Let’s Love (Chapter 2)

let_s-love gambar

Let’s Love (Chapter 2)
Author :
Chaca Aprilia
Main Cast :
KIM TAEYEON
OH SEHUN
PARK CHANYEOL
Other Cast :
Find it by yourself
Genre :
FRIENDSHIP & ROMANCE

Rated :
PG-17
Length :
Multi-chapter
Disclaimer :
All cast belongs their parents and God.
But this story is original from my thoughts.
Artworker :

jungleelovely @ poster channel

^Happy Reading^

chapter 1

-o0o-

 

“Taeyeon..”
Gadis itu tersentak kaget, “Huh?”
“Apa yang kau lakukan?”
Taeyeon berdehem, “Memangnya apa yang aku lakukan?” ia menatap gadis berambut coklat panjang itu dengan tenang.
Gadis itu menatap Taeyeon aneh, “Kau tidak sadar Taeyeon-ah?”
“Apa?”
“Kau sejak tadi memperhatikan Park songsaenim, bodoh!” geram gadis itu.
Taeyeon mengangkat sebelah alisnya, “Benarkah?”
“Ya! Dan kau memperhatikannya seolah-olah kau tertarik padanya,”
“Ya, mungkin kau benar,” ujar Taeyeon asal.
“Hei. Kau tidak bercanda ‘kan? Ku rasa mungkin kepalamu itu terbentur sesuatu tadi. Apa kau yakin kau baik-baik saja?” gadis itu bertanya ─sok─ panik, “Kurasa bahkan kau tidak sadar jika Park songsaenim sudah menyelesaikan kelas sejak 5 menit yang lalu,”
Taeyeon tersentak tapi langsung memperbaiki sikapnya. Benar saja! Kelasnya memang sudah kosong. Teman-temannya pasti sedang ke kantin. Hanya ada ia dan gadis itu disini.
“Baru sadar, Nona?” ejek gadis itu.
“Hentikan omong kosongmu, Kwon Yuri,” ujar Taeyeon tenang.
Yuri hanya menyeringai, melihat Taeyeon buru-buru memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
“Baik. Bagaimana jika kita ke kantin? Perutku sudah lapar,” ujar Yuri senang. Ia segera merangkul bahu Taeyeon dengan tenang.
Taeyeon hanya memutar bola matanya, “Terserah,”

