Melody Of Love (Chapter 9)

4

Title : Melody of Love

Author : IrsaLiwaKim

Length : Multichapter

Rating : PG17

Main Cast : GG’s Kim Taeyeon , Lu Han

Supporting Cast : EXO’s Byun Baekhyun , Jessica Jung , GG’s Kwon Yuri , Wu Yifan (Kris) , EXO’s Kim Jongin, Apink’ s Park Chorong

Desclaimer : Semua Cast adalah milik Tuhan yang Maha Esa , Orang tua mereka , dan agensi mereka masing. The Storyline purely is mine, Jika ada kesamaan, itu tidak disengajakan. Don’t be a PLAGIATOR!

Credit Poster : Mine

Preview : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8

 

WARNING : Typo bertebaran – Nggak typo nggak gaul

 

 

 

Risih

 

Mungkin hal itu lah yang dapat Taeyeon rasakan sekarang. Setelah tadi acara temu kangen nya bersama pria yang diketahui bernama Baekhyun itu, Taeyeon memutuskan untuk mengajak Baekhyun mampir ke rumah nya. Hal yang sesederhana itu menjadi sedikit ribet karena disana masih terdapat Luhan,yang ntah kenapa tidak mau berpindah dari tempat nya.

 

Dan disini lah mereka sekarang. Dengan Taeyeon dan Baekhyun yang duduk bersebelahan,sedangkan Luhan yang duduk di hadapan mereka.Dan tatapan pria itu seakan tak pernah lepas dari kedua insan didepan nya. Terutama Taeyeon.

 

“ Jadi Taeng, siapakah sekira nya pria ini? “ Tanya Baekhyun ramah sembari membuka percakapan

 

“ Oh, dia ini temanku Baek. Kenalkan namanya Luhan. Ehm Luhan, kenal kan ini Baekhyun. Sahabat ku di Jepang “ Jelas Taeyeon sedikit risih saat Luhan masih terus menatap nya

 

Baekhyun tersenyum ramah kemudian mengulurkan tangan nya pada Luhan “ Aku Baekhyun”

 

Luhan yang tak ingin ambil pusing segera membalas jabatan tangan Baekhyun dengan enggan  “ Luhan “ Sambut nya singkat dan segera melepaskan jabatan itu.

 

Baekhyun yang dapat menangkap sinyal sinyal aneh dari gelagat Luhan hanya tersenyum geli. Menyadari sesuatu yang mungkin tak diketahui sama sekali oleh Sahabat dekat nya –Taeyeon –.

 

“ Baek-ah kapan kau datang kemari?” Tanya Taeyeon berusaha mengabaikan Luhan. Luhan yang menyadari itu membuang nafas nya kasar.

 

“ Semalam. “ Jawab Baekhyun santai. Taeyeon yang berada disebelah nya mendengus sebal kemudian memukul kuat lengan kanan Baekhyun

 

Baekhyun terkekeh sebentar sambil mengelus lengan nya yang terasa sakit akibat pukulan Taeyeon tadi  “ Kenapa kau malah memukulku?? “ Rengek nya berpura pura merajuk

 

“Ck. Jangan bertingkah seperti itu. Menggelikan. Sekarang jawab pertanyaan ku. Kenapa kau tak mengabari ku kalau kau kemari eoh? “

 

“ Kejutan “ Jawab Baekhyun tersenyum lebar

 

“ Tapi sayang nya aku tidak merasa terkejut “

 

“ Jinjja? Lalu tadi siapa yang memekik kegirangan saat melihat aku,ah dan siapa yang tadi antusias memeluk ku? Siapa eoh? “ Goda Baekhyun mencolek dagu Taeyeon, yang selalu ditepis si pemilik nya

 

“ Molla. Siapa memangnya? “ Jawab Taeyeon berpura pura tidak tau

 

Baekhyun tertawa yang kemudian disusul juga oleh tawa Taeyeon. Oh, mereka melupakan satu manusia lagi yang kini sedang menatap tajam kearah kedua nya dengan geram. Merasa jengah dengan adegan romantis didepan nya, ia pun bedehem dengan kencang “ Ehm! “

