[FREELANCE] Faithfully Waiting For Your Love (Chapter 2/END)

040915_2354_freelancefa1

Tittle                      : Faithfully Waiting For Your Love, Chapter 2 END

Author                  : Si Angels Kim Jong In

Genre                   : marriage life, angst, romance, yaoi

Rating                   : T16

Lenght                  : Twoshot

Cast                       : kim taeyeon, Oh Sehun, Jung Krystal, Kim Jong In, Wu Yi Fan

Other cast           : Chanyeol, Baekhyun, Luhan, Lay, Sulli and others

Author Note      : cerita ini terinspirasi dari mimpi author sendiri sumpah gak bohong, cuman ditambah dikit hehehe… pertamanya author dengerin lagu yang liriknya “maafkan diriku memilih setia walaupun kutahu cintamu, lebih besar darinya.” Nah barulah malamnya author mimpiin ff tentang Sehun and Taeyeon. Oke dipersilahkan membaca.

Preview: Chapter 1

Mian for typo and don’t be plagiator

Warning!! Jika tidak suka dengan yaoi, tidak perlu dibaca. Bahasa acak kadul dan membosankan. Terimakasih..

Balasan Comment Chapter 1 : “maaf yang gak kebales or gak kesebut nama yang komennya.”

mimomi : hahaha, emang dibikin gitu. Nah ini udah lanjut maaf lama. | syadaizzy79 : iya emang dibikin sesedih mungkin, tapi belum terlalu sedih kok. Maaf update lama. |neshi : haha, nanti insyaf kok. |DreamLand : eumh geli yah kalok yaoi, yaudah jangan dibaca adegan yaoinya. He . . he . . |fanin : wah wah ampe peluk guling?|hellowayo : marah sama author aja, kan author yang buat. ^-^, maaf ya nextnya lama. |My Boo, TaeTae :iya si cadel emang author bikin jahat, dan bodohnya Taeyeon. |TAf : enggak terlalu dibikin menderita kok, maaf ya nextnya lama. |fumiki arishima :oh bahasa China ya, author lagi memperdalam bahasa China mangkanya banyak makek deh. ^^ dan maaf nexnya lama. |Nji taegangster yeoja : iya udah agak dibikin cemburu kok, ini udah chap 2nya. |farihatuz zahra : yosh, ini udah dilanjut. Maaf jongin udah sama Kris. ^-^ |devi rosiana : yosh pasti. |Barcelonista Asih SparKyuh : he . . he . . ya. | alma : makasi, ini udah lanjut kok. |Byun baekki : emang dibikin gitu 😀 |kidtae : penasaran, nah ini lanjutannya.|sabrinataeng43 : sayangnya, kejadian di ff ini seperti yang ada diotak author.|MKim26 : iya|wiwin : iya |rilla : dibikin gitu, ini udah next kok | TAEc̶o̶k̶e̶ “Taeyeon MilKy” ΛW : iya, ada. Eh? Krystal itu bukan mantan pacar, masih pacar. Taeyeon emang kuat kok. Ini udah next.|nukeyfa : coba dibaca sendiri ya ^^ karena ini udah lanjut.|Erikaseyeon : emang dibikin gitu, tae tidak sama kai. |KimA : maaf nextnya lama, ini yang bisa thor persembahkan. |Indah BSW : tidak bisa. Ini udah next. |NoviTaengsone : emang dibikin gitu, nasib tae ada dibawah ini. Kalok gak suka yaoi jangan dibaca aja pas bagian bagian tertentu. ^^ |verohwang :mereka tidak akan cerai. |puji rahayu : haha tidak bisa begitu.|Rinrin : iya, ya pasti sakit. Okey ni lanjutannya.|vinyeol : Ini udah endingnya.|elmira : kalok gak suka yaoinya jangan dibaca aja, author udah bikinnya gitu.|My Deer Luhan : tidak bisa.|edelweistnto : yes, author setuju. Ayo bakar sehun.|monmonn : maaf ya taenya dibikin sakit terus.|Angelica Maraya : iya, karena dipaksa. Tapi akhirnya cinta beneran kok. Tapi Kris emang udah cintanya ma Jonginnie baby.|najmah syifa : iya, ini udah.|zulfa salma : ini udah. ^^|Park Je Seok : waduh waduh, bingung mau bales apa panjang banget. Yang jelas jangan emosi emosi. Yah pokoknya ceritanya kayak gini. | Taeny : tenang happy Ending kok. |Lillin And : jangan ditendang dong si cadelnya, happy end kok. :D|megakimtaehyung : bikin Sehun nyesel author gak bisa.|fanskka : iya, haha kalok author pastinya PCY alias Park ChanYeol. Haha, karena Kai itu adeknya author.|aysha : sayangnya . . .|chan :iya..| myeonie’s : ini happy end kok|erahmaliati21 : hehe . . . ini nextnya silahkan baca;|OREO : wah sayangnya kai sama Kris.|exolaf : jangan dibaca aja bagian yang yaoinya, akukan yang bikin jadi gak enak kalok ada yang gak nyaman sama ffku. ^-^ tenang aja ini happy end . . silahkan dibaca………|Melya Putri : iya, nih nextnya.|hunhanni : iya emang dibikin gitu, kalok gak suka baca yaoi tolong jangan dibaca aja ya. ^^|mia :yosh ini dia.| syadaizzy79 : hah?

 

Happy Reading…….

Krystal pov

 

“oppa sudah datang, cepat sekali.” Aku berjalan kearahnya sembari mengambil beberapa map yang ia bawa, karena dia tak membawa tas kerjanya.

“hmm.. mana barangmu kita berangkat sekarang.” Aku tersenyum dan kembali masuk untuk mengambil barangku, Sehun oppa juga ikut masuk kedalam.

“biar aku saja.” Aku segera menyerahkan kedua tas berukuran sedangku kepadanya.

Sehun oppa tampak lelah terlihat diraut wajahnya. “oppa lelah ya?” tanyaku selembut mungkin.

Dia hanya menganggukkan kepalanya dan mengacak acak rambut panjangku. “sebenarnya kita mau kemana?” tanyaku akhirnya. “nanti kau akan tau sayang.” Ujarnya pelan seraya tetap fokus.

“geure.. terserah oppa sajalah.”

Setelah beberapa puluh menit perjalanan kami akhirnya sampai di rumah yang sangat besar, OMO!! Rumah? “sampai, sekarang kau bisa turun baby..”

aku melirik namja yang sedang mengulurkan tangannya kearahku. “rumah siapa oppa.” Dia hanya tersenyum kearahku. “tentu saja rumahku dan…”

 

Faithfully Waiting For Your Love, Chapter 2

 

Sehun pov

 

“oppa sudah datang, cepat sekali.” Krystal berjalan kearahku, mengambil beberapa map yang aku bawa ditanganku.

“hmm.. mana barangmu kita berangkat sekarang.” Dia tersenyum dan kembali masuk kedalam.

Kulihat dia menarik 2 tas berukuran sedang. “biar aku saja.” tawarku kepadanya.

“oppa lelah ya?” tanya Krystal lembut.

Aku hanya menganggukkan kepalaku dan mengacak acak rambut panjangnya. “sebenarnya kita mau kemana?” tanyanya. “nanti kau akan tau sayang.” Ujarku pelan seraya tetap fokus menyetir.

“geure.. terserah oppa sajalah.”

Akhirnya kami sampai dirumahku. “sampai, sekarang kau bisa turun baby..”

aku mengulurkan tanganku kearah Krystal. “rumah siapa oppa.” aku hanya tersenyum kearahnya. “tentu saja rumahku dan…”

“Taeyeon…”

 

Author pov

 

“mari tuan, silahkan masuk.” Seorang namja yang dipersilahkan masuk itu hanya melirik lelaki paruh baya itu sembari menganggukkan kepalanya.

“gamsahabnida, paman bisa kembali kebelakang.” Tanpa ragu paman itu kembali kearah dapur, tetapi ia nampak terkejut dengan ucapan tuannya.

“kajja chagi masuk.” Seingatnya nyonya tengah tertidur dikamarnya, dan . . .

“ah, chakkaman paman.” Lelaki itu membalikkan kembali badannya. “ah ne tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya lelaki itu sopan.

“siapkan makan malam, dan mana nyonya?”

“baik tuan, nyonya ada dikamar sedang istirahat.”

“oh begitu, setelah makan malam siap. Panggil dia suruh makan bersama.”

“ne tuan.” Diapun segera pergi dari tempatnya menuju dapur untuk menemui istrinya yang sedang menyiapkan makan malam.

 

Taeyeon pov

 

Sehun sudah pulang, walaupun aku sangat kecewa setidaknya dia sudah kembali, kuharap wanita itu benar benar meninggalkan suamiku.

