[FREELANCE] Pearl Rain (Chapter 2)

[2nd CHAPTER] – PEARL RAIN

 1457538370040

Title: Pearl Rain | Author: Fearlessais_ and L.Kyo | Picture BaekYeon by Bkhyntyn | Cast: Kim Taeyeon (SNSD), Byun Baekhyun (EXO), Kim Minseok / Xiumin (EXO) | Genre: Fantasy, Romance, Fluff, Sad | Genre: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is Baekyeon Fanfic Collaboration from Fearlessais_ and L.Kyo.Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

Summary: Kau hanyalah sosok dua demensi, yang bisa kupandang dalam bentuk layar semu. Namun bisakah sosok semu itu menjadi nyata? Sebentar saja, sekali saja aku menatap dan menyentuhmu dengan tanganku.

 

H A P P Y   R E A D I N G

Preview: Chapter 1

 

“Kau merasa hangat sekarang?” Aku berbisik pelan pada Taeyeon. Taeyeon tentu saja tidak bisa mendengarnya. Dia hanya bisa melihat dan mendengar suaraku jika ia kembali memanggilku seperti saat pertama kali. Waktu itu, kupikir Taeyeon masih ragu dan masih belum menyadari keberadaanku. Padahal, aku sudah menunggu waktu itu datang.

 

Jarak kuberdiri dan dirinya seakan menjauh. Gadis itu berjalan dengan langkah menuju halaman luas. Menerjang hujan deras yang menuruni Bumi. Apa yang akan ia lakukan? Apa yang tidak takut sakit? Sakit demam? Itu yang biasa manusia sebut jika manusia terlalu lama berada dibawah rintikan air hujan.

 

“Apa yang Taeyeon lakukan?” Gumamku. Ayolah, seragamnya masih basah kuyup, rambut hitam pirangnya masih basah. Namun aku terdiam, menghentikan semua pertanyaan padanya. Dan entah sejak kapan, dadaku berdegup kencang. Sungguh, tatapan sayu saat ia memandang hujan, seakan ia ingin menggegamnya rapat-rapat.

 

Gadis itu terlihat bercahaya. Ia kemudian tersenyum, merasakan titik hujan mengenai tubuh mungilnya. Aku tidak bohong. Ia seperti Dewi. Sungguh membuatku tak bosan untuk sekedar menatapnya. Jika aku bisa berhenti menjadi bayangan semu. Bisakah aku memeluknya dan melindunginya dari hujan? Aku ingin melakukannya.

 

Aku terdiam, menatap sorot matanya, sepertinya Taeyeon tengah menyakinkan sesuatu. Atau mungkin mengubah sesuatu? Senyum yang sedari tadi aku lihat luntur. Ia menundukkan kepalanya, aku tidak bisa melihatnya. Rambutnya menutupi sebagian wajah cantiknya. Apakah ia sedang mengalami pusing?

 

‘Aku benar-benar tidak tahu kau nyata atau tidak. Tetapi, sebagian besar dari mereka mengatakan kau hanyalah illusi semata. Aku juga ingin mempercayainya. Mempercayai jika kau hanyalah illusi semataku. Namun, mengapa aku tidak bisa melakukan itu? Aku tidak bisa menganggapmu sebagai ‘illusi’ ataupun gambar dua dimensi. Ketika hujan turun seperti ini, aku merasa kau berada di sampingku. Aku benar-benar berpikir bahwa kau ada di sampingku! Apa menurutmu aku tidak wajar? Karena kau Baekhyun, aku mulai terbangun dri mimpi buruk ku. Dan karena kau pula, sepertinya aku harus memulai mimpi buruk yang baru’

 

Mataku seakan terbelalak sempurna. Tak kusangka, aku bisa mendengar isi hati gadis itu tanpa menunggu Taeyeon mengatakan sesuatu dari mulutnya. Aku bisa merasakan isi hati Taeyeon. Apakah dia yang benar-benar membangunkanku? Aku yakin, dialah orangnya. Taeyeon terdiam lalu aku melihat ia menangis sesenggukan. Apa ini? Ia kesakitan? Atau ia sedang menyesal?

