Twinkle [Chap12]

 

Twinkle

Title : Twinkle

Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, School-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Byun Baekhyun, Son Naeun, etc

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

|Chapter8|Chapter9|Chapter10|Chapter11|

[Play]

Taeyeon menghembus nafasnya kesal, ia terus memandangi jam dinding yang tepat berada di atas papan tulis kelasnya itu Taeyeon menumpukan dagunya pada telapak tangan kiri sedangkan jari tangan kanannya terus menerus mengetuk meja belajarnya seirama dengan jarum detik yang terus memutari angka-angka pada jam itu

Ini sungguh membosankan, kapan pelajaran fisika yang menyebalkan ini berakhir?

Taeyeon menelusuri tiap sudut ruangan kelasnya pandangannya begitu menjenuhkan karna yang ia lihat hanya wajah-wajah lusuh teman sekelasnya kecuali Naeun, ya gadis terpintar di kelasnya itu atau dapat dibilang terpintar diangkatan mereka tidak terlihat sama sekali keluhan diwajahnya bahkan ia begitu konsentrasi mencatat rumus gelombang cahaya pada buku catatannya sedangkan Taeyeon, untuk melihatnya saja Yeoja itu tidak berniat.

Hufft~’ lagi-lagi Yeoja mungil itu mengela nafas

“Minggu depan saya akan mengadakan tes mengenai bab ini, saya harap kalian dapat mempersiapkan diri dengan baik”

“Nae sonsaengnim”

Taeyeon menegakan tubuhnya setelah mendengar kabar yang paling ia benci itu, “Test? Omo, aku tidak mau mendapat hukuman karna nilai terendah lagi, eotteokhae” Taeyeon meremas kedua sisi kepalannya sambil berfikir keras, ia sedikit menyesal karna dari awal ia tidak memperhatikan pelajaran tadi namun sia-sia saja kejadian ini selalu terjadi setiap minggunya ketika Taeyeon memotifasi dirinya sendiri agar lebih giat dipelajaran ini namun tetap saja ketika melihat rumus-rumus itu niatan Taeyeon menciut dan selalu akan diakhiri dengan penyesalan

“Taeng a~ wae yo?” Baekhyun menghampiri Taeyeon yang duduk sendiri di kantin dengan rambut yang sedikit berantakan  dan wajah depresi

“Aku hanya sedang berfikir keras untuk tes fisika minggu depan”

“Taeng a~ itu masih lama sekali” Baekhyun menghelus rambut Taeyeon untuk merapihkannya

“Tetap saja ucapan Ssaem tadi begitu membuatku depresi, apa kau tahu aku mendapan nilai terendah pada tes terakhir dan aku harus menjadi asistennya untuk menulis catatan di papan tulis bahkan aku harus memeriksa semua hasil tes seluruh siswa di sekolah ini dengan mencocokan dengan kuncinya itu sangat melelahkan, arrgh”

Taeyeon tak henti-hentinya menceritakan pengalaman paling menyebalkan yang terjadi dalam hidupnya itu, Baekhyunpun berfikir sejenak

“Ah, bagaimana jika aku membantumu belajar”

“Apa kau bisa?” Taeyeon mulai menatap Baekhyun dengan wajah penuh harapan

“Tidak begitu” Baekhyunpun tersenyum malu dan Taeyeon hanya dapat menghela nafas

~Twinkle~

Beberapa hari sebelum menjelang Test Taeyeon menerima ajakan Baekhyun untuk belajar bersama dirumahnya, walaupun Baekhyun tidak begitu mengerti setidaknya ia telah berusaha untuk mengajari Yeojanya itu

Hari ini sedikit berbeda karna mendadak Appa menyuruh Baekhyun untuk mengantarkannya kebandara siang itu, membuat Taeyeon harus belajar sendiri diruang tengah. Taemin keluar dari kamarnya  menuju dapur ia terkejut saat melihat sosok gadis yang sedang berada di ruang tengah dan Yeoja itu terlihat frustasi dengan sesekali mengacak-acak rambutnya sendiri

“Taeyeon hyeong-su?” Taemin memutuskan untuk mendekat ke arah Yeojachingu hyungnya itu

“Eo- eoh?” Taeyeon sedikit terkejut ketika melihat Taemin yang berada disampingnya, tampa berlama-lama lagi Taeminpun mengambil tempat disamping Yeoja itu

