Twinkle [Chap11]

 

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, School-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Byun Baekhyun, Son Naeun, etc

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

|Chapter8|Chapter9|Chapter10|

[Smile]

Taemin, sekarang Namja itu telah tinggal bersama keluarga barunya dirumah Appa mereka, Eommanya telah  mengurus segala berkas-berkas baru seperti akta baru Taemin dan lain sebagainya bahkan ia telah menikah dengan Appa tirinya tanpa sepengatahuan Taemin dan ketika Taemin pulang dari rumah sakit Eomma membawanya kerumah baru seakan itu adalah rumah yang mereka tempati dari dulu, itu semua Eomma lakukan agar mereka terlihat seperti keluarga sesungguhnya Taemin

“Baekhyun hyung, kau mau kemana rapi sekali seperti itu?” Taemin menegur Baekhyun saat melihat hyungnya turun dari tangga dengan begitu rapih dan senyuman manis yang tak lepas darinya sedari tadi

“Eoh, aku akan memberi kejutan untuk Taeyeon karna hari ini adalah hari ulangtahunnya” Baekhyun mulai mendekati Taemin yang sedang duduk di sofa sambil menonton acara musik di TV ruang tengah, Taemin sedikit memanyunkan bibirnya dengan ekspresi seperti mengatakan ‘Oh’ Baekhyunpun terkekeh melihat wajah imut Taemin yang terlihat seperti Taeyeon

“Kalau begitu titipkan ucapan saengil chukkaeku untuknya”

“Eum, tentu saja” Baekhyunpun melangkah keluar menuju mobilnya ia terdiam sejenak sambil melihat kembali pintu besar rumahnya ia sedikit merasa bersalah dengan kebohongan ini namun yang dapat ia lakukan hanya menghela nafas dan masuk kedalam mobilnya, Baekhyun menelusuri jalanan Seoul di pagi menjelang siang yang cerah ini Baekhyun melihat banyak orang yang menghabiskan waktu dengan berjalan kaki bersama pasangannya karna ini adalah akhir pekan.

Baekhyun mampir kesebuah toko kue yang menjual berbagai kue ulangtahun yang lucu-lucu iapun memilih Red velvet cheese cake dengan beberapa potongan strawberry di atasnya, ia sengaja memilih ukuran kecil agar kue itu terlihat lebih lucu dengan lilin-lilin ulangtahun yang cukup tinggi dengan berbagai macam warna yang soft, tidak hanya itu selanjutnya Baekhyun membeli sebuket bunga tulip ungu, karna ia tahu itu adalah bunga kesukaan seorang Kim Taeyeon dan tidak lupa untuk hadiahnya Baekhyun membelikan sebuah kalung emas dengan liontin berbentuk bintang kecil yang sungguh indah, serasa cukup Baekhyunpun menuju rumah Taeyeon dengan rasa bahagia disertai sedikit kepanikan apakah semua ini dapat memberi kesan yang baik untuk Taeyeon

Baekhyunpun sampai tepat didepan rumah Kim Taeyeon ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar iapun keluar dengan membawa bunga tadi di tangan kanan dan kue yang masih terbungkus rapih di tangan kiri sedangkan kotak yang terdapat kalung tadi ia taruh di kantung celananya, Baekhyun menekan tombol bel rumah Kim dua kali iapun segera menyembunyikan bunga itu di belakang punggungnya

Taeyeon membuka pintu kayu itu perlahan dengan mengendap-endap sampai akhirnya Taeyeon membuka pintu rumahnya dengan cepat sambil menatap Baekhyun bingung sambil mencoba melirik apakah yang ada dibalik punggungnya itu dan Namja itu hanya dapat tersenyum geli dengan tingkah Taeyeon

Baekhyun sedikit melangkah mundur dan menyodorkan sebuket bunga yang lumayan besar itu dan disambut senyuman Taeyeon yang mulai mekar dengan indahnya, “Saengil chukkae nae sarang” Baekhyun memanggil Yeoja yang sedang menghirupi wangi bunga tulip kesukaannya itu yang sekarang telah menjadi cinta sejatinya, ya Taeyeon memang telah menerima Baekhyun sebagai Namjachingunya belum lama ini karna Taeyeon tidak ingin skakmat dengan apa yang menimpanya akhir-akhir ini