-o0o-

“Jadi, katakan padaku. Apa kau sudah mulai menerima Park songsaenim, huh?” goda Yuri.
Taeyeon mendengus kesal, “Apa maksudmu?” ia segera menyuapkan se sendok nasi ke dalam mulutnya.
“Jelas-jelas kau memperhatikannya tadi. Mengaku saja lah,” Yuri semakin tersenyum lebar ketika melihat wajah Taeyeon yang terlihat semakin kesal.
“Hallo, Dear,” seorang pria tampan langsung mengambil tempat duduk disamping Taeyeon. Ia menatap gadis itu dengan senang.
“Oh, hallo L,” sapa Yuri senang.
Pria itu memiringkan kepalanya, “Kurasa aku tidak menyapamu, Yul,”
Perkataan pria itu membuat Yuri langsung menekuk wajahnya sedangkan Taeyeon berusaha menahan tawanya.
“..Tapi Hallo Yuri,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Melihat hal itu Yuri semakin menekuk wajahnya, “Yeah,” ujarnya kesal.
L terkekeh pelan, lalu menatap gadis disampingnya, “Dear,”
Gadis itu hanya menaikkan sebelah alisnya, “Ada apa?”
Pria itu tersenyum lalu mengusap kepala Taeyeon dengan sayang, “Aku menyayangkan sekali kenapa aku tidak sekelas denganmu,”
“Huh?” Taeyeon menatap pria itu bingung.
“Tak ada yang bisa ku perhatikan di kelas. Jika aku sekelas denganmu tentu saja aku bisa memperhatikanmu setiap saat,” gerutu pria itu kesal.
Yuri hanya menatap jijik ke arah L, “Berhenti bersikap menjijikan seperti itu!”
Taeyeon memutar bola matanya ketika melihat Yuri dan L yang sudah bersiap untuk adu mulut, “Dan kau berhentilah bersikap kekanak-kanakkan,” ujarnya tenang.
Yuri langsung cemberut mendengar itu, sedangkan L tersenyum penuh kemenangan.
“Dan kau..” ia menunjuk L, “..Berhenti bersikap berlebihan,”
Senyum di wajah L langsung luntur, “Hei, aku serius,”
“Lagipula bukankah ada Krystal Jung dikelasmu? Kau bisa menatapnya setiap saat,” ujar Taeyeon seraya menyeringai.
L membulatkan kedua matanya, “Apa-apaan,”
“Yeay!” Yuri bersorak senang.
“Dear,”
“Berhentilah memanggilku ‘Dear’,” potong Taeyeon cepat.
“Memangnya kenapa?” protes L, “Kau tidak suka?”
Taeyeon menganggukkan kepalanya malas, “Yup,” ia segera menghabiskan makanannya, lalu beranjak berdiri.
“Kau mau kemana?” Tanya Yuri dan L bersamaan.
Taeyeon berdehem pelan, “Ke kantor Ketua Murid,”
L menatap gadis itu tajam, “Dan berduaan saja dengan Oh Sehun itu?”
Gadis itu memutar bola matanya, “Jangan berlebihan. Lagipula belum tentu pria itu ada disana,” ujarnya malas, “Aku pergi dulu,”
Gadis itu segera melangkahkan kakinya meninggalkan Kantin, lalu melangkah menuju ke Kantor Ketua Murid.
“Hei! Kau!” teriak seseorang dari belakangnya.
Taeyeon mendengus kesal, dengan setengah hati ia berbalik, “Mwo?” ujarnya datar.
Gadis yang berteriak tadi segera melangkah mendekati Taeyeon. Sedangkan Taeyeon hanya memperhatikan gadis itu dan kedua temannya dengan tatapan bosan, “Ada apa?”
Gadis itu tersenyum sinis, “Jauhi L,”
Taeyeon mengangkat sebelas alisnya, “Kenapa aku harus melakukan itu?”
Gadis itu menatap Taeyeon marah, “Karena dia milikku, bodoh!”
Taeyeon menatap gadis itu tajam. Berani sekali gadis kotor ini memanggilku ‘Bodoh’! ia fikir ia lebih pintar dariku, huh?
Taeyeon menghembuskan napasnya kasar, lalu menatap gadis itu tenang, “Dengar! Aku tak perduli jika L itu milikmu atau bukan.Tapi…” Taeyeon menggantungkan ucapannya. Dengan langkah pelan ia segera berdiri dihadapan gadis itu. Dan dari ekor matanya, ia dapat melihat kedua teman gadis itu menatapnya takut, “…Berani sekali kau memanggilku ‘Bodoh’,” ujarnya pelan.
Gadis itu menelan ludahnya kasar.
“..Kau fikir kau lebih pintar dariku, Nona?”
“De-dengar! Aku memperingatkanmu! Jauhi L, maka aku akan melepaskanmu!” ujar gadis itu gugup, namun ia tetap menatap Taeyeon dengan tatapan yang dibuat setajam mungkin.