DEG…

Dia, “tidak.” Aku berlari kearah kamarku dan menutup pintu kamarku. Aku membanting tubuhku diatas ranjang. “hiks.. hiks.. dia..”

Kenapa aku menangis sih memalukan “hiks..” aku sangat menyedihkan, sungguh aku mengharapkan dia pergi dari kehidupanku dan suamiku.

“hiks.. hiks.. hiks.. wae?” hunni, kenapa kau mengajaknya kerumah ini. Tidak cukupkah kau selama ini menyakiti hatiku. Sungguh aku “saranghae hiks.. hiks.. nae nampyeon hiks.. hiks..”

Tok.. tok.. tok..

“permisi nyonya, tuan sudah datang. Anda ditunggu oleh tuan dibawah.” Segera kuhapus air mataku. “ne, aku akan segera turun.” Jawabku dari dalam.

>

>

Aku menuruni tangga dengan sangat lamban sembari memandang sepasang kekasih yang sangat bahagia.

Aku berdiri tepat dihadapan namja yang bernama lengkap Oh Sehun itu, “Taeyeon ada hal penting yang ingin aku bicarakan, duduklah.”

“tak perlu oppa, katakan saja secara langsung.” Sungguh ingin rasanya aku menjambak rambut gadis sial*n itu. “mulai hari ini Krystal tinggal dirumah ini.”

DEG.. sakit, apa yang baru saja ia katakan kepadaku. Apa aku salah dengar atau memang dia mengatakan bawa gadis itu akan tinggal dirumah ini.

“eum.. jadi begini..” “tega se.. hiks… sekali oppa, hiks.. apa oppa belum puas hiks .. hiks.. membuatku sakit disini.” Aku menunjuk dadaku sendiri, sesak sungguh.

“jadi oppa menyuruhku kesini hiks.. hiks.. hanya untuk menyakitiku hiks.. hiks.. dan KAU WANITA MURAHAN.” Aku berlari menuju kamarku diatas.

Aku sempat melihatnya menagis, memang aku perduli. “hiks.. hiks.. hiks..” sungguh tidak sama sekali dengan yeoja murahan seperti dia.

BLAM…

Kubanting pintu itu, CKLEK… BLAM>>

Tapi pintu itu terbuka dan tertutup kembali, aku segera membalikkan tubuhku dan..

“KAU.” Aku mendorong tubuhnya. “apa? Oppa ingin aku lembut kepadanya? Aku, aku tidak bisa.” Kulihat dia mengusap wajahnya kasar, terlihat mukanya memerah.

“aku mohon padamu, biarkan dia tinggal disini. Kau taukan jika ia sedang hamil, aku ta..” “CUKUP.. CUKUP OPPA hiks.. hiks…” “yeoja murahan itu tak mungkin aku biarkan dia tinggal disini.”

BUKK..

Sehun oppa membantingku keranjang dan menindih tubuhku, serta mengunci pergerakanku. “kau itu selalu egois Taeyeon, kau tak pernah memikirkan kami.” Sungguh aku hanya bisa menangis untuk saat ini.

“dari dulu kau selalu ingin memilikiku secara keseluruhankan, tapi karena keegoisanmu aku tak bisa memberikannya. Kau tahu, Krystal selalu mengkhawatirkanmu. Bahkan sekarang ia menangisimu dan berpikir jika dia yang bersalah disini.”

“hiks.. hiks… aku… hiks.. tidak pernah perduli dengannya hiks..” aku berusaha mendorong tubuh kekarnya. “lihat bahkan kau masih seangkuh ini, sifatmu yang membuatku MUAK MELIHATMU.”

“hiks..”ini sakit, aku tak menyangka dia “hiks.. hiks..” akan mengatakanhal itu “hiks..” kepadaku. “maaf aku tak bermaksud kasar.” Dia melepas cengkramannya dan menuruni ranjang ini.

Kulihat dia keluar dari kamar ini, aku mendudukkan diriku. “hiks.. hiks..” apa aku sangat egois ingin memilikinya, aku benar benar mencintainya.

“KRYSTAL…” aku mendengar teriakan dari luar, itu suara Sehun oppa. Aku berdiri dan keluar dari kamarku.

 

Author pov

 

“KRYSTAL…” terdengar teriakan dari seorang namja tampan yang baru saja menuruni tangga, terlihat seorang yeoja tengah tergeletak dilantai dingin itu.

“Krys.. kau kenapa chagi, bangun. Chagi..” namja itu terus menepuk nepuk pipi yeojachingunya, “oppa dia kenapa?” tanya yeoja yang baru saja datang, tetapi yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya.

“darah..” namja itu tampak melihat kearah lantai yang terdapat cairan merah pekat. “oppa kita harus membawanya kerumah sakit.”

Tanpa aba aba Sehun mengangkat Krystal bridal style kearah mobil, “oppa aku ikut ne..” Sehun hanya bisa menganggukkan kepalanya.

‘ternyata wanita ini benar benar kau cintai, kau sampai menangis seperti itu’ gumam Taeyeon dalam hati, Sehun terus menyetir hingga akhirnya mereka sampai dirumah sakit.

 

Author pov

 

“kau menungguku?” namja tan itu hanya tersenyum dan merebahkan tubuhnya lagi di sofa. “Jong.. kau tidak mendengarku ne.” Kini namja yang tidak digubris itu menggelitikinya.

“hihihi.. yak Bacon hyung, hihihi.. geli, hahaha.. ne ne.. haha.. aku menunggumu. Hahaha..” namja yang bernama Baekhyun itu hanya menyeringai setan “tumben kau memanggilku hyung.”

Jong In hanya mengendikkan bahunya tanda ia tak tahu, “yak jawab Kkamjong.” Jong In hanya menoleh kearah namja bereyeliner tebal itu, sembari menggembungkan pipinya.

“yak yak.. kau mau kuperk*sa hah, kau tahu kau itu sangat imut.” Kini Baekhyun mendekatkan wajahnya kearah adik sepupunya itu.

Plak..

“aww appo Jong..” Baekhyun memegangi pipi sebelah kirinya, “siapa suruh berpikir hal kotor, dan hyung… kuperingatkan kepadamu kalau aku ini tampan bukan imut, ingat itu hyung.”

“ya ya ya, terserah padamulah, lagian aku hanya bercanda.”

“becandamu itu kelewatan hyung, cepat tutup kafemu hyung aku tunggu dimobil.”

“hmm.. tunggulah sepuluh menit ne.” Jong In hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar kafe. “anak itu tampak sangat ceria hari ini, dari tadi senyuman tak lepas dari wajahnya.

 

Taeyeon pov

 

Entah air mataku sudah mengering atau apa, tapi sedari tadi aku merasa sedikit bersalah. “huh..” aku menghembuskan nafasku pelan.

Jengah juga lama lama melihat Sehun oppa mondar mandir tidak tenang, dan terlihat jelas raut kekhawatirannya. Akupun berdiri dan menghampirinya.

“gwenchana oppa, dia pasti baik baik saja. Percayalah.” Sebenarnya aku tidak mau melakukan hal ini tapi apa boleh buat ini demi Sehun oppa agar dia bisa tenang.

Akhirnya dia berhenti dan duduk, aku mengikutinya duduk disampingnya. “Taeyeon, maaf sudah membentakmu tadi, aku su..” “tidak apa oppa, aku yang egois. Aku yang minta maaf.” Ujarku.

Dia tampak tersenyum kearahku, dan kini dia memegang tangan kiriku. “gomawo.” Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.

CKLEK…

Pintu yang sedaritadi kami nantipun terbuka, tampak seorang dokter keluar dari pintu tersebut. Sehun oppa segera menghampiri dokter dan menanyakan bagaimana keadaan yeoja itu.

“uisa bagaimana keadaan istri dan anak saya.” Dokter itu tampak diam saja, “kondisinya saat ini jauh dari kata baik, dan kandungannya melemah. Anda bisa ikut keruangan saya sekarang.

Sehun oppa tampak mengiyakan dan mereka berduapun akhirnya pergi dari hadapanku dan menghilang dibelokan arah kanan.

Aku melihat yeoja itu belum sadar diatas ranjang yang tengah ditarik oleh beberapa suster. “suster boleh saya tahu mau dibawa kemana dia?” tanyaku akhirnya.

“Kami akan memindahkannya ke ruang inap nona.” Aku hanya mengagguk dan mengikuti para suster itu.

 

Luhan pov

 

“Lay, an jing (tenang). Kris Jiang bian hao (kris akan baik baik saja).” Aku berusaha menenangkan Lay, bagaimanapun dia itu tetap saudaraku.

“Lu-ge zenmeyang wo neng an jing (bagaimana aku bisa tenang). Kris-ge…” “LAY DENGAR..”

