[FREELANCE] You Don’t Know Love (Chapter 5)

You Don't Know Love Chap 5

You Don’t Know Love (Chapter 5)

Author : Kkaepsong girl

Length : Chapterd

Rating : Pg -17

Genre : Romance, sad, family

Main cast : – Kim taeyeon, Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Other cast : Park Family, Kim Family, Kim Taehyung, Jessica Jung

Desclamer : Cerita ini hanyalah karangan author yang terinspirasi dari lagunya K.Will dengan judul yang sama,tapi ada beberapa bagian yang di rombak menjadi ‘mungkin’ hal yang baru.

Author’s Note : Bagi yang sudah baca di harapkan kritik dan saran ya?tapi kritiknya jangan pedes pedes (?)^-^ dan WARNING typo’s berterbangan.…Dan Makasih buat authornim yang udah mau ngepost ff ini again and again.Oh ya maaf atas segala kesalahan di dalam FF abstrak yang akan kalian baca di bawah ini..

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4

 

**Happy Reading**

 

 

Dari sudut ruangan kini tampaklah seorang yeoja yang baru saja selesai mengganti pakaiannya. Baru satu langkah ia keluar dari pintu penghalang, tibalah saatnya ia Melihat sang namjachingu atau yang lebih tepatnya calon suaminya memeluk seorang yeoja lain di hadapan matanya sendiri. Perasaannya seketika berubah buruk dan tampak jelas kini kedua manik matanya yang berwarna merah menahan guyuran hujan yang mungkin akan segera turun. Sesegera mungkin, Yeoja itu Kim Taeyeon melangkahkan kakinya meninggalkan lokasi kejadian perkara menuju tempat yang lebih sepih sekedar untuk menenangkan fikirannya.

“Taeyeon-ah,” Sapa seorang dari belakang Taeyeon.

“Oh Baekhyun-ah ada apa?” Tanya Taeyeon menolehkan kepalanya kebelakang. “Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu, Kau yang ada apa? Bukannya pemotretan sebentar lagi akan dilakukan? Kenapa kau malah menghilang kemari?” Tanya Baekhyun panjang lebar.

“Aku hanya sedang menikmati udara segar disini sebentar. Oh, bukankah kau juga modelnya? Kenapa kau juga ikut kesini?” Tanya Taeyeon balik.

“Bagaimana aku bisa memulai pemotretan kalau pasanganku ada disini hah? Ada – ada saja” Sidir Baekhyun langsung. “Benarkah? Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kesana” Ajak Taeyeon beranjak dari duduknya. Baekhyun tersenyum lantas mengikuti langkah kaki Taeyeon yang mulai menjauh.

 

“Darimana kau Kim Taeyeon?” Tanya Yuri setelah melihat keberadaan Taeyeon yang kini berada di hadapannya.

“Aku baru saja mencari udara segar sebentar saja Unnie” Jawab Taeyeon dengan senyumnya yang agak terpaksa. “Ada sesuatu yang terjadi?” Tanya Yuri curiga, pasalnya selama ini jika Yuri bertanya dengan sedikit nada tegas, Taeyeon akan merajuk dan mengeluarkan aegyo andalannya, tapi sekarang Taeyeon hanya menjawab seadanya dan nada suara yang sedikit terasa ….sedih.

“Tidak ada, Sekarang dimana aku harus memulai?” Tanya Taeyeon mencoba tersenyum kembali. “Sebelumnya kau harus berkenalan dulu dengan salah satu partner kerjamu” Jawab Yuri memberikan pengarahan. Taeyeon memandang Yuri bingung, mengetahui kebingungan yang dialami Taeyeon Yuri tersenyum dan mengarahkan dagunya pada sesosok gadis berambut panjang yang kini tengah berjalan beriringan bersama Chanyeol menuju kearahnya.

“Dia partnermu” Ujar Yuri tersenyum, “Aku bisa tak konsen bekerja kalau begini” Gumam Taeyeon pelan, “Nhe?” Tanya Yuri setelah seolah mendengarkan bisikan angin membawa sewujud suara.

“Ah, eopseoyo eonni” Jawab Taeyeon tersenyum canggung sembari menggelengkan kepala dan kedua tangan melambai.

“Annyeonghaseo” Sapa sesosok gadis cantik bernama lengkap Jessica Jung membungkukkan badannya hormat di hadapan Taeyeon dan Yuri. “Oh, Annyeonghaseo” Balas Taeyeon agak terkejut dan balas membungkukkan badannya.

