorang yeoja berusia 18 tahun meringkuk dibelakang pintu kamarnya sambil menutup kedua telinganya. Yeoja itu menangis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Mendengarkan teriakan dan cacian dari kedua orang yang sangat ia cintai itu sangatlah menyakitkan telinga dan sungguh menyayat hatinya. Kim Taeyeon yang malang.

 

“Berhentilah merengek! Kalian benar-benar menyusahkanku. Jadi biarkan kita hidup masing-masing! Hiduplah bersama 3 malaikat-mu itu! Aku akan hidup dengan gadis cantik disampingku ini. Kau mengerti?”

 

“Oppa, tolong jangan lakukan itu! Apa kau sudah tidak menyayangi kami? Wae, Oppa? Kenapa kau berubah?”

 

“Bukankah aku bilang untuk berhenti merengek? Aku sudah tidak mencintaimu. Berhentilah mengemis cinta dariku!” Tandasnya.

 

“Oppa, tolong berilah waktu untuk kita kembali seperti dulu! Aku mohon, Oppa!” Wanita itu menggapai tangan suami-nya itu dengan penuh harapan.

 

Tapi suami-nya menghempaskan tangannya kasar. Taeyeon yang melihat itu langsung membantu Eomma-nya yang tersungkur dilantai.

 

“Eomma, gwenchana?” Eomma-nya mengangguk lemah.

 

Kemudian Taeyeon menatap tajam Appa-nya dan gadis disampingnya. Taeyeon bangkit dan dengan gagah berani maju kedepan mereka.

 

Taeyeon menatap tajam gadis disamping Appa-nya, “Kau! Apa yang kau pikirkan sampai kau tega menghancurkan keluarga orang lain? Apa kau sungguh tidak tahu diri? Aku rasa Eomma-mu akan sangat kecewa melihat putrinya tumbuh seperti serigala. Serigala yang menyedihkan.” Sindirnya pada gadis yang usianya tak jauh beda dengannya.

 

“Kim Taeyeon!” Appa-nya mulai bertindak.

 

Taeyeon beralih menatap Appa-nya, “Aku benar-benar tidak tahu bagaimana aku harus bersikap pada Anda. Anda tidak pantas dianggap sebagai seorang panutan keluarga. Bagaimana bisa Anda menyakiti wanita yang sudah bersama Anda selama puluhan tahun? Bagaimana Anda bisa bermesraan dengan gadis yang tidak jauh beda usianya dengan putri Anda sendiri? Otte-yo? Aku benar-benar tidak menyangka hal ini. Sekarang… Pergilah jika memang Anda ingin pergi! Aku sudah tidak peduli lagi.” Taeyeon menangis.

 

“Cara bicaramu sangatlah murahan. Kau memang benar-benar keturunan Eomma-mu.” Cibir Appa-nya.

 

“Tolong jangan katakan hal seperti itu! Tolong berkacalah! Menurut Anda siapa yang lebih murahan? Apa Anda tidak sadar diri? Sadarlah!”

 

Taeyeon menerima satu tamparan keras dipipi kanannya. Siapa lagi kalau bukan dari Appa-nya?

 

Tiba-tiba 2 orang terlihat dipintu masuk. Seorang yeoja berseragam SMP dan seorang namja 20 tahunan. Siapa lagi kalau bukan Oppa dan Yeodongsaeng Taeyeon, Kim Jiwoongdan Kim Hayeon.

 

Mereka berdua menyaksikan Appa-nya menampar saudari mereka. Mereka kaget setengah mati karena hal ini.

 

Taeyeon menghela napasnya sambil menutup matanya. Kemudian dia tertawa meledek.

 

“Wah! Anda benar-benar pria yang kasar. Bagaimana bisa malaikat seperti Eomma-ku bertahan dengan pria seperti-mu selama puluhan tahun? Pasti sangat menjengkelkan.” Taeyeon mulai menggunakan bahasa informalnya.

 

Appa-nya juga mulai geram dengan perkataan Taeyeon, “Wah! Kau benar-benar punya selera dalam mencibir. Kau tumbuh menjadi gadis muda yang gila dan menjengkelkan seperti Eomma-mu. Aku rasa keputusanku memang benar.”

 

“Geurae. Jika itu membuatmu puas, pergilah dari kami! Kami tidak butuh seorang kepala keluarga sepertimu. Jinjja-yo!” Taeyeon benar-benar berani.

