Yours (Chapter 1)

yoursp

Title : Yours|| Author : Quimbkee|| Rate : SU || Length : Series|| Genre :School-life, Friendship, Romance || Cast’s : Kim Taeyeon [GG],  Kwon Jiyong [BB]|| Credit Poster : Google||  Disclaimer : Inspired by my own experience and the other things ||

==

“Oh, Jadi kau yang bernama Kim Taeyeon?”—Jiyong

Sebagai mahasiswi baru sebenarnya Taeyeon bukan tipe Hoobae yang pandai bermanis-manis didepan para Sunbae. Bahkan pada awal masuk perkuliahan saja banyak yang menyatakan bahwa dia adalahh gadis penyendiri, tertutup, tak pandai bersosialisasi, dan sombong. Semester pertama diperkuliahan bagi Taeyeon seperti neraka, tak ada yang seperti bayangannya. Entah kenapa, begitu menyedihkan.

Huft, bahkan Taeyeon tak berniat mengingat kenangan tersebut.

Beruntung bagi Taeyeon bertemu Yuri, gadis itu mengajarkan Taeyeon secara tak langsung berkenalan dengan teman seangkatannya dan juga para Sunbae, ya meskipun Taeyeon masih terlihat kikuk dan menaruh pandangan curiga pada mereka yang baru dia kenal.

Lalu, mengapa ada nama Kwon Jiyong? Siapa sebenarnya Kwon Jiyong?

Taeyeon mengenal nama Kwon Jiyong memang saat kelas Taeyeon mengikuti perkuliahan tambahan, dan dia rasa dia mendengar Yuri menyebut-nyebut nama itu dengan sebutan “Oh itu Jiyong Sunbae”. Dikarenakan Yuri menyebut nama itu bukan untuk Taeyeon melainkan untuk Yoona—gadis tercantik dikelas Taeyeon, maka wajar saja Taeyeon tak begitu menggubris dan mengingat wajah Sunbaenya tersebut.

Gosip yang Taeyeon dengar sih, Jiyong Sunbae menyukai Yoona, tapi kan Yoona sudah dekat dengan seseorang yang bernama…ah, entahlah dia lupa. Yang Taeyeon lirik sih Yoona sepertinya cukup tertarik dengan pendekatan yang dilakukan oleh Jiyong Sunbae itu, buktinya mereka tertawa bersama—Taeyeon tak sengaja melirik disudut matanya kejadian itu.

Wajarlah, Yoona kan cantik, dan… Jiyong Sunbae? Dia keren. Pasti akan jadi pasangan yang paling membuat orang iri.

Lalu, mengapa seorang Kwon Jiyong bisa masuk dicerita kehidupan Taeyeon?

Ternyata Jiyong Sunbae memang tidak serius untuk mau menjalin hubungan dengan Yoona, mungkin dia hanya mau membuktikan kepada teman-temannya bahwa dia sangat mudah mendekati Yoona—gadis tercantik diangkatan Taeyeon. taeyeon hanya geleng-geleng kepala, saat Yoona bercerita dengan semangatnya yang membara tentang Jiyong Sunbae.

“Ternyata, dia hanya mau mendekatiku saja, dia bahkan sudah punya kekasih yang saat ini belajar di Tokyo” itu gerutu Yoona yang dapat ditangkap Taeyeon.

Jadi Jiyong Sunbae sudah punya kekasih? Lalu mengapa dia mendekati Yoona sangat antusias? Ck, dasar! Tampang seperti Jiyong Sunbae itu kan memang tampang Playboy. Taeyeon hanya mencibir tak jelas, ya, dari awal dia juga sudah menduga akan hal itu, ‘Orang setampan itu tidak mungkin tidak punya kekasih’

Lalu, bagaimana pertemuan pertama Taeyeon si Hoobae yang tidak pedulian dengan Jiyong si Sunbae yang terkenal?

Jangankan memikirkan, terlintas saja barang sedetik pun Taeyeon akan mendapatkan panggilan dari seorang Kwon Jiyong. Ini terjadi saat Taeyeon memasuki semester ketiga dia diperkuliahan.

Awal Pertemuan ; “Oh, Jadi kau yang bernama Kim Taeyeon?”