“Oh, Apa kau sedang belajar sendiri?” Taemin memperhatikan buku pelajaran Taeyeon yang berada di meja kaca yang berada di depannya

“Eumm” Taeyeon menganggukan kepalanya sekali, Taemin memperhatikan beberapa contoh soal yang dikerjakan Yeoja mungil yang berada disampingnya itu dan Taemin tahu betul jika Taeyeon tidak memahaminya karna banyak jawaban yang salah

“Yang ini kau salah, seharusnya seperti ini” Taemin mulai mejelaskan penyelesaian rumus yang sebenarnya pada Taeyeon bahkan Taemin memberikan cara pengerjaan yang lebih mudah untuk dipahami

“Woah, aku tidak tahu ternyata semudah ini” Taeyeon mulai antusias saat menemukan titik terang berkat penjelasan Taemin yang lebih mudah ia pahami

“Coba kau jawab soal yang ini”

Taeyeonpun mengerjakan soal yang ditunjuk Taemin dan dengan mudah ia dapat menjawabnya, Taeyeon sangat senang karna ia berhasil, “Taemin a~ kau hebat sekali” Taeyeon menghadap wajah Taemin dengan senyuman yang indah  itu membuat Taemin sedikit terkejut

Taemin memperhatikan wajah Taeyeon yang sedang tersenyum bahagia sekaligus bangga terhadap dirinya sendiri itu cukup lama tampa sadar Taeminpun ikut tersenyum melihatnya

Krukk~
Taemin memegangi perutnya yang mengeluarkan suara, Taeyeon yang menyadarinya tertawa karna wajah Taemin yang begitu polos mulai tersipu malu

“Apa kau lapar?”

“Ne, tadi aku turun berniat untuk makan”

“Kalau begitu aku akan membuatkan makanan untukmu sebagai tanda terimakasih karna sudah mengajariku” Taeyeon beranjak dari tempatnya menuju dapur dengan diikuti Taemin

Taeyeon memeriksa bahan-bahan makanan yang ada di kulkas namun yang ia temukan hanya beberapa jenis sayur, buah-buahan, susu, telur dan makanan ringan lainnya

“Hemm~ aku tidak menemukan ide yang bagus” Taeyeon berbicara pada dirinya sendiri karna ia bingung apa yang harus ia masakan untuk Taemin

“Bagaimana kalau omurice, itu sangat mudah dan bahan-bahannya juga sangat simpel” Taemin memberikan usul dengan santainya sambil duduk di meja makan, Taeyeon terdiam ia ingat betul ia pernah membuatkan omurice untuk Taemin tepat sebelum kecelakaan itu terjadi, Taeyeon memaksa dirinya untuk tidak mengingat-ingatnya lagi dan kemudian ia mulai membuatkan omurice untuk Taemin

“Ini dia” Taeyeon menghidangkan omurice yang telah ia buat untuk Taemin kemudian Taeyeon mengambil tempat dan duduk tepat didepan Taemin

“Kenapa hanya satu, kau tidak makan?”

“Tidak, aku masih kenyang”

Taeminpun menyantap hidangan di depannya begitu lahap karna menurutnya makanan yang dibuat Taeyeon begitu nikmat, setelah menemani Taemin makan merekapun kembali keruang tengah dan menonton tayangan televisi

Pandangan Taeyeon mulai berbayang setelah cukup lama mereka hanya menonton tayangan itu perlahan Taeyeon menutup matanya dan mulai terlelap, Taemin menoleh kesamping saat kepala Taeyeon telah bersandar dengan sempurna dibahunya iapun membaringkan Taeyeon disofa agar posisi Taeyeon lebih nyaman, kemudian Taemin duduk dibawah sambil memperhatikan wajah Taeyeon yang sedang terlelap seperti bayi

Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa aku seperti pernah merasakan suasana seperti ini?

Taemin memegangi kepalanya yang mulai sakit akibat terlalu memikirkannya, iapun meranjak kedapur dan meminum segelas air putih agar pikirannya sedikit lebih tenang, “Ada yang aneh dengan semua ini, apa aku dan Taeyeon pernah memiliki suatu hubungan? Tidak tidak tidak itu tidak mungkin”

Taeminpun kembali keruang tengah dan duduk di depan Taeyeon tampa sadar tangan Taemin mulai menghelus rambut halus Taeyeon yang sedikit bergelombang itu

“Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku saat ini tapi perasaanku ini seperti meminta lebih, Eottokhe? aku takut Hyeong-su”

Taemin menyadarkan kepalanya pada sisi samping sofa itu dan perlahan Taeminpun ikut terlelap. Disisi lain Seolhyun telah sampai di depan pintu rumahnya, sebelum Seolhyun memasukinya ia melihat mobil Baekhyun memasuki parkiran Seolhyunpun memutuskan untuk menunggu oppanya keluar dari mobil

“Seolhyun a~ kenapa kau baru pulang?”