 

Jika ia menyesal. Tidak! Itu benar! Kau berhasil. Aku ada di sini sekarang. Aku melihatmu sekarang! Kau hanya perlu mengulangnya sekali lagi. Mengulang semua apa yang kau lakukan untuk membangunkanku. Ayolah, kau hanya perlu mencoba sekali lagi.

 

‘Mungkin, apa yang mereka katakan tentang mu adalah sebuah kebenaran. Mungkin kau akan selamanya hidup dalam imajinasi ku. Mungkin selamanya aku tidak akan pernah bisa bertemu denganmu Baekhyun ….’

 

Sekali lagi aku mendengar isi hatinya. Rasanya aku ingin berlari untuk memeluknya dan mengatakan bahwa ia berhasil. Namun, kakiku seperti tertahan oleh batu yang besar.

 

‘Aku ingin menyerah Baekhyun! Aku ingin menyerah! Semua ini hanya akan menyakiti diriku sendiri. Menganggapmu ada dan mempercayai suatu hal yang mustahil. Itu membuatku hampir gila. Aku menginginkan mu ada di pandangan mataku, tapi itu adalah sebuah kegilaaan bukan? Sepertinya kali ini aku akan menyerah … Tapi, biarkan aku mencoba untuk yang terakhir kalinya! Aku tahu ini gila dan tidak masuk akal.’

 

Tidak Taeyeon-ah. Ini bukan tidak masuk akal. Kau hanya harus mencoba sekali lagi. Aku disini. Aku sudah ada didekatmu. Bangunkan aku. Aku benar-benar ingin menemuimu. Dan kemudian aku melihat Taeyeon menutup matanya, dengan menengadahkan telapak tangannya untuk menampung air hujan. Bagus Kim Taeyeon. Bagus!

 

‘Satu…’

 

‘Dua..’

 

“Tiga..’

 

‘Empat..’

 

‘Lima..’

 

‘Enam..’

 

‘Tujuh…’

 

‘Delapan..’

 

‘Sembilan..’

 

Taeyeon terus menghitung. Tepat di angka sembilan, gadis itu memberi jeda yang cukup panjang sebelum akhirnya Ia menghirup nafas dalam. Dan aku bisa melihat gadis itu hampir terhuyung. Aku ingin mengangkat kakiku, tapi tak bisa. “Sedikit lagi Taeyeon-ah. Sedikit lagi. Bagus, sedikit lagi. Kau akan bisa melihatku”. Dan hitungan sepuluh sudah terucap dengan jelas.

 

Asap mengepul disekitar tubuhku. tubuhku serasa hangat, ada rasa sensasi aneh mengelilingi tubuhku. Aku bisa merasakan suhu hangat dalam diriku. Dan oh lihat, seuntai kain yang sama seperti yang dipakai Taeyeon sudah melekat dalam hidupku. Aku benar-benar hidup. Hidup sebagai manusia seutuhnya?

 

Setelah berselang menit aku merasakan sensasi aneh. Aku bisa menggerakkan kakiku leluansa. “A .. aku sudah menjadi manusia”. Tentu saja aku ingin berteriak senang. Lihat, aku benar-benar seperti manusia. Kulihat sekeliling, dan beberapa kawanan gadis melihatku dengan tatapan penuh arti. Apa aku terlihat seperti orang aneh? Kurasa tidak.

 

Ahh sial, aku melupakan sesuatu. Gadis itu. Kulapangkan pandanganku kesegala penjuru.   Dan rasa sakit didalam dadaku seakan terasa nyeri saat Taeyeon sudah terjatuh ditengah lapangan. Apakah ia pingsan? Aku berlari dan menerjang hujan. “Taeyeon-ah!” Aku berlari panik.

 

Ku rengkuh tubuh mungilnya yang sedikit menggigil akibat lama berada di bawah hujan. “Taeyeon-ah! Bangunlah. Aku disini! Aku sudah disini!” Kugoncang tubuh mungil itu dan sekuat tenaga kugendong didalam pelukanku. Dan setelah berhasil mengangkat tubuhnya, aku merasa tangan gadis ini menyentuh tanganku kemudian merambah menyentuh pipiku.