“Gomawo, Baekhi a~ neomu joahae”

“Kau menyukai bunga itu atau aku?” Baekhyun mulai menggoda Taeyeon yang tak henti-hentinya menghirupi bunga itu tapi Taeyeon hanya dapat membalasnya dengan tatapan sinis yang gagal karna Taeyeon tak dapat melepas senyuman diwajahnya, akhirnya Taeyeonpun mempersilahkan Baekhyun untuk masuk

“Dimana Appa?” Baekhyun menanyakan ayah Taeyeon bagaikan sedang bertanya dimana ayahnya

“Appa sedang bekerja”

“Bahkan dihari minggu?” Taeyeon hanya dapat menjawab pertanyaan Baekhyun dengan anggukan sambil menata bunga tulip tadi kedalam vas agar bunga itu tidak layu, Baekhyun mulai mendekatkan dirinya dan menatap Taeyeon dari samping, “Apa aku orang pertama yang memberimu ucapan ulangtahun?”

Taeyeon menengok kearah Baekhyun dengan tatapan sombongnya tapi itu terlihat sangat lucu, “Tentu saja- tidak” Baekhyunpun mengerutkan keningnya, “Walaupun appa tidak dapat merayakannya bersamaku tapi tadi pagi appa memberiku ucapan dan meminta maaf karna pekerjaan mendadak ini”

“Hemm” Baekhyun bergumam sambil tersenyum kembali, “Taeng a~ aku haus sekali buatkanlah aku sebuah minuman” Baekhyun membuat sebuah alibi agar ia dapat memberikan kejutan kedua untuk Taeyeon karna sepertinya Taeyeon tidak melihat kue yang dibawanya karna bigitu senang saat melihat bunga tulip, Taeyeonpun mengiyakan permintaan Namjanya dan segera membuatkan minuman didapur tampa berlama-lama lagi Baekhyunpun langsung menyiapkan kue dan menyalakan lilin dengan korek api yang sudah ia persiapkan pastinya

Baekhyun menghampiri Taeyeon yang sedang sibuk dari belakang dan Yeoja mungil itu benar-benar terkejut saat ia membalikan badannya dan membuat minuman ditangannya sedikit tumpah namun Baekhyun tetap terseyum bahkan tertawa kecil melihat Taeyeon yang terkejut

“Buatlah permintaan” pinta Baekhyun, Taeyeonpun memejamkan matanya dan membuat permohonan ‘Aku harap tidak ada yang dapat merusak kebahagian ini karna ini pertama kalinya aku dapat merasakan kebahiagaan seperti ini selain bersama Taemin, adikku’ Taeyeonpun membuka matanya dan meniup lilin itu hingga apinya padam, Baekhyun meletakan kue tadi dimeja dan ini saatnya untuk Baekhyun memberikan hadiah untuk Taeyeon, ia mengambilnya dari saku celana dan membuka kotak itu tapi Taeyeon tiba-tiba terdiam saat melihat kalung yang ada didepannya itu

“Wae yo, apa kau tidak menyukainya?”

Taeyeon menggeleng kecil, kemudian ia menunjukkan kalung yang ia pakai kalung itu adalah pemberian dari Taemin atau bahkan itu akan menjadi pemberian trakhir untuk Taeyeon, Taeyeon terdiam sejenak sambil melihat liontin kalung itu dengan dalam sampai akhirnya Taeyeon melepaskan kalung itu dari lehernya dengan berat hati dan menggantinya dengan pemberian Baekhyun

“Gomawo, ini cantik sekali” Baekhyun dapat melihat Taeyeon yang membuat senyuman palsu di wajahnya

“Tetaplah menjadi cahaya bagiku, my twinkle” Baekhyun memeluk tubuh mungil Taeyeon dan mengecup lembut kening Yeojachingunya, tapi Yeoja itu sekarang terdiam dan terlihat dengan jelas ada yang sedang ia pikirkan, “Gwenchana yo?”