“Tadi aku pergi sebentar bersama teman-temanku”

“Hemm” Baekhyun menganggukan kepalanya kemudian iapun mengajak adiknya untuk masuk, dan begitu memasuki rumah itu Seolhyun terkejut saat melihat Taeyeon dan Taemin yang sedang tertidur di ruang tengah mereka. Baekhyun menghampiri Taeyeon dan Taemin namun tidak dengan Seolhyun ia lebih memilih untuk beranjak kekamarnya

“Hyung, kau sudah kembali?” Taemin sudah terlebih dahulu bangun ketika Baekhyun  baru saja ingin membangunkan mereka

“Ne, mianhae aku meninggalkan kalian begitu lama karna tadi ada beberapa masalah yang harus diurus”

“Gwenchana hyung”

Baekhyun menundukan badannya dan membangunkan Taeyeon dengan lembut karna sebenarnya ia tidak tega untuk membangunkan Yeojachingunya yang sedang terlelap seperti bayi namun Baekhyun harus melakukan itu karna hari yang sudah mulai malam

“Taeng a~ irona”

Perlahan Taeyeonpun membuka matanya iapun bangun dan duduk sambil merapihkan rambut dan seragamnya setelah itu Baekhyunpun mengantarkan Taeyeon untuk pulang

Taemin beranjak kekamarnya dan merebahkan diri pada ranjang yang empuk itu, setelah cukup lama memejamkan matanya Taeminpun tersadar dan segera mencari handphonenya ia lupa untuk membalas pesan dari Naeun tadi siang dan sudah banyak panggilan tak terjawab dari Yeojachingunya itu

Mianhae aegiya, tadi aku membantu Taeyeon nuna belajar’ -Send

“Huft~ apa yang sudah aku pikirkan kenapa aku samapi melupakan Yeojaku, Taemin a~ sadarlah! Kau sudah punya Naeun dan kau adalah miliknya” Taemin terus menerus memaksakan dirinya untuk tidak memikirkan Taeyeon karna ia tidak mau mengkhianati Naeun dan juga hyungnya

Disisi lain, Naeun yang membaca pesan dari Namjanya sedikit kecewa karna ia sudah lama menunggu untuk balasan dari Taemin tapi alasan ia tidak membalasnya ternyata adalah Taeyeon

Kenapa sekarang kau memanggilnya nuna?’ –Delete

“Tidak tidak, ini terdengar kasar, apa kau harus cemburu bahkan dengan panggilan nuna?” Naeun menghapus pesan yang telah ia ketik dan mengetiknya ulang

Apa kau terlalu sibuk dengannya hingga tidak dapat membalas pesanku?’ -Delete

“Andwae, pasti ia akan merasa aku gadis yang sangat cemburuan” Naeunpun terdiam sejenak dan kembali mencari kalimat lain untuk membalas pesan dari Namjachingunya

Kau tahu aku khawatir saat kau tidak membalas pesanku’ –Delete

“Ini terdengar sangat berlebihan”

Gwenchana^^’ –Send

~Twinkle~

Hari ini Taeyeon terlihat berbeda ia terlihat lebih ceria dibanding kemarin, Baekhyun yang sedang duduk di samping Taeyeon di bangku kayu belakang sekolah tempat mereka selalu menghabiskan waktu bersama menyadari mood Yeojachingunya yang sedang baik itu

“Taeng a~ kau terlihat ceria sekali hari ini”

“Eum tentu saja, Baek a~ kau tahu akhirnya aku bisa lolos dari test yang mengerikan itu”

Baekhyun ikut tersenyum melihat Taeyeon yang begitu bahagia, namun tiba-tiba saja sesuatu terlintas dalam benaknya ia mulai berfikir mengapa Taeyeon bisa sebahagia itu hanya karna nilai yang baik? atau karna orang yang membuat ia berhasil adalah Taemin

“Baekhyun a~ apa hari ini aku boleh main ke rumahmu?”

