Almost Is Never Enough [Chapter 3]

almost is never enough

By Junsihye

Staring by:

Kim Taeyeon (Girls’ Generation) | Byun Baekhyun (EXO)

Romance, Hurt

Rating : PG-15

Disclaimer : This story based from author’s mind and inspired by Ariana Grande’s song Almost is Never Enough. I have not own the characters. Don’t be plagiarism

[Prolog] [Chapter 1] [Chapter 2]

Belakangan ini, Baekhyun sering sekali mengunjungi rumah Taeyeon. Entah itu untuk makan bersama, bermain, atau sekedar memberikan makanan. Singkatnya, mereka lebih sering berinteraksi sekarang. Suatu keberuntungan bagi Taeyeon dapat bertemu kembali dengan Baekhyun yang merupakan teman masa kecilnya. Baekhyun menjadi semangat baru di dalam hidup Taeyeon yang membosankan.

Kali ini, giliran Taeyeon yang membawakan makan siang untuk Baekhyun. Gadis itu memencet bel rumah Baekhyun. Tak lama kemudian, lelaki itu keluar dengan mata yang masih berat. Dia baru terbangun dari tidurnya.

“Masuklah, aku akan membasuh wajahku dulu,” ucap lelaki itu sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

Taeyeon melangkah masuk, menuruti perkataan Baekhyun. Rumah ini sudah seperti rumah kedua baginya, karena Taeyeon juga banyak menghabiskan waktu disini. Sambil menunggu Baekhyun, gadis itu mengeluarkan makanan dari kantong yang ia bawa dan meletakkannya di meja makan.

“Apa yang kau bawa?” tanya Baekhyun dengan wajah yang lebih segar dari sebelumnya. Lelaki itu berjalan menghampiri Taeyeon sambil menatap makanan yang sudah tersaji di meja makannya.

“Makanan kesukaanmu. Sepertinya Chanyeol tadi malam datang kesini.”

Taeyeon tahu betul bahwa Baekhyun tidak suka tidur larut malam kecuali jika dia kedatangan Chanyeol. Dan wajah Baekhyun ketika membuka pintu sudah cukup membuktikan semalam kedua lelaki itu menghabiskan malam bersama, untuk bermain game.

“Mmm, dan kali ini aku mengalahkannya!” ujar Baekhyun dengan bangganya.

“Benarkah?”

“Aku memenangkan pertandingan empat kali berturut-turut.”

“Jangan senang dulu! Chanyeol dan Tiffany sedang bertengkar kemarin, mungkin itu penyebab kau menang tadi malam,” ujar Taeyeon sambil tertawa.

“Jadi kau membela Chanyeol sekarang?”

Baekhyun memajukan bibirnya sambil melipat kedua tangan di dada, berpura-pura marah. Raut wajahnya begitu menggemaskan, sampai-sampai Taeyeon merasa ingin mencubitnya.

“Bukan begitu,” ucap gadis itu sambil mencubit pipi Baekhyun lumayan keras.

Appo,” rintih Baekhyun. Taeyeon hanya tertawa melihat wajah Baekhyun sekarang.

Baekhyun menarik kursi lalu mempersilahkan Taeyeon duduk. Dia memang selalu bisa membuat Taeyeon merasa menjadi seperti seseorang yang istimewa. Mereka duduk berhadapan dan Taeyeon tak bisa mengalihkan perhatiannya sedetik pun dari Baekhyun. Sementara lelaki itu sedang melahap makanan kesukaannya.

Tanpa Taeyeon sadari, Baekhyun menyodorkan sumpitnya pada mulut Taeyeon. Membuat dirinya mau tidak mau harus menghentikan kegiatannya memandangi Baekhyun dan berganti menatap sumpit dengan sepotong daging ditengahnya.

“Aaaa, buka mulutmu!” perintah Baekhyun lembut.

“Aku bisa memakannya sendiri.”

“Lalu mengapa sejak tadi kau belum juga makan?”

Taeyeon tidak menjawab.

“Buka mulutmu,” pinta Baekhyun lagi. Dengan ragu Taeyeon membuka mulutnya dan potongan daging itu berhasil sampai disana. Selanjutnya Taeyeon mengunyah daging itu dan menelannya dengan susah payah.

“Apa kau memiliki waktu luang malam ini?” tanya Baekhyun tanpa melihat Taeyeon.

“Ya, ada apa?”

“Mungkin ini sedikit…,” Baekhyun menggantungkan kalimatnya, membuat Taeyeon penasaran. Namun gadis itu hanya diam, menunggu Baekhyun menyelesaikan perkataannya.