 

Ayolah, ada rasa sensasi panas dikedua telingaku. Dan tatapan itu, Taeyeon. Ia lebih cantik jika kulihat dengan jarak sedekat ini. “Baek—hyun?” Ucap Taeyeon lirih. Mengucapkan kata ‘iya’ pun aku tidak bisa. Aku terlalu tergila-gila dengan pesonanya. Lalu Taeyeon menutup matanya, membuatku tersadar harus membawanya ke Ruang Kesehatan. “Sialan. Hei kau!”

 

Gadis lain yang berjalan dikoridor menatapku kaget. Ia mengangguk gugup dan sedikit mendekat disisi koridor. “Dimana tempat untuk orang sakit?” Aku bertanya padanya dan tentu saja aku tahu jika gadis itu sedikit kaget karena pertama kali melihatku. Tanpa banyak bicara, gadis itu menunjukkan kearah utara. “Terimakasih”.

 

***

 

Author POV

 

“Kau baik-baik saja Taeyeon-ssi?” Taeyeon mengerjapkan matanya pelan. Berusaha membiasakan matanya dengan keadaan di sekelilingnya. Gadis itu tampak terkejut kala ia menemukan sosok laki-laki tampan tepat berada di depan wajahnya.

 

“Kau sudah sadar? Syukurlah” Baekhyun tersenyum. Dan itu membuat Taeyeon seakan ingin mati karena shock. Ia mengucek matanya brutal. Ia sedang tak berhalusinasi bukan? Ia tidak masuk dalam dunia dua dimensi kan? Tidak! Ia diruang kesehatan sekarang. Dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya.

 

Dengan tembok cat putih dan bau obat. Mana ada dunia dua dimensi punya bau obat seperti ini. Lalu Baekhyun? Lelaki yang ingin ia miliki? Ayolah, ia hanya dua dimensi. Tapi … Taeyeon mencubit pipinya berulang kali. Ia tidak gila. Ini nyata. Taeyeon menatap hazel Baekhyun yang bening, ia nyata. Ia benar-benar nyata.

 

Baekhyun terkekeh pelan melihat ekspresi wajah Taeyeon saat ini. “Berhentilah dengan terkejutmu itu. Kau ada didunia nyata sekarang. Kau sedang tidak berada didalam dunia dua dimensi. Aku juga bukan hantu!” Baekhyun meletakkan secangkir air putih disamping nakas meja lalu menatap Taeyeon intens. Lelaki itu menyentuh pipi Taeyeon lembut.

 

Dan apa yang dirasakan Taeyeon? Rasanya ia ingin mati karena sentuhan Baekhyun ini membuatnya ingin menghentikan waktu. Sentuhan itu terasa hangat. Ya. “Kau akan benar-benar mati Taeyeon-ssi jika laki-laki tampan ini tidak membawamu segera ke sini”. Dan lihat matanya seolah tersenyum. Bolehkan ia pingsan untuk kedua kalinya?

 

“Kau sudah membaik?” Seorang petugas kesehatan berujar pada Taeyeon. Bukan malah memperhatikan petugas tadi, Taeyeon lebih memilih memperhatikan Baekhyun. “Jika aku tidak mati, kau pasti hanya mirip dengan Baekhyun, kan?” Taeyeon bertanya pada Baekhyun, memastikan bahwa ia kini tak gila. Baekhyun menggeleng kepalanya lucu seraya tersenyum kecil.

 

“Aku memang Baekhyun. Tidak ada yang mampu menyerupai ketampanan seorang Byun Baekhyun!” ucap Baekhyun dengan percaya diri dengan kedipan sebelah matanya. Dan Taeyeon kini ingin tertawa, Baekhyun sang dua dimensi ini bisa melakukan itu? Pintar sekali Xiumin membuat karakternya.

 

“Kau benar-benar Baekhyun? Kau benar-benar ada? Benar-benar nyata?” Dan Taeyeon kembali meminta konfirmasi. Lelaki itu mengangguk. Taeyeon ingin menangis sekarang. “Aku ingin menangis. Ini nyata. Kau ada didepanku sekarang. Kau bukan ilusi. Aku … aku tidak tahu apa yang aku rasakan. Senang? Bahagia? Takut?”. Segera Baekhyun memeluknya dan menenangkannya.