Aku memotong perkataannya dan dia terduduk dilantai, “dia sudah dewasa dan bisa berpikir yang positif, percaya padanya.” Kami tahu bahwa Kris pernah mencoba untuk bunuh diri.

Kulihat dia memeluk kedua lututnya. “aku tak ingin Kris-ge melakukan hal bodoh seperti dulu ge.” Aku berjongkok dan memegang kedua bahunya.

“ini berbeda, Kris tak mungkin melakukan itu lagi. Kau tahu Jong In dan wanita itu berbeda.” Lalu aku memeluknya memberikan kekuatan padanya.

“xie xie Lu-ge, xianzai wo yao xiuxi. (terimakasih Lu-ge, sekarang aku mau istirahat.)” aku hanya mengaggukkan kepalaku dan menuntunnya kearah kamar kami.

Sebenarnya aku sangat bertanya tanya kenapa Jong In belum pulang padahal sudah pukul 20.00 KST. Kemana dia? Dan semoga saja semuanya tak memberitahu tentang keadaan Kris padanya.

 

Author pov

 

“anda bisakan melakukan seperti apa yang saya katakan tadi?” namja pucat itu hanya mengagguk dan berdiri sembari menjabat tangan uisa yang ada dihadapannya.

“gamsahabnida uisa, saya akan berusaha semaksimal mungkin.” Uisa itu hanya tersenyum lembut dan mempersilahkan namja pucat itu untuk keluar.

 

SKIPP>>

 

seorang yeoja tengah terduduk dengan tangan yang terlipat didadanya, suara pintu yang terbuka membuat dia menoleh kebelakang. “oppa…” namja itu hanya tersenyum.

“apa yang uisa katakan?” tanyanya akhirnya. Namja itu hanya menghembuskan napasnya kasar. “aku juga ingin tahu oppa.”

Sehun duduk dihadapan yeoja yang tengah berbaring tak sadarkan diri dan disebrang ada istrinya. “bisakah kita bicarakan ini diluar?” yeoja itu hanya mengangguk dan berjalan keluar.

Setelah namja tampan yang bernama Sehun mengecup bibir yeojachingunya singkat, diapun mengikuti istrinya keluar dari ruangan itu.

 

Taeyeon pov

 

Aku melihatnya oppa, aku melihatnya. Disaat kau mengecup bibir itu kilat, dengan penuh cinta. Bisakah aku mendapat perlakuan yang sama?

“Taeyeon gwenchana.” Aku tersentak saat bahuku terguncang dan ternyata..

“ahk oppa, mianhae.”

“kenapa kau melamun, ada masalah?” Sehun oppa duduk disampingku, Aku hanya menggelengkan kepalaku.“uisa mengatakan jika Krystal terlalu banyak pikiran beberapa hari ini.”

“mianhae, ini semua gara gara aku. Aku benar benar minta maaf, tapi jujur oppa. Aku belum bisa menerimanya, aku pulang sekarang oppa.” Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit.

Kurasakan sebuah tangan kekar menghentikan langkahku, kemudian menarikku kedalam dekapan seseorang. “oppa..” aku berusaha melepas pelukannya.

“biar, biarkan seperti ini…” aku hanya terdiam tak berniat membalas pelukannya. “gomawo untuk hari ini, aku mohon padamu untuk 7 bulan kedepan ini. Bersikaplah baik kepadanya.”

“oppa lepa…”

“kumohon…” kurasakan dekapannya semakin erat dan bahu kananku terasa dingin.

“ak..”

“kumohon Taeyeon, uisa mengatakan dia tidak boleh memikirkan hal berat. Dan dia selalu memikirkan perasaanmu akhir akhir ini. Aku..”

Aku membalas pelukannya. “aku tidak bisa janji, tapi aku akan berusaha oppa.” Kurasakan dia semakin erat memelukku dan dingin dibahuku, OMO!! Dia menangis.

“gomawo, pulanglah aku tidak bisa mengantar, mianhae..”

“gwenchana oppa.” Ketika aku hendak membalikkan badanku.

 

Chup…

“besok aku pulang, selamat malam.” Dia berlalu meninggalkanku setelah mengecup keningku singkat, apa ini? Apakah ini ucapan terimakasih? Ah aku tidak peduli yang jelas aku merasa senang.

 

Author pov

 

“yak, YAK hyung, Bacon hyung, kau tak bisa menyetir eoh?” namja tan itu sibuk mencengkram sabuk pengamannya, sesekali dia berteriak heboh karena ulah hyungnya.

Namja bereyeliner tebal itu hanya terfokuskan menyetir “HYUUUUNNGGGGG…………”

Ckkiiiiiiiiiiiieeeeeeeeettttttttttttt……….

“ca turun sudah sampai, hey Kkamjong.”

“yak hyung kau itu, kau ingin membunuhku huh..” namja tan itu mempoutkan bibirnya lucu. “kuadukan pada Kris-ge…” namja tan itu keluar dari mobil dan berlari masuk rumah.

“KRIS-GE, KRIS-GE.. Baekhyun hyung ingin membunuhku, KRIS-GE neo eodiga?”teriak namja tan itu terdengar sampai lantai paling atas yaitu kamar mereka berenam.

 

Kris pov

 

“KRIS-GE, KRIS-GE.. Baekhyun hyung ingin membunuhku, KRIS-GE neo eodiga?” kudengar suara itu, suara mengadu itu. Sungguh aku sedang malas bertemu dengannya, tapi aku sangat merindukannya.

Aku melangkahkan kakiku menuju kearah sumber suara, dan aku disuguhkan dengan adegan….

“nimen dou wei shen me?” aku memasang wajah andalanku, datar. “ge..” jawab kelimanya serempak.

“siapa yang menyuruh kalian untuk menganiaya Kkamjongku.” Dengan gerakan serentak, mereka semua melepaskan tangan dari Kkamjongku.

“kami hanya..”

“Lay, siapa yang menyuruhmu bersuara.” Aku melirik Kkamjongku yang memeluk pinggangku sambil tersenyum penuh kemenangan.

“nimen dou yijing chi ma?” (kalian semua sudah makan kah?) kulihat mereka semua menggeleng. Aku hanya menghembuskan nafasku.

“ja, xianzai women dou chi.” (ja, sekarang kita semua makan.)Aku menggenggam tangan yang sedari tadi memelukku.

Seusai makan kami semua memutuskan untuk tidur, tidak ada yang berani membuka suara setelah selesai makan. Jong In sekarang tidur bersamaku, tapi kami belum tidur.

“ni cong na li lai?” (kau darimana?) tanyaku padanya. Dan dia hanya menggelengkan kepalanya. “wo yijing dao (aku sudah tau).”

“ge..” aku menaruh telunjukku di bibirnya, “shao bing.” (sedikit sakit.) Aku memejamkan mataku dan memegang dada sebelah kiriku.

“kuai su shui Jong In.” (cepat tidur Jong In.)

“yuanliang ge.” (maaf ge.)

Chup..

Zheng de ma? (benarkah?) Dia menciumku, mencium pipiku? Aku tersenyum dan memeluknya, kemudian kukecupi pipi dan keningnya.

“yak ge ge, kau ingin memperk*saku.?” Aku hanya terkekeh kecil

“duibuqie, xianzai kuai su shui. Ruguo bu wo yao wen zai.” (maaf, sekarang cepat tidur. Jika tidak ingin kucium lagi.”

Dengan cepat dia membalikkan badannya, kupeluk tubuh yang serasa pas didekapanku itu. “anhao shui ….MY KAI..” dan mengikutinya menuju alam mimpi.

 

Sehun pov

 

“pagi chagi..” aku tersenyum lembut pada yeoja yang sangat aku cintai itu, “pagi oppa?” dia membalas sapaanku. “makan dulu ne.” Aku menyuapkan sesendok bubur hangat untuknya.

“sudah merasa baikan.” Dia hanya menganggukkan kepalanya. “oppa…” aku segera menoleh keasal suara. “wae?” kulihat dia tampak ragu.

“katakan saja tak perlu ragu chagi.” Aku mengecup lembut keningnya. “aku ingin.. pulang oppa, tapi e.. kekontrakanku.”

1 menit..

2 menit..

 

“oppa, kau mendengarku kan?” aku tersadar dari lamunanku. “kau itu bicara apa sih, aku sudah diberi ijin oleh Taeyeon, dia tidak marah. Aku bersungguh sungguh.”

Kulihat dia tampak tersenyum kecut dan memejamkan matanya. “oppa aku ingin tidur, aku lelah oppa.” aku takut, aku benar benar takut sekarang. Takut kehilangannya.

“tidurlah chagi.” Aku memberikan kecupan di bibirnya lalu berjalan keluar. Jujur, aku harus pulang. Tapi aku sedang menunggu Sulli untuk menjaga Krystal.