“Jessica Jung Inmidha” Ujar sesosok wanita tadi mengulurkan tangannya. “Kim Taeyeon” Jawab Taeyeon singkat membalas uluran tangan Jessica.

“Aku Byun Baekhyun” Sahut sebuah suara dari belakang menyelinap di antara kepala Taeyeon dan juga Yuri. “Aissh, Byun Baekhyun” Pekik Taeyeon kaget sementara Yuri hanya menghembuskan nafasnya pelan tanda sudah terbiasa. Tanpa melupakan sesosok namja lain yang tengah memperhatikan Baekhyun dengan sinis, dialah Park Chanyeol sesosok namja yang tadi sempat terlupakan keberadaannya.

“Jadi kalian sudah berkenalan. Yeoja ini juga partner kita Taeyeon-ah” Ujar Baekhyun menunjuk Jessica dengan kedua tangannya melipat di dada bidang miliknya.

“Iya, baru saja aku berkenalan dengan Taeyeon-ssi Baekhyun-ah” Sahut Jessica dengan senyum manisnya. “Bagaimana denganmu Chanyeol-ah, kau sudah mengenal Jessica bukan?” Tanya Baekhyun menatap sesosok namja yang sejak tadi tengah memandang sinis pada Baekhyun.

“Aku sudah mengenal Jessica sejak kecil, dia dahulu sudah menjadi temanku” Jawab Chanyeol. Jessica tersenyum dan segera menggaet lengan Chanyeol yang tengah menganggur.

“Benar, aku dan Chanyeol oppa adalah sahabat di masa kecil kami” Jawab Jessica dengan senyum cerianya, sementara itu Taeyeon tengah memandang kekasihnya dan juga Jessica dengan pandangan yang sulit diartikan. Chanyeol memandang tangan Jessica yang menggaet lengannya dengan keget setelahnya, ia memandang Taeyeon yang tengah memandangnya tak suka.

“Jangan seperti ini Jessica” Ujar Chanyeol dengan segera melepaskan tangan Jessica. “Oppa~” Rengek Jessica setelah tangannya berhasil lepas dari lengan Chanyeol.

“Sudahlah, segera ambil posisi masing – masing, Baekhyun Taeyeon kalian terlebih dahulu” Ujar Yuri membubarkan pertikaian tak langsung itu.

“Kajja Taeyeon-ah” Ujar Baekhyun dan segera menggenggam lengan dan menarik Taeyeon menuju tempat yang sudah di persiapkan sebelumnya. Sementara itu Chanyeol memandang tak suka pada dua orang yang kini berjalan tepat di hadapannya, Disampingnya berjalan pula sosok yeoja di masa lalunya yang kini kembali di hidupnya yang bahagia.

“Oppa kau tahu, Aku sangat senang saat mengetahui kalau yang akan memotretku adalah oppa. Aku tak menyangka bisa bertemu lagi dengan oppa setelah sekian lama kita berpisah” Ujar Jessica santai. Kedua tangannya tengah bergelayut manja pada lengan kanan Chanyeol.

“Jangan seperti ini Sica. Kau tahukan kalau aku sudah memiliki calon pendamping hidup?” Jawab Chanyeol dengan berusaha menyingkirkan tangan Jessica yang bergelayut padanya secara perlahan.

