[FREELANCE] Moonlight (Chapter 5)

moonlight

[Freelance] Moonlight Chapter 5

Author: Alicya V Haiyeon

Rating: PG-16

Lenght: Multichapter

Genre: School Life, Romance, Family

Main Cast: Kim Taeyeon

Xi Luhan

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a Plagiator.

Author Note:

Jika ada kesalahan, mohon komentarnya. Karna komentar anda semua yang bisa menentukan

FF ini dilanjut atau berhenti di tengah jalan. Typo dimana-mana. Thankyou.

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4

***

 

“OPPA!”

 

Sebuah teriakan tidak terlalu melengking tapi tidak terlalu merdu untuk didengar dipagi ini hingga membuat konsentrasi memasak Luhan luntur. Dengan kasar dikocok asal telur gulung yang mulanya masih bagus hingga menjadi berkeping keping.

 

“woahh? oppa memasak? daebakk, kemana oemmoni?” yeojja pemilik suara itu kembali mendekat hingga berdiri di sebelah kanan Luhan.

 

“oemma pergi ke China, dan bisa tidak kau tidak berteriak masuk, kau membuyarkan konsentrasi memasakku, lihat bagaimana ini telur gulungku yang malang ini”

 

“Ckckck” decakan keras dari arah ruang tamu membuat Luhan mematikan kompornya cepat dan menatap tajam orang yang baru saja datang “Park Chanyeol, kau yang membawan Soojung kemari? aishh lihat telurku rusak”

 

“oppa, bukan aku yang merusaknya, menyentuhnya bahkan tidak!” yeojja itu melakukan pembelaan dirinya dihadapan namja yang berdecak tadi.

 

“sudahlah, kalian ini seperti anak tk saja, ohh kau membuat sarapan? hwang ahjumma oedigaseo?”

 

“belum datang, mungkin akan datang siang ini, kalian tidak ke sekolah eoh?”

 

“na? tentu saja bersama Chanyeol oppa tentunya, oppa mau ikut?” Soojung akhir akhir ini mendaftarkan dirinya untuk kembali bersekolah dan melanjutkan sekolahnya di Seoul. Di sekolah yang sama dengan Chanyeol dan Luhan.

 

“aku boleh menumpang? tapi bukan hanya diriku saja…”Luhan menjeda kalimatnya saat matanya menangkap seorang yeojja dengan seragam sekolah lengkap tengah menuruni tangga yang membuat senyum mengembang di bibir Luhan “dengan dia juga” Luhan menunjuk taeyeon yang baru saja turun dengan dagunya.

 

baru sampai di tangga terakhir taeyeon mendapati semua orang yang tadi asik berbicara kini terdiam melihatnya.

 

“yeojja ini bukankah yang waktu itu oppa kejar?” soojung menyipitkan matanya berjalan mendekat kearah taeyeon dan menyelidiki setiap inci tubuh taeyeon.

 

“yak! soojungie, hati hati dia teman oppa, usianya sama dengan oppa kau tidak boleh bicara seperti itu padanya” bela Luhan

 

Taeyeon hanya terdiam melihat soojung aneh dengan tatapan “siapa yeojja ini?” namun ia urungkan dan ia lebih memilih diam.

 

“keroeum? aku harus memanggilnya oenni? ahh igo mwoyaa”

 

Chanyeol yang sedari tadi diam menatap Taeyeon dan membungkuk singkat ditambah dengan senyum ala ‘happy virus’nya “annyeonghaseo, joneun Park Chanyeol imnida, kau boleh memanggilku Chanyeol, Yeollie, atau apapun itu. senang berkenalan dengan mu”

 

Taeyeon hanya mengangguk singkat “kim taeyeon imnida” balasan yang sangat singkat untuk kalimat yang dilontarkan Chanyeol tadi.