Beberapa menit aku menunggu akhirnya dia datang, “Sul, kau sudah da…”

PLAKK..

“kau apakan dia HUHH.?” Aku memegang pipiku yang terasa panas. “Sul,, den..”

PLAKK…

Rasa panas dipipi kiriku sekarang terasa perih, ketika dia akan melayangkan tamparan ketiganya. Aku dengan segera menangkap tangan kanannya. “Sul, dengar dulu.”

Kulihat raut mukanya yang memerah, mungkin dia sangat marah kepadaku. Entahlah, terserah. “tak perlu, dia pastinya juga akan membelamu. Dan kau tak perlu membela dirimu sendiri.”

Sulli membuka pintu inap Krystal dan menutupnya pelan, yeah setidaknya ada yang akan menjaganya selama aku pulang.

 

Jong In pov

 

Aduh tubuhku sakit sekali, aku tidak bisa bergerak. Ada sesuatu yang berat menimpa tubuhku “eunghh..” aku mengerjap ngerjapkan mataku.

Setelah aku benar benar sadar ternyata, yang menimpa tubuhku adalah…

“YAK KRIS-GE, berat eunghh.. menyingkir ge.” Dia tampak mengucek ucek matanya dan mencium kedua mataku. “sayang, ini masih pagi.” Lalu Presdir muda itu mmenyingkir dari tubuhku dan tidur lagi?

“ge, kau tidak kekantor? Ini sudah pukul 09.00 loh.” Aku berusaha membangunkannya dengan menindih perutnya.

Dia duduk hingga aku jatuh terduduk dipahanya, kemudian dia mengunci pergerakanku. “kau ingin menggodaku em..” tanyanya tepat ditelingaku. “t..ti..tidak.” aduh kenapa aku jadi gugup.

Dia mulai mendekatkan wajahnya, cup, cup, dia mengecup kedua mataku. Cup, mecium hidungku. Cup, cup, mencium kedua pipiku. Dan…

CHUP….

Tidak First Kiss ku, tunggu tapi aku tidak marah ketika dia melumat bibir bawahku. Kemudian dia melepas pagutan antara kami dan memelukku erat, kemudian dia berbisik “kau menikmatinya chagi.”

1 menit ..

5 menit…

“YAK KRIS-GE, APA YANG KAU LAKUKAN.” Aku terus memukul punggung namja yang saat ini sedang tertelungkup dan tertawa keras.

BRAK… BRAK..

“Jong ada apa?”

DOR… Dor.. “Jong, Kris-ge. Ada apa? Jong In kenapa?”

Terdengar gedoran pintu kamar kami, aku segera berlari dan menghampiri pintu yang akan didobrak itu. Aku membuka pintu itu cepat, “Hyung.. ge ge, Kris-ge ingin memakanku.” Entah siapa yang kupeluk saat ini.

Cup.. “tenang sayang Hyung disini.” Satu kecupan kuterima dari, “Yak!! Bacon hyung.” Aku sontak berlari kekamar dan memeluk namja yang tengah berdiri menatap tajam orang yang telah mencium pipiku.

“Kris-ge, Baekhyun hyung menciumku.”

Aku merasakan kepalaku diusap dengan halus, “kan sudah ge ge katakan, diamlah dikamar bersama ge ge.” Lalu pintu kamar kami kembali tertutup dengan suara yang sedikit keras.

 

author pov

 

“aku berangkat ne.” Ujar pria tampan itu kepada istrinya, “ne oppa.”

‘aku akan berusaha adil pada kalian, jadi aku mohon padamu untuk bersabar.’ Batin Sehun

“cakkaman oppa.” Pria itu berbalik kemudian tersenyum lembut.

“aku belum bisa menerima yeoja itu, tapi aku mengijinkan dia tinggal disini.” Taeyeon berbalik dan menutup pintu.

‘mungkin kau belum bisa, tapi percayalah. Kau akan sangat sulit ditinggal olehnya. Karena kau tau hatinya seperti malaikat.’ Lirih Sehun.

 

Taeyeon pov

 

‘Kenapa sampai malam begini dia belum pulang’, aku berjalan menuruni tangga untuk sampai diruang tengah. Aku menyalakan TV dan duduk disofa.

Beberapa menit menunggu akhirnya suara bel rumah berbunyi, kubukakan pintu rumah sebagaimana istri menyambut suaminya pulang.

“oppa baru pulang, kajja masuk.” Sekilas kulirik yeoja itu tengah menunduk, aku teringat pesan Sehun. “masuklah Krys..” lalu aku berjalan duluan, sungguh aku ingin menangis saat ini.

Kami bertiga makan dengan sangat tenang, setelah acara makan malam usai aku segera berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamar.

‘kupikir Sehun benar benar mulai membuka hatinya untukku.’ Aku membuka Laptopku untuk mulai mendisain beberapa rancang baju.

Terdengar suara pintu yang dibuka memaksaku untuk menoleh, dan benar saja “oppa.” Aku sedikit terkejut kenapa dia kesini?

“boleh aku masuk.” Aku hanya mengaggukkan kepalaku. “tentu, bukankah ini kamar oppa juga kan?” terlihat dia hanya tersenyum dan berjalan masuk lalu duduk disampingku.

Cukup lama kami terdiam, um sebenarnya aku merasa sedikit canggung. Akupun menutup Laptopku dan menaruhnya dimeja, “kenapa dimatikan?”

 

Sehun pov

 

“kenapa dimatikan?” tanyaku pada Taeyeon, kulihat dia hanya tersenyum dan memandangku. “aku, aku tidak punya ide oppa. Tadi hanya iseng.” Dia kembali duduk disampingku.

“aku senang kau tak seperti dulu.” Aku membuka suara untuk mengawali pembicaraanku dengan Taeyeon.

“memang aku dulu seperti apa dimata oppa.” Aku menolehkan wajahku sekedar melihat wajahnya yang menunduk.

“ya dulu…”

“aku hanya mencari perhatianmu, untuk mendapatkanmu. Mungkin caraku memang salah hingga kau membenciku, tapi sekarang aku rasa aku tak perlu seperti dulu karena aku sudah mendapatkanmu..”

Aku menunggunya untuk bercerita lebih lanjut, hitung hitung memberikan balasan perhatian mungkin.

“kau tahu, aku ini memang sangat jahat. Aku merebut kebahagiaanmu, mungkin untuk menebusnya aku harus rela…”

“kau itu bicara apa? Siapa yang membencimu? Justru aku kagum padamu, kau mau menerima lelaki brengs*k sepertiku.” Sahutku asal.

Kulihat dia menoleh kearahku. “aku tak pernah berpikir kau itu brengs*k, justru aku berpikir kau itu sangat setia dan bertanggung jawab.”

Aku hanya tersenyum kecil mendengar jawabannya, “sudahlah ayo tidur ini sudah malam.” Ajakku pada Taeyeon.

Bagaimanapun dia itu istriku dan aku harus menghormatinya, salah satunya dengan cara tidur bersamanya.

Author pov

 

“ge, ayo pulang.” Namja tan itu tampak mengucek ucek matanya. “kau sudah mengantuk Kai?” namja tan itu tampak merengutkan dahinya. “apa ge? Kai? Kai nugu?”

Kris hanya mengacak acak rambut belakang namja tan yang nampak sangat imut itu, “nugu?” tanyanya lagi, dan hanya dihadiahi gelengan kepala.

“kajja pulang.” Ajak Kris akhirnya.

Hari ini Kris dan Jong In berjalan jalan berdua dengan berakhir di Sungai Han, semua orang yang melihat kemesraan mereka hanya melihatnya sebagai kakak beradik yang nampak akur.

“oya ge, hari ini ge ge tidak bekerja memang tidak apa?” namja jangkung itu hanya menggelengkan kepalanya. “jinnja?” Kris tersenyum lembut dan mencubit pipi Kkamjong gemas.

“memangnya kenapa Chagi?” Jong In memutarkan bola matanya malas. “bukan apa apa sih, dan Kris-ge jangan memanggilku chagi atau aku akan tidur dengan Baekhyun hyung.”

“hahaha.. kau itu lucu sekali sih, tidurlah bersama Baekhyun jika kau ingin diperk*sa olehnya, kau tau sendiri dia itu Seme.”

Jawab namja tampan itu dengan nada yang mengerikan. “Yak!! Jadi ge ge menyerahkanku padanya?” namja jangkung itu hanya melirik Kkamjongnya.

“jadi kau ingin aku yang memasukimu?”

“KRIS-GE malam ini aku tidak tidur denganmu, aku tidur dengan Chan hyung titik.” Jong In membuka pintu dan membantingnya lalu berlari masuk kedalam rumah.