“Biarkan seperti ini oppa.” Jawab Jessica dengan riangnya tanpa perduli apa yang dikatakan oleh namja yang kini memandangnya tajam.

~~~

“Terimakasih untuk hari ini”

“Kalian sudah bekerja keras”

Sahutan – sahutan itu menutup aktifitas mereka pada hari ini. Para staf dan kru pada season pemotretan kali ini segera merapikan segala peralatan yang semapat mereka gunakan tadi. Tampak pula beberapa kru pagian editor tengah menata dan memperbaiki hasil foto yang telah di ambil sebelumnya.

“Chanyeol oppa” Sapa Taeyeon dari arah belakang Chanyeol. “Oh, Chagi ada apa?” Tanya Chanyeol sedikit memutarkan kepalanya menghadap sang kekasih, menghentiknan aktifitasnya yang semula tampak sibuk melihat lihat isi kamera miliknya.

“Apakah Lusa oppa ada waktu luang?” Tanya Taeyeon setelah berhasil mendudukan dirinya tepat di samping Chanyeol. “Lusa? Tentu saja. Apakah ada sesuatu yang penting?” Tanya Chanyeol dengan senyumnya yang terukir indah.

“Pada Lusa malam nanti datanglah ketempat biasa kita bertemu oppa. Aku ingin menghabiskan waktu berdua” Jawab Taeyeon sedikit bermanja pada Chanyeol. “Arraso. Lusa malam nanti oppa jemput tepat jam 7 malam bagaimana?” Tawar Chanyeol.

“Tak usah oppa. Pada Jam itu, lebih baik oppa langsung saja ketempat yang telah kita janjikan. Aku akan menunggu oppa disana sampai oppa datang” Jawab Taeyeon dengan kedua bibirnya yang tertarik mengukir sebuah senyum.

“Aigoo, calon nyonya Park ini ternyata cukup manja juga ya? Baiklah – baiklah, oppa akan datang tepat pukul 7 malam” Jawab Chanyeol dengan sedikit mengusap pucuk kepala Taeyeon dengan penuh kasih sayang.

“Chaa, Bagaimana kalau sekarang Oppa antar kau pulang Chagi? Ini sudah cukup sore sepertinya” Tawar Chanyeol memandang dalam kearah wajah Taeyeon dengan jarak yang cukup dekat.

“Bai………”

“Chanyeol Oppa” Potong sebuah suara dari arah belakang mereka. Baik Chanyeol maupun Taeyeon sedikit menjauhkan wajah mereka dan segera menoleh kearah belakang sekedar untuk mengetahui siapa yang sudah dengan lancang mengganggu kebersamaan mereka.

“Jessica, Ada apa?” Tanya balik Chanyeol. Chanyeol dan Taeyeon bangkit dari posisi mereka yang semula duduk dengan nyaman menjadi berdiri.

“Oppa, tolong antarkan aku pulang ya? Aku tak membawa mobil hari ini dan managerku juga sudah pulangg terlebih dahulu karena ada urusan mendadak. Jeball oppa.. Ya..?…Ya?…Ya?” Bujuk Jessica dengan menarik narik lengan Chanyeol.

“Mengertilah Sica, aku sudah……”

“Baiklah aku tunggu di mobil oppa” Ujar Jessica langsung tanpa menunggu kelanjutan ucapan Chanyeol. Setelahnya ia segera beranjak meninggalkan Taeyeon dan Chanyeol yang tengah menatap heran kearah Jessica.

“Bagaimana menurutmu Chagi?” Tanya Chanyeol memandang dalam kearah manik mata Taeyeon yang syarat akan kecemburuan. Tanpa terduga, senyum terukir di bibir Taeyeon tanpa ada paksaan. Chanyeol memandang Taeyeon dengan tatapan sendu.

“Antarlah dulu Oppa. Biar nanti aku pulang bersama Yuri Eonnie. Lagipula dia adalah sahabatmu bukan? Antarlah oppa” Ujar Taeyeon tetap pada senyumnya.

“Tapi chagi, Aku……”

“Ssssssttttttt. Aku tak apa oppa” Potong Taeyeon meletakkan jari telunjuknya di permukaan bibir Chanyeol.

“Arraso. Aku pergi dulu chagi. Jika ada apa – apa hubungi aku.” Pasrah Chanyeol akhirnya. Taeyeon hanya mengangguk sebagai jawaban. Chanyeol mendekatkan wajahnya kearah Taeyeon dan sedikit mengecup kening Taeyeon dalam.

“Annyeong” Chanyeol beranjak sembari melambaikan tangannya meninggalkan Taeyeon. Taeyeon balas melambai sembari tersenyum lebar, namun senyum lebarnya itu semakin lama semakin meluntur seiring hilangnya bayangan Chanyeol dari pelupuk matanya. Kini hanya senyum mirislah yang tampak dari wajah Taeyeon saat ini menggambarkan bagaimana sakitnya perasaan yang sejak tadi ia tahan.