 

“Taeyeon-ah, tolong berhentilah!” Lirih Eomma-nya.

 

“Sekarang bisakah Anda mulai angkat kaki dari rumah ini? Aku benar-benar tidak ingin ada seorang pengecut tinggal satu atap denganku. Itu pasti sangat tidak nyaman. Tolong pergilah!” Taeyeon semakin berani menentang Appa-nya.

 

“Lama kelamaan kau semakin tidak sopan.” Appa-nya hendak melayangkan satu tamparan lagi dipipi Taeyeon, tapi Jiwoong langsung menahan tangan Appa-nya.

 

Hayeon memeluk tubuh Eomma-nya yang meringkuk lemah dilantai yang dingin.

 

“Apakah tidak cukup dengan menyakiti batin kami? Apa Anda juga akan melakukan kekerasan setelah melakukan berbagai hal buruk pada kami? Apa Anda tidak punya perasaan iba pada keluarga yang Anda bina selama hampir 22 tahun? Apa beginikah wajah Appa kami sebenarnya? Ternyata selama ini Anda belum membuka topeng Anda. Tidak kusangka wajah Anda sangatlah buruk.” Kim Jiwoong dengan gagah berani menghadapi Appa-nya yang berubah menjadi monster.

 

“Anak-anak nakal yang tidak mengenal kehidupan ini sangatlah menjengkelkan. Tolong jangan dengarkan mereka, sayang!” Tutur Appa mereka pada gadis disampingnya.

 

Taeyeon memutar bola matanya malas saat mendengar itu.

 

“Tolong pergilah! Jangan menyisakan kenangan buruk lagi dipikiran kami! Ini lebih menyakitkan dari apapun. Jinjja-yo.” Hayeon akhirnya buka mulut.

 

“Eoh? Putri kecil Appa berani bicara juga? Janganlah bersikap seperti Eonni dan Oppa-mu! Tataplah masa depan yang menyenangkan, bukan yang membosankan!” Appa mereka menatap mereka seolah meledek dikata terakhirnya.

 

“Berhentilah bergurau dan cepat keluar dari sini! Aku benar-benar muak. Jinjja!” Cibir Taeyeon lagi dan lagi.

 

 

 

Flashback Off.

 

 

 

“Taeyeon-ah, aku akan selalu ada disampingmu. Tapi akan jauh lebih baik jika kau membuka hatimu untuk namja diluar sana. Carilah namja yang menurutmu paling baik dan bisa membuatmu bahagia! Aku yakin diluar sana ada namja yang seperti itu, namja yang tulus mencintaimu.” Tutur Tiffany.

 

Sementara itu, Baekhyun menatap foto Taeyeon yang terpampang dipapan pengumuman.Dia mendapat peringkat teratas diujian semesternya.Baekhyun tersenyum melihat itu.

 

“Kau cantik, tapi tak aku sangka kau juga yeoja yang pintar.Tak salah aku jatuh hati padamu, Noona.”Gumam Baekhyun sambil terus menatap foto Taeyeon.

 

Tiba-tiba dari belakang ada yang datang sambil membawa sebuah poster.Namja itu menempelkan poster itu disana.Baekhyun membulatkan matanya saat melihat gambar Taeyeon yang ada diposter itu.

 

Baekhyun membaca tulisan diposter itu.Itu acara festival musik yang digelar setiap tahun oleh kampus. Taeyeon akan jadi salah satu pengisi acara, dia akan bernyanyi disana.

 

“Permisi, apa benar Taeyeon Noona akan menjadi pengisi acara?”Tanya Baekhyun pada namja yang menempelkan poster ini.

 

“Kau benar.Dia adalah klimaks acara ini.Dia yang paling ditunggu.”Balas namja itu.

 

Baekhyun mengangguk mengerti.

 

“Kalau begitu aku permisi.”Pamit namja itu sambil membungkuk kecil.

 

Baekhyun membalas bungkukan namja itu sambil tersenyum.Kemudian dia kembali menatap poster itu.Dan ada gambar 2 orang yang tidak asing.

 

“Sehun dan Kai juga tampil?”Baekhyun membulatkan matanya kaget.