 

“ Kenapa Luhan-ssi? “ Tanya Baekhyun masih dengan logat ramah nya

 

Luhan tersenyum sinis “ Ani,tidak apa apa. Sepertinya aku harus segera pulang, ntah lah aku merasakan hawa yang sangat panas disini “ Jawabnya

 

Taeyeon mendengus mendengar sindiran Luhan yang sudah pasti mengarah padanya dan juga Baekhyun. Maka dengan itu Luhan pun berdiri dan melangkah pergi dari sana, tak peduli lagi dengan tata krama karena ia sudah terlalu kesal.

 

Baekhyun yang melihat kelakuan Luhan tadi tersenyum geli. Kena kau Tuan Lu. Batin nya.

 

“ Ah, Taeng-ya. Malam ini aku menginap ditempat mu ya “ Ucap Baekhyun sengaja membesarkan volume suaranya, karena ia yakin Luhan pasti mendengarnya diluar sana.

 

Dan dugaan itu tepat sasaran. Luhan  menggepalkan tangan nya dengan geram. Lalu secepat yang ia bisa ia kembali masuk kedalam rumah Taeyeon dengan rasa geram yang sudah mencapai ke ubun ubun kepalanya

 

“ Kau. Apa kau tak punya tempat tinggal di Seoul? “ Tanya Luhan dengan wajah kesal yang masih kentara

 

Baekhyun tersenyum kemudian menggeleng “ Tidak ada.Lagipula aku juga mengenal ibu nya Taeyeon, jadi tidak masalah jika aku menginap disini “

 

“ Tapi tetap saja–“ Luhan berhenti,tak tau apa yang harus ia katakan

 

“ Tetap saja kenapa Luhan-ssi? “ Tanya Baekhyun masih tersenyum

 

Luhan mendengus kasar “ Tidak,lupakan saja. Aku pulang dulu “ Setelah itu Luhan benar benar pergi dari sana. Menyisakan Baekhyun yang tersenyum menang disana. Sementara Taeyeon hanya dapat melongo ditempatnya. Apa apaan dia. Batin Taeyeon

 

“ Kau benar benar akan menginap disini Baek?” Tanya Taeyeon memastikan

 

Baekhyun mengangguk “ Tentu saja. Bolehkan? “

 

“ Boleh “ Jawab Taeyeon tersenyum.

 

“ Tapi, bukankah kau punya tempat tinggal disini? “ Lanjut Taeyeon penasaran. Seingat dirinya,Baekhyun pernah bercerita jika ia punya rumah di Seoul,rumah lama nya sebelum ia pindah ke Jepang.

 

“ Ya,aku memang punya “ Jawab Baekhyun santai

 

“ Lalu kenapa kau tadi bilang tidak ada? Dan kenapa kau tidak menginap dirumah lamamu saja? “ Tanya Taeyeon masih diliputi rasa penasaran.

 

“ Untuk sementara aku ingin menginap disini saja. Karena mungkin akan banyak pertunjukan menarik nanti nya “

 

Taeyeon mengernyit tak mengerti “ Maksudnya? “

 

Baekhyun hanya tersenyum misterius,tak berniat menjawab pertanyaan Taeyeon barusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Luhan bergerak gerak gelisah ditempat tidurya. Pikiran nya bercabang cabang pada Baekhyun yang kini menginap dirumah Taeyeon. Ia tidak tenang. Sungguh. Ia melirik jam dinding yang berada dikamarnya

 

“ Jam 8 malam “ Gumam nya pelan. Ia kemudian bangkit dari posisi berbaring nya,bergegas memasang jaket tebal pada tubuh nya sendiri

 

 

 

 

“ Mau kemana Luhan? “ Tanya Lu Ahjumma pada Luhan yang kini berdiri didepan pintu rumah. Bersiap untuk keluar.

