[FREELANCE] Only You (Chapter 2)

PicsArt_03-02-02.12.44

Park Yong Sub’s Present

Only You (Chapter 2)

Main Cast :

Kim Taeyeon.

Lee Sungyeol.

Support Cast:

Kim Myungsoo.

Genre :

Romance,Hurt,Sad,Friendship,Family.

Lenght : Multi-Chapter.

Rating : PG – 17th.

Artworker: leesinhyo @posterchannel

Attention!

Italic words it’s meaning in flashback moment.

Be Honest,please!

Don’t Forget to put your comment!

Be Careful Typo Anywhere!

No PLAGIARISM!

Preview: Chapter 1

 

***

 

Nomor yang anda hubungi tidak dapat menerima panggilan,silahkan mencoba kembali.”

Sungyeol berdecak kesal mendengar balasan dari operator,ia pun mencoba kembali menghubungi gadis bermaga Kim itu.Namun,nihil.Hasilnya masih sama,gadis itu tidak menjawab panggilannya.

Hoya dan Yanseok berjalan mendekati Sungyeol yang masih sibuk berkutat dengan ponselnya “Sungyeol-ah,kajja!Kita makan,aku lapar sekali”ajak Hoya seraya merangkulnya.

Pria jangkung bermarga Lee itu pun kini beranjak dari bangkunya seraya memasukan ponselnya pada salah satu saku celananya.

Hampir saja Hoya tersungkur kebelakang karena terdorong Sungyeol,untung saja ia tertolong oleh Yanseok yang telah menahannya.Jika tidak ia akan merasakan kesakitan terjatuh tentunya.

“Hey,Lee Sungyeol,kau mau kemana”pekik Yanseok.

Hoya dan Yanseok memandang Sungyeol tak percaya.Bukannya menjawab perkataan mereka,pria bermaga Lee itu justru mengabaikan mereka dan memilih meninggalkan teman – temannya yang terbelalak bingung melihatnya.

“Ya!Lee Sungyeol!”pekik Hoya.

“Sungyeol-ah!Ada apa denganmu!Kau mau kemana?kau tidak mau ikut bersama ka-”

“Kalian pergi saja dulu,aku ingin bertemu Taeyeon.”

Setelah itu Sungyeol pun bergegas berlari meninggalkan kelas.

Selama waktu pelajaran berlangsung pria ini tidak bisa berkonsentrasi karena sibuk memikirkan Taeyeon.Bahkan gadis itu tidak mengangkat panggilan darinya atau sekedar membalas pesan singkat darinya pun tidak.

Kedua tungkainya pun berjalan menuju lantai atas,tak lama kemudian langkahnya pun terhenti tepat di depan kelas Taeyeon,terlihat jelas usaha pria itu yang mampu membuat keningnya berkeringat.

Matanya pun menelusuri isi kelas,namun nihil gadis itu tidak ada di kelasnya.Bahkan ia tidak dapat menemukan kedua sahabat gadis itu.Kemana dia?Apa mereka sedang di kantin?

Tiba – tiba saja,terbesit bayang – bayang takut jika gadis itu akan terjatuh pingsan.Sungyeol berdecak seraya mengacak rambutnya kesal,dia benar – benar khawatir dengan keadaan gadis itu.Bagaimana bisa gadis itu keluar dari kelas dengan kondisi kurang sehat?

Ia pun melangkahkan kedua kakinya menuju kantin.Ia harap gadis itu sedang bersama teman – temannya di kantin.Semoga saja harapannya tidak pupus.

***

Tiffany tersenyum manis seraya mengambil paperbag yang berisi roti lapis pesanannya dari salah satu bibi kios di kantin”Terimakasih,bibi Lim”

“Terimakasih kembali.Ah..bibi sampai lupa menanyakan hal ini.Kenapa hari ini bibi tak melihat Taeyeon?Biasanya gadis manis itu selalu bersama kalian?Apa kalian bertengkar dengannya?”tanya bibi Lim seraya mengerutkan keningnya.

Seketika raut wajah Tiffany dan Bora berubah kelam dan mendengus sebal“Tidak,bibi.Taeyeon sedang sakit dan sekarang dia tengah berada di perpustakaan dengan alasan ingin berkutat dengan buku – buku tebal kesayanganya”kata Tiffany seraya mengerucutkan bibirnya kesal.

Bora mengangguk setuju mendengar ulasan dari Tiffany seraya helaan nafas terdengar dari bibirnya “Kami sudah memberitahunya untuk tidak memaksakan dirinya masuk sekolah,tapi tetap saja gadis keras kepala itu tidak menanggapi perkataan kami.Ia justru memilih pergi ke perpustakaan lebih dulu dari kami”kata Bora mendengus sebal seraya meniup poninya.

“Benarkah?Kalau begitu lebih baik kalian susul dia,bibi takut sesuatu akan terjadi padanya”.

Tiffany dan Bora mengangguk seraya tersenyum “Ne,terimakasih atas perhatiannya.Annyeonghaseyo bibi Lim”

Tak berapa lama kedua gadis itu menjadi pusat perhatian orang – orang di kantin.

“Eomeona!”

“Aakh!”

Kedua gadis ini memekik terkejut seraya menyentuh dada mereka,baru aja mereka berbalik bergegas meninggalkan kantin.Namun seketika,mereka dibuat terkejut ketika melihat seorang pria yang kini tengah berdiri menghalangi jalan mereka dengan kondisi keringat yang beercucuran dari dahinya serta keadaan rambutnya yang terlihat berantakan.

Bora menghela nafas lega melihat kantung belanja mereka masih berada di genggaman mereka namun seketika ia mendelik kesal pada seorang pria yang tengah menghalangi jalan mereka.

“Ya!Lee Sungyeol,apa kau sudah gila?Kau ingin membunuh kami,eoh?!”pekik Tiffany sebal.

Sungyeol mengatur napasnya dan menghembuskan nafasnya pelan.

“Mian”

Dengan santainya ia berkata seraya mengacungkan tangan kanannya.Wajahnya yang terlihat datar seakan tak ada rasa bersalah yang terbesit di dalam dirinya.

Namun,tiba – tiba saja Sungyeol mengibaskan tangannya dan mendelik kesal seraya menatap tajam Bora yang baru saja meninju telapak tangannya.Baru kali ini ia merasakan pukulan dari seorang gadis Taek Won Do dengan sabuk hitam yang dimilikinya saat ini.

Ternyata pukulan gadis itu lebih menyakitkan dari pada pukulan ibunya ketika kesal padanya.