 

Luhan berdeham singkat agar perhatian beralih padanya “Chaaa, baiklah Taeyeon-ah kajja kita sarapan bersama habis itu baru kita berangkat ke sekolah”

 

Sesuai dengan perintah Luhan, semua tamu yang ada ‘Taeyeon-Chanyeol-Soojung’ menghabiskan sarapan dengan diam dan tentram tanpa ada sepatah katapun yang keluar.

 

***

 

“Huekkk, telur gulung buatang oppa benar benar asinn” Soojung menatap Luhan dari kaca spion mobil dengan tatapan sebal “lidahku benar benar rusak kurasa”

 

“lalu kenapa kau menghabiskannya?” Luhan menatap tajam soojung “aku tidak menghabiskannya, Chanyeol oppa yang menghabiskannya, benarkan oppa?”

 

“jinjja?”

 

Chanyeol yang harus sibuk menyupir perlahan mengangguk dan tersenyum “kurasa kau hanya kurang rata mengocoknya hingga garamnya menumpuk di satu sisi, dan sisi itu termakan oleh soojung”

 

Luhan hanya menangguk paham dan mengalihkan tatapannya kearah taeyeon yang duduk disebelahnya dengan mata menghadap ke arah jalan.

 

“taeng, bagaimana masakkanku tadi?”

 

Taeyeon mendelik menatap Luhan datar “baik” jawabnya singkat

 

“hanya itu?” Taeyeon mengangguk dan kembali menatap jalanan

 

“apa kau tidak mau komplain?”

 

Taeyeon kembali menghadap Luhan “ani” jawaban singkat kembali keluar dari mulutnya membuat Luhan benar benar tak percaya, ‘kemana kim taeyeon yang aku temui semalam? aish apa karna telur gulungku dia kembali menjadi taeyeon yang menyebalkan? aish!” batin Luhan.

 

Luhan terdiam dan menatap keluar jendela mobil “sepertinya malam ini akan turun hujan” namja itu kembali membatin dan tak terasa waktu akhirnya membawa mereka sampai di gerbang sekolah.

 

Luhan segera membuka pintu mobil saat mobil itu benar benar sudah terparkir di tempat yang seharusnya

 

“Luhan-ah, aku akan mengantar soojung keruang kepala sekolah dulu mengurus kepindahannya, kau mau ikut?” Chanyeol segera menghampiri soojung yang berdiei di hadapan Luhan yang menggeleng pelan “aniyo, aku akan kekelas saja bersama Taeyeon-ah”

 

“ooh?” Soojung membulatkan matanya tak percaya “arraseo, keuge oppa annyeong” Soojung segera menarik langan Chanyeol yang tertatih tatih mengikutinya “Yak! tanganku appo!” protes Chanyeol

 

“oehh jinjja! oppa mengabaikanku karna yeojja itu, ireumi mwoya? tae..tae..?”

 

“taeyeon-ssi” lanjut Chanyeol

 

“ahh matta, taeyeon unnie, apa oppa merasakan hal yang sama padaku? tapi sepertinya Luhan oppa bertepuk sebelah tangan, uri oppa, andwee! andwee dago!” Soojung menceloteh sepanjang jalan membuat senyuman terlukis di bibir Chanyeol “neo… gwenchana?”

 

Soojung menghentikan langkahnya dan melepaskan pegangannya ditangan Chanyeol “naya? kereomnyo! jeongmal appayo!”

 

“ah kau masih menyukai luhan? matchi?”

 

Soojung mengangguk mantap “namja aniyeo, oppa majjayo! Soojung tersenyum manis menatap Chanyeol yang menatapnya dengan pandangan tak mengerti “oppa kajja” dengan cepat Soojung kembali menarik lengan Chanyeol.

 

Luhan yang dari tadi memperhatikan gerak gerik sahabatnya itu hanya senyum senyum sendiri hingga ia tersadar saat kedua orang itu menghilang di belokan.