“Maukah kau berkencan denganku malam ini?”

Taeyeon sangat kaget mendengar perkataan Baekhyun barusan. Untuk pertama kalinya selama dia hidup seseorang mengajaknya berkencan. Ia menyesal tidak banyak bergaul selama ini. Mungkin jika Taeyeon bisa sedikit lebih terbuka, dia akan memiliki banyak teman. Dan mungkin banyak pria yang mendekatinya. Jika begitu, Taeyeon akan merasakan debaran menyenangkan seperti ini sebelumnya. Ia menyesali itu. Dia menyesal baru bisa merasakan hal seperti ini sekarang.

“A-aku mau.”

*****

Kamar Taeyeon yang semula rapih seketika berubah menjadi kapal pecah. Baju-baju berserakan dimana-mana. Dari sekian banyak baju yang dimilikinya, tidak ada satupun yang cocok untuk dipakai berkencan malam ini. Lebih bagus jika ia berkonsultasi pada Tiffany sekarang, namun Taeyeon belum siap menceritakan hal ini pada Tiffany. Dan lebih baik dia menyimpan semuanya sendiri dulu untuk saat ini.

Waktu terasa cepat berlalu, Taeyeon hanya memiliki Sembilan puluh menit lagi untuk memilih baju dan juga merias wajahnya sebelum Baekhyun datang menjemputnya. Disaat yang genting seperti ini, bel rumahnya berbunyi. Membuat Taeyeon mendesah kesal. Kenapa harus ada tamu disaat-saat seperti ini? Oh, apakah itu Tiffany? Jika benar gadis itu akan melontarkan seratus pertanyaan pada Taeyeon.

Karena tak kunjung dibukakan pintu. Seseorang diluar sana kembali memencet bel rumah Taeyeon dengan tangan bergetar. Bukan karena kedinginan. Melainkan ia merasa resah dan tak karuan saat ini. Taeyeon masih belum membuka pintu. Wanita yang berdiri di depan pintu itu mengetuk pintu dengan kencang.

“Taeyeon-ah, cepat buka pintunya! Ini eomma!” teriak wanita berparas cantik itu.

Kim Taeyeon yang masih memakai kimono itu membelakkan matanya. Tidak biasanya eomma datang ke rumahnya. Taeyeon segera mengambil baju secara acak lalu memakainya secepat kilat. Setelah itu, gadis bertubuh mungil itu berlari untuk membuka pintu untuk eommanya.

Eomma, masuklah. Kenapa eomma tidak menelepon dulu sebelum datang kesini?”

“Tidak perlu, appamu masuk rumah sakit. Eomma akan kesana sekarang, kau juga harus kesana ya?” Wanita paruh baya berparas cantik itu menggenggam tangan Taeyeon. Matanya memancarkan kesedihan, namun sama sekali tidak meneteskan air mata. Eommanya itu memang pandai sekali menyembunyikan kesedihan, tapi untuk kali ini sepertinya tidak berhasil.

“Apa yang terjadi?” tanya Taeyeon kaget. Seingatnya, appanya tidak memiliki catatan kesehatan yang buruk.

“Aku akan berangkat sekarang, ganti bajumu dengan yang lebih hangat lalu susul aku ke rumah sakit, arraseo?” perintah eommanya tanpa menjawab pertanyaan Taeyeon.

Gadis itu menangguk patuh. Setelah melihat eommanya memasuki mobil, Taeyeon segera memasuki kamarnya untuk mengganti baju sesuai perintah dari wanita paruh baya itu. Taeyeon menyambar tas kecil yang selalu dibawanya dan mengambil kunci mobil dari atas nakas.

*****

Taeyeon POV

Begitu sampai di rumah sakit, aku segera memarkirkan mobil. Diluar gedung rumah sakit itu, banyak sekali orang yang membawa kamera. Tentu saja media akan datang, mengingat ayahku menggulati bidang entertainment. Untungnya, mereka tidak mengetahui bahwa aku adalah seorang anak dari Kim Yoo Chul. Jadi aku bisa melewati mereka dengan mudah, tanpa diberikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah pasti akupun tidak tahu jawabannya. Penyebab appa masuk rumah sakit pun aku belum tahu.

Aku melihat eomma sedang menangis disudut lorong. Tanpa pikir panjang, aku menghampirinya dan memeluknya. Melihat keadaan eomma, sepertinya keadaan appa memang sangat buruk. Jarang sekali eomma menangis seperti ini.