“Em.. eum tentu”

Sepulang dari sekolah Taeyeon bermain kerumah Namjachingunya, Baekhyun. Sesampainya di rumah besar itu mereka disapa oleh Taemin yang sedang menonton Tv diruang tengah, sejauh ini mereka hanya duduk bertiga sambil mengobrol ringan hingga Naeun hadir diantara mereka, agar hari ini lebih menyenangkan merekapun memutuskan untuk memain video game namun Taemin dan Taeyeon terlihat yang paling menikmati permainan ini, mereka bermain dan tertawa bersama seperti mengabaikan Baekhyun dan Naeun yang hanya diam memperhatikan mereka.

Hari meranjak sore, Taeyeonpun memutuskan untuk pulang agar appa tidak mencemaskannya, “Taeyeon a~” Baekhyun memanggil Yeojachingunya yang sedang duduk manis disamping jok mobilnya

“Heum?” Yeoja itupun menoleh dengan senyuman kecil

“Apa kau sangat senang hari ini?”

“Tentu saja karna aku bisa bermain lagi bersama Taemin, aku seperti sedang bernostalgia”

“Apa kau sangat menyayangi Taemin”

Taeyeon menatap Baekhyun heran, “Kau ini kenapa bertanya hal yang aneh? Aku pasti menyayanginya karna dia ini adalah adikku”

Baekhyun tertawa kecil dan menghelus kepala Taeyeon, “Mianhae tadi itu aku sangat cemburu karna kedekatan kalian”

“Baekhyun a~ apa kau dapat menaruh kepercayaan padaku? Aku hanya mencintaimu dan perasaanku pada Taemin hanyalah rasa sayang sebagai saudara tidak lebih”

“Ne, aku percaya padamu Taeng a~”

Taemin dan Naeun masih membisu didalam kebersamaan mereka, Taemin sesekali melirik Yeoja manisnya yang menunjukkan mimik wajah berbeda dari biasanya itu

“Aegiya, kenapa kau hanya diam dari tadi?” Taemin memperhatikan baik-baik Yeoja yang hanya diam saja disampingnya

“Apa kau masih menganggapku ada?”

Taemin sontak terkejut karna ini adalah pertama kalinya Naeun bersikap begitu dingin padanya, Taemin terdiam dan ia baru menyadari kesalahannya karna begitu seru dengan Taeyeon sehingga ia melupakan Naeun, Yeojachingunya

“Mianhae, aku tahu aku salah tapi aku merasa begitu nyaman dengan Taeyeon, aku merasa seperti sedang bermain dengan nunaku sendiri”

“Kau menganggapnya seperti nunamu atau menganggapnya seorang Yeoja?”

“Aegiya”

“Mungkin pikiranmu bisa berubah tapi hatimu tidak”

“Apa maksudmu?”

Naeun terdiam, ia benar-benar lepas kontrol saat ini, hampir saja Naeun memberitahukan yang sebenarnya pada Taemin, Naeunpun bergegas meninggalkan Taemin sebelum Taemin menanyakan hal lain pada Naeun

Kau membuatku seperti orang bodoh, aku bahkan tidak berhak untuk cemburu karna sebenarnya aku ini bukan siapa-siapa

Baekhyun kembali kerumah setelah mengantar Taeyeon, ia merebahkan diri pada ranjang empuknya. Baekhyun menatap langit-langit kamarnya sambil berusaha menyadarkan diri dari fikiran yang terus melewati pikirannya ‘mengapa tiba-tiba aku cemburu dengan adiknya sendiri?’ batin Baekhyun terus bertanya pada dirinya sendiri. tidak tahan dengan pikirannya Baekhyunpun memutuskan untuk beranjak mandi tapi saat baru keluar dari ruangan nyaman itu Baekhyun melihat adiknya. Seolhyun, yang berdiri tepat pada pintu kamarnya yang bersampingan dengan kamar Baekhyun

“Eoh, oppa” Seolhyun yang baru saja ingin memasuki kamarnya menghentikan langkah dan mendekati kakaknya

“Wae?” Baekhyun bertanya dengan wajah innocentnya

“Oppa apa sebaiknya kau jangan membawa Taeyeon eonni kerumah kita”

“Wae geurae? Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?”