 

5 month Later…

 

Taeyeon pov

 

“Sudah lima bulan,” aku menundukkan kepalaku. “ hufftt.. aku lelah menunggu, memang dia mulai perhatian padaku…” aku memberi jeda pada kalimatku.

“tapi aku akan tetap menunggunya Jong.” Aku menatap matanya lekat, terlihat raut mukanya yang kecewa padaku.

“jika keputusanmu sudah bulat, maka… aku akan melepasmu.”

“Jong..” dia memelukku erat.

aku sungguh mencintaimu dari dulu hingga detik ini.”

“Jong aku..”

“shhitt.. tunggulah dan jemput kebahagianmu. Aku akan selalu menjadi sahabat terbaikmu, sekarang ayo kuantar pulang.”

Aku melihat Kkamjong berdiri sembari menghapus air matanya, “Jong, kau yang terbaik.” Aku memeluk tubuh sembari terisak.

“simpan nomorku baik baik ne, aku mungkin tak bisa berada disekitarmu lagi. Tapi kau harus ingat, aku selalu dihatimu.” Aku hanya menganggukkan kepalaku.

“selalu hiks… Jong, kau hiks.. selalu dihatiku hiks.. hiks..” dia melepas pelukan kami dan menghapus air mataku. “hei, kau jelek saat menangis Taeng.”

Aku memeluk tubuhnya lagi. “biar saja hiks..”

“uljima…” kurasakan dia mengeratkan pelukannya dan menciumi keningku.

Setelah pertemuan ditaman aku pulang keruamah, karena suasana hatiku sangat buruk saat ini. Jadi aku tidak ke butik.

Ketika aku berjalan menuju tangga, tiba tiba lengan kiriku ditarik oleh seorang yeoja berperut buncit. “ada apa?” tanyaku. Dia hanya menundukkan kepalanya.

 

Krystal pov

 

Aku melihat Taeyeon eonni diantar oleh lelaki yang tak kukenal, dan dia sempat mengecup bibir eonni dan pergi.

Aku memberanikan diri menarik lengan Taeyeon eonni. “ada apa?” tanya eonni, akupun hanya bisa menundukkan kepalaku.

Saat ini aku dan Taeyeon eonni berada di taman belakang rumah, jujur aku senang karena eonni akhirnya menerimaku dan menyayangiku sebagai adiknya.

“ada yang ingin kau bicarakan?” aku menolehkan kepalaku. “eonni, laki laki tadi siapa?” tanyaku pada intinya.

Kulihat Taeyeon eonni hanya tertawa kecil menanggapi pertanyaanku, “hihi.. aku sampai lupa, aku memang sengaja tak mengenalkanmu padanya, dia itu sahabat terbaikku…”

“dia, berteman denganku tak pernah melihat dari mana aku berasal. Dia itu orang yang tulus, penyayang. Dia itu sangat baik, dan penyabar.”

Aku hanya menganggukkan kepalaku sekilas, “beberapa tahun lalu dia mengatakan bahwa dia mencintaiku hingga sekarang, tapi tadi dia mengatakan padaku bahwa dia sudah menyerah untuk mendapatkan cintaku.”

Aku menggenggam kedua tangan Taeyeon eonni. “eonni, kumohon padamu jangan pernah eonni berpaling dari Sehun oppa.”

“apa yang kau katakan, aku akan berada disisinya. Bersamamu.”

Aku menggelengkan kepalaku kuat, “tidak eonni, eonni harus bersama Sehun oppa. Hanya eonni dan aku tidak.”

“hey kau ini bicara apa? Aku tidak apa jika Sehun oppa menikahimu setelah kau melahirkan, yang penting Sehun oppa bahagia. Aku rela…” Aku tetap menggelengkan kepalaku.

“tidak eonni, setelah aku melahirkan tolong rawat bayiku. Aku akan pergi jauh eonni, aku tidak akan pernah kembali ke Seoul lagi eonni. Aku akan… akan pergi sejauh jauhnya.”

“Kau it..”

Aku memeluk Taeyeon eonni. “eonni kumohon dengarkan aku, apapun yang terjadi nanti. Aku mohon pada eonni untuk tetap bersama Sehun oppa.” Aku mulai mengeratkan pelukanku.

“berjanjilah eonni, untuk tetap berada disisi Sehun oppa.”

“ne aku janji.”

 

Author pov

 

BRAK . . .

 

“memang kau pikir kau itu siapa?” namja putih itu tersungkur dilantai marmer, diapun berdiri dan..

Buagghh..

“kau pikir aku juga tidak tau kau telah mencium istriku.”

Namja tan itu mengusap ujung darah dibibirnya. “apa kau bilang? ISTRI? Kau bahkan selalu menyakiti perasaannya, itu yang kau sebut istri.”

Namja putih itu sejenak merenung..

Buaghh,,

“kuperingatkan padamu, jika kau berani membuatnya sedih. Aku berjanji untuk merebutnya.”

Baghh..

“apa yang kau katakan? Dia itu ISTRIku..”

“Istrimu? Tapi kau tak pernah mencintainya..”

Buagghh..

“…”

“kenapa? Kenapa kau diam, apa perkataanku benar.”

“kau benar, aku tak pantas untuknya.” Lirih namja putih itu.

“apa yang kau katakan, dia memilihmu bodoh! Hanya kau yang dia cintai, kuperingatkan jangan sampai kau menyesal.” Namja tan itu mengulurkan tangan kanannya.

Namja berkulit putih itu menerima uluran tangan dari namja berkulit tan itu.

 

Sehun pov

 

“gomawo, tapi kenapa kau melakukan ini?” tanyaku bingung pada orang yang telah menghajarku lalu mengobatiku, orang yang sama.

“kau kira aku ini sejahat itu, aku hanya kesal tuan Oh…” aku menolehkan wajahku kearahnya.

Dia hanya tersenyum menatap langit cerah. “kau tahu…” aku masih menatapnya lekat. “dia sangat mencintaimu sebagai pendamping hidup, sementara aku..” dia menunjuk dirinya sendiri.

Dia tertawa kecil, “dari dulu hingga sekarang, dia mencintaiku hanya sebatas sahabat. Atau bisa dibilang kakak, tidak lebih…”

“apa hubungannya denganku?” tanyaku lirih.

Dia menatapku tajam “kau ingin kutinju lagi agar kau paham?”

“eh? Bukan seperti itu, maksudku..” kuakui dia itu sangat imut, tapi tinjuannya. Bisa membuatmu lebam lebam seperti aku sekarang.

aku sudah melepaskannya, untukmu. Walaupun kutahu kau masih mencintai wanita lain, tapi aku percaya lambat laun kau akan mulai mencintainya.” Terangnya sembari menundukkan kepala.

“dia pasti bercerita banyak tentangku, hingga kau tahu banyak hal tentang diriku.”

“tidak juga..” sanggahnya, “dia hanya bercerita tentang kebaikanmu, walaupun aku sangat muak mendengarkannya.”

Aku terkekeh kecil. “kau bisa saja, jujur aku ini namja yang brengs*k.”

“kau menyadarinya kalau kau memang brengs*k?” sahutnya cepat.

“iya..”

 

Lama kami terdiam dalam kesunyian, mungkin aku juga butuh ketenangan. Tapi ada satu hal yang mengusikku saat ini.

“Jong kenapa tadi kau mencium istriku?” akhirnya satu pertanyaan lolos dari bibirku. Dia membuka matanya perlahan.

“kau cemburu?”

“hufftt… entahlah, aku hanya tidak suka kau mencium istriku.” Kulihat dia hanya tersenyum.

“kau tidak suka aku menciumnya? Lalu kenapa tidak kau saja yang menciumnya?”

Aku mengerutkan keningku lalu bersandar pada sandaran kursi.

“aku tahu kau mulai mencintainya…” sambungnya lagi.

“aku tak yakin.”

“jangan biarkan dia meninggalkanmu, atau jangan kau lepaskan dia. Jika tidak ingin menyesal nanti, karena dia berbeda dengan gadis yang lain.”

Aku hanya menajamkan pendengaranku.

“Jika dia terlepas darimu? Aku dengan senang hati akan mengambilnya dan takkan kubiarkan dia kembali padamu lagi.”

“YAK! KAU!!”

Dia menghentikan tanganku yang mengepal.

“sekarang aku benar benar tahu jika kau sudah mulai mencintainya..” seketika aku bungkam dan menundukkan kepalaku.

“dia itu gadis yang manja, senang diperhatikan, namun dia itu baik hati, sangat penyabar dan…” aku menunggu Jong In melanjutkan kata katanya.

“ sangat kuat dan tegar.” Kulihat dia berdiri dan merentangkan kedua tangannya.

“pilihan ada ditanganmu, dia atau yeoja yang tengah mengandung anakmu.” Aku ikut berdiri dihadapannya.