 

 

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

Semua pengisi acara sedang melakukan latihan diruang seni.Ruangan yang sangat luas ini benar-benar punya fasilitas yang mumpuni. Ada banyak alat musik, ada berbagai perlengkapan pentas mulai dari mikropon, busana, make up, dan lain-lain. Untuk menari, ruangan ini juga terdapat kaca yang biasa digunakan latihan untuk melihat kekompakan atau gerakan tari para penari.

 

Benar-benar menakjubkan.Kyunghee University memang tidak tanggung-tanggung dalam menyiapkan sesuatu.Para siswa yang tertarik dalam bidang seni sangat diuntungkan dengan adanya fasilitas ini.

 

Mereka dengan cerianya berlatih.Taeyeon masih melatih vokalnya, dia sedang menyanyikan lagu ballad untuk latihan ini.Sedangkan disana Sehun dan Kai jadi duo dancer, mereka berlatih dan melihat pantulan diri mereka yang tengah menari dari kaca besar itu.

 

Seseorang mengintip dari luar.Pintu berkaca itu membuat orang-orang yang lalu lalang didepan ruangan bisa terlihat.Orang yang mengintip itu terus saja melihat ke seluruh penjuru ruangan.

 

“Ah, jadi benar Sehun dan Kai adalah pengisi acara.Mereka juga sedang berlatih.”

 

Baekhyun adalah si penguntit itu.Tak lama dia melihat keberadaan Taeyeon.Dia tersenyum melihat Taeyeon yang sedang bernyanyi dengan penuh penghayatan.

 

“Kau cantik, pintar akademik, bahkan kau juga pintar menyanyi.Kau benar-benar luar biasa, Noona.”Tutur Baekhyun sambil tersenyum.

 

Sementara itu, Taeyeon sudah menyelesaikan lagunya.Taeyeon tak sengaja melihat ke arah pintu.Baekhyun langsung jongkok.

 

“Apa dia melihatku?” Gumam Baekhyun.

 

Taeyeon terus menatap pintu itu.Sehun dan Kai mendekatinya.Mereka bingung karena Taeyeon terus menatap pintu itu.

 

“Noona, ada apa?” Tanya Sehun.

 

“Aku seperti melihat seseorang dipintu tadi.Tapi tiba-tiba menghilang.”Balas Taeyeon.

 

“Apa ada hantu disini?”Kai mengusap lengannya yang merinding.

 

“Yak, Kim Kai! Mana mungkin aku melihat hantu?Ah, mungkin hanya perasaanku saja.”Taeyeon kembali sibuk dengan alat-alat musik didepannya.

 

Sehun berjalan ke pintu itu.Dia menarik gagang pintu.Baekhyun tersungkur ke lantai.Kai membelalakan matanya saat melihat Baekhyun disana.

 

Baekhyun Hyung, kau sudah gila. –Batin Kai.

 

Taeyeon dan penghuni ruangan lainnya melihat itu.Taeyeon menatap Baekhyun.Apa dia yang aku lihat tadi? –Batin Taeyeon.

 

Baekhyun mendecak kesal pada Sehun yang masih kaget karena melihatnya berjongkok disana.

 

“Hyung, apa yang kau lakukan disini?”Sehun menatap Baekhyun bingung.

 

“Kenapa kau membuka pintunya, bodoh?”Baekhyun menutup wajahnya malu.

 

Sehun ingat ucapan Taeyeon, “Apa kau yang mengintip?Apa kau orang yang dilihat Taeyeon Noona?” Kaget Sehun.

 

“Dia melihatku? Aish, jinjja! Aku benar-benar mati!”Baekhyun berdiri dan menatap Taeyeon yang sedang menatapnya juga.

 

Baekhyun menghela napasnya, kemudian pergi dari sana.

 

“Hyung!”Sehun hanya bisa melihat punggung Baekhyun yang perlahan semakin jauh darinya.

 

Kai melirik ke arah Taeyeon, Taeyeon masih menatap pintu itu walaupun Baekhyun sudah tidak ada disana.Kai menghela napasnya.

 

“Noona, apa kau benar-benar melihatnya?” Tanya Kai.

 

“Tentu saja, awalnya aku kira aku salah lihat.Ternyata memang ada orang.”

 

Kai menghela napasnya dan memijat pelipisnya. Kemudian memejamkan matanya karena merasa tak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan Hyung-nya itu.