“Mian,itu balasan yang setimpal setelah kau membuat terkejut jantung berharga kami”Bora pun menatapnya datar seraya mengacungkan sebelah tangannya yang bebas.Melakukan hal yang sama seperti yang baru Sungyeol lakukan.

Tiffany meniup poninya sebal“Lagipula ada apa denganmu?Mengejutkan kami dengan tiba – tiba muncul di hadapan kami dengan penampilan seperti ini?Hah..omong – omong ada apa dengan penapilanmu ini?Gaya rambutmu benar – benar ketinggalan jaman,Sungyeol-ah”kata Tiffany seraya tertawa kecil lalu mengalihkan pandagannya pada Bora yang juga tampak menertawakan Sungyeol.

Sungyeol memutarkan matanya sebal seraya merapikan rambutnya yang terlihat berantakan. “Sudah cukup,aku tidak ingin membuang waktu,sekarang cepat katakan padaku dimana Taeyeon?Mengapa ia tidak bersama kalian?Kenapa aku tidak bisa menghubunginya?”

Tiffany menatap Sungyeol dengan pandangan meledeknya “Mungkin saat ini ia tidak ingin di ganggu olehmu”

“Kau pikir aku ini penguntit?!”

Tiffany pun tertawa kecil lalu menjulurkan lidahnya “Lebih tepatnya seperti itu,kau memang selalu menguntit sahabat kami,Lee Sungyeol”

Sungyeol menatap tajam Tiffany yang terlihat tersenyum meledeknya dan menghiraukan tatapannya pada gadis ini,ia mengalihkan pandangannya pada Bora yang saat ini tengah menggenggam ponselnya lalu medekatkan ponselnya di telinganya menghubungi sahabatnya.

Sungyeol dan Tiffany melihat gadis itu mengerutkan keningnya,setelah itu ia mencoba kembali menghubungi Taeyeon namun seketika raut wajah Bora terlihat gusar.

“Ada apa?Apa ia juga tidak menjawab panggilanmu?”

Bora menggelengkan kepalanya kemudian ia menolehkan kepalanya pada Tiffany “Fanny-ah,Bisakah kau menghubungi Taeyeon?Dia juga tidak menjawab panggilanku”

Tiffany menggangguk dan mengeluarkan ponselnya berusaha menghubungi Taeyeon.Namun kemudian,gadis ini menggelengkan kepalanya menatap Bora dan Sungyeol gusar.

“Bagaimana ini?Taeyeon sama sekali tidak menjawab panggilan masing – masing dari kita.”Tiffany menghela nafas khawatir seraya menggigit ujung bibirnya.

“Lebih baik kita segera ke perpusatakaan.Semoga saja,gadis itu masih berada di sana”kata Bora seraya menatap Sungyeol dan Tiffany.

Keduanya pun mengangguk dan setelah itu mereka berjalan cepat meninggalkan kantin mencari seseorang yang telah membuat mereka khawatir.

 

***

 

Kedua mata hazel itu mengerjapkan matanya perlahan – lahan.Tak kala,samar – samar pandangannya mulai terlihat jelas melihat seorang pria yang sangat ia kenal.Yang saat ini tengah duduk di hadapannya dengan tatapan yang menyiratkan kekhawatiran di kedua mata gelap tegas miliknya.

“Taeyeon-ah,Kau sudah sadar?Kau tidak apa – apa?Apa kau ingin sesuatu?Apa kau masih merasakan kesakitan di perutmu?”tanyanya bertubi – tubi menghawatirkan keadaan gadis dihadapannya.

“Myungsoo-ah?”

“Kim Myungsoo..?Apa itu kau..?”tanya Taeyeon meyakinkan dirinya dengan memanggilnya lagi seraya menyipitkan kedua matanya memastikan seseorang yang nyata di hadapannya.Seorang pria yang menjadi cinta pertamanya.

Tak lama kemudian ia merasakan sesuatu yang hangat menggenggam tangan kanannya.

“Hm..ini aku.Kim Myungsoo,Taeyeon-ah”ujar pria ini pelan seraya tersenyum manis.

 

***

“Anyyeongha-”

Belum sempat gadis ini menyelesaikan perkataannya.Taeyeon mengerutkan keningnya bingung melihat keadaan perpustakaan yang terlihat sepi.Buku – buku bertumpukan di tiap depan lorong rak buku.Mata hazelnya juga tidak dapat menemukan seorang pun di dalam sini.

Perpustakaan memang menjadi salah satu tempat kesukaannya.Tempat yang penuh kesunyian dan kedamaian.

Biasanya pada waktu seperti ini ia sudah melihat beberapa murid yang tengah sibuk berkutat membaca buku di antara lorong – lorong dan di meja – meja yang di sediakan serta guru pengawas perpustakaan yang selalu berada di meja depan.

Sudah dua hari ini Taeyeon tidak berkunjug ke perpustakaan karena saat ini Taeyeon tengah sibuk mengikuti pelatihan dengam Guru Seo untuk perlombaan olimpiade.Dan hari ini Taeyeon sama sekali tidak bisa menemukan siapa -siapa disini.

Ia pun berjalan mendekati salah satu meja besar yang dekat dengan pintu masuk.Tangannya pun bergerak meletakan sebuah buku tebal astronomi yang dipinjamnya serta kartu biru tepat di atas buku itu.

Taeyeon pun mengalihkan pandanganya ketika kedua telingannya menangkap suara gaduh.Matanya pun menangkap salah satu pintu yang tampak sedikit terbuka.”Guru Shin?”

Langkahnya terhenti tepat di depan pintu itu dan kemudian ia bergerak mendorongnya perlahan “Guru Shin,apa kau di dalam?”

Kenapa gelap sekali disini?.Batin Taeyeon.

Jemari lentiknya pun berhasil menemukan skalar lampu hingga membuat ruangan ini terlihat jelas.Matanya pun terbelalak,melihat seorang wanita tengah jatuh menyentuh lantai.

“Guru Shin!”pekikTaeyeon.

Guru Shin pun mengalihkan pandangannya pada Taeyeon “Eoh,Taeyeon-ah!”

Taeyeon berjalan cepat keluar dari ruangan itu menuju lorong belakang rak buku baris ke tiga dan meletakan buku – bukunya pada salah satu meja di situ.Kemudian,ia kembali berjalan masuk pada ruangan tadi dan membantu membopong guru Shin.