 

“ Aku ada urusan. Hanya sebentar “ Jawab Luhan

 

“ Dimana? Rumah nya Taeyeon eoh? “ Tebak Lu Ahjumma tepat sasaran membuat Luhan tergagap ditempatnya.

 

Lu Ahjumma kemudian tertawa kecil “ Yasudah,pergilah. “

 

“ Eomma tau darimana? “ Bukan nya segera pergi,Luhan lebih memilih bertanya terlebih dahulu pada Lu Ahjumma

 

“ Insting seorang ibu itu kuat Luhan. Kau jadi pergi tidak? “

 

Luhan mengangguk cepat “ Jadi,tentu saja. Aku pergi dulu eomma “

 

“ Hati hati “ Setelah itu barulah Luhan benar benar keluar rumah nya. Lu Ahjumma yang masih menatap kepergian anak satu satunya itu hanya menggelengkan kepala heran dan kemudian tersenyum geli.

 

 

 

ooo

 

 

Luhan mengetuk pintu rumah Taeyeon dengan tidak sabaran. Lama ia menunggu diluar,akhirnya pintu itu terbuka menampilkan Baekhyun didalamnya.

 

Baekhyun tersenyum lebar saat melihat Luhan dihadapan nya “ Ah,Luhan-ssi. Ada apa? “

 

“ Mana Taeyeon? “ Tanya nya tanpa basa basi

“ Dia didalam. Kenapa? “

 

“ Panggilkan dia. Dan,apakah ibunya sudah pulang? “ Tanya Luhan sedikit khawatir. Karena firasatnya mengatakan jika ibu Taeyeon belum pulang sama sekali.

 

“ Ibunya belum pulang. Tadi beliau menelpon Taeyeon dan mengatakan jika ia sedang lembur,jadi ia akan pulang sangat larut “

 

Luhan mengernyit tak senang “ Lalu,apa Ibu nya tau jika kau menginap disini? “ Tanya Luhan tak sabaran

 

“ Ya, tadi saat menelpon aku memberitau nya. “

 

“ Dia mengizinkan? “

 

Baekhyun tersenyum bangga “ Tentu saja”

 

Luhan menggepalkan tangan nya kuat kuat dibawah sana “ Baiklah.Sekarang panggilkan Taeyeon untuk ku? “

 

“ Taeyeon mungkin sedang menonton Tv. Biasa nya ia malas bergerak jika sudah berhadapan di depan Tv. Jadi,lebih baik kau saja yang menyusul nya kedalam. “ Baekhyun pun memperilahkan Luhan untuk masuk.

 

 

“ Tidak ada dia disini “ Ujar Luhan menatap garang kearah Baekhyun

 

“ Mungkin dikamarnya. Kau lihat saja dikamar nya “ Balas Baekhyun santai

 

“ Dimana kamar nya? “ Tanya Luhan segera

 

Baekhyun mengarah kan jari telunjuk nya pada sebuah ruangan yang pintunya bewarna soft purple diatas sana. Luhan mengalihkan pandangan nya ke ruangan dimana yang sudah ditunjuk oleh Baekhyun barusan

 

“ Itu kamar nya “

 

Lalu,tanpa mengucapkan terimakasih Luhan segera berlalu dari sana dan mulai menaiki tangga satu persatu menuju kamar milik Taeyeon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Taeyeon tersentak ditempatnya saat pintu kamar nya dibuka dengan kasar dari luar. Ia membelalakan matanya saat melihat seseorang yang sudah seenak nya membuka pintu kamarnya tanpa permisi itu. Dengan segera ia bangkit dari posisi berbaring nyaman nya diranjang

 

“ Apa yang kau lakukan disini? “ Tanya Taeyeon panik

 

“ Kau gila atau apa eoh?! “ Luhan bertanya balik membuat Taeyeon mengernyitkan alisnya bingung

 

“ Kau yang gila karena seenak nya memasuki kamar seorang gadis “ Cecar Taeyeon tak terima

 

“ Kenapa kau membiarkan pria itu menginap dirumah mu selagi ibumu sedang lembur?! “ Luhan menaikan suaranya membuat Taeyeon terkejut ditempat nya.