Appa akan baik-baik saja,” kataku berusaha menenangkan eomma. Meskipun pada kenyataannya aku tidak tahu menahu tentang keadaan appa sekarang. Yang aku tahu, ayahku masih ditangani tim medis di ruang gawat darurat. Aku ingin bertanya mengenai apa yang telah terjadi, tapi waktunya tidak tepat sekarang.

Tinggal terpisah dari orangtua membuatku tidak mengetahui apa yang terjadi pada keluargaku. Ditambah lagi dengan pekerjaan mereka yang membuat kami jarang memberi kabar satu sama lain. Orangtuaku membebaskan diriku untuk melakukan apapun, asalkan hal itu tidak membahayakan diriku sendiri dan tidak merusak reputasi keluargaku. Mereka memutuskan untuk tidak mengekspos diriku pada media, karena mereka rasa itu akan menggangguku.

Tangis eomma mulai mereda. Perlahan aku melonggarkan pelukkanku. Aku menuntunnya untuk duduk pada kursi yang disediakan disana. Baru kali ini aku melihat eomma sangat rapuh seperti ini.

Eomma mau minum? Aku akan membeli air sebentar,” ucapku lalu pergi menuju mini market yang ada di rumah sakit ini.

Aku mengambil dua botol air mineral dari rak, lalu melihat beberapa makanan ringan untuk mengganjal perutku yang mulai lapar. Tak jauh dari tempatku berdiri ada seorang pria berpakaian sangat tertutup. Mungkin dia sangat kedinginan, tapi kurasa suhu malam ini tidak terlalu rendah. Aku kembali memilih makanan ringan yang akan kubeli, tak ingin ambil pusing tentang penampilan lelaki itu. Setelah mendapatkan dua bungkus makanan ringan, aku menoleh ke tempat lelaki aneh itu berdiri. Dia sudah tidak ada disana, tetapi aku melihat sebuah posel tergeletak di lantai. Itu pasti ponselnya. Segera kuambil ponsel itu lalu aku membayar barang yang kubeli. Barulah sesudah itu aku mengejar lelaki aneh yang sudah berjalan keluar mini market.

“Tunggu!” teriakku, namun lelaki itu terus berjalan tidak mengindahkan panggilanku. Mungkin dia tidak sadar jika aku sedang memanggilnya. Jadi aku berlari dan menepuk pundaknya, membuat lelaki itu berbalik.

Aku menengadah untuk melihat wajahnya. Dan sekarang aku menyesal telah berlari demi mengembalikan ponselnya. Jantungku berdegup kencang dan rasa takut menyelimutiku. Lelaki berpenampilan aneh itu adalah Seungri. Tanpa aba-aba aku segera berlari menjauhinya. Dibelakang sana terdengar suara langkah kaki, dia mengejarku. Aku menambah kecepatan lariku dan segera bersembunyi di dalam toilet wanita dan mengunci pintunya.

Kenapa aku bertemu dengannya lagi disaat-saat seperti ini? Aku berdiam diri di dalam toilet ini agak lama. Eomma pasti menungguku, tapi aku takut untuk keluar. Bisa saja Seungri masih menungguku diluar sana. Dan juga ponselnya masih berada ditanganku. Ah, bodoh sekali Kim Taeyeon! Seharusnya tadi aku berikan dulu ponselnya baru berlari.

“Oh tidak!”

Baekhyun. Aku melupakan Baekhyun. Tangan kananku meronggoh tas, berusaha menemukan ponselku. Tapi tidak juga ketemu. Aish, aku lupa jika tadi sedang mengisi daya ponsel itu. Bagus! Sekarang apa yang harus aku lakukan. Ini sudah tiga puluh menit dari waktu perjanjian kami. Dia mungkin akan marah dan kecewa padaku. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus berada disini untuk menjaga appa.

Aku bisa saja mengabari Baekhyun dengan ponsel milik Seungri, namun aku tidak ingat berapa nomor teleponnya. Aku membayangkan Baekhyun yang sedang kebosanan menungguku. Keadaan ini membuatku pusing. Bahkan aku tidak bisa keluar dari toilet ini sekarang.

“Taeyeon-ssi, keluarlah aku tidak akan melakukan apapun padamu.” Kudengar suara Seungri diluar sana. Meskipun dia sudah berkata begitu, tetap saja aku tidak mau keluar. Terkadang kata-kata itu hanya sebuah bualan belaka.

“Maaf atas kejadian saat itu. Aku benar-benar sedang diluar kendali, jeongmal mianhae,” ucapnya dengan nada menyesal. Aku masih enggan bergeming.