Siang itu begitu terik. Panas matahari bukan main yang Taeyeon rasakan. Ini baru beberapa hari setelah perkuliahan semester tiga dimulai, tapi rasanya sudah membuat Taeyeon jenuh. Taeyeon harus rela berpisah dengan Yuri, Yoona dan temannya yang lain, karena Taeyeon mengambil kelas yang berbeda dengan teman-temannya, Taeyeon juga sih yang terlambat sedetik untuk bisa sekelas lagi dengan temannya terutama Yuri.

Kakinya baru saja memasuki ruangan yang tidak besar namun cukup untuk Taeyeon tinggal. Ya, mau bagaimana lagi dia harus berpisah dengan orangtuanya demi menimba ilmu dikota Seoul.

‘Panasnya, sepertinya bumi memang sudah tidak stabil lagi’ pikirnya dan membiarkan tubuhnya bertemu dengan bagian terempuk diruangannya—ranjang

Drrt..drtt..drrtt

Getaran yang berasal dari ponsel Taeyeon membuat Taeyeon tergesa untuk menjawab panggilan tersebut. taeyeon sangat mengharapkan itu panggilan dari Eomma atau Appanya yang sudah empat hari ini tak menelponnya, seperti tidak punya anak di Seoul saja.

Dahi Taeyeon mengkerut. Senyum yang tadi hilang dengan raut penasara, ‘Nomor baru?’

“Yeoboseyo?” jawab Taeyeon sopan

“A, Taeyeon Hoobae?” balas seorang laki-laki diseberang sana, terdengar sedikit bising disekitarnya.

“I..ya”

“Taeyeon-ssi, aku Kwon Jiyong, Jiyong Sunbae. Apa kau mengambil matakuliahnya Profesor Soo?” tanyanya tiba-tiba

Taeyeon masih berpikir. Kwon Jiyong? Jiyong Sunbae? Aaa, Sunbae yang pernah mendekati Yoona.

“I..iya” hanya itu yang bisa dibalas Taeyeon.

“Baguslah. Aku juga mengambil matakuliah itu. Kalau ada informasi kelas itu, jangan lupa hubungi aku setidaknya memberiku informasi” dengan cepat Jiyong memberi maksudnya menelpon Taeyeon. bahkan Taeyeon sangat yakin jika saat ini Jiyong sedang menyengir tidak jelas.

“Ba..Baik Sunbae. Ji..Jiyong Sunbae”Taeyeon takut jika dia salah menyebutkan nama.

“Gomawo,Taeyeon-ssi”

Setelah kata-kata terimakasih tersebut, panggilannya pun terputus.

Dalam pikiran Taeyeon sudah tanda tanya. Mengapa bisa seorang Jiyong Sunbae menghubunginya? Bagaimana bisa Jiyong Sunbae mendapatkan nomor ponselnya? Lalu, Mengapa harus Taeyeon?

==

Yuri datang berkunjung ke kontrakan Taeyeon. yuri memang sangat hobi menginap di kontrakan sempit Taeyeon, baginya dirumah sangat sepi. Tidak seru.

“Ada apa dengan wajahmu?” pertanyaan pertama Yuri saat melihat Taeyeon tertidur masam diranjang singlenya

“Kenapa kita tidak sekelas? Aaah, aku harus bersosialisasi lagi dengan banyak mahasiswa lain. Dan rata-rata mereka laki-laki” keluh Taeyeon

Yuri menarik napas sebentar, “Kelas sudah penuh, kau terlambat, jadi kau mendapatkan kelas sisa. Coba saja, lagipula kan ada Jessica disana, dan ada Minyeo juga Daeri”

Taeyeon hanya menurut. Malas rasanya untuk menambah keluhan, hari ini panas matahari sangat mengerikan, dapat kelas sisa, harus bersosialisasi lagi dan ditelpon Jiyong Sunbae. Sudah cukup lah menurut Taeyeon.

