Just A Joke

image

Aku rindu.

Ini sudah lebih dari satu minggu aku tidak melihat sosoknya berkeliaran di sekolah. Teman sekelasnya mengatakan bahwa dia sedang berlibur. Ada juga yang bilangan kalau dia sakit. Namun, versi lain mengatakan ibunya sakit dan dia harus menjaganya. Entahlah pernyataan mana yang benar. Aku sudah mencoba menghubunginya berkali-kali tetapi tidak mendapat respon sama sekali. Jika dia sakit, kuharap dia segera sembuh. Aku sangat merindukannya.

Hari ini aku pulang lebih sore dari biasanya. Membuat essay bukanlah sesuatu yang aku sukai, tapi harus dilakukan. Daripada pusing memikirkannya di rumah, aku lebih memilih menyelesaikannya disini. Jadi bebanku tidak terlalu banyak ketika aku pulang. Setelah merapikan barang-barangku, aku berjalan keluar melewati kelasnya yang sudah kosong. Wajar saja, sekarang sudah pukul setengah enam sore. Aku bertanya-tanya apa hari ini dia sudah masuk? Seharian ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dikelas dan tak sempat memantau keadaan diluar sana.

Sebelum benar-benar keluar dari sekolah, aku melewati lapangan basket. Klub basket sekolah melaksanakan latihan rutin hari ini. Mereka terlihat sedang berkumpul, mengevaluasi latihannya hari ini mungkin. Aku memeriksa satu per satu orang yang ada disana. Dan kutemukan Baekhyun-orang yang kurindukan-ditengah mereka. Aku ingin berteriak, sungguh. Tapi aku tidak mau dikatai orang gila oleh mereka. Setelah puas memandangi Baekhyun dari jauh, aku segera berlari keluar sekolah dan menunggu Baekhyun sambil duduk di trotoar.

Tak lama terdengar suara gaduh yang berasal dari lapangan basket. Kukira mereka sudah selesai. Aku semakin tak sabar menunggu Baekhyun. Rasanya sudah seperti menunggunya selama satu jam disini, padahal kenyataannya aku baru duduk kurang dari lima menit yang lalu.

Kemudian orang yang kutunggu muncul dari gerbang sekolah. Dia menatapku lalu tersenyum. Senyum yang kurindukan. Baekhyun menemaniku dengan duduk disamping kananku. Tangannya bergerak membuka tutup botol yang sejak tadi digenggamnya.

“Aku melihatmu berjalan menuju gerbang tadi. Kupikir kau sudah pulang,” ucapnya sebelum menenggak habis air dalam botol itu. Aku tidak menyia-nyiakan pemandangan indah ini. Wajah dan tubuh Baekhyun yang dipenuhi keringat begitu seksi dimataku.

Aku pasti sudah gila.

“Belum, aku menunggumu.”

Baekhyun memasang wajah menggemaskannya. Aku selalu suka ekspresi wajah ini. Dia terlihat imut dan tampan secara bersamaan. “Biar kutebak, kau pasti merindukanku?”

Yang perlu diketahui adalah walaupun kami terlihat dekat, tidak ada hubungan lain diantara kami selain teman. Hanya teman, bukan sahabat atau semacamnya.

“Aku mengaku. Kemana saja kau selama ini? Apa kau tidak merindukanku?”

Baekhyun tertawa sebelum menjawab dua pertanyaanku itu. Ia juga mengacak rambutku. “Aku tidak kemana-mana. Yah, aku merindukanmu, sedikit.”

Aku tersenyum, tetapi sedetik kemudian memasang ekspresi kesal. Ini tidak adil, aku sangat merindukannya sementara dia hanya sedikit merindukanku. Kutatap tajam matanya. Namun Baekhyun malah tersenyum.

“Sedikit?” ulangku.

“Tidak, aku bercanda. Aku merindukanmu,” ucapnya dengan mata berbinar. Membuat diriku berada ditengah-tengah keadaan antara sadar dan terpana melihatnya.

Kami membicarakan banyak hal. Mulutku selalu berubah menjadi banyak bicara jika berdialog dengannya. Entah apa yang membuatku begini. Mungkin karena aku nyaman berbicara dengannya. Rasanya aku baru merasakan yang seperti ini selama hidupku. Ketika salah satu temanku bertanya mengenai perasaanku terhadapnya, aku selalu menjawab dengan kata-kata ‘Aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya.’ Namun sekeras apapun aku mengelak, tetap saja hati kecilku selalu mengatakan bahwa aku mencintainya.

Tak terasa matahari sudah tenggelam sempurna, menyisakan pantulan cahaya pada bulan. Baekhyun tiba-tiba berdiri sambil mengulurkan tangannya. Apa dia sudah mau pulang?

“Ayo, nanti kau pulang terlalu malam,” ucapnya.

“Tapi aku masih merindukanmu.”

“Sudahlah, jangan bercanda lagi.”

Dan ini, yang selama ini membuatku menahan perasaan cintaku jauh dilubuk hati paling dalam. Disaat-saat seperti ini, dia selalu menganggapku bercanda. Dan mungkin, kalimat manis yang dia lontarkan pun hanya sebuah candaan. Walaupun begitu, aku tak ingin kehilangan rasa nyaman yang menurutnya hanya candaan itu. Oleh karena itu, aku tak mengatakan perasaanku padanya, karena mungkin semuanya akan berubah.

Kami tidak akan sedekat ini lagi.
Dia mencintai orang lain,

bukan diriku.

Aku tahu itu.

fin

Advertisements

23 comments on “Just A Joke

  1. kasian amat nasib nya taeyeon. baekhyun juga masa segala sesuatu selalu di anggap bercanda hahaha siapa tuh cewe yg di suka baekhyun kalo bukan taeyeon? hihi ditunggu ff lainnya 🙂

  2. Aaaa, cinta bertepuk sebelah tangan nih ceritanya..
    Kasian taeng, emang cewek yg di suka baek siapa..? Pengen sequel thorrr..
    Gk terima nih klo akhirnya sad ending.. :v

  3. yakk!!!! aku tau tae posisimu.. tapi bener juga sihhh kalo taeyeon ngaku baekhyun bakalan menjauh…

    emhhh thor??? bisa di panjangin gak? ato di buat sqeul gitu , biar aju sedikit lega. Jujur ya thor ff nya bikin gemes, gemesnya itu seperti merasa kurang , mersa ingin lebih membaca… lebihhhhhhhhh puanjanggggg
    hehehehe maaf ya thor itu cuma pendapar aja kok

    ditunggu next karyanya , semangat!!

  4. Yaahh~ kok pendek sih kak?? 😦 padahal ceritanya mulai seru, pas tau perasaan Baek bukan buat Taeng eon trus nanti kelanjutannya gimana?? 😦
    Apa Baek akan membalas perasaannya Taeng eon atau Taeng eon akan berusaha buat Baek sadar kalo dia mencintainya?
    Nggantung kak.. Boleh minta sequel nya??
    Penasaran sekali 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s