 

“taeyeon-ah kajja”

 

“taey…”

 

Menyadari tak ada yang menyahut panggilannya, Luhan berbalik dan matanya langsung beralih pada satu orang namja berdiri dengan style jas kantorannya dengan seorang yeojja yang dicarinya ‘kim taeyeon’

 

***

 

Taeyeon berjalan kaku kearah gerbang sekolah saat matanya menangkap seorang namja yang sangat dikenalnya dengan begitu dekat sekalipun orang itu tak pernah menganggapnya.

 

“o..opp..aa” sapa taeyeon gugup saat dirinya sudah senuhnya berdiri di hadapan namja yang tengah menutup sambungan ponselnya dan meletakkan ponsel itu kedalam saku jasnya yang harga selangit itu, mana mungkin seorang direktur hanya menggunakan jas murahan, benarkan?

 

“kemana kau semalam? Hwang ahjumma bilang kau tak pulang semalam” Kimbum menatap taeyeon tajam mengharap penjelasan lengkap yeojja itu

 

Taeyeon menunduk “menginap dirumah temanku”

 

Kibum tertawa pelan “chingu? hahaha jangan bercanda padaku taeyeon-ssi, kau bahkan tak punya teman disini”

 

“dari mana oppa tau?”

 

“itu hal yang mudah bagiku, tak ada yang mau berteman dengan anak haram sepertimu, benarkan? kembalilah ke China”

 

“aniya! ANIYA!” taeyeon masih menunduk dalam dengan tangan yang mulai meraih ujung roknya gugup

 

“wae? apa yang kau lakukan disini? kembalilah ke China, aku akan membiarkanmu ke sekolah biasa dan kau akan mempunyai banyak teman, kembalilah!”

 

“Taeyeon-ah!” Suara Luhan berhasil membuat kedua orang itu menatap Luhan yang sudah berdiri tepat di samping taeyeon “kajja, song seongsamnim mengajar di jam pertama dikelasmu”

 

Seakan baru tersadar ada orang dihadapannya Luhan tersenyum kikkuk “annyeonghaseo, joneun Xi Luhan imnida, neo nuguya?!”

 

Kibum tersenyum tipis “ne, annyeong joneun Kim kibum imnida, taeyeonie oppa”

 

Luhan membungkuk sopan “na taeyeonie chinguya!”

 

Taeyeon yang melihat mimik serius di wajah oppanya meningkat, segera menarik lengan Luhan menjauhi Kibum. Senyum yang semulanya terpajang diwajahnya menghilang “Xi Luhan?” ulang namja itu. Dengan tenang Kibum berjalan menuju mobilnya dan dengan segera pengawal membukakannya pintu dan menduduki kursinya.

 

“jalankan mobilnya, kekantor”

 

dengan pelan, mesin mobil yang awalnya mati pun mulai bekerja dan berjalan sesuai kehendak supir.

 

Kibum menoleh pada sekretaris berusia 40 tahun dengan kacamata bulat dan keriput diwajahnya “sekretaris jung” namja paruh baya itu menoleh cepat dan menatap Kibum. Dengan pandangan memerintah kimbum kembali bersuara.

 

“Cari tahu soal namja bernana Xi Luhan!”

 

***

 

“Kim Taeyeon, apa noona mengenal yeojja itu?” seorang namja dengan tinggi diatas rata rata yang terlihat masih tinggi dan tampan sekalipun usianya sudah hampir 40

 

“kurasa aku pernah mendengarnya” jeung yie terdiam dan menatap oemma Luhan Young Ji dengan pandangan tajam “benarkah? oedi?”

 

Jeung Yie yang berusia kurang lebih 50 tahun itu menatap Young ji istri dari Hyungnya ini dengan pandangan heran.

 

“oeh? ah matta dia teman Luhan”

 

Seketika Jeung Yie melebarkan matanya tak percaya. Jika Luhan dan Taeyeon berteman ini benar benar akan menyulitkan situasinya nanti.

 

“kau tau kim taeyeon?”