“Apa Oppa tidak takut Taeyeon Eonni dan Taemin Oppa-” belum sepat Seolhyun melanjutkan ucapannya satu kepalan ringan mendarat pada keningnya yang membuat Seolhyun sedikit terhentak walaupun tentunya itu tidak sakit

“Kau ini, bagaimanapun mereka adalah saudara” Baekhyun terdiam sejenak, ia sadar betul Taeyeon dan Taemin adalah saudara dan mereka tidak akan mungkin lebih dari itu, tapi perasaan takut tetap ada walaupun dia berusaha menutupinya dengan bersikap dewasa pada adiknya

“Apa Oppa tidak tahu Taeyeon Eonni pernah menjadi kekasih Taemin Oppa? dan Oppa tahu hari sebelum kecelakaan itu Taemin Oppa bertengkar dengan Taeyeon Eonni, aku sudah mencaritahu tentang hubungan mereka dan penyebab mereka bertengkar adalah hubungan mereka yang diketahui Eomma”

Baekhyun hanya terdiam mendengar penjelasan panjang dari adik yang sedang dihadapannya itu, saat ini ketakutannya menjadi nyata

Taemin meranjak naik menuju kamarnya namun ia dibuat bingung karna melihat hyung dan adiknya sedang terdiam berhadapan didepan kamar Baekhyun, Taemin berniat untuk menyapa mereka namun langkah Taemin terhenti saat adiknya mulai kembali mengeluarkan suara

“Itu artinya Taeyeon Eonni dan Taemin Oppa mengakhiri hubungan mereka dengan terpaksa bukan karna keinginan mereka”

Mwo?’ Taemin semakin dibuat bingung iapun segera mencari tempat persembunyian sebelum salah satu diantara mereka menyadari keberadaannya

“Oppa sebaiknya kau berhati-hati” Seolhyun membalikan badannya dan meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam

Aku dan Taeyeon nuna?

“Cih- bukankah ini sebuah lelucon?” Baekhyun semakin membohongi dirinya sendiri ia tetap saja berperilaku seperti tidak mempercayainya, tapi apa yang dirasakannya berkata lain

~Twinkle~

Kegiatan disekolah masih sama seperti biasanya, datang duduk dan mengamati pelajaran. saat jam istirahat menghabiskan waktu bersama teman dan kembali pada kelas yang membosankan namun dari kelas inilah mereka akan mehabiskan masa terakhir mereka dalam dunia pendidikan yang sangat indah disaat mereka tidak perlu bersaing dalam dunia yang keras tapi sebentar lagi dunia baru itu akan datang dan semua ini hanya akan menjadi kenangan

-Dret-dret-

Naeun mengecek Handphonenya yang bergetar ditengah jam pelajaran

Naeun a~
Hari ini kau ingin pergi keluar denganku?

-Taemin

Ne
-Naeun

Aku harus bertindak biasa saja, Naeun a~ sampai kapan kau ingin terperangkap dengan rasa cemburumu sendiri’ Naeun memotivasi dirinya sendiri karna dia tidak ingin hubungannya dan Taemin berakhir seperti ini

Tentu saja^^
-Naeun

Bel pulang berdering ini saatnya mereka mengakhiri kegiatan sekolah mereka, semua mata orang yang lewat tertuju pada Taemin yang sedang berdiri disamping pagar sekolah mereka, ia begitu heran mengapa semua orang memandanginya dengan tatapan aneh sambil berbisik-bisik dan itu membuat Taemin sesekali mendengar ucapan orang disekitarnya

‘Bukankah dia Sunbaemu?’

‘Apa sekarang dia tidak sekolah lagi?’

‘Ku dengar dia sekarang homeschooling’

‘Bukankah itu sangat membosankan’

Dan banyak kalimat-kalimat yang dapat Taemin dengar walau hanya samar-samar, Taeminpun tidak menghiraukannya dan terus menunggu hingga gadis yang ia tunggu keluar.
Tiba-tiba pandangan Taemin terkecoh pada Hyungnya yang baru saja keluar bersama Taeyeon mereka berjalan bersama menuju mobil Baekhyun, namun ada yang sedikit berbeda Taemin sadar betul jika Hyungnya sedang dengan wajah yang memendam amarah ‘Apa karna ucapan Seolhyun?’ batin Taeminpun bertanya pada dirinya sendiri

“Eoh, Taemin a~ apa kau sudah menunggu lama?” gadis yang telah ditunggu Taeminpun akhirnya keluar sayangnya Taemin telat menyadari itu dan membuat dirinya sedikit terkejut

“A- Ani”

“Kau ingin mengajakku kemana?”