Mengarah ke pojok kanan tak jauh dari tempat Taeyeon berada. Tampak sesosok namja yang sedari tadi memperhatikannya walaupun jika dipandang secara sekilas tampak ia tengah mengobrol dengan salah seorang kru.

“Kau dengar Baekhyun-ah” Ujar tegas dari salah satu lawan bicara Taeyeon. “Oh, Ne Hyung” Jawab Baekhyun agak tersenyum kikuk. Baekhyun kembali mengalihkan pandangannya pada sosok yeoja yang sedari tadi menyita perhatiannya.

‘Kau tau Taeyeon-ah, Lebih sakit melihatmu yang seperti ini dari pada melihatmu bahagia bersama orang lain’ Gumam Baekhyun.

***

 

“Yuri unnie” Panggil Taeyeon pada sosok yeoja yang tengah membereskan tas miliknya. “Oh Taeng-ah, ada apa?” Tanya Yuri membalikkan tubuhnya menghadap Taeyeon.

“Bolehkan aku menumpang mobil unnie, aku tak bawa mobil unnie” Pinta Taeyeon dengan wajah memelas memandang kearah Yuri.

“Kemana Park Chanyeol?” Tanya Yuri seketika. “Oh….Emmm…Eh…Itu….Ah…Tadi Chanyeol oppa di telfon oleh eomma untuk mengantarnya kesuatu tempat. Jadi aku tak bisa ikut dengannya.He…he..” Jawab Taeyeon dengan lambat mencari alasan.

“Huhhh….Inilah dirimu Kim Taeyeon. Kau yeoja yang tak bisa bohong” Gumam Yuri sembari menghembuskan nafasnya pelan. “Ne?” Tanya Taeyeon memastikan.

“Tak ada. Tapi, maaf Taeng-ah aku tak bisa membawamu. Soalnya aku harus pergi ke rumah sakit untuk menjemput ibuku. Mianhae ne?” Tanya Yuri penuh sesal. “Begitukah?, Tak apa unnie. Sebaiknya sekarang unnie pergi sekarang sebelum ajumma terlalu lama menunggu. Nanti biar aku memanggil taxi saja atau naik bus.” Jawab Taeyeon dengan senyum tulusnya yang mengembang sempurna.

“Benar tak apa? Mianhae Taengo, lain kali aku akan mentraktirmu sebagai permintaan maafku ok? Cha aku brangkat dulu. Annyeong~~” Ujar Yuri melambaikan tangan kanannya yang dibalas pula oleh Taeyeon.

“Huftt… Sepertinya aku memang harus naik bus” Gumam Taeyeon. “Taeyeon-ah” Sapa sebuah suara dari arah belakang Taeyeon dengan sedikit menepuk pundak Taeyeon. Merasa pundaknya tersentuh, Taeyeon membalikkan tubuhnya sekedar memastikan.

“Baekhyun oppa” Sahut Taeyeon ceria. “Ingin tumpangan?” Tawar Baekhyun lagi menunjukkan senyum manisnya. “Bolehkah?” Tanya Taeyeon memastikan. “Tentu.! Kajja” Akhirnya Baekhyun menggaet lengan kanan Taeyeon dan membawanya berlari menuju parkiran dimana mobilnya kini berada.

 

******

 

Brukkk..

 

Taeyeon menghembaskan tubuhnya yang terasa lelah ke sebuah kasur berukurang big size berwarna biru putih itu. Matanya tertutup sekedar merasakan betapa lelah tubuh dan hatinya saat ini.

“Hufftt…Hari ini sungguh melelahkan” Gumam Taeyeon membuka kedua kelopak matanya. Tangan kanannya terangkat seolah menghalangi pandangan matanya untuk melihat langit – langit kamar pribadi yang telah ia tinggali beberapa tahun ini. Matanya kembali terarah pada cincin yang melingkar di jari manisnya.

“Apakah pilihanku ini benar. Benarkah dia jodohku?. Haishhh….Menyebalkan” Maki Taeyeon sembari mengacak rambutnya sendiri. “Apa yang harus aku lakukan hari ini?. Aku sudah seperti orang gila kalau begini.” Gumam Taeyeon lagi. Matanya terpejam sejenak memikirkan sesuatu.

“Ahhh… Benar, sebaiknya aku belanja sekarang” Gumam Taeyeon dengan membuka matanya seketika. Tubuhnya beranjak bangkit dari pembaringan. Digaetnya sebuah tas tagan berwarna putih yang tadinya tergeletak tak berdaya. Dirasa siap dengan penampilannya, Taeyeon lekas beranjak menuju pintu keluar apartementnya.

 

Sementara itu di waktu dan tempat yang berbeda, tampak sepasang yeoja dan namja yang baru saja keluar dari mobil yang di tumpanginya. Sang yeoja keluar dengan senyum cerah yang menawan dengan suasana hati bahagia.