 

Young Ji mengangguk dan tersenyum manis seraya menyeduh pelan kopinya. saat ini mereka tengah berada di tempat cafe clasik yang berada di tengah pusat kota di China. Kedua orang itu baru saja pulang dari pemakaman Jeung Lie istrinya youngji ayahnya luhan dan kakak laki laki satu satunya Jeung Yie. Xi Jeung Lie dan Jeung Yie adalah kakak adik dua bersaudara keturunan China yang sudah ditinggal kedua orang tua mereka yang meninggal dunia karna sakit dan Jeung Lie lah yang selama ini menjaga Jeung Yie hingga mereka sampai sukses dan berkeluarga seperti sekarang. Hingga kecelakaan yang terjadi yang membuat Jeung Yie benar benar tak ikhlas kakak kesayangannya meninggalkan ia dengan kecelakaan tragis yang ia yakini sebagai pembunuhan berencana.

 

“Dia anak Kim Jae Myung, namja yang menyebabkan gege ku, suami noona meninggal, dan Kim Taeyeon, dia yeojja yang berada didalam mobil yang menabrak gege”

 

Young Ji terdiam dengan wajah kaget dan menatap tak percaya ke arah Jeung Yie “m..mworago?”

 

*flashback*

 

Suara ambulan dan pemadam kebakaran bergema dengan situasi panik yang mulai menominasi jalan raya ditengah malam ini.

 

Dua buah mobil dengan merk ternama pada tahun itu bertabrakan dengan arah jalur yang berlawanan arah. Api yang semula mengecil mulai membesar melahap kedua buah mobil itu.

 

Teriakan dan tangisan bocah berusia 6 tahun itu terdengar oleh petugas yang tengah berusaha mengeluarkan seorang dari arah mobil yang berisikin satu orang penunpang berusia 39 tahun itu.

 

“ch..o..gi…eo” dengan suara tertahan menahan sakit namja 39 tahun itu mencoba menghentikan aktivitas orang yang akan melepaskannya dari seluk beluk mobil nya hingga ia terjepit ini menatapnya cemas “ne? anda Xi Jeung Lie matcho?”

 

Dapat dilihat Jeung Lie mengangguk lemah dan tersenyum singkat. Tangisan dari arah mobil disana mulai terdengar lagi.

 

“bersabarlah tuan jeung lie, saya akan menolong anda!” ucapan tegas pemadam kebakaran itu dengan lantangnya dan teguh.

 

lagi Jeung Lie tersenyum “keu..man..hae..yeo..”

 

Petugas pemadam kebakaran itu menghentikan pekerjaan nya lagi dan menatap Jeung Lie heran “waeyeo?”

 

“ba..nt..ulah..” Jeung Lie menghela nafas berat dan sekarang nafasnya mulai tersedak sedak “bantu anak.. kecil..i..tu”

 

“dimobil seberang sudah ada 2 petugas yang tengah berusaha”

 

“andwee, anak ke..cil i..tu ma..si..h berteriak kesakitan” Jeung Lie terdiam “jangan selamatkan aku, selamatkan anak itu! dia seperti Luhanku walaupun suaranya yeojja. je..bal!”

 

“shireo! kau tanggung jawabku! shireo!”

 

“je..bal! selamatkan anak itu!”

 

Dengan terpaksa, akhirnya petugas itu meninggalkan mobil Jeung Lie dan membantu petugas yang satunya.

 

Tangisan sang bocah kembali terdengar keras. Hingga para petugas yang akan menolongnya pun kelihatan kesusahan.

 

“bagaimana dengan Kim Jae Myung?”

 

“dia sudah tidak bernafas lagi, mari kita bantu keluarkan anaknya, kaki anaknya terjepit parah dibawah sana!”

 

Keadaan di sana semakin mencengkam saat beberapa mobil yang ingin melihat kejadian itu mulai memenuhi daerah itu. Para orang yang kebanyakan wartawan dan warga sekitar mengelilingi tempat kejadian itu.

 

“APPA! APPA! OEDIGASEO APPA!”

 

dengan tergesah gesah, namja berusia 6 tahun itu berlari keluar dari mobilnya. namun apa daya, orang yang mengelilingi tempat kejadian itu sama sekali tak mau menyingkir memberinya jalan dan tak mendengarkannya.