 

“Jangan menangis. Aku ada di sini sekarang. Terima kasih karena kau percaya padaku. Sekarang aku berada di depan matamu, bukan hanya dalam imajinasi mu” ucap Baekhyun sembari mengelus surai rambut hitam milik Taeyeon. Selanjutnya, Baekhyun melepaskan pelukan mereka. Jari tangannya yang lentik menangkup pipi taeyeon yang kini mulai bersemu merah.

 

“Terimakasih Kim Taeyeon, terimakasih”. Tanpa Taeyeon sadari, wajah Baekhyun semakin mendekat ke arahnya. Dan suatu benda yang lembut menyadarkan Taeyeon akan sesuatu. Mereka menutup kedua matanya, seakan menikmati ciuman yang kini ia lakukan. Taeyeon heran, sang dua dimensi ini tahu tentang sebuah ciuman. Sensasi ciuman ini terasa nyata. Dia benar-benar sudah menjadi sosok manusia sekarang.

 

***

 

Xiumin duduk tertegun, seakan tubuhnya beku menatap Baekhyun yang sedang sibuk memegang sumpitnya. Kemudian matanya beralih pada Taeyeon yang sibuk mengajarkan Baekhyun cara makan yang benar. Makan sesuap pun Xiumin tidak bisa. Ia terlalu shock untuk melihat semua ini.

 

“Di … dia.” Xiumin kembali terdiam. Ia ingin mengompol, ia tidak melihat hantu imajinasinya berkeliaran didunia nyata kan? Tahu jika sepupunya tak percaya, Taeyeon tertawa. “Xiuman-ah! Ada apa denganmu? Kau yang membuat karakter Baekhyun. Hentikan tatapan mengerikanmu itu!”

 

Mendengar kata pembuat karakter pada Baekhyun, ia paham bahwa penciptanya adalah lelaki didepannya. “Kau Xiumin-ssi?” Dan demi apa, Xiumin bergedik ngeri. Inikah suara Baekhyun didunia nyata? Kenapa bisa sebagus itu? “A … aku makan disana saja. Kalian bisa melanjutkan makan siangnya. Aku akan bicara dengan kalian nanti malam”.

 

Dan tawaan keras Taeyeon lolos. “Lihatlah. Wajahnya benar-benar pucat. Apa yang ia lakukan? Bukankah dia seharusnya senang kau ada disini?” Taeyeon menunjuk ke arah Xiumin yang sudah berlari menjauh. Namun bukannya Baekhyun mengikuti arah telunjuknya justru lelaki itu menatapnya penuh selidik.

 

“Kau benar-benar cantik didunia nyata”. Dan untuk kesekian kalinya, senyuman Baekhyun membuat Taeyeon luluh sekali lagi. Mereka berdua tertawa lirih, melanjutkan makan siangnya dengan canggung. “Aku tidak tahu bagaimana aku menjadi manusia didunia nyata sekarang, itu berkat kau. Kau benar-benar percaya tentang dunia ilusi disana. Aku benar-benar bersyukur, bisa bertemu dengan seseorang yang selalu menatapku dibalik komputer dan sekarang aku bisa menatap secara langsung. Duduk bersama seperti ini.”

 

Baekhyun menoleh, tatapan sang Baekhyun membuat Taeyeon bergidik. Sekelebat bayangan ciuman mereka saat itu berhasil membuat pipinya memerah, merasakan sensasi kupu-kupu keluar dari perutnya. Rain Man, yang saat ini sudah menjadi manusia. Ia bisa menyentuh sesuka hatinya. “Aku menyukai Rain Man. Tidak salah kan aku mengagumi manusia dua dimensi sepertimu. Ini konyol, tapi itu semakin meyakinkanku bahwa kau ada.” Sentuhan lembut tangan Baekhyun menyelimuti tangannya. Lelaki itu, lelaki itu menggegam erat tangannya.

 

“Manusia menyebutnya sepasang kekasih jika melakukan ini. Apa yang harus aku lakukan supaya kita disebut sebagai kekasih? Memberi bunga? Atau ciuman tadi sudah menandakan jika kau milikku?” Senyum nakal milik Baekhyun membuat Taeyeon tak bisa berkutik menyembunyikan bahagianya. “Y … ya!” Dan pada akhirnya, Taeyeon melempar sumpitnya asal.