“Tae~a, apa tadi Jiyong Sunbae menelponmu?” Yuri kembali bersuara

Taeyeon yang mendengar langsung bangkt untuk duduk, jadi.. “Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau yang memberitahu nomorku padanya?” sergah Taeyeon segera

“Iya, tadi aku tak sengaja bertemu Jiyong Sunbae dikampus. Dia tanya, apa aku mengambil mata kuliah dengan Profesor Soo, aku jawab tidak. Lalu, aku ingat kau Tae~a, kau kan mengambil matakuliah itu, jadi aku mengatakan bahwa ada temanku yang mengambil matakuliah itu…”

“Dan kau memberitahu nomor ponselku padanya” potong Taeyeon

“Apa salahnya aku memberitahunya, bukankah nanti kalian sekelas” balas Yuri tak bersalah. Yuri tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Bagaimana hubungan Taeyeon dan Jiyong yanga akan terjalin hanya karena pemberian nomor ponsel tersebut.

==

Ini sudah memasuki minggu kedua perkuliahan disemester tiga. Ini juga hari senin, itu berarti Taeyeon akan sekelas dengan Jiyong Sunbae. Sebenarnya Taeyeon tidak peduli dengan hal itu. Ya, Taeyeon tidak akan pernah peduli. Bukan berarti Taeyeon gadis berhati dingin, dia hanya tidak suka menampakkan kepeduliannya didepan semua orang.

Pagi-pagi sekali bahkan dia suda menerima sms dari Jiyong Sunbae.

“Taeyeon-ssi, kita masuk pagi ini jam 8, kan? mungkin aku akan sedikit terlambat, bisakah kau katakan pada Profesor Soo bahwa aku terjebak macet, dan entah kenapa ban mobilku sepertinya ada yang salah, aku tidak mungkin melanjutkan perjalanan dengan keadaan seperti ini”

Yang dibalas Taeyeon hanya “Ne”

Waktu semakin mendekat ke pukul 8. Itu bertanda bahwa sebentar lagi Profesor Soo akan datang. Mahasiswa yang lain dengan segera berlari ke tempat duduk pilihan ternyaman mereka. Itu semua karena Profesor Soo terkenal dengan kedisiplinannya.

Profesor Soo mulai mengabsen satu-per-satu Mahasiswanya, hingga berhenti di..

“Kwon Jiyong?”

“…”

Tak ada yang menyahut

Sekali lagi Profesor Soo bersuara “Kwon Jiyong? Apakah disini tidak ada seseorang yang bernama Kwon Jiyong?”

Taeyeon dengan rasa gugup mengankat tanganya perlaha “Prof,” sahutnya gugup

“Apa kau bernama Kwon Jiyong? Bukaknkah kau tadi sudah mengangkat tangan saat aku menyebut nama Kim Tae? Tae?”

“Kim Taeyeon imnida” lanjut Taeyeon

“Ya, lalu kenapa kau kembali mengangkat tanganmu saat aku tidak menyebutkan namamu?”

Taeyeon menarik napas dalam, bukankah dia sudah memegang janji dengan Jiyong Sunbae. Dan Taeyeon bukan tipe orang yang hanya iya dimulut tapi tidak dilaksanakannya.

“Kwon Jiyong-ssi, terjebak macet dan dia bilang bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan ban mobilnya, jadi sepertinya dia akan datang terlambat” wuuss, rasanya Taeyeon baru saja terlepas dari kandang singa.

Profesor Soo mengangguk pelan “Baiklah, aku hargai kejujuranmu. Tapi, belum tentu Kwon Jiyong itu berkata jujur padamu”

Setelah itu, perkuliahan mulai berjalan lancar. Taeyeon merasa tidak begitu peduli lagi efek apa yang akan mempengaruhinya dikelas.

Perkuliahan itu berjalan lancar, hingga 35 menit setelahnya terdengar bunyi ketukan dari arah luar kelas.

Disitu ada Kwon Jiyong.

“Permisi Profesor Soo” ucapnya sopan

Profesor Soo yang terusik berhenti menuliskan materi perkuliahan, “Ada apa?”

“Aku Kwon Jiyong, aku minta maaf atas keterlambatanku saat ini. tapi aku sudah memberitahukan salah satu teman dikelas ini bahwa aku akan terlambat” jelas Jiyong

Profesor Soo hanya mengangguk, “Siapa nama temanmu itu?”