Yang ada di pikiran Taeyeon saat ini,membantu guru Shin keluar dari ruangan ini.Gadis ini bahkan sudah tidak mempedulikan keadaannya yang kian melemah.

Taeyeon mengehela nafas lega setelah berhasil membantu dan mendudukan guru Shin di kurisnya.

“Ah!Gomawo,Taeyeon-ah”kata guru Shin tersenyum.

Taeyeon mengganguk seraya tersenyum dan setelah itu ia mengerutkan keningnya “apa guru Shin tidak apa – apa?apa yang guru lakukan di dalam sana hingga membuat anda terjatuh seperti itu?”

Guru Shin pun tertawa mengingat kecerobohannya tadi “Aku baru saja akan pergi menuju kantin setelah menyelesaikan data semua buku disini di dalam ruangan itu bersama guru Kim.Tapi aku harus kembali masuk dan mengambil dompetku yang tertinggal di situ,namun sebelum aku keluar dari sana aku sudah tersandung lebih dulu karena setumpuk buku di tengah kegelapan tadi haha dan sekali lagi terimakasih atas pertolonganmu,Taeyeonie”

Taeyeon tertawa kecil mendengar penjelasan guru Shin seraya mengangguk mengerti “Lalu dimana guru Kim?”

“Sekitar satu jam yang lalu,kepala sekolah Min memanggilnya karena ada keperluan yang ingin mereka perbincangkan”

Taeyeon mengangguk mengerti “Oh ya guru Shin,kenapa perpustakaan terlihat sepi?kemana semua orang?”

“Ah,maaf Taeyeon-ah sepertinya untuk sementara waktu perpustakaan tidak bisa di gunakan.Karena minggu depan kami akan membereskan semua buku – buku dan memindahkannya di lantai bawah sebagai perpustakaan baru”

“Ah..kalau begitu untuk hari ini saja.Apa boleh saya bisa berdiam diri disini untuk beberapa waktu karena di kelas terlalu..berisik.”

“Kenapa kau tidak pergi ke ruang kesehatan,disana tentu ada dokter Joon yang bisa menemanimu.Dan Taeyeon-ah,ada apa denganmu?Wajahmu terlihat pucat pasi,lebih baik kau segera menuju ke ruang kese-”

“Saya tidak apa – apa guru Shin,lagi pula saat ini saya membutuhkan ketenangan.”

Guru Shin hanya bisa menghela nafas pasrah.Memang benar dengan semua pendapat teman – teman Taeyeon.Gadis ini memang cantik dan memiliki keprribadian yang baik.Tapi sifat keras kepala yang dimiliki gadis ini membuat mereka harus mengalah jika sedang berdebat dengannya.

“Baiklah,jika terjadi sesuatu hubungi aku,arraseo?”

“Ne arraseohimnida.Dan guru Shin terimakasih telah meminjamkan buku anda yang sudah anda pinjamkan.Saya sudah meletakannya di meja anda”

“Hm..gomawoyo.Kalau begitu,aku pergi dulu,ne?”

Taeyeon tersenyum seraya mengangguk.Dan setelah guru Shin menghilang dari pandangannya,ia pun berjalan menuju lorong belakang dan mendekati salah satu meja yang telah ia letakan buku – bukunya di atas sana.

Taeyeon pun mendudukan dirinya seraya mengeratkan syal merah Sungyeol.Tak lama kemudian ia meringis pelan ketika merasakan sesuatu yang menyakitkan di dalam perutnya.

Sepertinya,penyakit lambungnya mulai kambuh kembali.Gadis ini pun menempalkan kepalanya pada meja.Belum selesai dengan lambungnya,matanya pun terpejam menahan rasa sakit yang melanda kepalanya.

Matanya terpejam seraya ia meremas bagian perutnya dengan tangan kirinya.Sepertinya tidur akan membuatnya membaik,mungkin.

Dan tanpa terasa,peluh keringat dingin menelusuri dahinya yang turun menuju wajahnya dan tanpa ia sadari tangannya perlahan melemas terjatuh dan membuat posisi tangannya menggantung.

Sepertinya gadis ini sudah berada di bawah alam sadarnya .

 

***

Setelah melihat guru Shin keluar dari perpustakaan dan menunggu guru Shin berjalan menjauh dari sana.Seorang pria berseragam Kyunghee High School keluar dari persembunyiannya,kedua tungkainya pun berjalan masuk ke perpustakaan.Sesekali ia melihat keadaan yang tampak sepi,memastikan tidak ada orang yang melihatnya sebelum ia masuk kedalam perpustakaan ini.

Matanya menelusuri seluruh ruangan ini.Matanya tidak mungkin salah, jelas – jelas ia melihat gadis itu masuk ke dalam sini.Ia pun memilih untuk mencari sosok gadis itu di antara tiap lorong di situ.

Kakinya pun berjalan dan berjalan menelusuri perpustakaan lalu seketika langkahnya terhenti ketika melihat seuntai syal merah tergantung di salah satu lorong.Ia pun berjalan mendekati syal merah itu,setelah itu senyuman manis terukir dibibirnya melihat sosok gadis yang ia cari tengah tertidur disini.Pemandangan yang indah baginya.Betapa manisnya gadis ini yang tengah tidur di hadapannya saat ini.

Tangannya pun menarik pelan salah satu kursi lalu mendudukan dirinya tepat di samping gadis itu.Jemarinya bergerak menyentuh anak – anak rambut yang kini tengah terjatuh menutupi wajah jelita gadis itu.Dengan hati – hati ia menyisipkan helaian rambut – rambut itu di telinga gadis itu agar tidak membuatnya terbangun dari tidurnya.

Senyumnya tak lepas dari wajahnya ketika ia sudah bisa melihat jelas wajah gadis itu.Tangannya pun bergerak menompang kepalanya.Gadis ini tertidur nyenyak dan damai,seakan tak menyadari keadaannya.

Ia pun melakukan hal yang sama seperti gadis itu.Menempelkan kepalanya pada meja,tanganya pun bergerak mendekati wajah gadis ini,kemudian dengan hati – hati dan lemah lembut ia mengusap perlahan – lahan pipi gadis ini dengan kasih.

Keningnya mengerut bingung setelah merasakan kehangatan di pipi gadis itu.Tanganya pun bergerak menuju dahinya.

Ya,Tuhan.Ia lupa jika gadis ini tengah dalam keadaan kurang sehat.Maksud dari kedatangannya ini karena ia mendengar kedua teman gadis ini mencemaskan nya saat melihat wajah pucatnya.Karena inilah ia mengikuti gadis ini bak penguntit.