“Gomawoyo oppa” Ujar sang yeoja setelah berhadapan dengan namja yang mengantarnya. “Tak masalah. kalau begitu aku pulang dulu Jessica.” Jawab sang namja dengan segera berjalan kembali kearah kemudi.

“Chanyeol oppa” Panggil Jessica lagi sebelum Chanyeol sempat membuka pintu mobilnya. “Ne?” Tubuhnya kembali berbalik menghadap kearah sahabat masa kecilnya itu. Jessica tersenyum dan berjalan mendekat kearah Chanyeol. Namun tiba – tiba

Chu~

Bibir mereka saling bertemu. Jessica sedikit menjinjitkan tubuhnya agar mencapai tinggi badan Chanyeol sekedar menyamainya. Kedua tangannya mengalung indah di leher Chanyeol, matanya menutup sekedar menikmati ciuman itu.

Diwaktu yang sama dan waktu yang sama, tepatnya di sebrang jalan tepat di sisi lain tempat dimana Chanyeol dan Jessica yang tengah berciuman. Sesosok yeoja yang tengah menunggu lampu merah berubah menjadi warna hijau kembali tengah menatap kedua insan yang tengah berciuman itu dengan setitik air mata di susut matanya.

Isak tangis yang tertahan akibat tangan kanannya yang membekap mulutnya sendiri sempat melesat dengan sendirinya. Dengan perlahan mata indah dan jernihnya itu berubah menjadi merah padangannya masih mengasrah pada satu obyek yang sama. Tubuhnya sedikit berguncang menahan jeritannya sendiri. Tangan kirinya beralih meremas baju di sisi kiri tepat di dadanya, melampiaskan perasaannya yang serasa hancur ini. Hingga akhirnya isak tangis pilu itu keluar dengan sendirinya.

Hiks….Hiks…Hiks…

Ya Dialah Kim Taeyeon, sosok gadis yang kini berstatus bukan sekedar menjadi kekasih dari Park Chanyeol tapi, ialah gadis yang akan menyandang status sebagai nyonya Park. Bertepatan dengan lampu lalulintas yang kembali berwarnya hijau, Taeyeon segera menaikkan kaca mobilnya dan menginjak pedal gas untuk meninggalkan tempat kejadian.

 

Kembali ke dua pasang yeoja dan namja yang tengah berciuman tadi. Chanyeol yang sempat terbelalak kaget kini kembali ke kondisi sadarnya. Segera ia dorong tubuh Jessica menjauhi tubuh tingginya. Tatapannya berubah tajam menatap Jessica.

“Michoseo!!” Bentaknya spontan. Jessica masih menatap Chanyeol dengan senyum kecilnya. “Saranghae oppa” Jawab Jessica dengan menatap dalam mata Chanyeol. “Kau sudah gila? Kau tahukan aku dan Taeyeon sudah bertunangan. Harus berapa kali aku memberi tahumu Sica?” Hardik Chanyeol lagi mengutarakan kekesalannya.

“Tapi aku menyukaimu oppa. Bukankah oppa juga dulu menyukaiku.?” Bela Jessica terhadap dirnya. “Ternyata kau benar – benar sudah Gila Sica” Ujar Chanyeol lagi memandang tak percaya pada sahabat masa kecilnya ini.

“Ne, Aku memang sudah gila oppa.” Pekik Jessica lagi, dan ia segera melangkahkan kakinya memasuki apartementnya. Sementara Chanyeol masih memandang tak percaya kearah yeoja yang tak terlihat lagi dari manik matanya itu.

“Haissshhhh!!!!” Maki Chanyeol dengan kaki kanannya seolah menendang udara hampa. Segera ia memasuki mobilnya dan melesat pergi kembali ke kediamannya.

“Aku akan mendapatkanmu kembali oppa. Bagaimanapun caranya” Gumam Jessica sebelum akhirnya ia benar – benar menghilang dari jarak pandang.

 

Sementara itu, kita jangan melupakan sesosok yeoja dengan air hujan di sekitar matanya. Kini ia tengah mengendarai mobilnya asal – asalan seolah tak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain. Fikirannya kacau perasaannya hancur dania merasa seperti yeoja paling bodoh sekarang ini. ‘Apakah benar Park Chanyeol bukan jodohnya?.’ Seketika pertanyaan itu terus menerus terulang dalam benaknya. Walaupun kenyataannya, hati dan fikirannya tak bisa berjalan searah.