 

Luhan menutup pintu kamar yang ada dibelakang nya,kemudian ia mengunci pintu itu. Taeyeon panik ditempatnya “ Kenapa kau mengunci nya?! “

 

Luhan tak bergeming, dengan langkah pelan ia mulai mendekati Taeyeon yang semakin panik. Semakin Luhan maju mendekatinya,maka Taeyeon akan mundur menjauhinya.

 

“ Berhenti disana! “ Pekik Taeyeon semakin panik saat Luhan terus mendekatinya

 

“  Jawab aku. Kenapa.kau.membiarkan nya. menginap.disini? “ Tanya Luhan menekan setiap kata yang diucapkan nya.

 

Taeyeon membeku ditempatnya saat kini Luhan sudah berdiri pas tepat dihadapan nya disaat ia sudah tak bisa melangkah menjauh lagi. Ia terjebak. Tembok dibelakang nya membuat ia tak bisa melangkah mundur untuk menjauhi pria dihadapan nya sekarang.

 

“ Jawab aku! “ Sambung Luhan mendesis

 

“ Bu-bukan urusan mu. Sekarang pergi dari sini “ Taeyeon mendorong Luhan menjauh. Namun hasil nihil,karena kini Luhan malah memerangkap dirinya. Dengan tangan kecil nya yang dipegang oleh Luhan kuat

 

Taeyeon meringis “ Yak! “

 

“ Jawab aku Kim Taeyeon “ Ucap Luhan menuntut

 

“ Karena aku percaya padanya. Ia tak akan berbuat macam macam padaku! Dia orang yang kupercaya selama ini. Kau puas?! Sekarang lepaskan aku “ Jawab Taeyeon berteriak. Emosi gadis itu sudah berada sampai ke ubun ubun nya.

 

Luhan mengeraskan rahangnya. Genggaman tangan nya pada pergelangan tangan Taeyeon semakin mengencang “ Seorang pria bisa saja kehilangan kendali nya Kim Taeyeon. “

 

“ Baekhyun bukan orang yang seperti itu. Dia tidak se brengsek dirimu! “ Jawab Taeyeon menantang

 

“ Bagaimana bisa kau begitu mempercayainya? Ia akan menjadi brengsek jika ia kehilangan kendali nya “

 

Taeyeon menggeram marah “ Jangan pernah menyebut Baekhyun brengsek! “ Desis nya kasar

 

“ Kenapa kau begitu marah jika aku menyebut nya brengsek eoh? “ Tanya Luhan berusaha santai

 

“ Dan kenapa kau begitu tidak terima jika Baekhyun menginap dirumah ku? Kau tidak berhak mengatur ngatur hidupku “

 

Luhan menyeringai “ Simple. Karena aku tak mau ada orang lain yang nanti menyentuhmu “

 

“ Sekarang jawab pertanyaan ku yang tadi Nona Kim “ Sambung Luhan mendekatkan wajah nya

 

“ Karena kau lebih brengsek dari nya “ Jawab Taeyeon marah

 

“ Oh ya? Lalu bagaimana jika asli nya ia lebih brengsek dariku? “

 

Taeyeon menyentak tangan nya kasar agar lepas dari genggaman Luhan yang semakin kuat “ Itu tak akan pernah terjadi. Bisa kupastikan “

 

“ Aku tak percaya “

 

“ Tapi aku percaya “

 

Luhan menghembuskan nafas nya kasar “ Kenapa kau percaya pada nya? “

 

Taeyeon tak menjawab. Ia terdiam ditempat nya.