Jiyong sedikit tersentak, “Ne? Oh, Kim Taeyeon”

“Baiklah kau boleh duduk di dekat Kim Taeyeon” sahut Profesor Soo

Taeyeon melihat dengan antusias, Jiyong Sunbae akan duduk didekatnya? Mengapa?

Tapi ada sesuatu yang aneh yang dapat ditangkap Taeyeon. jiyong Sunbae seperti orang linglung, entah kenapa. Apa jangan-jangan dia tidak tahu bagaimana rupa seorang Kim Taeyeon? karena sepertinya dia melihat semua gadis didalam kelas.

Dibarisan tempat Taeyeon duduk adalah barisan yang entah kenapa diisi oleh semua gadis yang ada dikelas. Dan perlu dicatat, hanya terdapat 6 orang gadis di kelas ini termasuk juga dengan Taeyeon.

Jiyong pun mendudukan dirinya tepat dibelakang Taeyeon. sepertinya dia tahu Taeyeon yang mana.

Perkuliahanpun kembali lancar. Profesor Soo kembali menyampaikan materi perkuliahan yang entah kenapa semakin lama semakin membosankan.

==

“Taeyeon-ssi, Taeyeon-ssi?”

Taeyeon mencari-cari siapa yang telah memanggilnya.

‘Jiyong Sunbae?’ gumamnya saat melihat Jiyong yang berjalan cepat mengikuti..Minyeo dan Daeri?

Taeyeon mengikuti mereka. Dia hanya memperhatikan apa sebenarnya yang dilakukan Jiyong Sunbae tersebut?

Jiyong menahan pergelangan tangan Minyeo dengan sigap “Taeyeon-ssi? Aku dari tadi memanggilmu kenapa kau seperti tak peduli?”

Taeyeon mengerut. ‘Jadi Jiyong Sunbae memang tidak mengetahui bagaimana wajahnya? Dan menganggap bahwa Minyeo adalah dirinya. Tsk, dan dia berharap sekali sepertinya Minyeo itu Taeyeon karena memang Minyeo gadis tercantik dikelas’

Taeyeon hanya diam dan memperhatikan dibelakang Jiyong hanya beberapa langkah.

“Sunbae mencariku?” tanya Minyeo bingung

“Ya, dari tadi aku sudah memanggilmu, kan?”

“Memanggilku?” Minyeo semakin bingung, sepertinya Daeri juga ikut bingung.

“Kau yang bernama Kim Taeyeon, kan?”  tanya Jiyong penuh dengan percaya diri

Taeyeon sedikit tergelak.

“Ooh, Jadi Sunbae mencari Taeyeon? aku bukan Taeyeon. dia Taeyeon” jawab Minyeo sambil menunjukkan jarinya ke arah Taeyeon yang memang sedari tadi hanya memperhatikan.

Jiyong menoleh dan dia dapat melihat seorang gadis dengan baju kemeja yang kelonggaran dengan sepatu converse coklatnya yang lusuh dan tas ranselnya yang kebesaran, bahkan tas itu lebih besar dibandingkan bobot tubuhnya.

Jiyong mengeryit, ‘Jadi, aku salah mengira orang? Aku pikir Kim Taeyeon gadis cantik tadi, ternyata…’

Taeyeon menatap Jiyong yang masih tampak bingung. Taeyeon yakin pasti Sunbaenya ini kecewa karena Kim Taeyeon bukan seperti yang Jiyong harapkan.

Suasana canggung mulai terasa saat Minyeo dan Daeri meninggalkan mereka berdua. Jiyong dengan rasa bersalah dan Taeyeon dengan rasa yang dia sendiri tak dapat ia jelaskan.

“Oh, Jadi kau yang bernama Kim Taeyeon?” pecah Jiyong menghilangkan keheningan

Taeyeon diam sebentar lalu menyahut “Iya”

Suasana kikuk masih jelas, Jiyong mengeluarkan tawa yang dipaksakannya “Hahaha…Taeyeon-ssi, terimakasih tadi telah membantuku. Kau sangat baik menjadi Hoobae” terdengar sekali bahwa yang Jiyong ucapkan adalah kata-kata basa-basi.

