[FREELANCE] Grudge [Ficlet]

PicsArt_1454208674787

Title : Grudge

Length : Ficlet

Author : Amanda Aura[081281382877]

Cast : Kim Taeyeon SNSD, Byun Baekhyun EXO

Genre : Romance, Crime, Thriller

Rating : PG-15

Disclamer : Para cast milik Tuhan, Orang tua dan agensi SM Entertainment !!

Note Author : Makasih untuk ATSIT yang mau nge-post FF ini, Makasih juga untuk semuanya yang udah mau baca FF abal ku ini ^^ Jangan lupa comment yaa. Aku butuh sekali saran dan kritik dari kalian agar FF ku menjadi semakin baik. Sekali lagi.. Jeongmal Kamshamnida Chingu-ya 😀

Happy Reading

 

Jika Baekhyun bisa mengulang waktu ia ingin melakukannya. Jika Baekhyun bisa melupakan semua kejadian buruk itu dalam waktu satu malam ia ingin melakukannya. Jika Baekhyun bisa pergi ia ingin melakukannya. Jika bisa, Sekarang juga. Detik ini juga.

Namun Baekhyun bukanlah seorang malaikat yang bisa melakukan sesuatu yang di namakan sihir. Ia hanyalah manusia biasa yang berumur 16 tahun. Ia tidak sempurna, Sangat. Baekhyun mengaku dirinya hanyalah pria bodoh yang mendapatkan musibah lebih buruk dari pada mimpi buruk. Ia tak pernah menyangka kejadian ini akan menimpa dirinya. Tidak mungkin.

Baekhyun terdiam. Memeluk lututnya yang begitu rapuh. Matanya menatap kosong ke depan. Kepalanya memutar – mutar memori lama yang seakan merenggut nyawanya dengan perlahan. Tangan kecilnya mengepal, Bersamaan dengan itu air matanya mengalir. Tetapi belum sempat aliran itu semakin panjang Baekhyun buru – buru menghapusnya lalu menghela nafas.

“Aku namja yang kuat. Tidak cengeng. Aku pasti bisa melakukannya..” Gumamnya lirih.

Akhirnya ia bangkit dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang yang empuk. Menyibak selimut dan memulai tidur. Melupakan semua kenyataan yang ada, Ia berharap ini hanyalah mimpi buruk yang sebentar lagi akan berakhir. Baekhyun percaya itu, Ia hanya terjebak mimpi buruk. Tak lebih.

Omong kosong.

Keesokan harinya Baekhyun terbangun dengan keadaan mata sembab. Rupanya semalam ia terbangun dan menangis. Dirinya kembali mengingat memori tersebut. Memori yang membuat seorang Byun Baekhyun lemah seketika.

“Bodoh,” Cibirnya pelan setelah melihat penampilan wajahnya di balik cermin. Dengan kesal Baekhyun melangkahkan kakinya menuju wastafel dan mencuci muka. Ia tak mungkin berpenampilan seperti itu di minggu pagi ini. Selesai, Dirinya pun melangkah menuju ruang makan. Namun entah apa yang terjadi Baekhyun langsung terduduk lemas dengan mata membelalak.

KAU TAKUT

Masih shock tubuhnya bangkit dan kembali melihat kalimat yang tertera jelas di meja makan miliknya. Yang semakin membuatnya shock Baekhyun baru sadar jika kalimat itu di tulis menggunakan darah. Darah segar. Wajahnya yang pucat menoleh ketika mendengar suara lolongan lirih di taman belakang rumahnya. Bersamaan dengan itu sekelebat bayangan anjing berbulu cokelat menyerang pikirannya. Baeshi!

Dengan cepat Baekhyun berlari menuju taman belakang. Tangannya bergerak menggeser pintu kaca dan mencari asal suara lolongan lirih anjing miliknya. Namun baru saja beberapa langkah ia tekuni tubuhnya tersentak bagaikan tersetrum listik. Bahunya bergetar dan matanya terus mengerjap. Sesuatu telah menusuk hatinya yang membuat Baekhyun langsung terjatuh duduk seketika.

“Tidak.. tidak lagi..” Isakkan kecil meluncur dari bibir Baekhyun.

Ia menunduk dan tak tahan menatap sosok Baeshi yang sudah mati tak bernyawa dengan luka sayatan di perutnya. Menyeramkan.

Sekarang, Siapa yang akan menemai Baekhyun?

Sekarang, Siapa lagi yang akan menjadi korban?

Baekhyun lelah, Tertekan, Dan merasa frustasi dengan semua ini. Dan kenapa polisi bodoh itu belum menemukan penjahatnya? Baekhyun tak akan pernah hidup tenang. Sampai kapanpun.