Taeyeon menyeringai, “Benarkah?”
“Su-sudahlah, Krys! Kita pergi saja,” ujar gadis di sisi kanan Krystal. Ia menarik tangan Krystal dengan takut. Taeyeon memperhatikan name tag gadis itu. Goo Hara? Ujarnya dalam hati.
“Tidak!” Krystal menatap gadis itu tajam, lalu kembali menatap Taeyeon, “Kita harus memberi pelajaran pada gadis ini,”
Taeyeon tersenyum mencibir mendengar itu.
“Krys..” seru gadis di sisi kiri Krystal. Ah, Taeyeon mengenalnya. Ia adalah Joy, teman sekelasnya saat kelas 1 dulu.
“Bisakah kalian dia─” ucapan Krystal terpotong.
“Ada apa ini?” Taeyeon segera berbalik untuk melihat siapa pemilik suara dingin itu.
Oh Sehun? Taeyeon menatap pria itu tidak percaya.
Sehun hanya berjalan santai menghampiri mereka. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Gadis itu menatap Sehun aneh. Ia tidak memakai jasnya. Taeyeon mencibir pria itu.
Sehun menaikkan sebelah alisnya ketika mendapati tatapan aneh Taeyeon, tatapannya lalu mengarah pada tiga gadis lain, “Apa yang sedang kalian lakukan?”
“Sehun. Ka-kami hanya..”
“..Kalian hanya?” ujar Sehun tenang, “..Hanya apa?”
Krystal tersenyum ─sok─manis, “Kami hanya mengobrol sebentar dengan Taeyeon,” ia menatap Sehun hangat, tatapannya lalu beralih ke arah Taeyeon, “..Bukankah begitu Taeyeon?” Taeyeon mengangkat sebelah alisnya. Gadis itu menatap Taeyeon tajam, namun ketika sadar Sehun memperhatikannya, ia segera tersenyum hangat, “Dan kami sudah selesai. Sampai jumpa nanti Sehun! Dan..Taeyeon,” serunya pelan. Ia tersenyum sinis lalu melengos pergi dengan kedua temannya.
Taeyeon berdecih pelan melihat itu.
“Kepala Sekolah ingin bertemu dengan kita,” ujar seseorang dengan intonasi datar, ketika Krystal dan kedua temannya itu sudah menjauh.
Taeyeon mengalihkan tatapannya pada pria itu, “Kepala Sekolah?”
Sehun hanya mengangguk, lalu berbalik untuk pergi menuju Kantor Kepala Sekolah.
Taeyeon dengan segera mengikuti pria itu, “Kenapa?” tanyanya heran.
“Mana ku tahu,” jawabnya acuh.
Taeyeon mendengus kesal. Pria ini memang menyebalkan! Rutuknya dalam hati.
Selama perjalanan menuju ke kantor Kepala Sekolah mereka hanya diam. Taeyeon sekali lagi mendengus kesal, “Tak bisakah mereka berhenti menatapku seperti itu?” rutuknya pelan, ketika banyak siswa yang menatapnya dengan mata berbinar
“Mereka tidak menatapmu! Tapi mereka menatapku,” seru Sehun angkuh.
Taeyeon memutar bola matanya, “Yeah, kecuali jika mereka itu Gay,”
“Oi, Sehun!”
Langkah Sehun tiba-tiba berhenti yang membuat Taeyeon ikut menghentikan langkahnya. Gadis itu dapat melihat seorang pria yang menghampiri mereka.
“Ah, senang bertemu denganmu, Taeyeon,” pria itu tersenyum menawan ketika sudah sampai dihadapannya dan Sehun.
Taeyeon hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan pria itu. Otaknya terus berputar berusaha untuk mengingat siapa nama pria itu. Pria itu tidak memakai jas khas Sekang. Dan di seragamnya pun tidak terdapat name tag nya.
“Ada apa, Chen?” Sehun bertanya heran.
Ah,itu dia! Chen! Namanya Chen!
Chen tersenyum lebar menatap Sehun, “Ah, itu! Nanti sore akan ada pertandingan Basket melawan Kirin Senior High School. Kau akan ikut kan?”
Sehun tampak sedang menimang-nimang, “Aku tidak tahu,” ujarnya pelan.
“Hei, ayolah. Sudah lama kau tidak ikut bermain,”
Taeyeon hanya diam memperhatikan mereka berdua. Ia dapat melihat ekspresi berharap Chen dan juga ekspresi bingung Sehun.
“Akan ku fikirkan,” Pria itu menatap Chen lalu tersenyum simpul.
“Baik, kuharap kau akan ikut. Sampai jumpa nanti sore,” Chen tersenyum ramah, “..Dan sampai jumpa Taeyeon,”
Taeyeon lagi-lagi tersenyum simpul kepada Chen.