“sudah sangat lama kita disini, aku pulang dulu okey… sampai berjumpa lagi.” Aku mecekal lengan sebelah kanannya, dia menoleh kearahku.

“kenapa?” tanyanya. “bolehkah aku menganggapmu sahabat juga?” tanyaku agak ragu pada namja manis ini. Dia hanya mengagguk. Akupun merentangkan kedua tanganku.

Dia langsung berhambur kepelukanku, “gomawo untuk semuanya.” Dia hanya mengaggukkan kepalanya. “ternyata selain imut kau itu manis ne.”

“Yak!!” aku mendapatkan beberapa tinjuan dipunggungku. “aw, aishh appo Jong..”

 

Jong In pov

 

Setelah bertemu dengan Sehun aku bergegas pulang, jam sudah menunjukkan pukul !9.00 KST. Aku yakin Kris-ge dan yang lain khawatir, karena aku tidak menggunakan mobil yang ada dirumah.

“aku pulang…” aku membuka pintu dan langsung disambut dengan pelukan hangat oleh Kris-ge. “ge ge hiks..” runtuh sudah pertahananku sedari tadi.

“Shhiiitt.. menangislah, aku sudah tahu semuanya.” Kris-ge mengeratkan pelukannya.

“ge…”

“shhiitt..”

Kris-ge mencoba menenangkanku

“hiks.. hiks.. bawa aku pergi ge.. hiks. Hiks…”

 

Kris pov

 

“hiks.. hiks.. bawa aku pergi ge.. hiks. Hiks…” aku mengeratkan pelukanku, jujur aku bingung dengan apa yang dia ucapkan.

“apa maksudmu?” tanyaku akhirnya, aku melihat disekeliling sudah sangat ramai. Akupun mengangkat Kaiku Brydal kekamar kami.

Aku menundukkan ia diranjang, tapi ia masih saja kokoh memelukku. Akupun mencoba untuk menenangkannya, dengan menepuk nepuk bahunya sesekali mengusap dan mencium puncak kepalanya.

“jika hiks.. kau mencintaiku, hiks.. bawa aku pergi ke kanada, ayo kita menikah ge. Hiks… hiks.. hiks..” aku benar benar senang, dengan apa yang ia ucapkan. Tapi aku tahu itu semua atas dasar emosinya.

“apa yang kau katakan? Kau terbawa emosi sayang.” Aku mengecup puncak kepalanya lembut. Kurasakan dia menggelengkan kepalanya kuat.

“ti.. tidak ge, aku sungguh sungguh…” kulihat dia tak lagi menangis, dia sudah tenang rupanya.

“aku sungguh sungguh ingin menikah denganmu Yi Fan-ge.” Aku menggelengkan kepalaku. “kau belum mencintaiku Kai, aku akan menikahimu setelah kau mencintaiku.”

 

Chu….

1 menit

5 menit…

OMONA!! Dia menciumku, dia sedikit melumat bibir bawahku. Seakan tersadar dari keterkejutanku, akupun mulai melumat bibir bawah dan atasnya bergantian. “eunggh…”

Tak kusiakan kesempatan itu, kuterobos masuk lidahku kedalam mulut hangatnya.

Clap..

Clap..

Demi apapun bibir ini sangat memabukkan, kurebahkan tubuh tan itu diatas ranjang dan menindihnya tanpa melepas pagutan kami.

Bertukar saliva, saling melilitkan lidah, dan menggigit adalah pekerjaan kami sekarang. “mmppptthh ge..” dia memelukku erat. “Kau yakin?”

“aku yakin ge, aku memilihmu. Dan akan setia dengan cinta kita.” Aku mengecup bibir tebal itu, dia membuka kaosku perlahan, dan aku membuka jaket yang ia kenakan.

(NC Yaoi.. gak boleh ya.. jadi di percepat dah.)

SKIPPP…

 

Author pov

 

“andwe eomma, jebbal.”wanita paruh baya itu tak juga menghiraukan putrinya. “eomma, dengarkan Taeyeon dulu eomma, aku sangat menyayanginya sekarang.”

Plak..

Wanita paruh baya itu melayangkan tamparannya pada putri tunggalnya, “kau tak sadar apa yang kau katakan, keluarga Oh harus tahu semua ini.”

“eomm..”

DIAM KUBILANG, KAU ITU BODOH ATAU APA SIH?”

“eomma harus dengarkan Taeng dulu, jangan mengambil keputusan sepihak.”

“apa yang harus eomma dengar lagi?”

Taeyeon sedang berada dirumah kedua orang tuanya, appa Taeyeon sedang berada dikantor sedangkan eommanya selalu ada dirumah.

“dulu sejak SHS mereka sudah berpacaran, aku sebenarnya yang perusak hubungan mereka eomma.” Taeyeon menatap eommanya dengan senyum pahitnya.

“disaat aku sudah resmi menikah dengan Sehun oppa, Sehun oppa memberitahuku bahwa kekasihnya itu tengah hamil muda…”

“aku sempat terkejut mendengarnya, sampai pada akhirnya Krystal diajak tinggal oleh Sehun dirumah kami. Mulanya aku membantah, hingga membuat Krystal depresi dan hampir keguguran.”

“…”

“aku merasa kasiahan padanya hingga aku memberi ijin padanya untuk tinggal dirumah, saat itu aku sudah mulai dekat dengannya dan dia sangat baik, dan polos.”

“…”

“aku menyayanginya eomma, dan…”

“…”

“aku rela dia menjadi istri kedua Sehun oppa.”

 

2 Month Later…

 

Sehun pov

 

Aku berjalan dihalaman belakang dengan yeoja yang saat ini tengah mengandung anakku, aku sangat mencintainya. “kenapa kau baru sekarang mengajakku jalan jalan Krys..”

Aku berpura pura marah dan sedikit memperlihatkan muka kesal padanya, namun dia hanya tersenyum dan..

“dasar kekanak kanakan, padahal sebentar lagi akan menjadi appa.”

“hmm, bukan seperti itu chagi. Tapi kenapa kau sulit ditemui, padahal kita tinggal satu rumah.”

Krystal tampak mendudukkan pantatnya dikursi putih yang berada dibawah pohon agak besar. “aku ingin kau dan Taeyeon eonni semakin dekat, aku tahu oppa mulai mencintainya.”

Aku ikut mendudukkan diriku dikursi panjang itu. “chagi, aku mencintaimu.” Dia terlihat menggelengkan kepala.

“oppa dengarkan aku dulu ne, dan tolong jangan menyela kata kataku.” Aku hanya menggumam malas dan menyandarkan kepalaku di bahunya.

aku tahu oppa mencintaiku dan akupun juga mencintai oppa, tapi oppa tidak boleh memungkiri perasaan cinta yang tumbuh untuk Taeyeon eonni.”

Aku menghembuskan nafasku berat. “sejujurnya aku tak tahu perasaanku kepadanya Krys, aku hanya ingin menjaga dan melindunginya itu saja.”

Kudengar dia tertawa renyah sambil memegangi perutnya. “kenapa kau tertawa, memang ada yang lucu tentang pengakuanku.”

“oppa, itu sudah membuktikan bahwa kau mencintainya juga. Berbahagialah bersama anakku dan Taeyeon eonni oppa…”

Aku hendak melayangkan protes dan mendapatkan jari telunjuknya berada tepat di bibirku. “aku sudah bilang jangan menyelaku.” Aku hanya mengagguk pasrah.

“aku memiliki sebuah firasat oppa, tapi oppa tak perlu tahu. Aku hanya berpesan padamu bahwa…”

“…cintai anak kita dan Taeyeon eonni seperti kau mencintaiku oppa, jaga dan lindungi mereka. Kumohon buat mereka bahagia, jangan sampai membuat mereka sedih.”

“oppa, aku hiks.. aku..” aku memeluknya dan mencoba untuk menenangkannya. “uljima, memang ada apa? Tentu saja aku berjanji akan melindungi kalian semua, kalian segalanya bagiku.”

“hiks.. aku tak bisa berjanji akan selalu berada disampingmu, hiks…”

“shhiitt.. kau tak boleh bicara begitu Chagi..”

“tapi hikss.. aku mempunyai firasat bahwa hisk.. hiks… aku tak akan hidup lebih lama lagi.. hiks.. hiks.. hiks..”

 

Author pov

 

“aku sudah mengurus keberangkatan kita lusa pagi chagi.” Kris mengusak sayang rambut namjachingunya saat ini. “aku sudah mulai mencintaimu ge..”

“hmm.. aku senang mendengarnya.” Kris memeluk pinggang Kai posesif. “Kris-ge, aku benar benar tidak ingin kehilanganmu.”