 

“ Tak bisa menjawab nya eoh? “ Sambung Luhan menyeringai

 

Taeyeon masih tak bergeming, membuat Luhan kembali melanjutkan “ Kau bing–“

 

“ Aku percaya padanya karena ia cinta pertamaku! Aku mengenal nya begitu lama, oleh karena itu aku mempercayainya! “ Jawab Taeyeon keras

 

Luhan terdiam. Secara perlahan ia mulai melonggarkan genggaman nya pada pergelangan tangan Taeyeon. Dan dengan langkah teratur ia mulai menjauhi Taeyeon.

 

Taeyeon sendiri masih tak menyangka ia akan mengatakan rahasia terbesar nya selama ini. Terlebih lagi ia mengatakan hal itu pada Luhan. Ia dan Luhan sama sama terdiam cukup lama.

 

“ Baiklah. Aku tak bisa melarang lagi. Karena aku memang bukan siapa siapa.Permisi “ Ucap Luhan kemudian berlalu tanpa menoleh pada Taeyeon yang tercengang melihat sikap Luhan barusan. Itu bukan Luhan yang selama ini dikenal nya. Luhan yang tadi terlalu dingin,datar,dan .. menyeramkan.

 

Taeyeon memandang Luhan yang kini sudah menghilang dibalik pintu kamarnya. Perasaan kecewa seolah menguasai hatinya sekarang. Ia merasa hampa dan menyedihkan.

 

 

*

 

 

 

“ Urusan mu dengan Taeyeon sudah selesai? “ Tanya Baekhyun yang kini melihat Luhan melangkah kasar menuju pintu keluar

 

Luhan berhenti berjalan. Ia menoleh pada Baekhyun dengan raut dingin yang begitu kentara “ Diamlah “ Balas nya singkat kemudian kembali melangkah pergi dari sana

 

Baekhyun yang melihat itu tersenyum miris. “ Sesuatu telah terjadi “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Kau mau berangkat? Dengan siapa? Bahkan ibumu saja belum pulang sejak semalam “ Baekhyun bersuara saat melihat Taeyeon yang baru keluar dari kamarnya. Lengkap dengan seragam sekolah yang sudah terpasang rapi di tubuh kecilnya.

 

“ Naik Bus “ Jawab nya sambil menuruni tangga satu persatu

 

“ Sendirian? “

 

“ Tentu saja “ Jawab Taeyeon setelah ia telah berada dibawah pas dihadapan Baekhyun

 

Baekhyun terlihat mengernyitkan kedua alisnya “ Kau tidak berangkat bersama Luhan? “ Tanya Baekhyun seperti tiada habis.

 

Taeyeon terdiam cukup lama. Begitu mendengar nama Luhan, secepat itu pula sekelebat ingatan nya semalam dimana ia dan Luhan beradu mulut. Yang diakhiri dengan nada kecewa dari ucapan Luhan,dan perasaan hampa dari dalam diri Taeyeon.

 

“ Taeyeon? “ Baekhyun memanggil Taeyeon yang tak kunjung membuka suaranya,hingga akhirnya Taeyeon tersadar dan buru buru menggeleng “ Tidak.Aku tak pernah berangkat bersamanya “ Dusta Taeyeon yang ditutupi dengan senyum tipis nya.

 

Saat Baekhyun yang terlihat akan kembali membuka suaranya, Taeyeon terlebih dahulu meyela membuat ucapan Baekhyun yang sudah didepan bibirnya tertelan kembali kedalam kerongkongan nya “ Aku berangkat dulu ne. Anyeong “

Dengan begitu,Taeyeon segera melangkah keluar rumah nya tanpa menggunakan sepatu,membuat Baekhyun dibelakang nya tergelak.

 

 

**

 

 

Taeyeon berjalan sempoyongan menuju halte Bus didepan komplek rumahnya. Sesekali menendang beberapa kerikil batu yang berada dijalan. Sepanjang langkah kaki nya melangkah ia selalu menundukan kepalanya. Jika dilihat dari jauh maka ia akan terlihat seperti orang yang menyedihkan.

 

Hingga kepalanya reflek terangkat saat sebuah mobil yang cukup ia kenali melintas melewati nya begitu saja. Ia tentu mengenal mobil itu. Itu mobil Luhan. Perasaan kecewa melingkupi dirinya. Luhan tidak seperti biasanya.