 

Hingga akhirnya namja itu berteriak histeris hingga ada beberapa wartawan yang melihatnya dan mulai mengelilinginya.

 

“anda Xi Luhan putra dari Xi Jeung Lie? benarkah?” tanya salah satu wartawan yang kembali membuat namja bernama Luhan itu bergetar dan air mata mulai mengalir dipipinya meskipun tanpa suara yang lantang.

 

“bagaimana ke adaan ayah anda?”

 

“apa pesan terakhir ayah anda?”

 

pertanyaan para wartawan itu membuat kepala Luhan berputar putar hingga ia sesak nafas.

 

Terdengar ledakan keras diiringi api yang membesar membakar mobil itu membuat Luhan ternganga “APPA! APPA!”

 

Ia hendak berlari menerobos kerumunan wartawan ini namun apa daya, belum berhasil tujuan nya ia sudah pingsan dan tak sadarkan diri.

 

Young Ji yang mengetahui suaminya tak bisa diselamatkan lagi hanya menangis diam dan perlahan kesadarannya tumpang dibantu oleh Jeung Yie. Jeung Yie yang berusaha tegar pun memopoh sang kakak ipar memasuki mobil. Saat hendak memasuki mobil, sebuah tempat dorong khas rumah sakit terdengar berdecit didorong oleh beberapa petugas dengan seorang bocah berusia 6 tahun yang tertidur pingsan diatas sana.

 

Usai meletakkan Young ji, jeung Yie mengikuti petugas polisi dan menanyakan bagaimana ini bisa terjadi.

 

“Mobil yang dikendarai Kim Jae Myung dan anaknya Kim Taeyeon melewati jalur yang tak seharusnya, aku rasa kecelakan ini tidak murni melainkan ada unsur kesengajaan”

 

mendengar jawaban polisipun, Jeung Yie terperangah kaget dan menatap penuh amarah kearah mobil yang terbakar itu.

 

“apa motifmu kim Jae myung? Kim Taeyeon? akan kupastikan putri mu akan merasakan hal yang sama dengan gegeku!”

 

*flashback off*

 

“maka dari aku mohon pada noona, tolong jauhkan Luhan dari Taeyeon. karna aku akan membalaskan dendamku pada anak mereka. dan jika luhan tau bahwa Taeyeonlah anak yang berada didalam mobil itu bersama Jae Myung, aku rasa ini akan sangat sulit bagi Luhan dan aku sangat berharap…” Jeung Yie namja berusia hampir berkepala 5 ini pun menghela nafas kasar

 

“Luhan tidak mencintai taeyeon!”

 

***

“taeyeon-ah, kau punya oppa? Kenapa tidak memberitahuku kalau kau punya seorang oppa? Aku kira kau anak tunggal” Luhan terus saja berkoar koar menatap taeyeon yang masih saja enggan memperhatikan Luhan yang berada di belakanganya.

 

“apa itu penting untukmu?” balas taeyeon dingin

 

Luhan yang menyadari ada yang tidak beres dengan taeyeon pun segera menarik tangan yeojja yang awalnya memberontak itu. Membawanya berjalan ke tempat yang tak seharusnya dilalui mereka, dimana jam pelajaran pertama akan segera dimulai.

 

“apa kau gila? Seongsangmin akan segera masuk!”

 

Luhan hanya menghela nafas pelan dan menuntun taeyeon terduduk dikursi kayu itu. “apa kau yakin akan masuk ke kelas dengan wajah seperti itu? Wajahmu benar benar pucat dan aku yakin kalaupun kau masuk seongsamnim akan menyuruhmu ke uks”

 

Lagi, taeyeon hanya terdiam dan mulai mengamati tempat sekitar. Atap sekolah. Yah Luhan membawanya ke gedung atap sekolah. “baiklah. Aku akan duduk disini. Sekarang kau pergilah”

 

“yahhhhh, yeojja macam apa ini? Aku baru saja membawamu kesini dan kau langsung mengusirku? Aishhhhhhh aku heran kenapa kau tak pernah sekalipun peduli pada kehadiranku” Luhan memberengut singkat dan hendak berdiri dari duduknya, namun gagal karna tagan dingin milik taeyeon mencegahnya.