“Aku sengaja datang kesini untuk minta maaf padamu, karena kau pasti berada disini untuk melihat appamu.”

“Jadi kau memanfaatkan keadaan ini?” balasku sengit.

“Tidak, tidak sepenuhnya benar. Aku juga datang untuk menjenguk appamu. Kumohon maafkan aku, kau boleh melakukan apapun padaku asal kau memaafkanku.”

“Aku tidak ingin melakukan apapun padamu. Melihat wajahmu saja pun aku tak mau!”

“Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku? Setelah kejadian itu hidupku dipenuhi rasa bersalah.”

“Dan setelah kejadian itu aku merasa sangat ketakutan, bahkan aku ragu untuk keluar rumah selama beberapa hari. Satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah menghilang dari hadapanku selamanya!”

Keadaan sunyi sejenak. Seungri tidak membalas perkataanku. Apa dia pergi? “Kau masih disana?” tanyaku mencoba memastikan. Tak ada jawaban. Kupikir Seungri sudah pergi dari sini. Setelah menarik nafas panjang-panjang lalu menghembuskannya kembali, aku membuka pintu. Dan mendapatkan Seungri masih berdiri tegak disaa.

“Aku pastikan ini pertemuan kita yang terakhir,” ucapnya dengan wajah menyesal. Aku memberikan ponselnya, kemudian berjalan meninggalkan Seungri tanpa sepatah katapun.

Aku kembali ke tempat eomma berada. Eomma masih setia duduk disana, menunggu kabar mengenai keadaan pria yang sangat dicintainya dari dokter. Aku menghampirinya dan menyodorkan air yang tadi kubeli padanya.

“Maaf membuatmu menunggu lama.”

Eomma menenggak air mineral itu sampai setengah habis. Aku duduk disampingnya dan menyandarkan punggungku. Baekhyun, bagaimana kabar lelaki itu? Kuharap dia tidak menungguku dan segera pulang ke rumahnya. Aku sudah membuatnya kecewa.

Eomma sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku.

“Tadi sore, kami berniat untuk mengunjungi rumahmu. Namun dia mendapat panggilan dan akhirnya pergi ke suatu tempat, dia bilang akan menyusulku ke rumahmu. Saat dijalan aku meneleponnya dan seorang suster yang menjawab panggilanku. Suster itu berkata bahwa dia mengalami kecelakaan,” jelasnya.

“Jadi appa mengalami kecelakaan.”

“Ini tidak murni kecelakaan, ada seseorang dibalik kecelakaan ini.”

“Apa maksudnya?”

“Kecelakaan ini sudah direncanakan, tapi eomma belum tahu siapa yang merencanakan ini.”

Sekali lagi aku memeluk tubuh eomma. Memangnya apa salah appa sehingga seseorang melakukan ini kepadanya? Yang kutahu appa adalah seorang lelaki yang ramah, perhatian, dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar, jadi jarang sekali mengecewakan orang lain. Tapi sebaik apapun seseorang, pasti saja ada beberapa orang yang tidak menyukainya.

Dokter menghampiri kami dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Aku dan eomma segera berdiri, menunggu penjelasan mengenai keadaan appa dari dokter.

“Tuan Kim Yoo Chul mengalami pendarahan dan kehilangan banyak darah. Keadaannya sekarang masih kritis,” jelas dokter itu.

“Apa kami sudah bisa menemuinya sekarang?”

*****

Author POV

Setelah pulang dari rumah sakit, Taeyeon segera membasuh tubuhnya dengan air hangat. Dokter belum mengizinkan siapapun menemui ayah Taeyeon. Eommanya menyuruh Taeyeon untuk pulang dan beristirahat karena besok dia harus mendatangi kelas. Tak lupa dia memeriksa ponselnya. Baekhyun memanggilnya sebanyak delapan kali, dan mengiriminya sebuah pesan.

‘Apa terjadi sesuatu? Aku menunggumu disini.’

Taeyeon pun mengetik kata-kata pada ponselnya untuk membalas pesan itu.

‘Baekhyun, maafkan aku. Tadi ada sesuatu yang tidak bisa aku tinggalkan. Jeongmal mianhae Baekhyun-ah.’

Beberapa menit sesudah pesan terkirim, Taeyeon tidak mendapat balasan pesan. Mungkin Baekhyun sudah tertidur karena sekarang sudah pukul sebelas malam. Taeyeon juga berniat untuk pergi ke rumah Baekhyun terlebih dahulu besok sebelum ke rumah sakit.