Pria ini pun menegakan tubuhnya kemudian ia menyampirkan syal merah milik gadis ini.Matanya pun terbelalak saat melihat tangan gadis itu terjatuh lemas mengggantung.Jantungnya berdegup kencang melihat keadaan kacau gadis ini.

Tanpa pikir panjang ia segera berdiri dari tempatnya lalu menyampirkan salah satu tangan gadis ini pada lehernya dan menggendong gadis ini layaknya seorang putri raja.

Dengan cepat ia berlari membopong gadis ini dalam pelukannya seraya melangkahkan kakinya turun pada tiap anak tangga.Ia sudah tidak peduli lagi dengan peluh keringatnya.Ia sudah tidak peduli lagi dengan setiap orang yang menatapnya kagum.

Tatapannya berubah sendu melihat gadis ini.Pria ini semakin gusar setelah sekian kalinya ia melihat keringat dingin yang tampak terus mengalir di wajah gadis ini.

Yang terpenting saat ini adalah kondisi gadis ini.Gadis yang membuatnya tersadar bahwa ia juga mencintai gadis yang berada didalam pelukannya.

“Kumohon bertahanlah,Taeyeon-ah!”

“Kumohon bertahanlah,karena aku mencintaimu,yeon-ah”

 

***

“Taeyeon-ah?kau tidak apa – apa?apa kau membutuhkan sesuatu?”tanya Myungsoo setelah menjelaskan kejadian yang menimpa Taeyeon.

Taeyeon hanya bisa menatap genggaman tangan pria ini.Ini tidak boleh terjadi,ia sudah merelakan cinta pertamanya dan membuka hatinya untuk Lee Sungyeol seorang.

Dengan perlahan Taeyeon melepaskan genggaman Myungsoo dari tangannya.Myungsoo pun merasakan atmosfer yang canggung setelah melihat tangannya yang telah kosong.

Gadis ini pun mengalihkan pandangannya dari Myungsoo seraya memejamkan matanya.Tatapan sendu terlihat jelas ketika Myungsoo melihat gadis itu seakan mengacuhkannya.Ternyata sulit sekali meraih kembali sesuatu yang telah ia sia – sia kan selama ini.

Andai saja ia mengetahuinya lebih awal,mungkin ia bisa meraih hati gadis ini dan membuatnya menjadi miliknya seorang.

Dengan sigap Myungsoo membantu Taeyeon yang ingin mendudukan dirinya.Gadis itu membuka kedua matanya dan beralih menatap Myungsoo dengan senyuman di wajahnya “Gomawo,Myungsoo-ah.Jika tidak ada kau saat itu,aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku saat ini”katanya seraya tersenyum setelah mendengar Myungsoo menjelaskan kejadian ini.

Myungsoo tersenyum dan mengangguk “Kalau begitu,lebih baik sekarang kau makan bubur dan obatmu yang sudah di siapkan,dokter Joon.Aku harus mengganti bajuku ini,yeon-ah”

“Mianhe,karenaku kau pasti berlari ke bawah menuruni tiga lantai seraya membopongku kesini.Maaf sekali lagi dan terimakasih,Myungsoo-ah”

“Ani,gwenchana.Yang terpenting saat ini kondisimu,Taeyeon-ah.Kalau begitu aku keluar dulu dan aku sudah membelikan susu kesukaanmu,jadi jangan lupa kau minum,eoh!Aku pergi dulu,ne.”ujar Myungsoo seraya mengelus rambut Taeyeon seraya tersenyum kemudian ia berjalan keluar dari ruang kesehatan.

Tatapan sendu Taeyeeon tertuju pada Myungsoo yang perlahan menghilang dari pandangannya.Tangannya bergerak menelusuri dadanya.Merasakan jantungnya berdegup kencang meskipun ia sudah menghapus nama pria itu di dalam hatinya.

Ia tidak boleh seperti ini,ia sudah melepaskan cinta pertamanya dengan menempatkan Sungyeol di hatinya saat ini.

Ia pun mengalihkan pandangannya ke samping kanan melihat sekotak susu dengan kertas kecil kuning yang tertempel disitu.

Ia menghentikan gerakannya saat ia hendak mengambil sekotak susu itu dan mengalihkan pandangannya ketika ia mendengar suara sibakan gorden.Taeyeon bisa melihat jelas saat ini,seorang pria berjas putih lengkap dengan stetoskop yang menggantung tepat dilehernya.

“Annyeong,Nona Kim”sapa pria itu terseyum manis seraya mengacungkan tangannya.

“Annyeonghaseyo,dokter Joon”jawab Taeyeon seraya menganggukkan kepalanya.

Dokter Joon berjalan mendekati Taeyeon dan duduk di samping gadis ini lalu melipat kedua tangannya di dadanya.

“Apa kau sudah merasa baikan?”

“Sedikit”Taeyeon meringis pelan seraya menggigit ujung bibirnya.Ia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah melihat tanggapan dokter Joon melihatnya yang terjatuh sakit.

Bagi Taeyeon senyuman manis yang sempat ia berikan sebelumnya ialah senyuman mematikan dokter Joon untuknya.Terutama,ketika ia mendengar pria itu memanggilnya dengan sebutan ‘nona Kim’ yang artinya suasana hati dokter Joon saat ini memburuk ketika tahu jika gadis di hadapannya terjatuh sakit.

“Jadi bisa kau jelaskan padaku,Mengapa kau bisa mengabaikan perut kosongmu dengan kondisi tubuhmu yang tidak memungkinkan untuk beraktivitas?Kau tentu tahu bukan, aku tidak suka dengan orang yang mengabaikan kesehatannya,terutama jika mereka bercita – cita menjadi seorang dokter.Kau tentu tahu itu bukan,yeonni?”

Tatapan tajam dokter Joon membuatnya berdengik takut.

“Maafkan aku,Oppa.Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi,eoh!jadi aku mohon maafkan aku Oppa,jebal”pinta Taeyeon memohon seraya mengerucutkan bibirnya dengan tangannya yang mengusap – ngusap satu sama lain.

Dokter Joon menghembuskan nafasnya pasrah,ia benar – benar tak bisa marah pada gadis dihadapannya.Ia benar – benar menyayangi Taeyeon dan selalu memperlakukakan gadis ini layaknya adik kecilnya.

“Akh!Appo,kenapa oppa menyentikan jarimu di keningku,apa seperti ini sikap seorang dokter pada pasiennya?!”pekik Taeyeon meringis seraya mengelus dahinya.