 

“Si.. siapa yang mengajarimu seperti itu? K … kau hanya manusia ilusi. Kau sama sekali tak tahu apa itu sepasang kekasih ataupun bunga dan cium … “ Dan lagi, Taeyeon seakan mati kutu jika mengatakan ciuman. Lebih menyebalkan lagi, Baekhyun tersenyum menggoda, justru menunjukkan bibirnya padanya.

 

“Tentu saja aku tahu. Kau sering menciumku dibalik layar dan mengatakan jika kau ingin menjadi kekasihku, jadi … “ Satu pukulan keras mengenai kepala Baekhyun, serangan sumpit Taeyeon berhasil membuat Baekhyun mengerang kesakitan. “Berhenti mengatakan itu Byun Baekhyun!”

 

***

 

Musim tiap musim mereka lewati layaknya sepasang kekasih. Setidaknya ia tahu, Baekhyun ada dan ia benar-benar sudah berada disisinya. Selama 6 bulan ini merupakan waktu lama yang mereka jalani. Baekhyun sudah belajar banyak tentang seluk beluk, kegiatan yang dilakukan di Bumi.

 

Ia sudah menghasilkan uang sendiri dengan kerja paruh waktunya di Caffe milik Xiumin. Tak ayal, Xiumin dan Taeyeon sudah membantu Baekhyun banyak. Karena ini merupakan gaji ke-5 nya, Baekhyun mengundang Xiumin dan Taeyeon untuk menikmati kopi buatannya. Tentu saja dengan uang gajinya sendiri.

 

“Menyenangkan jika bisa berbagi dengan uang hasil bekerja. Ini menyenangkan.” Baekhyun meletakkan 3 cangkir kopi panas dan duduk berhadapan dengan Xiumin dan Taeyeon. “Tentu saja. Siapa yang membuatkan animasi dirimu. Tentu saja aku. Aku punya feeling agar kau benar-benar ada didunia nyata ini. Kau tahu, aku terus memergokinya memandangmu dilayar komputer. Benar-benar tak ada kerjaan”.

 

Xiumin puas mengatakannya, tentu saja. Ini penemuan besar yang seakan tak bisa dinalar pikiran manusia. Tapi ia tak bisa mengatakan pada orang lain tentu saja. Lagipula kekuatan magic ini mungkin kebetulan didalam hidupnya. “Hentikan!” Taeyeon menepuk bahu Xiumin malu. Pandangan mereka saling beradu, saling tersenyum malu seakan Xiumin menjadi benteng diantara mereka.

 

“Sepertinya aku menganggu. Oh ya, Baekhyun-ah! Aku akan masuk kedalam, ada beberapa berkas yang harus aku urus. Kalian mengobrolah. Ah dan … ini bukan tempat berkencan. Ingat?” Satu tepukan mendarat bebas diperut Xiumin, siapa lagi jika pelakunya selain Kim Taeyeon? “Baiklah, baiklah. Aku pergi.”

 

Xiumin akhirnya berlalu meninggalkan mereka berdua yang sama-sama memperhatikan dedaunan yang sudah gugur, diluar jendela tak jauh dari mereka. “Apakah ini yang disebut musim gugur?” Baekhyun memperhatikan beberapa daun keemasan yang berjatuhan, saat angin mulai menyentuh tangkai mereka. “Benar. Ini musim gugur. Musim dimana tanda musim dingin akan datang”.

 

Ucap Taeyeon menjelaskan. Sesaat Baekhyun menundukkan wajahnya, kemudian menatap Taeyeon yang masih sIbuk menatap diluar. “Kau tahu Baekhyun-ah, aku mengetahui sesuatu yang baru saja aku sadari. Aku merasa sudah terbiasa bersamamu, setiap hari bersama dan melakukan banyak hal baru. Aku … ” Taeyeon terdiam dan memandang hazel Baekhyun dalam.

 

“Kau tidak akan meninggalkanku kan? Walaupun kau sudah menjadi makhluk nyata, tapi pasti ada suatu hal dimana kau bisa kembali ke dunia dua dimensi. Jadi, aku … aku merasa seperti seseorang yang egois”. Taeyeon terdiam karena Baekhyun sudah duduk disampingnya.