Penjahat itu sudah membunuh kedua orang tuanya dan terakhir, Hewan peliharaannya.

KRING!! KRING!!

Baekhyun tergelonjak saat mendengar suara bising dari ruang tengah. Masih terisak tubuhnya bangkit dan berjalan untuk mencari ponselnya yang mendapatkan panggilan dari seseorang. Hatinya sangat berharap yang menghubunginya itu polisi dan mengatakan bahwa mereka sudah menemukan pelakunya, Tetapi Baekhyun salah. Kim Taeyeon menghubunginya.

“Ye-yeoboseo?” Suaranya terdengar sangat berantakan.

“Baekhyun? Kau.. Menangis?” Seseorang di seberang sana tampak terkejut dengan penyambutan suara Baekhyun.

“T-taeyeon.. Dia, Telah membunuh Baeshi..” Tepat setelah mengatakan hal tersebut tangis Baekhyun pecah seketika. Menjadi alunan musik seanterio rumahnya.

“Penjahat itu? Ya tuhan..” Rupanya Kim Taeyeon juga sangat terkejut. Baekhyun bisa mendengar nafas gadis itu memburu.

“Aku.. Takut.” Dua kata yang langsung Taeyeon mengerti artinya.

“Tunggu aku Baek. Aku akan ke sana..”

Kali ini Baekhyun tak akan membiarkan penjahat itu membunuh kekasih kesayangannya.

~*~*~

“Ya tuhan. Penjahat itu yang menulis ini?”

Kim Taeyeon sudah sampai di rumah kekasihnya beberapa menit yang lalu, Dengan keadaan tergesa – gesa karna takut terjadi apa – apa pada Baekhyun. Untungnya dengan mudah ia menemukan namja di ruang makan karna ia pikir Baekhyun akan menangis histeris di kamarnya. Tetapi ia langsung mendapatkan pemandangan tak mengenakkan. Sederet kalimat yang tertulis menggunakan darah.

“Ya, Dan sepertinya penjahat itu menggunakan darah Baeshi.” Mendengar hal itu Taeyeon membulatkan matanya. Ia mendadak merinding saat tangan Baekhyun menariknya menuju taman belakang rumahnya.

Taman itu tampak kacau. Terlebih sebagian rumput hijau itu telah berubah warna menjadi merah terang. Ya, Akibat genangan darah anjing kesayangan Baekhyun tersebut. Sekarang lalat – lalat sudah mulai menyebulubungi bangkainya. Membuat Baekhyun langsung memalingkan wajah karna perutnya mendadak mual.

“Kau istirahat saja di kamarmu Baek. Aku akan membereskan ini semua..” Ujar Taeyeon yang membuat Baekhyun  menoleh seketika.

“Apa maksudmu?” Dahi Baekhyun semakin menyerngit bingung saat melihat sebuah senyuman terbentuk di wajah Taeyeon.

“Aku akan membersihkan bangkai Baeshi dan juga membersihkan semua kekacauan ini..” Sekarang Baekhyun merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Bagaimana mungkin ia bisa membiarkan kekasihnya ikut terlibat dalam musibah ini. Tak boleh.

“Tapi Tae-“

“Kau bisa ikut membantu dengan membersihkan darah di ruang makan.”

“Tapi Tae, Nanti kau-“

“Ssstt. Baekhyunku sayang. Aku akan baik – baik saja, Penjahat itu tak akan datang.”

“Kau yakin?” Lalu Taeyeon mengangguk mantap.

Jika Taeyeon sudah menatapnya dalam maka Baekhyun akan kalah. Akhirnya dengan ragu ia mengangguk dan membiarkan Taeyeon melaksanakan tugasnya. Jika ini membuat gadis itu merasa senang maka dengan senang pula Baekhyun akan mengizinkannya.

~*~*~

Kini Baekhyun dan Taeyeon tengah melaksanakan makan malam. Rupanya gadis ini memilih menemani Baekhyun setelah mengetahui keadaan kekasihnya lebih dekat. Matanya sembab dan bibir tipis itu tampak kering, Jangan lupakan rambutnya yang berantakan dan wajahnya yang pucat. Namun Taeyeon hanya tersenyum, Menurutnya Baekhyun terlihat tampan.

Berbeda dengan Taeyeon, Baekhyun diam – diam menatap Taeyeon takut. Hati kecilnya selalu berdoa agar Tuhan melindungi kekasihnya dari segala musibah karna hanya dia yang Baekhyun miliki saat ini. Entah apa yang terjadi jika Taeyeon turut pergi meninggalkannya. Baekhyun menggeleng, Membayangkannya saja sudah membuat dirinya ketakutan setengah mati. Tidak untuk menjadi kenyataan.

“Kok gak di makan?” Rupanya Taeyeon sedari tadi memperhatikan Baekhyun.