Taeyeon hanya mengangguk pelan ‘Bahkan dia dengan seenaknya meminta pertolonganku, tapi dia malah dia tak tau aku yang mana’

“Kalau begitu sekali lagi aku berterimakasih padamu, Taeyeon-ssi” ucap Jiyong sambil tersenyum andalannya. Lalu detik berikutnya tangan Jiyong dengan lembut menepuk pelan kepala Taeyeon sembari berucap “Aku pergi dulu”

Taeyeon terpaku. Apa tadi yang dilakukan Sunbae itu padanya? Menepuk pelan kepalanya? Dasar! Taeyeon yakin tindakan tadi pasti ada maksud tersendiri. Sepertinya Jiyong kedepannya akan banyak menyulitkannya. Huft.

==

Ini masih rabu, itu berarti sabtu masih jauh, dan libur masih ada tiga hari lagi. cuaca diSeoul sepertinya tak menentu. Disaat matahari lagi terik-teriknya, beberapa saat kemudian hujan akan mengguyur dengan derasnya.

Taeyeon memandang langit, awan mulai menebal dan itu artinya mendung. Mendung berarti akan turun hujan. Dan, jackpot! Tebakannya benar. Hujan deras telah turun.

Taeyeon melirik ponselnya, melihat pukul yang tertera disana. Sudah pukul enam sore, dan hujan tampaknya lama akan berhenti atau setidaknya hujan ini mereda.

Kampus mulai sepi, Taeyeon sebenarnya memiliki kontrakan yang tidak jauh  dari kampus. Makanya, Taeyeon hanya berjalan kaki dan sungguh sial dia tak membawa payung saat ini. sepertinya dia harus lama dikampus. Gadis itu bisa mati kebosanan tidak jelas disini.

Telinga Taeyeon tiba-tiba mendengar derap kaki yang berat dari arah yang lain. Cerita horor tentang kampus mulai terangan dibenak Taeyeon. Dan jujur dia mulai gelisah, takut jika gosip gosip penampakan dikampus akan terjadi padanya. Dalam hati Taeyeon mulai berdoa, jangan sampai hal itu terjadi. Jangan sampai.

“Kau masih dikampus?”

Sebuah suara lain mulai menyadarkan Taeyeon. ternyata derap langkah kaki tadi bukan berasal dari hantu-hantu yang dikampus tapi dari..Jiyong? Jiyong Sunbae?

Taeyeon tercengang beberapa detik, lalu menganggukkan kepalanya.

Jiyong ikut memandang langit, hujan masih belum mau berhenti sepertinya. Jiyong sangat jarang berada dikampus jika sudah sore hari, tapi entah kenapa hari ini sepertinya dia harus belama-lama dikampus. Terlalu banyak yang akan diurusnya.

Jiyong melihat Taeyeon yang dari kajuahan tampak melihat kosong ke arah luar yang saat ini memang tengah turun hujan. Dan, dengan inisiatif sendiri, ia berjalan ke arah Taeyeon. dan menyapa gadis tersebut.

“Sepertinya hujan ini akan lama. Rumahmu sangat jauh dari sini?” tanya Jiyong mencoba memecahkan keheningan diantara mereka.

“Tidak jauh. Aku berjalan kaki dari kampus ke kontrakan cuma 25 menit, tapi karena hujan aku tak mungkin pulang dengan jalan kaki dan tanpa payung”

Jiyong mengangguk mendengar jawaban Taeyeon.’Sepertinya dia sangat pendiam’

“Bagaimana denganmu, Sunbae?”

Jiyong tersentak , Jadi Taeyeon baru saja bertanya padanya?

“Oh aku? Aku ada keperluan mengenai magangku semester depan, jadi banyak yang harus ku urus” jawab Jiyong

Taeyeon tertawa pelan, Jiyong heran melihat hal tersebut.

“Kau tertawa?” tanya Jiyong heran

“Aku kan bukan menanyakan mengapa kau masih berada di kampus tapi yang aku maksud adalah jarak rumahmu dari kampus, Sunbae” jelas Taeyeon dan berusaha mengilangkan kegeliannya.

Jiyong menyahut mengerti “Oh begitu, kupikir kau menanyakan hal yang lain. Rumahku ya? Cukup jauh dari kampus”

Taeyeon mengangguk dan merasakan suasana bersama Jiyong mulai tidak canggung lagi. hujan juga belum mau berhenti. Suara jatuh air kembali mengisi keheningan diantara Sunbae dan Hoobae.