Keesokan harinya, sepulang dari kuliah Taeyeon bergegas menemui Baekhyun dirumahnya. Baekhyun masih belum membalas pesanya sampai sekarang. Sudah tidak diragukan lagi, lelaki itu merasa kecewa pada Taeyeon. Gadis itu sudah berdiri di depan rumah milik Baekhyun. Ia menekan bel lalu menunggu beberapa saat. Baekhyun tidak kunjung keluar. Taeyeon bertanya-tanya apakah lelaki itu sedang keluar rumah? Dia mengetuk pintu lalu kembali menekan bel. Dan hasilnya tetap sama, pintunya tetap tertutup rapat dan tidak ada tanda-tanda Baekhyun akan membuka pintu.

Taeyeon terduduk di tangga teras rumah Baekhyun. Ia meminum air mineral yang dibelinya diperjalanan. Tiba-tiba ponselnya berdering. Gadis itu meronggoh tasnya untuk mengambil benda kotak itu. Eommanya menelepon, Taeyeon menggeser layar ponselnya lalu mendekatkannya ke telinga.

Ne eomma?”

“Taeyeon-ah apa sore ini kau akan ke rumah sakit?”

“Iya sebentar lagi aku akan kesana.”

“Kalau begitu, tolong belikan buah-buahan sebelum kau kesini, ya?”

“Baiklah eomma.”

Taeyeon memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu berdiri sambil membenarkan bajunya. Ia berjalan meninggalkan rumah Baekhyun untuk membeli buah-buahan sesuai perintah eommanya. Sementara itu, Baekhyun baru saja keluar rumahnya dan melihat punggung Taeyeon yang semakin menjauh. Lelaki itu tersenyum miring melihat kepergian Taeyeon.

TBC

Advertisements

34 comments on “Almost Is Never Enough [Chapter 3]

  1. Ahhh gk jdi kencann -_-
    Ad ap dgn baekkie yg tersenyum miring/? Wkwk
    Next chap thor di tunggu 😚
    Fighting

  2. kenapa? jadi bingung sama senyuman niring baekhyun. Aku mempunyai firasat gak enak nih thor, kira kira kenapa ya? apa Baekhyun yang mencelakai appa taeyeon??? aduhhh penasaran
    next thor!!!!!
    next chp di cepetin ya , gak sabar nunggu
    semangat

  3. Uuhh,baek sama taeng makin deket aja ni?
    Knpa ya sama appanya taeng? Sypa yg tega mau celakain appanya taeng. Kasian juga ya seungri.
    Knpa sama baekhyun? Apa diaa gg ngerencanain itu?
    Next chp ditunggu^^

  4. Uuhh,baek sama taeng makin deket aja ni?
    Knpa ya sama appanya taeng? Sypa yg tega mau celakain appanya taeng. Kasian juga ya seungri.
    Knpa sama baekhyun? Apa diaa gg ngerencanain itu?
    Next chp ditunggu^^

  5. kok pendek sih saeng,,,
    ap baek mau taeyeon nunggu lama kyak dia nunggu tae,,
    tp kecewa krna taeyeon cuma sebentar,,
    next dtggu, fightaeng!!

  6. yahh gak jadi kencan -_- terjadi missunderstand antara taeyeon sama baekhyun. tapi rada curiga sama senyum miring baekhyun/? gak mungkin kan kalo baekhyun penyebab appa taeyeon kecelakaan. ahh penasaran. next chapter ditunggu 🙂

  7. Endingnya bikin penasaran setengah mati (?) buruan update soon yaa authornimm, kalo bisa jangan bikin baekhyun jadi orang yg jahat dong kasian taeyeon nya :’v fightinggg 💪💃

  8. kenapa baek terseyum kaya gitu jangan2 …..
    taeng yg sabar ya, semoga appanya taeng lukanya gx parah banget

  9. Makin penasaran ,banyak teka teki disini,, Ada banyak kemungkinan juga wkwkwk , knp tiba2 taeyeon ketemu seungri Dan dia tau kalo taeyeon Mau jenguk Appanya?? Apa jangan2….
    Dan knp baekhyun senyum miring ? Senyum macam ap tuh? Semacam “evil smirk” atau sekedar senyum biasa atau senyum yg sedih karena kecewa AMA taeyeon(salah paham)?? Atau malah Jangan2 baekhyun yg…. Wkwkwkwk maaf kan aku yg terlalu kepo Dan Alay ini Wkwkwkwk #kebanyakannanya pokoknya ditunggu update selanjutnya ,fighting Thor!!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s