“Eum..” Taeyeon mengangguk kecil, “Aku hanya sedang berfikir apa Taemin mengingat hari ulangtahun kami? Tapi sepertinya itu mustahil” Taeyeon melanjutkan ucapannya dengan pesimis, karna ia tahu Eommanya pasti akan membuat seolah hari ini bukanlah ulangtahun Taemin agar tidak menimbulkan kecurigaan

“Ah, aku hampir lupa, Taemin tadi menitip ucapan selamat ulangtahun untukmu”

“Jinjja yo?” Taeyeon menatap Baekhyun serius dengan wajah yang berseri-seri namun Namja itu malah menampakan ekspresi sebaliknya

“Taeng a~ bisakah hari ini kau hanya memikirkanku? Aku akan sangat cemburu jika kau masih memikirkan yang  lain”

“Aigoo, eum baiklah” Taeyeon tidak ingin merusak hari bahagia ini, iapun segera mendekati kue yang ada di meja makan tadi dan memotongnya untuk Baekhyun, juga tidak lupa Taeyeon akan dengan senang hati menyuapi Namja imut itu

~Twinkle~

Ding Dong..

Suara bel kediaman ‘Byun’ berhasil mengganggu Taemin yang sedang seru menonton acara  Tv di ruang tengah, iapun beranjak dari tempatnya dan membukakan pintu yang berwarna putih itu

“Omo, apa ini?” Taemin terkejut karna yang ada didepannya saat ini bukanlah sosok manusia tapi balon udara warna-warni yang sangat banyak yang diikatkan pada batu besar agar balon itu tidak terbang kemana-mana Taemin berusaha membuka cela pada balon-balon itu ia berhasil dan sekarang yang Taemin lihat adalah sosok Yeoja yang sedang membawa kue ulangtahun untuknya

“Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaneun Taemin a~, saengil chukka hamnida” dan Yeoja itu menyanyikan dengan suara merdunya, Taemin terlihat terkejut tak lama iapun menyingkirkan balon-balon itu dan mempersilahkan Yeoja itu untuk masuk

“Aegiya~ apa kau yang membawa balon-balon tadi?”

“Tentu saja, ayo Taemin a~ cepat tiup lilinnya” Taeminpun segera meniup liin-lilin itu walaupun ia masih terkejut karna tidak mengetahui hari ini adalah hari ulangtahunnya

“Aku tidak tahu kalau hari ini adalah hari ulangtahunku” Naeun tersenyum geli melihat Taemin yang begitu polos seperti anak kecil, “Berarti aku dan Taeyeon Hyeong-su berulang tahun di hari yang sama?”

“Neo molla?” Naeun bertanya pada Taemin sambil menaruh kue tadi dimeja ruang tengah mereka

“Tidak ada yang memberitahuku hari ini adalah hari ulangtahunku, bahkan Appa dan Eomma tidak ada yang memberiku ucapan” raut wajah Taemin mulai memperlihatkan wajah sedih dan kecewa dan itu membuat Naeun tidak tega melihatnya, “Tapi, Jeongmal gomawo aegiya” Taemin kembali tersenyum saat melihat wajah Naeun yang dengan tulus telah memberinya kejutan seperti ini

Naeun membalas senyuman Taemin lalu kemudian ia menghubungi Eomma Taemin untuk menanyakan kerberadaannya, karna Naeun paham betul Taemin menginginkan keberadaan Eommanya untuk hari pentingnya ini

“Yeoboseyo Eommonim, Eommonim sedang dimana? Kami ingin merayakan hari ulangtahun Taemin bersama, Taemin sangat menantikan kehadiranmu”

Disisi lain Eomma yang sedang mengecek berkas-berkas di meja kerjanya sabil mendengar ucapan Naeun dari handphone yang digenggamnya begitu terkejut dan terdiam sejenak, “Naeun a~ apa kau memberitahu hari ini adalah ulangtahun Taemin?”

Naeun mendadak bingung dengan apa yang terjadi saat ini raut wajahnyapun berubah panik dan membuat Taemin semakin memperhatikannya, “Eo… eoh, wae yo Eommonim?”