Kini tibalah Kim Taeyeon di sebuah taman terletak di pinggiran kota Seoul, Dia masih bisa bersyukur karena bisa tiba di tempat ini dengan selamat tanpa luka sedikitpun, Namun tak terlupakan jua sebuah kenyataan yang kini Hatinyalah yang tengah sakit. Air matanya yang sempat menggenang kini telah kering seolah terkuras habis. Darah segar seolah menetes dari hatinya yang terkoyak berantakan akibat berhubungan dengan senjata tajam.Kedua kakinya berjalan dengan perlahan sedangkan matanya menatap kosong kedepan. Kini, kondisi Taeyeon seolah menjadi seonggang raga tak bernyawa.

Tibalah ia pada sebuah kursi kayu tepat di bawah pohon yang cukup rindang. Saatnya Matahari kembali ke peradaban menandakan tugasnya telah usai menerangi sesosok yeoja bernama lengkap Kim Taeyeon ini. Matanya masih tetap setia menatap kedua kakinya yang berayun indah itu seolah tak memiliki semangat lagi.

Kring~ Kring~ Kring~

Dering ponsel dari dalam tas Taeyeon menandakan adanya panggilan masuk. Taeyeon lekas tersadar dari keberdayaanya. Dengan malas, diraihnya tas kecil yang tergeletak tak berdaya di sampingnya dan segera mengeluarkan benda persegi berwarna putih dengan gambar buah apel tak utuh di belakangnya.

Baekhyun Oppa

Itulah nama yang tertera di layar ponselnya saat ini. Di tekannya tombol hijau di sisi kiri layar dan segera menarik ponsel itu ke telinga kananya.

“Yeoboseo~” Sapa Taeyeon mendahului.

“Ah, Taeyeon-ah. Neon Eodia?” Tanya Baekhyun langsung setelah mengetahui ponselnya telah terhubung dengan ponsel sesosok yeoja.

“Aku di taman oppa. Wae?” Tanya Taeyeon.

“Yak! Ada apa dengan nada bicaramu itu? Apakah telah terjadi sesuatu? Malhaebwa Taeyeon-ah” Tanya Baekhyun berurutan. Sangat ketara adanya nada cemas di balik nada suaranya itu.

“Aku baik – baik saja oppa, Tak perlu khawatir.” Jawab Taeyeon lagi.

“Dimana kau sekarang. Aku akan kesana sekarang?” Tanya Baekhyun lagi dengan nada menuntut.

“Aku sungguh tak apa – apa oppa” Bantah Taeyeon lagi.

“Aku sudah tak menanyakan keadaanmu Taeyeon-ah. Sekarang yang kutanyakan adalah Diamana dirimu sekarang. Aku akan memastikan dengan mata kepalaku sendiri kalau kau tak apa – apa.” Jelas Baekhyun lagi mulai tak sabar.

“Tak Usah Kh….”

“Tak ada bantahan Kim Taeyeon” Tutup Baekhyun mengakhiri perdebatan yang berujung pada kekalahan Taeyeon.

 

Tak butuh waktu lama untuk Baekhyun untuk berdiri di hadapan Taeyeon saat ini. Baekhyun dengan tingkat kecemasan yang tinggi lah yang menyebabkan ia dengan cepat sampai di lokasi Taeyeon berada. Kini dengan tegap dan nafas yang sedikit terengah akibat berlari Baekhyun telah berada di hadapan Taeyeon.

“Seperti ini yang kau katakana tak apa – apa Kim Taeyeon?” Sindir Baekhyun setelah dengan kedua mata kepalanya sendiri, ia melihat betapa berantakannya Taeyeon sekarang. Taeyeon mendongakkan kepalanya menatap Baekhyun yang tengah terengah di hadapannya saat ini. Baekhyun melangkah duduk di samping Taeyeon. Hening seketika,

“Mau bercerita.?” Tanya Baekhyun mengalihkan pandangannya kedepan. “Ne?” Tanya Taeyeon memastikan, pandangannya seketika beralih ke sosok namja tampan di sampingnya.

“Aku sudah sering bilang bukan? Jika ada masalah ceritalah, jangan hanya di pendam sendiri” Nasehat Baekhyun balas menatap Taeyeon dalam. Taeyeon bungkam tak berkutik hingga selang beberapa menit kemudian setitik air jatuh dari sudut matanya diikuti oleh pasukan air mata lainnya. Mulanya, Baekhyun sedikit tekejut akan keadaan yang bisa di bilang tiba – tiba. Namun dengan segera direngkuhnya tubuh Taeyeon kedalam pelukannya yang hangat. Tak masalah jika nantinya jaket hitam yang ia pakai akan basah terkena serangan air mata milik gadis yang dicintainya diam – diam ini.

“Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang” Gumam Baekhyun sembari menepuk kecil punggung Taeyeon dan mengelus rambutnya dengan sayang, sekedar untuk menenangkan.

Hiks~ Hiks ~ Hiks