 

Lelaki itu menuntun kepala Taeyeon untuk bersandar dibahunya. “Apa yang kau takutkan? Lupakan itu. Tujuan apa yang aku dapatkan jika aku meninggalkanmu. Kau seharusnya tahu apa yang membuatku kembali Taeyeon-ah”. Dan satu kecupan singkat mendarat manis dikening Taeyeon.

 

“Ada saatnya aku menjadi beku, ada saatnya aku akan mencair dan menunggumu memanggilku”. Lanjut Baekhyun lirih. Alis Taeyeon bertaut, ia berusaha untuk duduk tegak, tapi Baekhyun justru memeluk Taeyeon kuat. Membiarkan gadis itu terus menyandar dibahunya. “Aku benci musim dingin. Aku sangat membencinya. Aku tidak suka menunggu”.

 

Taeyeon meremat kemeja Baekhyun kuat. “Apa maksudmu?” Ucap Taeyeon. Baekhyun tersenyum, membelai surai kehitaman milik Taeyeon. “Bukan apa-apa. Bagaimana? Kau suka aku memelukmu seperti ini kan?” Baekhyun tertawa renyah diikuti Taeyeon yang duduk tegak, menatap Baekhyun penuh arti.

 

“Apa maksudmu ini? Kau mengatakan hal yang tak kumengerti dan tujuanmu untuk memelukku? Ahh, kau sengaja menggod gadis manis bernama Kim Taeyeon ini ‘kan? Sudah kukatakan aku tidak suka kau peluk!” Lagi-lagi Taeyeon menyangkal pelukan hangat dari Baekhyun.

 

“Kau lupa jika aku mengetahui semua isi hatimu. Bahkan aku bisa mendengar helaanmu saat aku melepas pelukanku”. Baekhyun menutup mulutnya, mencoba menggoda gadis itu untuk kesekian kalinya. “Kau ini! Sebaiknya … “ Taeyeon seakan beku, saat bibir lembab milik Baekhyun mendarat singkat dibibirnya. “Lihatlah, aku suka dengan ekspresimu seperti ini. Benar-benar membuatku tak ingin berhenti menciummu”.

 

Baekhyun mencubit hidung Taeyeon gemas. “Kau selalu saja begitu”. Lihat saja, Taeyeon berusaha menghentikan sungging senyumnya. “Lihat! Kau menyukainya. Kalau begitu, peluk aku!” Baekhyun merentangkan kedua tangannya, meminta Taeyeon memeluknya. “Sebaiknya habiskan kopimu ini dan kembalilah bekerja!” Xiumin tiba-tiba datang dan sudah menyodorkan kopi kedalam mulut Baekhyun.

 

Ya! Hyung!” Baekhyun membasahi bibir dengan lidahnya, merasakan panasnya kopi yang sudah membuat bibirnya melepuh. “Sudah kukatakan, tempat ini bukan tempat berkencan”. Xiumin duduk dan menarik Taeyeon untuk duduk disampingnya. “Aku tahu. Aku hanya tidak bisa melepaskan pesona sepupu mu ini. Aku merasa ingin mati!”

 

Taeyeon berakting muntah lalu menatap Xiumin disisinya. “Ya! Pasti kau yang membuat karakter penggombal didalam dirinya. Sungguh, buat dia berhenti melakukan itu!” Keduanya tertawa, diikuti Taeyeon dengan tawanya yang renyah. Sejak Baekhyun hadir dan datang didalam hidupnya, semuanya berubah. Selama Baekhyun berada disisinya, semuanya akan membaik. Ya, ia tidak ingin Baekhyun meninggalkannya, walaupun sehari pun.

 

TO BE CONTINUE-

 

Advertisements

38 comments on “[FREELANCE] Pearl Rain (Chapter 2)

  1. Taulah mau bilang apa😂😂 tbc ini sungguh menyiksa dan harus menunggu lama sungguh teganya dirimu teganya” 😂 lanjutkan bentar lagi berbau bau sad end kayaknya😂😂

  2. Masa baekhyun muncul hanya di musim” trtentu, trs ninggalin tae..?
    Gk bisa nebak apa yg akn terjadi selanjutnya, next ajalah..