“Naeun a~ kenapa kau memberitahunya bagaimana jika Taemin tahu dia dan Taeyeon berulang tahun di hari yang sama ini dapat menimbulkan kecurigaan, Eomma sudah mengurus akta baru untuk Taemin- ah eottokhae” Eomma menutup berkas-berkas tadi dan memilih untuk fokus dengan masalah ini

Naeun menoleh kearah Taemin kemudian ia menjauh darinya agar Taemin tidak mendengar percakapan ia dan Eomma Taemin “Mianhamnida Eommonim aku sudah melakukan kesalahan besar”

Eomma menghembus nafasnya untuk menenangkan diri, “Tidak apa Naeun a~ itu bukan kesalahanmu, aku yang salah karna tidak memberitahumu dari awal”

Setelah mengakhiri panggilannya dengan Eomma Taemin, Naeunpun kembali menghampirinya.
Naeun memberikan alasan pada Taemin agar Taemin tidak bersedih lagi, kemudian merekapun memakan beberapa potong kue itu bersama dan setelah itu keheninganpun melanda mereka karna saat ini mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, dan Naeun hanya dapat menunggu  ide dari Taemin karna bagaimanapun juga Naeun masih merasa canggung dengan hubungan ini

“Hemm, egiya apa kau suka bermain game?” setelah lama berfikir akhirnya Taemin menemukan sesuatu yang dapat mereka lakukan dan Naeun memberikan jawaban dengan anggukan dan senyuman

“Kalau begitu, kajja” Taemin beranjak dari tempatnya dan menarik lengan Naeun menuju kamarnya, tiba-tiba saja jantung Naeun berdegup kencang karna ini adalah pertama kalinya ia memasuki kamar laki-laki

Mereka memulai bermain Game playstation sambil duduk di lantai dengan ranjang Taemin sebagai senderan, walaupun Naeun tidak begitu fokus namun dia terus memaksakan diri agar tidak terlihat aneh dihadapan Taemin, pikiran anehpun mulai menerjang otaknya

Taemin memperhatikan ekspresi Naeun tapi Taemin hanya berfikir jika Naeun tidak menyukai permainan ini, Taeminpun memutuskan untuk mengakhirinya dan memilih untuk menonton film

“Bagaimana jika kita nonton film ini? kemarin Seolhyun meminjakannya karna dia terus-menerus mengatakan film ini begitu bagus”

“Eumm, boleh” jawab Naeun singkat

Merekapun menonton film itu, namun film yang mereka tonton itu begitu banyak adegan romantis dan bahkan ada adegan yang seharusnya tidak mereka lihat dan sontak Naeunpun membuang mukanya, dan lagi Taemin memutuskan untuk mengakhirinya karna ia merasa Naeun tidak menyukainya

“Apa kau tidak nyaman berdua denganku di kamar seperti ini” Taemin bertanya pada Naeun namun pandangannya tetap lurus kedepan tampa menoleh pada Naeun

“Tidak bukan begitu, hanya saja aku sedikit gugup karna ini adalah pertama kalinya” akhirnya Naeun dengan malu-malu jujur dengan perasaannya saat ini

“Apa kau menginginkan hal lain?”

“Mwo?”

Taemin mendorong tubuh Naeun hingga terjatuh dan menindihnya, ia menatap Naeun dalam hingga akhirnya Taeminpun memberanikan diri untuk melumat bibir gadis itu, Naeun begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Taemin namun entah mengapa gadis itu tidak memberikan perlawanan sama sekali

Tiba-tiba saja sebuah ingatan samar-samar muncul dalam ingatan Taemin, Taeminpun melepaskan lumatannya ia terdiam sejenak dengan posisi ia masih berada diatas tubuh Naeun, setelah itu iapun beranjak dari tubuh Naeun dan duduk dengan lemasnya

“Mianhae, aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu” Taeminpun pergi meninggalkan Naeun yang duduk disampingnya, Taemin mencuci mukanya di wastafel kamar madi untuk menyegarkan ingatannya

“Apa itu? Kenapa bayangan seperti itu tiba-tiba muncul, Taeyeon hyeong-su?” Taemin mencerna kembali bayangan yang tiba-tiba melintas dalam pikirannya, ia paham betul bagaimana ia melihat wajah Taeyeon yang menangis ketakutan dalam ingatannya, Taemin terdiam sejenak sambil memegangi kepalanya yang mulai pusing kemudia Taemin bertumpu pada wastafel di depannya, “Kenapa hatiku sama sekali tidak berdebar saat mencium Yeojaku sendiri?” perlahan Taemin mulai merasakan ada yang aneh dalam dirinya namun Taemin tetap berusaha berfikir positif