“Entahlah. Nafsu makanku berubah drastis belakangan ini.” Nada bicaranya terdengar ketakutan. Membuat Taeyeon tersenyum lalu menggenggam tangan kekasihnya tersebut.

“Kau tak perlu takut Baek. Aku akan selalu di sisimu dan menjagamu.” Sederet kalimat yang membuat hati Baekhyun langsung di aliri rasa hangat.

“Aku mencintaimu Kim Taeyeon.”

“Aku lebih mencintaimu Byun Baekhyun.”

Tanpa bisa di cegah kedua lapisan bibir itu saling menyatu. Menjadi dessert yang manis.

~*~*~

Sinar matahari menyerbu masuk ke dalam kamar Baekhyun. Menembus tirai tipis yang menjadi penghalang. Tubuh itu menggeliat kecil saat cahaya hangat menyorot wajahnya. Rupanya sang surya ingin Baekhyun segera tersadar dari tidurnya. Dan berhasil.

Seusai mengerjapkan mata Baekhyun mengubah posisinya menjadi duduk. Kantung matanya semakin terlihat jelas karna semalam dirinya kembali terbangun dan menangis. Dan untung saja Taeyeon memilih tidur di kamar yang dulu di pakai orang tuanya. Jadi gadis itu tak akan mendengar suara memilukan tersebut.

Dengan gerakan lamban Baekhyun melangkah menuju wastafel. Membasuh muka setidaknya akan mengumpulkan lebih banyak kesadaran dalam tubuhnya. Setelah yakin dengan penampilannya Baekhyun keluar dari kamar dengan senyuman di wajahnya karna ingin segera menyambut sang kekasih Taeyeon.

Dengan senang hati Baekhyun mengetuk pintu kamar sang pujaan hati, Selama beberapa saat ia tak mendengar suara apapun. Sekali lagi Baekhyun mengetuknya namun hasilnya masih sama. Mendadak Baekhyun khawatir. Tanpa babibu lagi Baekhyun memutar knop pintu yang ternyata tak terkunci. Tetapi begitu menyesalnya ia saat mengetahui keadaan kamar itu kosong. Bersamaan dengan itu Baekhyun mendengar suara seseorang di bawah sana tengah bersenandung kecil.

Oh, Rupanya Taeyeon sudah terjaga.

Baekhyun pun bernafas lega mengetahui Taeyeon baik – baik saja. Ia mencoba untuk tersenyum lalu merajut langkah untuk menemui Taeyeon. Namun semuanya berputar 360 derajat saat Baekhyun terpeleset dan tubuhnya jatuh berguling – guling dari anak tangga satu ke anak tangga lainnya. Menjadi pemecah keheningan yang menyeramkan untuk di dengar. Terlebih anak tangga rumah Baekhyun lebih dari sepuluh. Bisa bayangkan itu?

BRUG

Akhirnya tubuh Baekhyun mendarat di lantai. Membuat Taeyeon tergelonjak di tempat karna terkejut. Gadis itu menatap tubuh kaku Baekhyun yang di susul cairan kental berwarna merah terang mengalir keluar dari kepalanya. Masih membisu Taeyeon mendekati Baekhyun. Gadis itu menempelkan telinganya ke dada sang namja. Tak berdetak.

“Baekhyun.. Mati?” Tepat setelah itu senyuman merekah di wajah Taeyeon. Ia bangkit lalu tertawa hambar.

“Tak ku sangka membunuh putranya semudah ini. Berbeda dengan dua bajingan itu dan hewan sialannya.”

Baekhyun tak tahu, Benar – benar tak tahu. Bahwa selama ini ia salah mengirim doa.

Bukan Taeyeon yang seharusnya di lindungi, Tetapi dirinya..

 

TAMAT.

 

 

 

Advertisements

42 comments on “[FREELANCE] Grudge [Ficlet]

  1. Arghhh psycho taetae….
    Psti gak ada yg bkal nyangka’ wjar si baekki ketipu, taetae imut gitu sapa yg bkal nyangka klo dy adl psycho..

  2. boa edan taeyeon psycho hahahaha dikira taeyeon beneran baik eh ternyata dia yang ngubunuh semua keluarga baekhyun. gak nyangka hihi alright ditunggu next ff nya 🙂

  3. awalnya udah ngira sih, tapi kayaknya engga juga. eh beneran 😂 serem banget si baek satu rumah sama psychopath 😥

  4. Keren si thor. Tp lebih keren lagi klo ada lnjutannya. Di jelaskan gitu kenapa dia di bunuh? Atau kenapa taeyeon jd psycopath gitu? Seharusnha mereka jd couple 😦 hehehe anyway goodjob hhe

  5. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s