“Aku ingin mengajakmu makan, kajja”

Taemin mengajak Naeun memasuki mobilnya dan menuju sebuah kedai yang menyajikan mie hitam dan merekapun makan bersama ditempat itu

“Naeun a~” Taemin menghentikan makannya walaupun mie yang dimangkuknya belum habis

“Huem?” Naeun menoleh pada Taemin yang dihadapannya

“Apa ucapanmu kemarin ada hubungannya dengan masa laluku?” Taemin bertanya dengan hati-hati. begitu mendengar pertanyaan Taemin, Naeun segera menaruh sumpit di atas mangkuknya

“Ucapan apa?” Naeun berpura-pura tidak tahu padahal dia tahu betul apa maksud pertanyaan dari lawan bicaranya

“Saat kau mengatakan pikiranku dapat berubah namun hatiku tidak, apa maksudmu itu Taeyeon nuna?”

“Ani, kemarin aku hanya asal bicara jangan kau pikirkan” Naeun kembali mengambil sumpitnya berniat untuk melanjutkan makan agar dapat mengalihkan pembicaraan ini namun Taemin terlebih dulu menyentuh tangannya dan mengarahkan untuk menaruh sumpit itu kembali

“Jawab aku dengan jujur, apa sebenarnya yang terjadi denganku dan Taeyeon nuna”

Naeun menatap Taemin yang sedang benar-benar serius saat ini, Naeun bingung apa yang harus ia katakan, apa ia harus membongkar kebohongan ini sekarang tapi dia tidak ingin kenyamanan ini berakhir begitu saja walaupun ini adalah hubungan yang penuh kebohongan namun hanya dengan itu Naeun sudah dapat merasa bahagia

“Taeyeon a~ kanapa kau menghancurkan kepercayaanku?” Baekhyun mengelurkan ucapan yang membuat Taeyeon terkejut, karna tiba-tiba saja suara itu keluar menghancurkan keheningan diantara mereka

“Kenapa kau mau menjadi kekasih dari adikmu sendiri?”

Taeyeon membulatkan matanya karna ucapan Baekhyun yang kembali keluar bahkan sebelum Taeyeon menanyakan apa maksudnya, ia tidak percaya hari ini akan datang

“Baekhyun a~”

“Kau mengatakan jika perasaanmu hanya sekedar hubungan saudara tapi kalian menjalani hubungan yang tidak layaknya seperti saudara, aku rasa jika Taemin tidak mengalami kecelakaan itu kau tidak akan menerimaku”

“Baek a~ jebal jangan ungkin masalah ini lagi”

“Kenapa kau membohongiku?” Baekhyun menaikkan nada bicaranya, bahkan ia tidak menghiraukan kalimat yang dikeluarkan Yeojanya lagi

“Aku terpaksa menerimanya” Taeyeon akhirnya memilih untuk menceritakannya pada Baekhyun agar kesalahpahaman ini tidak terus berlanjut

“Terpaksa? Apa kau bisa menjalani hubungan dengan orang yang kau tidak cintai, apa kau juga menjalani hubungan denganku dengan terpaksa juga?”

Taeyeon menatap Baekhyun yang sedang fokus mengendarai mobilnya dalam-dalam, ia tidak menyangka bahwa Baekhyun pria yang selalu lembut dan ceria padanya dapat mengatakan hal yang begitu membuat hatinya hancur

“Aku menerimanya karna aku tidak ingin melukai Taemin-”

“Mwo? Apa kau akan selalu menerima pernyataan Namja hanya karna tidak ingin melukai hatinya?”

“Karna dia adikku” Taeyeon melanjutkan ceritanya tampa memperdulikan omongan Baekhyun yang sudah mulai melantur.