Haripun mulai menjelang malam dan Eomma Appa mereka telah pulang, Eomma menghampiri Taemin yang sedang terlelap di kamarnya dan Eommapun membangunkan Taemin dengan halus Taeminpun perlahan membuka matanya dan duduk menghadap Eommanya

“Saengil chukkae Taemin a~ mianhae Eomma bukan orang pertama yang memberimu kejutan” Eommapun mengecup kening Taemin dan memeluknya, Taemin membalas pelukan dari Eommanya dan tersenyum

“Gwenchana Eomma aku mengerti kau begitu sibuk”

“Gomawo Taemin a~” Eomma begitu bahagia karna ini adalah pertama kalinya Taemin menjawab dengan hangat pada Eommanya dan ia semakin bersyukur dengan kehidupan baru keluarga harmonis mereka

~Twinkle~

“Semuanya sekarang kalian telah memasuki tahap terakhir kalian di SMA, aku harap kalian bisa benar-benar serius ditahun ini”

“Ne Seonsaengnim”

Ini adalah tahun dimana Taeyeon telah menjadi Senior terakhir di SMAnya ia begitu antusias karna hanya tinggal 1 tahun lagi ia akan lulus dan dapat bekerja agar Appanya tidak perlu lagi kerja keras

“Naeun a~ apa Taemin benar-benar meninggalkan sekolah ini” Eunji membalikan badannya pada Naeun yang duduk di belakangnya

“Eum, Eommanya memutuskan agar Taemin homeschooling ini akan lebih baik karna Taemin dapat lebih mengasa kembali pelajarannya” Eunji mengangguk-anguk mendengar jawaban dari temannya itu

Sepulang sekolah Baekhyun mengahampiri Taeyeon dan mengajaknya untuk berjalan-jalan dan tujuan Baekhyun saat ini adalah sungai Han salah satu tempat terindah di korea dan banyak sekali para insan yang menghabiskan waktu bersama di sungai ini apalagi saat malam hari karna warna-warna dari sugai ini dapat terlihat lebih jelas

Naeun mengunjungi rumah Taemin, ia melihat Taemin yang sedang tidur di sofa ruang tengahnya iapun menghampiri Taemin dan mencolek-colek hidung Taemin hingga ia terbangun dan betapa terkejutnya Taemin saat melihat Naeun tepat disampingnya, Taeminpun membenarkan posisinya dan duduk sambil mengusap-usap matanya

“Bagaimana hari pertamamu homeschooling?” Naeun mengambil tempat duduk di sambil Taemin

“Ini sangat membosankan, bahkan dari awal hingga akhir aku hanya dapat membayangkan bagaimana serunya jika bersekolah seperti biasa dengan kelas yang ramai, dan memakai seragam yang sama sepertimu”

“Apa kau ingin pergi kesekolah?”

“Sekarang?” Naeun menggangguk mantap mendengar pertanyaan Taemin, Taeminpun sangat antusias dan segera mencari seragam yang dulu pernah ia kenakan dan Naeun tertawa geli saat Taemin tampil di depannya mengenakan seragam yang sama dengan bangganya merekapun mengunjungi sekolah mereka walapun aktifitas belajar telah selesai tapi Taemin tetap ingin mengelilingi sekolah itu agar ia dapat merasakan suasana yang dulu sempat ia rasakan

“Dulu kau sering sekali main basket dilapangan ini saat jam kosong atau saat jam olahraga dan istirahat” Naeun menunjuk pada lapangan olahraga sekolah mereka yang cukup besar itu

“Jinjja yo? Apakah sesering itu? Ah, seandainya Eomma mengizinkanku untuk sekolah seperti biasa aku pasti akan sangat bahagia” Naeun mengangguk sambil tersenyum iapun sampai didepan kelas mereka dulu

Taemin menelusuri tiap sudut kelas yang pernah ia tempati itu, dan membaca nama-nama siswa angkatan tahun lalu, yaitu angkatan mereka saat kelas 2

“Kim Taeyeon? Apa aku dan Taeyeon Hyeong-su seangkatan?” Taemin menatap Naeun bingung

“Ne, Wae yo?”