Mereka lalu melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju Kantor Kepala Sekolah. Sesampainya mereka disana, Sehun segera mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali. Dan mereka langsung masuk ketika sang pemilik mempersilahkan.
“Ah, kalian sudah datang,” Kepala Sekolah tersenyum ramah, “Silahkan duduk!”
Taeyeon dan Sehun mengangguk lalu tersenyum sopan. Mereka segera mengambil tempat duduk di hadapan Choi Sajangnim.
“Jadi, bagaimana? Apa kalian menikmati jabatan baru kalian?” Choi sajangnim bertanya ramah. Matanya menatap bergiliran Taeyeon dan Sehun.
Taeyeon tersenyum sopan, “Ya, seperti yang anda lihat sajangnim,”
Choi sajangnim terkekeh pelan, “Dan dari yang aku lihat kalian sepertinya tidak terlalu menikmati jabatan ini. Apa aku benar?”
Taeyeon meringis pelan. ya! itu memang benar! Dalam hati ia mengiyakan. Sedangkan Sehun hanya diam saja.
“Maafkan aku jika keputusanku terlalu membebani kalian..”
Ya, itu benar!
“..Tapi kalian tahu kan jika aku tidak mungkin melakukan itu tanpa alasan?”
Kau memang harus punya alasan yang kuat untuk itu! Rutuk gadis itu keras.
“..Dan aku melakukan itu karena kalian adalah murid kebanggan Sekang,”
Aku memang patut untuk dibanggakan, seru gadis itu angkuh.
“..Dan kalian termasuk murid yang sangat berprestasi, karena itu aku menjadikan kalian Ketua Murid,” ujar Choi Sajangnim mengakhiri kalimatnya, “Aku sangat berharap kalian dapat mengerti,”
“Tentu sajangnim. Kami tahu jika apapun yang anda lakukan itu pasti demi kebaikan Sekang,” ujar Sehun tenang dan sangat sopan.
Taeyeon memutar bola matanya, pria ini selalu saja cari muka!
“Rasanya sangat senang mendengar itu!” Choi sajangnim tersenyum lebar, “..Dan sekarang ada hal yang ingin aku diskusikan dengan kalian,”
Sehun mengangkat sebelah alisnya, “Maafkan aku. Tapi tentang apa, sajangnim?”
“Tentang Pesta ulang tahun sekolah kita,”
Taeyeon terdiam. ia mempunyai firasat buruk kali ini.
“Kalian tahu kan jika Sekang selalu merayakannya setiap tahun? Dan untuk tahun ini, aku ingin kalian yang mempersiapkannya,” ujarnya tenang.
Mata Taeyeon membulat. Sudah ia duga! Firasatnya memang tidak pernah salah. Dan ini sangat buruk!
“Pesta ulang tahun?” seru Sehun pelan.
“Ya! Kalian dapat meminta pendapat dari Ketua Murid tahun lalu atau ku fikir kalian dapat mengambil contohnya dari tahun kemarin,” Pria tua itu tersenyum lebar, “..Kurasa itu tidak buruk,”
Shit! Taeyeon mengumpat dalam hati.
Bagaimana ini?! Saat pesta akhir tahun, tahun lalu, ia tidak menghadirinya karena ikut bersama Ayahnya ke London. Ini benar-benar buruk!
“Dan, kalian juga bisa meminta saran dari murid-murid yang lain. Seperti tahun kemarin, Ketua Murid juga meminta saran dari murid-murid lainnya,”
Taeyeon kembali tertegun. Ya, ia ingat! Tahun lalu IU dan Jungkook sunbae memang datang ke kelasnya─dan pastinya kelas yang lain juga─ untuk meminta saran tentang tema untuk pesta ulang tahun Sekang. Mereka membagikan kertas dan meminta semua murid untuk mengisi kertas itu. Taeyeon tidak mengisinya, tentu saja! Ia terlalu malas untuk memikirkan hal-hal konyol seperti itu.
Dari ekor matanya Taeyeon dapat melihat Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Saya mengerti, sajangnim,” serunya mantap.
Taeyeon menelan ludahnya kasar.
“Bagaimana denganmu, Taeyeon-ssi?”
Taeyeon tersentak, “N-ne? A-ah ya, saya juga mengerti,” ujarnya pelan. Ia tersenyum kaku.
“Bagus!” pria itu bertepuk tangan, “Aku berharap kalian dapat melakukannya dengan lebih baik dari Ketua Murid tahun kemarin,”
Taeyeon hanya tersenyum kaku. Kemudian ia dan Sehun pamit keluar.
Mati kau, Kim Taeyeon!