  3. bahagiannya ga bisa ngebayangin bakal kejadian kaya gimana yg bakal kejadian selanjutnya,. baper bgt klo moment bahagian ini langsung ilang di ganti yg sedih”,. aku suka bgt ff ini bener” bagus,. next chapt nya ditunggu semangat mudah”an bisa di update cepe ya

  4. ahhh keren banget jalan ceritanya. suka suka sama ff ini asli hahaha baekhyun udah jadi nyata dan bahagia sama taeyeon, di chapter 2 belum ada conflik yg serius. apakah nanti baekhyun bakal ninggalin taeyeon atau kembali ke dunia dua dimensi? ahh penasaran. next chap ditunggu 🙂

  5. Thor Daebakk ffny keren bgt , Baekhyun bener2 jdi manusia .
    Next chap penasaran keep writing and Fighting!!!

  6. sweet banget couple baekyeon.a ,,,
    hmm.thor plis jngan buat sad ending ya ,,
    aku ingin happy ending,,
    N ap mksud dri kta” si baek ,ap jngan” di akn kmbli je dunia.a trus ninggalin taeng , klo gtu crita.a ,huhuhu,hiks,!
    aku sedih bget psti ,,
    plis happy ending ya !
    di tnggu next chap.a ,jngan klamaan jg ya ,,
    ok sekian dlu komentar sya ,,
    ttp smngat ya thor !!.
    Fighting !!

  7. Ok.. knp aku mikirnya bakal sas ending ya :’) duhh kyanya ad sesuatu yg di umpetin dan itu sepertinya author bakal bikin kita nyesek wk,suka banget nih sma momen baekyeonnya ,btw di tunggu next nyaa,keep writing & imagine! FIGHTING!

  8. baekhyun idup baekhyun idup… abeh deh kenapa saya kayak anak kecil yang abis di kasi uang jajan sama ibu yak???? hemmm thor.. itu kata” baekhyun maksudnya apa? makin keren aja.. di next ya
    semangat

  9. Maksud dari kata2 baek aku masih ga mudeng hehe jd cuma musim2 tertentu dia ada di dunia nyata? atau gmn? hehehe
    aku sih ga berharap ini akhirmya bakal sad ending, awas aja ya thor kalo sampe sad ending
    oya ada sedikit masukan dari aku, beberapa kata ada yg janggal bgt pas di baca menurut aku kurang tepat sih kyk ‘menggenggam nya rapat-rapat’ kenapa ga ‘erat-erat’ aja gitu hehe sama yg ‘kulapangkan pandanganku’ mungkin lebih enak kuedarkan pandanganku kali ya hehe
    tapi kamu udah berusaha keras buat bikin cerita unik ini.. *prokprok* di tingkatin lagi ya gaya penulisan nya, hwaiting!! chap selanjutnya di tunggu banget

  10. critanya tambah bagus,tapi apa suatu saat baekhyun bisa menghilang ? dan dia benci musim dingin apa dia bakal hilang pd saat musin dingin??

    next ..next thor

  11. wah daebak
    aku suka chap ini fluff bgt 😀
    tp knpa baekhyun gk sk musim dingin yet?!
    eoh, jd pnasaran sm next chap hwaiting 😉 😀

  12. Ff nya menarik , takut juga kalo baekhyun tiba tiba ilang kan pasti ada yg direlakan buat bisa hidup jadi manusia, atau ada pantangannya gitu
    Next chapter im waiting …

  13. Daebak thor!! ^^
    Itu baekhyun kasih kode apaan?? Dia benci musim dingin?? atau dia bisa hilang jika musim dingin??:g
    Ini tanda apa?? Pasti sesuatu:’g
    Dtnggu chap slanjutnya!! Fighting!! ^^

  14. Pingback: [FREELANCE] Pearl Rain (Chapter 3/END) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. ya ampun akhirnya baekhyun jadi nyataaaa
    taeyeon seneng banget tuhh hahaah
    semoga baekhyun ga pergi ninggalin taeyeon

  16. So sweet ya mereka,, seru kalik ya kalo yg diharepin dr karakter 2 dime si bisa jd nyata😂,, tpi itu knp ya baekhyun benci Musim dingin? Trs baekhyun bilang bisa membeku trs mencair ,hmmm next ya thoooor ❤️❤️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s