“Aku kira Taeyeon dan Baekhyun hyung satu angkatan”

“Mereka memang satu angkatan”

“Itu berarti aku dan hyung juga satu angkatan? Bagaimana bisa?”

Naeun terdiam ia berusaha mencari jawaban untuk Taemin, “Ah, itu karna kau lahir dibulan febuari maka Eomma memasukan kau keangkatan di atasmu”

“Hemm, benar juga” Taeminpun mengangguk-angguk mendengar jawaban dari Naeun, “Apa kau ingat dimana aku pernah mengungkapkan perasaanku padamu?”

“Eum tentu saja” Naeun sedikit ragu-ragu untuk menjawabnya

“Dimana itu?”

“Saat kau selesai bertanding basket dan kau menyuruhku untuk tetap duduk di kursi penonton sampai semuanya pergi, lalu kau mengungkapkannya”

“Oh jinjja yo? Berarti aku sungguh berani saat itu” Taemin tersenyum malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tentu saja tidak gatal, dan Naeun hanya dapat tersenyum untuk menutupi kebohongannya

“Lalu kemana biasanya kita menghabiskan waktu sehabis pulang sekolah?” Taemin kembali bertanya pada Naeun

“Ada begitu banyak tempat yang kita kunjungi”

“Yang mana menjadi favoritemu?”

“Hemm, myeongdong”

“Ayo kita kesana” Taemin menarik tangan Naeun dan segera keluar dari gedung sekolah mereka, kemudian Taemin dan Naeun menaiki Bus untuk mengunjungi tempat itu.

Karna saat ini masih sore Baekhyun mengajak Taeyeon untuk menikmati jajanan yang mereka beli disekitar sana sambil berjalan menikmati suasana sore hari yang sejuk, Taeyeon memandangi burung-burung dara yang berada tak jauh dari mereka dan tak sesekali Taeyeon menggoda burung-burung itu dengan mengeluarkan suara yang layaknya seekor burung dan menimbulkan gelak tawa dari Baekhyun yang melihat tingkah lucu Yeojachinggunya itu

“Taeyeon a~ ayo kita naik ferry itu” Taeyeon mengiyakan permintaan Baekhyun dengan semangat dan merekapun akhirnya menaiki kapal ferry itu untuk menikmati pemandangan sungai Han lebih dekat lagi, mereka melintasi dermaga ttukseom sampai ke dermaga Jamsil di dalam kapal itu mereka disuguhkan dengan lagu yang dinyanyikan secara Live Show dan Baekhyunpun ikut menyanyikan lagu yang dibawakan oleh penyanyi itu, bahkan Taeyeon lebih fokus pada Baekhyun yang bernyanyi disampingnya dari pada penyanyi itu

Setelah turun dari kapal ferry itu Baekhyun dan Taeyeon berjalan menelusuri pinggiran sungai Han itu lagi, sampai malam akhirnya datang Taeyeon dan Baekhyunpun duduk di bangku yang mengarah pada sungai itu

“Taeng a~ apa kau tidak takut?”

“Hemm?” Taeyeon menoleh dan menatap Baekhyun bingung karna ia benar-benar tidak mengerti ucapan Baekhyun

“Apa kau tidak tahu kalau banyak sosok yang berlalu lalang di sekitar sungai ini saat malam?”

“Yaa! Apa maksudmu?” Taeyeon mulai merinding saat Baekhyun akan memulai ceritanya

“Sungai Han ini terkenal juga dengan kasus bunuh diri yang sering terjadi di jembatan Mapo dan pastinya arwah-arwah mereka tidak tenang”

“Baekhyun a~”

Tiba-tiba saja terdengar suara kaleng terjatuh Taeyeonpun sangat terkejut dan segera memeluk Baekhyun sambil berteriak, dan Baekhyun tertawa keras dibuatnya

“Taeng a~ aku hanya bercanda kau tidak perlu ketakutan seperti itu”

Taeyeon melepaskan pelukannya dan menatap Baekhyun sinis sedangkan Baekhyun tidak henti-hentinya menertawakan Taeyeon, Taeyeon begitu kesal karna Baekhyun telah membuatnya terlihat bodoh iapun memukul-mukul kecil tubuh Baekhyun