 

Lalu apa yang kau harapkan Taeyeon?

 

Luhan menepi untuk memberikan tumpangan padamu?

 

Bermimpilah.

 

Taeyeon menggeram frustasi. Merasa heran dengan dirinya sendiri. Ia tidak suka disaat Luhan yang biasa selalu mengganggunya. Tapi disaat Luhan tidak memperdulikan nya sama sekali malah membuat dirinya… merindukan Luhan.

 

 

**

 

 

 

“ Kau kenapa? “ Tanya Jessica heran melihat Taeyeon yang sedari tadi hanya menelungkupkan kepalanya diatas meja. Tak berniat sama sekali untuk mengangkat kepalanya.

Semenjak bunyi bel istirahat berdentang tadi, Taeyeon hanya terdiam dibangku nya. Tentu dengan kepalanya yang terus ia tenggelamkan di meja.

 

“ Taeyeon-ah,kau kenapa? “ Kali ini Yuri yang bertanya,

Taeyeon menggeleng pelan. Ia saja bingung dengan diri nya sendiri. Ia merasa tidak bersemangat. Badmood. Lesu.

Dan yang ia tanya tanya kan pada dirinya sendiri adalah, apa ia begini karena Luhan yang sama sekali tidak memperdulikan nya? Tapi kenapa hanya karena Luhan yang secara terang terangan tak mau memperdulikan nya memberikan efek yang sangat tidak enak padanya.

“ Kami antar kau ke UKS saja bagaimana? “ Lanjut Yuri terdengar khawatir

Taeyeon kembali menggeleng lemah membuat Jessica dan Yuri menghela nafas pasrah

 

“ Jika kalian mau ke kantin pergi saja,” Taeyeon melanjutkan membuat Jessica menggeleng kuat “ Dan meninggalkan mu sendiri disini? Tidak terimakasih,kami akan menemani mu disini “ Ucap Jessica yang dibalas anggukan setuju oleh Yuri

Kali ini Taeyeon mengangkat kepalanya “ Aku tidak apa apa.Sungguh. Lagi pula,aku ingin sendiri “ Cicit nya pelan diakhir kalimat

Jessica dan Yuri bertatapan cukup lama,hingga akhirnya Yuri membuka suara “ Baiklah kalau itu mau mu. Kami pergi dulu. Kalau kau butuh sesuatu,hubungi kami. Oke? “

Taeyeon tersenyum tipis kemudian mengangguk,

“ Ingat. Jika kau butuh sesuatu hungi kami. “ Taeyeon terkekeh mendengar ucapan Jessica yang lebih mirip perintah.

 

 

 

**

 

 

 

 

Mata Luhan tak pernah lepas dari Jessica dan Yuri yang baru saja datang ke kantin sekolah. Mata nya mencari cari seseorang yang biasanya bersama dua gadis itu. Ia mengernyit saat tidak sama sekali menemukan tanda tanda keberadaan gadis kecil yang sukses membuat nya kesal setengah mati setelah kejadian semalam.Kim Taeyeon.

“ Mencari siapa Luhan? “ Tanya Kai yang berada disebelahnya.Luhan buru buru mengalihkan pandangan nya dari  Jessica dan Yuri dan pura pura fokus pada makanan dihadapannya, “ Tidak ada “.