 

Hyung, sekarang dia benar-benar tahu dirimu.Apa yang akan kau lakukan? Kau sudah tertangkap basah. –Batin Kai.

 

“Apa kau mengenalnya, Kai-ya?” Tanya Taeyeon.

 

“Eoh?” Kaget Kai.

 

Taeyeon menunggu jawaban Kai. Tapi Kai bingung mau menjawab apa. Kai menyuruh Sehun menghampirinya.

 

Sehun mengangguk dan menutup pintu itu kembali.Sehun sudah sampai disamping Kai.

 

“Kenapa kau tidak menjawabku?” Tanya Taeyeon.

 

“Wae?”Sehun menggumam kecil pada Kai.

 

“Dia bertanya apa aku mengenal Baekhyun Hyung atau tidak.”Balas Kai tak kalah pelan.

 

“Yak! Kalian berdua! Kenapa kalian bisik-bisik seperti itu?”Heran Taeyeon.

 

“Noona…” Kai ragu-ragu melanjutkan perkataannya.

 

“Wae?Apa pertanyaanku itu susah? Aku ‘kan hanya bertanya.Apa kau mengenalnya?”

 

Kai dan Sehun bertukar tatapan.

 

“Dia teman kami, Noona.”Kai akhirnya menjawab.

 

“Jinjja? Tapi kenapa dia…”

 

“Dia kesini untuk melihat kami, Noona.”Sehun memotong perkataan Taeyeon.

 

“Eoh, begitukah? Arraseo.”Taeyeon kembali sibuk pada nyanyiannya.

 

Kai dan Sehun menghela napas panjang mereka.

 

Syukurlah, Taeyeon Noona tidak curiga. –Batin Sehun.

 

 

 

Noona, I Love You – I Don’t Care

 

 

 

Baekhyun terus saja melewati ruang seni dimana dia tertangkap basah sedang mengintip jalannya latihan. Baekhyun menghela napasnya saat menatap pintu itu.Tiba-tiba Taeyeon keluar dari pintu itu dan melihat Baekhyun.Tatapan mereka bertemu.

 

Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya.Setelah beberapa detik Baekhyun kembali menatap ke arah ruang seni.Taeyeon masih setia disana sambil menatap Baekhyun.Tatapan mereka kembali bertemu.Sekarang berlangsung sedikit lebih lama.

 

Taeyeon baru mau membuka mulutnya, tapi Baekhyun sudah pergi dari sana.

 

“Kenapa dia menatapku seperti itu?”Heran Taeyeon.

 

Sedangkan, Baekhyun berjalan cepat karena hal itu.Baekhyun berhenti sejenak.Menenangkan pikiran, menetralisir detak jantung dan wajahnya yang memerah.Dia sudah seperti kepiting rebus, wajahnya merah sekali.

 

“Kenapa dia menatapku seperti itu?” Baekhyun juga menggumamkan hal yang sama seperti Taeyeon.

 

“Apa dia tahu aku menyukainya?”Gumamnya lagi.

 

 

TBC

 

Komen juseyo~

Advertisements

34 comments on “[FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 1)

  1. Tbcnya mengganguuu 😂
    Baekhyun gemesin banget disinii
    Taeyeon ayo peka, dan buka hatimu untuk baek
    Ditunggu lanjutannyaaa

  2. ya ampun!
    lgi bgus”.a mlh tbc,,
    ah klo gtu ditnggu next chap.a ,,
    klo bsa prbnyak moment baekyeon.a ya thor , trus dipnjangin jg ,,
    ok klo gtu ,,
    smngat ya ,,
    fighting!!

  3. Wjar bgt klo taetae pd akhirnya kyak alergi gitu untuk pnya pcar, tohhh appa nya sbgtu gilanya, hadehhh poor uri taeng

  4. jadi taeyeon trauma gegara kelakuan papanya di masa lalu. disini baekhyun lucu banget kelakuannya. moga aja taeyeon bisa buka hatinya dan bisa melupakan trauma masa lalu nya. ditunggu chapter selanjutnya 🙂

  5. Pingback: [FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Noona, I Love You (Chapter 3/END) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. kekekeke~~~ baekhyun paboya
    lucu ceritanya satu chapter sudah membuka banyak konflik masa lalu daebakk
    sehun lucuuu 😀
    next chap thornim>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s