“Beginilah sikapku sebagai seorang kakak yang menyayangi adik kecilnya.Bagaimana bisa nanti jika kau menjadi seorang dokter sementara kau sendiri mengabaikan kesehatanmu sebelum mementingkan orang lain?”

Seperti inilah hubungan Taeyeon dengan dokter Joon atau lebih tepat Kim Kang Joon.Berawal dari Taeyeon yang berhasil menyelamatkan salah satu penumpang kereta yang terserang penyakit asma,bahkan sebelum Kang Joon menolong penumpang tersebut yang lebih dulu dilakukan oleh Taeyeon.

 

Saat itulah Kang Joon pertama kali bertemu dengannya di dalam kereta yang sama.Pria bermarga Kim ini pun berdecak kagum setelah melihat Taeyeon berhasil melakukan pertolongan pertama pada salah satu penumpang tersebut.

Dan keesekon harinya,Kang Joon bertemu kembali dengan gadis ini sebagai guru baru di KyungHee High School ketika gadis itu meminta salah satu obat padanya di ruang kesehatan.Sejak saat itulah mereka mengenal satu sama lain.

Mereka layaknya sepasang kakak – adik.Mereka bahkan memiliki banyak kesamaan.Mereka termasuk anak tunggal yang tinggal bersama seorang ayah yang berstatus orang tua tunggal,jadi mereka mengerti bagaimana perasaan seorang anak yang ditinggalkan ibunya.

“Mianhe,aku berjanji tidak akan mengulanginya kembali Oppa”

“Baiklah,ini adalah terakhir kalinya aku melihatmu seperti ini.Tapi,jika kau melakukannya lagi,akan kupastikan kau tidak akan melihatku lagi di lingkungan sekolah ini”

“Andwae!Jika Oppa pergi,siapa lagi yang akan menjadi kakakku?”

“Karena itu,kau tidak boleh seperti ini lagi.Aku ingatkan,ini untuk terakhir kalinya kau seperti ini,eoh!”

Setelah melihat gadis itu mengangguk mengerti,Kang Joon tersenyum dan berjalan keluar dari situ dan kembali dengan membawa satu kotak alat tensi.

“Baiklah,sekarang saatnya aku memeriksa tekanan darahmu”

Kang Joon pun memeriksa keadaan Taeyeon dengan bantuan alat – alat sebagaimana dokter melalukannya.Kang Joon pun mengalungkan stetoskop pada lehernya. “Aku akan meminta izin pada guru Seo agar mengizinkanmu pulang,eoh!”

“Aku tidak bisa pulang,Oppa.Aku harus mengikuti pelatihanku ber-”

Ucapan Taeyeon terhenti seketika melihat tatapan tajam Kang Joon padanya.Gadis ini hanya bisa mendengus sebal,sepertinya satu – satu nya orang yang bisa melawan perdebatan gadis keras kepala ini hanya Kang Joon seorang.

Buktinya tatapan tajam pria itu membuat gadis bermarga Kim terdiam dalam sekejap.

“Aku tidak mau mendengar ocehanmu itu selagi aku masih peduli padamu,Kim Taeyeon.”kata Kang Joon seraya berdiri dan bergegas keluar dari ruangan itu.

Namun,langkahnya terhenti dan beralih menatap Taeyeon seakan memastikan sesuatu.Gadis itu pun mengerutkan keningnya bingung melihat tingkah pria di hadapannya.

“Apa kau tahu siapa yang membawamu kesini,yeon?”

Mendengar pertanyaan Kang Joon,seraya mengangguk raut wajah gadis ini pun berubah seketika.

“Apa kau sudah bertemu Sungyeol?”

“S-sungyeol..?”

Kang Joon mengangguk “Hm,Aku bertemu dengannya tepat saat aku kembali dari ruang konsultasi,dia bahkan sudah bergegas pergi lebih dulu sebelum aku bertanya padanya apa dia ingin bertemu denganmu.Sepertinya ia mengkhawatirkanmu,yeon.Sementara aku akan mengambil bubur dan menyiapkan beberapa obat untukmu,aku juga sudah memanggil kedua temanmu dan meminta pada mereka untuk membawakan tas dan barang – barangmu kesini,eoh!”

Setelah melihat Kang Joon meninggalkannya,tatapan Taeyeon pun berubah sendu.

Apa tadi Sungyeol melihatnya bersama Myungsoo?

 

 

***

 

Taeyeon mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara sibakan gorden,mata hazelnya pun menangkap kedua gadis yang sudah berada di hadapannya dengan nafas yang terengah – engah.

“Taeyeon – ah ,apa kau tidak apa – apa?”tanya Bora gusar seraya menghampirinya.

“Hm..aku tidak apa – ap.. Aw!!”

Seketika Taeyeon meringis kesakitan seraya mengelus pundak kirinya dan melihat Tiffany berada di sampingnya yang tengah menatapnya tajam.

“Ya!kenapa kau memukul nona Hwang?!Aku ini sedang sakit!”

Tiffany pun memukul kembali pundak Taeyeon yang membuat gadis bermarga Kim itu memekik kesakitan seraya mendelik kesal ke arahnya.

“Heol,Kau bilang kau sedang sakit?Jika kau tahu kondisimu seperti ini kenapa kau selalu menyiksa dirimu sendiri,Kim Taeyeon.Apa kau tidak memikirkan kami yang selalu mencemaskanmu.Kau tahu,kau membuat kami putus asa setelah tidak menemukanmu di perpustakaan.Kami mencarimu dan mencemaskan keadaanmu hingga membebani pikiran kami.Kau juga tidak tahu bagaimana Sungyeol mengkhawatirkanmu.Jadi aku mohon,untuk terakhir kalinya jangan memaksakan dirimu hingga membuat kami mencemaskanmu,yeon”serbu Tiffany seraya menatapnya sendu.

Taeyeon menundukan kepalanya,rasa bersalah menyelimutinya setelah mendengar perkataan Tiffany terutama ketika ia mendengar pria bermarga Lee itu yang mencemaskannya.

“Mianhe,maafkan aku yang selalu merepotkan kalian dengan sikap keras kepalaku”ujar Taeyeon seraya menatap kedua sahabatnya.

Kedua sahabat ini pun menghela nafas mendengar perkataan Taeyeon,kemudian mereka menghamburkan pelukan pada gadis bermarga Kim itu.

“Aku mohon,setelah ini kau harus mendengarkan perkataan kami,eoh!”pinta Tiffany.