Baekhyun meraih kedua tangan Taeyeon yang memukulinya dan menatapnya dalam, Taeyeon dibuat gugup oleh Baekhyun perlahan Baekhyun mulai mendekati wajah Taeyeon, Yeoja yang berada di hadapannyapun bingung dengan apa yang harus ia lakukan Taeyeon mengedip-kedipkan matanya dengan cepat hingga akhirnya kedua matanya tertutup sempurna menunggu Baekhyun dan akhirnya ciuman kedua merekapun terjadi, Baekhyun cukup lama menempelkan bibirnya pada bibir mungil Taeyeon hingga akhirnya ia melepaskannya perlahan

“Ini ciuman pertama kita” Taeyeon sedikit menundukan kepalanya menyembunyikan pipi merahnya itu

“Ani, ini yang kedua kalinya”

“Waktu itu tidak masuk dalam hitungan, kau menciumku tapi yang ada dalam bayanganmu adalah perempuan lain”

“Maafkan aku itu adalah kesalahan terbesarku” Baekhyun memeluk Yeoja mungil yang berada dihadapannya itu, lalu Baekhyun melepaskan pelukannya ia tersenyum melihat Yeoja yang paling ia cintai itu dan Bekhyun kembali mencium bibir mungil itu kali ini Baekhyun sedikit memberi lumatan pada Taeyeon yang membuatnya sedikit mengerang

“Aku akan sering melakukan ini agar kau tidak dapat menghitungnya lagi”

“Mwo?” dan lagi Baekhyun kembali menciumi bibir manis yeoja itu, ciuman yang Baekhyun berikan kali ini begitu lama dan lembut dan membuat Taeyeon lepas dari kesadarannya bahkan ia sudah menggantungkan tanganya pada leher Baekhyun

“Baiklah aku akan menganggap ciuman ini sebagai yang keempat”

“Apa kau ingin melakukannya lagi?” Baekhyun medekatkan wajahnya sambil memperlihatkan smirk nakalnya

Taeyeon memandang Baekhyun dengan wajah seperti mengatakan ‘Aish’ iapun mendorong tubuh Baekhyun dan berlari menghindari Namja itu, tentu saja Baekhyun tidak akan tinggal diam dan mengejar Yeoja yang sudah lari darinya itu

-To be continue-
Anyeong readers, author minta maaf karna ff dichapter ini lebih pendek dari chapter sebelumnya dan ceritanya yang not good enough hiks :’
karna author sedang ujian akhir sekolah dan ga terasa bentar lagi UN terus lulus Yeayy^^ #Curcol
makanya imajinasi author tidak datang dengan sempurna karna terhalangi cara untuk selamat selama ujian xD

Semoga para readers-nim tidak bosan dengan alur ceritanya, dan big thanks buat para commentator (?) yang udah kasih banyak masukan dan untuk para likers thanks you so much~ :*
Baii Baii~ -MianForTypo-

Advertisements

54 comments on “Twinkle [Chap11]

  1. next!!!!! tak apalah kalo pendek tapi ff nya tetep di lanjut
    omoo!!! Taemin hampir mengingat Taeyeon.
    Aishhh apa sampai segitunya sampai” banyak diganti, ibu taemin memang berlebihan

    semangat thor!!!!

  2. duh duh thor masih bingung endingnya sama siapa tp.kalo sama taemin kagak mungkin kan adeknya sendiri,, next.thorr

  3. Uuhhh,hampir aja tu taemin inget sama taeyeon. Kpn taemin ingatannya pulih yaa.
    Naeun sma taemin mkin dkt aja,baekhyun ama taeng juga mkin dkt aja. Pngin couple taetae.
    Next chp ditunggu^^

  4. Yg jelas ak ingin ff ny chap ny di panjangin… jgn cpet cpt ending ny klw bisa smpe chap 20 ke atas…. next ya smoga taemin cpt mengingat ny… tpi ak jg pgn liat BaekYeon

    Panjgin lagi ya klw udah Ujian #Bonus 😀

  5. wuah,,,,,
    sweet bgd moment baekyeonnya,,,
    semoga lancar UN nya saeng, dan smgoga lulus dg nilai terbaik,,
    fightaeng!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s