 

“tangan.. tanganmu dingin sekali taeyeon-ah”

 

Taeyeon hanya terdiam memperhatikan gerakan tiba tiba Luhan yang menangkup semua tangannya dan meniupnya dengan nafasnya. Bau min perlahan memasuki indra penciuman taeyeon dan entah kenapa membuat yeojja itu tenang.

 

“tetaplah disini, aku takut”

 

Hanya empat kata yang keluar dari mulut taeyeon, namun mampu membuat beberapa kerutan di kening Luhan semakin bertambah. Dengan cepat, Luhan menarik tangan yang ada di genggamannya itu lalu memeluk badan mungil milik yeojja itu, menenggelamkan wajah pucat itu ke dalam dadanya.

 

“wae? Aku akan bersamamu, jangan takut” bisik Luhan pelan.

 

Tangan Luhan mengelus dengan pelan punggung taeyeon agar yeojja itu nyaman dengan pelukannya. “ceritalah padaku”

 

Taeyeon menggeleng pelan dalam pelukan Luhan “aniya, aku hanya sedih”

 

“sedih? Apa aku membuat mu sedih? Jika ia kau boleh memukulku sampai kau puas. Dan jika kau sedih kenapa kau tak menangis? Kau tau? Menangis bahkan bisa mengurangi rasa sedih yang kau alami dan lagi kalimat yang barusan aku ucapkan, aku tiru dari drama entah apa judulnya ya? Hmm apa ya? Aihhh kenapa aku bisa lupa judul drama kesukaan oemma”

 

Senyuman kecil terlukis diwajah pucat taeyeon “kau benar benar membuatku ingin memukulmu”

 

Luhan tertawa “pukul saja aku” usai menjawab Luhan kembali merapatkan pelukannya berusaha membagi kehangatan tubuhnya kepada yeojja yang tengah ia peluk “menangislah”

 

“aku tidak bisa”

 

“wae?”

 

“aku lupa bagaimana caranya menangis”

 

Luhan terdiam. Lupa? Bagaimana bisa seorang perempuan lupa bagaimana caranya menangis. “jangan bercanda taeyeon-ah, ini sama sekali tidak lucu”

 

“dan kau tau, aku bukan tipikal yeojja yang suka bercanda”

 

 

 

 

 

 

 

***To Be Continued***

 

Otte? Sedikit? Semakin mengecewakan ff nya? Mianhae, jeongmal.

Buat chapter 6 masih abu-abu, belum tentu kapan di post, semoga masih ada yang sedia menanti ff ini. Yah tanpa kalian, author ff bukanlah apa-apa. Saranghae reader-deul^^ #ngalay lagi, mian-_-

Kritik dan saran selalu ditunggu. Buat Chapter6, doakan semoga saya bisa segera ngepostnya. Gomawo *BOW *KISSKISS *HUG

 

Advertisements

49 comments on “[FREELANCE] Moonlight (Chapter 5)

  1. first comment ah yeah wkwkwkwk love it, cepet cepet update plis. tbh aku agak kecewa chapter ini moment lutaenya dikit, oiya bikin mereka berantem dong, bikin luhan salah paham atau taeyeonnya yang salah paham, aku tuh suka banget ff yang nguras tenaga/? I mean ff yang lawak tapi gampang bikin mewek dan happy ending, nah ff ini kalo diliat liat alurnya bakalan kek gitu, jadi cepetan dong bikin sad sadnya. wkwkwkkw fighting

  2. Thoorrr seriusaa baper bangettt 😭😂 pendek bgt chapter ini thorrr 😭 sangat ditunggu next chap nya ya thorrr hehehe 😂😂

  3. Ah aku benci konfliknya knp begini sih ty kan gak tau apa apa dia kan korban wkwk sok tau..next thor^^

  4. Kenapa? Kenapa konfliknya makin nyudutin taeyeon? Taeyeon malang bgt di ff😭😭 tapi gk papalah thor konflik nya seru, cepetan di next ya thor jangan lama-lama updatenya,Semangat!!