“Kami mohon jangan memaksakan dirimu,yeon hanya karena olimpiade bodoh itu.Aku mohon perhatikan dirimu terlebih dahulu,eoh!”pinta Bora.

Taeyeon mengangguk,mereka melepaskan pelukan mereka lalu Tiffany mengusap kedua pipi Taeyeon setelah melihat gadis itu menangis seraya tersenyum pada mereka “Maafkan aku karena sudah memperlakukanmu seperti tadi”

Taeyeon menggelengkan kepalanya seraya tersenyum “Gwenchana,lagipula aku sudah menyadarinya.Memang aku yang salah dan kalian berhak memarahiku seperti ini.Sekali lagi,maafkan aku Fanny – ah,Bora – ah.”

Tiffany dan Bora pun tersenyum lembut seraya mengangguk. “Kajja,karena kami sudah meminta izin,kami akan mengantarkanmu pulang ,eoh!”seru Bora.

 

***

 

Setelah tidak dapat menemukan Taeyeon di perpustakaan.Sungyeol,Tiffany dan Bora merasa putus asa, gadis itu tidak ada disana namun ia meninggalkan buku – bukunya di perpustakaan yang saat ini sudah berada di pelukan Tiffany.

“Sebaiknya kita berpencar,jika salah satu di antara kalian menemukan Taeyeon,segera hubungi aku ,eoh!”kata Sungyeol.

Bora dan Tiffamy pun mengangguk mengerti kemudian mereka berpencar mencari gadis bermarga Kim itu.

Sungyeol mempercepat langkahnya menuruni tangga dan bertanya tiap orang – orang yang berlalu lalang di hadapannya.Nafasnya terengah – engah,dia tidak boleh menyerah sebelum menemukan gadis itu.Ketika ia hendak bergerak kembali mencari keberadaam gadis itu,telinganya pun mendengar pembicaraan dua siswa yang berlalu di hadapannya.

“Aishh..beruntung sekali Taeyeon sunbae!”

“Ada apa dengan Taeyeon sunbae,Sooji -ah?”

“Apa kau tidak melihat Myungsoo sunbae membopong Taeyeon sunbae bak putri raja.Jika saja kau melihat bagaimana wajah Myungsoo Sunbae yang tampak mengkhawatirkan Taeyeon sunbae.Aissh..aku jadi iri.”

“Omo!Jinjja?!Beruntung sekali Taeyeon sunbae bisa berasa dipelukan Myungsoo sunbae.Tapi semoga saja Taeyeon sunbae tidak apa – apa”

Kedua tangan Sungyeol mengepal geram bahkan raut wajahnya pun berubah seketika.Tanpa pikir panjang,Sungyeol pun mengayunkan kedua tungkainya berlari menuju ruang kesehatan.

Kedua tungkai pun terhenti pada pintu ruang kesehatan.Dengan nafas yang tersengal – sengal ,tangannya pun bergerak menyentuh ganggang pintu.Namun ia mengurungkan niatnya ketika ia melihat seorang pria yang tampak duduk di samping Taeyeon dari balik kaca pintu tersebut.

Tatapannya pun berubah sendu.Ia pun melangkah mundur menjauhi ruangan itu.Namun,langkahnya terhenti seketika setelah ia mendegar seseorang memanggilnya yang kini tengah berada di hadapannya.

“Sungyeol – ah,apa Taeyeon di dalam?”tanya Kang Joon gelisah.

Sungyeol hanya bisa membisu seraya menundukkan kepalanya setelah itu ia membungkuk hormat pada Kang Joon dan berjalan melewati Kang Joon yang bingung melihat tingkah Sungyeol.

 

***

“Kalau begitu aku pulang dulu Taeyeon – ah”kata guru Seo seraya tersenyum lembut pada Taeyeon.

“Ne,hati – hati di jalan guru Seo.Terimakasih karena telah menjenguk dan mengajar saya.”

Guru Seo mengangguk “Semoga kau lekas sembuh ,Taeyeon – ah.Kalau begitu aku pulang,ne.Annyeong!”kata guru Seo seraya melambaikan tangannya yang di balas Taeyeon dengan senyumannya.

Namun setelah itu,desahan nafas terdengar dari bibir manis Taeyeon,ia merasa kesepian dan jenuh.Ini sudah hari kedua dimana Taeyeon menjalani rawat inap di rumah sakit.Ia merindukan pria itu,namun sudah dua hari ini pria itu tidak menampakan dirinya.Bahkan ia juga tidak datang menjenguknya.

Pandangannya pun berbinar ketika ia tahu sebuah panggilan masuk pada ponselnya yang berada di atas meja samping kanannya.Ia berharap semoga saja pria itu lah yang menghubunginya,namun pandangannya pun berubah sendu dalam sekejap.

Jemarinya pun mengusap layar ponselnya dan mendekatkan ponsel nya pada telinganya. “Ya ayah,ada apa?”

“Bagaimana kondisimu?Apa kau sudah merasa baikan?”tanya Tuan Kim.

“Hmm..aku sudah merasa baikan,ayah”jawab Taeyeon tersenyum seraya memainkan jemari lentiknya seakan membentuk lingkaran di atas selimutnya.

“Benarkah?Lalu mengapa suaramu terdengar surau sekali?Apa kau yakin kau tidak apa – ap..Ya!Apa kalian ini siput!Tidak bisakah kalian bergerak lebih cepat lagi!”

Taeyeon menjauhkan ponsel dari telinganya sejenak setelah mendengar seruan ayahnya dari sana “Aku tidak apa – apa ayah.Lagipula ada apa dengan Jendral Kim yang kini menghubungiku di saat tengah menjemur prajurit – prajuritnya?”tanya Taeyeon sambil tertawa geli mengingat betapa garangnya Tuan Kim terhadap jika sedang bekerja dengan prajurit – prajurit tentaranya.

“Ayah hanya ingin mengetahui keadaanmu.Jangan lupa makan dan minum obatmu,eoh!”

“Ne!Arasseumnida!Sampai bertemu nanti malam Tuan Kim”seru Taeyeon.

Setelah mengakhiri panggilan tadi,Taeyeon menghela nafas kemudian menatap sendu ponselnya yang berada di genggamannya.Jemarinya pun mengetik nama seseorang di dalam daftar kontak ponselnya dan menghubungkannya pada kontak tersebut.

Jantungnya berdegup kencang ketika panggilan itu tersambung dan seketika matanya membulat setelah tahu seseorang dari sebrang sana menjawab panggilannya.