“Sepertinya aku harus pulang sekarang” Seru Taeyeon tiba-tiba

Jiyong melihat ke setiap arah, “Ini kan masih hujan, kau yakin menerobosnya?”

“Ini sudah makin larut jika aku masih harus menunggu hujan berhenti bisa-bisa aku pulang tengah malam atau menginap dikampus”

Jiyong hanya mengangguk, dirinya kembali tersentak saat Taeyeon kembali buka suara

“Sunbae, tidak ingin pulang?”

“Masih hujan” jawab Jiyong singkat

“Sunbae tidak membawa mobil hari ini?” lagi-lagi Taeyeon bertanya

Jiyong tergagap. Bukankah ia punya mobil? Meskipun hujan dia tidak akan kebasahan kalau mengendarai mobil kan? lalu kenapa dia malah disini terjebak hujan bersama Taeyeon?

“Iya sih, tapi tadi aku melihatmu sendirian dan sebagai Sunbae yang baik aku harus melihat kondisimu bukan?” sepertinya itu memang alasan Jiyong terjebak hujan bersama Taeyeon.

“Baiklah kalau begitu, Sunbae. Terimakasih sudah mau menemaniku, aku pulang dulu” setelah mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan, Taeyeon dengan sigap berlari diantara air hujan yang turun dan meninggalkan Jiyong yang bahkan belum sempat menjawab ucapannya.

Jiyong terkejut melihat Taeyeon langsung mengambil seribu langkah ditengah hujan yang masih mengguyur deras.

“Taeyeon-a! KIM TAEYEON!” teriak Jiyong

Taeyeon yang mendengar teriakan dari Jiyong segera berhenti dan menoleh kebelakang. Dapat Taeyeon lihat Jiyong yang berlari kearahnya dibawah air hujan.

“Waeyo,Sunbae?” Tanya Taeyeon yang sudah mulai basah kuyup

Tanpa banyak ucap, Jiyong melepaskan topi coklatnya yang dipakainya dan memasangkan topi tersebut ke kepala Taeyeon “Setidaknya kau harus menutup kepalamu, agar nanti kau tidak sakit kepala”

Taeyeon terdiam. Yang dilihatnya adalah Jiyong yang berjalan menjauh dan kembali ke arah tadi. Ada sesuatu yang aneh nan menggelitik Taeyeon. namun, dia tak mau terlalu memikirkannya, karena hujan masih turun. Dia akan sangat basah kuyup. Basah kuyup.

 

TBC

Hai hai hai, sudah lama ya tak berjumpa dengan author paling banyak hutangnya. Aku comeback looo tapi bukannya neglanjutin FF yang lain seperti under moonlight dkk tapi malah buat hutang baru dengan FF baru. Maaf ya, aku dapet feel cerita ini. bagi yang dekat dengan aku bisa lewat line aku. Ayook dikomen biar aku makin rajin post ff. Nadia, trimaksih ya udh mau post ff aku, aku udah lupa banget PW nya dan makasssiiiih aku masih bertahan jd author tetap disini. Gomawo dan mian. Aku akan usaha lagi lebih baik lagi.

Advertisements

64 comments on “Yours (Chapter 1)

  1. baru kali ini ff GTae character nya taeyeon pendiam dan jiyong nya bukan anak populer yg sombong. chapter pertama udah langsung suka sama jalan ceritanya. next chap ditunggu 🙂

  2. Woww .. jiyong prhatian bngt ma taeng awas noh yg di jepang cmburu wkwkwkwk
    suka bngt ma GTae hihhi
    next dtunggu 😊😊

  3. Seneng banget nemu lg ff Gtae,,duhh couple kesayangan,,keren thor ffnya ceritanya bagus,penasaran sama abang jidih,,semangat thor buat lanjutin ff nya kami menanti kelanjutan imaginasi mu,,wkwk..btw salam kenal saya reader baru,,annyeonghaseyo?? 🙂

  4. Suka. Perkuliahan 🙂 Jiyong-nya cool sweet 🙂 Taeyeon sepertinya penurut 🙂 Dan cepat suka pada Jiyong, ya? Cie…
    Ayo Author next 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s