-o0o-

“Bagaimana jika pesta topeng?”
“Itu buruk! Lebih baik pesta dansa!”
“Itu sudah terlalu Mainstream! Bagaimana jika pesta kostum?”
“Itu konyol! Kau fikir Sekang itu tempat anak-anak TK!”
Taeyeon mengeram kesal, “Lalu menurutmu apa?” serunya tertahan.
“Pesta dansa lebih baik!” Sehun tersenyum angkuh, “Itu lebih baik daripada Pesta topeng atau Pesta kostum!” ia terkekeh mengejek.
Taeyeon mengepalkan tangannya kuat-kuat, “Ya! Terserah kau saja!”
“Tentu! Ideku selalu yang terbaik!” ia berujar tenang, Lalu memejamkan matanya. Berusaha merilekskan badannya di atas sofa.
Taeyeon menghembuskan nafasnya kasar. Mereka sedang berada di Kantor ketua murid sekarang. Sudah hampir setengah jam mereka berbicara─Taeyeon bahkan tidak mau mengatakan itu sebagai berdiskusi karena nyatanya Sehun selalu bersikeras tentang pendapatnya─ dan belum ada keputusan akhir ─kata ‘terserah’ itu bukan mengartikan jika ia sepenuhnya setuju tentang ide Sehun, tentu saja!─. Ia selalu mencoba memberi saran kepada pria itu namun sarannya langsung ditolak mentah-mentah. Menyebalkan!
“Jadi, bagaimana?” seru Taeyeon pelan. Ia menatap Sehun yang sedang memejamkan matanya.
“Tentu saja, Pesta dansa!” pria itu berujar tenang.
“Sehun..” geram Taeyeon tertahan.
“Lalu apa? Kau ingin semua murid Sekang memakai topeng di pesta nanti? atau kau ingin mereka mamakai kostum Santa Claus nanti? Itu terdengar konyol sungguh!” suara Sehun masih terdengar tenang, namun terdapat penekanan disana.
“Tapi kan ideku tidak begitu buruk!” seru Taeyeon cepat, “.. Dan tentang kostum Santa Claus yang kau bicarakan ku fikir itu ide yang bagus!” lanjutnya acuh.
Sehun menghela nafas kasar. Ia segera membuka matanya lalu mendudukan tubuhnya, “Kau hanya harus menyetujui ideku!” ia menyilangkan kedua tangannya “..atau Kau ingin kita mendatangi semua kelas dan meminta saran mereka? Begitu?”
Uh-oh. Itu ide yang sangat buruk!!

-o0o-

Taeyeon menekuk wajahnya dengan kesal, perdebatannya dengan Oh Sehun tadi benar-benar membuatnya gila. Kakinya mulai melangkah masuk kedalam rumahnya.
“Ibu aku pulang!!” serunya keras. Ia segera mendudukan tubuhnya di sofa ruang tamu. Ia memejamkan matanya, Dasar Oh Sehun sialan! Rutuknya dalam hati.
“Oh, kau sudah pulang rupanya!” ujar seseorang.
Kedua mata Taeyeon sontak terbuka, kemudian ia berdiri tegak, “Kau! Apa yang kau lakukan disini?!” jarinya menunjuk tepat ke arah gadis itu.
Gadis itu menyeringai, “Menurutmu?”
Taeyeon mendengus kesal.
“..Tentu saja aku disini untuk bertemu dengan calon adik iparku!” lanjut gadis itu.
Taeyeon memutar bola matanya malas, “Ya, dan siapa yang kau maksud CALON ADIK IPARMU itu Nona Im yang terhormat,”
“Tentu saja kau,” ujarnya angkuh.
“Tidak sudi!”
Mata gadis itu melebar, “Hei, berani sekali kau─”
“Kau sudah pulang Taeng?” Kai segera menghampiri kedua gadis itu.
“Menurutmu?” Tanya Taeyeon kesal.
Kai meneguk ludahnya kasar, Taeyeon benar-benar menyeramkan jika sedang kesal. Ia kemudian tersenyum lebar lalu menatap kekasihnya, “Bukankah tadi kau sedang bersama Ibu?” tanyanya heran.
Gadis itu mengangguk, “Ya, dan Ibu menyuruhku untuk menyambut adik kesayanganmu ini,” ia kemudian mendekat ke arah Kai lalu bergelayut manja dilengan kirinya, “Dan sekarang aku bosan,”
Kai hanya tersenyum lalu mengusap puncak kepala gadis itu dengan sayang, “Kau mau jalan-jalan?”
Gadis itu mengangguk semangat. “Baiklah,” ujar Kai.
Taeyeon menatap mereka dengan pandangan jijik, “Menjijikan!” desisnya pelan. ia lalu melangkah dengan cepat menuju kamarnya.

 

To be Continued..
A/N
Haiiii!!! Chaca comeback 😀 well, gimana? Gimana? Ada yang suka sama chapter ini? Maaf yah kalo ceritanya ngebosenin 😉
Hehe, makasih udah nyempetin baca 😀
Seeyou!

Advertisements

52 comments on “Let’s Love (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s