“Yobboseyo..?Apa kau disana?”

Hanya dehaman yang terdengar di telinga Taeyeon.Dan Taeyeon mengerti, itu artinya ia lah yang saat ini tengah menjawab panggilan gadis Kim ini.

Apa saat ini pria itu marah padanya karena melihatnya bersama Myungsoo?

Taeyeon menggigit ujung bibirnya seakan menghilangkan kegelisahannya mengingat peristiwa kemarin “Apa.. Kau tidak merindukanku?”

Tangannya pun bergerak meremas selimutnya dan dengan tatapan sendunya gadis itu berkata.

“Aku….merindukanmu”

Dan seketika nafas Taeyeon pun tertahan“Aku merindukanmu..Sungyeol – ah” ujar Taeyeon seraya mengerjapkan matanya.

Dan setelah itu ponselnya pun terjatuh dari genggamannya tepat saat panggilan itu terputus oleh seseorang dari sebrang sana.Gadis itu terdiam setelah menyadari apa yang telah dilakukannya.

Tangannya yang mengepal pun bergerak memukul kepalanya seraya merutuki dirinya sendiri.Dia benar – benar malu sekarang hingga membuatnya menenggelamkan kepalanya dengan bantalnya.

Ini pertama kalinya ia berkata merindukan pria itu setelah pengungkapan perasaan pria itu padanya.

 

 

***

“Aku merindukanmu..Sungyeol – ah”

Setelah mendengar perkataan gadis itu,Sungyeol pun mengakhiri panggilan mereka.Perkataan gadis itu terngiang – ngiang di kepalanya hingga membuat jantungnya berdegup kencang.Tanpa pikir panjang,Sungyeol berlari meninggalkan sekolah.

Pria itu semakin mempercepat langkahnya menuju rumah sakit seraya mengingat perkataan gadis itu yang tengah terngiang – ngiang di dalam benaknya.

Ia berlari secepat mungkin menyebrang jalan tanpa memikirkan kendaraan yang sedang berlalu di jalan.

Yang hanya dipikirannya saat ini hanyalah Kim Taeyeon seorang.

 

 

***

 

“Tadi itu apa?!Apa yang baru saja kau lakukan,Kim Taeyeon!Kau benar – benar bodoh Taeyeon – ssi!”rutuk nya seraya memukul keningnya.

Gadis itu merutuki dirinya setelah menyadari apa yang di lakukannya kian membuatnya mempermalukannya sendiri.

 

“Eottokhe?!”

“Kenapa bibir ini bisa mengeluarkan kata – kata seperti itu!?”

“Kau benar – benar bodoh,Taeyeon – ah!”

Namun beberapa saat tatapan sendunya terlihat ketika ia menyadari bahwa sesungguhnya ia benar – benar merindukan pria itu.Dia bahkan tidak bisa berkata lain ketika hati kecilnya mengatakan bahwa ia sangat merindukan pria itu.

 

Bahkan setelah ia berada di rumah sakit gadis ini tak henti – hentinya memikirkan pria itu agar datang menjenguknya.Ia ingin sekali bertemu pria itu.Setelah kemarin melihat teman – temanya serta bibi Jung menjenguknya,ia berharap dan menantikan pria itu datang melihat kondisinya.Namun,pria itu tak kunjung datang.

Taeyeon bahkan tak menyangka jika ia bisa merindukan seseorang hingga seperti ini.

 

SRETT!

 

Taeyeon mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara pintu tergeser.

 

Taeyeon terpaku melihat seorang pria yang kini tengah berada di hadapannya membuatnya jantungnya berdegup kencang namun belum sempat ia menetralkan jantungnya dan akan mengatakan sesuatu ,kedua mata hazelnya pun membulat ketika pria itu menariknya kedalam pelukannya.

Pria itu memejamkan matanya dan menghirup aroma manis gadis ini.Pria itu memeluknya erat upaya menghilangkan rasa rindunya pada gadis ini kemudian ia berkata.

 

“Aku juga merindukanmu,Taeyeon – ah”.

 

Setelah merasakan pelukan pria itu merenggang Taeyeon pun menatap Sungyeol yang saat ini tengah berada di hadapannya.Taeyeon pun mengerjapkan matanya ketika merasakan kedua tangan pria itu mengusap kedua pipinya “Aku..sangat merindukanmu,Taeyeon – ah”.

 

Tak hanya membuat jantungnya berdegup kencang,sekarang pria ini membuat pipinya memerah setelah mendengar perkataan pria ini.

 

Apa yang salah denganku?

 

Mungkinkah aku telah…?

 

 

 

 

 

***

 

SRETT!

 

“Eoh!Sungyeol – ah!”

“Anyyeonghaseyo,Tuan Kim.Maaf saya mengangganggu anda di tengah malam seperti ini”kata Sungyeol seraya membungkuk hormat Tuan Kim.

“Gwenchana,kau tak perlu sungkan dan formal seperti ini padaku.Kau kesini untuk melihat Taeyeon,bukan?”

Sungyeol mengangguk seraya mengusap tengkuknya seraya memberikan serangkaian bunga dan sekup kopi panas pada Tuan Kim“Ne.Dan ini untuk Taeyeon dan paman Kim.Maaf saya hanya bisa membawakan ini untuk kalian dan apa Taeyeon baik – baik saja paman?”

Tuan Kim pun meletakan pemberian Sungyeol pada salah satu meja samping ranjang dan setelah itu beliau melihat putrinya tertidur pulas.

“Dia baik – baik saja,Sungyeol – ah.Dia baru saja tertidur setelah memakan obatnya dan terimakasih untuk kopinya,Sungyeol – ah.Sepertinya aku harus keluar sebentar untuk menghirup udara segar,aku titip putriku Sungyeol – ah!”ujar Tuan Kim tersenyum seraya menepuk bahu Sungyeol.

Setelah Tuan Kim keluar dari ruangan itu,Sungyeol pun berjalan mendekati ranjang Taeyeon kemudian ia mendudukan dirinya di samping Taeyeon.Kedua tangannya pun menggenggam erat salah satu tangan Taeyeon.

“Annyeong,apa kau sudah merasa baikan,Taeyeon – ah?”kata Sungyeol pelan seraya tersenyum lembut menatap Taeyeon yang tengah tertidur.

Sungyeol pun mencium tangan Taeyeon “Maaf aku baru datang melihatmu dengan kondisi kau tertidur seperti ini,tapi aku tidak bisa menahan rasa rinduku padamu.Aku bahkan selalu setengah mati mengkhawatirkan mu jika kau terjatuh sakit.Melihatmu berbaring seperti ini saja membuatku sedih,Taeyeon – ah.”