“wo zhi dao, xie xie Kai..” lelaki jangkung itu mengecup kening Kainya lama, namja tan itu hanya tersenyum dan menutup kedua matanya.

“wo hen ai ni, Kai.” Kai memeluk Kris dengan erat. “wo ye hen ai ni, Kris-ge.”

“kajja kedepan, beritahu yang lain.”

“chakkaman ge.” Kai menggenggam tangan Kris lalu menundukkan kepalanya. “ada apa?” tanya Kris sembari tersenyum lembut. “itu…”

 

Taeyeon pov

 

Kami sedang makan malam bersama, tapi kulihat Kystal agak gelisah. “Krys kau kenapa?” ekspresi wajahnya mengisyaratkan kesakitan.

“aniyo eonni, perutku sedikit sakit.” Sehun oppa berdiri dan mendekati Krystal seraya berkata “kita kerumah sakit sekarang, Taeng kau bawa Krystal kedepan. Aku akan menyiapkan mobil.”

Aku hanya menganggukkan kepalaku lalu berjalan kearah Krystal, “tapi eonni, tidak ada cairan bening seperti ketuban.” Aku hanya mengulas senyum dan tak mencoba untuk panik.

“mungkin nanti, ayo kita harus segera.”

Kini kami berada di mobil dengan Krystal yang terus menerus mencengkram kuat lenganku. “tahan ne.. sebentar lagi, atur nafasmu Krys..”

“eonni sakit.” Dia hanya memejamkan mata dengan nafas terengah dan jangan lupakan air matanya yang mengalir tanpa isakan mulutnya.

“kau kuat Krys.. sebentar lagi kita sampai, oppa kumohon lebih cepat.”

“chagi kau tenang ne.. kita akan segera sampai aku janji.”

Setelah menempuh perjalanan kerumah sakit, kami harus menunggu diluar ruangan bersalin Krystal. Sehun oppa terus menerus mondar mandir didepan pintu dengan raut muka yang cemas.

“oppa, tenanglah Krystal itu wanita yang kuat.” Sedikit rasa cemburu melihat betapa perhatiannya Sehun oppa dengan… eh? Kenapa aku jadi seperti ini. Tak boleh, tak boleh, aku tak boleh cemburu.

“kau sudah menghubungi keluarga kita.” Akhirnya dia duduk juga walau masih dengan raut cemas. “oppa bagaimana sih, bukannya dimobil tadi oppa juga dengar.”

Dia hanya menepuk jidatnya, “aish. Aku lupa lah…”

 

Author pov

 

Selama 20 menit menunggu, akhirnya keluar seorang suster yang membawa bayi mungil di gendongannya dan seorang dokter paruh baya disampingnya.

“chukkaeyo, tuan Oh bayi anda laki laki yang sehat, lahir dengan berat normal 3,4 Kg.” Taeyeon mengambil bayi mungil itu kedalam gendongannya, Sehun nampak tersenyum bahagia.

“tapi maaf sebelumnya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.” Dokter itu tampak bersalah.

“apa maksud dokter.” Kini Sehun oppa tampak cemas dan bingung. “nyonya Oh banyak kehilangan darah, dan berhenti bernafas ketika anaknya telah selesai dimandikan.”

 

DEG>>>

 

Seperti dihantam batu besar, Sehun ambruk dengan kedua lututnya menjadi tumpuan. Matanya seketika memanas.

“tidak, TIDAK MUNGKIN DOKTER. Dia tidak mungkin meninggalkan kami.” Sehun bangkit lalu membuka kasar ruangan tempat Krystal melahirkan tadi.

Sehun berdiri tepat dihadapan Krystal, dia tak kuasa lagi menahan blir lir bening yang menumpuk di pelupuk matanya. “hiks… jadi ini. Hiks.. kau mengatakan hiks.. hiks.. pesan terakhirmu beberapa hari lalu?”

kau.. hiks.. pergi meninggalkan aku dan.. hiks. Hks.. anak kita?” Sehun menubruk tubuh Krystal yang telah putih pucat itu. “kenapa? Hiks… hiks.. kau tega Krys..”

1 week leter

 

Jong In pov

 

Hari ini adalah hari yang spesial untukku dan Kris-ge, dimana kami berdua telah mengucapkan janji suci sebagai pasangan sehidup semati.

Memang hanya di Kanada pasangan seperti kami ini diterima, aku melihat Lay-ge menangis haru. Upss, sekarang dia telah menjadi adik iparku.

Aku teringat pada Taeyeon dan Sehun, seminggu yang lalu di hari keberangkatanku aku mengabari mereka untuk hadir di pernikahanku. Tapi hanya kado berukuran sangat besar yang datang.

Mereka tidak dapat hadir karena mengurus Taemin kecil, ibunya meinggal pada saat ia dilahirkan. Tapi aku yakin-

“Kai”

bahwa dia mendapatkan-

“Jong In..”

kasih sayang dari Taeyeon dan Sehun.

“awh.. appo ge..” aku mendelik tajam kearah namja tinggi menjulang itu. “wei shen me?” sambungku lagi. “salahkan saja kenapa kau melamun.”ujarnya sembari memajukan bibirnya.

Aku hanya mengalihkan pandanganku kedepan, “sedari tadi aku memanggilmu, kau mau ikut tidak kesana.”

Aku mengikuti arah telunjuk Kris-ge dan Omo! Baek-hyung dan siapa yeoja manis itu? Chan-hyung dan tunggu . . . . . yeoja cantik.

Aku berlari kearah mereka dan memeluk Bacon hyung, “hyung, kau datang.” Bacon hyung membalas pelukanku. “mana mungkin aku tidak datang dihari bahagia sepupuku yang manis ini.”

Aku melepas pelukanku dan.. “aku ini tampan.” Lalu aku memeluk Dobi hyung. “Dobi hyung kau juga, aku sangat bahagia hari ini. Tamen dou, xie xie.”

“tentu saja aku datang, aku tidak mungkin melewatkan hari yang bahagia untuk adik termanjaku.” Aku memanyunkan bibirku. “aa… hyung jangan menggodaku.”

“hey aku tidak dipeluk tadi Kai.” Aku melepas pelukanku dan menoleh kearah samping, Lu-ge. “hao.” Aku hendak memeluknya tapi sebuah lengan meghalangiku.

“kau jangan berpelukan dengan siapapun, kecuali aku.” Aku menggembungkan pipiku dan pura pura kesal. “hey jangan marah, i just kidding. Kau boleh memeluk siapa saja, Kai Baby.”

Aku tersenyum tulus kearahnya, inilah kebahagianku yang sesungguhnya. Bersama dengan orang yang mencintaiku. Dia berhasil mendapatkan cintaku.Aku bahagia bersama Kris-ge.

 

Taeyeon pov

 

Sudah satu minggu sejak kematian Krystal, kita semua sangat berduka kala itu. Tapi aku sangat bahagia dengan kehadiran Taemin, atau tepatnya Oh Taemin.

“chagi.. apa Taemin sudah tidur?” aku berdiri dan tersenyum lembut pada Sehun oppa. “sudah oppa.” Sehun oppa mengelus pipi gembil Taemin dengan sayang.

“kajja kekamar, ada yang ingin aku bicarakan.” Aku mengangguk dan berbalik, “sus, tolong ya.” Kedua baby sister itu menyanggupi, akupun tersenyum dan menyusul Sehun oppa.

Kulihat Sehun oppa berdiri di balkon kamar kita. “apa yang ingin oppa bicarakan padaku?” aku berjalan kearahnya dan ikut menikmati udara malam hari ini.

“mungkin ini terdengar sedikit aneh, tapi yang aku ucapkan semalam itu bukan bualanku Taeyeon. Aku masih mencintai Krystal, tapi aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kau meninggalkanku.”

Aku senang sungguh, tapi aku masih sedikit ragu. “oppa hanya ingin membuatku senang bukan?”

Dia menggeleng dan menatapku lekat, lalu menarik tangan kananku dan menempelkan kedadanya. “ini tidak bisa berbohong Taeng, aku sudah beberapa kali memuktikannya.”

Jantungnya berdetak sangat cepat, mungkinkah? Sungguh aku bahagia, penantianku selama ini. “oppa…” dia menganggukkan kepalanya mantap, dan menarikku kedalam pelukannya.

aku benar benar jatuh cinta padamu, tepatnya aku tidak tahu. Tapi semakin aku menyangkal, perasaan ini semakin kuat.” Aku mulai membalas pelukannya.

Tak terasa satu cairan bening lolos dari pelupuk mataku. “Saranghae nyonya Oh…” aku semakin sulit menahan air mata ini, “nado hiks.. saranghae tuan Oh.” Tangisan bahagia, itulah orang menyebutnya.