Dirasakannya bahu Taeyeon yang sedikit terguncang akibat isak tangisnya. Suara – suara pilu yang menyayat hati Baekhyun mulai terdengar lirih. Raut wajah Baekhyunpun kini berubah bak orang yang tengah terluka.

‘Aku lebih suka melihatmu bahagia bersamanya dari pada melihatmu seperti ini Taeyeon-ah’ Ujar Baekhyun dalam hati.

Beberapa menit berlalu dengan mereka yang masih berpelukan hingga akhirnya Taeyeon melepaskannya. Baekhyun menatap Taeyeon dengan wajah bertanya – Tanya.

“Gomawoyo Oppa” Ujar Taeyeon setelah pelukan itu terlepas. “Emmmm, Tak masalah. Kau bisa datang kapan saja jika kau merasa membutuhkan sandaran Taeyeon-ah” Balas Baekhyun dengan senyum yang terukir manis di bibirnya.

“Jadi?” Tanya Baekhyun lagi menuntut penjelasan “Apakah kau mau menceritakan masalahmu? Dan membagi sedikit bebanmu denganku Taeyeon ah?” Lanjutnya lagi. Taeyeon menunjukkan senyum kecilnya dan memulai kisahnya hari ini.

 

Flashback On

 

Kulangkahkan kakiku menuju ke basement tempat mobilku berada. Segera ku injak gas melesat menuju pertokoan sekedar mencari barang – barang yang kubutuhkan untuk besok. Beberapa menit tepatnya, kuhabiskan waktuku menyusuri jalan di kota Seoul ini. Kuparkirkan dengan segera mobilku ini. Waktu penyamaran dimulai, Kukenakan Masker dan Topi untuk menutupi wajahku dari kaum layak penggemar. Dengan penuh semangat dan senyum walaupun tak akan ada orang yang melihat senyumku ini, kulangkahkan kakiku memasuki toko pernak pernik.

Dengan langkah yang terasa ringan, kutelusuri setiap sudut toko ini hingga sekarang hanya bosan yang kurasakan karena tak menemukan kado yang cocok untuk Chanyeol oppa.

“Haissshhhh…… Namja itu menyukai apa sih?” Gumamku kesal. Dengan berat hati, sesegera mungkin aku keluar dari toko ini. Kembali aku memasuki mobil dan membuka penyamaran yang kukenakan. Kembali kutancap gas keluar dari area pertokoan ini. Agak jauh dari toko yang kumasuki tadi.

Kini Tibalah keinginanku untuk membeli sebuah jam tangan sebagai kado di hari ulang tahun Chanyeol oppa. Tanpa menggunakan penyamaran yang menyiksaku tadi, segera kumasuki toko jam tangan yang cukup terkenal di kota seoul ini.

“Annyeonghaseo, Ada yang bisa saya bantu?” Tanya salah seorang karyawan dari toko ini dengan menunjukkan senyum ramahnya padaku dan sedikit membungkuk tanda hormat.

“Ah, Ne. Bolehkah saya tahu, jam tangan yang cocok untuk seorang namja?” Tanyaku setelah balas membungkuk pada karyawan tadi.

“Emm, baiklah saya akan mencarikan beberapa rekomendasinya untuk noona. Silahkan noona melihat lihat dulu yang lainnya.

“Baiklah Khamsamidha” Ujarku dengan senyum cerah. Pelayan tadi balas tersenyum padaku dan segera berlalu mencari barang yang kumaksud.

Mataku kembali berkeliling melihat – lihat beberapa jam tangan bermerek yang tersusun rapih di hadapanku kini. Hingga kini kudapati mataku berhenti pada sebuah jam tangan bermerek Rolex.

“Jhusongeo, Saya ambil yang ini” Ujarku pada salah seorang pelayan di toko ini.

Selesai dengan urusan pembayaran, segera kulangkahkan kakiku menuju mobil yang telah kubeli dengan uang hasil kerja kerasku selama ini. Senyum tak luntur dari bibirku, kuangkat tangan kananku menunjukkan sebuah bungkusan yang telah berpita rapih di sana.

“Semoga oppa suka”

Kini, mobilku telah melesat membelah hiruk pikuk padatnya kota seoul ini. Dari bibirku, suara – suara alunan melodi keluar dengan diiringi instrument lagu bahagia dari lagu yang kuputar. Mataku kembali melirik kea rah sebuah kotak yang sempat ku ceritakan tadi hingga kusadari kini warna lampu di rambu lalu lintas menyala mewah di perempatan jalan. Kucek jam tangan yang berada di lengan kiriku, masih sempat menyiapkan apa yang kubutuhkan. Sebelum lampu lalu lintas kembali menyala hijau, segera ku keluarkan sebuah benda persegi panjang berwarna putih bergambar buag apple di belakangnya.