“Dan maaf aku tidak bisa menjengukmu tepat waktu,karena aku selalu teringat saat kau bersama Myungsoo kemarin.Aku takut jika suatu saat hatimu akan beralih kembali pada Myungsoo.Kau tahu,selama ini aku tidak pernah mengalihkan kedua mataku serta hatiku pada wanita lain selain dirimu.Karena itulah,kumohon lihatlah aku,hanya aku seorang dan izinkan aku menjadi satu – satunya pria yang berada di hatimu”.

 

Setelah itu Sungyeol mendekat pada telinga Taeyeon“Cepatlah sembuh,Taeyeon – ah”bisik Sungyeol

Dan setelah itu tanpa gadis ini sadari Sungyeol mengecup kening gadis ini dengan kasih“Saranghae,Taeyeon – ah.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC.

 

Well,finally 2nd Chap it”s been updated wkwk.Maaf ya lama banget :((.Moga masih pada nunggu ff ini yaa,insyallah aku bakal selesain ff ini karena aku sendiri g suka cerita yang gantung karena aku ga suka menggantungkan orang wkwkw.Jujur ya pas baca comment di chap 1 agak sedih karena viewer dri realesed chap 1 sma intro nya jauh 50:50 dan itu bikin aku pesimis :(.Karena itu aku juga ngupdate chap 2 nya jdi lama.Jadi aku mohon setelah membaca jangan lupa comment + kritik serta masukannya karena itu sangat membantu aku.

Dan untuk chap 3 is still loading + di chap 3 aku akan membuat awal mula Taeyeon,Sungyeol kenal dan awal kenal Taeyeon Myungsoo.Jadi seperti nya di chap selanjutnya bakal banyak SungYeon & TaeSoo moments.Dan mungkin kalo msh ad silent reader untuk jaga” aku mau memprotect chap 3 nya wk.

 

See u in chap 3.

 

No Silent Reader!

 

Be honest,please!

 

Thank you

 

Love,Yong Sub

 

 

Advertisements

33 comments on “[FREELANCE] Only You (Chapter 2)

  1. wahh sungyeol udah bener bener cinta mati sama taeyeon hahaha taeyeon juga mulai ada rasa ke sungyeol, yaudah jadian aja kali hahaha tapi gimana sama myungsoo? apakah taeyeon bakal milih myungsoo lagi kalo tau myungsoo juga cinta sama taeyeon. ahh membingungkan. next chap ditunggu 🙂

  2. Uuhhhhh,sweeettt bgt sih sungyeol. Dia tulus banget sma taeyeon.
    Taeyeon ayodong moveon dri myungsoo,kasian tu sungyeol,huhuhu.
    Semoga taeng sma sungyeol selalu sweett yaa.
    Next chp ditunggu^

    • Ahaha ya gpp ,search aja dj google wk,dia ini salah satu fanboy nha taeyeon ,aku ngambil dia krn mikirnya di sini banyak cast exo apa lg udh mulai muncul gd,jadi aku ngambil cast yang berbeda btw thanks for reading & keep waiting for next chap ^^,thank u.

  3. Alamakkkk TBC nya ganggu 😱😱😱😱

    Why so Sweet Sungyeol-ah?
    how lucky you are Taeyeon-ah ^^

    lupakan Myungso dan fokus sma Sungyeol ^^

  4. bagus thor tpi klau ceritain kejadian yg lalu mending kasih tulisan flashback biar yg baca gak bingung
    next chap ditunggu fighting

  5. Taeyeon punya penyakit apa,sorry sya uda agak lupa ma chap pertama thir,tapi senang thor bisa lanjutin nih cerita,jad cinta segitiga ya,hehehehe taeyeon langsung to the point kangen ma sungyeol,ayo dong yeol liat cwe yg u suka dipeluk mantan rebut dong?jad cwo yg afgresif biar taeyeon ga direbut cwo lain

  6. Taeyeon punya penyakit apa,sorry sya uda agak lupa ma chap pertama thir,tapi senang thor bisa lanjutin nih cerita,jad cinta segitiga ya,hehehehe taeyeon langsung to the point kangen ma sungyeol,ayo dong yeol liat cwe yg u suka dipeluk mantan rebut dong?jad cwo yg afgresif biar taeyeon ga direbut cwo lain,thor sya lebih suka kalau yeol jad cwo afgresif,biar seru gtu,ga cocok dijadiin pria lembut yg pasrah cwe yg disukai dipeluk mantan,ehehhehe

  7. omo taeyeon sakiiit 😮 sungyeol kasian bgt aaaaaaaaaaaaaaaaaaah 😦 nyesek dah jdi dia mah 😀 hrs brjuang untuk mndaptkan kekasih :p walaupun itu hrs merasakan sakit yg amat sngat 😉 😀

  8. Daebak thor!! ^^
    Sweetnya!:3
    Bnyakin momentnya sungyeol sama taeyeon aja/?:g
    Dtnggu chap slanjutnya!! Fighting!! ^^

  9. ya ampun !
    akhit.a keluar jg chap 2nya ,,
    sweet bnget sih sungyeol ama taeng ,hehehe!!
    hm ,ya udh si tnggu ya next chap.a ,truss next.a di pnjangin am sweet.a couple taeyeol ya author !!
    jgn klmaan ya !!
    smngat ,truss.
    Fighting ..

  10. Sungyeol myung soo,dua2nya cocok buat taeyeon,tapi baut yg lepasin taeyeon dulu dialah yg rugi,yeol jad pria afgresif dong rebutin taeyeon,ntr keburu diambil myunsoo kembali baru tahu,thor kayaknya yeol karakyernya afgresif lebih coco deh ehhehe menurut sya

  11. Jd pnasaran myungsoo adl cinta pertama taetae, myungsoo nya kyaknya jg sayang bgt ama taetae tp kok knpa kyaknya mereka skrg jd awkward gtu….
    Pnasaran sm masa lalu mereka..

  12. Daebak thor ff nya..
    Wah sungyeol oppa benar-benar cinta sama tae eonni, myungsoo oppa juga sudah suka sama tae eonni tapi sayang myungsoo oppa terlambat menyadari perasaannya, tae eonni juga sekarang sudah mulai menyukai sungyeol oppa tapi perasaan tae eonni sama myungsoo oppa masih ada kelihatannya..
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s