“shhiitt.. kenapa kau menangis.” Aku menggelengkan kepalaku. “aku bahagia, sangat bahagia oppa.” Sehun oppa tersenyum seraya mendekatkan wajahnya kepadaku, jarak diantara kami semakin dekat.

Chuuu….

Kurasakan bibir tipis itu melumat pelan bibir bawahku, ciuman ini sangat lembut dan tidak terburu buru.

“eungghh..” aish pabbo, kenapa aku mengeluarkan suara itu. Sehun oppa melepas tautan antara kami, aku menundukkan wajahku malu. Mungkin pipiku sudah seperti kepiting rebus sekarang.

“Taeyeon.” Aku mendogakkan wajahku untuk menatapnya. Dia hanya tersenyum lembut dan menangkup pipiku.

“mungkin ini bukan yang pertama untukku, kau tau sendirikan aku sudah memiliki Taemin.”

“ … ”

“tapi bagimu ini mungkin adalah yang pertama, kau juga pasti menginginkannya.”

“ … ”

“maka dari itu, kajja kita membuat adik untuk Taemin. Aku janji akan melakukannya dengan lembut.”

“ … ” apa? Apa? Apa yang baru saja dia katakan, bukan yang pertama untuknya dan yang pertama untukku? Membuat adik untuk Taemin..? KYYAAAA………….

“ma.. ma.. maksud op…. Kyaa… kenapa oppa menggendongku.” Aku menendang nendang udara kosong.

“habisnya kau hanya diam saja, aku sudah tidak tahan sayang.”

Pasrah? Itulah yang kulakukan sekarang. Didalam hatiku aku sangat bahagia sekarang.

 

Author pov

 

Sehun menggendong istrinya kearah ranjang, menidurkan Taeyeon disana. Iapun menindih tubuh mungil itu didekapannya.

Chupp..

Dia mengecup kening itu lama, “ini milikku.” Cup, cup, mencium kedua mata itu. “ini milikku.” Cup, cup, cup, mencium hidung dan kedua pipi Taeyeon. “dan ini milikku, selamanya.” Chu… melumat bibir kisabel itu lama.

“mmppptthh..” terdengar erangan kecil dari yeoja yang berada dibawah kungkungan suaminya itu. Tanpa sadar Taeyeon membuka mulutnya dan tidak disia siakan oleh Sehun.

“sshh oppahh.. ahhkk..” Taeyeon menggeliat tidak karuan dipelukan Sehun seraya meremas rambut hitam itu pelan, memberikan sensasi tersendiri untuk namja albino itu.

Puas dengan bibir Taeyeon, Sehun turun keleher putih itu, Taeyeon menjenjangkan lehernya agar mempermudah akses Sehun untuk menandainya. “akhh.. sshh.. Sehunhh…. mmpptthh..”

Hirup, cium, jilat, gigit, hisap. Itu adalah kegiatan mulut Sehun sekarang tak terasa peluh sudah membasahi tubuh keduanya.

“sshh.. Sehun.. akkhh..” tangan Taeyeon mulai meremas remas dada bidang Sehun yang entah sejak kapan sudah tak mengenakan kaosnya.

Bukan maksudnya untuk menggoda si albino suaminya itu. Tapi dia mencoba menyalurkan kegelian dan kenikmatan yang ia rasakan.

Kini keduanya sudah sama sama full naked.

“kau sudah siap chagi, tahan ne mungkin agak sedikit sakit awalnya. Tapi kau pasti ketagihan.”

BLUSSH……

Seketika pipi Taeyeon kembali memerah, “lakukan oppa, aku milikku sejak 7 bulan lalu.”

 

SKIIIIIIIIIIIIIIIIPP……………

(masih kecil ga boleh baca nc..kekeke…)

 

Taeyeon pov

 

Aku masih mengatur nafasku, lelah sungguh. Sehun oppa memelukku dari samping, dan mengecup keningku lama.

“aku bersyukur memilikimu, kau sangat berarti untukku Taeyeon.” aku hanya bisa tersenyum lembut kearahnya.

Aku janji akan menjaga cinta kita, untuk selamanya. Saranghae Oh Taeyeon.”

nado saranghae oppa.”

Aku memiringkan tubuhku untuk balas memeukknya, akhir penantianku yang tidak sia sia.

“taeyeon..”

Aku mendongak dan menatapnya dengan sangat ceria. “aku ingin lagi.”

Seketika aku menjauhkan tubuhku darinya, apa dia tidak tahu ini masih sakit dan aku sangat lelah.

“YAK oppa!!”

Dia hanya tertawa dan kembali memelukku. “aniyo, aku hanya bercanda sayang.”

Aku mengercutkan bibirku, dan dia mengecupnya. “tidurlah sekarang yeobo, saranghae.”

“nado..” balasku pelan, inilah kebahagiaanku yang sesungguhnya. Bersama orang yang kucintai, aku berhasil mendapatkan cintanya. Aku sangat bahagia bersama Sehun oppa.

 

END….

Minna-san, Gomennasae. Gak bermaksud lama tapi, emang filenya kemarin ilang Dan baru ketemu kemarin. Waktu lebaran haji.

Ini sudah ending loh . . . diharapkan tidak ada siders, okay ff absurd ini jadi juga. Mian lamaaaa… tapi

+ 7000 words, maka dari itu ditunggu komment walaupun komentnya telat.

Makasih buat reader-dou, tanpa kalian yang lebih dari 50-an yang koment kemarin mungkin ff ini gak akan aku selesaikan. Kalian adalah semangatku, sungguh!.

Makasih juga buat yang udah bantu ngepost, buat poster dan semuanyalah hehehe….

Dalam waktu dekat ini insyaalah author bakalan selesaikan ff NC author, mohon doanya ya reader-dou. Gomawo buat semuanya, SARANGHAE . . .

Advertisements

29 comments on “[FREELANCE] Faithfully Waiting For Your Love (Chapter 2/END)

  1. kurang seru eonni.
    kocak sama kai sama kris
    kecewa sama sehun .taeyeon dijadikan kedua .
    seru kali taeyeon ninggalin sehun.
    tpi ff nya cukup bagus .
    ditunggu kaarya lainnya semangat.

  2. Akhirnya happy ending, walau pengennya KaiYeon, trs kryshun, soalnya kasian jg krystal..
    Ditunggu ff author yg lainnya..
    Fighting..

  3. Finnally SeYeon together…….😁😁😁😁😁😁😁😁
    Jngn lp adik taemin hrs cewek he…he biar lengkap

  4. awalnya kacian sma taeyeon 😦 sampek nangis 😀 tpi ending’a bikin orng bahagia 😀 😉 bikin sequel ya thor :p please 🙂

  5. nggak tau kenapa gue bete banget sama sehun disini sumpah thor,, kasian taeng,, anjir lah,, kalo gue udah milih jongin pasti,, walopun happy ending tp gue ttp bete sama sehun

  6. Jujur sih kalo gue yang jadi si Taeyeon, dr awal nikah udah gue tinggalin tuh Sehun…
    Tapi yah demi kepentingn story line nya, okelah boleh…
    Heheheh
    Good job thor 👍👍👍

  7. Daebak banget thor!! ^^
    Untung happy end:3
    Smpat nangis juga baca bagian Krystal:”

    Sempat kbawa baper sma ceritanya.-.
    Karna skarang perasaannya lagi sperti sehun yg msih mencintai orang lain,, tpi mulai mencintainya/? *Apaan ini?-, *Jngan pedulikan thor!:v

    Semoga mereka bahagia!;)
    Kai akhirnya benar2 mnikah dngan Kris-ge… Taeyeon dngan Sehun.. :g
    Dtnggu ff lainnya thor! Fighting!! ^^

  8. bakalan seru tuh kalo ada part dimana taeyeon ninggalin sehun dulu, trus sehun nyari nyari taeyeon hahaha yatuhan jongin jadi LGBT gegara gak bisa dapetin taeyeon — malah sama kris astaga. ngakak
    akhirnya sehun jatuh cinta juga sama taeyeon, and happy ending 🙂

  9. Wah..sedih bacanya,,kukira krystal jahat padahal dia menyayangi taeyeon,,, 😭😭😭😭..dan kukira sad ending nya,,ternyata oh ternyata happy ending jadi ku senang banget…..kok buat author semangat,, semangat.. 😘😘😘😘

  10. Rada gak kerasa bahagia ya aku bacanya walaupun endingnya sehun sama Taeyeon.
    Tapi ide ceritanya bagus banget Thor.

  11. Wow akhirnya dipost juga hibi sudah terlalu lama tapi gapapa puas banget sama alur dan endingnya.. Ditunggu next atorynya ya 😉

  12. yey akhirnya happy end yah walopun awalnya sehun nyebelin si tpi seneng akhirnya sehun bisa mencintai taeyeon juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s