  5. qeren thorr..
    tp sayang belum puas bacanya, sdh tbc..
    next chap lebih panjanglg yaa.a. yaa
    fighting

  6. pasti itu cuman salah paham, gx mungkin appanya taeng sengaja nabrak appanya luhan, karena buat apa appanya taeng nabrak appanya luhan padahal ada taeng jg di dalam mobil
    nanti klo luhan tau klo appanya taeng yg nabrak appanya, luhan akan menjauhi taeng jg gx ya

  7. apa mreka hrus berpisah,,
    padahal appa taeyeon juga meninggal dlam kecelakaan, tp knp paman luhan nuduh yg merencanakan kecelakaan??
    dtggu chap selajutnya, fightaeng!!

  8. Sudah ku duga hahaha
    Sepertinya perjuangan LuTae yg sesugguhnya baru akan dimulai 😁

    #SemangatAuthornin 😊
    I’ll wait…..

  9. Ya ampun semakin ribet aja ni bkal, trnyata taetae anak dr orang yg tlh menabrak ayahnya lulu…
    Gmn reaksi lulu mengetahui hal tsb…

  10. Aahhh,bru juga seneng klo ibunya luhan setuju sma taeyeon. Eh skrng malah appanya taeyeon ngebunuh appanya luhan. Makin susah aja ni buat lutae bersatu huuuuuaaaaaa.
    Next chp ditunggu lebih pjg^^

  11. Daebak !
    thor kren bnget lnjutan.a , tp kya ad yg kurang ,ap ya??
    owia ,kurang panjang !!
    N moment lutae dikit amat !!
    hm ,diharapkan ,next chap.a di pnjangin dan moment lutae di bnyakin !!
    trus lutae jgn di pisahin ya thor !!
    nggk iklas aku klo smpe itu trjadi ,,hehehe!!
    jgn mrh ya thor klo aku bnyak coment.a ,,
    ditnggu next chap.a ,jgn klamaan ya thor !!

    ya udh gtu ajh ya thor ,,
    ttp smngat ,,
    Fighting!!

    • woow daebak thor keren…FIGHTING
      pamannya luhan pasti salah paham
      Kenapa coba harus balas dendam sama taeyeon?
      dia kan msh kecil waktu itu, ditambah lg Taeyeon jg kehilangan ayahnya, sama seperti luhan.
      next thor

  12. Nado sarange author-deul hehe
    Aku akan setia menunggu kok.
    Iy, pendek ff nya.
    Next ya, update soon. Fighting

  13. blom puaaas 😀 moment lutae nya blon ada 😦 tpi aku seneng author update nya cepet bgt 😀 secepat prosotan :p

  14. iyaaa iii chapter ini kurang panjang thor, tp seneng udah di update hehe
    Aduhhh itu pamannya luhan pasti salah paham
    Kenapa coba harus balas dendam sama taeyeon?
    dia kan msh kecil waktu itu, ditambah lg Taeyeon jg kehilangan ayahnya, sama seperti luhan.
    huhu kasian Taeyeon..
    ditunggu chapter selanjutnya ya thor.. semangatt!!

  15. Chapter ini bikin greget yaampun… Masih bingung sama kehidupannya Taeyeon di masa lalu…
    Tolong jangan pisahkan mereka, aku suka moment lutae di chapter ini huhu… Oke aku tunggu chapter selanjutnya.. Fighting!!!

  16. Kok aku takut eomma luhan bakal ngejauhin luhan sama taeyeon ya?:'(
    Next chap deh thor biar gk nethink :v
    thor janji happy ending yak? :v wkwkwk

  17. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  21. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  22. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s