“Jungkook-ah, tolong siapakan apa yang sudah kupesan tadi ya? Ditempat biasanya……Khamsamidha Jungkook ah….Emm, annyeong” Segera kututup panggilan yang tadi kubuat.

Kualihakan pandanganku pada sepasang kekasih yang tengah berjalan bergandengan tangan menyebrangi jalan tepat di hadapanku saat ini, hingga sepasang kekasih itu tiba di halaman sebuah apartement mewah di sisi kiri tempatku sekarang. Tibalah tatapanku pada sepasang yeoja dan namja yang kupastikan aku sangat mengenal keduanya walaupun aku tak terlalu mengenal sang yeoja. Tanpa kusadari setetes air jatuh dari pelupuk mataku diikuti tetes tetes lainnya.

“Oppa masihkah kau mencintaiku?”

Banyaknya suara klakson mobil dari arah belakang mobilku menyadarkan diriku yang semula tak menyadari lampu lalulintas yang kembali berwarna hijau. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera ku injak gas meninggalkan tempat kejadian perkara.

 

Flashback off

“Sudahlah Taeyeon-ah, Aku yakin Chanyeol pasti memiliki alasan atas perbuatannya yang kau lihat tadi. Jangan langsung menyimpulkan yang tidak – tidak, Saat bertemu dengan Chanyeol nanti kau bisa meminta penjelasan padanya.” Nasehat Baekhyun bijak.

“Khamsamidha oppa atas semuanya.” Ujar Taeyeon tulus walau masih dengan mata merahny. “Makannya, lain kali jika memiliki masalah lebih baik kau bercerita jangan hanya kau pendam sendiri. Arraso?” Titah Baekhyun.

“Arraso” Sahut Taeyeon mengangguk pasti. Sedikit senyuman terukir di balik bibirnya. ”Cha~, sebaiknya sekarang kau pulang dan menyiapkan hari esokmu. Ini sudah cukup malam untuk seorang gadis berkeliaran sendiri.” Titah Baekhyun lagi.

 

 

 

Tbc

 

Annyeonghaseo ………. Dah lama ya aku gak update, habis lagi sibuk udah kelas 3 sma soalnya..he..he

Gimana nih? Masih ada yang rindu ff ini gak? “Ngarepp”..

Harap comment ya… FF yang semakin abstrud ini..

 

 

 

Advertisements

23 comments on “[FREELANCE] You Don’t Know Love (Chapter 5)

  1. Akhirnya stlh sekian abad menunggu ff ini update jg….
    Salah paham itu selalu aja gangguin hubungan orang ya, klo aq ktmu sm si salah paham itu duhhh psti udh q bejek2 deh, hahhhh

  2. Duh g suka banget sma cast tetangga sebelah itu yg udh leave -_-
    Ceritany suka bnagett apalagi klo dia di ganti aj thor wkwk
    Next

  3. kurang panjaaaang 😀 jesica perusak niiih :p nyeseeeeeeeeeeeeeeeek 😦 sakiiit 😀 next thor 😉 jgn lama2 update’a neee :p

  4. Wah thor berat bacanya bagus banget sih ceritanya. Jessica itu nyebelin banget. Thor Chanyeol ama Taeyeon ntar nikah kan? Biar Chanyeol ama Taeyeon aja. Next thor daebak

  5. Duhh aku rindu bgt tau thor sama ffny soalny cast ChanTae jarang bgt.
    Penasaran thor keep writing and Fighting!!!

  6. jangan biarin sicca ama baek ngerusak hubungannya tae ama yolie,,,thor jangan biarin cople ku(chantae) berpisah yah thor ..udah buat author keep writing dan fighting ,,

  7. mulai ada konfliknya, dasar jessica kegatelan berani beraninya mencium chanyeol.
    kurang panjang Thor, tapi cukup seru, jangan lama lama ya untuk chapter selanjutnya 😀

  8. sica pho banget dah — dia kan udah tau kalo chanyeol mau married knpa masih gatel -_- untung ada baekhyun yg selalu ada buat taeyeon hahaha keren keren. next chap ditunggu 🙂

  9. Daebak thor ceritanya
    Tapi sayang disini tae eonni kasihan sekali , Seharusnya chanyeol oppa harus lebih tegas lagi supaya sica eonni tidak bisa berbuat seperti itu..
    Next chapter ditunggu thornim.. 🙂
    Fighting.. 😉

  10. huaah CY jahat ;'(
    wuah kita sama2 kelas 3 sma thornim^^
    smoga nilai un dpt hsl yg maksimal yeth 🙂
    hwaiting 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s