Kai memandang nya heran kemudian bersuara “ Ngomong-ngomong,aku tidak melihat Taeyeon. Kau tau dia dimana? “

Semua orang dimeja itu –Sehun,Chanyeol,Kris,Suho,termasuk Luhan– kini mulai terfokus pada Kai yang matanya meneliti seluruh sudut kantin disana

“ Kalau tidak salah,tadi aku melihat nya dikelas seorang diri. “ Jawab Suho mengingat ingat,

“ Seorang diri? “ Luhan mengernyit

Suho mengangguk “ Ya,dia seperti sedang sakit “ Jawab Suho kemudian menyeruput Ice Coffe nya

“ Aku akan melihat nya “ Usul Kai,ia bersiap bangkit namun Luhan terlebih dahulu menahan nya “ Bukan nya kau ada rapat ekskul sehabis ini? “ Luhan mengingatkan

Kai mengedik kan bahu nya “ Aku tidak akan lama,lagipula itu hanya rapat biasa “ Jawab Kai cuek,namun lagi lagi tangan nya ditahan oleh Luhan

“ Tidak baik selalu menyepelekan hal hal kecil. “

Kai mengernyit “Hei,ada apa dengan mu? Ini seperti bukan dirimu “ Kai mendaratkan punggung tangan nya pada dahi Luhan dan menggeleng pelan “ Kau tidak sedang sakit “

Luhan menepis tangan Kai “ Aku memang tidak sakit. Sekarang lebih baik kau ikut rapat terlebih dahulu “

“ Oke oke “ Kai menghela nafas dan berlalu dari sana untuk menghadiri rapat ekskul yang digemarin nya.

Luhan tersenyum simpul,lalu ia bersiap bangkit dari bangku nya

“ Nah,sekarang kau yang mau kemana? “ Tanya Chanyeol mengintrupsi

“ Toilet “

 

 

 

**

 

 

 

 

Luhan tidak sepenuhnya berbohong saat ia mengatakan ia akan ke toilet,ia benar benar akan pergi ke toilet tapi setelah ia melihat Taeyeon dikelas nya.

Dan sekarang ia dapat melihat Taeyeon yang menelungkupkan kepalanya diatas meja. Terlihat tenang. Mungkin tidur batin nya berkata

Dengan perlahan ia mulai mendekati Taeyeon yang sepertinya masih belum sadar jika Luhan berada disekitarnya. Memperhatikan nya dengan intens.

 

Luhan terlonjak saat tiba tiba Taeyeon mengangkat kepalanya dan ikut membalas tatapan nya sedari tadi. Ia tertangkap basah.

Luhan berdehem “ Aku mau mengambil barangku didalam tas “

Taeyeon mengangguk dengan mata nya yang terlihat sayu. Luhan tak kuasa menatap mata itu,maka dengan asal ia mengambil buku didalam tas nya untuk segera pergi dari sana.

Ia terhenti saat Taeyeon bertanya padanya “ Untuk apa kau mengambil buku matematika? “

“ Ah,tadi Lim Songsaenim yang menyuruhku “ Jawab Luhan asal

“ Benarkah? “ Taeyeon mengernyit

Luhan mengangguk cepat,

“ Tadi ada yang mengatakan jika Lim Songsaenim tidak hadir hari ini. “ Terang Taeyeon membuat Luhan membeku ditempat nya

Mampus kau. Batin Luhan menyoraki dirinya sendiri

Ia tergagap membuat Taeyeon tersenyum tipis “ Maafkan aku “

 

 

 

 

Hening

 

 

 

 

 

“ Kau bilang apa tadi? “ Tanya Luhan memastikan

 

Taeyeon menghela nafas

 

“ Luhan,aku minta maaf padamu “

 

 

 

To Be Continued

 

Alooo ^^ How? Coment juseyo~

 

 

Advertisements

56 comments on “Melody Of Love (Chapter 9)

  1. Aduh di saat saat yang seru kenapa harus tbc sih thor-_- jangan lama lama ya thor, update soon

  2. Daebak thor..
    Cie Luge cemburu sama baeki oppa.. 😀
    Hahaha… Kai oppa dilarang ketemu sama luge sama tae eonni dengan alasan yang lucu.. :))
    Next chapter ditunggu thornim.. 🙂
    Fighting.. 😉

  3. hahaha luhan cemburu
    gemes liat interaksinya antara luhan dan taeyeon ditambah ada baekhyun yg manas”in wkwkwk walaupun sebenernya baek agak bantu hubungan mereka
    next chap ditunggu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s