“Aku tidak bisa jika melukai perasaan adikku sendiri, aku takut hubungan persaudaraan kami rusak”

“Tapi pilihanmu itu lebih merusak hubungan persaudaraan kalian”

“Aku tahu, aku menyesal karna menerima hubungan itu. aku sama sekali tidak bermaksud untuk membohongimu karna dari awal aku hanya menganggap Taemin sebagai adikku”

Taeyeon menundukkan kepalanya dan membiarkan rambut panjangnya menyembunyikan wajah sedihnya itu, sekarang Taeyeon takut untuk kehilangan Namja yang berada disampingnya ia takut jika Baekhyun memilih untuk mengakhiri hubungan mereka, Taeyeon hanya dapat meluapkan rasa takut itu dengan membiarkan air matanya keluar begitu saja dari mata indahnya

Baekhyun menghentikan mobilnya saat warna merah rambu lalulintas menyala, iapun melihat Yeoja yang menangis disampingnya Baekhyun tidak bisa seperti ini, dia tidak bisa melihat wanita yang ia cintai menangis apalagi itu terjadi karna dirinya. Baekhyunpun menghelus pucuk kepala Taeyeon dengan lembut

“Mianhae, aku terlalu egois dan melampiaskan seluruh amarahku tapi itu semua karna aku takut, Taeng a~ aku takut kau masih mempunyai rasa pada Taemin”

“Baekhyun pabo! Sekarang aku yang takut, aku benar-benar takut tadi kau akan mengakhiri hubungan ini”

Baekhyun tersenyum kecil, ia lega karna Taeyeon bisa lepas mengungkapkan rasa takutnya itu karna dengan itu Baekhyun dapat mempercayai ketulusan dari Yeojachingunya

Naeun dan Taemin masih larut dalam keheningan, Naeun mempertimbangkan jawaban yang akan ia berikan untuk Taemin sedangkan Namja itu sedang menunggu untuk jawaban yang akan keluar dari bibir cherry gadis didepannya

“Kenapa kau sangat ingin mengetahuinya? Apa sangat penting bagimu untuk mengetahui hal ini” Naeun mulai membuka pembicaraan mereka kembali

“Tentu saja karna itu adalah masa laluku”

“Ya, kau dan Taeyeon pernah memiliki suatu hubungan tapi kalian telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini”

Taemin terdiam mendengar jawaban dari Naeun

“Apa kau berharap dapat melanjutkan hubunganmu dan Taeyeon?”

“A- ani”

“Taemin a~” panggil Naeun dengan suara lirihnya, Taemin mengangkat wajahnya dan memandangi wajah Yeojachingunya itu, “Apa aku tidak bisa mengantikan posisi Taeyeon? Apa cintaku tidak lebih baik dari dia? Kenapa kau masih terus mempermasalahkan hubungan kalian ini?”

Naeun tidak dapat membendung air matanya lagi dia membiarkan air itu jatuh dengan indah melewati kedua pipinya tapi tidak dengan Taemin, Namja itu menyeka wajah Yeojanya agar air mata tidak terus menerus membasahinya

“Mianhae”

Apa aku terlalu jahat? Mianhae Naeun a~ aku akan melupakan Taeyeon untukmu

-To be continue-

Annyeong readers-nim, author comeback setelah 3 minggu. mianhamnida karna waktu yang lama ini :’ karna ada kesalahan teknis (?) author harus menunda post sampai hari ini, jeongmal mianhae T..T
Author juga mau berterimakasih untuk para readers yang udah support author dengan komen-komen kalian >< dan juga author seneng banget karna diberi semangat untuk ujian xD jeongmal jeongmal jeongmal~ gomawo^^
Untuk kedepannya author janji akan berusaha untuk membuat ff yang lebih baik lagi ^^

Sekian dari author, Bye Bye~

Advertisements

41 comments on “Twinkle [Chap12]

  1. wah .
    akhir.a next chap.a kluar jg !!
    udh nunggu dgn pnuh ksbaran ,eh akhir.a muncul jg ,mksih ya thor udh lnjutin ni ff ,, hehehe!

    thor hebat bget bisa ngebuat aku mkin pnsrn am ni ff ,,
    ya udh itu ajh di tngguin ya next chap.a thor!
    jgn klmaan jg ya thor ,syg msa ff sbgus ini lma di publis.a ,heehehe!
    ttp smngt ya thor ,,
    fighting,,,

  2. Kyaaaa bingung mo comment apa, tp mo request aja deh banyakin moment baekyeon nya lagiiiii coz aq udh pst gak setuju taenggo ama taemin krn mereka sodara titik.

  3. wah hubungan ini perlahan membaik,,,
    tp klo taemin uda inget semuanya apa masih bisa sebaik ini???
    next chap dtggu fightaeng!!

  4. Kyaaaa~
    Keren thor, konfliknya udah mulai bermunculan..
    Ahh, ini nanti endingnya ama siapa thor? Ama baekhyun aja ya thor #maksa

  5. Pingback: Twinkle [Chap13] | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s